Category Archives: Domestik

Simak Rute Berwisata di GWK Cultural Park, Jangan Sampai Tersesat!



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, sebuah taman budaya sebagai bentuk manifestasi warisan budaya Bali, bisa menjadi destinasi yang harus masuk wishlist saat ke Pulau Dewata. Dengan luas sekitar 60 hektare, cek di sini rute berkeliling GWK agar tidak buang tenaga.

GWK Cultural Park berada di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler harus menempuh sekitar 12 km atau waktu tempuh sekitar 30 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

GWK Cultural Park menyediakan parkir yang luas, jadi traveler yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu khawatir.


Tak hanya memiliki keunggulan dengan patung raksasa, dengan salah satunya patung GWK nan ikonik, traveler juga bisa menemukan banyak spot foto estetik.

Patung GWK dibangun selama 28 tahun dan diresmikan pada 22 September 2018. Bahkan, sebelum patung itu benar-benar utuh area itu sudah menjadi jujugan wisatawan.

Rute Berwisata di GWK Cultural Park

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi patung tertinggi ke-4 di dunia. Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali itu.Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya GWK. (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom))

Tertarik berkunjung ke GWK Cultural Park namun belum tau rute wisatanya? Jangan khawatir, berikut detikTravel merangkum rute berwisata di GWK Cultural Park.

Sesampainya di lokasi parkir pengunjung, traveler akan dijemput dengan Shuttle Bus Gratis yang akan membawa traveler ke dua perhentian, yaitu Area Tiket Plaza Bhagawan atau Jendela Bali Restaurant.

Traveler bisa melakukan pembelian tiket terlebih dahulu. Terdapat beberapa jenis tiket di GWK Cultural Park, yaitu Rp 125.000/orang untuk tiket regular, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Setelah melakukan pembelian tiket, traveler bisa langsung memulai perjalanan di GWK Cultural Park. Disambut dengan kolam air mancur bernama Tirta Amerta, sebagai pintu masuk para pengunjung.

“Untuk pengunjung yang masuk akan disambut dengan kolam air mancur bernama Tirta Amerta, sebagai awal pintu masuk. Ini sesuai dengan kisah Garuda dan Dewa Wisnu,” kata Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa.

Area pertama yang bisa traveler kunjungi adalah Plaza Kura-Kura. Sebuah taman kecil dengan kolam dan pepohonan yang asri, lengkap dengan hiasan patung kura-kura. Terdapat sosok Dewi Laksmi, sang dewi keberuntungan dan kesuburan di tengah kolam. Di kolam ini traveler bisa mencoba melempar koin sambil mengucapkan harapan.

Selanjutnya, traveler bisa menaiki beberapa anak tangga untuk melanjutkan perjalanan ke Plaza Wisnu. Di sini traveler bisa menemukan sebuah Patung Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta. Oke banget untuk jadi spot foto.

Tak hanya itu, di sini terdapat sebuah sumber mata air abadi yang ada di Parahyangan Somaka Giri. Uniknya, meskipun berapa di daerah berkapur dan berada di ketinggian, mata air ini tak pernah surut. Konon mata air ini sudah ada jauh sebelum GWK Cultural Park berdiri.

Sudah selesai mengagumi keajaiban sumber mata air abadi, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Plaza Garuda dengan menuruni beberapa anak tangga. Plaza Garuda menyajikan sebuah patung kepala Garuda yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu spot foto favorit pengunjung.

Tak jauh dari Plaza Garuda, traveler bisa menemukan bioskop mini bernama Garuda Sineloka. Di sini traveler bisa menyaksikan film animasi yang mengisahkan perjuangan Garuda Cilik untuk mendapatkan Tirta Amerta. Penayangan film dilakukan setiap jam, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WITA.

Dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke Patung GWK. Untuk sampai ke Patung GWK traveler harus berjalan kaki atau menyewa buggy. Traveler akan melewati festival park, Lotus Pond, dan Titi Banda, sebuah jembatan yang sip jadi spot foto.

Sesampainya di Patung GWK, bagi traveler yang memiliki tiket Ultimate bisa melanjutkan perjalanan untuk mengeksplor kemegahan patung GWK dengan masuk ke lantai 9 dan lantai 23. Menikmati keindahan Bali dari ketinggian.

Aktivitas yang wajib dilakukan di Patung GWK adalah berfoto dan membuat video di depan patung setinggi 122 meter. Terdapat dua pilihan spot foto, traveler bisa berfoto di depan patung atau di bagian kiri patung.

Menjajal GWK Cultural Park bisa traveler tutup dengan menyaksikan berbagai macam pertunjukan seni yang dilakukan di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu. Di pintu keluar traveler juga akan menemukan Kencana Souvenirs dan ASANA Artseum. Traveler juga bisa bersantap dengan pemandangan sunset di Jendela Bali Restaurant.

Menurut Stefanus, pengunjung rata-rata menghabiskan waktu di GWK Cultural Park selama tiga hingga empat jam untuk bisa mengeksplorasi seluruh area yang ada di taman budaya ini. Bagi traveler yang ingin berkunjung, jangan lupa luangkan waktu untuk menjelajahi setiap sudut GWK Cultural Park ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ibarbo Park, Pusat Oleh-oleh Baru di Jogja, Punya Aviari dan Satwa Lain



Yogyakarta

Ibarbo Park menjadi destinasi wisata baru di Yogyakarta. Ada koleksi satwa, aviari, hingga tempat belanja oleh-oleh.

Taman wisata yang berada di Jalan Magelang KM 14, Sleman itu belum lama dibuka untuk umum. Pengelola mengklaim Ibarbo Park sebagai taman wisata dan pusat oleh-oleh terlengkap dan terbesar di Yogyakarta.

Perwakilan pengelola, Stefani, menyebut Ibarbo park memiliki visi untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Jogja yang mengedepankan edukasi sambil memberikan pengalaman rekreasi yang menyenangkan bagi pengunjung.


“Jogja dipilih karena memiliki potensi pariwisata yang kuat, termasuk reputasi sebagai destinasi wisata budaya dan alam yang menarik,” kata Stefani

Ibarbo Park memiliki luas sekitar 4 hektar dengan terbagi menjadi berbagai area, yaitu Ibarbo Aviary, Ibarbo Playland, Zona Satwa, dan fasilitas lain seperti restoran dan toko oleh-oleh.

“Yang membedakan Ibarbo Park dengan taman aviary lainnya adalah konsepnya yang holistik, menggabungkan pengalaman interaktif dengan satwa, taman alam, dan kegiatan edukatif yang melibatkan pengunjung secara aktif,” kata Stefani.

Ibarbo Park, YogyakartaIbarbo Park, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Melalui pantauan detikTravel terlihat sebagian besar dari pengunjung adalah keluarga yang membawa anak kecil. Wisata ini sangat cocok dinikmati ketika musim liburan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Anak-anak bisa mendapati didesain beragam satwa, mulai dari unggas, kuda, kelinci, hingga kura-kura.

Saat sore, tepatnya pukul 15.00, akan hadir pertunjukan satwa yang mengajak pengunjung terkhusus anak-anak berinteraksi langsung dengan hewan. Burung kakak tua terlihat menjadi primadona pengunjung karena kecantikannya.

“Standar perawatan hewan di Ibarbo Park meliputi aspek-aspek seperti nutrisi, kesehatan, kebersihan habitat, dan kegiatan pengawasan medis rutin oleh Dokter hewan kami,” kata Stefani

Stefani menyebut Ibarbo melakukan pembangunan secara bertahap dengan dimulai dari toko oleh-olehnya. Proses itu memakan waktu lebih dari setengah tahun untuk wahana pertamanya sekarang dan masih dalam tahap penyempurnaan.

Ibarbo Park, YogyakartaIbarbo Park, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Meski demikian, Ibarbo tidak luput dari serangan netizen di media sosial yang melontarkan kekecewaannya terhadap luas area yang dinilai tidak sebesar pemasarannya. Stefani menanggapi hal tersebut dengan menyatakan pihaknya masih akan terus menambahkan atraksi baru, memperluas area, dan pengembangan lebih lanjut.

“Kami memiliki lahan seluas 4,5 hektar, dan kami juga memiliki konsep rumah tumbuh. Dengan luas yang ada perlahan akan kami luas dengan wahana baru, fasilitas baru, dll. Jadi kami tidak hanya berhenti disini. Masih banyak lagi yang akan kami sajikan ke masyarakat,” kata Stefani.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jangan Terlewat, Ini 5 Spot Foto Instagramable di GWK Cultural Park



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menjadi destinasi wajib jika traveler berkunjung ke Pulau Bali. Banyak spot foto instagramable.

Bagi traveler yang sedang merencanakan liburan ke Pulau Dewata. GWK Cultural Park bisa menjadi rekomendasi destinasi wisata paket lengkap. Nggak hanya sajikan kemegahan patung, GWK Cultural Park juga tawarkan 15 pertunjukan seni dan budaya Bali.

Terletak di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park juga menjadi destinasi sip untuk traveler yang mencari spot foto instagramable. Mulai dari spot foto dengan latar belakang patung hingga studio foto tematik pertama di Bali.

Berikut 5 rekomendasi spot foto instagramable yang wajib traveler coba di GWK Cultural Park.

1. Plaza Wisnu

Lokasi pertama adalah Plaza Wisnu. Terletak di atas bukit, untuk sampai ke sini traveler harus menaiki beberapa anak tangga. Di sini traveler akan menemukan Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa yang dikelilingi oleh kolam.

Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa ini menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto. Kemegahan patung Dewa Wisnu tak jarang membuat wisatawan berdecak kagum.

2. Plaza Garuda

Turun dari Plaza Wisnu, traveler akan menemukan Plaza Garuda. Plaza Garuda menyajikan sebuah patung kepala Garuda yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Melambangkan pengorbanan, kesetiaan, dan kepercayaan. Garuda, simbol bangsa Indonesia, mewakili sifat keberanian, kebijaksanaan, kekuatan, dan disiplin.

Tak hanya sarat akan filosofi, Plaza Garuda juga sip banget nih untuk jadi spot foto. Bahkan tak jarang Patung Garuda ini menjadi latar belakang untuk foto prewedding karena keindahannya.


3. Patung Garuda Wisnu Kencana

Spot foto utama dari GWK Cultural Park adalah Patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 122 meter dengan lebar 66 meter. Patung GWK menjadi salah satu spot foto wajib sekaligus spot foto favorit wisatawan yang berkunjung.

Biasanya pengunjung gemar mengabadikan momen dengan berfoto di depan megahnya Patung GWK. Bahkan di beberapa spot sudah terdapat papan petunjuk yang menandakan dimana saja spot terbaik untuk berfoto di sekitar patung GWK.

Belum afdol jika traveler tak mencoba masuk ke patung raksasa ini. Traveler diperkenankan masuk ke lantai 9 dan lantai 23 patung GWK. Di dalamnya juga banyak spot foto estetik. Traveler bisa berfoto di atas lantai kaca yang menunjukkan rangka baja dari Patung GWK. Unik dan anti mainstream banget!

4. Titian Garuda

Saat ini GWK Cultural Park juga sudah memiliki satu spot baru untuk berburu foto dengan latar belakang Patung GWK. Namanya Titian Garuda. Jembatan Titian Garuda memiliki panjang 239 meter dan dapat menampung beban 500 kilogram per meter persegi.

Jembatan Titian Garuda menghubungkan Plaza Garuda ke area patung utama GWK. Dari Titian Garuda traveler bisa mengabadikan foto dengan ketinggian yang pas, komplit bersama latar belakang Patung GWK yang megah nan cantik.

“Kita banyak ada spot foto, tapi saat ini spot terbaik menurut saya adalah Titian Garuda. Itu menghubungkan Plaza Garuda ke Garuda Wisnu Kencana. Di tengah jembatan kita bisa berfoto dengan ketinggian yang pas dan mendapatkan view Patung GWK yang paling eksotis,” ujar Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa.

5. ASANA Artseum Bali

Jika sudah puas berfoto di area outdoor, traveler bisa mencoba sensasi berfoto di ASANA Artseum Bali. Salah satu galeri foto dengan lanskap yang unik, terletak di kawasan GWK Cultural Park.

ASANA Artseum memiliki banyak galeri yang dirancang dengan gaya kreatif, setiap galeri memiliki ciri khas sendiri, mulai dari bergaya khas Bali hingga Jawa. Terdapat sekitar 20 spot foto dan sudah tersedia petugas yang membantu dalam pengambilan foto. Traveler yang ingin mencoba sensasi berfoto di ASANA Artseum dikenakan biaya mulai dari Rp 238.800.

Sudah tau mau mencoba spot foto apa saja di GWK Cultural Park? Yuk buruan booking tiketnya dan liburan kemudian.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mau Kemping dan Glamping Asyik di Tengah Hutan? Datang ke Sentul Saja



Jakarta

Traveler yang sedang mencari ide kegiatan long weekend atau liburan mendatang, bisa nih menyusun rencana kemping di wilayah Sentul. Salah satu tempat yang menarik adalah Tumbuhejo Campground.

Sejatinya, banyak pilihan kemping dan glamping di Kabupaten Bogor yang bisa traveler pilih. Salah satunya adalah Tumbuhejo Campground ini.

Lokasinya hanya sejam lebih dari dari Jakarta. Adapun alamatnya, di Central Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.


“Kita ingin, siapapun yang datang ke Tumbuhejo merasakan nyaman menginap di tengah hutan. Kita ingin semua orang senang, mulai dari suasananya, pelayanan kita, dan pilihan kepada para tamu untuk berwisata. Bahwa, wisata di Bogor tak selalu ke Puncak,” kata Tossy Bhirawanto, pengelola Tumbuhejo, kepada detikcom, Kamis (9/5/2024).

Tumbuhejo Campground di Sentul, Kabupaten BogorTenda dome di Tumbuhejo Campground (Ari Saputra/detikcom)

Tumbuhejo telah eksis menjadi salah satu lokasi kemping favorit di Kabupaten Bogor sejak tahun 2016. Bermula dari lahan kebun, Tumbuhejo pun berkembang menjadi tempat healing dan kemping semua kalangan.

“Awalnya kita perkebunan, semuanya palawija kita tanam. Yang baru berdiri saat itu hanya vila biasa dan pool vila. Nah, saat itu kita masih fokus pada perkebunan dan sering timbul kendala saat panen, harga jual tidak menutupi proses tanam. Nah, kebetulan daerah sini banyak yang tracking kan, dan banyak yang bertanya apakah vila ini disewakan? Semenjak itulah, kita bagusin vilanya, rapikan. Saat itu belum ada camping ground,” Tossy mengisahkan.

Seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan Tumbuhejo semakin populer di kalangan traveler. Para penyuka kemping mulai berdatangan dan meramaikan bumi perkemahan ini.

“Kita juga membangun restoran. Jadi para tamu vila ataupun yang kemping di glamping dan membawa tenda, bisa memesan makan di restoran. Namun, banyak juga tamu yang membawa logistik dan masak sendiri. Di vila, kami sediakan dapur juga. Kami juga punya paket BBQ yang bisa dinikmati,” Tossy menambahkan.

Tumbuhejo Campground di Sentul, Kabupaten BogorVilla di Tumbuhejo Campground di Sentul, Kabupaten Bogor. (Syanti Mustika/detikcom)

Fasilitas, pilihan tenda dan harga

Teruntuk fasilitas, di sini terdapat kamar mandi, restoran, area parkir dan camping ground. Bagi traveler yang ingin membawa tenda sendiri, juga boleh kok.

“Kita mempunyai beberapa pilihan untuk tamu. Bisa menginap di vila, glamping, tenda dom, atau bawa tenda sendiri. Bebas, yang penting menjaga kebersihan dan tingkah laku,” tambah Tossy.

Di sini terdapat dua jenis vila, yaitu sky villa dan private villa.

“Untuk harga, private villa itu kami sediakan 15 matras lengkap dengan selimut dan bantal. Serta di dalamnya ada TV, AC, dapur beserta peralatan masak. Di sini, juga ada kolam renangnya. Jadi bila ada tamu menginap, kolam renang hanya untuk tamu yang menginap di private villa saja. Tapi, jika tidak ada tamu, semua orang boleh menggunakan kolam,” papar Tossy.

“Untuk sky villa, kapasitasnya 10 orang. Bedanya di sini ada dua kamar mandi, tapi tidak ada kolam renangnya.

Tumbuhejo Campground di Sentul, Kabupaten BogorSuasana di dalam glamping di Tumbuhejo Campground Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Harga private pool villa

Senin-Kamis Rp 2.750.00 per malam
Jumat dan Minggu Rp 2.950.000
Sabtu Rp 3.350.000

Harga sky villa

Senin-Kamis Rp 1.450.00 per malam
Jumat dan Minggu Rp 1.850.000
Sabtu Rp 2.250.000

Harga glamping (kapasitas 5 orang, disediakan matras, selimut, galon)

Senin-Kamis Rp 550.000 per malam
Jumat dan Minggu Rp 750.000
Sabtu Rp 650.000

Harga tenda dome (kapasitas 4 orang, disediakan matras, selimut dan lampu)

Senin-Kamis Rp 400.000 per malam
Jumat dan Minggu Rp 500.000
Sabtu Rp 450.000

Campervan (penyewaan lahan)

Rp 400 ribu per mobil

Bagi traveler yang tidak ingin repot masalah makan, bisa juga kok memilih paket makan seharga Rp 250 ribu-Rp 350 ribu per orangnya. Harga ini untuk tiga kali makan, dan bisa memilih menu juga.

“Biasanya, kalau tamu rombongan kita kasih pilihan. Ingin makan prasmanan atau nasi box. Juga bagi tamu-tamu yang datangnya hanya bertiga atau di bawah 6 orang bisa juga kok. Langsung saja kontak admin kita untuk pemesanan,” ujar Tossy.

Pilihan kegiatan

Bila traveler menginap di Tumbuhejo, bisa juga menikmati paket tracking untuk mengisi keseruan berkemah. Harganya mulai Rp 70 ribu per orangnya dengan maksimum 15 orang.

Bagi traveler yang ingin mengajak anak-anak atau rombongan sekolah belajar tentang berkebun, juga bisa kok request ke Tumbuhejo.

“Bagi tamu yang ingin menginap, saya sarankan untuk reservasi terlebih dahulu. Silahkan kontak admin kita di link yang tercantum di akun Instagram Tumbuhejo. Jadwal check in pukul 14.00 WIB dan check out pukul 12.00 WIB,” ujar Tossy.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Tiket dan Jam Buka Taman Aviary Ibarbo Park Jogja



Yogyakarta

Ibarbo Park di Yogyakarta menonjolkan taman aviari sebagai spot wisata. Berikut harga tiket dan jam operasional, serta spot wisata yang dimiliki.

Dengan puluhan satwa yang ada di dalamnya, Ibarbo Park menjadi destinasi pas bagi para traveler yang ingin berinteraksi langsung dengan satwa. Di sana traveler dapat menyaksikan langsung pertunjukan spekta animal yang menampilkan para satwa yang telah dilatih khusus.

Pengelola mengunggulkan taman aviari atau kandang besar untuk burung untuk menarik minat pengunjung. Di sini juga tersedia playground, restoran, dan pusat oleh-oleh.


Berikut tentang Ibarbo Park Jogja:

Daya Tarik Ibarbo Park

1. Pertunjukan Spekta Animal

Setiap sore tepatnya pukul 15.00 WIB akan ditampilkan pertunjukan para satwa yang telah dilatih khusus oleh instrukturnya. Terlihat beberapa hewan seperti berang-berang, burung Kakak Tua, musang, dan burung lainnya menampilkan atraksinya.

2. Ibarbo Aviary

Berinteraksi dengan burung khususnya bagi anak-anak yang berani mengulurkan tangannya sebagai tempat bertengger beberapa jenis burung seperti burung kakak tua. Ibarbo menyajikan ratusan jenis burung yang dapat dengan bebas disaksikan oleh pengunjung serta sejumlah spot foto estetik.

3. Mini Zoo

Tidak hanya burung, ada pula hewan lain seperti kelinci, rusa, monyet, hingga kura-kura yang bisa disaksikan di Ibarbo Park. Pengunjung dapat dengan bebas melihatnya.

4. Restoran

Puas melihat satwa, traveler dapat beristirahat sebentar sambil menyantap makanan di area resto. Di sini dapat ditemukan beberapa menu seperti tongseng, mie goreng, ayam rempah, dan lainnya. Areanya yang luas diklaim mampu menampung hingga 1000 orang.

5. Area Playground

Selain berinteraksi dengan satwa, Ibarbo Park juga menyediakan area bermain bagi anak-anak. Terdapat wahana mandi bola yang terdapat di dalam area restonya dengan membeli tiket terusan.

6. Pusat Oleh-Oleh

Kurang lengkap rasanya jika berlibur tidak membawa serta buah tangan. Di Ibarbo tersedia toko oleh-oleh dengan pilihan beragam yang menawarkan oleh-oleh khas Jogja. Seperti kain batik, bakpia, hingga kerajinan cinderamata.

Jam Operasional Ibarbo Park

Buka Setiap hari dengan dua jenis jam operasional, yaitu
Mini zoo 09.00-18.00
Toko Oleh-oleh 09.00-22.00 WIB

Lokasi

Jika ditempuh dari Stasiun Tugu Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan melewati Jalan Ring Road Utara. Lokasi tepatnya ada di Jalan Magelang No.Km 14, Jetis, Caturharjo, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga Tiket

Harga Tiket masuk Ibarbo Park ada di Rp 30.000 dengan biaya parkir mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000

Berikut rincian harga untuk tiket wahana lainnya
Wahana Kereta Rp 15.000
Pakan Hewan Rp 10.000
Mandi Bola Rp 30.000

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

13 Hotel Dekat GBK Lengkap dengan Harga, Lokasi, dan Fasilitas di 2024


Jakarta

Hotel dekat Gelora Bung Karno (GBK) sering dicari masyarakat ketika musim pertandingan liga timnas atau daerah. Baik penonton daerah ataupun asli Jakarta memilih untuk tinggal sementara di hotel untuk menghindari kemacetan.

Stadion Gelora Bung Karno sendiri sering menjadi titik utama pelancong untuk memulai perjalanan karena lokasinya yang strategis. Akses transportasi umum yang memadai turut menjadi alasan mengapa masyarakat memilih hotel dekat GBK.

Berikut rekomendasi hotel dekat GBK beserta harga, rute, dan fasilitasnya terbaru 2024 dari yang termurah dari kumpulan berbagai laman travel online Indonesia.


Rekomendasi Hotel Dekat GBK Lengkap dengan Fasilitas dan Harga

Hotel dekat GBK yang berada di pusat Jakarta menawarkan berbagai fasilitas dan layanan berkelas. Berikut pilihannya:

1. Fave Hotel Gatot Subroto

Harga: Mulai Rp 420.868/ malam

Lokasi: Jl. Kartika Candra Kav. A9 Karet Semanggi, Jakarta Selatan, Jakarta 12930 Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • AC
  • Layanan kamar
  • Coffee and tea maker
  • Bathtub atau shower
  • Meja
  • Lemari besi
  • TV layar datar
  • Perlengkapan mandi gratis.

Fasilitas Umum:

  • Parkir gratis
  • Sarapan gratis
  • Ruang konferensi
  • Spa
  • WiFi
  • Layanan penyimpanan koper
  • Ruang rapat
  • Aktivitas menarik untuk anak.

Fave Hotel Gatot Subroto adalah pilihan murah dan ideal ketika mencari hotel dekat GBK. Selain layanan dan fasilitasnya yang lengkap, hotel ini juga strategis dan terjangkau dengan beberapa objek yang menjadi landmark Jakarta yaitu:

  • Stadion GBK (13 menit dengan motor)
  • Henshin Restaurant (13 menit mengendarai sepeda motor)
  • Sailendra Restaurant JW Marriot (6 menit dengan kendaraan bermotor)
  • Namaaz Dining (19 menit menggunakan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (28 menit menggunakan mobil)
  • Bandara Internasional Soekarno Hatta (53 menit menggunakan mobil).

2. Sawana Suites

Harga: Mulai Rp 507.485/ malam

Lokasi: Jl. Danau Limboto blok B1 no. 45 Bendungan Hilir, Jakarta 10210 Indonesia

Fasilitas per Kamar:

  • Tirai kedap cahaya
  • AC
  • Layanan kebersihan kamar
  • TV LED
  • Kamar kedap suara
  • Meja
  • Mesin pembuat kopi atau teh
  • Bathtub dan shower.

Fasilitas Umum:

  • Parkir gratis
  • Kolam renang
  • Penyewaan sepeda
  • Ruang rapat
  • Bar/Lounge
  • WiFi
  • Layanan antar jemput bandara
  • Spa.

Sawana Suites berdiri di pusat perbelanjaan dan bisnis di Ibukota Jakarta. Hotel ini terkenal dengan interiornya yang unik dan klasik dengan berbagai pelayanan profesional yang memanjakan mata seperti rooftop cafe yang nyaman. Penginapan ini juga dekat dengan beberapa area berikut.

  • Stadion GBK (6 menit dengan motor)
  • Culinaria MODENA (15 menit dengan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (31 menit menggunakan mobil).

3. Miers Kuningan Artotel Curated Jakarta

Harga: Mulai Rp 609.917/ malam

Lokasi: Jalan H. Sidik No.7, Jakarta 12940 Indonesia

Fasilitas per Kamar:

  • AC
  • Layanan kamar
  • TV LED
  • Bathub/ Shower
  • Layanan kebersihan kamar
  • Lemari besi
  • Tempat tidur king size
  • Perlengkapan mandi gratis.

Fasilitas Umum:

  • Parkir gratis
  • Ruang gym
  • Staf hiburan
  • WiFi
  • Bar/Lounge
  • Security dan resepsionis 24 jam.

Miers Kuningan Artotel Curated Jakarta tidak hanya unggul dalam pelayanan hotel dan makanannya, melainkan juga dengan layanan tambahan untuk antar jemput pengunjung hotel dari bandara. Tidak perlu khawatir apabila membutuhkan hal-hal penting, karena lokasi hotel ini sangat dekat dengan beberapa tempat berikut.

  • Stadion GBK (13 menit dengan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (30 menit menggunakan mobil)
  • Bandara Internasional Soekarno Hatta (54 menit menggunakan mobil).

4. Artotel Gelora Senayan

Harga: Mulai Rp 834.833/ malam

Lokasi: Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270 Indonesia

Fasilitas per Kamar:

  • AC
  • Lemari besi
  • Mini bar
  • TV layar datar
  • Layanan kamar
  • Air minum dalam kemasan
  • Kulkas.

Fasilitas Umum:

  • Tempat parkir gratis
  • Kolam renang
  • Bar/ Lounge
  • WiFi
  • Pusat Kebugaran
  • Lapangan Tenis.

Artotel Gelora Senayan menawarkan layanan concierge dan kamar terbaik sehingga mendapatkan rating baik oleh pengunjung yang datang. Ketika menginap disini dan bosan dengan makanan hotel, detikers dapat berkunjung ke beberapa restoran mediterania terdekat seperti Plan B, Al Nafoura, dan il Mare. Selain itu beberapa objek terdekat lainnya dengan hotel ini yaitu:

  • Stadion GBK (4 menit berjalan kaki)
  • Bentara Budaya (10 menit dengan motor)
  • Culinaria MODENA (17 menit dengan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (31 menit menggunakan mobil).

5. Aryaduta Suites Semanggi

Harga: Mulai Rp 926.104/ malam

Lokasi: Jl. Garnisun Dalam No.8, RW.4 Karet Semanggi, Jakarta 12930 Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • AC
  • Dapur kecil
  • Kulkas
  • Balkon pribadi
  • Lemari besi
  • Mini bar
  • TV LED
  • Layanan kamar.

Fasilitas Umum:

  • Parkir gratis
  • Kolam renang
  • Restoran
  • Playground
  • WiFi
  • Pusat kebugaran
  • Layanan antar jemput bandara.

Aryaduta Suites Semanggi adalah rumah terbaik ketika anda berkunjung di daerah Jakarta. Detikers dapat menikmati dumpling favorit di Li Feng atau Din Tai Fung dengan berbagai objek ikonik Jakarta lainnya yaitu:

  • Stadion GBK (10 menit dengan motor)
  • Culinaria MODENA (10 menit dengan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (29 menit menggunakan mobil).

6. ARTOTEL Suites Mangkuhulur – Jakarta

Harga: Mulai Rp 1.191.841/ malam

Lokasi: Jl. Gatot Subroto Kav 2-3 Jakarta Selatan DKI, Jakarta 12930 Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • Kamar ber-AC
  • Ruang makan
  • TV LED
  • Tirai kedap cahaya
  • Meja
  • Mesin pembuat teh dan kopi
  • Pemandangan kota.

Fasilitas Umum:

  • Tempat parkir yang aman
  • Kolam renang dewasa
  • Kolam renang anak
  • Kedai kopi
  • Pusat kebugaran
  • Layanan gratis menginap untuk anak.

ARTOTEL Suites Mangkuhulur adalah hotel bintang lima yang memiliki nilai estetika dan kenyamanan yang tinggi. Penginapan ini menggabungkan arsitektur dan seni kontemporer dari seniman terkemuka di setiap sudut bangunannya. Tidak hanya itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan pilihan 311 kamar yang nyaman dan dekat dengan beberapa objek berikut:

  • Stadion GBK (9 menit dengan motor)
  • Lotte Shopping Avenue (6 menit dengan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (26 menit menggunakan mobil).

7. The Sultan Hotel & Residence Jakarta

Harga: Mulai Rp 1.555.684/ malam

Lokasi: Jl. Jendral Gatot Subroto, Jakarta 10270 Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • Kamar ber-AC
  • Wi-Fi
  • Mini bar
  • Sarapan gratis
  • TV LED
  • Lemari.

Fasilitas Umum:

  • Parkir gratis
  • Layanan kamar
  • Layanan concierge
  • Pusat kebugaran
  • Lapangan tenis
  • Kolam renang outdoor
  • Gratis penginapan anak-anak.

The Sultan Hotel & Residence Jakarta terkenal dengan pelayanan dan restorannya yang mewah dan enak. Terdapat berbagai hidangan yang bisa dinikmati seperti Li Feng, Din Tai Fung, atau Paradise Dynasty Imperial Treasure La Mian Xiao Long Bao. Hotel ini juga dekat dengan berbagai objek terkenal di Jakarta seperti:

  • Stadion GBK (3 menit dengan motor)
  • Culinaria MODENA (13 menit dengan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (31 menit menggunakan mobil)
  • GOR Soemantri (16 menit dengan motor).

8. The Gunawarman

Harga: Mulai Rp 2.399.222/ malam

Lokasi: Jl. Gunawarman no. 3, Jakarta 12110 Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • Kamar bersih
  • Layanan kamar
  • Air minum kemasan
  • TV layar datar
  • AC
  • Lemari besi
  • Mini bar.

Fasilitas Umum:

  • Tempat parkir gratis
  • Bathtub air panas
  • Sarapan gratis
  • Layanan antar jemput bandara
  • Pusat kebugaran
  • Playground
  • Ruang pertemuan
  • WiFi.

The Gunawarman adalah rekomendasi hotel dekat GBK yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Pengunjung akan dimanjakan dengan layanan dan makanan lezat yang disediakan oleh restoran hotel. Tidak perlu takut, detikers juga bisa mencicipi kuliner udang favorit di Jakarta seperti Satoo dan Sana Sini Restaurant yang dekat dengan hotel.

  • Stadion GBK (10 menit dengan motor)
  • Satoo (15 menit dengan motor)
  • Sana Sini Restaurant (21 menit dengan kendaraan bermotor)
  • Culinaria MODENA (12 menit dengan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (31 menit menggunakan mobil).

9. The Orient Jakarta, a Royal Hideway Hotel

Harga: Mulai Rp 2.500.000/ malam

Lokasi: Jl. Jend. Sudirman No.36, RT.14/RW.1, Bend. Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10210, 10210 Jakarta, Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • Kamar ber-AC
  • Wi-Fi
  • Pemandangan kota di setiap kamar
  • Hot tub
  • Kamar mandi pribadi
  • Peralatan mandi (showe, jubah mandi, sandal)
  • Meja dan mesin kopi.

Fasilitas Umum:

  • Pusat kebugaran
  • Layanan resepsionis 24 jam
  • Penitipan Bagasi
  • Layanan kamar
  • Prasmanan, ala carte, dan Amerika.

The Orient Jakarta, a Royal Hideway hotel adalah penginapan elite bintang lima yang menyediakan pemandangan kota di setiap kamar. Hotel ini sangat direkomendasikan bagi para pelancong yang ingin menikmati suasana Ibukota dan berkunjung ke destinasi ikonik terdekat hanya dalam waktu yang singkat, seperti:

  • Stadion GBK (8 menit dengan motor)
  • Monumen Nasional (14 menit dengan motor)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (29 menit menggunakan mobil).

10. Hotel Mulia Senayan

Harga: Mulai Rp 3.075.820/ malam

Lokasi: Jl. Asia Afrika, Senayan, 10270 Jakarta, Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • TV kabel layar datar
  • Mesin kopi dan teh
  • Brankas
  • Pemandangan pusat Kota Jakarta
  • Bath tub
  • Private room service.

Fasilitas Umum:

  • Kolam renang outdoor
  • Layanan spa
  • Pusat kebugaran
  • Area parkir gratis dan luas
  • Pusat Bisnis
  • Ruang meeting
  • Toko Souvenir
  • Restoran 7 menu dunia
  • CJ’s Bar.

Hotel Mulia Senayan berada di seberang Stadion GBK yang menyediakan parkir gratis bagi pengunjungnya. Tidak perlu takut kelaparan disini karena restoran hotel menyediakan 8 pilihan menu masakan dari Indonesia, Italia, hingga Jepang. Adapun lokasi hotel ini juga strategis dan terjangkau untuk beberapa area berikut:

  • Stadion GBK (4 menit dengan motor)
  • Plaza Senayan dan Lapangan Golf Senayan (5 menit dengan kendaraan bermotor)
  • Kawasan Bisnis Sudirman (20 menit dengan kendaraan bermotor).

11. Fairmont Jakarta

Harga: Mulai Rp 3.267.000/ malam

Lokasi: Jalan Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno, 10270 Jakarta, Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • Ruang kamar sesuai dengan pilihan
  • TV kabel layar datar
  • Area tempat duduk
  • Minibar
  • Kulkas
  • Bathub dan shower
  • Perlengkapan mandi gratis (pengering rambut, jubah mandi, sandal, handuk)
  • AC
  • Lantai berkarpet
  • WiFi.

Fasilitas Umum:

  • Tempat pertemuan
  • Gym Center
  • Restoran Indonesia dan Barat
  • Cafe
  • Kolam berenang
  • Laundry
  • Spa.

Hotel ini berada di pusat kota Jakarta dengan menawarkan suasana liburan di kota modern dan mewah dengan fasilitasnya. Fairmont Jakarta menawarkan layanan antar jemput bandara dengan biaya tambahan yang hemat. Dari sini detikers dapat mengunjungi beberapa landmark kota Jakarta dengan dekat seperti.

  • Stadion GBK (5 menit dengan motor)
  • Golf Senayan (2 menit jalan kaki)
  • Plaza Mall dan Sentra Senayan 93 menit jalan kaki)
  • Monumen Nasional atau Monas (20 menit menggunakan kendaraan bermotor)
  • Bandara Soekarno Hatta (1 jam menggunakan mobil).

12. The Langham, Jakarta

Harga: Mulai Rp 3.702.600/ malam

Lokasi: District 8 SCBD, Lot 28, 12190 Jakarta, Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • Hot tub
  • AC
  • Area tempat duduk
  • TV layar datar
  • Brankas
  • Kamar mandi pribadi dengan bath tub
  • Jubah mandi dan sandal
  • Pemandanan kota yang indah bagi beberapa unit
  • Sprei dan handuk.

Fasilitas Umum:

  • Restoran
  • Pusat kebugaran
  • Sauna
  • Layanan resepsionis 24 jam
  • Prasmanan ala carte atau kontinental
  • Teras berjemur
  • Spa dan layanan tata rambut
  • Pusat Bisnis.

The Langham Jakarta adalah hotel bintang lima yang menyediakan layanan resepsionis selama 24 jam. Fasilitas dan layanan hotel ini terbilang sangat lengkap mulai dari kamar, penitipan bagasi, hingga layanan spa untuk menyegarkan badan. Adapun beberapa tempat terdekat dengan hotel ini yaitu:

  • Stadion GBK (8 menit dengan motor)
  • Plaza Senayan (10 menit dengan motor)
  • KidZania Jakarta (6 menit berjalan kaki)
  • Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma (30 menit menggunakan mobil).

13. The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place

Harga: Mulai Rp 5.263.500/ malam

Lokasi: Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53,, 12190 Jakarta, Indonesia

Fasilitas Per Kamar:

  • WiFi
  • TV layar datar
  • AC
  • Pemutar DVD
  • Brankas
  • iPod dock
  • Kamar mandi dalam.

Fasilitas Umum:

  • Kolam renang outdoor
  • PA.SO.LA Restaurant & Lounge
  • The Spa & Health Club
  • Club Lounge
  • Sauna
  • Perpustakaan.

Hotel Ritz-Carlon Jakarta, Pacific Place menawarkan pemandangan indah perkotaan yang semakin cantik di malam hari. Terdapat berbagai fasilitas kamar yang terrsedia baik untuk 2 orang maupun keluarga besar. Para tamu akan dimanjakan dengan layanan sarapan, makan siang, dan makan malam lengkap dengan soft drink, wine, dan beer di restoran hotel yang dekat dengan:

  • Stadion GBK (10 menit dengan motor)
  • Area elit SCBD (8 menit berjalan kaki)
  • Bursa Efek (2 menit berjalan kaki)
  • Bandara Soekarno Hatta (51 menit menggunakan mobil).

Demikian 13 rekomendasi hotel dekat GBK lengkap dengan fasilitas, lokasi, dan harganya dari yang termurah hingga termahal. Pastikan untuk update tarif per malam dan ketersediaan kamar lebih dulu sebelum booking.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Kampung Naga Tasikmalaya, Penuh Daya Tarik dan Tradisi



Tasikmalaya

Mencari salah satu opsi berwisata di kala long weekend? Kampung Naga di Tasikmalaya nampaknya menjadi salah satu spot yang menarik dikunjungi nih traveler.

Kampung Naga di Tasikmalaya, Jawa Barat, termasuk tempat wisata pedesaan Sunda yang masih alami. Selain rumah-rumah yang mempertahankan bentuk kuno, masyarakatnya juga masih memegang teguh tradisi.

Mereka umumnya memeluk agama Islam, tetapi juga melestarikan adat istiadat nenek moyang. Yuk simak bagaimana asal-usul Kampung Naga ini, lengkap dengan daya tarik wisata, tradisi yang masih berjalan, serta lokasi Kampung Naga tersebut.


Asal-usul Kampung Naga

Nama Kampung Naga mungkin terkesan seperti kawasan pecinan karena hewan naga ini identik dengan budaya orang Cina. Padahal Kampung Naga di Tasikmalaya sama sekali tidak berhubungan dengan adat Cina.

Punduh atau salah satu pimpinan kampung setempat, Aki Ma’un, menjelaskan nama ‘naga’ tidak terkait dengan jenis hewan maupun nama buah. Nama tersebut berasal dari lokasi daerah yang berada di bawah bukit atau di lembah bukit.

Tempat seperti ini sering disebut oleh orang Sunda sebagai ‘dina gawir’. Kata ‘dina’ merujuk pada makna tempat, sementara ‘gawir’ berarti lembah atau jurang. Tapi orang Sunda sering melafalkannya menjadi ‘na gawir’. Dari situlah disingkat menjadi ‘naga’.

“Nama Naga itu asalnya dari kata ‘na gawir’, kan kampung posisinya di bawah bukit. Jadilah disebut Kampung Naga,” kata Ma’un yang pernah diwawancarai detikJabar, 14 Februari 2022.

Daya Tarik Kampung Naga

Dikutip dari Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat Garuda Volume 1, No 1, Maret 2023, berikut ini sejumlah daya tarik wisata Kampung Naga Tasikmalaya:

1. Pemandangan Indah

Kampung Naga berada di lembah dengan ketinggian 488 mdpl. Pemandangan kampung ini masih khas pedesaan, mulai dari persawahan, empang, bukit, sungai, dan hutan.

Kawasan permukiman di sini pun menjadi pemandangan unik karena sudah jarang terlihat rumah dengan bentuk tradisional. Sepanjang perjalanan masuk ke kampung pun kita akan disuguhi pemandangan indah, termasuk ketika melewati 444 anak tangga.

2. Udara Sejuk dan Suasana Tenang

Jarak Kampung Naga dengan jalan raya sekitar 1 km, sehingga cukup jauh dari keramaian. Hal ini selain membuat udara sejuk, suasananya pun cukup tenang. Tempat ini cocok untuk menenangkan diri dari suasana perkotaan.

3. Mitos di Kampung Naga

Ada juga hal yang membuat wisatawan tertarik datang ke Kampung Naga, yaitu ingin mengetahui mitos atau aturan adat yang unik, misalnya mengenai larangan masuk hutan keramat. Pelanggar aturan akan dikeluarkan dari kampung tersebut.

4. Oleh-oleh Khas

Tentunya, wisatawan banyak yang mencari oleh-oleh khas dari objek wisata tujuannya. Di Kampung Naga, banyak kerajinan tangan yang dihasilkan oleh masyarakat lokal, misalnya anyaman lampu gantung, teko yang terbuat dari batok kelapa, tas dari batok kelapa, bakul nasi, tas anyaman, hingga lukisan.

5. Edukasi Budaya

Kebudayaan juga menjadi daya tarik dari Kampung Naga, sebab masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadatnya.

Masyarakat luar bisa belajar kebudayaan dengan belajar langsung di Kampung Naga. Kamu juga bisa menyaksikan berbagai upacara adat di Kampung Naga, seperti upacara Menyepi dan upacara adat Hajat Sasih.

Tradisi Budaya di Kampung Naga

Berikut ini sejumlah tradisi budaya di Kampung Naga:

Kesenian

Dikutip dari situs Kemdikbud, Kampung Naga memiliki beberapa kesenian, antara lain Terbang Gembrung, Terbang Sajak, angklung, dan gambang.

Terbang Gembrung adalah sajian musik yang sering dimainkan pada saat malam takbiran. Kesenian ini dianggap suci dan sakral, sehingga hanya dimainkan pada waktu tertentu, dan hanya disaksikan warga Kampung Naga saja.

Upacara Menyepi

Upacara Menyepi selalu dilaksanakan penduduk Kampung Naga setiap Selasa, Rabu, dan Sabtu, oleh setiap penduduk laki-laki maupun perempuan. Pelaksanaannya diserahkan masing-masing warga, tapi pada intinya adalah menghindari pembicaraan tidak baik.

Upacara Hajat Sasih

Upacara adat Hajat Sasih dilaksanakan oleh seluruh masyarakat adat Sa-Naga, baik yang tinggal di dalam maupun luar Kampung Naga.

Pelaksanaannya pada bulan Muharram tanggal 26, 27, 28, bulan Maulud tanggal 12,13,14, bulan Sya’ban tanggal 16,17,18, bulan Syawal tanggal 14, 15, 16, dan bulan Rayagung tanggal 10, 11, 12.

Upacara Hajat Sasih dilakukan dengan berziarah dan membersihkan makam. Mereka juga harus mandi bersih di Sungai Ciwulan, kemudian berwudhu.

Bangunan

Dikutip dari Indonesia.go.id, agunan di Kampung Naga tampak seragam. Rumah-rumah ini memanjang dari timur ke barat atau sebaliknya, sejalan dengan alur matahari.

Bentuknya adalah rumah panggung kayu, berpondasi batu, berdinding anyaman bambu berlapis kapur putih, lantai dari papan kayu, serta beratap segitiga dari ijuk hitam pekat yang membentuk julang ngapak atau sayap burung mengepak.

Ada tiga bangunan yang tidak digunakan sebagai tempat tinggal, yaitu masjid, Bumi Ageung, dan Bale Patemon.

Masjid adalah satu-satunya tempat ibadah di kampung. Bumi Ageung adalah tempat sakral untuk menyimpan benda-benda pusaka adat. Sedangkan Bale Patemon digunakan untuk pertemuan warga.

Hidup Tanpa Listrik

Pemukiman Kampung Naga tidak dialiri listrik karena diyakini bisa berdampak buruk bagi kehidupan mereka.

Namun, bukan berarti mereka tidak menggunakan alat elektronik. Mereka bisa menonton televisi atau radio menggunakan aki.

Hasil Panen Disimpan Sendiri

Hasil panen padi di Kampung Naga kebanyakan disimpan sendiri dan jarang dijual kepada masyarakat luar. Mereka biasa memanen padi dua kali setahun. Hasil panen disimpan di leuit atau lumbung di belakang rumah.

________________

Baca artikel selengkapnya di detikJabar

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

5 Tempat Wisata Murah Meriah Bali, Rekomendasi Buat Healing



Denpasar

Bali tak pernah kekurangan tempat healing murah meriah. Ada 5 pantai yang bisa jadi tempat kamu me time.

Bagi traveler yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kehidupan dan ingin rehat sejenak, berikut adalah beberapa rekomendasi tempat me time di Bali.

Menghabiskan waktu untuk diri sendiri sangat bermanfaat ketika kamu merasa jenuh dengan rutinitas harian. Waktu me time ini bisa membantu menjernihkan pikiran dan membuatmu siap untuk kembali ke aktivitas produktif.


1. Pantai Pandawa

Pantai Pandawa tak lepas dari daftar destinasi favorit di Bali. Bagaimana keadaannya di tengah pandemi?Pantai Pandawa tak lepas dari daftar destinasi favorit di Bali. Bagaimana keadaannya di tengah pandemi? Foto: Muhammad Ridho

Pantai Pandawa merupakan salah satu pantai yang dikelilingi oleh keindahan alam yang megah. Pantai ini terletak di antara tebing kapur yang besar sehingga menciptakan suasana yang damai. Pantai ini menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin menghindari keramaian kota Bali dan menikmati suasana alam.

Pantai Pandawa berlokasi di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini berjarak sekitar 3 km dari kawasan wisata Nusa Dua dan Pura Uluwatu.

Untuk harga tiket masuk menuju Pantai Pandawa Rp 15.000 per orang. Sementara untuk biaya parkir mobil Rp 5.000 dan sepeda motor Rp 2.000.

2. Pantai Tegal Wangi

Pantai Tegal Wangi di JimbaranPantai Tegal Wangi di Jimbaran Foto: (Syanti/detikTravel)

Pantai Tegal Wangi menjadi opsi berikutnya bagi Anda yang sedang mencari tempat me time. Di Pantai ini, Anda bisa menikmati sunset dan keindahan alam. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang halus dan air lautnya yang jernih.

Pantai Tegal Wangi berlokasi di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. Harga tiket masuk ke Pantai Tegal Wangi Rp 5.000-Rp 10.000 per orang.

3. Danau Tamblingan

Danau Tamblingan dan BuyanDanau Tamblingan dan Buyan Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Danau Tamblingan menjadi rekomendasi berikutnya karena danau ini dikelilingi oleh hutan dan berada di dataran tinggi sehingga menciptakan suasana yang sejuk dan menyegarkan. Danau ini adalah salah satu dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar. Di bagian timur terdapat Danau Buyan dan Danau Beratan yang berurutan.

Danau Tamblingan berlokasi di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Untuk bisa menikmati keindahan alam Danau Tamblingan, wisatawan dikenakan tiket masuk Rp 10.000 per orang. Sementara untuk tarif parkir sepeda motor Rp 3.000 dan mobil Rp 5.000.

4. Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat. (Dok menlhk.go.id)Taman Nasional Bali Barat. (Dok menlhk.go.id) Foto: Taman Nasional Bali Barat. (Dok menlhk.go.id)

Taman Nasional Bali Barat mencakup berbagai jenis vegetasi, mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, dan hutan hujan dataran rendah, hingga sabana, terumbu karang, padang lamun, pantai berpasir, dan perairan laut yang dangkal serta dalam.

Wilayah tengah taman nasional ini sebagian besar terdiri dari sisa-sisa empat gunung berapi dari Zaman Pleistosen, dengan Gunung Patas menjadi titik tertinggi di area ini.

Taman Nasional Bali Barat berlokasi di Jl. Raya Cekik, Gilimanuk, Jembrana. Untuk harga tiket masuk Taman Nasional Bali Barat sebesar Rp 20 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp 200 ribu untuk wisatawan asing.

5. Pantai Amed

pantai amedpantai amed Foto: (Jehan Khaleda/d’Traveler)

Pantai Amed menawarkan pemandangan yang luar biasa, dengan suasana yang tenang jauh dari hiruk-pikuk kota. Pantai ini menjadi lokasi yang ideal untuk menyaksikan matahari terbit atau matahari terbenam.

Ketika fajar datang, langit berwarna merah muda dan oranye menciptakan pemandangan yang memukau. Sementara saat senja, cahaya matahari yang perlahan memudar di cakrawala memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Pantai Amed berlokasi di Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Untuk tiket masuknya saja, cukup membayar Rp 5.000.

****

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

13 Pulau Eksotis di Kepulauan Seribu, Bisa Jadi Ide Liburan Long Weekend



Jakarta

Tak hanya kehidupan modern di kota megapolitan, Jakarta juga punya kawasan wisata bahari di Kepulauan Seribu. Ada 13 pulau eksotis yang bisa kamu kunjungi!

Berikut detikTravel rangkum 13 Pulau Eksotis di Kepulauan Seribu yang bisa masuk dalam bucket list liburanmu!

1. Pulau Pantara

Tak heran jika pulau ini sering menjadi tujuan ketika seseorang berwisata di Kepulauan Seribu, pulau ini bisa menjadi surga para pecinta kegiatan outbond.


Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Pulau Pantara seperti snorkeling, memberi makan ikan, hingga mencoba bermain wahana air seperti banana boat, jetski, dan menyewa kano mulai dari Rp 80 ribuan saja!

2. Pulau Sepa

Pulau ini tawarkan atraksi wisata yang tak kalah mengasyikkan. Terdapat beberapa spot diving di sekitar Pulau Sepa yang bisa traveler coba. Selain itu juga tersedia banyak tempat bersantai sambil menikmati pemandangan dan angin sepoi-sepoi. Pulau ini cocok bagi traveler yang ingin beristirahat dan bersantai dari hiruk pikuk kota.

3. Pulau Macan

Pulau Macan menjadi salah satu pulau favorit di Kepulauan Seribu. Selain keindahan panorama, berbagai villa dan resort siap memanjakan pengunjung. Spesialnya, pulau ini akan menawarkan konsep berlibur ramah lingkungan, karena Pulau Macan menjadi salah satu pulau di Indonesia yang telah mengatur aspek manajemen limbah, sumber energi cerdas, hingga pengembangan sumber daya manusia lokal.

4. Pulau Ayer

Pulau di Kepulauan SeribuPulau Ayer di Kepulauan Seribu Foto: (dok Pulau Ayer)

Jika mencari pulau dengan fasilitas penginapan yang eksklusif, traveler bisa coba ke pulau ini. Di Pulau Ayer pengunjung akan melihat hamparan resort kelas dunia dengan arsitektur unik bernuansa rumah tradisional di Indonesia. Tak heran keunikan ini juga menarik perhatian presiden pertama RI, Ir. Soekarno untuk berlibur ke pulau ini.

5. Pulau Bidadari

Pasir putih dan kilauan laut jernih membuat Pulau Bidadari menjadi primadona di Kepulauan Seribu. Keindahan alam pantai dan keasrian hutan mangrove di Pulau Bidadari memang selalu membuat para pengunjung ketagihan berlibur ke sana.

6. Pulau Pelangi

Dengan jarak tempuh sekitar satu setengah jam menggunakan speed boat dari Pantai Ancol, Pulau Pelangi juga wajib masuk dalam list liburanmu. Di pulau ini dapat ditemukan berbagai aktivitas menarik seperti makan di restoran mengapung, kano, Glass Bottom Boat, banana boat, scuba diving, snorkeling, memancing, jogging hingga bersepeda.

7. Pulau Tidung

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.Pulau Tidung di Kepulauan Seribu. Foto: Johanes Randy

Mungkin tak asing bagi beberapa orang, Pulau Tidung memang menjadi salah satu pulau yang terkenal di Kepulauan Seribu. Spot ikoniknya adalah Jembatan Cinta yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil. Tak hanya menjadi spot foto, pulau ini juga kerap digunakan sebagai tempat wisatawan melompat dan berenang ke laut.

8. Pulau Puteri

Di Pulau Puteri pengunjung bisa melihat akuarium yang ada di bawah laut. Dengan keindahan laut dan ombak yang cenderung tenang, pulau ini sangat ideal bagi pengunjung yang ingin berenang dan menyelam di tepi laut.

Atraksi wisata seperti glass bottom boat, sunset cruise, dan kebun binatang mini bisa ditemukan di Pulau Puteri. Tak hanya itu, berbagai gedung pertemuan juga ada di sini.

9. Pulau Onrust

Pulau ini menjadi tempat persinggahan kapal layar semasa zaman Hindia Belanda sehingga nama Onrust berasal dari bahasa Belanda yang berarti tidak pernah beristirahat atau “Unrest” dalam bahasa inggrisnya.

Hal ini karena kesibukan lalu lalang kapal Hindia Belanda yang hendak masuk ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Di Pulau ini akan ditemukan berbagai peninggalan arkeologi semasa kolonial Belanda. Pengunjung juga bisa melihat kisahnya di sebuah peninggalan rumah pada kala itu yang kini telah dialihfungsikan menjadi Museum Pulau Onrust.

10. Pulau Untung Jawa

Pulau ini menjadi salah satu pulau yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan domestik dan bisa menjadi ide liburanmu jika hanya memiliki waktu yang singkat. Pulau ini dapat ditempuh dengan waktu 30 menit saja menggunakan kapal motor. Selain keindahan bahari, kuliner khas ikan bakar di sini juga wajib dicoba!

11. Pulau Pari

Pulau Pari dikenal sebagai salah satu pulau terbersih dan paling minim sentuhan pembangunan.Disebut Pulau Pari karena dahulu wilayah ini merupakan laut dangkal yang disinggahi banyak ikan pari. Spot diving dan hutan mangrove menjadi daya tarik utama Pulau Pari. Pulau ini juga menjadi pusat penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

12. Pulau Harapan

Menuju momen SunsetMenuju momen Sunset di pulau Harapan Foto: detik

Jika ingin banyak menikmati keindahan alam bawah laut, traveler harus coba ke Pulau Harapan. Pulau ini menjadi pilihan sempurna bagi para pecinta snorkeling, karena di sini pengunjung bisa mencoba pengalaman menyelam di lautan lepas sambil melihat berbagai jenis terumbu karang dan berbagai spesies laut yang ada di sana.

13. Pulau Pramuka

Selain menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu, pulau ini juga punya berbagai atraksi wisata yang menarik untuk dicoba. Pengunjung bisa melihat konservasi penyu laut, hutan mangrove, dan berbagai titik snorkeling di pulau ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jangan Ucapkan Kata Kotor Kalau Mau Selamat



Sibolga

Di Sibolga, ada destinasi Gua Belanda yang menyimpan cerita horor tersendiri. Selain itu, ada mitos dilarang mengucapkan kata-kata kotor bagi pengunjung.

Batu Lubang atau Gua Belanda, begitu warga Sibolga mengenalnya. Kami berkesempatan untuk melintasi Batu Lubang tersebut dalam perjalanan menuju Kota Sibolga. Tim berangkat dari Kota Medan pukul 19.30 WIB dan tiba di Batu Lubang sekitar pukul 03.00 dini hari.

Suasana saat itu begitu gelap, hanya ada pencahayaan dari mobil untuk menerangi perjalanan untuk melintasi gua sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut.


Suasana gua begitu hening, kebetulan hanya mobil tim yang melintasi gua tersebut. Tampak samar, beberapa kelelawar tampak melintas sekilas begitu terkena cahaya mobil. Air menetes dari atas langit-langit gua.

Begitu mulai memasuki gua, sopir travel yang kami tumpangi kemudian membunyikan klakson tiga kali. Tim pun penasaran maksud dari membunyikan klakson tersebut.

“Udah memang tradisinya bunyikan klakson,” ungkap sopir travel, Parna beberapa waktu lalu.

Parna bercerita, membunyikan klakson selalu dilakukan para sopir agar mobil dari arah berlawanan dapat mengetahui dan dapat bergantian.

Ya, kondisi jalan di dalam gua begitu sempit dan hanya mampu dilewati oleh satu kendaraan saja.

“Jadi biar mobil dari gua satu lagi tahu ada mobil lain jadi gantian masuknya, itu logikanya,” ujarnya.

Kisah Mistis Gua Belanda

Parna kemudian diam sesaat, lalu menceritakan kisah mistis dari gua yang memiliki dua bagian tersebut.

“Batu lubang ini dibuat orang kita (warga lokal) pada zaman penjajahan Belanda. Selama proses pembuatan gua ini ada yang mati dan dulu mayatnya enggak dikubur tapi tertimpa batu itu. Makanya kalau lewat situ harus bunyikan klakson,” kata Parna.

Selain itu, Parna juga mengingatkan sebelumnya bahwa saat berada di dalam gua tersebut, pengendara ataupun penumpang dilarang untuk mengucapkan kata-kata yang sembarangan ataupun kotor.

“Jangan ngomong sembarangan kalau lewat sini, karena katanya dulu orang kita itu sering mengumpat orang-orang Belanda. Jadi langsung dibunuh sama orang Belanda itu, makanya yang lewat situ enggak boleh ngomong kasar, berbahaya,” jelasnya.

Sejarah Gua Belanda di Sibolga

Batu Lubang Sibolga memiliki sejarah menarik dalam proses pembangunannya pada era zaman penjajahan Belanda. Konon, gua ini dibangun sekitar awal tahun 1900-an.

“Pembangunan Batu Lubang ini simpang siur ya, ada yang bilang tahun 1900 atau 1930. Tapi untuk yang tahun 1930 saya enggak yakin karena saya juga cek di Perpustakaan Leiden University, ada koleksi foto asli yang didigitalkan itu tahunnya 1915 dan tidak ada yang lebih tua dari itu. Itu kan fotonya sudah jadi ya, kalau saja kita tarik ke belakang pasti di bawah tahun 1915 untuk pembangunannya,” kata Sejarahwan Sumut M Aziz Rizky Lubis.

Azis menyebutkan Batu Lubang ini memegang peranan penting dalam geliat perekonomian pada masa penjajahan Belanda pada zaman dahulu. Di antaranya sebagai bentuk mobilitas dalam pengangkutan hasil bumi dari wilayah Tapanuli ke daerah luar.

“Gunanya Belanda buat gua ini untuk menghubungkan wilayah Tapanuli karena ini kan pada saat itu masuk dalam Keresidenan Tapanuli. Untuk menghubungkan wilayah pedalaman Residen Tapanuli ke wilayah luar, pertama Sibolga ini memang pada saat itu jadi ibukota dari Keresidenan Tapanuli, nah mereka memiliki pelabuhan yang menjadi pintu masuk dan keluar ke dunia yang ada di sekitarnya maupun ke luar negeri,” kata Azis.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com