Author: 18

  • Harga ZBT Hari Ini Naik 21%, Zerobase Bangkit Masih Jauh dari ATH

    Harga Zerobase (ZBT) menunjukkan sinyal kebangkitan setelah mengalami tekanan panjang dalam beberapa bulan terakhir.

    Berdasarkan data terbaru, harga ZBT hari ini berada di level $0,111724 per ZBT, mencatatkan kenaikan +21,06% dalam 24 jam terakhir.

    Lonjakan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang sangat tinggi, mengindikasikan meningkatnya aktivitas dan minat pelaku pasar terhadap aset kripto ini.

    Baca Juga: Zerobase (ZBT) Melejit 31%, Sinyal Bullish Mulai Terbentuk

    Saat ini, kapitalisasi pasar Zerobase berada di kisaran $24,31 juta hingga $24,58 juta, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak hingga $154–155 juta. Tingginya volume yang jauh melampaui market cap menunjukkan bahwa ZBT tengah berada dalam fase volatilitas tinggi, sering kali dipicu oleh spekulasi jangka pendek maupun upaya rebound teknikal.

    Pergerakan Harga ZBT: Rebound Jangka Pendek di Tengah Tren Panjang yang Lemah

    Pergerakan harga Zerobase (ZBT/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Zerobase (ZBT/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara harian, performa ZBT tergolong impresif. Dalam 7 hari terakhir, harga ZBT telah naik 48,47%, menandakan adanya momentum bullish jangka pendek.

    Namun, jika ditarik ke timeframe yang lebih panjang, gambaran besar masih menunjukkan tekanan yang cukup berat.

    Dalam 30 hari terakhir, ZBT masih tercatat turun 6,54%, sementara dalam 60 hari, koreksi mencapai 58,72%.

    Bahkan dalam 90 hari, harga ZBT anjlok hingga 86,34%, menjauh signifikan dari rekor tertinggi (ATH) di level $1,133192. Dengan harga saat ini, ZBT masih berada lebih dari 90% di bawah puncak historisnya.

    Kondisi ini menempatkan ZBT pada fase yang menarik: antara peluang rebound lanjutan atau sekadar relief rally sebelum kembali terkoreksi.

    Rentang Harga dan Volatilitas Tinggi

    Dalam 24 jam terakhir, ZBT diperdagangkan pada rentang harga terendah $0,084873 hingga tertinggi $0,117832.

    Fluktuasi yang lebar ini menegaskan bahwa pasar ZBT sedang sangat aktif.

    Meski secara harian naik tajam, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan penurunan -5,42%, mengindikasikan aksi ambil untung (profit taking) setelah lonjakan cepat.

    Pola seperti ini umum terjadi pada aset kripto dengan volume besar dan sentimen spekulatif tinggi.

    Struktur Pasokan: Masih Ada Potensi Dilusi

    Dari sisi tokenomics, Zerobase memiliki total pasokan maksimum 1 miliar ZBT, dengan pasokan beredar saat ini sebesar 220 juta ZBT atau sekitar 22% dari total supply.

    Artinya, masih terdapat potensi dilusi pasokan di masa depan jika token tambahan dilepas ke pasar.

    Hal ini tercermin dari kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) yang mencapai $110,50 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan market cap saat ini.

    Investor jangka panjang perlu mencermati jadwal distribusi token dan potensi dampaknya terhadap harga.

    Aktivitas Pasar dan Minat Investor

    ZBT saat ini menempati peringkat ke-651 dalam daftar aset kripto populer.

    Meski belum masuk jajaran atas, lonjakan volume perdagangan yang masif menunjukkan bahwa Zerobase sedang berada dalam radar trader aktif.

    Rasio volume terhadap market cap yang sangat tinggi sering kali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, hal ini mencerminkan likuiditas yang kuat dan peluang trading.

    Di sisi lain, volatilitas ekstrem dapat meningkatkan risiko koreksi tajam dalam waktu singkat.

    Baca Juga: Riset Kripto 10-14 Nov 2025: Shutdown US Berakhir! Inikah Awal Bullish?

    Kenaikan lebih dari 21% dalam 24 jam dan hampir 50% dalam sepekan menjadikan ZBT sebagai salah satu altcoin yang patut diperhatikan saat ini.

    Namun, tren jangka panjang masih menunjukkan bahwa Zerobase berada dalam fase pemulihan dari tekanan besar sebelumnya.

    Dengan jarak yang masih sangat jauh dari rekor tertingginya, ZBT menawarkan potensi upside yang menarik, tetapi juga dibayangi risiko tinggi akibat volatilitas dan potensi dilusi pasokan.

    Investor disarankan untuk melakukan analisis menyeluruh dan menerapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 0,58%, Bitcoin Stabil di Atas $87.000

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bergerak stabil di tengah fase konsolidasi pasar kripto global.

    Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di level $87.744,67 per BTC, mencatatkan kenaikan moderat +0,58% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan ini mencerminkan upaya BTC mempertahankan momentum positif meskipun tekanan jangka menengah masih membayangi.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.751,98 miliar, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia dan menempati peringkat pertama dalam daftar aset kripto populer.

    Sementara itu, volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $22,96–23 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang relatif stabil namun belum mengindikasikan euforia besar dari pelaku pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 0,91% ke $86.915, Sideways?

    Pergerakan Harga BTC: Konsolidasi Setelah Koreksi Besar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak pada rentang terendah $86.411,80 hingga tertinggi $87.956,88.

    Rentang harga yang relatif sempit ini menandakan fase konsolidasi, di mana pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Secara mingguan, Bitcoin mencatatkan kenaikan 1,09%, sementara dalam timeframe harian, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat nyaris stagnan (<0,01%).

    Pola ini menunjukkan berkurangnya volatilitas jangka pendek, sering kali menjadi fase transisi sebelum pergerakan besar berikutnya.

    Namun, jika melihat performa dalam periode yang lebih panjang, tekanan masih cukup terasa. Dalam 30 hari terakhir, harga BTC terkoreksi 0,55%, sedangkan dalam 60 hari, penurunan mencapai 21,26%.

    Dalam 90 hari, BTC masih tercatat turun 19,73%, mencerminkan dampak dari koreksi besar setelah sebelumnya mendekati level tertinggi sepanjang masa.

    Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Signifikan

    Bitcoin pernah mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $126.198,07.

    Dengan harga saat ini, BTC masih berada lebih dari 30% di bawah ATH, menandakan bahwa fase pemulihan penuh belum sepenuhnya terkonfirmasi.

    Meski demikian, banyak pelaku pasar memandang area di atas $85.000 sebagai zona psikologis penting.

    Bertahannya harga BTC di atas level ini dapat menjadi fondasi kuat bagi potensi rebound lanjutan, selama tidak terjadi tekanan makro atau sentimen negatif besar di pasar global.

    Fundamental Bitcoin Tetap Kuat

    Dari sisi fundamental, Bitcoin masih menunjukkan struktur yang solid.

    Jumlah pasokan beredar saat ini mencapai 19,97 juta BTC, setara dengan 95,08% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, pasokan BTC yang tersisa semakin terbatas, memperkuat narasi kelangkaan (scarcity) yang selama ini menjadi daya tarik utama Bitcoin.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat sekitar $1.842,64 miliar, mencerminkan valuasi Bitcoin jika seluruh pasokan maksimum telah beredar.

    Kondisi ini menegaskan posisi BTC sebagai aset kripto dengan fundamental paling mapan dibandingkan altcoin lainnya.

    Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

    Pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan sikap hati-hati investor.

    Kenaikan tipis harian menunjukkan adanya minat beli, namun belum cukup kuat untuk mendorong breakout signifikan.

    Di sisi lain, volume perdagangan yang stabil mengindikasikan bahwa pelaku pasar belum sepenuhnya meninggalkan BTC.

    Dalam jangka pendek, Bitcoin berpotensi melanjutkan fase konsolidasi di kisaran $86.000–$88.000.

    Sementara itu, dalam jangka menengah, arah pergerakan BTC masih sangat dipengaruhi oleh sentimen makro, pergerakan pasar saham global, serta dinamika likuiditas di pasar kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Tekanan Jual Muncul, Turun 0,7% ke $87K

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada dalam kondisi relatif stabil dengan kenaikan tipis harian, meskipun masih dibayangi tren koreksi jangka menengah.

    Bertahannya BTC di atas $87.000 menjadi sinyal positif, namun konfirmasi tren bullish lanjutan masih memerlukan dorongan volume dan sentimen yang lebih kuat.

    Bagi investor, fase ini dapat menjadi momentum untuk mencermati pergerakan pasar dengan lebih selektif, sembari menerapkan strategi manajemen risiko yang disiplin di tengah volatilitas yang masih berpotensi meningkat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga ETH Hari Ini Bergerak Datar, Ethereum Konsolidasi di $2.900-an

    Harga Ethereum (ETH) hari ini menunjukkan pergerakan yang relatif stabil seiring pasar kripto memasuki fase konsolidasi.

    Berdasarkan data terbaru, harga ETH berada di level $2.942,50 per ETH, mencatatkan kenaikan tipis +0,25% dalam 24 jam terakhir.

    Meski kenaikannya terbatas, Ethereum tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.

    Saat ini, kapitalisasi pasar Ethereum mencapai sekitar $355,15–355,27 miliar, menegaskan dominasi ETH sebagai tulang punggung ekosistem smart contract global.

    Sementara itu, volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $12,55–12,57 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang stabil namun belum menunjukkan lonjakan minat yang signifikan.

    Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Hari Ini Turun 1,49% ke $2.932, Konsolidasi?

    Pergerakan Harga ETH: Sideways Setelah Koreksi Tajam

    Dalam 24 jam terakhir, ETH diperdagangkan pada rentang terendah $2.888,99 hingga tertinggi $2.960,22.

    Rentang yang relatif sempit ini menandakan bahwa Ethereum sedang berada dalam fase sideways atau konsolidasi, di mana pelaku pasar cenderung menunggu katalis baru sebelum mengambil posisi agresif.

    Secara jangka pendek, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat -0,03%, mengindikasikan tekanan jual ringan.

    Namun, secara mingguan, ETH masih mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 3,74% dalam 7 hari terakhir, menunjukkan adanya upaya pemulihan bertahap.

    Tekanan Masih Terlihat di Timeframe Menengah

    Pergerakan harga Dar Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski pergerakan jangka pendek terlihat stabil, performa Ethereum dalam timeframe menengah masih berada di bawah tekanan.

    Dalam 60 hari terakhir, harga ETH terkoreksi 25,27%, sementara dalam 90 hari, penurunan mencapai 25,48%.

    Angka ini menunjukkan bahwa ETH masih dalam fase pemulihan setelah koreksi besar yang terjadi sebelumnya.

    Dalam 30 hari terakhir, pergerakan harga ETH relatif datar dengan kenaikan hanya 0,09%, menandakan keseimbangan antara tekanan jual dan minat beli.

    Kondisi ini sering kali menjadi fase akumulasi sebelum pasar menentukan arah tren berikutnya.

    Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

    Ethereum pernah mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $4.953,73.

    Dengan harga saat ini di kisaran $2.900-an, ETH masih berada lebih dari 40% di bawah ATH, menunjukkan bahwa potensi pemulihan jangka panjang masih terbuka, namun membutuhkan dukungan sentimen dan likuiditas yang lebih kuat.

    Banyak investor memandang area $2.800–$3.000 sebagai zona psikologis penting.

    Bertahannya ETH di atas area ini dapat menjadi sinyal awal stabilisasi sebelum potensi pergerakan lebih besar ke atas.

    Fundamental Ethereum Tetap Kokoh

    Dari sisi fundamental, Ethereum masih berada dalam posisi yang sangat kuat.

    Dengan jumlah pasokan beredar sekitar 120,69 juta ETH, Ethereum tidak memiliki batas maksimum pasokan seperti Bitcoin.

    Namun, mekanisme pembakaran biaya transaksi (fee burn) membuat suplai ETH cenderung lebih terkendali dalam jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Ethereum saat ini setara dengan market cap, yakni sekitar $355,27 miliar, mencerminkan struktur suplai yang sudah sepenuhnya tercermin dalam valuasi pasar.

    Sebagai platform utama bagi DeFi, NFT, dan berbagai aplikasi Web3, Ethereum tetap menjadi fondasi utama inovasi di industri blockchain.

    Prospek Ethereum ke Depan

    Dalam jangka pendek, Ethereum diperkirakan akan melanjutkan fase konsolidasi selama belum ada katalis besar dari sisi makro maupun ekosistem internal.

    Pergerakan harga yang relatif datar dapat menarik minat investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi bertahap.

    Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai, mengingat pergerakan pasar kripto sangat sensitif terhadap sentimen global, kebijakan moneter, serta dinamika Bitcoin sebagai market leader.

    Baca Juga: Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

    Harga ETH hari ini menunjukkan kondisi pasar yang relatif tenang dengan kenaikan tipis harian dan konsolidasi di area $2.900-an.

    Meski masih berada di bawah tekanan jangka menengah dan jauh dari rekor tertingginya, fundamental Ethereum tetap solid sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia.

    Bagi investor, fase ini dapat menjadi momen untuk mencermati arah pasar dengan lebih hati-hati, sembari mempertimbangkan strategi jangka panjang di tengah potensi volatilitas yang masih tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Cap Tembus $1,71 Miliar

    Pi Network (PI) kembali menjadi sorotan komunitas kripto seiring meningkatnya perhatian terhadap statistik pasar terbarunya.

    Berdasarkan data terkini dari Coinmarketcap pada Kamis (25/12), kapitalisasi pasar (market cap) Pi Network tercatat sebesar $1,71 miliar, mengalami perubahan sekitar 1,1%.

    Meski angka ini menempatkan PI sebagai salah satu aset kripto berkapitalisasi menengah, struktur suplai dan rasio likuiditasnya masih menjadi bahan diskusi di kalangan investor.

    Selain market cap, volume perdagangan 24 jam Pi Network tercatat sebesar $9,36 juta, dengan perubahan 25,08%.

    Sementara harga Pi Network diperdagangkan di kisaran $0,2501 atau naik 1,41% dalam 24 jam terakhir.

    Angka ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas transaksi dalam jangka pendek, namun secara proporsional masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan valuasi pasar secara keseluruhan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 0,76%: Tekanan Teknikal Bayangi Prospek

    Rasio Volume terhadap Market Cap Masih Rendah

    Salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan perdagangan suatu aset kripto adalah rasio volume terhadap market cap.

    Untuk Pi Network, rasio Vol/Mkt Cap (24 jam) tercatat hanya 0,5585%. Ini berarti hanya sebagian kecil dari total valuasi PI yang benar-benar diperdagangkan dalam satu hari.

    Rasio yang rendah umumnya mengindikasikan likuiditas terbatas, di mana pergerakan harga cenderung tidak agresif dan sangat bergantung pada sentimen komunitas.

    Dalam kondisi seperti ini, harga aset kripto dapat relatif stabil, namun juga rentan terhadap lonjakan atau penurunan tajam jika terjadi perubahan sentimen mendadak.

    FDV Tinggi Jadi Sorotan Utama

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

    Aspek lain yang paling banyak disorot dari Pi Network adalah Fully Diluted Valuation (FDV) yang mencapai $20,52 miliar.

    Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan market cap saat ini yang berada di level $1,71 miliar.

    Perbedaan besar antara market cap dan FDV menandakan adanya potensi tekanan suplai di masa depan, terutama jika token yang belum beredar dilepas ke pasar.

    Dalam konteks Pi Network, FDV yang tinggi sering kali menjadi perhatian investor karena mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh token PI beredar dengan harga saat ini.

    Struktur Suplai Pi Network

    Dari sisi tokenomics, Pi Network memiliki struktur suplai yang jelas namun menantang.

    Total supply dan maksimum supply PI ditetapkan sebesar 100 miliar PI, sementara jumlah token yang saat ini beredar (circulating supply) baru sekitar 8,37 miliar PI.

    Artinya, baru sekitar 8,37% dari total suplai maksimum yang telah beredar di pasar. Kondisi ini menjelaskan mengapa FDV Pi Network sangat besar dibandingkan market cap-nya.

    Semakin banyak token yang masuk ke sirkulasi, semakin besar pula tantangan untuk menjaga stabilitas harga, kecuali diimbangi dengan peningkatan permintaan dan utilitas nyata.

    Persepsi Pasar terhadap Pi Network

    Dengan basis pengguna yang besar dan pendekatan penambangan berbasis mobile, Pi Network memiliki komunitas yang sangat aktif.

    Namun, dari sudut pandang pasar, statistik menunjukkan bahwa PI masih berada dalam fase transisi menuju kedewasaan ekosistem.

    Market cap di atas $1 miliar menunjukkan adanya kepercayaan dari sebagian investor, tetapi volume perdagangan yang relatif kecil menandakan bahwa partisipasi pasar secara luas masih terbatas.

    Investor cenderung bersikap wait and see, menunggu kejelasan terkait adopsi, utilitas, serta mekanisme distribusi token ke depan.

    Tantangan dan Peluang ke Depan

    Tantangan terbesar Pi Network terletak pada pengelolaan suplai dan peningkatan likuiditas.

    Dengan sisa suplai yang sangat besar, keberhasilan PI sangat bergantung pada kemampuan ekosistemnya menciptakan permintaan riil yang berkelanjutan.

    Di sisi lain, peluang tetap terbuka lebar. Jika Pi Network mampu meningkatkan utilitas dalam ekosistemnya dan mendorong penggunaan PI dalam aktivitas nyata, maka market cap berpotensi tumbuh seiring dengan meningkatnya kepercayaan pasar.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 1,53%, Tekanan Jual Bayangi Pergerakan PI

    Statistik Pi Network menunjukkan gambaran yang kompleks.

    Dengan market cap $1,71 miliar, volume harian $9,36 juta, dan FDV $20,52 miliar, PI berada di persimpangan antara potensi pertumbuhan jangka panjang dan tantangan struktural yang signifikan.

    Bagi investor, memahami rasio likuiditas, struktur suplai, dan implikasi FDV menjadi hal krusial sebelum mengambil keputusan.

    Seperti aset kripto lainnya, Pi Network menawarkan peluang, namun juga menyimpan risiko yang perlu dikelola dengan cermat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain

    Blockchain pada dasarnya adalah sistem tertutup. Artinya, ia tidak dapat mengambil data dari luar jaringan secara langsung. Padahal, banyak aplikasi blockchain—seperti DeFi, NFT, dan AI—sangat bergantung pada data dunia nyata, mulai dari harga aset, nilai tukar, hingga informasi pasar.

    Di sinilah peran oracle menjadi krusial. Oracle bertindak sebagai penghubung antara blockchain dan dunia luar. Namun, oracle terpusat memiliki risiko besar: manipulasi data dan kegagalan sistem. Karena itu, oracle terdesentralisasi dibutuhkan agar data yang masuk ke blockchain lebih aman, transparan, dan dapat dipercaya karena divalidasi dari banyak sumber.

    Apa Itu APRO?

    APRO adalah jaringan oracle terdesentralisasi yang dirancang untuk menyediakan data dunia nyata secara akurat dan real-time ke berbagai blockchain. Dengan data yang valid dan tepercaya, smart contract dapat berjalan sesuai kondisi sebenarnya, bukan asumsi.

    Keunggulan utama APRO terletak pada penggunaan AI dan multi-sumber data. Teknologi ini memungkinkan APRO untuk menyaring, memverifikasi, dan memvalidasi informasi sebelum dicatat ke blockchain, sehingga risiko manipulasi data dapat ditekan seminimal mungkin.

    Teknologi di Balik Oracle APRO

    APRO dibangun dengan pendekatan teknologi yang modern dan efisien, di antaranya:

    • Arsitektur hybrid (off-chain & on-chain)
      Data diproses terlebih dahulu di luar blockchain agar lebih cepat dan hemat biaya, lalu dikirim ke blockchain dalam bentuk data yang sudah diverifikasi dan aman.
    • Multi-sumber data & node terdesentralisasi
      Informasi yang dikirim berasal dari berbagai sumber dan diverifikasi oleh banyak node, sehingga hasilnya lebih stabil dan sulit dimanipulasi.
    • AI Oracle & verifikasi berlapis
      AI mengolah data mentah—termasuk data Real World Assets (RWA), lalu jaringan melakukan validasi bersama sebelum data tersebut dicatat permanen di blockchain.

    Tokenomik APRO

    Dari sisi ekonomi token, APRO dirancang dengan struktur yang berorientasi jangka panjang:

    • Total suplai dibatasi maksimal 1 miliar token AT, menciptakan kelangkaan seiring waktu.
    • Saat ini, sekitar 230 juta AT sudah beredar, sementara sisanya dilepas secara bertahap.
    • Distribusi token difokuskan pada pengembangan ekosistem dan staking, guna mendorong partisipasi komunitas, keberlanjutan jaringan, serta likuiditas pasar yang sehat.

    Ekosistem APRO yang Terus Berkembang

    APRO tidak hanya berfungsi sebagai penyedia data harga, tetapi juga mendukung berbagai jenis oracle, seperti:

    • RWA Oracle
    • VRF (Verifiable Random Function)
    • AI Oracle

    Selain itu, APRO telah terintegrasi dengan berbagai blockchain dan proyek Web3, termasuk Ethereum, BNB Chain, Solana, serta berbagai aplikasi DeFi dan AI.

    Melalui APRO Alliance, APRO membangun ekosistem kolaboratif yang menggabungkan DeFi dan AI, sehingga pengembang dapat memanfaatkan data terdesentralisasi secara lebih luas, fleksibel, dan efisien.

    Kegunaan APRO dalam Dunia Blockchain

    APRO memiliki peran penting dalam berbagai use case Web3, antara lain:

    • Penyedia data real-time untuk DeFi
      Melalui sistem push dan pull, smart contract dapat mengakses harga dan data penting secara cepat dan akurat.
    • AI Oracle
      APRO memastikan sistem AI menggunakan data nyata dan tervalidasi, sehingga mengurangi risiko AI menghasilkan informasi keliru atau menyesatkan.
    • Tokenisasi aset dunia nyata (RWA)
      Dengan dukungan AI dan verifikasi terdesentralisasi, APRO memungkinkan konversi data aset kompleks menjadi data blockchain yang valid dan tepercaya.

    APRO vs Oracle Tradisional: Apa Bedanya?

    Sumber Data
    APRO menggabungkan berbagai jenis data—mulai dari harga aset, data on-chain, sentimen pasar, berita, hingga data aplikasi. Oracle tradisional umumnya hanya berfokus pada satu jenis data, seperti harga token.

    Fitur Utama
    APRO menyediakan data yang tidak hanya real-time dan aman, tetapi juga relevan secara konteks dan tersimpan secara terdesentralisasi. Oracle tradisional biasanya hanya menawarkan akurasi dan keamanan dasar.

    Mekanisme Verifikasi
    Data APRO diverifikasi oleh banyak node menggunakan konsensus, tanda tangan kriptografi, dan transmisi terenkripsi. Oracle tradisional cenderung mengumpulkan data off-chain lalu langsung mencatatkannya ke blockchain.

    Kegunaan
    APRO digunakan untuk AI agents, DAO governance, trading otomatis, peluncuran memecoin, hingga gaming. Oracle tradisional lebih banyak dipakai untuk kebutuhan DeFi dasar seperti likuidasi dan derivatif.

    Fleksibilitas & Inovasi
    Dengan dukungan AI, APRO mampu memproses data kompleks dan kontekstual, sementara oracle tradisional terbatas pada data sederhana dan terstruktur.

    Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga APRO

    Katalis Positif

    • Meningkatnya adopsi APRO oleh proyek DeFi, AI, dan RWA.
    • Kerja sama strategis atau integrasi dengan blockchain dan protokol besar.
    • Pertumbuhan tren AI Oracle dan tokenisasi aset dunia nyata.

    Risiko Tekanan Harga

    • Adopsi yang rendah meskipun teknologinya sudah tersedia.
    • Tekanan jual dari jadwal unlock atau vesting token.
    • Persaingan ketat antar oracle dan melemahnya sentimen pasar kripto secara umum.

    Kesimpulan

    APRO hadir sebagai oracle terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan multi-sumber data, AI Oracle, serta arsitektur hybrid off-chain dan on-chain. Solusi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan DeFi, AI, dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) di era Web3.

    Dengan tokenomik yang terstruktur dan ekosistem yang terus berkembang, APRO memiliki potensi menjadi infrastruktur data penting dalam dunia blockchain. Namun, keberhasilan jangka panjangnya tetap sangat bergantung pada tingkat adopsi nyata, daya saing teknologi, dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12

    Dogecoin (DOGE) mengakhiri Desember dalam kondisi melemah secara perlahan, dengan harga bergerak di sekitar level $0,127 pada Rabu.

    Pergerakan ini mencerminkan tekanan distribusi yang berkelanjutan, bukan aksi jual panik, setelah DOGE gagal pulih pasca breakdown yang terjadi pada musim gugur lalu. Harga kini berada di dekat batas bawah rentang pergerakan beberapa bulan terakhir, menandakan melemahnya keyakinan pasar terhadap kelanjutan tren naik.

    Pergerakan harga Dar Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, struktur tren Dogecoin masih berada dalam fase bearish. Harga bergerak di bawah seluruh exponential moving average (EMA) utama, mulai dari EMA 20, 50, 100, hingga 200 hari, yang semuanya kini mengarah ke bawah.

    DIlaporkan Traders Union, EMA 20 di sekitar $0,135 dan EMA 50 di area $0,15 secara konsisten menahan setiap upaya rebound sepanjang November dan Desember. Indikator momentum seperti RSI harian juga bertahan di kisaran akhir 30-an, level yang umum terjadi pada tren turun berkepanjangan tanpa sinyal kelelahan jual.

    Baca juga: Dogecoin Bangkit Lagi? Pola Langka Muncul, Analis Bidik Harga $1,10

    Tekanan Jual Dogecoin

    Tekanan jual juga terlihat pada timeframe intraday. Pada grafik 30 menit, DOGE masih mencetak lower high dan lower low secara konsisten, dengan setiap kenaikan harga cenderung dijual kembali di area $0,13 hingga $0,131. Area $0,125–$0,127 kini menjadi support terdekat yang terus diuji. Jika level ini jebol, harga berpotensi mengarah ke $0,12, bahkan hingga zona psikologis $0,10 yang sebelumnya menjadi area permintaan historis.

    Dari sisi data aliran dana, Dogecoin mencatat arus keluar spot yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir, termasuk menjelang 24 Desember. Kondisi ini mengindikasikan proses distribusi, di mana koin berpindah ke bursa, alih-alih akumulasi. Sementara itu, pasar derivatif menunjukkan penurunan open interest seiring turunnya harga, menandakan berkurangnya partisipasi spekulatif, meski rasio long masih mendominasi dan likuidasi lebih banyak menimpa posisi beli.

    Secara keseluruhan, pergerakan Dogecoin saat ini lebih mencerminkan fase koreksi lanjutan daripada awal pemulihan. Tanpa keberhasilan menembus dan bertahan di atas area $0,135 hingga $0,15 dengan volume yang menguat, struktur teknikal masih membuka peluang konsolidasi berkepanjangan atau penurunan bertahap menuju awal tahun depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tak Perlu Kartu Bank Lokal, WNA Bisa Bayar di Korea Lewat Stablecoin

    Raksasa pembayaran Korea Selatan, BC Card, telah merampungkan proyek percontohan (pilot project) yang memungkinkan warga negara asing membayar merchant lokal menggunakan stablecoin. Langkah ini menandai keseriusan industri pembayaran Korea Selatan dalam merespons perkembangan aset kripto, khususnya stablecoin.

    Dalam pengumuman pada Selasa waktu setempat, BC Card menyebut proyek ini dijalankan bersama perusahaan blockchain Wavebridge, penyedia dompet digital Aaron Group, serta perusahaan remitansi lintas negara Global Money Express. Melalui skema tersebut, pengguna asing mengonversi stablecoin yang tersimpan di dompet digital luar negeri, yang telah bermitra dengan BC Card, menjadi kartu prabayar digital untuk bertransaksi di Korea Selatan.

    Dilaporkan Cointelegraph, BC Card menegaskan bahwa proyek ini bukan uji coba jangka pendek, melainkan bagian dari persiapan menuju implementasi sistem pembayaran berbasis stablecoin secara lebih luas. Inisiatif ini juga disebut sebagai respons atas dinamika dan arah baru regulasi stablecoin di Korea Selatan.

    Sebagai salah satu perusahaan pembayaran terbesar di negara tersebut, BC Card dilaporkan memproses lebih dari 20% total transaksi kartu di Korea Selatan dan melayani sekitar 3,4 juta merchant domestik. Perusahaan ini mayoritas dimiliki oleh KT Corp, salah satu dari tiga raksasa telekomunikasi Korea Selatan.

    Terkait transformasi ini, penasihat hukum Trust Wallet, Shehram Khattak, menilai bahwa adopsi teknologi baru seperti stablecoin akan menuntut perubahan mendasar di sektor keuangan. “Bank tidak hanya harus berhadapan dengan sistem lama dari sisi operasional, tetapi juga mengubah proses dan cara kerja seluruh departemen,” ujarnya.

    Stablecoin Jadi Perhatian Serius di Korea Selatan

    Dalam beberapa bulan terakhir, stablecoin menjadi isu strategis di industri keuangan Korea Selatan. Pada akhir Juli, media lokal melaporkan bahwa perusahaan kartu kredit mulai bersiap menghadapi potensi disrupsi dari stablecoin, seiring dibentuknya satuan tugas bersama industri kartu kredit saat regulator membuka diskusi terkait penerbitan stablecoin berbasis won.

    BC Card sendiri dilaporkan telah membentuk tim internal khusus untuk memantau perkembangan pasar stablecoin, baik di dalam negeri maupun global. Namun demikian, regulasi stablecoin di Korea Selatan masih mengalami hambatan.

    Awal bulan ini, Financial Services Commission (FSC) gagal menyerahkan rancangan aturan stablecoin sesuai tenggat yang diminta oleh Partai Demokrat, partai berkuasa. Penundaan tersebut disebut terjadi akibat perbedaan pandangan antara FSC dan Bank of Korea (BOK). BOK mendorong agar bank memiliki setidaknya 51% kepemilikan pada setiap penerbit stablecoin yang ingin memperoleh izin, sementara regulator lain menginginkan ekosistem yang lebih terbuka.

    Tren Global: Stablecoin Menantang Sistem Pembayaran Tradisional

    Secara global, stablecoin semakin dipandang sebagai alternatif atau pelengkap bagi metode pembayaran tradisional seperti kartu dan transfer bank. Adopsinya terus meluas, termasuk langkah YouTube yang memungkinkan kreator konten di AS menerima pembayaran dalam stablecoin PayPal USD (PYUSD), serta Visa yang telah meluncurkan layanan penyelesaian transaksi menggunakan USD Coin (USDC) untuk sejumlah institusi keuangan di Amerika Serikat.

    Dengan rampungnya pilot project BC Card, Korea Selatan kini berada di barisan depan Asia dalam menguji penggunaan stablecoin untuk pembayaran ritel, membuka peluang perubahan besar dalam lanskap industri pembayaran di masa depan.

    Baca juga: Apa itu Stablecoin USAT? Stablecoin Baru Tether yang Patuhi Regulasi AS


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin Perp DEX Teratas Berdasarkan Market Cap, Avantis Teratas

    Kategori Perpetual Decentralized Exchange (Perp DEX) kembali mencuri perhatian pasar kripto. Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, sejumlah token Perp DEX menunjukkan performa menonjol baik dari sisi harga maupun volume perdagangan dalam 24 jam terakhir.

    Berikut 3 top altcoin Perp DEX coin berdasarkan market capitalization yang saat ini mendominasi sektor tersebut dikutip CoinMarketCap.

    1. Avantis (AVNT)

    Pergerakan harga Dar Avantis (AVNT/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar Avantis (AVNT/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Avantis (AVNT) menempati posisi teratas Perp DEX coin berdasarkan kapitalisasi pasar. Token ini diperdagangkan di level $0.3706, dengan kenaikan 23.90% dalam 24 jam dan lonjakan 47.42% dalam 7 hari terakhir.

    Kapitalisasi pasar AVNT tercatat mencapai $95.69 juta, sementara volume perdagangan 24 jamnya menyentuh angka $279.08 juta. Tingginya volume ini menandakan minat pasar yang kuat terhadap Avantis di sektor perdagangan perpetual terdesentralisasi.

    2. ApeX Protocol (APEX)

    Di posisi berikutnya, ApeX Protocol (APEX) mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar $54.90 juta. Harga APEX berada di kisaran $0.4351, dengan kenaikan 7.88% dalam 24 jam dan 7.41% dalam 7 hari.

    Volume transaksi harian APEX mencapai $12.01 juta, mencerminkan aktivitas perdagangan yang stabil. ApeX Protocol dikenal sebagai salah satu Perp DEX yang fokus pada efisiensi dan pengalaman trader derivatif kripto.

    3. Orderly (ORDER)

    Orderly (ORDER) masuk dalam daftar 3 besar Perp DEX coin dengan kapitalisasi pasar $35.55 juta. Token ini diperdagangkan di harga $0.1007, naik 7.42% dalam 24 jam dan 10.96% dalam 7 hari terakhir.

    Volume perdagangan ORDER tercatat sebesar $7.57 juta dalam 24 jam, dengan suplai beredar sekitar 352.72 juta token. Orderly terus membangun posisinya sebagai infrastruktur likuiditas untuk perdagangan derivatif on-chain.

    Persaingan Ketat di Sektor Perp DEX

    Selain 3 token teratas tersebut, beberapa Perp DEX coin lain seperti Aevo (AEVO) dan SynFutures (F) juga mencatatkan aktivitas pasar yang signifikan, meskipun kapitalisasi pasarnya masih berada di bawah AVNT, APEX, dan ORDER.

    Pengamat menilai sektor Perp DEX masih memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan trader terhadap platform derivatif yang transparan dan non-kustodial. Meski demikian, volatilitas tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan investor.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP US$1,85, Arus Dana ETF Jadi Sinyal Mengejutkan Pasar

    Harga XRP yang tertekan selama hampir enam bulan terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Data on-chain terbaru serta arus dana ke Exchange Traded Fund (ETF) XRP mengindikasikan bahwa tekanan jual yang masif berpotensi mereda, meski secara teknikal tren harga masih berada dalam fase menurun.

    Sejak peluncurannya bulan lalu, ETF XRP Spot yang terdaftar di Amerika Serikat belum mencatat satu pun arus keluar dana. Total arus masuk bersih telah mencapai US$1,13 miliar, dengan total aset kelolaan (AUM) menyentuh US$1,25 miliar. Pada Selasa (waktu setempat), ETF XRP mencatat arus masuk sebesar US$8,19 juta, menandai hari ke-28 berturut-turut dengan inflow positif.

    Arus Masuk Dana ETF XRP

    Berdasarkan data SoSoValue, hanya ETF XRP milik Franklin Templeton (XRPZ) yang mencatat inflow pada hari tersebut, sementara ETF lainnya stagnan akibat rendahnya aktivitas perdagangan selama musim liburan. Hingga kini, Spot XRP ETF milik Canary Capital (XRPC) memimpin dengan total inflow US$384 juta, disusul oleh ETF dari Bitwise dan Grayscale.

    Selain itu, data aliran dana CoinShares menunjukkan adanya rotasi investor institusional dari ETF Bitcoin dan Ethereum ke ETF XRP. Perpindahan ini dipicu oleh perkembangan positif seputar XRP serta membaiknya sentimen komunitas.

    Dilaporkan Coingape, dari sisi on-chain, indikator Exchange Reserve XRP di Binance menunjukkan penurunan tajam hingga 2,6 miliar XRP. Angka ini menjadi level terendah sejak Juli 2024 di bursa kripto terbesar dunia tersebut. Penurunan cadangan di bursa biasanya mengindikasikan investor dan whale memindahkan aset ke dompet pribadi, yang berpotensi mengurangi tekanan jual dan menciptakan efek kelangkaan pasokan.

    Sementara itu, metrik XRP Whale Flows 30-DMA juga menunjukkan pelemahan tekanan jual dari para whale, meski masih berada di zona negatif. Hal ini memperkuat sinyal bahwa aksi distribusi besar-besaran mulai mereda.

    Baca juga: XRP Terancam Anjlok 50%? Harga Bertahan di Support Kritis

    Analisis Teknikal XRP

    Pergerakan harga Dar XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, secara teknikal, tantangan masih membayangi. XRP perlu bertahan di zona permintaan krusial antara US$1,80 hingga US$1,90 untuk menjaga struktur bullish jangka menengah. Indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di area bawah dan belum mengonfirmasi pembalikan tren secara jelas.

    Trader veteran Peter Brandt sebelumnya menyebut bahwa potensi pola double top bearish pada grafik mingguan bisa gagal jika harga XRP memantul dari kondisi RSI yang oversold. Sebaliknya, jika level US$1,80 gagal dipertahankan, narasi bullish dari data on-chain dan teknikal berisiko runtuh dan membuka peluang penurunan harga hingga US$1.

    Pada saat penulisan, harga XRP berada di level US$1,85, turun lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Harga tertinggi harian tercatat di US$1,90 dan terendah di US$1,84. Volume perdagangan juga turun sekitar 19% dalam periode yang sama.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alarm Bahaya! Harga Solana di US$124 Terancam Jatuh ke US$100

    Harga Solana (SOL) kembali berada di bawah tekanan setelah anjlok tajam dalam beberapa bulan terakhir. Dari puncaknya pada Agustus lalu, harga SOL telah merosot sekitar 50%, menandai masuknya aset kripto ini ke fase bear market.

    Pada perdagangan terbaru, token Solana tercatat berada di kisaran US$124,50. Namun, sejumlah indikator teknikal dan fundamental menunjukkan risiko penurunan lanjutan masih terbuka.

    Aktivitas Jaringan Solana

    Berdasarkan data Nansen, aktivitas jaringan Solana mengalami perlambatan signifikan. Jumlah transaksi turun 10% dalam 30 hari terakhir menjadi 1,79 miliar transaksi. Meski demikian, Solana masih menjadi jaringan paling aktif di industri kripto, dengan total transaksi melampaui gabungan lima blockchain terbesar berikutnya.

    Dilaporkan Crypto News, penurunan juga terjadi pada jumlah alamat aktif yang menyusut 5,7% menjadi 60,1 juta alamat. Yang paling mencolok, pendapatan biaya jaringan (fees) merosot 21% menjadi sekitar US$14 juta.

    Dari sisi ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi), total value locked (TVL) Solana tercatat turun ke US$18,57 miliar, jauh dari puncak tahunan di level US$30 miliar. Meski begitu, TVL dalam denominasi SOL masih menunjukkan tren kenaikan.

    Aktivitas lainnya juga melemah. Volume transaksi yang telah disesuaikan anjlok 30% menjadi US$238 miliar, sementara jumlah pemegang SOL turun 9% menjadi 3,4 juta alamat. Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang membuat sebagian investor keluar dari pasar.

    Baca juga: Harga Solana Tiba-tiba Berbalik Arah! Buka Peluang Lonjakan ke US$144

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Dar Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Data Nansen juga menunjukkan arus keluar stablecoin dari bursa kripto menurun, dari US$94 miliar pada November menjadi sekitar US$85 miliar saat ini, mengindikasikan berkurangnya minat perdagangan.

    Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan harga SOL telah jatuh dari US$252,55 pada Agustus ke level saat ini di sekitar US$124 dan bergerak di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama. Pola bearish flag yang terbentuk mengindikasikan kelanjutan tren turun, terlebih setelah harga menembus batas bawah pola tersebut.

    Dengan kondisi ini, analis menilai tekanan jual masih berpotensi berlanjut, dengan target penurunan berikutnya menuju level psikologis US$100. Jika tercapai, harga Solana akan mengalami penurunan tambahan sekitar 20% dari posisi saat ini.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com