Author: perbaiki

  • Uniknya Crookie, Croissant Isi Cookies yang Renyah Legit


    Jakarta

    Setelah cromboloni, kini ada lagi jajanan hybrid yang tengah menjadi tren. Namanya crookie, yakni perpaduan antara croissant dan cookie. Gimana rasanya?

    Tren kuliner memang tak pernah ada habisnya. Kreatifitas selalu menghadirkan tren kuliner baru yang unik, seperti yang belakangan viral dengan munculnya crookie.

    Crookie merupakan perpaduan antara croissant dan cookie. Jajanan hybrid ini merupakan croissant yang disajikan dengan adonan cookie untuk isian dan toppingnya.


    1. Viral di Paris

    Crookie dari BakerzinCrookie awalnya viral di Paris. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Rupanya tren crookie ini berawal dari Paris. Melalui video TikTok, banyak foodies di Paris yang mencoba menu unik dari sebuah kafe populer di sana.

    Salah satunya akun TikTok @just.restless (28/02/24). Dalam videonya ia mengatakan bahwa harganya memang terbilang mahal, tetapi sepadan dengan rasanya.

    2. Ada di Jakarta

    Crookie dari BakerzinCrookie dari Bakerzin Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tren crookie tersebut menarik perhatian para foodies di Indonesia. Hingga pada akhirnya banyak kafe yang berlomba-lomba menawarkan menu ini. Salah satunya Bakerzin.

    Detikfood tak mau ketinggalan untuk mencicipinya. Kami mengunjungi gerai Bakerzin yang berlokasi di Mall Kota Kasablanka (27/03/24).

    Dalam pantauan detikFood, hampir semua pengunjung di sana juga memesan menu crookie.

    3. Ada 4 varian rasa

    Crookie dari BakerzinCrookie dari Bakerzin tersedia dalam 4 varian. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Crookie yang ditawarkan di Bakerzin ini dibanderol seharga Rp 43.000. Ada 4 varian yang tersedia, mulai dari Choco Chips, Double Choco, Matcha dan Orange Choco Almond.

    Perpaduan croissant dan cookie ini menawarkan pengalaman yang baru. Teksturnya croissant yang flaky berpadu dengan adonan cookie yang legit renyah.

    Adonannya cookienya juga tebal, disajikan sebagai topping dan isian croissant. Jika ingin yang manis legit bisa pesan varian Choco Chips dan Double Choco.

    Yang menarik dari Double Choco adalah isian cookie di dalamnya lumer dengan cokelat yang manis. Untuk varian Matcha, manisnya seimbang dengan rasa gurih buttery croissant.

    Yang tak kalah menarik Orange Choco Almond. Pada bagian topping berupa kacang almond yang dipotong tipis. Rasanya renyah legit dengan semburat rasa jeruk yang segar.

    4. Enak dicelup susu

    Crookie dari BakerzinCrookie dari Bakerzin enak dimakan dengan dicelupkan fresh milk. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain enak dinikmati langsung, crookie di Bakerzin ini enak dicelup dengan susu. Kamu bisa pesan Fresh Milk (Rp 26.000). Susunya gurih dan disajikan dingin dengan es batu.

    Ketika crookie dicelupkan, susunya langsung meresap dan membuat adonan crookie jadi lembut. Manisnya crookie enak dipadukan dengan susu segar yang dominan gurih.

    O,ya crookie ini merupakan terbaru Bakerzin dan tidak setiap hari ada. Hanya waktu-waktu tertentu saja. Sebaiknya hubungi gerai atau pantau sosial media mereka.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • MIEL Canggu, Best Specialty Coffee Cafe Brew Bar Instagrammable di Bali


    Jakarta

    MIEL Coffee merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Bali bagi para coffee lovers. MIEL Coffee yang berlokasikan di Jl Pantai Batu Bolong No.5, Canggu, ini memiliki banyak sekali daya tarik hingga dinobatkan sebagai Best Coffee Shop in Bali menurut beragam media nasional dan internasional.

    Pengunjung dapat menikmati indahnya interior modern yang disempurnakan oleh tanaman di sekitar, memberi sentuhan instagrammable cafe in Canggu yang begitu unik. Lokasi cerah karena banyaknya jendela di sekeliling menciptakan kesan outdoor yang unik pula.

    Aesthetic Cafe Canggu yang satu ini juga memiliki tempat luas dan disertai dengan banyaknya meja di penjuru kafe sebagai lokasi ideal untuk bersantai atau bekerja. Banyak turis asing dan domestik mencari ‘where to buy coffee beans in bali’ dan famous coffee in bali hingga pencarian pun menuju ke MIEL, best coffee Canggu.


    Tentu saja keistimewaan best cafe Canggu yang satu ini juga berada di variasi minuman yang pengunjung bisa nikmati, baik dari white dan black coffee maupun minuman lain, seperti hot matcha dan hot chocolate. Tersedia juga brunch dan homemade pastry lezat yang siap menemani kunjunganmu dari detik pertama hingga akhir.

    “Coffee Selection MIEL diperhatikan dengan baik dari hulu hingga hilir, kepuasan pelanggan adalah prioritas manajemen,” ujar Owner MIEL Hendri.

    Dengan pelayanan yang spektakuler, MIEL Coffee berhasil dikenal di kalangan turis sebagai coffee shop canggu, Coworking Space Canggu Bali, dan Best Specialty Coffee in Bali.

    Canggu kafe with instagrammable view ini sungguh tidak boleh dilewatkan. Kunjungi MIEL Coffee sekarang juga di daerah Canggu dan cek akun Instagramnya di @miel.bali. Bagi yang berada di Medan juga bisa kunjungi cabangnya di Jl Dazam Raya No.4, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah serta instagramnya @miel.mdn.

    (Content Promotion/MIEL)





    Sumber : food.detik.com

  • Ada Nasi Rames Aneka Lauk ala Jawa di Bekasi


    Jakarta

    Di tengah padatnya kota Bekasi, ternyata ada restoran bergaya Jawa yang punya suasana nyaman. Menu andalannya nasi rames dengan belasan lauk komplet!

    Semakin banyak tempat makan baru bermunculan di Bekasi. Mulai dari restoran kekinian, kafe, hingga restoran tradisional bergaya Jawa juga bisa ditemui di kota Patriot ini.

    Salah satu rumah makan dengan konsep prasmanan ala Jawa di Bekasi yaitu Warung Joglo Si Embah. Restorannya berbentuk joglo besar dan luas, cocok dijadikan tempat buka puasa bersama keluarga.


    Makan di sini pasti makin puas karena menu-menu makanan yang ditawarkan bergaya prasmanan. Menunya lengkap mulai dari sayuran, sate-satean, sampai gorengan.

    Harga menu-menunya juga masih sangat terjangkau, dibanderol mulai dari Rp 5 ribuan saja.

    Tidak heran restorannya selalu ramai pengunjung dari pagi sampai sore. Bahkan, pada jam-jam makan siang kamu perlu siap-siap antre panjang untuk ambil makanan prasmanannya.

    DetikFood menyambangi Warung Joglo Si Embah untuk menikmati langsung suasana dan menu makanan di restoran ini. Begini pengalaman kami!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Warung Joglo si Embah
    Alamat Jl. Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi
    No Telp 085216556967
    Jam Operasional 12.00 – 22.00 WIB (Selama bulan puasa)
    Estimasi Harga Rp 5.000 – Rp 20.000
    Tipe Kuliner Kuliner Jawa
    Fasilitas
    • Toilet
    • Musholla
    • Parkiran
    • Area semi outdoor

    1. Menu prasmanan dengan belasan lauk

    Warung Joglo Si EmbahWarung Joglo Si Embah menawarkan belasan menu yang bisa dipilih sesuai keinginan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Makan di warung Joglo Si Embah dijamin puas karena kamu bisa mengambil porsi nasi hingga aneka lauk sendiri di meja prasmanan.

    DetikFood menyambangi restoran ini pada jam makan siang. Kami sampai dari sekitar pukul 13.32 WIB. Dari parkirannya saja sudah terlihat jika restoran ini sangat ramai.

    Begitu masuk, terlihat area joglo yang sangat luas dan semi outdoor. Banyak meja dan kursi yang tersedia di sana. Sayangnya, karena sangat ramai, kami pun sulit menemukan meja dan kursi kosong.

    Butuh waktu sekitar 30 menit sampai kami menemukan meja dan kursi yang kosong. Setelah menemukan meja, barulah kami mengantre di barisan khusus untuk mengambil menu makan prasmanan.

    Warung Joglo Si EmbahBegini kondisi restorannya saat jam-jam makan siang. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Saat kami baru sampai memang banyak lauk yang sudah habis. Beruntungnya kami mencari meja dan kursi kosong terlebih dahulu. Sehingga, pas antre untuk ambil makanan, stok lauknya komplet kembali.

    Terdapat belasan lauk tersedia di meja prasmanan. Pilihannya komplet. Bahkan, sayur lodeh saja ada banyak variasinya, mulai dari Lodeh Tahu, Lodeh Daun Ketela, sampai Lodeh Terong.

    Ada juga juga sayur asem, Tempe Bacem, Telur Dadar, Pindang Goreng, Ayam Goreng, Ayam Cabe, Ikan Asin, sampai Pecel Peyek.

    Harga menu-menunya bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 9 ribu.

    Setelah mengambil nasi ramesan ini, kamu bisa langsung pergi ke kasir dan langsung dinikmati.

    2. Ada menu rawon, soto, sampai bakso

    Warung Joglo Si EmbahWarung Joglo Si Embah juga menawarkan menu soto. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain menu nasi rames, sebenarnya pelanggan juga bisa menikmati menu lainnya, seperti rawon, soto dan bakso.

    Untuk rawon dan soto, pelanggan bisa mengambil di meja yang sama seperti meja nasi. Mangkuk rawon dan soto seharusnya sudah disiapkan lengkap dengan pelengkap dan segala isinya.

    Namun, jika situasinya sangat ramai, pelanggan perlu menunggu isian soto dan baksonya disiapkan terlebih dahulu oleh pelayan.

    Rawon, soto dan bakso ini juga tidak setiap saat tersedia. Sehingga, pastikan dulu ke pelayan apakah stoknya masih ada atau tidak.

    3. Nasi rames lauk komplet Rp 20.000an

    Warung Joglo Si EmbahIni piring menu pertama yang kami coba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    DetikFood mencoba beberapa lauk yang menarik.

    Untuk piring pertama terdiri dari nasi, tahu bacem, bakwan jagung, ayam balado, sambal dan kerupuk. Dilengkapi juga dengan sayur lodeh tahu di mangkuk terpisah. Kurang lebih total harga piring pertama sekitar Rp 30.000.

    Sedangkan piring kedua terdiri dari nasi, telur balado, ayam goreng, bakwan jagung, sambal, dan sayur lodeh daun ketela. Sepiringnya kurang lebih Rp 29.000.

    Untuk kedua sayur lodeh ini sebenarnya punya rasa yang tidak jauh berbeda. Namun, sayur lodeh daun ketela punya tekstur kuah yang lebih bersantan daripada sayur lodeh tahu.

    Warung Joglo Si EmbahSedangkan, ini piring kedua yang kami ambil dari meja prasmanannya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sayur lodeh tahu juga lebih gurih santan dibandingkan sayur daun ketela yang lebih manis. Untuk menu tahu bacemnya punya rasa yang tidak begitu manis.

    Ayam goreng dan ayam baladonya punya potongan yang sangat kecil. Menurut kami kurang sepadan dengan harganya.

    Bumbunya juga tidak begitu meresap sampai ke dalam. Karena kami dapat lauk yang sudah dingin, sehingga rasanya kurang nikmat.

    Namun, bakwan jagungnya tidak boleh dilewatkan. Ukurannya memang tidak begitu besar, tetapi cukup tebal. Rasa gurihnya seimbang dengan rasa manis dari jagungnya. Meskipun sudah agak dingin, tetapi masih renyah dan kenyal saat dimakan.

    4. Soto ayam dan bakso yang gurih segar

    Kami juga mencicipi soto ayam hingga bakso di sini. Saat kami datang, mangkuk sotonya belum siap, sehingga kami perlu menunggu.

    Semangkuk Soto Rp 9.000 ini memang sangat sederhana. Isinya hanya soun, sayur kol, potongan tomat, dan suwiran ayam. Disiram dengan kuah soto kuning yang rasanya gurih ringan.

    Jika mau terasa lebih sedap, lebih baik tambah kecap dan sambal.

    Warung Joglo Si EmbahBakso prasmanan juga bisa ditemui di Warung Joglo Si Embah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bakso prasmanannya juga bisa diambil di gerobak atau meja berbeda.

    Butuh waktu tiga kali sampai kami mendapat semangkuk bakso ini. Sebab, pertama kuah kaldu mereka habis, kedua baksonya habis.

    Saat balik untuk ketiga kalinya, barulah kami dapat semangkuk bakso ini. Kamu bisa memilih sendiri jumlah bakso yang diinginkan. Bisa juga memilih pelengkap soun dan condiments lain.

    Kami mengambil enam buah bakso dengan harga total Rp 18.000. Kami tidak kebagian soun, sehingga semangkuknya hanya berisi potongan kol dan enam buah bakso.

    Baksonya sendiri kenyal tetapi tidak terasa atau tercium aroma daging, lebih dominan kenyal aci. Kuahnya bening tidak begitu berkaldu dan berminyak, tetapi sayangnya terlalu asin.

    5. Gorengan pakai antrean

    Warung Joglo Si EmbahPerlu antre untuk mendapat gorengan di restoran ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Makan di rumah makan Jawa tidak lengkap tanpa menikmati gorengan. Gorengan di tempat ini hanya bisa dipesan lewat kasir. Pelanggan bisa memesan, membayar, dan menunggu saja di meja masing-masig

    Namun, tidak semua pelanggan bisa memesan gorengan. Permintaan tinggi membuat restoran ini perlu membuka sistem antrean juga untuk gorengan.

    Jika antrean yang ditulis sudah banyak, mereka tidak akan menerima pesanan. Oleh karena itu, kami pun perlu menunggu sampai situasi restoran sepi.

    Datang dari siang, kami baru dapat gorengan pada pukul 14.30. Gorengannya bisa pilih mau pisang saja atau tambah tempe.

    Kami memilih campur antara pisang dan tempe gembus. Harganya Rp 15.000.

    Meskipun sudah bayar dan namanya masuk antrean, kami perlu menunggu lagi. Sekitar pukul 15.00 barulah gorengan kami datang.

    Memang kondisinya masih panas. Masing-masing piring terdiri dari 3 potongan pisang goreng dan 3 buah tempe gembus.

    Namun, rasa gorengannya tidak begitu spesial. Pisangnya kurang manis, lebih cenderung sepet. Tempenya juga lebih dominan adonan tepung.

    Sepertinya akan lebih nikmat jika gorengan ini dimakan bersama nasi, daripada dijadikan camilan sendiri.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sedep Mlekoh! Tongseng Kambing Dimasak di Tungku Arang


    Jakarta

    Malam ini mau makan tongseng dan gule enak dengan harga murah meriah? Di Cipete ada Tongseng BRI yang selalu dipadati pembeli. Cita rasa tongsengnya enak dengan aroma smokey karena masih dimasak di tungku arang.

    Tongseng adalah hidangan berkuah yang jamak ditemukan di Solo, Klaten, Yogyakarta, Magelang, dan sekitarnya. Biasanya tongseng dibuat dengan isian daging kambing, meski ada juga yang menawarkan tongseng daging ayam maupun sapi.

    Ciri khas tongseng adalah ditambahkan irisan kol dan tomat sebagai paduan potongan daging. Kuahnya berupa gule, tapi dengan tambahan kecap manis dan irisan cabai sehingga terasa lebih manis dan agak pedas.


    Sementara itu, kuah gule yang menjadi ‘base’ tongseng umumnya terasa lebih gurih karena menggunakan santan encer. Gule biasanya diisi dengan jeroan kambing seperti babat, usus, dan paru. Namu bisa juga memakai daging sapi.

    Bagi kamu penggemar tongseng dan gule, ada banyak tempat makan enak yang menawarkan dua hidangan berkuah ini di Jakarta. Salah satu yang ramai pembeli, Tongseng BRI di kawasan Cipete Raya.

    Detail Informasi Tongseng BRI
    Nama Tempat Makan Tongseng BRI
    Alamat Jl. Cipete Raya No.35 (Depan kantor BRI)
    No Telp 0878-8605-7895
    Jam Operasional 17.00-00.00 (Minggu tutup)
    Estimasi Harga Mulai dari Rp 22 ribu
    Tipe Kuliner Tongseng dan gule
    Fasilitas

    Tongseng dan gule dimasak di tungku arang

    Tongseng BRI: Sedep Mlekoh! Tongseng Kambing Dimasak di Tungku ArangKuah tongseng dan gule yang selalu hangat karena diletakkan di atas tungku arang. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Tongseng BRI buka sejak pukul 5 sore sampai tengah malam. Lokasinya di depan kantor Bank BRI di Cipete Raya. Karenanya tongseng ini diberi tambahan nama ‘BRI’ yang merujuk pada patokan tempatnya.

    Warung tongseng ini memakai tenda terpal sederhana yang lokasinya di pinggir jalan. Terdapat area makan di tempat yang cukup banyak dengan meja dan kursi pendek.

    Karena pembelinya kerap ramai, bisa jadi pengunjung harus antre beberapa saat kalau mau makan di tempat. Namun sembari menunggu, mereka bisa mengintip proses meracik tongseng dan gule di tempat.

    Tampak 2 wajan besar yang masing-masing menampung kuah tongseng dan gule. Pembedanya mudah, kuah tongseng lebih merah oranye, sementara kuah gule lebih kuning terang.

    Kedua kuah itu selalu hangat karena penjual Tongseng BRI menaruhnya di atas tungku arang yang menyala. Ketika ada pesanan, mereka akan meracik potongan daging, menyiraminya dengan kuah, dan memberi bumbu serta bahan lain.

    Tongseng Klaten sejak 1999

    Tongseng BRI: Sedep Mlekoh! Tongseng Kambing Dimasak di Tungku ArangBapak Wardoyo menjelaskan usaha tongseng ini dijalani ayahnya sejak 1999. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Berbincang dengan generasi kedua pemilik Tongseng BRI yaitu Bapak Wardoyo, detikfood (4/3/2024) diberi tahu kalau usaha tongseng ini sudah ada sejak 1999 atau 25 tahun lalu.

    Ia mewarisi usaha tongseng dari ayahnya yang merupakan orang Klaten. Dahulu sang ayah berjualan tongseng keliling di komplek BRI. Lalu usaha tongseng ini mulai menetap di lokasi sekarang pada 2001.

    “Bapak saya orang Klaten. Dulu mbah saya juga jualan di Semarang, turun ke Bapak, terus turun ke saya (generasi kedua),” ujar Bapak Wardoyo menjelaskan silsilah bisnis keluarganya.

    Di tempat berjualan sekarang yaitu di depan kantor BRI di Cipete Raya, ia mengakui mendapat dukungan dari pihak bank. “Dinamakan BRI karena lokasinya depan bank BRI. Disupport juga dikasih tenda,” ujarnya.

    Nikmatnya tongseng kambing Rp 28 ribu

    Tongseng BRI: Sedep Mlekoh! Tongseng Kambing Dimasak di Tungku ArangSeporsi tongseng kambing harganya Rp 28 ribu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Semangkuk tongseng kambing jadi menu andalan dan favorit di sini. Harganya cukup terjangkau, Rp 28 ribu dengan porsi lumayan besar. Tampak tongseng dilengkapi irisan kol dan tomat merah.

    Untuk daging kambingnya lumayan besar-besar dan tebal. Lalu di bagian atasnya terlihat jejak minyak kemerahan dan taburan lada hitam.

    Slurpp! Kuah tongseng di sini punya rasa manis yang cukup dominan. Rasa manisnya tergolong legit hingga kami menduga memakai sedikit gula merah, selain kecap manis sebagai bumbunya.

    Potongan daging kambingnya empuk dengan sedikit jejak aroma dan rasa khas daging kambing, tapi tidak mengganggu. Paling enak menyantapnya sekaligus dengan irisan kol dan tomat yang masih renyah.

    Bapak Wardoyo berujar, dalam sehari mereka bisa mengolah 10 kilogram (kg) daging kambing dan 5 kg jeroan kambing untuk dijadikan tongseng dan gule. Semuanya sudah direbus sekitar 2 jam agar empuk sebelum diguyur bersama kuah.

    Tongseng BRI juga punya gule sapi dan sate ayam. Baca halaman selanjutnya.

    Gule sapi yang gurih segar

    Tongseng BRI: Sedep Mlekoh! Tongseng Kambing Dimasak di Tungku ArangGule sapi bisa jadi pilihan kalau tak mau makan kambing. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Kalau ingin mencicipi menu non kambing, kamu bisa memesan Gule Sapi (Rp 28.000) di sini. Potongan daging sapinya empuk karena menggunakan bagian has dalam. Ukurannya juga besar-besar.

    Kuah gule di sini terbilang encer. Namun saat dicicipi, teksturnya masih cukup creamy dan menyegarkan. Rasa yang dominan adalah gurih pekat.

    Gule umumnya memakai kunyit sebagai bumbu utamanya, ditambah cabe Jawa yang juga kerap dipakai dalam racikan jamu Jawa. Pemakaian cabe Jawa juga memberi aroma khas dan rasa pedas pada gule.

    Gule sapi ala Tongseng BRI tersaji polos, tanpa tambahan sayuran. Namun kalau kamu menginginkannya, bisa ‘request’ ke penjual untuk ditambahkan irisan kol atau tomat.

    Seperti halnya tongseng, gule di sini paling enak disantap dengan nasi hangat. Dijamin jadi makan malam yang nikmat!

    Sate ayam sebagai menu pilihan

    Tongseng BRI: Sedep Mlekoh! Tongseng Kambing Dimasak di Tungku ArangTongseng BRI tawarkan seporsi sate ayam seharga Rp 25 ribu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Tongseng BRI juga menawarkan olahan sate kambing dan sate ayam. Untuk sate ayam harganya Rp 25 ribu per porsi isi 10 tusuk.

    Sate ayam bisa disajikan dengan bumbu kacang atau kecap. Kalau pakai kecap bakal diberi pendamping irisan tomat merah, bawang merah, dan cabe rawit hijau.

    Kami memesan sate ayam kecap. Sate ini tersaji hangat dengan sedikit bumbu kecap yang menggenangi piring. Soal teksturnya, daging ayam yang dipakai sepertinya bagian dada karena sangat ‘meaty’. Sate ini tidak dilengkapi bagian lemak sehingga terasa lebih ‘clean’ saat dinikmati.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ada Gudeg Koyor dan Sambal Wagyu yang Sedap di Sini


    Jakarta

    Di restoran yang minimalis ini, kamu bisa menikmati kebudayaan Indonesia yang sangat beragam. Termasuk gudeg koyor hingga opor ayam yang autentik.

    Meskipun banyak bermunculan kuliner kekinian dan modern, terapi kuliner tradisional tetap menjadi juaranya. Rasanya autentik, karena diracik dengan rempah-rempah lengkap.

    Di kawasan Senopati, Jakarta Selatan kamu bisa mampir ke Rasa Cikatomas. Nama tempatnya terinspirasi dari nama jalan di sana. Areanya terbilang tak terlalu luas.


    Namun, keberagaman budaya Indonesia dapat tergambar semua di sana. Tak hanya kulinernya saja, tetapi juga ada seni warisan budaya.

    1. Berawal dari butik

    Rasa CikatomasRasa Cikatomas awalnya merupakan butik. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Rasa Cikatomas Awalnya merupakan sebuah butik yang menjual berbagai karya seni Indonesia. Mulai dari kain batik, hingga koleksi pajangan, seperti piring keramik, patung, dan lain-lain.

    Areanya memang tidak begitu luas. Setiap sudut ada karya seni yang dijajakan. Di tengah-tengah karya seni itulahnya di tempatkan beberapa meja untuk makan pengunjung.

    Penataan yang apik membuat tempatnya terasa elegan. Suasana makannya juga nyaman, bahkan memberikan keintiman tersendiri.

    2. Wadah untuk melestarikan warisan budaya

    Rasa CikatomasRasa Cikatomas merupakawan wadah untuk melestarikan budaya Indonesia. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kemudian Rasa Cikatomas beralih dengan menambahkan restoran. Jadi, Rasa Cikatomas tidak mengeluarkan produk kuliner, melainkan menampung vendor-vendor kuliner.

    Rasa Cikatomas merupakan sebuah wadah untuk anak muda bisa melestarikan warisan budaya Indonesia. Dalam satu tempat ini pengunjung bisa menikmati berbagai kuliner.

    Beberapa vendor kulinernya mulai dari Gudeg Raden Putro, Sop Buntut Kang Odi, Kopi Akung, dan Hainambah. Beralihnya konsep ini masih terbilang baru.

    Kelezatan menu Rasa Cikatomas ada di halaman selanjutnya.

    3. Gudeg koyor favorit tokoh terkenal

    Rasa CikatomasRasa Cikatomas menawarkan Gudeg Raden Putro. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Gudeg dipilih menjadi awal pengenalan Rasa Cikatomas. Gudeg yang ditawarkan berasal dari merek Gudeg Raden Putro yang rupanya menjadi favorit tokoh terkenal.

    Prabowo, Liliana Tanoesoedibjo, Raffi Ahmad, dan publik figur lainnya pernah mencicipi gudeg ini. Seporsi gudeg koyor dengan nasi putih dibanderol Rp 55.000.

    Dalam sepiring dilengkap dengan gudeg nangka, koyor, krecek, dan daging ayam. Gudegnya tidak terlalu manis, lebih dominan gurih dan ringan. Koyornya lembut dengan bumbu medhok gurih pedas.

    4. Lontong Gudeg yang unik

    Rasa CikatomasRasa Cikatomas menawarkan Lontong Gudeg. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain nasi gudeg, juga terdapat menu Lontong Gudeg yang dibanderol Rp 65.000. Isiannya terdiri dari lontong, opor ayam, gudeg nangka, dan telur.

    Lontongnya sangat lembut dan wangi. Ayamnya juga empuk dengan bumbu yang meresap. Ditambah dengan kuah opor yang teak terlalu pekat atau kental..

    Gudeg nangka tak terlalau manis rasa manis. Rasanya akan lebih nikmati ditambah sambal wagyu yang juicy, tetapi tidak terlalu pedas.

    Pelengkap berupa tulang rangu ayam juga bisa jadi pilihan. Tulang rangunya dimasak dengan balutan samba cabel hijau. Rasanya gurih, asin, dan tidak terlalu pedas.

    5. Asinan buah yang menyegarkan

    Rasa CikatomasAsinan buah dengan paduan kecombrang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain makanan utama, di Rasa Cikatomas kamu juga bisa menikmati makanan pendamping hingga makanan penutup yang tak kalah lezatnya.

    Asinan buah sayang untuk dilewatkan. Buah-buahannya terdiri dari nanas, timun, dan kedondong. Rasanya asam, manis, sedikit pedas, dan asam menyegarkan.

    Rupanya asinan buah ini juga dibuat dengan campuran kecombrang, sehingga rasanya lebih kecut dengan harum segar kecombrang. Jika ingin yang manis, bisa mencicipi Puding Almond seharga Rp 15.000.

    Pudingnya kenyal, harum almond, dan rasanya manis menyegarkan. Jajanan pasar mulai dari yang manis hingga yang gurih juga tersedia di Rasa Cikatomas.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Cicip 3 Milk Bun Thailand Paling Viral, Mana Paling Lembut Enak?


    Jakarta

    Banyak orang dibuat penasaran dengan cita rasa milk bun Thailand. Beruntung di Indonesia ada beberapa toko yang jual kreasi. Lantas, mana yang paling enak?

    Milk bun merupakan salah satu dessert yang belakangan ini menarik perhatian banyak orang. Popularitasnya meningkat sejak cafe After You di Thailand menawarkan dessert berupa roti milk bun yang diisi dengan krim dan ditaburi bubuk susu sebagai topping.

    Orang Indonesia yang mampir ke Thailand akhirnya tidak bisa melewatkan dessert itu. Sampai, banyak orang Indonesia rela ikut jastip demi mencicipi roti manis viral ini.


    Melihat keviralan milk bun Thailand, banyak bakery atau cafe di Indonesia ikut membuat kreasi serupa. Dibuat dengan versi masing-masing tetapi tetap mengikuti konsep milk bun yang ditawarkan After You.

    Dengan hal itu, banyak masyarakat Indonesia akhirnya lebih tertarik untuk mencicipi milk bun yang dijual di bakery- bakery Indonesia. Mengingat lebih mudah ditemukan dan harganya lebih terjangkau.

    Namun, apakah cita rasa milk bun Thailand dan milk bun yang dijual di Indonesia sama? Atau bahkan lebih enak? Untuk mencari milk bun terbaik, detikFood mencoba 3 milk bun dari merek berbeda.

    Battle Milk BunDetikfood mencoba Battle Milk Bun hits mulai dari yang dari Thailand hingga yang ada di Jakarta. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami mencoba milk bun original dari After You Thailand lalu membandingkan dengan milk bun dari bakery rumahan, Mammadis Kitchen, sampai bakery populer di Mall yaitu Mad Milk.

    Diantara ketiga milk bun ini, apa perbedaannya dan mana yang terenak?

    1. After You Thailand

    Battle Milk BunBegini tampilan milk bun yang kami beli dengan sistem pre-order dari Thailand. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    After You Dessert Cafe jadi salah satu kafe hits di Thailand yang sebenarnya menawarkan sejumlah menu, seperti roti, kue, kue kering, sampai milk bun.

    Kami sengaja mencicipi milk bun asli Thailand agar bisa membandingkan rasanya dengan milk bun versi Indonesia.

    Proses pemesanannya mengikuti pre-order secara online. Kami memesan milk bun rasa original seharga Rp 190.000, belum termasuk ongkos kirim.

    Setelah kurang lebih 9 hari mengikuti pre-order, milk bun pun sampai Indonesia dan langsung diantar ke alamat tujuan.

    Milk bun After You datang dengan kemasan aman, tidak ada yang tumpah atau meleyot. Dikemas dalam wadah berbahan dasar seperti kertas daur ulang yang kokoh.

    Dari segi ukuran kemasan, milk bun ini terbilang lebar, kurang lebih 18 x 13 cm, dengan berat sekitar 300 gram.

    Ketika penutup dibuka, terlihat rotinya terbagi menjadi 6 potongan besar. Sayangnya, taburan bubuk susu di bagian atas sudah banyak yang hilang. Taburan susu itu juga teksturnya jadi menggumpal.

    Battle Milk BunTekstur rotinya lembut, rasanya dominan rasa susu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Rotinya mudah dipotong karena punya tekstur yang sangat lembut dan padat. Saat dikunyah rotinya langsung meleleh di mulut.

    Saat roti digigit, kami merasa bagian dalamnya terdapat gumpalan-gumpalan serbuk susu. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan gurih, persis seperti rasa susu bubuk. Bahkan, ada aroma susu sapi murni yang kuat.

    Sensasinya seperti makan roti yang semua lapisannya diberi susu. Bagi yang tidak begitu suka rasa susu atau sensitif terhadap aroma susu sapi, sepertinya kurang cocok dengan milk bun ini.

    After You Milk Bun memang sesuai ekspektasi kami, tetapi ternyata rasanya tidak begitu spesial.

    2. Mammadis Kitchen

    Battle Milk BunMammadis Kitchen menjadi salah satu bakeru rumahan yang punya Milk Bun enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami membandingkan milk bun versi Thailand asli dengan 2 milk bun dari bakery populer di Indonesia.

    Salah satunya bakery rumahan ini yang memang sudah terkenal menawarkan berbagai macam dessert lezat.

    Mammadis Kitchen menawarkan milk bun dengan variasi rasa yang masih terbatas. Saat ini, hanya ada variasi milk, matcha, dan durian. Kami tentu membeli rasa serupa dengan After You, yaitu milk.

    Pemesanannya bisa melalui chat admin WA atau bisa langsung pesan lewat e-commerce sampai aplikasi ojek online. Kami memilih pemesanan lewat ojek online agar bisa langsung dikirim dihari yang sama.

    Untuk pemesanan lewat aplikasi ojek online, harganya dibanderol sekitar Rp 120.000 belum termasuk ongkir, dll. Kurang lebih 40 menit, milk bun sampai di tangan kami.

    Milk bun datang dalam keadaan masih aman. Kemasannya sedikit meleyot karena pakai aluminium foil yang kurang kokoh.

    Dari segi tampilan cukup berbeda dari After You karena taburan bubuk susunya masih utuh dan sangat melimpah hingga memenuh permukaan roti.

    Milkbunnya juga bisa dibagi menjadi 6 potongan, hanya ukurannya sedikit lebih kecil.

    Battle Milk BunTerdapat taburan bubuk susu yang melapisi roti. Bagian dalamnya juga ada krim keju. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Agak sulit memotong bagiannya karena tekstur roti yang berserat dan berongga (airy). Ketika dimakan, teksturnya terasa lembut tetapi tidak meleleh di mulut. Tekstur rotinya pun masih agak sedikit menempel di mulut

    Soal rasa rupanya cukup jauh berbeda dari milk bun After You. Dalam gigitan pertama, kamu akan merasakan sensasi rasa manis gurih karena taburan susu bubuknya.

    Namun, jika sudah menggigit sampai bagian dalam, rasanya lebih kompleks. Tidak hanya manis, tetapi terasa gurih dan sedikit asam karena memang ada tambahan cream cheese di dalamnya.

    Meskipun ada sentuhan gurih dan asam, tetapi rasa manisnya cukup kuat.

    Namun, perpaduan ini membuat kesan yang sangat baik di lidah. Ekspektasi kami rupanya salah karena mengira rasanya hanya akan manis seperti susu.

    Cita rasa Milk Bun ketiga dari Mad Milk bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Mad Milk

    Mad MilkMad Milk milk bun cukup berbeda karena rotinya dilapisi full cream seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Mad Milk merupakan bakery dan cafe yang sejak lama terkenal dengan Japanese milk bun mereka. Melihat keviralan milk bun asal Thailand, mereka pun meluncurkan produk cold milk bun Thailand, hasil kolaborasi dengan influencer, Matthew dan Serly.

    Tiga variasi rasanya mulai dari Milk, Mango Coconut, dan Pistachio.

    Mad Milk memiliki gerai di beberapa lokasi, salah satunya di Mall Grand Indonesia. Sehingga, pengunjung yang ingin mencoba bisa langsung datang ke gerainya.

    Saat awal mula diluncurkan, cold milk bun ini sangat menarik perhatian banyak orang. Sampai-sampai sistem pembeliannya dibagi menjadi 3 sesi dan pelanggan juga perlu antre panjang.

    Saat kami menyambanginya di cabang Grand Indonesia pada (29/02), mereka masih menerapkan restock setiap jam 10.00 pagi, jam 15.00, dan terakhir jam 19.00 WIB. Di luar jam tersebut, pelanggan tidak bisa membeli cold milk bun mereka.

    Kami pun mencoba variasi milk yang juga jadi variasi terhits. Harga satu kotaknya dibanderol seharga Rp 75.000. Milk bun dikemas dalam kotak persegi dengan desain dan warna peach pink yang apik.

    Berbeda dari milk bun After You dan Mammadis Kitchen, satu kotak cold milk bun Mad Milk hanya bisa dibagi menjadi 4 potong.

    Dari segi tampilan, milk bun Mad Milk tidak diselimuti dengan bubuk susu putih, tetapi dilapisi dengan krim putih. Ketika dipotong, terlihat lapisan yang terdiri dari adonan roti isian krim, dan bagian atasnya dilapisi krim putih lagi.

    Tekstur rotinya lembut dan tidak bikin seret. Ada sensasi chewy ketika dikunyah. Perpaduan krim dengan roti susunya pas. Lapisan krimnya juga menambah kelezatan karena teksturnya lembut halus dan tidak lengket di mulut.

    Mad MilkBegini tampilan dalam milk bun dari Mad Milk. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Rasa rotinya memang dominan manis susu, tetapi krimnya dominan seperti rasa krim vanilla yang ringan.

    Milk bun dari Mad Milk pun cukup membuat kami terkejut. Rasa dan tampilannya juga sangat berbeda dari After You maupun Mammadis Kitchen karena mereka melapisinya dengan krim, bukan taburan bubuk susu

    Di antara ketiganya, kami merasa milk bun dari Mammadis Kitchen dan dari Mad Milk jauh lebih enak dan sepadan daripada milk bun After You. Namun kembali lagi semua soal preferensi selera masing-masing. Yuk, jajan milk bun Thailand!

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rela Antre 1,5 Jam Demi Cicip Donat Viral di Blok M, Begini Rasanya!


    Jakarta

    Semakin banyak kuliner baru yang hadir di kawasan Blok M. Salah satu yang menarik perhatian, OO Donat. Bahkan, tidak sedikit pelanggan rela antre berjam-jam demi cicip donat viral itu.

    Kawasan Blok M terkenal sebagai kawasan hits anak muda di Jakarta Selatan. Dikelilingi oleh banyak coffee shop, cafe, restoran, bahkan toko roti amembuat Blok M semakin ramai.

    Seiring berjalannya waktu, kuliner-kuliner baru di blok M pun bertambah dengan pilihan makanan yang menyita perhatian. Sampai-sampai beberapa gerai memiliki antrean panjang. Salah satunya gerai donat ini.


    Gerai OO Donat melengkapi jajaran kuliner di Blok M. Menawarkan berbagai varian rasa donat yang unik.

    Toko donat ini juga punya desain yang estetik, seperti toko-toko roti atau bakery yang ada di Korea. Hal ini membuat anak muda semakin tertarik datang ke toko donat tersebut.

    Namun, kalau datang ke sini pelanggan perlu siap antre panjang. Durasi antrenya cukup lama, bisa memakan waktu 1 sampai 1,5 jam.

    DetikFood merasakan pengalaman antre panjang demi membuktikan kelezatan donat labu yang viral ini. Begini pengalaman kami!

    1. Ada 12 varian rasa donat

    OO DonatTerdapat 12 variasi rasa donat yang ditawarkan oleh OO Donat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    OO Donat membuat banyak orang penasaran karena produk donat yang dijual. Bukan sekadar donat biasa, melainkan donat yang dibuat dengan labu kuning, seperti donat-donat yang ada di Korea Selatan.

    Konsep gerainya open kitchen sehingga pelanggan bisa melihat proses pembuatan langsung. Mereka juga menawarkan donat labu yang ‘fresh from the oven’, sehingga pelanggan bisa menikmati kehangatan donat itu.

    Terdapat 12 varian rasa yang bisa dipilih. Pilihannya bukan hanya rasa klasik, melainkan juga varian rasa unik lainnya, dari manis sampai gurih.

    Mulai dari donat klasik (Rp 12.000), lemon, (Rp 12.000), Crown Melon cream (Rp 18.000), Honey Mascarpone (Rp 18.000), Cheese (Rp 18.000), Salted Matcha (Rp 18.000), Kinako (Rp 18.0000, Cocoa Tahini (Rp 18.000), Curry Meat and Potato (Rp 18.00), Pistachio (Rp 26.000), dan Grilled Strawberry & Chocolate (Rp 26.000).

    Saat ini OO donat masih membatasi pembelian pelanggan. Setiap orang yang antre hanya bisa membeli 5 varian rasa donat yang akan dikemas dalam satu box.

    Selain donat, mereka juga menyediakan minuman pendamping. Pilihannya mulai dari Coke slushy, orange juice, sampai iced au lait.

    2. Antre kurang lebih 1,5 jam

    OO DonatOO Donat menjadi salah satu spot jajanan di blok M yang ramai antrian. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sejak hari pertama buka, OO Donat sudah menyita perhatian karena gerainya langsung ramai diantre pelanggan.

    Bahkan, kami mendengar salah satu orang yang bekerja di sekitar Blok M mengungkap, pada hari pertama mereka buka, gerai tersebut punya antrian panjang tiada henti, mulai dari pukul 14.00 WIB sampai isya.

    “Ini di hari pertama antriannya sudah panjang dari jam 14.00 sampai isya,” ujarnya.

    Gerai donat ini mulai buka pukul 14.00 dan tutup pukul 21.00. Tidak ada sistem per sesi, sehingga pelanggan bisa langsung antre selama jam buka tersebut. Namun, pelanggan baru boleh antre 30 menit sebelum gerai dibuka.

    OO DonatBegini suasana pelanggan yang rela antre donat viral tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami sampai di gerainya pukul 13.55, tepat 5 menit sebelum buka. Antreannya sudah sangat panjang, lebih dari 5 meter. Setelah dibuka pukul 14.00, antreannya tidak langsung memendek.

    Kami terdiam di antrian awal kurang lebih 30 menit. Seiring berjalannya waktu, antriannya memang semakin pendek. Namun, jika dihitung, tetap saja kami antri berdiri kurang lebih 1,5 jam untuk bisa sampai di kasir dan memesan donat.

    Konsep gerai donat ini memang terbuka. Tidak ada tempat duduk atau tempat tunggu untuk antre di area indoornya. Karenanya pelanggan perlu menerjang panasnya matahari atau hujan selama antre.

    Antusiasme pelanggan begitu terlihat. Bahkan, hanya sedikit pelanggan yang gugur dalam antrean. Semakin sore, antriannya juga semakin panjang.

    OO DonatOO Donat memiliki area kitchen yang terbuka seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pelanggan yang antre pun datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak sekolahan, pekerja kantoran, sampai orang tua dan turis mancanegara juga ikut merasakan pengalaman ini.

    Kami menemukan salah satu anak sekolah yang rela antre lagi demi mencoba donat tersebut.

    Ia mengungkap, satu hari sebelumnya sudah datang tetapi gagal dapat donat. Kebetulan pada hari itu, ia pulang cepat dan langsung pergi ke gerai donat ini untuk mengantre. Beruntung, ia mendapat antrean ke-5.

    Sistem pemesanan hingga cita rasa donatnya bisa dilihat pada halaman selanjutya!

    3. Pemesanan yang dibatasi

    OO DonatSistem pemesanan di OO Donat hanya boleh membeli 5 donat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ketika hampir sampai kasir, pelanggan akan diberi kertas dan pensil berisi variasi donat yang mau dipilih. Bisa diisi terlebih dahulu sehingga tidak lama di kasir.

    Namun, sistem ini menurut kami tidak bekerja dengan baik. Sampai di kasir, pelanggan tetap hanya bisa memilih variasi yang stoknya tersedia, karena beberapa variasi ada yang sudah habis dan belum siap kembali.

    Pelanggan juga tidak diperbolehkan memesan dan menunggu stok yang diinginkan sampai tersedia. Jadi, hanya bisa pesan yang benar-benar ada di etalase kaca.

    Setiap orang juga dibatasi hanya bisa membeli 5 donat. Variasi yang dipilih bebas, jumlahnya juga, asalkan sesuai batasan.

    Setelah memesan dan bayar, pelanggan perlu menunggu lagi sampai mereka selesai menyiapkan pesanan donat. Nanti akan dipanggil sesuai nama pesanan.

    Kalau sudah selesai, kamu bisa langsung menikmatinya. Bisa dibawa pulang atau makan di sekitar area gerai karena ada beberapa kursi yang disiapkan.

    4. Cita rasa donat labu yang unik

    OO Donatini beberapa variasi yang ditawarkan OO Donat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami memesan 5 variasi rasa, mulai dari Grilled Strawberry and Chocolate. Honey Mascarpone, Cocoa Tahini, Salted Matcha, dan Curry Meat and Potato.

    Donatnya punya bentuk bulat yang tidak sempurna. Antara satu donat dengan donat lainnya juga punya bentuk dan ukuran berbeda.

    Sensasi makannya mungkin akan berbeda dibandingkan makan donat kentang biasa.

    Dari segi tekstur, bagian luar donat renyah. Namun, karena dibuat menggunakan labu, tekstur dalamnya pun lembek. Tipe donat yang ketika digigit langsung kempes dan cepat lenyap di mulut.

    OO DonatBegini bagian dalam variasi Grilled chocolate and strawberry. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Varian rasa Strawberry and Chocolate menjadi salah satu yang menurut kami lezat. Bagian dalamnya diisi dengan cream cokelat yang lumer dan tidak terlalu manis. Cocok dipadukan dengan adonan donat labunya.

    Varian Honey Mascarpone juga memberi kesan baik. Adonan donat labunya lebih terasa. Dipadukan dengan topping rice crackers renyah dan baluran madu manis membuat rasanya semakin enak.

    Jika tidak suka yang terlalu manis, kamu bisa mencoba varan Cocoa Tahini atau Salted Caramel. Kedua varian ini lebih dominan rasa pahit karena taburan cokelat dan matcha bubuknya.

    Tidak ada isian apa-apa di bagian dalamnya, sehingga rasa pahitnya sangat kuat. Untuk Cocoa Tahini, kami mencap rasa wijen di dalamnya dengan sensasi aroma gosong. Membuat rasa donat ini semakin pahit.

    OO DonatIni tampilan untuk menu gurih, berupa Curry Meat and Potato. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jika mau yang gurih bisa mencoba varian Curry Meat and Potato. Di dalamnya terdapat potongan kentang dan daging yang cukup banyak. Dipadukan dengan saus kari yang lumer.

    Rasa karinya cukup kuat, tetapi kurang cocok diimbangi dengan adonan donat labunya yang manis.

    Kami juga bisa membeli minuman sebagai pendamping makan donat. Ada orange juice (Rp 18.000) yang rasanya asam manis menyegarkan, dan Ice Au Lait (Rp 30.000) berupa kopi susu yang rasanya lebih dominan manis.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Mulai dari Rp 70 Ribu Bisa Cicip Sup Ikan Sayur Asin Enak di Sini


    Jakarta

    Di Jakarta ada sup ikan sayur asin ala China yang harganya cukup terjangkau. Rasanya juga tidak perlu diragukan karena pemiliknya orang China asli!

    Hidangan sup ikan sayur asin sedang digemari warga Indonesia. Tak heran kalau banyak restoran China baru bermunculan dengan meyajikan hidangan khas Sichuan ini.

    Beberapa orang tanpa ragu mencobanya, tetapi ada juga yang berpikir dua kali karena harga per porsi sup ikan ini tidaklah murah. Rata-rata di restoran China besar dan populer harganya dibanderol mulai dari Rp 200.000 an.


    Biasanya disebabkan oleh ikan yang berkualitas baik, dagingnya melimpah, dan ada tambahan bahan-bahan premium lainnya. Satu porsinya juga besar, bisa dinikmati oleh 2 sampai 3 orang.

    Namun, kamu tidak perlu khawatir karena di Jakarta ada restoran spesial menyajikan sup ikan ala China dengan harga lebih terjangkau. Namanya Restoran Ikan-Chi Yu Ba.

    Lokasi pertamanya ada di Food Plaza PIK, tetapi kini mereka telah melebarkan sayap dengan membuka cabang di beberapa tempat. Salah satunya di Petak Enam, Glodok, Jakarta Barat.

    Restoran ikanRestoran ikan – Chi Yu Ba salah satu cabangnya bisa ditemui di Petak Enam, Glodok. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    DetikFood menyambangi Restoran Ikan-Chi-Yu-Ba untuk menjajal langsung cita rasa sup ikan sayur asin ini.

    1. Punya konsep restoran sederhana

    Restoran ikanRestoran ikan punya konsep restoran sederhana tetapi interiornya memadukan warna cerah yang menyita perhatian. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Di Petak Enam, Restoran Ikan-Chi Yu Ba bisa ditemui di bagian pojok lantai 2.

    Restorannya tidak begitu luas, tetapi cukup menampung kurang lebih 20 pengunjung. Bentuk restorannya sederhana tetapi perpaduan warna jingga, putih, dan merah dari tembok dan interiornya menyita perhatian.

    Di setiap meja sudah ada menu-menu makanannya, sehingga pelanggan bisa memilih dan memesannya langsung.

    Saat kami datang pada Rabu (24/04) sekitar pukul 18.17, restorannya memang tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa pelanggan di bagian luar.

    Kami pun menempati bagian dalam yang punya meja dan kursi lebih luas. Pelayanannya pun cepat dan tanggap. Sehingga, tidak perlu khawatir bingung kalau baru pertama kali datang karena pelayannya cukup informatif.

    2. Varian sup ikan sayur asin yang beragam

    Restoran ikanVariasi sup ikan di Restoran ikan cukup beragam, mulai dari yang original hingga yang pedas, Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sup ikan sayur asin pada dasarnya hanya terdiri dari ikan dipadukan dengan sayur asin yang difermentasi, kemudian disajikan dengan kuah kaldu.

    Namun, di restoran ini olahan suan cai yu jauh lebih beragam. Kurang lebih ada 5 menu suan cai yu original, yang ikannya memang langsung dimasak dengan kuah.

    Pilihan ikannya ada dua, yaitu gurame dan kerapu. Sedangkan olahan supnya ada Xiangla Sup Pedas, Tomat sup, Mala Suan Cai Yu sup, Laotan Suan Cai Yu Sup, hingga Oroginal Suan Cai Yu Sup.

    Harganya tergantung jenis ikan dan kuah yang dipilih. Untuk semangkuk sup ikan yang paling terjangkau adalah menu Gurame Suan Cai Yu nya. Dibanderol seharga Rp 76.000.

    Untuk olahan ikan kerapunya lebih mahal. Menu suan cai yu original kerapu dibanderol seharga Rp 120.000.

    Selain sup ikan sayur asin, mereka juga menawarkan hidangan serupa tetapi ikannya digoreng terlebih dahulu. Namanya Grilled Ikan yang olahannya hanya tersedia untuk ikan gurame.

    Ikan ini pun akan disajikan dengan pilihan kuah mulai dari Mala, Kari, Garlic Black Bean, sampai Xiangla Pedas. Harganya dibanderol mulai dari Rp 80.000 saja.

    Jika tidak suka ikan atau mau menu lebih bervariasi, bisa pesan olahan sapinya yang dimasak dengan kuah serupa.

    Nikmatnya suan cai yu pedas hingga sup ikan grilled bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Pedas gurih Xiangla Sup Pedasnya

    Restoran ikanBegini tampilan sup ikan Xiangla yang kuahnya pedas, perpaduan antara mala dan cabai. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Melihat menunya lebih bervariasi, kami pun memesan menu sup ikan pedas. Kami memilih jenis ikan kerapu, seperti yang disarankan oleh pelayan.

    Setalah menunggu kurang lebih 15-20 menit, pesanan sup ikan kami pun langsung diantar ke meja.

    Dari tampilannya sudah terlihat menggugah selera. Disajikan dalam mangkuk bulat berwarna putih yang ukurannya besar.

    Kalau memesan hidangan ini, pelanggan juga tidak perlu memesan nasi karena dengan harga Rp 120.000, kamu sudah dapat semangkuk sup ikan dan dua porsi nasi.

    Dari tampilannya, terlihat kuah sup ikan Xiangla pedas ini punya tekstur kuah yang cukup berminyak. Potongan ikannya juga sudah bisa terlihat di permukaan kuah. Jangan lupa diaduk terlebih dahulu sebelum disantap.

    Ketika diseruput, rasanya lebih dominan pedas cabe mala yang gurih. Sepertinya biji mala itu sudah dihaluskan sehingga sensasi kebasnya tidak begitu tercap di lidah.

    Potongan ikan kerapunya besar-besar. Dagingnya lembut tetapi tidak mudah hancur di mulut.

    Karena rasa pedas gurih dari kuahnya sangat pekat, seningga ikannya juga tidak terasa amis
    Selain ikan, di dalamnya juga sudah dilengkapi soun yang lembut, potongan kulit tahu, jamur enoki, dan tentu ada sayur asinnya. Namun, rasa gurih sayur asinnya tidak begitu kencang, masih tertutup dengan rasa pedas cabe malanya.

    Kalau suka rasa kuah pedas mala, sepertinya akan suka dengan hidangan ini.

    4. Grilled Fish dengan kuah bawang putih

    Restoran ikanRestoran ikan juga punya pilihan grilled fish, dimana ikannya digoreng terlebih dahulu, baru disajikan dengan kuah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain yang pedas-pedas, kamu juga bisa mencicipi menu sup ikan dengan ikan yang sudah digoreng.

    Kami direkomendasikan mencicipi menu Garlic Black Bean Grilled Fishy. Harganya Rp 80.000 dan disajikan dengan wadah hot plate.

    Untuk ukuran porsinya memang terlihat lebih kecil daripada sup ikan sayur asin. Warna kuahnya juga sangat berbeda, didominasi dengan kuah berwarna kuning pekat.

    Dalam seruputan pertama, sudah tercap rasa dan aroma bawang putih yang kuat. Rasa kuah secara keseluruhannya juga dominan gurih.

    Sayangnya, masih terasa aroma tanah dari ikan guramenya. Namun, masih bisa diimbangi jika dimakan bersama kuah.

    Sup ikan kedua ini juga seporsinya dikengkapi dengan kulit tahu dan jamur enoki.

    Selain kedua sup ikan ini, kamu bisa memilih olahan sup lainnya yang bisa diseuaikan selera.

    Jika ingin rasa original pedas, bisa pesan sup mala suan cai yu. Namun, jika suka yang asin dengan rasa asam lebih pekat, bisa pesan varian laota yang menggunakan tambahan cuka.

    Begitupun dengan grilled fishnya. Jika suka rasa berempah bisa pesan kari. Kalau mau pedas yang normal bisa pesan mala. Namun, jika suka kuah pedas cabe, pesanlah varian xiangla.

    Sebagai penghilang dahaga, kami pun memesan teh liang yang dikemas dalam kalengan. Jangan lupa tambah es batu agar semakin segar.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nasi Uduk ‘Ngumpet’ di Palmerah Pakai Semur Jengkol yang Legit!


    Jakarta

    Cari nasi uduk enak di Palmerah? Coba mampir ke Nasi Uduk Ibu Sidar yang terkenal. Lokasinya ‘ngumpet’ di dalam gang, tapi tak menyurutkan minat pembeli untuk datang atau pesan berkat rasanya yang mantap!

    Nasi uduk Betawi banyak dijajakan di kawasan Jakarta Barat, terutama sekitar Palmerah dan Rawa Belong. Salah satu yang punya banyak peminat adalah Nasi Uduk Ibu Sidar di kawasan Palmerah Utara IV.

    Patokannya adalah perumahan Palmerah Residence. Setelah itu maju sekitar 3 rumah, maka kamu akan menemukan Gang Madat dengan patokan papan warna hitam bertuliskan ‘Nasi Uduk Ibu Sidar’.


    Menyusuri gang tersebut beberapa meter, kamu akan melihat spanduk di sisi kiri sebagai penanda lokasi dapur nasi uduk. Untuk area jualannya di sisi kanan dengan etalase kaca mungil bertuliskan Warung Nasi Uduk Ibu Dar menggunakan stiker merah.

    Detail Informasi Nasi Uduk Ibu Sidar
    Nama Tempat Makan Nasi Uduk Ibu Sidar
    Alamat Jalan Palmerah Utara IV Nomor 14, RT 13/RW 6 (Gang Madat)
    Palmerah, Jakarta Barat
    No Telp 0856-1820-094
    Jam Operasional 10.30 – habis, Sabtu libur, Minggu buka pukul 06.00 – habis
    Estimasi Harga mulai dari Rp 13.000
    Tipe Kuliner nasi uduk Betawi
    Fasilitas
    • makan di area sederhana di tempat
    • pesan lewat ojek online

    Racikan Ibu Sidar sejak 2000

    Nasi Uduk Ibu Sidar: Nasi Uduk 'Ngumpet' di Palmerah Pakai Semur Jengkol yang Legit!Mpok Niar, anak Ibu Sidar yang kini meneruskan usaha Nasi Uduk Ibu Sidar. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Nasi Uduk Ibu Sidar rupanya bukan ‘pendatang baru’, melainkan cukup legendaris karena sudah dijajakan sejak 2000. Baru sekitar tahun 2012, Ibu Sidar menyerahkan usaha ini kepada anak satu-satunya yang akrab disapa Mpok Niar.

    Ditemui detikfood (30/4/2024), Mpok Niar mengungkap nasi uduk Betawi berikut lauk-lauknya di sini masih dibuat dengan resep asli Ibu Sidar. Sang ibu pun kini tinggal mengawasi usaha tersebut.

    Ibu Sidar merupakan orang Betawi asli yang mendapat mertua keturunan China. Dari sinilah hobi dan kepiawaian masaknya muncul. “Dia nikah sama orang China, mertuanya Chinese, jago masak. Jadi dia suka bantuin masak mertuanya. Dia tau ilmunya,” kata Mpok Niar.

    Racikan nasi uduknya yang wangi harum pun ditemukan secara otodidak. Sampai saat ini nasi uduk tersebut diminati karena cocok dengan selera mayoritas orang.

    Seporsi nasi uduk mulai dari Rp 13 ribu

    Nasi Uduk Ibu Sidar: Nasi Uduk 'Ngumpet' di Palmerah Pakai Semur Jengkol yang Legit!Spanduk Nasi Uduk Ibu Sidar ditempel di depan lokasi dapur. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Nasi Uduk Ibu Sidar buka sore hingga malam hari. Namun setelah pandemi, banyak permintaan pelanggan agar nasi uduk ini dijual lebih awal.

    Akhirnya Mpok Niar mulai berjualan pukul 10.30. Barulah sekitar pukul 11.00, pilihan lauknya lengkap. Ia menawarkan sekitar 10 lauk di sini, ditambah gorengan tahu isi, bakwan, dan pastel.

    Seporsi nasi uduk polos dibanderol Rp 9 ribu, sedangkan untuk nasi uduk campur bihun goreng dan orek tempe, harganya Rp 13 ribu. Porsi nasi uduknya banyak dengan taburan bawang merah goreng yang bikin wangi.

    Untuk lauknya tersedia Ayam Goreng Ketumbar (Rp 16 ribu), Empal (Rp 24 ribu), Telur Balado (Rp 6 ribu), Semur Jengkol (Rp 10 ribu), Semur Telur (Rp 6 ribu), Semur Tahu/Tempe/Kentang (Rp 3 ribu), Bakwan Udang (Rp 6 ribu), Perkedel (Rp 3 ribu), dan aneka gorengan (Rp 2 ribu per buah).

    Nasi uduk wangi berlimpah taburan bawang goreng

    Nasi Uduk Ibu Sidar: Nasi Uduk 'Ngumpet' di Palmerah Pakai Semur Jengkol yang Legit!Nasi uduk dibuat dengan beras pera, tapi tetap empuk. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    detikfood tak melewatkan lauk favorit di sini. Kami memesan nasi uduk dengan paduan bihun goreng, semur jengkol, empal, dan bakwan udang. Harganya Rp 44 ribu.

    Tampak nasi uduk dan lauk disajikan di piring beralas daun pisang sehingga lebih memikat selera dengan tampilan warna hijau alami dan aromanya yang khas.

    Hmmm.. Wangi nasi uduknya harum karena ditambahkan daun jeruk. Sementara tekstur nasi uduknya tidak pulen, tapi tetap empuk.

    Menurut Mpok Niar, itu memang ciri khas nasi uduk Betawi dimana berasnya justru tidak pulen. Namun meski dibuat dari beras pera, teknik masak yang betul ternyata bisa hasil nasinya tetap empuk.

    Nasi uduk diberi taburan bawang merah goreng yang melimpah. Bawang goreng dibuat sendiri oleh Mpok Niar berbahan bawang merah Brebes sehingga teksturnya lebih garing.

    Pelengkap bihun goreng di sini tak bisa disepelekan. Kami awalnya mengira kehadirannya hanya sebagai ‘pemanis’, tapi ternyata dibuat penuh bumbu oleh Mpok Niar. Alhasil bihun gorengnya sedap dengan rasa bawang putih yang kuat. Tekstur bihunnya juga empuk!

    Semur jengkol legit berpadu empal empuk

    Nasi Uduk Ibu Sidar: Nasi Uduk 'Ngumpet' di Palmerah Pakai Semur Jengkol yang Legit!Empal, bakwan udang, hingga semur jengkol jadi lauk nasi uduk favorit. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Nasi Uduk Ibu Sidar punya semur jengkol yang legit, empuk, dan meresap bumbunya. Jengkolnya diolah dengan cara khusus agar lembut dan ditambahkan beberapa rempah agar aromanya tidak kencang.

    Kunci kelezatan semur lalu ada pada paduan 2 jenis kecap andalan Mpok Niar dan rempahnya yang lengkap, mulai dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, sereh, dan daun salam agar wangi. Kuah semurnya patut disirami ke permukaan nasi uduk agar menambah rasa manis gurih!

    Empal daging jadi lauk termahal di sini. Meski begitu, porsinya besar dan bisa dinikmati 2 orang menurut kami. Empal baru akan digoreng setelah ada yang pesan sehingga lauk ini dijamin tersaji hangat.

    Empal dibuat dari bagian ‘full’ daging sehingga teksturnya kokoh dan padat. Bumbunya dibuat manis gurih dan meresap sampai ke setiap serat-serat daging sehingga amat puaskan selera.

    Lanjut ke bakwan udang, rasanya juga nikmat karena potongan udangnya segar dan banyak. Balutan tepungnya cukup tebal, tapi teksturnya tetap krenyes renyah saat digigit dengan rasa gurih yang dominan.

    Yang bikin kami tambah jatuh cinta, sambal kacang racikan Mpok Niar. Teksturnya kental, kacang tanahnya banyak, dan rasanya gurih dengan susulan pedas yang kuat. Bikin makan jadi berselera!

    Nasi Uduk Ibu Sidar juga punya ayam goreng enak. Baca halaman selanjutnya.

    Ayam goreng ketumbar yang gurih wangi

    Nasi Uduk Ibu Sidar: Nasi Uduk 'Ngumpet' di Palmerah Pakai Semur Jengkol yang Legit!Nasi uduk pakai ayam goreng ketumbar dan kentang balado yang sedap. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Menurut Mpok Niar, lauk Ayam Goreng Ketumbar juga jadi favorit. Kami memadukannya dengan bihun goreng dan kentang balado yang tak kalah enak.

    Saat kami pesan, ayam goreng di etalase kaca sudah habis sehingga Mpok Niar perlu goreng dadakan. Alhasil ayam goreng tersaji hangat-hangat dengan tekstur empuk, lembut, dan juicy.

    Taburan ketumbar dan lengkuas digoreng agak kasar sehingga masih memberi tekstur renyah. Yang kami suka, rasa bumbu ungkepnya yang gurih juga meresap ke dalam daging ayam.

    Seporsi nasi uduk, bihun, kentang balado, dan ayam goreng ketumbar dibanderol Rp 28 ribu. Harga ini menurut kami sepadan dengan kualitas rasa dan bumbu masakannya yang juara!

    Bahan disiapkan fresh mulai pukul 3 pagi

    Nasi Uduk Ibu Sidar: Nasi Uduk 'Ngumpet' di Palmerah Pakai Semur Jengkol yang Legit!Ragam masakan Mpok Niar yang sudah dimasak mulai pagi hari. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Dalam sehari, Mpok Niar mengungkap bisa menjual 20 liter nasi uduk. Ia pun membuat semuanya fresh setiap hari. Beruntung rumah sekaligus area jualannya dekat dengan pasar tradisional sehingga ia bisa sering belanja.

    Setiap hari ia mulai bangun pukul 3 pagi untuk ke pasar. “Mulai masak itu jam 05.30. Baru kelar semua itu jam 10.00. Lanjut packing orderan online. Jadi jam 11.00 siap pick-up,” kata Mpok Niar.

    Kini usaha nasi uduknya memang makin laris setelah dijual via aplikasi ojek online. Pantauan detikfood, sebelum pukul 12 siang yang merupakan waktu makan siang populer, orderan Nasi Uduk Ibu Sidar tak berhenti-henti.

    Belum lagi ditambah pesanan pembeli yang datang langsung untuk bungkus atau santap di tempat seperti kami. Mpok Niar pun bekerja sama dengan keluarganya untuk melayani semua permintaan pembeli agar tersaji tepat waktu.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ada Ayam Taliwang hingga Plecing Kangkung Enak di Bekasi


    Jakarta

    Banyak kuliner menarik yang bisa ditemukan di Bekasi. Tidak hanya jajanan kekinian, tetapi juga rumah makan tradisional ada di kota ini. Bahkan, di Bekasi kamu bisa menikmati makanan khas Lombok.

    Salah satunya di restoran Ayam Taliwang Maloka TRB yang berlokasi di daerah Jl. Raya Hankam, Jatimelati, Bekasi. Restorannya memang tidak begitu besar. Hanya menempati dua ruko di pinggir jalan raya Hankam.


    Namun, dari luar kamu sudah bisa melihat papan panjang bertuliskan Taliwang Maloka TRB.

    Penasaran dengan kelezatan ayam taliwang di restoran ini, detikFood menyambanginya (03/03). Kami mencicipi beberapa menu andalan di sana, mulai dari ayam bakar Taliwang, ikan gurame taliwang, hingga plecing kangkungnya. Begini cita rasanya!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Ayam Taliwang Maloka TRB, Hankam Raya
    Alamat Jl. Raya Hankam No.39A, RT.006/RW.005, Jatimelati, Kec. Pd. Melati, Kota Bks, Jawa Barat 17415
    No Telp 0811-1808-907
    Jam Operasional 09.00 – 21.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 10.000 – Rp 85.000
    Tipe Kuliner Kuliner khas Lombok
    Fasilitas
    • Ruangan indoor
    • Ada toilet
    • Tempat parkir luas

    1. Ayam dan ikan bumbu taliwang

    Ayam TaliwangBegini tampilan ayam bakar taliwang yang bumbunya meresap sampai ke dalam. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selaras dengan namanya, restoran ini memang khusus menyajikan menu-menu khas Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Berbicara dengan salah satu pegawai di sana, mereka mengungkap, pemiliknya memang bukan orang Lombok. Namun, sebagian besar pegawai di sana merupakan orang asli Lombok.

    Sehingga, menu-menu yang disajikan dimasak langsung dengan resep asli Lombok yang dibawa oleh mereka. Beberapa bumbu dasarnya pun dibawa langsung dari Lombok.

    Restoran ini menyajikan olahan ayam dan ikan yang dimasak dengan bumbu khas Taliwang yang terkenal pedas menyengat.

    Pilihan menunya beragam, mulai dari ayam bakar taliwang, ayam goreng taliwang, gurame bakar taliwang, gurame goreng taliwang, nila bakar atau goreng taliwang, hingga lele yang juga diolah dengan bumbu khas taliwang.

    Untuk menu yang dibakar, pelanggan bisa memilih tingkat kepedasannya, mulai dari tidak pedas, sedang, pedas, dan super pedas.

    Ada juga menu sayuran khas Lombok yang biasa jadi pelengkap, seperti plecing kangkung, beberuk terong, sampai terong selo bakar.

    2. Ayam bakar taliwang dan plecing kangkung yang bikin nagih

    Ayam TaliwangAyam Taliwang satu ekor di sini dibanderol dengan harga Rp 55.000. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami tentu tidak bisa melewatkan hidangan ayam bakar taliwangnya. Untuk satu porsi (satu ekor) ayam taliwang, dibanderol Rp 55.000.

    Selain tingkat kepedasan, pelanggan yang memesan olahan taliwang bisa memilih pesanan itu ingin dimasak pedas manis atau pedas gurih. Kami pun memilih ayamnya dimasak dengan bumbu taliwang yang pedas gurih.

    Setelah selesai memesan, pegawai langsung memasak ayam tersebut di pemanggang yang ada di depan restoran. Pelanggan bisa melihat sendiri proses pembakaran ayam taliwang ini.

    Sebelum dibakar, mereka merendam ayamnya terlebih dahulu ke dalam bumbu taliwang. Barulah ayam dibakar di atas api arang.

    Tidak lama, ayam diantar ke meja kami. Dari segi tampilan, potongan ayamnya tidak begitu besar, bisa dinikmati oleh 1 sampai 2 orang saja. Seporsi ayamnya dilengkapi dengan potongan jeruk nipis dan dua cocolan bumbu.

    Bumbu cocolan ini punya tekstur sangat cair. Keduanya berwarna cokelat tetapi salah satunya lebih gelap dan juga lebih pedas. Namun, ketika kami coba, tidak begitu ada perbedaan rasa antara keduanya.

    Rasanya mirip bumbu kacang tetapi teksturnya sangat cair dan ada sentuhan pedas yang sangat ringan.

    Ayam bakar taliwang di sini agaknya memakai ayam kampung sehingga tekstur dagingnya memang agak keras. Namun, tetap nikmat karena bumbu taliwangnya meresap sampai ke dalam daging dan tulang.

    Bumbunya sendiri punya rasa pedas yang khas, dengan rasa cabe, terasi, dan gula merah yang lebih dominan. Ada sensasi smokey bekas pembakaran ayam tersebut yang membuatnya justru semakin enak. Tidak perlu dicocol ke sambal atau bumbu lagi, rasanya sudah nikmat.

    Jika pesan ayam bakar taliwang, kamu juga perlu memesan plecing kangkungnya.

    Ayam TaliwangAyam Taliwang ini semakin enak dinikmati dengan plecing kangkung yang menyegarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Terdiri dari kangkung yang sudah direbus, ditambah dengan tauge, dan kacang. Disiram dengan sambal plecing. Sambal plecingnya pun dilengkapi dengan potongan besar tomat.

    Sambalnya tidak begitu pedas, lebih dominan rasa asam segar dari tomatnya. Cocok dinikmati dengan ayam bakar taliwang.

    Cita rasa gurame goreng taliwang hingga tahu bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Gurame goreng taliwang yang tak kalah enak

    Ayam TaliwangGurame gorennya juga tidak kalah enak, bisa dimakan dengan kremes dan cocolan bumbu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau ke restoran ini, kamu juga perlu coba gurame goreng taliwangnya. Satu ekor ikan gurame dibanderol dengan harga Rp 85.000.

    Ukuran ikannya cukup besar, digoreng crispy, lalu ditaburi dengan kremes yang melimpah. Saking banyaknya kremes, sampai-sampai badan guramenya tertutup. Kamu hanya bisa melihat bagian ekor saja.

    Guramenya digoreng biasa, tidak digoreng tepung. Dagingnya cukup tebal dan sangat lembut. Ketika dimakan, kami terkejut karena tidak ada aroma atau rasa amis tanah sama sekali.

    Daging guramenya sendiri sudah asin. Makin enak dimakan dengan kremesannya yang melimpah. Tekstur kremesannya pun halus dan rasa gurihnya tidak berlebihan.

    Gurame ini juga disajikan dengan dua bumbu cocolan seperti ayam. Jika mau ada sensasi lebih pedas, kamu bisa mencocolnya dengan bumbu tersebut.

    4. Tahu goreng kremes buat pelengkap

    Ayam TaliwangTahu gorengnya juga bisa dipesan sebagai pelengkap yang nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Di sini juga ada menu tambahan lain yang bisa dipesan. Mulai dari sayur asem, sayur lodeh, lalap, sambal, ati ampela, hingga tempe dan tahu goreng.

    Kami melengkapi ikan guramenya dengan tambahan tahu goreng. Tahu goreng ini hanya bisa dibeli satuan seharga Rp 3.000 per pcs. Kami pun membeli 3 pcs tahu.

    Kami mengira tahu gorengnya hanya digoreng biasa. Namun, rupanya tahu goreng itu pun dilengkapi dengan kremesan yang melimpah.

    Tahu dengan tekstur sangat lembut itu digoreng dengan sedikit tepung terlebih dahulu. Barulah disajikan dengan kremesannya. Pertama digigit memang sedikit renyah, tetapi bagian dalamnya sangat lembut.

    Makanan-makanan ini bisa dinikmati dengan aneka minuman, mulai dari es jeruk, es jeruk nipis, es kelapa, hingga es kelapa jeruk. Kamu juga bisa menambah kremes dan sambal secara terpisah.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com