Category Archives: Domestik

Bosan ke Pantai? Ini Air Terjun Tersembunyi di Bali yang Cantik



Gianyar

Liburan ke Bali, tapi bosan ke pantai? Traveler bisa bertualang mencari air terjun Ulu Petanu yang cantik tapi tersembunyi di Gianyar.

Selain pantainya, Bali juga punya banyak air terjun cantik dan menarik. Salah satunya adalah Air Terjun Ulu Petanu.

Tersembunyi di wilayah Gianyar, Air Terjun Ulu Petanu menawarkan pengalaman yang memukau bagi traveler yang menginginkan kedamaian dan keajaiban alam yang otentik.


Air Terjun Ulu Petanu merupakan air terjun yang baru saja dibuka di kawasan Tegallalang, Gianyar. Meski baru dibuka, namun air terjun ini sudah mulai ramai oleh pengunjung.

Air terjun yang dikelilingi oleh hutan yang lebat ini membuat pemandangan di sekitar destinasi ini tampak sangat menakjubkan.

Objek wisata ini merupakan pengembangan yang dilakukan oleh Desa Kedisan untuk pendapatan asli desa. Tak hanya itu, di sekitaran Ulu Petanu banyak terdapat peninggalan bersejarah yang sudah ada sejak masa kepemimpinan Sri Astasura Bumi Banten.

Air terjun yang jernih dengan pemandangan bebatuan besar di sekitar air terjun menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata ini. Tak hanya itu, pepohonan hijau juga ikut menghiasi sekitaran Air Terjun Ulu Petanu.

Cara Menuju ke Ulu Petanu

Air Terjun Ulu Petanu terletak di Manik Sawang, Jalan Raya Bayad, Kedisan, Tegallalang, Gianyar, Bali. Jika Anda berangkat dari Pusat Kota Denpasar, akan memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju Air Terjun Ulu Petanu.

Fasilitas di Air Terjun Ulu Petanu

Adapun beberapa fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola wisata Air Terjun Ulu Petanu yang dapat traveler gunakan:

– Area parkir kendaraan roda dua dan empat yang luas

– Gazebo atau pondok untuk beristirahat dan bersantai

– Warung makan

– Toilet umum yang bersih

Harga Tiket Masuk

Untuk menikmati keindahan Air Terjun Ulu Petanu, traveler akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 20 ribu per orang.

Jangan lupa untuk memanjakan diri dengan berendam atau berenang di sejuknya air terjun ini. Berendam sembari menikmati pemandangan sekitar air terjun, dan diiringi suara air yang jatuh adalah pengalaman yang tak akan traveler terlupakan.

—–

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Main ATV di Tengah Perbukitan dan Gerimisnya Lembang, Syahdu tapi Menantang



Bandung Barat

Lembang, dikenal sebagai kawasan perbukitan yang menawan. Tak ayal, tempat ini juga begitu asyik sebagai wahana mengendarai ATV.

detikTravel berkesempatan mengendarai ATV di Noah’s Park, Lembang. Di sini, kami mengendarai jalur yang tak mudah dengan jarak 2 kilometer.

Hujan mulai turun ketika kami berkunjung Sabtu (6/1/2024). Hujan ringan membasahi kawasan ini sedari siang hingga sore hari. Tak ayal ini menjadi tantangan tersendiri untuk kami yang akan melalui trek perbukitan yang dipenuhi tanah.


Sebelum menaiki ATV, kami dipersilahkan untuk menunggu antrian. Saat itu, antrian cukup mengular. Belakangan itu kami ketahui karena pengunjung menunggu kedatangan pengendara ATV yang kesulitan melalui jalur ketika hujan.

Sembari menunggu kami diarahkan untuk menggunakan jas hujan. Namun sayang, jas hujan yang tersedia hanyalah bagian atas saja, sehingga traveler yang ingin menggunakan jas hujan secara lengkap mesti membeli jas hujan dengan setelan atas bawah seharga Rp 10 ribu.

Kami pun menggunakan jas hujan dengan setelan atas bawah untuk mengantisipasi cipratan berlebihan, mengingat kami tidak membawa pakaian ganti dan nampaknya salah kostum dengan menggunakan celana berwarna krim.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya giliran kami tiba. Kami langsung menggunakan helm dan menaiki ATV. Berbekal pengalaman mengendarai ATV sebelumnya ketika melintasi belantara Pulau Payung, Kepulauan Seribu, saya pun jadi tahu sedikit cara kerjanya. Lantas saya pun langsung mengetes fungsi-fungsi dari ATV tersebut.

Mulai dari gas yang menempati posisi starter jika di kendaraan motor, atau sela untuk menyalakan ataupun untuk memasukkan gigi mundur. Tak ketinggalan pula kedua rem tangan. Sudah mantap, kami langsung menuruni jalan terjal dengan tanah basah.

Berbeda dengan pengalaman menyusuri belantara Pulau Payung, pada area ini memang khusus dirancang untuk jalur ATV, sehingga jalurnya pun dikemas dengan menantang.

Hujan rintik yang konsisten membasahi tanah membuat banyak jalur pun belok. Di beberapa tikungan kami pun nyaris kehilangan keseimbangan. Sontak membuat kami sempat menurunkan kaki dengan maksud menjaga keseimbangan. Namun, aksi tersebut dinilai membahayakan dan membuat petugas mesti mengingatkan kami jika hal itu tidak diperbolehkan.

Noah's Park menyimpan berbagai aktivitas menarik.Menjajal ATV di Noah’s Park Lembang. (Weka Kanaka/detikcom)

Lantaran jalan yang belok dan licin membuat laju ATV sulit dikendalikan. Bahkan di beberapa titik pun kami tertahan dan mesti pandai memainkan rem dan gas. Setelah beberapa lama akhirnya kami pun bertemu dengan rombongan pengendara sebelumnya yang tertahan. Rombongan itu yang telah lama dinanti oleh pengunjung lainnya. Mereka tertahan karena jalurnya menanjak dan licin.

Pada beberapa percobaan roda ATV seakan tidak menancap. Roda besar tersebut hanya bergulir dan mencipratkan tanah basah yang belok. Kami mesti berhati-hati dan menjaga jarak, kalau tidak, wajah kami tentunya penuh dengan lumpur.

Hingga akhirnya kami dengan pede untuk membalap rombongan tersebut. Jalur yang kami lalui sangat curam, dengan jurang di sisi kiri. Terlihat saat berada di tanjakan terdapat pula pengendara lain yang tertahan. Akhirnya kami membalap dengan hati-hati di sisinya.

Noah's Park menyimpan berbagai aktivitas menarik.Noah’s Park menyimpan wahana ATV yang menegangkan. (Weka Kanaka/detikcom)

Di tengah jalur yang menanjak kami pun sempat tertahan. Hal itu membuat ATV kami pun sempat tersundul oleh ATV peserta lain yang berusaha ngebut melalui lintasan tanjakan. Beruntung tidak ada luka ataupun korban pada aksi tersebut.

Di tengah kesulitan, beruntung beberapa petugas pun dengan sigap membantu mendorong untuk mengeluarkan ATV kami yang tertahan tanah basah. Hingga akhirnya tak terasa kami menuruni jalur terakhir yang begitu licin.

“Mau satu putaran lagi nggak a?,” tanya seorang petugas kepada kami.

“Enggak a, enggak, sudah cukup,” celoteh kami yang menahan ketegangan dan khawatir jalur semakin memburuk di tengah hujan.

Sesampainya di tempat pemberhentian yang sekaligus tempat pengunjung menunggu giliran, kami pun disambut heran oleh salah seorang pengunjung.

“Kok udah sampai duluan? Yang sebelum masnya udah dari tadi belum sampai?,” ujar pengunjung yang sedang menunggu giliran.

“Hehe sudah ahli begini pak. Enggak deng, memang jalurnya sulit dan perlu ancang-ancang. Beruntung kami mendapat ancang-ancang yang baik jadi agak cepat ngelaluinnya,” terang kami.

Kendati trek perjalanan hanya 2 km, tetapi perjalanan singkat ini sangat meningkatkan adrenaline. Mengingat jalur yang basah dan kontur perbukitan yang indah namun menantang.

Bagi traveler yang ingin menjajal aktivitas ini dapat berkunjung ke Noah’s Park. Taman bermain outdoor ini buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB (weekday) dan 08.00-17.00 WIB (weekend). Untuk biaya aktivitas ATV berkisar Rp 70 ribu sampai Rp 200 ribu.

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

ZD Living Bukan Sembarang Kafe, Ada Galeri Seni dan Instagramable Banget!



Badung

Kafe ini tentu saja pas buat ngopi, tetapi juga cocok banget buat pecinta seni. Paket komplit itu ada di ZD Living.

Bagi traveler yang sedang berlibur ke Bali dan jalan-jalan ke daerah Badung, ada satu kafe yang wajib traveler kunjungi. Namanya ZD Living. Menawarkan sensasi ngopi cantik di kafe yang cantik pula.

Nggak cuma kafe biasa, ZD Living memiliki galeri seni yang memajang ratusan lukisan karya Zulham Damanik, pemilik dari ZD Living. Lukisan yang terpajang membuat kesan di kafe itu semakin cantik dan instagramable.

Fathur, manager ZD Living, menjelaskan bahwa konsep unik kafe ini terlahir dari ide Zulham Damanik. Nama ZD berasal dari singkatan Zulham Damanik dan kata living diharapkan agar pengunjung ZD Living bisa merasa berada di rumah sendiri.

“Owner ZD Living ini seniman, beliau pelukis. ZD Living ini berawal dari ZD Artworks yang menjual lukisan dan koleksi dari owner. Seiring berjalan ada masukan dari pembeli, kalau dibuka tempat ngopi mungkin enak. Akhirnya dibukalah ZD Living sebagai kafe sekaligus gallery seni,” kata Fathur.

ZD Living resmi dibuka mulai Februari 2021 dan kini sudah menjadi cafe favorit bagi pengunjung yang ingin ngopi di tempat yang unik dan instagramable.

“Ada cerita unik pengunjung, dia menunggu owner dateng untuk tau cerita dibalik lukisan yang ada. Setelah tau ceritanya, dia sampe beli lukisannya,” ujar Fathur.

ZD Living juga sip banget untuk traveler yang ingin melakukan kegiatan meeting, gathering, resepsi, dan ulang tahun. Fathur menyebut ZD Living sudah memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan dalam kapasitas besar.

“Kami untuk kegiatan-kegiatan seperti itu tidak cash tempat dan listrik, hanya menetapkan minimum spend sebesar Rp 2 juta untuk 1 ruangan dengan kapasitas 40 orang,” kata Fathur.

Aktivitas di ZD Living

Terasa kurang lengkap jika traveler berkunjung ke ZD Living tapi tidak mengabadikan setiap sudut kafe yang estetik dan instagramable. Fathur menyebut banyak pengunjung yang datang untuk berfoto dan membuat konten. Ia pun menyediakan satu spot foto unik yang ada di dalam kafe.

“Banyak banget yang datang untuk buat konten dan rata-rata yang datang setelah pesan makan pasti keliling dulu foto-foto. Kita juga ada spot favorit, kita sediakan satu kursi yang di belakangnya berjejeran puluhan lukisan,” kata Fathur.

Tak jarang pengunjung datang untuk work from cafe dan menghabiskan waktu berjam-jam di ZD Living. Hal ini menjadi alasan kafe yang satu ini lebih ramai ketika weekday.

“Tamu-tamu di sini bisa sambil kerja berjam-jam di sini. Mereka mencari working space dan ZD Living menjadi tempat favorit. Nah makanya kita lebih ramai ketika weekdays daripada weekend,” kata dia.

Uniknya ZD Living selalu merubah tata letak dan memperbaharui lukisan di setiap sudut kafe. Walaupun traveler sudah pernah berkunjung ke ZD Living, namun akan merasa masuk ke dalam suasana baru ketika berkunjung lagi ke kafe yang satu ini.


Varian Menu ZD Living dan Harganya

Bagi traveler pecinta seni yang sedang berlibur di Badung dan ingin bersantap dengan konsep art, ZD Living adalah pilihan yang sip. Di kafe ini traveler bisa menyantap berbagai menu nusantara dan western sambil menikmati keindahan setiap lukisan di sudut kafe.

“Uniknya kita di sini, kita menggabungkan cita rasa nusantara dengan seni. Pengunjung di sini nggak cuma makan, tapi bisa menikmati seni,” katanya.

Menu makanan di ZD Living terdiri dari banyak pilihan, mulai dari light food, soup & salad, main course, dessert, noodles, menu vegetables, dan side dishes. Fathur menyebut menu arsik gurame Medan dan iga bakar menjadi menu andalan dari ZD Living yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, ZD Living menawarkan berbagai jenis menu, seperti tea, milk drinks, coffee, milkshakes, side drinks, fresh juices, mocktail, soft drinks, dan beers. Rekomendasi menu andalan yang wajib traveler cicipi adalah ZD Sunrise.

“ZD Sunrise itu signature kita. Itu menu mocktail tanpa alkohol sama sekali. ZD Sunrise itu adalah campuran dari buah-buahan, jadi segar banget,” katanya.

Untuk mencicipi menu dari ZD Living tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional ZD Living

ZD Living berlokasi di Jalan Persada II Banjar Pengipian No.6, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

ZD Living buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 24.00 WITA. Setiap harinya ZD Living bisa dikunjungi oleh 300 hingga 400 pengunjung dengan kapasitas 250 orang.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke ZD Living dan nggak mau kehabisan tempat bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @zdliving.

Bagi traveler pecinta seni yang ingin bersantap cantik, ZD Living menjadi kafe sip yang wajib traveler kunjungi. Banyak spot estetik dan instagramable yang siap menyambut traveler.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ada yang Baru Nih di Kulon Progo, Prasasti Bedhol Desa di Waduk Sermo



Kulon Progo

Bertambah lagi daya tarik objek wisata Waduk Sermo di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di sana terdapat landmark baru yaitu prasasti Bedhol Deso. Prasasti ini dibuat untuk mengenang ratusan warga yang dulu pernah bermukim di kawasan tersebut.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan prasasti ini merupakan wujud apresiasi kepada eks warga yang telah merelakan tanahnya untuk pembangunan waduk.

“Ya sebetulnya sudah terlalu lama, tapi tidak ada jeleknya untuk mengenang kembali pengorbanan mereka,” ucapnya usai meresmikan Prasasti Bedhol Deso Waduk Sermo, Senin (15/1/2024).


Wujud Prasasti Bedhol Deso yang ada di Waduk Sermo, Kulon Progo, Senin (15/1/2024).Wujud Prasasti Bedhol Deso yang ada di Waduk Sermo, Kulon Progo, Senin (15/1/2024). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Prasasti ini lanjut Sultan juga jadi penanda sekaligus kenangan dari eks warga terdampak yang sekarang telah menyebar ke berbagai daerah.

“Saya kira hanya untuk memenuhi aspirasi mereka yang sudah berada di Bengkulu, sebagai satu kenangan bahwa mereka adalah warga dari Jogja,” ucapnya

Prasasti Bedhol Deso sendiri dibangun oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo dan bisa ditemui di area parkir sisi timur dermaga Waduk Sermo. Wujudnya berupa batu marmer yang dipercantik dengan dua gapura dan instalasi seni berbentuk ikan.

Isi prasasti berupa daftar 102 nama warga. Mereka merupakan warga terdampak pembangunan Waduk Sermo yang kini telah pindah ke daerah lain lewat program transmigrasi tahun 1990-1991.

“Jadi dulu waktu Sermo dibikin kan harus mentransmigrankan ratusan orang, ke Rejang Lebong, Bengkulu. Jadi untuk mengenang itu kita buatkan prasasti, menggunakan dana keistimewaan,” ujar Kepala Dispar Kulon Progo, Joko Mursito.

Joko pun berharap kehadiran prasasti ini juga bisa menambah keindahan Waduk Sermo sekaligus daya tarik wisata baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Tentu bisa mewarnai destinasi wisata, jadi kadang destinasi wisata itu kering sepi, kalau ada instalasi ini bisa menambah keindahan,” terangnya.

Baca selengkapnya di sini.

https://www.detik.com/jogja/plesir/d-7142674/landmark-baru-kulon-progo-prasasti-bedhol-desa-di-waduk-sermo

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Tugu Bandeng yang Unik di Pati, Terbuat dari Ribuan Knalpot Brong



Pati

Ada pemandangan unik di sekitar Alun-alun Pati. Sebuah tugu berbentuk ikan bandeng berdiri tegak. Yang unik, tugu itu terbuat dari 4.031 buah knalpot brong.

Tugu Bandeng itu berdiri sebelah barat Alun-alun Pati, Jawa Tengah. Semula di lokasi itu terdapat Tugu Air. Namun kini sudah berubah menjadi Tugu Bandeng dari knalpot brong.

Pengguna jalan Pantura dari arah timur ke barat atau menuju Kudus melintasi Kota Pati akan dengan mudah melihat tugu itu, karena lokasinya yang berada di jantung Kota Pati. Tugu Bandeng itu dipasang menghadap ke timur.


“Jadi terkait pembuatan Tugu Bandeng dari knalpot brong, ini adalah semangat dari jajaran Satlantas Polresta Pati dalam mendukung deklarasi knalpot brong yang rencananya akan dilaksanakan besok pagi secara serentak di seluruh jajaran Polda Jawa Tengah,” kata Asfauri, Sabtu (13/1/2024) akhir pekan lalu.

Asfauri beralasan, tugu itu berbentuk ikan bandeng, karena salah satu ikon Pati adalah bandeng. Total ada 4.031 knalpot brong yang dirangkai menjadi tugu tersebut.

Knalpot-knalpot itu merupakan hasil sitaan dari pelanggar lalu lintas yang ditindak oleh Satlantas Polresta Pati selama setahun belakangan ini.

“Kemudian tugu ini dibuat bandeng, karena di Pati ini salah satu ikon identik dengan bandeng, ikonnya adalah bandeng,” kata dia.

“Jadi knalpot kurang lebih sekitar 4.031 knalpot ini adalah penyerahan dari para pelanggar. Mereka suka rela ketika ditemukan, kemudian diberikan imbauan, diberikan pengertian, sehingga menyerahkan kepada kita. Nah ini jadi untuk mengingatkan seluruhnya menaati lalu lintas,” lanjut Asfauri.

Menurut Asfauri, tugu ini juga bisa sebagai pesan kepada masyarakat, bahwa knalpot brong dilarang dan tidak boleh digunakan. Knalpot brong bahkan bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Kami membuat tugu itu adalah semangat edukasi kepada masyarakat, bahwa knalpot tidak boleh dipakai atau digunakan. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Pati, untuk tidak menggunakan knalpot brong,” tutupnya.

—–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Januari Healing Ceria, Tiket Trans Studio Bandung Diskon 50%



Bandung

Kini saatnya kita rayakan awal tahun dengan semangat baru di Trans Studio Bandung. Ada kabar baik nih detikers, tiket masuk Trans Studio Bandung diskon 50% lho hanya sampai akhir Januari!

Trans Studio Bandung merupakan destinasi pilihan terbaik untuk kamu dan keluarga. Karena, lokasinya sangat strategis dan kamu tetap bisa nyaman liburan tanpa khawatir cuaca sedang panas ataupun hujan.

Selain itu, Trans Studio Bandung menawarkan beragam atraksi dan wahana menarik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Mulai dari roller coaster menegangkan hingga pertunjukan panggung yang memukau.


Jangan lupa juga untuk mencoba wahana-wahana seru seperti Trans Car Racing, Giant Swing, Sky Pirates, Ocean World Science Center, dan masih banyak lagi!

Semakin nggak sabar untuk liburan di Trans Studio Bandung kan? Ayo segera nikmati diskon 50% ini dengan melakukan pembelian tiket Trans Studio Bandung menggunakan Allo Bank.

Sebelum pesan tiketnya, yuk perhatikan syarat dan ketentuannya:

  • Pesan 2 tiket masuk ke Trans Studio Bandung dengan harga Rp.200.000 di weekdays
    dan Rp.400.000 di weekend
  • Pastikan untuk melakukan transaksi dengan Allo Bank, promo 50% ini berlaku untuk
    pembelian tiket online di www.transentertainment.com maupun langsung di loket Trans
    Studio Bandung.

Nah, buat yang belum punya rekening di Allo Bank, nggak perlu khawatir. Daftarnya gampang
banget!

  1. Download aplikasi Allo Bank di sini
    atau temukan di App Store atau Google Play.
  2. Upgrade jadi Allo Prime dengan pilih menu UPGRADE NOW di home page Allo Bank App, masukkan PIN transaksi, lakukan verifikasi (Scan KTP & Liveness Detection), dan setelah upgrade, lalu top up untuk mulai bertransaksi.

Ingat ya, promo diskon hanya berlaku dari 12-31 Januari 2024, detikers. Trans Studio Bandung menanti kedatanganmu, ayo ajak orang terdekatmu untuk berlibur di Trans Studio Bandung.

Pesan tiketnya detik ini juga di sini!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Rumah Tahanan Bung Hatta di Sukabumi Resmi Jadi Cagar Budaya



Sukabumi

Rumah dimana Bung Hatta dan Sutan Sjahrir pernah ditahan di Sukabumi resmi berstatus menjadi Cagar Budaya.

Status itu ditetapkan dalam Sidang Penetapan Objek Diduga Cagar Budaya menjadi Cagar Budaya Kota Sukabumi pada 5 Desember 2023 lalu.

Rumah tahanan Bung Hatta dan Sjahrir itu dibangun pada tahun 1926. Lokasinya berada di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.


Bentuknya seperti layaknya rumah tua di zaman Belanda. Di depannya terdapat pohon besar menjulang tinggi yang menutupi bagian depan rumah.

Bangunan bergaya twin-house kolonial itu cukup unik. Dari luar terlihat seperti satu rumah. Namun ternyata, di dalamnya terdapat dinding pemisah yang bisa ditempati oleh dua keluarga berbeda.

Rumah itu dibagi dua dengan penyekat permanen dari tembok. Deretan dapur yang berada di belakang rumah menjadi penghubung dua bagian rumah itu.

Masing-masing bagian yang dipisahkan oleh sekat itu ditempati oleh Hatta dan Sjahrir. Sjahrir tinggal di rumah tahanan bersama ketiga anak angkatnya yaitu Lila, Mimi dan Ali dari Banda Neira.

Bung Hatta dan Sutan Sjahrir menempati rumah tahanan tersebut mulai dari 3 Februari 1942 hingga 22 Maret 1942. Meski singkat, banyak pergerakan yang lahir saat keduanya menempati rumah tahanan tersebut.

Sebelum menjadi rumah tahanan Hatta dan Sjahrir, rumah itu merupakan rumah dinas inspektur Belanda. Pada masanya rumah tersebut berada di paling ujung kompleks

Jalan tersebut kemudian menjadi jalan utama yang disebut Dr. Vogelweg, yang saat ini berubah namanya menjadi Jalan Bhayangkara.

Rumah Tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di SukabumiRumah Tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

Rumah Tahanan Bung Hatta-Sjahrir Bakal Jadi Tempat Wisata

Ke depan, pihak Pemkot Sukabumi akan menjadikan rumah tahanan (rutan) Bung Hatta dan Sjahrir menjadi objek wisata sejarah. Selain menjadi edukasi bagi warga masyarakat, pemanfaatan cagar budaya menjadi objek wisata juga dapat menumbuhkan perekonomian Kota Sukabumi.

“Harus (jadi objek wisata). Kita akan coba pemanfaatan BMD (Barang Milik Daerah) ini. Seyogyanya ada inovasi agar mempermudah untuk mendapatkan sumber pendapatan yang sah terutama nanti mungkin kunjungan-kunjungan ke Kota Sukabumi semakin tambah banyak karena spesifik ada cagar budaya yang sangat luar biasa,” ujar Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Rumah Momo, Kafe Komplet dengan Perpustakaan Mini Bernuansa 90-an



Denpasar

Rumah Momo, sebuah kafe unik ada di jantung kota Denpasar. Berbeda dari kafe pada umumnya, Rumah Momo mempunyai perpustakaan mini di dalamnya.

Selain mempunyai perpustakaan mini, Rumah Momo juga unik karena bernuansa 1990-an. Ribuan koleksi komik jadul dan novel yang terpajang rapi di rak kayu menambah kesan 90-an. Lebih lengkap lagi, ada permainan tempo dulu yang mengajak pengunjung untuk bernostalgia.

“Ini konsepnya adalah kembali ke era 90-an. Kebetulan owner juga berada di tahun 90-an, ditambah punya koleksi buku dan permainan jadul. Bu Monica selaku owner kebetulan suka baca buku, jadi punya banyak koleksi buku. Akhirnya dipajang di sini,” kata Ade, manager Rumah Momo dalam perbincangan dengan detikTravel.


Monica, pemilik Rumah Momo, menyebut koleksi komik dan novel itu merupakan koleksi pribadi sejak duduk di bangku SMP. Adapun, koleksi permainan jadul yang ada ialah milik suaminya, Guna Wirawan.

Uniknya, traveler yang berkunjung ke Rumah Momo diperkenankan untuk membaca kumpulan komik dan novel yang ada. Sambil bersantap traveler akan ditemani dengan buku-buku jadul. Tapi, nggak boleh dibawa pulang, ya traveler.

“Untuk buku bisa dibaca di sini saja, tidak boleh dipinjam dan dibawa pulang. Jadi pengunjung bisa baca buku sambil makan atau ngopi,” ujar Ade.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Ade menyebut pengunjung yang datang rata-rata bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam di sini. Bahkan sebagian besar pengunjung yang datang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, nongkrong, dan membuat tugas.

Menghabiskan waktu berjam-jam di cafe unik ini tak akan terasa. Traveler disuguhkan dengan banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari membaca komik dan novel yang hits seperti kisah Inuyasha, Doraemon, Dragon Ball, Sailor Moon, dan One Piece.

Traveler juga bisa mencoba berbagai permainan jadul seperti Nintendo yang ada di toilet Rumah Momo. Traveler juga dapat melihat koleksi kaset pita, pemutar musik Walkman, dan Tamiya yang pernah hits di era 90-an.

“Permainan yang ada di sini boleh dimainkan oleh pengunjung. Kami mempunyai beberapa permainan jadul. Di kamar mandi juga ada Nintendonya, jadi unik banget,” kata Ade.

Di sini traveler tak akan kehabisan spot foto dan ngonten. Menurut Ade, sebagian besar pengunjung yang datang pasti membuat konten. Beberapa spot terbaik untuk berfoto adalah di rak buku, rak mainan, dan outdoor.

Nggak cuma konsepnya yang unik, Rumah Momo juga menawarkan berbagai menu lezat yang wajib traveler cicipi. Roti bakar choco crunchy dan nasi ayam cabe garam menjadi menu andalan dari Rumah Momo.

Menu minuman yang wajib traveler cicipi di Rumah Momo adalah iced coffee yang beda zaman dan Selera Momo.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Menu unik kita adalah menu Selera Momo. Jadi setiap hari menu signature itu akan berubah sesuai dengan Selera Momo. Kalau pengunjung pesen menu Selera Momo, dia nggak bakal tahu minuman apa yang datang, karena minuman akan sesuai dengan selera dari Bu Monica atau dari anak bar,” kata Ade.

Keunikan Rumah Momo membuat banyak pengunjung yang penasaran dengan kafe yang satu ini. Setiap hari, kafe ini bisa dikunjungi oleh ratusan pengunjung yang ingin bersantap sambil membaca buku jadul yang ada.

Berlokasi di Jalan Drupadi III No.1A, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Rumah Momo buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 23.00 WITA.

Bagi traveler ingin bersantap sekaligus membaca buku-buku jadul lengkap dengan spot foto yang estetik. Rumah Momo adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Galeri NFT Pertama di Asia Tenggara Ada di Bali, Lho



Badung

Bali memiliki galeri Non Fungible Toke (NFT) pertama di Asia Tenggara, namanya Superlative Gallery. Galeri itu memamerkan 11.100 rangkaian NFT.

Superlative Gallery adalah salah satu destinasi wisata baru yang wajib traveler kunjungi. Menjadi galeri NFT di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, Superlative Gallery menyajikan ratusan lukisan dengan format digital. Pameran bersifat temporer.

Ikhsan Muttaqin, manager Superlative Gallery, menjelaskan Superlative Gallery berawal dari NFT Collection yang sedang booming di Indonesia. Superlative Gallery menyajikan NFT berbentuk karakter sejumlah 11.100 rangkaian NFT.

“Superlative Gallery merupakan salah satu roadmap dari NFT itu sendiri. Ketika 11.100 NFT itu sudah terjual, langkah selanjutnya kita mendirikan Superlative Gallery ini di Bali. Jadi Superlative Gallery ini lahir dari NFT Collection kita,” kata Ikhsan.

Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

Superlative Gallery resmi dibuka pada Januari 2021 dan menjadi galeri indoor yang mewadahi seniman Indonesia dalam menggabungkan seni konvensional dan seni digital. Superlative Gallery juga sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar lebih jauh terkait NFT.

Jika berkunjung ke sini, traveler dijamin nggak akan bosan. Setiap bulannya Superlative Gallery akan bekerjasama dengan seniman untuk mengadakan pameran di galeri ini. Tampilan dari Superlative Gallery akan berubah setiap bulannya tergantung dengan gaya dan konsep dari seniman

“Kita per bulan rencananya akan punya pameran dengan konsep yang beda-beda, tergantung dari senimannya. Ada yang solo exhibition atau bisa collective exhibition, jadi jumlah karya dan konsep pameran tergantung dari senimannya. Jadi konsepnya tematik per bulan,” papar Ikhsan.

Mulai dari 5 Januari hingga 5 Februari 2024 di Superlative Gallery traveler bisa menikmati solo exhibition dari salah satu seniman bernama Edi Bonetski dengan tajuk “Mata Garis”.

“Sekarang kita lagi ada pameran dari salah satu seniman asal Tangerang bernama Edi Bonetski yang lahir dari seni konvensional. Kita ajak untuk melakukan pameran di sini. Kita kombinasikan antara seni konvensional dan seni digital, jadi ada beberapa lukisan dari Bang Edi yang kita jadikan NFT,” ujar Ikhsan.

Jika traveler tertarik dengan salah satu karya yang ada di Superlative Gallery, traveler bisa langsung membeli karya seni lukisan atau digital tersebut.

“Pengunjung yang tertarik dengan seni di sini, bisa langsung beli. Kalau tertarik dengan karya seni digital, nanti akan dibantu bagaimana cara membeli karya NFT. Kalau tertarik dengan seni fisik juga akan dijelaskan cara membeli dan harganya,” kata Ikhsan.

Aktivitas Menarik di Superlative Gallery

Superlative Gallery terdiri dari dua lantai. Di lantai satu traveler bisa berkeliling untuk melihat pameran karya lukisan digital atau konvensional dari seniman Indonesia.


Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

Tak hanya berkeliling saja, traveler bisa mendapatkan banyak spot foto instagramable di setiap sudut galeri. Spot foto terbaik adalah di ruangan video mapping, cantik dan instagramable banget. Saat ini Superlative Gallery memiliki 4 proyektor untuk video mapping.

Jika sudah lelah berkeliling, traveler bisa naik ke lantai dua dan bersantai sambil menikmati kopi di Society Coffee dan melihat souvenir dari Superlative Gallery.

“Untuk Society Coffee saat ini hanya menjual beverage, seperti kopi, coklat dan matcha. Menu andalannya bernama Society Coffee. Jadi pengunjung bisa ngopi sambil menikmati karya seni,” kata Ikhsan.

Seniman yang melakukan pemeran di Superlative Gallery juga sering melakukan berbagai aktivitas yang bisa traveler coba. Ada talkshow, life painting session, merajut, dan berbagai kegiatan seru yang berbau seni.

Seluruh informasi terkait aktivitas di Superlative Gallery bisa traveler simak di akun Instagram @superlativegallery.id.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Superlative Gallery

Galeri yang satu ini berlokasi di Jalan Raya Legian No.99, Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Superlative Gallery berjarak 8 kilometer dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai atau sekitar 20 menit perjalanan.

Mau keliling dan mendapat spot foto instagramable di Superlative Gallery tak akan membuat kantong bolong. Harga tiket masuk galeri saat weekdays dibandrol dengan harga Rp 35 ribu dan Rp 45 ribu saat weekend.

Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Biasanya kita suka ada bundling. Jadi kalau ada kegiatan seperti melukis bersama atau talkshow biasanya kita harga tiketnya bundling,” kata Ikhsan.

Superlative Gallery buka setiap hari, untuk weekday mulai pukul 10.00 – 19.00 WITA dan saat weekend pukul 12.00 – 20.00 WITA. Setiap harinya galeri ini bisa dikunjungi 70 hingga 80 orang. Tak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan asing yang tertarik berkunjung ke Superlative Gallery.

Traveler yang berkunjung diharapkan mematuhi peraturan yang ada, seperti keep clean, no smoking, no flash, no drink and food, don’t touch, no pets, no weapon, dan respect others.

Bagi traveler yang kepo dengan seni NFT, Superlative Gallery menjadi pilihan yang sip untuk traveler kunjungi. Nggak cuma melihat karya seni, traveler bisa santai sambil ngopi dan berfoto di setiap sudut galeri yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Granada Land Hadirkan Water Park Eksklusif, Eduwisata Makin Memikat



Jakarta

Granada Land di Bogor Timur kini menjadi pusat perhatian dengan kehadiran water park sebagai bagian integral dari upayanya mengembangkan destinasi wisata unik. Sebagai bagian dari proyek investasi tanah wisata, Granada Land tidak hanya menawarkan hiburan semata, tetapi juga menggabungkan aspek pendidikan, menjadikannya tanah eduwisata yang menarik.

Dengan mengoptimalkan keindahan alam dan lingkungan sekitarnya, Granada Land menciptakan pengalaman berwisata yang mengesankan. Water park yang sedang dibangun di sana tidak hanya diharapkan mampu memberikan keseruan semata, melainkan juga menjadi sarana edukasi yang menarik.

Konsep ini sejalan dengan visi Granada Land sebagai destinasi yang menggabungkan keceriaan bermain dan pembelajaran.


tagsite_digitalza

Foto: dok Granada Land

Water Park Granada Land tidak hanya menjadi wahana premium biasa, melainkan sebuah langkah maju dalam strategi pengembangan tanah eduwisata.

“Water Park Granada Land ini didesain khusus dengan mengutamakan kenyamanan dan keamanan para pengunjung, yakni terdapat area khusus untuk perempuan dan anak. Keunikan Water Park Granada Land ini diharapkan menjadi daya tarik utama yang mendukung tujuan Granada Land sebagai destinasi wisata yang berbeda.” jelas Branch Manager Granada Land, Ahen Saeful Bahri, dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/1/2024).

Pembangunan water park tidak hanya dimaksudkan sebagai sarana rekreasi semata, melainkan juga sebagai bagian integral dari pembentukan destinasi wisata edukatif yang menggabungkan aspek kesenangan bermain dengan pendekatan pembelajaran yang ramah anak. Di kawasan Granada Land, proyek ini tidak hanya memfokuskan diri pada water park, tetapi juga menawarkan berbagai wahana lain, termasuk camping ground dan fasilitas petualangan lainnya.

tagsite_digitalza

Foto: dok Granada Land

Semua ini dirancang untuk mendukung beragam aktivitas bisnis di dalam kawasan tersebut, seperti pengembangan bisnis penginapan dan usaha-usaha lainnya.

Sebagai bukti konkret komitmen Granada Land dalam pengembangan kawasan eduwisata, pembangunan water park menjadi langkah maju yang menjadikan tanah eduwisata ini sebagai destinasi wisata unik dan bermakna bagi keluarga.

Dengan terus berinovasi, Granada Land semakin memantapkan diri sebagai tempat yang menggabungkan keceriaan dan pendidikan, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari kombinasi antara hiburan keluarga dan pembelajaran di Bogor Timur.

(Tagsite/Granada Land)



Sumber : travel.detik.com