Category Archives: Domestik

Keajaiban Plaza Kura-Kura, Punya Kolam yang Konon Bisa Kabulkan Permintaan



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park memiliki taman mungil nan unik, Plaza Kura-kura. Di sini terdapat batu unik seperti kura-kura.

Di Plaza Kura-Kura, sesuai dengan namanya, traveler akan menemukan banyak pahatan patung kura-kura di dinding kapur. Nuansanya sangat Bali.

Saat datang, traveler akan disambut dengan tangga dihiasi patung Naga Anantashesa. Terdapat sosok Dewi Laksmi, dewi kemakmuran, kesuburan, dan kedamaian, berdiri dengan anggun di ujung kolam, seolah-olah mengucapkan selamat datang.

Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menceritakan asal usul nama Plaza Kura-Kura. Konon terdapat sebuah batu unik yang berbentuk menyerupai kura-kura, akhirnya dibuatkan sebuah area bernama Plaza Kura-Kura.

“Dulu di daerah plaza kura-kura ada sebuah batu yang menyerupai kura-kura. Jadi oleh pengelola yang lama, karena ada batu unik itu akhirnya dibuatlah area dengan nama Plaza Kura-Kura,” kata Stefanus dalam perbincangan dengan detikTravel.


Plaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, BaliPlaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, Bali Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom

Ternyata hewan kura-kura juga memiliki hubungan dengan Dewa Wisnu. Stefanus menyebut kura-kura merupakan salah satu bentuk awatara (jelmaan) dari Dewa Wisnu, bernama Kurma Awatara.

Selain itu, di Plaza Kura-Kura traveler juga akan menemukan sebuah kolam jernih dengan patung Dewi Laksmi yang anggun nan cantik. Menurut kepercayaan Hindu, Dewi Laksmi adalah ibu dari alam semesta sekaligus menjadi pasangan Dewa Wisnu.

Dewi Laksmi melambangkan sumber kebahagiaan dalam kehidupan keluarga, persahabatan, pernikahan, kekayaan, kesehatan, serta memberkahi dengan kehadiran anak-anak.

Keajaiban Plaza Kura-Kura tak berhenti di sana. Kolam yang menjadi tempat Dewi Laksmi ini dipercaya memiliki daya magis yang belum terungkap sepenuhnya. Konon para pengunjung bisa melempar koin sambil mengucapkan harapan.

Plaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, BaliPlaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Bukan cerita belaka, ternyata sosok patung Dewi Laksmi yang berada di tengah kolam juga menjadi saksi bisu dalam terkabulnya harapan pengunjung. Yohana, salah satu pengunjung asal Semarang tahun 2022 mengunjungi Plaza-Kura-Kura.

Mendengar kisah unik area Plaza Kura-Kura, dengan hati yang penuh harapan, Yohana melemparkan sebuah koin ke dalam kolam dan mengucapkan harapan dengan sungguh-sungguh, memohon untuk menemukan cinta sejatinya.

Setelah beberapa waktu, alam semesta pun menjawab permohonannya yang tulus. Dia menemukan belahan jiwanya hingga akhirnya melangkah ke pelaminan pada awal tahun 2024.

“Ada pengunjung yang bercerita. Kami mendapatkan informasi bahwa ada salah satu pengunjung yang beberapa waktu lalu datang ke GWK dan melempar koin di Plaza Kura-Kura sambil berdoa mengharapkan jodoh. Bahkan sekarang sampai ke tahap pernikahan,” kata Stefanus.

Sedang berlibur di GWK dan mampir ke Plaza Kura-Kura. Melempar koin jadi aktivitas wajib yang tak boleh dilewatkan. Pesan tiketmu sekarang, liburan kemudian!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Jajanan, dan Harga Tiket


Jakarta

Aloha Pasir Putih adalah salah satu tempat wisata hits di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Pantai ini cocok untuk berolahraga maupun bermain bersama keluarga.

Simak artikel ini untuk mengetahui apa saja daya tarik, jajanan, harga tiket, lokasi dan jam bukanya.

Daya Tarik Aloha Pasir Putih PIK 2

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidDi Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant Squid. Foto: detikfood

Berikut ini beberapa daya tarik Aloha Pasir Putih PIK 2:

1. Nuansa Pasir Putih Hawaii

Aloha menawarkan pantai bernuansa tropis ala Hawaii. Di area outdoor, kamu bisa menikmati suasana pantai pasir putih yang syahdu, apalagi ketika sore hari.


Dekorasi bangunannya pun dibuat dengan arsitektur tropis dengan elemen kayu, jerami, rotan, bambu, dan juga open space balcony.

Saat masuk lobi utama, kita bisa melihat sebuah foyer luas yang dilengkapi tempat duduk untuk bersantai. Tampak kolam-kolam kecil seperti oasis berhiaskan lampu warna-warni dan tanaman hijau.

2. Playground Anak

Tempat ini cocok untuk wisata keluarga, terlebih jika ingin mengajak anak-anak. Aloha menyediakan playground yang berisi antara lain kolam renang, perosotan, kolam bola, dan playhouse. Jika ingin memakai pelampung, kamu bisa bawa sendiri atau membeli di toko peralatan renang di dalam area.

3. Kulineran

Salah satu andalan dari Aloha Pasir Putih adalah kulinernya. Kamu bisa berwisata kuliner di sini karena banyak jajanan yang bisa kamu coba.

4. Olahraga

Aloha Pasir Putih juga menyediakan kelas olahraga, baik yang bersifat rutin maupun pada event tertentu. Berdasarkan akun Instagramnya, Aloha membuka kelas yoga setiap Minggu pagi. Selain itu ada juga kelas zumba.

5. Fasilitas

Fasilitas di Aloha Pasir Putih PIK 2 antara lain sebagai berikut:

  • Kursi roda untuk yang membutuhkan
  • Payung khusus di area Aloha
  • Mushola
  • Area parkir luas
  • Toilet

Aneka Jajanan Aloha Pasir Putih PIK 2

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidDi Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant Squid Foto: detikfood

Sempat kita bahas di atas, Aloha menyediakan berbagai kuliner yang beragam. Berikut ini beberapa rekomendasi yang dilansir dari detikFood:

1. Master Squid

Salah satu gerai di Aloha adalah Master Squid yang menyajikan menu seafood, antara lain cumi goreng tepung jumbo yang dicampur bumbu bubuk yang sedap dengan level kepedasan. Harganya Rp 55.000 per porsi.

2. Republik Sate

Jika ingin makan berat, ada Republik Sate yang menyediakan sate ayam bumbu kacang, sate maranggi, sate taichan, hingga sate rembiga khas Lombok. Harganya sekitar Rp 30 ribu per porsi.

3. NYC Pizza

Ada juga makanan western seperti NYC Pizza yang adonannya tipis, empuk, dan ukurannya besar. Harganya sekitar Rp 35.000 hingga Rp 45.000 per potong.

4. Kokonuts Ice Cream

Yang segar-segar juga enak dinikmati saat siang hari di pantai. Kamu bisa coba memesan es krim di gerai Kokonuts Ice Cream. Ada juga aneka minuman dan jus dengan harga Rp 65 ribu per porsi.

5. Monsieur Spoon Riviera

Monsieur Spoon memiliki view pantai yang cantik. Kamu bisa menikmati aneka croissant, kopi, pizza, hingga steak.

Tiket Masuk Aloha Pasir Putih PIK 2

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidDi Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant Squid Foto: detikfood

Masuk ke Aloha Pasir Putih PIK 2 tidak dikenai tiket masuk. Namun kamu harus membayar parkir. Selain itu, kamu harus membayar tiket untuk masuk ke area playground.

  • Tiket playground anak-anak: Rp 158 ribu
  • Tiket playground pendamping: Rp 80 ribu

Lokasi dan Jam Buka Aloha Pasir Putih PIK 2

Lokasi Aloha Pasir Putih PIK 2 ada di Jalan Pantai Indah Kapuk, RT 07 RW 02, Kamal Muara, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Adapun jam bukanya sebagai berikut:

  • Senin-Kamis: 10.00-22.00 WIB
  • Jumat: 10.00-24.00 WIB
  • Sabtu: 07.00-24.00 WIB
  • Minggu: 07.00-22.00 WIB

Nah, itulah tadi informasi mengenai wisata Aloha Pasir Putih PIK 2 yang lagi hits, mulai dari daya tarik, fasilitas, jajanan, harga tiket masuk, lokasi, dan jam buka.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

4 Stasiun Kereta Api Bersejarah di Jakarta dan Depok



Jakarta

Kereta api menjadi salah satu transportasi tua di Indonesia. Empat stasiun kereta api di Jakarta dan Depok ini merupakan tinggalan Belanda.

Kehadiran kereta api di zaman penjajahan Belanda diprakarsai oleh Staatsspoorwegen (SS), sebuah perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda. Kini namanya telah berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Stasiun-stasiun yang ada di kawasan Jakarta atau Batavia ini ternyata menyimpan banyak sisi sejarah yang belum banyak terungkap. Yang bikin keren, stasiun ini terawat hingga kini dan tetap beroperasi.


Berikut 4 stasiun kereta api di Jakarta dan Depok dengan sejarahnya:

Stasiun Manggarai

Belanda mulai menjajah Indonesia sejak tahun 1619. Di bidang transportasi, Belanda memulai pembangunan stasiun secara bertahap, salah satunya Stasiun Manggarai.

Stasiun Manggarai sudah ada sejak abad ke-17. Tak langsung beroperasi sebagai stasiun, mulanya Stasiun Manggarai digunakan sebagai tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores.

Stasiun Manggarai dibongkar dan dibangun ulang oleh Ir. Van Gendt seorang arsitek Belanda dan resmi beroperasi pada 1 Mei 1918. Sebelumnya, stasiun itu berada di bawah pengelolaan Staatsspoorwegen yang kemudian jaringannya diperluas oleh Meester Cornelis.

Tak banyak bagian bangunan lama yang masih bertahan di sini. Menurut Pamela, seorang guide dari Wisata Kreatif Jakarta, mulanya Stasiun Manggarai berbentuk lapangan luas dengan luas 2.47 hektar dengan 12 jalur kereta api.

“Luasnya itu 2.47 hektar dan dikelilingi oleh 12 jalur kereta api yang kita lihat masih beroperasional sampai sekarang ya,” kata Pamela.

Stasiun Manggarai ini juga dijadikan salah satu saksi bisu pelariannya rahasia Ir. Soekarno dalam menjalankan perjalanan kereta luar biasa (KLB) saat memindahkan ibu kota ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946. Untuk menutupi perjalanan tersebut gerbong kereta barang telah disusun rapi berderet di jalur 1.

Saat jalan-jalan di masa kini, traveler tak boleh lewatkan kuliner legendaris di Stasiun Manggarai, yakni pisang goreng Mpok Nur. Berjualan sejak 2006, pisang goreng Mpok Nur selalu laris manis tak bersisa setiap buka.

Uniknya, tak buka setiap hari pisang goreng Mpok Nur hanya buka jika pisang-pisang tanduk yang dimilikinya telah masak dan siap di goreng. “Ini buka, 2 hari tutup, besoknya baru buka,” kata salah satu karyawan yang sedang menggoreng.

Rasa pisangnya yang manis dibalut dengan tepung krispi dan harganya yang murah, yakni Rp 4 ribu per potong membuat banyak orang menyukai kuliner khas ini.

Menurut salah satu karyawan itu, dalam sehari ia bisa menggoreng berpuluh-puluh kilo pisang tanduk dan menghabiskan tepung adonan hingga 6 baskom.

Stasiun Depok Lama

Tak hanya Stasiun Manggarai, Belanda memperluas jaringan kereta api yang salah satunya ialah Stasiun Depok Lama. Pengangkutan barang mulai dari hasil pertanian hingga tambang dan transportasi para pejabat tinggi dilakukan juga di Stasiun Depok Lama.

Keramaian Stasiun Depok Lama membuat banyak orang-orang Belanda yang singgah, tinggal, bahkan berbisnis di kawasan sekitar Stasiun Depok. Dari sinilah istilah ‘belanda depok’ muncul. Pasalnya banyak orang-orang asli Belanda yang menikah dengan pribumi pada situasi tersebut.

Di Stasiun Depok Lama juga menjadi tempat terciptanya kereta listrik asal Jerman di Indonesia yang membuat kereta uap menjadi tertinggal dan terlupakan di abad ke-19.

Stasiun Jakarta Kota

Stasiun Jakarta Kota sering juga dikenal sebagai Beos Batavia. Beos berasal dari nama Belanda, yakni Batavia En Omstreken yang memiliki makna Batavia dan sekitarnya.

Arsitektur bangunan di stasiun ini bernuansa klasik Eropa yang jika dibandingkan dengan stasiun-stasiun tua di Belanda memiliki beberapa kemiripan. Hanya saja, Stasiun Jakarta Kota lebih menunjukkan gaya klasik kuno. Atap yang tinggi dan material anti panas yang ada membuat sirkulasi udara di Stasiun Jakarta Kota terasa sejuk dengan angin semilir.

Stasiun ini dibangun pada pertengahan abad ke-19 selama 3-4 tahun. Meskipun sudah berumur ratusan tahun, stasiun itu masih beroperasi secara normal di era sekarang dengan 11 koridor.

Stasiun Jakarta Kota masuk sebagai salah satu stasiun heritage dan salah satu stasiun tua di Jakarta. Jika berada di kawasan Stasiun Jakarta Kota, traveler juga bisa sekalian mampir ke Galeri MRT untuk melihat sejarah serta benda-benda arkeologi yang ditemukan oleh MRT semasa pembangunannya secara gratis.

Menurut Pamela, di Stasiun Jakarta terdapat dua bunker peninggalan Belanda yang salah satunya berada di Stasiun Jakarta Kota.

“Di sini itu ada bunker di stasiun Jakarta yang aku ketahui itu di Stasiun Jakarta Kota sama Stasiun Tanjung Priok,” kata Pamela.

Namun demi keamanan, tak semua orang dapat izin untuk mengakses bunker itu.

Stasiun Tanjung Priok

Dibangun pada awal abad ke-19 tepatnya pada tahun 1914 oleh Ir. C. W Koch, Stasiun Tanjung Priok menjadi salah satu stasiun tertua di Jakarta.

Stasiun ini menjadi salah satu stasiun kebanggaan Pemerintah Hindia Belanda saat itu karena menjadi gerbang utama dari Batavia menuju kawasan Tanjung Priok yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu akses keluar masuk orang-orang Belanda saat itu.

Mulanya Stasiun Tanjung Priok dibangun di atas dermaga Pelabuhan Tanjung Priok namun karena semakin tingginya aktivitas stasiun dan pelabuhan pada akhir abad ke-18 dipindahkan ke lokasi Stasiun Tanjung Priok saat ini. Pada saat itu stasiun ini juga difungsikan untuk mengangkut kontainer-kontainer yang memuat bahan-bahan berat.

Peresmian Stasiun Tanjung Priok dilakukan bersamaan dengan perayaan 50 tahun Staatsspoorwegen beroperasi di Hindia Belanda tepatnya pada 6 April 1925 bersamaan pula dengan peluncuran KRL rute Tanjung Priok – Jatinegara.

Stasiun Tanjung Priok juga menjadi stasiun pertama yang dilalui jalur rel kereta api listrik. Sempat berhenti beroperasi pada tahun 1999 dan kembali dioperasikan pada 13 April 2009.

Bangunan Stasiun Tanjung Priok masih terasa lekat dengan kisah-kisah sejarah dan arsitektur khas art deco dengan atap atau overkapping melengkung yang instagramable.

Konon pada zaman dahulu juga terdapat beberapa resto, bar, hingga lantai dansa untuk menyambut orang-orang Belanda yang akan bepergian dari stasiun tersebut. Kini Stasiun Tanjung Priok ditetapkan sebagai Cagar Budaya Jakarta.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gamplong Studio Alam, Lokasi Syuting Film Ternama Juga Tempat Wisata di Jogja



Yogyakarta

Gamplong Studio Alam milik Hanung Bramantyo adalah tempat syuting sekaligus destinasi wisata di Yogyakarta. Berbeda dengan wisata pada umumnya, Gamplong Studio Alam memiliki bangunan semi permanen yang dapat berubah kapanpun sesuai project yang sedang dikerjakan.

Dengan luas 2,3 hektar, Gamplong Studio Alam telah melahirkan puluhan karya ternama. Di antaranya adalah Film Sultan Agung, Bumi Manusia, Satria Dewa: Gatotkaca, Habibie & Ainun, Trinil, Mekah I’m Coming, dan project milik sutradara Hanung Bramantyo lainnya. Tidak hanya itu, di sini juga dapat digunakan untuk project film oleh sutradara lain, project iklan, bahkan video klip.

“Tujuan awalnya sama Pak Hanung hanya untuk dibikin buat studio film, karena kan di Indonesia sendiri studio film yang berbasis alam belum ada nih, kebanyakan indoor dan yang di Batam itu,” kata Hafiz, pengelola Gamplong Studio Alam.


Uniknya, untuk masuk ke destinasi ini pengunjung hanya ditarik biaya sukarela untuk operasional perawatan. Tiket wahana untuk spot tertentu seperti Kereta St.Soerabaja-Gambir, Hasri Ainun Habibie, Galeri Antiques, Rumah Annelis, dan Komplek Horror dijual terpisah dengan harga satuan Rp 10.000 per wahana.

“Tiket wahana tidak wajib, boleh beli dan boleh milih. Sifatnya opsional. Nah, dilema kita untuk saat ini, itu kadang orang merasa terjebak, loh ini seikhlasnya kok bayar lagi,” Kata Hafiz.

Tujuan diberlakukannya sistem tersebut agar Gamplong Studio Alam dapat menjadi destinasi wisata yang dinikmati semua kalangan. Tidak perlu membayar mahal jika memang tidak mampu. Gamplong Studio Alam tetap bisa dinikmati dengan berfoto-foto dari luar bangunan yang membutuhkan tiket terusan.

Traveler yang menginginkan trip yang ditemani tour guide, bisa memesannya terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi dengan menghubungi nomor admin di +627823682000. Selain itu, lokasi ini juga menjadi lokasi pemotretan pre-wedding favorit karena latarnya yang bermacam-macam dan cenderung bertema klasik.

Untuk itu, bagi traveler yang ingin berkegiatan khusus seperti pemotretan atau membawa kamera profesional diharapkan untuk lapor pada petugas dan membayar permid card seharga Rp 10.000.

Magnet utama destinasi ini adalah pamor dari project film yang digarap di sana. Dituturkan oleh Hafiz, setiap kali karya baru akhirnya tayang, Gamplong Studio Alam ikut terdampak dengan arus pengunjung yang semakin giat berdatangan.

” Jadi selalu ada pembeda ketika ada project film baru. Jadi itu yang mungkin membuat mereka yang udah pernah kesini kembali untuk kesini lagi,” Kata Hafiz.

Lewat kesuksesan film Bumi Manusia di tahun 2019, akhirnya pengelola memutuskan untuk membuat Gamplong Studio Alam sebagai salah satu destinasi wisata di Desa Wisata Gamplong. Pembangunan dimulai sejak tahun 2018 akhir hingga sekarang terus melakukan pembenahan dan penambahan spot baru.

“Nah, ternyata itu setiap hari selama proses syuting (Bumi Manusia), ya mungkin karena faktor Iqbaal Ramadhan juga, nah itu banyak yang nonton, banyak yang datang ke sini. Terus akhirnya kan sama masyarakat sekitar kepikiran kalau di wisatakan saja sekalian gimana,” Kata Hafiz.

Tanah Gamplong Studio Alam ini dulunya digunakan sebagai lahan kebun pohon tebu untuk pabrik salah satu merek gula. Kemudian setelah menemui akhir kontrak, oleh Hanung Bramantyo disewa menjadi Studio Alam. Oleh masyarakat sekitar dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

“Kalau tanah milik kas desa, kalau di Jogja masih milik Kesultanan, Tanah Sultan. Jadi gabisa di beli tapi bisa dimanfaatkan. Istilahnya dikaryakan. Jadi kami sewa ke pihak Kelurahan,” kata Hafiz.

Pasca covid-19, Gamplong semakin berbenah diri mengatasi vakumnya wisata akibat pandemi. Saat ini, pengunjung yang datang ke Gamplong Studio Alam mencapai 1500 hingga 2000 orang setiap minggunya. Pengunjung yang datang beragam, mulai dari warga lokal Jogja, siswa karyawisata, hingga perkumpulan desa dari provinsi seberang.

“Sangat terdampak (covid) lumayan struggle, tapi untungnya kan, karena pengelolanya itukan dari 98% dari orang Gamplong, jadi pas waktu Covid-19 itu kita kayak gotong royong bekerja keras, untuk membenahi meskipun tidak ada income selama setahun itu penuh,” kata Hafiz.

Ya, kendati kepemilikan wisata itu adalah Hanung Bramantyo, namun hampir 98 persen operasionalnya dikelola oleh warga setempat. Sebagai Desa Wisata Gamplong yang terkenal dengan kerajinan tangannya, hal tersebut dikolaborasikan dengan baik.

Melalui pantauan detikTravel terlihat terdapat tiga ruko yang berdiri di area parkir menjajakan cenderamata kerajinan tangan khas Gamplong.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ada Bunker di Stasiun KA Tanjung Priok, Konon Tembus ke Pelabuhan



Jakarta

Tak hanya berfungsi sebagai stasiun kereta api, Stasiun Tanjung Priok juga bunker untuk berlindung. Konon, bunker itu tembus hingga Pelabuhan Tanjung Priok.

Bersama Pamela Zaelani sebagai guide dari Wisata Kreatif Jakarta, detikTravel berkesempatan untuk menelusuri lebih lanjut sejarah yang ada di bunker yang ada di Stasiun Kereta Api Tanjung Priok itu.

Stasiun KA Tanjung Priok berada di Jalan Taman Stasiun No 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Stasiun itu merupakan bangunan cagar budaya dan dikelola oleh Daops 1 KAI. Berdasarkan catatan sejarah, stasiun itu dibangun tahun 1885. Pada zaman dulu, bangunan Stasiun Priok merupakan pintu gerbang Hindia-Belanda.


Kawasan Stasiun Priok memiliki luas lahan 46.930 meter persegi, dengan luas bangunan 3.768 meter persegi. Stasiun Tanjung Priok mengusung arsitektur dengan lagam bangunan art deco. Di balik bangunan megah dan mewah itu, tersembunyi bunker peninggalan zaman Belanda. Tidak hanya satu, tetapi ada tiga bunker.

Pamela menjelaskan bahwa tak sembarang orang memiliki akses untuk memasuki bunker itu, karena penelusuran yang belum maksimal dan akses yang dinilai cukup berbahaya bagi banyak orang. Salah satu bunker memiliki pintu masuk di daerah kursi tunggu di dalam stasiun.

“Ini adalah pintu menuju ruang bunkernya Belanda, dan memang ruangan itu tidak dibuka untuk umum karena cukup berjurang dan berbahaya. Dulu bunker ini untuk nyimpan barang-barang, tempat berlindung, dan banyak pipa-pipa air,” kata Pamela sambil menunjukkan sebuah video penjelasan lebih lanjut dari bunker tersebut.

bunker stasiun tanjung priokBunker di Stasiun Tanjung Priok (Syanti Mustika/detikcom)

Bunker itu cukup luas dengan tinggi sekitar 2 meter dengan lebar 4 meter. Di dalam bunker tersebut terdapat lorong terowongan yang diperkirakan bisa tembus hingga ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebagai pintu masuk menuju Batavia, bunker tersebut digunakan sebagai tempat penyelundupan hasil bumi tanpa diketahui oleh warga pribumi yang bisa menghalangi proses tersebut.

Selain bunker itu, di Stasiun Tanjung Priok itu juga ditemukan terowongan yang diprediksi bisa tembus hingga Pulau Onrust (Kepulauan Seribu), Museum Fatahillah, dan berbagai tempat lainnya. Namun, informasi ini belum bisa dipastikan benar karena belum ditemukan bukti-bukti lanjutan dari prediksi tersebut.

Tak hanya itu, di dalam bunker tersebut juga ditemukan beberapa ruangan yang disekat. Ruangan itu diprediksi digunakan sebagai kamar yang dapat menampung tiga hingga empat kamar tidur.

Bunker itu sempat ditelusuri oleh pemerintah pada tahun 2009. Dalam penelusuran itu tak ditemukan barang-barang berharga di dalam bunker itu, hanya sisa-sisa bangunan.

Kini kondisi bunker digenangi oleh air setinggi lutut orang dewasa. Karena itu, berapa pipa yang ada di dalamnya pun mulai berkarat, bahkan beberapa lorong tertutup oleh tanah.

Serangkaian info detail terkait bunker ini masih menjadi misteri pasalnya akses yang sulit membuat penelusuran membutuhkan banyak waktu dan biaya besar.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kafe Modern nan Klasik di Sentul, Ada Mini Zoo Juga Lho di Sini



Jakarta

Salah satu kafe yang bisa traveler sambangi saat bermain di Sentul adalah Kafe Koneng. Tak hanya nyaman untuk muda-mudi, di sini juga ramah keluarga lho dengan mini zoo dan playground nya.

Kafe Koneng berada di Jalan Gunung Batu, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Salah satu daya tarik kafe ini adalah paduan konsep modern dan jadulnya yang epik di suasana Sentul nan sejuk.

“Dan memang, dari segi bangunan kita modern ya, namun kita padu dengan ornamen jadul, hingga terlihat klasik,” kata Muhamad Soleh, Supervisor Kafe Koneng.


Soleh mengatakan, selain menyajikan aneka minuman, Kopi Koneng juga memiliki banyak pilihan makanan. Di sini terdapat juga playground dan dan mini zoo. Jadi traveler yang membawa anak, cocok banget singgah di sini.

Kopi Koneng di SentulKopi Koneng di Sentul Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Fasilitas Kopi Koneng

Seperti yang dituliskan sebelumnya, selain bersantai menikmati ragam menu Kopi Koneng, traveler juga bisa mengajak anak bermain di mini zoo nya.

“Beragam binatang yang kita miliki di mini zoo, seperti kelinci, aneka ayam, domba, hingga iguana. Dan anak-anak gratis kok berinteraksi dengan hewan-hewan di sini. Kita juga punya kuda yang bisa dinaiki anak-anak saat weekend. Namun bila ingin memberi makan binatang, kami jual pakannya dalam bentuk paket,” ujar Soleh.

Soleh juga mengatakan di sini terdapat kolam air yang berasal dari mata air, yang bisa dinikmati anak-anak. Jadi, mereka bisa mandi dan bermain air dengan gratis.

Kopi Koneng di SentulKelinci di mini zoo Kopi Koneng di Sentul Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Di sini juga ada villa yang bisa traveler sewa lho. Harganya mulai Rp 1 jutaan.

“Kita juga ada penginapan, ada dua vila yang disewakan yaitu Rinjani dan Bunaken. Kalau Rinjani itu kapasitasnya 10 orang dengan harga Rp 1,5 juta di weekend dan Rp 1,2 juta saat weekdays. Sedangkan yang Bunaken kapasitas 25 orang, harganya saat Rp 2 juta per malam saat weekend dan harga weekday-nya Rp 1,5 juta per malam,” kata Soleh.

Fasilitas lain yang bisa traveler nikmati diantaranya, spot foto, musala, toilet, ruang meeting, saung dan lahan parkir. Bagi yang ingin bersantai di saung, harus memesan minimal Rp 400 ribu dan hanya bisa ditempati 3 jam.

Kopi Koneng di SentulKopi Koneng di Sentul Foto: (Syanti Mustika/detikcom)
Kopi Koneng di SentulKopi Koneng di Sentul Foto: (Ari Saputra/detikcom)

Harga makanan dan minuman

Beragam menu makanan dan minuman yang disajikan di sini. Mulai dari aneka jus, kopi, minuman tradisional dengan harga mulai Rp 20 ribuan. Teruntuk makanan, banyak pilihan makanan berat mulai dari menu aneka ayam, aneka nasi goreng, ikan bakar dan aneka cemilan. Harganya mulai Rp 30 ribuan.

Bagi traveler yang datang bersama rombongan disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Karena tempat ini selalu ramai, terutama di saat weekend.

“Kita Alhamdulillah ya selalu ramai apalagi saat weekend. Jadi kami sarankan jika datang rombongan untuk reservasi dulu,” ujar Soleh.

Kopi Koneng di SentulKopi Koneng di Sentul Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Banyak spot foto instagramble

Salah satu daya tarik Kopi Koneng adalah banyak sudut ciamik untuk di foto. Banyak sudut menarik Kopi Koneng yang bisa dijadikan tempat foto. Bahkan, di sini juga disediakan deck khusus berfoto lho. Di sini traveler bisa berfoto dengan latar pemandangan hijau

Berkeliling kafe, kami pun menyadari bahwa bangku-bangku dan kafe di sini sangat unik. rata-rata terdiri dari bangku kayu dan rotan, yang disusun sedemikian rupa. Juga banyak dekorasi jadul seperti TV tabung, sepeda ontel, radio usang, aneka lukisan, patung, foto dan pernak-pernik yang menghadirkan ‘rasa di rumah nenek’.

Tempatnya juga sangat luas. Banyak pilihan bangku, mau berdua, berlima atau ramai-ramai semuanya bebas memilih.

Pantauan detikcom di lokasi, semakin sore semakin ramai pengunjung yang datang. Memang, disarankan untuk datang ke sini adalah waktu sore atau pagi.

“Waktu terbaik datang ke sini, pagi hari atau sore hari. Kita kan outdoor ya, jadi siang itu panas sekali. Kalau sore, bila langitnya bagus bisa menikmati sunset di sini,” ujar Soleh.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Glamping Cantik di Sentul Ini Dikelola Gen Z, Harganya Mulai Rp 700 ribuan



Jakarta

Baru dibuka di Desember 2023, La Pico di Sentul mencuri perhatian wisatawan nih. Glamping baru ini dikelola oleh Gen Z lho.

Awalnya, La Pico hanyalah kafe dan restoran. Namun, seiring berjalan, pengelola melihat adanya peluang untuk menarik tamu yang datang dengan menawarkan glamping.

“Awalnya kita bangun kafe, namun seiring waktu berjalan kita melihat ada prospek nih. Karena di sekitar sini juga banyak area kemping kan. Akhirnya kita bikinlah glamping,” ujar Regina, pengelola sekaligus pemilik dari La Pico kepada detikcom beberapa waktu lalu.


La Pico, glamping cantik yang ada di SentulLa Pico, glamping cantik yang ada di Sentul Foto: (Ari Saputra/detikcom)

Perempuan 22 tahun ini mengatakan bahwa nama La Pico berasal dari nama kucing kesayangannya.

“Asal mula nama La Pico ini dari nama kucing aku. Namanya Pico, nah kita tambah ‘La’ di depannya biar ala-ala Italia gitu, keren gitu. Kan Pico ini kucing kesayangan aku, jadi berharap semoga yang datang ke La Pico, bisa menjadi tempat favorit mereka,” ujar Regina.

La Pico berada di Jl Sentul Paradise Park, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor. Bila ditempuh dari Jakarta, butuh waktu sekitar 80 menit berkendara.

Baru seumur jagung, La Pico mengaku mengalami sederet tantangan dalam mengelola glamping. Apalagi, di sekitar mereka juga banyak akmodasi bergaya yang sama yang telah dikenal lama oleh wisatawan.

“Tantangan kita adalah pemasaran sih. Bagaimana supaya orang bisa tahu ada glamping cantik di sini. Semenjak dibuka, memang belum menunjukkan angka yang memuaskan, namun,kita optimis ke depannya akan lebih banyak yang menginap,” kata Regina.

Ke depannya, Regina juga mengatakan bahwa La Pico akan menambah cabin baru. Serta mereka juga ada rencana untuk perluasan kawasan glamping.

“Kita ada rencana buat nambah tenda glamping, soalnya itu yang paling laku,” ujarnya.

La Pico, glamping cantik yang ada di SentulSuasana di La Pico (Ari Saputra/detikcom)

Harga dan fasilitas di La Pico

Terdapat beberapa tipe glamping yang bisa traveler pilih di sini. Harganya pun bervariasi, mulai dari RP 750 ribu.

Glamping VIP (persis di depan kolam) mulai Rp 950 ribu – Rp 1 juta

Glamping Standar (viewnya perbukitan) mulai Rp 750 ribu

Family glamping mulai Rp 1,8 juta

Mini villa mulai Rp 2 juta

La Pico, glamping cantik yang ada di SentulKamar VIP di La Pico Foto: (Ari Saputra/detikcom)
La Pico, glamping cantik yang ada di SentulSuasana di mini villa La Pico Foto: (Ari Saputra/detikcom)

Di dalam glamping, fasilitas yang disediakan juga lengkap. Ada handuk, peralatan mandi, cangkir, pemanas air hingga AC. Adapun fasilitas bersama yang bisa dinikmati tamu yang menginap yaitu kolam renang, musala, toilet, kafe dan parkir yang luas.

“Untuk pemesanan, bisa langsung DM atau chat ke Whatsapp kita,” kata Regina.

Di cafe dan restorannya, traveler bisa menikmati beragam menu masakan dan minuman. Tak hanya nusantara, namun juga ada beragam menu Western.

“Untuk harga makanan kita mulai Rp 20 ribuan, dan minuman mulai Rp 15 ribuan. Menu favorit di sini olahan pasta, steak, gurame bakar, pecak dan banyak lagi,” dia menambahkan.

La Pico juga menyewakan wedding venue dengan harga mulai Rp 15 juta. Serta mereka juga melayani meeting dan acara kumpul keluarga.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Santai Dulu Ah… di Obelix Village



Sleman

Traveler yang ingin merasakan hawa pedesaan wajib memasukkan Obelix Village ke dalam bucket list liburan. Lokasinya yang jauh dari kebisingan jalan raya cocok sekali untuk healing.

Obelix Village terletak di Jalan Kenangan, Krandon, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Yogyakarta. Lokasinya mudah ditemukan di Google Maps dengan akses jalan yang mulus. Traveler hanya membutuhkan waktu 30 menit jika berkendara dari Tugu Yogyakarta.

Konsep Obelix Village adalah wisata keluarga untuk edukasi anak-anak dikolaborasikan dengan pemandangan persawahan dan pedesaan di sekitarnya yang masih asri. Jika beruntung dengan cuaca cerah, traveler dapat melihat view Gunung Merapi secara jelas hingga puncaknya.


“Kami memilih Jogja karena Jogja adalah tempat yg sedang berkembang pariwisatanya. Dan kebetulan owner kami juga berada di Jogja,” kata Alan, Supervisor Obelix Village.

Obelix Village di Sleman, YogyakartaObelix Village di Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Sejak diresmikan pada 15 Oktober 2022 lalu, Obelix Village telah menjadi destinasi favorit keluarga saat menghabiskan waktu liburannya. Di sini traveler dapat menemui area alami dan buatan yang dipadukan.

“Yang membedakan tempat kami dengan wisata lain adalah untuk spot foto kami tidak ada yg berbayar, dan nuansa nya masih natural pedesaan,” ujar Alan.

Mengusung konsep pedesaan, tentunya Obelix membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk merampungkan seluruh infrastrukturnya. Ditargetkan Obelix Village dapat dinikmati oleh keluarga dan anak-anak yang sedang berlibur di Jogja.

Cukup bermodal Rp 25.000, traveler sudah bisa menikmati setiap sudut yang ada di Obelix Villages tanpa adanya tiket terusan. Dengan luas lahan 4 hektar, terdapat berbagai area di Obelix Village, yakni restoran, kafe, flower garden, mini farm, little zoo, dan secret river deck.

Membaca buku sambil bersantai di Obelix Village bisa menjadi pilihan tatkala menginginkan suasana baru. Selain itu, traveler tidak akan kehabisan spot foto instagramable jika berkunjung kemari.

Obelix Village di Sleman, YogyakartaObelix Village di Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Jika bosan, traveler dapat mencoba kegiatan lain seperti menaiki kuda. Namun, ada syaratnya yaitu maksimal berat badan 30 kilogram dan harus sebelum jam 17.00.

“Untuk rencana pengembangan kemungkinan ada penambahan kolam renang atau villa,” Kata Alan

Selain untuk bersantai, Obelix Village juga cocok dijadikan sebagai venue pesta atau pernikahan dengan tema outdoor bak di taman. Traveler juga akan dimanjakan dengan makanan lezat di restoran yang ada di dalamnya, nih.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nuansa Baru Gedung Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara



Jakarta

Terletak di seberang Pos Bloc, tepatnya di sebelah barat pintu masuk selatan Pasar Baru, ada gedung putih bersejarah yang jadi saksi disiarkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia, lho!

Itu adalah Kompleks Antara Heritage Center (AHC), termasuk Gedung Museum dan Galeri Foto Jurnalistik. Gedung itu baru saja berbenah selama tujuh bulan dan kini siap tampil kembali menjadi destinasi wisata sejarah dan jurnalistik di Jakarta.

Peresmian gedung itu dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir Selasa (14/5/24).


Kompleks AHC adalah bangunan cagar budaya kelas A yang menjadi salah satu bagian dari Weltevreden (kawasan tempat tinggal utama orang-orang Eropa di pinggiran Batavia, Hindia Belanda).

Antara Heritage Center yang berlokasi di kasawan Pasar Baru, Jakarta Pusat diresmikan hari ini. Kompleks ini di antaranya untuk Kantor Berita Antara. Yuk intip suasananya.Antara Heritage Center yang berlokasi di kasawan Pasar Baru, Jakarta Pusat diresmikan hari ini. Kompleks ini di antaranya untuk Kantor Berita Antara. Yuk intip suasananya. (Pradita Utama/detikcom)

Gedung berumur 107 tahun itu menjadi salah satu gedung bersejarah karena kawasan gedung ini merupakan saksi terjadinya peristiwa penting di Indonesia. Di tempat ini lah pertama kali proklamasi kemerdekaan digaungkan ke seluruh penjuru dunia.

Kompleks AHC terdiri dari Griya Aneta dan Graha Antara.

Griya Aneta dibangun oleh seorang raja media asal Hindia Belanda, Dominique Willem Berretty pada 1917. Gedung itu kemudian menjadi Kantor Berita Belanda Aneta.

Barulah kemudian beralih kepemilikan ke Kantor Berita Antara pada 1962. Yakni, saat Presiden Sukarno menguatkan posisi dan memastikan kantor berita Aneta dan kantor berita Jepang Domei di Pasar Baru menjadi milik Kantor Berita Antara.

Antara Heritage Center yang berlokasi di kasawan Pasar Baru, Jakarta Pusat diresmikan hari ini. Kompleks ini di antaranya untuk Kantor Berita Antara. Yuk intip suasananya.Antara Heritage Center yang berlokasi di kasawan Pasar Baru, Jakarta Pusat diresmikan hari ini. Kompleks ini di antaranya untuk Kantor Berita Antara. (Pradita Utama/detikcom)

Kini, pengunjung umum dapat menikmati pameran foto sejarah Indonesia dan sejarah pers yang diambil oleh para jurnalis Antara sejak zaman dahulu hingga masa kini. Selain itu beberapa peninggalan benda-benda bersejarah salah satunya sepeda motor wakil presiden RI ke-3, H. Adam Malik ada di gedung ini.

Gedung itu terdiri dari dua lantai. Lantai 1 berfokus pada galeri foto yang dipotret oleh para jurnalis dan lantai 2 berisikan pajangan alat pendukung kegiatan jurnalistik dari masa pra-kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan Indonesia, seperti mesin tik dan alat cetak arsip.

Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara berada di Jl. Antara No.59, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 10.00 – 20.00 WIB. Untuk informasi terkini terkait museum dan pameran, traveler bisa pantau melalui instagram resminya @gfja.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Museum BI Punya Koleksi Uang Kuno, Kepoin Yuk!



Jakarta

Jika traveler sedang berlibur ke Jakarta, Kota Tua jadi salah satu destinasi primadona wisatawan. Di antara barisan bangunan tinggalan kolonial, ada satu bangunan estetik, bernama Museum Bank Indonesia. Yuk simak ada apa sih di Museum Bank Indonesia!

Jakarta memiliki sederet museum dengan berbagai macam barang bersejarah yang dipamerkan. Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah yang menyimpan banyak museum ciamik.

Di Kota Tua Jakarta, tersembunyi sebuah peninggalan bersejarah yang tak boleh dilewatkan. Bernama Museum Bank Indonesia. Bangunan kuno nan megah ini terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3.

Tak hanya menyimpan kisah panjang perjalanan Bank Indonesia, museum yang satu ini juga memiliki desain interior yang terbilang menarik. Menggunakan teknologi modern untuk memberikan pengalaman berbeda yang memanjakan pengunjung.

Museum Bank IndonesiaMuseum Bank Indonesia (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Masuk ke museum ini hanya perlu membayar mulai dari Rp 5.000/orang, namun jika membawa kartu pelajar atau kartu tanda mahasiswa, traveler tak dipungut biaya alias gratis. Sip untuk traveler pemburu destinasi wisata ramah di kantong.

Museum Bank Indonesia adalah sebuah destinasi yang didirikan dengan tiga tujuan utama, sebagai ruang untuk menyampaikan kebijakan Bank Indonesia, tempat penyimpanan dan pemeliharaan benda-benda numismatik serta dokumen-dokumen bersejarah, pusat rekreasi literasi yang menggabungkan hiburan dengan pendidikan.

Museum Bank Indonesia menghadirkan ragam koleksi yang memukau. Mulai dari uang-uang kuno zaman kerajaan Hindu-Buddha, masa kejayaan Islam, hingga zaman kolonial, serta koleksi uang Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga saat ini.

Traveler juga akan diajak menelusuri evolusi logo Bank Indonesia serta melihat keindahan emas dalam bentuk mata uang. Tak hanya itu, museum ini juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang dunia perbankan Indonesia.


Museum Bank IndonesiaKoleksi uang dari masa ke masa di Museum Bank Indonesia (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Dari peran sentral Bank Indonesia sejak masa pra-kolonial hingga pendiriannya pada tahun 1953, serta kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan, hingga aktivitas perbankan pada masa penjajahan.

Tak hanya menarik dari segi koleksinya, penyajian di Museum Bank Indonesia juga dikemas dengan modern dan interaktif. Menggunakan teknologi canggih seperti layar elektronik, panel interaktif, dan televisi plasma, museum ini memberikan pengalaman yang mengesankan bagi setiap pengunjung.

Bagi traveler yang ingin berkunjung, Museum Bank Indonesia buka setiap hari, kecuali Senin dan hari libur nasional. Museum ini buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Lagi di Kota Tua dan bingung mau berlibur kemana? Museum Bank Indonesia jadi destinasi wajib bagi traveler pecinta sejarah dengan penyajian yang kekinian. Ramah di kantong pula!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com