Author: 20

  • Menakar Bisakah Indonesia Jadi Crypto Hub Dunia?

    Pembahasan Indonesia bisa menjadi salah satu negara crypto hub di dunia tengah ramai diperbincangkan, khususnya dalam acara Think-20 (T-20) Indonesia Summit 2022  yang digelar di Bali pada tanggal 4-6 September 2022.

    T20 merupakan salah satu engagement groups dari G20 yang menjadi bank ide dan mengumpulkan rekomendasi dari para analis hingga pemikir. Salah satu Keynote Speaker yang hadir dalam acara tersebut, yakni Ketua MPR RI sekaligus Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo.

    Bamsoet menjelaskan potensi Indonesia menjadi hub kripto dunia, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Menurutnya, agar perkembangan aset kripto bisa dimaksimalkan perlu dipersiapkan infrastruktur pengaturan dan pengawasan yang Komprehensif.

    “Misalnya dengan menghadirkan Digital Future Exchange sebagai bursa kripto resmi. Langkah ini membutuhkan komitmen dari segenap pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan, untuk duduk bersama dan merumuskan kerangka kebijakan yang komprehensif dan implementatif,” kata Bamsoet di Bali, Selasa (6/9).

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menghadiri soft launching Tambang Digital Indonesia di Jakarta, Minggu (13/3/22).
    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menghadiri soft launching Tambang Digital Indonesia di Jakarta, Minggu (13/3/22).

    Senada dengan Bamsoet, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, juga meyakini potensi Indonesia dalam perkembangannya menjadi pusat inovasi kripto dan blockchian di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya Indonesia sendiri punya regulasi dan pasar yang potensial untuk mendukung hal itu.

    “Meningkatnya pengguna kripto yang sangat luar biasa dan memiliki potensi bisa mendorong pengelolaan industri yang lebih baik. Maka dari itu, perlu dukungan berbagai stakeholder untuk memajukan industri kripto di Tanah Air. Aset kripto ini memiliki potensi besar di ekosistem digital. Transaksi kripto juga sudah dikenakan pajak. Jika dilihat dari jumlah transaksi bisa diketahui berapa banyak kontribusi yang bisa diberikan kepada negara,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Market Indonesia yang Potensial

    Market Indonesia dilihat sebagai pasar yang potensial, terlebih sudah ada lebih dari15,57 juta investor kripto per Juli 2022. Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia pun tercatat sebesar Rp 232,4 triliun di waktu yang sama. Potensi itu tentu akan dimanfaatkan oleh para perusahaan investor untuk menanamkan modalnya di developer kripto atau blockchain lokal. 

    Sementara dari hasil survei Finder Crypto Adoption yang dilakukan di 26 negara pada Agustus 2022 melaporkan bahwa kepemilikan aset kripto orang Indonesia mencapai 29,8 juta dengan persentase 16 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 15 persen.

    “Secara angka investor kripto dalam negeri masih bisa terus tumbuh, walau diterpa crypto winter. Saat ini angkanya masih sekitar lebih dari 4% dari jumlah populasi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Penetrasi kripto bisa dioptimalkan mengedepankan inklusivitas,” jelas Manda.

    Kemudian dari sisi bisnis industri aset kripto juga masih menjanjikan. Adanya aksi korporasi dari startup decacorn, GoTo yang mengakuisisi Calon Pedagangan Aset Kripto, membuktikan bahwa masih ada ruang untuk perkembang. Di samping itu, banyaknya project aset kripto lokal juga menjadi indikator eskalasi bisnis kripto di Indonesia, dari sisi talenta hingga teknologi.

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Regulasi yang Komprehensif

    Manda menjelaskan regulasi yang komperhensif dan tidak mengekang inovasi menjadi landasan bagi pelaku pasar industri kripto untuk mengembangakan bisnisnya, mencakup perdagangan fisik aset kripto, startup blockchain, Web3 dan lainnya. Terlebih potensi bisnis di dalam negeri masih menjanjikan.

    “Keterbukaan pemerintah ini sangat baik untuk pertumbuhan industri kripto dan blockchain. Namun, perlu beberapa adjustment untuk memperkuat ketahanan industri menuju ke arah yang lebih transparan, efisien, dan efektif. Ke depannya, tentu memiliki visi menciptakan industri aset kripto yang sehat,” terangnya.

    Dalam laporan Forex Suggest, Indonesia disebut terapkan tarif pajak kripto yang terendah, mengambil tempat kedua sebagai negara yang membebankan investor retail hanya 0,1% pajak capital gain atas keuntungan kripto. Transaksi kripto juga dikenakan pajak pertambahan nilai di Indonesia berdasarkan undang-undang baru ini.

    Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.
    Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.

    Industri aset kripto di Indonesia saat ini terus mengalami pertumbuhan, walaupun ada dampak yang signifikan dari situasi bear market yang banyak disebut sebagai crypto winter. Melihat situasi market yang sangat volatil ini, tentu diperlukan keputusan-keputusan yang rasional untuk tetap terus bertahan dalam memperkuat industri.

    Dilihat secara global, adanya tren sejumlah exchanger yang mulai terguncang karena terdampak oleh kondisi pasar yang bearish. Saat ini terjadi sejumlah platform exchange kripto dengan skala kecil, rela diakuisisi oleh perusahaan kripto yang lebih besar. Di sisi lain, ada fenomena exchange kripto yang bisnisnya menyiratkan tanda-tanda akan kolaps.

    “Maka dari itu, diperlukan penguatan regulasi yang tepat untuk membuat industri semakin sehat dan mampu bertahan dari situasi saat ini. Kami selalu mendukung semua stakeholder menciptakan iklim ekosistem yang sangat sehat, efisien, efektif,” pungkas Manda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

    DBS Bank Ltd (DBS) mengumumkan kemitraan dengan The Sandbox, anak perusahaan Animoca Brands, untuk menciptakan DBS BetterWorld, sebuah dunia metaverse interaktif yang berkelanjutan. Langkah ini sebagai upaya penting membangun dunia yang lebih baik.

    Kolaborasi ini menjadikan DBS sebagai perusahaan Singapura pertama yang menjalin kerja sama dengan The Sandbox dan bank pertama di Negeri Singa yang terjun ke dunia metaverse.

    Langkah tersebut juga menandai tonggak pencapaian baru dalam perjalanan DBS yang terus mengeksplorasi potensi peluang Web3 sebagai bentuk kontribusi bank dalam menciptakan dunia yang lebih baik bagi nasabah dan khalayak yang lebih luas.

    DBS Akuisisi Lahan Metaverse

    Sebagai wujud kerja sama, DBS akan mengakuisisi lahan berukuran 3×3 LAND – unit real estate virtual di metaverse The Sandbox, yang akan dikembangkan dengan elemen imersif.

    Bank DBS dan The Sandbox kolaborasi luncurkan metaverse interaktif. Foto: Getty Images.
    Bank DBS dan The Sandbox kolaborasi luncurkan metaverse interaktif. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Disney Metaverse akan Hadir Bawa Konsep Taman Hiburan Virtual

    “Selama satu dekade terakhir, perubahan terbesar di industri jasa keuangan dikatalisasi oleh kemajuan digital. Dalam beberapa dekade mendatang, didorong oleh teknologi baru seperti artificial intelligence dan blockchain, perubahan tersebut berpotensi menjadi lebih besar,” kata CEO DBS, Piyush Gupta dalam keterangan resminya.

    “Teknologi metaverse, yang masih berkembang, juga dapat secara mendasar mengubah cara bank berinteraksi dengan nasabah dan masyarakat.”

    Gupta menambahkan kemitraan dengan The Sandbox dan Animoca Brands menandai awal dari kolaborasi yang menarik dan melampaui batasan-batasan dari apa yang dapat dilakukan di dunia metaverse.

    The Sandbox Ciptakan SingaporeVerse

    Co-Founder and Executive Chairman of Animoca Brands, Yat Siu, mengatakan sangat senang dengan kolaborasi ini. “Kami sangat senang dapat bersama-sama menciptakan open metaverse bersama Bank DBS melalui kolaborasi ini bersama anak perusahaan kami, yaitu The Sandbox,” jelas Yat Siu.

    Sementara, COO and Co-Founder The Sandbox, Sebastian Borget, mengungkap pihaknya telah menciptakan SingaporeVerse, sebuah lingkungan di peta virtual yang akan menghidupkan budaya Singapura ke dalam dunia metaverse secara atraktif, netral, dan inklusif yang terbuka bagi semua orang.

    The Sandbox luncurkan Alpha Season 3. Foto: The Sandbox.
    The Sandbox luncurkan Alpha Season 3. Foto: The Sandbox.

    Baca juga: Starbucks NFT Segera Hadir Bisa Kasih Reward Menarik, Apa Itu?

    “Permasalahan ESG merupakan isu yang kami anggap penting, dan kami mengharapkan adanya kolaborasi untuk sebuah pengalaman yang mengundang seluruh audiens dalam membuat dampak global yang positif, dan mungkin untuk menemukan peluang lain yang dapat mengubah hidup mereka melalui metaverse,” terang Borget.

    DBS bertujuan agar DBS BetterWorld menjadi platform untuk menambah keterlibatan para nasabah dalam mencapai tujuan keberlanjutan dengan menyediakan jalan bagi para pengunjung ke The Sandbox untuk mempelajari lebih lanjut tentang isu-isu ESG.

    DBS akan menggunakan platform tersebut untuk membuat profil wirausaha sosial di Asia yang memberikan dampak positif melalui model bisnis yang inovatif. Selain itu, DBS akan bekerja sama dengan pemerintah, komunitas, pelaku bisnis, dan pemain di sektor teknologi untuk mengembangkan konsep yang bermanfaat guna memperkaya pengalaman dari DBS BetterWorld.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Data Inflasi AS Guncang Pasar, Bitcoin dan Ethereum Jatuh

    Market aset kripto harus terima kenyataan bahwa data inflasi AS berhasil membuat guncangan besar. Sejumlah kripto big cap, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana jatuh nilainya dan terjebak zona merah dalm 24 jam terakhir.

    Melansir CoinMarketCap pada Rabu (14/9) pukul 07.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami penurunan hingga 9,62% bertengger di US$ 20.185 dalam sehari terakhir. Ethereum (ETH) juga bernasib sama anjlok 7,81% dan berada di posisi US$ 1.576 di waktu yang sama. Altcoin lainnya pun juga tiarap, seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE).

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan semua kelas aset kripto dan saham menyusut pasca laporan inflasi AS bulan Agustus yang menunjukkan peningkatan lebih dari yang diantisipasi. Data indeks harga konsumen (CPI) Agustus menunjukkan kenaikan harga 8,3% yang tak terduga tinggi dibandingkan ekspektasi untuk kenaikan 8,1%.

    “Hal tersebut bisa menandakan bahwa The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi 0,75% minggu depan. Bitcoin langsung turun menjauh dari level harga US$ 21.000. Dan Ethereum juga tidak bisa menahan penurunan juga, padahal The Merge semakin dekat, tetapi tak bisa memompa harga lebih jauh. Jadi dalam jangka pendek, kripto akan rentan terhadap tekanan jual lebih lanjut,” kata Afid.

    Ilustrasi bear market.
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

    Angka inflasi AS akan mendapatkan sebagian besar perhatian di seluruh pasar. Angka inflasi yang lebih besar dari perkiraan dapat dipastikan akan membuat kenaikan suku bunga agresif selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya.

    Kapitalisasi pasar atau market cap kripto pun turun di bawah US$ 1 triliun setelah data inflasi AS yang mengecewakan. Padahal, menurut pelacak indeks kripto, Nomics, volume perdagangan krippto di semua bursa telah meningkat 62% menjadi US$ 739 miliar selama seminggu terakhir.

    Aktivitas perdagangan kripto dalam dolar AS juga meningkat 20% menjadi US$ 134 miliar selama 24 jam sebelumnya. Peningkatan aktivitas sebagian disebabkan oleh para investor yang bersiap untuk peningkatan The Merge Ethereum akhir pekan ini.

    bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

    Baca juga: The Merge Ethereum Penting untuk Semua Orang di Kripto

    Namun, data inflasi AS Agustus yang tinggi membuat semua berubah. Dalam empat jam terakhir, lebih dari US$ 329 juta posisi price in investor pada Bitcoin di pasar derivatif telah dilikuidasi dengan sekitar 75% dari itu berasal dari posisi BTC long versus short, menurut Coinglass.

    Saham perusahaan yang memegang bitcoin di neraca mereka seperti Marathon Digital (MARA), Coinbase Global (COIN), Block (SQ) dan MicroStrategy (MSTR) telah jatuh dan semuanya menunjukkan kerugian antara 7% dan 12% pada penutupan perdagangan hari Selasa (13/9) lalu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wamendag: Indonesia Bakal Punya Bursa Kripto Pertama di Dunia

    Bursa kripto atau Bursa Berjangka semakin dekat bakal hadir di Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, bahkan menyatakan bursa kripto tersebut juga akan menjadi yang pertama di dunia.

    Jerry menyatakan Indonesia akan memiliki bursa kripto yang ditargetkan bisa rampung dan terbentuk pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah Indonesia menyikapi perkembangan perdagangan aset kripto yang tumbuh secara eksponensial.

    “Keberadaan bursa ini sangat penting karena ada banyak hal yang bisa diantisipasi, misalnya pencucian uang, pendanaan yang tidak baik seperti untuk narkoba dan terorisme, dan perdagangan akan semakin tertib,” kata Jerry dikutip Antara, Rabu (14/9).

    Bursa Kripto Pertama di Dunia

    Wamendag menyebutkan jika bursa kripto di Indonesia tersebut bisa diwujudkan, maka akan menjadi bursa kripto pertama di dunia.

    “Beberapa negara pun berminat membentuk bursa yang sama seperti Korea Selatan karena mereka juga melihat potensi, kesempatan dan peluang yang bisa dilakukan dengan keberadaan bursa tersebut,” katanya.

    Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.
    Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.

    Baca juga: Ketua MPR RI: Aspek Legalitas Kripto Penting untuk Pertumbuhan

    Tujuan utama dari pembentukan bursa sendiri salah satunya adalah memberikan perlindungan kepada konsumen. Selain itu juga untuk mengantisipasi berbagai tindakan perdagangan atau pendanaan yang berimplikasi negatif.

    “Yang paling prioritas adalah perlindungan kepada konsumen. Bursa adalah instrumen untuk memberikan proteksi kepada konsumen,” ujar Jerry.

    Dibentuk Hati-hati

    Proses pembentukan bursa kripto, menurut Jerry, akan dilakukan secara hati-hati, tidak terburu-buru, dan memastikan seluruh tahapan dilalui dengan baik.

    “Ada banyak persyaratan, prosedur, dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk membentuk bursa kripto. Pemerintah memastikan seluruh tahapan itu dijalankan dengan baik sehingga nantinya bursa pun berjalan dengan baik sesuai tujuan yang diharapkan,” jelasnya.

    Jerry kembali menegaskan bahwa di Indonesia, kripto bukan alat pembayaran tetapi masuk dalam kategori komoditas sehingga kewenangannya berada di bawah Kementerian Perdagangan. Berdasarkan data Bappebti, saat ini terdapat 383 jenis aset kripto yang diperdagangkan dengan 10 jenis aset di antaranya merupakan project aset kripto lokal dari Indonesia.

    “Meskipun jumlahnya masih sedikit, tetapi ini berpotensi untuk terus berkembang dan bisa mendukung neraca perdagangan Indonesia dari produk digital,” katanya.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Kemendag: Aset Kripto Bagian dari Ekonomi Digital

    Produk Digital Indonesia

    Jumlah investor kripto terdaftar hingga Juli 2022 mencapai 15,6 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebanyak 690.000 pelanggan per bulan. Jumlah tersebut meningkat pesat dibanding 2020 yang berkisar dua juta investor.

    Indonesia hingga saat ini masih mengandalkan lima produk utama untuk neraca perdagangan yaitu dari CPO, batu bara, nikel, elektronik, dan kayu serta turunannya.

    Sepanjang 2021, neraca perdagangan Indonesia mencapai 35,4 miliar dolar AS atau tertinggi sejak 2011, dan hingga pertengahan 2022 sudah mencapai 24,89 miliar dolar AS. Jumlah tersebut diperkirakan tumbuh baik hingga akhir tahun sehingga nilainya bisa melebihi tahun sebelumnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Disney Metaverse akan Hadir Bawa Konsep Taman Hiburan Virtual

    Disney sedang merencanakan metaverse yang akan membuat orang mengunjungi tempat paling ajaib di Bumi tanpa pernah menginjakkan kaki di taman hiburan. Konsep metaverse yang nanti bakal ditampilkan merupakan dari theme park, Disneyland Resort.

    CEO Walt Disney, Bob Chapek, mengatakan metaverse yang sedang dikembangkan oleh perusahaannya akan ada di platform streaming, Disney+, dan memungkinkan 90 persen orang yang tidak akan pernah bisa pergi ke Disneyland bisa mengalaminya dalam realitas virtual.

    “Kami menyebutnya next-gen storytelling,” Chapek dikutip DailyMail.

    CEO Walt Disney, Bob Chapek. Foto: Chris Pizzello/Invision.
    CEO Walt Disney, Bob Chapek. Foto: Chris Pizzello/Invision.

    Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

    Konsep Menarik Disney Metaverse

    Chapek mencirikan metaverse Disney sebagai cara untuk mengalami taman hiburan bagi banyak orang yang tidak dapat benar-benar melakukan perjalanan secara langsung.

    “Kami berharap setiap orang memiliki kesempatan untuk datang ke taman kami, tetapi kami menyadari itu bukan kenyataan bagi sebagian orang,” katanya kepada Deadline.

    “kami memiliki kesempatan untuk mengubah apa yang merupakan platform layanan streaming menjadi metaverse. Platform mereka kemampuan untuk mengendarai Haunted Mansion dari sudut pandang virtual.”

    Hadirkan Pengalaman Eksklusif

    Chapek juga mengatakan pengguna metaverse akan memiliki pengalaman di luar apa yang dimiliki pengunjung Disneyland biasa, dan dapat keluar dari wahana untuk menjelajahi set dan berinteraksi dengan karakter.

    Disney Metaverse akan hadir bawa konsep taman hiburan virtual. Foto: Walt Disney.
    Disney Metaverse akan hadir bawa konsep taman hiburan virtual. Foto: Walt Disney.

    Baca juga: Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

    “Mungkin kita akan memberi mereka kesempatan apa yang ingin dilakukan setiap orang di taman, dan sayangnya terlalu banyak dari mereka melakukannya, hanya untuk melepaskan ketertarikan. Lihat cara kerjanya, lihat bagaimana penari hantu itu bergerak,” katanya.

    Rencana Disney membuat konsep metaverse dari Disneyland juga disambut kritikan. Banyak yang menanggapi dengan menyebut langkah itu tidak berhubungan dengan basis penggemar Disney, dan berpendapat bahwa jika Disneyland berhenti menaikkan harga, lebih banyak orang akan dapat berkunjung.

    Harga tiket masuk Disneyland telah meroket sejak Chapek sepenuhnya diberikan kekuasaan pada tahun 2022. Di taman California, harga tiket melonjak 6 persen menjadi US$ 164 untuk satu taman, sementara harga masuk ke lebih dari satu taman selama satu hari naik 9 persen menjadi US$ 319.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

    Terra Luna Classic sempat kembali mencuri perhatian karena termasuk ke dalam salah satu altcoin yang menguntungkan dalam beberapa hari terakhir. Namun, ternyata memasuki pekan ketiga September, LUNA dan LUNA Classic kembali anjlok.

    Dikutip Decrypt, Terra telah kehilangan tenaga setelah lonjakan mendadak minggu lalu, tetapi harga LUNA dan LUNA Classic masih tergolong lebih baik, tidak terpuruk jauh. Terra LUNA turun akhir minggu lalu, karena versi token kripto yang di-reboot melonjak 247% pada awal hari Jumat (9/9).

    Sebenarnya, token LUNA masih mengambil nilai besar selama seminggu terakhir, meski pendakian telah berhenti. Sekarang nilainya turun lebih dari sepertiga dari puncaknya baru-baru ini.

    Dengan harga saat ini US$ 4,17 per koin, LUNA telah turun total 38% dari puncak Jumatnya sebesar US$ 6,72, per data dari CoinGecko.

    Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.
    Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.

    Baca juga: Disney Metaverse akan Hadir Bawa Konsep Taman Hiburan Virtual

    Harga Tertinggi LUNA Sejak Krisis

    Nilai tersebut adalah harga tertinggi yang berhasil dicapai untuk LUNA sejak 1 Juni lalu, tak lama setelah koin generasi kedua diluncurkan dan didistribusikan ke pemegang aset kripto LUNA sebelumnya, yang sejak itu berganti nama menjadi LUNA Classic (LUNC).

    Meskipun itu adalah penurunan yang cukup besar, LUNA masih mempertahankan sedikit kenaikannya baru-baru ini. Itu masih naik 133% selama tujuh hari terakhir, lebih dari dua kali lipat dalam beberapa hari terakhir setelah menghabiskan berbulan-bulan melayang di sekitar US$ 2.

    Altcoin Ekosistem Terra Turun

    Menariknya, koin-koin lain di ekosistem Terra telah memetakan kemunculan dan penurunan serupa dalam beberapa hari terakhir. LUNC, misalnya, telah turun 43% sejak puncak akhir pekan lalu, dan turun 17% selama 24 jam terakhir dengan harga saat ini US$ 0,0003. Meski begitu, LUNA Classic tetap naik 33% dalam seminggu dan 242% selama 30 hari terakhir.

    Ilustrasi aset kripto Terra Classic (LUNC).
    Ilustrasi aset kripto Terra Classic (LUNC).

    Baca juga: Raja Charles III Soal Blockchain: Perkembangan yang Menarik

    Sementara itu, TerraClassicUSD (USTC) —sebelumnya stablecoin yang dipatok dolar bernama UST— turun 10% hari ini dengan harga US$ 0,047, tetapi masih naik hampir 54% selama seminggu terakhir dan 61% selama 30 hari terakhir.

    Kenaikan LUNC dalam beberapa minggu terakhir lebih bertahap daripada LUNA, dan telah terjadi di tengah inisiatif yang dipimpin oleh komunitas untuk membangun kembali ekosistem yang hancur.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Starbucks NFT Segera Hadir Bisa Kasih Reward Menarik, Apa Itu?

    Perusahaan jaringan dan penyedia kopi, Starbucks akan meluncurkan platform NFT menggunakan Polygon, jaringan penskalaan Ethereum. Program yang dinamakan Starbucks Odyssey akan memberikan koleksi NFT kepada pelanggan dan karyawan, tetapi juga menjual item edisi terbatas.

    Dikutip Decrypt, Starbucks telah mengumumkan berencana untuk menawarkan reward atau hadiah NFT kepada pelanggannya melalui Polygon, jaringan blockchain penskalaan Ethereum. NFT akan membuka akses ke hal-hal, seperti produk kopi, makanan dan event khusus.

    Program NFT ini yang akan diluncurkan akhir tahun ini, akan memungkinkan pelanggan dan karyawan di Amerika Serikat mendapatkan stempel digital berupa NFT sebagai hadiah, serta membeli dan memperdagangkannya untuk edisi terbatas.

    Starbucks akan meluncurkan platform NFT menggunakan Polygon, jaringan penskalaan Ethereum. Foto: Getty Images.
    Starbucks akan meluncurkan platform NFT menggunakan Polygon, jaringan penskalaan Ethereum. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Alasan Terra Luna Classic Ungguli Bitcoin Selama 30 Hari Terakhir

    Utilitas Starbucks NFT

    Setiap stempel akan dicetak sebagai NFT, atau token blockchain yang mewakili kepemilikan untuk hal-hal seperti koleksi digital dan karya seni. Inisiatif ini disebut sebagai perpanjangan dari program Starbucks Rewards yang ada, dan akan memungkinkan pelanggan mendapatkan NFT dengan menyelesaikan tantangan dan bermain game interaktif melalui aplikasi.

    Sementara itu, item NFT edisi terbatas akan dijual oleh perusahaan dan dapat dibeli dengan kartu kredit untuk mengeklaim program loyalitas yang menarik. Aplikasi web Starbucks Odyssey kemudian akan menampilkan second market untuk memungkinkan pemilik NFT membeli dan menjualnya sesuka mereka.

    Akan ada insentif bagi pengguna untuk mengumpulkan prangko NFT ini, karena akan meningkatkan level loyalitas di aplikasi Odyssey dan menghasilkan hadiah eksklusif, seperti merchandise, akses ke event khusus, atau perjalanan ke Starbucks’ Costa Rican coffee farm. Sebagian dari hasil penjualan NFT akan mendukung program khusus yang tidak diungkapkan perusahaan.

    Starbucks akan meluncurkan platform NFT menggunakan Polygon, jaringan penskalaan Ethereum. Foto: Getty Images.
    Starbucks akan meluncurkan platform NFT menggunakan Polygon, jaringan penskalaan Ethereum. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bill Murray Kehilangan Kripto Rp 2,7 M Buat Amal dari Hasil Lelang NFT

    Starbucks telah menggoda inisiatif Web3 selama berbulan-bulan, bahkan menuai kritik dari karyawan yang mencatat dampak lingkungan dari beberapa platform NFT. Sebagai jaringan Proof-of-Stake yang tidak menggunakan penambangan kripto, Polygon menggunakan energi yang jauh lebih sedikit daripada Ethereum.

    Jaringan Ethereum, bagaimanapun, itu sendiri diatur untuk menjalani peningkatan ramah lingkungan yang disebut The Merge, yang akan mentransisikan jaringan utama Proof-of-Work ke Proof-of-Stake.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Raja Charles III Soal Blockchain: Perkembangan yang Menarik

    Setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9), putra pertamanya menduduki tampuk tertinggi Britania Raya dengan gelar Raja Charles III. Raja baru itu sempat memberikan pandangannya terkait teknologi blockchain yang menjadi backbone dari aset kripto.

    Dikutip Cyptonomist, Raja Charles III dapat mengantarkan perkembangan baru di dunia blockchain. Meskipun dia sepertinya tidak pernah berbicara tentang masalah ini selama pidato resmi, Pangeran Wales saat itu pada tahun 2019 secara terbuka menyebut blockchain sebagai sesuatu hal yang menarik.

    Pada saat itu, Raja Charles III berada di Berlin dan bertemu dengan sekelompok kecil orang di jalan. Salah satu yang hadir menanyakan pendapatnya tentang Bitcoin, dan kemudian apa pendapatnya tentang blockchain.

    Untuk kata Bitcoin, sang raja tidak bereaksi, mungkin menunjukkan bahwa dia tidak akrab dengan aset kripto, tetapi untuk kata blockchain dia bereaksi dengan menyatakan bahwa dia pikir itu adalah perkembangan yang menarik.

    “Perkembangan yang menarik.”

    Raja Charles III

    Permaisuri Camilla dan Raja Charles III dalam pertemuan Dewan Aksesi untuk menyatakan Charles sebagai Raja baru di dalam St James Palace di London, Inggris, Sabtu (10/9/2022). Foto: AFP/Pool/Jonathan Brady.
    Permaisuri Camilla dan Raja Charles III dalam pertemuan Dewan Aksesi untuk menyatakan Charles sebagai Raja baru di dalam St James Palace di London, Inggris, Sabtu (10/9/2022). Foto: AFP/Pool/Jonathan Brady.

    Baca juga: Ketua MPR RI: Aspek Legalitas Kripto Penting untuk Pertumbuhan

    Minat Terhadap Blockchain

    Tidak diketahui persis apa yang dia pikirkannya sekarang setelah dia menjadi Raja, tetapi Charles selalu menunjukkan minat pada hal-hal baru, terutama dalam solusi alternatif untuk yang utama.

    Misalnya, dia selalu menjadi pendukung pengobatan alternatif, dengan mengorbankan posisinya yang dianggap kontroversial. Akan tetapi, harus dikatakan bahwa selama beberapa dekade ia tampaknya telah mengurangi posisinya yang dianggap lebih ekstrem.

    Mengingat bahwa Raja di Inggris tidak memerintah, dan oleh karena itu dapat mempengaruhi kebijakan negara hanya secara sangat kecil, ia mungkin terus mengembangkan ide-ide alternatif secara pribadi, tanpa mempengaruhi kebijakan arus utama dengan cara apa pun.

    Mengingat hal ini, sulit untuk membayangkan dia mengekspos dirinya lagi pada isu-isu yang masih dianggap topik hangat seperti aset kripto, sementara kemungkinan besar pernyataannya akan menjadi semakin institusional dan pro-pemerintah.

    Ilustrasi aset kripto di Britania Raya. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto di Britania Raya. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Tokocrypto Tingkatkan Keamanan Data Pengguna Melalui Edukasi dan Inovasi Teknologi

    Kripto dan Blockchain di Inggris

    Untuk saat ini, strategi kebijakan Inggris mengenai aset kripto dan blockchain terbuka tetapi tidak terlalu permisif. Artinya, negara tersebut ingin memainkan peran utama di Eropa dalam industri kripto, terutama dengan memanfaatkan dominasi bursa sahamnya di benua itu atas negara lain.

    Jadi tentu saja tertarik pada pasar kripto, tetapi di sisi lain, otoritas Inggris telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran tentang risiko yang ditimbulkan dengan membuka pasar ini terlalu banyak kepada investor dan spekulan ritel amatir yang berisiko kehilangan uang karena ketidakmampuan belaka.

    Ada suatu waktu, sampai beberapa tahun yang lalu, ketika London menjadi salah satu ibu kota kripto Eropa, tetapi seiring waktu Swiss mengambil banyak daya tarik dari Inggris justru karena sedikit lebih permisif dan kurang fokus untuk melindungi investor.

    Selain itu, crypto hub lainnya bermunculan di seluruh dunia, termasuk Dubai, sehingga peran London di sektor kripto selama beberapa tahun terakhir agak berkurang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Merge Ethereum Penting untuk Semua Orang di Kripto

    Semua mata di ruang kripto kini tertuju pada The Merge Ethereum. Peristiwa ini penting bagi Bitcoiner dan semua orang. Lalu, seberapa penting Ethereum Merge ini?

    Setelah bertahun-tahun tertunda, The Merge Ethereum sudah di depan mata. Peristiwa yang sebelumnya dikenal sebagai Ethereum 2.0 ini bisa terjadi, ketika mainnet Ethereum Proof-of-Work akan bergabung (merge) dengan Beacon Chain Proof-of-Stake yang kemungkinan bisa terjadi segera pada 15 September mendatang.

    Apa Itu The Merge Ethereum?

    Secara singkat, The Merge adalah langkah serius untuk mengatasi masalah skalabilitas, efisiensi, dan kecepatan transaksi. Dalam metode Proof-of-Stake, pihak yang berperan sebagai validator transaksi nantinya hanya perlu mengunci (stake) sejumlah token ETH untuk berkontribusi.

    Ini jauh lebih efisien ketimbang harus menjalankan komputer dengan kartu grafis yang boros energi selama 24 jam nonstop untuk melakukan mining.

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Google Buat Hitung Mundur The Merge Ethereum, Ada Easter Egg

    Untuk memulai proses ini, Ethereum akan mengintegrasikan dua rantai blockchain independen yang ada di ekosistem miliknya: lapisan eksekusi yang masih PoW dan lapisan konsensus (Beacon Chain) yang sudah PoS. Maka, disebut merge (penggabungan) dua lapisan rantai dan sepenuhnya PoS.

    Apa Itu Beacon Chain Ethereum?

    Beacon Chain adalah jaringan independen yang memungkinkan chain PoS untuk bekerja secara bersamaan dengan chain PoW tanpa memengaruhi yang lain. Beacon Chain sudah berjalan sejak Desember 2020.

    The Merge sendiri secara khusus akan mengacu pada saat Beacon Chain PoS beroperasi sepenuhnya menggantikan chain PoW sebagai mekanisme utama untuk konsensus dan validator.

    Jika ingin dianalogikan bebas Ethereum Foundation sendiri menyebut peristiwa ini seperti:

    “Bayangkan Ethereum adalah pesawat ruang angkasa yang tidak cukup siap untuk perjalanan antarbintang. Dengan Beacon Chain, komunitas memiliki membangun mesin baru dan lambung pesawat yang diperkeras. Setelah pengujian yang signifikan, sudah hampir waktunya untuk mengganti mesin baru dengan mesin lama di pertengahan penerbangan.”

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

    Lebih Hemat Energi

    The Merge akan membuat blockchain Ethereum sekitar 99% lebih hemat energi, dan akan mengatur panggung untuk peningkatan di masa mendatang yang membuatnya lebih cepat dan lebih terukur.

    Secara teori, itu seharusnya luar biasa untuk Ethereum (baik jaringan maupun asetnya). Apakah harga ETH benar-benar meningkat setelah The Merge, atau tidak sesuatu hal yang sulit diprediksi.

    Tetapi bagian yang paling menarik dari semua ini bagi saya adalah bagaimana hal itu akan mempengaruhi semua aset kripto dan blockchain lainnya. Seperti, tingkat hash jaringan Ethereum langsung turun ke nol, karena penambangan bukti kerja di Ethereum akan berakhir.

    Itu mungkin memberi lebih banyak tekanan publik pada penggunaan energi Bitcoin yang besar, sesuatu yang diakui oleh para Bitcoiner, seperti Dan Held. Ini juga akan meninggalkan Bitcoin (tanpa Ethereum sebagai sesama pelaku) dalam pandangan regulator yang menargetkan blockchain Proof-of-Work yang intensif energi.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: Jelang The Merge, Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Beli Ethereum

    Ada implikasi potensial untuk altcoin lain, terutama yang disebut ‘pembunuh Ethereum’ seperti Solana, Cardano, Avalanche, dan Polkadot.

    Mungkin banyak yang berharap bahwa The Merge Ethereum yang sukses akan bermanfaat bagi aset kripto Proof-of-Stake lainnya. Dan sejauh ini terbukti, banyak dari mereka mendapat peningkatan harga yang sehat dalam seminggu terakhir, mungkin sebagian berkat buzz The Merge.

    Tetapi kebalikannya, juga mungkin terjadi: Banyak dari penantang Ethereum ini mengajukan diri mereka sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada Ethereum. Setelah Ethereum menjalankan bukti kepemilikan, mereka kehilangan bagian dari proposisi nilainya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua MPR RI: Aspek Legalitas Kripto Penting untuk Pertumbuhan

    Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia, saat ini tidak bisa lepas dari aspek legalitas. Kripto sendiri di Indonesia dinyatakan sebagai komoditi dan telah diatur dalam pengawasan Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

    Ketua MPR RI sekaligus Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, mengatakan aspek legalitas ini menjadi faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan pasar kripto di Indonesia menjadi semakin meningkat.

    “Fenomena tersebut menggambarkan bahwa aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi untuk terus berkembang. Dengan jumlah penduduk sekitar 275 juta jiwa, serta didukung berbagai kebijakan pemerintah, antara lain pembuatan regulasi terkait transaksi aset kripto, misalnya terkait pajak, pencegahan/penindakan aksi pencucian uang, pengaturan ekosistem perdagangan kripto, dinilai mulai memberi rasa aman bagi konsumen,” kata Bamsoet dikutip dari keterangan resminya.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

    Kuatkan Ekosistem Industri Kripto

    Bamsoet saat menjadi Keynote Speaker T-20 Indonesia Summit 2022 di Bali, Selasa (6/9), menjelaskan butuhkan komitmen dari segenap pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan, untuk duduk bersama dan merumuskan kerangka kebijakan yang komprehensif dan implementatif.

    Mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini, juga menekankan bahwa fenomena kripto sebagai instrumen investasi serta alat transaksi di beberapa negara seperti El Salvador, Honduras, dan Guatemala, telah menghadirkan paradigma baru pada sektor keuangan.

    “Antisipasi juga harus dilakukan agar perkembangan aset kripto bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kemakmuran warga dunia, bukan justru menjadi lahan pencucian uang atas transaksi narkoba, terorisme, maupun korupsi,” terangnya.

    Transaksi Kripto Turun

    Bamsoet mengungkap dari aspek nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia memang ada kecenderungan penurunan, khususnya sejak awal tahun 2022.

    Ilustrasi investasi aset kripto
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Kemendag: Aset Kripto Bagian dari Ekonomi Digital

    Nilai transaksi kripto Januari tercatat Rp 42,14 triliun, turun Rp 14,77 triliun dari periode Desember 2021. Bahkan pada Juni 2022, nilai transaksi kripto tercatat hanya Rp 20 triliun, turun 65,5 persen dibanding periode Juni 2021 sebesar Rp 58,06 triliun.

    “Penyusutan tersebut antara lain disebabkan anjloknya nilai aset kripto dalam beberapa waktu terakhir yang juga dialami pasar kripto global yang saat ini masih mengalami tekanan. Saat ini kapitalisasi pasar aset kripto global turun di bawah 1 triliun dolar AS, terendah sejak Februari 2021,” tutur Bamsoet.

    “Faktor lain yang juga memiliki andil, misalnya pengetatan kebijakan The Fed menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi, kebimbangan investor menentukan posisi masuk atau keluar, atau faktor pelemahan pasar saham AS.”



    Sumber : news.tokocrypto.com