Category Archives: Domestik

Ragunan Punya 2000 Lebih Satwa, Pengunjung Dilarang Beri Makan!



Jakarta

Taman Margasatwa Ragunan memiliki peraturan yang bisa jadi tidak banyak diketahui traveler. Pengunjung dilarang memberi makan satwa.

Libur menjadi waktu yang pas untuk melakukan refreshing, terutama momen yang pas untuk melakukan liburan. Taman Margasatwa Ragunan bisa menjadi solusi yang cermat untuk menghabiskan masa-masa itu dengan orang tercinta karena murah dan bisa jadi ajang edukasi untuk anak-anak.

Kebun binatang yang masuk dalam organisasi WAZA (World Association Zoo and Aquarium) itu memiliki lebih dari 2000 koleksi satwa, mulai dari satwa dalam negeri hingga mancanegara.


“Totally ada lebih dari 2000 satwa, ada (satwa) yang dari luar negeri ada juga yang dari Indonesia, mayoritas dari Indonesia sih,” kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, kepada detikTravel, Sabtu (4/5/2024).

Dari banyaknya satwa yang dirawat di kebun binatang ini terdapat treatment khusus untuk setiap satwa yang ada, mulai dari pemberian pakan yang berbeda hingga pengelolaan kandang yang rutin dibersihkan setiap harinya. Bambang sapaan akrabnya juga menyampaikan untuk pemberian pakan hanya boleh dilakukan oleh petugas.

“Justru pengunjung tidak boleh memberi makan, itu kalau ketahuan petugas langsung kena tegur itu karena tidak boleh. Bahkan, kita iimbau tidak boleh memberi makanan karena itu merupakan bentuk kesalahan pemahaman dari masyarakat bahwa pemberian makan itu merupakan ekspresi rasa sayang terhadap satwa,” dia menambahkan.

Kesalahpahaman yang terjadi dibenak pengunjung ini tentunya bukan menjadi hal yang positif, malah bisa menjadi petaka bagi si satwa. Bambang melanjutkan kalau setiap satwa yang ada di sini memiliki pakan yang berbeda-beda, tak bisa pengunjung asal lempar makan ke dalam kandang.

Ia mencontohkan seperti pakan untuk primata yang ada di Taman Margasatwa Ragunan, asumsi pengunjung semua primat memakan pisang. Namun hal itu dijelaskan oleh Bambang bahwa tidak semua primata memakan pisang.

“Jangan dianggap kalau primata atau monyet makanannya pisang, nggak juga. Beberapa primata kita pemakan sayuran dan daun-daunan sekitar 80%, jadi tidak sama sekali makan buah-buahan. Bisa jadi asumsi itu bisa membuat hewan jadi celaka, makanya kita tidak memperbolehkan pengunjung ngasih makan dalam bentuk apapun,” dia menambahkan.

Dari semua semua koleksi satwa yang terdapat di kebun binatang ini, ada salah satu satwa yang unik yang pengelola datangkan untuk hadir di Ragunan, yakni Gorila. Gorilla tersebut hasil peminjam dari kebun binatang di Inggris dan Gorila tersebut sudah ada sejak 2022 lalu.

Bambang pun menjelaskan bagaimana sistem pertukaran satwa atau peminjaman satwa antar kebun binatang. Bridge loan jadi cara untuk melakukan pertukaran satwa sesuai kebutuhan dan jangka waktu peminjaman biasanya berdurasi lima tahun dengan kemungkinan masa perpanjangan.

“Perutakaran satwa itu ada sistem yang bernama bridge loan, contohnya gorilla kita itu tukar pinjam. Jadi kita dipenjemin gorila dari kebun binatang di Inggris dan kita kasih tukar dengan beberapa satwa sesuai dengan kesepakatan,” kata dia.

“Biasanya sih lima tahun dan bisa diperpanjang lagi, nyatanya peminjaman gorila ini diperpanjang terus. Artinya merek percaya dengan kita. Gorila ini sudah ada sejak 2022 dan peminjamnya percaya bahwa kita bisa mengelolanya jadi tidak ditarik lagi oleh pemiliknya karena kita bisa merawat gorilla tersebut,” dia menambahkan.

Adapun cara tukar lain seperti banyaknya populasi satwa di negara tertentu dengan satwa yang populasinya banyak di Indonesia, dan kedua kebun binatang ini saling membutuhkan satwa terkait.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Stadion Clairefontaine, Destinasi Playoff Indonesia Vs Guinea



Jakarta

Indonesia masih berpeluang untuk melaju ke Olimpiade meski harus menghadapi lawan berat di playoff, yakni Guinea. Duel kontra wakil Afrika itu bertempat di Clairefontaine, pusat latihan Timnas Prancis, pada 9 Mei mendatang.

Guinea sebagai calon lawan juga gagal dalam perebutan tempat ketiga Piala Afrika U-23 kontra Mali tahun lalu. Pemenang partai ini akan gabung ke Grup A cabor sepakbola pria Olimpiade 2024 bersama Prancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru.

Jadi, Clairefontaine yang merupakan markas latihan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Destinasi ini merupakan tempat di mana FFF membesarkan dan mengasah pemain.


Di stadion tersebut tercatat sebagai tempat ‘lahir’ pemain hebat Prancis, mulai dari Thierry Henry, Nicolas Anelka hingga kini Kylian Mbappe.

Clairefontaine merupakan tempat latihan FFF yang terletak di utara Prancis, pinggiran kota dekat Paris. Berdiri di tanah seluas 55 hektare, Clairefontaine menjadi tempat para bintang Les Bleus mengasah kemampuannya hingga menjadi juara dunia.

Sejarah Stadion Clairefontaine

Mengutip CNN Indonesia, mulai dibangun pada 1985, Stadion Clairefontaine untuk kali pertama digunakan sebagai markas latihan timnas Prancis pada 1988. Clairefontaine dilengkapi fasilitas latihan dan akomodasi untuk pemain dengan kualitas terbaik di dunia.

Selain sebagai markas timnas Prancis, Clairefontaine juga menjadi tempat FFF membina pemain usia dini mulai dari 13 tahun. Akademi FFF telah melahirkan banyak pemain hebat.

Selain Henry, Anelka, dan Mbappe, sejumlah pemain tenar Prancis yang besar di Clairefontaine adalah William Gallas, Hatem Ben Arfa, Louis Saha hingga Blaise Matuidi.

Dikutip dari These Football Times, FFF melatih semua kelompok umur di Stadion Clairefontaine dengan formasi 4-3-3 karena dirasa paling fleksibel dan paling banyak ruang.

Pekan depan, tepatnya 9 Mei 2024, Clairefontaine bisa menjadi tempat bersejarah bagi Timnas Indonesia U-23. Clairefontaine akan menjadi lokasi pertandingan Indonesia vs Guinea yang merupakan laga playoff untuk memperebutkan tiket terakhir lolos ke Olimpiade 2024.

Timnas Indonesia U-23, yang memburu tiket ke Olimpiade untuk kali pertama sejak 1956, harus melawan Guinea dalam playoff AFC-CAF setelah kalah dari Irak pada perebutan peringkat tiga Piala Asia U-23 2024, Kamis (2/5).

Pelatih Indonesia, Shin Tae Yong, mengatakan Tim Garuda Muda masih optimistis bisa menang melawan Guinea dan lolos ke Olimpiade 2024.

“Tentu para pemain tampak lelah dan kehabisan stamina, saya berpikir selama 2-3 hari ke depan mereka akan fokus untuk pemulihan. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memanfaatkan peluang yang ada dan membawa tim ini mengamankan tempat di Olimpiade,” kata STY.

(msl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Lapangan Banteng, Landmark Bersejarah di Jakarta yang Nggak Ada Bantengnya


Jakarta

Lapangan Banteng adalah area landmark (penanda) yang terletak di lokasi strategis Jakarta. Meski punya nama Lapangan Banteng, tidak ada monumen atau penanda lain yang berwujud banteng.

Berlokasi tidak jauh dari Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan fasilitas strategis pemerintahan, Lapangan Banteng adalah area terbuka umum. Tempat ini menjadi spot rekreasi dan olahraga bagi warga Jabodetabek saat libur.

Sejak direvitalisasi pada 2018, tampilan dan fasilitas di Lapangan Banteng makin menarik minat masyarakat. Mau tahu selengkapnya tentang Lapangan Banteng? Berikut informasinya.


Jam Buka, Lokasi, dan Tiket Masuk Lapangan Banteng

Dikutip dari akun Instagram resmi Lapangan Banteng, berikut informasi terkait jam buka, lokasi, dan HTM Lapangan Banteng:

  • Jam buka: 06.00-20.00 WIB (weekday) dan 06.00-21.00 (weekend).
  • Lokasi: Jl. Banteng Barat, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
  • Harga tiket masuk: Pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke Taman Lapangan Banteng alias gratis.

Jadwal Pertunjukan Air Mancur di Lapangan Banteng

Salah satu daya tarik dari Taman Lapangan Banteng adalah pertunjukan air mancurnya. Sebagai tambahan informasi, pertunjukan air mancur ini hanya diadakan di hari Sabtu dan Minggu saja. Biar nggak kelewatan, pastikan Detikers datang di jam-jam berikut ini:

  • Sesi 1: 18.30 WIB.
  • Sesi 2: 19.30 WIB.

Fasilitas di Lapangan Banteng

Sebagai situs sejarah sekaligus ruang terbuka umum, Lapangan Banteng merupakan spot yang cocok untuk rekreasi dan wisata edukasi. Di area Lapangan Banteng yang luas, pengunjung bisa berolahraga, bermain, berkeliling melihat monumen pembebasan Irian Barat, atau sekadar nongkrong menikmati suasana taman.

Fasilitas di Lapangan Banteng cukup lengkap, mulai dari mushola, toilet, sentra umkm, sampai amphitheater. Taman ini juga kids friendly karena terdapat area bermain anak.

Bagi Detikers pengguna transportasi umum, berikut rute ke Lapangan Banteng yang bisa ditempuh via KRL, MRT, dan Transjakarta:

1. Rute KRL

Pengunjung yang menggunakan moda transportasi KRL bisa turun di Stasiun Juanda. Setelah itu, lanjut berjalan kaki sekitar 750 m dengan Waktu tempuh 10 menit atau bisa naik transportasi ojek online dengan Waktu tempuh kurang lebih 4 menit.

2. Rute MRT

Pengunjung yang menggunakan MRT bisa turun di Stasiun Bundaran HI. Kemudian, lanjut dengan menaiki transportasi ojek online sejauh 5 km dengan Waktu tempuh sekitar 13 menit.

3. Rute Transjakarta

Apabila menggunakan alternatif transportasi Transjakarta, pengunjung bisa menjajal Transjakarta koridor 6H (Senen-Lebak Bulus) atau koridor 1P (Blok M-Senen) dengan pemberhentian di halte Lapangan Banteng. Setelah itu, pengunjung tinggal berjalan kaki sampai ke Lapangan Banteng.

Sejarah Lapangan Banteng

Lapangan Banteng merupakan situs bersejarah yang telah ada sejak zaman kolonial. Seperti ditulis Detik News, lapangan ini adalah simbol kemenangan Belanda di pertempuran di Waterloo, Belgia, Sehingga awalnya dinamakan Waterlooplein.

Area ini juga pernah disebut lapangan singa karena ada patung hewan tersebut tepat di tengah lapangan. Memasuki era kemerdekaan Indonesia, Presiden Ir Soekarno mengganti nama lapangan singa menjadi lapangan banteng.

Hewan banteng dianggap lebih cocok dengan karakter masyarakat Indonesia. Bersamaan dengan pergantian nama, Ir Soekarno membangun tugu peringatan pembebasan Irian Barat menggantikan tugu singa yang sudah berdiri sebelumnya.

Detikers yang tertarik mengunjungi Lapangan Banteng, sebaiknya datang di akhir pekan saat sore hari. Kunjungan di waktu ini memungkinkan detikers menyaksikan pertunjukan air terjun.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket Ocean Dream Samudra Ancol Mei 2024 Reguler dan Annual


Jakarta

Ancol dengan berbagai spot rekreasinya tak pernah sepi pengunjung, terutama menjelang musim liburan sekolah. Selain tempat wisata populer seperti pantai Ancol atau Dufan, ada lagi satu sarana rekreasi menarik yang layak dikunjungi, yaitu Ocean Dream Samudra Ancol.

Di Ocean Dream Samudra Ancol, pengunjung bisa merasakan pengalaman rekreasi sambil berinteraksi dan berkenalan dengan aneka satwa laut. Tertarik mengunjungi Ocean Dream? Yuk, simak informasi lengkapnya di Bawah ini.

Mengenal Ocean Dream Samudra Ancol

Mengutip dari situs resmi Ancol, objek wisata Ocean Dream Samudra Ancol diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada Juni 1974 silam. Taman hiburan berkonsep edutainment ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang potensi fauna laut.


Ocean Dream Samudra Ancol merupakan unit oceanarium terbesar yang sekaligus menjadi pusat studi konservasi lumba-lumba paling lengkap. Spot rekreasi ini menyuguhkan pentas lumba-lumba, pentas aneka satwa, peragaan satwa, pentas singa laut, akuarium ikan laut dan tawar serta taman habitat beraneka spesies burung.

Jam Buka, Lokasi, dan HTM Ocean Dream Samudra Ancol

Berikut informasi terkait jam operasional, lokasi, dan tiket Ocean Dream Samudra Ancol yang dirangkum dari situs resmi Ancol:

  • Jam buka: 10.00-16.30 WIB
  • Lokasi: Jl. Lodan Timur Raya No. 7, Pademangan, Jakarta Utara
  • Harga tiket masuk: Ocean Dream Samudra Ancol menawarkan opsi bundling tiket yang bisa dipilih dengan rincian Harga sebagai berikut:

1. Reguler Samudra + Ancol: Rp 130.000

2. Reguler Samudra (belum termasuk tiket Ancol): Rp 105.000

3. Reguler Samudra + Sea World + Jakarta Bird Land: Rp 210.000

4. Reguler Samudra + Sea World: Rp 180.000

5. Reguler Samudra (Bonus Jakarta Bird Land): Rp 160.000

6. Annual Pass Samudra (Ecard):Rp 200.000

7. Annual Pass Bundling Samudra (Ecard) + Sea World: Rp 310.000.

Harga tiket bisa berubah tiap saat bergantung pada kebijakan pengelola tempat wisata. Karena itu, pengunjung wajib update info lebih dulu jika ingin berwisata di hari kerja atau libur.

Termasuk jika ingin harga paket atau hanya berkunjung ke Ocean Drama. Harga tiket Ocean Dream Samudra Ancol juga bisa berubah jika membeli di situs traveling, Ancol, dan on the spot.

Jadwal Pertunjukan di Ocean Dream Samudra Ancol

Kalau berkunjung ke Ocean Dream Samudra Ancol, jangan lupa sempatkan untuk menikmati beragam atraksi pertunjukan Bersama teman dan keluarga. Apa saja pertunjukan yang ditawarkan? Yuk, intip jadwal pertunjukannya berikut ini:

1. Weekday (Senin-Jumat)

  • Penguin Education: 09.45 dan 13.15 WIB
  • Dolphin Adventures: 11:45 dan 15.30 WIB
  • Mermaid Show: 10.15 dan 13.45 WIB
  • Sea Lion and Friends: 11.00 dan 14.15 WIB
  • Cinema 5D: 09.15-12.30 WIB dan 14.00-15.45 WIB.

2. Weekend (Sabtu, Minggu, dan Tanggal Merah)

  • Penguin Education: 09.30, 11.30, dan 14.15 WIB
  • Dolphin Adventures: 11.00, 13.30, dan 16.00 WIB
  • Mermaid Show: 09.45, 12.00, dan 14.30 WIB
  • Sea Lion and Friends: 10.15, 12.30, dan 15.15 WIB
  • Cinema 5D: 10.30, 11.30, 13.45, dan 15.00 WIB.

Wahana di Ocean Dream Samudra Ancol

Selain menikmati atraksi pertunjukan satwa, Detikers juga bisa mengajak si kecil untuk mencoba sejumlah wahana permainan seru dan interaktif yang terdapat di Ocean Dream Samudra.

1. Mola-mola

Bukan cuma Dufan yang mempunyai wahana pemacu adrenalin, di Ocean Dream pun juga ada, lho! Nama wahana tersebut adalah wahana Mola-mola. Di wahana ini, pengunjung akan diajak naik turun dan berputar-putar sampai 360 derajat. Wahana menantang ini dijamin bikin ingin naik lagi.

2. Ubur-ubur

Wahana permainan satu ini dulunya dikenal sebagai wahana Balloon Race, sebelum kemudian berganti nama menjadi Ubur-ubur. Wahana ubur-ubur ini berbentuk balon Udara yang akan mengajak kamu sekeluarga berputar searah jarum jam bagaikan naik balon Udara sungguhan.

3. Karousel

Wahana permainan Karousel pastinya sangat digemari oleh anak-anak. Berbeda dengan karousel pada umumnya yang berbentuk kuda, wahana karousel di Ocean Dream dimodifikasi menjadi bentuk kuda laut, kerang, lumba-lumba, dan burung unta yang lucu. Si kecil dijamin hepi deh kalau diajak naik wahana permainan ini.

4. Istana Penguin

Istana Penguin di Ocean Dream Samudra Ancol merupakan rumah bagi spesies penguin Humboldt asal Amerika Selatan. Di Istana Penguin, pengunjung tentunya diperbolehkan untuk berinteraksi dan memberi makan fauna menggemaskan ini. Sebagai fauna akuatik, Penguin Humboldt senang diberi makan ikan teri, sarden, dan cumi-cumi.

5. Pertunjukan Lumba-lumba

Selain melihat penguin, Ocean Dream juga menyajikan atraksi pertunjukan lumba-lumba spektakuler yang tidak boleh dilewatkan. Dengan menggunakan teknologi led layar lebar, pertunjukan lumba-lumba ini diadakan dengan tujuan untuk menghibur sekaligus mengedukasi pengunjung tentang fauna lumba-lumba.

6. Boto-boto

Salah satu dari tiga wahana permainan seru yang bisa dinaiki anak-anak di Ocean Dream yaitu wahana Boto-boto. Wahana Boto-boto merupakan permainan berbentuk pesawat terbang yang akan membawa kamu berputar-putar selama menaikinya.

7. Laga Logon

Terakhir, ada wahana permainan Laga Logon yang merupakan permainan balap-balapan mobil. Wahana ini akan semakin seru apabila kamu bermain ramai-ramai bersama teman. Jangan lupa eratkan sabuk pengaman sebelum mulai bermain ya.

Nah, itu dia informasi mengenai taman hiburan Ocean Dream Samudra Park. Mengingat lokasi Ocean Dream yang berada di dalam area Ancol, pastikan kamu sudah mengantongi tiket masuk ke Ancol sebelum berkunjung ya.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Nyaman Gallery, Pas buat Kerja, Pas buat Cuci Mata



Jakarta

Traveler pecinta seni bisa memasukkan kafe ini dalam daftar kafe wajib dikunjungi. Suasananya relatif sepi, di sini juga mempunyai koleksi karya seni.

Namanya Nyaman Cafe di daerah Seminyak, Bali. Kafe ini memiliki ratusan karya seni kontemporer dari 15 seniman lokal hingga mancanegara. Di sini traveler bisa menemukan berbagai karya seni berkonsep street art hingga mix media kolase. Selain itu, ada pula dekorasi vintage yang bikin makin betah.

Nyaman Gallery memiliki lima ruangan yang siap dijelajahi, dengan konsepnya yang unik, estetik, dan tentunya instagramable. Bahkan, setelah duduk, pengunjung bakal disuguhi gambar-gambar yang terselip di bawah meja kaca.

Icha, gallery staf Nyaman Gallery, menyebut tak hanya ngopi cantik di areal kafe, pengunjung juga bisa menikmati kopi sembari melihat-lihat karya seni yang ada di Nyaman Gallery.

“Kita punya kafe, jadi pengunjung bisa pesan makanan dan minuman. Mau nongkrong di areal outdoor sambil bawa kopi dari cafe juga boleh banget. Jadi bisa ngopi cantik sambil liat karya seni juga,” kata Icha.

Nyaman Cafe di Seminyak, BaliNyaman Cafe di Seminyak, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)
Nyaman Cafe di Seminyak, BaliNyaman Cafe di Seminyak, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nyaman Cafe menyediakan berbagai macam menu, baik itu lokal maupun western, tentu dengan harga yang terjangkau. Menu favorit yang perlu dicoba adalah chicken teriyaki, chicken kemangi, dan mini croissant sebagai makanan penutup.

Untuk minuman, traveler bisa memiliki menu coffee maupun non coffee. Seperti milkshake, beer, smoothies, juices, coffee and tea. Harga menu di Nyaman Cafe berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 140 ribu untuk makanan dan Rp 25 ribu hingga Rp 55 ribu untuk minuman.


Nyaman Cafe buka setiap hari, mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WITA.

Mau berkunjung ke galeri seni yang punya paket lengkap? Wajib coba ke Nyaman Gallery, bisa langsung ngopi cantik di Nyaman Cafe. Catat dulu, traveling kemudian!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

‘Menara Eiffel’ dari Sumedang, Destinasi Baru di Kota Tahu



Sumedang

Ada destinasi wisata baru di Kota Tahu Sumedang. Destinasi itu adalah ‘Menara Eiffel’ ala kota Paris. Seperti apa wujudnya?

Berbicara objek wisata di Kabupaten Sumedang tentu tidak akan ada habisnya. Terbaru, landmark yang menjadi ikonik dunia tak lain yakni menara Eiffel telah mejeng di kota ini.

Menara Eiffel tersebut berdiri dengan kokoh di objek wisata Tanjung Duriat yang berada di Desa Pejagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jelas berbeda dengan menara Eiffel asli, di sini menara Eiffel dikonsep berwarna merah serta ukuran yang lebih kecil.


Hadirnya menara Eiffel ini tentu menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Sebab, tak lain dan tak bukan wisatawan dapat berswafoto dengan berlatar belakang menara yang memiliki tinggi sekitar 15-20 meteran itu.

Salah satu wisatawan asal Sumedang, Nana (34), mengaku menikmati dengan adanya konsep bangunan dari menara Eiffel. Ia yang datang bersama dengan keluarganya langsung bergegas mengabadikan momen dengan background menara Eiffel.

“Sebelumnya udah pernah ke sini cuman kalau menara Eiffel ini baru pertama kali ngeliat, bagus sih konsepnya bisa foto-foto terus belakangnya ada menara Eiffel,” ujar Nana.

Nana mengatakan, meski berbeda dengan aslinya ia tetap merasakan keindahan yang berada di Objek Wisata Tanjung Duriat. Sebab, selain itu, ia bisa menikmati keindahan dari Waduk Jatigede.

“Ya biarpun bentuk dan tingginya jauh dari aslinya tapi masih keren lah, kalau ke Paris mah kan jauh banget sama mahal biayanya jadi boleh lah ini jadi alternatif,” katanya.

Sementara itu, menurut Manager Marketing Communication Tanjung Duriat, Karya Indra, konsep bangunan dari menara Eiffel baru dihadirkan saat momen libur lebaran 2024. Pihak pengelola tak ingin wisatawan yang datang terlihat bosan.

“Lebaran kemarin bisa dibilang peluncuran Red Eiffel atau Eiffel Merah, sebagai daya tarik baru di Tanjung Duriat,” kata Karya.

“Karena setiap tahun pengunjung selalu bertanya apa yang baru di tahun sekarang. Oleh karena itu kami menghadirkan salah satu ikon dunia yakni Menara Eiffel, kami sebut Red Eiffel,” ungkapnya.

Eiffel Merah sambung Karya, dengan latar belakang langsung perairan Jatigede, kata Karya, Eiffel Merah menjadi salah satu spot foto favorit saat lebaran kemarin.

“Sebetulnya konsep utamanya kami ingin ada spot yang dari atas untuk pengunjung bisa memfoto taman berbentuk hati. Warnanya merah mencolok, bisa dinaiki, dengan latar biru perairan Jatigede,” ucapnya.

Selain Eiffel Merah, daya tarik baru lainnya di Tanjung Duriat yakni kamera 360 derajat dan Giant Frame atau bingkai raksasa.

“Dengan 360 pengunjung bisa membuat video sudut pandang 360 derajat, seperti yang sedang ngetren sekarang,” pungkasnya.

Untuk bisa menikmati spot-spot yang berada di Objek Wisata dari Tanjung Duriat ini wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp 20 ribu saja untuk pintu masuk. Namun, untuk spot-spot tertentu wisatawan dikenakan tarif yang berbeda.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Fakta Jalan Braga, Kawasan Ikonik di Paris Van Java



Jakarta

Jalan Braga merupakan kawasan legendaris di Bandung. Kini, tiap akhir pekan Jalan Braga bebas kendaraan, dinamai Braga Beken.

Dibangun sejak zaman Hindia Belanda, Jalan Braga disebut sebagai saksi bisu perkembangan zaman. Jalan sepanjang 850 meter itu merupakan pusat perbelanjaan dan tempat berkumpul pada masa Hindia Belanda.

Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat komplek toko yang memiliki arsitektur kuno pada masa Hindia Belanda. Kini, di sepanjang Jalan Braga terdapat berbagai restoran, kafe, penginapan, hingga apotek, dan sejumlah kantor.


Jalan Braga juga masih menjadi salah satu jalur utama di jantung kota Bandung. Jalan itu padat dengan lalu lalang kendaraan dan para pejalan kaki, juga pedagang, serta mobil dan motor yang parkir.

Akhir pekan lalu, Jalan Braga memiliki wajah berbeda. Pemerintah Kota Bandung menjadikan Jalan Braga bebas kendaraan. Rencananya setiap Sabtu dan Minggu Jalan Braga bakal bebas kendaraan.

Berikut lima fakta tentang Jalan Braga:

1. Mulanya Disebut Pedatiweg

Jalan Braga dulu dikenal sebagai Pedatiweg merupakan jalur yang vital di masa kolonial Belanda. Mulanya merupakan jalan becek dan berlumpur yang kerap dilewati oleh pedati pengangkut kopi.

Nama Pedatiweg berasal dari kata “pedati,” sejenis kereta kuda yang banyak digunakan pada zaman itu dan “Weg” dalam bahasa Belanda bermakna “jalan”.

Baru sekitar tahun 1882, Pieter Sijthoff, asisten residen Bandung, mengubah nama Pedatiweg menjadi Bragaweg. Diambil dari nama seorang penulis drama Theofila Braga.

Para ahli sastra Sunda menyebut bahwa nama Braga merujuk pada kata “Baraga” yakni jalan di tepi sungai, dimana Jalan Braga memanglah terletak di tepi Sungai Cikapundung.

Penamaan Braga juga disebut-sebut berasal dari minuman keras khas Rumania yang sering disajikan di Societeit Concordia (sekarang Gedung Merdeka) di bagian selatan Bragaweg.

Dalam bahasa Sunda, nama Braga juga berasal dari kata “Ngabaraga” yang memiliki arti bergaya memamerkan tubuh, nampang, atau mejeng.

2. Dahulu Disebut “Jalan Culik”

Tak seperti sekarang, dahulu Jalan Braga dikenal sebagai jalan yang kecil dan sepi yang rentan terhadap aksi penculikan. Membuatnya kerap mendapat julukan “Jalan Culik”

Jalan Braga yang sepi membuat reputasinya sebagai tempat yang mengerikan di mana banyak orang terluka dan bahkan meninggal karena kegiatan kriminalitas. Jalan Braga menjadi tempat patroli tentara kolonial, yang mengakibatkan banyak pembantaian.

3. Asal Mula Julukan Kota Kembang

Meskipun Bandung juga terkenal dengan keberagaman taman bunganya, namun julukan “Kota Kembang” tidak berasal dari kesejukan bunga-bunga itu. Sebaliknya, julukan merupakan sebuah kiasan berkonotasi negatif di era Belanda.

Bersamaan dengan ramainya Jalan Braga sebagai tempat pertemuan para bangsawan, kehadiran hiburan malam di sudut remang-remang, membuatnya juga dikenal oleh turis mancanegara yang mencari wanita-wanita cantik di kota ini. Sejak saat itulah, Bandung dijuluki sebagai “Kota Kembang”.

Walau begitu, Jalan Braga tetap menjadi simbol sejarah dan budaya yang mencerminkan perubahan zaman dan peranannya dalam perkembangan kota Bandung.

Wisatawan kini dapat menjelajahi Jalan Braga untuk menikmati perpaduan antara sejarah dan gaya hidup kontemporer yang menarik.

4. Toko Senjata Api Jadi yang Pertama Berdiri di Jalan Braga

Bukan kafe atau toko pakaian, melainkan toko senjata api adalah toko pertama di Jalan Braga didirikan pada tahun 1894 oleh C.A. Hellerman. Selain menjual senjata api, toko tersebut juga menawarkan berbagai macam barang seperti sepeda, kereta kuda, dan melayani sebagai bengkel reparasi senjata api.

Namun, bangunan pertama tempat toko tersebut berdiri, yang sekarang dikenal sebagai bangunan tua nomor 51, telah runtuh dan ditinggalkan oleh pemiliknya.

5. Tempat Komersil dan Hiburan

Dalam e-book Mengembalikan Citra Kawasan Jalan Braga Bandung disebutkan pada 1910 Jalan Braga dirancang oleh pemerintahan kolonial menjadi pusat perbelanjaan bagi orang-orang Eropa di Hindia Belanda. Bahkan, kawasan ini disebut pula sebagai Het meest Europeesche Winkelstraat van Indië, atau kawasan pertokoan Eropa terkemuka di Hindia Belanda.

Jalan Braga kemudian ramai diisi oleh pengusaha Belanda dengan membangun toko, bar, hingga tempat hiburan. Tak hanya menjadi trendsetter mode pakaian, pada 1931 salah seorang anggota Komisi Loggemann, Ir. Thomas Karsten membuat Stadsvormings Ordonantie (SVO) memberi panduan perencanaan kota di Hindia Belanda.

Bersama sejumlah profesor lainnya, ada sejumlah hal yang ingin ditata dari kawasan Braga, antara lain: bangunan langsung berhadapan dengan tepi jalan, tanpa adanya halaman teras, antara satu bangunan dengan bangunan lainnya harus saling berdampingan, tanpa ada ruang kosong sedikit pun, ketinggian bangunan hanya 2 lantai, yakni lantai pertama untuk komersial dan halaman belakang dan lantai atas untuk hunian, dan bangunan harus memberi kesan yang selaras baik secara horizontal maupun vertikal.

Lantai pertama dilengkapi pintu masuk dan dinding kaca etalage. Jendela kaca boven-licht untuk penerangan ruang dalam yang dilengkapi lubang ventilasi alami, alias gesloten bebouwing.

6. Mati Suri

Masa kejayaan Braga tidak berlangsung terus-menerus. Jalan Braga mati suri akibat situasi politik dunia yang bergejolak di tahun 1942.

Yakni, saat Jepang memulai ‘kisah’-nya di Tanah Air, kawasan ini seperti ditinggalkan hanya meninggalkan jejak-jejak bangunan bergaya Indische Style saja.

7. Bangunan Bersejarah yang Tersisa

Braga kembali bangkit usai ditetapkan sebagai historical district oleh Pemerintah Kota Bandung lewat Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2009. Sejumlah bangunan kolonial masih tersisa.

Dari Jalan Asia-Afrika, terdapat Hotel Savoy Homann dan Gedung Merdeka yang menjadi saksi terjadinya Konferensi Asia-Afrika pertama di tahun 1955 silam. Lalu, ada pula Bioskop de Majestic dengan bentuk unik menyerupai kaleng biskuit. Serta, Sarinah Braga yang kini beralih fungsi menjadi tempat penginapan berkelas di Bandung.

Bergeser sedikit ke arah utara, terdapat Gedung Gas Negara hingga restoran Braga Permai eks Maison Bogerijen yang pernah menyajikan makanan istimewa bagi kaum Belanda. Terakhir, ada pula Gedung Bank Indonesia dan Gereja Katedral St. Petrus Bandung dengan menyimpan sejarah perkembangan umat Katolik di Kota Kembang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tiket Masuk dan Serba-serbi GWK Cultural Park



Badung

Berlibur ke Bali belum afdal jika tak berkunjung ke taman budaya yang satu ini; Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Begitu megah.

GWK Cultural Park merupakan sebuah taman budaya yang menjadi interpretasi atas kekayaan budaya Bali. Ta,an itu menjadi perwujudan berbagai wujud seni patung, ritual budaya, dan beragam pertunjukan seni khas Bali.

Nggak hanya menikmati keindahan arsitektur patung raksasa, traveler juga bisa menikmati pertunjukan seni budaya Bali.

Penasaran dengan daya tarik dan aktivitas menarik di GWK Cultural Park?

Berikut serba-serbi GWK Cultural Park:

Daya Tarik GWK Cultural Park

Sebagai salah satu destinasi budaya favorit wisatawan. GWK Cultural Park tentu memiliki banyak daya tarik yang mampu membuat setiap pengunjung merasakan keseruannya. Berikut beberapa daya tariknya.


1. Plaza Kura-kura

Plaza Kura-kura terletak diantara Street Theater dan Plaza Wisnu. Di sini traveler bisa menemukan sebuah kolam jernih dengan patung Dewi Laksmi. Jika diperhatikan lebih detail, pada dinding batu kapur di Plaza Kura-kura terdapat pahatan berbentuk kura-kura.

Tak hanya itu, di sini traveler juga bisa melemparkan uang koin ke dalam kolam sambil mengucapkan sebuah permintaan. Konon permintaan tersebut bisa terkabulkan.

2. Plaza Wisnu

Terletak di puncak bukit, Plaza Wisnu menawarkan panorama pulau yang menakjubkan dan merupakan tempat yang sempurna untuk menyaksikan matahari terbenam. Di sini traveler juga bisa menemukan Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa

Traveler juga menemukan sumber mata air suci yang dikenal sebagai Parahyangan Somaka Giri. Uniknya walaupun berada di daerah kering dan tinggi, sumber mata air ini tak pernah kering loh.

3. Plaza Garuda

Plaza Garuda menyajikan kemegahan Patung Burung Garuda yang menjadi tunggangan Dewa Hindu Wisnu. Melambangkan pengorbanan, kesetiaan, dan kepercayaan. Garuda, simbol bangsa Indonesia, mewakili sifat keberanian, kebijaksanaan, kekuatan, dan disiplin. Di sini wisatawan sering melakukan foto pre-wedding karena lokasinya yang estetik dan indah.

4. Garuda Sineloka

Garuda Sineloka adalah sebuah bioskop mini yang menayangkan film animasi tentang Petualangan Garuda Cilik dalam mencari Tirta Amerta milik Dewa Wisnu untuk sang ibunda. Untuk menonton film animasi ini, traveler tak dikenakan biaya tambahan lagi, alias gratis. Pemutaran film dilakukan setiap hari, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WITA.

5. Amphitheater dan Street Theater

Amphitheater dan Street Theater adalah dua tempat dimana traveler bisa menyaksikan keindahan pertunjukkan budaya Bali. Pertunjukkan hadir setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA. Beberapa diantaranya seperti, Tari Sekar Jepun, Tari Jauk Manis, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Barong-Bojog, dan masih banyak lagi. Total terdapat 15 pertunjukkan yang dapat traveler saksikan, tanpa ada biaya tambahan.

6. Patung GWK

Spot utama dari GWK Cultural Park adalah patung GWK setinggi 122 meter dengan lebar 66 meter. Menjadi ikon kebanggan Indonesia dan Pulau Dewata. Diresmikan pada 22 September 2018 oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Patung GWK menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan yang berkunjung. Namun belum afdol jika traveler tak mencoba masuk ke patung raksasa ini. Traveler diperkenankan masuk ke lantai 9 dan lantai 23 patung GWK.

7. Spot Foto Estetik

Di GWK Cultural Park traveler dijamin nggak akan kehabisan spot foto yang estetik dan instagramable. Mulai dari latar belakang patung raksasa hingga barisan bukit kapur yang cantik.

Jika traveler masuk ke lantai 9 dan 23, disana terdapat spot foto unik di atas kaca yang menyajikan langsung pemandangan rangka patung GWK. Unik sekaligus anti mainstream banget!

Kalau mau berfoto indoor, GWK Cultural Park juga punya ASANA Artseum Bali sebagai salah satu studio foto dengan berbagai latar belakang klasik Bali dan Jawa.

Aktivitas Menarik di GWK Cultural Park

Nah, bagi traveler yang masih ragu berkunjung ke GWK Cultural Park karna bosan melihat patung saja? Ternyata di sini juga menawarkan banyak aktivitas menarik, loh. Contohnya seperti Fun Outdoor Activities. Traveler bisa mencoba berbagai permainan, seperti skuter, fun wheels, trampoline, gowes, dan masih banyak lagi.

Kalau nggak mau bermain outdoor, traveler wajib mencoba aktivitas mengeksplorasi lantai 9 dan 23 di dalam patung GWK. Traveler bisa menyaksikan keindahan Pulau Dewata dari ketinggian. Di dalam patung ini juga terdapat banyak aktivitas, seperti menonton video, spot foto, sekaligus mengetahui bagaimana proses dan sejarah berdirinya patung GWK ini.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

GWK Cultural Park berlokasi di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler harus menempuh sekitar 12 km atau waktu tempuh sekitar 30 menit dari Bandara Ngurah Rai.

Tak perlu khawatir, GWK Cultural Park sudah memiliki fasilitas parkir yang luas untuk traveler yang membawa kendaraan. Terdapat pula fasilitas Shuttle Bus gratis yang akan membawa pengunjung dari area parkir menuju ke area penjualan tiket.

Untuk menikmati berbagai aktivitas seru di GWK Cultural Park, traveler hanya perlu membayar tiket mulai dari Rp 125.000/orang untuk tiket reguler, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Semua harga tiket tersebut sudah mendapatkan akses untuk menonton 15 pertunjukan seni, akses ke ASANA Artseum, akses menonton film animasi Garuda Cilik di Garuda Sineloka, dan refreshment drink di Jendela Bali Resto.

Traveler yang ingin berkunjung ke GWK Cultural Park, destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Wisata Bahari Populer di Indonesia, Pesona Lautnya Memanjakan Mata


Jakarta

Indonesia memiliki segudang destinasi wisata yang memukau, termasuk wisata bahari.

Mengutip situs resmi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, wisata bahari adalah kegiatan wisata alam yang berlangsung di wilayah pesisir dan/atau laut yang meliputi wisata pantai, wisata bentang laut, dan wisata bawah laut.

Wisata bahari adalah salah satu cara bagi turis, baik lokal maupun mancanegara, untuk mengapresiasi keindahan lautan Indonesia.


Tertarik menjadikan wisata bahari sebagai aktivitasmu di liburan selanjutnya? Simak rekomendasi tempat di Indonesia yang bisa dijadikan lokasi berwisata bahari.

Wisata Bahari di Indonesia

Berikut lokasi-lokasi wisata bahari di Indonesia yang akan memesona detikers dengan keindahan lautnya.

1. Kepulauan Natuna

Pulau Laut tampak dari kapal salah satu nelayan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.Kepulauan Natuna (Aditya Pradana/Antra)

Natuna adalah salah satu kabupaten di provinsi Kepulauan Riau. Mengutip situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, kepulauan ini terletak di paling utara selat Karimata.

Kabupaten Natuna memiliki berbagai objek wisata alam, termasuk wisata bahari. Detikers bisa mengunjungi berbagai pulau yang ada di Kepulauan Natuna, misalnya Pulau Senua yang dikelilingi pantai pasir putih serta air jernih sehingga bisa melihat dasar laut.

Ada juga Pulau Sahi, pulau kecil tak berpenghuni yang bisa diraih dengan berjalan kaki ketika air laut sedang surut. Laut di sekitar pulau ini memiliki terumbu karang yang cantik dan menawan. Detikers bisa menikmati olahraga renang, snorkeling, ataupun memancing.

2. Labuan Bajo

Penampakan bagian belakang Ayana Komodo Resort di pantai Wae Cicu, Labuan Bajo (Ambrosius Ardin)Labuan Bajo, NTT (Ambrosius Ardin/detikBali)

Jika berbicara soal wisata bahari, sebagian besar orang mungkin langsung memikirkan Labuan Bajo. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahkan menetapkan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas. Labuan Bajo berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu tempat wisata bahari di Labuan Bajo yang sangat menarik adalah Pink Beach. Lautnya biru dan bersih, dan sama seperti namanya, pasir di pantai ini berwarna merah muda. Warna ini berasal dari hewan mikroskopis dan pecahan batu karang berwarna kemerahan di sekitar pesisir pantai.

Di Labuan Bajo, detikers juga bisa mengunjungi Taman Nasional Komodo. Areanya terdiri dari beberapa pulau yang beririsan, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau lain di sekitarnya. Di sini detikers bisa melihat langsung komodo, hewan purba berupa kadal raksasa yang diketahui hanya ada di Indonesia.

3. Bunaken

Free Dive di BunakenBunaken (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

Bunaken adalah sebuah pulau yang terletak di bagian utara pulau Sulawesi. Secara administratrif, Bunaken merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Pulau Bunaken merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken, sebuah kawasan konservasi dengan keindahan alam bawah laut yang memesona.

Mengutip situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sedikitnya terdapat 4 spot menyelam yang sering dikunjungi, yaitu Malcolm, Bethlehem, Emma Point, dan Rumah Ikan.

Selain itu, terdapat 2 spot snorkling yang ramai dikunjungi, yaitu Emma Point dan Rumah Ikan. Penyelam akan dimanjakan dengan kecantikan ribuan jenis ikan tropis dan terumbu karang.

4. Raja Ampat

Piaynemo dan Telaga Bintang Raja AmpatRaja Ampat (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Salah satu lokasi wisata bahari Indonesia yang terkenal adalah Raja Ampat. Raja Ampat adalah kabupaten di provinsi Papua Barat Daya yang terdiri atas 610 pulau yang sebagian besar merupakan pulau-pulau kecil tak berpenghuni dan belum memiliki nama.

Salah satu gugusan kepulauan di kabupaten ini adalah Kepulauan Raja Ampat, salah satu destinasi diving paling populer di Indonesia. Penyelam disuguhi keindahan ekosistem bawah laut yang sangat beragam.

Ekosistem bawah laut di Raja Ampat sangat terjaga. Pada tahun 2022 lalu, Raja Ampat mendapatkan penghargaan Blue Park Award oleh Marine Conservation Institute untuk konservasi alam lautnya yang sangat baik.

Sejak penghargaan ini diluncurkan pada tahun 2017 sampai sekarang (6/5/2024), ada 30 kawasan perlindungan laut di seluruh dunia yang mendapatkan penghargaan prestisius ini.

5. Wakatobi

Keindahan bawah laut Indonesia sungguh mempesona. Hal itu terlihat di Tomia, Wakatobi, Sultra, yang bawah lautnya punya ratusan spesies ikan dan terumbu karang.Wakatobi (Jojon/Antara)

Kabupaten Wakatobi terletak di provinsi Sulawesi Tenggara. Di sini, terdapat Taman Nasional Wakatobi yang menyimpan keanekaragaman hayati laut. Menurut situs resminya, detikers bisa menikmati berbagai kegiatan wisata bahari di sini.

Misalnya, menjelajahi pulau terjauh di Taman Nasional Wakatobi, yaitu Pulau Cowo-Cowo. Pulau ini memiliki pasir pantai yang luas, laut yang jernih, jajaran pohon kelapa yang indah, dan terumbu karang yang unik.

Tak hanya itu, pulau ini adalah lokasi penetasan penyu yang naik untuk bertelur, sehingga dijadikan lokasi monitoring penyu.

Jika ingin menyelam, Sombu Dive di Taman Nasional Wakatobi adalah salah satu spot menyelam yang populer. Daya tarik dari spot menyelam ini yaitu ikan midnight snapper (Macolor macularis). Selain itu, lokasi menyelam ini cocok bagi penyelam pemula.

6. Gili Trawangan

Ilustrasi Pulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara BaratGili Trawangan (Rachman)

Gili Trawangan adalah salah satu gugusan pulau kecil dari Tiga Gili: Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, disingkat Gili Tramena. Lokasinya di sebelah barat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Mengutip situs resmi Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, pulau ini memiliki hamparan pasir putih dan pemandangan laut biru yang menawan. Kegiatan yang cukup populer di sini adalah diving dan snorkeling. Pengunjung juga dapat bermain selancar, kayak, sampai melepas anak penyu ke laut bebas.

7. Kepulauan Derawan

Kepulauan DerawanKepulauan Derawan (Muhammad Fajri Abdillah Rahman/d’travelers)

Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Mengutip situs resmi Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, di Kepulauan Derawan, terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting, seperti terumbu karang, padang lamun, dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu, berbagai spesies yang dilindungi dapat dijumpai di sini, seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung (dugong), dan ikan barakuda.

Ada 4 pulau yang terkenal di kepulauan ini, yakni Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Di Pulau Derawan sendiri, detikers bisa menyewa sepeda keliling pulau, bermain di pantai pasir putih, snorkeling, bahkan melihat penyu bertelur di malam hari. Detikers juga bisa berkunjung ke Gusung Pasir Sanggalau, sebuah gundukan pasir putih bersih yang bisa dicapai dengan naik speedboat sekitar 20 menit jika air sedang surut.

Di Pulau Maratua, terdapat kampung-kampung penduduk. Di sini, detikers bisa mengunjungi Gua Halo Tabung yang bisa diakses melalui jalan darat dan jalat laut ketika air pasang. Tersedia juga dive spot bernama Turtle Traffic, tempat pengunjung bisa berenang bersama penyu.

Bagaimana dengan Pulau Sangalaki? Di sini, tidak terdapat perkampungan penduduk. Yang ada di sini adalah resort eksklusif serta TWA (Taman Wisata Alam) yang berfungsi untuk melestarikan biota laut, terutama habitat bagi penyu hijau dan penyu sisik. Di sini, detikers bisa melihat proses penetasan telur penyu, melihat penyu bertelur, dan melepas tukik ke laut. Detikers juga bisa berenang bersama ikan pari manta di sekitar Pulau Sangalaki, lho.

Terakhir adalah Pulau Kakaban, yang juga merupakan pulau tak berpenghuni. Daya tarik utama di pulau ini adalah danau air payau di bagian tengah pulau dan dikelilingi hutan yang cukup lebat. Di dalam danau, ada banyak ubur-ubur yang sudah mengalami proses evolusi sehingga kehilangan kemampuan menyengatnya. Jadi, detikers bisa berenang bersama ubur-ubur tanpa takut disengat.

Menikmati Wisata Bahari secara Ramah Lingkungan

Ketika berwisata bahari, pastikan kita tidak mengganggu habitat keanekaragaman hayati yang ada di sana. Mengutip Ecotourism World, berikut beberapa cara menikmati wisata bahari yang tidak mengganggu lingkungan laut.

1. Tur Kapal Bertenaga Mesin

Terkadang, untuk menikmati pemandangan laut dan ekosistemnya, wisatawan harus menumpang kapal. Jika memungkinkan, gunakan jasa tumpangan yang memakai kapal bertenaga mesin untuk mengurangi suara bising yang mungkin mengganggu hewan-hewan laut.

2. Gunakan Sunscreen yang Aman untuk Terumbu Karang

Sunscreen atau tabir surya penting digunakan ketika beraktivitas di pantai atau laut agar kulit terlindungi dari radiasi matahari. Akan tetapi, beberapa jenis sunscreen mengandung zat yang buruk untuk kesehatan terumbu karang.

Ketika menyelam, gunakanlah sunscreen yang aman untuk terumbu karang, misalnya terbuat dari bahan-bahan organik atau tidak mengandung bahan kimia aktif.

3. Buang Sampah pada Tempatnya

Ketika berwisata bahari, kita perlu ekstra hati-hati dengan sampah, sebab bisa dikonsumsi oleh hewan laut tanpa sengaja atau merusak ekosistem terumbu karang. Buanglah sampah pada tempatnya atau gunakan kemasan daur ulang sehingga tidak perlu langsung dibuang.

Potensi wisata bahari di Indonesia memang tiada habisnya. Apakah detikers pernah mengunjungi destinasi wisata bahari di atas?

(fds/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jadi Patung Tertinggi Keempat di Dunia, Begini Sejarah Pembangunan Patung GWK



Badung

Pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) cukup berliku. Seperti apa ya?

Patung GWK di GW K Cultural Park, Badung, Bali memiliki tinggi 122 meter. Patung itu tepatnya berada di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, memiliki sejarah yang menarik untuk dipelajari.

Menjadi maskot Pulau Dewata, GWK dibangun di lahan kapur seluas 60 hektar, dengan tinggi 122 meter dan berat 4.000 ton. Kini patung GWK sudah menduduki posisi keempat sebagai patung tertinggi di dunia.


Sejarah Pembangunan Patung GWK

Pendirian patung GWK mulai dikonsepsi tahun 1989. Kala itu, Joop Ave yang pernah menjabat sebagai Direktur Jendral Pariwisata RI menginisiasikan pembangunan patung setinggi 5 meter di Bandara Ngurah Rai. Guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Pada tahun 1990, diputuskan pembangunan patung dilakukan di luar bandara, dengan menggandeng seniman Bali bernama I Nyoman Nuarta. Dipilihlah lahan bekas penambangan kapur di daerah Ungasan. Dengan dukungan Ida Bagus Mantra dan melibatkan Ida Bagus Oka serta Ida Bagus Sudjana.

“Mulanya GWK ini digagas oleh Bapak Joop Ave. Menurutnya Indonesia harus memiliki sesuatu yang ikonik dan menarik banyak wisatawan. Tahun 1990, Bapak Joop Ave menggandeng Bapak I Nyoman Nuarta untuk menggagas ikon GWK,” kata Operation Director GWK Stefanus Yonathan Astayasa.

Tahun 1993, Presiden Soeharto merestui pembangunan proyek ini. Akhirnya fase perencanaan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dimulai. Pembangunan pun mengalami kendala akibat adanya krisis moneter tahun 1998. Pembangunan terhenti selama 16 tahun.

Muncul secercah harapan untuk melanjutkan pembangunan GWK. Tahun 2012, PT Alam Sutera Realty Tbk berkomitmen untuk melanjutkan proyek mahakarya Indonesia. Upacara Ngeruak dan Mendem Pedagingan dilakukan guna mengawali proses pembangunan.

“Tahun 2010 diadakan GWK Expo, dan Alam Sutera hadir di GWK Expo ini. Tahun 2012 akhirnya Alam Sutera berkomitmen untuk membangun patung GWK hingga selesai,” ujar Stefanus.

Pada 23 Agustus 2013, dilakukan peletakan batu pertama. Proses pekerjaan pun dimulai dengan membangun pondasi rakit seluas 7.154,41 meter persegi. Tahun 2018, mahkota Dewa Wisnu sudah dipasang, seiring dengan dilakukannya upacara Pasupati. Upacara Melaspas pun dilakukan guna menandai berakhirnya proyek pembangunan patung GWK.

Peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana

Pada 22 September 2018, peresmian patung Garuda Wisnu Kencana oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Sekaligus sebagai persembahan peringatan HUT ke-73 RI. Dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan pejabat penting negara.

Kini, patung GWK sudah terkenal sebagai ikon Pulau Bali. Patung GWK dengan tinggi 122 meter menjadi patung tertinggi keempat, setelah Patung Vallabhbhai Patel di India (182 meter) sebagai peringkat pertama, Sang Buddha di Tiongkok (153 meter) dan Myanmar (130 meter).

Sudah tau kan sejarah patung GWK? Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali. Jadi, jangan lupa berkunjung untuk menyaksikan megahnya patung GWK ya!

(fem/iah)



Sumber : travel.detik.com