Author: g1

  • Benarkah Minum Air Dingin Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Banyak mitos yang berkaitan dengan konsumsi air dingin. Salah satunya dianggap dapat membuat berat badan naik atau gemuk. Ini faktanya!

    Air dingin dapat memberikan efek menyegarkan dahaga ketika dikonsumsi saat cuaca panas. Meskipun ada sebagian orang yang juga mengonsumsi air dingin setiap hari, baik didiamkan dalam kulkas ataupun ditambah es batu.

    Dilansir dari Food NDTV (30/4), beberapa mitos yang terkait dengan mengonsumsi air dingin banyak beredar di masyarakat. Salah satu yang sering terdengar adalah air dingin dapat menimbulkan kenaikan berat badan yang signifikan.


    Jadi, apakah fakta tersebut benar adanya?

    Seorang ahli gizi, Amita Gadre menjelaskan soal fakta air dingin yang dapat menimbulkan kenaikan berat badan. Menurut Amita, justru mengonsumsi air putih merupakan manfaat baik untuk menurunkan berat badan.

    Konsumsi air dingin dapat menyimpan lemak dapat membekukan sel lemak ini hanyalah mitos. Faktanya, air putih dalam kondisi hangat dan dingin tidak akan membekukan sel lemak. Tujuan dari konsumsi air putih adalah agar tubuh terhidrasi.

    Pentingnya mengonsumsi air putih yang cukup untuk tubuh akan meningkatkan beberapa manfaat. Tubuh tak akan merasa lesu dan metabolisme juga lancar.

    Asupan air putih yang pas untuk setiap orang berbeda-beda takarannya. Menurut ahli gizi, Rupali Datta, sebaiknya mengonsumsi air putih 35 ml air per kilogram berat badan.

    Menurut Mayo Clinic, asupan air putih yang baik untuk pria dan wanita juga berbeda. Setidaknya 3,7 liter air untuk pria dan 2,7 liter air untuk wanita.

    Penting untuk mengetahui asupan air putih yang pas untuk tubuh, karena jika terlalu banyak juga dapat menyebabkan efek samping pada tubuh. Minum air dingin secara berlebihan pada beberapa kasus dapat menyebabkan masalah pencernaan, sakit tenggorokan, atau bahkan sakit kepala.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Banyak Makan Santan? Ini 7 Cara Menetralisir Tubuh secara Alami

    Jakarta

    Makanan bersantan memang menggugah selera. Berbagai makanan khas Indonesia juga dibuat dengan santan, seperti rendang, opor, dan gulai.

    Meski demikian, mengonsumsi makanan bersantan terlalu banyak bisa membuat perut tidak nyaman. Tak perlu khawatir, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menetralisir tubuh setelah makan makanan dengan banyak lemak.

    7 Cara Menetralisir Tubuh setelah Makan Santan

    Minum air putih, makan buah-buahan, hingga menghindari makanan dingin merupakan sejumlah cara menetralisir tubuh setelah makan santan. Begini penjelasanya.


    1. Minum Air Putih

    Minum air putih membantu membuang racun, membantu pencernaan, dan menjaga tubuh berfungsi dengan lancar. Untuk mendapat manfaat tambahan, coba minum air hangat.

    Mengutip laman Reset, air hangat bisa membantu pencernaan melarutkan lemak lebih cepat. Kamu juga bisa menambahkan biji adas ke dalam satu liter air hangat dan meminumnya sepanjang hari. Biji adas dikenal dengan khasiatnya untuk pencernaan dan bisa mengurangi kembung dan rasa tidak nyaman.

    2. Makan Buah-buahan

    Enzim pencernaan berperan penting dalam memecah makanan yang masuk ke tubuh, terutama lemak dan minyak. Setelah makan makanan berat, tubuh mungkin memerlukan bantuan ekstra untuk mencernanya.

    Buah-buahan tertentu seperti nanas, pepaya, dan kiwi kaya akan enzim pencernaan. Masing-masing dari buah-buahan ini mengandung bromelain, papain, dan aktinidin, enzim yang membantu mencerna protein. Sehingga, mengonsumsi buah-buahan ini setelah makan berat bisa mendukung sistem pencernaan dan membantu tubuh merasa lebih baik.

    3. Lakukan Aktivitas Ringan

    Setelah makan berat, sebaiknya mulailah bergerak. Aktivitas fisik yang ringan seperti berjalan bisa mencegah penumpukan lemak. Berjalan juga membantu untuk merangsang pencernaan dengan meningkatkan aliran darah dan memperlancar pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.

    Tapi, tunggu setidaknya dua jam setelah makan. Hal tersebut memungkinkan tubuh untuk fokus pada pencernaan tanpa mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan. Jalan cepat selama 20-30 menit akan membantu tubuh menghindari rasa kembung.

    4. Konsumsi Makanan Kaya Serat

    Serat begitu penting untuk melancarkan pencernaan, terutama setelah mengonsumsi makanan yang berat. Serat membantu mengatur pergerakan usus, mencegah sembelit, dan memasikan kelancaran sistem pencernaan.

    Sayuran seperti yang berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan buah-buahan seperti apel dan pir mengandung banyak serat. Asupan ini bisa membantu tubuh membuang kotoran dengan lebih efisien dan mengurangi rasa tidak nyaman setelah makan berat.

    5. Konsumsi Makanan Kaya Probiotik

    Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme yang sehat dalam sistem pencernaan. Sehingga, probiotik sangat penting dikonsumsi setelah mengonsumsi makanan berminyak atau berat.

    Contoh dari makanan yang kaya probiotik di antaranya yogurt, kefir, dan sayuran fermentasi, seperti kimchi. Makanan-makanan ini bisa membantu menenangkan pencernaan dan mencegah kembung.

    6. Istirahat setelah Makanan

    Setelah makan makanan berat seperti yang bersantan, beri tubuh waktu untuk istirahat. Untuk santapan berikutnya, kamu bisa mengonsumsi sesuatu yang ringan, seperti buah-buahan segar, sayuran, salad, dan biji-bijian utuh. Makanan ini mudah dicerna dan tidak berbahaya untuk perut.

    7. Hindari Makanan Dingin

    Makanan dingin seperti es krim yang dikonsumsi tepat setelah mengonsumsi makanan berat bisa berdampak buruk pada hati, lambung, dan usus. Mengutip laman Healthsouth, jika mengonsumsi makanan dingin, proses pencernaan akan mengalami tekanan yang berlebihan. Hal tersebut bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan kembung yang parah.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Minuman Pembersih Ginjal Buat Buang Racun dalam Tubuh


    Jakarta

    Kesehatan ginjal perlu dijaga karena organ vital ini berfungsi membuang racun dari dalam tubuh. Coba konsumsi minuman yang dipercaya membersihkan ginjal berikut ini.

    Ginjal pada dasarnya punya kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, tapi dalam beberapa kasus, dorongan dari luar diperlukan untuk membantu prosesnya.

    Proses pembersihan ginjal sendiri dapat menghilangkan limbah dari darah. Hasilnya, ginjal jadi bersih dan sehat.


    Jika proses ini tidak berlangsung, maka kondisi ginjal yang kotor dapat memicu berbagai masalah. Fungsi organ lain juga bisa terganggu.

    Salah satu cara membersihkan ginjal adalah dengan asupan minuman tertentu. Berikut beberapa minuman pembersih ginjal, merangkum berbagai sumber.

    1. Air kunyit

    Ilustrasi teh kunyitFoto: Getty Images/udra

    Kunyit diyakini ampuh menjaga kesehatan ginjal. Mengutip Very Well Health, kunyit bisa mengurangi urea, mencegah peradangan pada ginjal, dan membantu mengeluarkan limbah yang mengendap.

    Cara membuat air kunyit yaitu dengan mendidihkan air dan memasukkan irisan kunyit. Campur dengan madu untuk menambahkan rasa.

    2. Air jahe

    Jahe dipercaya dapat membatasi toksisitas ginjal. Air jahe dapat menjadi salah satu pilihan minuman yang membersihkan ginjal.

    Rebus irisan jahe dalam air mendidih. Campur dengan lemon dan madu untuk menambahkan rasa.

    3. Teh ginseng

    teh ginsengFoto: iStock

    Ginseng juga diklaim ampuh membersihkan ginjal dari limbah. Ginseng diketahui bisa mengatasi toksisitas sisplatin atau efek obat kemoterapi untuk kanker ginjal.

    4. Teh hijau

    Minuman herbal lainnya untuk kesehatan ginjal adalah teh hijau. Teh ini dipercaya dapat membantu mencegah perkembangan penyakit ginjal.

    Selain itu, teh hijau juga mengandung kadar oksalat yang rendah. Kadar oksalat yang tinggi bisa memicu pembentukan batu ginjal.

    5. Air lemon

    manfaat konsumsi air lemon hangatFoto: Getty Images/iStockphoto

    Lemon mengandung asam sitrat yang dipercaya dapat mencegah pembentukan batu ginjal. Asam sitrat mengikat kalsium, yang mencegah pertumbuhan kristal pembentuk batu ginjal.

    Demikian beberapa pilihan minuman pembersih ginjal. Demi keamanan, konsultasikan penggunaannya dengan dokter.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Minuman Pembersih Ginjal, Ampuh Buang Racun yang Mengendap

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Buah Tinggi Gula Ini Perlu Dihindari Penderita Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes perlu mengatur asupannya. Hindari konsumsi beberapa jenis buah yang konsumsinya mengakibatkan lonjakan kadar gula darah. Berikut daftarnya.

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang mengakibatkan melonjaknya kadar gula dalam darah. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin.

    Kondisi diabetes tidak boleh diabaikan. Di dunia dan Indonesia, diabetes jadi salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diidap. Diabetes juga jadi salah satu ‘pembunuh’ terbesar karena komplikasinya yang bisa berujung penyakit jantung dan stroke.


    Menghindari asupan tinggi gula jadi salah satu cara mengontrol diabetes. Meski dianggap aman dan menyehatkan, penderita diabetes dianjurkan membatasi daftar buah berikut.

    1. Delima

    Delima Disebut Buah Surga dalam Al-Quran, Berikut Manfaat JusnyaBuah delima tinggi kandungan gula sehingga perlu dihindari. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Buah delima berukuran sedang mengandung 38,6 gram (g) gula. Agar lebih aman, Anda bisa cukup mengonsumsi setengah potong buah delima yang kadar gulanya lebih rendah.

    2. Anggur

    Ilustrasi buah anggurBuah anggur juga sebaiknya dihindari karena kandungan gula yang cukup banyak. Foto: Thinkstock

    Setiap 100 g anggur umumnya mengandung sekitar 23,2 g gula. Setiap orang dianjurkan untuk mengonsumsi anggur cukup sebanyak 50 g dalam sehari.

    3. Mangga

    buah manggaBuah mangga juga mengandung tinggi gula sampai 22,5 gram. Foto: iStock

    Mangga jadi buah tropis favorit banyak orang. Namun sayangnya, mangga mengandung banyak gula dengan jumlah sebanyak 22,5 g gula dalam setiap buahnya.

    Untuk itu, penderita diabetes perlu membatasi asupan buah mangga.

    Meski tinggi gula, mangga mengandung banyak nutrisi lain seperti vitamin A, vitamin C, kalium, dan beta-karoten.

    4. Pisang

    Pisang mudah ditemukan di Indonesia. Tak heran pisang jadi buah yang kerap dikonsumsi sehari-hari.

    Namun hati-hati, pisang termasuk golongan buah yang mengandung karbohidrat tinggi. Satu buah pisang matang mengandung sekitar 15,4 g gula.

    Coba pilih pisang berukuran kecil atau makan setengahnya untuk menjaga asupan gula.

    5. Nanas

    Ilustrasi buah nanasNanas juga lebih baik dihindari karena kandungan indeks glikemik tinggi. Foto: Getty Images/Teen00000

    Nanas tergolong buah dengan indeks glikemik tinggi. Semakin tebal dan lebar buah nanas, maka semakin banyak kandungan karbohidrat di dalamnya.

    Untuk alasan yang lebih baik, pilih jenis nanas muda. Batasi juga asupannya dan padukan dengan makanan lain yang kaya protein.

    6. Kismis

    Buah kering seperti kismis sering kali mengandung tambahan gula.

    Mengutip Medical News Today, konsumsi asupan kismis dan buah kering dengan kacang-kacangan agar dapat membantu mengelola gula darah.

    Kacang-kacangan kaya akan lemak, serat, dan protein. Ketiga nutrisi ini dapat memperlambat pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah.

    7. Kurma

    Buah KurmaBuah Kurma memang bermanfaat tetapi tidak cocok untuk penderita diabetes. Foto: iStock

    Buah terburuk untuk penderita diabetes lainnya adalah kurma kering. Sama dengan kismis, kandungan gula dan karbohidrat dalam kurma cenderung tinggi.

    Misalnya, setiap 24 g kurma Medjool mengandung sekitar 67 kalori dan 18 g karbohidrat.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Buah Terburuk untuk Penderita Diabetes, Awas Tinggi Gula”

    (Tim CNN Indonesia/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Campuran Kopi dan Buah Bit Bisa Mencerahkan Kulit?


    Jakarta

    Sebuah unggahan di media sosial mengklaim campuran buah bit, kopi, dan tepung bikin kulit menjadi cerah bersinar hanya dalam waktu 20 menit. Apakah klaim ini benar?

    Kopi dan buah buah bit merupakan dua jenis bahan makanan yang kaya manfaat.

    Kopi dikenal dapat meningkatkan energi, fokus, serta meningkatkan metabolisme. Di dalamnya juga terkandung antioksidan tinggi yang dapat mencegah berbagai penyakit.


    Di sisi lain, buah bit juga sering dikonsumsi secara utuh atau diolah menjadi jus karena manfaatnya. Buah ini mampu menurunkan tekanan darah, mencegah pikun, menjaga kadar gula darah, dan meningkatkan kinerja fisik.

    Namun, bagaimana jika bahan ini dicampur menjadi satu? Apakah manfaat yang didapat jadi lebih besar?

    Sebuah unggahan video di Instagram pun menunjukkan bagaimana campuran bahan ini dapat membuat kulit lebih cerah bersinar.

    Berikut faktanya seperti dilansir dari thip.media.com (11/04/2025).

    1. Buah bit dan kopi bikin wajah cerah

    Apa Benar Campuran Kopi dan Buah Bit Bisa Mencerahkan Kulit?Campuran buah bit, kopi, dan tepung ini dipercaya bisa mencerahkan kulit. Foto: Instagram @juju_saiyad dan @jujucare0000

    Dalam video Instagram @juju_saiyad dan @jujucare0000 di India terlihat campuran berbahan buah bit, bubuk kopi, tepung gandum (atta) dan tepung kacang (besan). Campuran ini dibuat menjadi pasta yang dioleskan ke kulit.

    Klaim manfaatnya dapat menghilangkan warna cokelat, bintik hitam dan putih, serta mengurangi pigmentasi. Selain itu, campuran bahan ini juga bisa mencerahkan kulit dan membuat wajah berseri hanya dalam waktu 20 menit.

    Orang di dalam video tersebut sampai berani menjamin 100% jika olesan ini akan mendatangkan manfaat langsung.

    2. Efeknya tidak instan

    Sebenarnya tidak ada proses yang bisa menghasilkan efek instan. Begitu juga ketika ingin mencerahkan kulit dengan campuran ramuan ini.

    Kulit yang menggelap biasanya terjadi karena penumpukan melanin setelah terpapar sinar matahari. Butuh waktu bagi kulit supaya bisa melepaskan sel-sel berpigmen ini secara alami.

    Meskipun bahan-bahan, seperti tepung kacang (besan) dan tepung gandum (atta) dapat mengeksfoliasi kulit secara ringan, tetapi tidak bisa mengembalikan kecerahan kulit sekaligus.

    Efek ‘lebih cerah’ yang dirasakan beberapa pengguna kemungkinan besar disebabkan oleh eksfoliasi sementara, bukan efek sebenarnya.

    3. Bubuk kopi tidak selalu bisa memudarkan pigmentasi

    Manfaat bubuk kopi instanBubuk kopi tidak selalu memudarkan pigmenatasi di wajah. Foto: iStock

    Kopi mengandung antioksidan yang telah diteliti khasiatnya sebagai anti peradangan. Namun, tidak ada bukti ilmiah kuat bahwa kopi saja dapat memudarkan pigmentasi di kulit.

    Kopi memang bisa memperbaiki tekstur kulit atau memberikan efek eksfoliasi ringan, tetapi tidak akan bisa mengatasi gangguan pigmentasi yang lebih serius.

    Jika ingin mendapatkan efek kulit cerah dan bercahaya, kopi harus diminum secara teratur. Manfaatnya juga lebih besar karena kandungan vitamin B3 di dalamnya bisa sekaligus mencegah kanker kulit akibat paparan sinar matahari.

    Namun, penting diingat efek kopi pada kulit dapat bervariasi dan tergantung individu serta jenis kopi yang diminum. Manfaat lebih baik bisa dirasakan jika kopi yang dipiluh adalah kopi hitam tanpa tambahan susu atau gula.

    Efek buah bit dan penjelasan selengkapnya ada di halaman selanjutnya!

    4. Bit sebenarnya tidak berefek

    Red Beetroot with herbage green leaves on wooden backgroundBuah bit berefek tetapi tidak instan dan tidak bisa mengatasi pigmentasi atau bercak putih. Foto: iStock

    Bit mengandung antioksidan dan pigmen, seperti betalain yang dapat memberikan manfaat kesehatan kulit secara umum. Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa bit dapat mengurangi bintik hitam atau mencerahkan bercak putih, seperti penyakit vitiligo.

    Menurut Dr. Rashi Soni, buah bit memang dapat membuat kulit sedikit merah muda dan bercahaya sementara karena pigmen alaminya. Namun, bukan berarti bisa mengatasi pigmentasi atau bercak putih karena kondisi seperti ini jauh lebih kompleks dan memerlukan perawatan tepat.

    5. Campuran ini tidak bisa mencerahkan kulit dalam 20 menit

    Campuran kopi, buah bit, dan tepung-tepungan itu mungkin membuat kulit tampak segar setelah digunakan, tetapi sifatnya hanya sementara.

    Kesehatan kulit maksimal bisa dicapai jika melakukan rangkaian perawatan yang tepat. Selain memakai produk dari luar, asupan makanan dari dalam juga penting.

    Jadi, klaim yang menyebut campuran ini bisa membuat kulit cerah secara cepat tidak 100% terjamin.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hindari Efek Samping Konsumsi Kayu Manis, Ikuti Saran Ahli


    Jakarta

    Rempah dan herbal seringkali diandalkan sebagai asupan nutrisi tubuh. Ternyata rempah bernama kayu manis harus dikonsumsi dengan hati-hati. Ini kata ahli.

    Rempah dan herbal seringkali dikonsumsi untuk mendapatkan khasiat tertentu. Layaknya nutrisi dalam makanan, banyaknya komponen aktif di dalam berbagai jenis rempah membuat banyak orang tergiur.

    Mulai dari menyampurkannya ke dalam makanan maupun menyeduhnya sebagai teh hangat. Salah satu rempah yang populer ialah kayu manis dengan ciri khas warna dan aromanya yang harum lembut.


    Tetapi ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan ketika mengonsumsi kayu manis. Ahli menyebut ada efek samping terhadap metabolisme yang dapat terjadi dari konsumsi kayu manis yang kurang tepat.

    Pada sebuah penelitian yang dipublikasi melalui Food Chemistry: Molecular Science melihat adanya ancaman dari konsumsi kayu manis dengan konsentrasi yang tinggi. Para peneliti mengamati komponen cinnamaldehyde yang menjadi sumber aroma kayu manis.

    Melansir Food and Wine (11/5) setidaknya ada tiga alasan bahwa kayu manis harus dikonsumsi dengan tepat:

    Hindari Efek Samping Konsumsi Kayu Manis, Ikuti Saran AhliKonsumsi kayu manis tidak disarankan berdekatan atau bersamaan dengan obat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    1. Mengganggu Pengobatan

    Efek samping dari komponen cinnamaldehyde dikatakan paling berpengaruh ketika dikonsumsi bersamaan dengan obat. Sehingga orang-orang yang sedang menjalani pengobatan secara rutin dengan mengonsumsi obat secara oral kurang disarankan makan banyak kayu manis.

    Alasannya terdapat pada minyak kayu manis dan asam cinnamic yang dapat mengaktifkan reseptor seperti PXR dan AhR. Reseptor ini dapat menstimulasi enzim pada liver untuk memetabolisme obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh lebih cepat.

    Terutama pada pengobatan penyakit metabolik seperti diabetes, konsumsi kayu manis bersamaan dengan obat dapat mengganggu penyerapan obat. Pengaruhnya yaitu dapat memperlambat maupun mempercepat metabolisme obat sehingga tidak mampu bekerja secara efektif.

    Efek samping konsumsi kayu manis pada gangguan metabolisme berlanjut di halaman berikutnya.

    2. Cara Konsumsi Kayu Manis

    Pamela Tambini, ahli penyakit dalam, menjelaskan sejauh ini belum ada penemuan pasti jenis pengobatan apa saja yang dapat terdampak dari konsumsi kayu manis. Tetapi secara umum yang paling disarankan untuk dihindari ialah pengobatan yang berkaitan dengan metabolik.

    Seperti pengencer darah, antidepresan, serta beberapa suplemen untuk mengendalikan hormon. Namun kayu manis bisa tetap dikonsumsi hanya saja sebagai sedikit campuran dari minuman dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

    “Boleh saja mengonsumsi minuman atau kue-kue yang memiliki rasa kayu manis di dalamnya, yang paling harus dihindari ialah penggunaan minyak kayu manis dan suplemennya. Tetapi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu,” kata Tambini.

    Hindari Efek Samping Konsumsi Kayu Manis, Ikuti Saran AhliMinyak kayu manis dan bentuknya berupa suplemen yang paling tak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan obat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    3. Jenis Kayu Manis yang Tak Disarankan

    Tidak dianjurkannya suplemen kayu manis untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat bukan berarti dalam semua bentuk. Tambahan kayu manis konsentrasi tinggi yang menjadi fokus ahli dan dianggap mengkhawatirkan jika dikonsumsi berdampingan dengan obat.

    Banyak ahli yang berpendapat bahwa menambahkan kayu manis ke dalam makanan dan mengonsumsinya secara alami sebenarnya sudah cukup berkhasiat. Hal ini lantaran komponen minyak kayu manis yang cukup ampuh dalam memberikan khasiat berupa memicu reseptor tubuh.

    Salah satu yang paling terpengaruh misalnya reseptor untuk memproduksi enzim liver. Bahkan melalui tambahan perasa kayu manis seperti pada sup, kue, atau minuman saja takarannya sudah cukup untuk memberikan khasiat dan pengaruh untuk tubuh secara signifikan.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Efek Samping Kebanyakan Minum Matcha, Diare hingga Kepala Pening


    Jakarta

    Minum matcha bisa mendatangkan manfaat sehat karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Namun sebaliknya, kebanyakan minum matcha bakal memunculkan efek samping, seperti diare hingga kepala pening.

    Matcha kini semakin populer sebagai alternatif minuman berkafein selain kopi. Matcha juga menawarkan manfaat sehat karena kandungan L-theanine dan antioksidan lain.

    Rutin minum matcha dalam jumlah yang tepat bisa membuat tubuh dan pikiran lebih rileks, jantung lebih sehat, sampai bermanfaat mencegah kanker. Namun, hindari mengonsumsi matcha berlebih karena justru akan menimbulkan efek samping.


    Batas konsumsi matcha yang disarankan per hari adalah sekitar2-3 cangkir per hari atau 2-5 gram bubuk matcha. Waspadai efek berikut jika terlalu banyak minum matcha:

    1. Masalah tidur

    Young Asian woman feeling sick and suffering from a headache, lying on the bed and taking a rest at homeYoung Asian woman feeling sick and suffering from a headache, lying on the bed and taking a rest at home Foto: Getty Images/AsiaVision


    Meski tidak sebanyak kopi, Anda perlu mengingat bahwa matcha mengandung kafein. Konsumsi terlalu banyak kafein apalagi berdekatan dengan jam tidur jelas membuat Anda susah tidur atau sulit mendapat tidur nyenyak.

    Selain itu, terlalu banyak konsumsi kafein bisa membuat seseorang lebih sensitif, sakit kepala atau jantung berdebar.

    2. Diare
    Perut tidak nyaman ketika sudah minum matcha sekian gelas menandakan Anda harus berhenti. Melansir dari Health Shots, konsumsi matcha terlalu banyak bisa memicu diare.

    Kandungan pada matcha bisa menghambat bakteri alami usus sehingga sensitif terhadap patogen.

    3. Gangguan pencernaan
    Selain diare, efek samping kebanyakan minum matcha juga berupa masalah pencernaan. Masalah pencernaan ini salah satunya sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS). IBS bisa terasa sangat tidak nyaman dan menyakitkan.

    4. Mual dan muntah

    Ilustrasi Mual saat PuasaIlustrasi Mual Foto: iStock

    Rasa mual bahkan sampai muntah bisa saja dirasakan sebagian orang yang kebanyakan minum matcha. Mual dan muntah ini akibat overdosis polifenol pada matcha. Polifenol merupakan salah satu jenis antioksidan. Konsumsi matcha dalam porsi moderasi sangat disarankan.

    5. Kepala pening
    Kepala terasa pening? Anda boleh curiga ini efek samping kebanyakan minum matcha. Ahli merekomendasikan untuk membatasi konsumsi matcha sebanyak dua cangkir per hari.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Hati-hati, Ini Efek Samping Kebanyakan Minum Matcha”

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Studi Ungkap Jumlah Konsumsi Kopi Segini Picu Kerusakan Ginjal


    Jakarta

    Konsumsi kopi berlebihan berdampak buruk untuk kesehatan. Karenanya kamu perlu membatasi asupan kopi. Hindari minum kopi sebanyak yang disebut studi ini karena bisa memicu kerusakan ginjal.

    Bagi banyak orang, minum kopi setiap hari adalah ‘penyelamat’ untuk membuat tubuh berenergi dan pikiran lebih fokus. Namun, tetap saja, mengonsumsi kopi ada aturannya. Hindari minum kopi berlebihan.

    Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam JAMA Network Open mengungkapkan bahwa minum 3 cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.


    Studi ini melibatkan 1.180 orang dewasa berusia 18 hingga 45 tahun yang mengalami hipertensi tahap awal, tapi belum mendapat pengobatan. Penelitian berlangsung selama sekitar 16 tahun dengan pemantauan lanjutan dalam rentang waktu 7,5 tahun.

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi hitam ilustrasi. Foto: Ilustrasi iStock

    Melansir Eat This Not That, para peneliti memeriksa tiga indikator utama gangguan ginjal, yakni hiperfiltrasi (tingginya laju filtrasi glomerulus), albuminuria (tingginya kadar albumin dalam urine), dan tekanan darah tinggi. Ketiganya merupakan tanda awal dari disfungsi dan penyakit ginjal.

    Menariknya, hampir separuh peserta studi memiliki varian gen CYP1A2 (rs762551) yang menyebabkan metabolisme kafein menjadi lebih lambat. Pada kelompok ini, risiko mengalami gangguan ginjal melonjak signifikan jika mereka minum 3 cangkir kopi atau lebih setiap hari.

    Berikut hasil spesifik yang dialami kelompok di atas:

    – 2,5 kali lebih mungkin mengalami hiperfiltrasi,
    – 2,7 kali lebih mungkin menderita albuminuria,
    – 2,8 kali lebih berisiko mengalami hipertensi.

    Ilustrasi tingkat roasting biji kopiIlustrasi biji kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rixipix

    “Ini menunjukkan bahwa kafein, secara spesifik, adalah komponen dalam kopi yang dapat merusak ginjal,” kata Sara Mahdavi, penulis utama studi sekaligus peneliti dari Departemen Kedokteran Komunitas dan Keluarga, Universitas Toronto.

    Namun, tidak semua ahli sepakat bahwa kopi harus dihindari sepenuhnya. Melanie Betz, ahli gizi dari Kidney Foundation, menegaskan bahwa temuan ini penting, tapi perlu dilihat secara proporsional.

    “Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan nutrisi yang dipersonalisasi. Genetika memainkan peran besar dalam bagaimana tubuh kita merespons makanan atau obat-obatan,” kata dia.

    Betz menambahkan bahwa sebagian besar studi lain justru menemukan manfaat kopi bagi kesehatan ginjal, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.

    “Yang perlu ditekankan adalah, risikonya meningkat pada mereka yang minum lebih dari tiga cangkir per hari, itu jumlah yang cukup banyak,” kata dia.

    Selain itu, studi ini tidak mengontrol faktor diet lain yang juga berpengaruh pada kesehatan ginjal, seperti konsumsi buah, sayur, dan protein hewani.

    “Bisa jadi, orang yang minum banyak kopi juga mengonsumsi lebih sedikit makanan sehat lainnya,” ujarnya.

    Lalu, apakah aman jika hanya minum 1 atau 2 cangkir kopi sehari?

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi mengandung kafein. Foto: Ilustrasi iStock

    Menurut Jen Hernandez, ahli diet ginjal dan pendiri Plant-Powered Kidneys Inc, jawabannya bergantung pada masing-masing individu.

    “Ada kurva berbentuk U dalam konsumsi kafein. Konsumsi sekitar satu cangkir per hari justru bisa memberi manfaat, termasuk perlindungan terhadap tekanan darah tinggi,” jelasnya.

    Hernandez juga mencatat bahwa kopi mengandung antioksidan dan mikronutrien seperti kalium, yang bisa membantu menjaga fungsi ginjal dan tekanan darah. Bahkan, sebuah tinjauan ilmiah pada 2020 menemukan bahwa kopi memiliki potensi protektif terhadap ginjal.

    Namun, semua kembali pada prinsip moderasi. Jika Anda masih khawatir terhadap dampak kafein, bisa memilih alternatif kopi decaf atau kopi tanpa kafein.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Awas, Studi Temukan Minum Kopi Sebanyak Ini Bisa Bikin Ginjal Rusak”

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 8 Jus Buat Diet yang Bikin Berat Badan Turun dan Lemak Luruh


    Jakarta

    Sedang diet? Konsumsi jus buah dengan nutrisi tepat ini bisa jadi pilihan. Berat badan akan cepat turun dan lemak pun luruh. Jenisnya ada jus wortel hingga jus sayuran hijau.

    Jus bisa jadi menu diet pilihan, tapi usahakan mengonsumsi jus alami atau yang dibuat sendiri di rumah. Dengan begitu, tambahan gulanya dapat dikontrol. Jus yang lebih sehat juga kemungkinan mengandung lebih banyak serat.

    Melansir Healthline dan Forbes Health, berikut deretan buah dan sayuran yang dapat dijadikan jus untuk diet menurunkan berat badan:


    1. Jus buah bit

    Juice buah bit untuk ibu hamilJuice buah bit kaya antioksidan dan nutrisi lain yang bisa menurunkan beraat badan. Foto: Getty Images/Angelika Mostova

    Bit termasuk buah kaya antioksidan yang dapat dukung penurunan berat badan. Penelitian menunjukkan konsumsi antioksidan tinggi bisa menurunkan indeks massa tubuh (BMI) pada orang obesitas.

    Antioksidan bantu menurunkan berat badan dengan mendorong pemecahan sel-sel lemak dan seiring berjalannya waktu turut meningkatkan fungsi metabolisme.

    Bit utuh juga rendah kalori dan tinggi serat. Buah ini bantu memperlambat pengosongan perut dan bikin kenyang lebih lama sehingga asupan kalori berkurang.

    2. Jus seledri

    Jus seledriJus seledri juga bisa diminum karena kandungan kalori rendah. Foto: iStock

    Kandungan air dalam seledri atau batang seledri tinggi dan kalorinya rendah. Studi menunjukkan konsumsi makanan dan minuman berkalori rendah bermanfaat untuk memangkas berat badan dan meluruhkan lemak.

    Sayuran ini juga sumber antioksidan yang bantu mengurangi stres oksidatif dan melawan peradangan.

    3. Jus ceri

    Konsumsi jus ceri bagus untuk diet dengan manfaatnya mendorong seseorang tidur lebih lama dan berkualitas. Buah ini mengandung melatonin, hormon yang dikenal sebagai obat tidur.

    Penelitian menemukan orang yang memiliki kebiasaan tidur panjang dan berkualitas dapat bantu tingkat penurunan berat badan yang lebih besar.

    4. Jus delima

    Ilustrasi jus delimaJus delima punya kandungaan polifenol baik untuk menekan nafsu makan. Foto: Getty Images/PhotoIris2021

    Antioksidan dan polifenol dalam delima tergolong tinggi. Polifenol diketahui bisa menekan nafsu makan sehingga asupan kalori hanya sedikit.

    Delima juga bantu mencegah lonjakan dan penurunan gula darah yang dapat meningkatkan rasa lapar. Bukan hanya itu, kandungan kalorinya rendah sehingga dukung penurunan berat badan.

    5. Jus wortel

    Wortel termasuk sayuran padat nutrisi dan kaya serat. Asupan serat yang cukup mampu menahan nafsu makan dan membuat kenyang lebih lama.

    Sayuran berwarna oranye ini juga tinggi karotenoid. Studi menunjukkan pengidap obesitas yang rutin konsumsi minuman kaya karotenoid setiap hari mengalami penurunan lemak perut signifikan.

    6. Jus sayuran hijau

    Sayuran hijau mengandung nutrisi penting yang mudah diserap, mencakup tinggi serat, gula rendah, dan antioksidan. Kandungannya bantu meningkatkan kesehatan usu dan mengurangi peradangan. Melawan peradangan diketahui merupakan kunci penurunan berat badan yang efektif.

    Sayuran hijau yang dapat digunakan seperti bayam, kale, peterseli, dan brokoli. Mentimun, apel hijau, dan seledri juga dapat ditambahkan atau dicampur agar jus semakin nikmat.

    7. Jus semangka

    Jus semangka.Bisa juga minum jus semangka yang bisaa turunkan bb. Foto: Getty Images/galitskaya

    Semangka termasuk buah yang kaya akan kandungan air. Tingginya kandungan air dalam buah dapat menurunkan berat badan dengan membuat perut kenyang lebih lama. Selain itu, buah berdaging merah menyegarkan ini rendah kalori.

    Semangka juga mengandung asam amino dan arginine. Keduanya diketahui bantu meluruhkan lemak tubuh yang dukung penurunan berat badan.

    8. Jus jahe

    Jahe terbukti meningkatkan termogenesis dan mengurangi rasa lapar. Termogenesis mengacu pada proses pembakaran kalori oleh tubuh yang menghasilkan panas.

    Penelitian juga menunjukkan rimpang satu ini bantu meningkatkan metabolisme dan menyimpan profil antioksidan mengesankan yang memiliki efek anti diabetes.

    Untuk membuat jus ini, cukup gunakan bongkahan kecil jahe dan campurkan perasan lemon untuk menambah rasa dan antioksidan ekstra.

    Artikel ini sudah tayang di detikfood dengan judul “8 Jus untuk Diet, Ampuh Pangkas BB hingga Meluruhkan Lemak”

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rekomendasi 2 Jus Terbaik untuk Orang Usia 50 Tahun ke Atas


    Jakarta

    Orang berusia 50 tahun ke atas disarankan lebih memerhatikan asupan makanannya jika ingin sehat dan berumur panjang. Coba rutin konsumsi 2 jus terbaik ini menurut para ahli.

    Menjaga kesehatan seiring pertambahan usia bukan perkara mudah, terlebih jika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Salah satu cara sederhananya adalah dengan mengatur pola makan, termasuk lewat konsumsi jus.

    Namun, tak semua jus layak diklaim sebagai minuman sehat. Meski terlihat segar dan menyehatkan, beberapa jenis jus justru mengandung gula tambahan yang tinggi, serta minim serat.


    Hal ini justru dapat berdampak buruk, terutama bagi kelompok usia 50 tahun ke atas yang mulai rentan terhadap berbagai gangguan metabolik.

    Menurut ahli nutrisi Blanca Garcia, jus terbaik bagi individu berusia 50 tahun ke atas adalah yang berasal dari campuran buah dan sayuran segar. Jus juga harus dibuat tanpa tambahan gula maupun bahan pengawet.

    tren minum jus 3 hari untuk detox  tubuhAda jus yang direkomendasikan untuk orang berusia 50 tahun ke atas. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Dia menyarankan agar jus yang dikonsumsi lebih menitikberatkan pada sayuran ketimbang buah.

    “Tanpa serat yang bisa memperlambat proses pencernaan, gula darah bisa melonjak setelah minum jus,” ujar Blanca, seperti dikutip dari Eat This Not That.

    Sebaliknya, jus dari sayuran cenderung memiliki kadar gula lebih rendah dan serat yang lebih tinggi, sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

    Serat juga memegang peran krusial dalam menjaga sistem pencernaan, yang pada usia 50-an umumnya mulai mengalami perlambatan fungsi.

    Sebuah penelitian dalam JAMA Internal Medicine menunjukkan bahwa orang berusia antara 50-71 tahun yang rutin mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya.

    Serat membantu meningkatkan kesehatan usus, mengontrol kadar kolesterol, dan mendukung metabolisme tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, mengonsumsi jus yang kaya serat bisa menjadi langkah cerdas bagi Anda yang ingin tetap aktif dan sehat di usia paruh baya.

    Baca juga: Botol Coca-Cola Berusia 1 Abad Ditemukan Kolektor, ini Tampilannya

    Jus buah dan sayurKonsumsi jus sayur jauh lebih direkomendasikan daripada jus buah. Foto: Istock

    Berikut dua jenis jus yang disarankan oleh para ahli untuk usia 50 tahun ke atas:

    1. Jus kangkung

    Jus dari sayuran hijau satu ini ternyata bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Biomedical and Environmental Sciences, disebutkan bahwa konsumsi jus kangkung selama tiga bulan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

    Efek ini tentu sangat penting bagi kelompok usia 50-an yang mulai rentan terhadap penyakit kardiovaskular.

    2. Jus brokoli

    Brokoli mengandung antioksidan bernama kaempferol yang diketahui dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif akibat penuaan.

    Selain itu, kandungan antioksidan dalam brokoli juga bermanfaat untuk menangkal radikal bebas penyebab berbagai penyakit kronis.

    Mengonsumsi jus brokoli secara rutin dapat membantu menjaga fungsi otak dan sistem kekebalan tubuh tetap optimal.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Rahasia Umur Panjang, Ini Jus Terbaik buat Usia 50-an Menurut Ahli”

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com