Category Archives: Domestik

Menikmati Jamu Racikan Leluhur di Desa Wisata Kiringan Yogyakarta



Bantul

Jamu merupakan minuman tradisional yang sarat akan khasiat dan budaya. Traveler dapat menikmati jamu warisan leluhur di Desa Kiringan, Yogyakarta.

Desa Wisata Kiringan di Bantul, Yogyakarta dikenal sebagai desanya para perajin jamu. Hingga kini, tercatat ada 132 perajin jamu yang aktif memproduksi minuman tradisional di sana.

Penasaran dengan desa jamu itu, detikcom berkunjung ke Desa Wisata Kiringan beberapa waktu lalu. Di sana, kami berjumpa dengan salah satu perajin jamu yakni Murjiati.


Murjiati merupakan ketua perajin sekaligus ketua Koperasi Jamu Kiringan. Ia memiliki produk jamu yang dinamakan Riski Barokah.

Di rumahnya yang sederhana, ia setiap hari membuat jamu untuk dijual di Pasar Imogiri. Setiap hari, ia menyiapkan sekitar 100 porsi jamu untuk para penikmat jamu yang sudah menjadi langganannya.

Desa Jamu Kiringan di YogyakartaDesa Jamu Kiringan di Yogyakarta. Foto: Ari Saputra/detikcom

Jamu yang ia jual beragam. Mulai dari kunyit asam, beras kencur, hingga uyup-uyup. Murjiati mengaku, jamu yang ia produksi ini mempertahankan resep dari para pendahulunya.

“Saya penjual jamu dari warisan nenek moyang. Dulu Si Mbah (nenek) saya jualan jamu antara tahun 60-an. Setelah Si Mbah sudah tua, diganti Ibu. Ibu sudah tua, saya yang menggantikan. Saya jualan jamu sejak 1985, sejak usia 15 tahun sudah mulai jualan,” kenangnya.

Menurutnya, resep jamu leluhur yang paling penting adalah menggunakan bahan alami dan tanpa pengawet. Dengan racikan itu, manfaat jamu untuk kesehatan akan menjadi maksimal.

“Semua perajin jamu di Dusun Kiringan tidak ada pengawet sedikit pun. Kita membuat jamu yang segar dan instan (kemasan seduh) secara alami, herbal. Tidak ada sedikit pun bahan yang untuk diawetkan, nggak ada. Jadi semua betul-betul alami,” kata dia.

Desa Jamu Kiringan di YogyakartaKetua perajin jamu di Desa Kiringan, Murjiati. (Foto: Ari Saputra/detikcom)

detikcom yang penasaran dengan rasa jamu Desa Kiringan memutuskan untuk mencobanya. Keunikan meminum jamu di sini adalah tidak menggunakan gelas melainkan memakai batok kelapa.

Sensasi minum jamu secara tradisional ini yang membuat pengalaman itu semakin menyenangkan. Apalagi dengan pemandangan sawah pedesaan yang membuat hati senang.

Rasa jamu kunyit asam yang detikcom rasakan memang lebih segar dari pada jamu-jamu yang biasa dijual di Jakarta. Rasa rempah-rempahnya lebih mendominasi ketimbang manisnya gula. Setelah meminum sebatok jamu, badan juga terasa lebih bugar.

Sebatok jamu ini dihargai Rp 4.000 – 5.000 tergantung jenis jamunya. Selain menjual jamu segar, Murjiati juga memproduksi jamu instan dalam kemasan yang bisa diseduh sewaktu-waktu. Untuk sebotol jamu instan dihargai Rp 15 ribu.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini Pusat Edukasi Lontar Indonesia: Museum Pustaka Lontar



Karangasem

Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban bertekad menjaga kelestarian naskah lontar yang sudah berusia ratusan tahun. Museum ini dianggap sebagai pusat edukasi lontar di Indonesia.

Lontar merupakan catatan literasi yang menggunakan daun ental sebagai media penulisannya. Sebelum digunakan sebagai media lontar, daun ental harus melalui rangkaian proses panjang hingga bisa digunakan untuk menulis.

Lontar biasanya ditulis menggunakan pengrupak, semacam pisau khusus untuk menulis di atas daun ental. Untuk menimbulkan warna hitam, digunakan tingkih atau kemiri bakar. Lontar ditulis menggunakan aksara Bali.

Dibangun pada bulan Maret 2017 dan rampung pada Agustus 2017, Museum Pustaka Lontar berlokasi di Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem, Bali. Dari Kota Denpasar, traveler cukup menempuh waktu sekitar 1 jam 50 menit untuk dapat sampai di Museum Pustaka Lontar.

Museum Pustaka Lontar adalah sebuah kompleks museum yang menyimpan ribuan koleksi catatan yang ditulis di atas daun lontar kering. Semua catatan ini usianya sudah tua bahkan ratusan tahun, yang isinya mulai dari tata cara kehidupan ritual hingga keseharian masyarakat Bali. Semua catatan ini pun masih dijadikan pedoman aturan di masyarakat adat Bali.

Kehadiran Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban tak hanya menjadi destinasi wisata budaya, namun kini menjelma menjadi pusat edukasi lontar di Karangasem, Bali.

I Dewa Ayu Puspita Padni, guru Bahasa Bali SMP 5 Amlapura, mengaku ia dan siswa di sekolahnya sering berkegiatan di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban.

“Kami dari sekolah sering berkegiatan di museum ini. Mulai dari nyurat lontar di sini, melakukan persiapan lomba, dan melakukan rekaman jika ada lomba secara online,” kata dia.

Menurut I Dewa Ayu Puspita Padni kehadiran Museum Pustaka Lontar sangat bermanfaat bagi sekitar, terutama untuk edukasi generasi muda terkait budaya ngerupak dan nyurat aksara Bali.

“Kalau kami di sekolah, perlu contoh dan motivasi dari tempat lain. Kebetulan museum ini memiliki koleksi lontar yang lengkap, itu cukup menjadi contoh dan acuan untuk kami dalam menularkan tradisi ngerupak,” dia menjelaskan.

Sebagai salah satu tenaga pendidik, I Dewa Ayu Puspita Padni berpesan untuk tidak memandang sebelah budaya lontar dan sastra Bali. Meskipun di tengah perkembangan teknologi, sastra dan aksara Bali tidak akan pernah tenggelam.

“Secanggih apapun teknologi sekarang, tulisan yang dihasilkan dengan tulisan tangan di atas daun lontar tak akan pernah terkalahkan taksunya. Setiap goresan tangan akan diikuti dan dijiwai oleh sang penulis, itu taksu tersendiri dari lontar dan sastra Bali,” ujarnya.

Ternyata tak hanya menjadi wisata edukasi Budaya, kehadiran Museum Pustaka Lontar telah menjelma sebagai pusat edukasi lontar khususnya bagi masyarakat Kabupaten Karangasem. Bagi traveler pecinta budaya, Museum Pustaka Lontar adalah destinasi yang wajib traveler kunjungi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Fasilitas, Aktivitas Menarik, dan Biaya Masuk


Kabupaten Bandung Barat

Taman Lembah Dewata merupakan salah satu spot yang menarik dikunjungi di kawasan Lembang, Bandung. Berikut fasilitas, hingga aktivitas menarik di dalamnya.

Taman Lembah Dewata adalah sebuah taman yang terletak pada lembah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Taman ini memiliki nuansa menarik lewat ornamen khas Jawa dan Bali di dalamnya.

Ornamen Bali ditampilkan lewat adanya pura di tengah danau yang dibuat mirip seperti di Bedugul, Bali. Selain itu, ada juga air mancur patung barong, hingga pepohonan yang diberikan sarung khas Bali.


Selain aksen Bali, aksen Jawa juga melekat lewat miniatur candi hingga patung-patung dalam kisah pewayangan. Ada patung Rama-Shinta hingga Pandawa Lima.

Pada kunjungan detikTravel ke Taman Lembah Dewata, Sabtu (6/1/2024), terlihat tempat ini dipenuhi wisatawan. Banyak wisatawan yang hadir merupakan keluarga dan rombongan wisatawan.

Fasilitas

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungPiknik estetik di Taman Lembah Dewata, Lembang, Kab. Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Taman Lembah Dewata memiliki fasilitas yang cukup lengkap, untuk fasilitas hiburan, di sini tersedia fasilitas sepeda, mobil keliling yang dikemas layaknya sepeda, spot nongkrong yang terdiri dari kafe hingga kursi, dan spot foto estetik.

Selain itu, ada pula fasilitas pendukung seperti area kuliner yang menyajikan sekitar 15 tenant makanan dan minuman. Traveler dapat temui makanan berat hingga makanan ringan.

Sedangkan fasilitas pendukung terdapat toilet hingga mushola yang cukup luas.

Aktivitas Menarik

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungMemberi makan alpaca di Taman Lembah Dewata, Lembang, Kab. Bandung Barat (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat beberapa aktivitas menarik yang dapat dilakukan di Taman Lembah Dewata, misalnya saja swafoto. Traveler dapat menemukan beberapa spot foto dengan pemandangan pura tengah danau hingga berlatar Gunung Putri. Traveler juga dapat berfoto dengan ornamen patung hingga hewan-hewan di sini.

Selain itu, berkunjung ke sini traveler juga dapat berinteraksi dengan hewan misalnya menaiki kuda hingga memberi makan alpaca. Di sini terdapat aktivitas menaiki kuda untuk amatir hingga profesional.

Ingin berkeliling tanpa pegal? Traveler juga bisa nih menaiki mobil keliling yang dikemas layaknya kereta keliling dengan tajuk Dewata Express.

Tak hanya itu, piknik estetik juga bisa banget dilakukan di sini lho. Traveler hanya perlu membeli paket piknik di sini dengan harga Rp 50 ribu – Rp 100 ribu.

Harga Tiket Masuk

Tempat ini menjadi salah satu taman bermain yang cukup terjangkau di Lembang, biaya masuknya hanya Rp 20 ribu untuk weekday dan Rp 25 ribu weekend. Selain itu, terdapat pula beberapa biaya untuk aktivitas tambahan antara lain:

Menyewa sepeda 60 menit: Rp 15 ribu
Becak 30 menit: Rp 15 ribu
Dewata Express 1 kali putaran: Rp 15 ribu
Sepeda listrik dan mobil listrik 15 menit: Rp 25 ribu
Wahana air: Rp 15 ribu – Rp 45 ribu
Beanbag piknik 2 jam: Rp 10 ribu
Tikar kecil 2 jam: Rp 20 ribu
Tikar besar 2 jam: Rp 30 ribu
Berkuda: Rp 35 ribu – Rp 115 ribu
Memberi makan binatang: Rp 10 ribu – Rp 15 ribu

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Taman Lembah Dewata, Nuansa Bali Sajikan Pemandangan dan Edukasi Kultur



Kabupaten Bandung Barat

Taman Lembah Dewata menyorot perhatian banyak wisatawan karena punya pemandangan mirip Bedugul, Bali. Namun, tak hanya sajikan pemandangan, tempat ini juga tawarkan edukasi kultur.

Jika berkunjung ke Lembang, Bandung Barat, mungkin Taman Lembah Dewata menjadi tempat yang sulit untuk tidak disinggahi. Hal itu lantaran tempat ini menyajikan pemandangan alam yang indah karena terletak di lembah, serta ornamen khas Bali lewat adanya pura di tengah danau, mirip seperti di Bedugul.

Selain pura yang mirip seperti di Bedugul, ornamen Bali lainnya juga dihadirkan lewat air mancur patung barong, hingga pepohonan yang diberikan sarung khas Bali.


Namun, selain aksen Bali, ternyata dihadirkan pula aksen Jawa lewat miniatur candi hingga patung-patung dalam kisah pewayangan. Ada patung Rama-Shinta hingga Pandawa Lima.

“Taman Lembah Dewata ini kita mengusung budaya Nusantara Jawa-Bali, di mana kalau tamunya datang ke sini di awal sudah ada ornamen candi yang itu Jawa banget, lalu di tengahnya ada pura, terus ada patung-patung juga yang mana patungnya ini dari kisah pewayangan zaman dulu,” terang Manager Marketing Communication Taman Lembah Dewata, Den Yovi, kepada detikTravel di lokasi, Sabtu (6/1/2024).

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungTaman Lembah Dewata, Lembang, Bandung (Weka Kanaka/detikcom)

Yovi menyebut diangkatnya budaya dalam tempat wisata ini selain menjadi ornamen yang khas, juga bertujuan untuk edukasi kepada para wisatawan.

“Istilahnya kita mengangkat tentang budaya di situ juga ada tulisan-tulisan, ada fun fact juga terkait apa sih makna dari puranya, apa sih makna dari patungnya. Jadi istilahnya tamu nggak cuman melihat ini dewata Bali, tapi istilahnya mereka tahu juga oh budaya yang diusung itu ada infonya,” terangnya.

“Kita mengambil tema budaya Indonesia karena kita mendukung Bandung itu beauty Parahyangan, jadi selain beauty dari alamnya kita juga mengusung beauty tentang budayanya,” lanjutnya.

Ia menjelaskan terkait dihadirkan nuansa Jawa-Bali di Lembang ini karena tak terlepas dari Bumi Parahyangan yang disebut sebagai tempat berkumpulnya para dewa.

“Sebetulnya kita itu dulunya Bandung Parahyangan, tempat berkumpulnya para dewa. Makanya kita berikan taman lembah Dewata, jadi sebenarnya Dewata bukan semata-mata mengusung Bali, tapi dewatanya itu dari Dewa, karena kita di lembah, makanya ada dewata. Kata lain dari hyang itu dewa, makanya kita ambil Taman Lembah Dewata,” tuturnya.

Berkunjung ke sini, traveler dapat melakukan berbagai aktivitas menarik, misalnya hunting foto, berinteraksi dengan hewan seperti kuda hingga alpaca, piknik, hingga berburu kuliner.

Biaya masuk cukup terjangkau yakni Rp 20 ribu weekday dan Rp 25 ribu weekend. Buka pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Ngobaran, Diduga Tempat Raja Brawijaya V Membakar Dirinya



Gunung Kidul

Pantai Ngobaran merupakan kawasan pantai di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini selain menyajikan pemandangan alam, namun memiliki sejarah kelam karena diduga menjadi salah satu tempat berakhirnya Raja Brawijaya V.

Raja Brawijaya V merupakan seorang Raja Majapahit yang akhir hayatnya masih menjadi misteri. Terdapat tiga versi yang menjelaskan bagaimana akhir hayat raja leluhur Mataram tersebut.

Versi pertama menjelaskan bahwa sang raja sempat bertemu dengan Sunan Kalijaga sebelum akhirnya wafat dan dimakamkan di Trowulan. Sumber kedua menyatakan bahwa Raja Brawijaya V melakukan moksa di Gunung Lawu. Sementara versi ketiga menceritakan bahwa sang raja melakukan pati obong di Pantai Ngobaran, Gunungkidul.


Terkait versi manakah yang benar, hingga kini hal itu masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah. Namun, berikut ini kisah akhir hayat Raja Brawijaya V di Pantai Ngobaran.

Raja Brawijaya V Membakar Diri di Pantai Ngobaran

Berdasarkan informasi dari laman Direktori Pariwisata Indonesia, ketika melarikan diri dari Majapahit, Raja Brawijaya V pergi ke Pantai Ngobaran di Gunungkidul. Keputusannya itu dilatarbelakangi karena keengganannya untuk bertarung melawan putranya sendiri, Raden Patah.

Dalam pelariannya, Raja Brawijaya V didampingi oleh dua istrinya, yakni Bondan Surati dan Dewi Lowati. Namun, tak seberapa lama, Raden Patah ternyata berhasil menyusulnya hingga ke pantai tersebut.

Terdesak oleh keadaan, Raja Brawijaya V kemudian membakar dirinya sendiri. Sumber lain menyebut bahwa ia bakar diri bersama salah satu istrinya.

Mengutip dari laman Visiting Jogja yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, peristiwa pati obong ini dilakukan sang raja di sebuah tempat yang kini didirikan Pura Segawa Wukir.

Sementara itu, berdasar tulisan dalam Jurnal Humaniora berjudul “Pandangan Masyarakat Gunung Kidul Terhadap Pelarian Majapahit Sebagai Leluhurnya (Kajian Atas Data Arkeologi dan Antropologi) oleh Andi Putranto, sebenarnya, Raja Brawijaya V melakukan moksa di tempat lain. Dituliskan bahwa pati obong di wilayah pantai itu hanya siasatnya untuk kemudian menghilang.

Setelah mengelabui Pasukan Demak, Raja Brawijaya V kemudian pergi ke Goa Langse dan melakukan moksa di tempat tersebut. Asal nama “Ngobaran” itu sendiri berasal dari kobaran api yang digunakan Raja Brawijaya V untuk membakar dirinya.

_________________

Baca versi lainnya dari kisah akhir hayat Raja Brawijaya V pada artikel detikJogja

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Museum Pustaka Lontar, Wisata Edukasi Rumahnya Lontar Bali



Karangasem

Bali timur tak hanya menawarkan keindahan alam yang menawan. Ternyata ada museum tersembunyi, pusatnya lontar Bali. Namanya Museum Pustaka Lontar di Desa Adat Dukuh Penaban.

Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban adalah museum komunitas karena dibangun oleh warga desa adat Pakraman Dukuh Penaban. Pembangunan museum mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2017.

Berdiri pada lahan seluas 1,5 hektar, museum hidden gems ini menyimpan ribuan koleksi catatan yang ditulis di atas daun lontar kering. Bahkan semua catatan ini usianya sudah tua, ada yang berusia sekitar 400 tahun.

Museum Pustaka Lontar menyimpan berbagai lontar yang isinya mulai dari tata cara kehidupan ritual hingga keseharian. Semua catatan ini pun masih dijadikan pedoman aturan di masyarakat adat Bali.

Bendesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya, menjelaskan kehadiran Museum Pustaka Lontar memiliki banyak tujuan. Salah satunya adalah pusat wisata edukasi dan pelestarian lontar.

“Tujuan utamanya adalah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Tapi saat melihat kondisi banyaknya lontar warga yang hancur, kita juga fokus ke pelestarian dan penyelamatan lontar,” dia menjelaskan.

Selain itu, menilik niat pembangunan museum tersebut ternyata Museum Pusaka Lontar dibangun untuk mencegah pemuda merantau. Ya, pembangunan Museum Pusaka Lontar sekaligus menjadi salah satu upaya membuka lapangan pekerjaan bagi warga kampung itu.

“Pendirian museum dilatarbelakangi oleh realita masyarakat desa. Saya melihat masyarakat yang masih SMA sudah berpikir untuk merantau. Saat itu, masyarakat kita sudah tua-tua juga, sedangkan di desa adat ada tradisi yang memang harus kita lakukan setiap tahun,” ujarnya.

Secara turun-menurun, warga Desa Adat Dukuh Penaban merupakan petani penggarap. Belakangan keinginan anak muda untuk merantau sangat kuat.

“Kami di prajuru adat memiliki kekhawatiran juga, bagaimana jika semua masyarakat keluar merantau sementara ada hal yang harus kita lakukan di desa. Karena persoalan ekonomi yang menyebabkan anak-anak ingin merantau. Sehingga, kami berpikir untuk membuka lapangan kerja,” kata I Nengah Suarya.


Daya Tarik Museum Pustaka Lontar

Berkunjung ke museum yang satu ini, traveler akan diajak masuk untuk menjelajahi jaman dulu. Arsitektur bangunan yang masih menggunakan batu bata dengan bangunan-bangunan khas Bali, seperti Bale Sang Kul Putih, Pewaregan, dan Bale Daja.

Bintang utama sekaligus daya tarik dari Museum Pustaka Lontar terletak dari koleksi lontar yang dimiliki museum ini. Traveler yang merupakan generasi muda tentu masih asing dengan bentuk dan wujud lontar.

Di Museum Pustaka Lontar, Traveler akan mendapatkan culture experience dan edukasi untuk mengenal lontar sebagai sumber ilmu pengetahuan. Traveler akan melihat catatan dari masa lalu yang hingga saat ini masih relevan dengan kehidupan masyarakat Bali.

Yang tak boleh traveler lewatkan adalah pengalaman menyurat langsung nama traveler di atas lontar dan di pajang di Bale Daja.

“Nah di sini uniknya, kita tidak hanya mengedukasi saja, namun juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menulis atau menyurat langsung nama mereka di lontar yang sudah kami sediakan dan akan kami pajang di Bale Daja,” ujarnya.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Museum Pustaka Lontar

Museum Pustaka Lontar berlokasi di Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem, Bali. Dari Kota Denpasar, traveler cukup menempuh waktu sekitar 1 jam 50 menit untuk dapat sampai di Museum Pustaka Lontar. Dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 – 16.30 WITA. Traveler tak dipatok untuk harga tiket masuk karena di Museum Pustaka Lontar masih menerapkan sistem donasi. Ketika berkeliling, traveler akan ditemani dengan seorang tour guide dari museum ini.

“Selama ini kita masih menggunakan sistem donasi dan sudah include dengan tour guide. Namun, kemungkinan ke depan kami akan merancang untuk menetapkan harga tiketnya,” katanya.

Museum Pustaka Lontar memiliki beberapa fasilitas seperti Balai Pertemuan, ruang pameran, Balai Asta Brata, open stage, bale daja, dan dapur. Museum ini juga memiliki fasilitas camp, cocok untuk traveler yang ingin bermalam di sini.

Mau mengisi liburan dengan aktivitas yang anti mainstream, yuk berkunjung ke Museum Pustaka Lontar!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini Galeri Seni atau Kafe? Kopi Bali House di Denpasar Beda, Nih



Denpasar

Kopi Bali House, sebuah tempat ngopi yang tak hanya menawarkan kenikmatan secangkir kopi, tapi juga memanjakan pengunjung dengan keindahan seni. Ada lukisan dari kopi juga lho!

Kedai kopi itu berada di Denpasar, Bali. Bukan hanya tempat ngopi dan nongkrong, tetapi kafe ini lengkap dengan ruang seninya.

Sudah berdiri selama 20 tahun, Kopi Bali House tak hanya sebagai tempat ngopi belaka, tapi akan memanjakan mata traveler dengan keindahan lukisan-lukisan seni yang indah. Bahkan beberapa lukisan yang ada terbuat dari kopi lho traveler. Sip banget untuk traveler pecinta produk kopi sekaligus pecinta seni.

Wirawan Tjahjadi, pemilik Kopi Bali House, menjelaskan bahwa kehadiran Kopi Bali House menyuguhkan bermacam-macam kopi dan diharapkan menjadi rumahnya kopi Bali.

“Ini sudah 20 tahun berdiri, dahulu belum banyak yang tau masalah kafe ini. Dulu saya ingin membuat restoran dan menyuguhkan kopi-kopi yang enak dan macam-macam kopi. Akhirnya dibangun Kopi Bali House sebagai rumahnya kopi Bali,” kata Wirawan.

Kopi Bali House memiliki dua lantai yang terdiri dari beberapa ruangan dan memiliki kapasitas 200 pax. Konsep “more than a cup of coffee” yang diusung oleh Kopi Bali House terlihat dari konsep ruangan yang unik. Dindingnya dihiasi oleh lukisan, membuat ruangan semakin estetik dan instagramable.

Lukisan yang ada di Kopi Bali House bukan lukisan biasa. Wirawan menyebut beberapa lukisan yang tergantung di dinding ruangan terbuat dari kopi juga lho traveler. Unik dan cantik banget deh!


Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Kebanyakan lukisan di sini terbuat dari kopi. Bukan sekedar lukisan, karena berhubung kita pabrik kopi, jadi saya berpikir apa yang harus saya manfaatkan dari kopi ini. Akhirnya membuat lukisan dari kopi,” ujarnya.

Uniknya lagi, di sini traveler tak hanya menemukan lukisan dari kopi, tapi ada juga patung yang terbuat dari kayu kopi dan motor jadul yang di atasnya dilukis dengan kopi. Sip banget jadi spot foto instagramable.

Menurut Wirawan Kopi Bali House adalah salah satu kafe unik yang wajib dikunjungi karena konsepnya yang “one stop coffee shop”. Di sini traveler bisa menemukan kopi autentik, makanan lezat, galeri seni, dan berbagai hal terkait kopi.

“Kenapa orang wajib ke sini? Karena, di sini kami menciptakan one stop coffee shop. Kalau mau tahu tentang kopi, saya pasti bisa bantu. Nggak cuma ngopi aja, tapi bisa melakukan dan mengetahui banyak hal di sini, terutama tentang kopi,” dia menjelaskan.

Varian Menu di Kopi Bali House dan Harganya

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali dan ingin menikmati sensasi ngopi dengan konsep yang art banget, Kopi Bali House menjadi pilihan yang tepat. Di sini traveler bisa menemukan menu breakfast, lunch, dan dinner.

Dari menu minuman, Kopi Bali House menawarkan berbagai jenis kopi dengan cita rasa yang autentik. Beberapa menu yang dapat traveler cicipi, seperti black coffee, white coffee, noncoffee, smoothies, milkshake, soda, dan beer.

Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.Kedai kopi rasa galeri seni Kopi Bali House di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Yang tak boleh traveler lewatkan adalah menu andalan dari Kopi Bali House, yaitu Avocado Coffee. Kopi espresso berpadu dengan susu segar dan buah alpukat siap memanjakan lidah traveler. Lebih sip diminum saat siang hari, segar banget deh!

Wirawan menyebut seluruh kopi yang disajikan di Kopi Bali House adalah 100% dari pabrik sendiri. Hal ini membuat cita rasa kopi yang lezat dan autentik

Untuk menu makanan, traveler bisa menemukan berbagai menu seperti, starters, salads, soups, mains, burger n sandwiches, pasta, dan dessert. detikTravel mencicipi dua menu lezat dari Kopi Bali House, ada risoles dan babi kecap Bali. Rasanya dijamin lezat deh!

Untuk mencicipi menu dari Kopi Bali House, traveler tak perlu merogoh kocek yang dalam. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 25 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Kopi Bali House

Kopi Bali House memiliki lokasi yang strategis, berada diantara Kota Denpasar dan Sanur, lebih tepatnya di Pertokoan Graha Niaga Sanur, Jl. Bypass Ngurah Rai No.4, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 8 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Kopi Bali House buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 22.00 WITA. “Kita biasanya ramai dari pagi sampai siang, karena di sini banyak yang mengadakan business meeting, karena lokasinya strategis. Kalau malem kebanyakan travel yang datang,” katanya.

Pengunjung di Kopi Bali House tak hanya dari wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara. Mulai dari kalangan anak muda hingga orang dewasa bahkan keluarga. Karena konsepnya yang unik, Kopi Bali House tak pernah sepi dari pengunjung. Jadi untuk traveler yang ingin berkunjung disarankan untuk datang lebih awal ya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Margot Riverside, Restoran Instagramable di Tepi Sungai Ayung


Jakarta

Restoran ini tidak hanya menyuguhkan makanan enak, tetapi paket komplet nuansa masa lalu, pemandangan indah Sungai Ayung, dan pepohonan yang rindang. Margot Riverside namanya.

Sesuai dengan namanya, Margot Riverside adalah sebuah restoran dengan bangunan berkonsep tempo dulu dan terletak di tepi Sungai Ayung, lengkap dengan pemandangan yang indah dan asri.

Yanto Soedjianto, pemilik Margot Riverside, menjelaskan restoran itu dibangun sekitar tahun 2017. Peresmian Margot Riverside dilakukan lima tahun kemudian, pada akhir tahun 2022.

Karena berlokasi di alam, Margot Riverside berkonsep semi outdoor agar pengunjung tetap bisa menikmati keasrian Sungai Ayung.

“Di sini konsep yang mau diangkat adalah suasana yang alami dan pemandangan yang indah, terlebih kita ada di pusat kota. Jadi sensasi alam seperti ini sulit didapatkan,” kata Yanto.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Margot Riverside memiliki kapasitas 60 pax dan pet friendly, jadi cocok untuk traveler yang ingin membawa hewan peliharan. Tak hanya bersantap, traveler bisa mencoba menjelajah pinggiran Sungai Ayung.

Yanto mengatakan banyak pengunjung yang membawa makanan yang dipesan ke area bawah dan seolah berpiknik di tepi Sungai Ayung.


“Banyak tamu yang turun ke bawah untuk selfie dan berfoto. Bahkan ada yang pesan makanan dan dibawa ke bawah, ala-ala piknik di pinggir sungai” ujarnya.

Spot favorit pengunjung untuk berfoto adalah di deck. Dari spot ini traveler bisa bersantap sambil menyaksikan keindahan Sungai Ayung dan berfoto dengan latar belakang yang indah. Sayangnya, spot deck ini hanya memiliki empat meja dengan kapasitas sekitar 10 orang.

“Spot favorit pastinya di deck, karena dekat dengan sungai. Kadang pengunjung sampai rebutan di deck. Suasananya bagus terutama di sore hari,” katanya.

Aktivitas Menarik di Margot Riverside

Kurang afdol rasanya jika traveler berkunjung ke Margot Riverside namun tak menjelajahi setiap sudut estetik di sini. Yanto menyebut terdapat beberapa aktivitas menarik yang sering dilakukan oleh pengunjung di Margot Riverside.

Aktivitas yang utama dan favorit pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang sungai dan pepohonan yang asri.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Banyak pengunjung yang selfie di sana sini. Terutama di bawah karena pemandangannya bagus, ada rumput hijau juga. Apalagi dapat spot di deck, itu favorit untuk foto,” ujarnya.

Tak jarang ada pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja sambil bersantap dan menikmati pemandangan sungai di Margot Riverside. Anak muda juga sering menghabiskan waktu untuk nongkrong di sini.

Bagi traveler yang tinggal atau sedang berlibur di Denpasar, tapi ingin bersantap dengan konsep alam, Margot Riverside adalah pilihan yang sip. Di sini traveler bisa menemukan berbagai pilihan menu khas nusantara.

“Kita di sini ada menu Indonesia, yang rasanya autentik khas Indonesia. Kita bisa buat menu apa saja kalau ada yang request,” jelasnya.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Menu makanan di Margot Riverside terdiri dari banyak pilihan, mulai dari Starters, Indonesian Authentic Heritage, Pasta, Western Cuisine, dan Dessert. Yanto menyebut menu Ikan Bakar Jantung Pisang dan Pindang Serani menjadi menu andalan dari Margot Riverside yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, Margot Riverside menawarkan berbagai jenis menu, seperti juice, coffee, latte, frappe, mocktail, tea, dan lain-lain.

Untuk mencicipi menu dari Margot Riverside tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 10 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Margot Riverside

Margot Riverside memiliki lokasi yang strategis, dengan dengan pusat Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya beralamat di Jalan Padang Galak No.3, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 9 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Margot Riverside buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 22.00 WITA. Setiap harinya Margot Riverside bisa kedatangan sekitar 100 pengunjung. Bahkan restoran ini sering digunakan untuk foto yearbook dengan minimum spend Rp 75 ribu. Waktu favorit pengunjung adalah weekend mulai pukul 16.00 WITA.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke Margot Riverside dan takut kehabisan spot di deck, traveler bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @margot_riverside_restaurant. Karena menjadi spot favorit, Margot Riverside sedang melakukan pengembangan deck, dan direncanakan rampung dalam sebulan ke depan.

Mau bersantap santai dengan pemandangan sungai yang asri? Traveler tak perlu jauh-jauh, karena Margot Riverside sudah hadir di tengah Kota Denpasar. Sip banget untuk nongkrong atau work form restaurant.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Serunya Menyusuri Perbukitan Lembang dengan Gokart di Noah’s Park!



Kab. Bandung Barat

Lembang dikenal sebagai destinasi wisata yang berada di perbukitan. Ingin merasakan sensasi liburan yang seru, traveler bisa menjajal balapan gokart lho.

Gokart adalah sejenis mobil mini yang kerap digunakan untuk balapan ataupun aktivitas hiburan. Kini, menikmati wahana gokart di Lembang, traveler bisa berkunjung ke Noah’s Park.

Noah’s Park adalah taman bermain outdoor yang menyuguhkan berbagai wahana menarik baik ramah keluarga ataupun wahana menantang. Salah satu aktivitas menantang di sini adalah balapan di perbukitan dengan gokart.


Wahana gokart di Noah’s Park adalah salah satu wahana terbaru yang dimiliki. Main wahana ini traveler akan disuguhkan jalan berliku dengan pemandangan yang memanjakan mata namun cukup menantang.

Noah's Park adalah taman bermain di Lembang yang punya sederet aktivitas seru.Noah’s Park adalah taman bermain di Lembang yang punya sederet aktivitas seru. (Weka Kanaka/detikcom)

detikTravel berkesempatan berkunjung ke Noah’s Park Minggu (7/1/2024). Saat kami berkunjung, suasana trek yang menghadap ke arah Tangkuban Perahu begitu memanjakan mata. Namun, jalan yang berliku dan berada di area perbukitan membuat kami sedikit was-was untuk mencoba wahana ini.

Hingga akhirnya, kami memberanikan diri untuk menjajalnya demi melepas rasa penasaran. Pertama-tama, kami dipersiapkan dengan beberapa peralatan, misalnya sarung kepala dan helm balap. Menariknya, helm balap di sini dilengkapi pula oleh holder handphone yang berguna untuk merekam aktivitas saat balapan.

Noah's Park Lembang menyimpan banyak aktivitas menarik.Persiapan bermain gokart di Noah’s Park Lembang. (Weka Kanaka/detikcom)

Tak ketinggalan pula fasilitas lain seperti sarung tangan. Bagi traveler yang ingin menggunakan sepatu atau seragam balap khusus juga disediakan.

Setelah bersiap dengan peralatan, kami diberi beberapa instruksi oleh petugas. Yakni instruksi menggunakan gas dan rem, beberapa peraturan, hingga waktu bermain. Selepas itu, kami diajak untuk turun ke area balapan.

Noah's Park Lembang menyimpan banyak aktivitas menarik.Bermain Gokart di Noah’s Park Lembang, Seru! (Weka Kanaka/detikcom)

Sebelum mulai balapan, kami diperkenankan untuk menjajal trek dengan perlahan. Hal ini agar kami dapat mengenali rute dan belokan yang ada.

Nah, saatnya mulai berkendara. Kami diberi waktu sekitar 8-10 menit untuk melintasi sirkuit perbukitan ini. Saat kita bermain, kita juga disatukan dengan pemain lain sehingga treknya ramai dan bikin semakin seru.

Saat berkendara, pastikan pengemudi fokus terhadap jalannya, itu karena banyak tikungan dan turunan yang cukup curam. Pengemudi juga mesti berhati-hati ketika membalap pemain lain, lantaran jalan yang tersedia tidak terlalu lebar dan jarak tikungan ke tikungan lainnya cenderung pendek.

Saat kami berkendara, rintik hujan membasahi sirkuit. Membuat suasana semakin syahdu namun menantang. Kendati seru, tetapi traveler juga tak boleh menancapkan gas atau berkendara dengan serampangan kalau tidak ingin diberikan bendera hitam. Jika mendapat bendera hitam, artinya pengendara dikeluarkan dari balapan karena dinilai membahayakan.

Kendati waktu yang diberikan singkat, tetapi dengan waktu tersebut kita sudah bisa melalui 5-6 kali putaran. Selain itu, sensasi menuruni perbukitan yang curam di tengah gerimis Lembang, membuat adrenaline juga cukup terpacu.

Bagi traveler yang ingin menaiki wahana ini, traveler bisa berkunjung ke Noah’s Park Lembang. Jam buka taman bermain ini yakni pukul 09.00-17.00 WIB. Untuk biaya masuk Noah’s Park tidak dikenakan biaya, traveler hanya perlu merogoh kocek parkir dan wahana yang dipilih. Nah, untuk wahana gokart memiliki biaya Rp 250 ribu.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Resort Cantik di Ubud buat Nikmati Bali Seutuhnya



Ubud

Pesona Bali bisa dinikmati secara seutuhnya dengan menginap di sebuah resort di Ubud. Ubud memang jadi magnet tersendiri bagi wisatawan.

Resort tersebut adalah Visesa Ubud. Sebagai destinasi yang mendalami kebudayaan Bali, resor ini tidak hanya menyajikan akomodasi, tapi juga menghadirkan beragam pengalaman yang mencerminkan semangat hospitality Bali yang sejati.

Salah satu keunggulan utama Visesa Ubud adalah atmosfer The Truly of Ubud Ambience yang tercermin dalam arsitektur dan dekorasi resort, serta pelayanan staf yang memiliki kepribadian unik.


“Visesa Ubud Resort bukan hanya tempat menginap, tetapi perwujudan dari keaslian budaya Bali. Kami menghadirkan The Truly of Ubud Ambience, menciptakan pengalaman yang membawa tamu merasakan kehangatan dan keramahan Bali,” kata Lia Agustina, perwakilan pemilik Visesa Ubud Resort dalam keterangannya, Jumat (12/1/2024).

Visesa Ubud Resort punya tiga restoran berbeda untuk dicicipi traveler. Traveler bisa menikmati cita rasa otentik Indonesia di Lumbung, nikmati berbagai hidangan makanan internasional di Lesung, dan merasakan ketenangan di Sunbathing Haven, sebuah sawah yang indah menjadi latar belakang untuk pengalaman makan siang yang menyenangkan.

Visesa UbudVisesa Ubud Foto: (dok. Istimewa)

Traveler juga bisa merasakan ketenangan dan relaksasi melalui pengalaman spa eksklusif dari Visesa Ubud Resort. Rasakan sensasi keunikan perawatan di Gua dan Paviliun, diikuti dengan pilihan makanan dan minuman yang sehat untuk perawatan kesehatan yang menyeluruh.

Resort ini juga menawarkan berbagai fasilitas dan aktivitas untuk terlibat dalam budaya dan lingkungan lokal. Seperti di area Permaculture, dimana para tamu bisa ikut serta dalam pertanian dan perawatan hewan.

Ada juga area bermain anak-anak di luar ruangan dan pelatihan kelas belajar Balinese dance yang bisa diikuti secara gratis. Ada pula aktivitas pembuatan sesajen hingga kelas yoga pun ada.

Visesa Ubud Resort didesain secara khusus sesuai dengan filosofi Hindu Bali, Tri Hita Karana (harmoni antara Tuhan, Manusia dan Alam). Estetika tradisional sudah terlihat sejak traveler melangkah masuk ke resort ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com