Category Archives: Domestik

Ngabuburit Asyik Berburu Ikan Laut di Pasar Ikan Tambakrejo Blitar



Blitar

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.

Pekan ini, cuaca di wilayah Blitar mulai cerah. Curah hujan intensitasnya menurun dan deru angin mulai berkurang. Perjalanan menuju pantai terasa lebih nyaman dilakukan saat musim lebih damai dengan alam seperti ini. Namun untuk mengantisipasi fenomena alam yang tidak bisa diprediksi, disarankan tidak Ngabuburit ke pantai terlebih dahulu.

detikers bisa mencari alternatif lokasi sekitar pantai, seperti berburu ikan laut hasil tangkapan para nelayan. Di Blitar selatan, lokasi ini bisa dijumpai di Pasar Ikan Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Akses dari Kota Blitar menuju kesana terbilang aman, karena kondisi jalan aspal tidak banyak yang rusak. Bahkan detikers bisa menikmati proses pembangunan JLS yang menghubungkan dengan deretan pantai wilayah Tulungagung.


Pasar ikan disini mulai ramai pengunjung sejak pukul 9 sampai 11 siang. Namun di masa Ramadan ini, jam sibuk bergeser agak siang mulai pukul 13.00 sampai 16.00 WIB. Para pengunjung yang kebanyakan berasal dari luar kota, akan langsung disapa ramah para pedagang ikan yang didominasi emak-emak dengan senyum cerah.

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.Pedagang di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar. Foto: Erliana Riady

Penampilan sebagian besar lapak hampir sama. Deretan ikan panggang disumpit dengan sebilah bambu, menjadi pemandangan ikonik di destinasi kuliner ini. Beberapa spot di pojok lapak, proses memanggang ikan juga menjadi atraksi unik yang mampu menyedot perhatian pengunjung.

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.Berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar. Foto: Erliana Riady

Kalau mau melihat langsung proses memotong ikan hasil tangkapan, kemudian memasukkan dalam bilah sumpit bambu, detikers harus berjalan ke bagian belakang memasuki lorong diantara lapak pedagang. Beneran deh….menyenangkan melihat aktifitas pedagang ikan di sini. Sampai tanpa terasa, waktu hampir dua jam berlalu dengan rekaman pengalaman empiris soal ikan laut dan proses pengolahannya hingga siap dikonsumsi.

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.Berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar. Foto: Erliana Riady

“Monggo-monggo, pilih ikan apa semua ada. Yang mentah apa yang sudah dipanggang, silahkan dipilih sendiri,” kata Lastri sambil menunjukkan lapak dagangannya, Jumat (22/3/2024).

Soal harga dijamin murah. Satu sumpit bambu ikan Pari berisi tiga potong daging dijual seharga Rp 1.500. Kalau yang jenis Cakalang putih dijual Rp 2.500 per sumpit. Ikan tongkol lebih murah lagi, selain ada juga Salem, Tuna dan Pindang.

Kalau mau beli ikan segar dan beragam jenis seafood lainnya, lapak terdepan bisa didekati. Kata si pedagang, ikan segar yang mereka pajang disini kebanyakan merupakan hasil tangkapan nelayan dari Pantai Prigi dan Popoh Tulungagung. Walaupun di wadah ada potongan es batu agar kualitas ikan tetap segar, namun para pedagang menjanjikan ikan-ikan ini hasil tangkapan nelayan semalam.

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.Berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar. Foto: Erliana Riady

“Kalau yang di sini ini hasil tangkapan semalam. Soalnya nanti yang masih ada ini akan dikirim ke kota, jadi sore atau malam di sini pasti stoknya kosong semua. Besok ganti baru lagi. Selalu begitu,” tutur Munjib, seorang pedagang ikan segar bagian utara.

Para pengunjung tampak pulang membawa bungkusan ikan dengan wajah ceria. Ada banyak pengalaman seru ngabuburit disini. Selain tentu ingin segera sampai rumah untuk memasak ikan segar belanjaan dan disajikan sebagai hidangan berbuka puasa.

“Nggak terasa tiba-tiba sore saja. Senang kalau belanja disini. Bawa uang Rp 100 ribu sudah bisa dimasukkan tas beberapa jenis ikan segar. Buat stok lauk seminggu ini,” kata Ana, pengunjung asal Kota Blitar sambil tertawa.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

7 Fakta Wae Rebo, Runner-up Kota Kecil Terindah Dunia 2024



Jakarta

Keindahan Wae Rebo sukses mendapatkan predikat sip sejagat. Wae Rebo menduduki peringkat kedua kota kecil terindah di dunia.

Penghargaan itu dirilis oleh media berbasis di Inggris TimeOut merilis daftar kota kecil terindah di dunia 2024 belum lama ini.

Tersembunyi di dalam rimbunnya pepohonan, Desa Wae Rebo atau Waerebo adalah salah satu desa adat Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih tetap utuh dan terjaga keasliannya. Wae dalam bahasa Manggarai artinya ialah “air”.


Desa ini tidak sekadar desa biasa. Desa Wae Rebo, salah satu destinasi budaya yang ada di Kabupaten Manggarai. Setiap orang yang menginjakkan kakinya di sini akan dibuat terpesona dengan keindahan lanskap alam dan budayanya.

Untuk sampai ke “surga” di atas awan ini diperlukan perjuangan dengan berjalan kaki. Tapi semua akan dibayar lunas dengan keindahan alam yang traveler dapatkan.

Di balik keindahan alam dan ragam kehidupan sosialnya yang unik, Desa Wae Rebo menyimpan fakta yang menarik untuk diulas.

Berikut ini 7 fakta Desa Wae Rebo:

1. Desa di Atas Awan

Desa Wae Rebo terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Desa ini menjadi salah satu desa tertinggi di Indonesia. Kerap dijuluki surga di atas awan, karena keindahan alamnya.

Kabut tipis sering menyelimuti desa ini di pagi hari. Karena lokasinya yang tinggi, untuk sampai ke Desa Wae Rebo pengunjung akan melakukan trekking sekitar 9 kilometer selama 2-3 jam. Sangat disarankan untuk menyewa jasa guide sebagai penunjuk jalan. Jangan lupa coba sensasi bermalam di Wae Rebo ya!

2. Rumah Adat Mbaru Niang

Wae Rebo terkenal dengan rumah adatnya yang disebut Mbaru Niang. Kata Mbaru berarti rumah, sedangkan kata Niang berarti tinggi dan bulat. Bentuk Mbaru Niang dimaknai sebagai suatu falsafah bahwa keseimbangan terwakili melalui bentuk lingkaran.

Mbaru Niang dibangun sebanyak tujuh rumah yang disusun berbentuk melingkar pada tanah yang datar. Satu rumah terdiri dari lima lantai dan dihuni oleh enam hingga delapan keluarga. Pada bagian tengah lingkaran terdapat sebuah altar yang bernama Compang yang digunakan untuk menyembah Tuhan dan roh-roh leluhur.

3. Menjadi Warisan Budaya UNESCO

Berkat keindahan alam dan kekayaan budayanya membuat Wae Rebo dinyatakan sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012 oleh UNESCO. Desa ini berhasil menyisihkan 42 negara lainnya.

Rumah Mbaru Niang yang ada di Wae Rebo dianggap sangat unik dan langka. Keunikan tersebut menjadikan desa ini sebagai salah satu lokasi Konservasi Warisan Budaya UNESCO.

4. Upacara Adat Penti

Warga Desa Wae Rebo memiliki hari spesial yang dirayakan setiap bulan November. Namanya Upacara Adat Panti. Upacara ini merupakan salah satu perayaan untuk mengucapkan rasa syukur berkat hasil panen yang diperoleh. Upacara ini juga menandakan sebuah awal dalam bercocok tanam di Wae Rebo .

Upacara Adat Penti juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan ketika ingin berkunjung ke Desa Wae Rebo . Penasaran keunikan upacara ini? Traveler bisa berkunjung ke Wae Rebo di pertengahan bulan November.

5. Sudah Berumur 1200 Tahun

Wae Rebo kini sudah berumur 1200 tahun dan sudah memasuki generasi ke-20. Dimana satu generasi berusia 60 tahun lamanya. Desa ini termasuk salah satu desa tertua yang ada di Flores.

6. Warga Lokal Keturunan Minang

Meskipun Desa Wae Rebo terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang jauh dari tanah asalnya, ternyata penduduk desa ini memiliki darah Minangkabau, Sumatera Barat. Empo Maro, nenek moyang Wae Rebo berasal dari Minangkabau yang melakukan perantauan jauh hingga ke Flores.

Setelah mengembara ke berbagai tempat, Empo Maro akhirnya menemukan tempat tinggal tetap di kawasan yang kini dikenal sebagai Desa Wae Rebo .

Meskipun memiliki latar belakang Minangkabau yang kental, namun menariknya, nama-nama penduduk di desa ini tidak mengikuti pola umum yang biasa ditemui di kalangan masyarakat Minangkabau.

7. Melakukan Upacara Kemerdekaan, Bendera Dipasang di Atas Rumah

Fakta unik lainnya dari Desa Wae Rebo adalah saat merayakan Hari Kemerdekaan RI. Warga Wae Rebo akan memasang bendera merah putih di atas rumah adat Mbaru Niang saat upacara berlangsung. Unik ya! Meskipun lokasinya yang jauh, warga Wae Rebo tetap antusias dan hikmat menjalankan Upacara Kemerdekaan.

Sudah tau kan 7 fakta menarik tentang Desa Wae Rebo , desa cantik di atas awan. Meskipun lokasinya jauh, ternyata tak membuat desa ini sepi pengunjung. Penasaran dengan keindahan alamnya? Yuk langsung cus berlibur ke Wae Rebo .

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wonosobo Memang Kota Dingin, tapi Air di Masjid Ini Hangat Alami



Wonosobo

Salah satunya adalah Masjid Jawahirul Akbar yang berada di Kelurahan Kalianget, Kecamatan Wonosobo punya fasilitas air wudu yang hangat dan alami 24 jam nonstop. Tentu ini jadi daya tarik di Kota Dingin Wonosobo.

Masjid yang berada di jalur utama Wonosobo-Dieng ini pun selalu ramai dikunjungi wisatawan terutama saat akhir pekan.

“Banyak orang yang salat di sini apalagi masjid ini di jalur wisata Dieng. Utamanya Jumat sampai Minggu. Tetapi ada juga yang sebenarnya tidak satu arah tetapi menyempatkan. Seperti kalau ke Semarang dan Jogja itu kan tidak searah tapi banyak yang mampir ke masjid sini,” ujar Takmir Masjid Jawahirul Akbar, Ahmad Ridho saat ditemui di lokasi, Rabu (20/3/2024).


Selain terdapat fasilitas air wudu hangat alami, juga ada kamar mandi dan bak air hangat yang bisa digunakan untuk berendam. Biasanya bak air hangat ini dimanfaatkan orang untuk menghilangkan rasa lelah dari perjalanan.

“Selain ada keran air wudu yang hangat juga ada kamar mandi dan juga bak untuk berendam. Semua airnya juga hangat. Jadi kalau orang yang lagi perjalanan biasa istirahat di sini berendam untuk melepas lelah,” sambungnya.

Masjid Jawahirul Akbar WonosoboMasjid Jawahirul Akbar Wonosobo Foto: Uje Hartono/detikJateng

Masjid dua lantai dengan kapasitas sekitar 800 jemaah ini sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka. Pada tahun 2010 lalu, masjid ini dipugar dan dibangun kembali dengan arsitektur yang lebih modern.

“Masjid ini sudah ada sejak zaman Belanda. Dibangun oleh salah satu tokoh ulama yang ada di Kelurahan Kalianget. Kemudian tahun 2010 ada pemugaran,” terangnya.

Sedangkan untuk fasilitas air hangat, baru tersedia mulai tahun 2014. Air hangat alami ini muncul dari sumber mata air hangat yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari masjid. Ridho menjelaskan jika di Kelurahan Kalianget banyak terdapat sumber mata air hangat di area persawahan.

“Di sini memang banyak dijumpai mata air hangat dengan skala kecil di area persawahan warga. Kemudian ada pengeboran dari pihak swasta untuk mencari sumber air, tapi ternyata muncul air panas. Kemudian warga meminta untuk dialirkan ke masjid,” jelasnya.

Ia mengatakan air hangat yang ada di Masjid Jawahirul Akbar ini aman untuk digunakan. Suhunya sudah turun jika dibandingkan pada titik mata airnya langsung.

“Kalau di sumbernya bisa mencapai 70 derajat, tapi di sini hanya 30 derajat. Jadi aman digunakan selama tidak dikonsumsi,” kata dia.

Ridho menambahkan, layaknya masjid pada umumnya, tidak ada biaya untuk beribadah atau beristirahat di Masjid Jawahirul Akbar. Termasuk jika mandi atau berendam air hangat.

“Kalau biaya tidak ada, ini gratis. Hanya memang ada infak itu pun sifatnya seikhlasnya,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di detikjateng

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

6 Fakta Tari Kecak, Sumber Inspirasi Soundtrack Avatar The Last Airbender



Jakarta

Tari Kecak boleh dibilang sudah tak asing bagi traveler yang pernah berkunjung ke Bali. Ternyata budaya Bali itu menjadi sumber inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

Tari Kecak adalah sebuah seni tradisional Bali yang umumnya ditarikan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk melingkar di sekeliling perapian. Terdapat pula beberapa penari yang menari di tengah lingkaran hingga ke kursi penonton.

Keunikan gerakan dan keanggunan tari ini menyimpan makna yang dalam dan filosofis. Lebih dari sekadar hiburan, tari Kecak bagi penduduk Bali adalah sebuah bentuk komunikasi spiritual dengan Tuhan dan para leluhur.

Tari Kecak menjadi salah satu tarian terkenal dari Bali dan menjadi pesona wisata budaya. Tak jarang wisatawan yang datang selalu menonton Tari Kecak sebagai wishlist yang wajib dilakukan.

Baru-baru ini nama tari Kecak kembali mencuat setelah komposer musik di Avatar The Last Airbender, Jeremy Zuckerman. Ia menyebut soundtrack itu terinspirasi dari Tari Kecak.

Penasaran dengan tari Kecak khas Bali?

Berikut 6 fakta menarik tentang Tari Kecak:

1. Hasil Kolaborasi Seniman Bali dan Seniman Musik Asal Jerman

Tarian legendaris tari Kecak merupakan karya seni dari seniman tari asal Bali bernama Wayan Lembak. Ia menciptakan tari Kecak bersama dengan Walter Spies, seorang seniman lukis dan musik asal Jerman.

Wayan Limbak terinspirasi untuk memodifikasi tari Sanghyang menjadi tari Kecak yang bisa diperkenalkan lebih luas ke seluruh dunia.

2. Mengisahkan Epos Ramayana

Saat menonton Tari Kecak, traveler akan dibuat merinding. Tarian ini ternyata mengangkat epos Ramayana dengan konsep dramatari. Tari Kecak yang mengisahkan Epos Ramayana, tepatnya pada saat Rahwana berusaha menculik Dewi Sinta dan bagaimana perjuangan Rama untuk menyelamatkan Dewi Sinta.

Jika ditelaah, tari Kecak menyampaikan pesan moral yang tinggi. Mulai dari pesan keberanian, kesetiaan pasangan, dan strategi yang baik.


3. Cuma Dimainkan oleh Laki-laki

Dalam pementasan tari Kecak hanya dimainkan oleh penari laki-laki saja. Bahkan jumlah penari bisa berkisar antara puluhan hingga lebih penari laki-laki yang duduk melingkar. Pementasan semakin meriah dengan irama dan seruan “cak” sembari mengangkat tangan.

Para penari akan menggunakan kostum yang sederhana, mengenakan kain (kamen) kotak-kotak, menyerupai papan catur. Selain itu, terdapat beberapa tokoh utama Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan Hanoman.

4. Tari Kecak Tak Diiringi Alat Musik

Jika biasanya tari Bali diiringi dengan gamelan khas Bali. Berbeda dengan Tari Kecak, tarian ini tak diiringi oleh alat musik sama sekali. Tari Kecak diiringi oleh suara seruan “cak”, “cak”, “cak” dari para penari laki-laki yang duduk melingkar.

Nah, seruan “cak”, “cak”, “cak” inilah yang ternyata menjadi inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

5. Tarian untuk Berkomunikasi dengan Tuhan

Selain terkenal dengan epos Ramayana, ternyata tari Kecak juga menjadi media berkomunikasi dengan Tuhan dan para leluhur. Kemunculan Tari Kecak juga terinspirasi dari ritual tari sanghyang, sebuah tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur.

6. Jumlah Penari yang Banyak

Keunikan tari Kecak juga terletak pada jumlah penarinya yang tak terbatas. Penari inilah yang akan mengiringi pelakon di tengah lingkaran untuk mementaskan epos Ramayana. Tari Kecak bisa ditarikan oleh puluhan hingga ratusan orang. Bahkan, pernah tercatat di Rekor MURI, tahun 2006 tari Kecak pernah ditarikan oleh 5.000 penari.

Nah, traveler sudah tau kan beberapa fakta menarik tentang Tari Kecak. Kuy nonton Tari Kecak langsung di Pulau Dewata.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Inilah Masjid Tertinggi di Jakarta



Jakarta

Melihat keindahan Jakarta dari rooftop gedung sudah biasa. Di sini, dari masjid traveler bisa memandang Jakarta hingga jauh.

Masjid itu bernama Masjid Ar-Rahim. Masjid itu terbuka untuk umum.

Masjid ini bukan sembarang masjid. Masjid ini berada di lantai 27 Menara 165, Jl TB Simatupang, Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menara dengan lafadz “Allah” di bagian atas gedung ini ternyata penanda adanya masjid. Dan, masjid ini dinobatkan sebagai masjid tertinggi di Jakarta.


Masjid ini memiliki bangunan yang sebagian besar bertembok kaca sehingga memungkinkan bagi jemaah untuk memandang gedung-gedung dan jalan tol di seantero ibu kota.

Masjid Ar-Rahim, masjid di Menara 165, merupakan masjid tertinggi di JakartaMasjid Ar-Rahim, masjid di Menara 165, merupakan masjid tertinggi di Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Tak hanya sekadar tempat ibadah, Masjid Ar-Rahim juga memiliki jadwal kajian interaktif setiap hari Rabu dan Pengajian di hari Minggu, tentunya menjadi lokasi wisata religi yang pas didatangi ketika bulan puasa.

Bukan cuma nama biasa, Gedung 165 ternyata memiliki 2 makna. Di balik terpilihnya angka 165 dalam nama gedung tersebut bukan berdasarkan urutan lokasi gedung di jalan tersebut, tetapi berikut maknanya.

Pertama, secara agamis, 1 bermakna Ikhsan, 6 merujuk pada Rukun Iman, dan 5 merujuk pada Rukun Islam.

Kemudian, makna kedua adalah makna nasionalis, yakni menggambarkan kelahiran Pancasila yaitu tangga 1, bulan 6 , dan tahun 45 (dalam Tahun Jepang menjadi tahun 05). Sehingga, 165 diartikan sebagai bersatunya cinta agama dan Tanah Air.

Masjid Ar-Rahim, masjid di Menara 165, merupakan masjid tertinggi di JakartaView Jakarta dari Masjid Ar-Rahim, masjid di Menara 165, merupakan masjid tertinggi di Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Untuk mengakses masjid ini, traveller harus mendatangi resepsionis terlebih dahulu untuk melakukan registrasi dan menukarkan KTP dengan kartu akses. Setelah itu, traveler akan diarahkan untuk menggunakan lift dengan kode L6 untuk mencapai lantai M1 atau lantai 25 yang menjadi lokasi Masjid Ar-Rahim.

Setibanya di lantai 25, traveller bisa mengambil wudu terlebih dahulu jika akan melakukan ibadah, setelah itu dapat menaiki tangga/lift yang disediakan untuk mencapai lantai 27 yang menjadi lokasi salat. Pada lantai tersebut terpampang Masjid yang dikelilingi tembok kaca dan pemandangan jelas Kota Jakarta dari ketinggian.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hotel Salatiga Ini Terlangsing di Indonesia, Kedua di Dunia



Kota Salatiga

Kota Salatiga mencatatkan rekor hotel terlangsung atau tertipis di Indonesia, bahkan kedua di dunia!

Inilah Hotel Pitu Rooms di Jalan Sukowati No 33, dekat dengan Alun-alun Pancasila Salatiga. Meski tak ada pelang hotel di depannya, warga yang melintas bisa dengan mudah menemukan Pitu Rooms karena bentuknya yang unik.

Hotel itu hanya memiliki lebar 2,8 meter, panjang 9,5 meter, dan tinggi 17 meter. Bangunan itu terlihat menjulang tinggi dengan warna mayoritas cokelat kayu.


Sulit membayangkan bangunan itu adalah hotel jika hanya melihat dari depan. Identitas bangunan itu hanya terlihat di satu sisi bangunan dengan tulisan ‘PITU’.

Di depannya justru ada papan nama Kafe Ngopo Ngopi, yang membuatnya lebih terlihat seperti kafe. Apalagi susunan meja-kursi dan wastafel di depannya, jika tanpa meja resepsionis, area depan hanya akan terlihat seperti kafe biasa.

“Ini sepertinya memang dinobatkan sebagai hotel tertipis di Indonesia. Kalau di dunia nomor dua, yang pertama ada di Jerman tapi kan di sana hanya ada satu kamar,” kata Supervisor Pitu Rooms, Oktaviani Rosita saat ditemui detikJateng, Kamis (21/3/2024).

Hotel tertipis yang dimaksud ialah Eh’Haeusl yang berada di Amberg, Jerman. Hotel itu lebih tipis 40 sentimeter dibanding Pitu Rooms.

Meski begitu, Eh’Haeusl lebih seperti rumah yang dijadikan hotel dengan kapasitas maksimal dua orang tamu. Jauh berbeda dengan Pitu Rooms yang memiliki 7 lantai dengan 7 kamar, restoran, dan kafe.

“Kalau di sini per kamar memang direkomendasikan hanya untuk dua orang, kalau anak di bawah lima tahun masih boleh tapi kalau di atas lima tahun direkomendasikan pesan kamar tambahan,” jelasnya.

***

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

5 Poin Mitos Bandung Bondowoso Membangun Candi Prambanan Cuma 1 Malam


Jakarta

Di balik kemegahan kompleks Candi Prambanan, tersimpan kisah legendaris. Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang.

Belakangan ini nama Bandung Bondowoso dikaitkan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Katanya sih, di balik pembangunan IKN yang sesuai target tak lepas dari sosok Bandung Bondowoso-nya IKN.

Kisah Bandung Bondowoso memang legendaris. Bandung Bondowoso seorang ksatria dari Kerajaan Pengging. Saat melakukan penyerangan ke Kerajaan Prambanan, dia terpikat kepada pesona putri kerajaan, Roro Jonggrang. Dan bermaksud meminang Roro Jonggrang.


Roro Jonggrang menolak dengan cara halus. Dia meminta syarat yang mustahil diwujudkan, yakni menguji Bandung Bondowoso membangun 1.000 candi dalam semalam.

Bandung Bondowoso nyaris berhasil mewujudkannya. Tetapi, Roro Jonggrang melakukan segala hal agar Bandung Bondowoso gagal.

Berikut kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang dalam legenda candi Prambanan:

1. Bandung Bondowoso, Legenda dari Tanah Jawa

Bandung Bondowoso adalah seorang tokoh legendaris dalam mitologi Jawa yang sering dihubungkan dengan sejarah pembangunan Candi Prambanan. Menurut legenda, ia adalah seorang ksatria dari Kerajaan Pengging yang memiliki kekuatan magis.

Bandung Bondowoso memiliki pasukan jin yang kerap membantunya berperang dan merebut daerah kekuasaan. Salah satu kerajaan yang disasar adalah kerajaan Prambanan. Dalam pendudukan itu, sang raja Prambanan, Prabu Boko, tewas.

2. Terpikat Roro Jonggrang

Salah satu kisah paling terkenal yang melibatkan Bandung Bondowoso adalah cerita cinta dengan putri Kerajaan Prambanan, Roro Jonggrang. Dalam versi paling terkenal dari cerita ini, Bandung jatuh cinta pada Roro Jonggrang dan ingin meminang Putri Roro Jonggrang .

Namun, Roro Jonggrang menolak karena tidak ingin menikahi Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahnya, Prabu Boko. Dia pun mengajukan dua syarat yang mustahil diwujudkan, yakni berupa pembuatan sumur dan membangun 1.000 candi dalam waktu semalam.

3. Syarat Pertama, Sumur Jalatunda

Bandung Bondowoso harus membangun sumur Jalatunda sebagai syarat pertama yang diajukan oleh Roro Jonggrang. Dengan kekuatan magisnya, Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan sumur tersebut.

Namun, Roro Jonggrang mencoba untuk memperdaya Bandung dengan menyuruhnya turun ke dalam sumur untuk memeriksanya. Ketika Bandung turun, Roro Jonggrang memerintahkan Gupala untuk menutup sumur dengan batu. Meskipun demikian, Bandung Bondowoso berhasil keluar dari sumur dengan cara yang luar biasa, yakni dengan mendobrak timbunan batu berkat kekuatan magisnya.

4. Mempunyai Pasukan Jin

Syarat kedua yang diberikan oleh Roro Jonggrang membawa Bandung Bondowoso melakukan meditasi dan menggunakan kekuatan magisnya. Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso menyelesaikan 1.000 candi dalam waktu satu malam.

Dengan bantuan jin Bandung Bondowoso berhasil mendirikan 999 candi. Kurang satu candi.

5. Membangun 1.000 Candi dalam Semalam

Satu candi itu mulai dibangun, tetapi Roro Jonggrang siaga. Dia tidak mau permintaannya terwujud.

Roro Jonggrang kemudian meminta para gadis untuk membakar jerami dan menumbuk lesung. Dia yakin cara itu bisa mengecoh pasukan jin. Malam sudah usai dan pagi sudah datang.

Jin-jin percaya bahwa matahari telah terbit, dan meninggalkan proyek pembangunan candi. Bandung Bondowoso murka. Ia mengutuk Roro Jonggrang untuk menjadi arca sebagai candi yang ke-1000. Arca itu dinamai arca Durga.

Menarik ya kisah Bandung Bondowoso, sang legenda yang lakukan pembangunan candi dengan sistem kebut semalam. Sama nggak nih dengan pembangunan IKN?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nyaman Gallery Bisa Bikin Weekend Makin Romantis, Gandengan Tangan, Hati Pelukan



Badung

Tepat di tengah kawasan Seminyak, Bali ada satu galeri seni karya para seniman Indonesia dan mancanegara. Bernama Nyaman Gallery.

Berdiri sejak 2013, Nyaman Gallery menjadi tempat pameran seni kontemporer. Ruang seni yang satu ini menyajikan ratusan karya seni, mulai dari yang berkonsep street art hingga mix media kolase.

Icha, staf galeri di Nyaman Gallery, menuturkan bahwa nama Nyaman Gallery diambil karena ingin menciptakan rasa nyaman untuk para pengunjung, bak rumah sendiri. Nyaman Gallery juga menjadi rumah bagi 15 seniman lokal maupun internasional untuk memamerkan karya seninya.

“Nyaman Gallery merepresentasikan 15 seniman, baik itu lokal, Indonesia, maupun internasional. Karyanya pun berupa lukisan dan fotografi dengan berbagai style,” kata Icha.

Nyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di BaliNyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Berkunjung ke Nyaman Gallery, traveler bisa mengeksplor lima ruangan yang menyimpan berbagai karya dari 15 seniman. Tak ada tema khusus di setiap ruangan, namun menurut Icha ada satu area yang berkonsep unik, bak kamar kost.

“Kita di sini ada lima ruangan. Dari masing-masing ruangan kita nggak ada konsep khusus sih. Empat ruangan kita mix karya seni dari 15 seniman. Cuma ruangan di outdoor area ini sedikit unik, konsepnya kaya kamar kost dan lebih menjurus ke beberapa kategori karya,” ujar Icha.

Nyaman Gallery menyimpan ratusan karya, baik itu original artwork atau limited art print. Tak salah jika Nyaman Gallery menjadi galeri seni terbesar di area Seminyak, Bali.

Menurut Icha Nyaman Gallery sip banget untuk para pecinta seni karena tak hanya menyajikan karya seni, tapi traveler bisa menjelajahi barang-barang vintage untuk dekorasi seni.

“Nyaman Gallery ini galeri terbesar di area Seminyak, jadi para pecinta seni wajib coba ke sini. Karya yang kita sajikan cukup beragam. Ada beberapa teknik dan media karya seni, kita juga sajikan dekorasi seni yang vintage,” ujar dia.

Meskipun merupakan gallery komersil, Nyaman Gallery tak mewajibkan setiap pengunjung untuk membeli karya seninya. Bahkan, galeri satu ini tak mengenakan biaya tiket masuk, alias gratis. So, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk berakhir pekan. Seperti single terbaru Maliq & D’Essentials, di sini traveler yang datang bersama pasangan bisa semakin romantis.


Tak perlu khawatir, meskipun tak dipungut biaya, traveler akan tetap ditemani oleh staf galeri untuk melakukan gallery tour. Jika penasaran dengan setiap seniman, traveler bisa menemukan beberapa print katalog dari masing-masing seniman.

Icha menuturkan tak jarang pengunjung yang datang juga menghabiskan waktunya untuk berfoto dan berburu spot foto estetik di Nyaman Gallery. Pengunjung juga banyak yang memboyong karya seni dari Nyaman Gallery sebagai buah tangan.

Nyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di BaliNyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Banyak sih pengunjung yang membeli karya seni di Nyaman Gallery, baik itu original artwork maupun limited art print. Ada juga yang suka membeli dekorasi seni untuk dijadikan oleh-oleh,” kata Icha.

Uniknya, jika traveler sudah lelah berkeliling galeri. Nyaman Gallery juga memiliki cafe estetik yang sip untuk ngopi. Seluruh informasi terkait aktivitas di Nyaman Galler bisa traveler simak di akun Instagram @nyamangallery.

Gallery yang satu ini berlokasi di area Seminyak, tepatnya di Jalan Raya Basangkasa No.88, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Nyaman Gallery buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 21.00 WITA. Setiap harinya gallery ini bisa dikunjungi puluhan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bagi traveler pecinta seni yang mau cari surganya karya seni kontemporer, Nyaman Gallery jadi pilihan yang oke untuk dikunjungi. Nggak cuma melihat karya seni, traveler bisa santai sambil ngopi dan berfoto di setiap sudut galeri yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Historis di Menteng, dari Taman Suropati sampai Sekolah Obama



Jakarta

Menteng menjadi tempat tinggal para pejabat penting, baik dalam hingga luar negeri sejak zaman dulu. Berikut tujuh jejaknya.

Karena itu pula hingga kini kawasan Menteng sering disebut sebagai kawasan elit. Terletak di jantung Jakarta, kini Menteng menjadi tempat tinggal para petinggi perusahaan di Indonesia, kedutaan luar negeri, hingga para artis.

Cindy, pemandu dari Jakarta Good Guide, menyebut dulu kawasan Menteng adalah sebuah hutan yang dikelilingi oleh perbukitan cantik. Tanah yang subur membuat banyak pepohonan tumbuh di sana.


Salah satu pohon yang banyak tumbuh di kawasan ini adalah Pohon Buah Menteng. Pohon itulah yang menjadi asal-muasal nama daerah tersebut. Sayangnya, saat ini buah mirip duku itu semakin langka.

Hanya dalam musim tertentu buah menteng bisa ditemukan di sekitar Stasiun Bogor dengan harga Rp 25 ribu per kilo.

Pembangunan di Jakarta semakin masif dijalankan, namun tidak membuat Menteng kehilangan banyak sejaha yang menarik untuk ditelusuri.

Mulai dari Sukarno hingga Barack Obama pernah mengukir cerita di kawasan ini. Bersama Jakarta Good Guide, detikTravel menjelajahi Menteng pada Rabu (13/3/24) petang.

Berikut tempat-tempat bersejarah di Menteng:

1. Taman Suropati

Sejak diambil alih oleh Belanda pada 1912, Belanda banyak membangun rumah-rumah yang dikhususkan untuk menjadi tempat tinggal pegawai pemerintahan Belanda di Menteng.

Saat itu, Netherlanders selalu membuat satu taman besar di bagian tengah-tengah suatu cluster untuk bersosialisasi dan melakukan piknik. Akhirnya pada masa pemerintahan GJ Bisschop terciptalah taman yang saat itu bernama Burgemeester Bisschopplein.

Setelah Indonesia merdeka, taman tersebut berganti nama menjadi Taman Suropati yang diambil dari nama seorang pahlawan yang berjasa menentang VOC, Untung Suropati.

Kini, taman tersebut telah direvitalisasi menjadi semakin cantik dan asri lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang. Taman Suropati juga terpilih menjadi tempat peletakan 6 monumen persahabatan ASEAN. Taman ini masih menjadi taman kota favorit warga Jakarta untuk beraktivitas di akhir pekan.

2. Taman Diponegoro

Tepat di depan Taman Suropati, terdapat sebuah taman warna warni yang mencuri perhatian. Taman ini dirancang sebagai penghias Jalan Diponegoro, sehingga tidak ditemukan tempat duduk untuk bersantai di sana.

Meskipun begitu, tak sedikit orang yang mampir untuk memotret beberapa gambar disana. Taman tematik dengan tumbuhan warna-warni yang disusun berpola ini memiliki ciri khas Patung Diponegoro dan kudanya yang dikelilingi air mancur.

Patung tersebut merupakan karya seniman ternama Edhi Sunarso yang dipesan langsung oleh Duta Besar Italia. Ia memberikan patung tersebut sebagai hadiah sebelum kembali ke Italia pada tahun 1960-an.

3. Gedung Bappenas

Gedung ini dulu digunakan sebagai tempat pertemuan Freemasonry. Freemasonry adalah suatu asosiasi perkumpulan orang kaya yang sangat tertutup.

Sangat sulit mencari info pasti terkait asosiasi tersebut, hingga banyak orang menganggap asosiasi tersebut sangat misterius. Konon saat pertama berdiri asosiasi tersebut beranggotakan para pekerja di bidang developer, hal tersebut yang membuat adanya unsur Jangka dan Busur pada logo Freemasonry.

Saint Jonathan merupakan pelindung dari Freemasonry. Pengucapannya yang menyerupai kata syaitan dan keanggotaannya yang misterius membuat asosiasi ini sering disebut sebagai ‘Loji Setan’. Meskipun begitu, freemasonry memiliki banyak kegiatan sosial yang bertujuan menyejahterakan sesama.

Menurut informasi yang didapatkan, Raden Saleh dan Suwiryo adalah orang Indonesia yang pernah tergabung dalam asosiasi tersebut. Freemasonry akhirnya dibubarkan oleh Sukarno saat masa pemerintahannya. Akhirnya gedung tersebut dialihfungsikan menjadi Gedung Bappenas.

4. GPIB Jemaat Paulus

Dulu gereja ini adalah salah satu gereja yang melayani umat-umat Belanda dengan Bahasa Belanda.

Bangunan gereja ini cukup unik dengan atap tinggi dan satu buah menara lengkap dengan simbol ayam pada bagian atasnya. Itu menceritakan salah satu kisah di Alkitab, yang bermakna bahwa setiap manusia bisa berbuat salah, dan tidak ada manusia yang sempurna.

5. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Sebelum difungsikan menjadi museum, bangunan ini merupakan tempat tinggal dari Laksamana Maeda salah satu personel militer Jepang yang meminjamkan rumahnya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi. Hal itu bisa terjadi berkat negosiasi Ahmad Subarjo yang merupakan translator Laksamana Maeda sekaligus Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.

Pada museum ini lengkap tersimpan bukti sejarah dilengkapi diorama proses perumusan naskah proklamasi yang dapat traveler kunjungi secara gratis.

6. SDN Menteng 01

Sekilas tak ada yang spesial dari sekolah negeri ini. Bangunannya pun tak jauh berbeda dengan sekolah negeri lainnya. Namun ternyata sekolah dasar negeri ini merupakan tempat Barry Soetoro atau biasa dikenal dengan Barack Obama menuntut ilmu.

Presiden ke-44 Amerika Serikat ini pernah menetap selama 4 tahun di Indonesia saat Endunham sang Ibu menikah dengan Lolo Soetoro seorang topograf yang merupakan warga negara Indonesia.

7. Taman Menteng

Taman ini merupakan tempat cikal bakal terbentuknya klub bola Jakarta, Persija. Saat zaman penjajahan Belanda, terdapat suatu stadion yang kerap digunakan untuk olahraga sepak bola. Namun saat itu pribumi tidak diperkenankan bergabung di lapangan tersebut.

Melihat kejadian itu M.H Thamrin tergerak dan akhirnya Taman Menteng ini diubah menjadi Stadion Menteng sebagai tempat pelatihan sepak bola khusus pribumi hingga akhirnya pindah ke Lapangan Petojo yang saat ini dikenal dengan Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ).

Pada tahun 2004 terciptalah rencana untuk mengubah Stadion Menteng menjadi sebuah taman karena kurangnya lahan terbuka hijau. Hingga kini Taman Menteng masih menjadi sarana berolahraga masyarakat Jakarta.

Di taman ini juga disimpan Monumen Tugu 66. Tugu itu direlokasi pada 5 Oktober 1922 karena visual tugu itu terhalang setelah proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said selesai dibangun. Proses pemindahan sendiri dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta sesuai prosedur berlaku.

Pada pengamatan detikTravel Rabu (13/3) pukul 16.00 WIB terlihat beberapa anak-anak bermain basket dan sepatu roda di sana. Bahkan, ada beberapa bule dan anaknya sedang beraktivitas di Taman Menteng sore itu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ngabuburit di TIM Bisa Mampir ke Masjid Amir Hamzah yang Estetik



Jakarta

Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah taman modern yang kerap menjadi spot muda-mudi nongkrong pun ngabuburit di kala ramadan. Ke sini, traveler jangan lupa singgah ke Masjid Amir Hamzah.

Kawasan TIM kini digandrungi oleh banyak muda-mudi sekitar Jakarta. Itu karena lokasinya yang cukup luas, memiliki berbagai bangunan yang futuristik, hingga berbagai fasilitas. Tempat ini kerap digunakan bagi muda-mudi untuk berkegiatan seni, olahraga, hingga membaca.

Bagi yang ngabuburit di sini, tak afdol juga rasanya jika tak singgah ke Masjid Amir Hamzah yang memiliki rupa industrial minimalis. Tempat ini juga bisa menjadi spot ngadem atau menenangkan diri di tengah hiruk pikuk perkotaan. Pasalnya, suasana masjid di sini cukup sunyi karena letaknya di bagian belakang area TIM.


Berkunjung ke sini, traveler akan disuguhi area yang cukup adem dengan rimbun pepohonan. Kemudian, traveler akan menemui rupa bangunan masjid yang begitu estetik. Jika tidak ada atribut atau penanda masjid, mungkin saja banyak orang mengira ini sebagai tempat nongkrong.

Masjid Amir HamzahMasjid Amir Hamzah. (Weka Kanaka/detikcom)

Bangunan dengan aksen kaca besar di segala sisi khas masjid dipadukan dengan ornamen lantai kayu dan atap dengan desain industrial. Di dalamnya, masjid memperoleh cahaya dari desain atap yang futuristik dengan celah-celah kaca. Selain itu, masjid ini dikelilingi oleh kolam ikan. Sehingga, nongkrong di tepian masjid sambil memandangi kolam menjadi aktivitas yang dapat menenangkan diri.

Konsep modern namun tak biasa ini membuat banyak orang kerap tak menyadari keberadaan masjid ini.

“Banyak yang bertanya-tanya, ada yang sudah ke sini, masih ada yang nanya masjidnya di mana. Karena normalnya masjid berkubah,” kata DKM Masjid Amir Hamzah, Edy Junaedi, saat ditemui detikTravel pada momen Ramadan tahun lalu.

Sejarah masjid, berpindah-pindah dan sempat di bawah tanah

Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) belum diresmikan secara formal namun mulai dibuka untuk umum beberapa waktu lalu. Pembangunan dengan merobohkan bangunan lama dan hanya menyisakan Teater Kecil serta sedikit bangunan planetarium. Arsitek membangun ulang dengan gaya kontemporer melalui pendekatan industrial yang lagi hits dan mewabah di berbagai ruang publik lain. Hasilnya, kawasan TIM versi baru mengundang decak kagum akan visi dan narasi yang dibawakan. Pun demikian, sebagai sebuah ide, karya ini memantik diskusi dan juga kritik. Setidaknya, bagi pengkritiknya, desain baru TIM kurang merespon iklim tropis yang memerlukan resapan air dan pepohonan di mana-mana, menghindari beton ekspose yang bikin gerah, dan biaya perawatan yang tak sedikit.Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM). (Ari Saputra)

Kini, Masjid Amir Hamzah memang telah berdiri dengan estetik. Masjid ini memiliki sejarah cukup panjang dengan lokasi yang kerap berpindah lokasi. Bahkan, suatu waktu masjid ini sempat berada di basement bawah tanah.

Pada awalnya masjid ini berposisi di tempat yang berada sekarang. Sebelum akhirnya mesti dibongkar dan direlokasi karena adanya proses perluasan kampus Institute Kesenian Jakarta (IKJ) yang berada tepat di sebelahnya.

“Pada tahun 2013, itu ada niat buat revitalisasi karena ada perluasan dari kampus, jadi Masjid Amir Hamzah untuk sementara dibongkar dulu, direvitalisasi, direlokasi ke basement,” kata Edy.

Empat tahun lamanya masjid ini berada di basement, kemudian pindah di samping planetarium selama tiga tahun. Tak berhenti di situ, pada tahun 2017, Masjid Amir Hamzah mesti kembali ke basement hingga akhirnya berada di tempat saat ini.

“Hampir 4 tahun kita pindah di basement, setelah 4 tahun ini kita dipindah ke samping Planetarium itu hampir 3 tahun. Dan, pada 2017 dibongkar lagi kita pindah ke basement lagi,” katanya.

Hingga akhirnya, setelah proses revitalisasi di TIM rampung, begitu pula proses revitalisasi Masjid Amir Hamzah diselesaikan. Tepatnya pada tahun 2019, masjid ini kembali ke posisi asalnya dia berdiri.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com