All posts by 38

Jelang Halving, Bitcoin Terkonsolidasi, Menuju US$10 Ribu?

Rabu (15 April 2020) pagi, Bitcoin berfluktuasi di sekitar US$7 ribu. Dari sudut pandang teknikal, Bitcoin terkonsolidasi antara US$6.600-7.200. Petang ini, Bitcoin terpantau di US$6.883, turun tipis dalam 3 jam terakhir.

“Saya melihat pola itu sama seperti Desember 2019, ketika Bitcoin terkonsolidasi antara US$6.600-7.400, lalu naik menjadi US$10 ribu dalam dua setengah bulan,” kata Nemo Qin, Analis Senior eToro dalam keterangannya pagi ini kepada Blockchainmedia.id.

Qin menegaskan, dalam jangka pendek Bitcoin bisa bergerak sideways dan mungkin menguji US$7 ribu lagi setelah turun.

Qin juga mempertimbangkan sentimen positif terkait pencarian Bitcoin Halving di Google.

“Kenaikan minat terhadap Bitcoin Halving tercermin dari data di Google Trends. Grafiknya melonjak mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Tampaknya investor sangat memusatkan perhatian pada momen istimewa itu. Mereka penasaran apa yang akan terjadi terhadap harga Bitcoin sebelum dan setelah Halving,” kata Qin.

Halving pada Mei nanti adalah Halving Ketiga setelah dua Halving sebelumnya pada 28 November 2012 dan 10 Juli 2016. Pada Halving Pertama imbalan kepada para penambang berkurang dari 50 BTC menjadi 25 BTC per block.

Sedangkan pada Halving Kedua berkurang lagi dari 25 BTC menjadi 12,5 BTC. Pada Halving Ketiga nanti, imbalan berkurang dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC.

“Mengingat batas pasokan maksimum Bitcoin adalah 21 juta BTC, maka Halving bisa sebagai faktor berkurangnya likuiditas pasar. Inilah selanjutnya dapat mendorong harga naik jika permintaan tetap pada tingkat yang sama,” tegasnya. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Pencarian Bitcoin Halving di Google Meningkat Signifikan

Data dari Google Trends pada 14 April lalu menunjukkan kenaikan minat sebanyak 16% tahun ini ada pada peristiwa Halving tersebut. Hal ini lebih tinggi dari yang terjadi di tahun 2016 silam, ketika peristiwa ini terjadi.

Pada rincian data secara geografis dan fokus pada 30 hari terakhir, lima negara teratas yang menunjukkan minat paling besar ada di wilayah Luxembourg, Latvia, Estonia, Swiss, dan Lithuania.

Pencarian yang lebih sempit terkait “Bitcoin Halving 2020”, mengungkapkan distribusi geografis yang sangat berbeda. Nigeria menduduki puncak grafik dengan pencarian tersebut. Jumlah ini diikuti oleh Venezuela, Austria, Portugal, dan Czechia.

Siapa dan Mengapa Mereka Peduli pada Bitcoin Halving ini?

Halving ini adalah peristiwa pengurangan 50% pra-kode secara berkala dari penambangan bitcoin untuk setiap blok di blockchain dari cryptocurrency yang diberikan. Peristiwa ini juga diawasi dengan ketat oleh komunitas crypto karena pengaruhnya terhadap harga mata uang cryptocurrency dan juga dampaknya pada miners.

Halving di tahun 2020 akan menjadi yang ketiga dari peristiwa Halving Bitcoin ini dan akan mengurangi tingkat penerbitan Bitcoin menjadi 6,5 BTC untuk setiap 10 menit penambangan.

Baca juga : Apa itu Bitcoin Halving?

Jauh sebelum peristiwa ini, co-Founder DeFi Toronto, Victor Li telah mengamati peristiwa Halving yang akan terjadi di bulan Mei tahun ini dan akan berpotensi mengurangi tingkat inflasi Bitcoin menjadi 1,8%. Dirinya mengklaim hal ini “mirip dengan emas (emas baru pada rasio mined-to-inventory)”.

Pada akhir 2019 lalu, data Google Trends mengindikasikan peningkatan secara signifikan terhadap pencarian Bitcoin Halving ini di seluruh dunia sepanjang tahun tersebut.

Walaupun dengan adanya pandemi Covid-19 yang menjadi pusat perhatian dunia, minat terhadap peristiwa Halving di industri ini tetap akan berpotensi memiliki dampak bullish pada harga Bitcoin nanti. Klaim ini didasari pada pengetahuan akan hanya ada sedikit Bitcoin “baru” yang diterbitkan, sehingga tingkat pasokan akan berkurang.

Hal ini juga disertai dengan kekhawatiran akan muncul “miner kapitulasi” dan “merugikan” pelaku pasar yang lebih kecil dalam bisnis ini, karena tekanan dari pengurangan rewards itu sendiri. Meskipun hal ini juga bergantung pada kinerja koin pasca-halving ini di spot market.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun? Ini Caranya Agar Tetap Cuan

Beraneka cara untuk mendulang cuan Bitcoin. Cara termudah lazimnya adalah trading di spot market biasa, hodl, berburu airdrop, jadi cryptocurrency influencerdan lain sebagainya. Tapi ada cara yang paling greget, yaitu margin trading. Kendati harga Bitcoin turun, Anda bisa tetap cuan.

OLEH: Muhammad Kurnia Bijaksana
Professional Trader Aset Kripto di SnapEx
dan Pendiri The Crypto Legend Indonesia

Kenapa saya sebutkan paling greget? Karena potensi profit-nya besar dan cepat. Tapi, potensi kehilangan uangnya juga besar dan tak kalah cepat. Jadi, jika Anda ingin melakukan margin trading, Anda harus lebih ekstra hati-hati dibandingkan trading di spot market yang biasa.

Bayangkan, ketika Anda membeli Bitcoin pastilah mengharapkan harganya naik. Tapi ternyata harganya malah turun besar. Anda pun merasa menyesal, lantas menjual rugi Bitcoin.

Atau ada saat di mana harga Bitcoin cenderung stagnan selama berhari-hari. Lazimnya dalam situasi seperti itu, Anda akan bosan, lalu menjual semua cadangan Bitcoin, walaupun belum untung seberapa.

Nah, menggunakan metode margin trading, Anda bisa memaksimalkan pergerakan harga Bitcoin. Jadi, walaupun harga hanya naik sebesar 1 persen, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan puluhan persen. Dan lagi, kita bisa tetap bisa meraih profit kendati harga Bitcoin sedang turun. Kok bisa?

Pada dasarnya margin trading adalah metode untuk melakukan trading (jual-beli) menggunakan “pinjaman” uang untuk melakukan trade. Pinjaman itu disebut leverage. Pinjaman itu disediakan oleh beberapa bursa aset kripto, tempat tradingdilakukan. SnapEx misalnya, menawarkan metode margin trading yang mudah.

Contoh sederhanya seperti ini. Saat ini misalnya, harga Bitcoin Rp100 juta per BTC. Tapi Anda hanya punya uang Rp10 juta. Dengan uang sekecil itu, maka Anda hanya bisa membeli 0,1 BTC.

Nah, dengan margin trading, Anda bisa meminjam uang Rp90 juta agar Anda “seolah-olah” mempunyai Rp100 juta agar bisa membeli 1 BTC. Asyik, kan?

Karena Anda meminjam, maka dana itu harus dikembalikan kepada bursa aset kripto, tidak peduli kondisinya, apakah Anda nanti rugi ataupun untung.

Misalnya harga Bitcoin naik menjadi Rp110 juta. Kalau Anda menjual 1 BTC tadi, maka diperolehlah dana Rp110 juta. Uang Rp90 juta (pinjaman) Anda kembalikan ke pihak bursa dan Anda meraih untung Rp10 juta. Dalam hal ini, berkat pinjaman itulah, dengan modal hanya Rp10 juta, Anda dapat untung Rp10 juta, atau 100 persen.

Sebaliknya, jika harga Bitcoin turun menjadi Rp95 juta, Anda tetap harus mengembalikan Rp90 juta itu. Jadi, Anda jual Bitcoin-nya seharga Rp95 juta, dan mengembalikan Rp90 juta ke pihak bursa, sehingga uang yang tersisa untuk Anda tinggal Rp5 juta. Dalam konteks itu, Anda kehilangan Rp5 juta, alias rugi 50 persen. Inilah resiko besar dalam margin trading.

Sederhananya lagi begini: Dalam margin trading, Anda melakukan jual-beli menggunakan uang dari pihak bursa aset kripto dan itu harus dikembalikan. Jaminannya adalah uang  (modal) Anda sendiri. Jika, harga Bitcoin turun sebesar modal, maka Anda kehilangan semua modal itu alias rugi 100 persen.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa Trader Berharap Level Kunci Fibonacci di $5.300?

Indikator Retracement Fibonacci menunjukkan $5.300 adalah level tren jangka pendek utama untuk Bitcoin. Hal ini mengingatkan pada kecenderungan BTC untuk retrest di level kunci Fibonacci dan mungkin mengindikasikan dominasi cryptocurrency akan mengalami penurunan.

Sejak 7 April lalu, harga Bitcoin telah turun dari $7.325 menjadi $6.600 lebih dari sepuluh persen. Lalu, kembali pulih ke $7.150, hal ini pun terjadi karena para trader mengantisipasi kenaikan kecil menjelang penutupan grafik candle mingguan BTC pada 12 April. Namun, dengan adanya penolakan tajam, BTC turun ke pertengahan $6.000 ketika candle mingguan baru dibuka.

Mengapa $5.300 Penting bagi Bitcoin Jangka Pendek?

Saat menggunakan indikator Retracement Fibonacci, analis teknis mempertimbangkan 23,6%, 38,2%, 61,8% dan 78,6% sebagai level kunci jangka pendek yang paling penting. Sebagai contoh, jika harga aset turun 23,6% itu akan membuatnya menjadi level Fibonacci 0,236.

Analis teknis biasanya melihat level Fibonacci 0,618 sebagai support penting untuk jangka pendek. Level ini juga sering disebut sebagai “Rasio Emas 0,618” dan digunakan dalam pengaplikasian rumus matematika lainnya seperti formasi galaksi dan arsitektur.

Menurut salah satu trader cryptocurrency yang dikenal sebagai Crypto Birb, ia membagikan berbagai bagan yang mengidentifikasi $5.300 sebagai level 0,618 untuk Bitcoin jangka pendek, BTC juga dapat retest lebih rendah di $5.000 sebelum akhirnya melihat perpanjangan rally lagi.

Data historis menunjukkan bahwa Bitcoin condong ke level Fibonacci utama beberapa kali dalam periode waktu yang singkat. Retracement seperti itu terjadi karena sebagai aset yang keberadaannya masih baru di pasaran, BTC sering mengalami gejolak volatilitas yang ekstrem.

Ketika Bitcoin mengalami kemunduran yang signifikan, seperti terlihat pada penurunan harga menjadi $3.600 pada 12 Maret lalu, Bitcoin cenderung merespons dengan pemulihan bentuk-V. Namun, ini sering membuat BTC rentan terhadap pullback besar, yang justru meningkatkan risiko retrest di area utama seperti level Fibonacci 0,618.

Baca juga: Apa itu Indikator dalam Trading?

Skenario Koreksi Jangka Pendek

Harga Bitcoin ditolak di harga $7.150 pada 13 April kemarin, dan analis memperkirakan dua skenario bermain untuk BTC dalam waktu dekat ini.

Harga BTC bisa naik ke kisaran $7.300 hingga $7.700, menolak apa yang disebut “titik distribusi” dan membuat jalan menuju tingkat dukungan yang lebih rendah.

Skenario kedua adalah skenario bullish, mengklaim $7.300 sebagai levelsupport, memperkuat pertahan di area tersebut, dan melihat rally di atas $7.900 pada minggu mendatang.

Peningkatan BTC baru-baru ini didukung juga dengan peningkatan volume, sementara rebound sebelumnya tidak memiliki volume yang cukup untuk mendorongnya maju ke tingkat resistensi yang kuat.

Dalam jangka menengah, trader tetap yakin $3.600 adalah titik terendah di tahun 2020. Harga dapat menguat dalam kisaran $4.000 hingga $5.000 tetapi dipercaya tidak akan kembali ke $3.000 lagi.

Trader cryptocurrency terkemuka yang dikenal sebagai Loma, menyatakan:

“Tidak yakin berapa banyak ‘jus’ yang tersisa di sini, tetapi area $7.700 ada di hadapan kita sekarang. Price Action semacam ini membuat saya cukup percaya diri, kita telah mencapai posisi terbawah untuk tahun ini.”

Entah Bitcoin akan masuk ke dalam fase akumulasi di bawah $5.000 dan menahan diri untuk kembali turun di pertengahan $4.000, hal itu tetap harus diamati.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Hacker Tingkatkan Serangan Untuk Pekerja Jarak Jauh Ditengah COVID-19

Jelajahcoin.com – Sementara banyak orang yang kehilangan pekerjaannya karena Pandemi virus corona (COVID-19) hal ini justru dimanfaatkan oleh hacker untuk mengambil keuntungan dari hasil kerja keras orang lain.

Baru-baru ini, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) dan Badan Keamanan. Dan Infrastruktur Cybersecurity (CISA) dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS). Mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan warga bahwa kedua kelompok peretasan yang didukung swasta dan pemerintah telah melakukan penyelidikan.

Badan-badan keamanan menyoroti pertumbuhan konsisten dalam penipuan phishing, serangan ransomware, dan serangan bertema virus korona lainnya. Yang sedang dikerahkan terhadap individu dan organisasi bisnis. Microsoft bahkan mengungkapkan bahwa penjahat cyber telah berhasil mengirim email penipuan bertema coronavirus ini ke setiap negara di planet ini.

Untuk saat ini, yang paling menonjol dari serangan-serangan ini tampaknya adalah penipuanemail phishing. Di mana para hacker mengirim pesan kepada para korban mereka ditengah COVID-19, yang mengaku berasal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau otoritas kesehatan mapan lainnya.

Email-email ini sering menyertakan tautan jahat yang menyembunyikan file malwareberbahaya yang diaktifkan setelah email dibuka. Cara operasi mereka sering berbeda, tetapi tujuan akhirnya adalah untuk menimbulkan ketegangan keuangan pada korban mereka.

Mereka juga menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah serangan yang ditargetkan pada alat dan perangkat lunak yang berfungsi jarak jauh. Virtual Private Networks (VPNs), yang digunakan untuk menutupi lokasi asli seseorang, telah dipilih sebagai target tertentu.

Karena banyak orang sudah mulai bekerja dari rumah, alat-alat seperti VPN telah menjadi populer. Namun, beberapa dari penjahat dunia maya ini sekarang telah mulai mengeksploitasi kerentanan dalam jaringan untuk mendapatkan akses ke komputer mana pun yang terhubung dengannya.

Mereka dapat memperoleh akses ke file pribadi dan perusahaan korban, serta beragam informasi rahasia. Dengan melanggar jaringan rumah mereka – bahkan jika itu dilakukan dari jarak jauh.

Sesi obrolan video bisa beresiko terkena serangan hacker

VPN bukan satu-satunya alat yang ditargetkan oleh aktor jahat. Baru-baru ini, ada juga banyak perhatian ditempatkan pada aplikasi panggilan video. Dengan pindah ke pekerjaan jarak jauh mendapatkan lebih banyak uap. Satu layanan yang telah mendapatkan sangat banyak adalah Zoom, layanan obrolan video. Zoom telah mendapatkan popularitas luas karena kemudahan penggunaannya.

Ada juga paket Freemium, yang memungkinkan hingga 100 grup obrolan video berkelompok. Sejak dimulainya pandemi, perusahaan telah melihat pengguna harian meroket dari 10 juta menjadi 200 juta.

Namun, beberapa laporan juga keluar membakar fitur privasi platform setelah beberapa keluhan pengganggu memasuki obrolan video dan mengganggu pertemuan. Dalam beberapa hari terakhir, Yahoo! Keuangan melaporkan bahwa peretas telah menerbitkan ratusan akun Zoom yang diverifikasi di Dark Web.





Sumber : news.tokocrypto.com

30 Hari Menjelang Halving, Bitcoin Berada di Level Oversold

Salah satu indikator penting, RSI menunjukkan Bitcoin (BTC) mengalami oversold yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sebulan terakhir sebelum peristiwa blok reward halving-nya.

Dalam debat yang berlangsung pada 11 April 2020 di Twitter, analis yang dikenal sebagai PlanB menyebutkan bahwa Relative Strength Index (RSI) Bitcoin sangat rendah.

Indikator Menyentuh Rekor Terendah Pra-Halving

Indikator Oscillator dengan skala dari 1 hingga 100 di bawah ini menunjukan penentuan apakah Bitcoin berada dalam kondisi overbought atau oversoldpada harga tertentu.

RSI 12 bulan dalam grafik, saat ini berada pada posisi 49, dekat dengan posisi terendah dalam sejarahnya. Sejak 2011, menurut data dari PlanB, hanya terlihat dua periode di bawah level itu, yaitu ketika tahun 2015 dan akhir tahun 2018.

Terlebih lagi, sebelum dua kejadian halving lalu di tahun 2012 dan 2016, RSI 12 bulan ketika itu berada di posisi jauh lebih tinggi, posisinya ada di sekitar 70.

Tinggal tersisa 30 hari lagi menjelang Bitcoin Halving tahun 2020.

“RSI Bitcoin … belum pernah selemah ini sebelumnya menjelang Halving”, cuitan PlanB di Twitter pribadinya. Dia kemudian mengonfirmasi “kelemahan” yang dia maksudkan adalah Bitcoin berada pada level oversold.

Baca juga: Bitcoin Akan Terus Dominasi Pasar Crypto Tahun 2020 

Halving Bitcoin Masih Menjadi Target

Halving adalah peristiwa yang berpengaruh bagi para pemegang Bitcoin. Hal ini dikarenakan jumlah yang akan dibayarkan kepada Miners mencapai 50% harga pada setiap bloknya.

Peristiwa ini juga meningkatkan “ketahanan” Bitcoin sebagai uang, mengurangi inflasi, serta meningkatkan rasio stock-to-flow terhadap arus metrik utama yang dikuratori PlanB pada grafik sebelumnya.

Stock-to-flow juga telah terbukti sangat akurat dalam meprediksi kinerja harga Bitcoin. Meskipun dikritik, model ini belum pernah gagal dan bahkan berhasil memprediksi penurunan harga drastis Bitcoin menjadi $3.700 di bulan Maret lalu.

Secara umum, RSI yang rendah memperkuat gagasan akan adanya kenaikan harga. Hal ini disebabkan posisi BTC/USD saat ini menempati tingkat yang lebih rendah dari koridor stock-to-flow. Jika melihat ke depan, harus ada improvisasi posisi ini hingga rata-rata $100.000 pada akhir 2021 nanti.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

QCP Market Update 13 April 2020

QCP UpdateBitcoin mengalami Breakout pada akhir pekan panjang yang lalu hingga berada di bawah $7000 USD sehingga fokus bitcoin saat ini telah bergeser ke arah yang lebih rendah.

Area $7000 – 7500K saat ini akan membuktikan resistensi yang lebih tangguh, dengan pertemuan banyak trendline yang telah membatasi momentum bullish selama seminggu terakhir, termasuk:

1. Garis downtrend dari puncak hari kasih sayang 2020 (garis tren merah pada grafik 2),
2. Channel atas dari 2H19 (saluran merah muda pada grafik 2), serta
3. Channel jangka pendek yang diposting pada bagan 1 di bawah ini.

$6500 – $6600 kemungkinan akan menjadi area support untuk sementara, karena ini termasuk channel jangka pendek dari posisi terendah bulan terakhir (garis tren oranye pada grafik 2), dan sementara harga memantul di area itu pagi ini, penembusan yang lebih rendah di bawah $6500 kemungkinan akan lihat likuidasi lebih lanjut. Top harian TD 9 dari minggu lalu berarti kita akan bertujuan untuk level dukungan TDST $6100 – 6200 harian – yang juga bertepatan dengan trendline saluran bawah jangka pendek pada grafik 1. Ini adalah penembusan nyata pertama di bawah dukungan 4H TDST level yang telah bertahan sejak pemulihan dimulai (lihat garis biru putus-putus pada grafik 1).

Below $6000 and there really isnt much support all the way till $5k at least – and we could quickly go back to retest the March lows. We’re watching the Coinbase volume as a sign of whether this breakdown will extend (if volume picks up on this move lower), and looking further out – when a sustained uptrend will finally develop.

Di bawah $6000 dan benar-benar tidak ada banyak dukungan sampai $5000 setidaknya – dan kita bisa dengan cepat kembali untuk menguji ulang posisi terendah Maret. Kami mengamati volume Coinbase sebagai tanda apakah perincian ini akan memperpanjang (jika volume naik pada pergerakan ini lebih rendah), dan melihat lebih jauh – ketika tren naik berkelanjutan akhirnya akan berkembang.

Dalam ruang opsi, mengingat kemiringan Put signifikan dan keterbelakangan dalam kurva ke depan, kami melihat nilai dalam menjual pemogokan rendah Puts hingga Juni dari $3.500 hingga $5.000. Kami juga ingin menambah BTC panjang di level tersebut juga. Masih bullish jangka panjang dan terlihat taktis lama ke musiman bullish di minggu pertama Mei.

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Youtuber Ini Dicekal Selamanya, Bitcoin Jadi Jawaban

Seorang pemilik bisnis fotografi memposting sebuah video di YouTube channel-nya mengakatan bahwa layanan pengiriman uang, Western Union mecekal dirinya untuk selama-lamanya sebagai akibat dari transaksi yang dilakukannya di wilayah Afrika Tengah. Bitcoin hadir sebagai jawaban tersebut.

Pencekalan Datang Tanpa Penjelasan

Dalam videonya, Ben Taylor atau yang biasa disebut Pleasant Green membahas pendirian bisnis fotografi pribadinya di Afrika yang juga mencakup karya yang hasil dari penjualannya akan disumbangkan.

Dia menegaskan bahwa selama lebih dari tiga tahun, dia telah menggunakan Western Union dalam mengirim uang ke Liberia dan selama itu pula tidak terjadi masalah apapun. Namun, setelah mencoba mengirimkan dana ke tempat lain di benua tersebut, perusahaan pengiriman uang pertama itu malah memblokir uang yang dikirimkannya dan kemudian memberitahu bahwa Taylor dilarang bertransaksi untuk selamanya.

Taylor mencatat bahwa dia berusaha keras untuk membuktikan kepada Western Union bahwa dia bukanlah penipu dan tidak terlibat dengan penipuan apapun. Sebaliknya, Taylor tidak diberi penjelasan mengapa dirinya tidak dapat lagi menggunakan layanan pengiriman uang tersebut.

Baca Juga: 4 Alasan Dibalik Kepopuleran Bitcoin di Afrika Selatan

Pernyataan Taylor dalam Videonya

“Saya tidak ingin membuat video ini, tetapi saya harus memberikan penjelasan kepada orang-orang sekitar saya yang akan mulai mempertannyakan mengapa bisnis kami mengalami penurunan omset dan mengapa saya tidak bisa lagi mempekerjakan mereka, atau membantu mereka. Jadi sekarang saya akan mulai beralih ke hal-hal seperti Bitcoin dan uang seluler untuk menjaga agar semuanya tetap berjalan.”

Dalam video lainnya yang diunggah dua minggu lalu, Taylor membahas awal kasus tersebut yang melibatkan usahanya untuk mengirimkan uang kepada seorang perempuan Afrika yang menerbitkan buku dalam acara penggalan dana bagi yang membutuhkan operasi darurat.

Dalam video ini, ia memutar transkrip percakapan yang tidak mengarah ke penjelasan mengapa pelayanan transfer uang untuk dirinya diblokir. Dia juga menjabarkan peristiwa kedua, kali ini melibatkan MoneyGram, yang sama-sama membuat frustasi.

Bitcoin adalah Jawaban

Biaya tinggi dan praktik bisnis yang rumit memang sudah melekat menjadi ciri khas layanan transfer uang. Warga negara terbelakang adalah yang paling terbebani oleh masalah ini. Mereka adalah orang-orang yang paling serong mengandalkan perusahan-perusahaan ini dalam jasa keuangan. Alasan inilah yang menjadi sebab cryptocurrency seperti Bitcoin berkembang pesat di wilayah ini.

Arsitektur Blockchain memungkinkan Bitcoin untuk dikirim dengan cepat, dan tanpa proses yang sangat lama seperti yang diperlukan perusahan pengiriman uang. Arsitektur Bitcoin yang terdesentralisasi membuat Bitcoin lebih terbuka kepada siapapun penggunanya, dan transaksi tidak dapat diblokir atau diputar-balikkan. Yang paling penting, Bitcoin dapat dikirim dengan biaya yang jauh lebih sedikit dari sistem-sistem lama.

Menginagt keunggulan tersebut, hanya masalah waktu sebelum aset blockchain seperti Bitcoin digunakan secara massal.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Fakta Menarik Bitcoin di Tengah Pandemi Covid-19

Tiga minggu yang lalu, ketika pasar komoditas global jatuh, harga Bitcoin pun ikut anjlok hingga lebih dari 40% selama beberapa hari perdagangan. Dalam menghadapi penurunan itu, banyak orang yang mencemooh raja aset kripto tersebut karena ketidakmampuannya untuk mempertahankan nilai dalam krisis seperti pandemi Covid-19.  Meski begitu Bitcoin pada kenyataanya tetap lebih baik dan dinilai sebagai safe haven bila dibandingkan dengan saham dan emas.

Berikut ini 5 fakta menarik dari Bitcoin dan apa yang membuatnya lebih baik dari aset lain saat krisis melanda.

Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Nilai Investasi Secara Global

Fakta menarik pertama adalah para investor yang menempatkan uangnya di Bitcoin memang harus sabar untuk menghadapi kenyataan bahwa saat ini sedang mengalami penurunan. Namun Meskipun begitu, para Investor Bitcoin tidak perlu merasa panik berlebihan dan secara gegabah melepas seluruh asetnya.

Di sisi lain, kondisi krisis seperti sekarang ini justru muncul demand baru yang cukup besar yang mendorong harga kripto naik karena harganya menjadi murah dan masyarakat membutuhkan media investasi yang lebih aman dan tidak terpengaruh efek ekonomi global sehingga aset kripto menjadi salah satu pilihannya.

Jika dilihat pergerakan harganya dari Rp 96 juta pada 2 Januari 2020, bitcoin justru sempat naik lebih dari 40 persen hingga Rp 141 juta pada 14 Februari 2020. Sedangkan IHSG bergerak bearish dari awal tahun dan posisinya saat ini bahkan kembali ke level di tahun 2016.

Apabila dibandingkan, pergerakan emas sejak awal tahun hingga saat ini telah mengalami kenaikan 26% sementara IHSG justru mengalami koreksi sebesar 23.6%, disisi lain Bitcoin justru mengungguli dengan kenaikan lebih dari 30% di tengah krisis ini.

Semakin Banyak Dilirik Perusahaan untuk Diimplementasikan

Sebuah survei yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret mengungkapkan bahwa eksekutif perdagangan senior percaya bahwa perusahaan besar dalam bisnis akan tertarik untuk mengambil keuntungan dari anjloknya Aset Kripto baru-baru ini.

Menurut laporan Adoption of Digital Asset Trading yang diterbitkan oleh platform intelijen manajemen Acuiti, adopsi aset digital yang lebih besar di antara penyedia layanan sisi penjualan (26%) dibandingkan perusahaan perdagangan tradisional (17%). Namun, itu menjelaskan bahwa tingkat adopsi terbatas pada CME atau Bakkt.

Semua perusahaan perdagangan Kripto yang dipelajari dalam laporan tersebut menyadari bahwa ada minat yang meningkat terhadap derivatif Bitcoin. Sekitar 57%dari perusahaan trading tradisional telah memperdagangkan Bitcoin, sementara 29% memperdagangkan derivatif Ethereum (ETH).

Meskipun survei masih percaya bahwa tingkat adopsi tetap rendah, masa depan terlihat cerah dalam hal adopsi. 97% dari perusahaan perdagangan tradisional mempertimbangkan untuk memperdagangkan aset digital dalam dua tahun ke depan.

Imun Terhadap Isu Ekonomi

Fakta menarik selanjutnya adalah kondisi aset kripto ini berbeda dengan produk investasi lain, seperti saham dan reksa dana yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintah saat virus corona.

Hal itu dikarenakan bitcoin dan aset kripto lain tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan. Penentuan harga bitcoin dan aset kripto lainnya terbentuk karena adanya supply dan demand. Jadi, disaat krisis, tidak memberikan dampak langsung kepada penurunan harga bitcoin.

Penyebab turunnya harga hanya karena aksi jual dari sekelompok orang yang membutuhkan uang tunai untuk berbelanja dan menyelamatkan usaha mereka karena Pandemi ini. Beda dengan saham, reksa dana dan lain-lain yang terpengaruh langsung dengan krisis global dan kebijakan pemerintah.

Semakin Banyak Diakui Dunia

Semakin banyak Negara di Dunia yang menyetujui dan melegalkan Aset Kripto, bahkan yang terbaru adalah negara Jiran Malaysia yang melegalkan Aset Kripto di tengah krisis pandemi Covid-19 ini berlangsung. Hal ini tentu membawa dampak positif terhadap komunitas Aset Kripto dan diyakini akan semakin meluas dan diakui eksistensinya sebagai mata uang global di masa depan.

Bitcoin Halving Day

Bitcoin akan mengalami halving dalam waktu dekat ini, dimana ketika halving itu terjadi, maka akan ada kenaikan harga yang cukup signifikan seperti pada halving yang sudah terjadi sebelumnya. Bitcoin halving day adalah reward atau imbalan yang diberikan kepada penambang (miner) pada setiap blok Bitcoin untuk mengontrol pasokan Aset Kripto di pasar.

Sehingga halving day akan meningkatkan harga bitcoin dalam beberapa tahun ke depan. Kesempatan ini tentunya bisa dijadikan momen untuk berinvestasi Bitcoin, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menimbulkan ketidakpastian secara ekonomi global.

Melihat fakta ini menunjukan jika pandemi Covid-19 telah memberi dampak besar terhadap segala aspek kehidupan kita, termasuk dari sisi keuangan.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan, tentu menjadi penting untuk memilih instrumen investasi secara bijak, dan tetap memperhatikan aspek diversifikasi. Bitcoin terbukti dapat bertahan di tengah kepungan pandemi dan isu keuangan global yang ada, bahkan terus menunjukkan sentimen penguatan,” ujar Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto

Baca juga: Cara Daftar di Tokocrypto

Didukung fakta-fakta tersebut, saat ini dapat menjadi awal bagi mereka yang belum mengenal Bitcoin untuk mulai mempelajarinya serta dapat menjadi waktu yang tepat untuk menambah portofolio bagi mereka yang sudah mulai melakukan transaksi bitcoin.

Terlebih, perdagangan Bitcoin serta aset kripto lainnya di Indonesia, sudah diperbolehkan dan telah diatur dalam peraturan BAPPEBTI.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berita Crypto Terbaru 7 Hari Kebelakang, 01 s/d 07 April 2020

Jelajahcoin.com – Disini kami akan memberikan rangkuman berita crypto di Jelajahcoin selama 7 hari ke belakang. Terhitung dari tanggal 01 April sampai dengan 07 April 2020. Ini cocok untuk kamu yang ketinggalan berita dan ingin membaca ringkasan berita yang menurut kamu menarik.


Binance Card Debit Visa Resmi Diluncurkan Untuk Pengguna

01 April 2020, Binance, hari ini mengumumkan Binance Card untuk menjembatani kesenjangan antara cryptocurrency dan pembelian sehari-hari. Binance Card adalah bagian dari upaya perusahaan untuk memajukan adopsi cryptocurrency global dengan cara yang nyata.

Baca Selengkapnya…


CEO Luno: Krisis Ini Baik Untuk Crypto, Tapi Harus Mewaspadai Resesi

01 April 2020, Founder dan CEO crypto exchange Luno, Marcus Swanepoel mengatakan bahwa krisis global saat ini baik untuk crypto karena menunjukkan disfungsionalitas dari sistem yang ada. Namun, jika terjadi resesi global, industri yang baru lahir ini mungkin akan terpukul juga, menurutnya.

Baca Selengkapnya…


Di Tengah COVID-19, Crypto.com Gratiskan Biaya Kartu Kredit

03 April 2020, Penyedia pembayaran digital terkemuka, Crypto.com, akan menggratiskan biaya untuk kartu kredit sebesar 3,5% untuk pembelian crypto hingga bulan Juni 2020 mendatang. Ini bersamaan dengan peningkatan rabat untuk pembelian penting termasuk makanan, bahan makanan, dan pengiriman.

Baca Selengkapnya…


Cara Mudah Menggandakan Saldo Bitcoin Kamu, Wajib Coba!

04 April 2020, Menggandakan uang digital seperti Bitcoin bukanlah hal yang tidak mungkin. Mengingat banyak sekali platform yang menawarkan kamu untuk melakukan investasi dengan keuntungan yang tinggi. Namun, kebanyakan platform memiliki sistem investasi jangka panjang, yang membuat kita ragu untuk memulainya.

Baca Selengkapnya…


Bitcoin Butuh Usaha Untuk Melewati Masa Krisis Ini

04 April 2020, Sementara banyak penipu Bitcoin (BTC) berharap bahwa meskipun pandemi COVID-19 dan masalah krisis di pasar keuangan tradisional – atau justru karena mereka. Bitcoin (BTC) akan meroket, hal itu mungkin tidak terjadi tanpa keterlibatan aktif dari Cryptoverse itu sendiri.

Baca Selengkapnya…


XRP Sudah Siap Untuk Reli 20% Saat Bullish Muncul

04 April 2020, Ini merupakan minggu yang menarik bagi Ripple (XRP), yang melihat beberapa turbulensi unik yang memungkinkannya untuk bangkit secara independen dari agregat pasar crypto akhir pekan lalu. Sebelum sekali lagi membangun kembali hubungan erat dengan Bitcoin.

Baca Selengkapnya…


Binance Menghapus Logo Visa Dari Binance Card

05 April 2020, Binance telah menghapus logo Visa dari pengumuman Binance Card. Yang tampaknya Binance tidak dapat mencapai kesepakatan dengan pemroses pembayaran, Visa. Sesuatu yang salah pada Binance dan dugaan hubungannya dengan Visa. Meskipun logo Visa pernah ditampilkan dengan jelas di Kartu Binance-nya, namun sejak itu Binance menghilang di semua foto promosi.

Baca Selengkapnya…


Bitcoin Selamatkan Seorang Youtuber Yang Diblokir Oleh Western Union

05 April 2020, Seorang youtuber Ben Taylor, a.k.a Pleasant Green sekarang memilih bitcoin, setelah didalam vidionya membahas pendirian bisnis fotografi di Afrika yang mencakup karya amal. Dia menegaskan bahwa selama lebih dari tiga tahun dia menggunakan Western Union untuk mengirim uang ke Liberia tanpa insiden.

Baca Selengkapnya…


Pertumbuhan Jaringan Ethereum Melonjak Di Tahun 2020 Ini

06 April 2020, Tingkat pertumbuhan jaringan Ethereum (ETH) meningkat secara nyata. Meskipun sebelumnya terjadi penurunan substansial dalam harga ETH dalam beberapa minggu terakhir. Ini menunjukkan bahwa prospek jangka panjang Ethereum tetap sangat positif.

Baca Selengkapnya…


Software Engineer Hancurkan File Terenkripsi Untuk Pulihkan Bitcoin Senilai $300,000

07 April 2020, Baru-baru ini, ada seorang software engineer yang menggunakan serangkaian langkah rumit untuk memulihkan kunci bitcoin (BTC) “orang Rusia” yang memiliki saldo senilai $300,000 atau sekitar 40 BTC.



Sumber : news.tokocrypto.com