Category Archives: Domestik

10 Rekomendasi Wisata Keluarga untuk Mengisi Liburan Umanis Galungan



Denpasar

Satu hari setelah Hari Raya Galungan, umat Hindu merayakan Umanis Galungan. Biasanya akan dirayakan dengan mengunjungi sanak saudara dan berlibur ke destinasi wisata.

Setiap 210 hari sekali atau setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Rabu Kliwon wuku Dungulan umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan. Menandakan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).

Hari Raya Galungan jatuh pada Rabu (28/02/2024). Satu hari setelahnya umat Hindu merayakan Hari Umanis Galungan. Saat hari inilah biasanya umat Hindu memanfaatkan momen untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara hingga berekreasi ke tempat wisata.

Jika traveler masih bingung memilih destinasi wisata untuk mengisi waktu Umanis Galungan, detikTravel punya rekomendasi, nih. Traveler bisa mengunjungi objek wisata alam hingga wisata buatan. Sip banget untuk wisata keluarga!

Berikut daftar destinasi wisata di Bali yang wajib traveler kunjungi saat libur Galungan:

1. Taman Safari Bali

Taman Safari Bali merupakan rumah bagi lebih dari 1.000 satwa yang terdiri dari 120 spesies. Taman Safari Bali menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan untuk keluarga. Seperti Feed The Predator, Jeep Safari, Jungle Hopper Legend, Elephant Safari, Night Safari, dan Water Play and Fun Zone.

• Lokasi: Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali.
• Harga Tiket: Safari Explorer mulai dari Rp 175.000/orang dan Safari Legend mulai dari Rp 275.000/orang.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA untuk Day Safari dan pukul 18.00 – 21.00 WITA untuk Night Safari.


2. Bali Bird Park

Bali Bird Park adalah tempat yang sempurna untuk keluarga yang menyukai burung-burung eksotis. Bali Bird Park juga menjadi media penangkaran berbagai jenis dan spesies burung dari Indonesia hingga mancanegara.

Traveler bisa menemukan berbagai wahana dan aktivitas menarik di dalamnya. Seperti Bali Rainforest, Basic instinct, wahana Guyu-guyu Corner, Feed the Lory, Papua Rainforest Feeding, Meet the Birdstar, Feed the Pelican, dan The Komodo Experience.

• Lokasi: Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Gianyar, Bali.
• Harga Tiket: Rp 385.000 untuk dewasa dan Rp 192.500 untuk anak-anak.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA.

3. Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran menawarkan pengalaman mendalam tentang kehidupan dan budaya Bali yang autentik. Salah satu hal yang membuat Desa Penglipuran begitu menarik adalah arsitektur tradisional Bali yang terpelihara dengan baik.

Desa Penglipuran mendapat julukan sebagai desa terbersih di dunia. Selain itu, tahun 2023 Desa Penglipuran masuk jajaran desa wisata terbaik di dunia.

Saat datang ke Desa Penglipuran traveler bisa langsung berkunjung ke Hutan Bambu juga loh.

• Lokasi: Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.
• Harga Tiket: Rp 15 ribu untuk WNI anak dan Rp 25 ribu untuk WNI dewasa. Harga tiket masuk untuk WNA anak sebesar Rp 30 ribu dan dewasa sebesar Rp 50 ribu.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 18.00 WITA.

4. Trans Studio Bali

Trans Studio Bali merupakan indoor theme park dengan konsep thematic, dimana pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menarik bukan hanya menikmati wahana dan pertunjukan yang ada tetapi juga mengabadikan momen di setiap sudut estetik theme park.

Traveler bisa merasakan berkunjung ke dalam 5 zona lengkap dengan wahana dan atraksi yang memukau. Port of Liverpool, Camera Zone, Culture Zone, Action Zone, dan Adventure Zone adalah 5 zona dengan konsep yang berbeda.

Beberapa rekomendasi wahana yang wajib traveler coba adalah Formula Kart, Boomerang Coaster, Flying Over Indonesia, The Forbidden Temple Rapid Adventure, dan Road Rage Wasteland Escape.

• Lokasi: Trans Studio Mall Bali, Jalan Imam Bonjol 440, Denpasar, Bali
• Harga Tiket: Domestik Dewasa KTP Bali: Rp 200 ribu/orang, Domestik Dewasa: Rp 225 ribu/orang saat weekdays dan Rp 275 ribu/ orang saat weekend, Domestik Anak-anak Usia 1-7 tahun: Rp 150 ribu/ orang, Asing Dewasa: Rp 500 ribu/ orang, dan Asing Anak-anak Usia 1-7 tahun: Rp 350 ribu/ orang
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 18.00 WITA saat weekdays dan pukul 11.00 – 19.00 WITA weekend.

5. Air Panas Penatahan

Air panas yang satu ini menjadi destinasi favorit keluarga ketika hari libur Galungan telat tiba. Sesuai dengan namanya, daya tarik utama dari destinasi ini adalah sensasi relaksasi dengan berendam di kolam air panas alami.

Daya tarik lainnya dari destinasi satu ini adalah adanya akses langsung ke sungai dengan air dingin yang segar dan bebatuan alami. Di sini terdapat beberapa jenis kolam, ada kolam air hangat dan air dingin.

• Lokasi: Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali
• Harga Tiket: Kolam umum: Rp 15.000/orang, Kolam privat: Rp 25.000/orang, Jacuzzi: Rp 40.000/orang
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA.

6. Big Garden Corner

Traveler yang tinggal di Denpasar wajib menghabiskan waktu di destinasi komplit satu ini. Namanya Big Garden Corner.

Big Garden Corner juga menawarkan berbagai wahana seru dan area spot foto yang instagramable. Penataan taman dibuat sangat menarik berpadu dengan berbagai patung-patung berukuran besar.

Beberapa spot favorit pengunjung di sini seperti terowongan cinta, art standing stones, miniatur Candi Borobudur, rumah pohon mini, patung membaca koran, dan butterfly park. Big Garden Corner juga memiliki playground dan waterpark untuk anak-anak.

• Lokasi: Jalan Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.
• Harga Tiket: Rp 50 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 150 ribu untuk wisatawan asing.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 18.00 WITA.

7. Taman Edelweis Bali

Di Bali Timur traveler bisa menemukan taman cantik dengan hamparan bunga edelweis. Spot fotonya pun juara. Taman Edelweis Bali, sip banget jadi pilihan destinasi wisata keluarga saat libur Galungan.

Taman Edelweis adalah taman wisata buatan yang menanam edelweis atau bunga kasna. Berada di kaki Gunung Agung, Taman Edelweis memiliki suasana alam yang spektakuler yang berpadu dengan udara sejuk khas pegunungan.

Di Taman Edelweis Bali traveler dapat mencoba berbagai spot foto yang cantik. Mulai dari bingkai love, ayunan dengan latar belakang pemandangan, papan nama, kincir angin, dan taman surga.

• Lokasi: Desa Temukus, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: Wisatawan lokal KTP Bali: Rp 20 ribu, Wisatawan domestik: Rp 30 ribu, Wisatawan asing: Rp 50 ribu, Anak-anak (5 – 10 tahun): Rp 10 ribu, dan di bawah 5 tahun: Gratis
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WITA.

8. Taman Ujung

Taman Ujung merupakan destinasi bersejarah peninggalan Kerajaan Karangasem yang hingga kini masih eksis menjadi tujuan wisata. Taman Ujung memadukan tiga konsep arsitektur yaitu arsitektur Bali, Eropa, dan China. Estetik dan instagramable banget!

• Lokasi: Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: Domestik Dewasa: Rp 25 ribu, Domestik Anak-anak: Rp 15 ribu, WNA Dewasa: Rp 75 ribu, dan WNA Anak-anak: Rp 50 ribu.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WITA.

9. Tirta Gangga

Taman air Kerajaan Karangasem ini tak pernah sepi akan pengunjung, apalagi ketika waktu libur tiba. Bukan cuma karena pemandangan kolam air dan mata airnya yang alami, Tirta Gangga juga sip menjadi destinasi keluarga karena terdapat kolam pemandian untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Traveler juga bisa memberi makan ikan berukuran jumbo dan menaiki perahu mengelilingi kolam luas di Tirta Gangga.

• Lokasi: Jalan Raya Abang, Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: WNA Dewasa: Rp 50 ribu, WNI Dewasa: Rp 25 ribu, Anak-anak (5-12 tahun): Rp 15 ribu, dan Di bawah 5 tahun: Gratis.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 19.00 WITA.

10. Kebun Raya Bali

Jika traveler ingin menghabiskan waktu bersama keluar, Kebun Raya Bali menjadi destinasi sip di kala libur Galungan. Kebun Raya Bali memiliki hamparan rumput yang luas sehingga cocok untuk kamu yang ingin berlibur dan mengadakan piknik kecil-kecilan bersama keluarga.

• Lokasi: Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
• Harga Tiket: Untuk wisatawan akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 20.000 untuk Hari Senin-Jumat dan Rp 30.000 untuk Hari Sabtu, Minggu, atau hari libur nasional.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA.

Itulah 10 destinasi seru untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Galungan. Sudah tauh mau berlibur kemana? Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan selama liburan, ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tradisi Menginjak Api Menjelang Nyepi di Bali



Klungkung

Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, ada satu tradisi unik yang masih dilaksanakan masyarakat adat di Nusa Penida, yaitu menginjak-injak api. Seperti apa?

Di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali ada tradisi unik yang setiap tahun dilaksanakan sebelum pelaksanaan Nyepi adat.

Nyepi adat beda dengan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Nyepi adat dilaksanakan secara khusus oleh desa adat setempat. Tidak semua desa adat di Bali memiliki perayaan Nyepi adat.


Nyepi di desa adat di Desa Adat Pundukaha Kaja dilaksanakan sehari setelah Purnama Sasih Kesanga (purnama bulan kesembilan). Rentetan Nyepi adat ini diisi dengan upacara mecaru, serta ritual nyekjek (menginjak-injak) api.

Tokoh Desa Adat Pundukaha Kaja, Jero Gede Mangku Dalem I Made Lastrawan mengatakan, prosesi diawali dengan melaksanakan upacara purnama kesanga. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pecaruan panca sata dengan menghaturkan segehan agung (sesajen besar) di perempatan desa.

“Segehan ini untuk menetralisir kekuatan bhuta (negatif) menjadi sifat dewa dengan tujuan kemakmuran, keselamatan, dan ketentraman bagi umat,” kata Lastrawan, Minggu (25/2/2024).

Prosesi ritual nyekjek api dalam rangka menyambut Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Minggu (25/2/2024). (Istimewa).Prosesi ritual nyekjek api (Istimewa). Foto: Prosesi ritual nyekjek api dalam rangka menyambut Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Minggu (25/2/2024). (Istimewa).

Ritual mecaru dilaksanakan dini hari sekitar pukul 03.00 Wita dan diikuti oleh semua umat. Prosesi ini diiringi suara kentongan dan denting genta para jero mangku di desa adat setempat.

Para Pria Mulai Menginjak-injak Api

Warga laki-laki kemudian menyalakan api dengan kayu bakar yang sudah disiapkan setelah proses mecaru rampung. Api yang menyala disebut Sanghyang Api dan digunakan untuk ritual nyekjek api.

Tradisi nyekjek api digelar di jabe Pura Puseh Bale Agung, di depan Pura Kepah Agung, desa adat setempat. Sesuai dengan namanya, nyekjek api, para pemuda akan menari-nari mendatangi api dan menginjak-injaknya.

Mereka seakan tidak takut terhadap panasnya api. Warga yang mengikuti ritual nyekjek api semakin lama kian bersemangat. Terlebih iringan gamelan gong yang menghentak. Ada berlari mengitari, memukul api dengan kayu, dan melompatinya.

“Di situlah uniknya ritual ini, meskipun mereka yang ikut menginjak api dalam keadaan sadar (tidak kesurupan), tetapi tidak ada rasa sakit yang dirasakan,” tambah Lastrawan.

Warga yang menginjak api sesekali diperciki tirta suci selama tradisi berlangsung. Tujuannya agar selalu mendapatkan kekuatan dan perlindungan.

“Tradisi ini sudah kami laksanakan turun temurun, dan terus kami gelar hingga saat ini,” tegasnya.

Prosesi Nyekjek api berhenti menjelang pukul 06.00 Wita. Seusai itu baru dilanjutkan dengan Nyepi adat sampai pukul 16.00 Wita.

Selama proses Nyepi adat dilarang ada kendaraan dari luar masuk menuju objek wisata. Larangan itu sebelumnya juga sudah disampaikan melalui surat pengumuman.

Proses Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja hampir sama dengan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka. Masyarakat menggelar catur brata penyepian saat Nyepi adat, yakni amati gni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak beraktivitas), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menggelar hiburan). Semua warga desa adat wajib berada di rumah masing-masing.

——

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Dusun yang Hilang di Probolinggo, Kini Berubah Jadi PLTU Paiton



Probolinggo

Tak banyak yang tahu, sebelum berdiri PLTU Paiton, di lokasi tersebut ada sebuah dusun yang bernama Sumberglatik. Bagaimana kisah dusun yang hilang itu?

PLTU Paiton merupakan salah satu PLTU terbesar di Indonesia. Lokasinya berada di Probolinggo, Jawa Timur. PLTU ini memasok listrik sebesar 4.700 MW ke pulau Jawa, Madura, dan Bali.

Sebelum dibangun jadi PLTU seperti sekarang, lokasi tempat berdirinya PLTU Paiton dulunya merupakan sebuah dusun yang bernama Sumberglatik. Dusun Sumberglatik merupakan salah satu dari 4 dusun di Desa Binor.


Dusun itu diberi nama Sumberglatik, karena memang ada banyak burung glatik di dusun tersebut. Dusun itu ditinggali oleh 20 Kepala Keluarga (KK).

Mayoritas penduduknya merupakan warga pendatang dan bekerja sebagai penjaga ataupun polisi hutan di Desa Binor.

Kepala Desa Binor, Hostifawati mengisahkan, perencanaan pembangunan PLTU Paiton dimulai sekitar tahun 80-an. Tepat pada tahun 1981 dilakukan survei awal untuk pemindahan jalan raya.

Jalan raya tersebut akan dipindahkan dari bawah bukit menuju ke atas bukit. Pembangunan jalan selesai dan diresmikan pada tahun 1987 oleh Menteri Dalam Negeri era Presiden Suharto yakni Amir Machmud.

“Setelah berhasil memindahkan jalan utama, baru dimulai pembangunan PLTU-nya, dengan luas sekitar 450 hektar. Dan PLTU itu seingat saya beroperasi sekitar tahun 1994, untuk yang meresmikan itu presiden Suharto,” ujar Hostifawati, Kamis (22/2) lalu.

Hostifawati menjelaskan, pembangunan PLTU Paiton memakan korban satu dusun, yakni Dusun Sumberglatik. Saat PLTU Paiton dibangun, warga dusun itu pun berpindah ke dusun lainnya. Ada juga yang pulang balik ke kampungnya.

“Dulu ada 4 dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Pesisir, Dusun Klompangan, dan Dusun Sumberglatik. Dan sekarang hanya tersisa tiga, karena Dusun Sumberglatik sudah dipakai untuk pembangunan PLTU,” papar Hostifawati.

Dulu Lokasi PLTU Paiton Sangat Indah

Menurut tokoh masyarakat setempat, Suyono, dulu daerah PLTU Paiton merupakan pantai yang sangat indah, bahkan daratannya berbentuk huruf U dan menjulang ke laut.

Daerah itu sering digunakan para nelayan sekitar untuk menaruh perahunya agar terhindar dari amukan ombak laut. Di lokasi itu juga terdapat banyak pohon bakau yang dihuni sejumlah spesies burung, utamanya burung glatik.

“Saya waktu kecil suka mandi di laut PLTU itu, kalau sudah selesai baru bilas di sumber mata air yang tawar, jadi di sana memang sering dijadikan tempat bermain oleh anak-anak seusia saya dulu,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Binor itu.

Ada Sumber Mata Air Tawar

Di bibir pantainya terdapat sumber mata air tawar yang biasa digunakan warga setempat untuk mandi dan minum. Bahkan para pengendara yang melintas, baik dari arah Probolinggo-Situbondo atau sebaliknya, sering berhenti untuk sekadar mandi dan mengambil air minum di lokasi tersebut.

Uniknya, meski berada di bibir pantai, air tersebut tetap tawar dan sama sekali tidak terkontaminasi dengan air laut yang asin.

Ketika air laut pasang, sumber mata air itu seakan menutup agar air laut tidak masuk. Dan ketika surut, sumber air itu muncul kembali.

——

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Kelam Asrama TNI di Medan, Kini Jadi Cagar Budaya



Medan

Di Medan, ada sebuah bangunan Asrama TNI yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Di zaman dulu, asrama ini diliputi oleh sejarah kelam. Bagaimana kisahnya?

Bangunan cagar budaya yang dimaksud itu adalah Asrama TNI Glugur Hong yang berada di Jalan Karantina Ujung, Lingkungan XI, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan.

Kawasan itu ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2023 silam. Penetapannya diteken oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution berdasarkan surat keputusan Wali Kota Medan nomor: 433/29.K.


Surat tersebut ditandatangani Bobby pada 1 Februari 2023. Salah satu pertimbangan Bobby dalam menetapkan cagar budaya itu adalah surat rekomendasi dari Tim Cagar Budaya pada 12 Desember 2022.

Sejarah Kelam Asrama TNI Glugur Hong

Asrama TNI Gloegoer Hong dibangun pada tahun 1913. Kawasan tersebut diketahui menyimpan sejarah kelam saat masa pengembangan industri perkebunan di daerah Sumatera Timur, khususnya di Medan.

“Dulunya tempat karantina buruh kontrak sebelum bekerja di perkebunan di pesisir timur Sumatra,” kata Andi Winata Sitorus, Katim Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Kamis (22/2) lalu.

Asrama TNI Glugur Hong terbagi menjadi 2 kawasan, yakni asrama Glugur 1 dan asrama Glugur 2. Pada tanggal 12 April 1942-29 Mei 1942, asrama Glugur 1 merupakan bagian selatan pusat karantina buruh kontrak.

“Ketika berfungsi sebagai asrama penduduk sipil, isinya itu terdiri dari kalangan wanita dan anak-anak,” ucap Andi.

Pada tahun 1943-1945, Glugur I dan II menjadi tempat interniran untuk para tahanan perang atau Prisoners of War (POW). Kaum sipil yang tadinya bertempat di Glugur 1 kemudian dipindah ke kamp Poelaubrajan D.

“Jadi, masa itu kamp punya pimpinan dan pimpinan kamp Glugur I bernama Suster Bernardine,” sebutnya.

Sementara itu, Glugur II merupakan kamp untuk tahanan perang dari tanggal 26 Juni 1842 hingga Juni 1944. Selanjutnya, digunakan sebagai kamp bagi tahanan sipil pada tanggal 6 Juni 1944 hingga 17 Juni 1945.

Tahanan perang Glugur II berasal dari kamp Unie Kampong di Belawan yang terdiri dari barak keluarga, barak rumah sakit, dan bangunan luar dikelilingi tembok batu tinggi yang di atasnya diberi pecahan kaca.

“Setelah tawanan perang itu pergi, barak kuli yang ditinggalkan difungsikan sebagai kamp kaum wanita,” jelasnya.

Gedung Asrama Glugur Hong TNI berjarak kurang lebih 1 km ke arah timur jalan utama. Awalnya, bangunan tersebut dibangun pada 1913 untuk buruh kontrak AVROS di dekat jalan utama dan jalur kereta api menuju Belawan.

“Pada pertengahan Juli 1945, asrama Glugur Hong ini dikosongkan,” tuturnya.

Masih Ada Peninggalan Belanda di Asrama Glugur Hong

Menurut Fitri Sinaga, salah seorang warga di Asrama Glugur Hong, ada beberapa peninggalan yang masih bisa dilihat wisatawan di tempat itu.

“Ada peninggalan Belanda berupa tong air, rumah tinggi yang dulunya rumah sakit gila, dan kuburan di tanah kosong bagian belakang,” kata Fitri.

Menurut Fitri, terdapat beberapa perubahan di kawasan Glugur Hong TNI tetapi tidak meninggalkan keasliannya. Bangunan tidak sepenuhnya dipugar dan tong air di kawasan itu menjadi peninggalan asli dari zaman dahulu.

“Cucu-cucu penjajah kita dari Belanda datang ke sini dan melihat peninggalan kakeknya baru-baru ini,” ungkapnya.

Meski kawasan Asrama Glugur Hong TNI sudah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Medan. Namun, sebagian besar warga ternyata masih belum tahu jika kawasan tempat tinggal mereka telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Kalau bisa Pemkot melirik kemari atau dibuat plakat cagar budaya biar masyarakat tahu, minimal diberi arahan dari instansi terkait,” pinta Fitri.

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Monumen Bajra Sandhi di Malam Hari Tetap Cantik Jelita



Denpasar

Menikmati keindahan Monumen Bajra Sandhi nggak cuma bisa di siang hari. Di malam hari, monumen di Denpasar ini nggak kalah cantik.

Monumen Bajra Sandhi, bangunan simbol perjuangan rakyat Bali mempertahankan keutuhan NKRI. memiliki eksterior khas Bali. Monumen ini sarat akan makna dan filosofi ajaran Hindu. Bentuknya pun unik, bagaikan genta (bajra) raksasa yang sering digunakan oleh pendeta Hindu saat merapal mantra.

Monumen ini memiliki 17 buah anak tangga Kori Agung (pintu utama), delapan buah tiang Agung yang terdapat dalam gedung, dan tinggi monumen dari dasar sampai puncak 45 meter. Menunjukkan tanggal bulan dan tahun Proklamasi Kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus 1945.

Di dalam monumen ini traveler juga bisa menemukan 33 diorama yang menceritakan kisah perjuangan rakyat Bali secara tiga dimensi. Traveler juga bisa menikmati keindahan sekitar monumen dari ketinggian di Ruang Peninjauan.

Keindahan dan keunikan Bajra Sandhi menarik wisatawan lokal dan turis asing untuk berkunjung, baik sekadar foto atau pun mengulik lebih dalam tentang fasad dan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa.


I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menuturkan setiap harinya monument itu dikunjungi sekitar 500 wisatawan.

Pengunjung yang berwisata ke Bajra Sandhi biasanya ramai datang dari pagi hingga sore hari, menyesuaikan dengan jam buka monumen. Namun tak banyak yang tahu bahwa keindahan arsitektur Bajra Sandhi juga bisa dinikmati di malam hari. Malah, monumen itu cantik dengan dengan lampu sorot.

Cahaya lampu yang dipancarkan secara artistik menggambarkan keagungan dan kebesaran monumen.

Kendati mayoritas pengunjung datang pada siang hari, namun pengalaman unik menjelajahi Monumen Bajra Sandhi di malam hari patut dicoba.

Namun perlu diingat ya traveler, pada malam hari pengunjung tidak dapat masuk ke area dalam Bajra Sandhi, hanya bisa menyaksikan monumen itu dari luar gerbang.

Jam operasional dan masuk ke Monumen Bajra Sandhi hanya hingga sore hari. Untuk hari Senin-Jumat traveler bisa masuk ke monumen mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

Mau mendapatkan penampakan Bajra Sandhi yang berbeda? Traveler wajib coba berkunjung ke Bajra Sandhi di malam hari. Nggak kalah cantik dan dijamin nggak bakal nyesel deh! Jangan lupa mengabadikan foto ya traveler.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Yuk Lebaran Sambil Main Salju di Bekasi, Tiketnya Hanya Rp100 Ribuan!



Bekasi

Selain bermaaf-maafan dan berkumpul dengan keluarga besar, lebaran juga merupakan waktu yang tepat untuk menciptakan momen-momen tak terlupakan khususnya keluarga. Tanpa harus merogoh kocek yang dalam, kamu dan keluarga dapat bermain salju di Trans Snow World Bekasi layaknya di pegunungan Eropa.

Trans Snow World Bekasi siap menghadirkan pengalaman bermain salju yang 99% mirip dengan yang ada di luar negeri. Terlebih jika kamu melakukan pemesanan tiket presale pada periode 1-3 Maret 2024, kamu akan mendapatkan harga spesial yang sangat menguntungkan.

Dalam kesempatan istimewa ini, tiket masuk ke Trans Snow World Bekasi hanya Rp 110.000 untuk periode kedatangan 1-11 April 2024. Ini merupakan diskon besar-besaran, mengingat harga normal tiket selama periode liburan Lebaran mencapai Rp 200.000 per tiket.


Di Trans Snow World kamu juga dapat menikmati berbagai wahana seru seperti snowtube, chairlift, dan bermain ski. Jangan lupa juga untuk berfoto di hamparan salju yang luas bersama keluarga dan sahabatmu. Jangan lewatkan kesempatan untuk merencanakan kedatangan kamu sekarang, karena kuota tiket sangat terbatas.

Untuk proses pemesanan tiket pun sangat mudah, cukup kunjungi situs resmi www.transentertainment.com, pilih lokasi Trans Snow World Bekasi, pilih tanggal kedatangan (1-11 April 2024), lalu pilih opsi “tiket presale Lebaran”, dan selesaikan transaksi.

Dengan begitu, Anda akan mendapatkan tiket dan dapat menikmati pengalaman bermain salju yang tak terlupakan di Trans Snow World Bekasi.

Tunggu apalagi? Yuk segera pesan tiketnya sekarang juga di sini!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Butuh Pemandangan Hijau-Hijau tapi Nggak Mau Capek? Yuk ke Gunung Pangradina



Bandung

Traveler yang sedang mencari ide mengisi liburan weekend di Bandung, coba deh datang ke Gunung Pangradina ini. Pemandangan di sini diibaratkan mirip dengan hamparan sabana di Merbabu lho.

Namanya Gunung Pangradina. Gunung yang berada di Bandung Timur yang sekarang ini sedang digandrungi para pendaki karena mudah dijangkau oleh pendaki pemula.

Gunung Pangradina berada di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pemandangan yang sangat menakjubkan dengan hamparan sabana atau padang rumput menjadikan gunung ini mendapatkan julukan Merbabu Van Bandung. Ya, kata Merbabu merujuk pada keindahan Gunung Merbabu yang berada di Jawa Tengah.


Gunung Pangradinda.Gunung Pangradinda. Foto: Wisga Putra Julian

Gunung Pangradina memiliki ketinggian 1.236 mdpl dan trek pendakiannya cukup mudah. Dari Pos Kandang Ayam menuju puncak gunung ini hanya membutuhkan waktu 30 menit.

“Kebetulan diajak teman katanya ada gunung yang mirip Merbabu di daerah Bandung timur. Treknya juga mudah di lalui buat pemula,” ucap Dani salah satu pengunjung kepada detikJabar belum lama ini.

Dengan keindahan yang sangat memukau ini banyak pengunjung juga yang berdatangan untuk kamping maupun hiking. Ya, sekadar naik gunung untuk menikmati keindahan alam Bandung.

Belum ada pengelola khusus untuk masuk ke gunung ini, tetapi pengunjung dapat menitipkan kendaraan di sekitar rumah warga sebelum memasuki trek berbatuan. “kalau mau simpan kendaraan mah di sini aja dijagain sama saya, aman soalnya sudah terbiasa ada yang nyimpen kendaraannya di sini,” ujar Suryono warga setempat

Artikel ini telah tayang di detikJabar

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Ngopi Bonus View Ijo-ijo di Denpasar, di Sini Tempatnya



Denpasar

Coffee shop satu ini terbilang hidden gem. Memang berada di Denpasar, tetapi sedikit tersembunyi dan mengasyikkannya lagi menawarkan view ijo-ijo.

Kedai kopi itu Nataraka Bali. Bolo, salah satu karyawan di Nataraka Bali, menuturkan nama Nataraka diambil dari nama niang (nenek) pemiliknya.

“Dulu saat penentuan nama, owner sudah 6 bulan belum menemukan nama yang cocok. Akhirnya didatangi dalam mimpi, dan memilih menggunakan nama Nataraka yang diambil dari nama sang nenek,” kata Bolo.

Nataraka Bali merupakan sebuah coffee shop yang baru dibuka sejak 18 Januari 2024. Memasuki tempat ini membuat traveler lupa bahwa Nataraka Bali terletak di Kota Denpasar. Suasana tenang komplit dengan rindangnya pepohonan bisa traveler jumpai di sini.

Kedai kopi ini istimewa dengan view sungai dan nuansa alam yang kental. Kombinasi sentuhan modern dan nuansa Bali, Nataraka menciptakan atmosfer yang coffee shop yang unik dan estetik.


Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nataraka memiliki nuansa semi outdoor, dengan area indoor dan outdoor yang luas dan langsung menyatu dengan alam. Area outdoor menjadi tempat favorit pengunjung karena banyak pepohonan yang rindang dan syahdu. Oke banget jadi spot foto instagramable.

Nataraka Bali juga sip untuk traveler yang ingin nongkrong dan work form cafe. Suasananya yang tenang plus view pepohonan yang ijo-ijo, dijamin buat mata semakin segar.

“Konsep dari Nataraka ini sebenarnya menyatu dengan alam, apalagi di bawah ada sungai. Table kita yang outdoor juga menyatu dengan pepohonan. Rindang banget, cocok untuk yang mau nongkrong atau nugas,” ujar Bolo.

Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nataraka Bali menjual berbagai menu yang biasanya ada di coffee shop. Namun yang wajib traveler coba adalah menu butterscotch dan sweet soy beef. Harganya pun masih ramah di kantong. Untuk menu makanan harganya berkisar antara Rp 30 ribu hingga 50 ribu dan minuman Rp 29 ribu hingga 35 ribu.

Nataraka berlokasi di Jl. Dukuh I No.10, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 23.00 WITA. Traveler yang kepo juga bisa mengunjungi sosial media mereka @natarakabali.

Karena konsepnya yang unik dan estetik, Nataraka Bali tak pernah sepi akan pengunjung. Setiap harinya Nataraka bisa dikunjungi hingga ratusan pengunjung. Bahkan hingga kehabisan table, terutama saat weekend.

“Hari weekend itu biasanya rame. Orang-orang selesai CFD atau selesai ibadah gereja yang mencari makan ke sini. Tapi sampai saat ini belum bisa menggunakan sistem reservasi. Kita masih menggunakan sistem first come first service,” papar Bolo.

Mau nongkrong dan ngopi dengan suasana yang ijo-ijo. Yuk langsung cus ke Nataraka Bali. Coffee shopnya estetik, harganya dijamin nggak bikin kantong bolong.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cantiknya Juara! Bajra Sandhi Punya Spot Rahasia, Bisa Dapat View 360 Derajat



Denpasar

Belum banyak yang ahu, Bajra Sandhi mempunyai satu ruangan yang mempunyai view super cantik. Bisa dapat panorama Kota Denpasar secara 360 derajat, dari ketinggian pula. Penasaran? Kuy, simak informasi dari detikTravel.

Monumen Bajra Sandhi, bangunan unik berbentuk bajra atau genta, itu ternyata menyimpan kisah heroik perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Pendirian monumen itu bermula dari terpilihnya rancangan dari Ida Bagus Gede Yadnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana tahun 1981.

Setelah melalui proses perbaikan, akhiranya Bajra Sandhi mulai dibangun pada Agustus 1988 dan diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri.

Monumen ini memiliki eksterior yang megah dan detail dengan arsitektur khas Bali yang kental. Tentu sarat dengan makna dan filosofi.

Jika dilihat secara vertikal, monumen ini terbagi menjadi tiga bagian sesuai dengan konsep Tri Angga. Ada Nistaning Utama Mandala (Nistaning Angga) adalah lantai satu, Madyaning Utama Mandala (Madianing Angga) adalah lantai 2, dan Utamaning Utama Mandala (Utamaning Angga) adalah lantai 3.

Belum banyak yang tahu bahwa Bajra Sandhi memiliki ruang peninjauan yang memberikan view juara. Terletak di bagian Utamaning Utama Mandala atau lantai 3 dari monumen ini. Untuk sampai ke ruang peninjauan traveler harus menaiki tangga melingkar.

Sesampainya di atas traveler akan dibuat kagum dengan pemandangan yang juara. Ruang peninjauan yang terletak di bagian puncak Monumen Bajra Sandhi menjadi sebuah spot rahasia yang menakjubkan bagi traveler yang menemukannya.

Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Kota Denpasar secara menyeluruh dengan view 360 derajat. Traveler bisa merasakan sensasi berada di bagian teratas sebuah monumen setinggi 45 meter. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya traveler!

“Di ruang paling atas itu namanya Ruang Peninjauan. Pengunjung bisa memantau atau menyaksikan area sekitar monumen. Pengunjung sangat diperbolehkan untuk naik ke atas, asal tetap menjaga keselamatan,” ujar I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Bagi traveler yang berkunjung ke Bajra Sandhi, tak boleh melewatkan untuk datang ke Ruang Peninjauan. Dijamin akan dapat view juara, dengan pemandangan 360 derajat dari ketinggian. Bener-bener cantik!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Tiket dan Informasi Lain Monumen Bajra Sandhi



Denpasar

Denpasar mempunyai satu wisata sejarah yang menyimpan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Bali dan arsitekturnya unik. Namanya Monumen Bajra Sandhi.

I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan Monumen Bajra Sandhi merupakan monumen perjuangan rakyat Bali yang dibangun untuk menghormati pahlawan serta menjadi lambang semangat mempertahankan keutuhan NKRI.

Nama Bajra Sandhi diambil karena bentuk bangunan dari monument ini menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

Mulai dibangun pada tahun 1987, Monumen Bajra Sandhi diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Kawasan Monumen Bajra Sandhi memiliki luas sekitar 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter persegi.

“Tahun 2001 konstruksi Monumen Bajra Sandhi baru selesai dan dilanjutkan dengan pengisian diorama. Diresmikan pada 2003 oleh Ibu Presiden Megawati dan baru dibuka untuk umum tahun 2004,” kata dia.

Bajra Sandhi juga menjadi salah satu ikon Kota Denpasar yang dikelilingi oleh Lapangan Niti Mandala Renon. Penasaran dengan kemegahan dan aktivitas menarik di Monumen Bajra Sandhi? Yuk simak ulasan dari detikTravel!

Daya Tarik Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi memiliki daya tarik tersendiri bagi traveler yang kepo dengan cerita sejarah perjuangan rakyat Bali. Bajra Sandhi juga sip untuk traveler pecinta foto. Lebih lengkapnya, detikTravel mengulas beberapa daya tarik dari Monumen Bajra Sandhi.

1. Arsitektur yang Unik nan Megah

Monumen ini memiliki arsitektur yang megah dan indah dengan desain yang menggabungkan unsur-unsur tradisional Bali dan modern. Bentuknya pun unik, menyerupai genta milik para Pendeta Hindu.

“Dari segi fisik dan arsitektur kita itu unik, berbeda dari yang lain. Bajra Sandhi itu menyerupai genta yang digunakan oleh pendeta untuk menghantarkan upacara agama Hindu,” kata Arsana Yasa.


2. 33 Diorama dan Ruang Pameran

Ruang diorama terletak di lantai dua Monumen Bajra Sandhi. Terdapat 33 buah diorama yang menceritakan dan menggambarkan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di ruangan ini akan diceritakan secara kronologis dari diorama 1 hingga diorama ke-33.

3. Spot Foto Estetik dan Instagramable

Bajra Sandhi memiliki arsitektur yang unik dan khas Bali. Dengan bentuk menyerupai genta, lengkap dengan penggunaan batu berwarna hitam di setiap bangunan. Membuat Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto estetik dan instagramable.

Favorit pengunjung adalah berfoto di depan Bajra Sandhi dengan latar belakang bangunan monumen. Traveler juga bisa menemukan beberapa spot foto seperti diorama, tangga melingkar, dan beberapa pilar besar yang estetik banget.

4. Ruang Peninjauan 360 Derajat

Bagian atas Bajra Sandhi terdapat ruang peninjauan yang memiliki pemandangan 360 derajat. Ruangan ini terletak di Utamaning Utama Mandala, traveler hanya perlu menaiki anak tangga melingkar untuk sampai ke ruangan ini. Di sini traveler bisa merenung dan bersantai sambil menikmati keindahan Kota Denpasar.

Aktivitas Menarik di Monumen Bajra Sandhi

Tidak hanya menyimpan cerita sejarah, kawasan monumen yang terletak di Kota Denpasar ini kerap ramai dikunjungi oleh warga dan wisatawan. Berikut aktivitas menarik yang bisa traveler lakukan untuk menghabiskan waktu di Monumen Bajra Sandhi.

1. Berburu Spot Foto

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bajra Sandhi namun traveler tak berburu setiap sudut estetik di monumen ini. Dengan arsitekturnya yang khas, Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto yang estetik dan instagramable. Traveler bisa berfoto dan membuat video di setiap lantainya.

“Favorit wisatawan itu biasanya di Kori (pintu masuk) dan di tangga,” katanya.

2. Foto Pre Wedding

Bajra Sandhi menjadi salah satu spot prewedding favorit bagi wisatawan. Dengan latar belakang bangunan berbentuk genta yang khas.

3. Menikmati Keindahan Pemandangan Kota Denpasar dari Ketinggian

Yang tak boleh dilewatkan jika traveler berkunjung ke Bajra Sandhi adalah naik ke lantai atas dan menikmati keindahan pemandangan dari ruang peninjauan. Traveler bisa duduk dan merenung sambil menikmati pemandangan. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan No.142, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Monumen ini memiliki empat pintu masuk, namun traveler hanya bisa masuk dari pintu selatan.

Sebelum memasuki Monumen Bajra Sandhi, traveler harus membayar tiket masuk. Berikut rincian harga tiket masuk Monumen Bajra Sandhi.
• Wisatawan Mancanegara
a. Dewasa : Rp 100.000/orang
b. Anak-anak : Rp 50.000/orang
• Wisatawan Nusantara
a. Dewasa : Rp 30.000/orang
b. Anak-anak : Rp 20.000/orang
• Pengunjung Mahasiswa/Pelajar
a. Mahasiswa Lokal Bali : Rp 10.000/orang
b. Mahasiswa Luar Bali : Rp 20.000/orang
c. Pelajar Lokal Bali : Rp 5.000/orang
d. Pelajar Luar Bali : Rp 10.000/orang

Traveler juga bisa melakukan foto shoot untuk prewedding dengan harga Rp 2.000.000 untuk prewedding mancanegara dan Rp 1.000.000 untuk prewedding nusantara.

Monumen Bajra Sandhi buka setiap hari, kecuali hari-hari besar atau libur resmi. Untuk hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

Tak jarang monumen ini akan dipadati oleh kunjungan pelajar ketika hari libur tiba. Arsana Yasa menyebut setiap harinya Bajra Sandhi bisa dikunjungi hingga 500 orang.

Traveler penasaran bagaimana perjuangan rakyat Bali? Semua bisa traveler dapatkan di Monumen Bajra Sandhi. Tak hanya tawarkan cerita sejarah, tapi komplit dengan spot foto estetik.

(iah/iah)



Sumber : travel.detik.com