Category Archives: Domestik

Kisah Dadong Guliang, Urban Legend Penganut Ilmu Hitam di Bali



Jakarta

Kisah Dadong Guliang menjadi cerita yang dipercaya di masyarakat Bali. Dia dipercaya sebagai nenek sakti tetapi kisah hidupnya sangat tragis.

Dadong Guliang amat melegenda di Desa Akah, Bali. Dirangkum dari sejumlah sumber, Dadong Guliang hidup di Desa Guliang, Bangli. Asal desa itu sekaligus menjadi namanya setelah pindah ke Desa Akah.

Dadong Guliang disebut betul-betul hidup di jamannya, ratusan tahun lalu. Kini, kuburannya menjadi tempat yang keramat.


Kuburan Dading Guliang berada di tegalan milik keluarga I Ketut Konten di Banjar Sukaduka Hyangapi, Desa Pakraman Akah, Kecamatan Klungkung. Berukuran 3 meter persegi, kuburan itu memiliki tugu yang digunakan untuk menghaturkan persembahan seperti banten sodan dan banten saiban.

Konon, kuburan Dadong Guliang sangat angker dan diyakini memiliki dimensi niskala yang berkhasiat untuk berbagai hal.

Budayawan Desa Akah, Jero Mangku Made Kasta, mengatakan Dadong Guliang tidak sekadar cerita rakyat tapi benar adanya. Dengan bukti kuburan hingga keberadaan Desa Akah yang dipindah atas titah Raja Klungkung kala itu.

“Dadong Guliang itu adalah sosok perempuan sakti yang berkelana dari Guliang Bangli, hingga akhirnya tiba di wilayah kami,” kata Mangku Kasta bercerita kepada detikBali, Minggu (19/5/2024).

Berikut kisah Dadong Guliang:

1. Dadong Guliang Berasal dari Bangli

Dadong Guliang adalah seorang nenek yang tinggal di Desa Guliang, Kabupaten Bangli. Tetapi, keberadaannya ditolak oleh penduduk desa setempat.

Dadong Guliang pun memutuskan untuk meninggalkan desa itu dan menetap di Desa Akah, Dusun Hyangapi. Dulu Desa Akah berada di wilayah Tempek Pekarangan Uma Dalem (saat ini menjadi Dusun Hyang Api).

“Kedatangannya ini ternyata membawa musibah karena Dadong Guliang memiliki kesaktian atau black magic yang tidak tertandingi. Bahkan dengan kesaktiannya mampu menaklukkan tokoh-tokoh di Desa Akah kala itu,” kata Budayawan Desa Akah, Jero Mangku Made Kasta.

Kasta menuturkan zaman dulu jarang ada nama jelas, biasanya menyebut asal, salah satunya Dadong Guliang itu. Karena dadong menebar magic di kawasan itu, warga resah hingga akhirnya melapor kepada Raja Klungkung.

Raja Klungkung kala itu menitahkan warga untuk mengungsi ke sisi timur sungai (Tukad Kunyit) menghindari sihir Dadong Guliang. Tempat pengungsian tersebut yang kemudian diberi nama Desa Akah.

Bukan hanya mengungsi, warga setempat juga sampai memindahkan Pura Dalem ke Banjar Pekandelan, Desa Pakraman Akah. Sedangkan bekas lokasi Pura Dalem yang lama kini sudah berubah menjadi carik (sawah) yang disebut Carik Dalem.

2. Dadong Guliang Memiliki Ilmu Kemoksaan

Dadong Guliang tersohor karena kesaktiannya, salah satunya ilmu yang sangat disegani adalah moksa. Dengan ilmu itu dia mampu memisahkan jiwa dan raga.

Tidak sedikit yang meyakini Dadong Guliang masih hidup, namun terpisah jiwa dan raganya. Salah satunya karena ada sebagian warga Desa Akah yang meyakini masih diganggu oleh Dadong Guliang.

3. Dadong Guliang Punya Ilmu Hitam dan Membuat Grubug

Jika sebagian sumber menyatakan ilmu kemoksaannya, sebagian lainnya justru mengisahkan Dadong Guliang sebagai sosok dengan kemampuan ilmu hitam. Pada laman akad.desa.id, ditulis mengenai keberadaan Dadong Guliang yang memiliki kesaktian tinggi terutama dalam ilmu hitam (Penestian).

Kesaktian itulah yang digunakan untuk menyakiti warga setempat, bukan untuk membantu. Hingga pada masa itu, banyak warga desa adat yang meninggal akibat ulah sosok ini.

Desa menjadi terkena grubug atau penyakit maut, hingga Raja Klungkung memutuskan untuk memindahkan masyarakat beserta Pura Dalem Desa Akah ke tempat lain.

4. Kuburan Keramat Dadong Guliang

Meskipun tidak ada informasi yang jelas, banyak masyarakat meyakini keberadaan kuburan Dadong. Kuburan Dadong Guliang ada di Desa Pakraman Akah, Kecamatan Klungkung dengan luas 3×3 meter dan memiliki tugu untuk menghaturkan persembahan.

Terdapat palinggih (tempat suci) dibalut kain poleng yang berdiri di samping sebuah pohon ancak besar di makam itu. Pohon itu sebagai penanda kuburan Dadong Guliang.

Masyarakat percaya bahwa kuburan tersebut angker karena Dadong Guliang memiliki dimensi niskala yang bertuah.

5. Pandangan Masyarakat

Pada beberapa masyarakat yang meyakini hal positif terkait kekuatan mistis Dadong Guliang di masa dahulu dengan meyakini kuburan Dadong dianggap tempat yang memiliki kekuatan.

Tempat itu dipercayai memiliki kekuatan untuk memberikan keajaiban, kesembuhan, dan kesejahteraan. Akibatnya, banyak orang yang berdatangan mengunjungi kuburan ini untuk memohon kesembuhan dan berbagai hal lainnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pesarean Raden Ayu Pandan Sari yang Diselimuti Cerita-cerita Tak Masuk Akal



Surabaya

Di Surabaya, ada destinasi wisata religi yang diselimuti cerita-cerita tak masuk akal. Destinasi itu adalah Pesarean Raden Ayu Pandan Sari. Bagaimana kisahnya?

Raden Ayu Pandan Sari merupakan orang yang babat alas alias membuka kawasan Kalibutuh, Surabaya. Makam atau pesareannya kini dikunjungi banyak peziarah untuk berdoa dan wisata religi.

Di balik wisata religi itu, ada banyak cerita yang kurang masuk akal dan sulit dicerna dengan logika terjadi di tempat tersebut. Cerita itu telah dituturkan dari masa ke masa oleh warga yang tinggal di sekitar pesarean.


Seperti cerita maling yang tiba-tiba tak terlihat setelah bersembunyi di komplek makam atau pesarean Raden Ayu Pandan Sari yang terjadi pada era tahun 1980-an.

Tau ono sing diuber polisi limo, siang-siang turu nang mburine mbah (Pernah ada yang dikejar lima polisi, siang-siang tidur di belakang Makam Raden Ayu Pandan Sari) gak ketok,” kisah Samad, Pembina Pesarean Raden Ayu Pandan Sari.

Samad mengatakan, dahulu kala, siapapun yang datang ke pesarean tapi tidak mengucap salam, akan mendapat malapetaka. Samad menuturkan, orang-orang yang seperti itu, diyakini akan sekonyong-konyong lumpuh ketika menginjakkan kaki di area makam.

Samad juga menjelaskan mengapa tidak ada dokumentasi pesarean tersebut di masa lampau. Selain karena di zaman dulu hanya sedikit orang yang memiliki kamera, ia meyakini makam ini tidak bisa didokumentasikan.

“Dulu ceritanya kalau difoto, nggak bisa keliatan makamnya. Jadi seperti hilang di kamera,” ucapnya.

Samad menjelaskan, ada tradisi sedekah bumi untuk memeringati Haul Raden Ayu Pandan Sari yang rutin dilakukan oleh masyarakat Kalibutuh Timur, Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya.

Menurut Samad, tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tradisi sedekah bumi pada zaman dahulu itu lebih mengedepankan kesenian daerah. Pertunjukan ludruk dan ketoprak sering ditampilkan di malam sedekah bumi kala itu.

Namun yang cukup disayangkan, Haul Raden Ayu Pandan Sari di waktu lampau malah jauh dari nilai-nilai keislaman. Menurut Samad, hal seperti ini terjadi hingga akhir 1990-an.

“(Sedekah bumi sudah ada) mulai (zaman) nenek moyang. Cuma dulu itu kan orang-orang tua bikin tayub, minum-minum,” kata Samad.

“Semenjak RW Pak Budiono sebelum (tahun) 2000, itu mulai diubah. Jadi minum-minum, ndak ada. Diganti istigasah, yasin tahlil, sama ritual,” sambungnya.

Sedekah bumi yang dilakukan setiap tahun pada bulan Selo (Dzulqodah) ini, sekarang lebih mengedepankan nilai religius dan gotong royong warga. Biasanya, acara ini diselenggarakan selama dua hari dengan berbagai kegiatan.

“Hari pertama pagi khataman, terus malamnya istigasah, yasin, tahlil, dilanjut menghias becak per RT. Besok paginya, ritual keliling arak-arakan becak dan tumpeng,” terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua RW 7 Kalibutuh Timur itu.

Arak-arakan digelar dengan berkeliling wilayah Kalibutuh. Rute yang biasa dilalui adalah Jalan Tidar – Jalan Patua – Jalan Tembok Dukuh – Jalan Kalibutuh – Jalan Tembok Sayuran – Jalan Tidar.

“Setelah ritual keliling yang dimeriahkan oleh reog, lalu (konser) campursari,” tandas Samad.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

6 Kolam Renang di Jakarta yang Seru dan Nyaman, Pas untuk Keluarga


Jakarta

Ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan saat akhir pekan, salah satunya adalah berenang. Khususnya di Jakarta, terdapat banyak kolam renang yang seru dan nyaman.

Ada sejumlah kolam renang yang mengusung konsep waterpark, jadi bisa bermain seluncuran yang seru dan menantang. Lalu, ada juga kolam renang yang memang diperuntukkan untuk berenang dengan santai.

Harganya juga bervariasi, tergantung dari kolam renang yang dipilih. Kalau berkunjung ke waterpark, tentu harga tiket masuknya jauh lebih mahal.


Penasaran, apa saja kolam renang di Jakarta yang seru dan cocok untuk menghabiskan waktu di akhir pekan? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Kolam Renang di Jakarta yang Seru dan Nyaman

Selain menyehatkan badan, berenang juga membuat hati dan pikiran jadi lebih tenang. Berikut rekomendasi 6 kolam renang di Jakarta yang telah dirangkum detikTravel.

1. De Entrance Pool Arkadia

De Entrance Pool Arkadia di Kebagusan, Jakarta Selatan.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

Rekomendasi yang pertama adalah De Entrance Pool Arkadia. Kolam renang ini memang tidak memiliki wahana seluncuran, namun yang unik adalah mengusung konsep infinity pool.

Jadi, travelers seolah-olah berenang di tempat yang luas dan tidak terbatas. Meski berada di atas gedung, kolam renang ini tetap aman karena terdapat pagar pembatas.

De Entrance Pool Arkadia terletak di Arkadia Green Park lantai 3, Jalan TB Simatupang Kav 88, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 50.000/orang (weekday) dan Rp 60.000/orang (weekend). Kolam renangnya buka setiap hari dari pukul 07.00-18.00 WIB.

2. Kolam Renang Bulungan

Kolam renang yang satu ini bisa menjadi pilihan menarik, terutama bagi kamu yang ingin menghabiskan waktu untuk belajar berenang. Lokasinya yang berada di tengah kota juga mudah dijangkau masyarakat, tepatnya di Jalan Kyai Maja Blok F, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mengutip Instagram Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta @disporadkijkt, terdapat dua kolam renang dewasa dengan kedalaman yang berbeda-beda, yakni 2,7 meter dan 1,5 meter. Ada juga kolam renang untuk anak-anak yang lebih dangkal.

Untuk harga tiket masuknya juga sangat terjangkau, yakni sebesar Rp 10.500/orang (Selasa-Jumat) dan Rp 12.500 (Sabtu-Minggu). Kolam Renang Bulungan buka dari pukul 07.30-16.00 WIB.

3. Kolam Renang Cikini

Jika Kolam Renang Bulungan dirasa terlalu jauh, pilihan alternatifnya bisa datang ke Kolam Renang Cikini. Kedalaman kolamnya juga beragam, mulai dari 1,5 sampai 3 meter.

Kolam Renang Cikini berlokasi di Jalan Cikini Raya No.75, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya berdekatan dengan Taman Ismail Marzuki.

Kolam renang ini buka setiap hari dari pukul 08.00-20.00 WIB. Untuk tiket masuknya mulai dari Rp 50.000/orang (weekday) dan Rp 60.000/orang (weekend dan hari libur nasional).

4. Kolam Renang Plaza Festival

Satu lagi kolam renang umum yang terletak di Jakarta Selatan, yaitu Kolam Renang Plaza Festival. Lokasinya berada di Plaza Festival, tepatnya di Jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Terdapat tiga kolam renang di sini, dua untuk orang dewasa dan satu lagi untuk anak-anak. Khusus di kolam orang dewasa, kedalamannya cukup bervariasi mulai dari 1,5 meter sampai 3 meter.

Kolam Renang Plaza Festival buka setiap hari dari pukul 06.00-20.00 WIB. Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 30.000/orang. Bagi travelers yang ingin sewa loker, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5.000.

5. Pondok Indah Water Park

Salah satu wahana air di Pondok Indah Water Park.Foto: pondokindahwaterpark.co.id

Ingin seru-seruan bermain air bareng si kecil? Cobalah datang ke Pondok Indah Water Park. Lokasinya berdekatan dari Pondok Indah Mall (PIM), bahkan kamu bisa melihat wahana air dari area PIM 1. Kalau perut sudah lapar, travelers tinggal mampir ke PIM.

Ada banyak wahana air yang bisa dicoba di sini, mulai dari Tube Slide, Wave Pool, Whizzard Slide, Lazy River, Flow Rider, dan Aqua Play. Ada juga kolam Olympic Pool untuk pengunjung yang ingin serius berenang.

Pondok Indah Water Park buka setiap hari dari pukul 06.00-21.00 WIB (weekday) dan 06.00-21.00 WIB (weekend). Untuk harga tiket masuknya bervariasi, simak selengkapnya di bawah ini:

  • Senin-Jumat: Rp 110.000/orang
  • Sabtu-Minggu: Rp 200.000/orang
  • Holiday season: Rp 225.000/orang
  • After six (18.00-21.00 WIB): Rp 110.000 (periode holiday season, long weekend, dan libur nasional).

6. Atlantis Water Adventure

Salah satu wahana di Atlantis Water Adventure, Ancol, Jakarta Utara.Foto: Atlantis Ancol

Water park yang satu ini tak perlu diragukan lagi keseruannya. Sebab, ada banyak wahana seru dan menegangkan yang bisa kamu coba di Atlantis Water Adventure.

Mengutip laman resminya, wahana air yang ada di Atlantis Ancol meliputi Asthatirta, Dragon Slide, Skybox, dan Crazy Slide. Disarankan datang ke sini bersama keluarga atau teman-teman agar sensasi bermain air semakin seru.

Atlantis Water Adventure berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Jika ingin berkunjung ke sini, maka travelers harus membayar tiket masuk Ancol juga.

Untuk tiket masuk ke Atlantis sebesar Rp 105.000/orang, sedangkan tiket masuk Ancol sebesar Rp 30.000/orang. Jika kamu membawa kendaraan, maka dikenakan tiket masuk sebesar Rp 30.000 (mobil) dan Rp 20.000 (motor).

Itu dia enam rekomendasi kolam renang di Jakarta yang seru dan nyaman. So, tertarik untuk menghabiskan waktu akhir pekan dengan berenang?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Kafe Nyentrik di Tengah Pasar Loak Kebayoran Lama



Jakarta

Kafe yang satu dengan berada di area Jakarta Selatan, bernama Kampoeng Gallery. Lokasinya berada di tengah pasar loak Kebayoran Lama.

Kafe ini jadi titik temu para muda-mudi yang ingin menghabiskan waktu usai kuliah, bekerja, atau bahkan memang jadi tujuan utamanya. Kesan nyentrik jadi pengalaman pertama saat masuk ke sini karena ornamen barang bekas-antik yang jadi pembeda kafe.

Di sini terdapat buku, lukisan, patung, furniture, dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut merupakan kepemilikan dari sang empunya cafe, Ivan Moningka.


Dia mengakui kalau barang-barang yang ada di sini merupakan hasil dari hobinya backpackeran. Dari perjalanannya ini, Ivan kerap membeli beberapa barang yang menurutnya unik dan menarik untuk dikoleksi.

“Awalnya sih hobi karena gue punya hobi ngumpulin barang-barang bekas ‘barang-barang sampah’ ya,” ujar Om Ivan sapaan akrabnya kepada detikTravel, Selasa (21/5/2024).

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dari kesenangannya terhadap barang-barang yang dianggap oleh segelintir orang sebagai sampah ini, ia memiliki sudut pandang yang berbeda. Mulanya tempat nongkrong yang kini bernama Kampoeng Gallery pertama kali buka pada 2010 lalu dan berjalan dengan segala terpaannya hingga saat ini.

Saat berkeliling melihat seluk-beluk tempat ini, seakan masuk ke dalam lorong waktu pada era masa lalu. Barang-barang jadul yang ia miliki sudah tak terbilang, Om Ivan pun bingung saat menerka berapa jumlah pasti barang yang dipajang di tempatnya ini.

Mula gandrungnya ia terhadap barang-barang seperti ini adalah ketika ia mencari rilisan-rilisan musik dari band kesukaannya. Dahulu saat Om Ivan masih duduk dibangku sekolah untuk mencari barang seperti itu masih terbilang sulit dan juga mahal, alhasil ia mencari alternatif untuk mencari ke pasar loak.

“Terpaksa gue harus mencari ke tukang loak, itu menjadi alternatif. Ternyata pas di tukang loak di luar ekspektasi gue, ternyata di sana bukan hanya ada kaset dan vinyl doang tapi juga gue dapat kaos, aksesorisnya,” kata dia.

Sembari menikmati sajian singkong goreng dan es jeruk, Om Ivan menuturkan bahwa pasar loak baginya bak surga harta karun. Semua barang yang ia idamkan selama itu nyatanya tersedia ditumpukan-tumpukan barang bekas, pertama kalinya Om Ivan mencari barang-barang adalah di Pasar Loak Jatinegara atau terkenal dengan Pasar Jembatan Item.

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Gue pertama kali ke (pasar) loak itu di Jatinegara, ternyata di situ surganya barang-barang yang gue butuhin ada di situ. Akhirnya gue rajin ke situ jadi kaya hobi hampir tiap hari kalau selama gue punya uang dan itu sampai sekarang masih terus (ke pasar loak),” kata Ivan.

Hingga sekarang tempat Om Ivan ini dijejali oleh barang-barang yang bikin mata terpukau, koleksinya pun jika ada yang berminat untuk meminangnya akan dengan senang hati dikeluarkan oleh Om Ivan. Sedang asik bercengkrama, tetiba ada salah satu pengunjung yang menunjukan berapa harga buku dan kaleng jadul miliknya.

Untuk masalah harga Om Ivan tak mematok harga selangit seperti barang-barang jadul lainnya. Karena menurutnya dengan harga yang murah bisa menjadi daya tarik untuk tempatnya dan juga ia tak mau orang lain kesulitan mendapatkan barang yang diinginkan seperti dulu ia ingin memiliki barang tertentu.

Harga makanan dan minuman di tempat Om Ivan ini juga sangat murah, untuk harga minuman pun dimulai dari hari Rp 5.000 – 35.000 saja. Dan untuk makanan tak hanya cemilan saja, di sini juga terdapat makanan berat yang dibanderol mulai dari harga Rp 15.000.

Kampoeng Gallery terletak di kawasan Pasar Loak Kebayoran Baru dekat Masjid Al Huda, memang tak ada plang jelas masuk lewat mana. Patokan pasnya adalah terdapat Warung Madura berwarna hijau, tak jauh dari situ ada gang dan kamu bisa langsung masuk untuk singgah dan ngopi-ngopi atau bahkan sekadar melihat barang-barang jadul di tempat ini.

Buka setiap hari mulai dari jam 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Salah satu pengunjung yang kerap datang adalah Ray Farsha Anindito, ia bersama teman-temannya sering menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk mengisi waktu luang disela-sela jam kuliah atau sehabis jam kuliah.

“Sering, gua (pertama kali ke tempat ini) dari tahun 2020. Gua pertama kali tau tempat ini karena eksplor di depan kan ada pasar loak terus masuk ke sini karena penasaran ternyata ada cafe di dalamnya. Dan udah jadi nyaman di sini, tempatnya enak, cozy,” dia menjelaskan.

Di Kampoeng Gallery juga tak usah khawatir buat kamu yang merupakan kaum cashless karena di sini bisa melakukan pembayaran cash maupun cashless. Jadi penasaran sama tempat ini?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Museum Pasifika Punya 11 Ruangan, Intip Keunikannya



Badung

Berdiri sejak 2006, Museum Pasifika menjadi rumah karya seni Asia dan Pasifik. Sebagai museum kelas internasional, Museum Pasifika punya 11 ruangan, komplit dengan karya seni cantik dan audio guide.

Laksmi, direktur marketing Museum Pasifika, menuturkan nama Museum Pasifika bermakna museum untuk karya seni Pasifik dan Asia. Berbagai karya seni seperti lukisan dan patung tentang Asia Pasifik.

Terletak di kompleks Nusa Dua dengan luas bangunan mencapai 9.000 meter persegi, menjadi salah satu monumen seni yang megah di Bali. Dibangun di atas tanah seluas 12.500 meter persegi pada tahun 2006 oleh arsitek terkemuka Bali Popo Danes.

Museum Pasifika terdiri dari delapan paviliun dan 11 ruang dengan tampilan koleksi yang berbeda-beda hasil karya 150 seniman kondang dari 30 negara. Setiap ruangan memiliki keunikan masing-masing, loh.

Berikut simak konsep unik setiap ruangan:

1. Indonesian Room (Ruangan I)

Ruangan 1 khusus menampilkan karya maestro asal Indonesia. Karya spesial yang ada di ruangan ini adalah 5 lukisan karya Raden Saleh. Museum Pasifika menjadi salah satu museum di Indonesia yang memiliki karya Raden Saleh asli yang banyak.

Di ruangan Indonesia ini menampilkan karya beberapa maestro, seperti Affandi, Raden Saleh, Ida Bagus Nyoman Rai, Hendra Gunawan, dan sebagainya

2. Italian Room (Ruangan II)

Ruangan II menampilkan karya seni seniman Italia di Indonesia. Di sini dipamerkan karya seni dari Gilda Ambron dan Renato Cristiano yang menampilkan lukisan perempuan pada masa penjajahan Belanda. Selain itu, terdapat karya dari maestro Piero Antonio Garriazo yang menggambarkan pemandangan perkampungan zaman dulu dan pemandangan sawah dalam lukisannya.


3. Dutch Room (Ruangan III)

Ruangan III ini berfokus untuk menampilkan lukisan pada zaman penjajahan karya pada seniman Belanda. Di sini terdapat diorama yang menggambarkan kehidupan pelukis Belanda yang tinggal di Indonesia pada masa lampau, seperti Paulides, Isaac Israel, Willem Gerard Hofker, dan lainnya.

Laksmi menyebut karya Isaac Israel tentang penari Jawa Raden Mas Jodjana merupakan karya masterpiece yang ada di ruangan III.

4. French Room (Ruangan IV)

Di sini dipajang lukisan karya seniman Perancis yang dulunya tinggal di Indonesia, seperti Paul Gerrard, Pierre Sicard, dan Lea Lafugie, yang ditandai dengan kehadiran makna dalam yang tersirat dalam karya-karya mereka. Terdapat pula 1 karya seni Raden Saleh, karena Raden Saleh mempelajari lukisan itu di Prancis.

5. Indo-European Room (Ruangan V)

Ruangan ini menampilkan koleksi lukisan dari seniman Eropa, termasuk dari Jerman, Swedia, dan Inggris. Di samping itu, terdapat pula koleksi surat tulisan dari Ir. Soekarno kepada Le Mayeur, seorang seniman Belgia, yang meminta kesediaannya untuk mengajar melukis kepada calon seniman muda Indonesia, Basuki Abdullah.

Laksmi menyebut di sini terdapat Lukisan Le Mayeur yang paling besar di Bali. Ia menyebut Le Mayeur hanya membuat 8 lukisan besar, dan salah satunya ada di ruangan V, Museum Pasifika.

6. Art Exhibition KTT G20 Summit (Ruangan VI)

Ruangan ini menampilkan karya I Gusti Kobot, salah satu karya seni yang mendapatkan Rekor MURI sebagai lukisan kisah Ramayana terbesar di Indonesia. Dengan ukuran 6m x 4m. Pun ruangan ini menjadi ruang art exhibition KTT G20.

7. Indochina Room (Ruangan VII)

Di ruangan ini, terpampang karya seniman dari Laos, Vietnam, Kamboja, dan Hongkong. Lukisan-lukisan yang dipamerkan memiliki kesamaan dengan corak budaya Indonesia, memberikan kesan yang akrab bagi pengunjung.

8. Asia Room (Ruangan VIII)

Di sini traveler juga bisa menemukan beberapa karya seni dari Singapura, Tibet, Jepang, China, Thailand, Malaysia, dan Philipines.

9. Vanuatu Pacific Room (Ruangan IX)

Karya dari negara kepulauan di Pasifik ini ditampilkan di ruangan ini. Kebanyakan karyanya berupa patung, artefak, peninggalan perahu kayu dan ragam lainnya. Laksmi menyebut di ruangan ini terdapat tiga tengkorak manusia asli, komplit dengan ceritanya.

10. Polynesia Room (Ruangan X)

Karya berupa patung, artefak, baju besi perang, perahu bekas dan lainnya dari Oseania dan Samudera Pasifik ada di ruangan ini. Terdapat beberapa patung besar karya Polgogang dari Tahiti.

11. Exhibition Room (Ruangan XI)

Ruangan ini menyimpan beberapa lukisan, salah satunya lukisan besar tentang Jepang karya Bernard Buffet. Terdapat karya seni dari India, China, dan Pacific Oceania.

Tak perlu khawatir, ketika traveler berkeliling museum, terdapat audio guide yang berisi rekaman suara penjelasan masing-masing ruangan dan karya. Jadi dijamin nggak bakal bosan deh!

Jadi kapan nih traveler berkunjung ke Museum Pasifika. Nggak Cuma menyimpan karya seni zaman dulu, tapi cocok untuk museum date dan banyak spot fotonya juga loh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jalan Tol Tercantik di Indonesia Itu Dua-duanya Ada di Jawa Tengah



Magelang

Jawa Tengah punya ‘jalan tol’ tercantik di Indonesia. Tidak hanya satu, tapi dua sekaligus. Penasaran seperti apa penampakannya?

Jalan tol atau jalan bebas hambatan biasanya dilewati mobil atau truk untuk menghubungkan antar kota di Indonesia. Namun, ‘jalan tol’ satu ini beda.

Jalanan ini memang bukan jalan tol seperti pada umumnya. ‘Jalan tol’ ini hanyalah jalan setapak beton dengan lebar sekitar 3 meter yang menghubungkan antar desa, namun dengan pemandangan yang sangat memukau.


Karena keindahan pemandangannya, orang-orang menyebutnya Jalan Tol Kahyangan. Ada dua lokasi Jalan Tol Kahyangan di Jawa Tengah. Dua-duanya punya pemandangan yang sangat cantik.

Tol Kahyangan pertama ada di Magelang. Sedangkan yang kedua ada di Wonosobo, lebih tepatnya di Kawasan wisata Dieng.

1. Tol Kahyangan di Magelang

Tol Kahyangan yang pertama terletak di Magelang, salah satu kota yang ada di Jawa Tengah. Lebih tepatnya Tol Kahyangan ini terletak di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Magelang.

Jalannya hanya terbuat dari beton selebar sekitar tiga meter. Berkelok-kelok dan naik turun, dikelilingi oleh ladang sayuran khas dataran tinggi yang hijau dengan latar belakang panorama Gunung Merbabu. Terbayang udara sejuk dan keindahannya bukan?

Pemandangan di lereng Gunung Merbabu wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sangat indah. Selain pemandangan alam, traveler bisa melihat tanaman sayuran yang menghijau.Jalan Tol Kayangan di Kabupaten Magelang Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk menikmati destinasi alternatif wisata alam di Jawa Tengah ini. Sebab, jalur tersebut utamanya difungsikan sebagai transportasi bagi warga dari empat dusun di Desa Wonolelo, yaitu Dusun Wonodadi, Pelem, Suradadi, dan Candran.

Untuk menuju lokasi tersebut, arah Kota Magelang silahkan langsung menuju Balai Desa Wonolelo. Sesampainya di Balai Desa Wonolelo, kamu akan menemukan spanduk bertuliskan ‘Pesona Alam Tol Kayangan’. Jaraknya dari balai desa itu hanya sekitar 1,7 kilometer.

Di sana kamu bisa bersepeda santai sembari menikmati keindahan Tol Kahyangan atau sekedar duduk-duduk mencari spot foto yang indah.

2. Tol Kahyangan Dieng

Tol Kahyangan selanjutnya terletak di kawasan wisata Dieng, Wonosobo. Menariknya, Tol Kahyangan yang ada di Dieng benar-benar menghubungkan antar kabupaten yaitu Kabupaten Banjarnegara – Batang, benar-benar seperti jalan tol sesungguhnya.

Tol Kahyangan yang ada di Dieng juga tidak kalah mempesona dengan yang ada di Magelang. Udara dingin Dieng di ketinggian 1700 mdpl serta pemandangan lembah pegunungan yang luas dan hijau memberikan pengalaman berbeda jika kamu berkunjung ke sana.

Tol kayangan di Dataran Tinggi Dieng.Tol kayangan di Dataran Tinggi Dieng. Foto: Uje Hartono

Kemudian yang membuat pemandangannya cantik adalah jalan sepanjang 2 kilometer ini diapit oleh gunung-gunung yang ada di Dieng seperti Gunung Sipandu dan Gunung Gundul, serta hamparan sawah terasering yang memanjakan mata.

Belum lagi jika kamu berkunjung di waktu-waktu tertentu, di pagi hari kamu akan melihat matahari terbit disertai kabut tipis, sementara sore hari kamu akan melihat panorama matahari tenggelam yang luar biasa. Suasana semakin syahdu, bukan?

Lokasi dari Tol Kahyangan Dieng ini masih terletak di Kawasan Wisata Dieng, dan berjarak sekitar 5 kilometer dari kompleks Candi Arjuna di Desa Dieng Kulon.

Itu dia ulasan mengenai jalan ‘Tol Kahyangan’ di Jawa Tengah yang panoramanya seperti akan membawamu ke kahyangan. Tertarik mendatangi tempat ini?

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pasar Loak Kebayoran Lama, Alternatif Wisata Belanja Long Weekend di Jakarta



Jakarta

Buat kamu yang senang dengan wisata belanja anti mainstream bisa banget berkunjung ke Pasar Loak Kebayoran Lama. Cocok dikunjungi pas libur long weekend!

Walaupun pedagang di sini menjual barang-barang bekas, tapi kalau kamu pintar memilih dan jeli, pastinya kamu akan mendapat barang yang masih berkualitas dengan harga yang miring.

Pasar ini cukup strategis mengingat berada persis di samping Stasiun Kebayoran Lama, jadi mudah dijangkau untuk kamu yang menggunakan transportasi umum.


Buat kamu yang membawa kendaraan pribadi, bisa juga memarkirkan kendaraan di samping Masjid Al Huda untuk kendaraan roda dua. Sementara untuk roda empat juga berada tak jauh dari parkiran motor.

Destinasi wisata belanja ini jadi alternatif kamu untuk mencari barang-barang yang murah. Pedagang di sini banyak menawarkan berbagai varian barang, mulai dari aksesoris seperti kacamata, jam tangan hingga sepatu.

Pasar Loak Kebayoran LamaPasar Loak Kebayoran Lama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Kemudian ada juga peralatan rumah tangga sampai alat-alat elektronik. Tentunya banyak pilihan yang bisa dibawa pulang dengan catatan harus pintar-pintar memilih barang dan piawai menawar barang.

Untuk kamu yang senang thrifting baju dan celana, di Pasar Loak Kebayoran Lama juga terdapat beberapa toko yang menjual barang tersebut.

Berbeda dengan kawasan loak lainnya, jam buka area ini terbilang unik. Karena tempat lain sepagi mungkin untuk memulai dagangan mereka, tapi untuk Pasar Loak Kebayoran Lama ini, jam buka berada saat matahari sedang pas di atas kepala. Jam 12.00 WIB biasanya para pedagang sudah mempersiapkan barang mereka.

Namun jangan heran, ketika sampai di sini jam 12.00 WIB jalanan masih sepi dan hanya beberapa pedagang saja yang sudah buka. Biasanya pedagang mulai berdatangan selepas jam satu atau jam dua dan kepadatan dimulai pada pukul 15.00 WIB selepas adzan Ashar.

Baru lah sepanjangan jalan ini dipadati oleh pengunjung yang mondar-mandir mencari ‘harta karun’. Di antaranya adalah Ira dan Agung, mereka sengaja untuk datang ke pasar loak ini untuk mencari kamera.

“Ke sini mau nyari barang-barang antik dan juga kamera,” jawab Ira saat ditanya detikTravel, Selasa (21/5/2024).

Pasar Loak Kebayoran LamaPasar Loak Kebayoran Lama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Dirinya baru pertama kali datang ke pasar loak ini, awal mengetahui terdapat barang-barang antik di kawasan ini karena melihat video di platform TikTok. Memang akhir-akhir ini Pasar Loak Kebayoran Lama berseliweran di platform tersebut.

“Karena waktu lihat-lihat di video TikTok jadi penasaran karena barangnya lucu-lucu,” lanjut Ira.

“Kalau datang ke sini memang baru pertama kali. Tapi kalau lihat di TikTok udah sering jadi penasaran ke sini,” timpal Agung.

Agung pun menambahkan untuk harga di pasar loak ini sangat terjangkau dengan barang-barang yang dijajakan oleh pedagang di sini.

“Ya worth it lah, banyak yang murah-murah juga,” tambahnya.

Pasar Loak Kebayoran Lama tutup menjelang tengah malam, ini lah yang membuat beda dari pasar loak lainnya. Menjelang waktu Maghrib lalu-lalang pengunjung mulai semakin padat karena banyaknya yang keluar dari stasiun.

Tak sedikit dari mereka juga mampir untuk melihat barang-barang yang dijual oleh pedagang. Salah satu pedagang jam tangan yang berjualan di sini adalah Syahrizal, sedari tahun 2015 ia telah berjualan di kawasan ini.

Awalnya ia tak berjualan jam tangan, ia berjualan cincin di salah satu toko cincin, namun pada akhirnya ia mengambil jalan untuk berjualan jam tangan di pasar loak ini.

Syahrizal pun mengungkapkan sejak awal ia berjualan jam tangan mengalami penjualan yang positif. Yang asalnya hanya menjual beberapa jam tangan saja, kini dagangannya sudah skala besar.

“Ya biasanya barangnya seadanya sekarang udah bisa (banyak) mengikuti kemauan konsumen,” sebutnya.

Jadi buat kamu yang penasaran dengan barang-barang di sini bisa langsung datang dan jajal pengalaman mencari barang bekas yang masih bagus dengan harga yang miring.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ini 7 Gunung yang Disebut Paling Angker di Jawa Timur, Penasaran?


Jakarta

Saat berakhir pekan, tak ada salahnya untuk mencoba hal baru seperti mendaki gunung. Selain menikmati pemandangan alam dan udara segar, kamu juga bisa healing sejenak.

Meski begitu, ternyata ada sejumlah gunung di Jawa Timur yang disebut angker. Hal itu berdasarkan cerita horor dari para pendaki yang terkadang sulit diterima akal sehat.

Dari cerita tersebut, akhirnya kerap disangkut-pautkan dengan mitos atau legenda masyarakat setempat. Alhasil, tersebar cerita mistis tentang sejumlah gunung angker di Jawa Timur.


Penasaran, apa saja sih gunung di Jawa Timur yang disebut paling angker? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Gunung Paling Angker di Jawa Timur

Ada sejumlah gunung di Jawa Timur yang disebut paling angker. Biar nggak penasaran, simak daftarnya di bawah ini yang telah dirangkum detikTravel.

1. Gunung Kelud

Gunung Kelud merupakan gunung berapi paling aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang. Ketinggian Gunung Kelud mencapai 1.731 mdpl.

Kawasan gunung ini dijadikan sebagai objek wisata dengan atraksi utama kubah lava. Akan tetapi, beberapa orang menyebut kalau Gunung Kelud tergolong sebagai gunung angker.

Soalnya, jika kamu melihat seorang manusia berkepala kerbau, konon katanya hal itu menjadi pertanda gunung tersebut akan meletus. Berdasarkan legenda masyarakat setempat, makhluk tersebut dipercaya sebagai Lembusura.

Ada juga kisah mistis lainnya tentang Gunung Kelud, yaitu keberadaan Keris Mpu Gandring yang dikubur di dalam Gunung Kelud. Sebab, keris itu dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat mempengaruhi seseorang untuk bertindak jahat.

2. Gunung Bromo

Panorama kawasan di Gunung Bromo.Foto: Weka Kanaka/detikcom

Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit ketika berkunjung ke Malang. Salah satu daya tarik utamanya adalah melihat pemandangan sunrise yang memukau dari atas bukit.

Akan tetapi, ada kisah mistis yang cukup terkenal mengenai Gunung Bromo, yakni keberadaan kerajaan gaib yang dipercayai sebagai tempat berhuninya dewa-dewi dalam ajaran Hindu.

Lalu, ada juga kisah tentang pasir hisap yang dipercaya memiliki kekuatan hisap yang dapat menenggelamkan siapapun ke dalamnya. Hiii seram!

Akan tetapi, lokasi pasir hisap ini hanya diketahui para tetuah Suku Tengger. Selain itu, Suku Tengger juga disebut-sebut kerap membuang benda pusaka di sekitar Gunung Bromo.

3. Gunung Ijen

Kawah Gunung IjenFoto: Ardian Fanani/detikJatim

Selain Bromo, Gunung Ijen juga merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit di Jawa Timur. Gunung ini terkenal dengan fenomena alam yang disebut blue fire atau api biru di dalam kawahnya.

Meski punya keindahan alam yang mempesona, terdapat kisah mistis di balik Gunung Ijen. Sejumlah pendaki mengaku melihat penampakan sosok nenek yang suka menolong, penampakan segerombolan tentara pejuang, dan tanah para pemberontak berdasarkan legenda Kerajaan Blambangan.

4. Gunung Arjuno

Gunung Arjuno merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Gunung Arjuno memiliki ketinggian sekitar 3.339 mdpl.

Ada tiga jalur pendakian yang cukup terkenal di Gunung Arjuno, mulai dari Lawang, Tretes, dan Batu. Di sepanjang jalur pendakian, travelers bisa menemukan banyak petilasan peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari.

Nah, mitos yang beredar mengatakan kalau daerah petilasan dijaga oleh Bambang Wisanggeni. Lalu, orang-orang yang bertapa di tempat tersebut akan menghilang dengan jasadnya.

Selain itu, ada kisah mistis lain mengenai Pasar Setan atau Pasar Dieng. Menurut kisah para pendaki, saat terdengar suara ramai dan gamelan itu artinya kamu sudah memasuki kawasan Pasar Setan.

Gunung Arjuno juga memiliki kawasan yang disebut Alas Lali Jiwo. Sejumlah warga setempat percaya kalau pendaki yang memiliki niat jahat akan tersesat di area ini. Sebab, Alas Lali Jiwo dipercaya sebagai tempat hunian makhluk halus dan golongan jin.

5. Gunung Kawi

Gunung Kawi merupakan gunung berapi tidak aktif yang memiliki ketinggian 2.551 mdpl. Gunung ini terletak di sebelah barat daya Kabupaten Malang dan berbatasan dengan Kabupaten Blitar.

Ada sejumlah kisah horor mengenai Gunung Kawi, salah satunya yang terkenal adalah terdapat makam dua tokoh yang dipercaya memiliki kekuatan magis.

Selain itu, di sekitar makam juga terdapat pohon dewandaru yang dianggap sebagai pohon keramat. Lokasi itu kerap dijadikan sebagai tempat pengadaan ritual pesugihan bagi sebagian orang dengan sejumlah tujuan, salah satunya mendapatkan kekayaan.

6. Gunung Wilis

Selain Gunung Kawi, terdapat juga gunung berapi non-aktif di Jawa Timur, yaitu Gunung Wilis atau Pegunungan Wilis. Gunung yang memiliki ketinggian mencapai 2.563 mdpl terletak di enam kabupaten dan satu kota di Jawa Timur.

Konon katanya, banyak cerita mistis yang menyelimuti Gunung Wilis, mulai dari penampakan ular raksasa tak kasat mata, lalu ada penampakan sosok putri Kerajaan Mataram yang mengenakan pakaian khas kerajaan.

Tak hanya itu, ada juga penampakan sosok lelaki berwajah hitam dan menyerupai monyet yang sedang bertapa di goa gaib yang dipercaya terletak di bawah puncak bagian barat Gunung Wilis.

7. Gunung Raung

Daftar gunung paling angker di Jawa Timur yang terakhir adalah Gunung Raung. Sedikit informasi, Gunung Raung merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur ini memiliki ketinggian mencapai 3.344 mdpl. Gunung yang kerap menjadi tujuan pendakian ini ternyata memiliki sejumlah cerita mistis.

Salah satu mitos yang beredar adalah keberadaan Kerajaan Macan Putih yang dipimpin oleh Pangeran Tawangulun. Beberapa pendaki mengaku pernah melihat Kerajaan Macan Putih di malam hari saat Jumat Kliwon.

Itu dia tujuh gunung di Jawa Timur yang disebut paling angker. Meski banyak kisah mistis, jangan membuat travelers jadi patah semangat untuk mendaki gunung, ya!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Megahnya Masjid Tiban Malang yang Konon Dibangun dalam Sehari


Jakarta

Malang tak hanya terkenal dengan wisata alamnya, tapi juga terdapat wisata religi yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Masjid Tiban. Menurut isu yang beredar di masyarakat, konon masjid ini dibangun hanya dalam waktu sehari.

Hal itu yang membuat banyak wisatawan penasaran ingin berkunjung ke Masjid Tuban. Tapi tak hanya kisah itu saja, bangunan masjidnya pun juga menarik perhatian karena begitu megah dan luas.

Penasaran, seperti apa sejarah dan pendiri Masjid Tiban Malang? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Mengenal Masjid Tiban Malang

Sebenarnya, Masjid Tiban Malang merupakan sebuah pondok pesantren bernama Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Pondok pesantren ini juga sering disebut Pondok Bi Ba’a Fadlrah yang artinya lautan-lautannya madunya.

Tak hanya sekadar nama, sebab di balik penamaan tersebut menyimpan harapan bahwa setiap pengunjung mendapat berkah dari Allah SWT.

Kabar yang beredar di masyarakat, konon Masjid Tiban Malang dibangun berkat bantuan jin. Sebab, proses pembangunan masjid tersebut tak terlihat warga sekitar dan berlangsung cepat.

Dalam bahasa Jawa, kata Tiban artinya tiba-tiba. Hal tersebut berkaitan dengan proses pembangunan masjid yang berlangsung cepat. Namun, pihak pondok pesantren membantah cerita tersebut.

Faktanya, kabar tersebut hanya isapan jempol belaka. Sebab, pembangunan Masjid Tiban telah berlangsung sejak lama.

Masjid Tiban Malang mitosnya dibangun oleh jin dalam semalamFoto: Muhammad Aminudin

Mengutip e-jurnal berjudul Pengembangan Wisata Religi dan Budaya Multikultural di Masjid Tiban Malang Jawa Timur yang disusun Ahmad Beady Busyrol Basyar, peletakan batu pertama Masjid Tiban berlangsung pada 1987. Awalnya, masjid itu masih semi permanen hingga 1992.

Pembangunan Masjid Tiban berdasarkan hasil istikharah K.H Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh. Beliau merupakan pengasuh pondok pesantren.

Pembangunan Masjid Tiban dilakukan pada masa kepemimpinan K.H Ahmad Bahru. Uniknya, pengerjaan proyek Masjid Tiban dilakukan oleh para santri dan penduduk yang tinggal di kawasan tersebut. Material yang digunakan yakni tanah merah yang dicampur dengan tanah liat dan lumpur.

Keunikan Masjid Tiban

Arsitektur dari masjid ini sangat megah dan juga unik. Sebab, Masjid Tiban memadukan ornamen khas Turki, India, Rusia, dan Mesir. Meski terkesan campur aduk, tapi desainnya memiliki ciri khas tersendiri.

Masjid Tiban dibangun di atas tanah seluas 8 hektare. Sementara bangunan utama masjid luasnya sekitar 1,5 hektare.

Masjid Tiban Malang mitosnya dibangun oleh jin dalam semalamFoto: Muhammad Aminudin

Menara tinggi milik Masjid Tiban yang berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat berhasil mencuri perhatian. Selain itu, masjid ini didominasi warna biru dan putih, sehingga tampak mentereng di antara bangunan sekitar.

Melihat ke bagian interiornya, Masjid Tiban dihiasi dengan keramik warna-warni. Lalu, ada juga berbagai ukiran semen yang bentuknya menyerupai gua.

Pengunjung yang datang ke sini juga bisa menyaksikan keindahan kaligrafi di dinding masjid. Maka tak heran, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin berwisata religi.

Fasilitas di Masjid Tiban

Masjid Tiban beralamat di Jalan Wachid Hasyim, Gang Anggur No.10, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Walau lokasinya berada di tengah pemukiman penduduk, tapi Masjid Tiban terdiri dari 10 lantai. Wow!

Sama halnya seperti gedung perkantoran, setiap lantai di Masjid Tiban punya fungsinya masing-masing, yaitu:

  • Lantai 1: tempat istirahat dan musala.
  • Lantai 2: loket, tempat istirahat, tempat makan, dan dapur.
  • Lantai 3: musala, akuarium yang berisi berbagai jenis ikan, seperti ikan koi dan ikan arwana. Lalu ada juga kebun binatang mini.
  • Lantai 4: lantai khusus keluarga pengasuh pondok pesantren.
  • Lantai 5: khusus untuk musala.
  • Lantai 6: tempat istirahat para santri
  • Lantai 7 dan 8: terdapat toko dan kios-kios milik pesantren yang dikelola oleh para santri.
  • Lantai 9: bangunan yang didesain sebagai lereng gunung.
  • Lantai 10: gua dan juga merupakan puncak gunung.

Oh ya, pengunjung yang datang ke Masjid Tiban Malang tidak dikenakan tiket masuk sama sekali alias gratis. Kalau datang ke sini, jangan lupa sempatkan diri untuk berfoto-foto, ya!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Rute Citywalk Sudirman, Mall Strategis Penuh Gaya


Jakarta

Citywalk Sudirman adalah destinasi favorit untuk mengakomodasi pekerjaan dan gaya hidup di pusat Kota Jakarta. Mall ini adalah inovasi cemerlang untuk menarik perhatian wisatawan lokal hingga internasional.

Berlokasi di wilayah bergengsi Ibukota, Citywalk Sudirman memiliki visi dan misi yang jelas sebagai pusat acara komunitas global yang menyenangkan. Hal ini tidak lain untuk memenuhi gaya hidup, kuliner, dan wilayah pertemuan yang nyaman dalam satu paket lengkap.

Pengembangan dan inovasinya mengadopsi konsep retail modern di bawah Citylofts Sudirman yang fleksibel. Tempat umum ini mempermudah para pengunjung menikmati suasana hiburan dan bisnis yang nyaman sekaligus menyenangkan.


Citywalk Sudirman: Jam Buka, Lokasi, dan Rute

“Uptown Food & Lifestyle” adalah motto yang dipromosikan pusat perbelanjaan elit ini di laman Instagram @citywalk.sudirman. Informasi detail tentang lokasi dan jam buka bangunan 6 lantai seluas 28.000 m2 tersedia sebagai berikut.

1. Jam Operasional Citywalk Sudirman

  • Setiap hari: 10.00-22.00 WIB

2. Lokasi dan Rute

  • Lokasi: JL. K.H. Mas Mansyur, Jakarta, Indonesia

Citywalk Sudirman sangat mudah diakses dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Lokasinya hanya berjarak 2,5 km apabila ditarik dari bundaran HI.

Dari sini detikers bisa berjalan kaki atau menggunakan layanan ojek online untuk tiba di halte Lebak Bulus untuk tiba di Stasiun Setiabudi Astra. Hanya butuh waktu 7 menit dengan berjalan kaki untuk tiba di mall kebanggaan Kota Jakarta ini. Tentunya Citywalk Sudirman juga dekat dengan destinasi lain yaitu:

  • ISA Art Gallery (800 m)
  • Thamrin City (2,1 km)
  • Grand Indonesia West Mall (2,3 km)
  • Taman Suropati (3 km)
  • Lotte Mall Jakarta (3,6 km)
  • Stadion Gelora Bung Karno (3,7 km)
  • Plaza Indonesia (4,3 km)
  • Blok M Square (6 km).

Fasilitas Citywalk Sudirman: Citywalk dan Pedestrian

Dikutip dari laman resminya, Citywalk Sudirman memiliki berbagai fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung seperti:

  • Area Entertainment (tempat karaoke dan bar, supermarket, mall, toko elektronik, wahana bermain)
  • Coffee & Bakery (cafe, restoran)
  • Beauty and Health (salon, apotek, klinik konseling)
  • Aula Serbaguna
  • ATM Center
  • Education (tempat les, kampus)
  • Toilet
  • Mushola
  • Tempat Parkir
  • Area merokok.

Tentunya mall ini juga menyediakan fasilitas jawara berupa ruang terbuka (citywalk) untuk mempermudah akses ke dalam bangunan. Namun pedestrian atau tempat pejalan kaki diklaim kurang memenuhi syarat. Pasalnya banyak motor yang tidak tertib dan bangunan tinggi dengan pengamanan ketat menjadikan branding citywalk disini kurang.

Akan tetapi keberadaan Citywalk Sudirman sangat membantu masyarakat, khususnya pekerja untuk menyeimbangkan antara kerja dan hiburan. Bahkan mall ini rutin memberikan giveaway setiap 2 bulan sekali yang diunggah pada laman Instagramnya dengan hastag #CityTreatGiveaway.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com