Author: g1

  • 7 Jenis Teh yang Bagus Diminum Saat Demam dan Batuk


    Jakarta

    Cuaca tak menentu meningkatkan risiko flu, pilek, dan batuk. Untuk bantu mengatasinya secara alami, coba konsumsi jenis teh berikut.

    Sakit flu, pilek, dan batuk tentu mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika terjadi berkepanjangan dan disertai rasa sakit di hidung maupun tenggorokan.

    Kondisi tersebut dapat diatasi secara medis melalui pengobatan, tapi ada juga cara alami yang bisa dilakukan untuk mendukung penyembuhan. Salah satunya melalui konsumsi teh hangat.


    Mengapa teh? Selain membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, uap dari teh panas bisa membantu membuka saluran hidung dan bronkial. Sementara itu, cairan hangatnya bisa menenangkan tenggorokan yang teriritasi.

    Melansir Real Simple, berikut 7 jenis teh yang bagus diminum saat demam dan batuk:

    1. Teh jahe

    Jahe dikenal sebagai stimulating expectorant, yaitu membantu mengencerkan lendir dan mempercepat pengeluarannya dari paru-paru. Cocok untuk batuk berdahak atau yang disertai rasa penuh di dada. Teh jahe juga memiliki kemampuan menghangatkan tubuh dan meningkatkan sirkulasi.

    2. Teh kunyit

    Kunyit kaya akan senyawa antiinflamasi dan antioksidan. Saat tubuh melemah karena sakit, secangkir teh kunyit bisa membantu memperkuat sistem imun, mengurangi peradangan, serta meredakan batuk. Tambahkan

    sedikit jahe untuk efek penyembuhan yang lebih optimal.

    3. Teh chamomile

    Dikenal sebagai teh penenang, chamomile juga memiliki sifat antiinfeksi dan antiinflamasi. Teh dari bunga chamomile ni membantu tubuh melawan penyebab batuk sekaligus memberikan efek relaksasi, ideal diminum sebelum tidur.

    4. Teh peppermint

    Teh peppermint dapat digunakan untuk mengatasi perut yang buncit.Teh peppermint Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh dari daun mint ini memiliki kandungan mentol alami yang dapat membantu melegakan saluran pernapasan. Selain itu, peppermint juga efektif dalam mengurangi gejala infeksi sinus, yang kerap memicu batuk.

    5. Teh thyme

    Tak hanya lezat sebagai bumbu dapur, thyme atau daun timi juga bisa dijadikan teh yang ampuh meredakan batuk. Sebuah studi di 2021 menunjukkan bahwa kombinasi thyme dan ivy bisa mengurangi intensitas batuk secara signifikan.

    6. Teh hijau

    Teh hijau kaya akan senyawa antibakteri dan antiinflamasi. Selain itu, penelitian menemukan bahwa berkumur dengan teh hijau dapat mengurangi frekuensi batuk pada pasien pasca operasi jantung.

    7. Teh dengan madu

    Apa pun jenis tehnya, tambahkan madu untuk manfaat tambahan. Madu memiliki efek menenangkan pada tenggorokan, serta mengandung senyawa antivirus dan antimikroba. Studi di 2018 bahkan menunjukkan bahwa madu dapat memperpendek durasi batuk, terutama pada anak-anak.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Minum 7 Jenis Teh Ini Saat Terkena Demam dan Batuk”

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Sumber Lemak Sehat Ini Aman Dikonsumsi Saat Diet


    Jakarta

    Tak semua konsumsi lemak buruk untuk kesehatan. Ada sumber lemak sehat atau lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu penyerapan nutrisi.

    Lemak trans atau lemak jenuh dikenal sebagai ‘lemak jahat’ yang membahayakan kesehatan. Predikat tersebut tidak salah karena asupan lemak jahat meningkatkan kolesterol LDL dan risiko penyakit jantung.

    Namun, jenis lemak tidak hanya itu karena ada juga lemak sehat yang merupakan lemak tak jenuh (tunggal dan ganda).


    Lemak tak jenuh dianggap sebagai lemak sehat karena bisa menurunkan kolesterol jahat atau LDL dan meningkatkan kolesterol baik atau HDL dalam tubuh.

    Lemak sehat tak jenuh ini justru direkomendasikan saat diet karena memberikan ragam manfaat. Mengonsumsinya dapat memberi energi bagi tubuh, mendukung pertumbuhan sel dan jaringan tubuh, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan membantu produksi hormon.

    Melansir thespicychefs.com, sumber lemak sehat bisa didapat dari konsumsi 5 makanan ini:

    1. Alpukat

    Avocado on old wooden table in bowl. Halfs of avocados fresh fruits healthy food.Buah alpukat mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan. Foto: iStock

    Alpukat menjadi salah satu buah yang direkomendasikan karena kaya akan lemak tak jenuh, terutama asam oleat yang dianggap sebagai lemak sehat.

    Dalam 30 gram alpukat, terkandung sekitar 30 gram total lemak, dengan 4,2 gramnya adalah lemak jenuh, hampir 20 gram lemak tak jenuh tunggal, dan 3,6 gram lemak tak jenuh ganda.

    Kandungan lemak tak jenuh itu memberikan banyak manfaat, terutama dalam mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan jantung.

    Alpukat juga kaya akan serat yang membuat perut kenyang lebih lama serta membantu mengelola berat badan.

    Meskipun padat kalori, tetapi mengonsumsinya dalam jumlah sedang tidak akan menyebabkan penambahan berat badan

    2. Ikan kaya lemak

    Salmon Sushi Bukan Asli Jepang, Ternyata Diperkenalkan oleh Negara IniMengonsumsi ikan kaya lemak seperti salmon atau tuna juga baik untuk diet. Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak

    Ikan kaya lemak, seperti tuna, salmon, hingga makarel juga direkomendasikan saat diet.

    Ikan salmon misalnya, mengandung sekitar 12,4 gram lemak tak jenuh dalam 120 gram fillet.

    Ikan-ikan ini juga mengandung omega-3 yang dapat meningkatkan metabolisme, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan jantung dan otak.

    Konsumsi ikan berlemak secara teratur dikaitkan dengan lingkar pinggang yang mengecill serta peningkatan sensitivitas insulin.

    Ikan ini juga menawarkan protein berkualitas untuk menjaga kesehatan otot.

    Jenis makanan sumber lemak sehat lain bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Kacang-kacangan

    rekor walnutKonsumsi kacang walnut yang kaya akan lemak sehat juga baik. Foto: Istimewa

    Beberapa jenis kacang juga mengandung lemak sehat yang aman dikonsumsi saat diet.

    Selain lemak tak jenuh, kacang juga mengandung protein. Meskipun tinggi kalori, kacang tidak menyebabkan penambahan berat badan jika dimakan dalam jumlah sedang dan justru bisa menahan rasa lapar.

    Dalam 100 gram kacang walnut misalnya, terkandung sekitar 59 gram lemak total. Dari lemak tersebut, terdapat sekitar 35,077 gram lemak tak jenuh ganda dan 15,004 gram lemak tak jenuh tunggal.

    4. Telur

    tips masak telur rebus yang mudah dipraktekkanTelur juga mengandung lemak tak jenuh yang bisa meningkatkan rasa kenyang dan cocok untuk diet. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Telur juga menjadi sumber lemak tak jenuh yang menyehatkan tubuh. Lemak tak jenuh bisa ditemukan terutama pada bagian kuningnya. Ada sekitar 2 gram lemak tak jenuh pada telur rebus.

    Kandungan lemak tak jenuh dan protein tersebut dapat meningkatkan rasa kenyang yang dapat mengurangi asupan kalori berlebih.

    Manfaat lemak sehat lainnya yaitu dapat meningkatkan kesehatan jantung, mendukung perkembangan otak, dan mengurangi risiko penyakit kronis.

    5. Yogurt

    Greek Yogurt juga mengandung lemak sehat, probiotik, dan banyak protein yang bisa mendukung kesehatan usus dan metabolisme.

    Satu porsi 100 gram yogurt Yunani berlemak penuh mengandung sekitar 5 gram lemak. Setengahnya lemak jenuh dan sisanya lemak tak jenuh.

    Produk olahan susu penuh lemak ini juga efektif dalam mengendalikan berat badan karena bisa membuat perut kenyang lebih lama.

    Kandungan probiotik di dalamnya juga dapat menyehatkan pencernaan dan mengurangi kembung.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Minuman Enak Ini Bisa Tingkatkan Energi Seperti Kopi


    Jakarta

    Tak melulu kopi ada juga beberapa minuman lain untuk meningkatkan energi tubuh. Minumanini kaya akan nutrisi penting, kafein hingga asam amino.

    Kopi dikenal dengan manfaatnya yang dapat meningkatkan energi tubuh. Hal tersebut karena kopi dikemas dengan kafein, senyawa yang berperan menstimulasi tubuh.

    Selain kopi, ada juga minuman lain yang mengandung kafein untuk meningkatkan energi. Bahkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan kopi.


    Manfaatnya semakin banyak karena juga dilengkapi dengan nutrisi penting lainnya, seperti antioksidan dan asam amino.

    Dikutip dari Real Simple (19/02/25) berikut minuman yang bisa meningkatkan energi.

    1. Matcha

    Menyeruput Seduhan Matcha hingga Hojicha Langka Asli dari JepangSecangkir matcha ukuran 100 ml umumnya mengandung 20-45 mg kafein Foto: detikcom/Diah Afrilian

    Matcha adalah bubuk teh hijau yang digiling hingga teksturnya halus seperti tepung. Bubuk teh ini berasal dari Jepang dan identik dengan rasa seperti rumput segar.

    Mengonsumsi matcha dapat meningkatkan energi, karena di dalamnya terdapat kandungan kafein. Bahkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan kopi.

    Secangkir matcha ukuran 100 ml umumnya mengandung 20-45 mg kafein. Kafein berperan memberikan dorongan energi yang stabil dan tahan lama. Selain itu juga dapat meningkatkan fokus tanpa menyebabkan kegelisahan.

    2. Teh Hijau

    Meskipun berbahan baku sama, tetapi teh hijau dan matcha adalah dua hal yang berbeda. Teh hijau berasal dari daun teh yang langsung diseduh setelah proses pengeringan.

    Teh hijau dikemas dengan kafein yang berperan sebagai stimulan alami. Dalam 100 ml teh hijau umumnya mengandung 24-45 mg kafein.

    Jumlah kafein itu bisa bergantung pada jenis teh hijau, metode penyeduhan, dan lama perendamannya. Teh hijau juga mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan energi tubuh.

    “Teh hijau mengandung L-theanine, asam amino yang meningkatkan relaksasi tanpa rasa kantuk yang dapat meningkatkan fokus,” ujar ahli gizi Gentile.

    Minuman yang bisa meningkatkan energi ada di halaman selanjutnya.

    3. Susu cokelat

    Susu cokelat merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan energi tubuh. Susu cokelat mengandung karbohidrat dan protein yang mendukung pemulihan energi usai beraktivitas.

    Kandungan cokelat bisa memberikan asupan kafein dan flavonoid, senyawa yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Minum susu cokelat bisa menggantikan glikogen otot yang terkuras,

    Dengan begitu, akan memberikan energi yang dibutuhkan tubuh. Susu cokelat dikemas dengan elektrolit yang penting untuk menghidrasi tubuh setelah berolahraga.

    4. Air putih

    Apakah Boleh Sahur dengan Air Putih Saja? Ini Pandangan Islam dan KesehatanAir putih dikemas dengan mineral penting yang dapat meningkatkan energi tubuh Foto: engin akyurt/Unsplash

    Terkadang apa yang tubuh butuhkan hanyalah segelas air putih. Air putih merupakan pilihan yang tepat dalam segala kondisi. Air putih rendah kalori dan rendah gula.

    Selain itu, air putih dikemas dengan mineral penting yang dapat meningkatkan energi tubuh. Minum air putih juga dapat mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

    “Minum air putih dapat mengatasi dehidrasi, sebab dehidrasi ringan dapat menyebabkan kelelahan mental. Jika minum air putih, tubuh akan kembali pulih,” tutur Gentile.

    5. Smoothie

    Smoothie dapat meningkatkan energi tubuh karena mengandung nutrisi penting. Mulai dari karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mendapatkan energi.

    Karenanya pilihlah bahan-bahan yang sehat untuk membuat smoothie, seperti buah pisang, bayam, kacang-kacangan, dan biji chia yang bisa disajikan sebagai topping.

    Smoothie juga mengandung gula alami dari buah-buahan yang digunakan. Gula alami tersebut yang akan berperan memberikan energi instan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Makanan Ini Tidak Sehat Dimakan dengan Mi Instan


    Jakarta

    Mi instan sering kali ditambahkan topping atau dimakan bersama makanan lain agar lebih nikmat. Namun hati-hati karena efeknya bisa buruk untuk kesehatan.

    Mi instan tergolong makanan rekreasional menurut ahli gizi. Karenanya konsumsinya tak boleh terlalu sering. Mi instan kurang mengandung nutrisi untuk menyehatkan tubuh.

    Mi instan sendiri sebenarnya sudah cukup “berat”. Terbuat dari tepung terigu atau gandum, ia merupakan sumber karbohidrat utama, mirip seperti nasi.


    Ditambah lagi, mi instan biasanya tinggi kalori, natrium, dan mengandung bahan pengawet. Ketika dipadukan dengan makanan yang juga tinggi karbohidrat, lemak, atau zat aditif, makan risiko terhadap kesehatan bisa meningkat jika dikonsumsi terlalu sering.

    Beberapa makanan disarankan tidak dimakan bersama mi instan karena kombinasinya kurang menyehatkan. Berikut daftarnya:

    1. Nasi

    Korean steamed multigrain riceKorean steamed multigrain rice Foto: iStock

    Makan mi instan pakai nasi? Ini memang combo maut untuk tim “harus pakai nasi”. Sayangnya, ini bukan ide yang baik.

    Keduanya sama-sama sumber karbohidrat. Ketika dikonsumsi bersamaan, jumlah asupan karbohidrat bisa melambung tinggi.

    Efeknya? Terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan kenaikan berat badan, meningkatkan kadar gula darah, dan dalam jangka panjang bisa memperburuk risiko diabetes tipe 2.

    2. Kerupuk

    Menilik Produksi UMKM Kerupuk di SurabayaKerupuk Foto: Rifki Afifan Pridiasto

    Kerupuk memang sahabat setia banyak makanan, termasuk mi instan. Namun keduanya punya karakteristik serupa: tinggi karbohidrat, lemak, dan MSG. Ini bukan kombinasi yang ideal, apalagi jika dikonsumsi terlalu sering.

    Risiko dari paduan mi instan dan kerupuk bisa meningkatkan sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar lemak tidak normal, dan semua ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    3. Kornet dan keju

    Delicious sliced corned beef on cutting boardDelicious sliced corned beef on cutting board Foto: Getty Images/iStockphoto/fotek

    Campuran mi instan dengan topping kornet dan keju mungkin terasa nikmat di lidah. Namun ini adalah contoh klasik dari makanan olahan yang digabungkan jadi satu dan itu bisa jadi bencana untuk tubuh Anda.

    Kornet dan keju sama-sama tinggi lemak dan kalori. Ditambah lagi, mereka adalah makanan olahan, yang dikenal bisa memicu peradangan dan berbagai penyakit kronis jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

    Alih-alih menambahkan makanan yang tidak boleh dikonsumsi dengan mi instan, sebaiknya tambahkan beberapa protein seperti telur, ayam, atau daging sapi dan sayuran.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Asal Campur, 3 Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Mi Instan”

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Terlalu Banyak Minum Teh Lemon, Ini 9 Efek Sampingnya

    Jakarta

    Teh lemon dikenal sebagai minuman yang menyegarkan dan kaya manfaat. Mengandung polifenol dan vitamin C, lemon tea bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

    Meski demikian, terlalu banyak mengonsumsi lemon tea juga memiliki efek samping. Jadi, kamu harus berhati-hati!

    Terlalu Banyak Minum Teh Lemon, Ini Efek Sampingnya

    Meski bermanfaat, teh lemon sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Berikut beberapa efek sampingnya:


    1. Erosi Email Gigi

    Orang yang mengonsumsi teh lemon secara teratur bisa menunjukkan tanda-tanda erosi email gigi. Mengutip laman Style Craze, lemon bisa membuat gigi rentan terhadap nyeri akut dan sensitif terhadap perubahan suhu yang tiba-tiba.

    2. Dehidrasi

    Dalam kasus yang ekstrem, lemon bisa berfungsi sebagai diuretik. Konsumsi lemon dapat memicu dehidrasi karena sering buang air kecil. Selain itu, teh lemon tidak efektif mengembalikan keseimbangan cairan setelah beraktivitas.

    3. Sakit Maag

    Mengonsumsi teh lemon berlebihan juga bisa mengubah tingkat pH lambung dan usus. Kondisi ini bisa mengakibatkan munculnya gejala mirip GERD. Yaitu, asam lambung naik ke kerongkongan hingga menyebabkan rasa terbakar di dada.

    4. Sariawan

    Teh lemon bisa menimbulkan masalah pada mulut. Terlalu banyak minum teh lemon juga bisa mengiritasi selaput lendir dan berpotensi mengakibatkan sariawan.

    5. Masalah Perut

    Pada sebagian orang, mengonsumsi teh lemon bisa menyebabkan gangguan perut meliputi rasa tidak nyaman, diare, sindrom iritasi usus besar, hingga tukak lambung.

    6. Menyerap Aluminium

    Saat menambahkan lemon ke dalam teh, aluminium di dalam teh akan terserap ke dalam tubuh. Aluminium bisa menyebabkan keracunan hingga mengakibatkan toksisitas di dalam tubuh dan menyebabkan gangguan fungsi otak (ensefalopati), tulang lemah (osteomalasia), kelemahan otot di bagian yang dekat pusat tubuh (miopati proksimal), hingga anemia mikrositer.

    7. Osteoporosis

    Teh lemon mengeluarkan sejumlah besar kalsium dari tubuh melalui urin. Kondisi tersebut berisiko menurunkan kepadatan tulang yang berujung pada osteoporosis.

    8. Alzheimer

    Sebuah penelitian menghubungkan konsumsi teh lemon dan kemungkinan terkena alzheimer. Konsumsi teh lemon secara teratur bisa menyebabkan penumpukan plak di otak, yang dikaitkan dengan timbulnya penyakit alzheimer.

    9. Tidak Baik untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    Wanita yang sedang hamil dan menyusui disarankan untuk tidak mengonsumsi teh lemon. Bagi ibu hamil, kafein dalam teh yang berlebihan bisa memicu keguguran atau efek samping serius lainnya.

    Sementara bagi ibu menyusui, konsumsi teh lemon bisa tercampur ASI. Konsumsi banyak kafein dalam teh bisa mengakibatkan bayi rewel, gelisah, hingga pola tidur yang buruk. Sedangkan konsumsi dalam jumlah rendah, relatif tidak berdampak buruk pada bayi menurut laporan CDC.

    Berapa Jumlah Konsumsi Teh Lemon per Hari agar Tetap Sehat?

    Untuk mencegah risiko tersebut, dietisien Shruti Naidu mengingatkan untuk membatasi konsumsi lemon tea per hari. Dikutip dari Times of India, Shruti menyarankan konsumsi 1-2 teh lemon tiap hari demi menjaga kesehatan.

    Konsumsi 1-2 lemon tea per hari memungkinkan tubuh tetap segar dan merasakan semua manfaat minuman. Konsumsi teh lemon tentunya harus disertai penerapan pola hidup sehat, terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini 5 Hal yang Terjadi pada Tubuh jika Makan Tomat Setiap Hari


    Jakarta

    Tomat mengandung nutrisi penting, karenanya makan tomat setiap hari dapat memberikan manfaat. Namun, pada kondisi tubuh tertentu bisa menyebabkan efek samping.

    Tomat merupakan tumbuhan dari keluarga terong-terongan. Di Indonesia, tomat digunakan sebagai bahan baku saus, campuran sambal, dan lalapan yang menyegarkan.

    Tomat identik dengan kandungan vitamin A yang tinggi, sehingga bagus untuk kesehatan mata. Jauh dari itu, tomat juga kaya akan senyawa penting yang berperan sebagai antioksidan.


    Makan tomat setiap hari pun dapat memberikan manfaat kesehatan. Namun, pada sebagian orang dengan kondisi tubuh tertentu justru bisa menyebabkan beberapa efek samping.

    Dikutip dari Parade.com (15/08/24) berikut hal yang terjadi pada tubuh jika makan tomat setiap hari.

    1. Kulit lebih glowing

    Ilustrasi cara simpan tomatMakan tomat dapat mencerahkan kulit. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tomat mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Dalam 100 gram tomat terdapat 20-39 miligram, jumlah yang baik untuk meningkatkan kesehatan kulit.

    Vitamin C tersebut akan menghambat produksi melanin, zat yang memicu kulit terlihat gelap. Selain itu, terdapat kandungan enzim yang berfungsi sebagai eksfoliator alami.

    Enzim itu bekerja mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit lebih cerah serta glowing. Vitamin C-nya juga dapat memproduksi kolagen protein yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit.

    2. Risiko penyakit jantung menurun

    Sebuah penelitian dari jurnal Annals of Nutrition and Metabolism yang berjudul Effect of Lycopene and Tomato Products on Cholesterol Metabolism menemukan bahwa rutin makan tomat dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    Manfaat tersebut terjadi karena tomat dikemas dengan likopen. Likopen merupakan senyawa pigmen alami (karotenoid) yang memberikan warna merah pada tomat.

    Dalam 100 gram tomat rata-rata mengandung 3-5 mg. Likopen juga berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi jantung dari kerusakan radikal bebas.

    Efek makan tomat setiap hari ada di halaman selanjutnya.

    3. Mengontrol kadar gula darah

    Racikan jus tomat campur air kelapa dan madu favorit Jin Seo YeonMakan tomat dapat mengontrol kadar gula darah. Foto: site news/istock

    Kandungan likopen pada tomat dapat mengontrol kadar gula darah. Hal ini juga didukung karena tomat memiliki Indeks Glikemik (GI) rendah, yakni sekitar 15.

    Jumlah tersebut membuktikan bahwa tomat tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam, seperti yang terjadi pada makanan dengan GI tinggi.

    Selain itu, tomat juga mengandung serat yang dapat memperlambat penyerapan gula dalam darah. Dalam 100 gram tomat terdapat 1,20 gram serat yang cukup dibutuhkan tubuh.

    4. Reaksi alergi

    Pada beberapa orang, makan tomat setiap hari bisa menyebabkan beberapa efek samping. Salah satunya adalah terjadinya reaksi alergi. Hal ini disebabkan karena kandungan histamin.

    Senyawa tersebut dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang tomat sebagai zat asing. Dalam 100 gram tomat mengandung 0,8-10,6 mg histamin.

    Gejala alerginya sangat bervariasi. Mulai dari kulit gatal, ruam, atau iritasi, hingga terjadinya pembengkakan pada wajah, mulut, tenggorokan hingga sulit bernapas.

    5. Memicu batu ginjal

    Pedagang sayur menyortir tomat di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Jumat (23/6/2023). Menurut pedagang sejak dua hari terakhir harga sejumlah komoditas sayur mayur naik seperti harga cabai keriting dari Rp28 ribu menjadi Rp35 ribu perkilogram, harga bawang merah dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu perkilogram, dan harga tomat dari Rp12 ribu menjadi Rp18 ribu perkilogram akibat meningkatnya permintaan sementara pasokan dari petani berkurang. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.Makan tomat juga dapat memicu batu ginjal pada individu dengan kondisi tubuh tertentu. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Tomat secara tidak langsung dapat menyebabkan batu ginjal. Hal ini disebabkan karena kandungan oksalat dan kalium di dalamnya yang berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.

    Hal tersebut dapat terjadi khususnya pada individu dengan kondisi tubuh yang rentan. Dalam 100 gram tomat terdapat 237 miligram kalsium, tergantung jenis tomatnya.

    Sementara itu, kandungan oksalatnya juga tidak terlalu tinggi. Namun, kalium yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan kalium di dalam tubuh dan gangguan jantung.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi 5 Buah Ini Bisa Cegah Kanker Usus Besar


    Jakarta

    Kanker usus besar bisa dicegah dengan konsumsi buah bernutrisi spesifik. Contohnya lima buah ini yang bisa dimasukkan dalam konsumsi makanan sehari-hari.

    Kanker usus besar atau kanker kolorektal menjadi kanker dengan angka kematian tertinggi ke-5 di Indonesia. Catatan jumlah kasus barunya mencapai 34.189, menurut data Global Cancer Observatory (Globocan), seperti dikutip dari detikHealth (16/11/2024).

    Kanker usus besar disertai gejala, seperti perubahan pada pola buang air besar, darah dalam tinja, hingga nyeri perut. Kanker ini umumnya dimulai sebagai polip (tumor jinak) yang jika tidak diangkat, bisa berkembang menjadi kanker.


    Untuk mencegah kanker usus besar, kamu perlu mengonsumsi makanan sehat. Salah satunya buah dengan nutrisi spesifik, seperti yang disebutkan Dokter Spesialis Gastroenterologi Joseph Salhab, D.O. dalam unggahan Instagram.

    Mengutip Eating Well (16/4/2025), Salhab mengungkap beberapa buah favoritnya telah terbukti dapat mengurangi risiko kanker usus besar jika dikonsumsi rutin. Temuan ini diungkap dalam jurnal World Journal of Gastroenterology tahun 2023.

    Lantas apa saja buah yang efektif mencegah kanker usus besar? Berikut daftarnya:

    1. Semangka

    Semangka tak hanya manis menyegarkan, tapi juga bermanfaat mengurangi risiko kanker usus besar hingga 26% jika dikonsumsi rutin. Semangka mengandung likopen, jenis antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.

    Salhab juga menekankan, antioksidan yang kaya pada semangka bersifat sangat menghidrasi. Kondisi hidrasi diketahui penting untuk menyehatkan usus dan membuat buang air besar teratur.

    2. Apel

    jus apel bisa menurunkan berat badanFoto: Getty Images/iStockphoto

    Ungkapan makan 1 apel sehari dapat mencegah beragam penyakit, benar adanya. Salah satunya kanker usus besar karena apel mengandung serat sehat yang baik untuk usus. Diketahui bahwa asupan serat tersebut lebih banyak dapat mengurangi risiko kanker usus besar sampai 25%.

    Selain itu, apel mengandung polifenol yang Salhab sebut memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Apel bisa dimakan langsung sebagai camilan sehat, dijadikan salad, dioles bersama selai kacang, atau dijadikan campuran overnight oat.

    3. Kiwi

    Rutin konsumsi kiwi disebut Salhab dapat mengurangi risiko kanker usus besar sampai 13%. Kiwi merupakan sumber serat yang sangat bagus sehingga menyehatkan pencernaan.

    Buah yang asam meneygarkan ini juga kaya vitamin C. Jenis vitamin ini mendukung kesehatan imunitas, jantung, dan kulit. Untuk mengonsumsinya, kiwi termasuk buah praktis karena bisa langsung diambil pakai sendok daging buahnya. Kiwi bisa juga dicampur sebagai isian salad atau dijadikan topping yogurt dan granola.

    Daftar buah lain untuk cegah kanker usus besar ada di halaman selanjutnya.

    4. Buah jeruk

    Mana Lebih Dulu, Buah Jeruk atau Warna Oranye? Ini Kata AhliFoto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    Konsumsi aneka buah jeruk, seperti jeruk Mandarin, grapefruit, lemon, sampai jeruk nipis dapat menjadi faktor kunci untuk menurunkan risiko kanker usus besar. Penelitian menunjukkan asupan buah jeruk yang lebih tinggi dapat mengurangi risiko kanker berbahaya ini sampai 9%.

    Ahli gastroenterologi menyatakan buah jeruk kaya vitamin C, antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas. Antioksidan ini juga berpotensi mengurangi kerusakan DNA.

    Selain itu, jeruk juga mengandung flavonoid, golongan polifenol yang dapat membantu proses penuaan yang sehat, melawan peradangan, dan dapat mengurangi risiko kanker.

    5. Buah berry

    Selain keluarga buah jeruk, keluarga buah berry bisa dijadikan pilihan untuk mencegah kanker. Buah berry kaya vitamin, mineral, serat larut, dan antioksidan.

    Penelitian tahun 2018 mengungkap bahwa konsumsi buah berry dapat mengubah sistem kekebalan tubuh untuk membantu menunda perkembangan kanker. Buah beri juga dapat membantu terapi imun kanker, tapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami potensi ini.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Cara Simpan Pisang agar Tak Cepat Lembek dan Menghitam


    Jakarta

    Pisang mudah lembek dan menghitam. Untuk mencegahnya, perhatikan cara menyimpan pisang yang tepat berikut ini.

    Pisang sering dikonsumsi sehari-hari oleh orang Indonesia. Namun, sayangnya pisang mudah menghitam dan lembek.

    Hal tersebut bisa jadi karena cara kamu menyimpan pisang salah. Cara yang tidak tepat memang membuat pisang cepat matang hingga warnanya berubah dan teksturnya semakin lembek.


    Lantas, bagaimana cara menyimpan pisang agar tak cepat lembek dan menghitam?

    Melansir Real Simple, cara menyimpan pisang sendiri akan tergantung pada tingkat kematangannya saat dibeli. Pisang akan bertahan segar selama 2-6 pekan.

    Apakah pisang bisa disimpan kulkas?

    5 Cara Menyimpan Pisang Agar Awet dan Segar hingga 7 Hari.Foto: Getty Images

    Pada dasarnya, sama seperti banyak buah lainnya, mendinginkan dan membekukan pisang dapat memperpanjang umurnya. Namun, perlu diingat bahwa suhu dingin dan kering akan memperlambat proses pematangan.

    Dengan kata lain, jika Anda memasukkan pisang yang masih hijau dan belum matang ke dalam kulkas, kemungkinan besar mereka akan tetap dalam kondisi tersebut.

    Selain itu, menyimpan pisang di kulkas terlalu cepat justru bisa merusaknya dan menyebabkan yang disebut sebagai ‘cedera karena suhu dingin’ (chilling injury). Hal ini akan menghentikan proses pematangan dan membuat pisang terasa pahit.

    Apakah pisang bisa dibekukan?

    Pisang juga bisa dibekukan. Namun, Anda harus memastikan menunggu hingga pisang benar-benar matang sebelum membekukannya. Pasalnya, suhu beku akan menghentikan proses pematangan.

    Sebaiknya, kupas dan iris pisang sebelum dibekukan agar lebih mudah digunakan saat dibutuhkan.

    Untuk membekukan pisang, letakkan irisan di atas loyang atau nampan yang dilapisi kertas roti, lalu masukkan ke dalam freezer. Setelah beku, pindahkan ke dalam wadah tertutup atau kantong plastik.

    Cara simpan pisang agar tidak cepat lembek dan menghitam

    5 Cara Menyimpan Pisang Agar Awet dan Segar hingga 7 Hari.Foto: Getty Images

    Terlepas dari apa pun cara penyimpanan yang Anda pilih, berikut beberapa tips penyimpanan pisang yang perlu diingat.

    1. Jangan menyimpan pisang di tempat yang terkena banyak sinar matahari atau terlalu dekat dengan kompor. Panas dari matahari atau kompor akan membuat pisang cepat matang dan lembek.

    2. Jangan menyimpan pisang dalam mangkuk atau tempat lain yang memberi tekanan pada buah. Pasalnya, tekanan ini bisa menyebabkan memar dan munculnya bintik cokelat.

    3. Simpan pisang jauh dari makanan lain seperti apel, pir, alpukat, dan persik. Buah-buahan ini dapat mengeluarkan gas etilen yang bisa membuat pisang matang lebih cepat hingga menghitam.

    4. Di mana pun Anda menyimpan pisang, pastikan suhunya sekitar 54 derajat Fahrenheit (sekitar 12 derajat Celsius).

    5. Hindari menyimpan pisang dalam wadah atau kantong tertutup. Cara ini hanya akan membuat pisang cepat membusuk.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Cara Tepat Menyimpan Pisang agar Tak Cepat Lembek dan Menghitam

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 12 Manfaat Rebusan Serai, Bantu Redakan Batuk hingga Bikin Rileks

    Jakarta

    Serai termasuk dalam tanaman obat yang memiliki sejumlah khasiat. Cara mengolahnya adalah dengan merebus batang atau daunnya.

    Air rebusan serai ini memiliki aroma wangi menyegarkan. Untuk menambahkan khasiat, serai bisa dicampur dengan jahe, kunyit, lemon, maupun madu.

    Di bawah ini akan kita ulas 12 manfaat rebusan serai. Di antaranya dapat meredakan batuk hingga membuat pikiran menjadi rileks.


    Manfaat Rebusan Serah

    Berikut ini 12 manfaat rebusan serai untuk kesehatan tubuh:

    1. Bantu Meredakan Batuk

    Dilansir dari Netmeds, air rebusan serai bermanfaat untuk meredakan batuk, sakit tenggorokan, dan flu biasa, karena memiliki geraniol dan citronellol yang merupakan senyawa antiseptik. Cukup rebus beberapa helai serai untuk mendapatkan minuman berkhasiat.

    2. Sebagai Antioksidan

    Penelitian tahun 2005 dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry, yang dikutip dari buku Rempah-Rempah (Bumbu Dapur, Kaya Manfaat) oleh Inti Aisyah (Aisyah Putri), menunjukan serai mengandung beberapa antioksidan yang bisa membantu membersihkan radikal bebas dalam tubuh.

    Beberapa antioksidan tersebut antara lain asam klorogenat, isoorientin, dan swertia japonica. Senyawa ini memiliki manfaat untuk membantu mencegah disfungsi sel-sel di dalam arteri koroner.

    3. Membantu Menangani Infeksi Mulut dan Gigi Berlubang

    Sifat antimikroba pada rebusan serai dapat membantu tubuh mengatasi infeksi mulut dan gigi berlubang. Penelitian in vitro tahun 2012 yang diterbitkan National Institutes of Health menunjukkan, minyak atsiri serai dapat mengatasi bakteri Streptococcus mutans yang menyebabkan kerusakan gigi.

    4. Meredakan Kram Akibat Haid

    Manfaat rebusan sereh juga bisa dirasakan wanita yang merasakan kram akibat haid, perut kembung, dan hot flashes (kondisi merasakan sensasi panas). Secara teori, serai mengandung antiradang yang bisa bermanfaat menenangkan perut.

    5. Memperbaiki Saluran Pencernaan

    Teh serai dapat bermanfaat untuk memperbaiki saluran pencernaan, sehingga mengatasi masalah pencernaan. Studi pada hewan pengerat tahun 2012 yang diterbitkan National Institutes of Health menjelaskan, serai efektif mengatasi tukak lambung dan melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat aspirin dan etanol.

    6. Mengontrol Kolesterol

    Penelitian tahun 2011 oleh Gagan Shah, dkk, menunjukkan ekstrak minyak serai bermanfaat membantu menurunkan kolesterol pada hewan, bergantung pada dosisnya.

    Ada kemungkinan air rebusan serai juga memiliki manfaat serupa. Namun masih dibutuhkan lebih banyak penelitian mengenai hal ini.

    Teh serai bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan, karena kandungannya baik untuk metabolisme tubuh. Rebusan serai ini berperan sebagai teh detoks. Namun kebanyakan penelitian yang ada bukan riset ilmiah.

    8. Berpeluang Sebagai Diuretik

    Serai juga kemungkinan bisa berperan sebagai diuretik, yaitu obat untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh lewat urine. Efeknya, kita akan buang air kecil lebih sering.

    9. Anti-inflamasi

    Peradangan bisa mempengaruhi banyak masalah, termasuk stroke dan penyakit jantung. Berdasarkan Pusat Kanker Memorial Sloan Kettering, kandungan sitral dan geraniol bermanfaat sebagai anti-inflamasi untuk membantu menghentikan pelepasan tanda peradangan tertentu di tubuh.

    10. Meringankan Tekanan Darah Sistolik Tinggi

    Dalam studi observasional tahun 2012 oleh Naveed Ullah, dkk, dijelaskan kandungan serai bisa meringankan tekanan darah sistolik yang tinggi. Sebanyak 72 responden pria dalam riset yang diberi teh serai mengalami penurunan tekanan darah sistolik secara moderat. Para responden juga mengalami sedikit peningkatan tekanan darah diastolik.

    11. Membantu Mengurangi Risiko Kanker

    Kandungan citral di dalam serai diyakini memiliki kemampuan antikanker atau mencegah tumbuhnya beberapa jenis sel kanker. Beberapa ahli memberikan air rebusan serai sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi.

    12. Membuat Rileks

    Teh panas diketahui bisa membuat rileks, tetapi teh serai bisa membuat rileks disertai dengan kecemasan. Aroma serai membuat pikiran tenang, sehingga bisa membantu tidur nyenyak dan mengatasi insomnia.

    Kebanyakan minum rebusan serai mungkin bisa menyebabkan efek samping ringan, seperti sering buang air kecil, alergi, hingga pusing. Jika ada reaksi yang buruk dan merugikan jangan ragu segera konsultasi ke dokter.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-hati, Sarapan Yogurt Bisa Membahayakan Jantung karena Alasan Ini


    Jakarta

    Tidak semua makanan yang terdengar ‘sehat’ baik untuk kesehatan jantung. Contohnya yogurt yang menurut ahli ternyata bisa membahayakan jantung karena kandungannya.

    Menjaga kesehatan jantung merupakan hal penting karena jantung merupakan organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

    Caranya tidak sekadar olahraga atau aktif berkegiatan, tetapi juga perlu didukung oleh pola makan sehat. Mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi, seperti serat, protein, hingga omega-3 penting untuk kesehatan jantung.


    Risiko penyakit jantung juga bisa diminimalisir dengan cara menjaga tekanan darah dan menghindari kadar kolesterol tinggi, yang mana kedua hal ini dipengaruhi oleh pola makan.

    Sejumlah produk memang dapat dikonsumsi, tetapi tidak semuanya. Sebab, ada juga makanan yang lebih baik dihindari menurut ahli.

    Ahli jantung bersertifikat, Sanjay Bhojrar, MD mengungkap Greek yogurt atau yogurt Yunani dan granola adalah dua jenis makanan yang dia hindari, lapor express.co.uk (16/04/2025).

    Dalam unggahannya, ahli jantung ini mengungkap, “Apa yang terlihat sehat di label tidak selalu sehat untuk jantung.”

    5 Fakta Skyr, Kembaran Greek Yogurt yang Sangat MenyehatkanTidak selamanya yogurt Yunani baik karena bisa jadi ditambah gula tang membahayakan kesehatan jantung. Foto: Getty Images/Kristina Maksymova

    Menurut Sanjay, peradangan, lonjakan gula darah, dan penipisan nutrisi tidak selalu berasal dari konsumsi makanan cepat saji atau junk food.

    Meskipun yogurt Yunani terlihat sehat, tetapi banyak produk yogurt di pasaran yang mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Begitu juga dengan granola yang seringkali ditambah gula.

    Sanjay mengungkap bahwa tingginya kadar gula yang tersembunyi ini dapat merusak kesehatan jantung dalam jangka panjang. Sebab, lonjakan gula darah dapat menyebabkan peradangan, peningkatan tekanan darah, dan juga kolesterol.

    Oleh karena itu, disarankan juga untuk memeriksa label produk, khususnya bagian gula tambahan dan pemanis. Sebaiknya pilih produk yogurt dan granola tanpa pemanis tambahan.

    Greek yogurt dan kacang granolaAsupan yogurt Yunani dan granola perlu diperhatikan kandungan gula atau pemanis buatannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mizina

    Selain produk yogurt dan granola, ada juga sirup agave yang biasa dijadikan pemanis tambahan. Sirup ini sering dianggap lebih sehat karena terbuat dari tanaman agave yang punya rasa lebih manis dari madu.

    Penambahan sirup agave menurut ahli Sanjay sebenarnya juga perlu dihindari. Sebab, produk tersebut bisa memicu lonjakan trigliserida, sumber energi utama, tetapi dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Lebih baik menambahkan topping buah-buahan sebagai pemanis alami yang menyegarkan. Beberapa jenis buah, seperti buah beri atau pisang menawarkan vitamin, mineral, serat, dan kaya antioksidan yang dapat melawan radikal bebas.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com