Author: 20

  • League of Kingdoms Bakal Rilis Update Drago, Lebih Untungkan Pemain?

    Game NFT yang tengah populer, League of Kingdoms bakal merilis update atau pembaruan dengan nama Drago. Pengembang game League of Kingsdoms, NPLUS Entertainment, telah memberikan pratinjau atau preview pembaruan DRAGO yang akan datang.

    Dikutip Playtoearn, meskipun tidak ada tanggal rilis untuk pembaruan Drago nanti, pratinjau menampilkan sejumlah informasi yang bervariasi tentang pembaruan yang akan segera meluncur. Namun, perlu diingat semua informasi ini masih dapat berubah sebelum pembaruan benar-benar dirilis.

    Dalam game bergenre MMORTS (Massively multiplayer online real-time strategy) yang berjalan di sistem blockchain, nantinya pemain dapat memiliki naga yang disebut Dragos dalam bentuk NFT, yang akan digunakan dengan berbagai cara, termasuk membiakkan, menyewa, menambang permata bernama Dragon Soul Amber (DSA) dan banyak lagi.

    League of Kingdoms bakal rilis update Drago bisa kasih NFT bentuk naga. Foto: League of Kingdoms.
    League of Kingdoms bakal rilis update Drago bisa kasih NFT bentuk naga. Foto: League of Kingdoms.

    Baca juga: League of Kingdoms, Game NFT yang Bisa Bikin Cuan, Lihat Cara Mainnya di Sini

    Bakal Muncul Token DST

    DSA akan memungkinkan untuk dikonversi menjadi token $DST di dalam platform game, dengan 100 DSA sama dengan 1 $DST. Permata ini akan ditemukan di area tambang DSA khusus, yang dapat dikunjungi Dragos saat dilindungi oleh pasukan.

    Hanya tanah yang benar-benar memiliki pemilik yang akan memiliki ranjau jebak DSA yang muncul di sana, dengan jumlah ranjau yang muncul berdasarkan jumlah Dragos yang ada di benua itu, sementara jumlah ranjau yang tersedia akan berubah dari waktu ke waktu. Jika DSA penambangan Drago diserang dan dibunuh, semua DSA yang ditambang hingga saat itu masih akan diberikan.

    Setiap pemain akan memiliki Drago Action Points (AP). Setiap kali Drago masuk ke DSA tambang, 1 AP akan dikonsumsi. Jumlah Drago AP yang didapat pemain setiap hari akan tergantung pada jumlah Drago NFT yang ada di Drago Lair, dengan Drago yang tidak memiliki bagian legendaris memberikan 1 AP, sedangkan Dragos dengan setidaknya satu bagian legendaris memberikan 2 Drago AP.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Buat Hitung Mundur The Merge Ethereum, Ada Easter Egg

    Pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge tampaknya menjadi perhatian banyak orang. Google pun juga ikut meramaikan proses bersejarah itu dengan meluncurkan fitur count down atau hitung mundur ditampilan website-nya.

    The Merge Ethereum yang digadang-gadang akan meluncur pada 15 September mendatang akan menjadi momen bersejarah di mana, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikan harga ETH dan altcoin lainnya.

    Sebuah “doodle” dari Google muncul untuk melakukan proses hitung mundur untuk The Merge Ethereum, sebuah tanda pengakuan dari situs web paling populer di dunia.

    Google Ikut Ramaikan The Merge Ethereum

    Untuk menampilkan doodle count down The Merge, kamu harus Mengetik “ethereum merge” di kolom mesin pencari Google. Nantinya akan menghasilkan jam hitung mundur, tingkat kesulitan (berapa kali penambang harus menghitung hash untuk mencatat blok transaksi), tingkat hash (total gabungan daya komputasi yang digunakan di seluruh jaringan), dan kartun dua beruang bahagia yang saling mendekat dengan tangan terentang.

    Google buat hitung mundur The Merge Ethereum. Foto: Google.
    Google buat hitung mundur The Merge Ethereum. Foto: Google.

    Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

    Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kedua beruang akan segera bergabung untuk menciptakan satu panda, yang telah menjadi maskot de facto untuk transisi Ethereum. Kehadiran doodle menunjukkan tingkat antisipasi untuk The Merge yang dirasakan bahkan oleh raksasa terbesar di bidang teknologi.

    Salah satu orang pertama yang menggembar-gemborkan doodle di Twitter adalah seorang insinyur yang bekerja di tim Web3 Google.

    “Tim pencari menjalankannya dan mewujudkannya dengan sangat cepat,” Sam Padilla, Web3 Customer Engineer di Google mengatakan kepada Decrypt melalui Twitter DM.

    “Lebih banyak pengakuan harus diberikan kepada tim yang membuat ini terjadi.”

    Ide Pembuatan Ester egg Ethereum Merge

    Padilla mengatakan ide itu muncul dalam beberapa minggu terakhir di antara karyawan di Google yang ingin membuat “telur paskah yang keren” untuk transisi Ethereum yang tertunda dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake. Ide itu muncul dalam obrolan komunitas Web3 internal perusahaan.

    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.
    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

    Dalam membalas pengguna di Twitter, Padilla mengatakan data ditarik secara real-time langsung dari jaringan Ethereum menggunakan beberapa node yang di-hosting oleh Google.

    Perusahaan semakin terlibat dalam Web3, menawarkan layanan infrastruktur blockchain yang menggunakan Google Cloud. Pada halaman yang dikhususkan untuk produk Web3-nya, perusahaan mencantumkan Nansen, Dapper Labs, dan Solana sebagai beberapa mitra bisnisnya. Google mengumumkan telah membentuk tim Web3 pada bulan Mei lalu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kemendag: Aset Kripto Bagian dari Ekonomi Digital

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia saat ini cukup menjanjikan. Meski begitu, jika dibanding tahun lalu memang ada penurunan.

    Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, kembali menyampaikan perdagangan aset kripto merupakan bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang di Indonesia. Konsep kripto dan blockchain nantinya akan memberikan dampak positif, serta pengaruh luas dan intensif dalam berbagai sektor.

    “Aset kripto akan mengubah pola-pola pengaturan ekonomi perdagangan lama dari berbasis otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas. Maka dari itu, aset kripto harus teratur dan terlembaga, serta harus di bawah pengaturan negara,” kata Wamendag dalam keterangan resminya.

    Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.
    Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.

    Baca juga: Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

    Transaksi Perdagangan Aset Kripto

    Kemendag mencatat pertumbuhan nilai transaksi perdagangan maupun jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa. Pada 2021, keseluruhan nilai transaksi aset kripto telah menyentuh Rp859,4 triliun atau tumbuh sebesar 1,223 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Untuk periode Januari—Juli 2022, nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp232,45. Sementara, jumlah pelanggan terdaftar hingga Juli 2022 mencapai 15,6 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 693 ribu pelanggan per bulan.

    Jerry menjelaskan, meskipun harga aset kripto sedang mengalami penurunan, namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen ini. Fenomena penurunan harga ini juga merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari suatu mekanisme pasar pada industri aset kripto.

    Kuatkan Regulasi Aset Kripto

    Bappebti terus memperkuat regulasi dan mengatur industri aset kripto dalam sejumlah peraturan agar menciptakan ekosistem perdagangan fisik aset kripto yang transparan, efisien, dan efektif dalam suasana persaingan yang sehat.

    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Ketua MPR: Bursa Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

    Seperti diterbitkannya Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan ini merupakan pembaruan sekaligus mencabut Perba Nomor 7 Tahun 2020.

    Pada Perba Nomor 7 Tahun 2020, terdapat 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan. Kemudian, dengan diterbitkannya Perba Nomor 11 Tahun 2022, maka jumlah tersebut meningkat menjadi 383 jenis.

    “Perkembangan nilai transaksi maupun pelanggan aset kripto yang luar biasa ini perlu untuk terus dikawal bersama agar perdagangan fisik aset kripto di Indonesia tetap berada di koridor yang benar,” pungkas Wamendag.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Tingkatkan Keamanan Data Pengguna

    Maraknya kasus kebocoran data dan aksi peretasan tentu mengkhawatirkan masyarakat soal aspek keamanan mereka di dunia digital. Tokocrypto, sebagai pedagang aset kripto yang termasuk platform Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) selalu mengutamakan keamanan akun dan data pengguna. 

    VP of Technology Tokocrypto, Muhammad Wendy Taufik, mengatakan perusahaan telah melakukan banyak langkah dari segi pengembangan teknologi dan edukasi untuk melindungi data pengguna agar aman. Dia menyebutkan Tokocrypto memiliki tanggung jawab menjamin keamanan data pribadi pengguna serta karyawan untuk tetap terjaga kerahasiaannya.

    “Kita selalu punya mindset bahwa ini merupakan tanggung jawab yang penting. Soal keamanan kita tidak bisa mentolerir, selalu mengaplikasikan teknologi keamanan yang terkini dan melakukan edukasi kepada pengguna dan juga karyawan,” kata Wendy.

    Wendy menambahkan persoalan keamanan data pengguna menjadi perhatian serius perusahaan, lantaran bergerak di bisnis perdagangan aset kripto dan blockhain yang umumnya mengandalkan kepercayaan. Tokocrypto tidak ingin memiliki trust issue, sehingga mengakibatkan citra yang buruk kepada perusahaan.

    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

    Untuk menjaga kerahasiaan data, Tokocrypto menunjukkan komitmennya berperan aktif menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna dengan mengantongi sertifikat ISO 27017. Ini merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi resiko terkait masalah keamanan. Sebelumnya, Tokocrypto juga telah berhasil meraih ISO 27001.

    “Standar ISO 27001 menetapkan persyaratan untuk manajemen keamanan informasi yang efektif melalui Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau Information Security Management System (ISMS) dan memberikan dasar untuk program keamanan yang efektif,” jelasnya.

    Investasi Perangkat dan SDM

    Di samping itu, Tokocrypto senantiasa melakukan investasi untuk peningkatan keamanan, baik dari sisi perangkat hingga sumber daya manusia (SDM) yang mendukung pengembangan dari sisi proteksi.

    Tokocrypto terus melakukan pembaruan terhadap perangkat yang digunakan untuk keamanan data pengguna. Pembaruan atau update diperlukan agar sistem yang dipakai perusahaan tidak mudah alami gangguan peretasan.

    Tak hanya itu, Tokocrypto memiliki tim internal dengan banyak anggota yang menempati berbagai fungsi. Mulai dari tim khusus yang akan menangani masalah security data protection, fraud hingga risk mitigation.

    “Kita terus melakukan inovasi. Sebagai startup blockchain, kita juga memanfaatkan keunggulan teknologi blockchain yang sulit diretas. Selain itu peningkatan keamanan juga dilakukan melalui edukasi untuk menciptakan awareness,” jelas Wendy.

    Ilustrasi Tokocrypto
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

    Edukasi Keamanan

    Tokocrypto juga melakukan edukasi awareness pentingnya menjaga keamanan akun digital. Saat ini, Tokocrypto mulai mewajibkan para penggunanya mengaktifkan 2FA (Two-Factor Authentication), sebuah fitur keamanan untuk melakukan verifikasi identitas. Kegunaan fitur keamanan 2FA ini agar akun, data, aset, serta history transaksi tidak mudah diketahui oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

    Pengguna Tokocrypto dapat mengaktifkan 2FA SMS dan Google Authenticator sebagai pelapis keamanan ganda. Selain itu, diimbau agar mengaktifkan keduanya, karena 2FA SMS saja tidak cukup untuk menghindari peretasan akun. Hacker masih bisa menebak kode OTP atau membajak kartu SIM untuk mendapatkan akses.

    Selain itu, Tokocrypto bekerja sama dengan mitra strategis dan menggandeng auditor untuk melakukan audit security secara berkala. Kemudian, berkoordinasi dengan regulator, baik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Harga Kripto Masih Kuat, Apa Penyebabnya?

    Market aset kripto pada Senin (12/9) pagi tampak masih bergerak optimis. Harga Bitcoin dan beberapa aset kripto utama lainnya terpantau naik tipis ke zona hijau.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 1,07% ke US$ 21.806 dalam sehari terakhir. BTC kembali berhasil berada di atas level psikologisnya. Sementara, Ethereum (ETH) tampaknya sedang alami sedikit koreksi turun 1,23% ke US$ 1.741 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kembalinya market kripto ke zona hijau pada awal pekan ini, mungkin disebabkan investor yang mulai optimis dengan market bisa membawa keuntungan dalam jangka pendek. Hal itu bisa dilihat dari indeks dolar AS (DXY) yang masih melemah Senin pagi ini berada di posisi 108,63 (-0,34%).

    Kemudian, kabar kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa sebesar 75 basis poin justru membuat investor semangat masuk pasar, karena keyakinan mereka inflasi bisa segera turun di Benua Biru itu.

    “Kabar dari industri, seperti FTX Ventures membeli 30% saham di SkyBridge Capital milik Anthony Scaramucci memberi secercah harapan baik di ekosistem kripto yang masih bergairah,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    Indeks Saham Dorong Market Kripto

    Afid juga menjelaskan indeks saham AS juga menyebabkan market kripto melaju optimis. Terpantau, nilai trio indeks saham Amerika Serikat (AS) berkinerja baik pada sesi perdagangan Jumat (9/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 1,2%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing 1,5% dan 2,1%.

    “Indeks saham AS perkasa berkat gerak lincah saham teknologi. Performa saham membuat kripto juga bergerak optimis dan seolah-olah mengabaikan rentetan komentar pejabat The Fed yang menekankan pentingnya kenaikan suku bunga acuan,” terangnya.

    Antisipasi Sentimen Market Kripto

    Ada pula sentimen yang bisa berdampak market pada pekan ini, menurut Afid adalah adanya antisipasi perilisan data inflasi AS Agustus pada Selasa (13/9) mendatang. Pasalnya, data itu akan memberikan sinyal terkait kebijakan moneter The Fed ke depan. “Dan biasanya data tersebut buat market gerak naik dan turun lebih cepat.”

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Selain itu, penantian pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge, yang digadang akan meluncur pada 15 September mendatang. Dalam pembaruan tersebut, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikan harga ETH dan altcoin lainnya.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari segi analisis teknikalnya, Bitcoin berhasil breakout resistance pada level US$ 20.701. Target naik selanjutnya berada pada level US$ 22.370, jika pergerakan harga BTC berhasil menjaga laju bullish dan didukung aksi beli yang tinggi. Level US$ 20.527 menjadi support terdekat untuk menjaga penurunan apabila harga terkoreksi.

    Sementara, Ethereum (ETH) sebagian besar lebih tinggi untuk memulai pekan, karena token melonjak melewati level resistensinya.

    “Mirip dengan Bitcoin, tampaknya ETH juga melaju bullish terus menargetkan US$ 1.800, namun untuk menangkap titik ini, kekuatan harga perlu mengatasi hambatan yang akan datang, seperti kegagalan The Merge dan dampaknya,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Awal yang Baik untuk Market Kripto Bangkit?

    Menjelang akhir pekan, market aset kripto terus mengalami kebangkitan. Perspektif September menjadi bulan yang tidak baik untuk aset kripto masih bisa diuji.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (2/9) pukul 13.00, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 6,54% dengan harga US$ 20.596 selama 24 jam terakhir, dan terus melonjak 2,48% dalam sepekan. 

    Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) mendekati peristiwa The Merge, masih bullish naik 4,24% di harga US$ 1.105 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan mentereng naik 7,53%. Token Polymath (POLY) nilainya meroket fantastis 98,29% dalam sehari terakhir. Tak ketinggalan, terdapat pula nilai Terra Classic (LUNC) yang tumbuh 20,79% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak reli market yang melaju pada Jumat (9/9) siang ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Investor berusaha untuk tidak mengkhawatirkan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengindikasikan kuat bakal menaikkan suku bunga acuannya.

    “Sejauh ini market kripto masih ketularan nasib baik dari gerak gesit pasar saham AS kemarin. Maklum saja, investor selalu menggunakan laju indeks saham AS sebagai cerminan selera risiko mereka. Di samping itu, komentar Jerome Powell tampak tak dihiraukan oleh investor,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    Investor Sempat Galau dengan The Fed

    Laju harga aset kripto sempat melambat setelah Powell lagi-lagi menunjukkan sikap untuk terus mengerek suku bunga acuan demi menekan inflasi AS. Selain Powell, Presiden Fed, Chicago Chris Evans, yang biasanya bersikap dovish pun mendukung kenaikan suku bunga acuan The Fed hingga 4% di akhir tahun nanti.

    Komentar tersebut sempat bikin investor galau dan menjauhi market kripto. Namun, kembali percaya diri setelah melihat kinerja saham AS yang berhasil masuk di zona hijau. 

    Di samping itu, dorongan semangat juga dirasa berasal dari masih melandainya nilai Dolar AS (DXY). Pelemahan nilai aset greenback ini akan membuat investor semangat untuk kembali melangkah ke pasar aset berisiko.

    Investor kembali menunjukkan antusiasmenya terhadap pembaruan jaringan Ethereum disebut The Merge, yang dijadwalkan meluncur pada 10-15 September 2022. Buktinya, pergerakan harga ETH terbilang tidak buruk-buruk amat sejak Kamis (8/9) lalu.

    Ilustrasi Ethereum 2.0.
    Ilustrasi Ethereum 2.0.

    Baca juga: Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

    Sentimen Negatif Masih Membayangi

    Semangat investor kripto mungkin bisa perlahan memudar yang disebabkan salah satunya oleh kebijakan Gedung Putih AS yang kemarin merilis laporan bahwa dampak lingkungan atas aktivitas penambangan aset digital, seperti Bitcoin, bakal menghambat upaya AS dalam perang melawan perubahan iklim.

    Kemudian, pada tanggal 13 September nanti, akan menjadi hari ketika data indeks harga konsumen AS dirilis dan membantu investor memahami apa yang terjadi dengan tingkat inflasi ke depan.

    “Dua kali pengumuman terakhir, data inflasi AS menyebabkan lonjakan besar dalam volatilitas di market kripto. Pertama kali angka yang dirilis jauh di atas ekspektasi, sementara data Juli membawa kejutan yang menyenangkan bagi investor dengan inflasi yang terkendali,” jelas Afid.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

    Pada 10 Agustus, data inflasi membuat market melihat lonjakan volume perdagangan dan volatilitas saat Bitcoin mencapai level tertinggi US$ 25.000. Namun terlepas dari euforia jangka pendek, market belum dapat memasuki mode pemulihan penuh dan kembali bearish tak lama setelah itu.

    Analisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin tampak perlahan naik mendekati day-20 exponential moving average (EMA) pada level US$ 20.987 sebagai resistance terdekat. Sementara, Ethereum sedang menuju target kenaikan terdekat di level US$ 1.722 dan pembatas yang harus dilewati. Kemampuan ETH untuk breakout pada resistance tersebut menjadi penting karena untuk menarik sentimen market.

    Target utama ETH masih berada di level US$ 2.030 yang dan selanjutnya diharapkan tembus level US$ 2.194, tentu saja jika pergerakan harga ETH mampu meneruskan laju bullish-nya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masuk ke Industri Blockchain, FIFA Resmi Luncurkan Platform NFT FIFA+

    Menjelang Piala Dunia 2022, FIFA dengan senang hati mengumumkan FIFA+ Collect, platform yang diluncurkan untuk memberikan kesempatan kepada penggemar sepak bola di seluruh dunia untuk memiliki koleksi digital unik atau NFT dengan harga terjangkau.

    FIFA+ Collect akan menyediakan koleksi NFT mulai dari momen permainan terhebat hingga FIFA World Cup paling ikonik dan FIFA Women’s World Cup. Langkah FIFA ini menegaskan bahwa industri blockchain memiliki potensi yang sangat besar.

    “Fandom berubah dan penggemar sepak bola di seluruh dunia terlibat dengan permainan dengan cara baru dan menarik,” kata Chief Business Officer FIFA, Romy Gai.

    Jaringan blockchain Algorand

    Platform NFT FIFA ini dibangun di atas infrastruktur jaringan blockchain Algorand. Hal ini terjadi menyusul pengumuman keja sama antara FIFA dan Algorand pada bulan Mei lalu.

    FIFA mengumumkan kemitraan dengan inovator blockchain Algorand. Foto: FIFA.
    FIFA mengumumkan kemitraan dengan inovator blockchain Algorand. Foto: FIFA.

    Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

    Algorand merupakan salah satu alternatif jaringan ekosistem Ethereum yang cukup populer di dunia NFT, utamanya berkat mekanisme konsensus proof-of-stake yang diusung. Menariknya, biaya transaksi yang relatif rendah. Algorand juga dipercaya untuk menjalankan ekosistem marketplace NFT LimeWire.

    “Platform FIFA –melalui blockchain publik yang benar-benar terdesentralisasi dan terukur– adalah representasi nyata pertama dari kemitraan teknis yang baru-baru ini diumumkan antara FIFA dan Algorand,” kata W. Sean Ford, interim CEO of Algorand.

    “Komitmen yang dibuat FIFA untuk menjembatani ke Web3 yang diaktifkan oleh Algorand, adalah bukti semangat dan keinginan inovatif mereka untuk terlibat secara langsung dan lancar dengan penggemar sepak bola di seluruh dunia.”

    FIFA+ Collect Bisa Diakses Segera

    Diluncurkan akhir bulan ini, FIFA+ Collect akan merilis serangkaian koleksi awal dan detail koleksi eksklusif dan edisi terbatas mendatang yang akan segera dirilis.

    Aplikasi FIFA+, platform digital kelas dunia. Foto: FIFA.
    Aplikasi FIFA+, platform digital kelas dunia. Foto: FIFA.

    Baca juga: KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

    FIFA+ Collect akan tersedia di FIFA+, platform digital kelas dunia yang dibuat untuk menghubungkan penggemar sepak bola di seluruh dunia lebih dalam dengan game yang mereka sukai. FIFA+ menyediakan akses ke pertandingan sepak bola langsung dari setiap sudut dunia, permainan interaktif, berita, informasi turnamen,

    Sejak diluncurkan, FIFA+ Collect akan tersedia di semua web dan perangkat seluler dan dalam tiga edisi bahasa (Inggris, Prancis, dan Spanyol), dengan beberapa bahasa tambahan akan di tambahkan dalam waktu dekat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

    Project aset kripto lokal, KunciCoin (KUNCI) menjalin kemitraan strategis dengan mengandeng Qoinpay untuk menambah cakupan utilitasinya. Kemitraan ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan ekosistem dan pemanfaatan aset kripto di tengah masyarakat.

    Qoinpay sendiri merupakan platform aplikasi payment gateway berbasis QRIS dan blockchain yang menjembatani pengguna menggunakan aset kripto yang dimiliki untuk melakukan transaksi pembelian di lebih dari 12 juta merchant, mulai dari restaurant, kafe, hotel, tempat perbelanjaan dan lainnya.

    “QoinPay kami kembangkan itu bertujuan untuk membantu para crypto holders yang telah memiliki aset kripto beberapa waktu dan mereka mencari cara untuk melakukan utilisasi terhadap aset kripto mereka. Maka, Qoinpay ada,” kata CEO QoinPay, Setiawan Adhiputro dikutip CoinDesk.

    KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.
    KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.

    Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    KunciCoin Masuk ke Platform Qoinpay

    KunciCoin menjadi salah satu aset kripto dari Indonesia yang masuk ke dalam platform Qoinpay. Sebelumnya sudah ada kripto big cap, seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, BNB dan Tether.

    Qoinpay akan memfasilitasi para holder KUNCI untuk bisa bertransaksi membeli apapun secara instan dengan scan QRIS. Sistem Qoinpay akan secara otomatis mengkonversi menjadi rupiah (IDR) setiap aset kripto yang dipilih pengguna pada saat transaksi dilakukan.

    Munculnya inovasi yang dikembangkan Qoinpay tidak menyalahi aturan tentang aset kripto sebagai komoditi atau bukan digunakan untuk alat pembayaran. Model utilisasi yang ditawarkan oleh Qoinpay sudah legal, karena tetap menggunakan rupiah dan menggandeng alat transaksi digital resmi dari Bank Indonesia yakni QRIS.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 September 2022: Kripto Kembali Bangkit, ETH Raih Untung

    Aturan Kripto di Indonesia

    Bisnis model QoinPay juga sudah sejalan dengan aturan dan regulasi pemerintah di mana transaksi keperdataan antar pihak sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dan telah sejalan dengan kerangka regulasi di bidang sistem pembayaran, pengelolaan aset digital, pengelolaan sistem elektronik, dan perlindungan konsumen.

    “Yang kita bantu disini adalah bukan (penukaran) terhadap aset kripto tersebut, akan tetapi untuk mengutilisasi aset kripto tersebut menjadi sesuatu hal yang lebih real,” terang Setiawan.

    QoinPay dapat menjadi media untuk transaksi digital dan mendukung penggunaan e-wallet dan QoinPay dapat saling terintegrasi. E-wallet yang dimiliki pengguna bisa langsung diintegrasikankan dengan Qoinpay, agar aset kriptonya bisa diutilisasi menjadi uang fiat. Selain itu, QoinPay memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membuat akun e-wallet-nya sendiri.

    Pengembangan yang dilakukan oleh KunciCoin juga merupakan bagian dari cara mengedukasi berbagai elemen masyarakat atas pembaruan teknologi berbasis kripto dan blockchain, serta menepis anggapan miring mengenai kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan kedua sektor tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Para Peneliti Cari Rumus Terbaik Kebijakan Blockchain di Indonesia

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh dalam dua tahun terakhir. Proyeksi potensi ekonomi yang dihasilkan oleh teknologi ini tidak main-main.

    Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

    Riset PwC bahkan mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan dan kesehatan akan paling banyak diuntungkan. 

    Potensi ekonomi yang besar itu mengerakan Sunu Puguh Hayu Triono bersama dua orang rekannya, yaitu Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc dan Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, MH merancang penelitian yang bertajuk “Brief Policy to Blockchain Based Industry In Indonesia: It Is Now or Later?

    “Industri blockhain itu punya potensi yang sangat besar sebenarnya. Kita melihat di situ, industri ini bisa berkembang. Tapi di sisi lain, banyak tindakan yang kurang baik hingga merugikan masyarakat atau investor kripto, seperti rugpull dan token-token kripto yang tidak jelas. Kita bicara investor sudah meningkat dan menjadi kebutuhan, literasi juga diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan,” kata Sunu dalam wawacara dengan tim TokoNews, Senin (8/8).

    Ilustrasi blockchain.
    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

    Sunu melihat perkembangan industri blockchain di Indonesia belum dibarengi dengan policy atau kebijakan yang tujuannya untuk melindungi masyarakat dan mengembangkan inovasinya. Sehingga menurutnya banyak orang yang mungkin akan ragu-ragu untuk mengembangkan teknologi blockchain, karena tidak ada guidance yang jelas.

    Bantu Formulasikan Kebijakan Blockchain di indonesia

    Tiga orang peneliti yang berasal dari institusi Telkom Univesity ini menjelaskan ada dua tujuan dari penelitian yang nanti akan mereka jalankan. Keduanya harus memiliki nilai pengembangan ekosistem dan melindungi masyarakat.

    “Di satu sisi, mengembangkan ekosistem industri berbasis blockchain dan melindungi para pelaku yang terlibat di dalamnya. Hal menarik dari penelitian ini, karena teknologi ini masih baru secara penerapannya belum mainstream, dan dikaitkan hanya dengan aset kripto, jadi kami melihat di blockchain ini yang utamanya token, itu akan berlaku seperti uang, apapun yang nanti dikembangkan akan menjadi potensi yang besar, seperti GameFi, move-to-earn dan lainnya,” jelas Sunu.

    Menurut para peneliti, teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk digunakan, tidak ada kebijakan pemerintah yang komprehensif untuk mengatur, melindungi pihak-pihak yang terlibat, dan mendukung penciptaan inovasi berbasis blockchain. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu langkah untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi ekosistem blockchain di Indonesia.

    (ki-ka) Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc, Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, dan Sunu Puguh Hayu Triono ingin melakuikan penelitian terkait blockchain di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.
    (Ki-ka) Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc, Dr. Helni Mutiarsih Jumhur SH, dan Sunu Puguh Hayu Triono ingin melakuikan penelitian terkait blockchain di Indonesia. Foto: Dok. Pribadi.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    Metode Penelitian

    Seperti dijelaskan di awal, penelitian ini akan merumuskan beberapa rekomendasi kebijakan dalam untuk melindungi publik dan pemangku kepentingan dalam industri berbasis blockchain, dan juga untuk mendorong terciptanya inovasi. Target keluaran Rumusan dalam penelitian ini adalah publikasi pada jurnal ilmiah internasional yang terindeks Scopus.

    Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka semisistematis tinjauan. Wawancara dilakukan dengan pakar industri blockchain yang terdiri dari praktisi, akademisi di bidang ekonomi dan bisnis, serta akademisi di bidang publik aturan. Metode analitik bersifat deskriptif atau naratif untuk mensintesiskan temuan-temuan wawancara dan tinjauan literatur.

    Penelitian Didukung Tokocrypto

    Sunu dan dua rekannya berhasil mendapatkan bantuan penelitian dari Tokocrypto melalui ekosistem TokoScholar, salah satu platform yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain. Para peneliti telah menerima dana hibah sebesar Rp 50 juta untuk menjalankan penelitiannya dari proposal yang terpilih.

    Sunu dan tim akan diberikan waktu tiga bulan untuk menjalankan program penelitiannya. Nantinya, hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan kepada tim Tokocrypto untuk ditindak lanjuti untuk memajukan industri blockchain di Indonesia.

    Tokocrypto Researcher Grants
    Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

    Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

    Program Lead TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan teknologi blockchain telah digunakan di Indonesia sejak generasi awal perkembangannya. Namun, penggunanya masih terfokus pada aplikasi transaksi finansial. 

    “Potensinya bisa untuk membantu sektor lain di Indonesia yang masih tertinggal, seperti pertanian dan kesehatan. Butuh riset yang mendalam untuk mengembangkan blockchain dan aset kripto di Indonesia,” kata Dimas.

    Dimas menambahkan, salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    Berbicara investasi aset kripto, rasanya tidak afdal jika tak membicarakan project atau produk di dalamnya. Terlebih pertumbuhan industri kripto di Indonesia, kini semakin ramai dengan produk-produk kripto lokal yang bermunculan.

    Namun di sisi lain, banyak investor dan masyarakat yang bingung untuk mencari project atau produk kripto mana yang sejalan dengan kebutuhan mereka dan pengaplikasiannya sesuai dengan konteks di Indonesia. Maka dari itu, hal ini membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

    Adalah Nicolaus Euclides Wahyu Nugroho bersama rekannya Sisilia Thya Safitri mencoba melakukan penelitian dengan tajuk “Analisis Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia.” Mereka ingin melihat lebih jauh lagi potensi yang bisa dikembangkan dari produk kripto di Indonesia.

    Potensi Produk Kripto di Indonesia

    Kripto kini sudah dipandang menjadi salah satu instrumen investasi yang potensial dan menjanjikan untuk jangka panjang. Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat per Juli 2022, jumlah investor aset kripto capai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

    Prospek project kripto lokal atau dalam negeri saat ini semakin cerah dengan adanya regulasi baru. Bappebti telah menerbitkan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. 

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto dan bendera Indonesia.

    Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

    Dalam aturan tersebut memuat daftar 383 jenis aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Di antara ratusan jenis itu, terdapat sejumlah project kripto lokal yang masuk. Artinya beberapa project aset kripto lokal sudah diakui kualitas dan prospek ke depannya oleh regulator di Indonesia.

    “Aset kripto semakin dikenal oleh masyarakat, namun banyak juga yang berpikiran negatif. Kita itu selain ingin mengetahui produk yang bagus, jadi karena tujuan penelitian ini memang cari produk yang cocok, kira-kira produk yang sudah dicari oleh orang-orang di Indonesia, apakah itu cocok? Atau ada kemungkinan tidak untuk creation produk baru, juga harus sudah menjawab produk yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Nicolaus kepada TokoNews pada Senin (8/8).

    Menurut Nicolaus, dengan adanya penelitian ini bisa memberikan referensi kepada masyarakat untuk melihat investasi kripto secara keseluruhan. Dan membandingkannya dengan instrumen investasi lainnya, seperti  pasar uang, obligasi, dan saham.

    Metode Penelitian

    Nicolaus menjelaskan akan melakukan penelitian akan dimulai dari studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan instrumen pengukuran dan dibuatkan kuisioner.

    Penentuan Variable Bebas (VB) dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan studi literatur pada penelitian terkait untuk menentukan pengaruh terhadap variable terikat (VT) yaitu penentuan produk kripto sebagai aset di Indonesia, disingkat Cypto Product (CP). 

    Menurut penelitian yang telah dilakukan, terdapat kelebihan dan kelemahan pada masing–masing jenis kripto. Kelebihan dan kelemahan tersebut yang akan dijadikan Variabel bebas pada penelitian inI, yaitu:

    • Hash Rate (HR).
    • Access Speed (AS).
    • Currency Exchange Process (CE).
    • Block Generation Time (BG).
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.
    Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti.

    Baca juga: Video: Penting Perempuan Mandiri Finansial dan Lebih Dekat Aset Digital

    Dengan rangkaian metode yang digunakan tersebut, diharapkan dapat mengetahui produk kripto apa yang paling diminati di Indonesia dan kemungkinan dalam pembuatan produk kripto baru yang memenuhi keinginan dari masyarakat Indonesia.

    TokoScholar Dukung Penelitian Kripto dan Blockchain

    Proposal penelitian yang dikeluarkan oleh Nicolaus dan Sisilia mendapat dukungan penuh dari Tokocrypto melalui ekosistem TokoScholar, salah satu platform yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain. 

    Para peneliti telah mendapatkan dana hibah kurang lebih Rp 50 juta untuk menjalankan penelitiannya dari proposal yang mereka buat. Jangka waktu penelitian yang diberikan maksimal tiga bulan. Nantinya, hasil penelitian akan dipublikasi oleh peneliti dan akan ditindak lanjuti oleh Tokocrypto dalam mengembangkan produk serta bisnis ke depan.

    Program Lead of TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan mencari produk kripto yang sesuai dengan kebutuhan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, Tokoscholar memutuskan menfasilitasi penelitian yang dilakukan oleh Nicolaus dan Sisilia.

    Tokocrypto Researcher Grants
    Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    “Perkembangan investasi aset kripto kini sudah semakin eksponensial. Namun, di sisi lain, kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk atau project kripto yang sesuai dengan mereka, belum dipahami sepenuhnya. Sehingga, banyak di antara mereka yang ikuti melakukan investasi atas dasar FOMO, tanpa melakukan riset,” kata Dimas.

    Dimas menambahkan, perlu diingat dalam investasi aset kripto, investor harus melakukan riset terlebih dahulu. Jangan terpengaruh dengan FOMO yang mendukung aset kripto lokal, namun lihat whitepaper, roadmap, hingga profil pengembangnya. Maka dari itu, edukasi dan literasi mengenai kripto dan blockchain sangat dibutuhkan.

    Salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia. 



    Sumber : news.tokocrypto.com