Menggali cuan dari sistem keuangan terdesentralisasi, atau istilah kerennya decentralized finance, memang tengah menjadi tren di kalangan pecinta aset kripto belakangan ini.
Hanya saja, istilah-istilah decentralized finance ini kadang terdengar asing dan memusingkan. Bahkan, beberapa diantaranya pun tidak memiliki padanan pada istilah finansial konvensional.
Kamu yang sudah terjun mendulang cuan dalam dunia DeFi mungkin sudah sering mendengar istilah-istilah ini. Apakah sudah tahu arti istilah-istilah tersebut? Jika belum, berikut penjelasannya!
Istilah Populer Decentralized Finance
1. Total Value Locked
Jika dunia finansial konvensional mengenal loan to deposit ratio (LDR), total value locked (TVL) merupakan padanan konsepnya di dalam istilah decentralized finance.
TVL adalah agregat aset kripto yang terkunci dalam protokol DeFi di liquidity pools. Aset tersebut adalah milik liquidity provider (LP) yang sedang melakukan yield farming.
TVL sangat berguna untuk memberikan informasi mengenai suku bunga secara umum dalam liquidity pools. Juga, kamu dapat membandingkan antar protokol dan memilih mana yang lagi undervalued.
Istilah ini merujuk pada indikator yang juga digunakan dalam bisnis tradisional, yakni rasio antara harga saham dan pendapatan operasionalnya. Hal serupa juga dapat diukur dalam dunia DeFi.
Bedanya, dalam dunia DeFi, kamu perlu membagi protokol pasar modal berdasarkan pendapatan operasional atau revenue-nya. Semakin rendah rasionya, berarti harganya semakin undervalued.
Bagaimana pun, ini tidak bisa dijadikan standar baku untuk mengukur valuasi dengan akurat. Hanya saja, kamu dapat memperoleh gambaran protokol mana yang lebih atraktif saat ini.
Trader biasanya akan memanfaatkan centralized exchanges (CEXs) ketika mereka ingin menjual tokennya. Namun, mereka juga memiliki opsi untuk menjual melalui decentralized exchanges (DEXs) yang tidak membutuhkan kepercayaan sebagai perantaranya.
Bagaimanapun, CEXs biasanya memiliki likuiditas yang lebih kuat sehingga penting untuk kamu perhatikan pergerakannya.
Strategi ini dipakai dengan melakukan tracking suplai token dana mata uang kripto. Saat likuiditas token di bursa banyak, maka akan terjadi tekanan jual. Dengan demikian, tidak banyak liquidity provider (alias nasabah DeFi) yang menggunakan kepemilikannya sebagai kolateral karena mereka memilih untuk menjualnya.
Perhatikan suplai token sebelum mulai spekulasimu, ya!
4. Token Balance Change on Exchange dalam DeFi
Selain memperhatikan suplai token, saldo token juga perlu diperhatikan. Memperhatikan tiap perubahan dalam token akan memberitau kita volatilitas pasar yang terjadi saat ini.
Jika ada penarikan token secara besar-besaran, maka kamu bisa menyimpulkan bahwa sedang ada penadah. Kamu bisa cuan apabila dapat memanfaatkan situasi itu dengan baik.
5. Unique Address Count
Uniqueaddress adalah alamat dari gawai yang mengakses dalam protokol DeFi. Meskipun masih terbatas, jumlah unique address terus meningkat setiap waktunya. Peningkatan ini mengindikasikan meningkat pula penggunaannya.
Semakin banyak unique address mengindikasikan bahwa protokol itu sudah sering digunakan. Meski begitu, terkadang unique address ini bisa dimanipulasi agar seolah tampak telah banyak digunakan.
Kamu tetap harus jeli membandingkannya dengan faktor lain ya, Sobat Cuan.
Kamu sebaiknya mengetahui dengan jelas kegunaan token yang kamu beli, alih-alih hanya menggunakannya sebagai alat spekulasi. Meski menggiurkan, imbal hasil spekulasi mungkin akan berdampak buruk pada finansialmu. Nah, token-token yang punya nilai guna jelas inilah yang disebut sebagai non-speculative usage
Memahami untuk apa token digunakan sangat penting, sebab itulah nilai sebenarnya dari token yang kamu miliki. Bukan sekedar tren berskema ponzi, mata uang ini merupakan alat transaksi yang memiliki tujuan tertentu.
Kamu bisa mengeceknya dengan melihat jumlah transaksi dan memperhatikan berapa kali transaksi itu tidak dilakukan sekedar untuk spekulasi.
7. Istilah Tingkat Inflasi dalam Decentralized Finance
Pasokan terbatas belum tentu indikasi baik bahwa harga tokenmu akan terus meningkat. Kamu perlu memperhatikan metrik lain yakni tingkat inflasi.
Sebagaimana pada dunia finansial konvensional, istilah tingkat inflasi pada decentralized finance juga merujuk definisi yang serupa.
Jika kamu memiliki koin dengan pasokan yang besar, mungkin saja nilai koinmu akan semakin tidak berharga karena permintaannya tidak sebanding dengan suplainya. Hal inilah yang dimaksud dengan tingkat inflasi pada dunia DeFi.
Namun tentu saja tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur. Koin yang kamu miliki saat ini pasokannya mungkin kecil, jika terus dicetak kelak jumlahnya akan menjamur..
Tingkat inflasi rendah merupakan pertanda bagus sebab secara teoritis artinya akan membuat nilai koinmu tidak terkikis.
Sayangnya, tidak ada angka pasti berapa tingkat inflasi yang dapat dikatakan rendah maupun tinggi. Kamu harus membandingkannya dengan metrik lain juga ya, Sobat Cuan!
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Proyek The Otherside adalah game online berbasis role-playing yang bisa dimainkan oleh banyak pemain.
The Otherside tersambung dengan ekosistem BAYC dan bekerja sama dengan Animoca Brands dan Improbable, serta ditenagai oleh ApeCoin (APE).
Game ini mengombinasikan aspek-aspek game online pada umumnya dengan dunia virtual berbasis Web3. Karena sifat tersebut, pemainnya bisa menciptakan dunianya sendiri sementara NFT yang mereka miliki bisa menjadi karakter yang dapat dimainkan. Serunya lagi, ribuan pemain bisa bermain game ini di waktu yang bersamaan!
Keunikan The Otherside terletak dari sisi pengalaman interoperabilitasnya. Dengan kata lain, game ini memungkinkan pemain di dalamnya untuk bisa berpindah dari satu metaverse ke metaverse lainnya. Hasilnya, The Otherside akan menjadi sebuah game “terbuka” di mana pemainnya bisa memboyong karakter NFT dari jagat metaverse lain, seperti Cool Cats dan World of Women, ke dalamnya.
Yuga Labs sendiri belum mengumumkan detail lebih lanjut terkait game tersebut. Namun, Sobat Cuan bisa menengok beberapa teaser mengenai game The Otherside di bawah ini:
Teknologi M2 milik Improbable akan mendukung fitur multi-pemain di game The Otherside.
The Otherside akan memiliki fitur chat suara.
Game ini digadang bisa mengelola 500 juta operasi per detik. Kini, Yuga Labs berharap bisa menyelesaikan masalah bandwidth jaringannya.
Game The Otherside didukung oleh rekayasa buatan.
APE akan menjadi mata uang utama di metaverse The Otherside. Selain itu, game ini juga akan ditautkan langsung dengan ekosistem ApeCoin.
Mengingat rekam jejak inovasi Yuga Labs yang sukses, plus dukungan pendanaan kuat dari firma modal ventura Andreessen Horowitz (a16z), banyak yang beranggapan bahwa The Otherside akan menjadi proyek metaverse terdepan di masa mendatang.
Mengenal Pengembang The Otherside
Seperti yang telah disinggung di atas, Yuga Labs bekerja sama dengan Animoca Brands dan Improbable untuk mengembangkan The Otherside. Seperti apa profil masing-masing mitra Yuga Labs tersebut?
Animoca Brands
Animoca Brands adalah pengembang hiburan digital, blockchain, dan game yang berfokus menghormati hak-hak properti digital dan berkeinginan menjadi pelaku penting dalam pengembangan interoperabilitas antar metaverse.
Perusahaan berhasil mengembangkan dan merilis serangkaian proyek sukses seperti token REVV dan SAND, yang berkaitan dengan game The Sandbox, Crazy Kings, dan Crazy Defense Heroes. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan properti intelektual beken seperti Disney, WWE, Snoop Dogg, The Walking Dead, hingga MotoGP.
Pada 2021, Animoca Brands memenangkan penghargaan Deloitte Tech Fast dan masuk ke jajaran perusahaan dengan pertumbuhan tertinggi di Asia Pasifik versi Financial Times.
Improbable
Improbable adalah perusahaan teknologi metaverse asal Inggris yang mempelopori dan mencari cara bagi manusia untuk bisa terhubung, bermain, dan menciptakan nilai dari dunia virtual yang saling terhubung.
Selama hampir satu dekade terakhir, Improbable telah mendobrak batas dari segi infrastruktur dunia virtual dan mengembangkan pemahaman mendalam tentang ekosistem game dan hiburan serta kekuatan pasar yang berada di baliknya.
Mengenal Jagat Game Otherside
Sobat Cuan sudah mengenal latar belakang dari game The Otherside. Namun, seperti apa sih isi dari permainan tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut!
Otherdeed
The Otherside merupakan sebuah dunia yang terdiri dari setengah galaksi dan setengah kepulauan.
Nah, di kepulauan tersebut, Sobat Cuan bisa menemukan lima jenis lingkungan, yakni rawa-rawa biogenic, lendir kimia (chemical goo), pelangi atmos, semesta mimpi (cosmic dream), dan dataran tanpa batas (infinite expanse). Nantinya, kamu bisa membangun kediamanmu di salah satu lingkungan tersebut.
Hanya saja, Sobat Cuan harus membutuhkan Otherdeed sebagai “kunci masuk” menuju ke dunia unik tersebut,
Otherdeed sendiri adalah NFT dinamis yang dibangun di atas kumpulan seluruh elemen di dalam Otherside. Sehingga, alih-alih bersifat statis dan hanya mewakili lahan yang kamu miliki di The Otherside, bentuk NFT Otherdeed akan terus berevolusi mengikuti seluruh aktivitas yang kamu lakukan di jagat tersebut.
Dengan bermodalkan Otherdeed, kamu bisa menemukan harta karun dan artefak berkekuatan tinggi di jagat Otherside. Selain itu, menggunakan Otherdeed, kamu bisa berpartisipasi dalam membangun dan mengujicobakan bentuk final dari desain atau pengalaman game terbaru. Dengan kata lain, Otherdeed memegang peranan penting dalam membangun metaverse The Otherside.
The Otherside sendiri berisikan 200.000 kavling tanah yang unik, di mana 100.000 di antaranya dalam bentuk NFT Otherdeed sudah dirilis pada 30 April 2022 dengan total penjualan US$320 juta. Berikut alokasinya.
Koda
Koda adalah wujud awal berparas imut yang mengantarkan kamu ke dunia The Otherside.
Kamu mungkin tidak paham alasan mengapa Koda membawamu ke jagat metaverse tersebut. Tapi, jika kamu cukup beruntung berpapasan seorang Koda, maka yang perlu kamu lakukan adalah berjalan pelan-pelan di dekatnya!
Sumber Daya
Setiap jengkal tanah di The Otherside mengandung hingga empat sumber daya yang dapat diperbarui jika Sobat Cuan mampu mengelola dan memanfaatkannya.
Adapun empat sumber daya tersebut terdiri dari Anima, Ore, Shard, dan Root. Beberapa di antaranya bersifat langka, sementara lainnya punya suplai yang “cukup”. Sumber daya ini adalah bahan baku yang perlu kamu gunakan untuk membentuk dunia sesuai yang kamu inginkan.
Artefak
The Otherside berisikan objek-objek langka, di mana beberapanya tidak bisa diciptakan secara sengaja. Makanya, ketika kamu menemukan artefak, maka kamu perlu menyimpannya karena siapa tahu ia menyimpan rahasia terkait The Otherside yang belum kamu ketahui.
Peta Jalan Game The Otherside
Setelah mengenal komponen-komponen game The Otherside, Sobat Cuan akan mendapat gambaran singkat mengenai langkah demi langkah perjalananmu di game tersebut.
1. First Trip
Dalam tahap ini, pemain, alias Voyagers, akan diperkenalkan tentang demo game The Otherside. Pemain juga bisa memanfaatkan tahap ini sebagai kesempatan utama untuk mengeksplorasi jagat The Otherside dan merencanakan langkah selanjutnya.
2. The Codex
The Otherside Codex adalah dokumen berjalan yang kamu tulis bersama Voyagers lainnya. Dalam dokumen ini, Sobat Cuan bisa belajar mengenai cara menghubungkan lahan-lahan yang kamu miliki dan lainnya.
Ingat, keputusan yang kamu buat di dokumen ini akan menentukan peluang dan risiko bagi masa depan The Otherside.
3. Pertemuan dengan Koda
Pada tahap ini, kamu akan merasakan gempa bumi yang menggoncang semesta. Gempa tersebut akan membawamu ke bayangan tentang masa lalu Koda dan kesempatan bagi Voyagers untuk melepaskan Otherdeed.
Namun, kemana perginya Koda dan artefak-artefak yang mereka miliki? Nah, di sini kamu harus menentukan pilihan perjalanan berikutnya.
4. The Growth
Tanah-tanah di The Otherside mulai menampakkan tanda kehidupan dan menghasilkan sumber daya. Hanya saja, kedamaian itu diganggu oleh makhluk-makhluk asing yang berniat merusaknya.
5. The Agora
Dalam fase ini, Voyagers berkumpul untuk menjual, membeli, dan menukarkan barang-barang yang sekiranya mereka butuhkan untuk hidup di The Otherside.
Mereka juga bisa menciptakan barang-barang baru dari bahan baku yang tersedia dengan berkolaborasi bersama Voyager lainnya.
6. The Dream
Sebuah mesin permainan tiba-tiba muncul di tengah-tengah rawa biogenic. Manfaatkan kondisi ini agar kamu dapat hadiah yang menarik!
7. The Choice
Pada tahap ini, seluruh lahan-lahan di The Otherside sudah aktif dan bisa dimiliki Voyagers. Kamu pun harus menentukan satu dari lima jagat The Otherside untuk bermukim.
8. The Settling
Voyagers mulai mengumpulkan sumber daya dan menciptakan benda-benda dan bangunan untuk mengisi lahan yang mereka miliki.
9. The Toolkit
The Otherside membuka kesempatan baru bagi kamu! Apakah itu? Mainkan game-nya untuk mengetahuinya lebih lanjut.
10. The Aeronauts
Sebagian besar kancah The Otherside masih terselubung misteri. Kini saatnya Voyagers untuk mengeksplorasinya!
11. The Rift
Langit di atas dunia The Otherside tiba-tiba memunculkan retakan. Artinya, Voyagers diperkenankan untuk mengeksplorasinya! Voyagers diperkenankan untuk memilih stats dan skills awal sebelum melakukannya.
ApeCoin (APE) adalah token utilitas dan tata kelola yang dikembangkan Yuga Labs dan bertujuan menjadi mata uang kancah Web3 dan Metaverse, misalnya gaming, budaya, dan perdagangan, di masa depan.
Yuga Labs meluncurkan APE pada Maret 2022 dan langsung mendapat sambutan hangat dari komunitas kripto. Nah, popularitas itu sendiri tak terlepas dari ketenaran proyekNon-Fungible Token (NFT) paling hits, Bored Ape Yacht Club (BAYC), yang juga merupakan proyek lain dari Yuga Labs.
Adapun penjelasan lengkap soal BAYC bisa kamu baca di sini ya, Sobat Cuan!
Pada saat peluncuran APE, Yuga Labs mengatakan bahwa token tersebut akan menjadi token utama dari ekosistem BAYC plus proyek-proyek Yuga Labs lainnya seperti Otherside Metaverse dan produk serta jasa besutan Yuga Labs ke depan. Konsep ini mirip seperti kegunaan token SAND di jaringan Sandbox dan AXS di Axie Infinity.
APE dimiliki dan dioperasikan oleh ApeCoin DAO, sebuah organisasi terdesentralisasi yang memungkinkan anggotanya untuk menentukan tata kelola dan pendanaan ekosistem Yuga Labs ke depan.
ApeCoin DAO sendiri disokong oleh Ape Foundation, sebuah badan yang didekasikan sebagai “badan tertinggi” dari ApeCoin dan mengesahkan segala keputusan yang disepakati komunitas ApeCoin DAO.
Mereka yang membeli dan menggenggam APE otomatis sudah memenuhi syarat untuk menjadi anggota ApeCoin DAO. Oleh karenanya, pemilik APE bisa menggunakan tokennya sebagai “surat suara” untuk menentukan tata kelola, pengembangan berikutnya, dan masa depan ekosistem Yuga Labs.
Lebih pentingnya lagi, pemilik APE berkesempatan untuk meloloskan ide-ide anyar dan revolusioner, yang bisa mengantar lebih banyak lagi produk budaya ke dalam jagat metaverse. Hal ini seharusnya tak mengherankan, mengingat kancah Web3 kini sudah dijejali dengan produk budaya seperti seni, gaming, hiburan, dan events.
Apa Kegunaan ApeCoin?
Seperti yang telah disinggung di atas, APE berguna sebagai “surat suara” dalam menentukan tata kelola jaringan ke depan. Selain itu, APE adalah token yang bisa digunakan di proyek-proyek Yuga Labs ke depan.
Kendati demikian, Yuga Labs ternyata punya misi besar bagi APE: Menjadi mata uang utama di kancah ekonomi metaverse. Dengan kata lain, Yuga Labs berharap bahwa APE tak hanya digunakan sebagai alat pembayaran di ekosistemnya semata, namun juga aplikasi Web3 lainnya.
Yuga Labs sejatinya sudah menaruh batu pijakan demi mencapai tujuan tersebut. Sebagai contoh, game play-to-earn yang dikembangkan Animoca Brands, Benji Bananas, kini telah mengadopsi APE sebagai mata uang utama di dalam permainan tersebut.
Kemudian, pada 16 Maret 2022, pengembang game nWayPlay juga mengumumkan akan menggunakan APE di game play-to-earn terbarunya yang didasarkan atas BAYC.
Di samping itu, terdapat pula bukti tentang kegunaan APE di dunia “nyata”, misalnya:
Majalah Time mengatakan bakal menerima APE sebagai alat pembayaran resmi bagi jasa langganan digitalnya.
Rapper Snoop Dogg dan Wiz Khalifa telah merilis delapan lagu bersama yang bisa dibeli dengan APE.
Komplek properti E11even di Miami, AS, menerima pembayaran kondominium dalam mata uang APE.
Produsen bir asal Florida, AS, Saltwater Brewery, memberikan diskon 50% bagi pelanggan yang membeli produk-produknya menggunakan APE.
Mengenal Struktur Tata Kelola ApeCoin
Sebelumnya, Sobat Cuan tentu sudah menyimak pihak-pihak yang terlibat dalam operasional APE, seperti ApeCoin DAO, Ape Foundation, dan lainnya. Namun, seperti apa peran-peran mereka secara detail? Berikut penjelasannya!
1. ApeCoin DAO
ApeCoin DAO hadir karena sistem tata kelola yang terdesentralisasi adalah faktor penting untuk membangun dan mengelola komunitas global yang tersebar sporadis.
Melalui DAO ini, anggota ApeCoin DAO bisa menaruh suara terkait keputusan pendanaan ekosistem ApeCoin, aturan di jaringan, dan proyek-proyek serta kemitraan ke depan, yang umumnya termuat di dalam APE Improvement Proposal.
2. APE Foundation
The Ape Foundation adalah lembaga penjamin yang berada di jaringan ApeCoin. Ia bukanlah lembaga pengawas, namun badan yang memfasilitasi tata kelola terdesentralisasi yang sebelumnya sudah disepakati komunitas dan menjamin kesinambungan sistem terdesentralisasi di jaringan tersebut.
Oleh karenanya, APE Foundation memiliki tugas untuk mengesahkan seluruh keputusan yang dibuat oleh ApeCoin DAO.
Selain itu, lembaga ini juga bertanggung jawab untuk melaksanakan administrasi sehari-hari, manajemen proyek, dan tugas lain yang memastikan bahwa ide-ide komunitas DAO bisa berubah menjadi kenyataan.
Di samping itu, APE Foundation juga bertanggung jawab mengelola dana ekosistem dan membayar pengeluaran lainnya sesuai instruksi ApeCoin DAO. Tak ketinggalan, APE Foundation juga menyediakan infrastruktur bagi penggenggam ApeCoin untuk berkolaborasi melalui proses tata kelola yang terbuka dan tanpa hambatan.
3. Dewan APE Foundation
Dewan APE Foundation adalah dewan khsusus yang mengawasi seluruh operasional dan tata kelola di APE Foundation. Lembaga ini bertugas sebagai pengesah akhir dari segala proposal DAO, pengkaji seluruh proposal pengembangan jaringan ke depan, dan menyediakan visi kepada komunitas.
Anggota Dewan APE Foundation punya masa jabatan selama enam bulan. Setelahnya, anggota DAO akan memungut suara demi mencari anggota baru.
4. Yuga Labs
Yuga Labs, pengembang Apecoin, adalah perusahaan Web3 dan blockchain yang fokus mengembangkan NFT dan benda-benda koleksi digital melalui pendekatan penceritaan, pengalaman, dan komunitas. Dalam ekosistem Yuga, penggemar dan pemain dianggap sebagai pemilik sekaligus creator.
Yuga Labs didirikan oleh Wylie Aronow dan Greg Solano di 2021 dan telah menggaet pendanaan total US$4 miliar per Juni 2022 dari firma modal ventura kripto top sejagat, Andreessen Horowitz (a16), Coinbase, dan Friendly Trading.
Proyek terkenal Yuga Labs adalah BAYC, satu koleksi berisikan 10.000 karya seni NFT menggambarkan kera-kera berekspresi bete. Perusahaan mulai menjajakan NFT BAYC di April 2021 dan kini menjelma sebagai salah satu proyek NFT paling berharga dari sisi kapitalisasi pasar.
Di samping itu, Yuga Labs juga membeli alamat IP dari sang pionir proyek NFT,CryptoPunks, dan Meebits.
Meski mengembangkan ApeCoin, namun Yuga Labs tak serta merta mengelolanya secara langsung. Malahan, tata kelola ApeCoin diserahakan ke ApeCoin DAO. Apa dugaan alasannya?
Dikotomi tersebut merupakan buah pikiran dari William Hinman, mantan pejabat otoritas pasar modal AS (Security and Exchange Commission/SEC) yang kini menjadi petinggi a16z. Ia berpendapat bahwa lembaga terdesentralisasi bisa menerbitkan token secara bebas tanpa harus mendaftarkannya ke SEC asal lembaga tersebut benar-benar terdesentralisasi. Nah, dalam konteks ekosistem ApeCoin, ApeCoin DAO adalah lembaga terdesentralisasi, sementara Yuga Labs tidak memiliki sifat yang dimaksud.
APE bertujuan untuk menjadi mata uang utama ekonomi Web3 dan metaverse, sehingga ia tak boleh punya sangkut paut terhadap proyek Web3 atau metaverse lainnya.
Aspek Tokenomics ApeCoin
APE memiliki total suplai terbatas sebesar 1 miliar keping di dunia ini. Dengan kata lain, sang pengembang tidak akan menambah pasokannya atau membakarnya, sehingga jumlahnya bakal terbilang 1 miliar keping selamanya.
Berikut adalah rincian alokasi APE.
Meski suplainya terbatas, APE belum seluruhnya beredar di surkulasi. Ini terjadi lantaran konsep “penguncian token” sehingga jumlah suplai sesungguhnya terdilusi dan membuat suplai APE seolah-olah terlihat lebih besar.
Sebagai contoh, Yuga Labs, pihak-pihak yang membantu peluncuran APE, dan pendiri BAYC wajib mengunci tokennya selama setahun. Adapun, seluruh suplai APE rencananya bakal sepenuhnya beredar pada 2026.
Kekuatan dan Kritik Atas ApeCoin
Kekuatan
Yuga Labs punya pendanaan kuat dan kini valuasinya bertengger di US$4 miliar.
APE terhubung dengan BAYC, proyek dan komunitas NFT paling besar dan berharga.
Rekam jejak Yuga Labs dalam mengembangkan proyek kripto sudah teruji.
BAYC adalah NFT pertama yang masuk di skena arus utama. Sehingga, APE punya peluang untuk menjadi mata uang utama Web3 dan metaverse.
Yuga Labs adalah perusahaan pionir yang fokus mengembangkan proyek-proyek metaverse lintas jaringan.
Kritik
Nilai pasokannya terdilusi.
Daya guna yang terbatas. Sebab, APE saat ini masih dikenal sebagai token tata kelola namun belum punya manfaat utilitas yang pasti.
Reputasi proyek Yuga Labs ternoda setelah proyek Yuga Labs lainnya, Otherside Land, menyebabkan kekacauan di jaringan Ethereum dan menyebabkan jaringannya tak bisa digunakan selama beberapa jam.
Lebih lanjut, ekosistem APE kini mengembangkan sebuah metaverse anyar bernama The Otherside. Yuk, simak selengkapnya di sini!
Menjajal peruntungan di pasar derivatif atau future trading memang ngeri-ngeri sedap, Sobat Cuan. Sebab, kamu bisa saja cuan banyak atau boncos seketika.
Tanpa persiapan yang baik dan tips trading yang benar, langkah ini sangat berisiko dan bikin kamu buntung. Tapi, kalau kamu siap mempelajari dinamika pasarnya, kamu sangat mungkin cuan dan jadi sultan dalam semalam. Seperti biasa, besar risiko memang sepadan dengan peluang keuntungannya!
Apa kamu berminat untuk mencoba? Pahami dulu tips trading di pasar derivatif ini ya.
Sebelum membahas lebih jauh, kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan future trading. Berbeda dengan pasar saham yang memperdagangkan instrumen kepemilikan perusahaan (alias saham), pasar future menjadikan kontrak sebagai komoditas utama.
Contohnya begini. Jika kamu membeli kontrak atas 100 kg emas, kamu punya kendali atas emas tersebut. Termasuk jika harganya bergerak naik maupun turun dibanding harga ketika kamu membeli kontrak.
Pergerakan harga inilah yang menjadi penentu apakah kamu cuan atau malah boncos. Makanya kamu perlu up to date mengenai harga komoditas terkini dan isu-isu yang memengaruhinya.
Selain itu, tiap kontrak dari komoditas yang diperdagangkan di pasar derivatif pasti memiliki keunikan. Kamu harus memahami betul isi kontrak dan dinamika pasarnya sekaligus.
Hmm terdengar rumit, ya Sobat Cuan. Tapi, masihkah kamu tertarik? Kamu perlu menanyakannya lagi sebelum melangkah. Jika tetap tertarik, kamu bisa mulai mempelajari pola transaksi di Jakarta Future Exchange. Sebelumnya, kita simak lebih jauh yuk tipsnya.
Kalah atau Menang di Pasar Future itu Biasa
Perusahaan besar dan trader profesional menggunakan pasar derivatif untuk mengamankan posisi tawarnya atas suatu komoditas atau kontrak kerja.
Misalnya saja, perusahaan penerbangan menggunakan kontrak lindung nilai agar fluktuasi harga minyak dunia tidak terlalu mempengaruhi profitabilitas perusahaannya.
Mereka tahu betul apa yang dilakukannya dengan kontrak-kontrak yang diperdagangkan di pasar derivatif. Sementara kamu sebagai trader pemula yang masuk ke arena tersebut seolah berjudi di antara celah kontrak untuk mengambil keuntungan.
Kamu bisa saja menang. Sebab, kontrak-kontrak itu pasti punya celah cuan. Namun, kamu harus disiplin dan menyiapkan modal yang banyak untuk itu. Tak heran jika banyak trader kecewa dan merugi banyak di pasar ini.
Tips Trading di Pasar Future
Ada tiga kunci utama untuk bisa sukses di future trading. Ketiganya tidak mungkin dapat dikuasai dalam semalam. Sehingga, kamu harus sabar dan punya banyak modal. Tapi tenang saja, hasilnya bisa sepadan.
Sebelum semakin penasaran, kamu perlu menyimak satu persatu dulu ya.
1. Temukan Proses Trading yang Sukses
Kamu harus menemukan proses trading yang bisa sukses dilakukan di pasar derivatif. Ingat baik-baik bahwa yang kamu lakukan adalah bertaruh di pasar derivatif melawan tren dan orang-orang berpengalaman.
Kamu memerlukan strategi jitu yang teruji untuk menang. Tanyakan pada dirimu, apakah kamu ingin fokus pada perdagangan jangka pendek atau jangka panjang? Bagaimana kamu menganalisis tren? Apa kamu punya proses trading yang bisa dijadikan contoh atau pengetahuan khusus yang menguntungkan?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan membawamu pada skema strategi yang harus kamu ikuti dengan disiplin. Kamu harus mempertimbangkan matang-matang tiap langkah yang kamu ambil.
2. Manajemen Keuangan
Mengelola uangmu dengan baik adalah teknik yang akan membuatmu bisa bertahan lama di permainan ini.
Bukan hanya modal, kamu juga harus memperhitungkan berapa uang yang akan kamu pertaruhkan. Selain itu, kamu juga harus mempertanyakan apakah uang yang kamu keluarkan akan menghasilkan cuan yang sepadan?
Tiap trader punya selera risiko yang berbeda, entah itu konservatif ataupun agresif. Keduanya sama-sama baik dan buruk tergantung bagaimana kamu mengelola risiko atas pilihanmu.
Terakhir dan yang terpenting, kamu harus punya teknik mereduksi risiko yang bisa bekerja dengan baik. Pikirkan dengan matang bagaimana kamu memposisikan pertaruhan dan di titik mana kamu akan memutuskan untuk stop loss. Kadang, trader paling ulung sekalipun bisa terjatuh karena lalai untuk melakukan hal-hal tersebut.
Mengontrol emosi adalah yang terpenting. Tiap kali kamu terprovokasi, saat itulah kamu bisa memastikan bahwa kamu akan kalah.
Kamu mungkin akan terprovokasi oleh perasaan takut, cemas dan serakah. Ini adalah hal normal yang umum terjadi pada setiap trader. Tapi kamu harus bisa mengendalikannya dengan baik agar tetap logis mengambil keputusan.
Jika kamu merasa bahwa emosimu sedang mengambil alih, sebaiknya kamu harus berhenti sebelum terlambat.
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Protokol NEAR adalah jaringan blockchain lapis 1 berbasis algoritma konsensus Proof of Stake yang bertujuan ingin menyaingi Ethereum dari segi manfaat, penggunaan teknologi smart contract, dan skalabilitasnya.
Jaringan NEAR dibangun oleh mantan insinyur piranti lunak Microsoft Alex Skidanov dan mantan pegawai Google Illia Polosukhin. Keduanya bertemu 2018 lalu di program akselerator perusahaan rintisan bernama Y Combinator, sebuah program yang terkenal sebagai ajang tumbuhnya bibit proyek-proyek besar di kancah teknologi dan kripto seperti Coinbase, Dropbox, Airbnb, Filecoin, dan Reddit.
Keduanya menciptakan jaringan NEAR untuk memecahkan masalah skalabilitas transaksi dan tingginya biaya transaksi, dua perkara yang terjadi di platform smart contract Ethereum.
Asal tahu saja, jaringan Ethereum kini mengalami kemandekan proses transaksi dan tingginya biaya transaksi lantaran lalu lintas transaksinya cukup padat. Kondisi tersebut sejatinya lumrah saja, mengingat arus transaksi di satu jaringan blockchain tentu akan semakin sesak seiring pertumbuhan jumlah penggunanya.
Namun permasalahannya, komunitas kripto selalu membutuhkan jaringan Ethereum untuk menciptakan aplikasi terdesentralisasi atau sekadar menciptakan Non-Fungible Token (NFT). Makanya, sebagai imbasnya, banyak platform smart contract lain yang menjamur dan mengklaim sebagai jaringan alternatif Ethereum, atau lebih umum dikenal sebagai “pembunuh Ethereum”, salah satunya adalah protokol NEAR.
Untuk mencapai skalabilitas dan biaya transaksi yang mumpuni, NEAR menggunakan sebuah teknologi unik bernama Nightshade dan mekanisme penciptaan blok transaksi baru bernama Doomslug.
Kedua teknologi ini memungkinkan jaringan untuk memproses 100.000 transaksi per detik dan bahkan menghasilkan biaya transaksi yang sangat rendah. Saking rendahnya, biaya transaksi di jaringan NEAR bahkan menggunakan satuan tersendiri yang disebut Yocto.
Di samping itu, jaringan juga memanfaatkan jaringan jembatan bernama Rainbow Bridge dan lapisan 2 blockchain bernama Aurora agar penggunanya bisa melakukan interoperabilitas jaringan NEAR dengan jaringan Ethereum.
Prinsip Desain Protokol NEAR
Sejak awal, sang pengembang berpegang teguh pada prinsip-prinsip berikut ketika merancang jaringan NEAR agar manfaat ekonominya bisa terus berkembang seiring waktu.
Kebermanfaatan. Dalam hal ini, pengguna dan pengembang harus membayar tarif yang konsisten ketika memanfaatkan jaringan NEAR dan menyimpan data dengan abadi di dalamnya.
Skalabilitas. Jaringan NEAR harus memiliki skala ekonomis yang masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan.
Teknologi dibangun bagi manusia. Setiap orang harus dapat mengoperasikan setiap komponen dalam sistem NEAR semudah mungkin agar protokol dapat dimanfaatkan secara massal.
Desentralisasi berkelanjutan. Protokol harus memastikan bahwa pengguna menghadapi hambatan-hambatan seminimal mungkin dalam menggunakan teknologi NEAR agar penggunanya semakin banyak. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada satu kelompok pengguna tertentu yang mengendalikan jaringan di masa depan.
Cara Kerja Teknologi NEAR
Seperti yang telah disinggung di atas, jaringan NEAR mampu memproses 100.000 transaksi per detik dengan biaya yang sangat efisien. Namun, bagaimana cara jaringan melakukan hal tersebut?
Nah, dalam hal ini, protokol NEAR memanfaatkan satu mekanisme penyimpanan data yang disebut dengan Sharding.
Secara sederhana, Sharding adalah proses pemecahan satu blockchain menjadi bagian-bagian yang berukuran lebih kecil (shards).
Jaringan kemudian menyimpan shards tersebut di komputer-komputer (nodes) yang berbeda-beda. Nah, dengan hal ini, maka beban komputasi di masing-masing node dapat berkurang signifikan, sehingga jaringan bisa memproses transaksi berukuran raksasa dengan mudah.
Mekanisme ini sangat berbeda dari kebanyakan blockchain.
Pada blockchain lain, masing-masing node yang terlibat dalam validasi transaksi wajib menyalin data historis seluruh transaksi yang pernah tercatat di jaringan tersebut. Sementara itu, dengan Sharding, maka masing-masing node bisa berfungsi tanpa harus menyimpan data jumbo yang dimaksud.
Mekanisme Sharding sejatinya sudah digunakan oleh jaringan blockchain lain meski pemanfaatannya masih terbilang baru. Adapun salah satu jaringan yang bakal menggunakan mekanisme Sharding adalah Ethereum di dalam upgrade jaringan Ethereum 2.0.
Menjelajahi Nightshade Sharding
Jaringan NEAR sendiri melakukan Sharding dengan teknologi yang disebut dengan Nightshade Sharding. Apakah itu?
Teknologi Nightshade adalah salah satu variasi teknik Sharding yang memungkinkan satu validator transaksi untuk memproses transaksi secara paralel dengan proses yang dilakukan validator lainnya. Imbasnya, kecepatan dan kapasitas transaksi di dalam blockchain akan menjadi optimal.
Shards di dalam Nightshade akan menghasilkan chunk, yakni satu keping catatan validasi yang akan tercatat di blok transaksi berikutnya. Chunk-chunk tersebut kemudian akan diproses dan disimpan di dalam blockchain utama NEAR sebelum nantinya melalui tahap finalisasi validasi akhir.
Agar Sobat Cuan mudah memahami mekanisme teknologi ini, mari bayangkan sebuah persimpangan jalan.
Anggaplah setiap jalan yang menuju satu persimpangan, misal pertigaan atau perempatan, sebagai shards, sementara persimpangannya sendiri diibaratkan seperti jaringan utama NEAR. Mengambil analogi tersebut, maka seluruh shards itu pada akhirnya akan bergabung dengan shards lainnya untuk membentuk satu validasi transaksi secara utuh.
Teknologi ini sebenarnya mirip dengan jaringan Harmony. Namun bedanya, shards di jaringan Harmony tidak mampu menghasilkan chunk layaknya di protokol NEAR.
Lebih lanjut, jumlah shards yang dipecah jaringan sangat tergantung dengan kondisi lalu lintas jaringan. Jumlah shards akan bejibun jika kapasitas jaringan NEAR berada dalam kapasitas maksimal, begitu pun sebaliknya. Namun, jika jumlah shards semakin banyak, maka proses transaksi bisa jadi lebih cepat dan biaya transaksi bakal semakin efisien.
Selain meningkatkan aspek skalabilitas jaringan, Nightshade juga berfungsi untuk meningkatkan aspek keamanan jaringan. Ini lantaran masing-masing validator hanya bertanggung jawab atas shards yang mereka proses semata.
Mengenal Teknologi Aurora
Di samping Nightshade sharding, jaringan NEAR juga memiliki dua teknologi yang menjembataninya dengan jaringan Ethereum, yakni Aurora dan Rainbow Bridge.
Aurora adalah jaringan blockchain lapis 2 milik protokol NEAR yang memungkinkan pengembang untuk mengoperasikan aplikasi terdesentralisasi Ethereum di jaringan NEAR.
Dengan kata lain, melalui jaringan ini, pengembang bisa memanfaatkan proses transaksi cepat dan biaya transaksi rendah milik jaringan NEAR sembari memanfaatkan kemudahan operasi dan rimbunnya jejaring aplikasi milik Ethereum di saat yang bersamaan.
NEAR mengklaim bahwa Aurora bisa menampung ribuan transaksi per detik dan mengonfirmasi satu blok transaksi dalam dua detik saja. Keunggulan itu pun tak lepas dari dua teknologi yang membentuk Aurora, yakni Aurora Bridge dan Aurora Engine.
Aurora Engine adalah Ethereum Virtual Machine (EVM) di dalam jaringan NEAR. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan seluruh perangkat Ethereum di jaringan NEAR. Dampaknya, pengembang bisa menggunakan protokol NEAR tanpa harus menghapus data aplikasi terdesentralisasinya di Ethereum dan capek-capek belajar mengoperasikan perangkat baru.
Mengenal Rainbow Bridge
Selain Aurora, terdapat pula Rainbow Bridge sebagai jaringan jembatan antara jaringan NEAR dengan Ethereum.
Rainbow Bridge adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengirim token ERC-20, stablecoins, wrapped tokens, dan NFT dari jaringan NEAR ke Ethereum dan sebaliknya. Sebagai dampaknya, pengguna dan pengembang bisa memanfaatkan biaya transaksi rendah dan pemrosesan jumlah transaksi besar yang terdapat di jaringan NEAR.
Aspek Tokenomics NEAR
Protokol NEAR memiliki satu token native bernama NEAR. Layaknya di dalam platform smart contract lainnya, token ini digunakan untuk:
Membayar biaya transaksi.
Membayar jasa penyimpanan data di jaringan. Asal tahu saja, aplikasi di jaringan NEAR harus membayar biaya sewa penyimpanan data. Namun, jaringan kemudian akan “membakar” sebagian token NEAR yang digunakan sebagai pembayaran jasa sewa penyimpanan data tersebut dan membuat suplai NEAR beredar menjadi susut.
Melakukan staking. Validator transaksi menerima imbalan dalam bentuk NEAR sebagai balas jasa karena telah membantu mempertahankan aspek keamanan jaringan. Selain itu, kolektor NEAR juga bisa menerima imbalan jika melakukan staking di dompetnya.
“Surat suara” untuk menentukan pengembangan jaringan di masa depan.
Protokol NEAR akan meningkatkan suplai tokennya dengan jumlah yang berbeda-beda setiap tahun sesuai tabel di bawah ini.
Berdasarkan jumlah transaksi per harinya saat ini, maka suplai token akan meningkat 5% per tahun. Sekitar 90% dari token-token baru tersebut akan menjadi milik validator, sementara sisanya akan masuk sebagai “uang kas” yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung pengembangan platform ke depan.
Meski biaya jaringan NEAR cukup rendah, nilai token NEAR sebenarnya bisa saja tidak mengalami inflasi selama volume transaksi jaringannya semakin menggembung antar waktu.
Sekadar informasi, inflasi NEAR bisa mencapai 0% jika jaringan memproses 1 miliar transaksi per hari. Bahkan, inflasi NEAR bisa menyentuh -2% jika jaringan memproses 2 miliar transaksi per hari.
Kelebihan dan Kelemahan Jaringan NEAR
Berikut adalah daftar kelemahan dan kelebihan jaringan NEAR.
Keunggulan
Punya Skalabilitas Besar. Jaringan NEAR memanfaatkan salah satu teknologi blockchain paling unggul sejagat. Terlebih, algoritma konsensus Proof of Stake milik jaringan sudah bersertifikasi karbon netral meski mampu memproses transaksi dalam jumlah masif dan menghasilkan biaya transaksi rendah.
Gampang Dioperasikan. Saking simpelnya operasi jaringan NEAR, konon mereka yang tak punya latar belakang teknologi blockchain bisa mengutak-atik protokol ini.
Ramah bagi Pengembang. 30% dari biaya transaksi dibayarkan ke pengembang smart contract. Selain itu, kerja mereka pun terbantu dengan teknologi seperti Rainbow Bridge dan Aurora. Bahkan, NEAR juga menyediakan kursus gratis bagi pengembang di NEAR University.
Idola investor. Jaringan NEAR telah menghimpun pendanaan US$20 juta dari beberapa firma modal ventura top seperti Andreessen Horowitz, Pantera Capital, Blockchain.com Ventures, Coinbase Ventures, Fundamental Labs, CoinFund dan Dragonfly Capital.
Kelemahan
Masih belum banyak aplikasi terdesentralisasi yang dikembangkan di dalamnya.
Pengembang membutuhkan waktu lama untuk memahami aspek-aspek operasi di jaringan yang tak terkait dengan protokol Ethereum.
35% dari suplai awal NEAR sebesar 1 miliar sudah dijual ke investor awal NEAR.
Token NEAR menghilang dari platform exchange besar seperti Coinbase dan FTX.
Contoh Anggota Ekosistem NEAR
Protokol NEAR memiliki komunitas pengembang yang punya pertumbuhan jumlah tercepat ketiga sejagat kripto. Makanya, akan sangat menarik jika Sobat Cuan menengok isi ekosistem NEAR saat ini.
Berikut adalah contoh-contoh proyek di jaringan NEAR yang berhasil menarik perhatian komunitas kripto secara umum.
1. Mintbase
Mintbase adalah platform global yang memungkinkan semua orang untuk mencetak NFT dengan gampang tanpa harus menjadi ahli NFT terlebih dulu.
Selain itu, pengguna juga bisa menjual atau menyewakan NFT-nya di Mintbase untuk menerima pendapatan komisi. Nah, karena karakteristik ini, Mintbase dianggap telah membawa angin segar di industri kripto. Potensi bisnisnya pun diharapkan terus berkembang seiring pesatnya pertumbuhan metaverse.
Sobat Cuan benar-benar bisa menciptakan jenis NFT apapun di platform ini. Sebagai contoh, jika kamu adalah seorang musisi, maka kamu bisa menciptakan musikmu dan kemudian mengubahnya ke dalam bentuk NFT di Mintbase.
Tadinya, Mintbase memiliki kediaman di jaringan Ethereum. Namun, Mintbase “pindah alamat” ke protokol NEAR setelah biaya transaksi Ethereum semakin mahal.
2. Flux
Flux adalah protokol terdesentralisasi dan bersifat terbuka yang memungkinkan pengembang untuk menjual apapun hasil karyanya secara harfiah.
Flux dibangun di atas jaringan NEAR lantaran skabalitas dan kemampuannya terbilang mumpuni untuk internet yang terbuka dan modern. NEAR juga menyediakan aspek keamanan yang cenderung unik dibanding jaringan lainnya.
3. Paras 2.0
Paras 2.0 bertujuan untuk menjadi lokapasar utama bagi benda-benda koleksi digital. Banyak pihak mengatakan, masa depan protokol NEAR bisa tercermin dari jenis barang-barang yang dijajakan di platform tersebut.
4. NEAR Crowd
NEAR Crowd mirip seperti situs pencari kerja sampingan. Artinya, pengguna bisa mencari dan melakukan kerja sampingan apapun dan dibayar dengan koin NEAR.
Banyak pihak mengaitkan platform ini sebagai contoh bahwa NEAR benar-benar serius menggarap ekosistemnya. Pasalnya, masyarakat bisa mendapatkan koin NEAR yang nantinya bisa mereka gunakan untuk “belanja” produk-produk yang berasal dari ekosistem NEAR lainnya.
Lantas, bagaimana cara NEAR melakukan hal ini? Alasan utamanya adalah teknologi smart contract.
Teknologi ini memungkinkan jaringan untuk menerbitkan pembayaran dan pengembalian dana secara otomatis. Sehingga, pengguna yang melakukan kerja sampingan tersebut akan mendapat kepastian terkait pembayaran imbalannya. Sementara itu, jaringan juga secara otomatis akan mengurangi saldo koin NEAR milik sang pemberi kerja jika mereka puas dengan hasil kerja pengguna NEAR Crowd.
Sebagai instrumen investasi yang relatif minim resiko, deposito adalah aset yang memang banyak dilirik oleh investor pemula. Hanya dengan menempatkan dana di bank, kamu sudah bisa menikmati cuan pasif setiap periodenya.
Namun, cuan yang kamu dambakan dari deposito tentu berpengaruh dengan produk deposito yang kamu pilih. Sehingga, kamu perlu mengamalkan tips memilih deposito secara tepat dan benar!
Lantas, seperti apa sih, tips memilih produk deposito yang benar dan bisa kamu amalkan sebelum nyemplung di investasi ini? Yuk, simak bersama!
Sebagaimana telah kamu ketahui, deposito adalah produk perbankan yang memberikan kamu margin lebih besar dibanding tabungan biasa. Tapi, kamu harus menaruh uangmu dalam jangka waktu tertentu di bank tersebut agar danamu bisa dikelola kembali.
Karena itu, memilih bank mana yang depositonya akan kamu beli adalah langkah awal yang penting.
Perhatikan reputasi bank yang jadi kandidatmu dengan seksama, jangan sampai tergiur pada iming-iming bunga tinggi dari bank tidak berintegritas yang mungkin bisa membuatmu kehilangan uangmu.
Di samping itu, kamu juga harus memastikan bahwa uangmu berada di tangan yang aman dan tepat. Pilihlah bank yang sudah memenuhi standar Bank Indonesia dan terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, pastikan bank yang kamu pilih dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hal diluar dugaan. Kamu juga harus memperhatikan margin dan besaran depositomu, jangan sampai melebihi jumlah yang ditanggung LPS.
Beberapa bank memberikan keleluasaan memilih jangka waktu deposito berkisar antara satu bulan hingga dua tahun tergantung pada kebutuhanmu. Biasanya, tenor yang tersedia antara lain satu bulan, tiga bulan, enam bulan, 9 bulan, 12 bulan dan 24 bulan.
Kamu perlu menganalisis dengan baik neraca keuanganmu dan menentukan tenor mana yang paling pas buatmu. Ingat, uang tersebut tidak likuid hingga akhir tenor depositomu. Jadi, kamu harus cermat memilih tenornya, ya, Sobat Cuan.
Jika bank yang kamu pilih memiliki opsi produk deposito on call kamu juga bisa mempertimbangkannya jika uangmu mungkin akan dibutuhkan sewaktu-waktu. Bank lain biasanya menerapkan penalti yang cukup besar jika kamu mencairkan deposito sebelum tenggang waktu.
3. Bandingkan Margin Deposito Antar Bank
Semua bank, baik swasta maupun milik pemerintah, menyediakan deposito dengan margin yang beragam. Margin atau bunga bisa ditentukan oleh banyak hal diantaranya suku bunga acuan, kondisi likuiditas bank, kebijakan pemerintah dan lain sebagainya.
Tidak ada salahnya untuk membuat perbandingan antara satu bank dengan yang lainnya. Kamu bisa memilih bank mana yang lebih menguntungkan buatmu sebelum mulai menginvestasikan dana “nganggur” yang kamu punya.
4. Perhatikan Biaya Fee, Pajak dan Penalti Deposito Kamu
Biasanya, kamu akan dikenakan beberapa biaya tambahan seperti bea materai dan pajak jika depositomu lebih dari Rp7,5 juta. Selain itu, kamu akan dikenakan penalti bila mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.
Perhatikan besarnya biaya-biaya ini pada masing-masing bank ya, Sobat Cuan. Jangan sampai margin kamu tergerus biaya admin terlalu banyak.
5. Fitur Tambahan buat Deposito
Beberapa bank menawarkan benefit berupa fitur tambahan yang mungkin akan memudahkanmu di masa depan. Fitur tersebut bisa berupa bunga yang ditransfer ke rekening maupun dijadikan jaminan kredit.
Kamu bisa menanyakan langsung fitur ini kepada customer service yang melayanimu saat akan membuka deposito. Kamu juga bisa menanyakan apakah ada opsi perpanjangan otomatis jika kamu belum membutuhkan uangmu saat telah jatuh tempo.
Itulah tips memilih deposito yang bisa kamu terapkan agar investasimu memenuhi harapan. Pastikan semua resiko dan keuntungan sudah kamu perhitungkan terlebih dulu sebelum berinvestasi ya, Sobat Cuan.
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
The Sandbox adalah dunia virtual berbasis komunitas yang terdesentralisasi dan terbuka bagi siapa saja.
Di dalam The Sandbox, pengguna bisa bersosialisasi dengan pengguna lain, menikmati kegiatan pengisi waktu senggang, berbisnis, dan menghadiri perhelatan secara daring.
Berbeda dengan platform dunia virtual pada umumnya, The Sandbox memfokuskan dirinya sebagai sarana “play-to-earn” yang mengombinasikan metaverse, gaming, dan platform berbagi konten dengan berbasis teknologi blockchain.
Dengan kata lain, alih-alih menjadi satu permainan dengan tema tunggal, jagat The Sandbox berisikan koleksi game-game dan pengalaman yang berbeda-beda. Namun, di saat yang bersamaan, The Sandbox juga memungkinkan penggunanya untuk menciptakan, memiliki, dan memonetisasi aset yang mereka miliki di metaverse.
Ya, di dalam The Sandbox, pengguna bisa membeli kavling properti (LAND) atau menciptakan aset (ASSET) di dalamnya untuk kemudian dimonetisasi atau disewakan ke pengguna lainnya.
Hal ini bisa terjadi karena The Sandbox memungkinkan penggunanya untuk menjadi pemilik sejati dua “benda” tersebut. Dalam hal ini, platform memanfaatkan jaringan Ethereum untuk merekam kepemilikan LAND dan ASSET melalui Non-Fungible Token (NFT).
Sementara itu, sang pengembang game, Animoca Brands, tidak memiliki wewenang untuk memiliki aset-aset tersebut meski mereka adalah pencipta metaverse The Sandbox.
Nah, karakteristik inilah yang membuat pengguna The Sandbox tak hanya menjadi pemain game semata, namun juga bertindak sebagai creator.
Oleh karenanya, tak heran jika banyak jenama kondang yang melakukan eksperimen pemasaran melalui jagat The Sandbox. Salah satunya adalah produsen pakaian olahraga Adidas yang meluncurkan versi metaverse-nya di platform The Sandbox.
Fakta uniknya, aspek estetika The Sandbox sekilas terlihat mirip dengan game daring populer Minecraft. Ini lantaran The Sandbox memang terinspirasi dari estetika voxels yang digunakan Minecraft.
Bagaimana The Sandbox Memungkinkan Penggunanya Untuk Berkreasi?
The Sandbox menyediakan tiga sarana bagi penggunanya agar mereka bisa bebas berinovasi menciptakan pengalaman gaming-nya tersendiri menggunakan LAND yang mereka miliki.
Tiga sarana itu terdiri dari:
VoxEdit
VoxEdit adalah aplikasi editor tiga dimensi yang memungkinkan penggunanya untuk menciptakan ASSET di The Sandbox.
Dengan menggunakan VoxEdit, pengguna bisa menciptakan gambar dan animasi berbasis grafis voxel dalam bentuk bangunan, avatar, peralatan, kendaraan, dan benda lainnya yang nantinya bisa diduplikasi dalam jumlah banyak.
Hal ini bisa terjadi karena hasil karya pengguna di VoxEdit nantinya bakal dikonversi ke dalam NFT berstandar ERC-1115.
Marketplace
Marketplace The Sandbox adalah wadah bagi antar pemain untuk bertransaksi barang, lokasi, hingga avatar. Selain itu, pengguna juga bisa memanfaatkan lokapasar ini untuk mengujicobakan permainan yang diciptakan oleh pengembang lainnya.
Game Maker
Game Maker adalah seperangkat peralatan yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan games tiga dimensi (3D) berbasis ASSET, yang mereka ciptakan atau beli di marketplace, di atas LAND yang mereka miliki.
Konon, aplikasi ini sangat mudah digunakan. Bahkan, creator game awam bisa memanfaatkan peralatan ini menggunakan templates yang sudah ada, sehingga mereka tak perlu punya pengetahuan coding yang mumpuni terlebih dulu untuk mengoperasikannya.
Mengenal 6 Token Penting The Sandbox
Aspek ekonomi dari The Sandbox terbilang cukup unik. Pasalnya, pengguna harus menggunakan enam token berbeda untuk menikmati segala fasilitas yang terdapat di jagat virtual tersebut. Apa saja keenam token yang dimaksud?
SAND
SAND adalah token utilitas dan mata uang resmi yang berlaku di jagat The Sandbox. Dengan kata lain, pengguna bisa menggunakan SAND sebagai alat tukar di segala transaksi yang berkaitan dengan game ini, seperti membeli LAND, ASSET, perlengkapan, dan mengubah karakter avatar.
Begitu pun sebaliknya. Pengguna juga bisa mendapatkan hadiah dalam bentuk SAND jika berhasil menyelesaikan misi-misi yang terdapat di dalam kumpulan permainan The Sandbox.
Lebih lanjut, pengguna juga bisa menggunakan token SAND sebagai “surat suara” saat voting untuk menentukan pengembangan jaringan ke depan dan mengambil keputusan penting di jaringan, misalnya menyepakati proposal peta jalan jaringan. Uniknya, pemilik SAND bisa mewakili suara untuk dirinya sendiri atau justru memilih mendelegasikan hak suaranya ke pemain lain sesuai keinginan mereka.
Tak ketinggalan, pengguna jika bisa meraih “pendapatan bunga” dalam token SAND baru jika mereka melakukan staking atas token SAND yang mereka miliki.
Menariknya, The Sandbox menerapkan free capture model dalam “memutar” token SAND. Dalam mekanisme ini, The Sandbox akan mengutip 5% dari seluruh total volume transaksi SAND dan kemudian mendistribusikan setengah di antaranya ke staking pool dan setengah sisanya ke badan yang disebut dengan Foundation.
Foundation merupakan sebuah lembaga di dalam The Sandbox yang bertugas memberikan dana bantuan bagi para pengembang agar mereka terpacu menciptakan konten dan games berkualitas apik di metaverse tersebut. Sehingga, semakin besar nilai transaksi SAND, maka semakin besar pula peluang Foundation untuk memberikan dana bantuan yang lebih jumbo bagi pengembang.
LAND
LAND adalah tanda bukti digital pengguna atas kepemilikan real estate yang terdapat di metaverse The Sandbox. Setiap LAND bersifat unik karena ia adalah token NFT berstandar ERC-721 di dalam blockchain Ethereum.
LAND merupakan salah satu komponen penting di dalam The Sandbox mengingat kegunaannya yang sangat beragam.
LAND memungkinkan desainer game dan pengembang untuk menciptakan pengalaman game-nya tersendiri, atau bahkan diorama, menggunakan ASSET yang mereka miliki. Dan seperti yang telah disinggung di atas, pengembang bisa menciptakan pengalaman game-nya sendiri menggunakan perangkat Game Maker.
Nantinya, pengembang bisa mendulang cuan dengan menyewakan LAND yang mereka miliki ke creator lain atau memonetisasinya untuk meraih cuan. Bahkan, pengguna bisa mengolaborasikan game miliknya di atas LAND dengan game milik creator lain.
Di sisi lain, pemain bisa bermain game atau menjelajahi diorama yang terdapat di LAND. Beberapa pengembang bahkan tidak memungut “tiket masuk” (free-to-play) jika pengguna ingin menikmati hasil karyanya. Sementara itu, sebagian lainnya memungut biaya bagi pemainnya.
Di samping itu, pemilik LAND juga bisa mengadakan kontes dan giveaways di atas LAND yang mereka miliki. Sebagai contoh, pemilik LAND bisa menghelat pertandingan di mana pemenangnya bisa mendapatkan ASSET langka dan token SAND.
Namun, jika Sobat Cuan ingin memperoleh LAND, maka kamu harus mendapatkannya dengan cepat. Sebab, suplai LAND The Sandbox terbatas, yakni hanya sebanyak 166.464 LAND saja
Sebanyak 74% dari jumlah tersebut, atau setara 123.840 LAND, tersedia untuk dijual. Kemudian, sebanyak 25.926 LAND akan digunakan sebagai cadangan yang bakal dibagikan ke mitra bisnis, creator, dan pemain sebagai rewards. Sementara itu, sisa 16.704 LAND akan menjadi properti pribadi milik The Sandbox.
Nah, karena suplainya yang terbatas, maka nilai token LAND bisa saja meningkat jika permintaannya membludak di masa depan.
Karakteristik Unik LAND
Terdapat beberapa karakteristik yang membuat LAND di The Sandbox bersifat unik.
Pertama, pengguna bisa menggabungkan beberapa LAND untuk membentuk ESTATES. Di masa depan, sekelompok pengguna bisa menggabungkan beberapa ESTATES untuk membentuk satu wilayah yang lebih luas yang disebut DISTRICTS.
Kedua, The Sandbox juga memiliki real estate spesial bernama Premium LAND. Kavling tersebut terbilang istimewa lantaran memiliki lokasi strategis, sehingga nilai ekonominya pun terbilang “premium”.
Premium LAND biasanya berlokasi di sekitar portal hub sosial atau di dekat gerai mitra-mitra The Sandbox. Akibatnya, premium LAND punya potensi untuk dilalui banyak pengguna yang datang melalui portal tersebut. Artinya, jika premium LAND ramai dilewati pengguna lain, maka potensi monetisasinya pun terbilang menggiurkan.
Di samping itu, semakin ramai kondisi lalu lintas di depan LAND, maka LAND tersebut juga bisa berpotensi menjadi tempat pemasangan iklan yang menjanjikan. Imbasnya, pemilik Premium LAND juga bisa memonetisasi propertinya dengan menyewakannya sebagai sarana periklanan.
Ketiga, pemilik LAND juga bisa turut serta menjadi bagian tata kelola metaverse The Sandbox. Mereka bisa menggunakan token LAND sebagai surat suara untuk menentukan pengembangan jaringan di masa depan.
Mereka juga bisa melakukan staking atas token LAND demi menerima pendapatan pasif dalam bentuk token SAND, atau bahkan mendapatkan token langka GEM dan CATALYST.
ASSET
Token ASSET adalah token dengan standar NFT ERC-1155 yang merupakan representasi digital atas seluruh barang-barang dan perlengkapan yang terdapat di jagat The Sandbox.
ASSET sendiri berfungsi sebagai “pemanis” agar pengguna semakin betah bermain game di atas LAND yang dimiliki para pengembang. Beberapa aset merupakan benda koleksi, sementara sebagian lainnya adalah benda-benda yang bisa dimonetisasi atau diperjualbelikan di Sandbox Marketplace.
Berikut adalah lima kategori token ASSET:
Entities. Token ASSET ini berfungsi membuat game menjadi lebih hidup. Makanya, token ASSET jenis ini biasanya berbentuk karakter game, misalnya NPC dalam bentuk manusia atau hewan-hewan mulai dari dinosaurus dan ayam.
Equipment. Token ASSET jenis ini berfungsi membantu pemain untuk menyelesaikan misi-misi di dalam game. Contoh token ASSET Equipment antara lain pedang, helm, tameng, dan sarung tangan.
Wearables. Ini merupakan token-token yang bisa membantu pengguna mengubah tampilan avatarnya, misalnya kemeja, celana jeans, topi, bahkan telinga kelinci.
Art. Ini adalah benda-benda yang berfungsi sebagai dekorasi visual sehingga game menjadi terlihat lebih menarik, misalnya adalah lukisan, patung, hingga landmark.
Blocks. Ini adalah benda-benda yang bisa mengubah tampilan atau latar dari sebuah games. Terdapat blocks yang bersifat biasa seperti air, lumpur, atau pasir. Namun, ada pula blocks yang lebih unik seperti air berwarna ungu dan lava berkilau.
GAME
Token GAME adalah gabungan antara ASSETS dan bahasa pemrograman yang bertujuan untuk menciptakan pengalaman game yang interaktif.
Untuk mengaktivasinya, pengguna harus menambahkan token GAME di atas token LAND ketika meracik game-nya di aplikasi Game Maker.
GEM & CATALYST
Dua token penting terakhir di The Sandbox adalah GEM dan CATALYST. Keduanya adalah token NFT berstandar ERC-20 yang menentukan nilai sebuah ASSET.
Misalnya, GEM digunakan untuk menambahkan keunikan dan aspek manfaat atas ASSET yang telah diciptakan. Semakin berguna dan semakin banyak fitur yang terdapat di dalam ASSET, maka semakin berharga pula nilai ASSET tersebut. Sekadar informasi, satu aset bisa memperoleh 25 fitur dari satu token GEM.
Sementara itu, token CATALYST menentukan tingkatan “banderol” dan kelangkaan suatu ASSET.
Saat ini, terdapat empat tingkatan ASSET yang terdiri dari Common, Rare, Epic, dan Legendary. Nah, tingkatan tersebut sangat tergantung dari token CATALYST dan jumlah atribusinya yang terdapat di dalam satu ASSET.
Pengembang bisa menggunakan token GEM dan CATALYST setelah menciptakan ASSET di perangkat VoxEdit.
Kelebihan dan Kekurangan The Sandbox
Berikut adalah keunggulan utama dari The Sandbox
Jaringan kerja sama yang luas. Sejauh ini, The Sandbox telah bermitra dengan 165 jenama terkenal seperti Atari, The Walking Dead, Deadmau5, dan Snopp Dogg.
The Sandbox merupakan salah satu pentolan metaverse berbasis blockchain dan memiliki nilai penjualan lahan sekaligus nilai kapitalisasi pasar yang jumbo.
The Sandbox mudah dioperasikan baik oleh pemain maupun pengembang.
Suplai LAND yang terbatas berpotensi membuat nilainya naik di masa depan.
Sementara itu, The Sandbox juga memiliki kekurangan seperti
Masih belum sempurna untuk diklaim sebagai produk yang “sudah jadi”.
Rasio pengguna dengan valuasinya cenderung bias.
Harga LAND kini cenderung lebih mahal dibanding platform metaverse lain, sehingga membuat pengguna enggan masuk ke dalamnya.
Punya pangsa pasar yang minim lantaran The Sandbox memfokuskan platformnya bagi komunitas game.
Demam investasi cryptocurrency memang tengah melanda para pemburu cuan. Tidak hanya di Indonesia, namun juga masyarakat umum secara global. Penyebabnya, apalagi kalau bukan cuan yang mumpuni dari aset kripto.
Ambil contoh Bitcoin. Dengan harga saat ini di kisaran US$40.000 per keping, raja aset kripto ini telah mengalami pertumbuhan nilai sebesar 308,5% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, Ethereum juga mengalami pertumbuhan sebesar 923% di periode yang sama.
Kripto berpotensi menjadi investasi yang menguntungkan, tetapi mungkin tidak untuk semua orang. Di tengah fluktuasinya yang kencang, ternyata tidak semua orang bisa terima dengan kencangnya risiko investasi cryptocurrency.
Nah, kalau kamu sendiri bagaimana, Sobat Cuan? Apakah kamu sudah siap mengambil risiko cryptocurrency atau tidak? Jika belum tahu, yuk pahami empat tanda kamu sudah siap ambil risiko aset kripto di bawah ini!
4 Tanda Kamu Siap Terjun ke Investasi Cryptocurrency
1. Kamu Memiliki Toleransi yang Tinggi Terhadap Risiko Kripto
Cryptocurrency adalah investasi berisiko tinggi dan memiliki volatilitas ekstrem.
Bitcoin, misalnya, telah kehilangan sekitar 80% nilainya pada masa lalu. Hanya dalam seminggu, harganya bisa turun sekitar 20%. Meskipun telah berhasil pulih dari penurunan masa lalu, namun tidak semua investor dapat mentolerir tingkat volatilitas tersebut.
Selain itu, aset ini secara umum adalah investasi yang sangat spekulatif. Kita berada di wilayah yang belum ‘dipetakan’, dan tidak ada yang tahu aset kripto akan menjadi seperti apa dalam jangka panjang. Kini, aset ini bisa mengubah peruntungan hidup, tetapi hal itu bisa dengan mudah menjadi tidak berharga di masa depan.
Hal ini bukan untuk mengatakan bahwa aset kripto merupakan investasi yang buruk ya, Sobat Cuan. Hanya saja, ketika berinvestasi, kamu masih perlu toleransi risiko yang tinggi untuk dapat bertahan dari rollercoaster volatilitas.
Karena aset kripto sangat berisiko, Sobat Cuan penting untuk memastikan ketersediaan dana darurat yang sehat sebelum berinvestasi.
Kamu mungkin akan terpaksa menjual investasi kripto kamu jika tidak memiliki dana darurat dan dihadapkan dengan pengeluaran tak terduga. Malahan, kamu bisa berakhir lebih buntung lagi. Sebab, kamu bisa berakhir dengan menjualnya di saat harga berada di titik terendah
Dana darurat dalam hal ini adalah tabungan yang cukup untuk menutupi setidaknya tiga sampai enam bulan biaya hidup kamu. Dengan begitu, jika kamu mengeluarkan biaya tak terduga, kamu dapat membiarkan investasi kripto kamu tanpa perlu merugi.
3. Kamu Telah Melakukan Riset Tentang Investasi Cryptocurrency
Tidak semua aset kripto diciptakan sama, jadi penting untuk melakukan riset saat memutuskan mana yang akan dibeli.
Bitcoin, misalnya, memiliki rekam jejak terpanjang. Contoh lainnya, Ethereum, memiliki potensi dalam beberapa hal. Sementara itu, Dogecoin mungkin merupakan cryptocurrency paling berisiko dari semuanya.
Sebelum kamu menginvestasikan uang, tanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan kritis tentang setiap mata uang yang dipertimbangkan. Apakah koin yang kamu pilih memiliki keunggulan kompetitif di industri kripto? Bagaimana kegunaannya di dunia nyata? Apakah koin jagoanmu punya potensi pertumbuhan jangka panjang?
Semakin banyak riset yang kamu lakukan sebelum berinvestasi, maka semakin baik peluang untuk memilih aset kripto terbaik.
Portofolio yang terdiversifikasi sangat penting. Bahkan, hal ini akan terasa lebih penting ketika kamu investasi cryptocurrency. Jika investasi kripto memburuk, kamu akan membutuhkan portofolio saham, reksadana, atau emas yang kuat untuk dijadikan sandaran.
Salah satu cara termudah untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi adalah berinvestasi dalam reksadana indeks atau ETF, seperti Pluang S&P 500. Dengan cara ini, Sobat Cuan mendapatkan eksposur luas ke ratusan saham kuat di berbagai industri.
Jika kamu lebih suka berinvestasi di saham individu, cobalah berinvestasi di setidaknya 10 hingga 15 saham dari berbagai industri. Idealnya, kamu akan memiliki portofolio inti dari saham yang kuat dan stabil sebelum menambahkan aset kripto ke dalam campuran.
Atau, kalau mau lebih aman lagi, kamu bisa mendiversifikasikan aset kriptomu dengan emas. Jika mau lebih nyaman, maka kamu bisa mendiversifikasikan aset kriptomu dengan aset lain dalam satu platform investasi saja.
Nah, dalam hal ini, kamu bisa melakukan diversifikasi investasi cryptocurrency di Pluang! Selain memiliki Bitcoin dan Ethereum, kamu juga mendiversifikasikannya ke di emas, S&P 500, dan reksa dana . Yuk, diversifikasikan aset kriptomu di Pluang sekarang!
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
STEPN adalah aplikasi gaya hidup Web3 dan permainan Non-Fungible Token (NFT) yang dibangun di atas teknologi Social-Fi dan Game-Fi di jaringan Solana.
STEPN adalah punggawa aplikasi dengan model Move-to-Earn. Dengan kata lain, penggunanya berkesempatan mendapatkan hadiah asal mau bergerak sesuai petunjuk dan instruksi yang tertera di aplikasi STEPN. Karakteristik ini yang membedakan STEPN dengan permainan berbasis kripto lainnya.
Sumber: STEPN
STEPN beserta konsep Move-to-Earn yang ia perkenalkan adalah evolusi dari dua teknologi yang sedang populer belakangan ini, yakni realitas tertambah (Augmented Reality) dan permainan Play-to-Earn. Sehingga, konsep permainan STEPN ibarat kombinasi antara permainan Pokemon Go, Strava, dan Axie Infinity.
Mengapa STEPN Hadir?
Konsep Move-to-Earn memang terbilang menarik. Sebab, kapan lagi Sobat Cuan dibayar hanya dengan bergerak, misal dengan berjalan kaki atau berlari, bukan?
Namun pertanyaannya, mengapa STEPN tiba-tiba mencetuskan ide Move-to-Earn tersebut
Ternyata, jawabannya cukup simpel. STEPN hanya ingin membuat masyarakat termotivasi untuk berolahraga.
Di kehidupan modern, sebagian besar masyarakat tak punya banyak waktu untuk melakukan aktivitas fisik. Mereka menghabiskan mayoritas waktunya dalam sehari untuk bekerja di depan layar komputer, sebuah aktivitas yang membuat kemampuan fisik seseorang semakin lapuk jika dilakukan terus menerus.
Sebenarnya, mereka bisa saja mendaftarkan diri untuk berolahraga di pusat kebugaran atau gym. Hanya saja, tak semua pekerja mampu membayar biaya keanggotaan pusat kebugaran setiap bulannya.
Bayangkan saja, mereka banting tulang mencari uang namun ujung-ujungnya habis hanya demi membayar keanggotaan gym. Bahkan, biaya gym yang mereka keluarkan bisa jadi sia-sia jika mereka tak punya waktu untuk mengunjungi pusat kebugaran. Sebuah pola kehidupan yang bikin garuk-garuk kepala, bukan?
Namun, bagaimana jadinya jika kondisi tersebut dibalik? Apakah masyarakat akan termotivasi untuk berolahraga jika mereka malah bisa mendulang penghasilan dari kegiatan tersebut? Nah, konsep inilah yang STEPN coba usung melalui proyeknya.
Melalui aplikasinya, STEPN menciptakan permainan yang menyokong pola hidup sehat dengan memberikan imbalan dalam bentuk token GST dengan jumlah sesuai dengan catatan aktivitas fisik yang dilakukan penggunanya.
Hanya saja, mereka baru bisa meraih hadiah tersebut jika telah membeli NFT sepatu olahraga (Sneakers) milik STEPN. Sebab, melalui NFT Sneakers, aplikasi bisa leluasa merekam aktivitas jalan kaki, jogging, atau lari yang dilakukan penggunanya.
Sumber: STEPN
Pengguna kemudian bisa menggunakan imbalan token GST tersebut untuk meng-upgrade jumlah raihan token-token GST di masa depan atau menjualnya demi mendulang penghasilan ekstra. Seluruh aktivitas tersebut bisa dilakukan di aplikasi STEPN yang berisikan dompet digital, lokapasar, dan penyewaan Sneakers dalam satu pintu.
Menariknya, penggunanya bisa menggunakan aplikasi STEPN tanpa perlu memiliki atau punya pengetahuan tentang aset digital apapun. Sehingga, mereka bisa melangkahkan kaki di kancah kripto tanpa perlu capek-capek belajar dan memahami dunia tersebut.
Bagaimana Cara Dapat Imbalan dari STEPN?
Sebelum mendulang penghasilan dengan berolahraga menggunakan aplikasi STEPN, pengguna harus mengetahui mekanisme permainan satu ini. Berikut penjelasannya!
1. Sneakers
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pengguna harus memiliki NFT Sneakers agar aplikasi STEPN bisa mencatat seluruh aktivitas fisik yang dilakukan penggunanya. Hanya saja, maisng-masing Sneakers tersebut memiliki varian berbeda tergantung dari kegiatan olahraga yang dijalankan.
Kemudian, setiap Sneakers pun membawa misi yang berbeda-beda bagi penggunanya. Jika pengguna gagal mencapai misi tersebut, maka kesempatan mereka untuk mendapat hadiah token akan tertutup rapat.
Lebih lanjut, berikut adalah misi-misi yang perlu dijalankan pengguna sesuai dengan jenis Sneakers-nya.
Walker (1 hingga 6 kilometer (km) per jam)
Jogger (4 hingga 10 km per jam)
Runner (8 hingga 20 km per jam)
Trainer (1 hingga 20 jm per jam)
Pengguna bisa membeli NFT Sneakers tersebut menggunakan aset kripto SOL dan BNB di lokapasar yang terdapat di aplikasi STEPN. Biasanya, pemula setidaknya harus membayar US$300 untuk mendapatkan Sneakers dengan kemampuan paling sederhana.
Namun, jika pengguna ingin memulai STEPN dengan gratis, maka mereka bisa mencoba STEPN secara gratis dalam rentang waktu yang terbatas (free trial).
Di samping itu, mereka juga bisa menyewa Sneakers dari pengguna lain. Hanya saja, pengguna pun harus rela berbagi penghasilannya dari berolahraga dengan sang penyewa.
Tampilan membeli Sneakers di lokapasar aplikasi STEPN. Sumber: STEPN
Jika pengguna doyan dengan hal-hal berbau surpise, maka mereka bisa mendapatkan Sneakers dengan membeli membeli kotak sepatu (Shoeboxes) dari lokapasar di aplikasi STEPN. Shoeboxes sendiri adalah kotak-kotak misteri yang berisikan Sneakers dengan model acak (random).
Tampilan status kemampuan Sneakers di aplikasi STEPN. Sumber: STEPN
Lebih lanjut, seperti kebanyakan permainan lainnya, pemain bisa meng-upgrade Sneakers-nya untuk mendapatkan maksimal lima keunggulan tambahan yang terdiri dari:
Quality. Pengguna bisa meningkatkan tingkatan kualitas Sneakers-nya dari level Common, Uncommon, Rare, Epic, hingga Legendary.
Efficiency. Pengguna bisa meningkatkan penghasilan dalam bentuk token GST per “Energy” yang telah dikeluarkan.
Luck. Pengguna bisa meningkatkan kesempatannya untuk mendapatkan hadiah-hadiah acak dalam sebuah sesi olahraga. Hadiah-hadiah tersebut bisa saja berbentuk upgrade yang bisa pengguna manfaatkan atau jual ke lokapasar.
Comfort. Pengguna bisa meningkatkan kepemilikan token tata kelola GMT ketika memasuki level 30 ke atas.
Resilience. Pengguna bisa mengurangi biaya perbaikan Sneakers-nya.
2. Energy
Energy adalah unit satuan waktu yang dialokasikan bagi pemain dalam satu sesi Move-to-Earn, di mana satu unitnya setara dengan lima menit. Setiap Sneakers memiliki dua unit Energy, atau setara 10 menit latihan per hari, yang akan diperbarui kembali setiap 24 jam sekali.
Namun, jika pengguna menghabiskan seluruh Energy yang dimilikinya, maka mereka tidak bisa lagi memiliki kesempatan untuk mendulang token-token hadiah. Sehingga, jika pengguna ingin terus menambah imbalannya, maka ia harus membeli NFT Sneakers ekstra agar unit Energy-nya ikut meningkat. Misalnya, pengguna bisa mendapatkan 4 unit energi, atau setara 20 menit waktu latihan, jika memiliki tiga Sneakers.
Di samping itu, status kualitas Sneakers juga sangat mempengaruhi jumlah Energy yang dihasilkan.
Kualitas Sneakers STEPN saat ini dibagi berdasarkan tingkatan Common, Uncommon, Rare, Epic, dan Legendary. Nah, masing-masing tingkatan tersebut menambah 0, 1, 2, 3, dan 4 unit Energy ke dalam Sneakers sang pengguna.
Sebagai contoh, jika Sobat Cuan memiliki dua Sneakers berkategori Rare dan satu Sneakers dengan level Common, maka kamu akan memiliki total 8 unit Energy yang terdiri dari 4 unit Energy biasa plus bonus 4 unit Energy. Dengan kata lain, kamu bisa mendulang token-token GST dalam 40 menit sesi latihan alih-alih selama 20 menit dengan menggunakan Sneakers biasa.
Namun, pertanyaan berikutnya, berapa jumlah token GST yang pengguna bisa dapatkan jika menghabiskan unit-unit Energy-nya? Hal itu rupanya sangat tergantung dengan tipe Sneakers yang mereka miliki, seperti tertera di bawah ini:
Walker: 4 GST per 1 unit Energy yang dihabiskan.
Jogger: 5 GST per 1 unit Energy yang dihabiskan.
Runner: 6 GST per 1 unit Energy yang dihabiskan
Trainer: 4 hingga 6 GST per 1 unit Energy yang dihabiskan.
3. Tiga Mekanisme Anti Kecurangan Bermain STEPN
Prinsip sportivitas tentu memiliki kaitan erat dengan yang namanya berolahraga. Makanya, STEPN sangat menghindari penggunanya untuk berlaku curang selama permainan berlangsung.
Untuk mencegah hal tersebut, STEPN memiliki tiga mekanisme pencegahan kecurangan yang terdiri dari:
Memasang data GPS yang tak begitu sensitif.
Mengetatkan pengawasan atas sensor gerak dan data-data catatan kesehatan pengguna.
Mengimplementasikan sistem bernama STEPN’s Anti-Cheating System (SMAC).
Lebih lanjut, STEPN juga tidak akan segan menghukum akun sang pelaku jika ia ketahuan berlaku curang.
Ragam Mode Permainan STEPN
STEPN memungkinkan penggunanya untuk bermain dan mendulang token GST dalam tiga mode berbeda, yakni Solo, Marathon, dan Background.
1. Mode Solo
Di mode ini, pengguna bisa berkeliling menggunakan NFT Sneakers untuk mengoleksi token-token GST. Tetapi, ia harus membutuhkan unit-unit Energy untuk melakukannya.
Di samping itu, jumlah token yang dikumpulkan juga tergantung dengan tipe Sneakers dan fitur-fitur yang dimilikinya, seperti yang telah dijelaskan di atas. Sebagai contoh, jika pengguna memiliki fitur Efficiency, maka ia bisa mendulang lebih banyak token GST per Energy yang “dibakar”.
Selain itu, jenis token yang diraih pengguna terbilang bervariasi tergantung dengan level yang sudah ia capai.
Misalnya, pengguna hanya bisa meraih GST jika statusnya masih berada di antara level 0 hingga 29. Namun, ketika memasuki level 30, pengguna bisa memilih untuk terus mendapatkan token GST atau memiliki token GMT, yakni token tata kelola di jaringan STEPN.
2. Mode Marathon
Pengguna bisa berpartisipasi dalam ajang marathon yang digelar secara mingguan atau bulanan. Tetapi, mereka harus mendaftar di aplikasi STEPN paling lambat 24 jam sebelum perhelatan itu dimulai.
Dalam kancah marathon mingguan, pengguna hanya bisa mengikuti satu dari tiga jenis lomba yang disediakan, yakni marathon berjarak tempuh 2,5 km, 5 km, atau 7,5 km. Dengan kata lain, mereka tak bisa mengikuti ketiga-tiganya secara bersamaan.
Sementara itu, di dalam marathon bulanan, pengguna bisa memilih untuk mengikuti salah satu marathon berjarak tempuh 5 km, 10 km, atau 15 km. Perlu diingat, pengguna tidak bisa memperbaiki Sneakers-nya selama ajang itu berlangsung.
3. Mode Background
Melalui mode ini, pengguna bisa meraih token GST berdasarkan data-data kesehatan yang terdapat di gawai meski aplikasi STEPN di ponsel pintarnya tidak diaktifkan. Implikasinya, pengguna bisa mengoleksi penghasilan tanpa harus mengurangi daya tahan dari Sneakers yang dimilikinya.
Kekuatan dan Kritik Terhadap STEPN
Kekuatan
Pemain utama dan pertama di sektor Move-to-Earn.
Mengusung konsep unik yang mengombinasikan Social-Fi dan Game-Fi di dalam teknologi blockchain.
Satu-satunya aplikasi game ponsel pintar yang memenangkan ajang Solana Ignition Hackaton.
Disokong investor besar seperti Binance, Solana Capital, DeFi Alliance, MorningStar Ventures, dan Sequoia Capital.
Punya kemitraan kuat dengan Binance, ASICS, dan Alchemy Pay.
Relatif mudah digunakan oleh pengguna yang buta dan awam soal teknologi kripto.
Sebuah teknologi yang tingkat adopsinya benar-benar terlihat di dunia nyata. Jumlah pengguna aktif harian STEPN bahkan sempat menyentuh puncak 400.000 pengguna.
STEPN mengalokasikan sebagian profitnya untuk mengatasi masalah perubahan iklim.
Kritik
Jumlah pengguna harian masih belum menyentuh titik tertinggi terbarunya. Sehingga, komunitas kripto sangsi ihwal kesinambungan model Move-to-Earn ke depan.
Sosok-sosok di balik STEPN memiliki pengalaman mimim soal kripto. Bahkan, STEPN tak memiliki Chief Technology Officer (CTO) atau desainer ekonomi game.
Pengguna awam harus merogoh kocek dalam untuk membeli NFT Sneakers berkualitas baik.
Harga token cenderung berfluktuasi sehingga indikator Return on Investment (ROI) dari model Move-to-Earn sukar untuk dianalisis.
Pengalaman pengguna (User Experience/UX) milik STEPN terbilang “bapuk” jika dibandingkan aplikasi kebugaran lain seperti Nike Running Club dan Strava.
Aspek Tokenomics STEPN
Bagan Tokenomics STEPN. Sumber: STEPN
STEPN menggunakan tiga token sebagai alat tukar utama di ekosistemnya. Token tersebut terdiri dari:
1. Solana (SOL)
Pengguna bisa memanfaatkan token asli dari jaringan Solana ini untuk membeli Sneakers baru.
2. Green Metaverse Token (GMT)
GMT adalah token tata kelola di jaringan STEPN. Dengan kata lain, pengguna bisa menggunakannya untuk menentukan pengembangan jaringan dan aplikasi STEPN di masa depan.
Hanya saja, tak semua pengguna berhak mengantongi token ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hanya pengguna yang telah menyentuh level 30 ke atas saja yang berhak memperoleh token tersebut.
Hal ini dimaksudkan agar hanya pengguna setia STEPN saja yang bisa menentukan masa depan jaringan. Di samping itu, mekanisme tersebut juga diharapkan bisa memacu pengguna untuk terus meningkatkan levelnya.
Fakta uniknya, token GMT mengalami fase halving, yakni sebuah tahapan di mana jumlah koin baru yang muncul akan berkurang setengah setelah periode tertentu. Dalam kasus GMT, jumlah token baru yang hadir akan berkurang setengah setiap tiga tahun sekali.
Saat ini, GMT memiliki pasokan maksimal sebanyak 6 miliar keping dengan distribusi sebagai berikut:
30% dialokasikan untuk ekosistem STEPN.
30% dialokasikan sebagai hadiah Move-to-Earn bagi pengguna.
16,3% dialokasikan untuk penjualan secara tertutup.
14,2% dialokasikan untuk tim pengembang STEPN.
7% dialokasikan saat penjualan token di Binance Launchpad.
2,5% dialokasikan untuk dewan penasihat STEPN.
3. Green Satoshi Token (GST)
GST adalah token utilitas asli milik STEPN sekaligus token yang bisa diraih pengguna sebagai hadiah setelah melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, jogging, dan berlari.
Pengguna bisa menggunakan GST untuk menyewa Sneakers, membeli barang-barang di lokapasar, memperbaiki Sneakers, meningkatkan level Sneakers dan aktivitas transaksi lainnya. Sehingga, dengan kata lain, GST bertindak sebagai “mata uang” utama di ekosistem STEPN.
Berbeda dengan suplai GMT yang terbatas, pasokan GST terbilang membuncah.
Namun, beberapa misi di dalam game membutuhkan “pembakaran” GMT atau GST untuk memastikan keseimbangan permintaan dan penawaran kedua token tersebut. Adapun aktivitas yang mengharuskan terjadinya “pembakaran” token terdapat di bagan berikut.
Daftar kegiatan yang mengharuskan pembakaran token di STEPN. Sumber: STEPN
STEPN: Sebuah Permainan Revolusioner atau Skema Investasi Bodong?
Banyak pihak melabeli proyek Play-to-Earn di jagat GameFi sebagai konsep yang berusia seumur jagung, atau bahkan dituduh sebagai bagian dari skema investasi ponzi. Pasalnya, tidak ada satu pun yang percaya bahwa masyarakat bisa menghasilkan uang dari aktivitas yang nilainya sama sekali nihil di dunia nyata.
Namun, STEPN memilih fokus untuk menciptakan bisnis jangka panjang berdasarkan Tokenomics-nya. Sebagai permulaan, STEPN menggunakan model pemanfaatan dua token, yakni GMT dan GST, yang masing-masing punya fungsi berbeda.
Pengguna bisa memanfaatkan GST untuk transaksi sehari-hari di ekosistem STEPN, sehingga bisa dibilang permintaan dan penawarannya diharapkan tetap stabil. Implikasinya, sistem Tokenomics STEPN mendorong penggunanya untuk terus “memutar” GST di dalam ekosistem STEPN.
Sementara itu, GMT adalah token eksklusif, sehingga pengguna bisa memanfaatkannya sebagai token investasi.
Hanya saja, STEPN juga punya masalah besar yang mengadang perkembangannya ke depan.
Seperti yang telah disebutkan di atas, pengguna bisa memanfaatkan GST untuk meningkatkan kemampuannya mendulang token GST yang lebih banyak lagi. Namun, banyak pihak merasa bahwa mekanisme ini akan membawa petaka bagi STEPN di masa depan.
Selain perkara GST, STEPN juga memiliki masalah serius di dalam NFT Sneakers yang mereka tawarkan.
Di dalam ekosistem STEPN, pengguna bisa “mencetak” NFT Sneakers terus menerus. Namun, STEPN tidak pernah “membakar” atau membuang Sneakers lama dari ekosistem mereka. Nah, hal ini dianggap bisa menjadi batu sandungan bagi pergerakan harga NFT tersebut ke depan.
Sehingga, agar bisnis STEPN bisa sukses di jangka panjang, mereka wajib menggaet lebih banyak pengguna yang benar-benar menggunakan tokennya untuk beraktivitas dan “memutarnya” di ekosistemnya alih-alih menjualnya.
Strategi dalam investasi sangat menentukan hasil akhir dari investasi tersebut. Termasuk dalam berinvestasi reksadana. Meski dipandang cukup mudah dilakukan, investasi reksadana pun membutuhkan strategi mumpuni agar cuan yang didapat bisa maksimal.
Nah, di dalam berinvestasi reksa dana, terdapat dua strategi investasi yang dipakai secara umum: Dollar Cost-Averaging (DCA) dan Lumpsum. Masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangan yang akan berefek pada investasimu.
Penasaran seperti apa dua jenis strategi tersebut? Pastikan membaca sampai tuntas ya, Sobat Cuan!
Strategi investasi di reksadana dengan Dollar Cost-Averaging cukup populer. Sebab, tekniknya cukup simpel. Kamu hanya perlu menginvestasikan dana dalam jumlah tetap pada reksadana yang sama selama kurun waktu tertentu.
Selama itu pula, kamu menyetorkan dana dalam interval yang tetap sehingga di akhir jangka waktu yang ditetapkan jumlahnya membesar seperti bola salju.
Cara ini akan membuat dana kamu berputar dan terakumulasi seperti kamu investor aktif yang membeli saat harga rendah dan menjualnya saat sedang tinggi. Meskipun, kamu melakukannya secara reguler tanpa memperhatikan apakah saat itu pasar sedang membaik atau memburuk.
Kamu tentu tidak bisa mengontrol pasar, tapi kamu bisa mengontrol dirimu untuk disiplin berinvestasi.
Keuntungan Strategi Investasi Reksadana DCA
Memilih strategi ini akan memberikanmu beberapa keuntungan diantaranya kapital yang snowballing. Maksudnya, saat kamu membeli unit NAB di harga rendah, maka jumlahnya akan lebih banyak dibanding orang lain yang membeli NAB saat harga lebih tinggi, meski jumlah uang yang diinvestasikannya sama.
Artinya, dengan menaruh investasimu secara berkala kamu akan menikmati naik dan turunnya harga NAB tanpa harus terlalu banyak merugi.
Di sisi lain, kamu tidak perlu terus menerus memperhatikan pergerakan pasar. Kamu bisa mengalihkan fokusmu pada hal lain sementara sistem DCA bekerja untukmu.
Kamu juga bisa mengatur berkala jumlah yang akan diinvestasikan tiap bulan berikut dengan intervalnya. Beberapa produk reksadana bahkan sudah menyediakan opsi autodebet sehingga nominal itu akan ditarik otomatis dari rekeningmu.
Makanya, tak heran jika strategi ini sangat disarankan bagi investor pemula, yang biasanya masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai pasar dan momentum penempatan dana.
Strategi Investasi Reksadana Lumpsum
Berbeda dengan DCA, strategi lumpsum dilakukan dengan menginvestasikan danamu sekaligus. Danamu akan ditempatkan dalam satu produk reksadana dalam jangka waktu tertentu tanpa setoran berkala setelahnya.
Karenanya, strategi ini sangat bergantung pada momentum. Kamu harus menempatkan danamu di saat yang tepat, yakni ketika harganya sedang rendah dengan potensi dan fundamental yang baik. Asumsinya, investasi ini nanti akan berkembang pesat saat pasar bergairah.
Strategi ini memiliki keuntungan pada rendahnya biaya admin dan fee yang biasa dikenakan saat membeli reksadana. Sebab, ketika kamu menginvestasikan uangmu sekaligus, maka kamu tak akan dibebani dengan biaya-biaya yang muncul ketika kamu menyetorkan uang ke manajer investasimu.
Jika kamu membeli dengan DCA, kamu akan dikenakan biaya ini tiap kali kamu menambah dana investasimu. Namun dengan lumpsum, kamu hanya melakukannya sekali. Karenanya kamu hanya perlu membayar biaya tersebut sekali saja.
Biasanya strategi ini digunakan oleh pemain besar yang sudah paham dinamika pasar. Mereka sudah tahu kapan waktu terbaik menempatkan dana secara lumpsum. Mereka juga sudah paham resikonya dan tau cara mengendalikan resiko tersebut.
Strategi mana yang lebih baik untuk diterapkan saat akan membeli reksadana? Semua tergantung pada selera risiko kamu dan momentumnya.
Kalau kamu investor pemula atau sedang tidak yakin pada analisismu saat akan berinvestasi, DCA mungkin pilihan yang tepat untukmu. Kamu bisa menginvestasikan sedikit demi sedikit dulu dan menyimpan sisanya pada instrumen yang lebih aman seperti deposito.
Selain itu, DCA juga tepat jika dana investasimu diperuntukkan untuk jangka panjang. Jika kamu membeli pada interval yang tidak menguntungkan, maka berinvestasi dalam jangka panjang akan mengembalikan keuntunganmu saat pasar sedang baik.
Di sisi lain, kalau kamu hanya berinvestasi pada jangka menengah, mungkin strategi lumpsum adalah ide yang bagus. Apalagi, kalau kamu tahu momentum yang tepat untuk menjual dan membeli unit reksadana dengan danamu sekaligus.
Investor DCA mungkin akan ketinggalan momentum terbaiknya saat pasar sedang murah. Sementara investor lumpsum akan menang besar dari momentum ini.
Tapi ini berlaku juga saat merugi. Investor DCA tidak akan menderita kerugian yang parah seperti investor lumpsum. Karena dana mereka diinvestasikan perlahan-lahan dalam fluktuasi pasar di kurun waktu tertentu.
Nah, kalau kamu pilih yang mana, Sobat Cuan? Apapun strategi investasi yang kamu pakai, pastikan kamu berinvestasi reksadana di Pluang ya!
Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang. Dua produk tersebut pastinya aman dan terjangkau, karena kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp15.000 saja!
Yuk, segera investasi reksa dana di Pluang!
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!