Author: 38

  • Bertenaga Blockchain, Ini Cara Jualan di Origin Protocol

    Decentralized Web alias website desentralistik berbasis teknologi blockchain kini menjadi nyata. Salah satunya disediakan oleh Origin Protocol, khususnya websiteberjenis toko online (e-commerce). Berikut tutorial lengkap cara membuatnya.

    Secara teknis pembuatan website berbasis blockchain, semua data (teks, gambar, video, audio) tidak disimpan secara langsung ke blockchain. Data disimpan ke sejumlah komputer yang terhubung secara peer-to-peer di jaringan IPFS (Interplanetary File System).

    Semua data selanjutnya di-hashing, lalu direkam ke dalam blockchain. Dalam hal ini, menggunakan Origin Protocol, hashed data selanjutnya direkam ke dalam blockchain Ethereum.

    Lantas, apa bedanya dengan toko online biasa? Perbedaan utama terletak pada bagaimana data itu disimpan. Kalau toko online biasa, semua data disimpan di sejumlah komputer server, tetapi ada entitas sentral yang mengendalikannya. Kelemahan di sistem seperti ini, ketika satu komputer server mengalami gangguan, maka toko online bisa tak jalan.

    Sedangkan toko online desentralistik berbasis blockchain+IPFS ini, tidak ada entitas sentral. Sehingga, jika satu komputer server misalnya diretas, maka server lain menyediakan datanya secara realtime.

    Dalam hal ini pihak Origin Protocol sudah menyediakan satu toko online, namanya ShopOrigin. Di situ Anda bisa mendaftar sebagai pedagang dan menampilkan produk (barang dan jasa untuk dijual).

    Tampilan toko online ShopOrigin yang merupakan situs web desentralistik bertenaga blockchain dan IPFS. Sumber: https://shoporigin.com/#/

    Anda sebenarnya bisa membuat toko online seperti itu, sebagaimana yang sudah dibuat oleh Brave belum lama ini, bernama store.brave.com. Namun, langkahnya melibatkan cara yang khusus dan relatif rumit.

    BERITA TERKAIT  Bitcoin “Terbang” Rp8,3 Juta, Gara-gara Bitcoin Berjangka Bakkt?

    Toko online Brave yang menggunakan kode sumber toko online Origin Protocol.

    Jadi, di tutorial ini kami hanya memaparkan cara Anda sebagai pedagang baru di toko online ShopOrigin tersebut. Jadi, kita sekadar menggunakan yang sudah tersedia.

    Sebelum memulai, Anda diharuskan memiliki satu akun baru di wallet Metamask. Dua tutorial lengkapnya bisa Anda ikuti di sini dan di sini. Metamask selanjutnya digunakan untuk sign up, sign in dan menambahkan produk.

    MetaMask sekaligus sebagai software yang menghubungkan Anda dengan blockchain Ethereum. Jadi, pada langkah selanjutnya, kami mengasumsikan Anda sudah memiliki akun MetaMask.

    BAGIAN PERTAMA: Membuat Profile Baru

    1. Masuk ke website ShopOrigin (https://shoporigin.com). Klik Sign In di sudut kanan atas dan tombol Sign In pada kotak dialog yang muncul berikutnya.
    2. Pada kota dialog MetaMask, klik tombol Sign In.
    3. Kini Anda telah terhubung ke ShopOrigin menggunakan MetaMask yang terpadu dengan blockchain Ethereum. Klik profile icon di sudut kanan atas untuk memastikan Anda sudah terhubung. Tetapi di tahap ini Anda belum memiliki profile.
    4. Klik tombol Create a Profile. Pada laman baru yang muncul, isikan alamat e-mail Anda dan lanjutkan dengan mengklik tombol Continue.
    5. Periksa e-mail Anda, temukan kode verifikasi dan masukkan ke baris verifikasi. Jika sudah benar, klik tombol Verify.

    6. Langkah berikut Anda diminta memasukkan Nama dan Foto profil Anda. Ini adalah sekaligus nama merchant Anda di toko online ShopOrigin ini. Klik pada icon gambar, pilih logo yang Anda inginkan. Lanjutkan dengan mengisi nama depan dan belakang. Jika sudah lanjutkan dengan mengklik tombol Publish.
    7. Klik tombol Got It pada kota dialog yang muncul untuk memulai Sign menggunakan MetaMask.
    8. Klik tombol Enable Origin Messaging untuk memasang fitur chat box.
    9. Lanjutkan klik Sign pada kotak dialog MetaMask untuk menyetujui pemasangan fitur itu.
    10. Tampilan berikutnya memastikan Anda telah men-sign sebanyak dua kali. Lanjutkan dengan mengklik tombol Continue.
    11. Pada dua kotak dialog berikutnya, masing-masing klik No, Thanks dan I’m Sure.

    Nah, di sini Anda sudah sah memiliki satu akun baru, sesuai dengan nama merchantyang Anda tentukan sebelumnya dan sudah terhubung ke blockchain Ethereum berkat MetaMask.

    BAGIAN KEDUA: Menambah Produk 

     

    1. Klik menu Add Listing untuk memulai menambah produk. Pada jenis produk pilih salah satu. Dalam hal ini kami pilih For Sale dan dilanjutkan dengan Autoparts, sesuai dengan produk kami.
    2. Buat nama produk dan keterangan di bagian bawah. Lanjutkan dengan mengklik tombol Continue.
    3. Masukkan jumlah barang yang tersedia dan lanjutkan dengan harga per unit. Kemudian pilih metode pembayaran yang tersedia.

    4. Berikutnya tentukan beberapa gambar produk Anda sebanyak mungkin. Lalu lanjutkan dengan mengklik tombol Continue, lalu Publish.
    5. MetaMask kemudian muncul untuk meminta persetujuan Anda. Klik tombol Sign. Tunggu sesaat hingga proses perekaman ke blockchain selesai.
    6. Tahapan ini, produk Anda sudah terekam di blockchain Ethereum dan sudah tersedia di ShopOrigin. Dengan demikian produk Anda sudah siap dibeli oleh orang lain. Klik pada View My Listing untuk melihat produk Anda tersebut. Dalam contoh ini, produk tersebut bisa dilihat di tautan ini: https://shoporigin.com/#/listing/1-001-2125.

    BAGIAN KETIGA: Memulai Transaksi 

    Menggunakan akun yang berbeda di aplikasi mobile OriginMarketplace, produk itu sudah tersedia dan siap dibeli. Bahkan Anda bisa chat langsung dengan penjualnya menggunakan chat box yang tersedia.

    Pekan depan kita akan mempelajari cara bertransaksi, khususnya menggunakan token OGN, yang di Indonesia, bisa dibeli di Tokocrypto.com. Token ini kelak bermanfaat untuk menampilkan produk Anda di laman depan ShopOrigin di bagian atas agar tampak menonjol dibandingkan produk lain. Selamat mencoba. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jaringan ATM Crypto AS Membantu Gerakan Social Distancing

    Bitcoin Depot, operator jaringan ATM Bitcoin terbesar di dunia, telah mulai mematikan beberapa mesinya dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19.

    Mengingat sebagian besar penduduk dunia berada dalam masa karantina, Bitcoin Depor memilih untuk sementara menonaktifkan ATM Crypto yang berada pada daerah tinggi pengguna. Perusahaan ini ikut berpartisipasi dalam Gerakan Social Distancing yang dianjurkan WHO untuk dilakukan di seluruh dunia.

    “Kami akan terus memantau situasi. Diperkirakan jumlah lokasi yang harus offline sementara akan meningkat,” direktur pengembangan produk Bitcoin Depot, Alona Lubovnaya.

    Melalui surat elektronik kepada Cointelegraph, Lubovnaya juga menambahkan:

    “Kami terus memantau lokasi (yang masih aktif digunakan) yang menghambat pengguna kami dalam melakukan Social Distancing. Kami memperkirakan 10% dari mesin kami akan dikunci untuk sementara waktu hingga akhir April, atau sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

    Bitcoin Depot tercatat memiliki lebih dari 600 ATM Bitcoin, atau disebut BTM, dalam jaringan yang mencakup 25 Negara Bagian AS.

    ATM Crypto Sedang Naik Daun

    Dalam beberapa tahun terakhir, nomor ATM Crypto telah berkembang secara global. Mesin ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan trading dollar fiat untuk cryptocurrency di mesin fisik di seluruh dunia.

    Pada awal Maret 2019, berdasarkan data dari CoinATMRadar, dunia berbangga diri dengan munculnya 7.014 mesin BTM. Jumlah itu lalu berkembang menjadi 7.384 mesin BTM saat waktu peluncuran.

    “Tujuan kami adalah untuk berkontribusi pada keselamatan dan kesehatan pengguna kami. Dengan tetap mempertahankan protokol yang tinggi terkait dengan kebersihan mesin kami,” ujar CEO Depot Bitcoin, Brandon Mintz, terkait pandemi global Covid-19.

    Mintz juga menambahkan

    “Dalam hal ini, artinya mematikan BTM tertentu untuk mencegah penyebaran pandemi saat ini. Kami berharap operator ATM Bitcoin lainnya akan mengikuti langkah kami dan melakukan segala daya untuk menjaga pengguna tetap aman.”

    Baca Juga: Game AR berhadiah Crypto Ini Bantu Promosikan Social Distancing

    Aset Digital Menciptakan Dorongan Social Distancing

    Sudah sejak awal, konsep cryptocurrency memang tidak membutuhkan pertemuan sosial. Pengguna dapat mengirim dana atau nilai tertentu secara langsung dari satu orang atau entitas ke orang atau entitas lainnya, tanpa perlu untuk bertemu mereka.

    ATM Bitcoin memiliki tujuan untuk memungkinkan para penggunanya membeli dan menguangkan aset Blockchain mereka. Hal ini membantu memperluas akses pembayaran digital tanpa perlu transaksi bank, yang banyak diantaranya tidak dapat melakukan transaksi online. Selain itu, ATM Bitcoin juga dapat mengaktifkan pembayaran di perusahaan yang tidak menerima mata uang virtual.

    Namun, jika tetap digunakan ATM Bitcoin akan memaksa pengguna untuk melakukan kontak dekat, apalagi ketika pengguna berada di tempat-tempat dengan aktivitas sosial tinggi, seperti mal. Layar dan tombol pada ATM Bitcoin dapat menjadi sarang penyebaran virus dan penyakit jika tidak dijaga kebersihannya.

    Bitcoin Depot telah mengerahkan tim khusus untuk menonaktifkan mesin selama pandemi ini berlangsung. “Kami memiliki teknisi lapangan terbaik yang bekerja tanpa lelah untuk mendesinfeksikan dan membersihkan BTM kami yang terkena dampak,” ujar Lubovnaya.

    Baru-baru ini, Presiden AS memperpanjang masa penutupan darurat semua bisnis dari 12 April hingga akhir bulan April 2020.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Parameter Waktu Pada Chart

    Setelah menentukan jenis charts yang hendak digunakan untuk menganalisis suatu aset, Anda juga harus menentukan periode waktu yang ingin ditampilkan pada charts tersebut. Misalnya untuk periode: 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 talun, 3 tahun, 5 tahun, dan seterusnya. Setelah menentukan periode charts, langkah selanjutnya adalah memilih jangka waktu untuk tiap sesi (range) yang diwakili satu buah bar ataupun satu buah candle. Misalnyasatu buah bar atau candle untuk mewakili pergerakan harga selama:

    • Satu menit : disebut dengan One minute charts.
    • Lima menit : disebut dengan Five minutes Charts.
    • Satu jam : disebut dengan One hour Charts.
    • Satu hari : disebut dengan Daily charts.
    • Satu minggu : disebut dengan Weckly charts.
    • Satu bulan : disebut dengan Monthly charts.
    • Satu tahun : disebut dengan Yearly charts.

    Jadi, apabila kita menentukan Periode: 1 minggu, dengan menggunakan Daily charts, maka di dalam chart tersebut akan ditampilkan lima batang bar/candle (Senin – Jumat) yang masing-masing mewakili pergerakan harga selama satu hari.

    Range yang paling umum digunakan adalah daily charts dengan periode satu sampai dua tahun. Weekly charts ataupun monthly charts bisa digunakan untuk menganalisis periode yang lebih panjang. Sedangkan minutes charts biasanya hanya digunakan oleh para short-term traders yang memiliki pandangan (vien) untuk beberapa hari sampai dengan beberapa minggu saja. Hampir semua software untuk charting menyediakan menu dasar ini, namun kelengkapan dan variasinya tergantung pada masing-masing perusahaan yang menyediakan software tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Momen Halving Bitcoin Akan Berdampak Besar Pada Ruang Crypto

    Pada bulan Mei 2020, hadiah Bitcoin yang ditambang akan menjadi 6,25. Momen halving telah lama diprediksi akan memberi tekanan pada harga. Seorang analis menunjukkan pentingnya langkah ini dengan membandingkannya dengan komoditas terbatas lainnya.

    Analis PlanB mencuit grafik unik yang melihat rasio Stock-to-Flow (S2F) Bitcoin. Rasio ini adalah metrik yang membandingkan jumlah yang tersedia dengan tingkat produksi. Ini sering digunakan dengan logam mulia untuk memprediksi keuntungan produksi.

    Grafik ini terkait dengan artikel yang ditulis oleh PlanB tahun lalu. Ia mencatat bahwa Bitcoin saat ini memiliki rasio Stock-to-Flow 25 (sekarang 27).

    Ini berarti bahwa pada tingkat produksi saat ini, akan diperlukan 27 tahun untuk menambang jumlah yang ada sekarang. Namun, Halving akan menyebabkan angka ini menjadi dua kali lipat, karena hadiah dikurangi setengahnya.

    PlanB telah menunjukkan bahwa selama sepuluh tahun terakhir, terdapat korelasi yang sangat jelas antara harga pasar Bitcoin dan rasio S2F-nya. Dia memperkirakan bahwa jika trend ini terus berlanjut, cryptocurrency andalannya dapat segera memiliki kapitalisasi pasar sebesar $ 1 Triliun, atau $ 55.000 per koin.

    Analisis yang diajukan oleh PlanB cukup meyakinkan. Ini memperkuat argumen dari analis lain yang telah memperkirakan lonjakan harga besar karena Halving.

    Namun, yang patut dicatat adalah fakta bahwa Bitcoin masih dalam proses. Untuk terus mempertahankan nilai, ia harus terus mencapai adopsi massal dan tetap mendominasi ruang cryptocurrency.

    Lightning Network belum digunakan secara massal dan masih banyak projek yang sedang berjalan. Solusi ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap Bitcoin karena solusi ini menyelesaikan masalah dalam Bitcoin.

    Apakah Bitcoin akan tetap mendominasi di ruang cryptocurrency? Akankah harga menjadi $55.000 (Rp 927 Juta)?

    sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi

    Dunia sekarang menghadapi krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade. Kekhawatiran akan resesi selama bertahun-tahun telah dimulai. Gejolak ekonomi akan memainkan peran dalam mendorong teknologi Bitcoin dan blockchain menjadi perhatian utama. Terdapat 3 kunci yang akan memainkan peranan tersebut.

    Penerapan Bitcoin akan Terus Meningkat

    Para kritikus mengomentari keputusan Bank Sentral AS untuk mencetak triliunan dolar dalam membantu mengurangi tingkat pengangguran di dalam negara yang semakin meningkat. Langkah ini jelas akan menyebabkan inflasi, yang nantinya akan memiliki dampak luar biasa pada ratusan juta orang di negara-negara berkembang yang mengandalkan Dolar sebagai pelindung nilai terhadap uang fiat nasional mereka yang lemah.

    Sederhananya, selama beberapa dekade, Dolar telah menjadi mata uang terpercaya di luar perbatasan Amerika Serikat. Dengan hegemoni yang sekarang dalam bahaya, Bitcoin dan kripto muncul sebagai sesuatu yang menarik untuk dijadikan sebagai alternatif. Bahkan sebelum krisis saat ini, negara-negara mulai dan semakin merangkul mata uang kripto ini. Apalagi, ketakutan terhadap melemahnya Dolar akan mempercepat proses ini.

    Baca Juga: Bitcoin Belum Menjadi Safe Haven Asset di Tengah Ketidakstabilan Global 

    Perbincangan mengenai Aset Safe Haven Meningkat

    Krisis ekonomi saat ini telah membuktikan bahwa kerangka moneter global saat ini jauh lebih lemah dari yang dibayangkan sebelumnya. Bitcoin telah lama menawarkan alternatif, karena memungkinkan aset disimpan dan digunakan tanpa bergantung pada institusi terpusat.

    Sementara penurunan harga Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir mungkin membuat frustasi, pada saat yang sama pemegang Bitcoin dapat dengan tenang mengetahui bahwa koin mereka tidak dapat disita atau didevaluasi oleh otoritas pusat. Fakta ini sangat pasti untuk mendorong adopsi oleh mereka yang sekarang telah kehilangan kepercayaan pada sistem keuangan lama. Terlepas dari nilai sekarang, dalam hal ini Bitcoin terbukti menjadi opsi yang sangat aman untuk menjaga aset.

    Blockchain Akan Semakin Kuat

    Banyak yang telah terjadi dengan altcoin dalam menawarkan sedikitnya halangan dalam ruang mata uang kripto. Beberapa mata uang altsmenawarkan kegunaan dan menjanjikan, tetapi tidak memiliki tujuan yang unik. Sekarang ini adalah waktu yang cocok untuk memperkuat platform blockchain.

    Penampungan kolektif dari altcoin yang terlemah akan menciptakan rally di sekitar trader yang berjanji untuk adopsi massal pada altcoin. Ini akan menguntungkan Bitcoin dan para pesaingnya. Ini juga akan memberikan investor institusional dan pemegang bisnis besar sebuah pilihan jelas ketika mencari platform yang solid untuk digunakan. Proses ini mungkin akan menyakitkan bagi beberapa investor individu dan pendukungnya, tetapi akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dalam pengadopsian blockchain jangka panjang.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penampakan Fase Bull Trap di Bitcoin

    Maret kemarin merupakan bulan yang sangat spektakuler bagi Bitcoin. Anjlok cepat pada 12 Maret 2020, tidak menekan daya beli warga dunia terhadap Raja Aset Kripto itu. Kendati rebound-nya tidak terlalu menyenangkan, karena enggan masuk ke level 7 ribu, namun saya menemui ada sejumlah titik “mantulnya”, termasuk penampakan fase bull trap di Bitcoin.

    Oleh: Muhammad Kurnia Bijaksana
    Analis teknikal aset kripto

    Kita dapat memperhatikan bahwa di timeframe 1 minggu, harga Bitcoin sedang berusaha naik dan berusaha menembus area sekitar US$6.200 setelah terpuruk ke sekitar US$3.900 3 minggu lalu dan gagal menutup di atas US$7100 minggu lalu.

    Skenario Bullish: Tren Naik
    Di timeframe harian, terlihat bahwa Bitcoin sedang membentuk trend naik perlahan. Terlihat dengan terbentuknya Higher Lows dan Higher Highs seperti pada gambar.

    BERITA TERKAIT  Menakar Risiko Investasi Bitcoin

    Skenario Bearish: Hanyalah Retracement
    Namun jika kita lihat di timeframe mingguan, kita dapat lihat bahwa kenaikan 3 minggu lalu hanyalah sebuah koreksi dari penurunan yang sedang terjadi.

    Terlihat bahwa harga Bitcoin telah tertolak tepat di titik 50% fibonacci retracementdan gagal menembus titik harga tersebut di minggu berikutnya.

    Ditambah lagi kemungkinan terjadinya wick-filling yang memungkinkan harga kembali ke titik rendah sekitar US$3.900.

    Kondisi Dunia yang Sedang Kacau
    Harga aset kripto lainnya akan cenderung mengikuti harga Bitcoin dengan pola yang hampir sama. Jika kita amati, di luar pasar aset kripto, semua instrumen keuangan, kecuali emas sedang menunjukkan tanda-tanda bearish yang sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19 ini. Akankah harga aset aset kripto mengikuti mereka?

    Walaupun Bitcoin digadang-gadang sebagai “uncorrelated asset” atau harganya tidak terpengaruh oleh instrumen lain (misalkan saham), namun berdasarkan price action belakangan ini, harga aset kripto mengikuti trend instrumen lain seperti index saham DJIA, NIKKEI, IHSG, dan lain sebagainya, yang merupakan cerminan kondisi ekonomi dunia saat ini.

    Bull Trap
    Jika kita menelaah kondisi pasar dunia sekarang, sangatlah meyakinkan bahwa kita sedang berada di fase bull trap, di mana setelah harga turun, orang masih yakin akan naik lagi karena ada kenaikan sekejap (di index Dow Jones ditunjukkan dengan kenaikan seperti pada gambar), hanya untuk turun lagi lebih jauh.

    Penulis meyakini hal ini dikarenakan adanya stimulus ekonomi yang besar, namun kondisi dunia masih belum membaik akibat pandemi Covid-19.

    Trend Indeks Saham Dow Jones.
    Ruang bull trap.

    Kesimpulan
    Beberapa minggu dan bulan ke depan kita dapat melihat apakah benar Bitcoin dan aset kripto lainnya bisa membuktikan dirinya sebagai uncorrelated asset dan safe haven di tengah-tengah krisis global.

    BERITA TERKAIT  Harga Bitcoin Terangsang Tatkala Perang Dagang Kian Tegang

    Bisa jadi sekarang-sekarang adalah masa terbaik untuk berinvestasi di aset kripto, atau mereka akan ikut turun dan hancur seperti instrumen lainnya. [*]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua CMT Digital: Trading Bitcoin Tetap Kuat Meskipun Kondisi Global Terpuruk

    “Trading Bitcoin tidak jauh berbeda,” menurut kepala perdagangan dan pengembangan bisnis CMT Digital, Brad Koeppen kepada Cointelegraph melalui surat elektronik pada 31 Maret 2020. “Volatilitas dan volume trading menunjukkan kenaikan ketika BTC dijual pada pasar tradisional tetapi volatilitas tinggi bukanlah hal baru dalam Bitcoin.”

    Referensi permasalahan yang terlihat di sekitar bursa crypto saat penurunan besar Bitcoin antara 11 dan 13 Maret, Koeppen mencatat bahwa ini “bukan hal baru” pada pasar crypto.

    Apakah Bitcoin Terpisah dari Pasar Lain?

    Selama penurunan besar-besaran Bitcoin di paruh pertama Maret 2020, koin tampaknya bergerak selaras dengan aksi jual di pasar utama.

    “Saya tidak terkejut bahwa perdagangan Bitcoin sejalan dengan pasar biasa selama krisis ini. Likuiditas sangat mahal sehingga orang berbondong-bondong menjual aset, termasuk Bitcoin.”

    “Terkadang Bitcoin adalah satu-satunya pasar yang terbuka sehingga ada beberapa gerakan dalam Bitcoin yang tidak bergerak bersamaan dengan perpindahan pada pasar biasa, tetapi saya berharap Bitcoin memiliki korelasi yang rendah atau tidak sama sekali dengan pasar biasa dalam jangka panjang”, ujar Koeppen.

    Selama beberapa minggu terakhir, harga Bitcoin telah bergerak sedikit lebih independen dari keseluruhan dari penurunan yang dialami oleh pasar biasa.

    Baca juga: Cara Bitcoin Bergerak Lebih Kuat Setelah Krisis Ekonomi

    Bagaimana Semua Ini Berpengaruh pada Halving Event Bitcoin Mendatang?

    Bitcoin diperkirakan akan menyelesaikan Halving Event sekitar Mei 2020. Beberapa orang melihat peristiwa itu sebagai indikasi bahwa harga akan segera meningkat, dengan catatan bahwa Halving berkaitan erat dengan penurunan jumlah koin baru secara teratur dalam memasuki sistem. Sejarah mencatat, harga aset memang naik setelah Halving Events Bitcoin.

    Ketakutan global terhadap pandemi saat ini, berjalan selaras dengan ketidakpastian yang ada pada pasar biasa. Hal ini dapat menjadi faktor dalam perkembangan pasar crypto mendatang.

    “Halving Events adalah momen yang sangat dinanti-nanti dalam siklus hidup Bitcoin. Saya tidak memiliki pandangan tentang arah harga yang mengarah ke Halving Events tetapi saya berpikir akan ada peningkatan aktivitas di pasar”, ujar Koeppen.

    Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa

    “Pasar Bitcoin penuh dengan orang-orang spekulan dan Halving Events memunculkan lebih banyak trader yang ingin berspekulasi tentang harga ini. Hal tersebut sebenarnya dapat menyebabkan volatilitas yang berkepanjangan di pasar. Saya pikir Halving nanti akan berdampak positif pada harga Bitcoin dalam jangka panjang. Tetapi saya menganggap bahwa peristiwa itu tidak akan terlalu memiliki dampak besar pada harga

    Pasar dan industri perdagangan ini memang memiliki beragam harapan pada peristiwa Halving tersebut. Banyak yang menganggap bahwa Bitcoin sekarang ini adalah arus utama perkembangan aset itu sendiri dibanding dengan peristiwa Halving empat tahun lalu.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Skala Arithmetic Dan Skala Logarithmic Dalam Pembentukan Harga

    Pada pengaturan skala di dalam menu charting yang digunakan di dalam trading Aset Kripto, umumnya terdapat dua pilihan, yaitu: Skala Arithmetic dan Skala Logarithmic.

    Skala Arithmetic mempunyai Garis Skala Harga (GSH) dengan jarak yang sama pada setiap kelipatan kenaikan satuan nilai harga.

    Contoh:
    Skala antara “1 ke 2” sama jaraknya dengan “5 ke 6′” karena nilainya sama-sama naik satu. Begitu juga jarak skala antara kenaikan 5 ke 6 dengan kenaikan 9 ke 10, dan seterusnya. Meskipun demikian, jika dinilai secara persentase, kenaikan harga 1 ke 2 sama dengan peningkatan 100%, sedangkan kenaikan dari 5 ke 6 hanya naik sebesar 20%.

    Contoh chart yang menggunakan skala Archimetric

    Skala Logarithmic menggunakan perhitungan Garis Skala Harga (GSH) yang berbeda dengan skala Arithmetic. Pada Logarithmic, jarak semakin mengecil karena tidak dihitung berdasarkan kenaikan dalam satuan nilai harga, melainkan mengikuti peningkatan secara persentase.

    Contoh:
    Jarak antara “1 ke 2” sama dengan jarak antara “2 ke 4” atau “5 ke 10”, dan seterusnya, karena dianggap sama-sama mengalami kenaikan nilai 100%.

    Contoh chart yang menggunakan skala Logarithmic

    Jadi kesimpulannya, skala Arithmetic menggunakan perhitungan berdasarkan peningkatan dalam satuan nilai harga, sedangkan Logarithmic berdasarkan peningkatan secara persentase. Skala Logarithmic umumnya berkinerja lebih baik jika menggunakan time horizon long-term (di atas satu tahun).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenapa Ekonomi Meltdown Bagus Untuk Bitcoin atau Cryptocurrency?

    Dunia sekarang menghadapi krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade, dengan kekhawatiran bahwa ini akan berlanjut untuk beberapa bulan kedepan.

    Namun, gejolak ekonomi ini juga akan memainkan peran kunci dalam mendorong teknologi Bitcoin dan blockchain ke arus utama. Dan, tiga elemen kunci ini akan berperan.

    Adopsi Bitcoin

    Para kritikus telah menerkam keputusan Federal Reserve AS untuk mencetak triliunan dolar untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran negara yang semakin meningkat. Langkah ini pasti akan menyebabkan inflasi, yang akan memiliki dampak luar biasa pada ratusan juta orang di negara-negara terbelakang yang mengandalkan Dolar sebagai lindung nilai terhadap flat nasional mereka sendiri yang lemah.

    Sederhananya, selama beberapa dekade, Dolar telah menjadi mata uang keras tepercaya di luar perbatasan Amerika Serikat. Dengan hegemoni yang sekarang dalam bahaya, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya akan tampak jauh lebih menarik sebagai alternatif.

    Bahkan sebelum krisis saat ini, negara-negara semakin merangkul crypto. Ketakutan akan melemahnya Dolar hanya akan mempercepat proses ini.

    Narasi Safe Haven Tumbuh

    Krisis ekonomi saat ini telah membuktikan bahwa kerangka moneter global saat ini jauh lebih lemah dari yang dibayangkan sebelumnya. Bitcoin telah lama menawarkan alternatif, karena memungkinkan aset disimpan dan digunakan tanpa bergantung pada institusi terpusat.

    Sementara penurunan harga Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir mungkin membuat frustasi, pada saat yang sama para penipu Bitcoin bisa tenang mengetahui bahwa koin mereka tidak dapat disita atau didevaluasi oleh otoritas pusat.

    Fakta ini sangat pasti untuk mendorong adopsi oleh mereka yang sekarang telah kehilangan kepercayaan pada sistem keuangan lama. Terlepas dari nilai sekarang, dalam hal ini Bitcoin terbukti menjadi opsi yang sangat aman untuk menjaga aset.

    Baca Juga: 2 Investasi Terbaik yang Membawa Anda Kaya Raya

    Ruang Blockchain Berkonsolidasi

    Banyak Altcoins tumbuh, dan kebanyakan menjadi penipuan, menghalangi tumbuhnya kepercayaan di ruang cryptocurrency. Sementara beberapa Alts berguna dan bisa dimanfaatkan di dunia nyata. Sekarang adalah waktu di mana konsolidasi di sekitar platform blockchain terkuat harus terjadi.

    Penampungan kolektif dari Altcoin terlemah akan menciptakan rally di sekitar mereka yang memegang janji sejati untuk adopsi massal. Ini akan menguntungkan Bitcoin dan para pesaingnya.

    Ini juga akan memberikan investor institusional dan bisnis besar pilihan yang jelas ketika mencari untuk menemukan platform yang solid untuk merangkul. Proses ini mungkin menyakitkan bagi beberapa investor individu dan advokat, tetapi akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk adopsi blockchain jangka panjang. Bagaimana menurut Anda?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis: Alasan Kenapa Harga Emas Harus 5x Lebih Besar

    Jelajahcoin.com – Alasan kenapa harga Emas harus 5x lebih besar dari sebelumnya. Disaat Pasar keuangan global mengalami pukulan serius bulan ini di tengah kekhawatiran yang berkembang dari coronavirus novel (COVID-19).

    Namun, di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi, investor sering beralih ke emas sebagai lindung nilai untuk melindungi portofolio mereka. Menurut salah satu model, nilai wajar emas saat ini seharusnya sekitar $8.900, yang lebih dari lima kali lipat dari harga saat ini.

    Model Mercusuar Emas

    Harga emas saat ini berkisar sekitar $1.600 per ons. Ini menandai peningkatan 11% dalam enam bulan terakhir tetapi penurunan 1% pada bulan lalu. Mengingat kinerja pasar keuangan global, emas tampaknya bertahan dengan baik.

    Namun, menurut apa yang disebut Lighthouse Gold Model, nilai wajarnya adalah sekitar $8.900. Sekitar enam kali lebih banyak dari harga saat ini. Menurut model, karya Eddy Elfenbein, “harga emas naik jika suku bunga riil di bawah 2% (riil – tagihan T-3-bulan dikurangi CPI) dengan 6,5x selisih hingga 2%. Sebaliknya, emas harus turun selisih 5x jika tingkat riil di atas 2%.”

    Perlu dicatat bahwa singkatan T-bills adalah singkatan dari Treasury Bills. CPI, di sisi lain, singkatan dari Indeks Harga Konsumen. Postingan ini juga memberikan contoh dengan T-Bills 3 bulan pada 0% dan CPI pada 1,75%. Di mana tingkat bunga riilnya adalah -1,75%. Perbedaan menjadi 2% adalah 3,75. Dan dalam lingkungan ini, harga emas harus naik 24,375% per tahun (6,5 x 3,75).

    Kinerja Emas Melalui Krisis Coronavirus

    Sementara itu berhasil stabil pada saat penulisan ini, emas juga mengalami bulan yang sangat menantang di bulan Maret. Pada satu titik, itu naik dari tertinggi 7 tahun di sekitar $1.700 turun ke $1.490, mencatat kerugian total 12%. Namun, menurut ekonom populer Peter Schiff, ini karena investor tidak mengetahui apa yang akan terjadi. Berbicara tentang masalah ini, dia berkata:

    “Emas jatuh karena investor tidak tahu apa yang akan terjadi. Pola pikir mereka mirip dengan para bankir sentral. Mereka tidak tahu seberapa buruk konsekuensi dari kesalahan kebijakan moneter & fiskal saat ini. Ketika mereka mengetahuinya secara massal, emas akan meroket.”

    Sangat menarik untuk melihat ke mana logam mulia akan membawanya dari sini karena banyak ahli percaya krisis ekonomi baru saja dimulai.





    Sumber : news.tokocrypto.com