Author: 15

  • Belum Satu pun 30 Indikator Bull Market Peak Tercapai, Pertanda Bull Run Masih Panjang?

    Cycle bull run selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para investor kripto. Dalam beberapa tahun terakhir, pola pergerakan pasar kripto, terutama Bitcoin menunjukkan kecenderungan mengikuti siklus empat tahunan, dan jika mengikuti alur pola yang sudah ada, maka cycle itu kini diperkirakan berakhir di bulan Oktober-November 2025.

    Baca juga: Akun 4chan dari 2023 Ramal BTC Top di 6 Oktober, Siklus 4 Tahunan Terulang?

    Tapi di tengah kekhawatiran investor perihal puncak bull run yang sudah dekat, belum satu pun dari 30 indikator bull market peak menunjukan sinyal top yang menandakan harga sudah terlalu tinggi dan bisanya menjadi akhir dari bull run.

    Apa Itu Bull Market Peak Indicator?

    Indikator bull market cycle. Sumber: CoinMarketCap

    Istilah bull market peak indicator mengacu pada kumpulan sinyal yang secara historis muncul sebelum pasar kripto mencapai puncak harga, seperti lonjakan besar volume ritel, overbought pada RSI (Relative Strength Index), atau perbandingan market cap-to-stablecoin ratio yang terlalu tinggi.

    Dalam siklus sebelumnya (misalnya tahun 2017 dan 2021), kombinasi indikator seperti ini selalu menjadi alarm bahwa pasar mulai “mendidih” dan harga siap untuk terkoreksi besar-besaran. 

    Kamu bisa mengakses indikator ini melalui laman CoinGlass atau CoinMarketCap.

    Apa Saja Isi dari 30 Bull Market Peak Indicator?

    Berikut 30 indikator yang ada dalam Bull Market Peak Indicator beserta dengan pengertiannya:

    1. Bitcoin Ahr999 Index

    Indeks ini mengukur seberapa jauh harga Bitcoin dibandingkan dengan rata-rata harga historisnya. Nilai yang lebih tinggi biasanya menandakan kondisi pasar yang panas atau mendekati puncak.

    1. Pi Cycle Top Indicator

    Indikator ini menggunakan dua rata-rata bergerak, yaitu 111 day moving average (DMA) dan 350 DMA yang dikalikan dua. Ketika rata-rata 111DMA menembus ke atas 350DMA x2, biasanya itu menandai potensi puncak harga Bitcoin.

    1. Puell Multiple

    Puell Multiple adalah rasio antara pengeluaran harian Bitcoin dalam dolar AS dan rata-rata 365 hari pengeluaran harian tersebut. Indikator ini banyak digunakan untuk menilai apakah pasar sedang undervalued (harga terlalu rendah) atau overvalued (harga terlalu tinggi) berdasarkan profitabilitas miner.

    1. Bitcoin Rainbow Chart

    Model visual yang mengelompokkan harga Bitcoin ke dalam berbagai warna berdasarkan tingkat “kehangatan” market. Setiap warna menunjukkan fase siklus pasar, mulai dari “beli” hingga “jual”.

    1. Days of ETF Net Outflows

    Mengukur berapa hari secara beruntun terjadi arus keluar (penarikan dana) bersih dari ETF Bitcoin. Angka yang tinggi bisa menandakan tekanan jual dari institusi.

    1. ETF-to-BTC Ratio

    Membandingkan total kepemilikan ETF Bitcoin dengan jumlah Bitcoin yang beredar. Rasio tinggi menandakan minat besar institusi terhadap ETF.

    1. 2-Year MA Multiplier

    Menggunakan rata-rata harga 2 tahun Bitcoin untuk mencari potensi jenuh beli atau jenuh jual.

    1. MVRV Z-Score

    Mengindikasikan apakah Bitcoin sedang overvalued atau undervalued dengan membandingkan nilai pasar dan nilai realisasi on-chain.

    1. Bitcoin Bubble Index

    Indeks ini membantu melacak potensi terbentuknya bubble (gelembung harga) pada Bitcoin.

    1. USDT Flexible Savings

    Menampilkan tingkat bunga pada produk tabungan fleksibel USDT, yang bisa mengindikasi permintaan pada stablecoin untuk “parkir” dana.

    1. RSI – 22 Day

    Relative Strength Index (RSI) 22 hari mengukur kekuatan tren harga Bitcoin dalam waktu dekat, dengan nilai tinggi mengindikasikan overbought.

    1. CMC Altcoin Season Index

    Indeks yang menilai apakah altcoin (aset kripto non-Bitcoin) sedang outperform Bitcoin dalam periode tertentu.

    1. Bitcoin Dominance

    Persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding total kapitalisasi pasar kripto. Dominasi tinggi menunjukkan Bitcoin menjadi aset yang memimpin pasar.

    1. Bitcoin Long Term Holder Supply

    Total pasokan Bitcoin yang disimpan oleh holder jangka panjang (belum dipindahkan selama waktu tertentu). Penurunan pasokan ini bisa mengindikasi tekanan jual.

    1. Bitcoin Short Term Holder Supply (%)

    Persentase pasokan Bitcoin yang dimiliki oleh holder jangka pendek. Kenaikan angka ini menandakan lebih banyak Bitcoin yang dikuasai trader jangka pendek.

    1. Bitcoin Reserve Risk

    Rasio antara harga Bitcoin dan insentif untuk menjual bagi pemegang jangka panjang. Angka tinggi artinya risiko menahan coin meningkat.

    1. Bitcoin Net Unrealized P&L (NUPL)

    Mengukur posisi laba rugi belum terealisasi secara agregat seluruh pemegang Bitcoin. Nilai tinggi artinya kebanyakan holder sedang untung besar.

    1. Bitcoin RHODL Ratio

    Rasio yang membandingkan coin yang baru saja dipindahkan dengan coin yang telah disimpan lama, menjadi sinyal siklus pasar.

    1. Bitcoin Macro Oscillator (BMO)

    Indikator yang mengidentifikasi fase makro dari siklus Bitcoin dengan mengolah beberapa data on-chain.

    1. Bitcoin MVRV Ratio

    Membandingkan nilai pasar Bitcoin dan nilai realisasinya, berguna untuk menentukan apakah sudah overbought atau oversold.

    1. Bitcoin 4-Year Moving Average

    Rata-rata harga Bitcoin selama 4 tahun terakhir, digunakan untuk mengidentifikasi tren utama dan turning point market.

    1. Crypto Bitcoin Bull Run Index (CBBI)

    Indeks komposit berisi berbagai data yang menandakan apakah Bitcoin sedang berada di fase bull run ekstrem atau mendekati puncak.

    1. Mayer Multiple

    Rasio harga Bitcoin terhadap rata-rata 200 hari. Nilai tinggi sering dikaitkan dengan overbought.

    1. Bitcoin AHR999x Top Escape Indicator

    Indikator alternatif dari Ahr999 yang digunakan untuk menandai potensi saat terbaik untuk “keluar” dari market.

    1. MicroStrategy’s Avg Bitcoin Cost

    Harga rata-rata pembelian Bitcoin yang dicatat oleh MicroStrategy, salah satu institusi terbesar yang memegang BTC.

    1. Bitcoin Trend Indicator

    Indikator tren harga Bitcoin berdasarkan gabungan beberapa analisis statistik dan on-chain.

    1. 3-Month Annualized Ratio

    Rasio pengembalian harga Bitcoin selama tiga bulan dalam basis tahunan, digunakan untuk melihat momentum market jangka pendek.

    1. Bitcoin Terminal Price

    Estimasi harga terminal Bitcoin (batas harga berdasarkan model tertentu) yang sering digunakan sebagai acuan jangka panjang.

    1. Golden Ratio Multiplier

    Menggunakan rasio emas (golden ratio) pada moving average untuk mencari level harga penting di pasar siklus Bitcoin.

    1. Smithson’s Bitcoin Price Forecast

    Prediksi harga Bitcoin berdasarkan model dari analis bernama Smithson, sering digunakan sebagai referensi eksternal oleh trader.

    0 dari 30 Indikator Tercapai

    Indikator bull peak masih 0/30. Sumber: CoinGlass

    Hingga update terakhir 14 Oktober 2025, belum satu pun dari 30 indikator puncak bull market Bitcoin yang memberikan sinyal “hit” atau “hijau”. Artinya, belum ada satu indikator pun yang menyentuh batas ekstrim, baik secara harga, sentimen, on-chain, maupun metrik ETF yang bisa jadi pertanda awal puncak siklus bull run.

    Dari indikator populer seperti Pi Cycle Top Indicator, Ahr999 Index, MVRV Z-Score, Bitcoin Rainbow Chart, hingga Altcoin Season Index, semuanya masih berada jauh di bawah threshold puncak masing-masing.

    Rata-rata progres indikator utama masih di bawah 70%. Sebagai contoh:

    • Altcoin Season Index baru 65% menuju level alarm.
    • Bitcoin MVRV Z-Score di 43% dari nilai puncak historis.

    Bahkan indikator terkait likuiditas ETF, profit holder, dominasi BTC, rasio siklus (seperti RHODL, Mayer Multiple, dan 4-Year Moving Avg) hanya menunjukkan progres di kisaran 28%-60%—jauh dari zona “overheat”.

    Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa tren bullrun Bitcoin dan crypto masih jauh dari kata usai, dengan ruang apresiasi pasar yang masih besar menuju fase puncak selanjutnya.

    Pencarian dengan kata kunci Bitcoin berkolerasi dengan top cycle 2021. Sumber: GoogleTrends

    Sementara itu, data Google Trends terkait kata kunci seperti “Bitcoin” dan “crypto” masih jauh di bawah level 2021, menjadi salah satu sinyal bahwa antusiasme publik belum sebesar puncak 2021.

    Kesimpulan

    Indikator Bull Market Peak bisa menjadi salah satu referensi untuk melihat apakah level harga saat ini berada di level top atau masih memiliki ruang untuk terus melanjutkan reli bull run.

    Menurut data dari 30 indikator tersebut, belum ada satu pun indikator bull market peak yang tercapai, sehingga mengimplikasikan bahwa masih ada ruang untuk reli ke depannya.

    Tapi, tetap ingat jika semua indikator ini berdasarkan harga historis, dan pasar kripto saat ini telah berkembang dengan pesat dibandingkan dengan beberapa cycle ke belakang, seperti dengan hadirnya ETF Bitcoin, partisipasi institusional, dan regulasi.

    Maka bisa saja indikator-indikator yang tersedia tersebut tidak lagi relevan, sehingga untuk memahami konteks pasar, indikator tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan dalam menilai apakah bullrun masih panjang atau justru mendekati puncak.

    Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum membuat keputusan finansial, termasuk dalam investasi kripto ya!

    Baca juga: Akun 4chan dari 2023 Ramal BTC Top di 6 Oktober, Siklus 4 Tahunan Terulang?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kongres AS Siapkan Undang-Undang Kripto untuk Program 401(k)

    Amerika Serikat tengah bersiap mengambil langkah besar dalam mengintegrasikan aset digital ke sistem keuangannya, melalui undang-undang kripto.

    Seorang anggota Kongres, Troy Downing, baru-baru ini mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang bertujuan menjadikan executive order Presiden Donald Trump tentang aset digital dalam dana pensiun 401(k) sebagai undang-undang permanen.

    Executive Order 14330, yang ditandatangani pada 7 Agustus 2025, membuka jalan bagi pekerja Amerika untuk memasukkan aset digital, termasuk kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, ke dalam portofolio pensiun mereka.

    Namun, karena statusnya hanya berupa perintah eksekutif, kebijakan ini masih bisa dibatalkan oleh presiden berikutnya.

    Dengan diusulkannya RUU ini, kebijakan tersebut berpotensi memiliki kekuatan hukum jangka panjang, memberikan kepastian dan stabilitas bagi investor serta penyedia dana pensiun.

    Baca Juga: Kripto Segera Masuk Dana Pensiun di AS, Peluang Emas Investor?

    Apa yang Akan Berubah Jika RUU Ini Disahkan

    Jika RUU ini mendapat persetujuan dari Kongres dan Gedung Putih, sejumlah perubahan besar bisa terjadi dalam dunia investasi pensiun AS:

    1. Akses Kripto dalam Program 401(k)
      Pekerja Amerika akan secara sah dapat mengalokasikan sebagian dana pensiun mereka ke aset kripto — memperluas pilihan investasi di luar saham dan obligasi.
    2. Regulasi dan Panduan yang Jelas
      Departemen Tenaga Kerja (DOL), Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), serta Departemen Keuangan AS akan memiliki waktu enam bulan untuk merumuskan panduan resmi terkait tata kelola investasi kripto di portofolio pensiun.
    3. Dorongan Modal Institusional ke Kripto
      Dengan potensi triliunan dolar dana pensiun yang bisa mengalir ke pasar aset digital, pasar kripto akan mendapatkan arus modal baru yang dapat memperkuat likuiditas dan stabilitas harga jangka panjang.

    Peluang Besar bagi Pasar Kripto

    Banyak analis menilai langkah ini dapat menjadi tonggak sejarah dalam adopsi kripto secara institusional.

    Program pensiun seperti 401(k) mengelola aset senilai lebih dari $7 triliun, dan bahkan jika sebagian kecil dialokasikan ke kripto, dampaknya akan sangat signifikan terhadap nilai pasar global Bitcoin dan aset digital lainnya.

    “Jika kebijakan ini dikodifikasikan dalam hukum, maka adopsi kripto akan memasuki babak baru, dari spekulatif menjadi strategis,” ujar seorang analis keuangan di New York sebagaimana dikutip dari Cryptopolitan pada Rabu (15/10).

    Selain itu, RUU ini juga dapat memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pelopor regulasi inovatif di sektor keuangan digital, menyusul langkah beberapa negara seperti Swiss dan Singapura yang telah lebih dulu mengintegrasikan aset kripto dalam sistem pensiun swasta mereka.

    Tantangan dan Kritik yang Muncul

    Meski menjanjikan, kebijakan ini juga memicu sejumlah kekhawatiran:

    • Risiko Volatilitas Tinggi:
      Kripto dikenal memiliki fluktuasi ekstrem yang bisa mengancam stabilitas dana pensiun jangka panjang.
    • Tanggung Jawab Fiduciary:
      Pengelola dana pensiun dapat menghadapi tuntutan hukum jika investasi kripto menyebabkan kerugian besar bagi peserta.
    • Kesenjangan Literasi Finansial:
      Banyak pekerja belum memahami risiko dan mekanisme aset digital, sehingga diperlukan edukasi mendalam sebelum implementasi.

    Beberapa ekonom bahkan memperingatkan agar pemerintah “tidak terburu-buru membuka pintu spekulatif dalam sistem pensiun” sebelum struktur pengawasan benar-benar matang.

    Baca Juga: Donald Trump Kaji Kebijakan 401(k), Dana Pensiun Warga AS Pakai Kripto?

    Momentum Baru untuk Integrasi Kripto di Ekonomi Riil

    RUU yang diajukan Downing bukan sekadar regulasi teknis, melainkan adalah simbol pergeseran paradigma finansial di Amerika Serikat.

    Jika disahkan, kebijakan ini akan memperkuat legitimasi aset digital di salah satu pilar ekonomi terbesar dunia: sistem pensiun nasional.

    Bagi industri kripto global, langkah ini bisa menjadi angin segar yang mempercepat adopsi institusional dan membuka peluang investasi baru.

    Namun, seperti halnya setiap inovasi finansial, keberhasilannya akan bergantung pada regulasi yang seimbang antara kebebasan dan perlindungan investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Permintaan Struktural Tahan Bitcoin dari Likuidasi $20 Miliar

    Pasar kripto baru saja mengalami gelombang likuidasi terbesar dalam sejarah, dengan posisi leverage senilai $20 miliar terhapus dalam waktu singkat.

    Aksi likuidasi masif ini memicu volatilitas tajam, terutama pada Bitcoin, yang sempat tertekan ke kisaran harga di sekitar $112.700 sebelum stabil kembali.

    Namun, meskipun pasar diguncang, para pengamat mencatat bahwa permintaan struktural tetap menjadi pilar penahan, terutama dari dompet besar (whales), likuiditas stablecoin yang terus bertambah, serta aliran masuk dana ke produk ETF Bitcoin spot.

    Menurut data dari Glassnode, likuidasi besar ini sebenarnya merupakan pemusnahan spekulasi berlebih yang disebut sebagai “purge” pasar, yang menyisakan peserta pasar yang lebih hati-hati dan terstruktur.

    Sementara itu, CryptoQuant menyoroti bahwa supply USDT naik sekitar $15 miliar dalam 60 hari terakhir, memicu arus modal ke dalam ekosistem kripto.

    Baca Juga: Dominasi Bitcoin Kembali Menguat, Altcoin Season Mulai Memudar!

    Whale Accumulation & Arus Masuk ETF

    Walau tekanan jual dominan, beberapa indikasi on-chain menunjukkan bahwa para whale malah melakukan akumulasi. Mereka memanfaatkan harga turun untuk membeli kembali posisi besar.

    Selain itu, dana institusional melalui ETF Bitcoin spot juga mencatat arus masuk signifikan, yang menunjukkan bahwa modal besar masih percaya pada jangka panjang Bitcoin.

    Menurut laporan CoinDesk pada Rabu (15/10), penembusan konsisten di atas level realisasi rata-rata sekitar $115.000 bisa menjadi sinyal awal fase bullish baru.

    Pergerakan Harga & Respons Pasar Asia

    Di kawasan Asia, pasar dibuka dengan tekanan jual namun tak meninggalkan optimisme karena adanya sinyal bahwa likuidasi telah menyingkirkan posisi spekulatif.

    Meski demikian, sentimen global, terutama pernyataan pejabat AS dan ketegangan perdagangan, turut memicu kekhawatiran investor.

    Bitcoin sempat merosot di sesi awal dan berada di bawah level $110.000, sebelum pemulihan parsial. Sedangkan Ethereum juga mengalami tekanan, turun lebih dari 3,7%, seiring berkurangnya open interest di pasar derivatif dan tekanan ambil untung setelah penolakan di area resistance.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Penahan & Katalis Potensial

    1. Likuiditas Stablecoin yang Meningkat
    Pertumbuhan supply USDT menjadi katalis penting. Dengan lebih banyak likuiditas masuk ke dalam sistem, peluang aliran masuk ke aset kripto seperti Bitcoin meningkat.

    2. Akumulasi Whale & Investor Institusional
    Meskipun likuidasi besar terjadi, akumulasi dari pemegang besar membantu menjaga tekanan negatif tetap terkendali.

    3. Penurunan Leverage & Posisi Spekulatif
    Likuidasi berskala besar menghapus posisi spekulatif yang terlalu berisiko, menyisakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    4. Level Teknis Kritis
    CryptoQuant menyebut level $115.000 sebagai zona realisasi rata-rata yang harus dijaga untuk mendukung momentum kenaikan selanjutnya. Jika Bitcoin bisa bertahan di atas level ini, pasar bisa menghindari koreksi lebih dalam.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Naik ke $115.827, Ini Alasannya

    Momen likuidasi senilai $20 miliar memang mengguncang pasar. Namun di balik aksi jual yang luas, terdapat fondasi struktural yang masih solid: likuiditas stablecoin tinggi, akumulasi dari whale, dan ekspektasi institusional melalui ETF spot.

    Pasar kini dalam fase transisi antara penyesuaian risiko dan kesiapan untuk rebound. Jika Bitcoin mampu mempertahankan level kritis (sekitar $115.000), peluang menuju fase bullish berikutnya jelas terbuka.

    Namun, jika tekanan eksternal kembali meningkat — seperti suku bunga atau geopolitik — konsolidasi atau koreksi lebih lanjut tetap menjadi risiko nyata.

    Investor disarankan untuk tetap waspada, memantau data on-chain dan arus ETF, serta mengambil posisi dengan manajemen risiko yang cermat dalam fase pasar yang sangat fluktuatif ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum (ETH) Koreksi ke $4.096, Pasar Masuki Fase Konsolidasi

    Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali mengalami koreksi tipis pada perdagangan hari ini, Rabu (15/10).

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto, harga Ethereum berada di level $4.096,58 per ETH, atau mencatat penurunan 1,2% dalam 24 jam terakhir.

    Meskipun terkoreksi, Ethereum masih mempertahankan kapitalisasi pasar besar senilai $494,45 miliar dengan volume perdagangan harian mencapai $67,53 miliar.

    Saat ini, total pasokan ETH yang beredar mencapai 120,7 juta koin, menjadikannya salah satu aset kripto paling aktif di pasar global.

    Dalam 24 jam terakhir, ETH sempat menyentuh harga terendah $3.895,97 dan tertinggi $4.154,17, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi di tengah tekanan sentimen pasar yang melemah.

    Baca Juga: Pertama di Dunia! Bhutan Migrasi Sistem Identitas Nasional ke Ethereum

    Tren Harga Ethereum dalam Beberapa Bulan Terakhir

    Secara mingguan, Ethereum mengalami penurunan sekitar 7,76%, sementara dalam jangka waktu satu bulan terakhir, koreksi lebih dalam tercatat sebesar 11,87%.

    Namun, jika melihat periode tiga bulan terakhir, ETH masih mencatatkan kenaikan positif sebesar 22,84%, menandakan bahwa tren jangka menengahnya masih cukup kuat.

    Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa investor mulai bersikap lebih berhati-hati setelah lonjakan harga besar yang sempat terjadi pada kuartal ketiga 2025.

    Banyak analis menilai koreksi ini sebagai fase konsolidasi sehat sebelum potensi kenaikan baru.

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga ETH

    1. Tekanan dari Aksi Jual Bitcoin (BTC)
      Sebagai aset kripto dengan pengaruh terbesar di pasar, penurunan harga Bitcoin beberapa hari terakhir turut menyeret altcoin besar seperti Ethereum. Sentimen bearish jangka pendek ini membuat sebagian investor memilih mengambil keuntungan (profit taking).
    2. Penyesuaian Pasar Menjelang Upgrade Ekosistem Ethereum
      Komunitas Ethereum tengah menantikan pengembangan lebih lanjut dari roadmap “Kohaku”, yang berfokus pada peningkatan privasi dan efisiensi jaringan. Namun, menjelang pembaruan besar, volatilitas harga biasanya meningkat akibat spekulasi investor.
    3. Tingkat Aktivitas DeFi dan NFT yang Masih Fluktuatif
      Meskipun Ethereum tetap menjadi tulang punggung utama bagi sektor DeFi dan NFT, aktivitas pengguna sempat melambat dibandingkan awal tahun. Penurunan ini sedikit menekan permintaan terhadap ETH sebagai bahan bakar transaksi (gas fee).
    4. Kebijakan Makroekonomi dan Kinerja Dolar AS
      Penguatan Dolar AS dan sinyal kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve turut menekan aset berisiko, termasuk kripto. Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti obligasi AS.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Prospek Harga Ethereum: Rebound atau Lanjut Terkoreksi?

    Beberapa analis memperkirakan Ethereum masih memiliki potensi untuk rebound dalam jangka menengah jika berhasil bertahan di atas level support psikologis $3.900.

    Jika tekanan jual mereda dan Bitcoin kembali stabil di atas $115.000, ETH berpeluang menguji kembali resistance di kisaran $4.200–$4.300.

    Sebaliknya, jika penurunan terus berlanjut, area $3.800–$3.700 akan menjadi titik krusial yang menentukan arah pasar selanjutnya.

    Sentimen positif dapat kembali muncul dari perkembangan ekosistem Ethereum, khususnya peningkatan aktivitas jaringan dan proyek DeFi besar yang masih aktif menggunakan blockchain ini.

    Baca Juga: Beli Ethereum Saat Anjlok, Bitmine Raup 128 Ribu ETH

    Harga Ethereum saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli panjang yang sempat membawa aset ini menembus level $4.100.

    Meskipun ada tekanan jangka pendek, fundamental Ethereum tetap kuat berkat posisinya sebagai fondasi utama ekosistem Web3, DeFi, dan NFT.

    Jika minat investor terhadap teknologi blockchain dan aplikasi terdesentralisasi meningkat kembali, ETH berpotensi menjadi salah satu aset kripto yang paling cepat pulih dalam siklus pasar berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga MyShell (SHELL) Naik 19%, Sorotan Kembali ke Blockchain AI

    Harga MyShell (SHELL) saat ini berada di level $0.10818 per token, mencatat kenaikan 19,72% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar mencapai $ 33,39 juta, sementara volume perdagangan 24 jam menembus $ 81,61 juta, menandakan aktivitas pasar yang tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.

    Jumlah suplai beredar 308,67 juta SHELL, dari total pasokan maksimum 1 miliar token, dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh mencapai sekitar $ 108 juta.

    Dalam 24 jam terakhir, harga SHELL bergerak antara $ 0.0827 – $ 0.1195, menandai volatilitas yang cukup tajam.

    Meski sempat turun hingga 33% dalam 90 hari terakhir, lonjakan kali ini memberikan sinyal pemulihan momentum setelah periode koreksi panjang.

    Baca Juga: Minat Investor Meningkat, MyShell (SHELL) Catat Kenaikan Harga

    Apa Itu MyShell (SHELL)?

    MyShell adalah platform berbasis kecerdasan buatan (AI) dan blockchain yang berfokus pada pembuatan serta personalisasi agen AI (AI companions dan chatbots) yang dikendalikan pengguna.

    Melalui ekosistemnya, pengguna dapat menciptakan, melatih, dan memonetisasi agen AI menggunakan teknologi Web3.

    Token SHELL berfungsi sebagai bahan bakar utama ekosistem, digunakan untuk transaksi, staking, dan reward bagi kreator AI.

    Proyek ini mulai mendapatkan sorotan di awal 2024 setelah gelombang investasi besar-besaran pada sektor AI + blockchain, terutama pasca hype yang ditimbulkan oleh proyek seperti Fetch.ai, SingularityNET (AGIX), dan Render (RNDR).

    Analisis Kenaikan Harga SHELL

    Kenaikan harga SHELL sebesar hampir 20% dalam 24 jam terakhir dapat dikaitkan dengan beberapa faktor penting:

    1. Kebangkitan Narasi AI Token
      Setelah koreksi besar pada kuartal sebelumnya, sektor AI kembali menjadi sorotan. Lonjakan volume pada proyek seperti FET dan RNDR menular ke token AI lain, termasuk SHELL.
    2. Aktivitas Perdagangan Meningkat
      Volume perdagangan yang menembus $ 80 juta menandakan peningkatan minat spekulatif. Likuiditas tinggi ini menunjukkan banyak trader mulai mengantisipasi potensi rally AI menjelang akhir tahun.
    3. Pemulihan Teknis (Technical Rebound)
      Dari sisi teknikal, SHELL telah turun sekitar 33% dalam 90 hari terakhir. Kenaikan 19% hari ini menandai pemantulan (rebound) dari area support kuat di kisaran US$ 0.08.
    4. Peningkatan Adopsi Platform MyShell
      Tim pengembang aktif merilis pembaruan fitur, termasuk AI Creator Tools dan sistem revenue-sharing untuk kreator. Hal ini memperkuat utilitas token di dalam ekosistem.
    Pergerakan harga MyShell (SHELL/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga MyShell (SHELL/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tren Harga Jangka Pendek

    Secara jangka pendek, SHELL menghadapi resistensi kuat di kisaran $ 0.12, yang sebelumnya menjadi level distribusi utama. Jika harga berhasil menembusnya dengan volume tinggi, maka potensi naik ke $ 0.15 – 0.18 terbuka lebar.

    Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, area $ 0.085 – 0.09 menjadi zona support penting yang harus dipertahankan agar tren bullish tetap valid.

    Tantangan dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski momentum saat ini positif, investor tetap perlu mewaspadai beberapa faktor risiko:

    • Volatilitas tinggi sektor AI token yang sering mengalami fluktuasi harga ekstrem.
    • Belum stabilnya adopsi pengguna aktif di platform MyShell.
    • Ketergantungan pada hype AI yang bisa cepat beralih ke proyek lain.

    Kinerja jangka panjang SHELL akan sangat bergantung pada seberapa cepat MyShell mampu memperluas adopsi pengguna nyata dan menjalin kemitraan dengan proyek Web3 besar.

    Baca Juga: Prediksi Harga Cardano (ADA) Tahun 2025, 2026, 2030

    Kenaikan harga MyShell (SHELL) ke level $ 0.108 menandai awal dari potensi pemulihan setelah penurunan panjang di sektor token AI.

    Volume perdagangan tinggi dan optimisme investor menunjukkan minat baru yang kuat terhadap proyek ini.

    Jika momentum AI blockchain berlanjut, SHELL bisa menjadi salah satu token berperforma terbaik di kuartal akhir 2025. Namun, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap risiko volatilitas jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 1,32%, Ekosistem Ragukan Adopsi DEX

    Harga Pi Network (PI) saat ini berada di level $0,214958 per PI, menurut data terbaru CoinMarketCap pada Rabu (15/10).

    Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $ 40,07 juta, sementara kapitalisasi pasar Pi mencapai $ 40,08 juta dengan suplai beredar sebanyak 7,7 miliar PI.

    Token ini menempati peringkat #32 dalam daftar kripto global, menandai fase awal perdagangan publik yang telah lama dinantikan oleh komunitas Pi.

    Kendati demikian, fase awal perdagangan ini juga disertai volatilitas tinggi, perbedaan harga antar bursa, serta masih terbatasnya likuiditas di beberapa pasar.

    Alhasil, Pi (PI) turun 1,32% dalam 24 jam terakhir menjadi $0,215, lebih rendah dari pasar kripto secara keseluruhan (-1,24%). Berikut faktor-faktor pendorongnya:

    Baca Juga: Berangsur Pulih, Harga Pi Network Naik Hampir 6%

    Token Unlock Meningkatkan Penjualan

    Lebih dari 1,24 miliar token PI akan dirilis tahun depan, dengan 120 juta akan dirilis pada Oktober 2025 saja.

    Hal ini mengikuti pola di mana peluncuran sebelumnya berkorelasi dengan penurunan harga, misalnya penurunan 30% setelah peluncuran 8 juta PI pada Mei 2025.

    Ini bermakna, token yang telah dibuka meningkatkan pasokan yang beredar sebesar 15% per bulan, melampaui permintaan yang lemah.

    Data historis menunjukkan PI cenderung turun 10-30% menjelang acara peluncuran besar karena penambang/pedagang awal menjual.

    Kelemahan Teknis yang Berlanjut

    PI diperdagangkan di bawah semua rata-rata pergerakan utama ($0,2178 SMA 7-hari, $0,27695 SMA 30-hari).

    Sementara itu, RSI di 30,48 (14-hari) menandakan kondisi jenuh jual, tetapi histogram MACD tetap negatif (-0,00111).

    Artinya, sinyal jenuh jual belum memicu rebound yang signifikan karena volume yang lemah (-18,6% turnover 24 jam).

    Level $0,20 merupakan support penting. Penembusan di bawahnya dapat mempercepat aksi jual menuju $0,15 atau yang terendah tahun 2025.

    Keraguan Terhadap Sistem

    Meskipun Pi Network meluncurkan fitur DEX/AMM testnet, skeptisisme tetap ada mengenai adopsi yang sebenarnya.

    Dana ekosistem senilai $100 juta yang diumumkan pada Mei 2025 belum mengungkapkan penerimanya, dan Valor Pi Fund telah menarik kurang dari $5.000 dalam 2 bulan.

    Berarti, para pengembang menunggu sinyal utilitas yang lebih jelas. Tanpa pencatatan di bursa utama (Binance/Coinbase) atau pembakaran token, PI masih terjebak dalam pola perdagangan spekulatif.

    Baca Juga: Gas Tipis-Tipis, Harga Pi Network Naik 4,5%

    Secara umum, penurunan harga PI mencerminkan kelebihan pasokan akibat pembukaan token, kerusakan teknis, dan traksi ekosistem yang tertunda.

    Meskipun peningkatan Stellar Protocol 23 dan pola falling wedge mengisyaratkan potensi kenaikan di masa mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bedah Rekap Kripto Kuartal 3 2025: Era Kebangkitan Dimulai

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kuartal ketiga 2025 menjadi periode penuh kejutan bagi dunia kripto. Setelah dua kuartal penuh tekanan, pasar akhirnya bangkit dengan kekuatan luar biasa. Pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed), disahkannya Genius Act dan Clarity Act di AS, hingga lonjakan aktivitas on-chain menjadi katalis utama yang mendorong Bitcoin, Ethereum, dan ekosistem altcoin menuju level tertinggi baru.

    Reformasi besar juga terjadi di berbagai negara. Amerika Serikat merilis Anti-CBDC Act, Hong Kong mengatur stablecoin secara resmi, sementara Indonesia mengumumkan kenaikan pajak kripto per Agustus. Di sisi lain, sembilan bank Eropa bekerja sama meluncurkan stablecoin euro di bawah regulasi MiCA, memperkuat legitimasi sektor ini secara global.

    Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi, Kalahkan Emas dan S&P 500

    Bitcoin (BTC) menembus all-time high di US$124.000, didorong oleh pemangkasan suku bunga The Fed dan lonjakan arus dana ETF institusional. Menariknya, performa BTC mengungguli S&P 500 dan bahkan emas—dua aset defensif utama dunia. Lonjakan ini menandai rotasi besar dalam pasar global, di mana investor kembali ke kripto sebagai aset unggulan di tengah perubahan kebijakan moneter.

    Ethereum Jadi Bintang Baru, Dominasi BTC Mulai Terkikis

    Tak mau kalah, Ethereum (ETH) juga mencetak rekor tertinggi baru berkat efek positif dari Genius dan Clarity Act yang memperjelas status hukum aset digital. ETF Ethereum mulai menyerap aliran modal institusional, sementara rasio ETH/BTC menembus level penting MA 365 hari—tanda kuat terjadinya rotasi modal dari Bitcoin menuju Ethereum.

    Peningkatan ini juga disokong oleh lonjakan aktivitas di sektor DeFi dan stablecoin berbasis Ethereum, yang menjadikannya motor utama “ekonomi on-chain” baru.

    Altcoin Season Dimulai, Hyperliquid dan Aster Jadi Primadona

    Kuartal ini juga menandai awal altcoin season yang sesungguhnya. Layer-1 seperti Ethereum dan BNB Smart Chain mengalami lonjakan aktivitas ekonomi riil, bukan sekadar rotasi spekulatif. Ethereum mencatat peningkatan nilai ekonomi on-chain hingga +$50 juta, sementara Hyperliquid memecahkan rekor dengan memproses lebih dari 7,3 miliar transaksi per minggu.

    Di ranah Perpetual DEX, terjadi persaingan sengit antara Aster, Lighter, Avantis, dan Hyperliquid. Aster unggul jauh dengan volume 30 hari mencapai US$420 miliar dan pendapatan US$137 juta—menegaskan pergeseran dominasi menuju platform derivatif on-chain berlikuiditas tinggi.

    “Stablecoin Summer” dan Lahirnya Perang Baru

    Pasokan stablecoin global melonjak ke US$280 miliar pada September 2025. Fenomena ini dijuluki “Stablecoin Summer”, era di mana stablecoin menjadi tulang punggung perdagangan, DeFi, dan pembayaran dunia nyata.

    Tiga proyek baru mencuri perhatian: Plasma (USDT) dengan fitur zero-fee transfer, Ethena (USDe) dengan mekanisme delta-neutral yield, dan Falcon (USD) yang menggabungkan crypto, stablecoin, dan RWA sebagai jaminan. Kompetisi ketat ini menandai babak baru dalam “Stablecoin Wars”.

    Outlook Kuartal 4: Bullish Tapi Waspada

    Memasuki Q4 2025, pasar kripto diproyeksikan tetap bullish namun penuh volatilitas. Stablecoin dan Perpetual DEX seperti Aster dan Hyperliquid akan terus mendominasi, sementara rotasi altcoin berpotensi memperpanjang reli hingga akhir tahun.

    Katalis utama seperti potensi persetujuan ETF baru dan pemangkasan suku bunga lanjutan The Fed bisa memperkuat momentum pasar.

    Kesimpulan

    Kuartal 3 2025 menandai kebangkitan penuh dunia kripto. Reformasi regulasi besar, pelonggaran moneter, dan lonjakan aktivitas on-chain menjadikan ekosistem digital ini semakin matang dan bernilai nyata.

    Dengan Bitcoin dan Ethereum mencetak rekor baru, serta munculnya “Stablecoin Summer” dan dominasi Aster di sektor derivatif, industri kripto kini berada di jalur menuju fase pertumbuhan berkelanjutan.

    Namun, seiring optimisme yang memuncak, pasar tetap perlu waspada terhadap volatilitas jangka pendek, karena sejarah membuktikan, setiap reli besar selalu diikuti dengan ujian berikutnya.

    Baca juga: Riset Kripto 6-10 Okt 2025: Koreksi Sehat Bitcoin, Siap Puncak Baru?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 14 Oktober 2025

    Tokocrypto menghadirkan Market Sinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Selasa, 14 Oktober 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.

    Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.

    Topik Penting dan Dampaknya terhadap Pasar Kripto

    1. Bhutan Luncurkan Sistem Identitas Nasional di Ethereum
      • Bhutan menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan sistem identitas digital nasional berbasis blockchain Ethereum. Vitalik Buterin dan Aya Miyaguchi hadir dalam peresmian ini.
      • Token terdampak: $ETH
    2. Tether Cetak $1 Miliar USDT Baru
      • Tether kembali mencetak USDT senilai $1 miliar, memperbesar total pasokan stablecoin di pasar. Pencetakan ini sering dikaitkan dengan peningkatan likuiditas dan potensi reli harga.
      • Token terdampak: $USDT, $BTC, $ETH
    3. Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed Meningkat ke 98,3%
      • Peluang pemangkasan suku bunga acuan AS menjadi 3,75–4,00% pada pertemuan 29 Oktober mencapai 98,3%. Hal ini dapat melemahkan USD dan mendorong permintaan aset berisiko.
      • Token terdampak: $BTC, $ETH
    4. Prediksi Shutdown Pemerintah AS Berlangsung Rekor Panjang
      • Kalshi memprediksi potensi shutdown terpanjang dalam sejarah AS, diperkirakan mencapai lebih dari 35 hari akibat kebuntuan politik di Washington.
      • Token terdampak: $BTC, $USDT
    5. Harga Emas Cetak Rekor Baru di $4.090 per Ounce
      • Emas menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level $4.090, menandakan meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai. Netral–Bullish untuk aset safe haven; bisa menarik korelasi positif bagi $BTC sebagai “emas digital”.
      • Token terdampak: $BTC
    6. CME Group Luncurkan Opsi SOL & XRP yang Diatur CFTC
      • CME Group memperkenalkan perdagangan opsi derivatif resmi untuk Solana ($SOL) dan XRP ($XRP) di bawah pengawasan CFTC.
      • Token terdampak: $SOL, $XRP

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    AAVE/USDT (🔼 +6.86%)

    • Entry: $252.40
    • Stop Loss: $245.52
    • Take Profit: $269.72

    AAVE/USDT (1H) memperlihatkan sinyal pemulihan yang mulai matang setelah harga bertahan kuat di atas area support $252, dengan target kenaikan menuju resistance $269 atau sekitar +6.8%. Momentum beli masih terjaga, terlihat dari RSI 60 yang menandakan kekuatan tren tanpa tanda overbought, sementara MACD mulai bergerak di zona positif, memberi sinyal potensi lanjutan bullish swing.

    HBAR/USDT (🔼 +7.57%)

    • Entry: $0.18787
    • Stop Loss: $0.18267
    • Take Profit: $0.20231

    HBAR/USDT (1H) sedang memperlihatkan tanda-tanda retest sehat setelah sempat rebound kuat dari zona support $0.1878, dengan potensi kenaikan menuju resistance $0.2033 atau sekitar +7.5%. Indikator MACD masih berada di area positif, menandakan momentum beli belum hilang, sementara RSI 57 menunjukkan tenaga beli yang stabil tanpa sinyal jenuh.

    FORM/USDT (🔼 +16.77%)

    • Entry: $1.0289
    • Stop Loss: $0.9732
    • Take Profit: $1.2050

    FORM/USDT (1H) memperlihatkan momentum rebound yang cukup agresif setelah menembus zona konsolidasi sempit di sekitar $1.03–$1.10, dengan potensi kenaikan menuju $1.20 atau sekitar +17%. Indikator RSI yang kini di level 71 menandakan dorongan beli kuat, meskipun mulai mendekati area jenuh beli, sedangkan MACD masih menunjukkan arah positif dengan histogram hijau yang menebal.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 15 Oktober 2025

    Tokocrypto menghadirkan Market Sinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Rabu, 15 Oktober 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.

    Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.

    Peristiwa yang terjadi daam 24 terakhir : 

    1. Upgrade Ethereum “Fusaka” Aktif di Sepolia Testnet
      • Ethereum meluncurkan Fusaka upgrade di jaringan uji Sepolia, menguji batas gas yang lebih tinggi dan sistem PeerDAS baru sebelum rilis mainnet pada Desember mendatang.
        Token terdampak: $ETH
    2. Coinbase Investasi di CoinDCX (India & Timur Tengah)
      • Coinbase mengumumkan investasi strategis di CoinDCX untuk memperluas jangkauannya di India dan Timur Tengah — dua kawasan dengan lebih dari 100 juta pengguna kripto.
        Token terdampak: $COIN, $BTC, $ETH
    3. Jepang Larang Insider Trading Kripto
      • Pemerintah Jepang memperkenalkan aturan baru untuk melarang insider trading di pasar kripto, meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor.
        Token terdampak: Semua aset kripto yang terdaftar di bursa Jepang
    4. S&P Global Ratings Gandeng Chainlink
      • S&P Global Ratings bekerja sama dengan Chainlink untuk menghadirkan Stablecoin Stability Assessments secara on-chain, memberikan akses data risiko stablecoin secara real-time.
        Token terdampak: $LINK, stablecoin ($USDT, $USDC)
    5. Trump & Xi Dijadwalkan Bertemu Bahas Perdagangan
      • Gedung Putih mengonfirmasi rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk membahas hubungan dagang.
        Token terdampak: $BTC, $ETH
    6. Powell: Pertumbuhan Ekonomi AS Melebihi Ekspektasi
      • Ketua The Fed, Jerome Powell, menyebut bahwa data ekonomi sebelum shutdown menunjukkan pertumbuhan AS bisa melampaui proyeksi.
        Token terdampak: $BTC, $ETH

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    ENA/USDT (🔼 +5.83%)

    • Entry: $0.4344
    • Stop Loss: $0.4226
    • Take Profit: $0.4594

    ENA/USDT (1H) memperlihatkan sinyal awal kebangkitan setelah fase konsolidasi di sekitar $0.43, di mana harga mulai menanjak perlahan dan membentuk struktur higher low. Indikator MACD yang mulai mendekati golden cross menandakan potensi momentum beli baru, sementara RSI di level 53 menunjukkan ruang yang masih cukup luas untuk kenaikan tanpa tekanan jual berlebih.

    IMX/USDT (🔼 +8.27%)

    • Entry: $0.559
    • Stop Loss: $0.535
    • Take Profit: $0.606

    IMX/USDT (1H) sedang menunjukkan potensi rebound continuation setelah berhasil memantul kuat dari area support $0.559, menandakan minat beli mulai kembali. Indikator MACD baru saja melintasi area positif, memperkuat momentum bullish, sementara RSI di 64 menunjukkan kekuatan tren tanpa tanda jenuh beli ekstrem.

    LA/USDT (🔼 +8.38%)

    • Entry: $0.3505
    • Stop Loss: $0.3353
    • Take Profit: $0.3803

    LA/USDT (1H) memperlihatkan pola bullish recovery yang mulai membentuk struktur higher low, menandakan tekanan jual mulai mereda dan pembeli mulai mengambil alih momentum. Area entry di $0.3505 berperan sebagai titik pantulan kunci menuju target take profit $0.3803, dengan potensi kenaikan sekitar 8.3%. Indikator MACD masih berada di zona positif, mendukung potensi lanjutan tren naik, sedangkan RSI 63 menunjukkan tenaga beli masih sehat tanpa tanda overbought.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 15 Oktober 2025: Mengapa Harga BTC Koreksi?

    Pasar kripto hari ini, Rabu (15/10) tengah bergejolak di tengah tekanan geopolitik dan sinyal kebijakan moneter global. Ketegangan dagang baru antara AS dan China serta arus keluar besar dari ETF Bitcoin dan Ethereum senilai $756 juta membuat investor bersikap hati-hati.

    Namun, ada secercah optimisme dari pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang membuka peluang pemangkasan suku bunga lanjutan, faktor yang bisa kembali mendukung reli BTC setelah sempat menyentuh ATH di atas $126.000. Lihat lebih lengkap di bawah:

    Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini, Rabu (15/10)?

    • Ketegangan perdagangan AS–China yang baru memicu penurunan.
    • China meluncurkan “biaya khusus” sebagai respons terhadap tarif yang dikenakan AS.
    • ETF Ethereum dan Bitcoin alami arus keluar gabungan $756 juta, investor menjadi berhati-hati.

    Ketua The Fed Beri Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Lebih Lanjut

    • Jerome Powell: Tak banyak berubah sejak pertemuan Fed September.
    • Ini berarti pemangkasan mungkin lebih banyak karena pasar kerja melemah.
    • BTC ATH > $126.000 awal bulan, seiring perkiraan pemangkasan suku bunga Oktober.

    Dadakan ASTER! Cashback 100% Total Hadiah Rp20 JUTA*

    3 Koin AS Patut Diperhatikan Pasca Tarif Trump-China

    • SOL bertahan $202 meski turun 8% mingguan; akumulasi whale sinyal rebound menuju $220–$234.
    • DASH tembus bull flag saat jatuh; CMF di atas nol tunjukkan pembelian besar, target berikutnya $66.
    • SKALE (SKL) naik 4% dalam 24 jam; 100 wallet teratas tambah 6 juta SKL.

    Elon Musk Kembali Dukung Bitcoin di Tengah Kerusuhan Kripto

    • Elon Musk puji Bitcoin karena basis energinya, picu spekulasi kripto.
    • Retorika pro-Bitcoin tandai kembalinya kritik konsumsi energi BTC.
    • Harga BTC pulih sedikit setelah Musk dukung.

    Baca juga: Aster: DEX Multichain yang Siap Tantang Hyperliquid dan GMX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com