Author: 21

  • Kisah Inspiratif 2 TKO Angels Setelah Investasi di Tokocrypto

    Setelah mampu menampilkan performa harganya yang baik di tahun 2020, tren investasi aset kripto di awal tahun 2021 ini pun terus meningkat. Terkhusus pada mata uang kripto Bitcoin. Bitcoin berhasil mencatat rekor tertingginya dengan nilai Rp 483,54 juta per 1 Bitcoin pada Minggu (3/1). Rekor ini merupakan rekor terbaru setelah 27 Desember 2020 yang dimana harga Bitcoin mampu menembus Rp 400 juta. 

    Tren positif kenaikan harga Bitcoin membuat banyak orang yang tertarik untuk mencobanya. Bukan tanpa alasan, ini terjadi karena adanya bukti meningkatnya kepercayaan publik atas aset kripto sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan, terkhusus di masa pandemi ini. Masa pandemi yang terjadi hingga kini membuat banyak masyarakat untuk terus mengeksplor pendapatan pasif lainnya melalui investasi aset kripto. Apalagi dapat dilihat dari harga Bitcoin yang terus naik hingga lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2020. 

    Namun melakukan investasi Bitcoin ataupun aset kripto lainnya tentunya membutuhkan pemahaman yang matang maupun strategi tersendiri untuk mencapai keuntungannya. Tokocrytpo telah mewawancarai 2 tradernya atau yang biasa dikenal dengan TKO Angels untuk berbagi kisah inspiratifnya saat melakukan trading dan investasi aset kripto di Tokocrypto. Penasaran dengan kisah mereka? Yuk, simak kisah mereka di bawah ini.

    Baca Juga: Trading di Aplikasi Bitcoin untuk Android dan iOS dari Tokocrypto

    Usaha Tidak Mengkhianati Hasil

    Rahman Suparman merupakan seorang driver online yang mengenal dan melakukan trading aset kripto sejak tahun 2018. Awal mulanya, Rahman mencari informasi tentang kripto pada saat waktu luang saja dan mulai trading kripto pada saat mendapat Airdrop dan dengan modal dari tabungannya. 

    Sejak saat itu Rahman terus belajar tentang trading aset kripto, setelah melalui proses yang cukup lama hasil dari usahanya mulai menunjukkan hasil. Tidak disangka dengan fokus melakukan trading sejak pandemi karena sepi orderan pelanggan, ia kini mampu membangun rumah dan membeli motor baru. 

    Rahman pun membagikan pesan kepada trader yang sedang melakukan trading, yaitu agar lebih giat dan bersabar untuk menganalisis market agar mendapat profit yang cukup maksimal. 

    Sempat Diremehkan Tidak Membuatnya Menyerah

    Beralih ke Bandung, Wahyanto Eko adalah seorang tukang jahit. Ia mengenal aset kripto sejak tahun 2011 pada saat main di warnet. Pada saat itu ia ingin mencari cara bagaimana mencari uang dan menemukan bitcoin lalu mempelajari seluk beluk tentang aset kripto dan cara trading. 

    Wahyanto mulai melakukan trading aset kripto sejak tahun 2012, meskipun tidak mudah karena harus banyak meluangkan waktu untuk belajar. Ia pun mulai menekuni belajar aset kripto setelah aktivitasnya sebagai penjahit pakaian. 

    Setelah sekian lama mencoba platform yang ada di pasaran, Wahyanto memilih untuk melakukan trading dan investasi di Tokocrypto karena menurutnya platform ini cocok untuk pemula. 

    Sempat diremehkan oleh rekan-rekan dan saudara, Wahyanto pun membuktikan kepada mereka ketika mendapat profit yang besar pada saat kenaikan yang signifikan pada tahun 2017-2018. 

    Sekarang ia sudah menyelesaikan pembangunan rumahnya, membiayai kuliah adiknya sampai selesai, membeli motor baru, hingga membawa keluarganya jalan-jalan. Semuanya adalah hasil dari trading-nya. 

    Wahyanto pun berpesan kepada sesama trader bahwa sebelum menentukan target kita harus melakukan riset dan analisis terlebih dahulu, jangan buru-buru dalam melakukan trading dan tetap semangat. Ia yakin jika kedepannya aset kripto akan mendominasi.

    Itulah cerita dari ketiga TKO Angels yang sudah merasakan keuntungan dari investasi aset kripto bersama Tokocrypto. Tunggu apa lagi? Yuk, gabung investasi bersama Tokocrypto agar Anda juga dapat merasakan keuntungannya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pentingnya Sertifikasi Exchange untuk Investasi yang Aman

    Istilah trading sudah tak asing terdengar di telinga masyarakat umum. Kini, trading dikenal sebagai aktivitas menjual dan membeli instrumen investasi yang dapat dikendalikan dengan mudah hanya dengan laptop dan smartphone. Jika dahulu trading terkhusus di bursa efek dan untuk jual-beli saham. Kini muncul aset baru dalam trading, yakni aset kripto seperti Bitcoin pun turut mendominasi pasar. Namun, sebelum memulai investasi dalam aset kripto, penting bagi Anda untuk memilih exchange yang sudah tersertifikasi agar investasi aman. 

    Alasan Pentingnya Memilih Exchange Investasi Aman yang Telah Diakui oleh Bappebti

    Pertama kali sebelum menjajaki investasi aset kripto, Anda haruslah memilih media exchange yang aman. Indonesia sendiri telah mengatur regulasi dalam jual beli aset kripto melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). 

    Hal ini untuk memastikan perkembangan aset kripto ini telah diakui secara legal dan dapat diperjualbelikan melalui beberapa media exchange yang telah terdaftar secara resmi. Dengan terdaftarnya media exchange yang Anda pilih di Bappebti, berarti dapat dipastikan transaksi yang Anda lakukan akan terjamin keamanannya.

    Sebuah exchange untuk bisa terdaftar di Bappebti haruslah memenuhi syarat-syarat. Salah satunya adalah exchange tersebut harus memiliki IS0 27001, ISO sendiri merupakan information security management system (ISMS) yang merupakan kerangka kerja kebijakan dan prosedur yang mencakup semua kontrol hukum, fisik, dan teknis yang terlibat dalam proses manajemen risiko informasi organisasi. Untuk itu, pastikan exchange yang Anda pilih terdaftar di Bappebti.

    Scam yang Dapat Diakibatkan dari Tidak Amannya Exchange

    Memilih exchange yang sudah terdaftar di Bappebti tentunya untuk menjamin keamanan aset kripto Anda dan menghindari penipuan. Karena tak ayal, banyak penipuan yang terjadi pada investasi aset kripto ini. Inilah beberapa penipuan yang dapat diakibatkan karena tidak amannya exchange:

    Penipuan yang pertama ialah phishing, penipuan ini biasanya dilakukan dengan mengirimkan link dengan cara menghubunginya melalui e-mail, telepon, ataupun sms yang mengatasnamakan legal institusi yang ditargetkan kepada pengguna  untuk mencuri aset kripto yang ada di dalam wallet.

    Penipuan dengan jenis ini biasanya akan mengambil informasi penting terkait informasi diri, seperti nomor telepon, alamat rekening bank, detail kartu debit/kredit yang dimiliki pengguna, bahkan hingga detail wallet blockchain pengguna serta password

    • Exchange atau Wallet Palsu

    Penipuan yang marak terjadi selanjutnya adalah exchange atau wallet palsu. Biasanya, para penipu memiliki situs webnya sendiri dengan title sebagai exchange tertentu. Tak hanya itu, dalam penipuan ini ada juga penipu yang membuat sebuah aplikasi dengan alamat wallet yang palsu untuk mengecoh pengguna dan memangsa korbannya. 

    Penipuan yang berkedok acara berhadiah Bitcoin atau crypto juga kerap terjadi, lho. Bahkan, ada penipu yang tidak segan untuk mencantumkan nama orang ternama ketika menjalankan aksinya. Dalam menjalankan aksinya, penipu memberikan iming-iming imbalan dua kali lipat, untuk menipu orang awam sehingga mereka mengirimkan crypto-nya ke alamat tertentu. 

    Mendapatkan Bitcoin ada beberapa cara, salah satunya mining. Untuk menghasilkan bitcoin melalui mining membutuhkan daya pemrosesan dan listrik yang besar. Hal ini yang membuat para miners individu ikut ke dalam kelompok mining tertentu dan ada beberapa perusahaan pertukaran besar yang menawarkan fasilitas mining kepada para penggunanya. 

    Sayangnya, ada orang-orang yang mengambil keuntungan dari pengguna lain dengan memanfaatkan cara tersebut. Strategi yang dipakai adalah menawarkan “kontrak seumur hidup” yang berarti pengguna akan menerima bayaran yang sama dengan mengesampingkan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan.

    Dalam skema ponzi ini memiliki sistem yang hampir mirip dengan praktik multi level marketing, yakni pengguna harus merekrut pengguna baru lainnya agar mendapatkan imbalan dan menjanjikan keuntungan yang tinggi.

    Intinya, platform ini adalah lingkaran yang tidak bisa dihentikan, pengguna tingkat atas akan terus mendapatkan keuntungan, sedangkan pengguna yang berada di bawahnya akan terus mencari dan mendapatkan pengguna baru lainnya. 

    Nah itulah penjelasan pentingnya untuk Anda memilih exchange yang terdaftar agar investasi aman dan terhindar dari penipuan yang dapat terjadi. Pilihlah exchange yang sudah terdaftar di Bappebti, yakni Tokocrypto! Selain sudah terdaftar, Tokocrypto menggunakan teknologi Binance Cloud yang sudah teruji sebagai exchange dengan rating cybersecurity yang tertinggi yakni sebesar 9,35 dan telah melalui berbagai test keamanan yang berlapis seperti penetration testing, proof of fund, dan bug bounty. Yuk, daftar trading di Tokocrypto dan ikuti program referral di sini untuk mendapatkan keuntungan lebih!

     

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 3 Top Cryptocurrency yang Performanya Stabil di 2020

    Cryptocurrency atau mata uang kripto saat ini telah menjadi salah satu investasi yang menjanjikan. Mata uang ini juga tengah berkembang pesat sebagai alternatif transaksi non tunai, contohnya remitansi dan pengiriman uang antar negara. Sebagai instrumen investasi, cryptocurrency sangat diminati karena harganya yang tinggi. Apalagi kini di Indonesia regulasi mata uang digital telah diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

    Dalam Peraturan Bappebti No. 5 tahun 2019, aset mata uang digital diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Dengan adanya regulasi tersebut cryptocurrency telah memiliki payung hukum yang jelas. Jadi Anda tidak perlu ragu dengan keamanan dalam berinvestasi mata uang digital. Terlebih lagi, dalam masa pandemi ini investasi mata uang digital dianggap sebagai investasi yang tidak goyah dibandingkan investasi lainnya seperti emas. Apa saja top cryptocurrency yang menjadi “primadona” selama masa pandemi? Mari kita simak ulasannya di bawah ini.

    Ketahanan Cryptocurrency Sebagai Digital Asset yang Modern

    Digital asset merupakan suatu barang atau benda dalam sistem elektronik yang memiliki nilai yang dapat dimiliki dan dapat dikuasai oleh perseorangan maupun badan hukum. Digital asset merupakan suatu bentuk inovasi dari konsep aset yang awalnya hanya terdapat dalam dunia riil namun kini telah berkembang dalam dunia siber. Kepemilikannya pun tercatat secara digital dan dikendalikan langsung oleh pemiliknya.

    Sebagai digital asset, cryptocurrency tidak hanya digunakan sebagai alat pengiriman uang atau remitansi tetapi juga sebagai komoditas dalam berinvestasi dengan cepat dan mudah karena menggunakan sistem kriptografi. 

    Kendati harganya kerap menurun cryptocurrency dinilai tetap bisa menjadi digital asset yang prospektif. Menurut Sumardi selaku CEO salah satu perusahaan cryptocurrency di Indonesia, walaupun harganya sedang mengalami penurunan, investasi mata uang kripto akan terus berkembang seiring mulai gencarnya penggunaan teknologi blockchain. Ia menambahkan harga mata uang kripto di masa yang akan datang akan lebih dipengaruhi oleh isu-isu seputar perkembang teknologi karena fokus pasar kini lebih tertuju pada pemanfaatan blockchain. Memiliki pandangan senada, Christoper Tahir selaku co-founder Cryptowatch berpendapat bahwa meskipun harga mata uang kripto mengalami tren penurunan, jumlah pengguna wallet mata uang kripto terus bertambah. 

    Performa Cryptocurrency Saat Pandemi 

    Di tengah pandemi Covid-19, mata uang kripto menunjukkan kinerja positif dibandingkan instrumen investasi lainnya. Oscar Darmawan, CEO salah satu perusahaan cryptocurrency di Indonesia, mengatakan bahwa performa mata uang kripto di tengah pandemi bisa membantu mendorong kembali bangkitnya perekonomian. Ia juga mengatakan Bitcoin dan emas adalah investasi yang paling diburu karena dianggap sebagai investasi paling aman. Di masa pandemi, keduanya menunjukkan performa yang mengagumkan dibanding investasi lainnya yang melemah karena Covid-19. Hal tersebut yang menarik minat para investor untuk memiliki keduanya sebagai upaya mengamankan harta kekayaan dari ancaman resesi global. Oscar menambahkan, Bitcoin dan emas memiliki sisi yang sama karena komoditas ini tidak mempan diterpa krisis global seperti wabah Covid-19. Yang dapat mempengaruhi harga kedua investasi tersebut hanya faktor pasokan dan permintaan.

    Top Cryptocurrency yang Performanya Stabil di 2020

    Ada banyak mata uang kripto yang terdaftar saat ini. Namun, tidak semuanya memiliki performa seperti tiga mata uang kripto ini. Berikut tiga deretan top cryptocurrency yang performanya paling stabil dan paling digemari di 2020.

    Sebagai pelopor di dunia mata uang digital, tidak heran jika popularitas Bitcoin masih menempati urutan pertama dan paling digemari masyarakat. Sebagai aset kripto paling tua, komunitas penggunanya pun relatif paling banyak di antara mata uang digital lainnya. Selain itu, Bitcoin juga mudah dicari dan selalu tersedia di bursa. Terlebih lagi kini perusahaan raksasa seperti Microsoft dan Bloomberg menerima Bitcoin sebagai opsi alat pembayaran. Para analis juga memperkirakan harga Bitcoin akan terus mengalami peningkatan signifikan hingga pasca pandemi. 

    Posisi selanjutnya ditempati oleh Ethereum. Lebih dari sekadar mata uang digital, Ethereum juga merupakan platform berbasis blockchain untuk mengembangkan aplikasi yang terdesentralisasi. Ethereum juga menawarkan Initial Coin Offerings (ICOs) sebagai alternatif pembiayaan proyek-proyek blockchain lainnya. Ethereum juga memilki keunggulan yaitu waktu yang diperlukan dalam satu transaksi beberapa detik lebih cepat dibanding Bitcoin.

    Dibandingkan kedua “kakak”-nya yang telah disebutkan di atas, Ripple memiliki karakteristik yang lebih unik karena ia hanya berfokus pada penyelesaian masalah yang berkaitan pada satu industri saja, yaitu sebagai alat transfer pembayaran internasional. Keistimewaan Ripple yang lain yaitu waktu transaksi yang jauh lebih cepat dibandingkan Bitcoin dan Ethereum. Dalam satu transaksi internasional, Ripple hanya butuh waktu penyelesaian beberapa detik saja. Di tahun 2020 ini, Ripple juga mengalami lonjakan dan tercatat semakin banyak perusahaan yang menggunakan layanan Ripple.

    Dengan keunggulan utamanya yang tidak mudah goyah saat masa pandemi, top cryptocurrency tersebut dapat Anda jadikan investasi hingga masa mendatang. Segera kunjungi Tokocrypto dan temukan mata uang digital impian Anda. Salam to the moon!

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tips Memilih Exchange Aset Kripto yang Tepat

    Kenaikan harga bitcoin berdasarkan per Desember 2020 dengan posisi harga tertinggi berada pada $28.422 atau setara dengan Rp 403,7 Juta. Hal ini didasari oleh naiknya jumlah supply dan demand. Dengan naiknya si harga bitcoin saat ini, itulah kenapa mulai banyak muncul trader-trader baru yang ingin mencoba investasi bitcoin. Lalu sebetulnya, bagaimana dan apa yang harus diperhatikan ketika memilih exchange aset kripto?

    Pertama, kita bertemu dengan Fatchurrachman Febrianto, seorang mahasiswa dari Rembang Jawa Tengah yang mengenal aset kripto dan trading  sejak tahun 2018.  Febri mengenal dunia kripto karena rajin mengikuti event – event komunitas yang diadakan oleh Tokocrypto. Dari hasil trading, Febri sudah dapat memenuhi kebutuhan  sehari – hari tanpa perlu meminta orang tua lagi, bahkan bisa membeli gadget impiannya. Untuk trader pemula, Febri menyarankan beberapa hal sebelum memulai trading; pertama, pastikan legalitas platform aset kripto, seperti Tokocrypto. Tokocrypto yang merupakan platform aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti, bersertifikasi ISO 27001:2013 dan jika melihat referensi dari website yang mendokumentasikan test keamanan dari exchange di seluruh dunia, misalnya dari Coingecko, Tokocrypto mempunyai rating cybersecurity yang sangat tinggi (9,35) jika dibandingkan dengan Indodax dan Luno yang memiliki rating 8 dan 7 dari Coingecko, dan rating cybersecurity score 7.19 untuk Indodax dan 3,95 untuk Luno. Kedua, pelajari aset kripto yang diminati, di Tokocrypto sudah ada lebih dari 40 koin dan lebih dari 100 pairing, serta koin-koin yang ditawarkan memiliki fluktuasi lebih besar sehingga kesempatan lebih untung.

    Platform exchange aset kripto lain, Indodax misalnya memang menyediakan coin/token yang paling banyak ketersediaannya, sampai 110 jenis coin dan token. Betul, memang ada ribuan koin maupun token yang bisa diperdagangkan, tapi perlu hati-hati, karena koin-koin yang belum terlalu populer, seringkali pergerakan harganya sangat agresif. 

    Beda lagi ceritanya bagi I Putu seorang karyawan swasta dari Denpasar Bali, memulai trading di tahun 2019 melalui smartphone kini sudah bisa trading melalui laptop yang dibeli dari hasil trading. Bagi seorang trader, penting mengetahui tentang biaya layanan yang dibebankan kepada user. `Dari semua bentuk biaya di exchange, biasanya user paling concern soal biaya penarikan dan juga biaya transaksi. Untuk biaya penarikan, ada yang flat dan ada yang bentuknya persentase.

    Menurut Putu, secara ekonomis, tentunya akan lebih menguntungkan bagi  memilih yang biayanya flat saja seperti Tokocrypto. Kenapa begitu? Coba saja Anda bayangkan misalnya ingin menarik uang dalam jumlah banyak, Anda ingin mencairkan penjualan 1 bitcoin senilai Rp 300 juta, kalau biaya penarikannya 0.5%, berarti akan terpotong 1,5 juta hanya untuk narik uang dari exchangenya saja. Sementara jika melihat biaya transaksi sebagai market taker, Indodax yang biayanya paling tinggi, sementara Pintu tidak ada biaya transaksi, sisanya yang lain berkisar di angka wajar yaitu 0,1%. Bagi Anda yang belum paham, biaya market taker itu adalah potongan ketika Anda bertransaksi dengan ikut antrian harga yang sudah ada, misalnya Anda mau beli bitcoin seharga 10 juta, maka potongan biayanya kalau di Indodax itu adalah 0,3% atau 30 ribu rupiah, sementara kalau di Tokocrypto  misalnya itu cuma 0,1% atau 10 ribu rupiah.

    Lalu apalagi yang perlu diperhatikan ketika untuk memilih platform aset kripto, tentu saja fitur trading yang bisa dimanfaatkan oleh para trader. Bicara soal fitur, memang masing – masing exchange punya keunikan sendiri-sendiri. Tapi dari semua fitur, coba kita pilih 3 fitur yang menurut salah satu Trader Tokocrpto, Afid sangat penting, yaitu adanya chart harga yang akan membantu melakukan analisis teknikal, adanya fitur cutloss atau pembatasan limit kerugian supaya bisa membatasi kerugian diharga tertentu. Fitur ini krusial, khususnya buat para trader, mengingat aset kripto mempunyai volatilitas harga yang tinggi dan agresif. Dan terakhir adanya fitur shortselling agar bisa tetap mendapatkan keuntungan walaupun harga aset kripto lagi mengalami penurunan atau masuk ke fase bearish. Dari ketiga kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa Tokocrypto adalah satu-satunya yang memenuhi ketiga fitur penting tersebut, sementara Pintu memang tidak memiliki fitur trading dan hanya terbatas pada fungsi jual-beli saja.

    Selanjutnya kita bahas, dari sisi spread harga beli dan jual. seorang trader yang membuat keputusan transaksi yang cepat, khususnya dengan timeframe jangka pendek, akan sangat tertolong dengan selisih harga jual dan beli yang tidak terlalu jomplang. Tujuannya agar keuntungan di setiap transaksi bisa direalisasikan dengan optimal, akan tetapi umumnya ketika kita membeli komoditas, terdapat spread atau selisih harga antara harga beli dengan harga jual, semakin besar selisihnya, akan semakin sempit ruang gerak trader, sementara semakin kecil selisihnya, maka akan semakin luas ruang gerak trader dalam membuat keputusan. Prinsipnya sama saja seperti membeli emas, selalu ada spread harga antara harga jual dengan harga beli kan? begitu juga dengan kripto. Tokocrypto memiliki spread harga yang sangat kecil selisihnya jika dibandingkan exchange lainnya, mungkin bagi kalian yang belum berpengalaman dalam trading, melihat spread harga dan likuiditas ini jadi hal yang sepele. Tapi bagi trader yang serius, selisih spread harga ini bisa menjadi game changer dalam setiap keputusan tradingnya.

    Itulah semua aspek yang harus diperhatikan dalam memilih exchange. Dengan begitu, pengalaman trading dan investasi pun menjadi lebih aman dan menyenangkan! Yuk mulai trading dan investasi bersama Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Sentral Hong Kong: Kripto Penting Buat Sistem Keuangan

    Aset kripto telah menjadi topik pembahasan penting oleh berbagai bank sentral di seluruh dunia, termasuk Hong Kong. CEO Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue, pun telah menyatakan bahwa terlepas dari kekurangan di sektor kripto, industri ini kemungkinan akan memainkan peran sentral dalam sistem keuangan masa depan.

    Berbicara selama pertemuan pejabat keuangan G20 di Bali awal Juli lalu, Yue mencatat bahwa teknologi yang menggerakkan sebagian besar proyek kripto dapat disesuaikan agar tepat dengan sistem keuangan umum.

    Namun, Yue menyerukan regulasi sektor tersebut untuk menghindari risiko terkait seperti ‘kecelakaan’ ekosistem Terra (LUNA) yang mengakibatkan kerugian yang signifikan.

    “Terlepas dari insiden Terra-Luna, saya pikir kripto dan DeFi tidak akan hilang – meskipun mereka mungkin tertahan – karena teknologi dan inovasi bisnis di balik perkembangan ini mungkin penting untuk sistem keuangan masa depan kita,” kata Yue dikutip Finbold.

    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

    Hong Kong Rangkul Manfaat Kripto

    Sentimen Yue sejalan dengan pendekatan ramah HKMA yang sudah berlangsung lama terhadap kripto. Pada Januari 2022, lembaga tersebut merilis pernyataan yang menunjukkan bahwa entitas terbuka untuk menerima manfaat inovasi keuangan sambil mengakui risiko yang terlibat.

    Institusi baru-baru ini lebih fokus pada peraturan stablecoin, terutama setelah kehancuran ekosistem Terra. Dalam makalah diskusi bank baru-baru ini tentang central bank digital currency (CBDC), e-HKD, HKMA memperingatkan bahwa stablecoin dapat merusak dolar negara itu.

    HKMA mencatat bahwa jika satu stablecoin muncul lebih populer, mata uang lokal akan melemah secara signifikan.

    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

    Hong Kong Dinobatkan Negara Paling Ramah Kripto

    Dalam laporan Forex Suggest, Hong Kong memimpin daftar sebagai negara yang siap dan ramah kripto. Untuk menilai negara-negara yang paling siap untuk kripto, data tersebut memeriksa jumlah ATM kripto, undang-undang dan perpajakan kripto, jumlah startup blockchain, dan negara-negara dengan tingkat minat tertinggi terhadap kripto.

    Hong Kon didelegasikan yang paling siap dengan kripto karena menempati posisi pertama dalam tiga utama untuk tiga kelas sesuai penelitian, termasuk jumlah startup blockchain per 100,00 individu dan jumlah ATM kripto yang sesuai dengan populasi.

    Berkat wilayah daratannya yang kecil, negara kota ini memiliki wilayah terkecil per ATM kripto. Hong Kong juga tidak mengenakan pajak capital gain pada kripto, membuatnya menarik bagi investor.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin atau Emas, Mana yang Lebih Profit?

    Investasi telah menjadi salah satu pilihan tidak hanya sebagai sumber penghasilan belaka saja, melainkan juga dipilih sebagai perputaran uang untuk jangka panjang. Jika sepuluh tahun yang lalu, emas menjadi salah satu pilihan investasi orang-orang; kini dengan adanya kemajuan teknologi, Bitcoin menjadi pilihan sebagai aset investasi. Pada kondisi seperti saat ini, manakah yang lebih menguntungkan? Bitcoin atau emas?

    Untuk itu, mari kita pelajari lebih lanjut mengenai Bitcoin dan emas sebagai aset investasi!

    Emas vs Bitcoin

    Emas sebagai Aset Investasi

    Jika dinilai sejarahnya, emas merupakan benda yang memiliki nilai ーkhususnya dalam investasi jangka panjang. Salah satu yang menjadi alasan penyebabnya emas menjadi aset investasi adalah harga dan nilai emas yang selalu menanjak.

    Sebagai sumber daya yang tidak dapat diperbarui, permintaan pasar akan emas akan selalu besar. Selain itu, emas juga dianggap sebagai investasi yang cukup aman karena minim risiko, terutama ketika pasar saham sedang mengalami penurunan. 

    Bitcoin sebagai Aset Investasi

    Jika Indonesia mengalami resesi ekonomi, Bitcoin dapat menjadi pilihan sebagai aset investasi jangka panjang dikarenakan karakteristiknya yang terdesentralisasi. Nilai Rupiahlah yang akan lebih dahulu jatuh jika terjadi desentralisasi.

    Walaupun harga Bitcoin terjadi fluktuatif, namun permintaan atas Bitcoin terus mengalami peningkatan. Sedangkan pasokan akan Bitcoin akan terus berkurang, sehingga nilai dari Bitcoin akan mengalami peningkatan.

    Penyebab turunnya harga Bitcoin ini biasanya dikarenakan aksi jual dari beberapa orang yang membutuhkan uang tunai untuk berbelanja dan menyelamatkan usaha mereka, misalnya apa yang sedang terjadi semasa pandemi ini. Aset yang digital yang bersifat volatile atau harganya yang mudah berubah inilah yang mendatangkan potensi penghasilan ketika diperdagangkan melalui trading Bitcoin.

    Selain itu, Bitcoin atau aset kripto lainnya kini telah digolongkan sebagai aset komoditas oleh Kementerian Perdagangan di Indonesia, karena penawaran dan permintaannya cukup besar.

    Baca Juga: Ketahui Masa Depan Bitcoin Disini!

    Persamaan Emas dan Bitcoin Sebagai Aset Investasi

    Walaupun mengalami perbedaan berupa bentuk asetnya, antara emas dan Bitcoin juga memiliki persamaan, seperti:

    Persamaan pertama dari Bitcoin dan emas adalah jumlahnya yang terbatas. Bitcoin hanya memiliki suplai sebanyak 21 juta koin. Hingga saat ini, terdapat 80% Bitcoin yang ditambang dan diperkirakan aset kripto akan habis pada tahun 2140.

    Sedangkan untuk jumlah emas sendiri berhasil ditambah sejumlah 197.576 ton, berdasarkan data dari gold.org per 2019. Diprediksi, emas ini akan habis kurang dari 20 tahun lagi. Dikarenakan keduanya memiliki jumlah terbatas, Karena keduanya memiliki jumlah terbatas, maka saat persediaannya habis, keberadaan mereka akan sangat langka, dan ini akan menjadi keuntungan bagi orang-orang yang sudah memiliki aset tersebut.

    Emas dan Bitcoin menjadi pilihan investasi yang aman untuk berjaga-jaga di tengah krisis. Hal ini dikarenakan harganya yang cenderung stabil ketika krisis terjadi, sehingga dapat dijadikan pengaman ketika terjadi resesi ekonomi.

    • Aset Pribadi tanpa Bank 

    Bitcoin dan emas dapat menjadi aset pribadi tanpa perlu dilaporkan ke pihak lain atau membelinya melalui bank konvensional. Anda dapat membeli Bitcoin di bursa dan emas di toko emas atau tempat lainnya. Anda juga tidak perlu melaporkannya kepada pemerintah, karena Anda memiliki kontrol penuh atas kedua aset ini.

    Bitcoin atau Emas ?

    Hingga saat ini Bitcoin masih menjadi aset yang cukup spekulatif dibandingkan dengan emas. Sebetulnya hal ini wajar, karena emas sudah ada sejak lama dan berhasil melewati banyak krisis dan ujian selama ada digunakan sebagai alat pembayaran atau investasi. Ditambah Bitcoin masih terbilang baru dan butuh waktu untuk dikenalkan dan diadopsi di berbagai aspek kehidupan.

    Namun, itulah keunggulan dari Bitcoin. Teknologi canggih dibaliknya, yaitu blockchain, mengungguli emas sebagai aset investasi jangka panjang. Bitcoin juga telah mulai diadopsi massal ke masyarakat dunia, sehingga akan makin banyak orang yang mengenal dan menggunakan Bitcoin.

    Selain itu jika terjadi resesi ekonomi di Indonesia, yang akan mengalami kejatuhan pertama adalah mata uang Rupiah dan disusul oleh emas. Sedangkan Bitcoin akan memiliki dampak terakhir, karena ia merupakan kategori uang digital.

    Setelah mengetahui keuntungan di antara Bitcoin atau emas, Anda tak perlu lagi ragu untuk melakukan investasi Bitcoin! Pelajari strategi-strateginya, lalu segerakan berinvestasi secara aman dan mudah bersama Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pelajari Strategi Margin Trading untuk Pemula

    Kemajuan teknologi menjadikan bentuk mata uang tidak hanya sebatas uang fiat. Namun, perkembangan zaman mampu menghadirkan cryptocurrency yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi dan dapat dijadikan sebagai instrumen investasi. Lantas, pernahkah Anda ingin melakukan trading cryptocurrency tetapi mempunyai budget yang terbatas? Mungkin langkah yang satu ini bisa Anda coba, yaitu margin trading.

    Apa Margin Trading Itu?

    Secara sederhana, margin trading merupakan kegiatan perdagangan cryptocurrency dimana trader menggunakan dana pinjaman atau modal untuk meningkatkan daya beli. Umumnya, trader mendapatkan dana pinjaman dari pihak ketiga, seperti broker atau sering dikenal sebagai perusahaan sekuritas.

    Pada intinya, trader dapat membeli cryptocurrency lebih banyak dari budget awal yang dimiliki dengan menggunakan dana pinjaman tadi. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan keuntungan jika pergerakan pasar sesuai dengan yang ditargetkan. 

    Mengenal Fasilitas Margin Trading: Margin dan Leverage

    Untuk memahami margin trading lebih dalam, Anda harus mengetahui beberapa fasilitas atau fitur berikut:

    Margin merupakan dana pinjaman yang Anda gunakan untuk meningkatkan investasi dan Anda harus membayarnya kembali dengan bunga. Selanjutnya, trader menggunakan margin untuk menciptakan leverage.

    Leverage adalah peningkatan daya beli yang Anda miliki ketika memperdagangkan cryptocurrency menggunakan margin. Artinya, Anda dapat mendapatkan posisi yang lebih besar dibandingkan hanya menggunakan dana sendiri (tanpa dana pinjaman).

    Apakah nilai leverage akan sama di setiap platform? Tentu tidak. Leverage maksimum yang Anda akses tentu berbeda-beda pada setiap platform. Biasanya, leverage tertulis menggunakan rasio, seperti 5:1, 20:1

    Baca Juga: Pahami Apa Itu Day Trading Disini!

    Strategi Margin Trading

    Sebelum melakukan margin trading, berikut strategi yang harus Anda persiapkan sebagai pemula:

    1. Mulailah dengan Angka Kecil dan Perlahan

    Sebagai pemula, sebaiknya Anda memulai margin trading dari nilai yang kecil. Hal ini penting karena Anda harus mempelajari situasi terlebih dahulu sebelum beralih ke nilai yang lebih besar. Kemudian, pernyataan “Perlahan tapi Pasti” juga sangat cocok karena dapat mengurangi risiko kerugian.

    2. Ketahui Besaran Biaya dan Likuiditas

    Anda harus mengetahui secara rinci biaya yang Anda keluarkan untuk melakukan margin trading. Hal tersebut dikarenakan, untuk membuka posisi leverage, Anda akan membayar bunga atas modal yang Anda pinjam. Pastikan biaya yang Anda keluarkan tidak mengganggu persentase profit. 

    Selain itu melansir dari Binance Academy, likuiditas pada cryptocurrency adalah kemampuan untuk menjual atau membeli aset di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang drastis pada harga aset. Maka dari itu, jika Anda ingin menjual aset, pastikan terdapat aktivitas perdagangan dalam pasar dan pastikan juga angka penawaran serta angka permintaan jangan sampai berbeda jauh.

    3. Manajemen Risiko: Stop Loss dan Take Profit

    Penggunaan Stop Loss dan Take Profit pada margin trading memiliki tujuan untuk meminimalkan risiko dan kerugian jika pergerakan pasar tidak dapat diprediksi. 

    Stop Loss digunakan untuk menetapkan batas rugi dalam pasar dan secara otomatis akan menutup posisi Anda jika mencapai batasan yang ditetapkan. Hal ini berlaku juga pada Take Profit, jika posisi sudah mencapai batas harga tertinggi, maka posisi akan otomatis tertutup dan Anda bisa mendapat keuntungan.

    4. Perhatikan Faktor Fundamental dan Teknikal

    Jangan lupa untuk perhatikan kedua faktor ini agar Anda paham keadaan pasar. Faktor fundamental mengarah kepada cakupan yang cukup luas, karena memegang peranan penting untuk pergerakan harga. Adapun faktor fundamental seperti analisis ekonomi, kinerja perusahaan,  keuangan, dan sebagainya. Sedangkan faktor teknikal, Anda dapat memperhatikan pergerakan harga historis pada grafik agar bisa memprediksi tren harga yang sedang berlangsung.

    Ketahui Keuntungan dan Risikonya

    Keuntungan utama dari margin trading cryptocurrency adalah Anda mendapatkan profit yang lebih besar. Terlebih jika pergerakan pasar dan prediksi harga sesuai dengan target yang Anda tetapkan, maka profit juga akan meningkat.

    Namun, jika berbicara mengenai risiko margin trading, risiko terbesar yang mungkin Anda dapatkan adalah kerugian dana yang telah disiapkan. Maka dari itu, penting untuk mengedukasi diri serta mengetahui strategi yang baik agar terhindar dari kerugian, salah satunya adalah margin call. 

    Margin call terjadi ketika nilai aset dalam margin trading mengalami penurunan pada titik tertentu yang menyebabkan loss (rugi) dan broker meminta Anda untuk menambahkan margin agar meminimalkan risiko. Maka dari itu, penting untuk memantau level margin Anda secara aktif.

    Kemudian, satu hal yang harus Anda perhatikan, bahwa margin trading tidaklah gratis. Anda harus membayar bunga dan membayarkan kembali dana pinjaman yang digunakan. Jadi, jangan lupa ya untuk terus mengedukasi diri sebelum memutuskan untuk margin trading!

    Jika ingin memulai trading cryptocurrency secara aman, Anda bisa menggunakan platform exchange TokoCrypto karena sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi pada November 2019. Segera kunjungi TokoCrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Jual Bitcoin Yang Tepat

    Harga bitcoin yang meroket di beberapa tahun kebelakang menyebabkan cryptocurrency menjadi terobosan di dunia digital, dan membuat banyak orang melirik akan manfaat dan keuntungan dari Cryptocurrency. Saat ini banyak user yang sudah bermain bitcoin di seluruh dunia, banyaknya user tersebut sebanding dengan banyaknya transaksi di mata uang kripto tersebut.

    Sebanyak-banyaknya transaksi yang dilakukan pada mata uang kripto atau bitcoin akan tercatat semua pada sistem jaringan, karena setidaknya ada tiga pencatat dalam transaksi tersebut. Penjual-pembeli dan sistem yang terdesentralisasi sehingga semua user akan bisa melihat setiap transaksi di mata uang kripto tersebut dan mencatatnya. Maka dari itu cara jual-beli bitcoin akan terekam sampai kapanpun.

    Cara untuk Jual Bitcoin

    Tujuan akhir dari berinvestasi pada mata uang kripto adalah menjualnya. Lalu, pada prinsipnya ada dua macam cara yang bisa dilakukan untuk bertransaksi bitcoin ke rupiah atau sebaliknya (jual-beli) pada mata uang kripto, yaitu:

    1. Menggunakan Exchange (Marketplace)

    Cara paling mudah untuk menjual bitcoin anda adalah dengan menggunakan exchange atau marketplace mata uang kripto. Namun sebelumnya, anda harus mencari terlebih dahulu exchange yang sudah terpercaya.

    Setelah menemukan exchange, langkah selanjutnya adalah registrasi dan buat akun anda. Dalam proses registrasi, biasanya anda akan melakukan KYC (Know Your Customer) untuk melengkapi data diri anda. Tahap ini berfungsi untuk mencegah tindakan penipuan untuk transaksi pada exchange.

    Langkah selanjutnya adalah, pastikan saldo pada wallet bitcoin exchange anda. Jika saldo bitcoin anda masih pada wallet digital pribadi, maka anda harus mengirim bitcoin anda ke alamat wallet exchange yang anda akan gunakan.

    Tahap selanjutnya untuk menjual bitcoin anda adalah memilih cara menjualnya, ada dua cara menjual bitcoin di exchange.

    Proses penjualan pada cara ini, anda akan menjual bitcoin anda dengan mengikuti harga dari market cap sebuah exchange yang anda pilih tersebut.

    Pada cara yang kedua kamu bisa memasukan harga dari total bitcoin yang kamu akan jual. Namun, anda harus menunggu hingga harga bitcoin mencapai harga yang kamu tentukan pada exchange tersebut.

    Setelah melalui proses tersebut, anda hanya tinggal menunggu order penjualan terpenuhi. Lalu setelah saldo rupiah ada pada akun anda. Langkah terakhir adalah mencairkan ke bank. Anda cukup memasukan nomor rekening tujuan dan dalam 24 jam uang anda akan terkirim pada rekening bank anda.

    2. Menggunakan Wallet Digital Pribadi

    Cara yang kedua untuk menjual bitcoin adalah dengan menggunakan wallet digital. Wallet digital atau dompet digital ini, selain berfungsi untuk menyimpan cryptocurrency anda juga bisa menggunakannya untuk mengirim dan menerima kiriman mata uang kripto. Hal tersebut mirip seperti anda memiliki suatu rekening di bank konvensional.

    Karena mirip seperti mempunyai rekening di bank konvensional, pada wallet digital ini anda tidak bisa menjual atau memperdagangkan bitcoin anda secara terbuka. Anda harus memiliki kesepakatan terlebih dahulu, berapa nilai dari bitcoin yang akan dikirim. Setelah kesepakatan diperoleh barulah anda bisa mengirimkan bitcoin tersebut. Jangan lupa untuk meminta alamat wallet digital pembeli untuk anda masukan pada wallet digital anda.

    Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan jika bertransaksi secara langsung, kami merekomendasikan anda menggunakan exchange dalam bertransaksi. Salah satu exchange yang terpercaya dan sudah memiliki izin dari pemerintah adalah Tokocyrpto.

    Saat yang Pas untuk Menjual Bitcoin

    Secara sederhana waktu yang pas untuk menjual bitcoin anda adalah saat harga bitcoin tersebut naik. Naik tersebut dalam arti ketika harga yang anda beli berada dibawah harga jual, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan dari dari selisih yang harga bitcoin tersebut.

    Namun, kenaikan harga bitcoin tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah permintaan bitcoin di pasar mata uang kripto. Faktor tersebut sejalan dengan penelitian Hanindya Febri Qadarika tentang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, total Bitcoin, jumlah transaksi, biaya per transaksi, jumlah pengguna, dompet blockchain, dan harga emas secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga Bitcoin.

    Maka dari itu, untuk menentukan saat yang pas dalam menjual bitcoin, anda memerlukan analisis yang baik terhadap grafik bitcoin. Untuk melihat grafik-nya anda bisa melihatnya di halaman dashboard www.tokocryrpto.com dan pilih mata uang bitcoin. Selain mempermudah anda menjual bitcoin, di Tokocrypto juga anda bisa mendapatkan bitcoin dengan market cap yang bersaing. Info lebih lengkap kamu bisa menghubungi melalui website www.tokocyrpto.com atau seluruh media sosial kamil @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

    Minat investasi kripto masih melonjak, meskipun market sedang alami penurunan agak dramatis dalam beberapa bulan terakhir. Investor kini lebih yakin investasi kripto untuk membayar sejumlah barang dan jasa termasuk, mobil, komputer, dan asuransi, hingga menabung untuk pendidikan perguruan tinggi.

    Survei terbaru dari media Intelligent.com menyebutkan banyak orang tua di Amerika Serikat yang menabung aset kripto sebagai investasi untuk biaya pendidikan kuliah anak mereka. Survei sendiri digelar pada 10 Juni 2022 dengan jumlah responden sebanyak 1.250 peserta.

    Semua responden adalah orang tua warga AS, yang memiliki setidaknya satu orang anak dan sudah mulai mengumpulkan uang untuk pendidikan anak atau membiayai kuliah di perguruan tinggi anak. Mereka mengandalkan investasi kripto jangka panjang untuk membayar kuliah.

    Investasi Kripto untuk Biaya Pendidikan

    Hasil survei menunjukan 87% orang tua yang menjadi koresponden telah berinvestasi dalam kripto untuk menabung biaya kuliah anak-anak mereka. Meskipun market crash baru-baru ini, 80% mengatakan mereka telah mendapatkan uang dari hasil investasi.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

    Lebih dari 50% orang tua percaya bahwa dana yang diinvestasikan akan menutupi setidaknya setengah dari biaya pendidikan perguruan tinggi anak-anak mereka. Kemudian, lebih dari empat dari sepuluh orang tua dari total 87% yang berinvestasi di kripto mengatakan bahwa mereka telah memasukkan US$ 10.000 atau lebih ke dalam investasi kripto.

    Dan untuk sebagian besar, strategi ini tampaknya membuahkan hasil, meskipun pasar kripto jatuh selama setahun terakhir. 80% dari mereka yang berinvestasi di kripto mengatakan investasi mereka telah berkembang, sementara hanya 11% mengatakan mereka telah kehilangan uang dan 9% tidak menghasilkan keuntungan atau impas.

    Kripto adalah Investasi Jangka Panjang yang Andal

    Ketika para orang tua yang disurvei ditanya mengapa mereka memilih untuk berinvestasi di kripto untuk menabung untuk pendidikan anak-anak mereka, 68% responden mengatakan percaya itu akan menjadi investasi jangka panjang yang lebih andal.

    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

    Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

    Lebih dari 59% mengatakan mereka percaya mereka dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan kripto daripada dengan investasi tradisional, dan 34% mengatakan mereka merasa tertekan untuk tidak melewatkan peluang potensial.

    Ada 24% mengatakan mereka berinvestasi di kripto sebagai eksperimen untuk melihat kinerjanya dibandingkan dengan investasi mereka yang lain. Bitcoin tetap menjadi investasi paling populer dengan 69% responden, diikuti oleh Ethereum sebesar 41% dan USD Coin sebesar 38%.

    Membayar untuk kuliah tidak lagi terjangkau, jadi masuk akal jika banyak orang tua berharap untuk memanfaatkan pasar kripto yang sedang booming untuk memberi anak-anak mereka keuntungan finansial.

    Dan meskipun sebagian besar responden melaporkan mendapatkan uang dari investasi mereka dan kepercayaan mereka yang berkelanjutan pada kripto, penurunan tajam dalam banyak nilai mata uang dalam beberapa bulan terakhir mungkin terbukti menantang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

    Bear market kripto tampaknya tidak sepenuhnya menciptakan malapetaka dan kesuraman. Di sisi lain, Venture Capital (VC) atau pemodal ventura masih yakin untuk berinvestasi ke aset kripto dan startup blockchain dengan kecepatan yang akan melampaui rekor tahun lalu.

    Melansir Reuters, pada paruh pertama tahun ini, VC bertaruh US$ 17,5 miliar untuk perusahaan yang bergerak dibidang aset kripto dan blockchain, menurut data dari PitchBook. Investasi itu rekor baru capai US$ 26,9 miliar yang ditempatkan di bidang tersebut dibanding tahun lalu.

    “Kondisi pasar saat ini – saya tidak berpikir mereka mengganggu investor,” kata Roderik van der Graf, pendiri perusahaan investasi, Hong Kong Lemniscap, yang berfokus pada kripto dan blockchain.

    “Modal yang tersedia sangat besar.”

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

    Semakin Banyak Investor Masuk ke Kripto dan Blockchain

    VC funds menawarkan pembiayaan kepada perusahaan baru yang mereka yakini memiliki prospek pertumbuhan yang kuat. Data tersebut menunjukkan keyakinan yang kuat pada masa depan teknologi kripto dan blockchain, meskipun industri mengalami kesulitan selama enam bulan terakhir.

    Pukulan ganda dari hambatan makroekonomi dan ledakan pada proyek-proyek besar tahun ini telah membuat Bitcoin anjlok sekitar 65% dari rekor tertinggi pada November lalu, sebesar US$ 69.000, dengan nilai keseluruhan pasar kripto turun hingga dua pertiga menjadi US$ 1 triliun.

    Perusahaan-perusahaan cukup berdampak ketika harga turun, seperti Coinbase Global dan platform NFT, OpenSea di antara mereka yang memberhentikan ratusan pekerja.

    Namun, beberapa VC mengabaikan kesuraman tersebut, dengan banyak yang menggunakan dana investasi yang substansial, karena keyakinan mereka pada teknologi yang mendasari di balik koin kripto tetap kuat.

    ilustrasi blockhain di web3
    Ilustrasi blockhain di web3.

    Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

    Investor Percaya dengan Adopsi Kripto dan Blockchain

    Rumi Morales, direktur investasi di Digital Currency Group, investor kripto utama AS, mengatakan data terbaru mencerminkan kepercayaan yang semakin kuat di sektor kripto dan blockchain.

    “Dulu ada risiko eksistensial di industri itu (kripto dan blockchain), bahwa seluruh industri akan hilang begitu saja, itu semua hanya mimpi. Itu tidak terjadi lagi,” kata Morales.

    Adopsi kripto sebagai alat investasi menjamur tahun lalu, dengan penggunaan blockchain juga mendapatkan tempat, walaupun perubahan revolusioner dari teknologi yang dijanjikan untuk industri, seperti keuangan dan komoditas tetap sulit dipahami.



    Sumber : news.tokocrypto.com