Author: 16

  • Indiana Usulkan Dana Pensiun Negara Pakai Investasi Kripto

    Adopsi kripto di Amerika Serikat kembali mencatat tonggak penting.

    Menurut laporan Cointelegraph, Komite Senat di negara bagian Indiana resmi memajukan Rancangan Undang-Undang HB1042 yang membuka jalan bagi dana pensiun negara untuk berinvestasi dalam aset kripto.

    Jika disahkan penuh, kebijakan ini akan memungkinkan dana pensiun yang mencakup pegawai publik dan guru untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital secara legal dan terstruktur.

    Perkembangan ini langsung menjadi perhatian pelaku industri global, mengingat potensi dampaknya terhadap arus modal institusional ke pasar kripto.

    Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

    Apa Itu RUU HB1042?

    RUU HB1042 merupakan rancangan kebijakan di negara bagian Indiana yang mengizinkan pengelola dana pensiun negara untuk mempertimbangkan investasi pada aset digital, termasuk mata uang kripto.

    Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan investasi dana publik di AS.

    Selama ini, banyak dana pensiun negara cenderung fokus pada instrumen konvensional seperti obligasi, saham, dan real estat.

    Dengan dimajukannya RUU ini oleh Komite Senat, Indiana berpotensi menjadi salah satu negara bagian yang secara resmi membuka pintu investasi kripto dalam portofolio dana pensiun publik.

    Validasi Kuat Adopsi Institusional

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini sebagai sinyal yang sangat kuat bagi industri kripto di Negeri Paman Sam.

    “Langkah ini adalah validasi adopsi institusional tingkat negara bagian yang sangat kuat di AS, memberikan akses eksposur kripto ke jutaan pekerja publik secara legal dan terstruktur,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menyoroti dampak luas kebijakan ini. Dana pensiun pegawai publik dan guru mencakup jutaan pekerja di berbagai negara bagian. Jika model Indiana diikuti wilayah lain, potensi aliran dana ke pasar kripto bisa meningkat signifikan.

    Dampak Terhadap Pasar Kripto Global

    Adopsi oleh dana pensiun negara memiliki implikasi besar:

    1. Legitimasi Regulasi
      Investasi dana publik dalam kripto menunjukkan bahwa aset digital semakin diterima dalam kerangka regulasi formal.
    2. Arus Modal Jangka Panjang
      Dana pensiun biasanya berorientasi jangka panjang. Ini berarti potensi stabilisasi volatilitas karena investasi dilakukan dengan horizon waktu yang lebih panjang dibanding investor ritel.
    3. Standarisasi Tata Kelola
      Investasi dana publik akan mendorong peningkatan standar manajemen risiko, audit, dan transparansi dalam ekosistem kripto.

    Dalam konteks ini, langkah Indiana dapat mempercepat transisi kripto dari aset spekulatif menjadi kelas aset alternatif yang diakui secara institusional.

    Tren Negara Bagian AS dan Kripto

    Indiana bukan satu-satunya negara bagian yang mulai mengeksplorasi kebijakan pro-kripto.

    Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara bagian AS telah mengusulkan regulasi ramah blockchain, termasuk kebijakan pajak dan kerangka kustodian aset digital.

    Namun, izin langsung bagi dana pensiun negara untuk berinvestasi kripto merupakan langkah yang relatif progresif dibanding pendekatan sebelumnya.

    Jika RUU HB1042 disahkan secara final, Indiana berpotensi menjadi model bagi negara bagian lain dalam mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan publik.

    Tantangan dan Risiko

    Meski dinilai positif, kebijakan ini tetap memiliki tantangan:

    • Volatilitas Tinggi: Aset kripto dikenal memiliki fluktuasi harga signifikan.
    • Risiko Regulasi Federal: Perubahan kebijakan di tingkat federal dapat memengaruhi implementasi.
    • Manajemen Risiko Portofolio: Alokasi harus dilakukan secara proporsional agar tidak membahayakan stabilitas dana pensiun.

    Karena itu, kemungkinan besar eksposur kripto dalam dana pensiun akan dibatasi dalam persentase kecil dari total portofolio, guna menjaga keseimbangan risiko.

    Potensi Efek Domino

    Langkah Indiana bisa menciptakan efek domino di AS. Ketika satu negara bagian berhasil mengimplementasikan kebijakan investasi kripto secara aman dan terukur, negara bagian lain mungkin terdorong untuk mengikuti.

    Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset digital utama seperti Bitcoin dan Ethereum, sekaligus memperkuat posisi kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset global.

    Baca Juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    Dimajukannya RUU HB1042 oleh Komite Senat Indiana menjadi momentum penting bagi adopsi kripto di level institusional negara bagian di AS.

    Kebijakan ini membuka peluang dana pensiun pegawai publik dan guru untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital secara resmi dan terstruktur.

    Jika disahkan, langkah ini tidak hanya berdampak pada pasar kripto domestik AS, tetapi juga memperkuat legitimasi kripto secara global sebagai kelas aset alternatif.

    Bagi pelaku pasar, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa integrasi kripto ke sistem keuangan arus utama semakin nyata, bukan lagi sekadar wacana.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda pemulihan dalam 24 jam terakhir.

    Saat ini, Tokocrypto memperdagangkan BTC di level $70.300,79, atau naik sekitar 2,1% dalam sehari terakhir.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali ke kisaran $1,40 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $39,30 miliar.

    Pergerakan ini menjadi sinyal penting setelah periode koreksi dalam beberapa minggu terakhir.

    Namun, apakah reli ini menandai pembalikan tren, atau hanya relief rally di tengah tekanan jangka menengah?

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

    Pergerakan 24 Jam: Momentum Mulai Menguat

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang terendah $68.706,61 dan level tertinggi senilai $70.491,56.

    Penembusan kembali area $70.000 menjadi level psikologis penting bagi pasar. Secara teknikal, level ini sebelumnya menjadi resistance minor yang beberapa kali gagal ditembus dalam sesi sebelumnya.

    Kenaikan harian sebesar hampir 2% menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk, meskipun volume perdagangan relatif stabil di bawah $40 miliar, belum menunjukkan lonjakan ekstrem seperti saat breakout besar.

    Perubahan harga 7 hari juga mulai positif di +1,42%, yang mengindikasikan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

    Tekanan Jangka Menengah Masih Teras

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski terjadi rebound harian, data historis menunjukkan tekanan masih membayangi:

    • 30 hari: -26,23%
    • 60 hari: -19,26%
    • 90 hari: -26,29%

    Artinya, BTC masih berada dalam fase koreksi menengah sejak puncak sebelumnya. Harga juga masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Penurunan lebih dari 26% dalam 30 hari terakhir mencerminkan fase distribusi dan aksi ambil untung yang cukup agresif.

    Oleh karena itu, reli saat ini perlu dikonfirmasi oleh struktur harga yang lebih kuat sebelum dapat dianggap sebagai pembalikan tren penuh.

    Struktur Pasar dan Level Kunci

    Dengan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC (sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta), struktur pasokan Bitcoin semakin ketat. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,47 triliun.

    Level penting yang perlu diperhatikan trader:

    Support:

    • $68.700 (low 24 jam)
    • $67.000 (area konsolidasi sebelumnya)

    Resistance:

    • $70.500 (high 24 jam)
    • $72.000–$73.000 (area distribusi sebelumnya)

    Jika BTC mampu menutup harian di atas $70.500 dan mempertahankan momentum, maka potensi uji ke zona $72.000 terbuka.

    Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $69.000 bisa memicu koreksi ulang menuju area $67.000.

    Volume dan Sentimen Pasar

    Volume perdagangan $39,30 miliar menunjukkan aktivitas pasar yang cukup solid, tetapi belum mengindikasikan euforia ekstrem.

    Biasanya, pembalikan tren besar disertai lonjakan volume signifikan dan peningkatan open interest di pasar derivatif. Tanpa dukungan tersebut, reli saat ini masih bisa dikategorikan sebagai fase pemulihan teknikal.

    Meski begitu, kenaikan harga disertai perbaikan struktur mingguan (+1,42%) dapat menjadi fondasi awal bagi stabilisasi lebih lanjut.

    Apakah Ini Awal Bullish Reversal?

    Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan:

    • Momentum jangka pendek mulai positif
    • Struktur jangka menengah masih dalam fase koreksi
    • Level psikologis $70.000 berhasil direbut kembali

    Namun, untuk mengonfirmasi pembalikan tren bullish, BTC perlu bertahan di atas $70.000 dalam beberapa sesi, menembus resistance $72.000 yang disertai peningkatan volume yang lebih agresif

    Tanpa tiga faktor tersebut, reli saat ini masih berisiko menjadi relief rally sebelum fase konsolidasi lanjutan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berhasil rebound ke $70.300 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam.

    Kapitalisasi pasar kembali stabil di atas $1,4 triliun, sementara volume perdagangan tetap solid.

    Meski sinyal jangka pendek terlihat membaik, tekanan 30 hari yang masih negatif mengindikasikan pasar belum sepenuhnya pulih. Level $70.500 dan $72.000 akan menjadi penentu arah selanjutnya.

    Investor dan trader disarankan untuk memantau konfirmasi breakout serta menjaga manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

    Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan eksplosif dalam 24 jam terakhir.

    Dalam catatan Coinmarketcap pada Minggu (15/2), token ini naik 27,45% ke level $0,195, jauh mengungguli kenaikan pasar kripto global yang hanya naik sekitar 2,1% dalam periode yang sama.

    Kenaikan tajam ini terjadi tanpa adanya pengumuman fundamental besar atau katalis proyek yang jelas.

    Namun, data menunjukkan bahwa reli didukung oleh lonjakan volume perdagangan sebesar 67%, mencapai $53,98 juta dalam 24 jam terakhir.

    Lonjakan volume tersebut menjadi indikator penting bahwa pergerakan harga bukan sekadar “thin pump”, melainkan didorong arus modal spekulatif yang cukup kuat.

    Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 11,72% ke $0,153 Jelang Upgrade Mainnet

    Breakout Teknis dengan Konfirmasi Volume

    Secara teknikal, PI berhasil menembus area resistance penting di kisaran $0,18. Level ini sebelumnya menjadi penghalang utama dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

    Penembusan resistance yang dikonfirmasi dengan volume tinggi biasanya menjadi sinyal kuat bahwa pasar tengah memasuki fase momentum baru.

    Dalam konteks ini, kenaikan 27% menunjukkan adanya gelombang beli agresif dari pelaku pasar ritel maupun trader jangka pendek.

    Namun, penting dicatat bahwa hingga saat ini tidak ada berita spesifik terkait pengembangan jaringan atau listing baru yang bisa menjelaskan reli tersebut secara fundamental.

    Pergerakan ini kemungkinan besar dipicu oleh momentum komunitas, rotasi spekulatif ke altcoin berkapitalisasi menengah, dan FOMO (fear of missing out) jangka pendek.

    Rotasi Altcoin dan Alpha terhadap Bitcoin

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Kenaikan PI juga terjadi di tengah pergeseran sentimen pasar yang mulai condong ke altcoin.

    Indeks Altcoin Season tercatat melonjak 54,55% dalam sepekan terakhir, menandakan adanya aliran dana menuju aset berisiko lebih tinggi.

    Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) hanya naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Sementara total kapitalisasi pasar kripto meningkat 2,1%.

    Dengan performa hampir 14 kali lipat lebih besar dari Bitcoin dalam periode yang sama, PI menunjukkan apa yang disebut sebagai “alpha move”, pergerakan independen yang jauh melampaui aset acuan pasar.

    Kondisi ini sering terjadi saat pasar mulai mencari peluang imbal hasil lebih tinggi setelah fase konsolidasi Bitcoin.

    Namun, perlu diperhatikan bahwa indeks Fear & Greed pasar kripto masih berada di level 13 (Extreme Fear), yang berarti sentimen global sebenarnya masih rapuh.

    Level Kritis: $0,18 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

    Secara jangka pendek, level paling penting saat ini adalah $0,18, resistance lama yang kini berubah menjadi support.

    Jika PI mampu bertahan di atas level ini dalam 24–48 jam ke depan, maka peluang untuk menguji resistance psikologis berikutnya di $0,20 akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika harga kembali turun dan kehilangan area $0,18, maka potensi koreksi menuju $0,16 cukup besar.

    Level yang perlu diperhatikan:

    • Support utama: $0,18
    • Support berikutnya: $0,16
    • Resistance psikologis: $0,20

    Skenario bullish akan semakin kuat jika volume perdagangan tetap berada di atas rata-rata 7 hari terakhir. Tanpa dukungan volume, reli seperti ini berisiko berubah menjadi retracement cepat.

    Momentum Kuat, Tapi Masih Spekulatif

    Lonjakan 27,45% ini jelas mencerminkan momentum bullish yang signifikan.

    Namun, karena tidak disertai katalis fundamental baru, reli ini masih sangat bergantung pada kekuatan beli jangka pendek.

    Dalam pasar kripto, breakout berbasis volume tinggi memang bisa menjadi awal tren baru. Tetapi, jika arus modal melemah, harga berpotensi mengalami koreksi tajam.

    Investor jangka pendek kemungkinan akan memantau:

    • Apakah volume tetap di atas $50 juta
    • Apakah harga mampu menutup harian di atas $0,18
    • Apakah terjadi breakout bersih di atas $0,20

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear Kembali

    Harga Pi Network melonjak 27,45% ke $0,195 dalam reli eksplosif yang dikonfirmasi oleh lonjakan volume perdagangan 67%.

    Tanpa katalis fundamental jelas, pergerakan ini tampaknya dipicu oleh rotasi altcoin dan momentum spekulatif.

    Tren jangka pendek kini bullish, tetapi validitas breakout sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level $0,18 sebagai support baru.

    Jika momentum berlanjut, target psikologis $0,20 bisa segera diuji. Namun, kegagalan menjaga support berpotensi memicu koreksi cepat ke $0,16.

    Dalam fase seperti ini, disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama bagi para trader.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand Resmi Legalkan Kripto! ETF Bitcoin Siap Meluncur

    Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui proposal yang membuka jalan bagi integrasi aset digital dan kripto ke dalam pasar keuangan yang diatur secara resmi. Keputusan ini memperkuat posisi kripto di pasar modal Thailand, khususnya melalui produk derivatif dan exchange-traded fund (ETF).

    Langkah tersebut menandai upaya Thailand untuk menyesuaikan sistem keuangannya dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan investor terhadap aset digital.

    Kripto Jadi Underlying Asset Derivatif

    Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) berencana merevisi Digital Asset Business Act agar mata uang kripto dan token digital dapat diakui sebagai underlying asset dalam kontrak derivatif. Dengan perubahan regulasi ini, perusahaan yang telah teregulasi akan dapat menawarkan produk seperti futures dan options berbasis kripto.

    Regulator juga tengah menyusun kerangka hukum baru yang mencakup persyaratan lisensi khusus serta pedoman pengawasan untuk broker, bursa, dan lembaga kliring yang menawarkan derivatif kripto. Thailand Futures Exchange (TFEX) turut berkolaborasi dalam pengembangan produk derivatif digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

    Selain kripto, regulasi baru ini juga mengklasifikasikan kredit karbon sebagai komoditas, membuka peluang pengembangan pasar futures berbasis carbon credit dengan mekanisme penyerahan fisik. Kebijakan ini sejalan dengan agenda Thailand dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

    Ilustrasi aset kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

    Dorong Diversifikasi dan Manajemen Risiko

    SEC Thailand menyatakan bahwa regulasi baru ini bertujuan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset alternatif. Dengan hadirnya produk berbasis kripto di pasar teregulasi, investor diharapkan memiliki lebih banyak opsi untuk diversifikasi portofolio dan manajemen risiko.

    CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut langkah ini sebagai momen penting bagi visi Thailand menjadi pemimpin ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

    ETF Bitcoin Siap Diperdagangkan di Bursa

    Dewan pasar modal Thailand juga telah memperkenalkan kerangka regulasi untuk memungkinkan investor mengakses Bitcoin dan aset digital lainnya melalui ETF. Struktur hukum baru ini mendukung perdagangan ETF berbasis kripto sekaligus membuka jalan bagi produk derivatif dan investasi berbasis tokenisasi.

    SEC telah menyetujui prinsip-prinsip utama ETF kripto dan kini tengah menyusun pedoman operasional terkait kustodi aset, manajemen likuiditas, serta koordinasi antara manajer investasi dan bursa berlisensi.

    ETF kripto di Thailand diperkirakan akan diperdagangkan di Stock Exchange of Thailand (SET), memberikan alternatif akses kripto melalui pasar teregulasi dibanding pembelian langsung. Investor diperkirakan dapat mengalokasikan sekitar 4% hingga 5% portofolio mereka ke aset digital dalam kerangka regulasi baru ini.

    Dengan langkah tersebut, Thailand mempertegas posisinya sebagai salah satu negara pelopor di kawasan dalam menghadirkan investasi kripto yang teregulasi dan terintegrasi dengan sistem pasar modal nasional.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai bukti kematangan sikap regulator Thailand terhadap industri kripto.

    “Langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, kejelasan regulasi adalah faktor kunci dalam menarik partisipasi investor institusional.

    Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terjungkal ke Level ‘Extreme Fear’, Mengapa Kripto AI Justru Meroket Pekan Ini?

    Insight Tim Research Tokocrypto menunjukkan bahwa pasar kripto tengah berada dalam tekanan multidimensi, baik dari sisi makro ekonomi global, data on-chain, hingga sentimen teknikal. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun ke sekitar $2,30 triliun (-6%), sementara indikator Fear & Greed ambruk ke angka 11, menandakan fase Extreme Fear atau ketakutan ekstrem.

    Data Fear and Greed Index (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinMarketCap

    Namun di tengah tekanan tersebut, sejumlah sektor berbasis AI dan infrastruktur baru justru mencatatkan lonjakan signifikan. Lalu mengapa ketika Bitcoin melemah, narasi kripto AI justru menguat?

    Penurunan Bitcoin dan Indeks Ketakutan Ekstrem

    Dikutip dari Riset Kripto 9-13 Feb 2026, Bitcoin jatuh dari level dukungan psikologis $70.000, yang salah satunya dipicu oleh aliran besar dari penambang ke bursa seperti Binance, mencapai sekitar 90.000 BTC untuk likuiditas operasional dan pengambilan untung. 

    Ini diperburuk juga oleh tingginya cumulative outflow dari pemegang jangka panjang, yang jadi pertanda bahwa investor senior sedang gencar melakukan profit taking secara masif, menyebabkan redistribusi aset dan tekanan harga ke bawah. Selain itu volatilitas Bitcoin naik ke 1.51, level tertinggi sejak 2022, yang mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi ‘Extreme Fear’ seperti ini, prioritas utama adalah pertahanan modal, batasi spekulasi, dan gunakan strategi scalping jangka pendek karena ‘cash is king’. Selain itu investor sebaiknya hindari aset dengan unlock suplai besar seperti STBL dengan token unlock yang mencapai 57,7%, berisiko menciptakan tekanan jual, serta pertimbangkan akumulasi proyek inflasi rendah.

    Lebih lengkap, bisa kamu baca di: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!

    Lonjakan Kripto AI di Tengah Pasar Lesu

    Data pasar sektor kripto dengan return tertinggi dalam 7 hari terakhir yang didominasi oleh AI (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinGecko

    Sementara pasar secara umum masih lesu, sektor kripto berbasis AI justru mencatatkan lonjakan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh katalis seperti aktivasi dan adopsi ERC-8004 yang menjadi standar baru yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain. 

    Secara sederhana, ERC-8004 ini berfungsi layaknya “paspor dan rapor nilai” bagi agen AI di blockchain, sehingga identitas, rekam jejak, dan kredibilitasnya dapat diverifikasi secara aman dan lintas platform.

    Narasi ini semakin kuat karena didukung oleh sejumlah jaringan seperti MegaETH, Linea, BNB Chain, dan OP Mainnet yang mulai mengadopsi standar tersebut. Dukungan infrastruktur lintas ekosistem ini memperkuat persepsi bahwa AI on-chain bukan sekadar tren sementara, melainkan bagian dari pengembangan utilitas jangka panjang di industri blockchain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini mengisyaratkan bahwa ritel maupun institusi mulai mengandalkan Bot untuk pasar, fokus saat ini tertuju pada sektor Moltbook dan Openclaw karena keduanya menawarkan eksposur pada narasi AI dan infrastruktur baru yang sedang berkembang. 

    Penutup

    Menurut insight Tim Research Tokocrypto, di Riset Kripto 9-13 Feb 2026 Bitcoin terjun ke level Extreme Fear merupakan akibat kombinasi tekanan makro global, distribusi suplai on-chain, dan pelemahan teknikal. Ditambah lagi dengan likuiditas global yang mengetat membuat investor defensif dan memprioritaskan perlindungan modal.

    Namun, di tengah tekanan tersebut, sektor kripto AI dan ekosistem infrastruktur baru justru menguat karena katalis seperti, aktivasi dan adopsi standar ERC-8004 di berbagai ekosistem, yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain, serta dukungan dari infrastruktur besar seperti OP Mainnet, BNB Chain, dan pengembang Ethereum

    Namun, meskipun AI terlihat sedang berpesta, dalam kondisi Extreme Fear seperti sekarang, insight dari Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa fase ini menuntut prioritas pada pertahanan modal dan pembatasan spekulasi, meski terdapat sektor yang sedang outperform—dan yang paling penting adalah ‘cash is king’ ketika setuasi sepert ini.

    Oleh karena itu, pendekatan yang lebih relevan adalah menjaga likuiditas dan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada proyek berfundamental kuat, alih-alih mengejar lonjakan harga jangka pendek. Kamu bisa menggunakan fitur DCA yang ada di aplikasi Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dengan download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

    Brasil kembali menggegerkan dunia kripto setelah rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan negara tersebut mengakuisisi hingga 1 juta Bitcoin (BTC) resmi diperkenalkan kembali di Kongres. Jika disetujui, langkah ini berpotensi menjadikan Brasil sebagai salah satu negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

    RUU tersebut merupakan versi revisi dari proposal sebelumnya mengenai pembentukan cadangan strategis Bitcoin nasional. Dokumen terbaru memperluas cakupan kebijakan dengan menetapkan target akumulasi minimal 1.000.000 BTC dalam waktu lima tahun.

    Target 1 Juta BTC dalam 5 Tahun

    Dalam draf terbaru, cadangan ini dinamakan “RESbit” atau Strategic Sovereign Bitcoin Reserve. Program tersebut mengatur akuisisi Bitcoin secara bertahap dan terencana sebagai aset cadangan strategis milik negara.

    Dilaporkan News Bitcoin, jika dihitung berdasarkan harga saat ini, akumulasi 1 juta BTC diperkirakan membutuhkan dana hampir $68 miliar. Angka ini berpotensi menempatkan Brasil di atas Amerika Serikat dan China dalam hal kepemilikan Bitcoin negara.

    Sebelumnya, proposal awal hanya mengusulkan penggunaan hingga 5% dari cadangan devisa Brasil untuk diversifikasi aset nasional, dengan pengelolaan oleh bank sentral sebagai bagian dari kas negara.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Perluasan Kebijakan: Pajak dan Mining

    Selain target akumulasi besar, RUU terbaru juga mengusulkan sejumlah perubahan kebijakan tambahan. Di antaranya adalah pelarangan penjualan Bitcoin hasil sitaan oleh otoritas peradilan, penerimaan Bitcoin sebagai metode pembayaran pajak federal, serta insentif bagi perusahaan yang melakukan penambangan dan menyimpan Bitcoin.

    Anggota parlemen Luis Gastao menyatakan bahwa revisi ini mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pembentukan cadangan strategis, tetapi juga menjamin hak penggunaan dan kustodi aset digital.

    Tantangan dari Regulasi Bank Sentral

    Meski ambisius, RUU tersebut masih harus melalui proses persetujuan di berbagai komisi sebelum disahkan Kongres. Tantangan utama datang dari regulasi bank sentral Brasil yang saat ini belum mengakui Bitcoin sebagai aset cadangan resmi.

    Sebelumnya, perwakilan bank sentral dalam sidang dengar pendapat publik menyampaikan keraguan terhadap implementasi cadangan Bitcoin strategis.

    Jika akhirnya disetujui, Brasil berpotensi menjadi salah satu negara paling pro-Bitcoin di dunia, sekaligus mengubah peta geopolitik kepemilikan aset digital global.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adalah langkah ambisius yang menempatkan kedaulatan moneter di atas blockchain. Jika gol, Brazil akan menjadi pemegang Bitcoin kedaulatan terbesar di dunia, memicu persaingan akumulasi BTC antar negara (Sovereign FOMO).

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Langka Muncul! Bitcoin Mendekati Undervalued Zone di $69.000

    Bitcoin (BTC) disebut mulai mendekati zona undervalued setelah mengalami tren penurunan selama sekitar empat bulan sejak mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2025. Indikator on-chain Market Value to Realized Value (MVRV) kini berada di kisaran 1,1, mendekati ambang batas yang secara historis dianggap sebagai area undervaluation.

    Secara umum, Bitcoin dinilai undervalued ketika rasio MVRV turun di bawah angka 1. Saat ini, meski belum menembus level tersebut, posisi 1,1 menunjukkan bahwa harga pasar mulai mendekati nilai realisasi rata-rata pemegang BTC.

    Koreksi 4 Bulan Sejak All-Time High

    Dilaporkan Crypto Quant, sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025, Bitcoin bergerak dalam tren menurun dan terkoreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC tercatat turun lebih dari 28%.

    Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $69.400, naik sekitar 3% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BTC berada di atas $1,38 triliun dengan volume perdagangan harian sekitar $41 miliar.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Siklus Kali Ini Berbeda?

    Berbeda dengan siklus sebelumnya, Bitcoin tidak sempat masuk ke zona overvalued yang ekstrem sebelum memulai fase koreksi terbaru. Pada siklus-siklus terdahulu, reli besar biasanya diikuti oleh lonjakan MVRV jauh di atas level normal sebelum akhirnya terjadi koreksi tajam.

    Kali ini, absennya fase overvalued yang jelas menjadi perbedaan penting. Hal tersebut memunculkan kemungkinan bahwa pola penurunan dan pembentukan dasar harga juga dapat berbeda dari siklus sebelumnya.

    Dekati Zona Akumulasi?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sejumlah analis menilai bahwa mendekatnya Bitcoin ke zona undervalued berpotensi menjadi fase persiapan bagi investor jangka panjang. Dalam aset yang memiliki tren naik jangka panjang, periode penurunan kerap dianggap sebagai momen untuk membangun posisi secara bertahap.

    Meski demikian, kondisi pasar saat ini tetap memerlukan kehati-hatian. Dengan MVRV yang belum sepenuhnya menembus level 1, pasar masih berada di fase transisi antara koreksi dan potensi pembentukan dasar harga baru.

    Investor kini mencermati apakah Bitcoin akan benar-benar memasuki zona undervalued secara teknis, atau justru melanjutkan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, berada di zona ini berarti risiko downside sudah terbatas dibandingkan potensi upside. Bagi investor dengan modal ‘uang dingin’, ini adalah fase ‘buy when others are fearful’ yang paling klasik.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Emas Bergejolak, Investor Justru Borong XAUT dan PAXG

    Pasar tokenized gold terus menunjukkan pertumbuhan agresif meskipun harga emas fisik mengalami volatilitas dalam jangka pendek. Data terbaru mencatat kapitalisasi pasar tokenized gold telah melampaui $6 miliar, menjadikannya salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri aset digital.

    Kenaikan ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap eksposur aset safe haven melalui infrastruktur blockchain, di tengah kondisi pasar global yang tidak stabil.

    Kapitalisasi Tokenized Gold Naik $2 Miliar Sejak Awal Tahun

    Berdasarkan data Dune, total market cap tokenized gold telah naik lebih dari $2 miliar sejak awal tahun. Pada saat laporan ini dibuat, nilai pasar sektor tersebut berada di level $6,12 miliar.

    Seiring pertumbuhan tersebut, lebih dari 1,2 juta ounce emas fisik kini tercatat tersimpan dalam sistem kustodian untuk mendukung penerbitan token-token emas berbasis blockchain. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap representasi digital emas terus meningkat.

    XAUT Dominasi Pasar, Capai $3,5 Miliar

    Tether Gold (XAUT) masih menjadi pemain terbesar dalam ekosistem tokenized gold. Market cap XAUT kini berada di sekitar $3,5 miliar, atau lebih dari setengah total nilai pasar tokenized gold.

    Data Token Terminal menunjukkan kapitalisasi XAUT melonjak lebih dari 50% hanya dalam sebulan terakhir. CEO Tether Paolo Ardoino sebelumnya juga menyatakan perusahaan berencana meningkatkan eksposur emas hingga 10–15% dari total portofolio investasi mereka.

    Tether dilaporkan mempercepat strategi akumulasi emas dan bahkan disebut melampaui pembelian beberapa negara seperti Yunani, Qatar, dan Australia. Pada kuartal terakhir 2025, Tether menambah eksposur sekitar 27 metrik ton emas.

    Baca juga: Tether Masuk Bisnis Emas! Gold.com Kebagian Dana $150 Juta

    Tether Investasi di Gold.com dan Kembangkan Akses Emas Digital

    Selain menambah cadangan emas, Tether juga melakukan investasi strategis senilai $150 juta ke platform logam mulia Gold.com. Investasi tersebut memberi Tether sekitar 12% kepemilikan perusahaan.

    Melalui kerja sama ini, Tether akan mengintegrasikan XAUT ke dalam ekosistem Gold.com, dengan tujuan memperluas akses emas melalui jalur distribusi digital maupun tradisional.

    Tether juga menyebut pihaknya sedang mengeksplorasi opsi agar pelanggan dapat membeli emas fisik menggunakan mata uang digital seperti USDT, stablecoin terbesar di dunia, serta USA₮, stablecoin baru yang diklaim telah diatur secara federal dan didukung dolar AS.

    Dalam upaya memperluas utilitas token emasnya, Tether turut meluncurkan Scudo, satuan unit baru yang mewakili 1/1.000 dari XAUT.

    PAXG Jadi Pesaing Terdekat dengan Market Cap $2,3 Miliar

    Di posisi kedua, Paxos Gold (PAXG) mencatat market cap sekitar $2,3 miliar. Token emas ini mengalami kenaikan 33,2% dalam sebulan terakhir.

    Secara keseluruhan, XAUT dan PAXG menjadi dua aset dominan yang menyumbang mayoritas aktivitas dalam pasar tokenized gold.

    Dengan kapitalisasi pasar yang terus naik, tokenized gold semakin mempertegas posisinya sebagai alternatif eksposur emas bagi investor yang ingin memanfaatkan sistem blockchain tanpa kehilangan dukungan aset fisik sebagai underlying.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini menunjukkan meningkatnya permintaan investor untuk aset safe-haven dalam format digital yang likuid.

    “Pertumbuhan pesat RWA (Real World Assets) berbasis emas membuktikan blockchain menjadi infrastruktur utama untuk kepemilikan aset fisik secara global,” jelasnya.

    Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETH Naik ke $2.000, Tapi Data Derivatif Ungkap Exodus Besar

    Pasar derivatif Ethereum (ETH) menunjukkan sinyal pelemahan leverage dalam 30 hari terakhir, seiring turunnya open interest (OI) secara masif di berbagai exchange utama. Data net open interest change (30D) mencatat total penurunan melebihi 80 juta ETH, mengindikasikan bahwa trader mulai mengurangi eksposur risiko dan menutup posisi futures secara besar-besaran.

    Fenomena ini dinilai sebagai fase deleveraging, di mana pelaku pasar menarik modal dari kontrak derivatif, terutama di tengah volatilitas harga Ethereum yang masih tinggi.

    Binance hingga Bybit Catat Penurunan OI Terbesar

    Dilaporkan Crypto Quant, penurunan open interest paling signifikan tercatat terjadi di beberapa exchange utama seperti Binance, Gate.io, OKX, dan Bybit. Dalam 30 hari terakhir, Binance mencatat penurunan sekitar 40 juta ETH. Gate.io turun lebih dari 20 juta ETH, sementara OKX mengalami penurunan sekitar 6,8 juta ETH dan Bybit turun sekitar 8,5 juta ETH.

    Jika digabungkan, penurunan OI dari empat platform tersebut mencapai sekitar 75 juta ETH. Ketika ditambah dengan platform lain yang juga mencatat angka negatif dalam skala lebih kecil, total kontraksi open interest secara keseluruhan melampaui 80 juta ETH.

    Data ini memperlihatkan bahwa penurunan tidak hanya terjadi di satu exchange tertentu, melainkan bersifat luas dan merata di pasar derivatif Ethereum.

    Sinyal Trader Mulai Kurangi Leverage

    Baca juga: Whale Borong $400 Juta Ethereum Saat Harga Koreksi! Sinyal Bullish?

    Penurunan open interest dalam jumlah besar umumnya mengindikasikan bahwa trader, terutama pengguna leverage tinggi, sedang mengurangi posisi dan memilih menutup kontrak futures dibanding membuka posisi baru. Hal ini bisa disebabkan oleh meningkatnya kehati-hatian pasar atau tekanan akibat pergerakan harga yang tidak stabil.

    Kondisi seperti ini sering terjadi ketika pasar memasuki fase transisi, di mana spekulasi jangka pendek mulai melemah dan pelaku pasar beralih ke strategi yang lebih konservatif.

    Bisa Jadi “Bersih-Bersih” Pasar Sebelum Stabil

    Dari sisi struktur pasar, kontraksi open interest dalam skala besar dapat dianggap sebagai proses “clean-up” atau pembersihan posisi lemah. Ketika leverage menurun, potensi terjadinya forced liquidation besar-besaran di masa depan juga cenderung berkurang.

    Situasi ini dinilai dapat membuka peluang terbentuknya stabilitas harga yang lebih solid, atau bahkan menjadi dasar pembentukan support baru bagi Ethereum dalam waktu dekat.

    Harga Ethereum Naik 6% dalam 24 Jam

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di tengah penurunan leverage tersebut, Ethereum tercatat mengalami penguatan. ETH diperdagangkan di kisaran $2.078, naik sekitar 6% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Ethereum berada di sekitar $250 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $18 miliar.

    Meski harga menunjukkan pemulihan jangka pendek, data open interest menegaskan bahwa pasar derivatif sedang memasuki fase penyesuaian risiko yang signifikan, dengan trader memilih mengurangi posisi daripada menambah spekulasi baru.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan OI yang tajam biasanya diikuti oleh periode volatilitas rendah atau konsolidasi. Pasar sedang ‘dicuci’ dari leverage berlebih, yang sebenarnya sehat untuk stabilitas jangka menengah meskipun berdarah-darah di jangka pendek.

    Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Pemerintah Bhutan kembali menjual Bitcoin dari cadangannya untuk pekan ketiga berturut-turut. Berdasarkan data analis on-chain Arkham, penjualan terbaru sebanyak 100 BTC menghasilkan sekitar $6,8 juta.

    Sejak September lalu, kerajaan tersebut tercatat telah menjual Bitcoin senilai sedikitnya $100 juta. Meski demikian, sekitar 5.600 BTC atau setara kurang lebih $372 juta masih tersimpan di wallet yang diidentifikasi terkait dengan Bhutan.

    Cadangan Berasal dari Aktivitas Mining

    Menurut Arkham, sumber utama akumulasi Bitcoin Bhutan berasal dari aktivitas penambangan (mining) yang dijalankan pemerintah. Pada puncaknya, cadangan Bitcoin negara tersebut sempat melampaui 13.000 BTC.

    Lonjakan produksi mining terjadi pada awal 2023. Namun, aktivitas tersebut mengalami penurunan signifikan setelah peristiwa halving keempat Bitcoin pada April 2024, yang memangkas reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC.

    Dilaporkan Forklog, Bhutan sebelumnya menjalin kemitraan dengan perusahaan mining Bitdeer untuk mengembangkan kapasitas hingga 600 MW. Data center Gedu mulai beroperasi pada Agustus 2023. Meski begitu, target hashrate sebesar 20 EH/s dilaporkan mengalami keterlambatan signifikan.

    Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

    Tekanan Industri Mining Global

    Paruh kedua 2024 disebut sebagai periode krisis profitabilitas terburuk bagi industri mining. Pada awal 2025, ketika harga Bitcoin melemah, banyak model mesin mining mendekati ambang batas profitabilitas.

    Penurunan harga Bitcoin, kenaikan tarif energi, serta gangguan cuaca ekstrem di Amerika Serikat memicu penghentian operasional massal oleh sejumlah perusahaan mining akibat kerugian besar. Dampaknya, hashrate jaringan turut mengalami penurunan.

    Pada 7 Februari lalu, tingkat kesulitan mining Bitcoin tercatat turun 11%, menjadi penurunan terbesar sejak larangan mining di China pada 2021.

    Strategi Manajemen Cadangan

    Meski terus melakukan penjualan dalam beberapa pekan terakhir, Bhutan masih memegang cadangan Bitcoin dalam jumlah signifikan. Langkah likuidasi ini dinilai sebagai bagian dari strategi manajemen cadangan negara di tengah dinamika harga dan tekanan industri mining global.

    Pasar kini mencermati apakah tren penjualan tersebut akan berlanjut atau hanya bersifat taktis dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, aktivitas penjualan oleh pemerintah seringkali memicu sentimen waspada di pasar. Meskipun jumlahnya relatif kecil dibanding cadangan total mereka, konsistensi Bhutan dalam melakukan ‘take profit’ menunjukkan strategi manajemen aset yang aktif di tingkat negara.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com