Category Archives: Domestik

Ikut Workshop Batik Lukis di Batik Seno Painting, Yuk!


Yogyakarta

Traveler bisa menjajal membatik di Batik Seno Painting. Seru dan menegangkan, tetapi juga menyenangkan dan menenangkan!

Tidak melulu wisata alam, Jogja juga menggaet wisatawan dengan budayanya yang kental. Salah satunya adalah batik.

Batik biasanya dikenal dalam wujud fashion atau pakaian. Namun, ternyata ada satu produk unik yang masih jarang orang ketahui yaitu lukisan batik.


Batik Seno berdiri sebagai galeri batik lukis terbesar di Jogja sejak tahun 1979. Kini, mereka telah berkiprah sebagai rumah produksi bagi belasan pelukis batik sekaligus galeri seni yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.

“Membatik itu bukan sekadar melukis atau menggambar, tapi tentang ketenangan hati dan pikiran. Jadi kalau membatik harus benar-benar rileks, harus sabar, santai, fokus. Kalau dalam kondisi emosi misal sedang marah atau terlalu senang, biasanya tidak akan berhasil. Itu akan mempengaruhi konsistensi garis. Makanya orang membatik cenderung diam,” kata Melinda, pemilik Batik Seno, saat ditemui detikTravel di galerinya.

Filosofi tersebut yang akhirnya membawa Melinda membuka adanya kelas workshop bagi wisatawan yang berminat belajar langsung. Selain melestarikan budaya bangsa, Melinda ingin mengajak wisatawan mencari ketenangan batin lewat seni lukis batik.

Melinda juga berharap melalui workshop pembeli semakin paham value yang dimiliki oleh batik. Alasan mengapa harga batik cenderung mahal akan terjawab melalui setiap proses yang dilalui. Dari situ akhirnya wisatawan lebih menghargai batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Berlokasi di Mantrijeron MJ 3/ 801, Kota Yogyakarta, Batik Seno dekat dengan kampung turis Prawirotaman. Menuju lokasi ini sangat mudah, dari Stasiun Tugu hanya butuh waktu sekitar 15 menit perjalanan dengan motor.

“Tamu yang datang tidak ditarik HTM, kami jelaskan, tidak beli juga tidak apa-apa. Cuma kalau untuk rombongan sekolah kami agak membatasi, terutama untuk musim ramai, karena ga cukup tempatnya,” kata Melinda.

Workshop batik lukis di Batik Seno Painting, YogyakartaWorkshop batik lukis di Batik Seno Painting, Yogyakarta. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Tidak perlu takut dan sungkan jika hanya ingin berkunjung dan melihat secara langsung proses produksi batik lukis. Namun, sangat disayangkan bukan jika tidak merasakan langsung pengalaman mencipta karya lukis batik milik sendiri?

“Untuk workshop mulai 75k-300k. Tapi tidak harus diselesaikan dalam sehari, bisa berangsur. Harganya sama untuk penyelesaian sehari, tiga hari, bahkan sebulan,” kata Melinda

Workshop batik lukis di Batik Seno terbuka untuk umum di hari Senin hingga Sabtu, dan membutuhkan reservasi jika ingin datang di Hari Minggu. Harga workshop mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 300.000 dengan penawaran gratis kain lukis, properti membatik, juga minuman.

Berikut daftar paket lengkap Batik Workshop di batik Seno Painting :

Short Batik Workshop

Paket ini menawarkan kelas membatik singkat untuk lukisan batik dengan ukuran kain 25×25 cm dan satu kali proses pewarnaan dengan harga Rp 75.000 per orang.

Wisatawan dapat hadir pada jam 09.00 hingga 15.00. Menurut Melinda, proses membatik setiap orang memerlukan waktu yang berbeda, sehingga tidak ada patokan waktu pengerjaannya. Namun umumnya kelas ini membutuhkan waktu sekitar satu sampai 2 jam pengerjaan.

Batik Coloring For Kids

Menawarkan kelas untuk anak belajar melukis batik, paket ini sudah termasuk kain batik lukis ukuran 30×30 cm, pola desain, peralatan membatik, hingga minuman, dengan harga Rp 100.000 per orang. Jam kunjungan masih sama, dan pengunjung diharapkan datang sebelum pukul 13.30 WIB.

Batik Workshop Small Size

Sama seperti short class sebelumnya, paket ini menyediakan kelas membatik dengan kain batik ukuran 30×30 cm dan 2 kali proses pewarnaan dengan harga Rp 200.000 per orang. Sudah gratis minuman, pengunjung akan dibatasi maksimal 10 orang setiap sesinya. Proses ini umumnya memakan waktu 2 sampai 3 jam pengerjaan.

Full Proccess Batik Workshop

Paket ini merupakan penawaran terbesar dengan harga Rp 300.000 per orang. Pengunjung akan mendapatkan kain batik lukis ukuran 45×50 cm dengan 3 kali proses pewarnaan. Tidak perlu takut tidak mampu menyelesaikannya dalam sehari, traveler bisa datang kapanpun saat luang hingga lukisannya selesai dibuat.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Pesan Tiket SKORZ, Wisata Sportainment Paling Populer di Jakarta 2024



Jakarta

SKORZ, arena sportainment terbaru yang sangat dinantikan, resmi dibuka untuk umum sejak tanggal 10 Desember 2023. Terletak di FX Sudirman Level 3, SKORZ menawarkan kesempatan olahraga sambil bermain dalam bangunan dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi.

Tempat ini memiliki 15 wahana yang seru dan menantang, kafe yang nyaman, serta ruang pesta eksklusif. Cukup membayar mulai dari Rp 200.000, kamu bisa mencoba seluruh wahana yang ada di SKORZ.

SKORZ menjadi destinasi one-stop untuk berolahraga dan rekreasi yang sangat lengkap. SKORZ dirancang sebagai arena bermain remaja dan dewasa dengan tinggi badan minimal 120 cm.


Sebagai destinasi favorit bagi para penggemar olahraga dan petualang, SKORZ menawarkan fasilitas olahraga mutakhir seperti lapangan basket, lapangan futsal, pickle ball, dan snooker ball. Selain itu, zona petualangan dengan jalur rintangan menantang seperti Ninja Flame, Wall Climbing, dan Trampoline akan meningkatkan tingkat adrenalin kamu.

Bahkan, kamu juga bisa mencoba berbagai permainan virtual dan arena baru laser tag yang menarik. Selain itu, kamu juga dapat mencoba keseruan di area hiburan khusus yang meliputi mini golf, karaoke, dan dance challenge yang menghibur segala usia.

Merasa lapar di tengah serunya bermain? SKORZ Cafe menyediakan berbagai pilihan lezat mulai dari masakan gourmet hingga camilan klasik untuk memuaskan selera kamu.

Dengan 14 permainan seru mulai dari yang penuh tantangan seperti Ninja Flame dan climbing hingga yang cocok untuk keluarga seperti mini golf, serta berbagai lapangan olahraga lainnya seperti futsal, basket ball, dan snooker football, SKORZ mendorong gaya hidup aktif dengan lebih menyenangkan.

Cara Pemesanan Tiket

Tertarik untuk bermain di SKORZ? Berikut cara pemesanan tiket SKORZ melalui detikEvent:

  • Kunjungi laman detikEvent atau klik di sini.
  • Klik “Pesan Tiket”.
  • Pilih jumlah tiket yang ingin dibeli.
  • Log in menggunakan akun MPC. Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu.
  • Selesaikan pemesanan dan lakukan pembayaran.

Segera pesan tiket kamu melalui detikEvent sekarang juga!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

5 Destinasi Dekat Stasiun Kereta, Cocok Nih Didatangi Saat Long Weekend



Jakarta

Long weekend ini, traveler bisa berburu tempat cantik yang berada di dekat stasiun kereta api. Banyak kok tempat-tempat populer yang lokasinya tidak jauh dari stasiun kereta.

KAI pun membagikan beberapa spot destinasi yang lokasinya dekat dengan stasiun kereta. Catat ya!

Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung


Umat Islam yang melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Al Jabbar, Gedegage, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/4/2023). Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1444 H pada Sabtu (22/4). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.Masjid Raya Al Jabbar, Gedegage, Bandung, Jawa Barat, ( ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym. Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI

Siapa yang tidak tertarik dengan kemegahan Masjid Raya Al-Jabbar atau dikenal dengan Masjid Terapung Gedebage? Dibangun sejak 2017, Masjid Raya Al-Jabbar dirancang berada di atas danau retensi yang merupakan salah satu penanggulangan banjir di Gedebage.

Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar yang didesain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjabat Wali Kota Bandung ini terinspirasi dari desain eksterior dan interior masjid di Turki dan Iran, dengan halaman yang luas dan melewati bangunan dengan nuansa berbeda. Ciri khas masjid megah ini memiliki 4 menara setinggi 99 meter, sebagai simbol Asmaul Husna. Sentuhan lain yaitu memiliki sentuhan khas Jawa Barat yang dapat dilihat pada puncak atap, yaitu ikon tusuk sate, seperti yang terdapat pada Gedung Sate dan kantor Gubernur Jawa Barat.

Kamu dapat menikmati kemegahan Masjid Raya Al Jabbar dengan akses yang sangat mudah. Jika kamu datang dari luar Kota Bandung, kamu dapat naik kereta tujuan Stasiun Bandung, lalu berpindah ke Commuter Line Bandung Raya atau Commuter Line Garut dan turun di Stasiun Cimekar. Dari sana, kamu hanya perlu berjalan kaki menuju kawasan Masjid Raya Al Jabbar. Selain itu, tersedia juga ojek pangkalan yang siap mengantarkanmu ke kawasan Masjid Raya Jawa Barat tersebut.

Candi Prambanan, Yogyakarta

Liburan ke Candi Prambanan Candi Prambanan Foto: Dok. InJourney

Peninggalan sejarah yang tidak boleh kita lewatkan dan telah ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991 adalah Candi Prambanan. Candi Hindu setinggi 47 meter ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya pada abad ke-9. Bangunan candi terdiri dari tiga halaman tertutup. Candi utama terletak di halaman dalam dan dikelilingi oleh beberapa candi kecil disebut candi-candi ‘Perwara’.

Selain dapat menikmati kemegahan dari warisan sejarahnya, kamu juga dapat menonton pertunjukan budaya Sendratari Ramayana Prambanan yang biasanya digelar setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Tertarik untuk mengunjunginya? Kamu dapat mengunjungi Candi Prambanan dengan akses yang sangat mudah, yaitu menggunakan kereta rel listrik (KRL) dan turun di Stasiun Brambanan. Jarak antara Stasiun Brambanan dan Candi Prambanan cukup dekat, hanya sekitar satu kilometer. Dengan demikian, kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik ojek menuju Candi Prambanan.

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (MRSZS), Surakarta

Suasana Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Rabu (1/3/2023).Suasana Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Rabu (1/3/2023). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Mulai dibuka untuk umum pada 1 Maret 2023 lalu, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo terus dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah karena bangunan masjid yang begitu megah dan menawan berbeda dari bangunan masjid di Indonesia pada umumnya.

Arsitektur masjid ini dibuat mirip dengan Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi dengan empat menara, 82 kubah kecil, dan satu kubah utama bergaya Maroko. Kemegahan lain yaitu sebagian lantai dan dindingnya menggunakan marmer Italia. Namun ada ciri khas dari bangunan ini yaitu adanya motif batik di tiap-tiap komponen bangunan seperti kawung, kembang, dan bokor kencono sehingga tidak meninggalkan ciri khas Indonesia.

Masjid Raya Sheikh Zayed telah menjadi tempat wisata religi terbaru di Kota Solo yang patut untuk dikunjungi, terutama karena lokasinya yang dekat dengan Stasiun Solo Balapan.

Gua Maria Lourdes Pohsarang, Kediri

Khusus untuk umat Katolik, terdapat sebuah ikon yang menyerupai Sanctuary of Lourdes di Prancis, terletak di Kediri, yaitu Gua Maria Lourdes Pohsarang, yang juga dikenal sebagai Gua Maria Pohsarang, sebuah situs yang sangat istimewa.

Gua Maria Pohsarang adalah tempat rohani yang unik karena menggabungkan arsitektur khas dengan sentuhan budaya Jawa. Terletak di lereng Gunung Wilis, dengan ketinggian 400 mdpl, udara di sekitar Gua Maria ini sangat sejuk dan segar. Di dalam gua, terdapat replika patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus dengan tinggi 1,75 meter, kedua tangan terbuka seolah-olah menyambut umat Katolik yang datang.

Tidak kalah menarik, gerbang dari Gua Maria ini terbuat dari batu alam yang tersusun rapi dan estetik. Menariknya lagi di sana juga terdapat menara lonceng yang digunakan sebagai penghormatan kepada Santo, yang diberi nama Menara Santo Hendrikus. Di puncak menara, terdapat ayam yang berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.

Buat kamu yang ingin berkunjung ke Gua Maria ini, tidak perlu bingung karena dapat diakses dengan mudah dari Stasiun Kediri. Kamu dapat melanjutkan perjalanan ke lokasi menggunakan ojek online atau angkutan umum setempat.

Klenteng Eng An Kiong, Malang

Persiapan Imlek di Klenteng Eng An Kiong Malang Klenteng Eng An Kiong Malang Foto: Aujana Mahalia/detikJatim

Sebagai Klenteng tua berusia 193 tahun berarsitektur gabungan Eropa dan Tiongkok mempunyai nilai sejarah yang tinggi, Klenteng Eng An Kiong berdiri menawan di tengah Kota Malang.

Klenteng Eng An Kiong merupakan klenteng Tri Dharma, yang artinya digunakan sebagai tempat ibadah bagi penganut agama Ji (Khonghucu), Too (Tao), dan Sik (Buddha). Bangunan klenteng dibangun pada 1825 (2564 tahun imlek) atas prakarsa Liutenant Kwee Sam Hway (Yauw Ting Kong), keturunan ketujuh dari jenderal di masa Dinasti Ming (1368-1644) di Tiongkok.

Bagi kamu yang ingin jalan-jalan ke Malang, kamu bisa menikmati keindahan Klenteng Eng An Kiong karena lokasinya yang mudah dijangkau dari Stasiun Malang.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Di Desa Gunungkidul Ini, Matahari Hanya Bersinar 7 Jam Sehari



Gunungkidul

Setiap hari, sinar matahari hanya akan menyinari sebuah desa di Gunungkidul selama 7 jam saja. Bagaimana kisahnya?

Padukuhan Wotawati yang berada di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul ini sungguh unik. Bagaimana tidak unik, setiap hari desa ini hanya ‘kebagian’ cahaya matahari selama 7 jam saja. Tidak kurang dan tidak lebih.

Akses menuju padukuhan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri ini begitu terjal dengan jalan cor blok. Meski begitu, jerih payah traveler akan terbayarkan dengan pemandangan hijau nan asri, lengkap dengan sejuknya udara begitu sampai di desa ini.


Sesampainya di permukiman warga Wotawati, sayup-sayup terdengar suara warga mengobrol. Mereka tampak baru saja datang dari sawah dengan membawa pakan ternak.

Tampak dua bukit atau lazim disebut gunung menghimpit perkampungan tersebut. Keduanya tampak megah bersandingan dan hijau mempesona.

Tak seperti permukiman pada umumnya, sebagian wilayah Wotawati tidak terpapar sinar matahari langsung. Meski begitu, mata masih leluasa memandang apapun di sekitar walau sedikit remang.

Dari ujung utara permukiman hingga selatan hanya membutuhkan sekitar tiga menit perjalanan sepeda motor. Warga berusia lanjut lebih sering tampak di emperan rumah daripada pemuda.

Padukuhan tersebut benar-benar remang pada sekitar pukul 17.30. Pada saat yang sama, lampu-lampu di rumah warga mulai menyala untuk menggantikan cahaya matahari.

Fenomena serupa tak ditemukan di kawasan Kapanewon Wonosari. Di Wonosari, warna langit mulai jingga kala matahari condong ke barat. Lain halnya langit Wotawati, yang di waktu sama, malah berparas nyaris kelabu menjelang petang meski tanpa awan menggantung.

Penjelasan Kepala Desa Wotawati

Dukuh Wotawati, Roby Sugihastanto, menuturkan luas lahan permukiman di Padukuhan Wotawati sekitar 5-6 hektar. Padukuhan tersebut dihuni oleh 80 kepala keluarga (KK) dalam satu rukun warga (RW) dan empat rukun tetangga (RT).

Kampung tersebut hampir setiap harinya terpapar sinar matahari hanya sekitar 7 jam saja. Cahaya mentari pagi menyapa sepenuhnya permukiman di Wotawati sekitar pukul 08.30-09.00 WIB.

Menjelang sore, hamparan bukit di sebelah timur menutup sempurna masuknya cahaya matahari sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kalau (permukiman) tertutup (tidak terpapar cahaya matahari langsung) semuanya itu, ya, mungkin di jam 16.30 (sore) kalau di sekarang ini. Kalau awalnya masuk cahaya matahari biasanya itu jam 09.00 WIB,” jelas Roby, Jumat (3/5) akhir pekan lalu.

Bagi Roby yang sudah bermukim di Wotawati sejak lahir, fenomena alam tersebut tidak membuatnya kaget. Namun beda halnya bagi orang yang pertama kali mengunjungi padukuhan yang terletak di ngarai tersebut.

Beda halnya dengan pendatang di Wotawati, Toma (43). Wanita yang menikah dengan warga setempat tersebut menerangkan sempat heran dengan fenomena 7 jam cahaya matahari menyinari permukiman tersebut.

Fenomena alam unik terjadi di Dusun Wotawati, Kabupaten Gunungkidul. Wilayah pedukuhan di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, itu selalu telat terpapar sinar matahari pagi tapi lebih cepat memasuki malam hari. Kok bisa?Suasana Dusun Wotawati, Kabupaten Gunungkidul. Foto: Pradito Rida Pertana

Fenomena tersebut baru Toma sadari saat beberapa tahun tinggal di Wotawati. Toma sudah tinggal di Wotawati sejak 1997.

“Saya mulai tinggal di sini tahun ’97. Lama-lama kok gimana gitu. Apa iya sih? Kok mataharinya lambat datang?” ungkapnya dengan nada antusias.

Tak hanya itu, wanita asal Tegal, Jawa Tengah itu juga kaget saat menemukan jodohnya di perkampungan yang terletak di lembah tersebut.

“Kok saya sampai sini begitu, karena di tempat saya kan tidak ada gunung, hanya sawah. Jodoh aku kok di sini, dalam banget kaya jurang. Ya namanya jodohnya kali,” ucapnya sembari terkekeh.

Meski mengalami fenomena tersebut setiap harinya, Toma beraktivitas seperti petani pada umumnya. Usai memasak pada pagi hari sekitar pukul 08.00 dirinya pergi ke sawah. Dia baru pulang sekitar pukul 16.00.

“Pagi habis masak sekitar jam 8 itu ke ladang bertani kalau musim tani. Kalau bukan musim tani ya cari rumput. Pulang biasanya jam 4 (sore),” jelasnya.

Penyebab Matahari Hanya Bersinar 7 Jam Sehari di Wotawati

Roby mengatakan lambatnya sinar matahari masuk itu tak lantas membuat Wotawati gelap gulita pada pagi hari, pun pada sore hari. Warga masih bisa beraktivitas dengan normal

Roby menyebut lambatnya cahaya matahari masuk ke Wotawati itu akibat tertutup dua bukit besar. Dua bukit tersebut berada tepat di sisi timur dan barat Wotawati.

“Dua gunung itu posisinya di barat sama timur dan posisi di sini itu di lembah. Jadi makanya mataharinya kaya yang lambat datang gitu,” jelas Roby.

Posisi Wotawati itu lah yang membuat matahari seakan terlambat datang pulang cepat pula. Apalagi pemukiman tersebut berada di lembah dua gunung

“Sorenya juga gitu, kan mataharinya sudah nggak kelihatan, otomatis mulai remang di sini. Nggak gelap total kok,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Speechless! Indahnya Bali dari Lantai 23 Patung Garuda Wisnu Kencana



Badung

Setelah melalui proses pembangunan selama 28 tahun, Patung Garuda Wisnu Kencana atau GWK diresmikan. Pengunjung diperkenankan masuk ke lantai 9 dan 23 dan bisa menatap Pulau Bali dari ketinggian.

Patung GWK boleh dibilang menjadi bangunan termegah di Pulau Dewata. Berlokasi di kawasan Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018.

Patung GWK memiliki tinggi sekitar 122 meter dengan lebar 66 meter. Patung itu merupakan mahakarya dari seniman patung asal Bali, I Nyoman Nuarta.

Keindahan dan kemegahan Patung GWK biasanya dinikmati oleh pengunjung hanya dari luar saja. Menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto dan membuat video.

Namun, pengalaman tak berakhir di sana. Kini traveler berkesempatan untuk masuk ke patung setinggi 122 meter dan menikmati keindahan Pulau Dewata dari ketinggian. Naik ke lantai 9 dan lantai 23 adalah aktivitas eksklusif yang tak boleh traveler lewatkan.

Pemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di BaliPemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Saat ini pengunjung yang datang sudah bisa masuk ke lantai 9 dan lantai 23. Di dua lantai tersebut sudah banyak konten mengenaiGWK dan bisa diakses menggunakan lift,” kata Operation DirectorGWK Cultural ParkStefanusYonathanAstayasa.


Memasuki Patung GWK, traveler akan disambut dengan beberapa ogoh-ogoh mini yang dipajang di sisi kanan dan kiri. Untuk naik ke lantai 9 dan 23 traveler wajib menggunakan lift. Tak perlu khawatir, selama tour di dalam patung traveler akan ditemani oleh 1 orang pemandu.

Untuk masuk ke lantai 9 hanya bisa dibatasi maksimal 30 orang, karena ruangan yang sempit dan demi keselamatan pengunjung.

Nah, sesampainya di lantai 9, traveler akan disuguhkan berbagai konten menarik tentang proses pembangunan Patung GWK, mulai dari proses ground breaking hingga proses peresmian Patung GWK. Konten yang disajikan juga sangat interaktif, berupa video animasi hingga gambar 3 dimensi.

Di sini traveler juga akan melihat bagaimana rancangan bangunan dari patung GWK. Bahkan traveler juga bisa menemukan sampel kulit patung GWK dan merasakan teksturnya. Di ujung lorong, traveler juga akan menemukan TV kecil yang menyajikan video animasi tentang GWK Cultural Park.

Menuju ke lantai 23, traveler akan menggunakan lift berbahan tembus pandang. Dari dalam lift traveler bisa melihat bagaimana struktur dan rangka-rangka baja Patung GWK. Keren banget!

Setibanya di lantai 23, traveler akan dibuat semakin takjub dengan pemandangan yang disajikan. Terdapat banyak galeri pandang yang dapat traveler gunakan untuk melihat pemandangan Pulau Bali dari berbagai sisi. Galeri pandang ini berada di bagian sayap patung GWK.

Pemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di BaliPemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Tak hanya itu, di sini traveler akan menemukan beberapa lantai yang diganti dengan kaca, sehingga pengunjung bisa melihat berbagai rangka baja yang ada di dalam bangunan Patung GWK. Traveler juga bisa mengabadikan momen di dalam patung GWK dengan berfoto.

Jadi, tertarik untuk masuk ke dalam patung tertinggi keempat di dunia ini? Traveler bisa langsung memesan tiket ultimate seharga Rp 300.000/orang. Jangan lewatkan kesempatan istimewa ini ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jasmine Park, Pesona Lengkap Wisata Alam dan Cafe di Tengah Kota Tangerang


Jakarta

Jasmine Park menjadi rekomendasi wisata baru yang murah dan lengkap di Kota Tangerang. Tempat rekreasi ini mengadopsi cafe dan resto yang dilengkapi peternakan mini untuk belajar anak.

Sesuai dengan branding yang dibawa pada bioakun Instagramnya @jasmineparkind, Jasmine Park optimis untuk membawa pengunjung menikmati keindahan alam dan makanan lezat di tengah kota. Suasana alam yang ditawarkan pun tidak main-main mulai dari pepohonan rindang hingga kolam hijau yang memanjakan mata.

Disini anak-anak diajak untuk belajar lebih dekat dengan hewan dan tumbuhan yang ada di sekitar. Tersedia berbagai paket edukasi yang dijamin menyenangkan untuk anak dan tidak membosankan bagi orang tua karena nyamannya fasilitas yang disediakan.


Jasmine Park: Tiket, Jam Buka, dan Rute

Dikutip dari salah satu laman travel, tempat wisata yang telah berjalan satu tahun ini terbilang sangat cukup murah. Bahkan pada awalnya mereka memberlakukan tiket gratis dan telah berubah per Januari 2024 kemarin.

1. Harga Tiket dan Jam Operasional

Jasmine Park buka setiap hari sejak pukul 09.00 WIB-19.00 WIB dengan harga tiket sebagai berikut:

Tiket Masuk: Rp 20.000/orang (donasi makanan satwa)

Paket Field Trip A: Rp 45.000 (field trip, feeding, snack)

Paket Field Trip B: Rp 60.000 (field trip, feeding, bento rice)

Harga Buffet Paket Makanan Untuk Rombongan

  • Paket 1: Rp 65.000/ orang
  • Paket 2: Rp 75.000/ orang
  • Paket 3: Rp 120.000/ orang
  • Paket 4: Rp 155.000/orang.

Rute Lokasi

Jasmine Park terletak di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat. Terletak 35 km dari pusat Kota Jakarta, Jasmine Park cocok menjadi pilihan liburan keluarga. Hanya dalam waktu 1,5 jam, detikers dapat menikmati wisata alam yang menyenangkan.

Tidak perlu takut apabila wisatawan datang menggunakan kendaraan umum, sebab destinasi ini dapat diakses dengan KRL. Jika dari arah Jakarta, silahkan naik KRL Stasiun Tanah Abang tujuan Rangkasbitung dan turun di stasiun Cicayur. Perjalanan akan lebih cepat dan hemat dengan menggunakan ojek online selama kurang lebih 5 menit.

Selain itu, di sekitar Jasmine Park juga terdapat beberapa destinasi wisata alam dan edukasi lain yaitu.

  • Akaruku Hydro Farm & Cafe
  • Danau Jabon Cisauk Tangerang
  • Jabon Drop Zone (Taman Bersepeda).

Daya Tarik dan Fasilitas Jasmine Park

Jasmine Park sebagai wisata edukasi dan alam memberikan wilayah yang luas dan lapang bagi flora dan fauna sekitar 3 hektar. Namun tidak perlu takut jika terkena panas terik matahari, sebab terdapat pilihan arena indoor maupun outdoor yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Daya tarik utama yang pasti diberikan oleh wisata di Cisauk ini yaitu keindahan alamnya. Sebagai warga kota yang minim dengan daerah lapang dan hijau, destinasi ini tidak pernah sepi pengunjung dengan daya tarik yang dimilikinya yaitu.

Daya Tarik Wisata Jasmine Park

1. Taman Indah dan Sejuk

Di sepanjang lokasi wisata, detikers akan dimanjakan dengan tanaman hijau yang tertata rapi dari ujung ke ujung. Pengunjung akan diajak untuk melewati jalan setapak yang menyejukkan di tengah kawasan industri gersang di Tangerang.

Sisi kanan dan kiri dipenuhi oleh tanaman hias dan pohon yang banyak dihinggapi burung berwarna-warni. Untuk masuk ke area taman, wisatawan akan melewati jembatan dengan dekorasi menarik yang cocok untuk spot foto pribadi maupun bersama keluarga.

2. Taman Hewan Mini

Di bawah jembatan menuju taman, terdapat kebun binatang mini yang mengoleksi beberapa jenis unggas, reptil, maupun mamalia. Hewan-hewan tersebut diantaranya yaitu merak, aneka unggas, kura-kura, iguana, landak, rakun, hingga spesies albino dari rakun dan merak.

Keseluruhan hewan tersebut cukup jinak dan selalu diawasi oleh para penjaga. Anak-anak diperbolehkan berinteraksi dan memberi makan berdasarkan paket yang dibeli sebelumnya.

3. Kafe dan Restoran

Wisata utama yang menjadi daya tarik Jasmine Park adalah pada fasilitas lengkap kulinernya. Setelah melewati jembatan penghubung taman, detikers akan menemui cafe dan restoran berikut di sektor indoor maupun outdoor.

Meskipun hanya sekelas fasilitas di taman rekreasi, makanan yang disajikan disini sangat beragam. Mulai dari menu lokal, western, hingga Asia dapat dinikmati mulai dari harga 13 ribuan saja lengkap dengan berbagai pilihan coffee hingga dessert.

Pemandangan cafe dan restoran ini tidak kalah indah karena menghadap hamparan hijau dan kolam luas yang asri dan menyejukkan pikiran dari padatnya aktivitas sehari-hari.

Fasilitas Yang Tersedia

  • Area Parkir
  • Mushola
  • Cafe dan Restoran
  • Taman Hewan
  • Spot Foto.

Aktivitas Menarik di Jasmine Park

Sebagai bentuk perlindungan ekstra pada kesehatan hewan di dalamnya, para pengunjung dilarang untuk membawa makanan dan minuman dari luar. Detikers dapat melakukan berbagai aktivitas menarik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Jasmine Park yaitu:

  • Memberi makan hewan.
  • Menanam pohon bersama.
  • Berfoto dan selfie ria dengan hewan.
  • Berjalan kaki dan merilekskan pikiran.
  • Makan dan minum dengan view menyegarkan yaitu taman hijau.

Demikian informasi lengkap mengenai taman rekreasi dan kuliner di Cisauk yaitu Jasmine Park. Pastikan untuk menggunakan alas kaki dan pakaian yang nyaman karena area wisata yang sangat luas. Detikers juga bisa mempersiapkan payung sebagai antisipasi apabila terjadi hujan.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Pesona Bukit Teletubbies di Indonesia, Ada di Sumatra hingga Papua


Jakarta

Bukit Teletubbies adalah sebutan bagi area perbukitan hijau yang lucu dan unik, hingga mirip seperti di tayangan televisi yang sama. Indonesia ternyata punya bentang alam tersebut hingga disebut Bukit Teletubbies.

Rumput hijau dan bunga cantik akan memanjakan mata setiap pengunjung yang data. Dikutip dari berbagai laman pariwisata daerah, berikut beberapa bukit di Indonesia yang punya sebutan Bukit Teletubbies.

10 Bukit Teletubbies di Indonesia

Berbagai penampang alam mirip Bukit Teletubbies yang tersebar di Sumatra hingga Jawa


1. Bukit Rimpi di Kalimantan Selatan

Bukit Rimpi disebut sebagai Bukit Teletubbies karena gundukannya yang menjulang mirip di serial filmnya. Area ini menyuguhkan padang savana hijau yang dilengkapi rumput hijau dan menyegarkan. Pemandangan semakin indah dan lengkap dengan gerombolan hewan ternak yang dilepaskan mirip seperti di New Zealand. Detikers disarankan datang di pagi hari untuk menikmati suasana sunrise yang tidak bisa ditemukan di wilayah lain.

  • HTM: Rp 10.000/orang (parkir motor: Rp 5.000 dan parkir mobil Rp 10.000)
  • Jam Buka: 08.00-17.00 WITA (setiap hari kecuali Jumat karena libur)
  • Lokasi: Tampang Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, GMK barat, Tampang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (berjarak 65 km dari Banjarmasin selama 2 jam dengan kendaraan bermotor).

2. Bukit Ollon (Tappion Buakayu) di Tana Toraja

Selain dikenal sebagai kota yang kental akan budaya, Tana Toraja juga memiliki destinasi bentang alam luas yang disebut Bukit Teletubbies. Padang rumput hijau ini tampak seperti permadani yang dialiri sungai pada bagian tengahnya. Aktivitas santai seperti berkemah sangat cocok untuk menikmati atmosfer pedesaan yang asri lengkap dengan kicauan burung di pagi hari.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (berjarak 40 km dari Ibukota Kabupaten selama 1,5 jam menggunakan mobil).

3. Bukit Gunung Prau di Wonosobo

Bukit ini sebenarnya adalah puncak dari Gunung Prau yang berada di ketinggian 2565 meter di atas permukaan laut. Ketika musim hujan, Bukit Teletubbies ini diselimuti oleh rerumputan hijau yang segar. Sedangkan di musim kemarau akan tumbuh bunga kecil berwarna putih dan pink yang memanjakan mata. Hanya butuh 4-5 jam untuk mencapai puncak melalui Patak Banteng Village atau Dieng Desa.

  • HTM: Rp 15.000/orang
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Bakulan, Bringinsari, Sukorejo, Kendal Regency, Central Java (berjarak 26,4 km dari Kota Wonosobo selama 1 jam menggunakan mobil).

4. Bukit Bluhbuh (Bukit Pohon Gamal) di Bali

Bukit Bluhbuh adalah salah satu wisata populer di Nusa Penida yang dikenal sebagai Teletubbies Hill. Masyarakat lokal sering menyebut hamparan hijau ini dengan Bukit Pohon Gamal karena tumbuhannya yang sering dimanfaatkan untuk pakan ternak. Fenomena unik di bukit ini adalah permukaan atasnya yang hanya diselimuti tanah setebal 50 cm dan sisanya berupa rumput hijau yang cantik.

  • HTM: Rp 10.000/orang
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari kecuali Hari Nyepi)
  • Lokasi: Kabupaten Klungkung, Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali (25 km dari Dermaga Ketampi selama 37 menit dengan mobil atau motor).

5. Bukit Teletubbies Bromo di Probolinggo

Bukit ini berada di dekat area padang Savana Bromo yang menyerupai rumah di kartun Teletubbies. Hamparan rumput hijau dengan pemandangan indah khas Taman Nasional Tengger Semeru membuat siapapun terpukau. Detikers dapat berkuda, berkeliling dengan Jeep dan motor trail, maupun mengabadikan momen bersama keluarga dengan fasilitas yang ditawarkan.

  • HTM: Rp 29.000 (Weekday) dan Rp 34.000 (Weekend)
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Gedong, Sariwani, Kec. Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (dapat ditempuh via Malang Kota, Cemoro Lawang Probolinggo, atau Desa Wonokitri Pasuruan menggunakan mobil dan Jeep untuk melanjutkan ke savana).

6. Bukit Golo Lemes di Labuan Bajo

Bukit Teletubbies yang berada di Labuan Bajo ini menjadi daftar tambahan destinasi pengunjung ketika datang ke sini. Gundukan bukit yang hijau dengan ilalang dan savana yang luas mengingatkan suasana di film Teletubbies. Detikers dapat menikmati sunrise maupun sunset dengan beberapa hewan peliharaan seperti sapi dan kuda yang dilepaskan di savana.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Kampung Lemes, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (berjarak 15 menit dari Kota Labuan Bajo menggunakan motor atau mobil).

7. Bukit Teletubbies di Batu

Daerah Batu tidak pernah habis untuk menawarkan spot wisata alam terbaru yang menyegarkan. Bukit Teletubbies ini memberikan pemandangan savana hijau yang luas yang menghadap langsung ke Gunung Kelud. Aktivitas menarik seperti piknik hingga sakral seperti foto prewedding bisa dilakukan disini.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 07.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur (4 km dari Alun-Alun Kota Wisata Batu selama 9 menit menggunakan mobil atau motor).

8. Bukit Teletubbies di Blitar

Apabila detikers ingin merasakan nuansa nyata di film Teletubbies, rupanya bukit di Blitar ini adalah jawabannya. Terdapat berbagai spot instagrammable beserta keempat tokoh Teletubbies yang tersedia untuk mewarnai hasil foto pengunjung. Tidak hanya itu, wisatawan juga disuguhkan pemandangan bunga warna-warni dan hamparan rumput hijau yang menyegarkan mata.

  • HTM: Rp 10.000/orang
  • Jam Buka: 08.00-17.00 WIB (setiap hari, khusus weekend jam 09.00-10.00 WIB ada Teletubbies)
  • Lokasi: Gambaranyar, Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (20 km dari Alun-Alun Kota Blitar yang ditempuh selama 45 menit menggunakan motor atau mobil).

9. Bukit Tungku Wiri di Jayapura

Papua menjadi salah satu daerah dengan destinasi alam terlengkap dari gunung, bukit, hingga keindahan lautnya. Bukit Teletubbies di Jayapura ini berada di Pegunungan Cycloop yang dipenuhi dengan rumput hijau. Wisata alam ini bersebelahan dengan Danau Sentani yang dapat dinikmati keindahannya dengan berjalan kaki di jalan setapak dan bersantai di pondok-pondok sekitar bukit.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Kampung Doyo Lama, tepatnya Distrik Waibu, Jayapura Papua (30 menit dari Kota Sentani menggunakan motor atau mobil).

10. Bukit Teletubbies Luwuk di Sulawesi Tengah

Keindahan alam di Kabupaten Banggai tampak hijau dengan destinasi perbukitan yang memanjakan mata. Bukit Teletubbies Luwuk adalah surga bagi para penduduk kota yang ingin menikmati udara bersih dan suasana tenang untuk menjernihkan pikiran. Wisatawan dapat menikmati pemandangan hewan gembala yang dibiarkan lepas di area perbukitan.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Bungin, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (berjarak 12 km dari Kota Luwuk selama 1 jam dengan kendaraan bermotor).

Demikian Bukit Teletubbies yang tersebar di seluruh Indonesia dengan tiket masuk yang murah. Meskipun gratis, detikers tetap harus menjaga kebersihan dari sampah yang dibawa. Hal ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian alam di negara tercinta ini.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Tiket, Jam Buka, Lokasi, dan Pesona Wisata Sejarah


Jakarta

Bunker Kaliadem adalah wisata ikonik Jogja yang menyimpan sejarah mistis erupsi Gunung Merapi 2006. Awalnya tempat ini merupakan bangunan bawah tanah untuk berlindung ketika letusan terjadi.

Cerita misteri tewasnya dua relawan yang terjebak di dalam bunker tidak semata-mata membuat wisata ini sepi pengunjung. Sebab disini pengunjung dapat menikmati sejuknya suasana dan pemandangan khas kaki Gunung Merapi.

Meskipun Bunker Kaliadem telah terkubur material vulkanik sejak tahun 2010, banyak wisatawan yang datang untuk menelusuri wilayah tersebut. Terdapat berbagai kegiatan seru yang bisa dilakukan bersama keluarga ketika berkunjung di DIY.


Bunker Kaliadem: Tiket, Jam Buka, Rute

Bunker Kaliadem terkenal dengan pemandangan hijau dan langit yang cerah di siang hari. Destinasi ini dapat menjadi tempat rekreasi sekaligus belajar tentang sejarah bunker Merapi melalui prasasti yang terletak di depan pintu bunker.

Setelah tertimbun dan hanya tersisa beberapa bagian saja, Bunker Kaliadem Merapi hanya menyediakan camping ground dan jasa foto saja. Namun seiring berjalannya waktu terdapat berbagai aktivitas menarik lainnya yang dibanderol dengan tiket murah, yaitu.

Harga Tiket

  • Tiket Masuk: Rp 10.000/ orang
  • Tiket Parkir Motor: Rp 5.000
  • Tiket Parkir Mobil: Rp 10.000
  • Ojek Motor: Rp 20.000
  • Sewa Motor Trail: Rp 50.000
  • Paket Lava Tour Jeep (Short Route): Rp 400.000/ 5 orang
  • Paket Lava Tour Jeep (Medium Route): Rp 450.000/ 5 orang
  • Paket Lava Tour Jeep (Long Route): Rp 550.000 – Rp 600.000/ 5 orang.

Jam Operasional dan Rute

Bunker Kaliadem Merapi buka setiap hari selama 24 jam. Lokasi bunker ini adalah Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi tersebut berjarak 30 km arah utara dari pusat Kota Yogyakarta yang dapat ditempuh selama 1 jam 12 menit menggunakan mobil. Selama perjalanan detikers akan bosan dengan pemandangan indah pepohonan dan pesona lereng Gunung Merapi.

Wisatawan yang akan datang disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena tidak adanya akses transportasi umum di jalur tersebut. Setibanya di gerbang Desa Kinaherjo, pengunjung dapat memilih beberapa alternatif untuk sampai di lokasi bunker yaitu.

  • Jalan kaki hingga batas akhir Desa Kinaherjo.
  • Menggunakan jasa ojek motor dengan rute napak tilas.
  • Menyewa motor trail hingga ke lokasi Bunker Kaliadem.

Jarak gerbang dan bunker yang cukup jauh mendorong pengunjung untuk mempersiapkan segalanya sebelum datang ke destinasi wajib di Jogja ini. Silahkan untuk menggunakan masker dan sunscreen untuk menjaga tubuh selama melewati jalur napak tilas yang berpasir dan penuh dengan debu tebal.

Daya Tarik dan Fasilitas Bunker Kaliadem

Dikutip dari berbagai laman travel, pesona indah Bunker Kaliadem terletak pada pemandangan indah Kota Yogyakarta dari ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Pengunjung juga bisa menikmati keindahan Gunung Merapi yang hanya berjarak 5 km dari bunker.

Adapun daya tarik utama destinasi ini pastinya ada pada si bunker ini sendiri. Bangunan untuk melindungi diri dari letusan Merapi tersebut dicat putih bersih seluas 12 x 8 meter. Materialnya berasal dari beton kuat dengan tebal 25 cm.

Keunikan lain dari Bunker Kaliadem adalah pada wisata telusur sejarah yang ada di dalamnya. Selain itu, detikers juga dapat menikmati aktivitas menyenangkan lainnya dan mengunjungi destinasi wisata lain yang cukup dekat.

  • Tlogo Putri
  • Taman Kaliurang
  • Gardu Pandang Merapi
  • Warung Kopi Klotok
  • Warung Makan Sate Kelinci Kedai Mbah Gimo.

Fasilitas Bunker Kaliadem Merapi

Tidak perlu takut apabila berkunjung di wisata alam ini, karena terdapat berbagai fasilitas yang siap melayani pengunjung 24 jam yaitu.

  • Warung Makanan dan Minuman
  • Tempat Penjualan Souvenir
  • Penginapan Murah
  • Spot Foto.

Aktivitas Menarik di Bunker Kaliadem

Sebagai destinasi wisata alam yang masih sangat terjaga, detikers dapat menikmati berbagai aktivitas menarik yang dijamin menyegarkan otak. Adapun kegiatan tersebut antara lain.

1. Bunker Tour

Pengunjung akan diajak melihat langsung dahsyatnya erupsi Merapi tahun 2006 dan 2010 melalui material vulkanik yang tersisa. Hal tersebut dapat ditemukan langsung di dekat pintu masuk berupa lempengan vulkanik setebal 15 cm yang telah mengeras.

Selain itu, detikers akan diajak untuk mengeksplor bagian Bunker Kaliadem yang tersisa di ruangan seluas 12 x 8 meter. Papan informasi dan prasasti yang ada turut membantu pengunjung mengenal lebih banyak sejarah bangunan penting beberapa tahun silam tersebut.

2. Bersantai Menikmati Pemandangan

Wilayah bunker yang berada tepat di kaki Gunung Merapi membuat siapapun yang datang terpesona atasnya. Panorama gunung api yang gagah dapat dinikmati dengan duduk bersantai di sekeliling bunker sambil menikmati kuliner yang tersedia.

3. Tracking Menelusuri Hutan Pinus

Di area bunker terdapat hutan pinus rindang yang dapat diakses pengunjung dengan berjalan kaki. Detikers dapat menikmati suasana sejuk dari gunung hingga hutan secara komplit di satu tempat wisata.

4. Mengabadikan Foto Bersama

Sebagai tempat yang bisa disebut bersejarah, detikers wajib untuk mengabadikan momen dengan keluarga maupun teman ketika menginjakkan kaki disini. Pesona indah Merapi dan bangunan bunker estetik akan membuat siapapun tertarik datang setelah diunggah di media sosial.

5. Berkeliling Bunker Dengan Jeep

Bagi wisatawan yang tidak kuat melakukan perjalanan kaki di medan terjal dan berdebu, terdapat alternatif lain dengan menikmati Paket Lava Tour Jeep. Terdapat 3 pilihan yang dapat dicoba dengan 4 orang lain selama 1-2 jam dari Sungai Opak untuk short route, 2-3 jam dengan tujuan akhir Museum Bekas Rumah Mbah Maridjan, dan 3-4 jam berkeliling off road di Sungai Kuning. Tarif ketiganya juga terbilang murah dan patut dicoba bersama rombongan detikers semua.

Demikian informasi lengkap mengenai wisata Bunker Kaliadem Merapi di Yogyakarta. Sudah siap untuk merasakan keseruan berlibur disana bersama keluarga?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

GWK Cultural Park Punya 15 Pertunjukan Seni, Yuk Catat Jadwalnya!



Badung

Selain kemegahan patung-patung raksasa, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park juga menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya Bali. Sebanyak 15 pertunjukan khas Bali dijamin bikin terpesona. Yuk catat jadwalnya, jangan sampai ketinggalan!

GWK Cultural Park boleh dibilang sebuah taman budaya yang menjadi interpretasi atas kekayaan budaya Bali dan menjelma dalam berbagai wujud seni patung, ritual budaya, dan beragam pertunjukan seni khas Bali.

Berlokasi di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park memiliki 15 pertunjukan yang spektakuler dan kental akan seni budaya Bali.

Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menjelaskan terdapat 15 pertunjukan dengan mengangkat berbagai seni dan budaya Bali. Lokasinya pun beragam, ada di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu.

“Di sini kita punya Amphitheater dengan kapasitas 800 orang untuk menyuguhkan tarian-tarian khas Bali. Jadi pengunjung yang datang nggak Cuma lihat patung saja, tapi bisa menyaksikan kesenian pali yang spektakuler,” ujar Stefanus.

Pertunjukan kesenian Bali ada setiap hari dan setiap jam, mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA.

Pada jam 11.00 WITA pertunjukan pertama dilakukan di Amphitheater, traveler bisa menyaksikan tiga pertunjukan tarian khas Bali. Ada tari Sekar Jepun, tari Kebyar Duduk, dan Topeng Kenyem Manis.

Pada jam 12.00 WITA, di lokasi yang sama, yaitu Amphitheater traveler bisa menyaksikan kembali beberapa tarian khas Bali. Seperti tari Jauk Keras, tari Oleg Tamulilingan, dan Tari Kebyar Duduk.

Jam 13.00 WITA, di Amphitheater traveler bisa menyaksikan dua tarian, yaitu tari Sekar Jepun dan tari Jauk Manis. Pukul 14.00 WITA terdapat dua pementasan tarian di Amphitheater, yaitu tari Topeng Monyer dan tari Jauk Manis.

Pertunjukan terakhir di Amphitheater yaitu pada pukul 15.00 WITA terdapat dua pertunjukan, yaitu tari Oleg Tamulilingan dan tari Barong Bojog. Uniknya di akhir setiap pertunjukan, para pengunjung diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan para penari.

Beralih ke lokasi kedua, yaitu Plaza Wisnu. Pada pukul 16.00 WITA, traveler bisa menyaksikan Parade Budaya Bali dengan tajuk The Balinese Ritus. Balinese Ritus adalah sebuah pertunjukan parade yang dikemas dalam bentuk kreasi tari yang menampilkan tata cara keagamaan yang ada di Bali.

Lokasi terakhir adalah Lotus Pond. Di sini traveler bisa menyaksikan dua pertunjukan, yaitu Joged Bumbung pada pukul 17.00 WITA dan tari Kecak pada pukul 18.00 WITA.

Tari Joged Bumbung menampilkan dua penari yang menari secara bergantian. Tarian ini juga nantinya akan mengajak para pengunjung untuk “ngibing” atau menari bersama dengan berpasang-pasangan.

Penutup dari pertunjukan seni di GWK Cultural Park adalah Tari Kecak yang mengisahkan tentang cerita Sang Garuda mencari Tirta Amerta sebagai ganti kebebasan Sang Ibu, Dewi Winata.

Sembari menonton tari Kecak, traveler juga akan ditemani dengan keindahan matahari yang sudah mulai terbenam di ufuk barat. Cantik banget deh!


Tak perlu khawatir, untuk menyaksikan semua pertunjukan seni di atas traveler tidak akan dikenakan biaya tambahan, cukup hanya membayar biaya tiket masuk. Tiket masuk mulai dari Rp 125.000/orang untuk tiket reguler, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Semakin penasaran dengan spektakulernya pertunjukan seni di GWK Cultural Park, yuk pesan tiketnya dan liburan kemudian. Dijamin liburanmu akan semakin berkesan!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ayo Merapat! Yang Kepo Budaya Betawi, ke Setu Babakan Saja



Jakarta

Pengetahuan tentang asal muasal suatu harus diketahui, terlebih tentang identitas diri, suku, budaya, dan bangsa. Upaya untuk menjelaskan silsilah itu salah satunya melalui media hiburan dan objek wisata sebagai pengantarnya, contohnya di Perkampungan Budaya Betawi yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Berada di kawasan Setu Babakan, area ini menjadi kawasan yang sejak lama dikelola oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Agar kelestarian budaya Betawi tetap terjaga, tempat ini sekaligus menjadi sarana edukasi terkait kesejarahan Betawi.

Objek wisata Setu Babakan ditetapkan menjadi tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. Dari situs resmi Setu Babakan, objek wisata ini terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa dengan luas sekitar 289 hektar dan batas fisik sebelah utara berada di Jl. Mochammad Kahfi II dengan Jl. Desa Putra (Jl. H.Pangkat).


Kemudian, untuk batas timur berada di Jl. Desa Putra (Jl. H. Pangkat), Jl. Pratama (Mangga Bolong Timur), dan Jl. Lapangan Merah. Untuk batas bagian selatannya berada di batas wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Depok serta untuk batas barat ada di Jl. Mochammad Kahfi II.

Setu Babakan diresmikan sebagai cagar budaya pada tahun 2004, revitalisasi kawasan Setu Babakan menjadi Kampung Betawi diprakarsai oleh Pemprov DKI Jakarta dan dikelola bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Untuk memudahkan pengunjung dalam memahami budaya dan sejarah Betawi, kawasan objek wisata ini dibagi menjadi lima zona. Pertama Zona Embrio, ini merupakan tempat penjelasan tentang cikal bakal PBB dan sebagai area latihan seni dan budaya.

Lalu, Zona A yang merupakan area pelestarian dan pengembangan serta tempat pagelaran seni Budaya Betawi. Zona B sebagai tempat untuk menjajal kuliner khas Betawi, Zona C merupakan area di mana terdapat replika perkampungan Betawi, dan Zona pengembangan sarana dan prasarana.

Untuk lebih jelas dan lebih mengenal sejarah dan budaya Betawi, kamu tinggal datang ke area ini dan langsung arahkan tujuan ke area museum yang terletak tidak jauh dari gerbang utama (baru). Di sana kamu nggak perlu bayar, hanya cukup registrasi.

Setelah itu, traveler bisa bertanya-tanya kepada petugas yang berada di sana atau bisa bergabung dengan kelompok atau komunitas jalan-jalan, seperti Jakarta Good Guide.

Di Setu Babakan, ada pemandu yang bertugas untuk mendampingi pengunjung mengenai keseluruhan rangkaian dan dijelaskan satu per satu terkait sejarah dan budaya Betawi. Dalam kesempatan ini, detikTravel dipandu oleh guide bernama Pampam.

Ia menjelaskan mulai dari sejarah penamaan Betawi hingga ada tanaman dan pepohonan apa saja yang berada di kawasan Setu Babakan ini.

‘Saya Anak Betawi’

Untuk sejarah penamaan Betawi pun ia menerangkan dari berbagai versi, mulai dari versi yang menyebut kalau penamaan Betawi berasal dari tanam bunga yakni Guling Betawi (Cassia glauca) dan juga versi yang menyebut asalnya imbas dari Tragedi Geger Pecinan pada tahun 1740.

Pampam juga menerangkan siapa orang pertama yang pertama kali mempopulerkan kata Betawi, orang tersebut adalah Muhammad Husni Thamrin.

“Dan yang pertama kali mengatakan Betawi (dengan kalimat) ‘saya anak Betawi’ adalah M.H Thamrin ketika dalam sebuah sidang Volksraad di (gedung) Dewan Kota Hindia-Belanda yang sekarang tempatnya menjadi Gedung Pancasila,” kata Pampam.

Setelah asyik dengan penjelasan terkait sejarah Betawi, sesekali ia memberikan pertanyaan tentang pepohonan yang ada di area taman. Di kawasan tersebut terdapat beberapa pohon yang sudah asing terlihat, seperti pohon kemang, jamblang putih, dan pohon buah kecapi.

Di area dalam museum juga dipadati oleh anak-anak sekolah yang tengah berkunjung ke sini. Sehabis diajak mengenal sejarah, budaya, dan rumah adat Betawi, Pampam mengajak peserta walking tour untuk menuju area kuliner khas Betawi.

Di sana terdapat beberapa makanan seperti es selendang mayang, gado-gado, laksa, hingga kerak telor. Untuk harga yang ditawarkan oleh pedagangnya pun masih ramah di kantong. Satu es selendang mayang hanya dihargai Rp 10.000, cukup pas untuk meredakan panas Jakarta di siang hari.

Dilanjut dengan berjalan di perkampungan belakang kawasan ini, masih terdapat banyak rumah-rumah yang tidak melupakan ciri khas Rumah Betawi. Di perkampungan ini juga terdapat sentra pembuatan ondel-ondel, dan juga makanan Dodol Betawi.

Salah satu Dodol Betawi yang sudah kesohor adalah Dodol Betawi Nyak Mai, yang telah berdiri sejak lama. Kini usaha Dodol Betawi ini diteruskan oleh anak bungsu Nyak Mai yaitu Ibu Juwani. Dan, untuk penghujung rute Setu Babakan ini tentunya adalah danau.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com