All posts by 37

Efek Samping Uang Digital Bank Sentral

Penerapan mata uang digital bank sentral di berbagai negara di dunia tentu dapat menambah efektifitas ekonomi. Namun, Deutsche Bank (DB) berpendapat akan ada efek samping pada penerapan lebih lanjut mata uang digital di masyarakat.

Baca juga: Paling Tidak Ada 3 Negara Mulai Bangun Mata Uang Digital Sendiri

Menurut laporan terkait dengan mata uang crypto terbaru dari Deutsche Bank, raksasa perbankan global dunia ini memaparkan efek sekaligus risiko terperinci dari adopsi dan adaptasi mata uang digital. Pemaparan yang sangat terperinci tersebut tidak hanya berfokus mengenai efek pada pemerintahan, tetapi juga terhadap ekonomi negara, bank sentral itu sendiri, dan tentunya individu di negara tersebut.

Dalam laporan pada bagian individu, DB menambahkan bahwa Mata Uang Digital Bank Sentral bisa saja berakibat terhadap perlawanan politik, dan berujung pada keresahan sosial secara masal.

Perubahan Ekonomi dan Dunia yang Berbeda

Menurut DB, penggunaan mata uang digital memberikan solusi kenyamanan terhadap transaksi keuangan. Individu dapat melakukan transaksi moneter dengan lebih cepat tanpa campur tangan pihak ketiga. Namun, dengan risiko adanya kegagalan yang melibatkan satu atau lebih dari pihak yang terlibat di dalam transaksi. Dengan risiko terburuk, hilangnya dana saat kegagalan transaksi terjadi.

Perkara mata uang digital ini bukan hal yang mudah untuk dipecahkan. Pasalnya, dari sisi teknologi, bank juga harus siap terhadap risiko yang ada. Seperti, penyalahgunaan akun, peretasan, dan tindakan kejahatan lainnya.

Ditambah, penyebaran informasi secara luas dan masalah adopsi di masyarakat merupakan tantangan yang juga harus dipertimbangkan.

Tidak hanya dari sisi sosial, DB juga memfokuskan pembahasan terkait fungsionalitas mata uang itu sendiri. Mata Uang Digital Bank Sentral harus tetap menjunjung tinggi perannya sebagai alat tukar, pengukur nilai, dan juga penyimpan nilai di masyarakat.

Baca Juga: Hal yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Bitcoin atau Aset Kripto Pertamamu!

Kenyamanan Tidak Boleh Ditukar dengan Privasi

DB juga melanjutkan, bahwa kenyamanan pelayanan transaksi menggunakan Mata Uang Digital Bank Sentral tidak boleh ditukar dengan dampak terhadap terbukannya informasi pribadi pada setiap individu.

DB menunjukan adanya potensi yang berkaitan dengan penyalahgunaan privasi dan informasi pribadi.

Lebih lagi, kesiapan untuk membawa teknologi ini ke masyarakat sangat penting mengingat ini semua dapat berpengaruh dalam tatanan ekonomi negara.

sumber.

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengaruh Vaksin Covid-19 Pada Pasar Cryptocurrency

Pendukung Bitcoin, Robert Kiyosaki mengatakan jika vaksin Covid-19 ditemukan, Bitcoin dan investasi andalan lainnya, seperti emas dan perak, akan turun harga.

“Apa yang terjadi ketika vaksin pandemi divalidasi? Bitcoin, emas, perak akan runtuh. Ini berarti kesempatan untuk membeli. Masalah sebenarnya BUKAN Pandemi.

Masalah sebenarnya adalah jumlah utang AS yang sangat besar. AS bangkrut. Dia memiliki utang neraca 28 triliun dolar. Ada kewajiban sosial di luar neraca $ 120 triliun. Emas, perak, dan Bitcoin adalah investasi jangka panjang terbaik,” kata Kiyosaki di Twitter.

Kiyosaki juga membuat daftar arah pasar dan pentingnya Bitcoin dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini. Menurutnya, kaum Millenial berada dalam situasi yang sulit, berbeda dengan kaum boomer dan Gen Y.

 

“Generasi tua yang kita sebut generasi BOOMER itu mudah. Banyak pekerjaan – real estate berbiaya rendah – pasar saham yang meningkat. Generasi MILLENNIUM berada dalam situasi yang sulit.

Krisis 9/11, kehancuran real estat tahun 2008 – sekarang Covid-19. Ada kabar baik juga. Sepertinya Generasi Y paham teknologi. Bitcoin-Blockchain-Mata uang digital memberi Gen Y awal yang baik di masa depan,” Kiyosaki menambahkan.

Pendukung Bitcoin yang terkenal ini percaya bahwa Bitcoin, emas, dan perak bisa membuat orang pintar menjadi lebih kaya.Harga Bitcoin melambung tinggi karena banyak orang membeli untuk menjadi aset nilai lindung.

Baca Juga: Ethereum Dapat Membantu Ekonomi Global Sembuh Dari Resesi COVID-19

Guru investasi dan penulis buku “Rich Dad, Poor Dad” ini mengatakan bahwa ‘Fed Yang Korup’ telah mempertemukan mantan investor emas dan pemuda-pemuda penggemar Bitcoin. Kiyosaki juga beranggapan bahwa Fed AS sebenarnya bekerja untuk Wall Street, bukan untuk kepentingan umum.

Jadi Kiyosaki menilai Bitcoin, emas, dan perak yang disebut-sebut sebagai lindung nilai inflasi, kini ia sebut bisa membuat orang pintar semakin kaya dan kuat untuk melawan Fed.

Buktinya, Microstrategy, membeli Bitcoin sebanyak $425 juta dalam dua bulan terakhir. Perusahaan ini percaya bahwa Bitcoin adalah aset bagus menjadi nilai lindung dan juga investasi.

Disisi lain, vaksin Covid-19 adalah sesuatu yang harus segera dikeluarkan demi masyarakat banyak. Adanya virus ini, membuat semua hidup orang susah.

Baca Juga: Blockchain Permudah Penyimpanan Hasil Test Covid-19

 





Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Harga Bitcoin (BTC) Akan Naik?

Investor institusi memang sudah sejak lama diharap-harapkan oleh para pecinta crypto untuk memasuki pasar cryptocurrency, khususnya Bitcoin (BTC), dimana berbagai spekulasi lonjakan harga selalu menyertainya sehingga jika memang terjadi, maka ini bisa menjadi angin segar untuk masa depan BTC.

Dan belum lama ini, Ryan Watkins, analis dari Messari, telah mengungkapkan suaranya dengan memperkirakan bahwa, jika investor Institusi memasuki pasar crypto, dengan 1% saja dari dana mereka, maka BTC ia perkirakan akan melonjak hingga $ 50.000 (Rp 700 juta) dan kapitalisasi pasar akan menyentuh angka  $ 1 Triliun!

Pada saat pers, harga Bitcoin turun Rp 2 juta dalam 24 jam, dari Rp 136 menjadi Rp 134 juta.

Mengacu pada berita menghebohkan sebelumnya, saat investor kelas kakap Paul Tudor Jones, memiliki kekayaran $5.1 Miliar mengungkapkan bahwa ia menempatkan sekitar 2% dari portofolionya ke Bitcoin dan juga mengajak investor institusi lainnya untuk mempertimbangkan potensi BTC.

Ryan pun menguji skenario dari perkiraannya tersebut untuk melihat dampaknya terhadap Bitcoin. Dia menghitung bahwa saat ini, $ 1 Triliun ada di aset reksadana, dana pensiun, dan lainnya, dan jika 1% saja diambil dan ditempatkan ke Bitcoin, maka itu akan memasukan dana segar sebesar $ 480 Miliar ke pasar.

Meski begitu, ini masihlah hanya sekedar perkiraan, dimana Ryan menulis dalam artikelnya kalau hingga saat ini, realitanya, investor institusi hanya menginvestasikan sebagian kecil saja dari aset mereka ke Bitcoin karena masih khawatir dengan ketidakpastian regulasi, ketidaksiapan infrastruktur, pandangan negatif dari masyarakat perihal aksi penipuan dan peretasan.

Baca Juga: Ulasan Bityard: Tempat Trading Kontrak Uang Kripto Termudah

Lalu bagaimana jika ini semua terjadi?

Sebelumnya, Ryan pun mengatakan bahwa “Chris Burniske telah menjelaskan mengalir masuk dan keluar dari suatu aset tidak serta merta menghasilkan 1 ke 1 pergerakan harga aset, dan dapat diamplifikasi menjadi pergerakan harga yang jauh lebih besar, sekitar 2-25x dari harga sekarang.”

Masuknya investor institusi akan menyeret harga BTC naik bak roket ke level $ 50.000 dan kapitalisasi pasar di angka $ 1 Triliun.

Saat ini, menurut Pedro Febrero, analis di Quantum Economic, ketertarikan investor institusi terhadap BTC bisa dilihat pada produk perdagangan OTC, karena ini dinilai lebih aman, dan tidak berbaur dengan transaksi pada umumnya dipasar langsung serta tidak begitu memberi dampak pada harga untuk jangka pendek.

Dan menurut Ryan, investor institusi masih perlu mengubah cara pandang mereka dalam mentransaksikan Bitcoin agar dapat memberi dampak lebih pada harga untuk masa depan Bitcoin yang cerah dan tentunya pasar crypto pada umumnya. Semoga saja ini semua bisa terwujud dalam waktu dekat. (Decrypt)

Baca Juga: Jual atau Beli Bitcoin Untuk Saat Ini?

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah yang Harus Anda Ketahui Tentang Blockchain

Blockchain adalah jenis basis data (database) yang relatif baru yang telah menjadi solusi trendi untuk menyimpan informasi digital dengan lebih aman. International Data Corporation bahkan baru-baru ini memperkirakan bahwa perusahaan dan pemerintah akan menghabiskan US$2.1 miliar pada teknologi blockchain selama tahun 2018, lebih dari dua kali lipat apa yang dibelanjakan pada tahun lalu. Tetapi, jika Anda bertanya kepada mereka atau bahkan kepada orang-orang yang bekerja dengan blockchain sekalipun untuk mendefinisikan teknologi ini, maka Anda mungkin akan mendapatkan respon yang beragam dan masih banyak yang kesulitan dalam menjawabnya. Untuk itu, artikel ini hadir agar Anda yang masih bingung dapat perlahan-lahan memahami tentang teknologi blockchain ini. Apakah blockchain ada hubungannya dengan Bitcoin? Ya. Blockchain pertama adalah database tempat setiap transaksi Bitcoin disimpan. Sejak Bitcoin dimulai pada tahun 2009, blockchain telah datang untuk menyimpan lebih dari 160 gigabyte data tentang transaksi Bitcoin antara dua dompet digital. Mengapa ini disebut blockchain? Dalam dokumen asli yang menjelaskan Bitcoin, basis data baru mata uang virtual itu tidak disebut sebagai blockchain. Tapi, dari waktu ke waktu nama tersebut kemudian digunakan karena semua transaksi yang masuk ke jaringan dikelompokkan ke dalam blok data dan kemudian dirantai bersama menggunakan perhitungan matematika canggih. Menurut para akademisi, sistem ini pada dasarnya telah ada sebelum Bitcoin, namun Bitcoin membawanya menjadi terkenal seperti sekarang ini. Bagaimana blockchain berbeda dari database lain yang digunakan untuk menyimpan transaksi? Sebagian besar database yang digunakan untuk menyimpan catatan keuangan dikelola oleh lembaga pusat. JPMorgan Chase, misalnya, bertanggung jawab untuk melacak berapa banyak uang di semua akun pelanggannya. Dengan basis data blockchain Bitcoin, buku besar (ledger) disimpan dan diperbarui secara bersama oleh semua komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin. Sifat blockchain Bitcoin yang dikelola secara bersama-sama ini dapat diperbandingkan dengan Wikipedia, yang bergantung pada jaringan kontributor penulis yang luas, bukan satu penulis. Dikarenakan rekamannya yang disimpan secara bersama inilah, maka tidak ada satu pun komputer atau lembaga yang bertanggung jawab. Sifat bersama dari blockchain Bitcoin itu kemudian digunakan untuk menciptakan mata uang virtual, karena pencipta Bitcoin yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto ingin menciptakan mata uang tanpa otoritas pusat yang terlibat. Apakah semua proyek blockchain terkait dengan Bitcoin dalam beberapa cara? Tidak. Sebagian besar blockchain tidak ada hubungannya dengan Bitcoin. Setelah blockchain Bitcoin telah beroperasi selama beberapa tahun — berhasil menyimpan setiap transaksi Bitcoin dan bertahan dari berbagai serangan peretas — banyak programmer dan pengusaha yang bertanya-tanya apakah rancangan blockchain Bitcoin dapat direplikasi untuk membuat jenis buku besar yang aman lainnya, yang tidak terkait dengan Bitcoin. Apakah blockchain hanya digunakan untuk mencatat transaksi mata uang virtual? Tidak. Sebagian besar upaya awal untuk meniru blockchain Bitcoin dilakukan oleh para programmer yang ingin menciptakan mata uang virtual dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari Bitcoin. Dan itu membutuhkan database mereka sendiri untuk menyimpan semua transaksi. Seiring waktu, beberapa mata uang virtual baru ditambahkan juga fitur baru yang signifikan yang akhirnya memperbarui konsep blockchain sehingga dapat menangani lebih banyak jenis informasi. Contohnya saja, mata uang virtual yang paling berharga selain Bitcoin adalah Ether, yang berjalan pada blockchain Ethereum. Selain mencatat transaksi mata uang virtual, blockchain Ethereum dapat merekam dan mengeksekusi program sederhana. Hal ini dimungkinkan, misalnya, membuat program pada blockchain Ethereum yang akan memindahkan Eter antara dompet hanya setelah kejadian tertentu. Tidak hanya itu, baru-baru ini, banyak perusahaan dan pemerintah yang juga tertarik menggunakan blockchain untuk menyimpan data yang tidak ada hubungannya dengan transaksi mata uang virtual, atau transaksi apapun. Bank membangun blockchain yang dapat melacak pembayaran antar rekening. Pemerintah bereksperimen dengan menggunakan blockchain untuk menyimpan catatan dan penilaian properti. Itulah 5 dari 10 hal yang harus Anda ketahui tentang Blockchain. Untuk Anda yang ingin mendapatkan lebih banyak informasi lain seputar berita cryptocurrency dan blockchain, Anda dapat mengakses beberapa artikel lain di situs www.coindaily.co.id.

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga BTC Melejit di Angka 191 Juta

Diberitakan, PayPal telah mengumumkan pada hari Rabu kemarin, bahwa mereka akan masuk ke pasar cryptocurrency.

Perusahaan pembayaran digital raksasa ini mengatakan, pelanggan mereka akan dapat menggunakan cryptocurrency untuk berbelanja di pedagang mana pun di jaringannya yang besar mulai dari awal 2021.

Pembayaran akan diselesaikan melalui mata uang fiat, mirip dengan banyak solusi pedagang crypto yang ada seperti BitPay. Ini berarti pedagang akan menerima fiat, karena PayPal akan menangani konversinya.

Koin yang awalnya didukung akan mencakup Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH) dan Litecoin (LTC), kata perusahaan itu.

Perusahaan ini pun menggandeng Paxos untuk memberikan layanan tersebut, dan memperoleh lisensi mata uang crypto bersyarat dari Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York, atau yang biasa disebut dengan BitLicense.

Selain pembayaran cryptocurrency, pengguna PayPal juga akan dapat membeli crypto langsung melalui aplikasi. Dengan demikian, PayPal akan menampilkan dompet mata uang crypto, memungkinkan pengguna membeli, menjual, dan menahan crypto melalui aplikasi PayPal.

Mode Global Holdings

Mode Global Holdings, perusahaan fintech yang telah terdaftar di Bursa Efek London, kini menjadi perusahaan besar lainnya yang masuk kedalam ranah Bitcoin.

Ini menambah daftar investor institusi dan perusahaan besar yang telah tertarik dan menggunakan crypto untuk dijadikan aset cadangan perbendaharaan ditengah kekhawatiran ekonomi hyang terus merosot di masa pandemi ini.

Mode telah menjadi perusahaan publik pertama di Inggris yang menukar sebagian dari cadangan kasnya dengan Bitcoin, menurut siaran pers pada hari Rabu kemarin.

Mode mengatakan bahwa mereka telah mengalokasikan 10% dari cadangan kasnya ke cryptocurrency teratas sebagai aset cadangan treasury-nya. Pembelian tersebut merupakan bagian dari “tujuan jangka panjang perusahaan untuk melindungi aset investor dari penurunan nilai mata uang.”

Alasan perusahaan terutama bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk memaksimalkan nilai pengembalian dari penggalangan dana baru-baru ini. Mode mencatat bahwa suku bunga di Inggris Raya saat ini berada pada titik terendah dalam sejarah 0,1%. Oleh karena itu, perusahaan berupaya untuk melakukan diversifikasi dari instrumen pasar uang berbunga rendah.

Baca Juga: Bahama Luncurkan Mata Uang Digital Bank Sentral Sendiri!

Bagaimana selanjutnya?

Ada dua kemungkinan, harga BTC akan terus naik tanpa menutup gap di Rp 180 juta-an, yang kemungkinan akan menembus Rp 200 juta.Kemungkinan kedua adalah harga BTC menutup ke Rp 180 juta-an dan berkonsolidasi disana dan kenaikan harga besar-besaran akan terjadi. Bahkan, lebih besar dari situasi pertama.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Filecoin Mencapai Kapasitas 1 Exabyte!

Dalam acara diskusi beberapa saat lalu, CEO dan pendiri Protocol Labs Juan Benet mengindikasikan jaringan Filecoin melampaui ekspektasi pengembang terkait dengan daya penyimpan jaringan.

Proyek yang berhasil menggalang dana lebih dari $200 Juta pada ICO 2017 silam, resmi dirilis ke publik pada Oktober tahun 2020. Sejak saat itu, menurut Benet, jaringan blockchain terdesentralisasi ini menyewakan dan meminjamkan tempat penyimpanan berbasis cloud dan telah mencapai kapasitas melebihi satu exabyte. Hal ini lebih besar dibandingkan penyimpanan seperti Dropbox saat IPO 2018 silam.

Baca juga: Filecoin, Proyek ICO Rp3,7 Triliun, Akhirnya Rilis ke Publik!

Filecoin Capai Kapasitas 1 Exabyte Penyimpanan

Benet menyampaikan, awalnya jumlah ini bukan hal yang mustahil untuk dicapai dan bahkan banyak yang meragukan kemampuan Filecoin. Namun, dengan pencapaian ini, pengembang berhasil membuktikan kemampuan jaringan bahkan melebih ekspektasi awal.

“Anda mungkin tidak akan pernah memiliki jaringan terdesentralisasi lebih dari beberapa petabyte… (Namun,)  sekarang kami berhasil melewati satu exabyte.”

Pencapaian ini termasuk ke dalam pencapaian luar biasa. Sebagai perbandingan, Twitter menghasilkan sekitar 4,3 petabyte setahun, atau 0,0043 exabyte. Perusahaan data Zeenea memperkirakan pada Maret 2019, Netflix menyimpan 60 petabyte film dan acara TV, atau enam persen dari kapasitas Filecoin saat ini.

Baca Juga: Nic Carter: Kenaikan Harga Bitcoin karena Potensi Inflasi

Di luar itu, masih ada banyak kelebihan kapasitas di jaringan yang bergantung pada aktivitas penambangan. Menurut statistik penyimpanan Filecoin, pada 19 November 2020, data yang tersimpan di dalam jaringan sudah melebih 761 gigabyte.

filecoinSelanjutnya, Benet dan tim Protocol Labs berencana untuk mulai memindahkan aplikasi ke dalam jaringan. Mereka sedang dalam tahap pembangunan tempat tersebut dan menantikan para “pemain” masuk ke dalam protokol.sumber.

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin vs Altcoins Kembali Memanas di Tahun 2020

Debat Bitcoin vs Altcoins memanas sekali lagi! Hal ini disebabkan karena raja cryptocurrency, Bitcoin yang mendominasi pasar dengan selisih yang sangat jauh.

Saat ini pangsa pasar raja cryptocurrency Bitcoin, telah mencapai dua kali lipat dari posisi terendahnya atau naik sebesar 33 persen. Hal tersebut menjaga dominasi Bitcoin pada pasar cryptocurrency tetap utuh. Sementara di sisi lain, berbagai macam altcoin telah kehilangan kekuatan mereka karena masalah pendanaan dan tidak adanya rasa ingin tahu publik.

Namun, hal ini tidak membuat gentar pengembang Altcoins. Secara kumulatif Altcoin-Altcoin yang mungkin sudah bernilai ratusan bahkan ribuan dollar ini, tetap menjanjikan bahwa mereka akan dapat mengungguli Bitcoin atau setidaknya menggeser posisi Bitcoin saat ini.

Sementara itu dalam menanggapi hal ini, Max Keiser, pada salah satu ‘Keiser Report’ dan salah satu bull BTC paling awal menyatakan bahwa Altcoin itu tidak memiliki nilai bawaan.

Baca juga: Harga Bitcoin Tak Akan Jatuh Lagi ke US$6 Ribu, Tapi Naik Menjadi US$100 Ribu

Bitcoin Mungkin Lebih Kuat Daripada Altcoin

Dalam wawancara terakhir dengan London Actual, Max Keiser tampaknya memperdalam sentimennya mengenai Bitcoin vs Altcoins, hal ini dirasa jika dibandingkan Bitcoin, Altcoins hampir tidak memiliki nilai.

Agar pendapat Keiser mengenai Bitcoin vs Altcoins ini tidak menambah panas isu yang sedang beredar, hal tersebut merupakan jawabannya saat ditanya oleh pewawancara, Brian Rose. Pertanyaan tersebut mengenai apakah ada mata uang crypto lain yang “sepadan dengan Bitcoin”, kemudian dengan suara biasa saja dan ekspresi tenang Keiser menjawab “Tidak”.

Selain itu, ia menyatakan bahwa tidak ada koin crypto yang dapat melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Bitcoin atau yang dapat Bitcoin lakukan dalam beberapa waktu ke depan.

Dia juga menambahkan bahwa keamanan Bitcoin dari sebagian besar energi hash dan bagian besar di pasar crypto membuat Bitcoin menjadi pertaruhan yang lebih baik daripada altcoin apa pun

Sentimen Luas Bitcoin vs Altcoins

Keiser bukan satu-satunya yang menggembar-gemborkan sentimen mengenai altcoin lebih “tidak berwarna” dibandingkan dengan Bitcoin, terlepas dari perkembangan teknis dan miliaran dolar pendanaan.

Selain itu, dalam debat Bitcoin vs Altcoins dengan Kevin Rose, salah satu pendiri Digg, sebuah situs web media digital belakangan ini menjadi penasihat TechCrunch, menyatakan bahwa sekitar 99 persen orang yang terlibat dalam sebuah proyek hanya mengejar keuntungan finansial. Selain itu, ada banyak sampah juga di dalam proyek-proyek tersebut. Seluruh situasi ini pada akhirnya akan menciptakan skenario yang tidak menguntungkan, hal ini disebabkan akan banyak proyek-proyek berkualitas tinggi yang terseret ke bawah, yang pada akhirnya justru akan mencemari ruang cryptocurrency.

Informasi selengkapnya dapat dibaca di sini

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Meski Turun Tajam, Ini Alasan Bitcoin Masih Bullish

Bitcoin alami crash beberapa hari lalu. Penurunan tersebut bahkan sempat menginjak Rp43 juta dari nilai tertinggi ke rendahnya. Ditambah, kejadian ini hanya kurang dari 3% dari nilai all-time-high Bitcoin dan membuat likuiditas besar-besaran di beberapa bursa ternama.

Para analis menjabarkan beberapa alasan terkait dengan penurunan Bitcoin ini.

Baca Juga: Fidelity: Institusi Semakin Mengadopsi Bitcoin

1. Leverage yang Berlebihan

CEO Stack Funds, Matthew Dibb masuk ke dalam jajaran korban dari likuiditas besar-besaran perdagangan leverage dalam bursa derivatif yang terjadi di seluruh bursa utama.

Menurut sumber data Bybit, posisi derivatif senilai hampir $2 miliar dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah itu, lebih dari $1,6 miliar telah ditutup dalam 12 jam terakhir.

Lepasnya perdagangan dengan leverage ini diharapkan oleh banyak pihak, mengingat biaya memegang posisi buy di pasar perpetual future atau dikenal sebagai tingkat pendanaan meningkat tajam ke level tertinggi bulanan hingga 0,098% dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menjadi tanda dari adanya overleveraging atau overheating di pasar. Tingkat pendanaan ini ditentukan dan dibayarkan setiap delapan jam.

bitcoin tetap bullishMenurut data Glassnode, dengan penurunan harga Bitcoin ini, tingkat pendanaan telah turun kembali menjadi 0,011%. Ini membuat pemegang leverage berlebih keluar pasar secara “paksa”.

2. Pullback Teknis

Jika melihat grafik teknis, rally Bitcoin dari $10.000 menjadi $19.400 selama tujuh minggu terakhir dinilai terlalu bersemangat.

Hal tersebut mengingat, momentum bagi Bitcoin begitu kuat sehingga raja crypto tersebut secara konsisten diperdagangkan di atas MA 10 hari selama rally. Meski ada overbought pada indeks kekuatan relatif (RSI) 14 hari.

bitcoin tetap bullishTerlebih, rally berlebih akan cenderung menguntungkan para spekulan yang mencari keuntungan secara berkala. Mata uang crypto biasanya akan mengalami beberapa pullback selama pasar bullish sebelumnya.Penurunan harga ini akhirnya membawa Bitcoin masuk ke bawah rata-rata 10 hari dan memungkinkan RSI menyesuaikan kembali dengan bullish yang ada.

“Ini pullback yang sehat,” ujar Stack Funds Dibb.

Menurut analis grafik, rally harga dengan adanya penurunan secara reguler akan membuatnya berkelanjutan daripada rally terus menerus.

Baca Juga: Cypherpunk Holdings Miliki Bitcoin Terbanyak ke-9 Dunia

3. Faktor Lain Perkuat Aksi Jual

Menurut trader dan analis Alex Kruger alasan penurunan harga ini terkait dengan rencana Departemen Keuangan AS yang dikabarkan akan dapat melacak pemilik dompet cryptocurrency yang dihosting sendiri.

Dilansir dari CoinDesk, Alex Kruger menyatakan,

“(Masalah peraturan) ini, dengan latar belakang euforia dan leverage tinggi yang tidak berkelanjutan untuk jangka panjang menyebabkan penurunan terbesar selama 24 jam sejak Maret lalu.”

Tidak hanya itu, bursa pertukaran crypto terkemuka OKEx yang sempat dibekukan terkait masalah hukum dan menutup layanan withdrawal, kembali membuka layanan tersebut kepada pengguna.

Sui Chung, CEO CF Benchmarks menjelaskan,

“Sebagian besar bitcoin beku (di OKEx) telah diperdagangkan sekitar 70%. Ada banyak keuntungan yang belum direalisasikan yang terkunci di sana. (…) setelah koin-koin ini bebas bergerak, kemungkinan akan ada banyak trader yang menjualnya dengan dolar atau stablecoin lainnya untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini menambah tekanan besar penjualan (bitcoin).”

Pasar Bitcoin Masih Bullish

“Penurunan harga terbaru hanyalah sedikit gangguan dari tren bullish yang lebih besar,” ujar Alex Kruger.

Pasar Bitcoin masih menunjukan faktor makro yang bersifat bullish. Misalnya saja, peningkatan partisipasi perusahaan institusional yang terus berlanjut, pencetakan uang besar-besaran oleh Federal Reserve di Amerika, dan pencarian imbal hasil tetap untuh meskipun harga turun.

Sentimen bullish juga tetap kuat meski jumlah koin tersimpan di beberapa bursa ternama mencapai nilai terendahnya sejak Agustus 2018.

bitcoin tetap bullishGrafik dari Glassnode di atas mengindikasikan investor melihat penurunan harga saat ini sebagai pullback besar, tetapi masih yakin terkait dengan prospek jangka panjang mata uang crypto.Ditambah, hilangnya posisi leverage berlebihan di pasar membuat rally di pasar dapat terus berlanjut.

Heusser dari Crypto Broker mengharapkan raja crypto Bitcoin untuk berkonsolidasi di kisaran saat ini hingga $19.000 sebelum akhirnya melanjutkan trennya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Adopsi Bitcoin Cs, Chainalysis: Indonesia di Peringkat ke-32

Ranumnya pasar Bitcoin Cs (aset kripto) di Indonesia mungkin bukanlah isapan jempol, setidaknya jika mengacu pada data terkini Chainalysis. Per tahun 2020, Indonesia berada di peringkat ke-32 untuk kategori tingkat adopsi aset kripto, mengalahkan Jerman dan Estonia.

Chainalysis adalah perusahaan ternama di bidang pengkajian aset kripto. Perusahaan asal Amerika Serikat itu kerap membantu penegak hukum negara itu dalam penyelidikan kejahatan terkait aset kripto, termasuk penyitaan Bitcoin senilai US$1 miliar belum lama ini.

Berdasarkan data terbaru yang diterbitkan di situs Chainalysis, Indonesia berada di peringkat ke-32 soal adopsi aset kripto. Data itu dikumpulkan Juli 2019-Juni 2020.

bitcoin indonesia

Di kawasan Asia Tenggara, Vietnam memimpin di peringkat ke-10. Sedangkan Filipina di peringkat ke-16.

bitcoin indonesia

Di nomor wahid ada Ukraina, disusul oleh Rusia, lalu Venezuela. Sedangkan Tiongkok, sebagai sentra tambang Bitcoin global, berada di peringkat ke-4. Dari 10 besar, hanya Vietnam yang mewakili Asia Tenggara.

Baca Juga: Fidelity: Institusi Semakin Mengadopsi Bitcoin

Sedangkan Korea Selatan, yang cukup terkenal ramah aset kripto, hanya berada di peringkat ke-17, satu tingkat di bawah Filipina.

Negara dari kawasan Asia Tenggara lainnya, yakni Malaysia cukup hepi di peringkat ke-25, mengalahkan Belanda (26) dan Jerman (33).

Kemudian Singapura yang dikenal cukup matang soal peraturan aset kripto, hanya berada di peringkat ke-50. Berturut-turut, Singapura berada di atas Panama, Iran, El Salvador dan Austria.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum 2.0 Rilis 1 Desember, Begini Perkembangannya

Ethereum 2.0 rilis pada 1 Desember 2020, kurang dari seminggu lagi maka proyek yang sangat dinantikan penggemar crypto ini akhirnya akan muncul ke publik dengan ragam solusi yang lebih baik dibandingkan Ethereum generasi pertama.

Konfirmasi ini seiring dengan kontrak setoran Ethereum yang sudah memenuhi ambang batasnya yaitu 524.288 Ether dari 16.384 validator ke dalam kontrak setoran Eth2 sejak ditayangkan pada 4 November. Saat ini, kurang lebih 694.368 eter senilai lebih dari $422 juta yang berada dalam kontrak.

Baca juga: Apa itu Staking Ethereum 2.0 ? Panduan untuk Pemula

Selain itu sebuah portal web bernama Launch Pad diterbitkan untuk memudahkan pengguna belajar bagaimana menjadi validator ETH dan mengamankan blockchain.

Alamat kontrak telah melihat sekitar 16.736 transaksi sekitar 32 ether per transaksi. 32 ETH adalah jumlah yang dibutuhkan oleh para calon validator untuk bisa berpartisipasi.

Baca juga: Apa Itu Staking? Panduan Lengkap untuk Pemula

Tim Ethereum 2.0 Merayakan Keberhasilan

Setelah pencapaian ini sejumlah besar pendukung dan pengembang Ethereum merayakannya.

“Kami mencapainya, terima kasih untuk semua tim Eth2 dan komunitas yang menulis sejarah. Dan terima kasih kepada kritikus Ethereum yang membuat kami lebih kuat. Jangan lupa untuk memperbarui klien Eth2 Anda dalam beberapa hari,”  kata anggota R&D Ethereum 2.0, Hsiao-Wei Wang.

Pembaruan ETH 2.0 akan dimulai dalam waktu tujuh hari dan Beacon chain akan memulai yang fase eprtama dari empat fase awal.

Perkiraan mengatakan bahwa validator Ethereum 2.0 dapat memperoleh sekitar 20% sebagai hadiah tahunan. Setelah persyaratan dipenuhi, pendukung Ethereum Tom Shaughnessy mengatakan bahwa peluncuran Ethereum 2.0 mendapat lebih banyak perhatian.

Anggota Ethereum Foundation Hudson Jameson men-tweet tentang bagaimana peluncuran rantai Beacon Ethereum 2.0 akan terjadi sehari sebelumnya, dan apa yang perlu terjadi untuk membuat peluncuran yang sukses.

“Beacon chain  menandai awal transisi ke Eth 2.0, tetapi itu tidak berarti bahwa semuanya segera berubah. Eth 2.0 adalah proses multi-tahun dan beberapa bagian pertama dari proses itu tidak akan terlalu memengaruhi mainnet Ethereum saat ini, “ kata Jameson.

Jameson juga menekankan bahwa apapun yang terjadi, komunitas Ethereum harus terkesan dengan tim pengembangan Ethereum 2.0.

Sementara itu para peserta genesis tidak akan dapat menarik koin mereka hingga ETH 2.0 mencapai Fase 1.5  yang akan menggabungkan mainnet Ethereum dengan beacon chain Eth2 dan lingkungan yang dipecah  banyak trader kini menunggu pihak ketiga untuk meluncurkan layanan staking yang mengaktifkan penarikan, meskipun ada potensi risiko penipuan. Oleh karena itu semua harus dilakukan dengan cermat dan penuh pertimbangan.

Perkembangan Ethereum 2.0

Berdasarkan data dari Cryptoquant dari Unfolded, berikut ini adalah perkembangan dari Ethereum 2.0

Ethereum 2.0
Perekmbangan Ethereum 2.0. Sumber: Unfloded

– Phase 0 Success Rate: 111%

– Phase 0 Unique Validators: 18,333

– Total Value Staked: 586,656 ETH

– Unique Depositors: 1733.



Sumber : news.tokocrypto.com