Author: 37

  • S&P Dow Jones Luncurkan Indeks Crypto di 2021, Bakal Dorong Bitcoin Lebih Tinggi?

    S&P Dow Jones Indices, divisi dari penyedia data keuangan S&P Global Inc mengungkapkan pada hari Jumat, 4 Desember 2020, bahwa perusahaan akan meluncurkan indeks mata uang crypto pada 2021 mendatang. Peristiwa ini juga masuk sebagai momentum pengadopsian Bitcoin dan crypto yang lebih luas lagi.

    Baca Juga: VISA Umumkan Kerja Sama dengan USDC, Bukti Adopsi Crypto Makin Luas

    Indeks tersebut akan diberinakan S&P DJI dan menggunakan data dari perusahaan mata uang virtual yang berbasis di New York, Lukka. Data tersebut akan memasukan lebih dari 550 koin di daftar perdagangan teratas.

    Selanjutnya, S&P dan Lukka mengatakan, nantinya klien S&P akan bisa menggunakan penyedia indeks sesuai dengan kebutuhan dan alat benchmarking lainnya pada mata uang crypto.

    S&P dan Lukka berharap data harga yang lebih andal akan memudahkan investor untuk mengakses kelas aset baru, dan mengurangi beberapa risiko pasar yang sangat fluktuatif dan spekulatif.

    “Dengan aset digital seperti mata uang crypto menjadi kelas aset yang berkembang pesat, ini adalah waktu yang tepat (untuk menjadikan indeks tersebut) sebagai tolak ukur yang independen, andal, dan ramah pengguna,” ujar Peter Roffman, kepala inovasi dan strategi global di S&P Dow Jones Indices.

    Langkah salah satu penyedia indeks paling terkenal di dunia dapat membantu adopsi semakin cepat dan menjadi aset investasi utama.

    Terlebih, Bitcoin berhasil menunjukan jati dirinya dengan terus melonjak naik dan mengungguli nilainya terhadap dolar. Ditambah, peningkatan permintaan dari investor yang mengatakan mata uang virtual sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan aset safe-haven.

    Adopsi Bitcoin Semakin Luas

    Dengan semakin banyak perusahaan dan investor besar yang masuk ke dalam dunia crypto, semakin besar pula peluang harga crypto akan terus naik dan menjadi aset investasi utama.

    Saat penulisan, harga Bitcoin hari ini berada di kisaran harga $19.230. Banyak analis yang memprediksi Bitcoin akan terus melonjak ke arah yang lebih tinggi lagi.

    Baca juga: Harga Bitcoin Diprediksi Rally ke $20.000 Jika lewati Harga $19.300

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Sudah Senilai Apple dan Amazon?

    Beragam prediksi harga Bitcoin akhir-akhir ini dilemparkan tanpa konteks. Menanggapi hal itu, kanal berita AmbCrypto membahas pencapaian Bitcoin dibandingkan dengan nilai aset tradisional, seperti nilai saham Apple dan Amazon.

    Hal pertama adalah kemiripan Bitcoin dengan emas. Kapitalisasi pasar serta rasio stock to flow emas lebih tinggi daripada Bitcoin. Untuk mencapai kapitalisasi pasar yang sama, maka harga Bitcoin perlu berada di angka US$600 ribu per BTC.

    Kinerja Bitcoin mengalahkan emas selama tahun 2020. Sejak awal tahun, Bitcoin meningkat 7,5 kali lebih tinggi dibanding emas. Kendati demikian, bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menang atas emas.

    Data dari Bloomberg memberikan arus masuk modal ke Exchangetraded Products (ETP) emas dan Bitcoin. Sesuatu terjadi pada musim panas 2020 saat arus masuk emas tiba-tiba longsor dan arus masuk Bitcoin meroket.

    Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa Bitcoin lebih diminati dibanding emas. Tetapi, hal tersebut juga bisa berarti sebagian modal yang keluar dari ETP emas masuk ke Bitcoin, kendati belum pasti.

    Jika Bitcoin mencapai harga US$600 ribu, maka kapitalisasi pasarnya lebih besar dari neraca Bank Sentral AS, aset yang dikelola perusahaan investasi BlackRock, kekayaan Jeff Bezos, valuasi Apple, Amazon, Microsoft dan lainnya.

    Tetapi hal tersebut mungkin sulit dicapai, atau butuh waktu lama dan bukan merupakan jaminan. Angka yang lebih realistis adalah Bitcoin US$100 ribu per BTC. Target ini sudah diprediksi banyak analis dan investor pasar aset kripto.

    Jika Bitcoin berhasil tiba di harga tersebut, artinya adopsi Bitcoin sudah menginfiltrasi beragam lapisan dibanding saat ini. Bitcoin akan melampaui kekayaan Jeff Bezos, kapitalisasi pasar JP Morgan, Facebook, Microsoft, Amazon, PayPal, Visa, Google, Tesla dan lainnya.

    Di masa depan, bukan tidak mungkin kanal-kanal berita akan melaporkan Bitcoin telah melampaui kapitalisasi pasar aset atau perusahaan tertentu. Fundamental Bitcoin semakin kuat, tetapi soal skalabilitas [lambat dan transaksi sedikir per detik–] belum dipecahkan sepenuhnya.

    Kendati demikian, skalabilitas bukanlah prioritas, sebab Bitcoin menjadi standar emas untuk disimpan sebagai alat simpan nilai, bukan sebagai sistem transfer dana setara VISA. Jika Bitcoin berhasil mencapai skalabilitas on-chain, adopsi Bitcoin sebagai alat tukar dan unit perhitungan akan terjadi secara alamiah.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • VISA Umumkan Kerja Sama dengan USDC, Bukti Adopsi Crypto Makin Luas

    Visa yang terkenal dengan kartu kreditnya hari ini mengumumkan kemitraan dengan Koin Dolar AS [USDC] yang dibangun di atas blockchain ethereum [ETH].

    Visa telah bekerja sama dengan perusahaan layanan blockchain Circle untuk membuat transaksi stablecoin USD Coin (USDC) kompatibel dengan kartu kredit tertentu. USDC sendiri merupakan aset crypto yang dibangun di blockchain Ethereum.

    Baca Juga: Lagi! Robert Kiyosaki Sarankan Beli Bitcoin

    Pengumuman ini datang hanya beberapa hari setelah ethereum menyelesaikan pembaruan ETH 2.0 yang sangat ditunggu-tunggu. Banyak ahli crypto melihat ini sebagai tanda bullish untuk industri crypto.

    “Ini akan menjadi yang pertama, kartu perusahaan yang memungkinkan bisnis dapat membelanjakan saldo USDC, ” kata  Cuy Sheffield, kepala crypto Visa dikutip dari Cointelegraph.

    60 Juta Pedagang di Jaringan Visa Menggunakan USDC

    Kabar kerja sama ini juga dibagikan oleh jurnalis Forbes Michael Del Castillo. Dalam artikelnya ia menyebutkan mata uang digital USDC kini bernilai 2,9 Miliar. Mata uang digital dikembangkan oleh circle internet financial dan sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari $270 juta.

    Kemitraan ini akan memungkinkan penerbit kartu kredit Visa terpilih untuk bisa berintegrasi dengan USDC sehingga mereka dapat mengirim dan menerima pembayaran dalam USDC.

    Di masa mendatang, kolaborasi ini akan memfasilitasi transaksi USDC antara perusahaan lintas batas yang ramah Visa. Raksasa pembayaran itu juga mengumumkan kesepakatan dengan BlockFi pada hari Selasa yang akan membawa kartu kredit ke pasar yang membayar poin hadiah dalam Bitcoin (BTC).

    Dua puluh lima penyedia dompet telah mengikuti rencana fast track sebagai penyedia kartu dalam beberapa hari terakhir. Ini akan digunakan untuk perpindahan USDC Visa.

    Baca juga: Dari Hater Jadi Fans, PayPal Ketagihan Beli Bitcoin!

    Adopsi Crypto telah meningkat secara signifikan pada tahun 2020. Dari PayPal yang meluncurkan aset digital pada platformnya hingga pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh pemain keuangan arus utama besar. Awal tahun ini, Coinbase pun telah  memperoleh kemampuan penerbitan kartu pembayaran dengan bergabung sebagai anggota utama Visa.

    Kerja sama VISA yang notabene merupakan  perusahaan besar diharapkan mampu mendorong adopsi crypto makin meluas. Apakah kerja sama ini bisa menaikkan harga Bitcoin atau Ethereum yang tengah turun? Kita masih perlu menunggunya kembali.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lagi! Robert Kiyosaki Sarankan Beli Bitcoin

    Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, berpendapat soal tiga aset pelindung terhadap inflasi, yaitu perak, emas dan Bitcoin. Kiyosaki dikenal sebagai penulis yang mengusung pentingnya pendidikan keuangan dan membangun kekayaan melalui investasi aset, properti serta bisnis.

    Kiyosaki telah berulang kali mengkritik tanggapan Federal Reserve terhadap masalah ekonomi akibat pandemi. Ia mendesak para pengikutnya untuk melindungi diri dari inflasi tinggi di masa depan dengan cara membeli perak, emas dan Bitcoin.

    Dalam podcast oleh Anthony Pompliano pada April 2020 lalu, Kiyosaki diwawancara mengenai aset perlindungan terhadap inflasi. Ia mengatakan emas dan perak adalah uang dari Tuhan, Bitcoin adalah uang “open source” dari rakyat.

    Pada 26 November 2020 lalu, Kiyosaki mengatakan kepada 1,4 juta pengikutnya di Twitter bahwa Bitcoin akan “meroket ke bulan” dan juga menyarankan membeli perak jika harganya jatuh ke US$19 per ons dan emas bila harganya mencapai US$1.750 per ons.

    Kendati Kiyosaki menyukai ketiga aset tersebut, ia mengakui Bitcoin memiliki kinerja jauh di atas perak dan emas.

    Ia mengatakan lebih baik membeli Bitcoin sebanyak mungkin sekarang, sebab dolar mulai mati. Seiring runtuhnya dolar, yang penting adalah seberapa banyak emas, perak dan Bitcoin yang dimiliki investor.

    Kemudian pada Agustus 2020, ketika Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$11.770 dan emas sekitar US$2.032 per ons, Kiyosaki memrediksi Bitcoin akan menjadi kuda yang lebih cepat.

    Baca Juga: AllianceBernstein: Bitcoin adalah Store of Value Jangka Panjang

    “Emas naik 35 persen di 2020. S&P hanya naik 3 persen. Perak masih terbaik, 30 persen di bawah all time high, dan terbatas kuantitasnya, digunakan di industri serta dapat dibeli oleh investor dengan dana terbatas. Tetapi Bitcoin bisa menjadi kuda paling cepat,” cuit Kiyosaki.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Withdrawal di Ethereum 2.0 Dapat Segera Diluncurkan?

    Withdrawal atau penarikan Ether (ETH) hasil staking di Ethereum 2.0 diperkirakan akan tersedia pada Q1 2021. Informasi ini didapatkan dari sebuah postingan blog layanan staking Rocket Pool.

    Phase 0 peluncuran Eth2 Beacon Chain pada 1 Desember lalu berhasil dilakukan. Peristiwa ini melibatkan 900.000 Ether yang disimpan oleh pemegang saham. Sayangnya, proses Phase 0 kemarin belum menyediakan layanan withdrawal dan menunggu hingga Phase 1.5 rampung. Pada awal rencana, Phase 1.5 diprediksi akan selesai pada awal 2022 mendatang.

    Baca Juga: AllianceBernstein: Bitcoin adalah Store of Value Jangka Panjang

    Namun, minggu lalu, pengembang Ethereum Danny Ryan memperkenalkan proposal baru terkait dengan “Kontrak penarikan sederhana (tapi ekspresif)”. Ini berarti pengguna akan dapat melakukan penarikan Ether mereka segera.

    Jika proposal tersebut diterapkan, Danny memperkirakan “80% kasus penggunaan kontrak penarikan akan terpenuhi”. Namun, ia juga mengakui, solusi ini tidak akan membuka fungsionalitas lengkap terkait fasilitas withdrawal ini

    “Ada fitur dengan potensi lebih canggih yang tidak dapat dibangun dengan skema sederhana sampai pembacaan Beacon Chain diterapkan, tetapi saya pikir sebagian besar desain dapat diselesaikan.”

    Salah satu utilitas yang didukung proposal Ryan adalah kemampuan staking pool untuk memulai pembayaran, yang selanjutnya meningkatkan sifat desentralisasi Ethereum.

    Withdrawal pada Eth2

    Rocket Pool merupakan platform staking terdesentralisasi berbasis di Australia yang dirancang untuk memungkinkan investor yang memiliki kurang dari 32 ETH dapat mengumpulkan dana mereka untuk bergabung melakukan staking. Terkait layanan withdrawal ini, ia mengindikasikan platform sedang menunggu layanan smart contract withdrawals untuk dapat digunakan bahkan sebelum jaringan utama resmi beroperasi.

    Dalam postingan blog hari ini, pendiri David Rugendyke menjelaskan, lantaran layanan withdrawal belum bisa didukung di Eth2 saat ini, “untuk mendemokratisasi staking di lingkungan saat ini, proyek harus menggunakan kustodian terpusat untuk mengontrol validator withdrawals keys.”

    Ia juga menambahkan masalah kepercayaan terkait dengan hal ini “tidak boleh mengorbankan nilai inti kami dan mempertaruhkan simpanan pengguna”. Rugendyke menyebut solusi yang diajukan Ryan sebagai “langkah fantastis” dan mendukung langkah tersebut agar dapat segera terealisasi.

    Baca Juga: Taat Peraturan, Coinbase Pro Tutup Layanan Margin Trading

    Layanan Staking Ethereum Pihak ke-3

    “Rocket Pool akan memilih untuk tetap medukung peluncuran setelah penerapan smart contract withdrawalsdilakukan, untuk mematuhi sifat non-kustodian, trustlesssebagai solusi staking yang sudah kami rencanakan selama dua tahun yang lalu. Peristiwa ini diharapkan terjadi pada Q1 tahun 2021 dan kami berharap untuk ikut meluncurkannya bersamaan dengan perstiwa tersebut.”

    Perusahaan Blockchain Consensys juga mencatat, solusi dari Danny Ryan bukanlah satu-satunya. Proposal “Simple Withdrawal Contract” dari pengembang Ethereum Jeff Coleman juga hadir memberikan solusi terkait masalah penarikan. Layanan stakingEthereum, salah satu pendiri Attestant, Jim McDonald’s, memiliki proposal lain yang disebut “Simple Transfers of Excess Balance”.

    Perusahaan saham LiquidStake telah mengambil pendekatan yang berbeda, memungkinkan pemegang saham untuk mengambil pinjaman USDC pada ETH yang dipertaruhkan untuk memberikan likuiditas yang lebih baik kepada pengguna. Coinbase juga telah mengumumkan dukungan untuk taruhan Eth2, namun mereka akan menyediakan likuiditas untuk pengguna:

    “Sementara token Eth2 yang di-stake tetap terkunci pada Beacon Chain, Coinbase juga akan mengaktifkan perdagangan antara Eth2, ETH, dan semua mata uang lainnya yang mendukung penyediaan likuiditas bagi pelanggan kami.”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AllianceBernstein: Bitcoin adalah Store of Value Jangka Panjang

    Divisi penelitian perusahaan manajemen aset, AllianceBernstein, asal New York berubah sikap. Kali ini mereka menegaskan bahwa Bitcoin berperan besar dalam portofolio investor, khususnya sebagai store of value jangka panjang.

    Baca Juga: Lima Koin Teratas Mulai Bangkit dari Sell Off!

    AllianceBernstein cukup ternama dengan total aset dikelola mencapai US$631 milyar. Dalam catatan penelitian yang diberikan kepada kliennya, Kepala Tim Strategi Portofolio Bernstein Research, Inigo Fraser Jenkins, mengatakan pihaknya sebelumnya tidak menganggap Bitcoin sebagai instrumen investasi, pada Januari 2018 silam ketika harga Bitcoin mulai longsor dari harga tertingginya.

    Tetapi, perubahan kebijakan akibat pandemi, tingkat utang dan opsi diversifikasi bagi investor, perusahaan akhirnya mengakui Bitcoin memegang peran penting dalam alokasi aset untuk periode jangka panjang.

    Jenkins menjelaskan, berkurangnya volatilitas harga Bitcoin menjadikannya menarik, baik dari sisi alat simpan nilai (store of value) dan sebagai alat pertukaran.

    Selama pandemi, korelasi Bitcoin dengan aset besar lain meningkat. Di sisi lain, Bitcoin adalah aset likuid yang bisa dijual cepat, seperti yang terjadi saat market crash pada Maret 2020 lalu, lalu rebound tak kalah cepatnya.

    “Dari sudut pandang empiris, berkurangnya volatilitas Bitcoin menjadikannya lebih menarik, tetapi korelasi yang meningkat menunjukkan arah sebaliknya,” sebut Fraser Jenkins.

    Soal perlindungan terhadap inflasi, Bitcoin kiranya mirip seperti emas. Kendati demikian, aset kripto tersebut tidak akan bergerak sepenuhnya untuk melawan inflasi dalam mata uang fiat

    Isu lain seperti penggunaan aset kripto dalam tindak kriminal dan konsumsi energi penambangan Bitcoin yang berat disebut sebagai kekhawatiran mengenai aset itu, dan juga soal pengawasan pemerintah.

    Baca Juga: Perusahaan Australia Ini Beralih ke Bitcoin dari Emas

    Jenkins berpendapat, jika jadi ada isu lain untuk Bitcoin di masa depan. Pandemi membuat pemerintah lebih berkuasa dan berperan mengelola ekonomi, sehingga jika aset kripto semakin besar, regulator bisa merasa terganggu oleh kehadirannya.

    “Aset kripto berperan dalam alokasi aset, selama mereka legal,” tegas Jenkins.

    Bernstein Research menyarankan investor menyimpan Bitcoin sebanyak 1,5 hingga 10 persen dari portofolio investasi, tergantung kepada imbal hasil bulanannya.

    “Hasil alokasinya rendah, tetapi dalam kerangka optimasi sederhana ini, alokasi terhadap aset lain bisa mencapai nol, sehingga Bitcoin tampaknya signifikan,” pungkas Jenkins.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Investasi Cryptocurrency Dapat Memaksimalkan Uang Kamu!

    Sejak kemunculan Bitcoin dkk, masyarakat banyak memanfaatkan cryptocurrency sebagai media trading dan investasi yang dapat menumbuhkan uang dengan cepat. Walaupun banyak juga masyarakat yang mengalami hal sebaliknya yakni buntung karena bermain Bitcoin.

    Ini adalah sebuah risiko yang memang perlu ditanggung oleh masing-masing investor ketika berinvestasi cryptocurrency. Hal ini dikarenakan saat kamu berinvestasi, sebenarnya kamu layaknya sedang berbisnis sehingga untung atau rugi yang diperoleh perlu diperhitungkan secara matang-matang sebelum memutuskan ingin berinvestasi atau tidak.

    Baca Juga: Bitcoin Mungkin akan Mengalami Volatilitas Harga Besar pada Awal Desember

    Setidaknya, ada 3 alasan utama mengapa masyarakat banyak menempatkan dananya di cryptocurreny walaupun sebenarnya mereka tahu risiko dari investasi cryptocurreny itu sendiri:

    Investasi Cryptocurrency Pengembalian yang Menggiurkan

    Sebagai investor, kamu memiliki tugas untuk mencari peluang sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, cryptocurrency bisa dijadikan opsi terbaik lantaran memiliki tingkat pengembalian yang tinggi.

    Kamu bisa memaksimalkan cuan dari cryptocurrency bila membelinya saat harga murah. Kamu bisa mengetahuinya dengan indikator teknis yakni menggunakan MA5 atau MA20. Bila harga rata-rata di bawah MA5 atau MA20 berarti harga cryptocurrency tersebut cukup murah dan berlaku sebaliknya. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan cuan dengan menambang baik itu secara solo mining maupun menggunakan cloud mining yang saat ini sudah banyak tersedia.

    Cryptocurrency Tidak Diatur oleh Lembaga

    Investor lebih memilih cryptocurrency sebagai media investasi lantaran jenis aset ini tidak diatur oleh pemerintah maupun lembaga. Sehingga, bebas dari faktor-faktor ekonomi misalnya sistem moneter dan sebagainya.

    Baca Juga: Melihat Grafik Historis, Analis Prediksi Bitcoin Bull Run 2020 Baru Dimulai

    Prediksi Gila Harga Bitcoin

    Alasan terakhir adalah harga Bitcoin bisa terus meroket hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan, harga Bitcoin diprediksi akan terus bullish hingga pertengahan 2021 nanti. Ini adalah optimisme investor dan juga para pengamat cryptocurrency yang memiliki keyakinan bahwa Bitcoin akan menembus harga tertingginya sepanjang sejarah di atas $20.000.

    Inilah 3 alasan utama mengapa cryptocurrency dapat dijadikan sebagai tempat untuk memaksimalkan dan menumbuhkan uang yang dimiliki. Alhasil, Bitcoin dkk bisa dijadikan sebagai store of value yang kebal akan inflasi dibanding hanya menyimpan uang di tabungan biasa dengan bunga tidak lebih dari 1%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lima Koin Teratas Mulai Bangkit dari Sell Off!

    Lima koin teratas BTC, ETH, XRP, litecoin, dan chainlink telah menunjukkan kebangkitannya setelah aksi jual minggu ini.

    Harga BTC naik menjadi lebih dari $18.000 setelah jatuh ke $16.000 pada hari Kamis karena ETH, XRP, Litecoin, dan chainlink mencatatkan  swing yang lebih liar.

    Baca Juga: Meski Turun Tajam, Ini Alasan Bitcoin Masih Bullish

    Kenaikan dipimpin oleh XRP, yang mengalami kenaikan lebih dari 10% selama 24 jam terakhir, diikuti Bitcoin, Ethereum, litecoin, dan chainlink naik sebesar sekitar 5%.

    Gabungan nilai cryptocurrency sudah berayun sekitar $100 miliar minggu ini setelah Bitcoin hampir mencapai level tertingginya sepanjang masa hampir $20.000 saat 2017 lalu.

    Aksi jual, yang membuat harga Bitcoin menurun 10% dalam hitungan jam, dianggap oleh pengamat pasar Bitcoin dan cryptocurrency adalah hanyalah koreksi sementara saja.

    “Harga BTC bisa menunjukkan fluktuasi yang tajam, jadi hal utama yang perlu diketahui adalah tahapan ini diperlukan untuk melanjutkan reli,” kata Alex Kuptsikevich, analis keuangan senior FxPro.

    “Indikator teknis telah berada di wilayah overbought yang ekstrim untuk waktu yang lama. Reli mulai tersendat menuju $20.000. Ini adalah level psikologi dan teknis yang serius dari resistensi untuk pasar, dan tidak ada keraguan bahwa hambatan ini akan terjadi dan menguji optimisme investor.”

    koin teratasBitcoin telah mengalami kenaikan sebesar 40% hingga November, didorong oleh kepopulerannya yang berkembang sebagai emas digital. Karena bunga bank-bank besar yang masih kalah jauh dengan tingkat pengembalian yang diberikan oleh Bitcoin. Oleh karenanya, bank-bank besar di Wall Street, dan sekumpulan investor terkenal memberikan nama kepada Bitcoin sebagai emas digital “lindung nilai potensial terhadap inflasi”.

    Baca Juga: Rumor Peraturan Baru, CEO Coinbase “Amerika Akan Tertinggal Soal Crypto”

    Reli Bitcoin dipicu oleh perusahaan pembayaran raksasa PayPal yang berencana menambahkan layanan pembelian dan penjualan Bitcoin. Hal ini menyebabkan cryptocurrency yang memiliki nilai yang lebih kecil, termasuk koin teratas di pasar seperti XRP, ETH, Ripple, litecoin, dan chainlink melonjak. Di bulan November ini saja, XRP sudah mengalami kenaikan sebesar 150%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Mungkin akan Mengalami Volatilitas Harga Besar pada Awal Desember

    Faktor-faktornya adalah ketidakpastian umum seputar harga BTC, aktivitas perdagangan berjangka (Futures) tertinggi dan Open Interest, serta grafik mingguan yang kuat.

    Sementara itu, para trader telah mengantisipasi kemungkinan Pullback dalam waktu dekat meskipun harga telah rebound dari kisaran level $ 18.552 (Rp 262 juta) pada 30 November.

    Baca Juga: Peneliti Menerbitkan Email yang Belum Pernah Dilihat Antara Satoshi Nakamoto dan Hal Finney

    Ada dua trend utama yang dapat memicu pemulihan BTC. Pertama, Guggenheim Investments, sebuah firma manajemen aset global dengan aset kelolaan lebih dari $ 233 miliar, yang mendapatkan hak untuk menginvestasikan $ 500 juta di Grayscale Bitcoin Trust.

    Di AS, di mana Fund yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (ETF) tidak ada, Grayscale Bitcoin Trust adalah titik masuk pertama bagi sebagian besar investor institusional. Deribit melaporkan bahwa berita tersebut memicu aktivitas pembelian yang signifikan di pasar opsi. Perusahaan itu berkata :

    “Laporan dari Fund Behemoth Guggenheim Macro Opps berusaha untuk menetapkan $ 500 juta, diumumkan pada akhir pekan, menangkap short + alokasi mundur TA secara mengejutkan karena BTC memantul 2 ribu dari posisi terendah. Pasar opsi minggu terjadi. Desember Call dibeli, didanai oleh Put; Hedge dibatalkan.”

    Kedua, investor dan Whale dengan kekayaan bersih tinggi mungkin akan membeli penurunan untuk mengantisipasi hari Senin. Dalam beberapa minggu terakhir, seperti yang ditunjukkan oleh pedagang kuantitatif, sebagian besar permintaan pembeli berasal dari AS.

    Beberapa berspekulasi bahwa permintaan tersebut berasal dari algoritma Time-weighted Average Price (TWAP), biasanya digunakan oleh lembaga dan Fund. Karena algoritma TWAP akan diaktifkan kembali pada hari Senin, ini dapat menambah permintaan pembeli untuk BTC.

    Ketiga, para Whale lebih condong masuk kedalam pasar Futures sambil tetap mengamati bagaimana sentimen dan level teknikal utama Bitcoin bekerja untuk menetapkan sinyal trend yang lebih baik pasca tersungkur dari level $ 19.000-an yang masih membingungkan banyak trader dan analis.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Alibaba: Mata Uang Digital Adalah Masa Depan

    Miliarder asal China dan Pendiri market place Alibaba, Jack Ma mengatakan bahwa mata uang digital adalah masa depan. Menurutnya mata uang digital dapat memainkan peran dalam sistem keuangan global yang baru – sekaligus “menyerang regulasi keuangan dunia.”

    Baca Juga: Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    Melansir dari decrypt, Jack Ma menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah pidato di acara Bund summit di Shanghai.

     

    “Mata uang digital bisa menciptakan nilai dan kita harus memikirkan tentang bagaimana membangun sistem keuangan jenis baru melalui mata uang digital,” kata Jack Ma.

    Meski Jack Ma mengatakan demikian, tapi dia tidak spesifik mengatakan jenis mata uang digital yang dimaksud. Jadi, hal ini membuat komunitas crypto cepat berspekulasi tentang apa yang Jack Ma maksud dengan mata uang digital.

    Vitalik Buterin, penemu Ethereum, menanggapi pidato Jack Ma dengan menulis komentarnya di Twitter. “Apakah yang dimaksud adalah cryptocurrency atau mata uang digital yang lebih terdesentralisasi?”

    “Secara literasi yang dia maksud adalah ‘mata uang digital’. Dalam bahasa Mandarin bisa tergantung interpretasi,” balas pendiri Binance.

    Zhao juga menegaskan kata-kata ini sengaja ditulis seperti itu karena masih rahasia dan menjelaskan lebih detil bisa membuat Jack Ma dalam masalah.

    Cryptocurrency dilarang di China, tetapi Bitcoin dan aset digital lainnya masih bisa ditambang dan diperdagangkan di wilayah tersebut. Mungkin saja maksud Jack Ma adalah Central Bank Digital Currency (CBDC), seperti yuan digital.Negara-negara di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan mata uang digitalnya yang terdesentralisasi, dan China sudah sampai ke tahap pengujian.

    Dalam pidatonya, Jack Ma juga mengatakan peraturan global, khususnya Basel Accords (kerangka pengawasan perbankan internasional yang mulai diperkenalkan pada tahun 2010), sudah ketinggalan zaman dan seperti klub orang tua.

    Dia menyebutkan peraturan di seluruh dunia menghambat perkembangan di China dan tidak memikirkan peluang kaum muda atau negara berkembang lainnya.

    Baca Juga: Zcash Halving: Apa Yang Anda Harus Tahu (November 2020)

    Jika Jack Ma menyetujui penggunaan mata uang digital, maka harga uang digital tersebut akan naik karena perusahaan Alibaba mempunyai ratusan juta customer.

    Kemungkinan besar, uang digital yang dimaksud adalah Yuan Digital.

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com