Category Archives: Domestik

Bucket List Long Weekend, Ini 5 Spot Glamping Sejuk di Malang!



Malang

Long weekend akan datang kembali di minggu ketiga Mei 2024. Ingin memanfaatkannya? Bisa menjajal beberapa glamping estetik di Malang.

Dikenal dengan cuaca dan udaranya yang sejuk, Kota Malang sering jadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal bahkan mancanegara. Jika berencana menginap dengan harga terjangkau, traveler bisa mencoba pengalaman berlibur di tempat glamping.

Glamping merupakan singkatan dari glamorous camping yang artinya berkemah di alam bebas yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas lengkap tanpa perlu repot membawa peralatan dari rumah. Beberapa fasilitas yang tersedia mulai dari tempat tidur, listrik, air hingga bak air panas.


Bagi traveler yang tertarik untuk berlibur ke Kota Malang sambil menikmati hawa sejuk yang menyatu dengan alam, yuk simak sejumlah rekomendasi tempat glamping Malang berikut ini.

5 Rekomendasi Tempat Glamping di Malang 2024

1. Lembah Indah Resort Malang

Lembah Indah Resort Malang cukup populer di kalangan wisatawan dengan memiliki konsep yang cukup unik. Lokasi glamping ini memanfaatkan keindahan pemandangan sawah dan perkebunan yang hijau. Area penginapan glamping didesain berbentuk bulat transparan, sehingga memberikan pengalaman tidur sambil melihat bintang-bintang.

Glamping tersebut menawarkan beberapa tipe glamping yakni Glamping Sasmaya, Glamping Dawala, dan Glamping Carani. Fasilitas yang disediakan di Lembah Indah Resort cukup lengkap diantaranya WiFi, TV, kamar mandi dengan hot shower, pendingin ruangan, taman kecil hingga sarapan gratis.

– Lokasi: Dusun Gendogo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang
– Jam Buka: 08.00-18.00 WIB
– Harga: Senin hingga Jumat: Rp850.000-Rp1.050.000/malam. Hari Sabtu dan Minggu: Rp 950.000-Rp1.200.000/malam.

2. Oak Tree Glamping Resort

Oak Tree Glamping Resort merupakan area penginapan di Kota Batu yang letaknya hanya sekitar 5 km dari Museum Angkut. Memiliki desain dengan tema pedesaan, membuat tempat glamping terasa sejuk didukung dengan berbagai dekorasi kamar yang memakai furnitur kayu.

Berbagai fasilitas lengkap siap memanjakan pengunjung diantaranya ada kolam renang, Wifi, AC, ruang tamu, layanan resepsionis 24 jam, fasilitas anak, area api unggun, pusat kebugaran hingga fasilitas BBQ.

– Lokasi: Jl. Raya Tawangargo No. 1, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu
– Jam Buka: 14.00-00.00 WIB
– Harga: Mulai dari Rp 761.000

3. Glamping Malang Dreamland

Bagi traveler yang tertarik untuk menikmati keindahan pegunungan di Malang, Glamping Malang Dreamland dapat menjadi pilihan yang tepat. Tempat glamping ini menyediakan sekitar 5 unit glamping yang masing-masing dirancang untuk dua orang.

Tak hanya itu, penginapan ini juga menyediakan interior modern yang menghadap langsung ke perbukitan hijau.

Berbagai fasilitas yang tersedia cukup lengkap diantaranya queen size bed, pendingin ruangan, sofa, hot shower, sarapan gratis, mini garden hingga wahana bermain anak. Selain itu, ada kafe dan kantin yang juga menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman.

– Lokasi: Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang
– Jam Buka: 09.00-18.00 WIB
– Harga: Senin hingga Jumat: Rp450.000/malam, Sabtu dan Minggu: Rp500.000/malam.

4. Bata Merah Guest House & Camping Ground

Rekomendasi Glamping Malang berikutnya yang tidak kalah menarik adalah Bata Merah Guest House & Camping Ground. Bentangan sawah yang hijau dan perkebunan yang segar akan memanjakan pengunjung saat menginap di area glamping tersebut.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan merasakan hembusan angin yang sejuk dan air yang jernih.
Fasilitas yang disediakan cukup lengkap meliputi layanan resepsionis 24 jam, Wifi, tempat tidur, kafe, kamar mandi dengan hot shower, mesin pembuat kopi, hingga restoran.

– Lokasi: Jl. Mawar Putih, Gunungsari, Kec. Bumiaji, Kota Batu
– Jam Buka: 24 jam (setiap hari)
– Harga: Mulai dari Rp 300.000 per kamar

5. Shanaya Resort Malang

Tertarik untuk mencoba pengalaman unik dengan pondok glamping yang terbuat dari furnitur kayu dan kamar mandi dari batu alam? Shanaya Resort Malang dapat menjadi pilihan yang tepat.

Area glamping ini menyediakan unit untuk dua hingga empat orang dengan berbagai macam pilihan cottages dan villa.

Shanaya Resort Malang memiliki keunikan dengan mengusung konsep jawa modern. Fasilitas Shanaya Resort Malang menyediakan layanan 24 jam, AC, TV, Air panas, mini garden, area BBQ, kafe, restoran, kolam renang outdoor hingga bar and lounge.

– Lokasi: Jl. Griya Permata Alam, Perun Gpa, Ngijo, Kec. Karang Ploso, Kabupaten Malang
– Jam Buka: 24 jam (setiap hari)
– Harga: Mulai dari Rp 670.000 per kamar

________________________

Artikel ini telah tayang di detikJatim

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems di Ciputat, Perpustakaan Kerucut Seperti Rumah Adat Wae Rebo



Ciputat

Bagi traveler yang sudah bosan dengan wisata sekitar Jakarta yang begitu-begitu saja, perpustakaan ini bisa jadi pilihan. Bukan perpustakaan biasa, perpustakaan ini mempunyai fasad bangunan yang unik dan koleksi bukunya beragam.

Perpustakaan itu bernama Pustaka Pahala. Dirancang langsung oleh sang pemilik yang merupakan pensiunan guru besar Arsitektur UI, Prof. Gunawan Tjahjono.

Perpustakaan itu memiliki bangunan berbentuk kerucut seperti rumah masyarakat adat di Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunawan menyebut memang rumah adat itu yang menjadi inspirasinya untuk membangun perpustakaan tersebut.


Awalnya perpustakaan itu untuk menampung buku-buku yang dibacanya. Gunawan dan keluarga memang hobi membaca buku dan mengoleksi buku.

Hingga kemudian, pada 3 September 2023 diputuskan perpustakaan itu dibuka untuk umum dengan waktu operasional setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Gunawan menjelaskan bahwa waktu operasional itu dipilih agar anak-anak, yang menjadi salah satu target utama perpustakaan itu, dapat memanfaatkan waktu libur untuk diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti membaca buku.

“Diputuskan bukanya hanya pada hari Sabtu dan Minggu pertimbangannya adalah bahwa anak-anak yang sebagai sasaran utama itu kan sudah banyak PR di sekolah (saat hari kerja) jadi biar mereka pada hari Sabtu dan Minggu bisa mengisi waktu dengan baca buku dan masih bisa diantar orang tuanya,” kata Gunawan.

Tak perlu khawatir, terdapat lebih dari 5000 koleksi buku yang bervariasi baik fiksi dan non-fiksi sehingga semua kalangan dapat membaca buku di sini. Lantai 1 untuk menyimpan koleksi buku fiksi, buku anak-anak, dan novel. Kemudian, lantai 2 merupakan tempat koleksi buku non-fiksi, seperti buku filsafat, arsitektur, psikologi, seni, dan ekonomi.

Setelah mengisi buku kunjungan, pengunjung akan disambut ramah oleh pustakawan yang sedang bertugas. Masing-masing pengunjung akan dijelaskan terkait tata letak koleksi buku dan tata cara mengembalikan buku yang selesai dibaca.

Pengunjung juga diminta untuk mengganti alas kakinya dengan sandal khusus yang telah disediakan. Menurut Prof. Gunawan ini merupakan bagian dari pendidikan kedisiplinan dan keselamatan para pengunjung.

“Itu ada tangga (menuju lantai 2) yang pakai kawat, kalau nggak pakai sandal kakinya bisa terluka kalau tidak terbiasa. Ganti sepatu juga ada unsur pendidikannya, kalau anak-anak diajarin cuci tangan, ganti sepatu, dia akan mulai menjadi kebiasaan baik,” kata dia.

Satu kali dalam sebulan, Pustaka Pahala juga mengadakan kegiatan mendongeng bersama khusus anak-anak. Tempatnya yang unik membuat perpustakaan ini tak pernah sepi diburu pengunjung. Tak hanya pecinta buku, beberapa kreator konten juga terlihat mampir sambil mengabadikan sudut-sudut perpustakaan yang estetik ini.

Ilmi, salah satu pengunjung asal Sulawesi Selatan, sembari mendatangi acara di Jakarta ia sempatkan untuk mampir ke Pustaka Pahala. Ia merasa kagum dengan arsitektur perpustakaan yang tak seperti perpustakaan umumnya,

“Kebetulan lagi ada acara di Jakarta terus sekalian mau cari-cari perpus dan kebetulan saya lihat perpus ini desainnya unik kan, suka banget sih sama arsitekturnya, koleksinya juga lumayan lengkap,” kata Ilmi.

Pengunjung dapat datang ke Pustaka Pahala secara gratis tanpa perlu registrasi terlebih dahulu. Lokasinya berada Villa Gunung Lestari, Blok E3, Jl, Merbabu VI No.13, Ciputat, Tangsel. Untuk informasi terkini traveler bisa pantau Instagram resminya @pustakapahala.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Fakta Perpustakaan Kerucut Mirip Rumah Adat Wae Rebo di Tangsel



Ciputat

Di balik riuhnya kehidupan perkotaan Tangerang Selatan, terselip sebuah perpustakaan unik berbentuk kerucut yang bikin kepincut banyak orang. Perpustakaan itu Pustaka Pahala.

Perpustakaan Pahala ternyata bukan sekadar perpustakaan biasa namun menyimpan banyak fakta menarik mulai dari sejarah sampai filosofi arsitekturnya.

Berikut fakta-fakta menarik tentang Pustaka Pahala:

1. Dibangun oleh seorang arsitek perancang Gedung Rektorat Universitas Indonesia

Prof. Gunawan Tjahjono merupakan salah satu arsitektur pendidik Indonesia. Ia sempat menjadi guru besar Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia ke-2 pada tahun 2002. Ia juga merupakan Rektor Universitas Pembangunan Jaya yang pertama.


Karirnya dalam arsitektur yang sudah berjalan sangat panjang tentu melahirkan banyak karya besar. Salah satu karya rancangannya adalah Gedung Rektorat Universitas Indonesia yang menjadi ikon dari Universitas Indonesia.

2. Awalnya dirancang berbentuk seperti telur

Tak langsung berbentuk kerucut, Pustaka Pahala awalnya dirancang Prof. Gunawan dengan bentuk telur dengan maksud melambangkan “kelahiran”.

“Jadi tadinya saya mau membuat seperti telor dengan pikiran bahwa telor itu kan nanti melahirkan sesuatu gitu ya,” kata Gunawan.

Namun, ide tersebut tidak jadi ia realisasikan karena ternyata ia menemukan bentuk bangunan serupa di majalah yang dimilikinya.

“Tapi saat saya buka majalah sudah ada majalah yang memuat bentuk telur di suatu bangunan. Walaupun bukan perpustakaan tapi saya gak mau mengulangi lah. Jadi lebih baik saya ambil inspirasi dari bangunan yang ada di Indonesia (Wae Rebo),” kata dia.

Argumen itu juga diperkuat dengan pernyataan rekan arsiteknya, Yori Antar, yang mengatakan bahwa bangunan Pustaka Pahala ini sangat mirip dengan Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur.

3. Dibangun atas dasar kegemaran keluarganya dalam membaca buku

Saat ditemui oleh detikTravel pada Kamis (2/5/24), Gunawan menceritakan bahwa awalnya perpustakaan ini dibangun guna menyimpan koleksi pribadi keluarganya yang gemar membaca buku. Selama kuliah di luar negeri ia senang sekali membeli berbagai jenis buku di bazar perpustakaan untuk ia simpan sebagai bacaan dan koleksi.

“Saya sejak mahasiswa sudah mulai kumpulkan buku senang membaca, lalu saat diberi kesempatan belajar ke luar bukunya makin banyak,” kata Gunawan.

“Karena di sana ada library sale, biasanya kami datang pada hari ke empat karena pada hari keempat satu box (bebas pilih) itu harganya 1 dollar. Jadi buku saya makin banyak dan bidangnya macam-macam dari filsafat sampai masakan tapi yang paling banyak tentu bidang saya Arsitektur dan Kota dia menambahkan.

Kegemarannya membaca buku ternyata juga turun kepada anaknya, Puspa. Bahkan 500 buku yang ada di Pustaka Pahala ternyata milik pribadi Puspa. Bahkan semasa sekolah di luar negeri Puspa berhasil mendapat penghargaan ‘Young Writer Award’ dari sekolahnya.

4. Nama Pustaka Pahala punya makna khusus

Terdapat makna dibalik nama Pustaka Pahala. Pahala ini diambil dari bahasa Sansekerta yang bermakna buah. Harapannya pustaka sebagai bibit ini dapat menghasilkan buah-buah yang berkualitas.

Selain itu, ia juga memilih nama pahala sebagai salah satu bentuk dari latar belakangnya membentuk perpustakaan ini sebagai wadah berbagi pengetahuan yang dimilikinya kepada masyarakat luas. Sehingga, dapat menjadi ladang pahala baginya saat sudah tiada.

Jika mengambil akronim dari Pustaka Pahala akan ditemukan PusPa, yang merupakan nama anak Gunawan.

5. Ada filosofi khusus di bangunannya

Sebagai seorang arsitek kondang, Gunawan memang senang membuat bangunan dengan makna khusus. Salah satunya tangga di rumahnya yang menghadap ke timur, ini mengisyaratkan menyambut matahari.

Jika diperhatikan secara detail, pengunjung akan menemukan bagian berwarna kuning yang mengarahkan bagian timur sebagai tempat matahari terbit sekaligus lambang harapan.

Bagian koleksi buku anak di lantai 1 melambangkan pendidikan dasar untuk anak anak, ketika menaiki tangga pengunjung akan menemukan berbagai buku yang dianggap lebih berat dan membutuhkan pemahaman mendalam. Ini mengisyaratkan perjalanan pertumbuhan manusia dari anak anak menuju dewasa.

6. Menanamkan aspek pendidikan perilaku bagi anak-anak

Gunawan pemilik sekaligus perancang Pustaka Pahala menganggap bahwa anak-anak masih sangat lentur untuk dibina agar dapat memiliki kepribadian dan kebiasaan yang baik. Oleh karena itu, ia sangat tertarik dengan pendidikan perilaku anak-anak di Pustaka Pahala.

Selain menanamkan sifat gemar membaca, Gunawan juga ingin tanamkan sifat ramah kepada anak-anak melalui contoh langsung dari pustakawan yang selalu menyambut ramah para pengunjung.

Kemudian, ditanamkan juga sifat disiplin dalam berperilaku melalui kebiasaan mencopot sepatu saat memasuki ruangan dan menggantinya dengan sanda khusus.

Menurut Gunawan, upaya itu merupakan kelanjutan dari kebiasaan orang zaman dahulu yang menyimpan kendi sebagai tempat cuci tangan dan kaki sebelum masuk ke rumah.

Bangunan Pustaka Pahala tidak menggunakan AC dan menggunakan cahaya matahari sebagai penerangannya saat siang hari. Ini sebagai wujud pembelajaran agar anak-anak dapat mencintai lingkungan dengan menghemat penggunaan listrik.

7. Dibangun menggunakan dana pribadi

Sebagai wujud sumbang ilmu yang dimilikinya, Gunawan juga ternyata merancang dan membangun Pustaka Pahala dengan dana pribadi yang dimilikinya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Rindu Film Bumi Manusia, Cek Harga Tiket dan Daya Tarik Studio Alam Gamplong



Jakarta

Sering penasaran dengan lokasi syuting di film-film? Di Jogja ada satu kawasan unik yang khusus diperuntukkan sebagai setting film, loh. Namanya Studio Alam Gamplong milik sutradara ternama Hanung Bramantyo. Cek harga tiket masuk dan jam operasionalnya.

Jika Traveler pernah menonton Film Bumi Manusia, pasti tidak akan asing dengan wisata satu ini. Setting tempat rumah Annelies ternyata lokasinya ada di sini. Tanah seluas 2,3 hektar itu disulap menjadi kawasan fungsional untuk industri kreatif sekaligus pariwisata di Tanah Gamplong.

Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, simak daya tariknya berikut ini :

Daya Tarik Wahana

1. Kereta St. Soerabaja-Gambir

Merasakan vibes kembali ke masa lalu bak abad ke 16 traveler akan puas menaiki gerbong kereta ini. Bentuk keretanya unik, dengan panorama view terbuka yang bisa melihat sekelilingnya.


Dengan muatan maksimal 10 orang, kereta ini akan berjalan sekitar 300 meter menuju kawasan kota buatan di Studio Alam Gamplong. Interior di dalamnya full kayu menambah kesan vintagenya yang kental. Kalau kesini, wajib banget cobain naik keretanya.

2. Hasri Ainun Habibie

Rumah dengan gaya klasik nan hangat di Film Habibie Ainun itu dapat ditemukan di sini. Persis di dalamnya tersaji lengkap perabot rumah yang seolah menyeret traveler kembali ke masa lalu. Terdapat pula papan catur yang bisa dimainkan oleh traveler yang berkunjung ke rumah ini.

Di lantai dua, ada ruang kerja milik Ainun beserta kerangka tengkorak yang menjadi subjek penelitiannya sebagai seorang dokter. Dari lantai dua itu, travaler bisa melihat ke luar jendela pemandangan Studio Alam Gamplong yang luas membentang.

3. Galeri Antiques

Di samping rumah Habibie Ainun, ada Galeri Antiques. Untuk masuk ke dalamnya perlu melewati ruangan penuh rongsokan yang ditata unik. Kemudian menyusuri jalan untuk naik ke lantai dua nya. Dari lantai dua itu, terdapat satu ruangan dengan mikrofon berdiri di tengahnya. Dari situ traveler juga bisa lebih jelas melihat seluas mata memandang Studio Alam Gamplong.

Bergeser sebentar melewati jembatan layang, kemudian menuruni tangga, traveler akan melihat ruangan dengan konsep basement di sana. Bak ruang rahasia para komplotan di film film, ada banyak hal menarik di ruangan ini. Dengan cahaya remang-remangnya tersaji mulai dari piano klasik, meja billiard, panel tv, hingga ruangan semi penjara. Kira-kira film genre aksi mungkin akan cocok syuting di lokasi ini.

4. Rumah Annelies

Bumi Manusia lah gerbang pembuka kesuksesan Studio Alam Gamplong sebagai lokasi wisata. Rumah dua lantai berwarna hijau ini menjadi lokasi ikonik di film tersebut. Dengan sentuhan interior klasik khas Belanda, di dalamnya traveler seolah diseret masuk menyusul Minke dan Annelies yang sedang memperjuangkan cintanya.

Ada perpustakaan dengan tumpukan buku jaman dulu yang tersusun rapi di rak ruangan lantai dua. Terdapat pula meja makan besar, kamar, hingga balkon yang bisa dinikmati sambil duduk santai.

5. Komplek Horor

Buat traveler pecinta adu nyali, jangan lewatkan kawasan satu ini. Jika menyukai film Trinil, pasti tidak asing dengan setting tempat di dalamnya. Rumah hantu ini menawarkan sensasi rumah horor bak masuk ke dalam film-film. Bahkan ada satu film horor berjudul Kiblat yang syuting di sini dan belum tayang, loh.

Juga pemakaman yang menampilkan manusia gantung diri di ruangan terbuka. Tak sampai disitu, traveler harus melewati gua buatan mistis yang bikin bulu kuduk merinding. Masuk ke lokasi ini wajib rombongan ya, agar vibes menegangkannya lebih terasa.

6. Bangunan Tua

Jika kelima kawasan di atas perlu tiket terusan untuk masuk ke dalamnya, traveler juga masih bisa menikmati Studio Alam Gamplong secara gratis, loh. Di sini terdapat banyak bangunan tua dengan konsep kota jaman dulu. Ada warung kopi, hotel tua, toko buku, bioskop, bahkan kampung kumuh. Setiap jengkal dari kota ini sangat artistik dan sayang jika tidak berfoto-foto ria.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Studio Alam Gamplong buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB. Lokasinya ada di Desa Wisata Gamplong, Dukuh Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jaraknya cukup jauh dari pusat kota, butuh waktu sekitar 30 menit ke arah barat dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Letaknya yang ada di kawasan pedesaan, perlu memperhatikan dengan teliti arahan google maps dan penunjuk arah di jalan agar tidak tersesat.

Sebetulnya, memasuki kawasan Studio Alam Gamplong hanya dikenai biaya sukarela untuk perawatan dan parkir. Namun, jika traveler ingin memasuki wahana di dalamnya, ada tiket terusan yang harus dibeli dengan harga sebagai berikut :

Trem atau Kereta : Rp 10.000
Bumi Manusia (Rumah Annelies) : Rp 10.000
Habibie Ainun : Rp 10.000
Gallery Antiques : Rp 10.000
Kompleks Horor : Rp 10.000
Wahana All Access : Rp 45.000
Wahana Jeep : Weekdays Rp 150.000/ 4 orang, Peak Season Rp 200.000/ 4 orang

Mengingat fungsinya sebagai lokasi syuting, ada banyak hak cipta yang harus dilindungi di dalamnya. Traveler yang membawa kamera profesional harus membayar permid card sebesar Rp 10.000 dan penggunaan kamera drone seharga Rp 200.000

Bagi Traveler yang ingin berkegiatan khusus seperti prewedding, pemotretan yearbook, atau bahkan event wajib menghubungi admin terlebih dahulu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Perpustakaan Jakarta, Alternatif WFA dan Tempat Belajar Gratis


Jakarta

Jakarta memiliki segudang fasilitas perpustakaan yang dapat dijangkau masyarakat umum. Salah satu perpustakaan Perpustakaan Jakarta yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki, Cikini.

Interiornya yang modern, nyaman, dan aesthetic membuat perpustakaan ini menjadi spot yang cocok bagi kawula muda untuk nugas atau kerja. Ingin tahu lebih lanjut seputar Perpustakaan Jakarta?

Jam Operasional, Lokasi, dan HTM Perpustakaan Jakarta

Dilansir dari akun Instagram resmi @perpusjkt, berikut informasi terkait jam operasional, lokasi dan HTM yang perlu diketahui pengunjung:


  • Jam operasional: 09.00-17.00 WIB (Senin-Kamis) dan 09.00-20.00 WIB (Jumat-Minggu).
  • Lokasi: Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.
  • HTM: Pengunjung dapat masuk ke Perpustakaan Jakarta secara gratis tanpa dikenakan biaya.

Pengunjung harus mendaftarkan diri sebagai anggota perpustakaan melalui aplikasi Jaklitera atau situs perpustakaan.jakarta.go.id terlebih dulu.

Fasilitas Perpustakaan Jakarta, Ada Wifi Gratis

Mengutip dari laman ENJOYJAKARTA dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Perpustakaan Jakarta dibuka untuk umum setelah kawasan Taman Ismail Marzuki direvitalisasi pada tahun 2019. Setelah sekitar 3 tahun direvitalisasi, Perpustakaan Jakarta akhirnya diresmikan pada 7 Juli 2022.

Kini, Perpustakaan Jakarta menyimpan lebih dari 100.000 koleksi buku dari berbagai genre dan arsip. Sebagai informasi, ruang baca Perpustakaan Jakarta berada di lantai 3 Gedung Ali Sadikin.

Bangunan baru Perpustakaan Jakarta memiliki desain modern dan terbuka dengan sejumlah fasilitas interaktif yang bisa dengan bebas digunakan pengunjung. Berikut beberapa fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Jakarta:

  • Loker penyimpanan barang
  • Ruang baca umum
  • Ruang baca privat
  • Ruang baca anak
  • Ruang baca tangga
  • Bilik diskusi
  • Bilik siniar
  • Mushola
  • Ruang layanan multimedia
  • Ruang multifungsi
  • Ruang laktasi
  • Bilik bermain
  • Bilik bercerita
  • WiFi gratis
  • Akses komputer
  • Ruang diskusi
  • Ruang multimedia.

Rute ke Perpustakaan Jakarta Via Transportasi Umum

Lokasinya yang strategis di daerah Jakarta Pusat membuat Perpustakaan Jakarta sangat mudah diakses menggunakan transportasi umum. Berikut rute ke Perpustakaan Jakarta bagi detikers pengguna transportasi umum:

1. Rute Via KRL

Buat detikers pengguna moda transportasi KRL, kamu bisa naik KRL tujuan Jakarta Kota lalu turun di Stasiun Cikini. Dari stasiun Cikini, detikers bisa lanjut menggunakan transportasi ojek online, bajaj, atau jalan kaki sekitar 1 km untuk sampai ke Perpustakaan Jakarta.

2. Rute Via Transjakarta

Perpustakaan Jakarta juga bisa diakses menggunakan Transjakarta. Caranya, kamu bisa naik Transjakarta koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini) atau 6H (Senen-Lebak Bulus) lalu turun di halte Taman Ismail Marzuki yang terletak persis di depan gedung perpustakaan. Selain itu, pengunjung juga dapat menaiki Jaklingko 10A.

3. Rute Via MRT

Alternatif berikutnya untuk berkunjung ke Perpustakaan Jakarta adalah via MRT. Untuk rute via MRT, Detikers bisa langsung menjangkau stasiun MRT terdekat kemudian naik MRT ke arah Bundaran HI dan turun di stasiun MRT Bundaran HI. Setelah itu, kamu bisa lanjut menaiki transportasi ojek online.

Nah, itu dia ulasan mengenai Perpustakaan Jakarta yang berlokasi di tengah Kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini. Sebelum berkunjung dan meminjam buku, jangan lupa mendaftarkan diri dulu ya detikers.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Mampir Ke Obelix Village, Cek Harga Tiket Terbaru dan Lokasinya


Yogyakarta

Merasakan segarnya hawa pedesaan dipadu dengan fasilitas bersantai yang nyaman dapat traveler temukan di Obelix Village. Cek harga tiket dan jam operasional, serta lokasinya.

Obelix Village adalah salah satu destinasi wisata di Sleman yang menggabungkan unsur alam dan buatan. Lokasinya ada di tengah desa sehingga jauh dari bising kota.

Selain itu, keunggulan utama dari Obelix Village adalah tidak adanya tiket tambahan atau terusan jika traveler memasuki wisata ini. Cukup bayar sekali di awal masuk, dan traveler dapat menikmati semua fasilitasnya.


Obelix Villages masih bersaudara dengan Obelix Sea View yang ada di Gunung Kidul, namun lokasinya amat berjauhan. Di sini menonjolkan tempat wisata keluarga yang edukatif namun tetap menarik.

Yuk, simak informasi harga tiket dan jam operasional Obelix Village:

Daya Tarik

1. Mini Farm dan Taman Bunga

Terhampar luas taman bunga cantik yang cocok sekali sebagai tempat berfoto. Setiap bunga ditata dengan indah dan pengunjung bisa bebas melewatinya dengan menyusuri jalan setapak di taman ini.

Tidak hanya bunga, terdapat pula hamparan kebun mini yang cocok untuk edukasi si kecil. Anak-anak hingga dewasa dapat menikmatinya sambil belajar mengenal jenis-jenis sayur di area tersebut.

2. Mini Zoo

Jika ada flora, tak lengkap bila tidak ada fauna. Di Obelix Villages menyediakan kebun binatang mini dengan berbagai jenis hewan di dalamnya. Mulai dari unggas, reptil, burung, sapi, kelinci, ikan, domba, hingga kuda.

Hewan-hewan tersebut dikelompokkan berdasarkan jenisnya dan ditata rapi sehingga pengunjung bisa bebas berinteraksi dengan hewan yang diinginkan. Traveler bisa mencoba menunggangi kuda di sini loh, tapi maksimal berat badan 30 kg.

3. Secret River Deck

Ada sungai juga di dalam Obelix Villages. Di atasnya dibangun deck lengkap dengan meja dan jaring di sekitarnya. Cocok untuk traveler yang ingin bersantai sembari mendengarkan gemericik suara sungai mengalir. Bisa sambil makan, membaca buku, atau mengobrol dengan orang tersayang.

4. Kafe dan Restoran

Puas berkeliling, jangan lupa isi energi dengan makan di cafe dan restoran yang ada di dalamnya. Ada dua jenis di dalamnya, yakni Resto Pulen Kopi Ponti dan Petit Paris Boulangerie.

Jika ingin makan menu prasmanan, traveler bisa mengunjungi Resto Pulen Kopi Panti. Sedangkan Petit Paris Boulangerie cocok untuk traveler yang menginginkan hidangan penutup atau dessert dan es krim. Keduanya memiliki nuansa yang unik dan interior menarik sehingga sayang jika tidak diabadikan dengan kamera

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Lokasinya berada di Jalan Kenangan, Krandon, Pandowoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Stasiun Tugu butuh waktu sekitar 45 menit agar bisa sampai di lokasi.

Menyusuri jalan Ring Road Utara kemudian masuk ke area pedesaan sisi timur. Aksesnya mudah dan tidak sulit untuk ditemukan karena banyak penanda arah di sepanjang jalan menuju lokasi.

Harga tiketnya untuk satu orang dikenai biaya Rp 25.000 saat hari biasa dan Rp 30.000 untuk hari libur. Traveler tidak akan dikenai biaya tambahan ketika ingin menikmati spot yang ada di dalam Obelix Villages.

Obelix Villages buka setiap hari. Senin sampai Jumat buka pukul 08.00-21.00 WIB. Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu buka lebih awal pukul 07.00-22.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hutan Angker Gunungkidul Punya Mata Air Berbentuk Kelopak Mata



Gunungkidul

Sebuah hutan yang dikenal angker di Gunungkidul memiliki sebuah mata air tersembunyi. Uniknya, mata air itu memiliki bentuk seperti kelopak mata.

Hutan Tlawah di Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, punya mata air tersembunyi. Untuk menuju ke posisi mata air itu dibutuhkan waktu setidaknya 30 menit dengan berjalan kaki.

Mata air tersebut terletak di semak-semak, sehingga tak tampak mata jika tidak paham betul posisinya. Mata air tersebut masih tertutup sedikit tanah, sehingga tidak terlalu tampak seperti kelopak mata manusia. Meski disebut dengan mata air, tidak terlihat ada air yang mengalir.


Awalnya saat tanah tersibak mata air yang konon tampak seperti mata manusia itu tak tampak persis jika dilihat dari arah timur. Namun, mata air itu tampak mirip dengan kelopak mata jika dilihat dari arah barat.

Di tengah mata air tersebut terdapat sebuah batu berukuran sedikit lebih besar dari genggaman dua tangan orang dewasa. Sedangkan di permukaan luar terlihat berbentuk seperti kacang almond dengan panjang kurang lebih 60 cm dan lebar 40 cm. Mata air tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 cm.

Jika dilihat dengan saksama, maka bagian mata tersebut seakan melirik ke selatan. Bola mata yang terlihat seperti pupil manusia itu berasal dari batu yang sudah agak lapuk sehingga mudah tergerus saat dicongkel menggunakan sebatang kayu.

Sumber Mata Air Itu Terbentuk Secara Alami

Ngadimo (58), warga sekitar menjelaskan mata air tersebut terbentuk secara alami, tidak ada campur tangan manusia. Dulunya mata air tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk minum.

“Ini bukan buatan manusia. Dari saya kecil ya memang begini. Dari alamnya sudah begitu. Dulu biasanya orang-orang minum di sini kalau lewat hutan,” jelas Ngadimo.

Mata air berbentuk kelopak mata di tengah alas angker Tlawah, Gunungkidul. Foto diambil Jumat (10/5/2024).Mata air berbentuk kelopak mata di tengah hutan Tlawah yang angker Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja

Mata air tersebut sudah lama dilupakan oleh warga. Malah disebut sebagai mitos sampai sumber air itu ditemukan lagi oleh komunitas Resan Gunungkidul pada 2022 lalu.

“Warga sudah banyak yang nggak tahu. Dianggap mitos juga kok karena sudah lupa mata air ini. Tapi pas komunitas Resan ke sini ngajak saya untuk cari, ketemu lagi mata airnya,” katanya.

Asal Usul Hutan Tlawah

Ngadimo mengatakan, nama tlawah diambil dari mata air yang berbentuk kelopak mata manusia tersebut. Ngadimo menyebut tlawah dalam bahasa Jawa yakni lubang kecil dengan batu di tengahnya.

“Asal usul nama tlawah ya itu. Ada lubang kecil, ada batu, namanya tlawah,” jelas Ngadimo.

“Tlawah itu tahunya cuma nama. Tapi saya ingat kalau batu di mata air itu ya itu namanya asal usul tlawah,” lanjutnya.

Ngadimo mengungkapkan, masyarakat setempat meyakini adanya sesosok makhluk gaib penjaga alas Tlawah. Sosok tersebut bernama Mbah Sostrowono.

“Di alas ini ada penunggunya namanya Mbah Sostrowono. Bukan manusia dia. Dia istilahnya makhluk gaib,” sebutnya.

Dari kepercayaan masyarakat setempat Mbah Sostrowono itu konon ditaklukkan oleh para wali. Dia kemudian ditugaskan menjaga alas Tlawah.

Batu berwarna hitam di bawah mata air itu pun diyakini milik Mbah Sostrowono. Oleh karena itu, orang tak boleh sembarangan mengambil batu di area kelopak mata air tersebut.

“Batunya itu tidak boleh diambil memang ada pusaka milik Mbah Sostrowono,” jelas Ngadimo.

Hutan Tlawah Dikenal Angker

Di sisi lain, Ngadimo menceritakan banyak orang yang masuk ke alas Tlawah tanpa izin akhirnya tersesat. Tak hanya itu, diyakini banyak cerita warga yang diganggu makhluk tak kasat mata.

“Sudah banyak yang bingung masuk ke sini. Bahkan ada masyarakat yang bingung pas masuk ke sini. Kalau yang belum pernah masuk sini itu izin dulu ke warga sekitar,” ungkap Ngadimo.

“Warga belum tentu berani masuk alas di siang, sore, malam. Hanya orang tertentu yang berani. Saya buktikan sendiri banyak yang sering mengganggu,” sambung dia.

——

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Main Air di Bogor Aquagame, Ini Info Tiket dan Jam Buka


Jakarta

Bogor Aquagame adalah destinasi wisata yang menghadirkan wahana air di atas danau. Berbagai wahana di destinasi yang berdiri tahun 2023 ini, tadinya hanya bisa dinikmati di laut.

Pengunjung tak perlu risau saat keluarnya menikmati aneka permainan di Bogor Aquagame. Karena, terdapat lifeguard yang selalu menjaga dan mengingatkan wisatawan.

Dikutip dari laman resminya, pemesanan tiket Bogor Aquagame dapat dilakukan secara online maupun onsite. Tiket yang dipesan secara online akan dikirimkan via email setelah pembayaran lunas. Adapun harga yang ditawarkan yaitu sebagai berikut.


1. Harga Tiket Masuk Bogor Aquagame

  • Tiket Weekdays: Rp 120.000/ orang
  • Tiket Weekend: Rp 155.000/ orang
  • Tiket Anak-Anak (di bawah 85 cm): Gratis.

Bogor Aquagame biasanya juga memberi promo bersyarat pada periode tertentu. Misalnya diskon tiket masuk untuk pelajar, mahasiswa, pengguna BPJS Kesehatan, dan KTP dengan domisili Jabodetabek.

Tentunya, program promo dilakukan sesuai kebijakan pengelola. Jika ada promo, pengunjung dapat memperoleh harga tiket lebih murah atau hadiah menarik lainnya.

2. Jam Operasional Bogor Aquagame

  • Jam Buka: 09.00-17.00 WIB (setiap hari)
  • Lokasi: Perumahan Jl. Danau Bogor Raya, Kec. Bogor Timur, Kota Bogor

Bagi masyarakat Jakarta, berkunjung ke Bogor bisa dilakukan dengan melewati tol luar kota atau Jagorawi menuju Bogor. Perjalanan dilanjutkan hingga Jalan Pajajaran sampai bertemu Tugu Kujang Bogor. Selanjutnya, masih ada jarak tempuh 3 km hingga tiba di Bogor Aquagame.

Beberapa objek wisata lain yang dekat dan sejalur dengan Bogor Aquagame adalah:

  • Bogor Botanical Garden (5 km)
  • Alun Alun Kota Bogor (7,8 km)
  • Kuntum Farmfield dan Nurseries (9,3 km)
  • Tirtania Waterpark (9,3 km)
  • Rivera Outbound & Edutainment Bogor (10,2 km).

Fasilitas dan Aktivitas Menguji Adrenalin di Bogor Aquagame

Wisata air yang diresmikan akhir tahun 2023 ini berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektar dengan kolam seluas 1,5 hektar. Terdapat berbagai fasilitas dan wahana olahraga air mengasyikkan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain, yaitu.

1. Arena Watersport

Arena watersport menjadi daya tarik utama Bogor Aquagame yang menyediakan balon besar di tengah danau. Balon tersebut membentuk kata “BOGOR” jika dilihat dari atas dan memiliki wahana yang berbeda. Macam-macam wahana yang tersedia adalah.

  • Seluncuran High Roller
  • Panjatan Spring Board
  • Monkey Bar
  • Springboard
  • Cliff
  • Balance Team
  • Action Tower XXL
  • Kayaking.

Dengan adanya wahana tersebut, wisatawan dapat berseluncur, melompat, merangkak, bergelantungan, dan tentunya berenang di danau tersebut. Olahraga ini dapat meningkatkan kemampuan olah napas dan otot gerak tangan maupun kaki.

2. Alat Pengaman dan Pelampung untuk Anak-Anak

Meskipun Bogor Aquagame telah memberikan batasan usia pada kolam anak, terdapat pengamanan ketat berupa persewaan pelampung bagi anak. Tidak perlu takut apabila belum terlalu lihai berenang, sebab mereka juga menyediakan pelampung untuk kalangan dewasa.

3. Lifeguard di Setiap Sudut

Selain menggunakan wahana berstandar internasional dari Jerman, Bogor Aquagame juga menempatkan sejumlah lifeguard bersertifikat untuk menjaga setiap sisi kolam. Lifeguard akan mengarahkan wisatawan untuk melakukan pemanasan agar tidak mengalami kram otot selama bermain.

4. Kids Circuit

Sebagai wahana air keluarga, Bogor Aquagame juga menyediakan kolam untuk anak-anak yang lebih dangkal dan permainan yang sesuai dengan usianya. Para lifeguard akan membantu mengawasi dan menawarkan alat pengaman seperti life jacket dan pelampung untuk anak-anak.

Selain itu, terdapat beberapa fasilitas umum pendukung lainnya seperti:

  • Toilet
  • Loker barang
  • Ruang bilas
  • Area parkir
  • Kursi dan meja di sekeliling kolam
  • Kafe dan restoran
  • Gazebo
  • Panggung
  • Lounge untuk bersantai dan makan
  • Nursery room.

Pastikan selalu membawa persiapan obat dan sunblock untuk melindungi kulit selama liburan di Bogor Aquagame. Tentunya lupa update harga tiket masuk, rute, dan ketersediaan layanan.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional Museum Bank Indonesia



Jakarta

Museum Bank Indonesia menyuguhkan perpaduan bangunan megah, masa lalu, dan teknologi interaktif. Harga tiket masuknya ramah di kantong.

Museum Bank Indonesia, yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, melainkan juga sebuah jendela yang membuka wawasan traveler tentang perjalanan panjang sistem keuangan dan perbankan di Indonesia.

Dibuka untuk umum sejak 2006, museum ini menawarkan pengalaman edukatif sekaligus interaktif bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Penasaran dengan sejarah pendirian museum ini dan daya tariknya? Yuk simak serba-serbi tentang Museum Bank Indonesia berikut.

Sejarah Berdirinya Museum Bank Indonesia

Gedung yang kini menjadi Museum Bank Indonesia awalnya dibangun pada tahun 1828 sebagai kantor cabang De Javasche Bank, sebuah bank sentral Hindia Belanda. Bangunan dengan gaya arsitektur neo-klasik dipadukan dengan gaya arsitektur lokal karya Ed. Cuypers.

Setelah kemerdekaan Indonesia, tahun 1953 bangunan ini kemudian menjadi kantor Bank Indonesia Kota. Nilai sejarah dan budaya yang tinggi membuat gedung ini akhirnya ditetapkan menjadi cagar budaya menurut SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993.

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah peresmian awal dan pembukaan untuk masyarakat (soft opening) yang berlangsung pada tanggal 15 Desember 2006, diresmikan oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah. Tahap kedua adalah peresmian utama (grand opening) yang dilaksanakan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Juli 2009.

Daya Tarik Museum Bank Indonesia

Bagi traveler yang berkunjung ke Museum Bank Indonesia, setibanya di lokasi akan disambut dengan bangunan megah berwarna putih. Menyimpan berbagai koleksi numismatik, atau benda-benda terkait uang. Berikut beberapa daya tarik Museum Bank Indonesia.


1. Koleksi Numismatik yang Kaya

Museum Bank Indonesia memiliki koleksi numismatik yang sangat banyak. Mulai dari mata uang kuno dari zaman kerajaan Nusantara hingga uang Jepang. Koleksi ini memberikan gambaran tentang evolusi sistem moneter di Indonesia.

“Keren banget sih, konsep museumnya memang menyajikan berbagai perkembangan Bank Indonesia dan koleksi numismatik. Ada juga ruang emas dan berbagai miniatur tentang Bank Indonesia. Edukatif banget,” ujar Dita Yoga, pengunjung Museum Bank Indonesia.

2. Ruang Pamer Interaktif

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah ruang pamer interaktifnya. Dengan menggunakan teknologi multimedia, museum ini menyajikan informasi secara menarik dan mudah dipahami. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah ekonomi Indonesia, kebijakan moneter, dan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Cukup kaget dengan konsep interaktifnya, pengunjung nggak cuma bisa liat koleksi, tapi bisa berinteraksi atau mendengarkan berbagai cerita dari ruang pamernya, jadi nggak membosankan,” Dita menambahkan.

3. Arsitektur Bersejarah

Gedung Museum Bank Indonesia sendiri merupakan salah satu daya tarik utama. Dengan arsitektur kolonial yang megah bergaya neo-klasik, bangunan ini menyimpan nilai historis yang tinggi. Interiornya yang elegan dan detail arsitektur yang menawan membuatnya menjadi salah satu gedung bersejarah paling indah di Jakarta. Sip banget jadi spot foto estetik.

4. Spot Foto Anti Mainstream

Tak hanya estetik jika dilihat dari segi arsitektur, interior Museum Bank Indonesia juga masih terbilang megah dengan tetap menggunakan gaya neo-klasik. Membuat bangunan ini menyimpan banyak spot foto yang anti mainstream. Traveler dapat menemukan beberapa spot foto estetik, seperti mdi metamorfosis logo Bank Indonesia, ruang emas moneter, dan ruang numismatik.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Pintu Besar Utara No.3, RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tempat wisata edukatif ini menarik banyak pengunjung dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang dan gratis jika traveler membawa kartu pelajar/kartu tanda mahasiswa.

Bagi traveler yang datang bersama rombongan dengan jumlah maksimal 100 orang, museum ini menawarkan akses gratis, asalkan permohonan kunjungan diajukan terlebih dahulu kepada pengelola museum.

Saat hendak masuk ke dalam museum, traveler diwajibkan menitipkan tas di tempat penitipan yang telah disediakan. Pastikan untuk tidak meninggalkan barang berharga di dalamnya. Namun, pengunjung diperbolehkan membawa ponsel, kamera, dompet, dan barang-barang kecil sejenis ke dalam gedung.

Museum ini buka dari Selasa hingga Minggu dan tutup saat Senin dan libur nasional. Museum Bank Indonesia buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Sedang berlibur di Jakarta dan cari destinasi edukatif bonus murah meriah. Museum Bank Indonesia jadi salah satu destinasi yang wajib traveler kunjungi. Jangan lupa siapkan ponsel dan outfit terbaikmu!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sea World Ancol, Eksplorasi Dunia Bawah Laut di Jakarta



Jakarta

Sea World Ancol bisa menjadi pilihan berakhir pekan buat traveler. Di sini, traveler bisa mendapatkan banyak hal berbeda, termasuk konservasi hewan bawah laut.

Sea World Ancol adalah sebuah akuarium yang terletak di dalam kompleks Taman Impian Jaya Ancol. Sea World Ancol dibangun karena terinspirasi dari Indonesia yang merupakan negara maritim menjadi alasan berdirinya Sea World Ancol.

Pada 2 Oktober 1992, Gubernur Jakarta, Wiyogo Atmodarminto, secara simbolis memulai pembangunan Sea World dengan peletakan batu pertama. Dalam waktu kurang dari dua tahun, area ini berkembang menjadi Sea World.

Terletak di sebelah selatan Ocean Dream Samudra, Sea World berdiri di atas lahan seluas 3 ha yang terdiri dari sarana pameran, restoran, toko souvenir, lobi, dan area servis.

Sea World Ancol menampilkan beragam kehidupan akuatik dengan koleksi yang mengagumkan. Secara keseluruhan, terdapat 7.300 ekor biota air tawar dan 11.500 ekor biota air laut.

Semua biota air tawar dan laut ini dipamerkan dalam 28 display yang menarik, meliputi sembilan akuarium air tawar, 19 akuarium air laut, dan empat kolam terbuka. Setiap display pun disajikan dengan konsep yang unik dan ekosistem yang khas.

Sea World Ancol, JakartaSea World Ancol, Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Tak perlu bingung, pada setiap display juga dilengkapi dengan papan informasi yang menjelaskan nama dan jenis biota air, habitat asli, keterangan biologis, hingga keunikannya.

Memasuki areal Sea World, traveler terlebih dahulu harus membeli tiket dan memasuki area ticket checking. Display hall adalah area pertama yang traveler kunjungi setelah melewati pemeriksaan tiket. Terdapat 12 akuarium dengan berbagai jenis ikan. Terdapat pila car aquarium, sebuah akuarium unik yang menggunakan mobil bekas sebagai wadahnya.

Melanjutkan perjalanan, traveler bisa memasuki Antasena Tunnel. Terowongan kaca yang dikelilingi oleh akuarium utama, bak masuk ke bawah laut. Traveler bisa merasakan sensasi dikelilingi oleh ribuan biota laut dalam akuarium raksasa. Oke banget untuk jadi spot foto.

“Kalau spot favorit itu di Antasena Tunnel. Masuk ke sini berapa masuk ke terowongan bawah laut. Bisa lihat banyak ikan dan biota laut lainnya. Spotnya juga bagus banget untuk take foto dan video, recommended untuk dicoba,” kata Pita Maha, salah satu pengunjung Sea World Ancol.

Sea World Ancol, JakartaSea World Ancol, Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Keluar dari Antasena Tunnel, traveler bisa melihat Shark Aquarium, komplit dengan berbagai jenis hiu. Ada pula Interactive Aquarium, traveler bisa berinteraksi langsung dengan ikan-ikan dan memasukkan tangan ke dalam akuarium. Tenang, ikan-ikan di sini aman dan tidak berbahaya.

Ada juga akuarium khusus ubur-ubur, bernama Jellyfish Sphere. Di sini traveler bisa menemukan lima jenis ubur-ubur yang memukau, yaitu sea nettle, blubber jellyfish, upside-down jellyfish, moon jellyfish, dan spotted jellyfish.

Jellyfish Sphere juga menjadi spot yang sempurna untuk berfoto. Keindahannya yang mempesona menjadikannya sangat Instagramable, sehingga cocok bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen spesial di dunia bawah laut.


Jadwal Animal Feeding Sea World Ancol

Tak hanya berkeliling melihat biota laut, traveler tidak boleh melewatkan pertunjukan pemberian makan ikan yang diadakan setiap hari pada jam-jam tertentu. Dalam pertunjukan ini, petugas akan menyelam langsung ke dalam akuarium untuk memberi makan ikan-ikan, dan traveler dapat menyaksikan atraksi tersebut.

Yuk catat jadwal animal feeding di Sewa World Ancol:

Weekday (Senin-Jumat)
· Akuarium Utama: 11.00 dan 15.00 WIB
· Shark Feeding: 14.30 WIB
· Piranha Feeding: 12.45 WIB
· Kolam Sobat Laut: 10.00 dan 13.30 WIB
· Moray Eel: 10.15 WIB
· Arapaima Amazonia: 13.00 WIB
· Pari-Rays: 15.00 WIB

Weekend (Libur dan Akhir Pekan)
· Akuarium Utama: 11.00, 14.00, dan 16.00 WIB
· Shark Feeding: 14.30 WIB
· Piranha Feeding: 10.00 dan 12.45 WIB
· Kolam Sobat Laut: 09.30 dan 13.15 WIB
· Moray Eel: 10.30 WIB
· Arapaima Amazonia: 13.00 WIB
· Pari-Rays: 15.00 WIB

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk sea World Ancol

Sea World Ancol terletak di Taman Impian Jaya Ancol, Jalan Lodan Timur Nomor 7 RW 10, Ancol, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Sea World Ancol buka setiap hari, dengan jam operasional pada hari biasa (Senin-Jumat) dari pukul 09.00 hingga 16.30 WIB, sedangkan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) dan hari libur nasional, buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Harap dicatat bahwa loket dan pintu masuk Sea World Ancol ditutup satu jam sebelum waktu penutupan.

Berikut adalah informasi harga tiket untuk Sea World Ancol:
· Harga tiket weekday: Rp 85.000
· Harga tiket weekend: Rp 105.000
· Harga tiket Annual Pass (Ecard): Rp 200.000

Harga di atas belum termasuk tiket masuk ke kawasan Ancol dan tiket untuk kendaraan. Berikut adalah harga tiket masuk dan tiket kendaraan di Ancol:
· Harga tiket masuk Ancol: Rp 30.000
· Harga tiket kendaraan motor: Rp 20.000
· Harga tiket kendaraan mobil: Rp 30.000
· Harga tiket kendaraan bus: Rp 45.000

Mau berlibur sekaligus wisata edukasi? Wajib coba ke Sea World Ancol. Pesan tiketnya dulu, liburan kemudian.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com