Category Archives: Domestik

Ini dia 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta



Jakarta

Halte-halte Transjakarta memiliki fasad unik dan estetik. Ini dia empat halte Transjakarta yang istimewa itu.

Meskipun sudah tidak berstatus sebagai ibu kota, Jakarta dapat dinilai sebagai salah satu Kota di Indonesia dengan akses transportasi umum yang sangat baik. Salah satu terobosan adalah sejak dioperasikannya TransJakarta atau yang dikenal dengan TiJe.

Transjakarta adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. Kini, terdapat 287 halte yang tersebar ke dalam 13 koridor. Dengan begitu TiJe berhasil dinobatkan sebagai jalur lintasan terpanjang di dunia yakni sejauh 251.2 km.


Tak hanya dirancang sebagai transportasi pendukung aktivitas Kota Jakarta yang padat, kini Halte TiJe juga bertransformasi menjadi salah satu tempat epic dengan bentuk fasad dan fasilitas yang lengkap.

Perubahan itu diklaim untuk memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Berkat keunikan tersebut, tak jarang spot-spot beberapa halte digunakan para wisatawan untuk sekadar menikmati pemandangan cityscape atau mengabadikan foto di sana.

Berikut detikTravel rangkum 6 spot foto estetik di fasilitas umum Jakarta bisa ditempuh hanya menggunakan TransJakarta koridor 1, yang cocok jadi spot hunting foto bikin makin kece instagrammu!

Halte Karet Sudirman

Masuk dalam 10 halte yang direvitalisasi pada tahun 2023, Halte Karet menjadi salah satu halte estetik yang perlu kamu singgahi.

Cipta karya Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu membangun JPO yang tak biasa. JPOS atau Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda ini dibuat tanpa atap dan bentuk yang unik. Bentuknya bak kapal Pinisi dengan sisi kanan kiri berbentuk segitiga runcing. Bentuk tersebut terinspirasi dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Halte ini juga tak beratap dengan alasan agar para penggunanya dapat melihat bebas pemandangan Kota Jakarta secara luas. Dengan dominasi warna coklat dan hitam, halte ini cocok dengan segala jenis outfit yang kamu gunakan.

Sayangnya, saat hujan dan panas sangat terik, pengguna harus merasakan langsung karena halte ini tidak dilengkapi dengan atap.

Tak perlu khawatir jika kamu hanya memiliki waktu malam hari untuk ke sana, karena halte ini juga dilengkapi dengan lampu-lampu dekoratif yang membuat pemandangan halte ini semakin ciamik.

Jika berkunjung ke sini jangan lupa untuk naik ke daerah anjungan yang berada di atas untuk memotret dengan latar jalan dan gedung tinggi di sekitarnya.

Halte Dukuh Atas

Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)

Selanjutnya adalah Halte Dukuh Atas. Berbeda dengan halte sebelumnya, untuk memotret foto yang epik traveler perlu menuju skydeck nya yang berada di lantai 2. Dengan bentuk gelombang asimetris yang dipadukan dengan warna krem serta coklat menciptakan kesan yang hangat dan minimalis.

Dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta. Lokasi ini cocok bagi traveler yang ingin mencari lokasi foto anti mainstream dengan pemandangan modern khas Kota Jakarta.

Saat ini Halte Dukuh Atas juga dihiasi oleh karya Van Gogh dengan corak dominan warna biru dihiasi berbagai bunga di bagian atas membuat halte ini terlihat cantik dan estetik untuk spot berfoto.

Halte GBK

Halte ini memiliki ikon yang cukup unik, yakni batang pohon yang berada di dalam halte. Tak memilih untuk menebangnya, pihak TransJakarta justru memilih melubangi atapnya dan memberikan kaca di sekeliling batang pohon.

Tak hanya itu, halte ini juga terintegrasi dengan JPO yang memiliki bentuk yang unik dan estetik. JPO nya dikelilingi oleh atap cincin berbentuk segiempat yang disusun memutar. Bukan tanpa makna, bentuk ‘gelora’ ini merupakan simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Hal tersebut juga menjadi representasi dari semangat olahraga yang menjadi ciri khas kawasan area senayan dan GBK.

Bentuk JPOnya yang unik membuat halte ini kerap dijadikan spot foto yang instagramable bagi semua kalangan.

Halte Bundaran HI

Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/1/2023).Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Halte ini menjadi salah satu halte viral yang tak pernah sepi pengunjung. Selain lokasinya yang berada dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Halte Bundaran HI juga memiliki skydeck dengan pemandangan Bundaran HI dari ketinggian.

Lokasi skydeck nya berada di lantai 2, untuk menuju ke sana traveler perlu melakukan tap-in menggunakan kartu elektronik. Selain bisa berfoto dengan pemandangan Bundaran HI, dari atas sana juga terlihat pemandangan epik cityscape gedung-gedung tinggi Jakarta.

Setelah puas berfoto, traveler bisa membaca kisah di balik proses revitalisasi Halte Bundaran HI dan kisah tentang patung selamat datang yang ada di Bundaran HI.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Grand Lagunas, Wahana Permainan Seru di Hutan Batur Selatan



Bangli

Jika traveler sedang berlibur ke Kintamani, Bali dan mencari destinasi wisata yang menyuguhkan lebih dari sekadar pemandangan indah dan wahana yang menarik, The Grand Lagunas adalah jawabannya.

Terletak di Hutan Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli, The Grand Lagunas adalah kawasan Wisata Hutan Terpadu yang berlatar alam yang indah dan balutan keunikan design yang penuh estetika beserta atraksi alam dan buatan yang spektakuler.

Dengan Hutan Batur yang rimbun sebagai latar belakang, traveler dapat menikmati suasana sejuk dan segar sambil mencoba berbagai atraksi menarik yang tersedia.

Eka, manager The Grand Lagunas menjelaskan cerita unik dibalik berdirinya destinasi ini. Bermula dari inisiatif warlok hingga dikembangkanlah rekreasi keluarga dengan mengedepankan konsep keberlanjutan.

“Pemikiran wahana liburan keluarga ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan pelestarian alam. Pendirian wahana ini dimulai dari inisiatif masyarakat lokal yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan beberapa organisasi non-pemerintah yang peduli lingkungan. Kami mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan pendidikan lingkungan dan rekreasi keluarga,” kata Eka.

Uniknya lagi, seluruh permainan yang dibangun di The Grand Lagunas benar-benar memanfaatkan pepohonan. Tanpa ada menebang pohon di Hutan Batur Selatan.

The Grand Lagunas berlokasi sekitar 77 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai atau dengan waktu tempuh sekitar dua jam untuk sampai ke destinasi ini. Tak perlu jauh masuk ke hutan, The Grand Lagunas mudah dijangkau karena berada di tepi jalan Denpasar – Kintamani.

Penasaran ada apa saja di wahana rimba, The Grand Lagunas?

Yuk simak serba-serbi berwisata di The Grand Lagunas!

Menjajal Wahana Permainan Seru

Belum afdal jika berkunjung ke The Grand Lagunas tapi tak mencoba semua wahana seru yang disediakan. Berikut 6 wahana yang wajib traveler coba di The Grand Lagunas.


1. Rainbow Slide

Wahana pertama dan yang wajib banget traveler coba adalah Rainbow Slide. Eka menyebut, The Grand Lagunas adalah destinasi pertama yang menyajikan keseruan rainbow slide di Bali.

Traveler akan merasakan sensasi meluncur di atas jalur seluncur yang berwarna-warni menggunakan ban. Memberikan pengalaman meluncur yang menyenangkan dan penuh warna. Cocok untuk segala usia, Rainbow Slide adalah favorit bagi anak-anak dan juga orang dewasa.

Setiap pengunjung diperkenankan untuk mencoba wahana rainbow slide sebanyak 3 kali. Tak perlu khawatir, karena saat memainkan wahana ini traveler akan diawasi oleh para petugas. Jangan lupa abadikan momen dengan foto dan video ya!

2. Swing

Tak jauh dari rainbow slide, traveler akan menemukan dua ayunan raksasa. Dengan pemandangan hutan di sekitarnya, wahana swing ini memberikan sensasi berayun tinggi di udara dengan latar belakang yang memukau.

3. Flying Fox

Meluncur dari ketinggian dengan Flying Fox adalah salah satu atraksi paling mendebarkan di The Grand Lagunas. Menikmati sensasi terbang di atas hutan rimbun dengan pemandangan yang luar biasa. Wahana ini memberikan pengalaman adrenalin yang tidak boleh dilewatkan.

Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50.000 per orang.

4. Tree Top

Tree Top menawarkan petualangan di atas pohon dengan berbagai rintangan yang menantang. Traveler bisa berjalan di atas jembatan gantung, melewati jaring, dan berbagai tantangan lainnya di antara pepohonan tinggi.

Tak perlu takut, selama bermain traveler akan berada di bawah pengawasan para petugas dan menggunakan alat keselamatan berstandar internasional. Ingin menjelajah puncak pohon, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang.

5. Keranjang Sultan

Wahana yang sempat viral ini juga ada di The Grand Lagunas. Keranjang Sultan adalah wahana unik di mana traveler bisa duduk di dalam keranjang besar yang digantung tinggi. Dengan pemandangan hutan sekeliling yang menakjubkan, wahana ini memberikan pengalaman berayun yang santai namun penuh dengan keindahan alam.

Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang. Namun, sayangnya saat ini keranjang sultan sedang dalam proses perbaikan, jadi traveler belum bisa mencoba wahana hits ini.

6. ATV Sports

Bagi traveler yang suka petualangan, ATV Sports adalah pilihan sempurna. Mengendarai ATV di jalur-jalur menantang di sekitar hutan memberikan pengalaman berkendara yang seru dan mendebarkan. Traveler tak perlu takut lumpur, karena lintasan ATV di The Grand Lagunas kering dan tidak berlumpur.

Untuk mencoba ATV, traveler harus merogoh kocek yang cukup dalam, mulai dari Rp 900.000 untuk 1 orang dan Rp 1.200.000 untuk 2 orang dengan durasi 1 jam 40 menit. Biaya ini sudah termasuk sepatu, helm, pelindung siku, pemandu ATV, dan lainnya.

Tak hanya wahananya yang menarik, The Grand Lagunas juga menawarkan beberapa spot foto menarik. Ada sangkar burung, dengan latar belakang hutan pinus khas Kintamani.

Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Operasional

Terletak di Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, The Grand Lagunas adalah destinasi wisata hutan yang menawarkan berbagai wahana menarik. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Eka menyebut setiap pengunjung rata-rata menghabiskan waktu sekitar 1 hingga 2 jam.

“Biasanya rata-rata pengunjung menghabiskan waktu di sini itu 1 sampai 2 jam. Kalau dari kita rekomendasiin datang sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA,” katanya.

Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu Rp50.000 per orang. Dengan tiket ini, traveler dapat menikmati berbagai wahana seru seperti swing, climbing net, rainbow slide, jungle, dan climbing tree.

Beberapa fasilitas yang bisa traveler nikmati adalah parkiran yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua, restoran, dan welcome drink.

Bingung liburan kemana saat long weekend? The Grand Lagunas menjanjikan pengalaman wisata yang menyenangkan dan penuh petualangan khususnya bagi rombongan keluarga, dari anak-anak hingga orang dewasa.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mau Piknik di Kebun Raya Bali, di Sana Ada Paket Barbekunya!



Jakarta

Bali tak kekurangan tempat wisata alam. Traveler mau piknik sambil barbeku, maka Kebun Raya Bali jawabannya.

Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali diresmikan pada 15 Juli 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Kebun Raya Bali berlokasi seluas 50 hektare berbatasan dengan hutan reboisasi Candikuning dan Cagar Alam Batukahu.

Kebun Raya Bali ini berlokasi di Jl. Kebun Raya, Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Nama ‘Eka Karya’ sendiri diusulkan oleh I Made Taman, merujuk pada karya bangsa Indonesia setelah merdeka.


Kebun Raya Bali khusus untuk mengoleksi Gymnospermae dari seluruh dunia, dengan koleksi awalnya didatangkan dari Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas, termasuk Araucaria bidwillii, Cupressus sempervirens, dan Pinus masoniana, serta tumbuhan asli seperti Podocarpus imbricatus dan Casuarina junghuhniana.

Piknik di Kebun Raya Bali

Di Kebun Raya Bali Anda juga bisa melakukan kegiatan piknik dan Anda tidak perlu khawatir mengenai peralatannya karena pihak Kebun Raya sudah menyediakan paket piknik dan barbeku menarik yang dapat Anda gunakan. Berikut Daftar harganya dan fasilitas apa saja yang akan Anda dapatkan:

1. BBQ Package

– Chicken BBQ Rp 150.000 / paket (4 pax)
– Beef BBQ Rp 200.000 / paket (4 pax)

2. Paket Piknik

– Paket A Rp 275.000 / paket (4 pax)

Fasilitas:

– Tenda Teepee Dekorasi
– Picnic Basket
– Sliced Chicken Breast
– Zucchini
– Tomato
– Onion
– Butter
– BBQ Sauce
– Set BBQ Stove.

– Paket B Rp 325.000 / paket (4 pax)

Fasilitas:

– Tenda Teepee Dekorasi
– Picnic Basket
– Sliced Beef
– Zucchini
– Tomato
– Onion
– Butter
– BBQ Sauce
– Set BBQ Stove.

Berikut merupakan informasi mengenai harga tiket masuk Kebun Raya Bali:

Senin -Jumat

Domestik : Rp 20.000
Wisatawan Asing : Rp 20.000

Sepeda : Rp 15.000
Mobil : Rp 15.000

Sabtu, Minggu, hari libur nasional

Domestik : Rp 30.000

Wisatawan Asing : Rp 30.000

Sepeda : Rp 20.000
Mobil : Rp 20.000

Motor : Rp 5.000
Bus : Rp 50.000.

Jam operasional Kebun Raya Bali:

Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita
Sabtu, Minggu & hari libur nasional 08.00-17.00 Wita.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Mitos-mitos di Mata Air Cigempol, Konon Bisa Bikin Awet Muda



Sumedang

Mata air Cigempol di Sumedang menyimpan mitos-mitos yang dipercayai oleh warga setempat. Konon, mata air ini bisa bikin awet muda lho!

Mata air yang terletak di Dusun Jemo, Desa Nagrak, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang ini menyimpan mitos yang membuat para wisatawan datang ke sana, bahkan saat malam hari.

Sekretaris Desa Nagrak, Hendra Juanda menceritakan, tidak sedikit warga sekitar hingga warga luar daerah, sering mendatangi mata air Cigempol hanya untuk mandi pada malam hari.


“Pada malam tertentu banyak yang mandi di lokasi ini, warga sekitar tidak pernah mengetahui kalau ada orang luar yang suka mandi di situ,” ujar Hendra saat berbincang belum lama ini.

Menurut Hendra, dari laporan yang ada, warga datang hanya sekadar mandi di mata air Cigempol rata-rata pada malam Jumat Kliwon.

Namun, ia memastikan bahwa yang melakukan hal tersebut bukan hanya warga sekitar saja, melainkan terdapat warga dari luar Desa Nagrak hingga luar Sumedang.

“Soalnya pasti mereka mandinya kayak tengah malam jadi tidak diketahui oleh warga sekitar. Mereka datangnya pasti setiap malam Jumat Kliwon,” katanya.

“Kadang emang pernah juga warga jauh datang terus datang bawa galon besar atau botol minuman buat ngambil air yang banyak,” sambungnya.

Terkait dengan mitos itu, Hendra sendiri pun ikut merasakannya. Ia mengaku terdapat perbedaan yang dirasakan jika mencuci wajah di rumah sendiri dengan di mata air Cigempol tersebut.

“Awet muda, efek udah mandi kayak lebih segar sama berbeda aja kalau mandi di rumah. Saya juga memang merasakan hal sama cuci muka di rumah atau cuci muka di sini beda aja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, keberadaan mata air Cigempol, Buah Dua, Sumedang ini sudah ada sejak ratusan tahun. Terdapat beberapa manfaat seperti membantu warga saat wilayahnya dilanda musim kemarau hingga dapat membantu mengaliri air ke area persawahan warga.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Negeri 1.000 Tower ala Gunungkidul



Gunungkidul

Di Gunungkidul, ada satu tempat yang dijuluki Negeri 1.000 Tower. Itu karena ada banyak tower telekomunikasi yang berdiri menjulang di sana. Seperti apa kisahnya?

Kabupaten Gunungkidul terkenal dengan keindahan lanskap alamnya. Namun, ada pemandangan berbeda di kawasan Ngoro-oro yang berada di Kapanewon Patuk.

Di Kalurahan Ngoro-oro ini, berjajar banyak tower sehingga disebut bak Negeri Tower. Topografi Ngoro-oro yang terdiri dari perbukitan dan lembah ini dihiasi dengan adanya tower-tower tersebut.


Di kiri jalan tampak perbukitan dan di sisi sebelahnya tampak lembah yang diselimuti kabut. Tower-tower ini pun terlihat dari balik pepohonan.

Bak raksasa besi yang menjulang tinggi, pemandangan tower itu menyambut para pengunjung yang datang melintas kawasan tersebut. Jarak tower-tower ini pun bervariasi antara 300-600 meter.

Ukuran tower berbeda-beda, ada yang pucuknya berbentuk kerucut dan juga yang berbentuk persegi. Demikian juga bentuknya. Tower ini pun diberi warna merah dan putih.

Tak jauh dari Balai Kalurahan Ngoro-oro, tampak dua tower berdiri di belakang dan di samping depan gedung pemerintahan itu. Dua tower tersebut berjarak sekitar 400 meter.

Potret Negari Tower di Ngoro-oro Gunungkidul. Foto diambil Rabu (22/5/2024).Potret Negari Tower di Gunungkidul Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja

Sekitar 200 meter ke utara dari Balai Kalurahan Ngoro-oro, tampak sebuah papan arah jalan bertuliskan ‘TVRI TRANSMISI PATUK’.

Tower transmisi milik TVRI tersebut terletak di pinggir permukiman warga. Pucuk tower milik stasiun televisi berpelat merah tersebut berbentuk runcing.

Jika terus berkendara mengikuti jalan, maka traveler akan sampai di SDN Ngoro-ngoro. Di belakang sekolah tersebut terdapat sebuah lapangan sepakbola.

Dari lapangan tersebut terlihat setidaknya delapan tower yang menjulang tinggi. Diketahui tower-tower tersebut milik stasiun TV Metro, Indosiar, NET, dan Trans 7.

Melanjutkan perjalanan, ada sebuah lokasi yang terletak di hamparan sawah. Di lokasi tersebut terdapat dirangkai dari besi bercat merah bertuliskan ‘MENARA NGORO-ORO’ dengan huruf ‘A’ menyerupai bentuk tower.

Di lokasi tersebut, traveler dapat menikmati panorama persawahan, dan barisan tower di sebelah timur.

Lurah Ngoro-oro, Sukasno membenarkan daerahnya terkenal dengan Negeri Tower. Dia menyebut tower ini sudah menjadi ikon kalurahan sejak lama.

“Ngoro-ngoro dikenal dengan ‘Negeri Tower. Tower menjadi ikon kalurahan kami,” jelas Sukasno ditemui di Wonosari, Rabu (22/5/2024).

Cara Menuju ke Sini

Akses masuk ke kalurahan ini berbatasan dengan Piyungan, Bantul. Traveler bisa menuju ke Negeri Tower ini lewat perempatan Patuk ke kiri jika melaju dari arah Jogja.

Setelah menempuh 3 km perjalanan, kalian bisa melihat sejumlah tower di sisi kiri dan kanan. Itu tandanya traveler sudah memasuki kalurahan unik ini.

——

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Rekomendasi Destinasi Water Sport Seru di Kabupaten Badung Bali



Jakarta

Bali menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Pasalnya, pulau tersebut menyuguhkan berbagai wisata mulai dari alam hingga hiburan yang bisa memanjakan para wisatawan.

Salah satu daerah yang menyuguhkan beragam objek wisata di Bali yakni, Kabupaten Badung. Daerah tersebut memiliki beragam destinasi wisata yang cukup memukau dengan lanskap alam begitu indah. Bahkan, bisa dikatakan daerah tersebut merupakan ‘surga’ bagi olahraga air.

Salah satu keunggulan kabupaten yang dipimpin Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa ini sebagai destinasi water sports adalah lokasinya yang strategis. Sebab ada beragam pilihan aktivitas olahraga air yang tersedia di Kabupaten Badung.


Bagi pencinta ketenangan, snorkeling dan diving di perairan jernih Nusa Dua dan Tanjung Benoa menjadi pilihan. Dengan snorkeling dan diving, wisatawan mendapat kesempatan untuk menjelajahi kekayaan bawah laut di Badung yang menakjubkan.

Pemkab BadungFoto: Pemkab Badung

Sedangkan bagi yang suka memacu nyali, jet ski, flyboard, hingga parasailing menjadi opsi yang tepat, siap mengantarkan wisatawan meluncur di atas ombak dengan kecepatan tinggi. Begitu juga dengan sensasi banana boat dan tubing yang tak kalah seru, bakal membawa wisatawan berputar-putar di atas air sembari menguji adrenalin.

Berikut sejumlah tempat wisata dengan aktivitas air terbaik di Kabupaten Badung:

1. Pantai Tanjung Benoa

Dikenal sebagai ‘Pusat Water Sports Bali’, Tanjung Benoa menawarkan berbagai macam aktivitas air seperti jet ski, parasailing, banana boat, flyboard, flying fish, rolling donut, water ski, dan banyak lagi. Di sini, wisatawan juga dapat mencoba scuba diving dan snorkeling hingga seawalker untuk menjelajahi keindahan bawah laut di Badung.

2. Pantai Nusa Dua

Pantai Nusa Dua terkenal dengan pantainya yang tenang dan hamparan pasir putih. Tempat ini cocok untuk berenang, bersantai, dan menikmati pemandangan sunset di batas cakrawala. Di sini, wisatawan juga dapat mencoba berbagai aktivitas air seperti kayak, paddleboarding, dan windsurfing.

3. Pantai Jimbaran

Pantai Jimbaran terkenal sebagai destinasi yang memiliki hidangan laut segar dan suasana yang romantis. Di sini, wisatawan dapat menikmati makan malam barbekyu sambil menyaksikan matahari terbenam di atas laut.

Selain itu, wisatawan juga dapat mencoba berbagai aktivitas air seperti banana boat, jet ski, dan parasailing.

4. Pantai Pandawa

Pantai Pandawa terkenal dengan tebing kapur putih yang megah dan air laut yang jernih. Di pantai ini, wisatawan dapat berenang, bersnorkeling, atau bersantai di pantai sambil menikmati pemandangan yang indah.

5. Pantai Balangan

Pantai Balangan terkenal dengan ombaknya yang besar dan cocok untuk berselancar. Wisatawan dapat mengikuti kelas surfing atau menyewa papan selancar dan mencoba sendiri deburan ombak di Pantai Balangan.

(akd/ega)



Sumber : travel.detik.com

Eksplorasi Wisata Cirebon, Mulai dari Wisata Religi hingga Sports Tourism



Jakarta

Cirebon memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari wisata religi, budaya, hingga sports tourism. Kuliner di Cirebon juga tidak bisa diabaikan.

Dikutip dari situs kemendikbud, menurut P.S. Sulendraningrat dalam Sejarah Cirebon (1985), nama Cirebon diambil dengan pendekatan terminologi ekonomi, yakni Cai Rebon, yaitu air produksi udang rebon atau terasi. Bahkan, produksi terasi sampai kini masih dipertahankan masyarakat Cirebon terutama di Pesisir Kecamatan Harjamukti dan Mundu.

Udang rebon hasil tangkapan kemudian diolah menjadi berbagai makanan termasuk terasi dan petis. Kini, olahan itu menjadi salah satu ciri khas olahan udang asal Cirebon dan menjadi oleh-oleh setelah pelesiran dari kota itu.


Sebagai penghasil udang, Cirebon pun dijuluki sebagai kota udang.

Wisata Kuliner

Cirebon memiliki banyak kuliner khas. Mulai dari empal gentong, nasi jamblang, pedesan entog, nasi lengko, hingga es cuwing.

Di antara kuliner itu, empal gentong yang amat lekat dengan Cirebon. Salah satu warung makan empal gentong legendaris di Cirebon adalah Empal Gentong Mang Darma (EGMD) yang sudah berdiri sejak 70 tahun lalu.

Dikutip dari laman resmi Empal Mang Darma, ada tiga lokasi Empang Gentong Mang Darma, cabang satu di Jalan Inspeksi Nomor 7 depan stasiun kereta api. Kemudian, cabang kedua di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 23 Cirebon (pindahan dari sebelah Bank BTN Krucuk) dan cabang tiga di Jalan Jendral Sudirman Nomor 236 Ciperna, Kecamatan, Talun, Kabupaten Cirebon (Samping SD 2).

Selain terkenal karena penghasil udang, Cirebon juga terkenal dengan sebutan lainnya yakni Kota Wali. Sebutan ini merujuk pada dahulu Cirebon menjadi salah satu titik penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya kawasan Jawa Barat.

Wisata Religi

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Cirebon, Senin (27/5/2024), tokoh yang berperan besar dalam persebaran agama Islam di Jawa Barat adalah Syekh Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal Sunan Gunung Jati. Lahir di Mekah pada tahun 1448 dari ayah yang bernama Syarif Abdullah dan ibu bernama Nyai Rara Santang, sang ibu merupakan putri dari Raja Pajajaran.

Singkatnya, Syekh Syarif Hidayatullah menjadi Raja Cirebon kemudian mendapatkan gelar Maulana Jati dan sampai saat ini dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Beliau wafat di tahun 1568, peninggalannya pun hingga kini menjadi magnet untuk destinasi wisata religi.

Berikut beberapa wisata religi yang bisa kamu coba saat melancong ke Kota Cirebon.

1. Makam Sunan Gunung Jati

Makam sang penyebar agama Islam ini terletak di Jalan Alun-alun Ciledug No. 53, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lalu lalang pengunjung yang ingin berziarah ke makam Sunan Gunung Jati ini tak pernah sepi setiap harinya dan makam tersebut jadi salah satu destinasi wisata religi yang paling sering dikunjungi di Kota Cirebon.

2. Masjid Agung Cipta Rasa

Masjid ini dibangun pada saat kepemimpinan Sunan Gunung Jati di tahun 1498, masjid ini berada di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon. Masjid Agung Cipta Rasa ini juga disebut sebagai masjid tertua di Cirebon, selain itu bangunan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang begitu kental.

Peranan penting Sunan Gunung Jati dalam memprakarsai pembangunan masjid ini tak lepas dari bantuan beberapa pihak seperti penunjukan Sunan Kalijaga oleh Sunan Gunung Jati yang ditunjuk sebagai arsiteknya.

Konon, masjid itu dibangun hanya dalam satu malam saja dan dulu masyarakat Cirebon juga menamai masjid ini dengan sebutan Masjid Pakungwati karena terletak dalam komplek Keraton Pakungwati.

Wisata Budaya

Salah satu peninggalan sejarah yang tak boleh luput dari Kota Cirebon salah satunya adalah Keraton Kasepuhan. Keraton Kasepuhan dulu menjadi pusat pemerintahan bagi Kesultanan Cirebon.

Di dalam bangunan itu masih menyimpang berbagai pusaka-pusaka bersejarah warisan budaya Cirebon. Di dalam keraton ini terdapat banyak bangunan dan memiliki nama dan fungsi masing-masing. Di antaranya bangunan di bagian depan keraton yang dinamai Mande Semar Tinandu, Mande Malang Semirang, Mande Karesman, dan Mande Pandawa Lima.

Selain itu, terdapat dua buah patung macam putih. Dua patung macan putih itu merupakan simbol bagi Kesultanan Cirebon.

Selain itu, Keraton Kasepuhan juga memiliki sebuah museum yang menyimpan berbagai macam pusaka bersejarah peninggalan Kesultanan Cirebon. Salah satunya adalah Kereta Singa Barong.

2. Goa Sunyaragi atau Taman Sari Sunyaragi

Goa ini berada di tengah kota Cirebon. Fasadnya mencolok di antara permukiman dan di tepi jalan raya.

Fasad goa ini merupakan perpaduan dinding batu dengan alam pepohonan di sekitarnya yang berwarna hijau.

Gua Sunyaragi merupakan sebuah situs bersejarah di Kota Cirebon. Nama Sunyaragi berasal dari kata sunya yang berarti sepi dan ragi artinya raga. Sebab, goa ini dulu digunakan oleh para Sulta Cirebon untuk meditasi mengatur strategi perlawanan terhadap Belanda.

Jika ingin berkunjung, lokasi Goa Sunyaragi berada di Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Jaraknya dari pusat Kota Cirebon sekitar 2,4 kilometer (km) atau 8 menit berkendara

Sports tourism

Dikutip dari Antara, Pemerintah Kota Cirebon saat ini sedang mengembangkan sports tourism yang ditandai dengan ajang balap sepeda ‘Cycling de Jabar 2024’ (25/5). Pj Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi mengatakan perhelatan itu sebagai ajang promosi bagi pariwisata di Cirebon karena mampu memperkenalkan destinasi menarik melalui sajian olahraga.

Para pegowes start dari Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon dan finis di Pangandaran. Dengan ajang balap sepeda itu, setidaknya jalan raya Cirebon wajib mulus agar peserta tidak terhambat saat gowes.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tumpeng Menoreh, Restoran di Atas Bukit Milik Vokalis Band Endank Soekamti



Kulon Progo

Tumpeng Menoreh bukan tempat makan biasa. Restoran ini berada di tiga kawasan dan menawarkan view sembilan gunung.

Tumpeng Menoreh tercatat secara administrasi berada di Desa Wisata Nglinggo, Kulon Progo, Yogyakarta. Tetapi, karena terletak di perbatasan, restoran itu masuk dalam tiga kawasan, yakni Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo.

Restoran itu sekaligus menjadi objek wisata dengan fasilitas lengkap, mulai dari restoran hingga penginapan dan glamping.


“Ciri khas Tumpeng Menoreh menonjolkan best sunrise di sisi bagian timur. Kalau cerah bisa melihat pemandangan 9 gunung, Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Slamet, dan gunung gunung kecil seperti Telomoyo dan Andong,” kata Udin, manager Tumpeng Menoreh dalam perbincangan dengan detikTravel, Senin (27/5/2024).

Di sini traveler akan dimanjakan dengan pemandangan barisan bukit yang membentang dan lembah yang luas. Memang paling cocok jika berkunjung kemari adalah saat pagi hari atau berburu sunrise, bahkan jika beruntung traveler bisa menyaksikan lautan awan.

Tumpeng Menoreh berdiri di atas Gunung Kukusan dan Gunung Lancip.

Penamaan Tumpeng Menoreh diambil dari bentuk gunung yang mengerucut bak tumpeng serta sebagai ucapan rasa syukur masyarakat dalam menarik minat wisatawan yang datang.

Dibuka selama 24 jam, Tumpeng Menoreh merupakan hasil inovasi warga sekitar justru saat pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak warganya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Restoran itu diinisiasi oleh Melki dan musikus ternama Erix Soekamti, vokalis band Endank Soekamti, serta warga lokal.

“Pembangunanya membutuhkan waktu enam bulan untuk restoran dan dek. Semua material diangkat naik ke bukit manual oleh warga lokal,” kata Udin.

Dengan misi utama sebagai pemberdayaan warga, Tumpeng Menoreh selalu melibatkan warga Desa Wisata Nglinggo. Tercatat seluruh karyawan 100% merupakan warga asli desa sekitar. Serta khusus untuk Restoran Tumpeng Menoreh, makanan disajikan oleh ibu-ibu warga sekitar.

“Makanan di restoran Tumpeng Menoreh berasal dari warga. Jadi daro setiap pagi jam 07.00 ibu-ibu warga mengantarkan makanan ke sini. Adapun, untuk Tumpeng Ayu makanan dimasak langsung oleh kokinya,” kata Udin.

Bangunan destinasi ini berbentuk Piramid dengan bertumpu pada batuan gunung. Di area bawah traveler akan menemukan parkir, Kereta gantung, dan Playland.

Kemudian, naik sedikit akan bertemu dengan Restoran dan selasar yang tersedia banyak meja kursi untuk menikmati pemandangan. Di bagian paling atas terdapat Rooftop dengan pemandangan 360 derajat beralaskan rumput sintetis, cocok untuk mengobrol santai dengan orang tersayang.

Ada pula vila di bagian bawahnya. Serta terdapat area khusus bernama Tumpeng Ayu. Menariknya, untuk menuju area tersebut traveler perlu melewati inclinator lift elektrik.

“Kami inovasi utamanya memang fasilitas berbasis elektrik yang digarap langsung oleh warga lokal dan dipimpin oleh Pak Melki,” Kata Udin.

Inovasi-inovasi tersebut membuahkan sejumlah prestasi mulai dari kereta gantung elektrik pertama di Jogja serta inclinator lift elektrik terpanjang dan pertama di Jogja. Selain itu ada pula infinity pool pertama di bukit yang ada di kawasan Jogja.

Menuju lokasi Tumpeng Menoreh memang memerlukan usaha ekstra atas kendaraan yang traveler naiki. Selain karena lokasinya yang berada di kawasan bukit, jalan yang ada memiliki lebar yang tidak terlalu luas.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kebon Vintage Cars, Garasi 190 Mobil Klasik, Surga Pehobi Otomotif di Bali



Denpasar

Bali nggak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya. Traveler pecinta otomotif kini mempunyai destinasi yang wajib dikunjungi, Garasi yang menjadi rumah 190 mobil klasik.

Destinasi itu bernama Kebon Vintage Cars Bali. Ini merupakan destinasi wisata ‘rumah’ bagi mobil-mobil klasik.

Tempat ini merupakan milik Jos Dharmawan, yang seorang pehobi ratusan mobil klasik. Dia mulai hobi mengoleksi mobil klasik sejak 1996.

Jos menyebut mulanya ia hanya memiliki sebuah garasi untuk menyimpan seluruh koleksi mobilnya, namun sejak pandemi Covid-19 bangunan yang mulanya adalah garasi pribadi, akhirnya disulap menjadi Kebon Vintage Cars yang dibuka untuk umum.


Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, BaliKebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kini, Kebun Vintage Cars mengoleksi 190 mobil antik. Namun, total mobil antik yang sudah dimiliki oleh Jos sekitar 250 mobil antik. Sebagian sedang disiapkan untuk masuk ke Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini adalah Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, BaliKebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Mobil Tertua Berusia 107, Ada Juga Milik Fatmawati

Salah satu mobil tertua yang ada di Kebon Vintage Cars adalah Ford model T berwarna biru, keluaran tahun 1917. Uniknya lagi, mobil berwarna biru yang sudah berusia 107 tahun itu masih bisa menyala dan digunakan.

Beberapa mobil antik yang dipajang di Kebon Vintage Cars Bali memiliki kisah spesial. Salah satunya mobil berwarna hitam dengan merek Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948.

Pada Surat BPKB nya tertera nama Fatmawati yang merupakan istri presiden RI pertama, Sukarno. Mobil itu didapatkan oleh Jos pada tahun 2006 dengan harga Rp 9 juta.

Dari 190 mobil yang ada di Kebon Vintage Car, 50% mobil masih bisa menyala dan 30% mobil di sini juga masih bisa digunakan. Bahkan, tak jarang mobil-mobil antik ini dibawa untuk mengikuti touring ke berbagai daerah.

“Nah mobil di sini 50% masih bisa hidup, tapi untuk yang bisa hidup dan jalan itu 30% dari semua mobil. Kadang kita bawa untuk touring juga, tapi akan dicek dulu kondisinya agar aman jika dibawa touring jauh,” kata Jos.

Sudah tahu kan ada apa saja di Kebon Vintage Cars? Bagi traveler pehobi otomotif dan kolektor mobil klasik, Kebon Vintage Cars surganya mobil klasik. Jangan lupa selalu patuhi aturan ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Melihat Bekas Rumah Laksamana Muda Maeda yang Kini Jadi Munasprok



Jakarta

Wisata sejarah di Jakarta begitu berlimpah. Salah satunya adalah Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok). Mari simak kisah bekas rumah Laksamana Maeda!

Di tempat ini, traveler bisa napak tilas tentang perencanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang digaungkan oleh para tokoh Indonesia kala itu.

detikTravel mengunjungi bekas kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda yang terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat. Laksamana Muda Maeda berperanan penting dalam perumusan proklamasi kemerdekaan Indonesia.


Ia memberikan izin kepada Ir. Sukarno dan tokoh lainnya untuk menggunakan rumah tersebut sebagai tempat untuk merumuskan naskah proklamasi. Rumah dengan luas sekitar 1.138 meter persegi dan terdiri dari dua lantai ini memberikan banyak informasi terkait proses tersebut.

Di lantai dasar terdapat beberapa ruangan penting yang dipakai pada saat itu seperti meja yang dipakai oleh Laksamana Muda Maeda beserta Ir. Sukarno dan yang lainnya untuk membahas naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

“Bangunan ini terdiri dari dua lantai, nah lantai satu itu kita sebut ada empat ruangan utama dan lantai dua sebenarnya lebih kepada fungsinya. Jadi semua proses perumusan naskah proklamasi itu terjadi di lantai satu,” kata educator Munasprok Aidil Fitra kepada detikTravel, Rabu (22/5/2024).

Museum Naskah ProklamasiMuseum Naskah Proklamasi Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Sembari menerangkan dan menjelajahi ruangan demi ruangan, Aidil menjelaskan pada saat Laksamana Muda Maeda menempati bangunan ini, lantai dua memang jadi area privat sang Laksamana Jepang saat itu. Berbeda dengan lantai satu yang areanya banyak disambangi oleh kolega dan tamu-tamunya pada saat itu.

Dalam museum ini pengunjung juga bisa merasakan dan melihat bagaimana proses demi proses para tokoh bangsa dalam merumuskan naskah proklamasi, terlebih saat berada di lantai satu museum.

“Ruangan di lantai satu itu memang memang kita atur ruangan-ruangannya berdasarkan tempat-tempat yang menjadi urutan peristiwanya itu seperti ini ruang tamu atau ruang pertemuan,” kata Aidil.

Kemudian dilanjut ke ruang perumusan, di sinilah ketiga tokoh nasional ini merumuskan naskah, ada Ir. Sukarno, Moch. Hatta, dan Ahmad Soebardjo.

Di ruang makan ini terdapat meja makan yang kerap dipakai oleh Laksamana Muda Maeda, karena Ir. Sukarno meminta ruangan khusus untuk merumuskan naskah maka meja makan ini pun jadi ruang khususnya.

“Jadi naskah proklamasi itu memang dibuat di atas meja makannya Tadashi Maeda,” ujar dia.

Museum Naskah ProklamasiMuseum Naskah Proklamasi Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Aidil melanjutkan dari peristiwa di meja makan ini, Laksamana Maeda lantas meninggalkan ketiga tokoh ini ke ruangannya untuk beristirahat. Jadi tak ada campur tangan pihak lain dalam perumusan naskah ini, Laksamana Muda Maeda hanya memberikan ruangannya saja.

Sambil bercerita, Aidil pun mengarahkan menuju ruangan di mana teks proklamasi yang telah ditulis oleh Ir. Sukarno diketik ulang oleh Sayuti Melik di ruangan ini. Ia pun menceritakan peristiwa pengetikan ini.

Setelah selesai mengetik ulang naskah tersebut, Sayuti Melik pun lantas membuang teks berupa tulisan tangan Ir. Sukarno terkait proklamasi.

Di sinilah peran penting BM. Diah, ia mengambil dan menyimpan tulisan asli tersebut hingga saat ini bisa diketahui tulisan asli Ir. Sukarno pada naskah proklamasi.

Dilanjut ke ruangan keempat adalah ruang pengesahan. Walaupun tempat ini disebut demikian, Aidil menyebut sebetulnya naskah proklamasi ditandatangani di atas piano yang yang berada di area ruangan ini. Hingga pada akhirnya ruangan ini disebut ruang pengesahan.

“Karena memang naskah proklamasi itu ditandatangani di atas piano. Jadi karena pianonya terletak di bagian ruangan ini jadi kita sebut dengan ruang pengesahan,” kata Aidil.

Museum Naskah ProklamasiMuseum Naskah Proklamasi Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Bangunan ini resmi dijadikan sebagai museum pada tahun 1992, sementara Laksamana Muda Maeda terakhir menempati rumah dinasnya ini pada tahun 1945. Dan saat itupun Indonesia menerima bangunan ini kembali dalam keadaan yang kosong alias tak ada perabotan sama sekali.

Pada saat itulah untuk kembali mengingat peristiwa-peristiwa bersejarah ini, pemerintah saat ini mendatangkan mantan asisten rumah tangga Laksamana Muda Maeda yang bernama Satsuki Mishima. Itu untuk memberikan gambaran tata letak dan furniture yang ada pada saat Laksamana Muda Maeda menempati bangunan ini.

“Nah jadi waktu pengkajian untuk dijadikan museum, tentunya kita butuh sumber utama untuk kita jadikan rujukan jadi ketika itu kita sempat mendatangkan mantan asisten rumah tangga Maeda namanya Nyonya Satsuki Mishima itu didatangkan langsung dari Jepang,” ujar Aidil.

“Jadi koleksi yang ada di lantai satu semua (barangnya) replika. Replika tapi sesuai dengan bentuk aslinya berdasarkan dari arahan Nyonya Satsuki Mishima tadi,” ujar dia.

Itulah jejak-jejak peristiwa bersejarah yang berada di Munasprok. Banyak informasi yang akan kamu tahu tentang perumusan naskah proklamasi jika berkunjung ke tempat ini.

Dengan harga tiket masuk yang murah hanya Rp 1.000 untuk anak-anak dan Rp 2.000 untuk dewasa, kamu sudah bisa merasakan bagaimana suasana bersejarah ini.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com