Author: perbaiki

  • Bisnis ‘Street Coffee’ Milik Mantan Pramugari SQ yang Inovatif


    Jakarta

    Nyempil di kawasan Sudirman, ada coffee truck yang ternyata bisnis milik mantan pramugari maskapai asing. Pilihan menunya variatif dengan harga terjangkau!

    Kopi tak lagi dilihat sebagai gaya hidup, tetapi kini dipandang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perkembangannya yang dinamis memunculkan banyak ragam bisnis kopi yang unik-unik.

    Salah satunya Nomade Coffee yang menyulap sepeda motor roda tiga menjadi coffee truck atau street coffee yang unik. Tak hanya itu, kehadiran Nomade Coffee yang digagas oleh seorang mantan pramugari juga punya kisah uniknya sendiri.


    Pemiliknya sampai melakukan riset ke Inggris dan Prancis untuk mewujudkan bisnis serupa di tanah air. Beruntung, Nomade Coffee kini banyak dikenal dengan menu yang variatif dan bahan-bahan berkualitas tetapi dengan harga yang tetap terjangkau.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Nomade Coffee
    Alamat Jalan Sungai Gerong No.14, Tanah Abang, Jakarta Pusat
    Instagram
    @nomadecoffee.id
    Jam Operasional Senin-Sabtu, 11.00 – 19.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 18.000 – Rp 28.000
    Tipe Kuliner Kopi
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Pesan Online
    • Pembayaran Tunai
    • Pembayaran Non-tunai
    • dll
    Nomade Coffee: Bisnis 'Street Coffee' Milik Mantan Pramugari SQ yang InovatifNomade Coffee merupakan bisnis milik mantan pramugari SQ. Foto: Tim detikfood

    Didirikan oleh Mantan Pramugari

    Sebuah coffee truck yang berada di kawasan Sudirman, walaupun lokasinya ‘ngumpet’, ternyata banyak peminatnya. Sosok di balik kopi kaki lima atau street coffee ini adalah Rachel dan teman-temannya.

    Kepada detikcom, Sabtu (23/8), Rachel menyatakan Nomade Coffee adalah bisnis pertamanya. Sebelumnya ia berprofesi sebagai pramugari di Singapore Airlines (SQ) yang membuatnya kerap keliling dunia dan melihat penjual kopi jalanan dengan penampilan yang unik.

    Dibantu dengan suami dan empat orang temannya, Rachel mencoba membuat gambaran untuk menghadirkan bisnis kuliner impiannya. Mulai dari mencari tempat strategis, riset dan mengembangkan produk, hingga cara mengelola bisnis kuliner pertamanya agar langgeng.

    Nomade Coffee: Bisnis 'Street Coffee' Milik Mantan Pramugari SQ yang InovatifBisnis coffee streetnya terinspirasi dari penjual di luar negeri. Foto: Tim detikfood

    Mempelajari Street Coffee di Luar Negeri

    Riset yang dilakukan Rachel tak main-main. Banyak negara yang telah dikunjunginya saat menjadi pramugari justru sengaja dimanfaatkan untuk memahami bagaimana sebuah coffee truck atau coffee street beroperasi.

    “Kalau dari aku, aku cari banyak inspirasi dari street coffee di banyak negara-negara lain. Jadi pas aku ke negara tersebut (salah satunya “Dear Coco” di London, Inggris) sengaja melihat dari gimana cara kerjanya, listriknya, desainnya, dan lain-lain. Bahkan sampai aku ajakin ngobrol-ngobrol juga baristanya,” ujar Rachel kepada detikcom.

    Bahkan ia juga secara sengaja pernah menghubungi salah satu pemilik coffee truck yang beroperasi di Paris, Prancis untuk mendapatkan masukan. Hingga akhirnya Rachel dan teman-teman mulai mengembangkan sendiri model bisnis kuliner yang disesuaikan dengan selera pasar.

    Nomade Coffee: Bisnis 'Street Coffee' Milik Mantan Pramugari SQ yang InovatifSelain dalam bentuk coffee truck, Nomade Coffee berfokus mengincar acara-acara spesial. Foto: Tim detikfood

    Menyasar Acara-acara Spesial

    Alih-alih menyasar para pekerja di kawasan Sudirman, Nomade Coffee ternyata punya tujuan khusus. Selain melayani para pelanggan yang datang langsung dan memesan online, Nomade juga hadir dalam berbagai acara tertentu.

    Mulai dari acara di komplek perumahan, pernikahan, hingga kebutuhan pada acara kantor. Nomade Coffee tampaknya memaksimalkan identitas coffee truck yang diterapkan.

    Karena itu tidak hanya sekadar berada di atas motor roda tiga, tetapi juga bisa menjangkau Jabodetabek. Nomade Coffee juga bisa menyesuaikan kebutuhan pelanggan, baik menghadirkan lengkap dengan truknya atau dalam versi stan.

    Nomade Coffee: Bisnis 'Street Coffee' Milik Mantan Pramugari SQ yang InovatifPilihan menunya variatif, mulai dari Americano Yuzu hingga Java Latte yang legit. Foto: Tim detikfood

    Menu Variatif dengan Harga Terjangkau

    Bukan perjalanan singkat bagi Nomade Coffee membentuk menu-menunya. Uji coba dengan berbagai jenis susu hingga gonta-ganti roastery untuk mendapatkan pemasok biji kopi yang pas dengan racikannya dilakukan tanpa lelah.

    Bahkan untuk menemukan gula aren pada racikan Java Latte, Rachel mengaku sulit mendapatkan pemasok sirup aren yang pas, sampai-sampai Nomade memilih untuk membeli aren dalam bentuk balok dan mencairkan sendiri.

    “Walaupun sedikit lebih repot, tapi karena kita gamau asal-asalan yang penting murah atau gampang. Kita tetap mementingkan kualitasnya. Sampai akhirnya sekarang Java Latte (aren latte) kita jadi most popular item in the menu. Jadi worth the effort,” lanjutnya.

    Ada tiga menu yang kami cicipi saat mengunjungi Nomade Coffee. Ketiganya adalah Yuzu Americano, Java Latte, dan One in Milo yang harganya mulai dari Rp 18.000an.

    Pada menu Yuzu Americano, perpaduan madu dengan jeruk yuzu yang dilarutkan pada racikan espresso house blend yang dicarikan memberikan sentuhan manis yang segar. Sedikit rasa masam sepat khas Yuzu, tetapi justru karakternya yang menandakan kualitas yuzu yang digunakan tak main-main.

    Sementara untuk Java Latte-nya cukup unik daripada es kopi susu gula aren biasa. Konsistensi yang creamy memiliki aroma harum yang pas seperti perpaduan pandan dan durian dengan rasa aren yang legit, tetapi tidak menusuk di tenggorokan.

    Jika tak suka minum kopi, bisa pesan One in Milo. Menggunakan merek susu cokelat dari Malaysia, racikannya terasa creamy dengan cokelat yang tak terlalu manis tetapi pekat sehingga cukup menyegarkan untuk diseruput pada hari yang terik.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kafe Hidden Gem Ini Punya Sandwich Donat dan Hojicha Enak


    Jakarta

    Di area pemukiman di Tebet, ada kafe rumahan dengan nuansa Jepang yang kental. Namanya Saputto dengan menu andalan donat dan hojicha.

    Tidak hanya pilihan kuliner di area-area strategis, tempat makan yang berada di dalam pemukiman di area Tebet juga tak kalah layak untuk dicoba. Konsep kafe dan tempat makan hidden gem di kawasan Tebet populer digemari foodies walaupun harus menempuh jalan sempit dan minim tempat parkir kendaraan.

    Salah satunya kafe rumahan yang sedang banyak diperbincangkan di media sosial. Kafe bernama Saputto menghadirkan tempat makan dengan suasana rumahan yang tenang di tengah-tengah pemukiman warga.


    Kafe ini memiliki menu andalan donat dan kopi. Nuansa Jepang yang kental dari bagian gerbangnya juga menambah unik konsep tematik yang dihadirkan.

    Mengunjungi Saputto pada (27/8), tim detikfood mencicipi beberapa menu andalan mereka. Mulai dari donat sandwich hingga racikan hojicha dan karamaki yang unik.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Saputto
    Alamat Jalan TebetBarat Dalam 1A No.6, Tebet, Jakarta Selatan
    Instagram
    saputtokitchin
    Jam Operasional Senin tutup
    Selasa dan Jumat, 14.00 – 22.00 WIB
    Rabu, Kamis, dan Sabtu, 09.00 – 21.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 13.000 – Rp 45.000
    Tipe Kuliner Kafe
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Pembayaran Tunai
    • Pembayaran Nontunai
    • Bawa Pulang
    • dll
    Kafe Hidden Gem Ini Punya Sandwich Donat dan Hojicha EnakSaputto beroperasi di tengah pemukiman di Tebet tetapi berhasil membuat orang penasaran. Foto: Tim detikfood

    Lokasi Hidden Gem Jadi Daya Tarik

    Berbisnis kini tak perlu tempat yang terlalu strategis. Berkaca pada beberapa kafe atau tempat makan, justru dengan posisinya yang tersembunyi atau hidden gem membuat banyak orang penasaran.

    Salah satunya Saputto di Tebet. Saputto berada di tengah-tengah pemukiman dengan jalan berupa gang yang sempit.

    Jika datang ke sini hanya tersedia parkiran untuk sebuah sepeda motor saja di halaman terasnya. Sementara kendaraan seperti mobil harus diparkirkan di bagian depan gang yang berjarak sekitar 50 meter dari Saputto.

    Namun berkat lokasinya yang hidden gem tersebut, suasana di Saputto terasa tenang. Tak ada bising lalu lalang motor maupun kacaunya parkiran seperti yang kerap ditemukan pada kafe-kafe pada umumnya.

    Kafe Hidden Gem Ini Punya Sandwich Donat dan Hojicha EnakDi sini pelanggan diarahkan untuk self service dengan mengambil sendiri makanannya dan mengembalikan peralatan bekas pakai. Foto: Tim detikfood

    Konsep Self Service

    Berbeda dengan kafe-kafe lain yang meminta pelanggannya menunggu di meja yang telah dipilih, datang ke Saputto pelanggan harus ikut melayani dirinya sendiri.

    Saputto tidak memiliki banyak pegawai. Pemiliknya sepasang suami istri yang langsung melayani para pelanggan. Karena itu ada beberapa cara bagi pelanggan untuk memesan dan menyajikan makanannya.

    Pertama-tama, pemesanan makanan dilakukan langsung beserta pembayarannya pada kasir. Setelah seluruh pesanan diproses, pelanggan akan dipanggil untuk mengambil pesanannya yang berada tepat di samping meja kasir.

    Setelah makan selesai, pelanggan akan diarahkan untuk merapikan mejanya. Bahkan alat-alat makan yang telah digunakan diminta untuk dikembalikan sendiri ke tempat pengambilan pesanan makanan.

    Kafe Hidden Gem Ini Punya Sandwich Donat dan Hojicha EnakSalah satu menu andalannya yang unik ilah donat yang disajikan seperti sandwich. Foto: Tim detikfood

    Kreasi Donat dan Pastry yang Unik-unik

    Dikelola secara rumahan, Saputto menyajikan ragam donat dan pastry segar yang dibuat selalu baru setiap hari. Istri dari pemilik Saputto yang membuat sendiri donat-donatnya tanpa henti di dapur.

    Bahkan saat menyambanginya, kami mendapati ada beberapa menu yang belum siap disajikan karena masih dalam proses pembuatan. Ada tiga varian donat kentang yang kami cicipi di sini, yaitu Belgian Chocolate (Rp 19.000), Chizu (Rp 20.000), dan Tamado (Rp 38.000).

    Tekstur donat kentangnya lembut, lembab, dan airy. Adonan donatnya cenderung tidak dibuat dengan rasa yang manis sehingga ketika ditambahkan glasting cokelat dan topping keju rasanya tetap seimbang.

    Salah satu yang menarik perhatian kami ialah Tamado atau tamago donat. Adonan donat kentang dibelah dua seperti sandwich kemudian diisi dengan telur, smoke beef, serta keju lembaran.

    Pastrynya yang diberi nama Truffle Cheese juga tak kalah enak. Puff pastry yang renyah diberi topping lembaran keju, potongan telur rebus, serta truffle mayo yang harum. Cocok sebagian varian teman minum kopi yang lebih gurih.

    Kafe Hidden Gem Ini Punya Sandwich Donat dan Hojicha EnakRacikan minuman seperti hojicha hingga karamaki cocok menemani waktu bersantai di Saputto. Foto: Tim detikfood

    Hojicha Latte hingga Karamaki yang Menyegarkan

    Walaupun berkonsep rumahan, Saputto menyanggupi untuk menyajikan banyak jenis minuman. Seperti kopi, teh, susu, hingga olahan mocktail yang menyegarkan.

    Salah satu racikan kopi yang populer di sini ialah Karamaki yang dibanderol Rp 40.000 untuk ukuran basic. Karamaki adalah caramel latte yang ditambahkan whipped krim dan kucuran saus karamel di atasnya.

    Tanpa memesan penyesuaian untuk mengurangi gulanya, racikan Karamakinya tak terlalu manis. Rasa kopinya cenderung lembut dengan susu dan karamel yang lebih dominan tanpa kesan menusuk di tenggorokan.

    Sementara jika ingin memesan mocktail yang segar, ada menu Summer Berry seharga Rp 38.000 per gelas. Racikannya berupa minuman limun yang ditambahkan dengan sirup buah-buah berry.

    Rasanya segar dengan puree buah berry asli yang tetap menghadirkan sensasi mengunyah potongan-potongan buah kecil saat diseruput. Penggemar teh-teh khas Jepang yang datang ke sini juga bisa memesan Hojicha Latte andalan Saputto.

    Walaupun memiliki menu Matcha Latte, pemiliknya menyebut pelanggan di Saputto lebih suka memesan hojicha yang dibanderol Rp 46.000. Kami mencoba resep pesanan hojicha yang populer di sana, yaitu tanpa gula dan mengganti susunya dengan oatmilk.

    Rasa umami pada tiap sedotan hojicha menjadi lebih kuat. Penggunaan oatmilk yang sudah berkarakter manis memberikan sentuhan manis yang tipis. Sementara untuk hojichanya sendiri tetap lembut, tidak hanya dominan somky atau teh yang terlalu kuat.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview detikfood? Kirim email ke redaksi@detikfood.com.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Akhirnya! Sambal Tempong Legendaris Bali yang Pedas Nampol Buka di Jaksel


    Jakarta

    Legendaris di Bali, warung nasi tempong ini akhirnya buka di Jakarta Selatan. Restorannya langsung ramai, bahkan sampai antre hampir 1 jam!

    Nasi tempong merupakan makanan khas Banyuwangi, Jawa Timur. Nasi tempong terdiri dari nasi, sayuran rebus, lauk, dan sambal tempong yang terkenal pedas menyengat.

    Salah satu yang populer adalah Nasi Tempong Indra. Warung nasi tempong tersebut berdiri sejak 2006 dan kerap jadi destinasi kuliner wajib bagi wisatawan di Bali.


    Antre hampir 1 jam

    Nasi Tempong Indra TebetSuasana Nasi Tempong Indra Tebet. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kemudian, warung nasi tempong tersebut buka di Jakarta dan dikelola oleh artis sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, Bebizie. Setelah sukses buka di Kelapa Gading, kini Bebizie membuka cabang baru di Tebet, Jakarta Selatan.

    detikFood menyambangi restorannya saat jam makan siang, sekitar pukul 13.00. Suasana restoran sangat ramai. Baik di lantai 1 dan 2, semuanya dipenuhi oleh pengunjung.

    Pengunjung restoran didominasi oleh pekerja kantoran dan rombongan keluarga. Saking ramainya, sampai menghabiskan waktu hampir 1 jam untuk menunggu pesanan datang.

    Pilihan lauk udang hingga empal

    Nasi Tempong Indra TebetNasi Tempong Indra Tebet menawarkan banyak pilihan lauk. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menu lauk-pauk yang ditawarkan cukup beragam. Kami memesan menu Nasi Tempong Udang seharga Rp 70.000. Seporsinya dilengkapi dengan berbagai kondimen.

    Mulai dari ikan asin, dua tahu goreng, sambal tempong, dan lalapan rebus seperti, kacang panjang, labu siam, dan timun segar. Untuk udang gorengnya disajikan sebanyak 4 ekor.

    Udangnya terbilang besar, teksturnya kenyal, dan rasanya manis. Untuk lauk empal dibanderol Rp 60.000. Empalnya berukuran kecil, tapi teksturnya empuk dan berserat.

    Nasi Tempong Indra TebetNasi Tempong Indra Tebet dengan lauk ayam goreng 1/2 ekor. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Rasanya perpaduan manis dan gurih. Tak kalah jadi favorit ada lauk ayam 1/2 ekor seharga Rp 60.000. Jenis ayamnya menggunakan ayam kampung. Teksturnya empuk dan tidak alot.

    Rasanya gurih dengan rasa bumbu kuning yang meresap. Selain itu, juga tercium aroma kunyit yang khas.

    Sengatan sambal tempong

    Nasi Tempong Indra TebetNasi Tempong Indra Tebet. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Untuk sambalnya disajikan di wadah kecil terpisah. Kemudian, juga disajikan dengan jeruk limo. Semua lauk-pauk yang garing dan gurih tadi, enak dicocol dengan sambalnya.

    Sebelum dicocol, jangan lupa untuk kucuri air jeruk limo sampai tercium aroma citrus segar. Rasanya yang pedas menyengat jadi semakin sedap dengan sensasi segar dari jeruk limo.

    Saking menyengatnya sampai memunculkan keringat dan hidung berair. Di saat inilah paling pas melahap labu siam dan timun yang berair sehingga sedikit meredakan sengatan pedas.

    Nasi Tempong Indra yang baru buka di Jakarta Selatan ini bisa jadi pilihan strategis untuk makan bersama rombongan keluarga. Restorannya buka setiap hari, pukul 10.00-22.00.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Es Krim Wasabi dan Pancake Berry Miso di Kafe Pet Friendly Bogor


    Bogor

    Di Bogor ada kafe pet friendly yang suasananya asri dan suguhan makanannya lengkap. Buat santai, paling enak cicip beragam rasa es krim homemade di sini dan menu fusion Jepang lainnya.

    Kulineran di Bogor memang tak habis-habis pilihannya. Jika menyusuri Jalan Bina Marga, misalnya, ada banyak kafe dan tempat makan yang bisa kamu sambangi. Salah satunya Hvbitat Cafe di Jalan Bina Marga II.

    Kafe ini unik karena mengusung konsep ramah hewan peliharaan alias pet friendly, sebuah konsep yang belum banyak dijumpai di Bogor. Menunya pun istimewa dengan konsep Japanese-fusion dimana penggunaan bahan-bahan Jepang jadi kunci utama kelezatan menunya.


    Meski memakai unsur bumbu dan bahan Jepang, Hvbitat Cafe menjamin menunya ‘No Pork, No Lard, dan No Mirin’. Pilihan menunya beragam, dari deretan camilan, makanan utama, sampai makanan penutup (dessert).

    Yang bikin tambah spesial, Hvbitat Cafe menjadi surga untuk pencinta es krim. Mereka punya es krim homemade dengan merek Deluca yang menawarkan aneka rasa unik.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Hvbitat Cafe
    Alamat Jalan Bina Marga II Nomor 18, Bogor
    Instagram hvbitat
    Jam Operasional 08.00-22.00
    Estimasi Harga mulai dari Rp 25 ribu untuk kopi dan Rp 38 ribu untuk camilan
    Tipe Kuliner fusion Jepang dan es krim
    Fasilitas
    • area makan nyaman di tempat
    • area pet friendly

    Konsep pet friendly dan asri yang jadi daya tarik

    Hvbitat CafeHvbitat Cafe menyediakan area pet friendly untuk pengunjung yang membawa hewan peliharaan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Bangunan Hvbitat Cafe mencuri perhatian berupa rumah kaca dengan konsep seperti industrial yang didominasi warna silver, putih, dan cokelat kayu. Begitu masuk, kami langsung ‘disambut’ kulkas es krim Deluca yang memajang es krim jar aneka rasa.

    Lalu ada area pesan dan bayar dimana kami juga bisa bertanya-tanya dulu dengan pegawai, jika bingung dengan pilihan menu yang ada. Nantinya pesanan akan diantar ke meja pengunjung.

    Mengusung konsep pet friendly, Hvbitat Cafe memperbolehkan hewan hanya di area luar ruangan. Selain itu, terdapat beberapa aturan yang perlu diikuti, seperti hewan yang harus menggunakan stroller atau pakai tali, menggunakan pampers, dan tidak boleh merusak dekorasi kafe.

    Area luar ruangan Hvbitat Cafe cukup luas dengan spot utama berupa hamparan rumput hijau. Tersedia bangku-bangku dan meja kayu untuk santap pengunjung, ditambah tanaman hijau nan asri yang mengelilinginya.

    Suasananya pun sejuk karena ada kipas angin yang dipasang kafe. Tak sekadar untuk santap sambil bawa hewan peliharaan, tempat ini menurut kami juga cocok untuk Work from Cafe (WFC).

    Pilihan menu makanan yang lengkap

    Hvbitat CafeHvbitat Cafe menawarkan es krim aneka rasa, minuman kopi, dan nonkopi. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Hvbitat Cafe menyediakan banyak pilihan menu. Dari kategori minuman, ada Crafted Coffee, Classic Coffee, Crafted Non Coffee, dan Mocktail. Di sini juga ada aneka kreasi matcha dan hojicha yang lagi tren.

    Dari kategori makanan, tersedia camilan seharga mulai dari Rp 38 ribu. Pilihannya ada Miso French Fries, Kuranchi, Banana Furai, dan Tunarito. Ada juga tacos unik berbahan nori dan tuna atau ayam.

    Kalau mau All Day Breakfast, Hvbitat Cafe punya olahan pancake, French toast, breakfast wrap, sampai chazuke yaitunasi putih yang disiram dengan teh hijau panas dan dashi.

    Bagaimana dengan makanan utama? Kamu bisa mencicipi Cured Salmon Don, Beef Habanero Don, Omurice, sampai Dry Chili Ramen di sini. Tersedia juga Kids Meal berupa Chicken Cheezy Katsu dan Ramen-Chan.

    Santai sore menikmati pancake dan kopi susu Hokkaido

    Hvbitat CafePancake miso yang unik dan enak dengan tambahan es krim wasabi di Hvbitat Cafe. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Menghabiskan sore di Hvbitat Cafe, kamu bisa pesan Berry Miso Pancake (Rp 58 ribu) yang jadi favorit dari kategori All Day Breakfast. Menu ini berupa pancake miso dengan berries salsa, siraman sirup maple, dan es krim wasabi.

    Menu ini dibuat fresh dengan waktu tunggu sekitar 15 menit. Tampilannya begitu cantik, sesuai tampilan di buku menu. Siraman saus maple dan kehadiran berries salsa menebar aroma manis segar yang menggugah selera.

    Pancakenya gaya Amerika dengan dua tumpuk. Teksturnya empuk lembut dan agak berongga. Rasanya gurih unik karena dalam adonannya dicampurkan miso, pasta fermentasi dari kedelai khas Jepang.

    Ketika disuap bersamaan dengan berries salsa-nya, tercecap rasa asam menyegarkan. Rasanya semakin unik di mulut saat disantap bersama es krim wasabi yang punya aroma khas wasabi sedikit tajam, tapi rasanya tetap manis.

    Sebagai penyegar, Hokkaido Milk Latte (Rp 38 ribu) layak dipesan pencinta kopi susu creamy. Teksturnya seperti Spanish Latte yang kental creamy. Menurut kami, komposisi rasa kopi dan susunya seimbang dengan rasa manis yang ringan. Jadi enak diseruput sekaligus.

    Uniknya es krim wasabi white chocolate dan blueberry cheesecake

    Hvbitat CafeDua varian es krim yang bisa dipesan di Hvbitat Cafe. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Melihat kulkas es krim di bagian depan kafe, kami tertarik dengan aneka rasa yang ditawarkan. Ada Blackout Chocolate, Biscoff Cookie Butter, Earl Grey Tea, Mint Choco Chip, Very Berry Strawberry, Popcorn, Baked Brownie, hingga Blueberry Cheesecake.

    Harganya Rp 35 ribu untuk kemasan stoples kaca (jar) kecil. Kami memesan Wasabi White Chocolate (Rp 35 ribu) dan Blueberry Cheesecake (Rp 35 ribu).

    Tekstur es krimnya lembut dengan rasa manis yang pas pada kedua jenis es krim pesanan kami. Untuk Wasabi White Chocolate, ada sentuhan unik antara rasa wasabi yang khas dengan cokelat putih yang manis legit. Meski sepintas paduan ini terlihat ‘tidak nyambung’, tapi rasanya ternyata enak.

    Varian Blueberry Cheesecake juga tak kalah istimewa. Menyantap es krim ini seperti menikmati dessert cheesecake rasa blueberry dalam versi es krim. Rasanya dominan asam manis dan menyegarkan. Cocok buat kamu yang suka rasa buah berry.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke redaksi@detikfood.com

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Puas Makan Nasi Kandar Mamak dan Canai Kari ala Malaysia


    Jakarta

    Di Kemang, Jakarta Selatan, ada tempat makan baru spesialis nasi kandar ala Malaysia. Menunya cocok untuk makan siang yang puas dan sedap!

    Tak hanya terkenal dengan nasi lemaknya, Malaysia juga punya menu populer seperti nasi kandar yang sekilas mirip nasi Padang di Indonesia. Bedanya, nasi kandar disiram dengan kuah kari khas masakan Melayu.

    Belakangan ini banyak tempat makan khas Malaysia yang buka di Jakarta. Salah satunya Nagri Utara di area Kemang Selatan.


    Di sini spesialis menyajikan hidangan nasi kandar aneka lauk. Mulai dari lauk ayam goreng Mamak sampai udang. Berikut beberapa menu enak yang ada di Nagri Utara:

    Detail Informasi Nagri Utara
    Nama Tempat Makan Nagri Utara
    Instagram JL. Kemang Selatan VIII No. 55, Jakarta Selatan.
    No Telp @nagriutara
    Jam Operasional 09.00 – 19.00
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 60.000
    Tipe Kuliner Kuliner Melayu khas Malaysia.
    Fasilitas

    1. Tempat Makan ala Warung Mamak

    -Nagri Utara, Tempat Makan ala Warung Mamak. Foto: detikFood

    Di Malaysia, warung Mamak adalah sebutan untuk rumah makan sederhana yang menyajikan aneka menu makanan, camilan, sampai minuman dengan harga terjangkau. Warung Mamak biasanya dikeolaorang India Muslim. Istilah “mamak” sendiri merujuk pada paman atau kerabat dari pihak ibu dalam budaya India Muslim.

    Konsep itulah yang dibawa Nagri Utara ke gerai pertama mereka di Kemang. Dengan desain restoran yang sederhana, pengunjung akan merasakan suasana makan di warung Mamak asli yang ada di Malaysia.

    Menu yang ditawarkan pun autentik seperti warung Mamak di Malaysia, mulai dari nasi kandar aneka lauk, roti canai dengan cocolan kuah kari, sampai mie goreng Mamak. Kisaran harga menunya dari Rp 18.000 saja.

    2. Nasi Kandar Ayam Mamak

    -Seporsi Nasi Kandar Ayam Mamak (Rp 45.000) disajikan dengan nasi putih yang disiram kuah kari sampai banjir. Foto: detikFood

    Menurut pemilik Nagri Utara, salah satu menu wajib yang harus dicoba adalah ayam goreng Mamak. Berbeda dengan ayam goreng lainnya, ayam goreng ini memiliki warna merah mirip olahan charsiu yang kemerahan. Bedanya ayam goreng ini dibuat menggunakan tepung dan bumbu berempah, sehingga rasanya gurih dan tak hambar.

    -Ayam goreng Mamak ini memiliki warna merah mirip olahan charsiu yang kemerahan. Foto: detikFood

    Seporsi Nasi Kandar Ayam Mamak (Rp 45.000) disajikan dengan nasi putih yang disiram kuah kari sampai banjir. Kemudian dapat kremesan, sayur kubis, dan tentunya pare goreng. Lengkap dengan pilihan minum Sirup Kampung atau Teh Tawar.

    Porsi makanannya sangat banyak, jadi cocok untuk menu makan siang. Rasa kuah kari dari nasi kandarnya juga sudah disesuaikan dengan selera orang Indonesia. Namun yang paling enak memang ayam goreng Mamak dimana bagian kulit ayamnya krispi dan berbumbu. Tekstur dagingnya pun empuk dan tidak hambar.

    3. Nasi Kandar Udang Kari dan Mie Mamak

    -Nasi Kandar Udang Kari (Rp 55.000). Foto: detikFood

    Kalau mau coba nasi kandar dengan lauk lain, bisa coba Nasi Kandar Udang Kari (Rp 55.000). Komposisinya sama dengan paket nasi kandar sebelumnya dan sudah dapat minum juga, tapi yang membedakan adalah lauk udang karinya.

    Ukuran udangnya besar dan menyatu dengan rasa kari khas Malaysia. Rasanya familiar seperti kuah gulai dari Indonesia.

    -Menu Mie Goreng Mamak (Rp 59.000) bisa pilih mau pakai ayam atau daging sapi. Foto: detikFood

    “Kalau orang Malaysia kebanyakan makan nasi kandar itu sambil pesan mie goreng Mamak juga. Jadi ‘double’ karbo, makan nasi pakai mie goreng,” ucap sang pemilik.

    Menu Mie Goreng Mamak (Rp 59.000) bisa pilih mau pakai ayam atau daging sapi. Porsinya tak kalah melimpah dari nasi kandarnya. Menggunakan mie telur yang biasa digunakan untuk mie gomak. Rasa mie Mamak gurih tapi tidak terlalu asin, ditambah dengan aroma ‘smokey’ dari tumisannya yang menggoda selera.

    4. Roti Canai hingga Teh Tarik

    -Menu Roti Canai Kosong Kuah Kari (Rp 18.000). Foto: detikFood

    Nagri Utara tak hanya menyajikan makanan berat saja, tapi juga menjual menu camilan dan minuman yang populer di Negeri Jiran. Konsep ini layaknya kedai Mamak di Malaysia.

    Seperti menu Roti Canai Kosong Kuah Kari (Rp 18.000). Menu ini disebut ‘kosong’ karena kuah kari yang disajikan polos tanpa daging. Tersedia juga pilihan kuah kari dall ala India yang rasanya lebih kuat.

    - Es Teh Tarik (Rp 26.000) yang rasanya mirip es teh tarik ala Malaysia yang berbuih di bagian atas dengan rasa manis seimbang. Foto: detikFood

    Kemudian kalau suka yang manis, ada menu Roti Tissue Manis (Rp 29.000). Camilan ini juga populer di Malaysia. Tekstur rotinya tipis seperti keripik disajikan dengan saus cokelat yang enak.

    Terakhir ada Es Teh Tarik (Rp 26.000) yang rasanya mirip es teh tarik ala Malaysia yang berbuih di bagian atas dengan rasa manis seimbang. Cocok untuk teman ngemil roti canai dan roti tissue.

    Selain menu-menu di atas, Nagri Utara juga menyajikan menu lainnya seperti Roti Sarang Burung, Martabak Daging, Nasi Kandar Bajamba, sampai Kwetiau.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Gnocchi Ubi hingga Fettuccine Bebek Asap di dalam Pasar Santa


    Jakarta

    ‘Tersembunyi’ di dalam pasar, gerai ini menawarkan homemade pasta unik dengan topping beragam. Mulai dari gnocchi berbahan dasar ubi hingga fettuccine topping bebek asap sedap.

    Kulineran di dalam pasar tidak melulu membosankan, terlebih ketika mampir ke Pasar Santa yang sejak lama dikenal sebagai pusat kuliner anak Jakarta Selatan.

    Pasar ini memang menampung banyak tenant makanan menarik, mulai dari kedai kopi, kafe, makanan tradisional, hingga makanan ala restoran.


    Salah satu yang sayang untuk dilewatkan, R&d Trattoria. Mereka menawarkan pasta homemade segar yang bisa dimasak dengan saus dan topping unik pilihan.

    R&D Trattoria berlokasi di area food court Pasar Santa dan menempati bangunan mungil berkonsep menarik. Makan di tempat ini rasanya tidak lagi seperti ada di pasar. Sebab, gerainya disulap seperti ala restoran di Eropa bernuansa putih dan biru. Nuansa restoran Eropa semakin didukung dengan pajangan dan dekorasinya.

    Terdapat beberapa meja dan kursi yang disiapkan khusus untuk pelanggan di depan gerai mereka. Pasta mereka juga tersusun rapi di etalase kaca sehingga pelanggan bisa memilih langsung menu yang diinginkan.

    R&D Trattoria Pasta di Pasar SantaBegini tampilan area makan R&D Trattoria Pasta di Pasar Santa. Kak Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    detikFood mencicipi beberapa menu andalan di sini. Berikut rekomendasinya:

    1. Usaha kuliner berawal dari ‘iseng’

    R&D Trattoria Pasta di Pasar SantaR&D Trattoria Pasta di Pasar Santa terbentuk dari ide iseng kedua pemiliknya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    R&D Trattoria sebenarnya sudah berdiri hampir setahun di Pasar Santa. Berawal dari ide kedua pemiliknya yang sama-sama berpengalaman di industri ini dan pernah sekolah masak.

    Riston, salah satu pemilik mengungkap dirinya sempat belajar di Bali Culinary Pastry School (BCPS) Bali. Sedangkan partnernya Dimas, sempat belajar di Academy of Pastry & Culinary Arts Indonesia (APCA) Alam Sutera.

    Bisnis ini menjadi kerjasama pertama mereka. Berawal dari ‘iseng’ bikin pasta, lanjut menjadi hobi, sampai akhirnya kreasi pasta homemade tersebut dijual dalam skala besar.

    “Jadi awalnya itu dari iseng-iseng bikin pasta, wah ternyata enak. Terus makin lama jadi hobi. Karena kayak wah ternyata pasta itu bisa dikreasikan macem-macem akhirnya kita lanjutin,” jelas Riston kepada detikFood.

    Selain ide awal yang menarik, terdapat arti tersendiri dibalik penamaan R&D Trattoria. Riston mengaku R&D bisa berarti gabungan nama ‘Riston dan Dimas’ maupun ‘Research and development’. Artinya gerai ini akan terus mengulik hidangan pasta dan menyajikan produk-produk baru ke pelanggan.

    2. Menyajikan pasta homemade pilihan

    R&D Trattoria Pasta di Pasar SantaR&D Trattoria menawarkan pasta homemade dengan berbagai pilihan saus dan topping. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Meskipun lokasinya di dalam pasar, R&D Trattoria menyajikan pasta berkualitas. Bahkan semua pasta dan saus di tempat ini dibuat homemade dan segar.

    Resepnya juga disesuaikan dengan lidah pemiliknya agar pelanggan bisa merasakan cita rasa yang khas.

    “Kita selalu pakai taste kita sendiri dan kita mau bikin orang itu ngerasa ‘homey’ kalau makan makanan kita,” ujar Riston.

    Riston dan Dimas juga menyalurkan kreativitasnya ke dalam pilihan menu pasta di sini. Pasta yang ditawarkan tidak sekadar terbuat dari tepung, tetapi ada juga yang berbahan dasar ubi hingga kentang.

    Selain itu pemilihan toppingnya juga menarik. Di sini pelanggan bisa menikmati pasta dengan saus pilihan dan topping, seperti bebek hingga daging kuda.

    Riston mengungkap ide kreatifnya muncul atas dasar inspirasi dari tontonan Youtube.

    “Jadi, pembawa acara YouTube ini suka ngeliput nenek-nenek rumahan, gitu, masakan rumahan di berbagai daerah di Italia. Terus kayak kita terinspirasi dari situ. Soalnya rasa-rasa, cita-rasa mereka tuh beda daripada pakem-pakem restoran,” kata Riston.

    Soal harga bervariasi tergantung dari jenis pasta, saus, dan topping pilihan. Namun berkisar mulai dari Rp 38.000 hingga Rp 80.000 an per porsi.

    3. Gnocchi Ubi Cilembu dengan saus pesto pedas

    R&D Trattoria Pasta di Pasar SantaGnocchi berbahan dasar ubi yang dipadukan dengan saus pesto pedas smokey. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Awal mulanya menu pasta di R&D Trattoria sebatas fettuccine, spaghetti, pappardelle, dan gnocchi kentang. Namun sesuai dengan nama dan tujuan mereka, akhirnya menu-menu baru bermunculan.

    Ada satu pilihan pasta yang menarik perhatian kami, yaitu gnocchi ubi cilembu. Gnocchi tersebut bisa disajikan dengan saus apapun, tetapi kami mencoba saus Pesto Rosso Piccante. Seporsinya dibanderol seharga Rp 62.000.

    Sebenarnya ada tiga saus pesto yang ditawarkan oleh R&D. Mulai dari pesto berbasis daun kemangi Italia, pesto rosso piccante (dari cabai yang dibakar), dan pesto dari paprika yang dibakar dengan pasta tomat dan daun basil.

    Gnocchi berbentuk kecil dan bulat ini punya tekstur yang lembut dan kenyal saat dikunyah. Namun tidak lengket atau lembek dan masih terasa ringan di mulut.

    Karena bahannya dicampur dengan ubi cilembu, rasa gnocchi ini pun menjadi sangat unik. Tercecap rasa manis dominan di pastanya.

    Disajikan dengan saus pesto rosso piccante perpaduan rasanya semakin menarik. Saus pesto yang terbuat dari cabai dibakar ini tidak begitu pedas tetapi ada sentuhan smoky berempah yang khas.

    Sayangnya rasa gnocchi ubi yang dominan manis agak menutupi rasa dari saus pesto tersebut. Adapun sentuhan rasa sedikit asam yang datang dari potongan tomat.

    4. Fettuccine Quackbonara yang creamy smokey

    R&D Trattoria Pasta di Pasar SantaHadir juga pasta fettuccine creamy carbonara dengan topping bebek. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Hampir setiap bulan R&D Trattoria mengeluarkan menu-menu baru dan spesial. Pada Agustus kemarin, mereka punya Fettuccine Quackbonara (Rp 68.000) yang rupanya jadi favorit banyak orang.

    “Menu favorit ada yang kita keep sampai orang mulai bosan, nanti kita let go. Paling favorit sekarang sih bisa dibilang fettuccine pakai quackbonara ini,” ujar pemilik gerai pasta tersebut.

    Seporsi fettuccine disajikan dengan saus carbonara dan potongan daging bebek asap. Fettuccine punya tekstur al dente dimasak dengan saus carbonara yang dibuat sendiri hanya pakai telur dan keju parmesan.

    R&D Trattoria Pasta di Pasar SantaFettuccine yang creamy gurih berpadu sempurna dengan potongan daging bebek asap yang smokey. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tercecap rasa gurih, creamy, dengan sedikit aroma telur di ujung lidah. Pasta ini menjadi semakin nikmat dinikmati bersama topping bebek asapnya yang teksturnya cenderung kenyal dengan rasa gurih smokey.

    5. Meatball Ravioli Pomodoro tak kalah nikmat

    R&D Trattoria Pasta di Pasar SantaR&D Trattoria juga punya menu ravioli isi cincangan daging sapi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ada juga menu pasta meatball ravioli yang bisa disajikan dengan saus pomodoro. Seporsinya dibanderol Rp 54.000.

    Sesuai namanya, pasta ravioli yang berbentuk persegi diisi dengan daging sapi cincang. Teksturnya padat tetapi lembutnya pas, tidak sampai lembek. Isian cincangan dagingnya juga tidak kering, tetapi lembap dengan aroma daging yang kuat.

    R&D Trattoria Pasta di Pasar SantaIsi dagingnya padat dengan tekstur pasta lembut. Semakin enak dimakan dengan saus pomodoro yang asam segar. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pasta ini terasa pas dipadukan dengan saus pomodoro yang berbahan dasar tomat. Rasanya asam manis alami dari tomat dan ada sedikit sentuhan gurih. Saus pomodoro ini juga terasa bersih dan ringan di mulut karena tidak banyak menggunakan rempah.

    Jika tertarik bisa mampir langsung ke R&D Trattoria di Food Court Pasar Santa. Sementara buka setiap Selasa-Minggu pukul 12.00 – 19.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Salt Bread Isi Krim Susu hingga Garlic Cheese Hits di Bakery Korea


    Jakarta

    Bakery Korea terbaru hadir di Jakarta Selatan. Namanya Daribu yang menawarkan variasi salt bread rasa susu hingga garlic cheese buatan orang Korea asli.

    Salt bread termasuk jenis roti yang populer di Korea Selatan. Roti bercita rasa gurih dengan sensasi buttery ini banyak ditawarkan bakery populer.

    Popularitas salt bread di Indonesia juga terbilang sangat tinggi. Banyak bakery viral di Jakarta yang menawarkan kreasi salt bread andalan.


    Terbaru ada Daribu Jakarta yang berlokasi dalam area Kamaja, Kyai Maja, Jakarta Selatan. Bakery sekaligus kafe ini langsung viral karena pemiliknya diketahui orang Korea asli.

    Antrean mengular langsung terlihat di area depan bakery sejak jam operasional dibuka pada pukul 10.00 WIB. Pelanggan ada yang mengantre untuk makan di tempat maupun takeaway.

    Dari Busan Buka di Jakarta

    Daribu Jakarta, bakery sekaligus kafe ala Korea yang punya sajian salt bread populerDaribu Jakarta, bakery sekaligus kafe ala Korea yang punya sajian salt bread populer Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Pemilik Daribu ternyata dua pria Korea Selatan asal Busan, sebuah provinsi di Korea Selatan. Nama Daribu sendiri juga merupakan singkatan kata ‘Dari Busan’ sebagai penanda identitas sang pemilik.

    Tak sekadar identitas pemiliknya, tapi arti kata ‘Daribu’ dalam bahasa Korea adalah jembatan. Ini mengandung filosofi jembatan yang menghubungkan antara Korea dan Indonesia.

    Konsep Daribu Jakarta

    Konsep yang ditawarkan oleh Daribu juga pastinya aesthetic, layaknya kafe-kafe Korea lainnya di Jakarta. Dekorasinya dibuat minimalis, tapi tetap terasa nyaman dengan suasana ala industrial.

    Area display roti berada di bagian sisi kiri depan dari arah pintu masuk. Dekat dengan area open kitchen, tempat di mana roti-roti itu dibuat ‘fresh from the oven’ setiap harinya.

    Untuk area duduk ada bagian indoor dengan beberapa pilihan kursi dan sofa. Juga terdapat area semi outdoor kalau ingin suasana yang lebih santai.

    Detail Informasi (Daribu Jakarta)
    Nama Tempat Makan Daribu Jakarta
    Alamat KAMAJA, Kyai Maja, Jakarta Selatan
    No Telp
    Jam Operasional 10.00 – 18.30 WIB
    Estimasi Harga Rp 30.000-an
    Tipe Kuliner Pastry
    Fasilitas
    • Terdapat parkiran
    • Pembayaran cashless
    • Area indoor nyaman

    Ragam Menu Daribu

    Daribu Jakarta, bakery sekaligus kafe ala Korea yang punya sajian salt bread populerRagam Menu Daribu Jakarta Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Daribu Jakarta memiliki menu andalan berupa salt bread. Namun, sebenarnya tak hanya itu saja yang ditawarkan, ada financier, melon bread, hingga canelle.

    Minuman sebagai pelengkap hidangan salt bread juga cukup beragam. Pilihannya ada kopi hingga matcha.

    Milk Salt Bread dan Garlic Cheese Salt Bread Juara!

    Daribu Jakarta, bakery sekaligus kafe ala Korea yang punya sajian salt bread populerMilk salt bread dan garlic cheese salt bread Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Dari sekian menu salt bread, pilihan kami jatuh pada varian milk dan garlic cheese. Harganya masing-masing dibanderol Rp 38.000 per buah.

    Milk Salt Bread diisi dengan krim susu yang manis creamy. Lalu ditaburi gula halus pada permukaan atas. Tekstur rotinya begitu lembut dengan sensasi agak renyah pada permukaan bawah dan tampak buttery.

    Untuk varian rasa ini tak begitu terasa asin garamnya. Karena tertutupi oleh krim susu yang manis lembut. Salt bread varian ini tampaknya cocok dikonsumsi dalam kondisi dingin.

    Jika ingin menikmati salt bread dengan rasa gurih dan asin dari garam yang lebih nendang, kamu bisa mencoba varian Garlic Cheese. Seluruh permukannya diberikan olesan mentega campur bawang putih cincang, kemudian diolesi dengan keju krim.

    Aroma sedap dari bawang putih langsung menyebar ke seluruh permukaan. Tekstur rotinya lebih renyah dan terlihat buttery pada bagian bawahnya. Rasa asin dari salt bread juga tak begitu tertutupi.

    Pastry Lain yang Bisa Dicicip

    detikFood juga mencoba aneka pastry lain yang bisa dicicip saat berkunjung ke Daribu. Di antaranya ada melon bread, cannelle, salted caramel scones, dan fig cream cheese financier.

    Dari keempat menu yang kami pilih, menu fig cream cheese paling terasa nikmat. Tekstur financier-nya padat, tapi lembut. Paduan antara buah tim dan keju krimnya menyatu ketika disantap.

    Butter Cream Latte dan Lavender Matcha yang Creamy

    Daribu Jakarta, bakery sekaligus kafe ala Korea yang punya sajian salt bread populerButter Cream Latte dan Lavender Matcha Daribu Jakarta. Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Bagi penikmat kopi susu, menu Butter Cream Latte patut menjadi andalan. Rasanya creamy dengan sensasi manis yang lembut. Sensasi creamy-nya begitu nikmat karena kopi dengan campuran sirup butterscotch itu dibuat mirip tekstur dalgona.

    Penikmat matcha dengan sensasi unik bisa mencoba Lavender Matcha. Matcha latte ini tak begitu pahit, ada sensasi manis, dan sentuhan aroma lavender yang semerbak. Aroma wanginya tak sampai mengganggu.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Dari Seminyak ke Fatmawati, Kafe Mungil Ini Punya Kopi Arabika Nikmat


    Jakarta

    Di tengah ramainya deretan kafe modern di Jakarta Selatan, hadir pendatang baru yang membawa nuansa berbeda yakni Little Langkah Coffee.

    Kafe ini bukan sekadar tempat ngopi biasa, melainkan cabang dari Bali yang akhirnya merambah ke ibu kota pada Februari tahun ini. Berlokasi di dalam Wisma Subud yang ada di Fatmawati, jaraknya sekitar satu kilometer dari Stasiun MRT Cipete.

    Little Langkah Coffee menawarkan pengalaman yang lebih intim dengan konsep mini coffee shop yang homey. Fasadnya sederhana tapi menawan, berpadu dengan interior biru-putih yang menghadirkan suasana santai khas rumahan.


    Dari sekadar bersantai hingga bekerja dengan laptop, kafe ini menjadi ruang nyaman untuk menepi sejenak dari hiruk pikuk kota sambil menikmati kopi racikan dengan biji kopi robusta asli Indonesia.

    Berikut beberapa menu kopi hingga kue yang bisa dicoba di Little Langkah Coffee:

    1. Dari Bali ke Fatmawati, Jakarta

    .Little Langkah Coffee Cabang Fatmawati. Foto: detikFood

    Little Langkah Coffee menjadi wajah baru dalam deretan kafe Jakarta Selatan. Kafe ini pertama kali berdiri di Bali pada 2020, kemudian berkembang dengan cabang di Seminyak dan Canggu. Pada Februari tahun ini, Little Langkah membuka cabang perdananya di Jakarta, tepatnya di Fatmawati.

    Kehadirannya membawa nuansa berbeda karena mengadaptasi konsep ‘mini coffee shop’ yang lebih homey, berbeda dengan cabang di Bali yang fokus pada konsep coffee to go.

    .Konsep ‘mini coffee shop’ yang lebih homey. Foto: detikFood

    Fasad kafenya sederhana namun menawan, sementara interior biru-putih menciptakan suasana nyaman khas rumahan, menjadikannya tempat ideal untuk bersantai maupun bekerja sambil menikmati secangkir kopi di kawasan Fatmawati.

    2. Suasana Hangat dan Biji Kopi Nusantara

    .Fasad kafenya sederhana namun menawan, sementara interior biru-putih menciptakan suasana nyaman khas rumahan. Foto: detikFood

    Meski tidak terlalu luas, Little Langkah Coffee menawarkan atmosfer nyaman yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Kafe ini juga terkenal dengan ciri khasnya yang menggunakan 100% biji kopi Arabika asli Indonesia.

    Ada Wardlen Blend yang terdiri atas Mandheling Wet Hulled, Ijen Full Washed, dan Bali Natural. Semuanya diracik untuk menghasilkan cita rasa seimbang antara nutty, fruity, dan sedikit earthy.

    Menurut Tino, barista Little Langkah Coffee di cabang Jakarta, pilihan Arabika ini bukan tanpa alasan.

    “Pemilik kafe ingin menghadirkan karakter rasa yang lebih luas dibandingkan Robusta, sehingga tiap cangkir memberi pengalaman berbeda,” ujarnya kepada detikFood (14/09/2025).

    Dengan konsep yang menekankan kualitas dan keragaman rasa kopi Nusantara, Little Langkah berhasil menghadirkan pengalaman ngopi otentik namun tetap modern di tengah hiruk pikuk Fatmawati, Jakarta Selatan.

    3. Dirty Little E! yang Jadi Primadona

    .Dirty Little E! yang Jadi Primadona. Foto: detikFood

    Menu andalan yang paling sering dicari di Little Langkah Coffee adalah kopi Dirty Little E!. Racikan kopi Dirty Espresso ini disajikan dengan kombinasi cold creamy fresh milk dan hot fresh espresso. Minuman seharga Rp 38.000 ini menawarkan keseimbangan rasa kopi yang pas.

    Susu dingin yang lembut berpadu dengan espresso panas, menciptakan sensasi dirty latte yang tidak terlalu manis, cukup kuat, tapi tidak meninggalkan rasa pahit berlebihan.

    Bagi pencinta kopi yang ingin sesuatu yang segar sekaligus creamy, Dirty Little E! adalah pilihan tepat. Tino menyebut banyak pelanggan baru yang langsung jatuh hati dengan racikan ini.

    Bahkan ada cara khusus untuk menikmati kopi ini agar lebih enak salah satunya menunggu minuman selama satu menit, kemudian jangan diaduk dan langsung diteguk sehingga kita bisa merasakan kentalnya espresso dan susu dingin di tegukan pertama.

    4. Ragam Menu Lain dan Kue di Little Langkah Coffee

    .Iced Matcha dan menu lainnya. Foto: detikFood

    Selain Dirty Little E!, Little Langkah Coffee juga menawarkan rangkaian menu minuman menarik lainnya. Ada Butterscotch Seasalt Latte seharga Rp40.000 yang menjadi bagian dari SeaSalt Latte Series. Rasanya unik dan ada sentuhan nutty dari Wardlen Blend yang digunakan.

    .Butterscotch Seasalt Latte. Foto: detikFood

    Kemudian bagi yang tidak minum kopi, bisa pesan menu Iced Matcha seharga Rp 37.000, menggunakan ceremonial grade matcha yang lembut tanpa rasa terlalu manis. Untuk teman ngopi dan bersantai, tersedia pilihan pastry dan kue homemade seperti Burnt Cheesecake (Rp 40.000 per slice) dengan tekstur lembut dan creamy.

    .Burnt Cheesecake. Foto: detikFood

    Serta Pain Suisse (Rp 37.000) berisi krim vanilla chocolate dengan pastry flaky. Kafe ini buka setiap hari mulai 07.00 – 20.00, sehingga cocok untuk disinggahi kapan saja. Dengan pelayanan ramah dan suasana rumahan, Little Langkah Coffee menjadi salah satu destinasi ngopi baru yang patut dicoba di Jakarta Selatan.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sluurrp! Sedapnya Ramen ‘Nyemek’ dan Gyoza Halal di Tebet


    Jakarta

    Di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ada tempat makan ramen yang tengah banyak diulas di media social. Menu andalannya berupa dry ramen yang unik sampai paitan ramen berkuah creamy.

    Restoran ramen khas Jepang memang semakin mudah ditemukan di Jakarta, tapi tak semua bisa menyajikan rasa autentik sekaligus harga ramah di kantong untuk semua kalangan.

    Inilah yang membuat Suko Ramen jadi sorotan belakangan ini. Restoran ramen halal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ini mendadak viral di media sosial setelah direkomendasikan Bella Bonita, istri dari musisi Denny Caknan.


    Melalui unggahan Instagram Story pada akhir Agustus lalu, Bella memamerkan semangkuk ramen hangat di Suko Ramen yang langsung bikin netizen penasaran.

    Resto ini dikenal menyajikan kuah kaldu yang dimasak berjam-jam hingga gurih dan creamy, mie kenyal, serta topping premium. Menu favoritnya antara lain Paitan Ramen, Akamen Ramen, hingga Dry Ramen, lengkap dengan camilan seperti gyoza dan chicken karaage.

    Berikut pengalaman tim detikFood mencicipi aneka sajian di Suko Ramen:

    Detail Informasi Suko Ramen
    Nama Tempat Makan Suko Ramen
    Alamat JL. Tebet Barat Dalam VIII No.10, Jakarta Selatan.
    No Telp 0877-8568-4177
    Jam Operasional 09.00 – 22.00
    Estimasi Harga Rp 40.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Ramen Jepang
    Fasilitas

    1. Kedai Ramen ala Jepang di Tebet

    Menu Makanan di Suko RamenRamen bar di Suko Ramen Foto: detikFood

    Suko Ramen cabang Tebet menawarkan suasana yang membuat pengunjung merasa seperti benar-benar berada di kedai ramen Jepang. Meski ruangannya tidak terlalu besar, atmosfernya terasa hangat dan nyaman dengan dominasi elemen kayu yang kental.

    Konsep ramen bar yang diusung membuat pengalaman bersantap semakin menarik karena tamu bisa langsung melihat para chef meracik ramen di open kitchen. Meski areanyaterbuka, suasananya tetap adem dan tidak gerah.

    Menu Makanan di Suko RamenArea makan di Suko Ramen Foto: detikFood

    Tempat ini memang tidak memiliki banyak meja, tapi karena kedai ramen digabung dengan Dessert by Dare, area makannya bisa di kitchen bar atau ruang makan. Proses penyajian juga cepat. Begitu pesanan dan pembayaran selesai, ramen langsung dimasak sehingga hidangan terasa segar saat tiba di meja.

    2. Dry Ramen yang Viral di TikTok

    Menu makanan di Suko RamenMenu yang paling populer dan menjadi ciri khas di Suko Ramen adalah Dry Ramen (Rp 55.000). Foto: detikFood

    Menu yang paling populer dan menjadi ciri khas di Suko Ramen adalah Dry Ramen (Rp 55.000), sudah termasuk dengan telur onsen yang membuat tampilan ramen ini jadi cantik. Selain penampilan menggugah selera, menu Dry Ramen di Suko Ramen hadir dengan cita rasa nikmat. Paduan manis dan gurih.

    Seporsi Dry Ramen disajikan dengan irisan daging sapi yang empuk, dilengkapi nori, daun bawang, bawang goreng, serta onsen egg yang lumer ketika diaduk menambah sensasi creamy pada hidangan. Meski begitu rasa manisnya lebih menonjol dari topping daging sapinya yang menggunakan bagian beef shank.

    Menu makanan di Suko RamenTekstur ramennya lebih ‘basah’ atau ‘nyemek’ dibandingkan dry ramen pada umumnya, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi pencinta ramen kering. Foto: detikFood

    Selain itu tekstur ramennya lebih ‘basah’ atau ‘nyemek’ dibandingkan dry ramen pada umumnya, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi pencinta ramen kering.

    3. Menu Ramen Berkuah di Suko Ramen

    Menu makanan di Suko RamenMenu Paitan di Suko Ramen Foto: detikFood

    Bagi penggemar ramen klasik, tenang saja di sini juga menjual menu Paitan Ramen (Rp 58.000) yang tampilannya tak kalah menarik. Paitan ramen dikenal sebagai jenis ramen dengan kuah putih kental dan creamy, biasanya dibuat dari kaldu ayam atau tulang yang dimasak dalam waktu lama hingga menghasilkan rasa gurih yang kaya.

    Di Suko Ramen, menu ini disajikan dengan irisan daging ayam, taburan daun bawang,dan tentunya onsen egg yang jadi ciri khasnya. Kuah kaldu ayamnya yang creamy langsung memanjakan lidah sejak suapan pertama. Onsen egg yang cantik membuat rasa kuah semakin terasa sedapnya ketika diaduk.

    Menu makanan di Suko RamenPaitan Ramen di Suko Ramen Foto: detikFood

    Perpaduan bumbu dan kondimen terasa pas, tidak berlebihan sehingga menghasilkan keseimbangan rasa yang gurih tanpa terasa terlalu kuat. Tekstur mie tetap kenyal, sama seperti Dry Ramen.

    Setiap elemen antara topping ayam sampai kaldunya terasa saling melengkapi, menjadikan Paitan Ramen ini hidangan yang pas dan mengenyangkan untuk makan siang atau makan malam.

    4. Gyoza Jadi Menu Pelengkap

    Menu makanan di Suko RamenGyoza (Rp 40.000) di Suko Ramen jadi salah satu menu pendamping yang sayang untuk dilewatkan ketika makan ramen di sini. Foto: detikFood

    Gyoza (Rp 40.000) di Suko Ramen jadi salah satu menu pendamping yang sayang untuk dilewatkan ketika makan ramen di sini. Disiapkan dadakan setiap kali ada pesanan, gyoza ala Jepang ini berisi daging ayam yang dibumbui dengan pas, lalu dimasak dengan teknik pan-seared sehingga bagian luarnya renyah garing, sementara dalamnya tetap juicy.

    Seporsi Gyoza disajikan bersama saus shoyu. Rasa gurih dan sedikit asin dari sausnya semakin memperkaya cita rasa gyoza. Cocok disantap sebagai camilan ringan atau teman makan ramen.

    Menu makanan di Suko RamenGyoza di Suko Ramen Foto: detikFood

    Selain menu-menu di atas, Suko Ramen masih memiliki beberapa menu lainnya seperti Spicy Cheese ramen, Salmon Hikari, Ebi Furai hingga Chicken Karaage dengan kisaran harga dari Rp 40.000. Oh ya, semua makanan di sini halal ya jadi tak perlu khawatir lagi.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Slurp! Nikmatnya Pho Vietnam dengan Kuah Dimasak 18 Jam di Kawasan Cibubur


    Jakarta

    Pencinta kuliner kini punya pilihan baru di kawasan Kota Wisata, Cibubur, Kabupaten Bogor, Pho Tastical, restoran dengan spesialisasi makanan Vietnam. Meski baru hitungan minggu beroperasi sejak 28 Agustus 2025 lalu, resto ini sudah ramai pengunjung karena menawarkan menu autentik khas Vietnam dengan harga ramah di kantong.

    Pho Tastical bukan sekadar pendatang baru. Restoran ini sebenarnya sudah lebih dulu hadir di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Cabang di Kota Wisata menjadi outlet kedua sekaligus pionir pho di kawasan Cibubur.

    “Di kota wisata ini belum ada pho sama sekali, Ini pho satu-satunya di luar Trans Studio Mall (TSM) Cibubur,” ujar Ellen, pemilik Pho Tastical, kepada detikFood, Rabu (17/8/2025).


    Ellen mengaku terkejut dengan sambutan warga Cibubur. Baru seminggu beroperasi, resto ini langsung dipadati pengunjung. Harga yang relatif lebih murah dari restoran pho lain menjadi salah satu daya tarik.

    “Kalau di mall bisa Rp 80 ribuan, di sini hanya sekitar Rp 50 ribuan. Bahkan sekarang masih ada promo diskon,” jelasnya.

    Rahasia Kaldu: Direbus Selama 18 Jam

    Menariknya, yang membuat Pho Tastical berbeda adalah kuah kaldu pho yang direbus hingga 18 jam. Proses panjang ini menghasilkan kaldu gurih dengan aroma rempah yang dalam, namun tetap ringan ketika disantap.

    “Untuk menghasilkan kaldu. Kaldunya pakai daging sapi. Ada pakai sumsumnya. Dimasak 18 jam. Itu yang paling penting. Udah pernah coba juga, karena kan kadang mikir 18 jam gini juga ya? Itu cuma berapa jam yang harus dimasak. Coba kalau di bawah itu, ternyata kurang gitu. Rempahnya kurang nendang,” kata Ellen.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Resep ini bukan sembarangan. Ellen dan tim belajar langsung dari chef asli Vietnam yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dapur. Bahkan sekitar 50% bahan baku, mulai dari noodle pho, kulit lumpia, hingga minyak khusus, diimpor langsung dari Vietnam. Sisanya dipadukan dengan bahan lokal agar tetap cocok dengan selera orang Indonesia. Meski autentik, Ellen memastikan cita rasa pho mudah diterima lidah lokal.

    “Kalau 90 persen sih saya bilang masuk ya, Mirip lidahnya (Indonesia sama VIetnam. Karena masih sama-sama Asia. Orang Indonesia kan masih suka sop buntut, masih suka bakso. Mirip kan berkuah-kuah juga,” katanya.

    Selain mengedepankan keaslian resep, Pho Tastical juga hadir dengan konsep ‘fantastik enak, fantastik murah’. Nama Tastical sendiri diambil dari kata tasty dan fantastical, yang mencerminkan cita rasa enak dengan harga bersahabat.

    Ellen menuturkan bahwa dirinya memang pecinta pho. Dari kecintaannya itu, ia tahu betul pho yang enak seperti apa.

    “Terus kan ada rempah-rempah. Herbs. Makanya dia sehatnya itu karena dari herbsnya. Herbal. Nggak sekedar makan enak, tapi herbalnya banyak,” ujarnya.

    detikFood pun berkesempatan mencoba langsung menu andalan Pho Tastical. Pastinya yang paling utama adalah Pho yang original, Mi khas Vietnam dalam kuah kaldu 18 jam dengan irisan daging sapi dan taburan daun bawang. Kuahnya segar, tidak bikin eneg, apalagi dengan tambahan cabai rawit hijau, jeruk nipis, tauge, dan daun mint.

    Selain itu, ada varian Pho Cha Gio Thit Bo yang terdiri dari Bihun siram dengan grilled beef. Kuahnya disajikan terpisah sehingga bisa disesuaikan selera. Pelengkap seperti lumpia kering, wortel, dan tauge membuat rasanya makin kompleks.

    detikFood juga sempat mencoba Com Chien Trung atau Nasi Goreng khas Viternam. Sekilas tampak seperti nasi goreng kecap berwarna kuning keemasan. Ternyata warnanya berasal dari minyak khas Vietnam, bukan kecap. Rasanya gurih dengan aroma yang unik.

    Camilan andalannya ada Cha Gio (Lumpia Goreng) dan Goi Cuon (Lumpia Basah). Lumpia dengan kulit tipis impor dari Vietnam, renyah di luar dan segar di dalam. Cocok disantap dengan saus asam manis khas Vietnam.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Sebagai penutup, detikFood mencoba Salad Daging Sapi yang terdiri dari sayuran segar, bawang merah, dan irisan daging sapi tipis yang membuatnya ringan sekaligus mengenyangkan.

    Tak lupa, minuman khas yang unik di antaranya ada Es Che Ba Mau. Minuman segar berisi kacang merah, kacang hijau, jelly, dan susu. Rasa manis gurihnya pas untuk menutup santapan. Selain itu ada kopi Vietnam yang pekat serta lemongrass tea hangat dengan batang serai utuh. Setiap menu menghadirkan cita rasa yang berbeda namun tetap konsisten ringan, segar, dan tidak bikin eneg.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Resto ini hadir dengan interior kasual modern yang cocok untuk keluarga. Target pasarnya pun luas, mulai dari anak muda, pekerja kantoran, hingga keluarga yang ingin makan bersama.

    Pho Tastical juga aktif mengikuti tren digital. Mereka menggandeng food vlogger untuk promosi serta memaksimalkan layanan pesan antar melalui GoFood, Grab, dan ShopeeFood.
    Kisah Inspiratif di Balik Resto

    Di balik lahirnya Pho Tastical, ada cerita inspiratif dari sang pemilik. Ellen merupakan penyintas kanker ovarium yang baru selesai menjalani kemoterapi pada akhir 2024. Kondisi itu sempat membuatnya berhenti sejenak dari dunia kuliner, namun kecintaan pada memasak membuatnya kembali bangkit.

    “Aku setahun, waktu menjalani ini. Kemo-nya 6 kali. Sebulan sekali. Tapi nggak kelihatan ya, badannya ini ya. Sehat-sehat aja. Masih bisa dikasih waktu untuk berkarya, ya kan,” semangatnya.

    Pho TasticalPho Tastical Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom

    Ellen berharap Pho Tastical bisa menjadi ikon kuliner Vietnam di Cibubur dan berkembang ke kota lain.

    “Maunya sih jadi ikonnya pho di Cibubur. Karena memang belum ada pho di sini kan. Jadi orang tahu kalau mau makan pho, ya di Tastical,” kata Ellen.

    Dengan cita rasa autentik, harga terjangkau, dan sentuhan personal dari pemiliknya, Pho Tastical hadir sebagai opsi kuliner yang sayang dilewatkan ketika berkunjung ke Cibubur.

    (akn/ega)



    Sumber : food.detik.com