Category Archives: Domestik

5 Fakta Kebon Vintage Cars dan Jam Operasional



Jakarta

Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali dibuka untuk umum, lho. Jam operasional dan harga tiketnya bisa cek di sini ya.

Tempat itu menjadi rumah 190 mobil klasik milik Jos Dharmawan, yang seorang pehobi ratusan mobil klasik. Dia mulai hobi mengoleksi mobil klasik sejak 1996.

Jos mengatakan awalnya ia hanya memiliki sebuah garasi pribadi untuk menyimpan seluruh koleksi mobilnya, kemudian dibuka untuk umum setelah pandemi Covid-19.


Kini, Kebun Vintage Cars mengoleksi 190 mobil antik. Namun, total mobil antik yang sudah dimiliki oleh Jos sekitar 250 mobil antik. Sebagian sedang disiapkan untuk masuk ke Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini adalah Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

Tak hanya menjadi ‘rumah’ ratusan mobil antik, setiap sudut garasi mobil ini sip banget untuk jadi spot foto.

Simak fakta-fakta yang menjadi daya tarik Kebon Vintage Cars. Simak juga harga tiket dan jam operasionalnya.

Daya Tarik Kebon Vintage Cars

1. Menyimpan 190 Mobil Antik

Jos, pemilik Kebun Vintage Cars, mulai menggeluti hobi mengoleksi mobil antik pada 1996. Hingga kini, Kebun Vintage Cars sudah mengoleksi 190 mobil antik yang dipajang.

Tidak semua mobil antik milik Jos disimpan di sana. Dia memiliki 250 mobil antik dan sedang disiapkan mengisi setiap sudut Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini seperti, Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

2. Ada Mobil Berusia 107 Tahun

Salah satu mobil tertua yang ada di Kebon Vintage Cars adalah Ford model T berwarna biru, keluaran tahun 1917. Uniknya lagi, mobil berwarna biru yang sudah berusia 107 tahun itu masih bisa menyala dan digunakan.

3. 50% Mobil Masih Menyala

Dari 190 mobil yang ada di Kebon Vintage Car, 50% mobil masih bisa menyala dan 30% mobil di sini juga masih bisa digunakan. Bahkan, tak jarang mobil-mobil antik ini dibawa untuk mengikuti touring ke berbagai daerah.

“Nah mobil di sini 50% masih bisa hidup, tapi untuk yang bisa hidup dan jalan itu 30% dari semua mobil. Kadang kita bawa untuk touring juga, tapi akan dicek dulu kondisinya agar aman jika dibawa touring jauh,” kata Jos.

4. Simpan Mobil Milik Ibu Negara Indonesia, Fatmawati

Beberapa mobil antik yang dipajang di Kebon Vintage Cars Bali memiliki kisah tersendiri. Salah satunya mobil berwarna hitam dengan merek Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948.

Pada Surat BPKB nya tertera nama Fatmawati yang merupakan istri presiden RI pertama, Sukarno. Mobil ini didapatkan oleh Jos pada tahun 2006 dengan harga Rp 9 juta.

5. Spot Foto Estetik

Menampilkan ratusan mobil antik dengan warna dan bentuk yang beragam, membuat Kebun Vintage Cars juga cocok untuk spot foto. Tak hanya mobil, traveler juga akan menemukan beberapa barang antik.

Jos menyebut setiap sudut Kebun Vintage Cars sangat oke menjadi spot foto. Namun ia merekomendasikan beberapa spot, seperti di bagian outdoor terdapat beberapa mobil jeep dengan latar belakang drum dan dekat dengan box-box telepon zaman dulu.

Ruangan di Kebon Vintage Cars

Kebon Vintage Cars memiliki luas sekitar 8 are dan memiliki beberapa ruangan yang menjadi garasi bagi mobil-mobil klasik koleksi Jos Dharmawan. Mulai dari Hall 1, hall 2, hall 3, dan bagian outdoor.

Setiap ruangan memiliki koleksi mobil yang berbeda, sesuai dengan tahun dan mereknya. Ada hall khusus mobil pre-warr, hall khusus tahun 1940 hingga 1948, tahun 1950 hingga 1957, hall khusus truk, hingga hall khusus Chevrolet, dan hall khusus jeep.

Menurut Jos, isi dari setiap hall juga akan diubah atau dirotasi setiap tiga bulan. Jadi traveler akan menemukan konsep Kebon Vintage Cars yang berbeda setiap tiga bulan.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Garasi mobil klasik ini berlokasi tak jauh dari pusat Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Tegal Harum No 13, Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Untuk melihat berbagai koleksi mobil antik ini, setiap pengunjung dikenakan harga Rp 100.000 untuk dewasa, Rp 50.000 untuk anak-anak, dan gratis untuk anak di bawah enam tahun.

Kebon Vintage Cars buka setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Jos mengatakan bagi traveler yang berkunjung diperkenankan untuk menyentuh mobil. Namun dilarang untuk naik atau masuk ke dalam mobil, untuk menghindari kerusakan.

Sudah tau kan ada apa saja di Kebon Vintage Cars? Bagi traveler penghobi otomotif dan kolektor mobil klasik, Kebon Vintage Cars surganya mobil klasik. Jangan lupa selalu patuhi aturan ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

22 Tempat Wisata Modern di Jakarta Ini Patut Kamu Kunjungi


Jakarta

Jakarta penuh dengan tempat wisata yang bisa memuaskan penduduk Jakarta maupun traveler yang sedang berkunjung. Jakarta yang terus berbenah dan berkembang pun menjadi kaya akan tempat wisata modern.

Sebagian dari tempat wisata modern tersebut sudah berdiri sejak lama dan terus diperbarui. Ada juga yang baru muncul akhir-akhir ini.

Banyaknya destinasi wisata modern di Jakarta membuat detikers tak akan kehabisan tempat untuk dikunjungi.


Tempat Wisata Modern di Jakarta

Berikut beragam tempat wisata modern di Jakarta yang seru untuk dikunjungi. Perlu diingat, jam operasional dan harga tiket masuknya dapat berubah sewaktu-waktu.

1. Hutan Kota GBK

Warga mengunjungi Hutan Kota GBK, Jakarta, Selasa (25/4/2023) di hari terakhir cuti bersama.Foto: Andhika Prasetia

Mengutip situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, dulunya Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) merupakan area komersil, yaitu Senayan Golf Driving Range seluas 4,5 hektar. Pada tahun 2016, tempat ini disulap menjadi area hijau terbuka di tengah Jakarta.

Visinya adalah menjadikan Hutan Kota GBK sebagai kawasan olahraga terintegrasi, modern, ramah lingkungan, dan unggul di dunia.

Hutan Kota GBK beralamat di Pintu Tujuh Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hutan Kota GBK buka dari hari Selasa hingga Minggu, pukul 06.00 sampai 10.00. Lalu buka lagi dari pukul 15.00 sampai 18.00.

Masuk ke sini pun gratis, lho. Detikers bisa menjadikan Hutan Kota GBK sebagai tempat menghirup udara segar di tengah hiruk pikuk kota Jakarta.

2. Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki: Sejarah, Lokasi, Fasilitas, Cara BerkunjungFoto: Rifkianto Nugroho

Taman Ismail Marzuki kerap mengadakan berbagai macam acara kesenian dan kebudayaan sehingga cocok bag detikers yang ingin berwisata sambil mengapresiasi seni dan budaya.

Pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas, seperti perpustakaan dan wisma seni, teater halaman, sampai planetarium.

Letak Taman Ismail Marzuki yang biasa disebut TIM ini adalah di Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut akun Instagram resminya, Taman Ismail Marzuki buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai 20.00. Biaya masuk pun gratis dan tanpa registrasi, kecuali untuk acara-acara tertentu.

3. Taman Suropati

Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

Destinasi wisata modern Jakarta selanjutnya adalah Taman Suropati yang bisa jadi tempat jogging, bersepeda, atau sekadar berkumpul dengan teman sambil menikmati udara segar serta pemandangan tanaman dan hamparan rumput hijau.

Mengutip Jakarta Tourism, taman ini juga semakin hidup karena kehadiran berbagai komunitas. Komunitas seni dan olahraga adalah dua kelompok utama yang sering menggunakan taman ini sebagai tempat berkumpul.

Lokasi Taman Suropati adalah di Jalan Taman Suropati No. 5, RT.5/RW.5, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Taman Suropati terbuka untuk umum secara gratis dan dibuka dari jam 07.00 sampai 17.00.

4. Taman Patung Diponegoro

Taman Patung Diponegoro, Jakarta, tampak dirawat dengan baik. Taman ini indah dan asri serta banyak dihuni oleh kupu-kupu.Foto: Agung Pambudhy

Tak jauh dari Taman Suropati, terdapat satu taman lain, yaitu Taman Patung Diponegoro.

Taman Patung Diponegoro adalah taman tematik berukuran kecil yang dikelilingi oleh tanaman warna-warni serta jalur jalan kaki yang kecil. Di tengah taman berdiri patung ikonik, yaitu patung perunggu Pangeran Diponegoro berkuda.

Taman ini juga memiliki kolam biru kecil tepat di bawah patung. Lokasinya yang kecil membuat taman ini jadi tempat bersinggah saja, tetapi tetap bisa menjadi spot foto yang menarik. Taman ini terletak di Jalan Imam Bonjol No.1, RT.5/RW.5, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

5. Taman Margasatwa Ragunan

Suasana Ragunan di long weekend (Taufiq Syarifudin/detikcom)Foto: Taufiq Syarifudin/detikcom

Taman zoologi ini dikenal juga dengan Kebun Binatang Ragunan. Awalnya dibangun pada tahun 1864 di Cikini, taman ini kemudian pindah ke Ragunan pada tahun 1964.

Dengan area seluas 147 hektar, kebun binatang ini menjadi rumah bagi lebih dari 2000 hewan dari Indonesia dan seluruh dunia, mewakili lebih dari 270 spesies. Taman ini juga ditumbuhi lebih dari 20.000 pohon.

Taman Margasatwa Ragunan terletak di Jalan Harsono RM. No. 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Taman ini buka setiap hari kecuali hari Senin dari jam 07.00 sampai 16.00.

Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau. Menurut situs resminya, harga tiket masuk orang dewasa adalah Rp 4000 per orang. Sementara anak-anak cukup membayar Rp 3000 per orang untuk tiket masuk.

6. Senayan Park

Pengunjung melihat pemandangan dari Skywalk Senayan Park, Jakarta, Senin (27/12/2021). Kawasan tersebut menjadi salah satu objek wisata ibu kota yang ramai dikunjungi oleh warga dengan menyajikan pemandangan lanskap perkotaan. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN

Senayan Park adalah mall yang bisa jadi tujuan detikers yang suka wisata belanja dan kuliner. Mall yang disingkat Spark ini juga hits karena memiliki skywalk yang estetik di rooftopnya.

Mengutip situs resminya, 60% dari total area Spark adalah area outdoor. Terdapat juga danau di mana pengunjung bisa menikmati sunset di tengah-tengah kota.

Lokasi Senayan Park adalah di Jalan Gerbang Pemuda No.3, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mall ini buka dari jam 10.00 hingga 22.00.

7. Playtopia Adventure Senayan Park

Biasanya Playtopia adalah area bermain untuk anak. Tetapi di Playtopia Senayan Park, orang dewasa pun bisa ikut bermain, lho. Playground ini terletak di lantai 1 Mall Senayan Park. Jika detikers mencari playground untuk tempat bermain sekeluarga, tempat wisata yang satu ini patut dikunjungi.

Menurut akun Instagram resminya, harga tiket masuk Playtopia Adventure Senayan Park adalah Rp 150.000 dari hari Senin sampai Kamis, dan Rp 180.000 untuk hari Jumat sampai Minggu dan hari libur nasional. Harga ini berlaku untuk bermain selama 2 jam.

8. Tebet Eco Park

Suasana Tebet Eco Park (Taufiq/detikcom)Foto: Taufiq/detikcom

Tebet Eco Park adalah taman kota yang cukup baru. Menurut situs resminya, taman ini mengusung konsep harmonisasi antara fungsi ekologi, sosial, edukasi dan rekreasi.

Terdapat 8 zona di Tebet Eco Park, semuanya dirancang untuk mengambil peran penting dalam keberlangsungan lingkungan dan interaksi sosial, mulai dari menjaga kualitas alamiah lingkungan hingga meningkatkan kualitas hidup pengunjung dan masyarakat sekitarnya.

Tebet Eco Park terletak di Jalan Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Tebet Bar., Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Waktu beroperasinya setiap hari dari pukul 06.00 sampai 11.00, lalu dari pukul 13.00 sampai 18.00. Masuk ke taman ini tak dipungut biaya.

9. Mall Taman Anggrek

Pengunjung mal harus sudah divaksin di Mall Taman AnggrekFoto: Karin Nur Secha/detikcom

Mall Taman Anggrek menjadi alternatif destinasi wisata bagi yang suka berbelanja. Tak hanya tenant untuk berbelanja, mall ini juga memiliki daya tarik berupa tempat ice skating yang bisa dinikmati sekeluarga atau bersama teman.

Mall Taman Anggrek terletak di Jalan Letjen S. Parman No.Kav 21, RT.12/RW.1, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Menurut akun Instagram resminya, waktu beroperasinya adalah setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00.

10. Taman Kota Cattleya

Setelah puas berbelanja di Mall Taman Anggrek, Taman Kota Cattleya bisa menjadi destinasi wisata selanjutnya.

Taman ini dapat digunakan sebagai tempat hang out, berfoto, jogging, hingga sarana rekreasi keluarga. Pengunjung bisa menikmati berbagai jenis tanaman hias dan pohon yang tumbuh di sekitar taman, sehingga taman ini juga jadi tempat hunting foto yang Instagrammable.

Letak Taman Kota Cattleya adalah persis di seberang Malll Taman Anggrek, lebih tepatnya di Jalan Letjen S. Parman RT.15/RW.1, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Taman ini buka dari pukul 07.00 hingga 22.00.

11. TWA Mangrove Angke Kapuk

mangroveFoto: Wahyu/detikTravel

Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk adalah kawasan konservasi mangrove yang juga berfungsi sebagai tempat wisata dan rekreasi alam. Tak hanya konservasi mangrove, ada berbagai fauna yang bisa ditemukan di TWA Mangrove Angke Kapuk ini.

Pengunjung juga bisa menikmati wisata air dan bahkan mengikuti aktivitas penanaman dan konservasi mangrove.

Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk beralamat di Kamal Muara, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Menurut situs resminya, jam operasionalnya adalah pukul 09.00 sampai 17.00 untuk hari kerja dan pukul 08.00 sampai 17.00 di akhir pekan.

Untuk harga tiket, orang dewasa dikenakan biaya Rp 30.000 per orang pada hari kerja, dan Rp 35.000 per orang pada akhir pekan dan hari libur nasional. Bagi anak-anak, harga tiketnya sebesar Rp 15.000 per orang untuk hari kerja dan Rp 20.000 per orang pada akhir pekan dan hari libur nasional.

12. Setu Babakan

Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan, Jakarta, menjadi wisata edukasi mengenai sejarah Betawi. Yuk lihat.Foto: Muhammad Lugas Pribady

Setu Babakan bisa menjadi alternatif destinasi wisata bagi pengunjung yang suka mempelajari budaya, khususnya budaya Betawi.

Mengutip situs resminya, di sini pengunjung bisa berinteraksi dengan budaya Betawi melalui kesenian, adat istiadat, pakaian, hingga kuliner yang bisa ditemukan di kampung budaya ini. Wilayah Setu Babakan juga memiliki 2 danau yang menjadi sarana wisata air.

Setu Babakan terletak di Jalan RM. Kahfi II, RT.13/RW.8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jam operasionalnya dari pukul 08.00 hingga 17.00 setiap hari. Tak ada tiket masuk untuk mengunjungi tempat wisata ini.

13. Pos Bloc

Empat warga bersantai di kawasan Gedung Filateli Pos Bloc, Jakarta, Senin (11/3/2024). Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nonor 475 Tabun 1993, Gedung Filateli Jakarta telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan digunakan sebagai ruang kreatif dan tempat nongkrong yang bernama Pos Bloc. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wpa.Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Pos Bloc cocok jadi tempat hang out dengan estetika yang unik. Sebab, tempat ini memanfaatkan Gedung Pos yang dialihfungsikan menjadi ruang publik. Terdapat berbagai kedai makanan dan tempat nongkrong yang bisa jadi pilihan anak muda.

Alamat Pos Bloc yakni berada di Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Berdasarkan akun Instagram resminya, Pos Bloc beroperasi dari pukul 10.00 sampai 22.00 pada hari kerja dan pukul 07.00 sampai 24.00 pada akhir pekan. Tidak ada tiket masuk untuk nongkrong di tempat wisata yang satu ini.

14. Neo Soho

Neo Soho adalah shopping center modern yang cocok sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner. Mall ini memiliki 8 lantai yang penuh dengan tenant untuk shopping, entertainment, kuliner, dan lain-lain.

Neo Soho terletak di Jalan Let. Jend. S.Parman Kav. 28, Kel. Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Berdasarkan akun Instagram resminya, waktu beroperasi Neo Soho adalah dari pukul 10.00 hingga 22.00.

15. Jakarta Aquarium Safari

Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).Foto: Rifkianto Nugroho

Jakarta Aquarium Safari adalah akuarium indoor terbesar di Indonesia. Mengutip situs resminya, pengunjung bisa melihat lebih dari 3500 spesies hewan akuatik dan non-akuatik. Pengunjung bahkan bisa berinteraksi langsung dengan hewan-hewan tersebut.

Pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan dan atraksi hewan. Terdapat juga restoran serta gift shop untuk kenang-kenangan.

Jakarta Aquarium Safari terletak dalam Mall Neo Soho, tepatnya di Podomoro City Floor. Jam operasionalnya adalah dari pukul 10.00 hingga 21.00 setiap harinya.

Tiket masuk ke Jakarta Aquarium Safari berbeda-beda tergantung hari dan fasilitas reguler dan premium yang bisa didapatkan. Harga tiketnya dimulai dari Rp 142.500 untuk orang dewasa dan Rp 109.250 untuk anak-anak.

16. Museum Macan

Museum MACANFoto: Chelsea Olivia/detikcom

Museum Macan merupakan singkatan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Museum ini menyimpan berbagai karya seni modern dan kontemporer yang memanjakan mata.

Museum Macan terletak di AKR Tower Level M, Jalan Panjang No.5, Kb. Jeruk, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Menurut situs resminya, waktu operasionalnya adalah hari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 10.00 hingga 18.00. Harga tiket berbeda-beda tergantung pameran yang sedang diselenggarakan.

17. Moja Museum

Museum MOJA di GBK.Foto: @mojamuseum/Instagram

Moja Museum merupakan salah satu wisata malam di Jakarta Pusat. Museum ini mengusung konsep yang kekinian dengan 14 ruangan warna-warni yang dijelajahi dengan menggunakan sepatu roda.

Alamatnya yaitu di Zona Biru 8-9, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mengutip situs resminya, harga tiket setiap ekshibisi berbeda-beda serta tergantung hari, dimulai dari Rp 125.000. Jam operasional Moja Museum dari Senin sampai Minggu mulai pukul 11.00 sampai 19.30.

18. M Bloc Space

Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19.Foto: Grandyos Zafna

Tempat wisata modern di Jakarta selanjutnya adalah M Bloc Space yang juga penuh mural dan karya seni. Tempat ini juga terkadang menjadi tempat diselenggarakannya berbagai event, mulai dari talk show sampai konser live music.

M Bloc Space terletak di Jalan Panglima Polim Nomor 37, RW 1, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut akun Instagram resminya, M Bloc Space beroperasi dari jam 09.00 sampai 24.00 setiap hari. Tetapi, waktu beroperasi tenant F&B di sini bisa berbeda-beda.

19. Museum Bahari

Jelajahi Sejarah Jakarta di Museum BahariFoto: Tiara Rosana/detikcom

Menurut situs resmi Asosiasi Museum Indonesia, Museum Bahari menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Misalnya, terdapat koleksi perahu tradisional beragam bentuk hingga miniatur kapal-kapal modern.

Museum Bahari terletak di Jalan Pasar Ikan No.1, RT.11/RW.4, Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut akun Instagram resminya, harga tiket masuk Museum Bahari bagi orang dewasa adalah Rp 10.000 pada hari kerja dan Rp 15.000 pada akhir pekan. Bagi pelajar dan mahasiswa, harga tiket masuknya adalah Rp 5000 per orang setiap harinya.

Museum Bahari tutup pada hari Senin dan beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 sampai 15.00.

20. Sarinah

Kondisi Sarinah malam iniFoto: Dwi/detikcom

Tempat wisata modern di Jakarta selanjutnya adalah Sarinah, destinasi perbelanjaan dan kuliner di Jakarta Pusat. Menurut situs resminya, Sarinah adalah department store modern pertama di Indonesia yang beroperasi sejak tahun 196.

Di sini pengunjung bisa melihat eskalator pertama di Indonesia, lho. Turis lokal dan mancanegara juga bisa membeli berbagai produk buatan lokal, mulai dari busana hingga pajangan rumah.

Alamat Sarinah yakni di Jalan M. H. Thamrin 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Sementara waktu beroperasinya adalah pukul 07.00 sampai 22.00, dikutip dari akun Instagram resminya.

21. Taman Mini Indonesia Indah

Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Pada hari ketiga lebaran, TMII diprediksi dipadati lebih puluhan ribu orang wisatawan yang akan datang.Foto: Grandyos Zafna

Menurut situs resminya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diresmikan pada tahun 1975 sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Keragaman provinsi-provinsi di Indonesia dikemas dalam bentuk miniatur kepulauan Nusantara dan berbagai anjungan daerah.

Alamat TMII yakni di Jalan Raya Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. TMII beroperasi setiap hari dari pukul 06.00 sampai 20.00. Harga tiketnya adalah Rp 35.000 per orang.

22. Central Park

Menurut situs resminya, Central Park diresmikan pada tahun 2009 sebagai bagian dari Integrated Mega Projects Podomoro City. Mall ini memiliki beragam tenant untuk shopping, entertainment, dan kuliner yang bisa memuaskan keinginan pengunjung.

Central Park terletak di Jalan Letjen S. Parman No.Kavling 28, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Jam operasionalnya dari pukul 10.00 hingga 22.00.

Jakarta memiliki tempat wisata modern yang tak habis-habisnya. Apakah detikers tertarik mengunjungi tempat-tempat wisata di atas?

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

Paket Lengkap! Ini Daya Tarik Tumpeng Menoreh, Termasuk Best Sunrise



Jakarta

Jika traveler berencana berlibur di Jogja, ada satu objek wisata rekomendasi detikTravel. Tumpeng Menoreh memiliki vila, restoran, area bermain, bahkan spot sunrise.

Dibangun oleh musikus ternama Erix Soekamti, vokalis band Endank Soekamti dan rekannya Melki serta warga lokal, Tumpeng Menoreh berada di atas Gunung Kukusan dan Gunung Lancip. Objek wisata itu berada di perbatasan tiga daerah, yakni Kulon Progo, Magelang, dan Purworejo.

Tidak hanya tempat makan, tetapi Tumpeng Menoreh memiliki beragam suguhan buat healing sejenak.


Berikut ragam pilihan di Tumpeng Menoreh:

Tumpeng Menoreh, Kulon Progo, YogyakartaTumpeng Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Penginapan

Ada dua tipe penginapan yang tersedia, yakni vila dan glamping. Untuk vila terletak di area Tumpeng Menoreh atas dengan berbagai tipe kamar. Range harga ada di antara Rp 1,1-5 juta per malam.

Fasilitas yang didapatkan sudah termasuk kamar, sarapan, tiket masuk Tumpeng Menoreh, serta Infinity Pool yang mengarah langsung ke matahari terbit.

Tipe kedua adalah Glamping, dengan jenis tenda dome yang muat hingga 180 orang. Harga sewa per malamnya mulai dari Rp 500-1,5 juta per malamnya. Lokasinya terpisah dengan area utama, yakni di Glamping Menoreh atau sekitar 1 kilometer dari Tumpeng Menoreh.

Kafe dan Restoran (Tumpeng Coffee)

Saat pertama masuk area Tumpeng Menoreh akan langsung disambut oleh Tumpeng Resto and Coffee. Tersedia bermacam hidangan khas tradisional yang dimasak langsung oleh ibu-ibu warga sekitar dan disetorkan setiap pagi.

Pada area coffee shopnya terdapat minuman kopi freshly brewed dan makanan ringan. Ada pula wedang rempah, teh lemon, susu naga, hingga cokelat aren khas Desa Nglinggo.

Tumpeng Ayu

Sedikit mirip dengan Tumpeng Resto, di Tumpeng Ayu penyajiannya dibuat lebih eksklusif khusus bagi pengunjung yang mau ke area Tumpeng Ayu. Menuju ke lokasinya harus menaiki Inclinator Lift Elektrik dan membayar tiket terusan Rp 50.000.

Di area Tumpeng Ayu terdapat satu ruangan indoor utama dengan atap kerucut berisikan meja dan sofa lengkap dengan fasilitas tv publik. Area ini lebih intim dengan penawaran paket makanan prasmanan hingga grill.

Kereta Gantung

Wahana Kereta Gantung menjadi satu spot yang tidak boleh terlewatkan. Berada di dekat area parkir atau sebelum masuk ke Tumpeng Menoreh. Dengan membeli tiket seharga Rp 50.000 traveler akan menaiki kereta gantung elektrik menyusuri hutan dengan trek sepanjang 1 kilometer.

Kereta gantungnya dikemudikan khusus untuk satu orang. Penggunaannya layaknya motor matic yang tinggal tancap gas di tangan kanan, serta akan berhenti otomatis jika gas dilepaskan. Menariknya, ini menjadi kereta gantung personal elektrik pertama di Jogja bahkan Indonesia, loh.

Tidak perlu cemas jika ditengah jalan menemui kesulitan, karena setiap armada akan dilengkapi dengan HT untuk berkomunikasi dengan petugas. Petugas juga akan dengan senang hati membantu dokumentasi traveler jika dibutuhkan.

Playland

Lokasinya tepat di samping kereta gantung. Dikhususkan untuk anak-anak yang ingin bermain trampolin, mandi bola, dan sejenisnya. Tidak perlu khawatir bosan menunggu buah hati bermain, karena ada kafe di sebelahnya untuk bersantai

Spot foto

Tentu tak lengkap jika sudah merogoh kocek dalam masuk ke Tumpeng Menoreh tapi tidak diabadikan. Setiap spot yang ada di Tumpeng Menoreh estetik dengan latar belakang barisan bukit hijau dan lembah yang menawan.

Di puncak Tumpeng terdapat rooftop dengan view 360 derajat. Dengan ketinggian mencapai 900 mdpl, jelas lokasi ini begitu ciamik untuk memberi makan feeds instagram traveler.

Paket Edukasi

Dituturkan langsung oleh udin, manager Tumpeng Menoreh, Tumpeng Menoreh menyediakan paket edukasi selama tiga hari bagi pengunjung. Paket tersebut berupa wisata perah susu kambing etawa, pengolahan teh, hingga pengolahan aren.

Bakal bertambah

Tumpeng Menoreh selama ini tidak berhenti berbenah, mereka terus meluncurkan inovasi dan fasilitas baru. Terdekat akan segera diluncurkan Go-kart Off-road personal di area dekat Borobudur Highland yang hanya berjarak ratusan meter dari Tumpeng Menoreh. Serta penambahan lokasi glamping dan pembuatan mono rel elektrik dari area parkir melewati lembah menuju Tumpeng Ayu.

Harga Tiket, Jam Operasional, dan Lokasi

Kawasan wisata Tumpeng Menoreh buka 24 jam, selain Kereta Gantung yang tutup pada pukul 17.00 WIB. Berikut daftar rincian tiketnya :
Tiket masuk : Rp 50.000 sudah termasuk voucher makan minum Rp 15.000 yang dapat ditukarkan di area resto
Tiket Tumpeng Ayu : Rp 50.000
Tiket Kereta Gantung : Rp 50.000

Lokasi tepatnya ada di Sumbersari, Ngargoretno, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Disarankan untuk melewati rute Kulon Progo atau Purworejo jalur Banyuasin. Jalannya yang menanjak curam wajib menggunakan kendaraan dengan kondisi prima.

Kendaraan motor, mobil pribadi, dan minibus bisa parkir di area Tumpeng Menoreh. Sementara kendaraan medium atau bus besar hanya bisa parkir di area Pasar Plono dan melanjutkan perjalanan dengan shuttle car yang disediakan warga.

Jadi, bagaimana? Tertarik mengunjunginya?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ada Luka dan Makna Filosofis di Monumen Tragedi 12 Mei 1998 Universitas Trisakti



Jakarta

Menjulang kokoh di depan Universitas Trisakti (Usakti), Monumen Tragedi 12 Mei 1998 menjadi simbol pergolakan sejarah bangsa. Lebih dari sekadar tugu peringatan, monumen ini memancarkan filosofis yang mendalam tentang makna reformasi dan perjuangan demokrasi.

Di balik megahnya arsitektur karya Muchrifin, ST dan ir. Mohammad Deny Hermawan monumen itu menyimpan luka mendalam tragedi Mei 1998. Empat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur ditembak aparat keamanan.

Monumen itu berdiri sebagai pengingat akan kekejaman dan pelanggaran hak asasi manusia yang pernah terjadi, sekaligus menjadi luka bangsa yang tak boleh terlupakan.


detikTravel menyusuri gedung dan jejak sejarah di kawasan Grogol, Jakarta Barat itu bersama Keluyuran Ngopi Jakarta. Dalam penjelajahan itu, disampaikan pula makna filosofis Monumen Tragedi 12 Mei 1998.

Berikut 6 makna filosofis dari Monumen Tragedi 12 Mei 1998:

4 pilar gambarkan jumlah korban

Pada monumen tersebut terdapat 4 buah pilar pipih yang menggambarkan jumlah korban asal Universitas Trisakti yang meninggal dunia dari peristiwa tersebut. Korban-korban tersebut ialah yakni Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan.

Memiliki pilar dengan tinggi 10-12 meter

Tinggi pada pilar-pilar tersebut juga dibuat berbeda-beda mulai dari 10-12 meter. Tinggi pilar itu menggambarkan runtutan tanggal peristiwa yang terjadi mulai tanggal 10 Mei 1998 dan puncaknya yang terjadi pada 12 Mei 1998 yang membuat keempat korban mahasiswa asal Usakti ini meninggal dunia.

Kerusuhan berlanjut hingga tanggal 13-15 Mei 1998 yang bahkan membuat Kota Jakarta pada saat itu lumpuh total.

Lubang pada setiap pilar, simbol luka peluru

Dalam setiap pilar yang kokoh tinggi menjulang itu, terdapat bagian-bagian yang berlubang dengan posisi yang berbeda beda. Sebagian berada pada atas dan tengah pilar, hal ini menggambarkan posisi luka tembakan dari para korban.

Lubang-lubang tersebut juga menyimbolkan luka dari tembakan peluru aparat yang menembus tubuh dari para korban.

“Ada bagian dimana itu seperti peluru, ya memang itu disimbolkan sebagai peluru yang menembus tubuh mereka,” Kata Rey, salah satu guide dari Ngopi di Jakarta.

Terdapat 98 batu pada alas monumen dan 5 sisi pada setiap pilarnya

Pada monumen tersebut terdapat 98 buah batuan pada bagian alasnya. Jumlah batuan tersebut menggambarkan tahun kejadian peristiwa kerusuhan yakni 1998. Selain itu pada setiap pilar nya terdapat 5 sisi yang menggambarkan bulan kejadian yakni bulan Mei.

Bongkahan balok yang menggambarkan suasana kerusuhan

Pada bagian bawah terdapat balok-balok yang disusun secara abstrak. Menurut Rey, balok tersebut menggambarkan bongkahan sisa-sisa bangunan yang rubuh karena kerusuhan tersebut.

“Bagian-bagian di bawah ini sebagai bentuk kekacauan yang terjadi. Jadi bangunan-bangunan yang ada itu rubuh dengan balok-balok batu yang berserakan,” kata Rey.

Ujung pilar yang runcing

Setiap pilar memiliki ujung pada bagian atas yang semakin meruncing dengan posisi bagian puncak yang miring. Itu menggambarkan perjuangan mereka yang telah terhenti karena telah gugur, namun perjuangan itu dapat terus dilanjutkan oleh seluruh masyarakat Indonesia yang masih hidup.

“Kalau dia lancip ke atas kan masih bisa diteruskan, jadi perjuangan dia sudah berakhir tapi cita-cita reformasi itu terus berlanjut. Jadi itu filosofis dari monumen ini,” kata Sofyan yang juga merupakan guide dari Ngopi di Jakarta.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Salak Khas Jakarta yang Langka di Cagar Buah Condet



Jakarta

Maskot Jakarta ternyata bukan hanya ondel-ondel dan Monumen Nasional (Monas). Ternyata, di masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin salak condet menjadi salah satu ikon kota ini.

Salak condet ditetapkan sebagai maskot Jakarta karena keberadaannya yang langka dan hanya ada di kota ini.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1796 Tahun 1989, yang menyebutkan penetapan salak condet (Salacca zalacca) dari jenis flora dan burung elang bondol (Haliastur indus) dari jenis fauna sebagai identitas atau maskot Jakarta.


Saat ini, salak condet memang sudah jarang untuk ditemui di pasar-pasar bahkan boleh dibilang sulit untuk menjumpainya, tak seperti jenis salak lainnya, seperti salak pondoh. Pusat budidaya salak condet pun satu-satunya hanya terdapat Agrowisata Cagar Buah Condet di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Cagar Buah Condet menjadi titik terakhir perkebunan buah asli Jakarta ini, keberadaannya yang langka membuat tempat ini begitu spesial. Karena masyarakat bisa langsung melihat dan merasakan bagaimana kekhasan buah dengan kulit bersisik ini.

Di Cagar Buah Condet terdapat ribuan pohon salak dan beberapa pohon salak di sini telah berumur puluhan tahun. detikTravel berkesempatan untuk menyambangi kebun salak ini, Selasa (28/5/2024).

Kebun yang luasnya kurang lebih 3,5 hektar itu tak hanya ditanami pohon salak saja tetapi terdapat beberapa pohon lainnya seperti Duku Condet (yang sama-sama buah khas Jakarta), pohon buah kecapi, durian, alpukat, buni, dan masih banyak lainnya.

Agrowisata Cagar Buah Condet, budidaya salak condet dan duku condet, di Condet, Jakarta TimurAgrowisata Cagar Buah Condet, budidaya salak condet dan duku condet, di Condet, Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Tentunya yang menjadi fokus agrowisata ini adalah pohon salak condet dan duku conder. Dua buah itu merupakan buah endemik yang hanya ada di Kota Jakarta. Menyoal rasa, memang salak condet memiliki rasa unik dan berbeda dengan jenis salak lainnya.

Syahrudin, koordinator petugas di Cagar Buah Condet, menyebutkan terdapat rasa yang khas dari salak condet. Dia menerangkan kalau rasa buahnya memiliki rasa yang berbeda-beda dengan sensasi rasa kesat yang minim.

“Ya pokoknya rasanya kalau kita makan lain rasanya. Kalau salak pondoh dari ujung ke ujung sama rasanya, kalau ini beda. Nah itulah keistimewaan Salak Condet, ada yang manis banget, ada yang manis-manis asem jadi rasanya nggak sama, ya kurang lebih begitu ada beberapa rasa,” kata Syahrudin kepada detikTravel.

Rasa penasaran pun hadir untuk mencoba buah Salak Condet ini, namun sayang pohon salak condet saat detikTravel sambangi belum semuanya berbuah. Hanya beberapa pohon saja yang sudah mulai berbuah dan belum matang, Syahrudin pun memberikan salak condet yang tingkat kematangannya baru 40% untuk menghilangkan rasa penasaran.

Agrowisata Cagar Buah Condet, budidaya salak condet dan duku condet, di Condet, Jakarta TimurAgrowisata Cagar Buah Condet, budidaya salak condet dan duku condet, di Condet, Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Terpikir sejenak buah salak yang belum matang maksimal pasti memiliki rasa yang super asam dengan rasa pahit dan kesat. Tapi ternyata saat mencicipi, salak condet yang belum matang maksimal itu memiliki rasa yang dominan manis.

Untuk kamu warga Jakarta yang penasaran dengan buah asli kota ini bisa langsung datang untuk melihat dan mencicipi jika sudah ada yang berbuah. Syahrudin menjelaskan tak bisa memastikan kapan pohon-pohon salak ini berbuah karena tergantung cuaca, ia hanya bisa memperkirakan panen Salak Condet akan tiba pada akhir tahun nanti.

“Ya paling ini sekitar enam bulan dari sekarang dah,” ujar Syahrudin.

Agrowisata Cagar Buah Condet

Jam Operasional : Buka setiap hari, pukul 07.00 – 16.00 WIB

Tiket Masuk : Gratis

Lokasi : Jalan Kayu Manis No. 37, RT 7/RW 5, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cagar Buah Condet, Benteng Terakhir Salak Condet Khas Jakarta



Jakarta

Salak condet merupakan buah asli Jakarta, tetapi justru semakin langka dan sulit ditemukan. Agrowisata Cagar Buah Condet yang masih membudidayakannya.

Sejak dulu pamor salak condet sudah masyhur, khususnya di kawasan Jakarta. Namun, yang menjadi kekhawatiran saat ini adalah tak banyak tempat yang membudidayakan buah tersebut.

Kini, salak condet hanya terdapat di Agrowisata Cagar Buah Condet yang terletak di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Berada di tengah perkampungan padat, kebun salak itu memang tak tampak dari jalanan.


Pengunjung perlu jeli untuk menemukan pintu masuk kebun salak tersebut. Setelah berhasil masuk ke kawasan itu, jangan heran jika belum melihat secara langsung pohon-pohon salak.

Sedikit menuruni beberapa anak tangga, di situlah tempat pohon-pohon buah khas Jakarta itu bertempat. Sekitar 3,5 hektar luas kebun ini penuh dengan pohon-pohon berduri, salak condet-lah yang jadi bintang utamanya agrowisata itu.

Karena penasaran dengan salak condet, detikTravel pun menyambangi dan menjelajahi kebun yang luas itu pada Selasa (28/5/2024). Sejauh mata memandang terlihat pohon-pohon berduri di sekeliling, namun tak terlihat sedikit pun tanda-tanda buah salak condet yang muncul.

Setelah masuk lebih dalam lagi di area perkebunan ini, tampaklah tiga orang petugas yang sedang ngaso. Dari tiga orang petugas itu di antaranya adalah Bapak Syahrudin, yang merupakan koordinator petugas di Agrowisata Cagar Buah Condet.

Salak Condet saat ini memang sudah suliy untuk ditemui di pasar-pasar, tak seperti jenis salak lainnya seperti salak pondoh. Pusat budidaya Salak Condet pun satu-satunya hanya terdapat di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.Budidaya salak condet di di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bersama Syahrudin, detikTravel diajak berkeliling melihat-lihat pepohonan yang ada di Cagar Buath Condet. Selain buah salak, di tempat ini ternyata memiliki beberapa pohon-pohon buah yang sudah jarang ditemui, seperti pohon buah kecapi, buni, dan duku condet, yang sama seperti salak condet, menjadi buah khas Jakarta.

Ia bercerita sedari kecil memang tumbuh besar di kawasan in. Dan, sejak ia kecil pun kawasan itu sudah menjadi kebun salak condet. Syahrudin mengatakan beberapa pohon salak di Cagar Buah Condet sudah berusia puluhan tahun.

“Sejarahnya ini bahkan kata orang tua saya dulu denger-denger dari cerita, zaman presiden kita yang pertama tuh Bung Karno sempet jadi hidangan ke istana,” kata Syahrudin kepada detikTravel.

Lahan kebun itu dulu memang dimiliki oleh warga, Syahrudin mengatakan kebun itu dulu milik sang kakek yang dibebaskan dan dialih kelola oleh pemerintah pada tahun 2006. Kawasan perkampungan sekeliling Cagar Buah Condet ini dulu memang merupakan kebun salak, namun seiring waktu mulai berganti menjadi rumah-rumah.

“Kebanyakan orang kan jualin (tanah) tahu sendiri orange Betawi kan, apa-apa pengen naik haji atau pengen ngawinin anak terus pesta dengan cara gimana? Ya, jual tanahnya. Nah, dari pihak Pemda dan Pemprov DKI khususnya gimana caranya maskot DKI Jakarta tuh jangan sampai musnah, ya sisanya ini alhamdulilah 3,5 hektar dibebasin,” kata dia.

Salak Condet saat ini memang sudah suliy untuk ditemui di pasar-pasar, tak seperti jenis salak lainnya seperti salak pondoh. Pusat budidaya Salak Condet pun satu-satunya hanya terdapat di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.Salak Condet makin sulit ditemui di pasar, berbeda dengan salak pondoh yang ada di mana-mana. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di hamparan yang luas kebun Cagar Buah Condet, Syahrudin menyebut terdapat sekitar 1.500 pohon salak condet, 150 pohon duku condet, dan beberapa pohon buah lainnya.

Ia menerangkan keistimewaan salak condet tersebut dengan menyebut rasanya yang berbeda dari salak-salak lainnya.

Syahrudin kemudian membawa detikTravel ke pohon yang ia sebut sebagai pohon andalan ketika ada tamu yang berkunjung. Selayaknya pohon salak yang lain, tak ada yang membedakan dengan pohon salak pilihannya, tapi ia berucap bahwa salak di pohon ini rasanya lebih enak dibandingkan salak dari pohon lain.

Betul saja, saat mencicipi salaknya, yang belum matang sempurna, ternyata salak dari pohon tersebut terasa manis dan hanya sedikit rasa asam. Selain itu, tekstur yang renyah membuat Salak Condet itu semakin nikmat.

Kemudian, ia mengajak detikTravel ke pohon selanjutnya dan kembali menyodorkan salak untuk dicicipi agar mengetahui perbedaannya.

“Coba rasain apa yang bikin beda? Ini tuh (kematangan) sama kaya salak yang tadi belum terlalu mateng,” kata dia.

Rasa salak condet yang kedua memang berbeda dengan yang pertama. Kali ini, rasa asam dan sensasi kesat bercampur aduk di dalam mulut. Rasa manis pun terasa tipis yang diakhiri dengan pahit, itulah keistimewaan Salak Condet khas Jakarta.

“Ya pokoknya rasanya kalau kita makan lain rasanya. Kalau salak pondoh dari ujung ke ujung sama rasanya, kalau ini beda. Nah, itulah keistimewaan Salak Condet, ada yang manis banget, ada yang manis-manis asem jadi rasanya nggak sama, ya kurang lebih begitu ada beberapa rasa,” kata dia.

Saat ini, dengan banyaknya macam buah-buahan, eksistensi salak condet memiliki tantangan ekstra. Tetapi, dengan Agrowisata Cagar Buah Condet masih akan terus terjaga.

Tetapi, rasanya pilu saat Syahrudin mengatakan fakta tentang salak condet.

“Banyak sampai saat ini orang Jakarta yang nggak tahu kalau Salak Condet tuh masih ada,” kata Syahrudin.

Cagar Buah Condet ini terbuka untuk umum, tujuannya untuk mengenalkan lebih luas kepada masyarakat tentang buah yang pernah menjadi maskot Kota Jakarta.

“Tujuannya kan pemda bebasin ini supaya anak-anak sekarang, terutama di DKI Jakarta, jangan cuman pernah denger cerita ‘dulu punya maskotnya buah salak’. Alhamdulilah kurang lebih 3,5 hektar ini masih ada jadi mereka bisa tahu,” kata dia.

Dengan adanya Cagar Buah Condet menjadi suatu pengharapan agar buah khas Jakarta itu bisa terus lestari dan bisa dinikmati di masa mendatang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cari Sentra Kacamata di Jakarta, Jalan-jalanlah ke Pasar Ini



Jakarta

Bisa dikatakan bahwa Jakarta adalah pusat segalanya di Indonesia, pun demikian jika traveler mencari kacamata. Karena di pasar inilah pusat dari pertokoannya.

Tempatnya terletak di Lantai 1 Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1 & 2. Di sana ada berbagai mode kacamata bermerek baik lokal maupun global.

Pengunjung pun dijamin merasa betah, apa lagi stoknya yang melimpah dan selalu bertambah setiap harinya.

Yang benar-benar membuat sentra kacamata Senen Jaya Blok 1 & 2 terkenal adalah area dagang seluas 4.000 meter persegi. Di sana ada belasan ribu pasang kacamata hitam, transparan dan warna-warni berjejer riuh ditawarkan dengan harga yang sangat miring, bahkan sering ada obral.

Info terbaru, dalam siaran Pusat Perbelanjaan Senen Jaya, Rabu (29/5/2024), seluruh kios kacamata di Senen Jaya Blok 1 & 2 kini serempak menawarkan paket frame dan lensa mulai harga Rp 100.000.

Hanafi.TR, salah satu toko grosir kacamata di Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1 & 2 yang tokonya selalu ramai pembeli. Letaknya di lantai satu dekat eskalator tak jauh dari area lobi barat.


Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1 & 2Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1 & 2 (Foto: Istimewa)

Ribuan kacamata berjejer di bagian luar dan dalam toko. Toko optik ini menjadi terkenal di sosial media TikTok dan Instagram karena harganya yang sangat murah tapi kualitasnya boleh diadu.

Toko itu menjual kacamata hanya dengan harga Rp 150 ribu sudah dapat frame plus lensa minus.

Toko ini juga menyediakan lensa bluechromic, photochromic hingga lensa blueray yang diklaim 100% anti radiasi dan tidak berubah warna. Letaknya di lantai satu dekat eskalator tak jauh dari area lobi barat.

Soal harga? “Ditawar aja, asal ngga kebablasan,” kata salah satu staf penjualnya.

Pusat Grosir Kacamata Senen Jaya Blok 1&2 nyaris tak pernah sepi pengunjung. Sebagai ikon kota, pasar ini kerap jadi jujugan traveler yang suka belanja.

Tampilan gedung, konsep jualan hingga plot harga menarik itu sukses menarik perhatian, hingga akhirnya menjadi salah satu daya tarik wisata di Pusat Perbelanjaan Senen Jaya 1 & 2.

Sebab itu, tak heran bila ada yang sekadar sightseeing alias jalan-jalan sambil melihat-lihat suasana sentra kacamata. Aktivitas ini dinilai seru karena kita bisa menemukan objek-objek menarik untuk cuci mata.

Pasar Senen, adalah pusat niaga tertua dan terlengkap di Jakarta. Berdiri tegap di balik keramaian pusat bisnis Batavia, tempat belanja di sebelah selatan Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat ini, seakan menjadi tempat berburu “harta karun” bagi para pecinta fesyen.

Sebagian besar gedung dipenuhi toko-toko grosir dan retail yang menjual aneka barang berkualitas dengan harga yang terjangkau, serta barang koleksi, seperti tekstil, sepatu, jam tangan, topi, tas hingga kacamata semuanya ada.

Akses ke Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1 & 2

Meskipun dulunya merupakan bangunan lama, Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1 & 2 terbukti tak pernah memudar menjadi ruang usaha raksasa bagi ratusan pedagang kacamata.

Kini, wajah gedung jauh lebih bagus dan terawat setelah pengembangnya, PT Pembangunan Jaya mendesain ulang bangunan pada 2019 lalu.

Tulisan “Senen Jaya 1&2” di atas gedung sangat khas dan menyolok. Jika malam, hurufnya menyala, sangat menawan. Fasad gedung dirancang lebih elegan dan catchy berkat sapuan warna monokrom putih dan abu-abu di sekujur tampak depan, serta kuning dan merah sebagai aksen.

Masuk ke area dalam gedung sungguh bikin betah karena lapak dan kios-kios tertata rapi dan bersih. Senen Jaya Blok 1 & 2 sudah dilengkapi tangga berjalan dan mesin penyejuk udara sehingga makin nyaman dikunjungi sekaligus menghapus stigma pusat grosir yang sumpek dan kotor.

Aksesnya sangat mudah karena gedung terkoneksi langsung dengan Halte TransJakarta Senen, Stasiun Pasar Senen, dan Terminal Senen. Dari Halte Senen tinggal jalan kaki melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau menyeberang Jalan Pasar Senen bila dari Stasiun Pasar Senen dan Terminal Senen.

Menggunakan kendaraan pribadi bisa melalui tiga jalan protokol, yakni Jalan Pasar Senen, Jalan LetJend Suprapto dan Jalan Bungur Besar Raya.

Dari arah selatan Jakarta seperti Depok, Tangerang Selatan, Lebak Bulus-Pondok Indah-Blok M bisa menggunakan moda MRT turun di Bundaran HI dan dilanjutkan dengan TransJakarta atau 10 menit mengandalkan ojek online.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

This Is Bali, Kafe di Ubud, Nyentrik dan Unik Sejak di Pintu Masuk



Ubud

Kafe nyentrik yang satu ini berada di Jalan Goutama, Ubud. Desainnya estetik dan mencolok dengan dominasi warna oranye.

Jika sedang berlibur di Ubud, traveler wajib mampir ke salah satu kafe yang sedang viral. Kafe itu namanya This Is Bali.

Oliver, pemilik This Is Bali, menyebut pemilihan nama kafe itu berawal dari kecintaannya terhadap Pulau Bali dan berbagai makanan tradisional yang ada di Pulau Dewata.

Dia memang amat mengagumi Bali dan menyebut Bali sebagai tempat yang kaya akan budaya, keindahan alam, dan kelezatan kulinernya. Makanya, dia betah tinggal di Bali. Sudah 10 tahun dia berada di sana.

“Saya sudah lama tinggal di Bali, dan mengagumi keindahan Bali terutama dari segi kulinernya. Akhirnya dipilih nama Bali, untuk menggabungkan antara kualitas, budaya, dan kelezatan kuliner dalam satu tempat, yaitu di This Is Bali,” kata Oliver.

Bangunan yang terlihat mencolok, dengan warna putih bercampur oranye membuat traveler mudah menemukan This Is Bali di antara puluhan bangunan di Jalan Goutama. Kesan estetik dan hangat menjadi kesan pertama saat traveler masuk ke kafe ini.

This is Bali, kafe nyentrik di Ubud, BaliThis is Bali, kafe nyentrik di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kafe yang baru dibuka selama delapan bulan ini memiliki dekorasi instagramable dengan sentuhan Bali yang terkesan modern. Oliver menceritakan konsep unik dari kafe ini. Ia ingin membuat sebuah kafe yang hangat dan nyaman bak rumah sendiri. Komplit dengan desain unik khas Bali dengan sentuhan modern.

“Di Ubud sudah banyak kafe, namun saya punya mimpi untuk membangun kafe seperti home sweet home. Tentu dikolaborasikan dengan konsep khas Bali dan western, mulai dari desain dan menu makanan,” ujar Oliver.

Di sini traveler akan menemukan tempat duduk yang dibuat dengan konsep anti mainstream. Dari bentuk yang tidak simetris hingga ada yang dibuat bak melayang di udara.

Memiliki desain yang unik nan estetik membuat This Is Bali juga menjadi spot yang sip untuk berburu foto instagramable. Oliver menyebut, sebagian besar pengunjung pasti mengabadikan momen ketika berkunjung ke kafe ini. Tempat duduk yang dibuat melayang menjadi salah satu spot favorit pengunjung di This Is Bali.

Soal menu makanan, This Is Bali memadukan menu khas Bali dan western. Mulai dari dessert, signature bowls, hingga minuman yang siap menggoyangkan lidah.

Beberapa menu favorit khas This Is Bali yaitu Real Balinese Bowl, Coconut Brownies, dan Refreshing Tangerine. Semua menu dibanderol dengan harga mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 97 ribu.

This Is Bali juga menghadirkan pengalaman unik bagi traveler ketika ingin memesan menu. Traveler akan diberikan kartu dan sebuah stempel yang berisi beberapa pilihan menu dessert di This Is Bali.


This is Bali, kafe nyentrik di Ubud, BaliThis is Bali, kafe nyentrik di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Step 1, traveler diminta untuk mengambil selembar kartu. Step 2, traveler wajib memilih dessert yang ingin dipesan. Setelah menentukan pilihan, traveler bisa langsung menstempel menu pilihan di atas kartu. Unik ya!

Karena tempatnya yang estetik dan menunya yang tak kalah lezat membuat kafe ini selalu ramai. Setiap harinya, This Is Bali bisa dikunjungi lebih dari 100 orang.

Oliver juga menyarankan untuk traveler yang ingin berkunjung bisa melakukan reservasi terlebih dahulu agar tak kehabisan kursi. This Is Bali buka setiap hari, mulai pukul 12.00 hingga 23.00 WITA.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bangunan Megah bak Kastil di Gang Sempit Kotagede



Yogyakarta

Membayangkan bagaimana indahnya jika arsitektur budaya Jawa, Thailand, Eropa, dan Yunani dipadukan maka Rumah Pesik-lah jawabannya. Lokasinya di Kotagede, Yogyakarta.

Berdiri kokoh masuk ke dalam gang sempit kawasan tua Kotagede, traveler tidak akan menyangka jika ada sebuah bangunan kuno dengan sentuhan arsitektur eksotis yang magical. Namanya adalah Rumah Pesik. Saat ini difungsikan sebagai kafe, hotel, dan mini museum.

“Awalnya buat keluarga aja sih, untuk ayah saya, lebih ke untuk pribadi, keluarga, kawan-kawan. Kadang kadang ada pejabat atau teman dari luar negeri datang, kita ajak ke sini,” kata Roky, anak dari Rudy J Pesik yang sekarang mengelola Rumah Pesik.


Ya, bangunan itu adalah rumah milik pengusaha ternama Rudy J Pesik. Dia pemimpin perusahaan jasa logistik DHL Indonesia.

Atas kecintaannya pada seni budaya, Rudy yang juga dikenal sebagai kolektor menyulap Rumah Pesik menjadi bangunan yang tiap sudutnya dihiasi ornamen bernilai seni tinggi.

Rumah Pesik dikelola menjadi sebuah hotel sejak sebelum pandemi covid-19. Namun, terhenti akibat Covid dan baru dibuka kembali sekitar 1 tahun.

Dituturkan oleh Roky, dari awal bangunan ini memang tidak didesain sebagai hotel, sehingga jumlah kamar yang banyak bukanlah suatu kesengajaan.

Rumah Pesik di Kotagede, YogyakartaRumah Pesik di Kotagede, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Setelah tutup bertahun-tahun, kini Rumah Pesik dibuka untuk umum. Jika hanya ingin berfoto-foto dan melihat saja, maka pengunjung dikenai biaya masuk Rp 25.000, namun jika menghabiskan waktu di kafenya dan membeli makan atau minuman maka biaya masuknya gratis.

Masuk ke Gang Soka, Kotagede, Rumah Pesik tidak akan sulit ditemukan. Jika dilihat dari luar bangunan ini mencolok dengan cat warna tembok hijaunya. Kemudian, masuk melewati salah satu dari ketiga pintu yang terbuka, traveler akan disambut bak terlempar ke dalam lorong waktu masa kerajaan.

Di salah satu pintu terdapat prasasti yang berisi daftar nama-nama tokoh penting dunia yang pernah menginap di sana, termasuk Lech Walesa, mantan Presiden Polandia pada tahun 1990-1995 dan penerima Nobel Perdamaian tahun 1993.

Sekilas jika dilihat dari luar, Traveler tak akan sangka jika di balik benteng hijau itu menyembunyikan bangunan-bangunan tinggi megah dengan arsitektur kental akan budaya. Terlihat bangunan dengan gaya arsitektur Thailand di dalamnya traveler bahkan akan menemukan patung arca buddha. Dari lantai duanya, pemandangan saat sunset begitu menakjubkan.

Bergeser ke sebelahnya, berdiri bangunan dua lantai dengan dominasi warna putih dengan gaya da vinci. Di pintu masuknya dijaga oleh dua patung ksatria Romawi yang membawa tombak. Untuk naik ke lantai duanya, traveler harus meniti tangga yang disekeliling temboknya dipenuhi foto keluarga besar Rudy J Persik.

Rumah Pesik di Kotagede, YogyakartaRumah Pesik di Kotagede, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Beralih ke bangunan ketiga, tepat berdiri di belakang kolam air mancur, bangunan dengan arsitektur Jawa penuh pahatan kayu. Lalu di seberangnya terdapat kafe dan resto.

Terdapat rumah kalang, yang diketahui ternyata menjadi bangunan utama yang bentuknya masih dipertahankan sejak awal berdirinya Rumah Pesik. Rumah itu menjadi mini museum dan memuat koleksi koleksi Rudy mulai dari keris, patung, arca, hingga barang-barang antik peninggalan dari berbagai negara. Museum hanya dibuka by request pengunjung dan harus membayar tiket masuk Rp 25.000

Setiap sudutnya begitu menawan dengan konsep yang unik dan artistik. Traveler bebas bisa berswaphoto di setiap sudutnya, karena tidak ada pembatasan area bagi pengunjung kecuali masuk ke dalam kamar hotelnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mau Main Air Bareng Anak di Cilegon, Cobalah ke Sini



Jakarta

Cilegon tak hanya diisi oleh kawasan industri saja. Jika traveler sedang berada di sana bersama anak-anak cobalah untuk melepas penat ke taman air satu ini.

Kota Cilegon juga memiliki banyak tempat wisata dan salah satunya adalah wahana wisata air yang diklaim terbesar dan terlengkap yang bernama Krakatau Water World (KWW).

Destinasi satu ini juga merupakan unit usaha dibawah naungan PT Krakatau Sarana Properti (KSP), salah satu unit bisnis non Baja dari PT Krakatau Steel.


Krakatau Water World Berdiri sejak tahun 1983 dan menempati luas area sekitar 3 hektar serta memiliki kolam renang ukuran standar Olimpiade. Kedalamannya 2,3 meter dengan terdapat pula kolam renang anak serta wahana renang yang sangat komplit.

Sehingga tempat ini selalu menjadi tempat rekreasi favorit bagi warga Kota Cilegon, Serang dan sekitarnya, mulai dari pelajar, keluarga hingga para karyawan dilingkungan Kawasan Industri Krakatau.

“Krakatau Water World Salah Satu Kolam Renang Terbesar dan Terbaik yang di Kota Cilegon maupun di Provinsi Banten,” ucap Chief swimming pool KWW, Hadian Herdiansyah, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/5/2024).

“KWW ini bisa menampung pengunjung hingga 1.500 orang sekaligus. Di sini banyak wahana air, mulai dari kolam renang utama yang luas maupun area permainan untuk anak-anak dan keluarga,” imbuh dia.

“Contohnya ada kolam Selat Sunda, wahana slide arus volcano, wahana anak Krakatau, kawah purba, dry pool, dan wahana erupsi. Airnya pun bersih dan aman,” dia menerangkan.
Kualitas air di Krakatau Water World diklaim terjaga dengan kadar air ph 8 dan klorin 1,5 ppm. Ada pula berbagai fasilitas penunjang yang dapat digunakan pengunjung seperti penyewaan loker, tempat bilas, tempat makan, petugas lifeguard yang bersertifikat, juga keamanan yang dilengkapi dengan CCTV.

Krakatau Water World (KWW)Krakatau Water World (KWW) (Foto: Istimewa)

“Kami buka setiap hari dan harga tiket masuk KWW juga terjangkau di hari biasa Rp 40.000, dan weekend Rp 50.000. Biasanya weekend selalu full dikunjungi juga oleh para wisatawan di luar Kota Cilegon,” terang dia.

“Di sinipun juga banyak makanan dan jika keluarga ingin menikmati restoran dengan menu makanan yang lebih lengkap lagi, setelah berenang mereka bisa mengunjungi The Surosowan dan The Kaibon Restoran atau mampir ke The Suro Pizza yang sangat dekat dari sini dan juga masih bagian bisnis dari PT.KSP,” terang Hadian.

Jarak KWW terbilang strategis karena dari pintu Tol Cilegon Barat hanya 5 KM saja. Lokasinya juga berdekatan dengan Hotel The Royale Krakatau menjadi nilai plus KWW menjadi destinasi wisata air yang sering dikunjungi oleh siapapun.

Menariknya selain sebagai tempat wisata, kedepan KWW berencana mengadakan beberapa event spesial, salah satunya yang akan digelar pada akhir tahun ini yakni lomba renang (fun game) antar pelajar se- Provinsi Banten, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com