Author: 37

  • Fidelity: Institusi Semakin Mengadopsi Bitcoin

    Akibat kelesuan ekonomi global yang disebabkan pandemi COVID-19, Bitcoin dan aset kripto lain mendapat dorongan adopsi besar oleh investor institusi. Hal tersebut diutarakan Christine Sandler, Kepala Pemasaran dan Penjualan Fidelity Digital Assets.

    Sejak tahun 2014, Fidelity telah mulai mempelajari teknologi distributed ledger itu. Mereka menyadari ada sejumlah friksi yang dihadapi institusi dalam hal penyimpanan dan perdagangan aset kripto, serta kurangnya infrastruktur. Sebab itu, Fidelity memutuskan untuk menciptakan layanan dan produk bagi institusi.

    Perusahaan tersebut umumnya memiliki klien dari kalangan investor ritel, individu kaya, family office, penasihat investasi, dana lindung nilai dan hibah, sehingga memungkinkan Fidelity menghadirkan produk-produk baru serta memudahkan penggunaan bagi pelanggan yang belum mengenalnya.

    Kendati demikian, baru pada tahun 2020 terjadi pergeseran investasi Bitcoin oleh institusi. Faktor yang mendorongnya adalah pandemi dan regulasi produktif oleh organisasi seperti Komisi Pertukaran dan Sekuritas AS (SEC) serta Kantor Pengawas Mata Uang AS.

    Sandler menjelaskan, pada tahun ini terjadi adopsi narasi emas digital. Bitcoin mulai diminati oleh investor institusi, seperti dana lindung nilai, individu kaya dan family office. Terjadi perluasan jenis klien yang berinteraksi dengan ekosistem aset kripto.

    Pada Agustus 2020, presiden Fidelity, Peter Jubber, mengumumkan rencana untuk meluncurkan dana indeks Bitcoin.

    Dengan investasi minimal US$100 ribu, produk ini ditujukan bagi institusi serta investor terakreditasi yang tidak bisa membeli Bitcoin langsung.

    Sandler berkata dana indeks tersebut diperuntukkan pihak yang terkendala menyimpan Bitcoin spot dalam portofolio mereka.

    Soal Bitcoin exchange-traded funds (ETF), suatu inisiatif yang telah berulang kali diajukan berbagai perusahaan dan ditolak SEC, Sandler berkata hal tersebut akan fantastis.

    Jika terjadi, layanan tersebut akan memberikan akses instan terhadap Bitcoin bagi investor tradisional, dan mampu menggenjot permintaan.

    Kendati institusi mulai serius terhadap Bitcoin, sikap tersebut tidak diberikan kepada aset kripto lain seperti Ethereum. Sandler menjelaskan klien Fidelity menunjukkan minat terhadap Ethereum hanya sesekali, dan minat utama masih ditujukan kepada narasi Bitcoin. Narasi emas digital lebih tepat mengena investor tradisional.

    Tetapi, dukungan bagi Ethereum ada di rencana Fidelity Digital Assets. Dengan adanya fitur Proof-of-Stake sebagai bagian Ethereum 2.0, Fidelity berencana menambahkan dukungan bagi layanan terkait di masa depan.

    “Sebagai kustodian aset digital, kita harus menawarkan layanan staking. Saya pikir kami akan menciptakan layanan tersebut setelah kami resmi mendukung Ethereum, tapi saat ini yang kami dengar kebanyakan adalah Bitcoin,” tambah Sandler.

    Baca Juga: Filecoin Capai Kapasitas 1 Exabyte, Lebih Besar dari Netflix!

    Sandler juga menyoroti lembaga keuangan tradisional yang mulai menyusul masuk ke industri aset kripto, dan uang digital bank sentral akan hadir dalam beberapa tahun ke depan. Ekosistem kripto berkembang cepat, terutama dengan adanya kegunaan tokenisasi aset nyata serta kontrak pintar (smart contract).

    Ia berpikir bukan tidak mungkin dolar digital atau uang digital bank sentral akan digunakan untuk berinteraksi dengan ekosistem tersebut. Kripto dan uang fiattradisional akan hidup berdampingan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dapat Meningkat 20x Lipat dan Ungguli Emas!

    Salah satu pendiri Gold Bullion International, Dan Tapiero percaya hanya masalah waktu sebelum harga Bitcoin melonjak ke nilai dengan enam digit.

    Dilansir dari Pomp Podcast bersama Anthony Pompliano, Tapiero menegaskan dalam hal apresiasi harga, Bitcoin adalah rajanya. Namun, ia juga percaya sebagai seorang investor harus memiliki kedua aset berharga tersebut, emas dan Bitcoin,

    Baca Juga: Filecoin Capai Kapasitas 1 Exabyte, Lebih Besar dari Netflix!

    “Dalam lima tahun ke depan, saya bisa mengindikasikan emas akan seharga $4.000, bertambah nilainya dua kali lipat. Namun, jika emas dapat bernilai $4.000, Bitcoin mungkin akan berada di antara $300.000 dan $500.000, nilai itu dapat berlipat ganda hingga 20x hingga 30x.”

    Tapiero percaya, investor institusional dan whales bidang keuangan kemungkinan besar akan berinvestasi antara lima hingga 15 persen dari portofolio mereka pada Bitcoin. Ia juga percaya bahwa ruang mata uang crypto ini akan bernilai lebih dari $100 triliun,

    “Bagian tersebut sangat besar. Maksud saya, 15% dari $100 triliun adalah $15 triliun. ”

    Ia juga menganggap, Bitcoin sebagai lindung nilai untuk sistem fiat saat ini dan begitu kapitalisasi pasarnya mencapai triliunan dolar, akan menjadi lebih mudah untuk investor yang lebih besar masuk ke dalam ruang ini. Hal ini mirip dengan pasar emas yang ada.

    Baca juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Saat ini, emas merupakan penyimpan nilai yang tidak diragukan lagi lantaran cara kerja aset tersebut selama ribuan tahun, dan aspek ini juga dipercaya ada pada Bitcoin. Bitcoin merupakan keseluruhan jaringan (entitas) dan itu alasan Tapiero yakit bahwa Bitcoin akan jauh lebih besar dari emas,

    “Tidak diragukan lagi bahwa Bitcoin akan mengungguli emas.”

    Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas dalam 10 Tahun?

    Analis lain juga bersikap optimis terkait dengan Bitcoin ini. Bersama kepala investasi Off the Chain Capital Brian Estes mengatakan kepada Reuters Bitcoin akan dapat melampaui nilai $100.000 dalam satu tahun, dan memperkirakan bahkan Bitcoin bisa mencapai nilai $288.000 di akhir 2021.

    Pembawa acara CNBC Jim Cramer juga percaya pada masa depan Bitcoin, seperti yang terungkap di podcast lain dengan Pompliano. Cramer, yang dahulu merupakan seorang skeptis Bitcoin pada bull market 2017, baru-baru ini menyatakan bahwa ia menyadari Bitcoin merupakan lindung nilai yang baik terhadap inflasi,

    “Saya rasa anak-anak saya nanti, ketika mereka mendapatkan warisan, tidak akan terlalu nyaman dengan emas, dan akan merasa lebih nyaman dengan crypto.”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Ethereum Membidik Rp9 Juta per ETH

    Sentimen positif terhadap pasar aset kripto dan terkoreksinya Bitcoin, menaikkan pamor aset kripto ETH. Terpantau saat ini ETH membidik US$666 (Rp9 juta) per ETH, sebagai resisten tertinggi dalam skala mingguan.

    Baca Juga: Filecoin Capai Kapasitas 1 Exabyte, Lebih Besar dari Netflix!

    Terpantau sebelumnya, ETH berhasil menduduki hingga Rp8,2 juta per ETH. Membuncahnya aset kripto nomor 2 dunia itu menyusul penguatan sebelumnya pada 20 November 2020 di kisaran US$500. Sentuhan itu kali pertama terjadi sejak Juni 2018.

    etherium

    Harga terbaru itu pula membuat imbal hasil ETH tumbuh hingga 342 persen selama tahun 2020 ini. Pada skala mingguan, ETH tampak membidik menembus resisten US$666 (9,6 juta) pada 1 April 2018.

    etherium

    Blockchain Ethereum yang menjadi perkakas utama aset kripto ETH dan sejumlah token lainnya, saat ini masih berjibaku dengan proses migrasi ke generasi ke-2. Kelak blockchain Ethereum beralih dari sistem Proof-of-Work (PoW) menjadi Proof-of-Stake (PoS).

    Baca Juga: Whale Percaya Ethereum Lebih Bagus Daripada Bitcoin, Kenapa?

    Cetak rekor baru petang ini dapat ditafsirkan sebagai perpaduan langkah akumulasi ETH oleh ekosistem Ethereum untuk berpartisipasi sebagai node validator dan spekulasi aksi jual dari BTC.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altseason Kembali, Analis Cuan Banyak dari 7 Altcoin Ini!

    Scott Melker, seorang ahli strategi crypto mengatakan saat ini dirinya memiliki sebanyak 7 altcoin. Trader yang menyebut dirinya sebagai Wolf of All Streets ini setidaknya memiliki dua koin berkapitalisasi besar dan tiga koin berkapitalisasi menengah yang dia yakini memiliki potensi untuk mencetak keuntungan saat altseason baru dimulai.

    Altseason Dimulai!

    “Saat ini, saya memiliki Cardano (ADA), EOS, Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan XRP (masuk sebagian kecil ketika posisi awal setelah mencapai beberapa target) dengan leverage rendah… Altseosen saat ini berlangsung sangat cepat dan dapat berakhir kapan saja, jadi saya akan mengejarnya selagi bisa.”

    Baca juga: Ini 3 Faktor Harga XRP Melonjak Hingga 91% dalam Sebulan

    Analis crypto tersebut juga melihat Polkadot (DOT) mulai menunjukan tanda-tanda momentum bullish.

    “RSI mematahkan reistance, biasanya harga akan mengikuti. Saya sudah berada di dalam divergen bullish yang masif, tetapi ini bisa terjadi jika Bitcoin ‘mengizinkannya’.”

    Adapun aset keuangan terdesentralisasi yang Melker miliki, seperti Compound (COMP) juga menunjukan tanda-tanda bullishnya.

    Melker berpikir jika 7 altcoins tersebut memiliki ruang untuk terus bullish dan mengungguli indeks dominasi yang saat ini dipegang oleh Bitcoin.

    “Dominasi Bitcoin sebenarnya dapat berpotensi merusak dukungan ini. Jika hal ini terus berlanjut, setidaknya kita akan memiliki kesempatan berkelamjutan dalam jangka pendek untuk melakukan perdagangan altcoin. Jika ia (BTC) terus turun, musim alt coin akan tercapai.”

    altseason

    Indeks Dominasi Bitcoin Turun, Waktu yang Baik Untuk Altcoin

    Jika melihat kerangka waktu jangka panjang dari indeks dominasi Bitcoin, trader tersebut menandai setidaknya dominasi dengan 63% dapat dimanfaatkan pada altcoin.

    “Candle mingguan tampaknya akan menembus kunci descending resistance. Saat ini terlihat kembali ke bawah. (Jika) penolakan terus terjadi di sini setiap minggu (maka) altcoin akan terus melambung.”

    altseasonMeskipun altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda kekuatan, Melker tetap melakukan pembelian jangka panjang di BTC lantaran ia memperkirakan crypto terbesar tersebut akan mengalami krisis likuiditas dalam sisi jual di tengah permintaan institusional yang kuat.

    “Grayscale membeli lebih banyak Bitcoin daripada yang ditambang. CashApp dan PayPal akan segera melakukan hal yang sama. Itu baru tiga perusahaan. Bayangkan ketika setiap perusahaan menginginkan eksposur. Dan Anda juga melakukannya. Gejolak dalam sisi suplai pasti akan terjadi.”

    Baca juga: Nic Carter: Kenaikan Harga Bitcoin karena Potensi Inflasi



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

    Pernahkah kamu mendengar tentang bahwa sekarang mendapatkan passive income  dari cryptocurrency bisa dilakukan dengan mudah? Jika belum maka kini saatnya kamu mengenal cara lain selain trading untuk mendapatkan keuntungan dari crypto. Ya, cara itu adalah staking. Ini adalah cara di mana kamu mengunci sejumlah aset yang kamu miliki dan nantinya akan mendapatkan bunga dari aset yang dikunci tersebut.

    Ingin tahu lebih lanjut soal staking? Kamu bisa mendapatkannya di panduan lengkap untuk staking  

    5 Langkah Staking

    Berikut adalah 5 langkah yang bisa kamu lakukan bila kamu ingin memulai staking cryptocurrency dan mendapat passive income

    Putuskan koin mana untuk Staking

    Ada lebih dari 90 jenis aset yang bisa dipilih untuk staking, kamu  bisa memilih aset yang sesuai dengan keinginan dan pastikan jika kamu sudah mengetahui  risiko dari aset yang kamu pilih,  ya.

    Cari tahu apakah ada persyaratan yang diperlukan

    Ketika kamu sudah memutuskan koin terbaik untuk di stake. Selanjutnya adalah  perlu mencari tahu apa persyaratannya untuk bisa melakukan staking. Misalnya wallet yang dibutuhkan atau jumlah minimum koin yang harus dipertaruhkan.

    Pilih perangkat jika ingin Solo Staking

    Kamu perlu menyediakan perangkat keras yang kompatibel dan menyediakan wallet yang dibutuhkan untuk staking jika kamu memilih staking sendiri atau secara offline. Kemudian kamu juga harus memahami cara memvalidasi jaringan blockchain agar proses staking berhasil.

    Baca Juga: Mengenal Harmony Token: Mengaktifkan Desentralisasi dalam Skala Besar

    Menggunakan staking Pools atau exchange

    Jika kamu   tidak memiliki komputer cadangan untuk proses staking, atau khawatir tentang biaya listrik. Maka,  menggunakan staking pools atau exchange yang menyediakan layanan staking bisa jadi pilihan.

    Di sini kamu  cukup mendepositkan sejumlah koin sesuai syarat dan ketentuan. Kemudian memberikan biaya tambahan karena proses validasi akan dilakukan oleh validator yang ahli. Cukup memeriksa dalam periode waktu tertentu dan mendapatkan bunga dari koin yang kamu simpan sebelumnya.

    Mulai Staking

    Jika sudah menentukan koin, persyaratan dan  jenis stakingnya. Maka saatnya mulai staking dan dapatkan passive income dari aset crypto! Pendapatan dari staking ini akan  berbeda sesuai dengan jenis koin yang kamu kunci.

    Jika kamu  ingin  mengetahui berapa profit yang dihasilkan dalam sehari, seminggu, hingga setahun. Kamu bisa mencoba menghitungnya menggunakan simulasi kalkulator yang disediakan oleh Staking Rewards.

    Di sana kamu bisa mengetahui jumlah keuntungan sesuai dengan  koin  dan jumlah koin yang kamu kunci. Ini juga bisa jadi pertimbangan untuk memilih koin  atau memulai proses staking.

    Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Staking

    Dalam staking ada hal-hal yang perlu diperhatikan, pertama adalah investasikan mata uang kripto yang kamu yakini akan memberikan keuntungan. Oleh karena itu penting untuk melakukan riset mengenai aset yang digunaka.

    Kedua, gunakan platform staking yang mudah dioperasikan dengan tampilan UI/UX yang mudah dipahami. Ini akan memudahkan kamu  untuk memulai proses staking terutama jika kamu masih pemula  dalam dunia crypto dan staking.

    Ketiga, selalu evaluasi nilai aset crypto yang dipertaruhkan karena  harga aset ini berfluktuasi, sebaiknya berinvestasi di aset yang fluktuasinya tidak terlalu cepat. Terakhir, jangan taruh semua modal di satu tempat. Kamu bisa melakukan staking dengan menggunakan berbagai aset crypto yang disediakan untuk berjaga-jaga jika return salah satu aset tidak memuaskan.

    Baca Juga: Bank New York Masukkan Binance USD Dalam List Persetujuan

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Stabil di Kisaran $5.000

    Setelah jatuh 50,8% minggu lalu, harga Bitcoin (BTC) tampaknya cryptocurrency telah bertahan di harga $5.000 sebagai support yang kuat dan harga Bitcoin stabil sejauh ini.Ini merupakan pergerakan harga yang menarik, mengingat  minggu lalu para analisis mengeluhkan bagaimana aset digital jatuh bersamaan dengan pasar. Sebuah argumen yang sepenuhnya bertolak belakang dengan argumen bahwa Bitcoin berkorelasi terbalik dengan pasar utama.

    Meskipun harga turun menjadi $5.009, Bitcoin telah memegang kisaran $5.050 hingga $5.400, diperdagangkan setinggi $5.436 hari ini. Pergerakan harga ini menunjukan jika Bitcoin stabil direntang angka tersebut, dan tidak ambruk ke bawah $5.00

    4-hour time frame  menunjukkan harga mengkonsolidasikan ke kisaran yang lebih ketat dalam pennant. Sebelumnya pada hari itu 12-period moving average melintasi 26-MA. Kemudian 12-period moving average sempat melengkung kembali ke bawah menuju 26-MA. Karena histogram MACD menunjukkan perlambatan dalam momentum dan RSI menarik kembali ke 46.

    Saat ini harga didukung pada $ 5,158 yang sejalan dengan Bollinger Band yang lebih rendah dan simpul volume tinggi pada kisaran volume yang terlihat.

    Di bawah level ini, $ 4.800 dan $ 4.400 adalah dukungan masing-masing. Semua faktor yang disebutkan di atas menyarankan Bitcoin sedang mempersiapkan langkah yang lebih besar. Meskipun, memegang pola posisi terendah yang lebih tinggi, harga tetap dibatasi pada $ 5.415 dan $ 5.500.

    Skenario Bullish Bitcoin

    Hasil bullish akan melibatkan harga Bitcoin agar dapat  mendorong di atas resistensi  di angka $5.500 di garis tren overhead dari pennant  untuk membalik level dari resistensi untuk mendukung, dan kemudian mencari harga harian lebih tinggi di atas $5.900.

    Seperti yang disebutkan dalam analisis sebelumnya. $ 6.300 diperkirakan akan menghadirkan resistensi tetapi di atas titik ini ada celah pada VPVR. Yang dapat didorong oleh para trader ke pertengahan $7.000 karena pelarian volume tinggi.

    Penolakan harga di wilayah $6.300 hingga $ 6.400 juga merupakan skenario yang dapat diterima. Karena Bitcoin setidaknya akan membuat langkah maju dan dapat berkonsolidasi dalam kisaran yang lebih tinggi ini.

    Skenario Bearish Bitcoin

    Skenario bearish akan melihat penurunan harga di bawah dukungan $5.158 dan mungkin di bawah umbul untuk dukungan yang disebutkan sebelumnya di $4.800 dan $4.400.

    Trader mengeluarkan seruan bahwa harga dapat turun di bawah $3.000,kemungkinan telah ditarik bersama tesis yang dimulai dengan mengukur entri ke umbul bearish dari $6.300 menjadi $ 3.775 kemudian menambahkan panjang pullback ini ke titik puncak pennant, membawa post-breakdown harga menjadi $2.678.

    Tentu saja, ini bisa terjadi, terutama mengingat korelasi kuat Bitcoin baru-baru ini dengan aksi harga ekuitas. Tetapi ada baiknya untuk mengingat bahwa Bitcoin tetap oversold pada kerangka waktu yang lebih tinggi. Selama bencana minggu lalu, harga melambung tepat di area permintaan VPVR di $ 3,775.

    Area ini juga berfungsi sebagai zona dukungan jangka panjang dari akhir Desember 2018 hingga akhir Maret 2019. Ketika Bitcoin akhirnya mencapai titik terendah dan kemudian rally pada April 2019.

    Sumber

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis: Harga Bitcoin Terkini Mungkin Dipengaruhi Penambang

    Mike Alfred, salah satu pendiri dan CEO analisis Digital Assets Data, menunjukan data yang mengindikasikan penambang sebagai katalis potensial dalam aktivitas harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini.

    Mike Alfred berkomentar,

    “Sulit untuk mengatakan secara definitif, tetapi tampaknya aktivitas para penambang itu memiliki dampak langsung dan cepat pada harga.”

    “Ini sangat jelas selama terlihat misalnya saja pada peristiwa pencilan yang terjadi pada tanggal 23 Juni lalu, di mana kita melihat penambang melepaskan lebih dari 300 persen BTC daripada yang ditambang pada hari itu,” tambahnya, merujuk pada aktivitas penambangan pada 23 Juni lalu.

    Baca Juga: Minat Boomer dan Gen-X Terhadap Bitcoin Melonjak Sejak Pandemi

    Penambang Fokus pada Aksi Jual

    Rolling MRI (Inventory Rolling Miner) menurun secara signifikan sejak halving Bitcoin lalu, yang mengindikasikan bahwa lebih banyak penambang yang menyimpan BTC daripada mereka yang masih melakukan kegiatan penambangan, Alfred menjelaskan pada 18 Juni lalu hal ini berkaitan dengan tingkat kesulitan penambangan Bitcoin yang naik secara signifikan. Sebaliknya, MRI melonjak pada 23 Juni lalu.

    Di atas kertas, hal ini pada dasarnya mengindikasikan fokus penambang yang lebih besar terhadap penjualan, yang bisa menjadi salah satu alasan penurunan harga Bitcoin pada akhir-akhir ini.

    Baca juga: 3 Alasan Utama Harga Bitcoin Anjlok Dalam 15 Menit Jadi $ 8.600

    Indikator Harga Bitcoin

    Bitcoin sebagian besar diperdagangkan pada sideways selama dua bulan terakhir, meskipun tekanan baru-baru ini sedikit menguntungkan para penjual. Setelah harga naik ke level $ 9.780 pada 22 Juni lalu, aset kembali turun pada hari-hari berikutnya, melayang-layang di harga waktu perilisan $ 9.085, menurut data dari TradingView.com.

    Dilansir dari Cointelegraph, Analis Crypto CNBC Afrika dan pemilik akun Twitter BigCheds mengemukakan pendapatnya “Bitcoin kemungkinan akan menuju retest MA 200 harian, setelah berhasil tembus di harga ini, mengulang pengujian dan ditolak pada garis tren yang meningkat dari puncak pada 20 Maret lalu, dan terendah pada 10 Mei dan seterusnya.”

    Moving Average 200 hari  yang dirujuk oleh BigCheds saat ini berada di dekat level $ 8.360. Trendline yang dibicarakan oleh Cheds bertindak sebagai resistensi harga untuk Bitcoin pada 20 Maret lalu yang mendekati $ 6.980, serta menahan level support di sisi bawah dari trendline pada 10 Mei lalu yang mendekati $ 8.100.

    Baca juga: Tiga Faktor Ini Prediksi Bitcoin Dalam Tren Turun yang Kuat

    Baru-baru ini, Bitcoin menembus trendline ini menuju arah downside, mengulang pengujian level tersebut sebagai resistensi yang baru.

    Bitcoin mengambil arah downside di bawah $ 9.000 lagi beberapa saat lalu sebelum muncul kembali di atas level tersebut pada waktu perilisan.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polling: Kebanyakan Orang Memperkirakan Bitcoin akan Dibawah $ 55.000 pada Akhir 2021

    Bitcoin (BTC) telah menjadi aset paling diperbincangkan dalam beberapa tahun ini, dimana ia sempat mengalami kenaikan super yang menciptakan banyak sekali miliarder baru, dan menjadi semacam ‘gelembung pecah’ yang menelan banyak sekali uang saat terjatuh dari posisi puncak di $ 20.000 ke posisi $ 3.000-an.

    Dan saat ini, orang-orang masih banyak yang optimis memandang crypto utama ini dalam jangka panjang, dimana hal itu salah satunya bisa terlihat dalam sebuah hasil jajak pendapat (polling) di Twitter baru-baru ini.

    Sebuah polling yang dibuat oleh pencipta model Stock-to-Flow (S2F) Bitcoin, Plan B, menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan total 26.639 orang:

    42,5%-nya percaya bahwa Bitcoin akan berada di bawah level harga saat ini.

    Ini diikuti oleh 22,9% yang berpikir harganya akan naik menjadi $ 100.000 sedangkan 17,4% dan 17,2%, masing-masing percaya bahwa harga BTC akan menjadi $ 288.000 dan di atas $ 55.000.

    Masing-masing harga pada polling diproyeksikan berdasarkan model S2F Plan B yang digunakan untuk memperkirakan harga Bitcoin dengan mempertimbangkan kelangkaan yang diproyeksikan.

    Baca Juga: Inilah Skema Ponzi dan Ransomware Crypto Terkenal yang Perlu Anda Ketahui

    Sekedar informasi, model S2F adalah cara sederhana untuk mengukur seberapa banyak sumber daya yang ada.

    Model ini adalah menilai, berapa banyak sumber daya yang beredar dibagi dengan berapa banyak lagi yang masuk ke dalam sirkulasi, katakanlah per tahun, yang hampir sama dengan cara penerkaan untuk komoditas Emas.

    Model ini membandingkan Bitcoin dengan sumber daya yang langka seperti emas dan mengingat bahwa jumlah Bitcoin yang ditambang akan mengalami Halving setiap 4 tahun, model S2F semakin tinggi dan itu akan membuatnya lebih berharga dari waktu ke waktu.

    Ini adalah dasar optimisme yang didukung oleh model ini yang kemungkinan mendasari hasil polling tersebut.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Terkini Mungkin Dipengaruhi Penambang

    Tetapi, secara total, ada 42,5% orang yang tidak mempercayai hasil dari pembacaan model S2F dan memilih untuk melihat BTC akan Bearish dari level harga saat ini, jawaban ini pun kemungkinan juga termasuk dengan orang-orang yang belum paham cara kerja S2F.

    Secara alaminya, BTC kami rasa akan terbuktikan kemampuannya sebagai aset digital jika mampu mempertahankan interest market ditengah berbagai kondisi, terutama dalam pandemi saat ini. Kita lihat saja.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus Nilai Tertinggi Sejak 2018!

    Setelah mengalami pasang surut lantaran pandemi, Bitcoin berhasil menembus nilai tertingginya sejak 2018 silam!

    Bitcoin sempat memecahkan nilai tertinggi tahun ini pada 28 Oktober 2020 lalu di kisaran $13863. Ada beberapa koreksi, tetapi berhasil rebound dan stabil di kisaran $13281.

    Ditutup pada hari Jumat kemarin dengan $13.680, Bitcoin berhasil memecahkan rekor $14.100 alias menembus lebih dari Rp200 juta di hari ulang tahunnya yang ke-12 di 31 Oktober 2020 ini.

    Bitcoin Naik ke Nilai Tertinggi Baru

    Bitcoin mengalami kenaikan sejak turun drastis pada pertengahan Maret 2020 lalu, ketika pasar dunia anjlok sebab pandemi.

    Bagi para trader swing dan sedang menemptakan posisi, Bitcoin sedang mengalami tren bullish sejak Maret lalu. Jika tren berlanjut, support terkuat saat ini mendekati $11.500 dengan level resistance di atas $14.500. Level ini belum pernah ditembus sejak awal 2018 silam, ketika pergerakan bearish pada Bitcoin terjadi setelah mengalami bubble di Desember 2017.

    Dari sudut pandang teknis, Bitcoin berada dalam zona overbought. RSI diatas 70 poin, analis memprediksi akan ada aksi jual di beberapa hari ke depan. Namun, sentimen pasar dan banyaknya perusahaan besar yang terus mendukung Bitcoin, membuat akan terus ada dorongan harga naik.

    Baca juga: Perusahaan Besar Dukung Bitcoin, Sebentar Lagi Giliran Bank

    Jangka Pendek Bitcoin

    Jika dilihat kondisi jangka pendek, Bitcoin belum menembus koreksi support indikator Fibonacci di $12.900, dan RSI dan MACD memungkinkan koreksi harga setelah pemulihan terjadi.

    Pemilihan presiden di AS juga berdampak besar pada sentimen pasar di sana. Hal itu tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi pasar mata uang crypto, terutama Bitcoin. Jika pasar saham menguat, investor optimis ini juga akan mengangkat pasar crypto.

    Baca Juga: Kenali Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)

    Jika itu terjadi, atau paling tidak semuanya berjalan “normal”, analis memprediksi Bitcoin dapat menyentuh ATH pada pertengahan tahun depan. Tahun 2020 ini menjadi tahun gemilang bagi Bitcoin, pasalnya pada tahun ini Bitcoin berhasil menembus angka $10.000 untuk waktu yang lama.

    Perjalanan bullish dalam beberapa bulan terakhir juga merupakan tren naik sejak harga bubble pada 2017 lalu.

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ether (ETH) Bakal Naik Menjadi Rp10,4 Juta?

    Ada sejumlah potensi harga Ether (ETH) akan naik menjadi US$750 (Rp10,4 juta). Hal itu diungkapkan oleh Josh Olsewicz, Analis dari Brave New Coin. Ini menegaskan prediksi sebelumnya bakal naik menjadi US$300.

    “Pada grafik 1W, Ether menunjukkan sinyal naik 200 persen menuju US$750 dalam beberapa bulan mendatang,” katanya.

    Menurutnya ETH telah masuk ke kunci resistensi Ichimoku Cloud (berarsir merah). Aset kripto berkapitalisasi terbesar kedua setelah Bitcoin itu, kemungkinan akan bergerak menembus ujung resistensi lain.

    “Dalam grafik ETH 1W (satu mingguan), mungkin akan berujung di US$750 dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.

    Baca juga: Faktor Fundamental Harga Ether (ETH) Melonjak Tinggi Tahun Ini

    Analis lainnya, yakni Ryan Watkins dari Messari mengatakan, bahwa blockchain Ethereum (teknologi di balik aset kripto Ether) memang telah digunakan selama bertahun-tahun oleh lintas perusahaan dan kebutuhan yang beragam.

    Tetapi, dalam dua tahun terakhir ETH lebih banyak terlibat lagi dalam beragam penggunaan nyata dan baru.

    “Penggunaan ETH secara masif adalah pelontar baik terhadap peningkatan harganya,” kata Watkins.

    BERITA TERKAIT  Kiat Mudah dan Cepat Membeli Bitcoin dan Ether

    US$300 Dulu
    Dalam waktu kurang dari 80 hari, ETH mampu menanjak naik lebih dari 195 persen. Namun sebagian besar masih bersikap bullish.

    Prediksi ETH mampu menjadi US$750 itu berarti menegaskan prediksi sebelumnya, bahwa aset kripto itu bisa melejit ke US$300.

    Pada akhir Mei 2020 lalu telah diprediksi ETH mampu menembus US$250 dan itu terbukti pada awal Juni 2020 lalu. [Newsbtc/Zycrypto/red]

     



    Sumber : news.tokocrypto.com