Author: 20

  • Tokocrypto Market Signal 8 September 2022: Kripto Kembali Bangkit

    Pergerakan aset kripto pada Kamis (8/9) siang tampak mulai kembali berjaya. Padahal sehari sebelumnya pada Rabu (7/9), market tampak tak berdaya di zona merah. Apa yang menyebabkan kebangkitan?

    Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar merangsek masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) naik 3,29% ke US$ 19.353 per keping, meski turun 3,63% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) melonjak tinggi dengan 8,65% ke US$ 1.642 di waktu yang sama dan naik 5,69% sepekan terakhir. Solana (SOL) naik 5,69%, Dogecoin (DOGE), XRP dan Polkadot capai kenaikan harga lebih dari 4% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang mencoba kembali bangkit, setelah terjadi penurunan yang signifikan pada hari Rabu lalu. Dari data CoinMarketCap, harga Bitcoin sempat jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Penurunan tersebut menurut Afid disebabkan oleh investor yang sudah mulai lelah untuk melakukan akumulasi Bitcoin karena gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. 

    “Namun, melihat kondisi market Kamis ini, tampaknya investor mulai bergairah kembali untuk melakukan akumulasi. Salah faktor penyebabnya adalah nilai indeks Dolar AS yang menurun dari level 110 kemarin ke 109 pada dini hari tadi. Dan situasi pasar saham AS yang tumbuh karena nilai saham teknologi yang bergerak naik, terutama Apple,” kata Afid.

    Sentimen Positif dari Ethereum

    Menurut Afid, performa bagus dari aset kripto dipercaya mengikuti laju indeks saham AS yang menghijau pada sesi perdagangan kemarin. Sekadar informasi, pergerakan harga aset kripto memang berkaitan erat dengan langkah indeks Wall Street, karena investor selalu melihat gerak saham AS sebagai acuan dalam melihat selera risiko risiko secara umum.

    Selain itu sentimen positif lainnya yang mampu menggerakan market datang juga dari ekosistem jaringan Ethereum yang telah sukses upgrade Bellatrix sebagai tanda The Merge semakin mendekat. 

    Kabar lainnya, platform exchange kripto, Binance akan menyediakan jasa staking ETH dengan tingkat imbal hasil 6% per tahun. Hal ini menjadi mungkin setelah jaringan Ethereum akan mengganti mekanisme konsensusnya dari Proof-of-Work menjadi Proof-of Stake dalam pembaruan jaringan bulan ini. Investor kabarnya bisa mengambil keuntungan dari peristiwa bersejarah ini.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Vasil Hard Fork Cardano (ADA) Semakin Dekat, Apa Dampaknya?

    Kenaikan harga kripto juga masih di bawah tekanan sentimen makroekonomi di mana meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin. The Fed berkomitmen untuk tetap menaikkan suku bunga tetapi itu tergantung pada perkembangan terkini.

    Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, saat ini pergerakan harga Bitcoin terlihat bounce, jika kenaikan harga tersebut didukung oleh aksi beli yang tinggi, maka target naik berada di level US$ 20.569.

    Level support BTC tersebut juga menjadi tahanan yang penting untuk menjaga stabilitas harga, karena apabila terjadi breakdown, kemungkinan Bitcoin akan turun kembali retest major support pada level US$ 17.622.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan September ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Cardano (ADA)

    Analisis teknikal Cardano (ADA).

    Cardano (ADA) membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Afid melihat ADA masih besar untuk melanjutkan relinya, setelah Pengembang Cardano Foundation akhirnya mengumumkan bahwa Vasil hard fork Cardano akan terjadi pada 22 September mendatang, atau hanya satu minggu setelah tanggal perkiraan The Merge Ethereum di tanggal 15 September.

    “Vasil hard fork adalah pembaruan tersulit yang pernah dilakukan. Sehingga peluncurannya nanti akan menjadi tonggak sejarah bagi Cardano. Dan investor sudah menanti itu sejak lama. Ada kemungkinan akan terjadi akumulasi sebelum hard fork terjadi,” kata Afid.

    Lebih lanjut, Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,53. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,53 hingga US$ 0,59 atau naik 10-16% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 16.196.434.727. Jumlah koin yang beredar 34.182.044.153 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

    2. Ethereum (ETH)

    Analisis teknikal Ethereum (ETH).

    Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid menjelaskan nilai ETH telah meroket didorong oleh sentimen The Merge yang semakin dekat dan kemungkinan besar akan terjadi pada tanggal 15 September mendatang.

    “Dengan waktu The Merge yang semakin dekat, investor mulai melakukan akumulasi. Tidak hanya ETH, altcoin lainnya yang masih berhubungan dengan jaringan Ethereum juga mengalami kenaikan harga, seperti ETC,” ucap Afid

    Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH pagi ini ditutup pada harga US$ 1.630, saat ini level tertinggi berada di harga US$ 1.657 dan level terendah berada pada harga US$ 1.490. 

    Jika berhasil breakout, maka target naik ETH selanjutnya berada di level US$ 1.697. Sedangkan, level support masih solid di US$ 1.606 untuk menahan laju penurunan jika harga ETH koreksi.

    Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 199.878.917.745. Jumlah koin yang beredar 122.283.955 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. Ethereum Classic (ETC)

    Analisis teknikal Ethereum Classic (ETC).

    Ethereum Classic (ETC) termasuk salah satu kripto potensi bullish pekan ini. Afid melihat ETC mencatat keuntungan signifikan yang sebagian didukung oleh aktivitas jaringan pada blockchain Ethereum utama, khususnya peningkatan The Merge. 

    “Selain itu, faktor tingkat mining difficulty dan hash rate ETC saat ini berada pada rekor tertinggi sepanjang masa (ATH). Adanya aktivitas migrasi penambang dari ETH ke ETC menyusul agenda transisi Ethereum dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang segera tayang. Kemungkinan ada aksi breakout dan menunjukkan harga ETC akan terus naik, maka US$ 45 akan menjadi titik resisten terdekat berikutnya,” jelas Afid.

    Ethereum Classic (ETC) sendiri adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

    Peringkat ETC di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #17, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 5.052.737.102. Pasokan yang beredar 136.756.006  koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

    Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    4. Kava (KAVA)

    Analisis teknikal Kava (KAVA).

    Fase bullish pada aset kripto KAVA muncul kembali. Afid menjelaskan sentimen positif pasca peluncuran mainnet Kava 11 pada 8 September 2022. Dalam peluncuran tersebut KAVA Labs  pun akan memperkenalkan bKAVA yang merupakan platform staking derivative.

    “Dengan diluncurkan KAVA 11 ini bisa jadi merupakan kabar fundamental yang dapat memperlengkap ekosistem dan kemungkinan besar akan berdampak pada pergerakan harga token native mereka, KAVA. Apabila valid breakout, target kenaikan KAVA di $1,89 dan level resistance berada di US$ 2,15,” tutur Afid.

    Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #89, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 396.693.463. Pasokan yang beredar 250.874.925 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    5. Binance Coin (BNB)

    Analisis teknikal Binance Coin (BNB).

    Selanjutnya, ada Binance Coin (BNB) yang merupakan aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi. 

    Afid menjelaskan BNB berpotensi bullish dampak langkah Binance yang mengeluarkan USD Coin (USDC) dari platformnya untuk meningkatkan stablecoin-nya sendiri, Binance USD (BUSD), stablecoin terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar, mengikuti USDC di tempat kedua dan Tether.

    “Dari analisis teknikalnya, BNB masih akan terus naik harganya menuju level US$ 290 dan target selanjutnya diharapkan bisa menyentuh level US$ 307. Support terdekat berada pada level US$ 274 sebagai tahanan utama,” ungkap Afid

    Peringkat BNB di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #5, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 45.065.570.865. Pasokan yang beredar 161.337.261 koin BNB dan maksimal pasokan 200.000.000 koin BNB.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Orchid (OXT)

    Analisis teknikal Orchid (OXT).

    Orchid (OXT) adalah token asli dari platform Orchid yang digunakan untuk bertukar nilai melalui jaringan, yang beroperasi pada model bayar per penggunaan. Layanan berjalan di aplikasi Orchid, yang mirip dengan klien VPN biasa dalam dunia konvensional.

    Afid melihat harga Orchid sempat turun menyentuh nilai US$ 0,10. Perubahan harga sejalan dengan volume yang berada di bawah level rata-rata sementara kapitalisasi pasar token telah turun selama periode waktu yang sama.

    “Namun kenaikan yang cukup tinggi dengan cepat menyentuh harga US$ 0,11 membuat candle OXT membentuk pola bearish. Ada kemungkinan akan kembali jauth sekitar 10% ke harga US$ 0,10 kembali,” tutur Afid.

    Peringkat OXT di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #285, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 77.830.083. Pasokan yang beredar 690.690.084 koin BNB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. Helium (HNT)

    Analisis teknikal Helium (HNT).

    Helium (HNT) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bearish pekan ini. Afid melihat sentimen buruk masih diselimuti oleh HNT, telah jatuh hampir 40% dalam seminggu terakhir setelah pengumuman bahwa pengembang inti Helium sedang mempertimbangkan untuk memigrasi jaringan ke blockchain Solana (SOL) berkinerja tinggi. HNT diperdagangkan pada US$ 5,25 pada saat penulisan.

    “Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar bisa turun sebesar 14% dari harga US$ 5,25 ke US$ 4,5 dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, level support HNT berada di US$ 4,98 dan level resistance-nya ada di US$ 6,70, ungkap Afid.

    Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #62, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 660.483.983. Jumlah koin yang beredar 125.707.576 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

    3. Bitcoin (BTC)

    Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

    Bitcoin (BTC) masuk dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Afid melihat dampak dari US$ 358 juta telah dilikuidasi saat Bitcoin turun ke US$ 18.800 beberapa waktu lalu.

    “Di saat market mulai bangkit, sayangnya Bitcoin masih memiliki ruang untuk koreksi, dan mungkin melihat penurunan ke level yang sama seperti yang kita lihat pada bulan Juni ketika harga pertama merosot ke kisaran harga US$ 17.000. Kebijakan moneter yang ketat, kenaikan suku bunga yang akan datang, dan faktor lainnya buat BTC sulit bullish,” terang Afid.

    Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 368.971.539.138. Pasokan yang beredar 19.144.543 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

    Baca juga: Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

    4. Avalanche (AVAX)

    Analisis teknikal Avalanche (AVAX).

    Avalanche adalah blockchain yang dirancang Ava Labs sebagai jaringan terdesentralisasi yang aman dan terdistribusi secara global. Sementara, AVAX merupakan token native dari platform Avalanche yang digunakan sebagai alat tukar dalam ekosistem mereka. 

    Pergerakan nilai AVAX bisa bearish pada pekan ini, disebabkan Nereus Finance, platform staking DeFi di Avalanche, terkena dampak serangan arbitrase pinjaman kilat pada hari Selasa (6/9), yang membuat hacker menghabiskan US$ 370.000 dalam stablecoin USDC.   

    Selain itu, Ava Labs, pencipta blockchain Avalanche, dituduh terlibat dalam membayar pengacara untuk “menyerang dan membahayakan organisasi dan proyek crypto yang mungkin bersaing dengan Ava Labs atau Avalanche dalam beberapa cara.”

    “Tak perlu dikatakan, tuduhan itu menimbulkan kontroversi yang menyebabkan penurunan harga. AVAX mengalami koreksi volum perdagangan. Wajar untuk mengatakan, AVAX masuk potensi bearish turun sekitar 17% menuju US$ 17,” tutur Afid.

    Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 5.590.991.474. Pasokan yang beredar 294.793.623 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.

    5. Voyager Token (VGX)

    Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

    Voyager Token masih kuat untuk potensi bearish pada pekan ini. Afid menjelaskan sentimen negatif dari VGX terjadi karena Voyager Digital yang telah mengalami kebangkrutan akan mengadakan lelang aset pada 13 September mendatang.

    Mengikuti perintah yang diberikan pengadilan AS, Voyager Digital akan mengadakan lelang aset minggu depan, lebih dari dua bulan setelah mengajukan kebangkrutan. Hasil lelang akan diumumkan pada 29 September. 

    “Sentimen itu membawa nilai VGX bisa jatuh. Kemungkinan besar jika terjadi breakdown, VGX bisa mengalami penurunan sekitar 13% menuju harga kisaran US$ 0,88,” jelas Afid.

    Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Kamis (8/9) pukul 13.00 WIB adalah #107, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 311.985.996. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Video: Penting Perempuan Mandiri Finansial dan Lebih Dekat Aset Digital

    Perempuan mandiri finansial masih menjadi hal yang asing di dunia keuangan, seperti investasi. Umumnya dunia tersebut sering dikaitkan hanya dimiliki dan dikuasai oleh kaum laki-laki saja. Namun, perempuan juga punya kemampuan untuk melakukan pengelolaan keuangan yang baik.

    Berangkat dari menciptakan kemerdekaan finansial bagi kaum perempuan, khususnya dibidang investasi aset digital, seperti kripto dan NFT, Tokocrypto membuat program “Women and Financial Wellness.”

    Di edisi ke-9 ini, Women and Financial Wellness mengajak, Anindita S. Jati (Head of PR Tokocrypto) dan Dirgahayu Maha Restu (Community Engagement Tokocrypto) bersama pembawa acara Ayu Bianti P (Community Engagement Tokocrypto).

    Baca juga: Webinar PPKM: Pelajari Potensi cuan Kripto dengan Maksimal

    Mereka bertiga membahas bagaimana penting perempuan bisa mandiri secara finansial dan lebih dekat dengan aset digital. Arti mandiri secara finansial ini bisa dimaknai ketika seorang perempuan sudah bisa melakukan keputusan keuangannya sendiri.

    Secara lebih spesifik lagi, perempuan yang mandiri secara finansial juga sudah mampu menentukan rencana keuangan jangka panjang, tanpa harus bergantung kepada orang lain.

    Untuk lebih lengkap mengenai pembahasan Women and Financial Wellnes bisa simak video di bawah ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Bitcoin diramalkan tidak akan pernah mencapai all-time high (ATH) yang sukses diraih pada November 2021 lalu, yakni dilevel US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan The Merge Ethereum, kok bisa?

    Dikutip dari CoinDesk, seorang peneliti aset kripto independen, Kyle McDonald, memperkirakan bahwa The Merge, yaitu peralihan Ethereum yang segera terjadi dari blockchain Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan menjadi momen yang mengubah permainan untuk industri kripto.

    Perkiraan dari Ethereum Foundation, sebelumnya telah menyarankan bahwa PoS akan menggunakan 99,95% lebih sedikit energi dan jika teknologi ini berfungsi sebaik yang dijanjikan, McDonald berpikir investor dan regulator akan menyadari bahwa PoW tidak pernah diperlukan.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

    Desak Investor Jual Bitcoin

    Selama wawancara dengan CoinDesk, McDonald mendesak investor untuk menjual Bitcoin sekarang, atau akan terjebak dengan sistem PoW tanpa batas waktu.

    “Ketika Anda berpindah dari sistem yang menghasilkan sebanyak mungkin angka acak secepat mungkin dengan 10 juta (unit pemrosesan grafis) di seluruh dunia, ke sistem yang berjalan pada beberapa ribu komputer yang energinya cukup rendah, itu akan membuat perbedaan besar,” katanya.

    McDonald memang mengakui bahwa The Merge dapat memiliki konsekuensi bagi kolektor NFT, terutama jika penambang berhasil dalam upaya mereka untuk membuat hard fork Ethereum yang terus menggunakan PoW.

    Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

    The Merge Buat NFT Terdilusi?

    Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya duplikat NFT yang berarti bahwa, misalnya, Bored Ape dapat ada di dua jaringan blockchain. Dalam skenario seperti itu, McDonald memperingatkan bahwa nilai koleksi NFT blue-chip bisa berakhir terdilusi.

    Seperti yang dilaporkan oleh CoinMarketCap, OpenSea telah mengumumkan bahwa mereka mendukung The Merge, dan hanya akan mengenali NFT yang didasarkan pada rantai Proof-of-Stake baru Ethereum. NFT marketplace terbesar di dunia mengatakan sedang mempersiapkan transisi yang mulus.

    “Meskipun kami tidak mengantisipasi masalah besar, kami juga mengakui ini adalah yang pertama! Jadi kami berkomitmen untuk memantau, mengelola, dan berkomunikasi secara menyeluruh.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

    bentuk koin bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

    “Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

    Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

    Tekanan Situasi Makroekonomi

    Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

    “Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

    Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua MPR: Bursa Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

    Kehadiran bursa kripto atau bursa berjangka sudah dinantikan oleh investor dan pelaku usaha di industri kripto. Kabarnya akhir tahun ini bursa kripto akan resmi diluncurkan di Indonesia.

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa pembentukan bursa kripto dapat ikut menumbuhkan perekonomian di Indonesia. Ia menyebutkan penting bagi Indonesia menghadirkan bursa kripto, sehingga bisa menarik para investor muda maupun investor luar negeri melakukan transaksi kripto di dalam negeri. Sekaligus memaksimalkan potensi yang bisa didapatkan negara dari sektor perpajakan.

    Kementerian Perdagangan melaporkan transaksi kripto di Indonesia sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 859 triliun dengan jumlah investor mencapai 11,2 juta (7,5 juta diantaranya berasal dari kalangan milenial) dan nilai transaksi harian Rp 2,7 triliun.

    “Tantangan kemajuan teknologi ke depan, di dunia termasuk di Indonesia sedang menghadapi masalah yang sama yaitu era digital, begitu juga nanti perdagangan transaksi menggunakan cryptocurrency. Jadi dengan sumber daya yang luar biasa saat ini tumbuh 270 juta lebih dan ekonomi menjadi tumbuh terus,” kata Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo dikutip Antara pada Rabu (7/9).

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.
    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.

    Baca juga: Ketua MPR Resmikan Kantor Penambangan Kripto Terbesar di Indonesia

    Indonesia Negara Pasar Kripto Terbesar

    Menurut bamsoet, Indonesia saat ini masuk negara pasar kripto terbesar di dunia dan hal itu menjadi peluang untuk ikut sebagai pemain utama dalam pasar kripto tersebut.

    “Jadi kita tidak bisa membiarkan, kita menyambut baik adanya digital mining atau tambang digital ini. Harus berusaha untuk menjadi pemain terbesar, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia,” katanya.

    Ketua MPR RI menambahkan, di era ekonomi digital ini, semua kegiatan transaksi baik perdagangan dan yang lainnya akan didorong ke penggunaan atau adopsi aset kripto. Sehingga, hal itu pun dapat membantu menumbuhkan ekonomi di Indonesia secara maksimal.

    Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

    Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, memperkirakan kehadiran bursa kripto pada akhir tahun 2022. Ia menjelaskan penundaan peluncuran bursa kripto tidak berkaitan dengan masalah yang signifikan. Semua prosedur sudah dijalani dengan baik, namun peluncuran bursa kripto memerlukan banyak persiapan.

    Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.
    Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.

    Baca juga: Wamendag Sebut Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

    “Kami akan memastikan bahwa setiap persyaratan, prosedur, dan langkah-langkah yang diperlukan telah diambil,” kata Jerry saat menghadiri NXC International Summit 2022 di Bali, Rabu (31/08).

    “Ini bukti bahwa kita berhati-hati. Kami tidak ingin terburu-buru karena dapat menyebabkan kami melewatkan sesuatu. Mendirikan sebuah bursa membutuhkan banyak persiapan. Kita perlu melihat entitas mana yang harus masuk bursa. Kedua, kita perlu memvalidasi entitas tersebut. Ketiga, ada model minimal dan persyaratan lain, terkait kustodian penyimpanan, hal-hal teknis.”

    Secara terpisah, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan bursa dapat menjadi katalis bagi seluruh ekositem kripto di Indonesia yang mengarah ke lebih banyak pelaku usaha, lebih banyak komunitas dan minat dari investor internasional.

    “Industri akan tumbuh, kami akan mulai melihat lebih banyak proyek lokal,” kata Kai di Bali.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Terra Luna Classic Ungguli Bitcoin Selama 30 Hari Terakhir

    Terra Luna Classic kini jadi salah satu altcoin yang mencuri perhatian dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya Terra Classic (LUNC) menikmati sedikit kebangkitan dalam seminggu terakhir, karena nilainya mengalami kenaikan yang signifikan.

    Dikutip dari Be[in]crypto, nilai LUNC meningkat setelah pengenalan burn tax 1,2% pada semua pertukaran. Token diperdagangkan capai US$ 0,00031131 selama seminggu, bahkan pada saat berita ini ditulis nilainya sudah tinggi US$ 0,0004052 atau naik lebih dari 57% dalam 24 jam terakhir.

    Terlepas dari ini, LUNC adalah salah satu aset kripto berkinerja terbaik di bear market saat ini. Token mampu bangkit sejak ledakan historisnya pada bulan Mei lalu, di mana aset telah meningkat lebih dari 25.000% selama empat bulan terakhir.

    Dalam 30 hari terakhir saja, LUNC naik 160,5% dan hampir 200% dalam 14 hari terakhir.

    Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
    Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

    Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

    LUNC Mampu Kalahkan Bitcoin

    Untuk konteks perbandingan dengan kripto lain, Bitcoin telah kehilangan lebih dari 13% nilainya selama 30 hari terakhir, sementara Ethereum telah kehilangan sekitar 4%, meskipun antusiasme seputar The Merge mulai merangkak naik.

    Salah satu faktor penyebab naiknya harga LUNC adalah komunitas Terra ingin menghidupkan kembali ekosistem. Token LUNA asli melihat turunya volume perdagangan mencapai US$ 7 triliun setelah runtuhnya ekosistem Terra.

    Inflasi token akhirnya menyebabkan jatuhnya nilainya dari lebih dari US$ 80 menjadi kurang dari satu sen. Sejak itu, para pengembang telah menyerahkan tata kelola blockchain kepada komunitas, yang sekarang ingin menebus aset kripto teratas kembali.

    Faktor Harga LUNC Kembali Meroket

    Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan harga LUNC kembali melonjak. Sebelum mekanisme burn baru 1,2%, tingkat ‘pembakaran’ yang ada telah menyebabkan penghapusan lebih dari 3 miliar token dari peredaran.

    Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
    Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

    Baca juga: Wamendag Sebut Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

    Mekanisme staking di Terra telah membantu rebound harga untuk token. Staking ratio tadinya 2,6% dari total pasokan pada 27 Agustus lalu. Namun, kini sudah mencapai 7,5%.

    Imbalan taruhan APY 37% adalah faktor utama yang menarik lebih banyak investor. Tetapi, pengembalian yang tinggi ini memiliki kemiripan dengan hasil yang tidak berkelanjutan yang menyebabkan runtuhnya ekosistem asli.

    Namun demikian, banyak yang antusias dengan mekanisme token burn baru, yang akan ditayangkan pada 12 September mendatang. Ini akan berlaku untuk swap on-chain dan pertukaran, seperti Binance dan KuCoin.

    Setelah mekanisme token burn dimulai, hal itu dapat mengakibatkan hampir separuh pasokan terbakar dalam beberapa bulan, tergantung pada volume perdagangan. Namun, ada banyak variabel yang akan mempengaruhi seberapa efektif mekanisme pembakaran.

    Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang tinggi. Harap lakukan perdagangan dengan hati-hati dan cermat. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang dilakukan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bill Murray Kehilangan Kripto Rp 2,7 M Buat Amal dari Hasil Lelang NFT

    Aktor Bill Murray harus menerima kenyataan pahit setelah sejumlah aset kripto miliknya dicuri oleh hacker. Padahal aset kripto tersebut akan digunakan untuk amal untuk keluarga veteran militer dan tenaga medis yang kurang mampu.

    Dilaporkan Fortune, Bill Murray kehilangan aset kriptonya setelah beberapa jam penutupan lelang NFT yang mengumpulkan 119,2 ETH, sekitar US$185.000 atau Rp 2,7 miliar. Apesnya, dana kripto tersebut langsung dicuri oleh hacker sebelum disalurkan.

    Peretas mulai menguras wallet kripto pribadi Murray sekitar pukul 19:00 ET pada hari Kamis (1/9), menurut data on-chain dari Etherscan dan detail dari tim Murray. Oknum yang tidak dikenal juga berusaha mengambil NFT dari koleksi pribadi aktor tersebut.

    Ilustrasi peretasan kripto dan NFT. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi peretasan kripto dan NFT. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

    Hacker Coba Curi NFT Koleksi Bill Murray

    Hacker yang kemungkinan sudah memiliki kemampuan yang tinggi itu seperti menunjukkan bagaimana selebritas terkenal dapat menjadi korban peretas dan pencurian kripto. Namun, dalam kasus Bill Murray, aktor tersebut mendapat keuntungan dari tim keamanan platform wallet yang melindunginya dari insiden terburuk.

    Tim keamanan wallet Murray dari konsultan NFT, Project Venkman, turun tangan untuk melindungi NFT sang aktor dengan memindahkan ketempat yang aman. Koleksi yang hampir dicuri itu, termasuk NFT Damien Hirst, dua NFT CryptoPunks, NFT Pudgy Penguin, NFT Cool Cat, dan beberapa NFT Flower Girls.

    Hacker juga mencoba mencuri 800 NFT dari koleksi Bill Murray yang tersimpan di wallet, meskipun Project Venkman mengatakan upaya itu gagal dengan memindahkan NFT tersebut ke safehouse juga. Mereka mengatakan mereka menjalankan kode script untuk secara otomatis memindahkan NFT ke tempat yang aman.

    Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.
    Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.

    Baca juga: 10 NFT Sepak Bola Termahal, Ada Cristiano Ronaldo?

    Hacker Sulit Diidentifikasi

    Seorang perwakilan Murray mengkonfirmasi bahwa hacker yang mencuri 119,2 ETH melakukan transfer ke alamat wallet yang terkait dengan exchange kripto, Binance dan Unionchain.ai.

    Meskipun ETH tersebut dinyatakan hilang, pemenang kedua dalam pelelangan yang meurpakan pengguna Coinbase, Mishap72, telah mengirim 120 ETH (sekitar US$ 187.500) ke Chive Charities untuk menggantikan kerugian yang hilang.

    Tim Murray mengatakan telah mengajukan laporan polisi dan bekerja dengan perusahaan analitik kripto, Chainalysis untuk membawa penyerang ke pengadilan. Sejauh ini Chainalysis belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai insiden ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Alasan Elon Musk Tak Tertarik dengan Metaverse

    Topik metaverse dan Web3 semakin banyak mencuri perhatian masyarakat. Namun di sisi lain, ada sosok tokoh dunia yang belum tertarik membahas kedua topik itu, dialah Elon Musk.

    Dikutip Futurism, Musk sempat menyebutkan metaverse dan Web3 sebagai gimmick dan salah satu trik marketing. Ia tentu saja tidak terdorong oleh gagasan metaverse, walau sudah banyak perusahaan, bahkan negara yang mengembangkannya.

    “Saya tidak melihat seseorang memasang layar ke wajah mereka sepanjang hari,” kata CEO Tesla dan SpaceX dalam sebuah wawancara dengan The Babylon Bee.

    “Tentu saja kamu bisa memasang TV di hidungmu,” tambahnya dengan nada mengejek. “Aku tidak yakin itu membuatmu ‘di metaverse.’”

    Ilustrasi metaverse.
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: TokoMall Dukung NFT Bira, Bangun Ekosistem Web3 Perspektif Baru

    Pilih Kembangkan Chip Masuk ke Otak Manusia

    Dibandingkan dengan mengembangkan metaverse, Musk malah memilih mengembangkan chip yang bisa ditanamkan ke otak manusia yang diklaim akan memudahkan kehidupan mereka. Teknologi itu sedang dikembangkan oleh Neuralink merupakan perusahaan yang dimiliki Elon Musk.

    Menurut Musk, dengan menanamkan chip di otak akan lebih berguna dibandingkan metaverse dengan konsep memakai perangkat keras, seperti virtual reality (VR) atau kacamata pintar untuk beralih ke dunia virtual. Ia bahkan menambahkan bahwa headset VR cenderung memicu mabuk perjalanan saat bermain video game.

    “Dalam jangka panjang, Neuralink yang canggih dapat menempatkan Anda sepenuhnya ke dalam realitas virtual. Saya pikir kita masih jauh dari metaverse, ini terdengar seperti kata-kata kunci,” ujar Musk.

    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

    Musk berujar bahwa orang tidak akan suka bergerak dengan headset VR sepanjang waktu yang menurutnya akan membosankan. Dia juga mengungkap ada saran untuk tidak boleh duduk terlalu dekat dengan televisi, yang konsepnya sama seperti VR saat ini.

    Neuralink sempat menargetkan untuk mulai menanamkan microchip pada manusia awal tahun ini. Namun, kemudian melewati target dan hanya mengklaim, chip itu bekerja dengan baik pada monyet.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

    Pergerakan market aset kripto pada Selasa (6/9) pagi tampak bervariasi, tapi cenderung lesu. Menariknya, terpantau harga Bitcoin kalah menarik dibanding Ethereum yang sejak Senin (6/9) terus reli hingga mencapai kenaikan yang signifikan.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, nilai Bitcoin (BTC) turun tipis 0,25% ke US$ 19.819 dalam sehari terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) melonjak 4,21% ke US$ 1.642 di waktu yang sama. Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai XRP, Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik sekitar lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pola pergerakan market kripto saat ini cukup bervariasi. Secara umum, perdagangan aset kripto terbilang datar dan cenderung sepi. Hal ini disebabkan oleh libur panjang di Amerika Serikat yang sedang memperingati Hari Buruh. Alhasil tidak ada aksi transaksi yang signifikan di market kripto sejak awal pekan lalu.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

    Namun, Nathan memberi perhatian kepada dua aset kripto big cap teratas, yaitu Ethereum dan Bitcoin. Menurutnya, saat ini kemungkinan besar investor lebih memilih untuk melakukan akumulasi ETH dibanding BTC. Salah satu penyebabnya, investor punya pandangan positif terhadap The Merge Ethereum yang akan terjadi dalam waktu dekat.

    “Harga Ethereum melesat karena dikaitkan dengan rencana The Merge yang semakin dekat. Apalagi lagi pada tanggal 6 September ini, akan dilakukan Bellatrix upgrade, yang merupakan uji coba yang terakhir sebelum The Merge Ethereum yang akan datang. Hal ini disambut baik investor dengan melakukan akumulasi ETH,” kata Nathan.

    Dari analisis teknikal, harga Ethereum (ETH) sedang ditargetkan menuju level resistance di level US$ 1.911. Jika harga ETH berhasil breakout, maka target selanjutnya berada di level US$ 2.230-US$ 2.548.

    Altcoin yang Bergerak Naik

    Sementara itu, ada altcoin lainnya yang harganya sudah gerak naik. Seperti, Ethereum Classic (ETC) yang sukses melesat sektiar 25,85% dalam 24 jam terakhir. Hal ini terjadi setelah BTC.com, platform blockchain explorer dan pool penambangan kripto, meluncurkan pool khusus bagi ETC berbiaya gratis untuk tiga bulan ke depan.

    Kemudian, duo koin jaringan Terra, Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA), sukses menarik perhatian setelah nilai keduanya meroket masing-masing 57,94% dan 8,21% dalam sehari terakhir. Nilai keduanya lompat setelah terus dihujani kabar baik dalam sebulan belakangan.

    Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
    Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

    Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

    Setelah mengaktivasi fitur staking di jaringannya pada akhir bulan lalu, LUNC dikabarkan bisa burn keping-keping tokennya di platform Binance dan Kucoin pada Senin (12/9) mendatang.

    “Jika aktivitas ini benar-benar terjadi, maka suplai LUNC di pasaran diramal menyusut 1,2%. Sesuai hukum ekonomi, penurunan suplai tentu akan berdampak baik bagi harga satu aset kripto,” jelas Nathan.

    Sementara analisis teknikal pergerakan Bitcoin, kini titik support BTC berada pada level US$ 17.614 yang merupakan titik penurunan terendah Bitcoin pada 2022 yang terjadi pada 13 Juni lalu. Jika terjadi breakdown, kemungkinan penurunan Bitcoin akan berlanjut dengan tahanan selanjutnya berada pada level US$ 15.549.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua MPR Resmikan Kantor Penambangan Kripto Terbesar di Indonesia

    Indonesia kini memiliki kantor penambang aset kripto terbesar, PT Cipta Aset Digital yang didirikan sejak tahun 2021. Kantor tersebut baru diresmikan oleh Ketua MPR RI sekaligus Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo pada Sabtu (3/9).

    Diketahui PT Cipta Aset Digital telah terdaftar dalam Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Dikabarkan PT Cipta Aset Digital memiliki tambang digital terbesar di Indonesia.

    Perusahaan memiliki enam bangunan yang dijadikan lokasi tambang digital. Setiap bangunan mengonsumsi listrik sebesar Rp 6,5 miliar per bulannya. Perusahaan tersebut juga berkontribusi besar terhadap pajak.

    “PT Cipta Aset Digital juga menjual alat penambang aset kripto, PowerRig, yang dipasarkan melalui penjualan langsung (direct selling). Sehingga memudahkan masyarakat yang ingin terjun menjadi penambang digital,” kata Bamsoet dalam keterangan resminya.

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.
    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.

    Baca juga: Pendiri Waves Crypto: Manipulasi Pasar Kripto Adalah Tanda Akhir Zaman

    “Semakin banyak aktivitas penambangan digital yang dilakukan di dalam negeri, akan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi digital Indonesia. Sehingga uang kita tidak lari ke luar negeri, melainkan sebaliknya kita justru bisa menarik uang dari luar negeri masuk dan berputar di Indonesia.”

    Indonesia Bakal Jadi Negara Penambang Kripto Terbesar Dunia

    Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan transaksi aset kripto juga harus bisa dinikmati oleh penambang digital dalam negeri, bukan hanya dinikmati dinikmati oleh penambang digital asing.

    Kementerian Perdagangan melaporkan transaksi kripto di Indonesia sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 859 triliun dengan jumlah investor mencapai 11,2 juta (7,5 juta di antaranya berasal dari kalangan milenial) dan nilai transaksi harian Rp 2,7 triliun.

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.
    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo resmikan kantor penambang aset kripto terbesar Indonesia, PT Cipta Aset Digital. Foto: Dok. Bambang Soesatyo.

    Baca juga: Thetan Arena Percaya Web3 Gaming Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Asia

    “Terlebih dengan ketersediaan infrastruktur seperti pasokan listrik hingga jaringan internet yang sudah memadai, bukan tidak mungkin jika kelak Indonesia menjadi negara penambang kripto terbesar dunia seperti Rusia, Kazakhstan, China, Amerika Serikat dan Hongkong yang dikabarkan mengendalikan 70 persen penambangan kripto dunia,” jelas Bamsoet.

    Ketua MPR menambahkan kemampuan pasar aset kripto dalam menghimpun dana tersebut jauh lebih besar dibandingkan kemampuan pasar modal konvensional yang jumlahnya masih berada pada kisaran Rp 363,3 triliun.

    Menurut Bamsoet, Tidak heran jika pasar kripto Indonesia sudah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara serta dikabarkan menempati posisi 30 di dunia.



    Sumber : news.tokocrypto.com