Author: perbaiki

  • Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986


    Jakarta

    Warung bakmi kaki lima sederhana ini ada sejak 38 tahun lalu. Kelezatannya konsisten dan tetap dicari pelanggan setianya hingga sekarang.

    Kuliner kaki lima legendaris mudah ditemukan di mana-mana. Termasuk tempat makan legendaris yang posisinya tersembunyi dan belum banyak orang yang tahu.

    Salah satunya warung bakmi kaki lima legendaris di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Warung bakmi ini dikenal dengan nama Bakmi Doraemon dan sudah berjualan sejak tahun 1986.


    Warung Bakmi Doraemon ini tampilan dan suasana warungnya sederhana dan jadul di pertengahan Jalan Pramuka Sari III. Namun, tak pernah sepi pengunjung.

    Menu makanan yang ditawarkan juga tidak neko-neko hanya ada bakmi ayam dengan topping bakso, pangsit rebus dan ceker. Soal citarasa, tak perlu diragukan lagi.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Bakmi Doraemon
    Alamat Jl. Pramuka Sari III No.55A 2. Cempaka Putih, Jakarta Pusat
    No Telp
    Jam Operasional 09.00 – 22.00
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 50.000
    Tipe Kuliner Mie Ayam.
    Fasilitas

    1. Bakmi Kaki Lima Legendaris

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Bakmi Doraemon merupakan usaha kecil-kecilan milik Pak Wajab dan Bu Sakirah yang merantau dari Brebes ke Jakarta di tahun 1980-an. Pasangan suami istri ini akhirnya memutuskan untuk mengontrak warung kecil di kawasan Cempaka Putih untuk berjualan mie ayam.

    Kini Bakmi Doraemon lebih banyak dikelola oleh sang putra yaitu Zaki, yang sudah belajar meracik mie ayam dari 24 tahun lalu. Ada alasan tersendiri mengapa warung bakmi in dikenal dengan nama karakter kartun Doraemon.

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Zaki, putra dari pemilik Bakmi Doraemon. Foto: detikFood

    “Jadi dulu ada spanduk gambar Doraemon di depan warung pas awal baru buka di tahun 1986. Sebelumnya warung ini memang tidak ada namanya, tapi semenjak dipasang spanduk Doraemon itu, orang-orang mulai menyebutnya sebagai Bakmi Doraemon,” jelas Zaki.

    Menurut Zaki, ketika awal mendirikan warung ini, orangtuanya menjual seporsi bakmi dengan harga Rp 250 perak saja hingga kini harganya Rp15.000 semangkuk.

    2. Bakmi Ayam Komplet

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Menu yang paling banyak dipesan tentunya ada Bakmi Ayam Komplet (Rp 22.000). Bakmi bisa diracik menjadi yamin dengan topping bakso, pangsit rebus dan ayam kecap jamur. Untuk bakmi dan bakso memang bukan buatan sendiri, tapi untuk bumbu dan racikan semuanya masih menggunakan resep original dari tahun 1986.

    “Ciri khas di Bakmi Doraemon bisa dibilang lebih ke racikan bumbu kita. Karena kita ayam kecapnya pakai irisan jamur merang, kemudian untuk rasa gurih dari bakmi kita pakai minyak dari lemak ayam yang dicampur dengan minyak nabati. Kuah kaldu ayamnya kita sajikan terpisah biar pembeli bisa tahu rasa asli bakminya,” jelas Zaki.

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Benar saja, seporsi bakmi Doraemon yang komplet ini toppingnya royal. Pangsit rebus dibuat dadakan dengan isian ayam kecap jamur yang padat.

    Tekstur mie keriting berpadu dengan minyak ayam yang gurih dan rasa manis dari kecap untuk racikan yamin. Tanpa tambahan lada atau sambal, bakmi di sini sudah gurih dan enak dengan tingkat kematangan mie yang sempurna.

    3. Bakmi Ayam Bakso

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Bagi yang tak suka dengan rasa yamin yang manis, boleh coba menu Bakmi Ayam Bakso (Rp 18.000). Porsinya tak kalah banyak dengan yang komplet, racikannya sama-sama menggunakan minyak lemak ayam tapi tanpa kecap manis.

    Untuk penggemar makanan gurih, menu bakmi yang satu ini pastinya bikin nagih. Karena tetap ada sentuhan rasa manis dari ayam jamur kecapnya yang menyeimbangkan rasa bakmi, sehingga tidak terlalu asin.

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Potongan daging ayamnya di sini tanpa tulang dan jamurnya juga lembut ketika dikunyah. Tak lupa bakso sapinya yang enak. Oh ya, kalau mau pesan bakmi ayam tanpa bakso dan pangsit rebus harganya hanya Rp 15.000 saja.

    4. Ceker Jumbo dan Es Kelapa Aren

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Untuk menu pelengkapnya, Bakmi Doraemon juga punya menu Ceker Jumbo (Rp 10.000) isi tiga buah. Tapi jangan samakan ceker di sini dengan ceker lainnya, karena ukuran ceker ayam di sini sangat besar dan bisa dinikmati untuk dua orang.

    “Ceker Jumbo ini memang menu pelengkap, bisa dibuat pakai kuah kaldu ayam atau ada juga yang pesan ceker ayam pedas jadi nanti cekernya saya tumis pakai sambal. Kalau teksturnya pasti lembut, karena sudah saya rebus dan bumbui dulu jadi tidak amis lagi,” sambung Zaki.

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya makan bakmi di sini tanpa memesan Es Kelapa Aren (Rp 5.000). Di bagian depan warung terdapat puluhan buah kelapa muda yang masih segar. Rasa es kelapanya legit manis dari tambahan gula aren yang dibuat sendiri.

    Setiap harinya Zaki mengaku bisa menghabiskan 100-200 mangkok bakmi. Banyak juga YouTuber, Food Vlogger hingga acara kuliner di televisi yang sudah mampir sehingga warung bakminya kini semakin ramai.

    Bagi yang tertarik mampir ke Bakmi Doraemon, warung kaki lima legendaris ini buka dari jam 9 pagi hingga jam 10 malam. Siapkan uang tunai kalau mau makan di sini

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso


    Jakarta

    Bermodalkan gerobak sederhana, bakso kaki lima satu ini sudah terkenal sejak 1980-an. Bahkan sampai sekarang masih ramai meski diapit dua resto bakso ternama.

    Di Jalan Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat banyak tempat makan hingga kafe yang bejejeran di sana. Tapi kuliner yang paling terkenal di jalanan ini bukan restoran atau kafe, justru warung bakso kaki lima yang dikenal dengan nama Bakso Taman Solo.

    Bakso Taman Solo ini diapit oleh dua resto bakso ternama yang konsepnya jelas lebih modern. Namun bakso kaki lima ini selalu dipenuhi pengunjung, bahkan di jam makan siang dan jam makan malam, banyak pengunjung yang rela antre untuk bisa mendapatkan tempat duduk di sini.


    Menu bakso yang ditawarkan di sini hanya dua jenis saja yaitu bakso urat dan bakso polos. Tapi mampu membuat banyak pelanggan setianya antre untuk makan di sini.

    1. Bakso Gerobakan Legendaris

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Meski lokasinya di pinggir Jalan Cempaka Putih Raya, tapi bangunan warung Bakso Taman Solo ini cukup mungil. Di sampingnya berdiri restoran Bakso Boedjangan dan di depannnya berdiri restoran Bakso Solo Samrat.

    “Dulu mulai berjualan sekitar tahun 1980-an, awalnya dari jualan pakai gerobak dekat kali di Cempaka Putih Tengah. Kemudian karena banyak pembeli akhirnya kita sewa lahan di sini sampai sekarang,” ungkap Sutardi selaku karyawan Bakso Taman Solo yang sudah bekerja di sana lebih dari 20 tahun.

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Menurut Sutardi, awal mereka berjualan di sini jalanan ini masih sepi. Baru beberapa tahun terakhir bermunculan restoran bahkan dua resto bakso ternama yang mengapit warung bakso kaki lima ini.

    “Tapi kita tidak pernah merasa tersaingi dengan kehadiran dua restoran bakso di sekitar sini. Kita percaya sudah ada porsi rezekinya masing-masing dan selera orang tidak bisa kita paksa,” ungkap Sutardi.

    2. Mampu Habiskan 50 Kg Bakso

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Bakso Taman Solo ini tidak memiliki cabang di Jabodetabek dan sudah buka dari jam 7 pagi. Jadi banyak yang mampir ke sini untuk sarapan hingga bungkus untuk makan siang.

    “Setiap harinya kita bisa habiskan 50 kg bakso, tapi kalau hari libur atau akhir pekan itu biasanya abisnya dua kali lipat,” jelas Sutardi. Semua bakso dibuat sendiri dengan resep yang tak pernah berubah sejak 44 tahun lalu.

    “Kalau ditanya ciri khas Bakso Taman Solo itu apa, mungkin bisa dikatakan terletak pada kuahnya ya. Di sini tipenya kuah kaldu sapi yang bening dan tidak berlemak. Kita juga tidak menyediakan tetelan jadi bagi orang yang tidak terlalu suka rasa bakso berlemak, mereka suka makan di sini,” sambung Sutardi.

    3. Bakso Enak Harga Murah

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Seporsi Bakso Polos dan Bakso Urat dibanderol harga Rp 24.000, sudah termasuk pilihan mie kuning atau bihun. Kalau bakso uratnya seporsi dapat tiga buah ukuran sedang, sementara untuk bakso polos dapat enam butir ukuran kecil.

    Rasa baksonya di Taman Solo Memang istimewa, bakso uratnya tipe urat halus tapi tetap berdaging atau meaty. Tekstur baksonya kenyal dan bagian dalamnya tetap garing, dipadukan dengan kuah kaldu sapi bening yang tetap gurih dan tidak hambar.

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Begitu juga bakso polosnya, rasa daging sapinya terasa karena campuran dagingnya lebih banyak ketimbang terigu. Yang menarik di sini sambalnya tipe sambal goreng yang sedikit berminyak tapi sengatan pedasnya terasa karena menggunakan rawit merah tanpa campuran.

    4. Bakso Langganan Artis

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    Selain sambalnya yang bikin nagih, yang menarik pilihan saus, kecap dan cuka di sini juga berbeda dengan di tempat makan bakso lainnya.

    Untuk kecap mereka menggunakan Kecap Nasional, untuk saus sambal mereka menggunakan Sambal Sedap Harum produksi Semarang. Terakhir mereka menggunakan cuka biang tradisional dari Tjie Moy Kong.

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoLaris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg Bakso Foto: detikFood

    “Langganan kita banyak ya, sudah tidak terhitung. Bukan cuma dari Jakarta saja, tapi banyak dari luar kota rela ke sini cuma buat makan bakso di Taman Solo. Kalau artis yang sering makan di sini tuh ada Shanty Denny sampai Bara Valentino. Tapi kebanyakan food vlogger sama YouTuber sering syuting buat video di sini,” pungkas Sutardi.

    Oh ya, Bakso Taman Solo ini sudah bisa dipesan di semua aplikasi makanan online. Kalau mau makan di sini hindari jam makan siang agar tidak perlu mengantre lama.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Seblak Beragam Topping dan Basreng Bojot yang Hits


    Jakarta

    Warung Mama Zafran viral di TikTok karena kisah menginspirasi sang penjual. Selain itu, sajian seblak di warung tersebut juga membuat orang penasaran.

    Seblak merupakan jajanan populer khas Jawa Barat. Jajanan ini mudah sekali ditemukan di Bandung, Garut, Bogor, dan lainnya. Di Jakarta juga mulai banyak tempat makan seblak yang enak.

    Salah satunya adalah Warung Mama Zafran yang kini gerainya berlokasi di Cakung, Jakarta Timur. Warung Mama Zafran ini juga viral di TikTok, karena sang penjual aktif membagikan prosenya berjualan.


    Dede Wiwin, pemilik dari Warung Mama Zafran juga sempat menceritakan kepada detikFood kalau dulu dirinya hanya berjualan di toko kelontong kecil. Kini, ia bisa menempati ruko 2 lantai yang nyaman untuk berjualan.

    Ternyata tak hanya kisahnya saja yang menarik perhatian, tapi racikan seblak ala ‘Mama Zafran’ ini disebut-sebut lezat oleh netizen. Tentunya hal ini membuat kami penasaran untuk mencobanya.

    Seblak Prasmanan dengan 50 Topping

    Seblak dan basreng bojot dari Warung Mama ZafranSeblak dan basreng bojot dari Warung Mama Zafran Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Dulunya Dede Wiwin menawarkan seblak seharga Rp 3.000, kemudian naik menjadi Rp 8.000 dengan tambahan beberapa jenis topping. Kini Warung Mama Zafran ini berkonsep prasmanan dengan pilihan topping sekitar 50 buah.

    “Dulu awal-awal saya jualan harganya cuma Rp 3.000, karena untuk anak kecil sama tetangga aja gitu. Terus naik saya sama rata harganya Rp 8.000 pakai tambahan topping, ini banyak yang beli anak sekolahan,” tutur Dede Wiwin kepada detikFood (17/1).

    “Terus pindah ke sini, Alhamdulillah jadi pilihan topping-nya lebih beragam. Sekarang sekitar 50 topping gitu, ada macam-macam juga, mulai dari kerupuk, mie, bakso, jamur ennoki, telur, terus kita sayurnya gratis,” lanjutnya.

    Seblak dan basreng bojot dari Warung Mama ZafranSeblak dan basreng bojot dari Warung Mama Zafran Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Dede membebaskan sang pembeli untuk menikmati seblak di sini. Harga per topping-nya mulai dari Rp 1.000. Jadi, bisa disesuaikan juga dengan dana yang dimiliki.

    Seblak di Sini Bumbunya Mantap!

    Seblak dan basreng bojot dari Warung Mama ZafranSeblak dan basreng bojot dari Warung Mama Zafran Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Kami memilih beberapa jenis topping, mulai dari kerupuk oranye, kerupuk rantai warna-warni, mie, sosis, cuanki, batagor kering, bakso ikan, ceker, dan sayap ayam. Kami juga memesan tambahan telur dan sayuran.

    Setelah memilih topping itu, kemudian kita diarahkan ke kasir untuk dihitung dan diberikan nomor antrean. Kami memilih racikannya dengan level pedas 2.

    Saat pesanan seblak kami disajikan, aroma kencur langsung tercium semerbak disusul aroma gurih yang nikmat. Pertama kali menyeruput kuahnya, kami langsung menganggukkan kepala menandakan bumbunya sangat mantap.

    Level pedas 2 menurut kami cukup pedas, tapi masih bisa dinikmati. Pedasnya juga terasa nampol buat kami yang tak begitu kuat pedas. Topping atau isian yang kami pilih juga berpadu nikmat dengan bumbunya.

    Basreng Bojot Juga Digemari

    Seblak dan basreng bojot dari Warung Mama ZafranSeblak dan basreng bojot dari Warung Mama Zafran Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Selain seblak, Warung Mama Zafran juga menyediakan menu basreng bojot. Basreng ini digoreng dadakan, lalu disajikan bersama bumbu gurih pedas yang aroma daun jeruknya kuat.

    Dede menjelaskan kalau menu ini bisa ditambahkan topping lainnya. Selain basreng, direkomendasikan untuk memilih cireng dan otak-otak. Topping lainnya yang enak ditambahkan bumbu bojot ada bakso sapi, sosis, dan otak-otak besar.

    Basreng bojot ini kami pilih level 2 agar terasa pedasnya nendang di lidah. Kami sangat menikmati basreng bojot itu sebagai camilan.

    Kalau penasaran ingin mencoba seblak dan basreng bojot dari Warung Mama Zafran bisa mengunjungi gerainya. Buka mulai dari pukul 12.00 WIB ya!

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Murah Meriah! Modal Rp 10 Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di Manggarai


    Jakarta

    Di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, ada banyak jajanan kaki lima yang murah meriah. Mulai dari burger sampai mochi Jepang kekinian.

    Tanggal tua tetap bisa ngemil dan jajan enak tanpa harus menguras kantong. Kini ada banyak kawasan di Jakarta yang terkenal dengan jajanan kaki lima beragam.

    Salah satunya di Jalan Minangkabau yang ada di Manggarai, Jakarta Selatan. Kawasan padat penduduk ini setiap sorenya berjejer banyak jajanan kaki lima yang beragam.


    Kebanyakan jajanan yang dijual adalah makanan ringan yang kekinian. Seperti mochi daifuku ala Jepang, kemudian ada bakso dan sosis bakar jumbo hingga burger murah yang enak.

    Berikut lima rekomendasi jajanan kaki lima di bawah Rp 10 ribu di Minangkabau, Jakarta Selatan.

    1. Daifuku Mochi

    Murah Meriah! Modal Rp 10  Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di ManggaraiMurah Meriah! Modal Rp 10 Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di Manggarai Foto: detikFood

    Berasal dari Jepang, camilan mochi kenyal ini cukup populer di Jakarta. Tak hanya mochi daifuku kelas premium saja yang diminati, mochi daifuku kaki lima juga memiliki rasa yang enak dan harga murah.

    Salah satunya mochi daifuku buatan Dapur Myhara yang berjualan di Jalan Minangkabau. Mulai berjualan dari jam empat sore, mochi daifukunya dibuat secara homemade dan tanpa bahan pengawet.

    Ada mochi rasa cokelat sampai pandan dengan potongan strawberry yang tidak terlalu asam. Harganya hanya Rp 7.000 saja per buah.

    2. Bakso Bakar Dewo

    Murah Meriah! Modal Rp 10  Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di ManggaraiMurah Meriah! Modal Rp 10 Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di Manggarai Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya kulineran kaki lima tapi tidak membeli bakso dan sosis bakar. Di Jalan Minangkabau ada Bakso Bakar Dewo yang berjualan mulai dari jam lima sore.

    Bakso Bakar Dewo ini berbeda dari yang lain karena bakso sapinya buatan sendiri. Bumbu olesannya medok dan rasanya gurih manis, tekstur bakso yang kenyal menambah rasa enak dari jajanan ini.

    Kalau tak suka bakso bakar, menu sosis bakar ukuran jumbonya juga tak kalah enak. Rasa ‘meaty’ dari daging sapinya terasa bisa tambah mayo dan saus harga bakso dan sosis hanya Rp 10.000 per tusuk.

    3. Burger Minang

    Murah Meriah! Modal Rp 10  Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di ManggaraiMurah Meriah! Modal Rp 10 Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di Manggarai Foto: detikFood

    Persis di depan Bakso Bakar Dewo ada warung jajanan sederhana bernama Burger Minang. Warung jajanan yang satu ini sudah berjualan dari siang hari, menawarkan aneka minuman instan dan tentunya burger murah yang disebut juga burger ‘SD’.

    Di sini ada tiga jenis burger yang dijual, yaitu Beef Burger, Burger Cinta dan Burger Grill. Harganya kisaran Rp 9.000 – Rp 12.000 saja.

    Spesial untuk Burger Grill yang harganya Rp 12.000, dagingnya menggunakan beef patty yang lembut dan tidak hambar. Rasa roti dan sausnya pun tak kalah enak untuk mengganjal perut.

    4. Crepes Bunga

    Murah Meriah! Modal Rp 10  Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di ManggaraiMurah Meriah! Modal Rp 10 Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di Manggarai Foto: detikFood

    Setelah jajan bakso bakar dan burger bisa kembali beralih ke jajanan manis yang populer. Salah satunya Crepes Bunga yang masih berada di satu Jalan Minangkabau.

    Menggunakan gerobak sederhana, di sini bisa crepes aneka rasa dengan harga dari Rp 4.000 saja. Pilihan rasanya beragam seperti selai strawberry, blueberry, vanilla, cokelat, kacang hingga keju.

    Kalau mau tambah topping lainnya juga bisa harganya hanya Rp 6.000 per buah, sudah bisa dapat crepes rasa keju cokelat pisang atau keju tiramisu gorio.

    5. Es Teh Pejabat

    Murah Meriah! Modal Rp 10  Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di ManggaraiMurah Meriah! Modal Rp 10 Ribu Sudah Bisa Jajan Enak di Manggarai Foto: detikFood

    Terakhir ada Es Teh Pejabat yang jadi salah satu rekomendasi minuman murah dan enak di Jalan Minangkabau. Berjualan dari siang hari, Es Teh Pejabat berbeda dengan es teh manis kaki lima yang sedang hits belakangan ini.

    Es Teh Pejabat lebih fokus menyajikan racikan es teh ukuran jumbo dengan tambahan susu, yakult, jeruk sampai milk tea. Untuk harga es teh manis original hanya Rp 3.000 saja.

    Sementara untuk Es Teh Jumbo Yakult harganya hanya Rp 7.000. Rasa tehnya legit dan perpaduan dengan Yakult membuat rasanya dingin segar.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar


    Jakarta

    Terkenal lewat perannya sebagai Kang Mus di sinetron Preman Pensiun, Epy Kusnandar kini membuka warung makan dengan menu ayam keramas yang enak.

    Belakangan ini nama pemain sinetron Epy Kusnandar tengah disorot usai usaha warung makannya yang viral di Instagram. Lewat perannya di sinetron Preman Pensiun, Epy lebih akrab disapa dengan sebutan Kang Mus.

    Karena itu nama warung makannya juga diberi sebutan Kang Mus. Warung makan milik pesinetron berusia 59 tahun ini terletak di Tower Jasmine, kawasan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.


    Setiap pagi warung makan ini menjual aneka jajanan, gorengan, menu sarapan hingga menu makanan utama seperti ayam keramas dan sambal dadak andalannya.

    Berikut beberapa menu ala ‘Kang Mus’ yang menarik untuk dicoba.

    Detail Informasi Warung Kang Mus
    Nama Tempat Makan Warung Kang Mus
    Alamat Jasmine Tower, Kalibata City, Jakarta Selatan.
    No Telp 081283865127
    Jam Operasional 03.00 – 22.00
    Estimasi Harga Rp 25.000 – Rp 50.000
    Tipe Kuliner Masakan rumahan.
    Fasilitas
    • cashless.
    • tempat makan tersedia.

    1. Sudah Berjualan Sejak 2012

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    Dikutip dari detikHOT (24/01), Epy Kusnandar juga menjelaskan alasan berjualan makanan. Itu karena ia ingin menghidupkan perekonomian keluarga dan ada anak.

    Epy sendiri mengatakan sebenarnya bukan baru-baru ini berjualan. Ia mengaku sudah punya usaha warung makan ini sejak tahun 2012. Epy juga aktif mempromosikan warung makannya ini di Instagram miliknya dan istrinya. Tak lupa ia sering ikut acara bazaar makanan untuk menambah pemasukan.

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    Berkat kegigihannya berjualan makanan dan mempromosikan warung makannya, kini banyak pengunjung yang rela datang dari luar kota hanya untuk makan di warung makannya. Jika sedang tidak sibuk, Epy biasanya terjun langsung untuk melayani pembeli hingga masak langsung di dapur tersebut.

    2. Ayam Keramas dan Sambal Dadak

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    Berasal dari Garut, Jawa Barat, Epy fokus menyajikan menu ayam goreng khas Sunda yang disukai banyak orang. Di warungnya ini menu utamanya adalah Ayam Keramas dan Sambal Dadak (Rp 28.000).

    Harga ini sudah termasuk dengan tambahan nasi uduk, lalapan, sambal dadak dan tentunya ayam goreng potongan besar yang sudah diungkep dengan bumbu kuning sebelumnya. Nama ‘Keramas’ sendiri diambil dari kremesan ayam goreng yang renyah dan membalut bagian luar daging ayam.

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    Jadi tekstur daging ayamnya renyah dan garing di luar, tapi bagian dalamnya tetap empuk. Rasa bumbu ungkepnya menyerap hingga ke dalam. Tapi bisa dibilang ‘gongnya’ terletak pada sambal dadak yang dibuat secara dadakan.

    Sambal mentah khas Sunda ini hanya menggunakan rawit, bawang merah dan terasi mentah. Semuanya diulek hingga halus dan rasa pedasnya bikin nagih.

    3. Kangkung dan Kremesan

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    Selain sambal dadaknya yang membuat sajian ayam keramas ini semakin enak, menu pelengkap lainnya ada Tumis Kangkung (Rp 10.000). Sama seperti sambal, tumisan kangkung ini juga dibuat dadakan jadi tidak seperti sayur di warteg.

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    Pilihan lauk lainnya juga cukup lengkap, misalnya tahu dan tempe (Rp 5.000) yang digoreng dengan kremesan. Ada juga Sate Usus Keramas (Rp 5.000) yang juga tak kalah enak untuk teman makan nasi uduknya yang harum dan pulen.

    4. Pecel Sayur dan Aneka Gorengan

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    Selain Ayam Keramas dan Sambal Dadaknya, ada menu lainnya yang cocok untuk jadi lauk makan siang. Salah satunya Pecel Sayur (Rp 10.000), isinya ada tague, kol dan kangkung yang direbus lalu disiram dengan saus kacang yang tak terlalu kental tapi teksturnya halus.

    Rasa pecelnya memang tidak terlalu pedas tapi tetap gurih dan enak jika disantap dengan nasi putih. Begitu juga dengan jejeran aneka gorengan dan kue yang disediakan di Warung Kang Mus, harganya hanya Rp 10.000 per 3 buah.

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    Ukuran gorengannya lebih besar dibandingkan ukuran gorengan kaki lima. Mulai dari bakwan, martabak tahu, tempe goreng, tahu isi sampai cilok semuanya ada di sini.

    Warung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy KusnandarWarung Kang Mus : Kriuk Gurih Ayam Keramas dan Sambal Dadak ala Epy Kusnandar Foto: detikFood

    “Kita buka dari jam tiga pagi sampai sampai malam hari. Tapi untuk makanan beratnya seperti ayam goreng dan lainnya itu baru ready jam 10 pagi. Kami juga terima pesanan nasi box dan aneka kue,” pungkas Epy Kusnandar.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?


    Jakarta

    Gohyong belakangan sedang hits. Beberapa penjualnya viral seperti Ayam Goreng Gohyong Malaya, Gohyong Menteng, dan Gohyong Cikini. Mana yang racikan gohyongnya paling gurih?

    Gohyong adalah jajanan akulturasi China-Betawi yang tengah diminati. Bentuknya serupa rolade yang digoreng kering lalu disajikan bersama saus asam manis.

    Menilik sejarahnya, gohyong atau ngohiang kabarnya berasal dari daerah Fujian di China. Hidangan ini kemudian menyebar ke wilayah lain karena dibawa oleh perantau orang Hokkien serta Teocheow.


    Karenanya jejak gohyong dapat ditemukan di banyak daerah Indonesia seperti Jakarta, Medan, Bogor, dan Pontianak. Di beberapa negara tetangga juga hadir hidangan serupa gohyong seperti di Malaysia dan Singapura.

    Gohyong umumnya dibuat dari daging ayam, udang, dan telur dengan bumbu bawang putih dan merica. Ada juga yang memakai campuran daging sapi atau bakso sapi sebagai bahan gohyong.

    Adonan yang dicincang halus ini kemudian dibungkus kulit terigu atau lumpia dan digulung memanjang seperti rolade dan dikukus. Setelah dingin, barulah digoreng kering.

    Gohyong sudah ada sejak 1980-an di Jakarta, tapi eksistensinya tak pudar. Belakangan ini malah muncul banyak penjual gohyong baru yang menunya viral di media sosial karena dianggap unik dan enak.

    detikfood tertarik mencicipi gohyong di 3 tempat yang punya banyak peminat. Tempat ini ada yang terbilang legendaris dan baru muncul, tapi sudah viral.

    Ayam Goreng Gohyong Malaya legendaris

    Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?Tampilan gohyong di Ayam Goreng Gohyong Malaya. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Membicarakan gohyong tentu tak dapat meninggalkan penjualnya yang legendaris di Menteng. Namanya Ayam Goreng Gohyong Malaya yang ada di Jalan Lombok, Menteng sejak 1985.

    Dahulu tempat ini juga dikenal dengan nama Nasi Goreng & Ayam Malaya Lombok. Namun tempat jualannya sudah direlokasi dari Jalan Lombok ke Jalan Gereja Theresia Nomor 43, tepatnya di area Kuliner Theresia sejak hampir setahun terakhir.

    Mereka juga punya cabang di kawasan Fatmawati, Kuningan, hingga Jakarta Barat. Kepada detikfood (24/1/2024), sang pemilik yang bernama Uje atau dikenal dengan sebutan ‘koki botak’ ini mengatakan usahanya diwarisi dari sang ayah. Bermula dari usaha nasi goreng gerobakan 39 tahun lalu.

    Seporsi gohyong harganya Rp 30 ribu dengan isian 5 buah yang besar-besar. Gohyong dibuat berkala di dapur kantin dengan sebagian besarnya sudah dipotong-potong dan digoreng agar penyajian ke pembeli lebih cepat.

    Gohyong di sini dibalut kulit sagu dan telur kocok. Untuk isinya menggunakan cincangan daging ayam dan bakso sapi. Tekstur kulit yang membalutnya tipis, tapi tetap renyah usai digoreng.

    Adonannya sendiri terasa padat gurih dengan tekstur daging yang berimbang. Artinya cincangan daging ayam dan bakso sapinya tak terlalu kasar maupun halus. Untuk rasa dagingnya juga tercecap kuat dan nikmat.

    Sementara kuah asam manisnya cenderung encer dengan rasa asam manis yang menurut kami pas. Menyeruputnya berkali-kali pun tak bikin bosan. Untuk sensasi pedas, penjual menyediakan irisan cabai rawit hijau.

    Selain gohyong, Ayam Goreng Gohyong Malaya yang buka pukul 5 sore ini juga menyajikan ayam malaya yaitu ayam goreng tepung yang diberi saus gohyong, ayam kuluyuk dengan saus fuyunghai, hingga nasi goreng gila yang sedap.

    Ayam Gohyong Menteng favorit anak muda Jaksel

    Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?Ayam Gohyong Menteng yang ada di Antasari jadi favorit anak-anak Jaksel. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    detikfood juga mencicipi gohyong buatan Ayam Gohyong Menteng yang hits di kalangan anak-anak muda. Salah satu gerainya ada di kawasan Antasari, Jakarta Selatan (Jaksel).

    Menempati kios sederhana, Ayam Gohyong Menteng ini tak pernah sepi pembeli. Mereka buka sejak pukul 4 sore hingga tengah malam.

    Saat santap di tempat, kamu dapat melihat gohyong dibuat berkala untuk memenuhi permintaan pembeli. Tempat ini juga buka di aplikasi ojek online.

    Seporsi gohyong dibanderol Rp 25 ribu dengan isian 6 potong ukuran sedang. Rasa pedasnya didapat dari irisan cabai rawit merah.

    Begitu digigit, tekstur kulit dan adonan gohyong di sini terasa lebih keras. Ini mungkin karena menggorengnya terlalu lama. Cincangan daging ayam dan baksonya juga lebih kasar.

    Rasa daging ayam dan bakso sapinya menurut kami juga masih sedikit amis. Untuk saus asam manisnya memiliki rasa asam yang lebih kuat dibanding manisnya.

    Tempat ini juga menyediakan Chinese food lain seperti nasi goreng, ayam malaya, capcay, hingga kwetiau. Harganya juga berkisar Rp 25 ribuan.

    Cita rasa Gohyong Cikini yang viral dan rekomendasi terenak versi detikfood ada di halaman selanjutnya.

    Gohyong Cikini yang viral

    Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?Tampilan Gohyong Cikini yang viral diantre pembeli. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Sebagai pembanding, detikfood mencicipi Gohyong Cikini yang tengah viral. Usaha gohyong kaki lima ini adalah milik Wiwik yang hadir sejak 5 bulan terakhir di area Pasar Kembang, depan Stasiun Cikini.

    Buka mulai pukul 4 sore, biasanya Gohyong Cikini sudah menuai antrean panjang. Demi mengatur alur pembeli, mereka biasanya menuliskan nama pembeli di kertas, lalu memanggilnya satu per satu.

    Gohyong di sini sudah digoreng. Jadi penjual tinggal mengemas gohyong ke kantong-kantong plastik. Kalau mau makan di tempat, mereka menyediakan wadah styrofoam dan sendok plastik.

    Gohyong Cikini dijual Rp 25 ribu per porsi isi 6. Dilengkapi saus asam manis dan irisan cabai rawit hijau untuk pemberi rasa pedas.

    Ukurannya terbilang sedang dengan kulit lebih tebal ketimbang gohyong di 2 tempat sebelumnya. Teksturnya renyah dan lumayan garing.

    Begitu digigit, adonan gohyong di sini ternyata paling halus. Tak tercecap tekstur cincangan daging ayam dan bakso sapi yang kami harapkan.

    Sementara kuah asam manisnya paling ringan di antara yang lain. Jejak rasa asam manisnya cukup seimbang. Kelebihannya, meski gohyong sudah dijual dalam kondisi digoreng, tapi masih hangat saat sampai ke tangan kami.

    Gohyong yang paling enak pilihan detikfood

    Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?Tiap gohyong viral ini punya keistimewaan tekstur dan rasa masing-masing. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Setelah mencicipi 3 gohyong, kami memilih gohyong buatan Ayam Goreng Gohyong Malaya yang paling nikmat. Penilaian ini didasarkan pada tekstur dan cita rasa gohyong serta kuahnya.

    Gohyong legendaris ini memiliki tekstur yang paling pas. Cincangan daging ayam dan bakso sapinya tak terlalu kasar maupun halus. Kulitnya yang tipis tapi garing memungkinkan kami fokus merasakan isian adonan gohyong yang padat gurih.

    Kuah gohyong di sini juga paling sesuai selera kami. Kuahnya tak terlampau asam maupun manis. Semuanya seimbang dengan tekstur ringan yang bikin makan jadi tidak eneg.

    Namun semua penilaian ini bersifat subjektif, berdasarkan selera kami. Bukan tidak mungkin kamu memiliki penilaian lain atas gohyong yang lebih enak. Jajan gohyong yuk!

    Ayam Goreng Gohyong Malaya
    Jalan Gereja Theresia Nomor 43, Menteng, Jakarta Pusat
    Telepon: 081298986043

    Ayam Gohyong Menteng
    Jl. Pangeran Antasari Nomor 10, Jakarta Selatan
    Telepon: 085659401869

    Gohyong Cikini
    Depan Bank BCA dan Pasar Kembang
    Kawasan Stasiun Cikini, Jakarta Pusat

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Lengkap! Kwetiau Arang dan Kaloci Autentik Ada di Warung Makan Ini


    Jakarta

    Makanan khas Pontianak di Jakarta yang pilihannya lengkap bisa ditemui di warung makan ini. Mulai dari kwetiau ekonomis yang dimasak pakai arang hingga jajanan jadul kaloci.

    Pontianak terkenal dengan kulinernya yang beragam. Pilihan makanannya juga lengkap, mulai dari camilan gurih, manis, makanan berat hingga dessert yang menggugah selera.

    Mungkin agak sulit menemukan makanan khas Pontianak di Jakarta. Namun, kalau cari makanan Ponti lengkap yang cita rasanya autentik, bisa datang ke warung makan ini, namanya KCKT Tiammie Kochai.


    Lokasinya di dalam kawasan Pasar Modern Paramount Gading Serpong. Dihimpit oleh beberapa penjual makanan dan minuman lainnya.

    Di Pasar Modern Paramount Gading Serpong memang banyak penjual kuliner khas Pontianak. Namun, warung makan ini menarik perhatian karena menjual makanan Pontianak yang lengkap dan halal. Pilihannya mulai dari Kwetiau KCKT, sate kuah, nasi telur, hingga kaloci pun ada di sini.

    Penjualnya, orang Pontianak asli juga mengaku masih mempertahankan keautentikan masakan ini. Mulai dari metode memasak hingga cita rasanya.

    DetikFood menyambangi warung makan tersebut untuk mencicipi langsung cita rasa kuliner khas kota khatulistiwa itu. Begini informasi menariknya!

    1. Makanan Pontianak dengan cita rasa autentik

    Kuliner Pontianak Pasmod Paramount GSCita rasa makanan Pontianak di warung makan ini masih autentik dan halal. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung makan KCKT Tiammie Kuchai telah beroperasi selama 7 tahun di Pasar Modern Paramount Gading Serpong. Pemiliknya, Pak Tanto dan sang istri memang orang asli Pontianak. Mereka sudah merantau selama 10 tahun di Jakarta.

    Dulunya pak Tanto bekerja di percetakan, sampai akhirnya memutuskan untuk berjualan makanan khas Pontianak.

    “Saya dulu sebenarnya kerja di percetakan, terus dateng ke Jakarta dan buka warung makan ini,” jelasnya kepada detikFood.

    “Awalnya pertama kali saya tinggal di sini, di Gading Serpong saya lihat ada kuliner gitu, menarik, apalagi banyak masakan Pontianak, yaudah lah, coba minta ke kantor, dulu bukan di sini, di ujung, ada kosong baru ke sini, kalau di sana kan Pontianaknya lebih kurang, kalau arah sini lebih banyak,” lanjutnya.

    Tidak hanya menjadi pemilik, Pak Tanto juga memasak dan menyiapkan pesanan makan. Keahliannya dalam memasak ia dapat karena memang sejak dulu suka masak. Resep-resep masakannya juga ia dapat dari resep turun temurun.

    “Kalau masak emang pada dasarnya orang Kalimantan itu suka masak, jadi bisa,” jelasnya.

    2. KCKT, kwetiau ekonomis yang dimasak pakai arang

    Kuliner Pontianak Pasmod Paramount GSDi sini bisa mencicipi KCKT tau kengcie kwetiau yang dimasak pakai arang. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salah satu menu andalan di warung makan ini adalah KCKT, kependekan dari kengcie kwetiau.

    Pak Tanto mengungkap, kengcie kwetiau di Pontianak maksudnya adalah kwetiau yang ekonomis. Sebab, bahan-bahan yang dipakai memang sangat sederhana.

    Kengcie kwetiau hanya dibuat dari kwetiau, sejenis mie dari tepung beras yang dimasak bersama sayuran dan bumbu. Topping tambahannya pun biasanya hanya telur mata sapi.

    Keistimewaan KCKT di tempat ini yaitu metode memasaknya yang masih pakai arang.

    Seporsinya dibanderol dengan harga Rp 20.000 saja. Jika ingin tambah telur, bisa membayar Rp 5.000 lagi.

    Kwetiaunya bisa dimasak dengan tiga macam, yaitu goreng, bun, atau siram. Kami memesan menu andalan kwetiau gorengnya.

    Kwetiau datang dalam porsi yang melimpah. Meskipun digoreng, tetapi tidak sampai kering. Teksturnya masih kenyal dan kwetiaunya cenderung basah karena masih tersisa kuah dari bumbu tumisnya.

    Rasanya dominan manis seperti kecap, tetapi ada sentuhan rasa gurihnya. Karena dimasak pakai arang, aroma smokeynya pun muncul.

    Pak Tanto memang sengaja masih memasak menggunakan arang untuk memberi rasa dan aroma yang berbeda.

    “Karena saya masaknya pakai arang, karena sekarang lebih banyak kompor nih, pasti wanginya beda, kalau pakai arang itu beda lagi wanginya, lebih harum,” jelasnya.

    3. Sate kuah bumbu kacang yang tidak kalah enak

    Sate kuah ini punya cita rasa yang manis dengan kuah kaldu yang gurih lembut.Sate kuah ini punya cita rasa yang manis dengan kuah kaldu yang gurih lembut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pontianak juga terkenal dengan sate kuahnya. Di warung makan ini, pak Tanto menawarkan menu sate kuah terdiri dari pilihan daging ayam dan daging sapi.

    Seporsinya dibanderol dengan harga sekitar Rp 40.000, sudah termasuk 10 tusuk sate dan lontong.

    Kami memesan sate kuah ayam dengan potongan ayam yang besar-besar. Satenya dibakar dengan bumbu spesial, kemudian disajikan dengan lontong. Baru diberi kucuran bumbu kacang dan kuah kaldu. Jangan lupa peras jeruk kunci agar rasanya semakin enak.

    Daging ayamnya juicy dan sangat pas dipadukan dengan bumbu kacang yang gurih manis. Tambahan kuah kaldunya pun menghasilkan rasa gurih lembut di mulut.

    Kuah kaldunya juga seoalah membilas bumbu-bumbu kacang yang menempel di lidah.

    Kenikmatan nasi telur hingga kaloci bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Nasi telur khas Pontianak yang hits ada di sini

    Kuliner PontianakNasi telur khas Pontianak yang sederhana tetapi lezat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau penasaran dengan cita rasa nasi telur Pontianak, kamu bisa memsannya di sini. Seporsi nasi telurnya dibanderol dengan harga Rp 18.000 saja. Telurnya bisa minta dimasak setengah matang maupun matang.

    Kami memesan satu porsi. Isinya terdiri dari nasi putih hangat, telur mata sapi, taburan ebi dan kecap.

    Meskipun sederhana, tetapi rasanya enak dan nyaman. Mengingatkan kami dengan bekal makan siang ala rumahan.

    Tambahan ebi membuat cita rasa nasi telur ini menjadi spesial. Rasanya pun tidak manis saja, tetapi ada juga rasa gurih yang khas dari ebi-nya.

    Pak Tanto mengaku menu makanan ini paling sering dibeli oleh para anak muda, terutama mahasiswa-mahasiswa. Karena harganya murah dan rasanya sudah pasti disukai.

    5. Kaloci, jajanan Pontianak yang bikin nagih

    Kuliner PontianakKaloci, semacam mochi yang manis ini bikin nagis. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami memesan kaloci sebagai hidangan penutup. Kaloci di sini ada dua rasa, yaitu original dan pandan.

    Namun, pak Tanto mengungkap lebih banyak pelanggan membeli rasa original. Ia pun akhirnya lebih banyak mempersiapkan adonan kaloci original daripada pandan.

    DetikFood memesan kedua rasa kaloci tersebut. Kalocinya baru akan dibuat ketika pelanggan memesan.

    Pelanggan juga bisa melihat sendiri proses kaloci itu disiapkan. Mulai dari adonannya diuleni, dicampur dengan kacang tanah dan gula, dipotong-potong menjadi bentuk kotak, sampai siap dimakan.

    Rasanya mirip seperti mochi ala Jepang, tetapi teksturnya menurut kami lebih lembut dan kenyal.

    Begini cara pembuatan kaloci, jajanan jadul khas Pontianak yang mirip mochi.Begini cara pembuatan kaloci, jajanan jadul khas Pontianak yang mirip mochi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menurut kami tidak ada perbedaan rasa antara original dan pandan. Keduanya sama-sama manis dengan sentuhan gurih smokey dari kacang tanahnya.

    Pak Tanto mengungkap, kaloci ini dibuat menggunakan campuran tepung beras dan tepung ketan. Diuleni cukup lama sekitar 3 jam.

    Kacang tanah yang dipakai kacang tanah tuban asli Pontianak. Pak Tanto tetap menggunakan bahan-bahan khas Pontianak untuk mempertahankan rasanya. Menurutnya, kacang tanah tuban ini akan menghasilkan aroma dan rasa yang lebih enak daripada kacang tanah biasa.

    Setiap hari pak Tanto juga menghaluskan kacang tanah sekitar 30 kilogram menggunakan alat tradisional.

    Jika penasaran ingin menikmati beragam kuliner Pontianak di Pasar Modern Paramount Gading Serpong, bisa mampir ke warung makan KCKT Tiammie Kuchai, buka Selasa-Minggu mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Mantan Chef di Australia Jualan Choipan Singkawang, Ludes Ribuan per Hari!


    Jakarta

    Selain kuliner Pontianak, di Pasar Modern Paramount Gading Serpong juga ada kuliner Singkawang. Salah satunya Choipan Singkawang yang dimiliki seorang mantan chef!

    Daerah Kalimantan Barat memang terkenal dengan kulliner yang beragam. Tidak hanya kuliner Pontianak-nya yang enak, tetapi kuliner di Singkawang juga tidak kalah menarik.

    Kota yang letaknya di sebelah utara Pontianak itu juga terkenal dengan hidangan choipannya. Namun, choipan di Singkawang punya kulit lebih tipis, dengan variasi isian yang pilihannya lebih sedikit.


    Jika menyukai choipan atau mau mencoba choi pan ala Singkawang, kamu bisa mampir ke gerai ini. Namanya Choipan Singkawang di Pasar Modern Paramount Gading Serpong.

    Menempati sebuah ruko di dalam pasar, gerai Choipan Singkawang punya area cukup luas. Terdapat banyak meja dan kursi yang bisa ditempati. Makan choipan langsung di tempatnya juga akan terasa sangat nyaman.

    Choipan SingkawangBegini suasana bagian dalam gerai Choipan Singkawang yang berlokasi di Pasar Modern Paramount Gading Serpong. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Choipan Singkawang punya beberapa cabang, tetapi cabang utamanya di Pasar Modern Paramount. Sehingga, kegiatan produksi choipan di cabang ini dilakukan setiap hari. Pengunjung juga bisa melihat langsung bagaimana choipan itu dibuat.

    Menyambangi Choipan Singkawang pada Rabu (24/01), kami mencicipi sejumlah variasi choipan yang mereka tawarkan. DetikFood juga berbincang dengan pemilik gerai ini, yang rupanya merupakan mantan chef dimsum di Autsralia!

    1. Usaha milik mantan chef dimsum di Australia

    Choipan SingkawangChoipan Singkawang ini merupakan usaha milik seorang mantan chef di restoran dimsum di Australia bersama sang istri. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Choipan Singkawang merupakan bisnis kuliner yang dibangun oleh seorang mantan chef dimsum di Australia. Pada 2019, mantan chef bernama Marco itu mulai berjualan choipan bersama sang istri.

    Setelah kembali dari Australia ke Indonesia, Marco dan istrinya menghadapi pandemi. Akhirnya mereka berpikir berjualan choipan saja. Kebetulan, istri Marco orang asli Singkawang, sehingga resep choipan langsung datang dari istrinya.

    “Awalnya itu saya di akhir 2019 itu pulang dari Australia sama istri, nah sampai Indonesia ternyata lockdown covid, jadinya kita ga tau mau ngapain, karena istri orang Singkawang kita coba bikin makanan Singkawang Choipan khususnya di situ kita coba kasih ke teman-teman ternyata enak, setelah itu baru kita mulai coba jualan Choipan,” jelasnya kepada detikFood.

    Marco yang pernah bekerja sebagai chef di restoran dimsum dengan penghargaan Michelin itu mengaplikasikan teknik pembuatan dimsum ke dalam proses pembuatan choipan ini. Tidak heran choipan yang ditawarkan punya rasa dan kualitas yang tidak main-main.

    “Sebelumnya belum pernah buat, saya di Australia jadi chef, chef dimsum. Jadi teknik dari choipan ini kita ambil dari teknik dimsum saya,” ujar Marco kepada detikFood.

    2. Choipan spesial ludes ribuan buah per hari

    Choipan SingkawangChoipan Singkawang menawarkan choipan spesial yang bisa ludes ribuan buah per hari. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Choipan yang ditawarkan adalah khas Singkawang dengan tiga keistimewaan yaitu, kullitnya tipis, ebinya banyak, dan dilengkapi sambal istimewa.

    Choipan Singkawang juga punya tiga pilihan isian, terdiri dari bengkuang, kuchai, dan rebung. Ketiga isiannya memadati kulit choipan yang tipis. Ukurannya memang tidak begitu besar, tetapi menyantapnya tetap terasa puas.

    Choipannya bisa dibeli ala carte atau paketan. Untuk ala carte, bisa dipesan 10 pcs tau 5 pcs yang masing-masing dibanderol dengan harga Rp 20.000 (5 pcs) dan Rp 40.000 (Rp 10 pcs).

    Selain isian bengkuang, kuchai, dan rebung, Choipan Singkawang juga menawarkan choipan vege tanpa ebi atau bawang. Namun, choipan ini haya bisa dipesan h-1 sebelumnya.

    Sejak awal berjualan, Marco mengungkap choipannya sudah mendapat kesan baik dari banyak pelanggan.

    Sampai saat ini, choipannya masih banyak diminati. Choipan Singkawang pun bisa membuat ribuan pieces choipan setiap harinya.

    Bahkan mereka menghabiskan 30 kilogram bengkuang setiap hari, yang dipakai sebagai isian choipan.

    “Kalau per harinya udah sampe ribuan lah. Mulai buat dari jam 06.30. Choipan juga dibuat terus. Kadang pada istirahat dulu tiga jam terus buat choipan lagi. Karena ini cabang pusat jadi kami buat terus choipannya untuk dikirim ke cabang lain,” jelas Marco.

    Cita rasa choipan Singkawang hingga mie asin bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Choipan dandang yang menggiurkan

    Choipan SingkawangSalah satu menu yang menggiurkan di Choipan Singkawang adalah menu choipan dandang ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain dijual ala carte, mereka juga menawarkan pilihan menu Choipan Dandang berisi 20 buah (Rp 80.000). Variasinya bisa dicampur antara bengkuang, kuchai, dan rebung.

    Choipannya disajikan dalam dandang bulat berbahan stainless steel. 20 choipan pun disusun memenuhi dandang tersebut.

    Bentuknya berbeda-beda tergantung dari isian. Ada yang bentuknya agak lonjong, ada juga yang bulat.

    Kulit choipannya memang tipis, mirip seperti kulit dimsum hakau. Namun, isiannya sangat padat. Ketika digigit, kulitnya seolah langsung meleleh di mulut.

    Marko mengungkap, variasi paling favorit adalah bengkuang. Saat dicoba, kami pun mengerti kenapa bengkuang menjadi varian paling favorit.

    Tekstur bengkuangnya lembek tetapi masih meninggalkan kerenyahan. Rasa bengkuangnya manis tetapi karena ada taburan minyak bawang putih goreng sehinga aroma bawang putihnya lebih mendominasi.

    Minyak bawang putih goreng itu juga menambah kelezatan choipan. Tambahan ebi di dalamnya juga memberi rasa gurih yang khas.

    Untuk choipan kuchai nya enak. Kuchainya juga tidak menyisakan jejak pahit, tetapi tidak menurut kami tidak begitu berkesan.

    Variasi rebungnya tidak kalah enak. Rebungnya tidak bau sama sekali. Rasa rebungnya juga tidak menyisakan aroma atau jejak rasa tidak enak di mulut. Potongan rebungnya padat dan tidak kalah renyah ketika digigit.

    Makan begitu saja choipan ini sudah sedap. Namun, jika ingin ada sentuhan rasa pedas, bisa dicocol ke sambal merahnya. Sedangkan, jika ingin yang pedas manis, bisa dicocol ke saus spesialnya.

    4. Sop Mie Asin hingga Rujak Singkawang yang menyegarkan

    Choipan SingkawangDi gerai Choipan Singkawang ada juga menu sop mie asin yang terdiri dari aneka topping seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain choipan, di gerai ini juga ada beberapa menu makanan lain, seperti bakmie, mie asin, maupun camilan rujak.

    Kami mencoba Sop Mie Asin (Miensien Sop) seharga Rp 25.000. Semangkuknya terdiri dari misoa, dilengkapi topping teri, kacang, bakso ikan, dan keripik singkong pedas.

    Jika toppingnya terasa kurang, kamu bisa menambah ekstra seharga Rp 5.000 per topping.

    Kuah mie asinnya berwarna merah oranye. Rasa mie asinnya cenderung gurih dengan sedikit jejak rasa pedas.

    Tekstur misoanya juga lembut dan tidak licin. Misoanya lebih enak jika dimakan berbarengan dengan topping dan kuah kaldunya.

    Rujak khas Singkawang juga bisa dipesan. Spesialisasinya pada tambahan emping.Rujak khas Singkawang juga bisa dipesan. Spesialisasinya pada tambahan emping. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sebagai camilan, bisa pesan rujak Singkawangnya. Terdiri dari potongan tipis mangga muda yang disiram dengan kuah kental berwarna cokelat gelap, kemudian ditaburi ebi.

    Ciri khasnya, rujak ini dimakan bersama dengan emping.

    Mangga mudanya memberi rasa asam, tetapi rasanya menjadi seimbang jika dipadukan dengan kuahnya yang manis. Rasa manisnya perpaduan antara petis dan gula merah.

    Cara makannya dengan menyendokkan mangga muda dan kuah menggunakan emping. Empingnya selain memberi tekstur renyah, juga memberi jejak rasa pahit pada rujak.

    Choipan SingkawangEs sonkit dan es nammong bisa dipesan untuk menghilangkan dahaga setelah makan choipan yang gurih. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk menghilangkan dahaga, kamu bisa pesan es sonkit yang asam menyegarkan. Ada juga es nammong, es dengan jeruk sonkit yang telah difermentasi. Rasanya tawar tetapi ada jejak rasa asam manisnya.

    Jika tertarik mencoba Choipan Singkawang, bisa langsung mampir ke cabang yang berlokasi di Pasar Modern Paramount Gading Serpong. Bukanya mulai pukul 06.30 sampai 21.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sedapnya Misoa di Pasar Bintaro yang Bisa Terjual 500 Mangkuk!


    Jakarta

    Di dalam Fresh Market Bintaro, ada sejumlah kuliner enak yang sayang dilewatkan. Salah satunya gerai misoa viral ini yang bisa menjual lebih dari 500 mangkuk sehari!

    Pasar modern kini menawarkan kuliner enak dengan pilihan beragam. Tidak hanya kuliner tradisional, tetapi juga juga aneka kuliner kekinian yang harganya terjangkau.

    Salah satu pasar modern yang punya pilihan kuliner beragam yaitu Fresh Market di Bintaro. Pasar modern ini punya area yang dipenuhi tenant-tenant kuliner menarik. Berjejer rapi di sepanjang salah satu gang pasar yang bisa bikin ngiler.


    DetikFood menyambangi salah satu gerai makanan yang ‘paling’ ramai di antara sejumlah jajanan populer lainnya. Kami datang ke Talenta Bar yang menawarkan misoa dan bakpao.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Talenta Bar
    Alamat Fresh Market Emerald Bintaro, Parigi, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15227
    Instagram @talentabar
    Jam Operasional Senin-Minggu, 07.00 – 15.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 18,000 – Rp 38.000
    Tipe Kuliner Misoa dan bakpao
    Fasilitas
    • Tersedia meja dan kursi untuk makan di tempat
    • Area indoor
    • Condiments yang lengkap

    1. Hanya menawarkan satu jenis misoa

    Talenta BarTalenta Bar hanya menawarkan satu jenis misoa, yaitu Misoa Ayam yang disajikan dengan kuah kaldu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Talenta Bar menawarkan olahan misoa halal tanpa angciu, daging, maupun minyak babi.

    Menu misoa di Talenta Bar memang cuma satu, yaitu Misoa Ayam (Rp 38.000) yang disajikan berkuah. Namun, bisa ekstra telur dan ekstra kuah (Rp 3.000).

    Kami tentu memesan semangkuk Misoa Ayam yang menjadi andalan di sini.

    Sistem pemesanannya, pelanggan perlu pesan di kasir terlebih dahulu dan langsung bayar. Setelah itu, akan mendapat struk yang sekaligus tertera nomor antrean.

    Sambil menunggu misoa dibuat, pelanggan bisa menempati meja dan tempat duduk terlebih dahulu. Barulah, ketika dipanggil, kamu bisa langsung mengambilnya di bar.

    Konsep dapurnya juga open kitchen sehingga pelanggan bisa melihat langsung proses masak misoa viral ini.

    2. Ludes 500 mangkuk lebih per hari!

    Talenta BarTalenta Bar menjadi salah satu tenant teramai di Fresh Market Bintaro. Mereka pun bisa menjual 500 mangkuk lebih per hari. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Talenta Bar menjadi salah satu tenant makanan paling ramai di Fresh Market Bintaro.

    Saat kami sambangi pukul 12 kurang, gerainya sangat ramai, tidak ada meja dan kursi yang tersisa. Kami berujung mengelilingi tenant lain dahulu dan kembali pukul setengah 1 siang.

    Barulah tersedia beberapa meja dan bangku kosong. Namun, tetap perlu bergerak cepat karena banyak pelanggan lain yang juga menunggu.

    Menurut salah satu pegawai, mereka bisa menjual 500 lebih mangkuk dalam sehari. Sampai-sampai membuat mereka perlu kuat berdiri seharian memasak misoa pesanan pelanggan yang tidak ada habisnya ini.

    “Kita bisa habis 500 mangkuk lah sehari. Bahkan, kalau weekend sampe 700-an mangkuk,” jelasnya kepada detikFood (06/02).

    Semua misoa baru akan dimasak ketika pesanan pelanggan masuk. Mulai dari merebus misoa sampai meracik kaldunya.

    Semangkuknya sangat sederhana, terdiri dari misoa, topping potongan ayam, jamur shitake, dan telur rebus (jika memang pesan tambahan), yang kemudian disiram kuah kaldu.

    Misoa ini memang terlihat polos, tetapi tenang saja karena pelanggan bisa meracik sendiri misoa dengan beberapa condiments yang tersedia. Mulai dari bawang goreng, daun bawang, potongan cabai, dan kecap asin dengan potongan cabai hijau.

    Penasaran dengan cita rasa misoa dan bakpao-nya? Bisa lihat pada halaman berikut ini!

    3. Semangkuk misoa yang gurih sedap

    Talenta BarSeperti ini tampilan misoa ayamnya yang gurih sedap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami memesan semangkuk Misoa Ayam dengan tambahan telur rebus (Rp 41.000). Kami memang perlu menunggu dipanggil, tetapi tidak begitu lama karena setiap pelanggan memesan misoa langsung dimasak per porsi dalam beberapa panci berbeda.

    Setelah pesanan jadi, kami langsung mengambilnya di bagian bar. Misoa pun disajikan dalam mangkuk stainless steel ala ramen Korea.

    Sebelum membawanya ke meja, kami melengkapinya dulu dengan beberapa condiments, seperti bawang goreng, daun bawang, potongan cabai, dan sedikit lada. Tampilannya menjadi lebih menarik ketika sudah ditambah condiments.

    Talenta BarPelanggan dipersilahkan meracik sendiri misoa-nya dengan sejumlah condiments ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kuahnya tidak begitu kental, tetapi tidak encer juga. Dalam sesapan pertama, kami sudah bisa merasakan rasa gurih kaldu yang kuat dalam kuah misoa ini. Ditambah potongan cabai dan lada menjadi semakin enak.

    Namun, lada dan cabainya disarankan jangan terlalu banyak karena rasa gurih kaldunya bisa tenggelam.

    Misoanya sendiri dimasak dengan kematangan yang pas. Teksturnya tidak begitu lembek maupun keras. Misoanya halus, tetapi tidak kenyal seperti bihun atau soun.
    Misoa ini pun menurut kami sangat cocok dipadukan dengan kuah yang gurih pedas.

    Topping ayamnya dipotong seperti bentuk dadu, dan sepertinya dibumbui terlebih dahulu karena kami bisa merasakan rasa gurih, tidak hambar. Topping ayam dan jamur shitakenya juga melimpah, pas dengan porsi misoanya.

    Satu mangkuk misoa ini dijamin mengeyangkan karena menurut pegawai, sebenarnya semangkuk misoa ini adalah porsi untuk dua orang.

    4. Ada bakpao jumbo yang mantap

    Talenta BarSelain misoa, di Talenta Bar kamu juga bisa menemukan bakpao jumbo. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain Misoa Ayam, di Talenta Bar sebenarnya ada juga menu tahu garing, bakpao ayam, dan bakpao kacang merah.

    Sayangnya, kami tidak kebagian tahu garing sehingga, kami hanya memesan bakpao ayam dan bakpao kacang merah sebagai pelengkap. Bakpaonya bisa disajikan langsung maupun terakhir, setelah selesai menyantap misoa.

    Ketika bakpao selesai dipanaskan, kami terkejut karena ukurannya sangat besar, mungkin sebesar kepala bayi. Tidak heran bakpao jumbo ini dibanderol dengan harga Rp 18.000 per buah.

    Talenta BarSeperti ini isian dalam bakpao ayam yang ditawarkan oleh Talenta Bar. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menurut kami harganya sepadan dengan bakpao yang ditawarkan. Selain ukuran jumbo, isiannya juga padat melimpah. Tekstur roti bakpaonya lembut, tidak keras maupun kering. Ada sedikit rasa manis yang tercap dari roti bakpao ini.

    Untuk bakpao kukus ayam diisi dengan cincangan daging ayam yang padat dan banyak. Sayangnya. ayamnya menggumpal di bagian tengah saja. Tekstur ayamnya cukup juicy dan tidak hambar.

    Talenta BarSemenatara, ini bakpao isi kacang merahnya yang tidak kalah menarik dan enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakpao kukus kacang merahnya menurut kami lebih enak karena meski isiannya padat, tetapi menyebar ke seluruh bagian dalam bakpao. Kacang merahnya punya rasa yang tidak begitu manis, cocok dipadukan dengan roti bakpao jumbo ini.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari


    Bogor

    Di kota Bogor tepatnya di Jalan Suryakencana ada tempat makan nasi goreng berusia setengah abad. Nasi goreng di sini terkenal dengan topping pete gorengnya.

    Tak sulit untuk mencari kuliner legendaris yang enak dan beragam di Bogor. Di kota ini ada puluhan tempat makan yang uisanya mencapai setengah abad lebih dan masih diminati sampai sekarang.

    Salah satunya ada kedai makan sederhana bernama Nasi Goreng Guan Tjo yang berada di Jalan Suryakencana. Bagi warga Bogor, nama nasi goreng ini sudah tidak asing lagi yang pertama kali berdiri pada tahun 1965 silam.


    Selama lebih dari enam puluh tahun berdiri ternyata ada banyak kisah menarik di balik Nasi Goreng Guan Tjo. Misalnya kisah pemilik generasi pertama yaitu Lo Kan Tjiong yang merupakan pendiri dari Guan Tjo.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Menurut salah satu karyawan Nasi Goreng Guan Tjo bernama Jajat, ia menceritakan bahwa dulunya Lo Kan Tjiong berjualan di pasar tradisional hanya menggunakan gerobak.

    “Kalau pindah ke Jalan Suryakencana memang baru 12 tahun. Tapi kalau mulai jualan sendiri dari tahun 1965, sekarang nasi goreng ini dikelola oleh generasi kedua dari Lo Kan Tjiong,” jelas Jajat.

    Nasi Goreng Guan Tjo uniknya tidak pernah berjualan sendirian, melainkan Lo Kan Tjiong berteman baik dengan Lo Kan Wat yang berdagang bubur kacang ijo serta Pak Oo yang terkenal dengan sate sumsum sapinya.

    Jadi mereka bertiga selalu berjualan beriringan sampai sekarang. Sayangnya saat detikFood sampai ke kedai Nasi Goreng Guan Tjo, bubur kacang ijo maupun sate sumsumnya sedang tutup. Jadi hanya ada nasi gorengnya saja.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    “Kalau untuk ciri khas nasi goreng Guan Tjo yang pasti itu kita pakai topping pete (petai) goreng. Jadi petenya tidak kita tumis bareng nasi dan bumbu, melainkan kita goreng dulu sampai garing baru di atasnya kita taburkan pete. Sehingga rasa dan bumbu nasi gorengnya tidak beraroma pete,” jelas Jajat yang sudah menjadi karyawan sekaligus juru masak di Nasi Goreng Guan Tjo sejak 12 tahun lalu.

    Menu yang ditawarkan memang sederhana hanya dua jenis nasi goreng saja, yaitu Nasi Goreng Ayam Pete (Rp 35.000) atau Nasi Goreng Ayam Sosis (Rp 35.000).

    “Mungkin bisa dibilang ini nasi goreng gaya Chinese yang klasik. Karena isian nasi goreng di sini cuma telur, daging ayam, dengan topping pete atau sosis. Sama mungkin yang membedakan karena di bumbu tumisan nasi goreng kita kasih bubuk ebi kering biar rasanya lebih gurih,” sambung Jajat.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Benar saja rasa nasi goreng petenya sangat garing dan tidak lembek. Rasa gurih dari ebi dan tumisan bumbu yang pas membuat nasi goreng Guan Tjo ini menjadi spesial meski bahan-bahannya sederhana.

    Nasi gorengnya juga tidak berminyak dan rasa petenya juga tidak pahit karena sudah digoreng lebih dulu sampai garing. Lengkap dengan acar timun dan acar rawitnya yang segar dan bisa diambil sepuasnya.

    Nasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap DigemariNasi Goreng Pete Guan Tjo, Nasi Goreng Jadul yang Tetap Digemari Foto: detikFood

    Meski kini bermunculan banyak restoran hingga tempat makan nasi goreng yang lebih modern, namun Nasi Goreng Guan Tjo tetap memegang predikat sebagai nasi goreng legendaris sekaligus salah satu nasi goreng tertua yang ada di Bogor sampai sekarang.

    Bagi yang tertarik mampir untuk mencicipi nasi goreng petenya yang legendaris, setiap harinya kedai nasi goreng ini buka dari jam 11.00 – 20.00. Pembayaran bisa non-tunai dan sudah bisa dipesan di aplikasi ojek online. Oh ya, semua menu di sini halal.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com