Category Archives: Domestik

Gua Maria Tritis, Wisata Religi dengan Stalaktit yang Memukau



Gunungkidul

Selain pantai, Gunungkidul juga memiliki wisata gua yang menawan. Namanya Gua Maria Tritis.

Gua Maria Tritis berada di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Gua Maria Tritis berada tidak jauh dari area Pantai Kukup, berjarak sekitar 15 menit perjalanan. Jika berangkat dari pusat kota Jogja maka akan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Dulu, gua ini kerap menjadi tempat persinggahan pangeran dari Kerajaan Mataram. Kemudian, pada 1974 baru dikenal oleh umat Katolik setelah digunakan sebagai tempat Ekaristi Natal.


Nama ‘Tritis’ diambil dari air yang terus menetes dari stalaktit di langit-langit gua. Lalu ditambah dengan ‘Maria’ setelah gua ini mulai sering digunakan sebagai tempat peziarahan umat Katolik.

Gua ini terletak di kawasan perbukitan karst Gunungkidul. Saat memasuki kawasan gua, pengunjung akan diminta untuk memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang berada di seberang toilet dan pondok Emmaus.

Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Lintia Elsi)

Kemudian, pengunjung harus berjalan melewati jalan setapak yang menurun untuk sampai di depan gua. Di sini ada bangunan kantor pengurus dan toilet. Suasananya masih sangat asri dengan pohon-pohon rindang di sekitarnya.

Stalaktit dan stalagmit menghiasi bagian dalam gua, tempat duduk kayu untuk berdoa tersusun rapi di tengah-tengahnya. Terdapat patung Maria di salah satu sudut gua, juga patung Yesus di sudut lainnya.

Gua ini juga tampak indah dengan tanaman hijau alami di sisi-sisinya, jalan batu di depan, dan pagar yang membatasi area gua dengan lubang besar di sampingnya.

Pengunjung juga bisa mencoba menaiki jalanan menanjak untuk sampai ke puncak kawasan ini yaitu Bukit Golgota. Bukit ini merupakan bukit batu dengan tiga salib di atasnya.

Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Lintia Elsi)

Tidak jauh dari Bukit Golgota terdapat stasi ke-14 di mana menjadi tempat Yesus dimakamkan. Dari atas sini pengunjung bisa langsung berjalan lurus hingga tembus ke area parkiran awal.

Saat detikTravel mengunjungi Gua Maria Tritis, gua ini tampak cukup sepi dan tenang.

“Biasanya pagi itu lumayan rame, kalau mau Natal agak sepi karena kan banyak yang pulang kampung, nanti tahun baru rame lagi,” kata seorang petugas kebersihan Gua Maria Tritis.

Gua Maria Tritis ini bisa dikunjungi siapa saja, tidak terbatas pada umat Katolik saja. Tidak ada biaya masuk yang ditetapkan, pengunjung bisa membayar di kotak yang terletak dekat tempat parkir seikhlasnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Megah! Museum Batik Pekalongan, Dulu Kantor Pabrik Gula Belanda



Jakarta

Museum Batik Pekalongan menempati bangunan peninggalan Belanda. Dulu, bangunan megah itu adalah kantor pabrik gula.

Museum Batik Pekalongan diresmikan pada 12 Juli 2006. Sebelumnya, bangunan yang ditempati museum ini sempat berganti-ganti fungsi.

Menurut penuturan edukator Museum Batik Pekalongan, Denny, pada mulanya bangunan museum ini digunakan sebagai kantor keuangan pabrik gula di keresidenan Pekalongan. Gedung itu diperkirakan dibangun antara 1906 hingga 1924.


“Pernah juga dijadikan balai kota Pekalongan, tempat berkantornya wali kota. Pernah juga dijadikan beberapa kantor instansi pemerintah sebelum jadi museum,” kata Denny.

Meski telah berusia ratusan tahun, bangunan yang ditempati museum ini masih kokoh. Keaslian bangunan juga tetap dipertahankan.

“Sebagian besar orisinil. Untuk renovasi hanya pengecatan tapi secara struktur masih asli,” ujarnya.

Nuansa Belanda memang kental terasa di Museum Batik Pekalongan. Pilar-pilar tinggi besar, dinding batu, hingga ubin abu-abu seolah menjadi napak tilas pendudukan Belanda di masa lampau.

Selain mengagumi kemegahan bangunan peninggalan Belanda, traveler tentunya dapat belajar mengenai batik di Museum Batik Pekalongan. Museum ini menyimpan hampir 1200 koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia.

Di sana terdapat 3 ruang pamer, ruang workshop, ruang audiovisual, aula, dan ruang dekranasda yang menjual kain-kain batik.

Traveler yang penasaran dapat berkunjung ke Museum Batik Pekalongan yang terletak di Jalan Jetayu Nomor 3, Panjang Wetan, Pekalongan Utara. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Harga tiketnya adalah Rp 5 ribu untuk dewasa, Rp 2 ribu untuk anak-anak dan pelajar, dan Rp 10 ribu untuk turis mancanegara.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menapaki Kampung Batik Kauman yang Legendaris di Pekalongan



Pekalongan

Dikenal sebagai Kota Batik, Pekalongan memiliki sejumlah kampung batik yang eksis dari generasi ke generasi. Salah satunya Kampung Batik Kauman yang legendaris.

Terletak di pusat Kota Pekalongan, tak sulit menemukan Kampung Batik Kauman. detikTravel sempat berkunjung ke Kampung Batik Kauman beberapa waktu lalu dan langsung terbius nuansa vintage di sana.

Mengutip dari situs Pariwisata Kota Pekalongan, Kampung Batik Kauman sejatinya sudah eksis sejak lama. Di sana terdapat sejumlah bangunan kuno seperti Masjid Jami yang didirikan tahun 1852, juga rumah-rumah lawas yang menjadi tempat tinggal para perajin batik.


Kampung Batik Kauman Pekalongan.Omah Lawang Songo di Kampung Batik Kauman. Foto: Disporapar Jateng

Bersama dengan salah satu pemilik usaha batik di sana, M. Fauzi Hidayat, detikTravel sempat diajak masuk ke Omah Lawang Songo yang menjadi ikon Kampung Batik Kauman.

Sama seperti namanya, Omah Lawang Songo memiliki 9 pintu. Pintu-pintu ini tersebar di bagian depan (3), bagian tengah (3), bagian tengah sisi kanan dan kiri (2), dan 1 pintu belakang.

Omah Lawang Songo merupakan peninggalan bersejarah yang menunjukkan arsitektur lintas budaya yakni Jawa, Arab, Eropa, dan China.

Kampung Batik Kauman di PekalonganPerajin batik di Kampung Batik Kauman Pekalongan. Foto: Ari Saputra/detikcom

Pada 2018, Omah Lawang Songo digunakan sebagai Omah Kreatif. Fauzi bercerita, Omah Kreatif dibentuk sebagai wadah pengembangan kreativitas perajin dan pedagang batik di Kampung Batik Kauman. Di sana ada workshop dan showroom bersama. Sayangnya, sejak pandemi COVID-19, rumah itu dibiarkan kosong.

detikTravel kemudian diajak untuk melihat workshop batik milik Fauzi yang letaknya tak jauh dari Omah Kreatif. Di sanalah proses membatik, mulai dari mencanting, mewarna, meluluhkan lilin, hingga mengeringkan batik dilakukan.

“Batik ini sudah tiga generasi,” kata Fauzi.

Kampung Batik Kauman di PekalonganPerajin batik di Kampung Batik Kauman Pekalongan. Foto: Ari Saputra/detikcom

Dia melanjutkan usaha batik dari kakek dan orang tuanya. Bagi Fauzi, membuat batik bukan sekadar bisnis atau menyalurkan hasrat berkesenian. Lebih dari itu, Fauzi merasa memiliki tanggung jawab sosial dan budaya.

“Kita punya semacam tanggung jawab meneruskan warisan dari leluhur kita. Sayang banget kalau yang ditinggalkan leluhur itu tidak dilanjutkan. Itu akan menjadi kesalahan generasi berikutnya,” ujarnya.

Kendati usaha batiknya masih berjalan, Fauzi memiliki kekhawatiran terhadap kelestarian batik Pekalongan. Terutama di Kampung Batik Kauman, tidak ada anak muda yang tertarik menjadi perajin batik.

Anak-anak muda di sana lebih tertarik untuk bekerja ke kota lain. Saat ini, bekerja di pabrik rokok dianggap lebih menjanjikan daripada membuat batik.

“Mudah-mudahan terutama generasi muda, saya harap lebih mencintai batik, ikut punya keinginan dan tanggung jawab meneruskan heritage leluhur. Jadi batik tetap lestari sampai nggak ada endingnya,” ujar dia.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ide Liburan Asyik di Pekalongan, Museum Date di Museum Batik



Pekalongan

Momen libur Tahun Baru dapat traveler nikmati dengan berwisata ke Kota Pekalongan di Jawa Tengah. Kamu bisa mengenal batik di Museum Batik.

Museum Batik Pekalongan merupakan salah satu destinasi ikonik yang wajib dikunjungi kala berkunjung ke Kota Batik. Museum ini terletak di Jalan Jetayu Nomor 3, Panjang Wetan, Pekalongan Utara.

Tak sulit menemukan museum itu karena bangunannya megah berdiri di pinggir jalan. Museum Batik Pekalongan ini memanfaatkan bangunan peninggalan Belanda yang sudah ada sejak 1906.


Museum Batik PekalonganMuseum Batik Pekalongan. Foto: Ari Saputra/detikcom

detikTravel sempat berkunjung ke Museum Batik Pekalongan beberapa waktu lalu. Sama seperti namanya, museum ini menyimpan koleksi berbagai jenis batik, tak cuma yang berasal dari Pekalongan tetapi seluruh daerah di Indonesia bahkan dunia.

“Batik dari hampir semua daerah di Indonesia, kita punya dan sebagai perbandingan, ada juga batik mancanegara. Kita punya dari Malaysia, Sri Lanka, dan beberapa negara lainnya,” kata edukator Museum Batik Pekalongan, Denny.

Denny memaparkan, Museum Batik Pekalongan menyimpan sekitar 1200 koleksi batik yang disimpan dalam 3 ruang pamer. Batik-batik ini meliputi jenis batik tulis dan cap.

Museum Batik PekalonganEdukator Museum Batik Pekalongan, Denny. Foto: Putu Intan/detikcom

Selain dapat melihat kain-kain batik yang cantik, traveler juga dapat mengenal proses pembuatan batik. Tak sampai di situ, traveler juga akan diajari cara membatik. Kegiatan ini sangat cocok diikuti traveler yang ingin menikmati museum date di Museum Batik Pekalongan.

“Selain kita melihat-lihat batik, kita juga bisa merasakan sensasinya membuat batik bagaimana. Jadi nanti di ruang workshop akan diajari instruktur mengenai cara-cara membatik. Kalau ikut pelatihannya, akan diajak mengenal proses dari awal sampai pewarnaan dan pelepasan lilin,” kata Denny.

Museum Batik PekalonganMuseum Batik Pekalongan. Foto: Ari Saputra/detikcom

Setelah puas berkegiatan di Museum Batik Pekalongan, traveler juga dapat membeli batik di ruang dekranasda. Di sana, berbagai jenis kain batik dan baju batik karya UMKM Pekalongan dijual. Untuk harganya berkisar dari ratusan hingga jutaan rupiah.

Museum Batik Pekalongan buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Harga tiketnya adalah Rp 5 ribu untuk dewasa, Rp 2 ribu untuk anak-anak dan pelajar, dan Rp 10 ribu untuk turis mancanegara.

====

detikTravel bersama detikoto melakukan perjalanan ini bersama MG Motor Indonesia dalam program ‘Ekspedisi 100 Tahun Batik & Wayang – Arti Sebuah Perjalanan’. Ikuti lebih jauh perjalanan tersebut pada tautan ini.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Umbul Besuki yang Cantik di Klaten, Dulu Mau Dinamai Umbul Robert



Klaten

Tak ada yang menyangka, Umbul Besuki yang cantik di Klaten sempat mau diberi nama Umbul Robert. Kok bisa? Begini ceritanya….

Di desa Ponggok, Klaten ada beberapa umbul atau sumber mata air yang menjadi destinasi wisata. Salah satu yang paling terkenal tentu saja Umbul Ponggok.

Selain Umbul Ponggok, ada juga Umbul Besuki yang namanya sedang naik daun di kalangan wisatawan. Rupanya, ada sebuah kisah menarik tentang umbul ini. Sebelum diberi nama umbul Besuki, umbul ini sempat mau diberi nama Umbul Robert.


Zaman dulu, umbul ini memang sering untuk mandi para pembesar Belanda. Salah satunya bernama Robert. Maka dari itu, umbul ini sempat mau diberi nama Umbul Robert, namun tidak jadi.

“Dulu orang-orang tua ingin dinamakan Umbul Robert. Karena dulu pernah ada orang Belanda mandi di situ namanya Robert,” ungkap Ketua Pokdarwis Wanua Tirta Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Triyono beberapa waktu lalu.

Akhirnya, umbul ini pun dinamakan Umbul Besuki. Besuki diambil dari kata Basuki yang berarti Sejahtera dalam bahasa Indonesia.

“Akhirnya sering dinamakan Umbul Besuki, dari kata basuki (sejahtera). Sampai sekarang jadi Besuki,” kata Triyono.

Pada zaman dulu, Umbul Besuki hanya terdiri dari satu kolam mata air. Di sisi utaranya ada hutan dan jurang aliran sungai.

“Sebelahnya jurang tapi ya airnya dari umbul Besuki juga. Mata airnya tidak terlalu besar, tapi mengaliri yang lain,” ujar Triyono.

Umbul Besuki di Klaten mulai dikunjungi wisatawanUmbul Besuki di Klaten Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Namun sejak dikembangkan pada tahun 2018, Umbul Besuki terbagi menjadi beberapa bagian. Umbul utama berada paling atas, berupa kolam alami seukuran 500 meter persegi.

Di bagian jurangnya, disulap menjadi satu kolam renang modern untuk anak-anak. Sementara di tebing bagian timur, dibuat dua kolam modern berbentuk oval di tengah hutan pohon jati.

Umbul Besuki pun semakin dikenal dan menjadi destinasi wisata alternatif selain umbul Ponggok. Ke depan, pengembangan umbul ini akan terus dilakukan.

“Jadi ke depan di situ menjadi komplitnya Umbul Ponggok. Karena nanti ada home stay, camping ground sampai out bond,” imbuh Triyono.

Cara Menuju ke Umbul Besuki

Untuk menuju ke Umbul Besuki, traveler bisa ditempuh perjalanan dari kota Klaten ke Utara sejauh sekitar 20 kilometer. Dari arah jalan Jogja-Solo, jaraknya hanya sekitar lima kilometer ke barat daya.

Dari jalan Jogja-Solo, sesampainya di kota Kecamatan Delanggu, pengunjung bisa lewat jalan Delanggu-Ponggok. Setelah Kantor Desa Ponggok, ambil kanan ke Umbul Besuki.

Umbul Besuki letaknya memang tidak jauh dari Umbul Ponggok yang berada di tepi jalan Janti- Karanganom. Dari Umbul Ponggok, Umbul Besuki cuma berjarak sekitar 500 meter ke arah Utara. Lokasinya tepat berada di tepi persawahan.

Pintu masuk utamanya berada di dekat area parkir. Untuk masuk, traveler hanya perlu tiket seharga Rp 10.000 per orang. Jam buka dari 07.00 pagi sampai 16.00 sore.

—–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Selamat Hari Introvert Sedunia! Ini 7 Destinasi Khusus untukmu



Jakarta

Hari Introvert sedunia jatuh pada Selasa (2/1). Ternyata, ada lho tempat-tempat wisata yang cocok untuk traveler introvert.

Dilansir dari situs WebMD, arti introvert adalah seseorang dengan kepribadian yang merasa lebih nyaman berfokus pada pemikiran dan gagasan mereka sendiri daripada situasi di luar diri. Introvert akan lebih menikmati waktu dengan satu atau dua orang daripada kelompok besar atau orang banyak.

Dikumpulkan detikTravel, Indonesia memiliki sejumlah tempat wisata yang cocok untuk si introvert. Berikut daftarnya:


1. Pantai Ngurbloat

Tersembunyi di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, ada Pantai Ngurbloat yang cocock sebagai tempat wisata traveler introvert. Tersembunyi, pantai ini dijamin sepi bagai pulau pribadi.

Tapi bukan cuma itu yang menjadikan Pantai Ngurbloat istimewa. Pantai ini juga memiliki pasir pantai yang sangat halus. Saking halusnya, pasir Pantai Ngurbloat jadi yang paling halus sedunia. Yuk, liburan ke Pantai Ngurbloat!

Pantai NgurbloatPantai Ngurbloat Foto: Didik Dwi Haryanto/detikcom

2. Perpustakaan Nasional

Selanjutnya adalah Perpustakaan Nasional atau Perpusnas memiliki koleksi dalam berbagai bentuk seperti naskah, buku, monograf, rekaman suara, bahan kartografis, sumber elektronik, hingga bentuk mikro.

Lokasi Perpusnas terletak di l. Medan Merdeka Selatan. No.11, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat. Sebagai perpustakaan, Perpunas sangat cocok untuk traveler introvert yang ingin refresing dari kesibukan rutinitas.

Cara ke Perpusnas naik busway jadi informasi yang banyak dicari masyarakat. Perpustakaan Nasional (Perpusnas) adalah perpustakaan buku terbesar di Indonesia.Perpustakaan Nasional Foto: Rifkianto Nugroho

3. Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat (TNBB) terletak di Jalan Raya Cekik, Gilimanuk, Jembrana. Taman nasional ini memiliki luas 77 ribu hektare, atau setara dengan sekitar 10 persen dari daratan Pulau Bali.

Taman Nasional Bali Barat memiliki dua ekosistem utama yang menciptakan lanskap beragam. Ekosistem daratan meliputi berbagai jenis vegetasi seperti hutan mangrove, hutan hujan tropis, hutan evergreen, hutan pantai, dan padang savana, serta menjadi rumah bagi hewan yang dilindungi.

Di taman nasional ini, traveler bisa melihat jalak bali, salah satu burung endemik Pulau Bali yang indah. Dari parasnya sampai ke suaranya, tidak heran banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperjual belikan burung ini di pasar gelap.

Pulau Menjangan BaliPulau Menjangan Bali Foto: Widiarini/d’Traveler

4. Curug Cibaliung

Curug Cibaliung yang berlokasi di Desa Cibadak, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Karena letaknya dipelosok, Curug Cibaliung kerap disebut dewi cantik yang tersembunyi. Wajar saja, karena curug ini sangatlah indah.

Selain bisa berenang menikmati segarnya air Curug Cibaliung, pengunjung juga bisa menjadikan air jernih tersebut sebagai latar untuk berswafoto.

Wisata Petualangan di Bogor, ada off road di Sentul, panjat tebing di Ciampea, Curug Cibaliung dan Leuwi LieukCurug Cibaliung Foto: (My Trip My Adventure)

5. Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu berada di Jalan Boyong KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Perlu waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke sini dari pusat kota Yogyakarta.

Saat masuk ke kawasan museum, traveler akan disambut dengan pepohonan rindang hingga menambah suasana sejuk dari alam pegunungan di dekatnya. Selama di sana, traveler akan diajak untuk melihat pennggalan sejarah.

Uniknya, traveler tidak diperbolehkan merekam atau foto di dalam museum. Traveler yang introvert akan merasa aman tanpa ada gangguan pengunjung yang sibuk berfoto.

Museum Ullen Sentalu YogyakartaMuseum Ullen Sentalu Yogyakarta Foto: Randy/detikTravel

6. Atambua

Atambua adalah ibukota Kabupaten Belu di Provinsi NTT. Kabupaten ini adalah kawasan yang penting karena berbatasan langsung dengan Timor Leste di sebelah timur.

Pantai Atapupu adalah andalan Atambua yang terletak di Desa Motaain, dekat perbatasan Timor Leste. Pantai Atapupu yang berpasir putih menjadi tempat rekreasi warga Atambua dan wisatawan yang menyeberang dari Timor Leste.

Ada juga Air Terjun Mauhalek, yang berjarak satu jam dari Atambua, di Dusun Fatumuti, Desa Raiulun, Kecamatan Lasiolat, Kebupaten Belu. Air terjun ini tidak jauh dari garis demarkasi RI-Timor Leste dan sumber air penting untuk warga lokal. Nikmatilah gemericik air terjun di sana.

Atambua juga memiliki destinasi wisata bersejarah yaitu Benteng Makes di Bukit Makes. Nama lainnya adalah Benteng Ranu Hitu atau Benteng Lapis Tujuh. Benteng terletak di puncak Bukit Makes. Sedangkan di Bukit Batu Maudemu, terletak di Desa Maudemu, terdapat peninggalan sejarah berupa kuburan Bangsa Melus.

Pantai Pasir Putih Atapupu AtambuaPantai Pasir Putih Atapupu Atambua Foto: Fitraya Ramadhanny

7. Banda Neira

Banda Neira merupakan kepulauan yang berada di wilayah administrasi Maluku Tengah. Pulau cantik, yang bila di tempuh dari Kota ambon memakan waktu sampai 7 jam ini, memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Terutama hasil pala dan cengkeh, serta laut yang cantik.

Pulau yang memiliki segalanya, mulai dari keindahan alam, laut, dan banyak memiliki objek dan cerita sejarah. Tidak hanya kekayaan alam, namun juga Kepulauan Banda memiliki keindahan bahari yang luar biasa.

Satu hal lagi yang menjadi kelebihan Kepulauan Banda, yaitu cerita serta objek wisata sejarah yang sangat banyak.

Pulau Hatta Banda NeiraPulau Hatta Banda Neira Foto: (Syanti/detikTravel)

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Liburan ke Curug Cijalu Subang, Apa Saja Daya Tariknya?



Subang

Curug Cijalu merupakan salah satu curug yang terkenal di kawasan Subang. Curug ini terletak tak terlalu jauh dari Jakarta dan berikut daya tariknya.

Liburan Nataru mungkin sudah lewat, namun suasana liburan mungkin masih melekat. Bagi traveler yang mencari opsi wisata tak jauh dari sekitaran Jakarta, Curug Cijalu mungkin bisa menjadi opsinya.

Jarak Curug Cijalu masih cukup dijangkau, berlokasi di Cipancar, Serangpanjang, Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Subang. Jika berkunjung dari Mampang, Jakarta Selatan, jaraknya hanya berkisar 126 kilometer dan dapat ditempuh sekitar 2-3 jam menggunakan mobil.


detikTravel berkesempatan berkunjung ke lokasi Curug ini pada Senin (25/12/2023). Pada saat kedatangan kami, traveler membanjiri objek wisata satu ini. Mereka tersebar di beberapa lokasi dan tempat aktivitas di sini, mulai dari menikmati air terjun, kulineran, hingga berkemah. Berikut ini kami rangkum beberapa daya tariknya.

1. Spot Asyik Berkemah

Curug Cijalu, Subang.Lokasi kemah di Curug Cijalu, Subang. (Weka Kanaka/detikcom)

Dalam pantauan detikTravel, lokasi Curug Cijalu memiliki beberapa area yang cocok untuk dijadikan tempat berkemah. Tak ayal banyak juga traveler yang menancapkan patok beserta kemahnya di sini.

Terlihat wisatawan yang berkemah di sini terdiri dari rombongan pelajar, keluarga, hingga muda-mudi. Area kemah yang luas digunakan oleh rombongan pelajar untuk melakukan aktivitas kemah serta kegiatannya. Sedangkan para keluarga dan muda-mudi menghabiskan waktu berkemah dengan aktivitas seperti bakar-bakar, bercengkrama, hingga bermain gitar.

Menariknya, berkemah di sini bisa membawa peralatan sendiri ataupun dengan menyewa dari pengelola. Menurut penuturan wisatawan, biaya mendirikan tenda hanya Rp 10 ribu per hari. Sedangkan untuk biaya sewa tenda bervariasi.

2. Buka 24 Jam

Karena selain dikunjungi untuk dinikmati curugnya, tempat ini jadi spot kemah bagi wisatawan. Tak ayal tempat ini memiliki jam operasional 24 jam.

Bagi traveler yang menginap di sini dapat menggunakan fasilitas seperti mushola, toilet umum, hingga kedai makanan yang terus buka.

Namun, bagi yang berkunjung untuk pulang-pergi, baiknya untuk datang atau pulang di waktu yang tak terlalu malam. Itu karena jalan ke area curug tak terlalu banyak pencahayaan.

3. Banyak Kuliner

Berkunjung ke sini traveler tak perlu takut kelaparan. Pasalnya, terdapat aneka kedai dan kuliner yang dapat dicicipi.

Tersedia kuliner tradisional macam sate maranggi yang terkenal di Purwakarta, jagung bakar, mie, hingga makanan modern seperti burger.

4. Kebun Teh Menuju Curug

Lokasi video syur wanita di kebun teh Ciwidey, Kabupaten Bandung.Ilustrasi kebun teh. (Yuga Hassani/detikJabar)

Salah satu daya tarik dari Curug Cijalu adalah dalam perjalanannya. Hal itu karena dalam perjalanan menuju curug ini, traveler akan disuguhkan pemandangan dari perkebunan teh di sisi kanan.

Melipir sejenak untuk mengambil foto atau berpiknik juga bisa menjadi hiburan tersendiri.

5. Spot Foto hingga Main Air

Curug Cijalu, Subang.Curug Cijalu, Subang. (Weka Kanaka/detikcom)

Nah, yang terakhir tentunya adalah daya tarik curugnya itu sendiri. Curug Cijalu memiliki dua aliran air terjun. Dalam perjalanan menuju Curug Cijalu, nantinya traveler akan menemui Curug Putri terlebih dahulu. Yakni merupakan curug kecil yang menjadi pintu kesegaran di area Curug Cijalu.

Kemudian berjalan kaki lebih lanjut, nantinya traveler akan menemui Curug Cijalu yang cukup megah. Aliran air di sini memang tak terlalu deras, namun percikannya cukup menyegarkan. Menariknya, traveler dapat juga bermain air atau berendam di area kolam alami di bawah air terjun.

Namun, traveler mesti pastikan beberapa petunjuk dan aturan di lokasi tersebut ya.

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Bisa Lho Taman Safari Date di Bali, Cek Harga Tiket dan Jam Operasional



Gianyar

Berlibur ke Bali nggak melulu soal pantainya. Bali mempunyai sejumlah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Taman Safari Bali.

Taman Safari Bali merupakan rumah bagi lebih dari 1.000 satwa yang terdiri dari 120 spesies. Termasuk, spesies langka dan terancam punah seperti komodo, orang utan, burung jalak Bali, dan sebagainya.

Berada di lahan seluas sekitar 40 hektar, Taman Safari Bali tak hanya menjadi tempat rekreasi, namun juga menjadi kawasan konservasi bagi hewan yang langka dan keberadaanya terancam punah.


Bagi traveler yang ingin berwisata ke Taman Safari Bali, yuk simak ringkasan informasinya dari detikTravel.

Wahana dan Daya Tarik Taman Safari Bali

Di Taman Bali Safari, terdapat berbagai jenis satwa langka dari tiga negara berbeda, yaitu Indonesia, India, dan Afrika. Sebanyak 60 spesies dengan total 400 satwa berasal dari Indonesia, termasuk Babi Rusa, Tapir, Buaya, Jalak Putih, Burung Hantu, dan Harimau Sumatera.

Taman Safari Bali menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan untuk keluarga, dengan pertunjukan satwa dan pengetahuan tentang satwa. Selain itu, ada kampung gajah dengan atraksi gajah, dan beragam kuliner.

Tak hanya itu, di sini traveler bisa mencoba berbagai wahana yang akan mengajak traveler bertualang mengeksplorasi berbagai satwa. Beberapa diantaranya adalah Feed The Predator, Jeep Safari, Jungle Hopper Legend, Elephant Safari, Night Safari, dan Water Play and Fun Zone.

4×4 Jeep Safari, wahana yang akan membawa traveler untuk melihat satwa liar dari dekat menggunakan jeep berukuran 4×4. Traveler akan merasakan sensasi berinteraksi langsung dengan satwa liar di alam bebas. Tak perlu khawatir, kendaraan sudah dilengkapi dengan perlengkapan khusus jadi aman untuk pengunjung.

Jungle Hopper Legend, sama seperti Jeep Safari, wahana ini akan membawa traveler mengeksplorasi berbagai satwa di alam bebas. Traveler akan menikmati sensasi bertualang dan berinteraksi dengan satwa. Paket Jungle Hopper Legend sudah termasuk safari journey, Bali Agung Show, dan atraksi hewan lainnya. Harga untuk paket Jungle Hopper Legend mulai dari Rp 520.000/orang.

Elephant Safari Experience, pas dengan namanya, wahana ini memberikan traveler pengalaman untuk berinteraksi lebih dengan dengan hewan raksasa yang satu ini, gajah. Traveler dapat memberi makan dan menunggangi gajah di Taman Safari Bali.

Night Safari Package, berbeda dari pengalaman safari pada siang hari. Taman Safari Bali juga menghadirkan pengalaman bersafari pada malam hari, namanya Night Safari Package. Traveler bisa menyaksikan aneka satwa di malam hari. Tak hanya itu, terdapat pertunjukan seperti fire dance. Harga untuk Night Safari Package mulai dari Rp 880.000/orang sudah termasuk dinner.

Feed The Predator, wahana ini akan mengajak traveler untuk merasakan sensasi memberi makan hewan buas dari dekat menggunakan trem khusus yang dikurung. Tak perlu khawatir, kegiatan ini tentu diawasi dan dijaga ketat oleh para profesional. Wahana ini tersedia setiap hari pukul 14.00 – 16.00 WITA dengan harga sebesar Rp 275.000/orang.

Water Play & Fun Zone, wahana ini cocok untuk traveler yang berlibur bersama anak. Tak perlu bingung, untuk sampai ke wahana ini, traveler cukup menuju ke Uma Restoran, letak Water Play Zone tepat di samping Uma Restoran. Wahana ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA dengan harga tiket untuk masuk ke Water Play Zone sebesar Rp 30.000/orang.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Taman Safari Bali

Taman Safari Bali berlokasi di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk sampai di sini, traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Taman Safari buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA untuk Day Safari dan pukul 18.00 – 21.00 WITA untuk Night Safari. Untuk harga tiket masuk untuk Safari Explorer mulai dari Rp 175.000/orang dan Safari Legend mulai dari Rp 275.000/orang.

Bagi traveler yang ingin berlibur bersama keluarga, Taman Safari Bali adalah pilihan yang sip. Jangan lupa selalu patuhi peraturan yang ada ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pengantin Baru Dilarang Lewat Jembatan Ini, Konon Bisa Kena Sial



Gunungkidul

Jembatan Jirak di Gunungkidul menyimpan sebuah mitos yang tak biasa. Pengantin baru dilarang melintas di jembatan ini kalau tidak mau tertimpa kemalangan.

Jembatan Jirak ini berlokasi di Pedukuhan Munggi Pasar, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul. Bentuk jembatan ini sama dengan jembatan pada umumnya. Ada dua bangunan jembatan, di sisi utara dan selatan.

Pada Jembatan Jirak sisi utara terdapat tulisan ‘dengan rakhmat Tuhan yang maha esa JEMBATAN JIRAK, diresmikan pada hari Senin tanggal 16 Januari 1989 oleh Gubernur, Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam VIII’.


Sedangkan, pada Jembatan Jirak di sisi selatan terdapat tulisan ‘JEMBATAN JIRAK NO.26.030.001.B TH.2008 KM 45+77’. Sepintas, tidak ada yang aneh dari jembatan ini.

Namun, warga setempat masih percaya soal mitos pengantin baru yang tidak boleh melewati jembatan ini. Ketua Kalurahan Budaya Semanu, Sumaryanto menjelaskan, bahwa dari cerita para pendahulunya, dahulu ada kerajaan jin bernama Alas Kali Jirak di jembatan itu.

Asal Usul Jembatan Jirak

Kerajaan itu dipimpin seorang ratu bernama Sekar Cendani. Ratu Sekar Cendani mempunyai prajurit lelembut yang kuat, salah satunya bernama Gus Serut yang menaruh hati pada Nini Pantarwati, putri dari Sekar Cendani.

Namun, Nini Pantarwati ternyata jatuh cinta kepada seorang manusia bernama Sutejo. Sutejo merupakan putra dari Kiai Singo Wijoyo yang berasal dari Kemadang.

Gus Serut pun terlibat pertarungan dengan Sutejo untuk memperebutkan Nini Pantarwati. Ratu Sekar Cendani juga tidak merestui keduanya karena mereka berbeda alam.

Di tengah pertarungan sengit itu, Gus Serut melempar ajirak kepada Sutejo. Menurut Sumaryanto, itulah asal muasal mengapa jembatan itu akhirnya bernama Jembatan Jirak.

“Terus terjadi perkelahian, sambil lari Gus Serut akhirnya melempar ajirak, itu aji-aji semacam jarak. Karena itu disebut Jirak. Saat itu, belum ada jembatannya, hanya ada sesek (jembatan berbahan bambu),” ujarnya.

Setelah kejadian itu, ternyata Nini Pantarwati tetap mencintai Sutejo. Akhirnya, Ratu Sekar Cendani mengutuk Nini Pantarwati dan Sutejo menjadi batu.

“Yang akhirnya dikatakan menjadi watu manten kali Jirak (batu pengantin Kali Jirak),” ungkapnya.

Karena kisah itu, tidak ada pengantin yang berani melintasi Jembatan Jirak. Menurutnya, pengantin baru boleh melintasi jembatan Jirak setelah selapanan.

“Setelah itu tidak ada yang berani lewat situ, baik calon manten dan manten kalau belum selapanan atau 35 hari,” ujarnya.

Akan tetapi, calon pengantin dan pengantin baru tetap bisa melintasi jembatan tersebut meski belum selapanan. Konon caranya dengan memberikan syarat berupa melemparkan beberapa macam benda ke Kali Jirak.

“Tapi ada juga yang memilih menghindari Jembatan Jirak dengan mengambil rute lain yakni lewat utara Kantor Kalurahan, lewat Pacarejo, atau lewat Karangmojo,” lanjut Sumaryanto.

Sumaryanto menambahkan, bahwa hingga saat ini masyarakat Semanu masih mempercayai mitos tersebut. “Masih, wong kemarin tetangga saya dapat orang Mulo itu ya tidak berani lewat situ mending lewat Pacarejo,” ujarnya.

“Kalau dari informasi katanya ada yang sulit mendapatkan keturunan. Kalau sampai celaka kami belum pernah dengar, informasinya justru sulit mendapatkan momongan, rezekinya seret,” jawabnya.

“Semua itu cerita turun-temurun, fakta sebenarnya masih digali. Tapi nyatanya tetap ada yang tidak berani lewat situ kalau belum selapanan setelah prosesi manten,” pungkasnya.

—–

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cobain Land’s End di PIK 2 saat Liburan Awal 2024, Ada Mercusuarnya Lho!



Jakarta

Tempat wisata di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bertambah lagi. Wisata Land’s End PIK 2 baru saja dibuka beberapa waktu lalu. Jadi destinasi baru, kini Land’s End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.

Land’s End berada di PIK 2, persis di Jalan Pantai Indah Kapuk Boulevard, Kapuk Muara, Jakarta Utara. Land’s End adalah destinasi wisata tepi pantai yang memiliki arsitektur bergaya rustic coastal dengan berbagai fasilitas menarik seperti restoran, retail dan juga entertainment spots.

Di Land’s End juga terdapat dock untuk menunjang aktivitas water sports dan boardwalk untuk selfie pengunjung.


Dari kejauhan tempat ini bisa ditandai dengan kehadiran mercusuar yang terletak persis di pinggir pantai. Namun sayang saat dikunjungi detikcom beberapa waktu lalu, mercusuar ini belum bisa dinaiki sehingga pengunjung baru bisa menikmati suasana sekitar mercusuar.

Land’s End menawarkan pemandangan pasir putih bersih dengan beberapa tenant food and beverages seperti Pier 2 atau Butterman yang bisa dicoba pengunjung. Ada juga beberapa tenant fashion. Jadi pengunjung bisa bermain pasir, berfoto ria atau mencicipi makanan khas pantai di beberapa spot di Land’s End.

Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land’s End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung. Foto: dok detikcom

Sejak dibuka 12 Desember lalu, Land’s End cukup diminati pengunjung, terutama di momen liburan awal Tahun 2024. Land’s End buka dari pukul 08.00 sampai 23.00 WIB.

“PIK karena di sini seru sih, pengunjungnya juga banyak, terus pemandangannya juga bagus dari sini. Persiapannya sih bawa payung, bawa topi,” ujar Susanti salah seorang pengunjung.

Pengunjung lain mengaku penasaran dengan Land’s End karena mercusuarnya yang paling menyita perhatian. “Pengen masuk sih,” ujar Daniel sambil berusaha memotret mercusuar dengan latar belakang berbagai pesawat yang melintas di udara.

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com