Category Archives: Pluang

Mengapa Koreksi Harga adalah Waktu Terbaik Membeli Emas (Bukan Saat ATH!)

Banyak investor pemula terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Saat berita melaporkan harga emas mencapai All-Time High (ATH) atau rekor tertinggi sepanjang masa, semua orang berbondong-bondong membeli karena takut ketinggalan.

Padahal, bagi investor yang cerdas, waktu terbaik untuk masuk bukanlah saat harga sedang “pesta”, melainkan saat pasar sedang “istirahat” atau mengalami koreksi.

Psikologi Belanja: Beli Saat “Diskon”, Bukan Saat Mahal

Secara logika, kita selalu mencari diskon saat belanja barang elektronik atau pakaian. Namun di dunia investasi, banyak orang justru takut membeli saat harga turun.

Koreksi (penurunan harga sekitar 5% hingga 10% dari titik puncak) adalah momen “cuci gudang” di pasar emas.

  • Saat All-Time-High: Kamu membayar harga premium karena antusiasme pasar sedang tinggi.
  • Saat Koreksi: Kamu membeli aset yang sama dengan harga lebih murah, padahal nilai fundamental emas sebagai pelindung nilai (hedging) tidak berubah.

Rasio Risiko vs Keuntungan yang Lebih Baik

Investasi adalah tentang peluang. Jika kamu membeli di titik ATH, harga sudah naik sangat tinggi dan ruang untuk naik lebih jauh lagi biasanya mulai terbatas dalam jangka pendek.

Dengan menunggu koreksi, kamu mendapatkan dua keuntungan:

  • Harga Entri Lebih Rendah: Kamu mendapatkan gramasi emas yang lebih banyak dengan jumlah uang yang sama.
  • Risiko Penurunan Lebih Kecil: Karena harga sudah turun (koreksi), potensi penurunan drastis berikutnya biasanya lebih kecil dibandingkan jika kamu membeli tepat di puncak gunung.

Strategi “Cicil” atau Dollar-Cost Averaging (DCA)

Kamu tidak perlu menebak kapan harga akan mencapai titik terendah secara sempurna. Gunakan strategi bertahap:

  1. Beli sebagian kecil saat harga stabil.
  2. Siapkan dana cadangan.
  3. Saat terjadi koreksi (dip), gunakan dana cadangan tersebut untuk membeli lebih banyak.

Strategi ini akan menurunkan harga rata-rata pembelian Kamu. Jadi, saat emas kembali naik menuju rekor baru, keuntungan yang Kamu petik akan jauh lebih besar.

Perbandingan: Beli di ATH vs Saat Koreksi

Faktor Membeli di ATH Membeli Saat Koreksi
Sentimen Emosional / FOMO Logis / Berani
Harga Puncak (Mahal) Nilai (Diskon)
Potensi Cuan Lebih Kecil (menunggu rekor baru) Lebih Besar (mulai untung saat harga normal kembali)
Risiko Tinggi (berisiko langsung turun) Lebih Rendah (sudah melewati fase penurunan)

Kesimpulan

Emas adalah instrumen pelindung kekayaan jangka panjang. Meski tidak pernah ada kata “salah” untuk memiliki emas, ada waktu yang lebih cerdas untuk membelinya. Jangan mengejar harga saat semua orang sedang berteriak senang; tunggulah saat pasar sedikit mendingin, dan itulah saatnya kamu masuk.

Cicil Emas Mulai dari $1💸Nikmati 0% biaya transaksi* untuk Saham AS & Options!💸

 



Sumber : pluang.com

Dari Whale hingga FUD, Ini Adalah Istilah Investasi Bitcoin yang Perlu Diketahui!

Investasi aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum adalah pilihan investasi yang marak diborong masyarakat belakangan ini. Terutama, setelah harga-harganya yang terus naik signifikan sejak akhir tahun lalu.

Namun, berinvestasi di aset kripto juga perlu persiapan yang mumpuni. Selain persiapkan mental (dan tentu saja modal), kamu juga perlu paham mengenai istilah-istilah asing yang kerap wara-wiri di pemberitaan maupun analisis terkait Bitcoin dan Ethereum.

Lantas, apa saja istilah-istilah tersebut?

Baca juga: Bitcoin cs Diprediksi Gantikan Emas Sebagai Aset Penyimpan Kekayaan

1. HODL

HODL adalah singkatan dari frasa “Hold on for Dear Life“. Kondisi ini menggambarkan situasi di mana investor tetap kukuh menyimpan Bitcoin dan aset kripto lainnya meski harganya tengah nyungsep.

Istilah ini pertama kali muncul di forum aset kripto internet bernama GameKyuubi pada 2013 silam.

2. Bitcoiner atau Altcoiner atau Nocoiner

Seluruh istilah ini adalah julukan bagi investor yang menggenggam aset kripto jenis tertentu.

Sudah bisa ditebak, bahwa Bitcoiner adalah investor yang memiliki Bitcoin. Sementara itu, Altcoiner adalah julukan bagi sekelompok investor yang gemar menjelajahi aset kripto selain Bitcoin. Di sisi lain, Nocoiner adalah sekelompok orang yang tak menyimpan aset kripto sama sekali.

3. FUD

FUD adalah singkatan dari “fear, uncertainty and doubt“. Sesuai kepanjangannya, FUD memang mengandung nuansa yang agak suram di dalamnya.

Istilah ini kerap digunakan investor untuk menggambarkan situasi pasar yang kacau gara-gara terdapat kabar burung yang tidak terkonfirmasi. Alhasil, para investor akan melakukan aksi jual secara besar-besaran.

Biasanya, kabar ini disebarkan oleh sesama investor yang ingin menurunkan harga Bitcoin atau aset kripto lainnya. Setelah harga berhasil anjlok, mereka kemudian memborongnya secara murah.

Baca juga: Orang-Orang Ini Tajir Berkat Bitcoin. Siapa Saja?

4. ATH

Nah, kalau ini seharusnya sudah menjadi istilah lumrah di dunia investasi. ATH adalah kepanjangan dari “all-time high” atau rekor harga tertinggi.

5. Private and Public Key

Private key adalah kode yang berisi angka dan huruf yang harus dijawab investor sebelum mengakses Bitcoin dan aset digital lainnya. Bisa dibilang, private key merupakan sebuah kata kunci (password).

Sementara itu, public key adalah alamat unik kamu untuk mendapatkan aset kripto.

Seorang investor tidak boleh membagikan private key-nya ke orang lain. Namun, investor harus membagikan public key ke lainnya.

6. Whales

Whales adalah julukan bagi investor yang menggenggam Bitcoin dan aset kripto lain dalam jumlah signifikan.

Setiap aksi yang mereka lakukan pasti akan membuat heboh pasar dan mendistorsi harga aset kripto, selayaknya ikan paus (whales) yang bisa menciptakan ombak di laut hanya dengan mengibaskan ekornya saja.

7. Rekt

Rekt adalah kependekan dari “wrecked” (hancur). Istilah ini digunakan bagi investor yang telah kehilangan uang yang banyak dalam berinvestasi Bitcoin dan kawan-kawannya.

8. Fork

Fork adalah perubahan protokol aset kripto ketika terdapat pembaruan sistem. Secara umum, terdapat dua jenis fork: Hardfork dan Softfork.

Hardfork adalah pembaruan sistem aset kripto yang berkonflik dengan sistem sebelumnya. Sehingga, keduanya tidak bisa dioperasikan secara bersamaan dan bisa membelah blockchain.

Sementara itu, Softfork adalah pembaruan aset kripto yang sejalan dengan sistem sebelumnya.

9. Airdrop

Bukan, ini bukanlah fitur yang terdapat di ponsel iPhone. Di sini, Airdrop adalah gimik pemasaran yang dilakukan oleh pengembang aset kripto baru, yakni dengan mendistribusikan token aset kriptonya secara gratis atau murah. Tujuannya, adalah untuk menaikkan pamor aset kripto tersebut di pasar.

10. Mooning

Mooning adalah ekspresi yang digunakan investor untuk menyebut kenaikan harga Bitcoin dan aset kripto lain yang melesat tajam, ibarat roket yang tengah melesat menuju bulan (moon)

Bagaimana, Sobat Cuan? Apakah sudah mantap berinvestasi di Bitcoin cs setelah mengetahui daftar istilah investasi tersebut?

Baca juga: Setelah Ethereum, Kini Harga Bitcoin “Latah” Ikutan Tren Bullish

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Livemint



Sumber : pluang.com

Bagaimana Nasib Bitcoin Milikmu Setelah Kamu Meninggal?

Investasi Bitcoin kian populer di tengah masyarakat. Sebagian besar mengelola aset ini sebagai bagian portofolio investasi jangka panjang mereka. Namun, apa yang akan terjadi seandainya pemilik aset Bitcoin tersebut meninggal?

Studi dari Cremation Institute pada 2020 menyebutkan bahwa hampir 90% pemilik aset kripto khawatir mengenai kelangsungan aset mereka seandainya mereka wafat.

Para pemilik kripto umumnya tidak memegang surat wasiat atau ahli waris untuk meneruskan kepemilikan aset mereka. Seperti yang dijelaskan dalam white paper, Bitcoin merupakan versi uang elektronik peer-to-peer murni.

Kepemilikan Bitcoin memungkinkan pemiliknya melakukan pembayaran daring dengan mengirimkan langsung antarpihak tanpa melalui pihak ketiga (seperti lembaga keuangan).

Proteksi Investasi Bitcoin Sangat Ketat, Tapi Bisa Diwariskan

Dikelola dalam jaringan terdistribusi (blockchain), Bitcoin tidak memiliki otoritas pusat dalam mengontrol dana pengguna. Jadi, tidak seorang pun, kecuali pemiliknya, yang dapat mengontrol aset tersebut.

Di Indonesia sejauh ini, aturan mengenai pewarisan aset kripto memang belum dirilis.

Teguh Harmanda selaku Ketua Aspakrindo menyatakan bahwa aturan mengenai hal tersebut sebaiknya dikelola oleh masing-masing bursa.

“Setiap bursa tentu memiliki SOP. Standard Operational Procedure bagi nasabah yang meninggal dan bagaimana proses transfer aset ke ahli waris. Sejauh ini, secara resmi dari regulator memang belum ada aturan,” tutur dia.

Namun, pemilik aset kripto seperti pelaku investasi Bitcoin tetap bisa mewariskan kepemilikannya ke generasi selanjutnya. Ada sejumlah cara dalam mewariskan aset kripto ke ahli waris.

Setiap metode tentu memerlukan pengambilan keputusan dan perencanaan serta pengetahuan matang tentang cara kerja aset kripto.

Baca juga: Lindungi Konsumen, Bappebti Terbitkan Aturan Investasi Aset Kripto

1. Mewariskan Investasi Bitcoin dengan Memberi Kunci ke Anggota Keluarga Terpercaya

Ini adalah metode paling mudah untuk meneruskan kepemilikan aset kripto. Beberapa orang terkemuka di industri ini secara terbuka mengklaim menggunakan metode ini untuk memastikan kekayaan dan aset dana mereka dapat dimanfaatkan pewarisnya.

Hal Finney, salah seorang pengguna awal Bitcoin, ingin kepemilikan aset kriptonya diwariskan kepada anak-anaknya dengan cara memberikan kunci. Ketika ia wafat pada 2014, anak-anaknya tetap dapat memanfaatkan investasi Bitcoin miliknya.

“Bitcoin saya disimpan pada brankas, dan putra serta putri saya sangat memahami teknologi. Saya pikir mengelola Bitcoin cukup aman. Saya merasa nyaman dengan warisan saya,” ujar Finney menjelaskan metodenya.

Kendati demikian, metode ini masih dianggap berisiko. Pasalnya, pemindahan kunci kepada orang lain juga terbilang sangat berisiko. Karenanya, pemilik aset perlu memastikan ahli waris untuk mengetahui rencana dan cara menjaga aset agar tetap aman hingga ke tangan mereka.

2. Siapkan Sertifikat Kematian untuk Amankan Aset

Metode kedua ini ditawarkan pada beberapa bursa pertukaran terkemuka. Mereka umumnya menyediakan layanan sertifikat kematian bagi pemilik aset kripto.

Meski jaringan Bitcoin tergolong sangat mandiri dan tidak memiliki proses spesifik terkait warisan, beberapa bursa pertukaran kripto terkemuka memungkinkan penggunanya untuk dapat mewariskan aset mereka.

Bursa kripto Coinbase yang berbasis di Amerika Serikat menyediakan layanan ini. Investasi Bitcoin di perusahaan mereka memungkinkan anggota keluarga dari pemilik kripto yang telah wafat untuk dapat mengakses kepemilikan kripto. Ini dapat dilakukan dengan hanya menunjukkan sejumlah dokumen, termasuk sertifikat kematian dan surat wasiat terakhir.

Selain Coinbase, bursa pertukaran kripto seperti Binance juga menyediakan layanan ini. Mereka menyediakan agen di dalam platform yang dapat dihubungi dan memandu ahli waris investor untuk mencairkan hak waris berupa aset kripto.

Baca juga: Alasan Investasi Crypto Asset Makin Digemari

3. Layanan Warisan Aset Kripto dalam Investasi Bitcoin

Beberapa perusahaan seperti Safe Haven, Casa, dan TrustVerse menciptakan teknologi mereka sendiri untuk memastikan layanan warisan aset kripto. Platform Inheriti dari Safe Haven rilis resmi pada September 2020.

Sistem ini akan memungkinkan pelaku investasi Bitcoin untuk mewariskan aset kripto mereka, tentunya tetap dengan penerapan dasar-dasar blockchain dan kriptografi.

Platform Inheriti, misalnya, memungkinkan penggunanya untuk mewariskan akses tidak hanya aset kripto seperti Bitcoin, tapi juga profil media sosial Facebook dan Google+. Inheriti tidak akan mengambil alih akun-akun itu. Kunci akan aman karena telah dienkripsi.

“Ini 100% merupakan keputusan Anda agar kunci tetap aman karena Safe Haven atau platform Inheriti tidak tahu apa yang telah Anda enkripsikan,” jelas Logino dari Inheriti.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Coinvestasi



Sumber : pluang.com

Gen Z & Milenial Makin Menggemari Investasi Emas di 2026

Menurut Pluang Research Team, telah terjadi pergeseran paradigma yang signifikan dimana emas bukan lagi sekadar warisan atau pelengkap pernikahan (sentiment), melainkan bagian inti dari alokasi aset investasi.

Mari kita bedah secara mendalam mengapa fenomena ini terjadi dan bagaimana Gen Z dan Milenial mengelola aset aman (safe haven) ini.

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Key Takeaways

  • Utamakan Proyeksi Return Emas: 7 dari 10 anak muda mengutamakan nilai imbal hasil (returns) dibandingkan kenyamanan emosional saat membeli emas (Smytten PulseAI survey)
  • Strategi Akumulasi Mikro: Lebih dari 60% pembelian emas dilakukan dalam unit kecil (di bawah 5 gram) sebagai bentuk cicilan investasi  (Smytten PulseAI survey)
  • Emas sebagai Alat Keamanan Finansial: 43% konsumen mengasosiasikan emas dengan investasi aman, jauh melampaui sekadar perhiasan gaya hidup  (Smytten PulseAI survey)
  • Dominasi Fisik: Meski era digital berkembang, 86% transaksi masih terjadi di platform  offline seperti toko emas karena faktor kepercayaan dan autentikasi  (Smytten PulseAI survey)

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Pergeseran Stigma Emas, dari Aset Kuno ke Aset Investasi Aman

Selama dekade terakhir, emas sering dianggap sebagai aset “malas” oleh investor muda yang lebih menyukai volatilitas tinggi di pasar kripto atau saham teknologi. Namun, data tahun 2026 menunjukkan kembalinya rasionalitas.

Sekitar 7 dari 10 responden menyatakan bahwa logika dan ekspektasi imbal hasil (expected returns) kini jauh lebih menentukan keputusan pembelian dibandingkan kenyamanan emosional atau tekanan keluarga. Hanya kurang dari 5% pembeli yang mengaku membeli emas karena tekanan keluarga.

Data ini mengonfirmasi bahwa Gen Z dan Milenial membeli emas karena mereka paham fungsinya, bukan karena disuruh orang tua. Sebanyak 43% konsumen mengasosiasikan emas dengan investasi aman, sementara 26% secara spesifik menghubungkannya langsung dengan keamanan finansial (financial security).

Emas sebagai “Safe Haven” di Tengah Ketidakpastian Global

Mengapa kepercayaan ini begitu kuat? Jawabannya terletak pada kondisi makroekonomi. Harapan akan pemotongan suku bunga The Fed dan data pekerjaan AS yang fluktuatif telah membuat harga emas dan perak melonjak lebih dari 6% dalam periode singkat di awal 2026.

Dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian:

  • 66% investor menganggap investasi emas sebagai pilihan paling aman (safest choice).
  • Ketika diberikan modal fiktif sebesar Rs 25,000 (atau setara Rp 4,7 juta), mayoritas responden memilih emas karena stabilitasnya dibandingkan aset lain yang lebih volatil.

Bagi Milenial, emas berfungsi sebagai pelindung (protective asset). Sekitar 9% dari kelompok ini secara spesifik menyebut emas sebagai cadangan (backup) untuk masa-masa sulit. Sementara bagi Gen Z, kepemilikan emas sering kali dimulai sejak mereka mendapatkan penghasilan rutin pertama mereka (28% Gen Z menghubungkan emas dengan keamanan finansial sejak dini).

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Strategi “Micro-Investing” Emas 

Salah satu temuan paling krusial dalam laporan ini adalah munculnya tren akumulasi bertahap. Era membeli emas dalam satuan kilogram atau ratusan gram secara sekaligus mungkin sudah lewat bagi investor ritel muda.

Data menunjukkan pergerakan menuju pembelian dalam jumlah kecil namun sering:

  • 44% konsumen telah membeli emas dalam 6 bulan terakhir.
  • 62% dari total emas yang dibeli berada di bawah unit 5 gram.
  • Khusus untuk Gen Z, angka ini bahkan lebih tinggi dimana 56% pembelian mereka adalah emas di bawah 5 gram.

Ini mencerminkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang diaplikasikan pada aset fisik. Investor muda lebih memilih membangun portofolio emas mereka sedikit demi sedikit (2 hingga 10 gram) daripada menunggu dana besar terkumpul. Ini adalah pendekatan yang sangat terstruktur dan inklusif secara finansial.

Perhiasan vs Emas Batangan

Meskipun instrumen investasi murni seperti koin dan batangan tersedia luas, perhiasan emas tetap memegang posisi dominan di hati konsumen muda.

Format Emas

Persentase Preferensi

Tujuan Utama

Perhiasan (Simpanan Jangka Panjang)

42%

Investasi & Simpanan

Perhiasan (Keperluan Acara/Seremonial)

30%

Budaya & Estetika

Koin dan Batangan (Logam Mulia)

18%

Investasi Murni

Emas Digital

5%

Kemudahan Akses

Data ini menunjukkan bahwa 72% preferensi masih tertuju pada perhiasan. Mengapa? Karena bagi investor muda, perhiasan memberikan “utilitas ganda” yaitu bisa dipakai untuk meningkatkan status sosial atau estetika, namun tetap memiliki nilai intrinsik yang bisa dijual kembali saat butuh likuiditas.

Tantangan Digitalisasi dan Dominasi Saluran Offline

Meskipun kita berada di era digital, laporan ini mengungkapkan fakta mengejutkan: 86% rumah tangga masih membeli emas melalui toko fisik (offline).

Kepercayaan tetap menjadi komoditas termahal dalam perdagangan emas. Ada beberapa hambatan utama yang membuat penetrasi emas digital masih rendah:

  1. Kemurnian dan Autentikasi (31%): Kekhawatiran apakah emas yang dibeli online benar-benar asli.
  2. Biaya Tersembunyi (29%): Ketidakjelasan mengenai biaya tambahan dalam transaksi digital.

Menariknya, Gen Z menunjukkan preferensi yang seimbang antara toko perhiasan bermerek (branded chains) dan toko lokal, dengan masing-masing meraih 39%. Sementara Milenial lebih loyal kepada toko lokal dan toko perhiasan keluarga, masing-masing 28% dan 14%.

Hanya 3% Gen Z dan 8% Milenial yang sudah sepenuhnya beralih ke pembelian online untuk perhiasan, koin, dan batangan. Ini adalah peluang sekaligus tantangan bagi platform teknologi finansial untuk meningkatkan transparansi dan edukasi mengenai keamanan investasi emas digital.

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Mengenal Fenomena “Buyer’s Remorse”

Walau emas merupakan aset ‘safe haven’, tetapi investasi emas tidak selamanya mulus. Sekitar 67% pembeli melaporkan pernah mengalami keraguan atau penyesalan setelah membeli emas. Penyebabnya bukan karena emasnya itu sendiri, melainkan faktor teknis:

  • 39% menyesal karena harga yang dibayar: Mereka merasa membeli di waktu yang salah (saat harga puncak).
  • 34% tidak puas dengan bentuk emas yang dipilih: Misalnya, membeli perhiasan yang biaya pembuatannya (making charges) terlalu tinggi sehingga nilai investasinya berkurang.

Hal ini menekankan pentingnya bagi investor muda untuk memahami perbedaan antara harga emas dunia dan harga eceran, serta biaya-biaya tambahan yang menyertai setiap format emas.

Emas Perhiasan vs Emas Batangan vs Emas Digital

Fitur

Perhiasan

Emas Batangan (Fisik)

Emas Digital

Tujuan

Gaya hidup + Investasi

Investasi Murni

Aksesibilitas & Likuiditas

Biaya Pembuatan

Tinggi (10-20%+)

Rendah

Tidak Ada

Kemudahan Jual

Sedang (perlu cek kadar)

Tinggi (dengan sertifikat)

Sangat Tinggi (Instan)

Penyimpanan

Mandiri (Risiko Hilang)

Brankas/Safety Box

Dikelola Platform

Modal Awal

Tinggi

Sedang

Sangat Rendah (Mulai Rp10rb)

Risks & Considerations

Investasi emas bukan tanpa risiko. Sebagai investor yang bijak, pertimbangkan hal berikut:

  • Risiko Penurunan Harga: Harga emas fluktuatif mengikuti kebijakan moneter global dan nilai tukar Dolar Amerika (USD).
  • Likuiditas & Biaya: Menjual perhiasan sering kali dikenakan potongan biaya pembuatan yang besar, sehingga nilai investasinya bisa berkurang.
  • Keamanan Fisik: Menyimpan emas di rumah berisiko terhadap pencurian. Gunakan Safe Deposit Box jika jumlahnya signifikan.
  • Biaya Tersembunyi: Hati-hati dengan biaya admin atau biaya penyimpanan tahunan pada platform emas digital yang tidak transparan.

FAQ 

  1. Mengapa investasi emas dianggap lebih aman dibanding saham?
    Emas adalah aset fisik dengan nilai intrinsik yang cenderung stabil atau naik saat pasar saham sedang jatuh (safe haven).
  2. Apakah 2026 waktu yang tepat untuk berinvestasi emas?
    Dengan adanya harapan pemotongan suku bunga, emas cenderung menguat. Namun, pembelian bertahap selalu lebih baik daripada all-in.
  3. Berapa persen alokasi emas yang ideal dalam portofolio?
    Umumnya, para ahli menyarankan 5% hingga 15% dari total portofolio Anda.
  4. Mengapa Gen Z lebih suka membeli emas di bawah 5 gram?
    Karena lebih terjangkau secara arus kas (cash flow) dan memudahkan likuidasi sebagian jika dibutuhkan dana mendesak.
  5. Apakah emas perhiasan termasuk investasi yang bagus?
    Bagus sebagai simpanan jangka panjang, namun kurang efisien dibanding batangan karena adanya biaya pembuatan yang tidak kembali saat dijual.
  6. Apa penyebab utama harga emas naik di tahun 2026?
    Faktor utamanya adalah harapan penurunan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik, dan inflasi global.
  7. Bisakah saya berinvestasi emas tanpa menyimpannya di rumah?
    Ya, melalui emas digital atau tabungan emas di platform seperti Pluang yang menjamin keamanan investasi dan penyimpanan emas.
  8. Mengapa masih banyak orang ragu membeli emas secara online?
    Data menunjukkan 31% khawatir soal kemurnian dan 29% soal biaya tersembunyi. Penting untuk memilih platform yang terdaftar secara resmi.

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Strategi untuk Investor Muda di Tahun 2026

Berdasarkan data di atas, emas telah bertransformasi dari sekadar simbol tradisi menjadi alat strategis untuk bertahan di tengah gejolak ekonomi. Gen Z dan Milenial membuktikan bahwa mereka adalah investor yang cerdas dengan menggabungkan kearifan aset klasik dengan strategi pembelian modern yang bertahap.

Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak mereka dalam membangun portofolio emas yang kokoh, berikut adalah beberapa tips strategis:

  1. Fokus pada Kemurnian: Jika tujuan utama Anda adalah investasi murni, pertimbangkan koin atau batangan (Logam Mulia) yang memiliki spread (selisih harga jual-beli) lebih kecil dibanding perhiasan.
  2. Manfaatkan Momentum Harga: Jangan terjebak dalam FOMO (Fear of Missing Out). Gunakan data historis dan pantau berita ekonomi global (seperti kebijakan Fed) sebelum melakukan pembelian besar.
  3. Akumulasi Bertahap: Jangan menunggu punya dana puluhan juta. Manfaatkan opsi pembelian unit kecil (di bawah 5 gram) secara konsisten setiap bulan untuk mendapatkan harga rata-rata yang optimal.
  4. Pilih Platform Terpercaya: Untuk mengatasi kekhawatiran soal kemurnian (31%) dan biaya tersembunyi (29%), pastikan Anda berinvestasi di platform yang transparan, memiliki sertifikasi resmi, dan diawasi oleh otoritas terkait, seperti Pluang.

Emas mungkin merupakan salah satu aset tertua di dunia, namun di tangan Gen Z dan Milenial, ia menjadi instrumen finansial yang sangat relevan untuk masa depan yang lebih aman.

Sources: 

Laporan Smytten PulseAI: “From Shaadi Gold To Strategy Gold: How modern India buys its most trusted asset” (Februari 2026).



Sumber : pluang.com

Raksasa SP 500! Harga Saham Amazon Diramal Sentuh Rp56 Juta per Lembar

Harga Saham Amazon berpotensi besar untuk menguat pada 2021 ini di antara saham teratas lainnya di bursa S&P 500. Menurut prediksi salah satu analis Bank of America (BofA) Justin Post, layanan cloud raksasa perusahaan ini, yang kini dinaungi anak usaha Amazon Web Service, diramal akan menjadi penyokong utama kinclongnya saham perusahaan besutan Jeff Bezos ini.

Ia memprediksi bahwa harga saham Amazon menjadi US$4.000, atau Rp56 juta per lembar saham di tahun ini. Artinya, harga saham tersebut akan meningkat 19,4% dibanding posisi per Jumat (5/2) yakni US$3.300 per lembarnya.

“Amazon tetap menjadi salah satu saham teratas kami karena e-commerce masih hanya terpenetrasi 20% ke masyarakat menyusul lonjakan besar pada 2020. Tak hanya itu, peralihan penyimpanan data masyarakat ke teknologi komputasi awan [Cloud] juga masih di tahap awal,” tulis Post dalam catatannya kepada investor.

Penyedia jasa perdagangan elektronik ini memang terkenal sebagai “raksasa” indeks saham S&P 500. Sepanjang 2020, harga sahamnya naik 74%, jauh lebih tinggi ketimbang sejumlah saham dalam indeks S&P 500 yang hanya naik 16% secara tahunan.

Namun, harga saham Amazon baru-baru ini berkinerja buruk di kuartal IV 2020 dengan mencatat penurunan 6% secara tahunan. Angka itu berbanding terbalik dengan harga-harga saham dalam indeks NASDAQ dengan pertumbuhan 8% per tahun.

Hal ini disinyalir lantaran pertumbuhan e-commerce yang lambat sejak pertengahan puncak musim panas, persaingan ketat antar pemain sektor tersebut yang dimulai pada kuartal II 2021, dan kekhawatiran terkait peraturan tambahan dengan sentimen anti-teknologi di Kongres.

Akan tetapi, kekhawatiran soal ketiga hal tersebut terhadap kinerja Amazon dipercaya akan mereda pada kuartal III tahun ini, seiring kepercayaan Post bahwa Amazon Web Services akan “menjadi pendorong yang positif di tahun 2021”.

Baca juga: Jeff Bezos Mundur dari Jabatan CEO Amazon

Saham Amazon Tahan Banting di Antara Saham lain di S&P 500

Post juga mencatat bahwa Amazon akan diuntungkan dari aliran pendapatan yang beragam. Tak pelak, saham Amazon menguat di S&P 500. Beberapa aliran dana itu diperoleh di antaranya lewat pendapatan e-commerce, cloud, grosir, iklan, dan layanan berlangganan untuk premium.

“Kami pikir saham Amazon dapat bertahan lebih baik daripada e-commerce lain. Terutama walaupun nantinya ada rotasi ke saham vaksin atau penyudahan lockdown. Jadi, di antara saham terbaik untuk sektor e-commerce di S&P 500, saham Amazon akan tetap potensial sekalipun lockdown dihentikan atau vaksin sudah mulai efektif.,” jelasnya.

“Amazon telah berinvestasi besar-besaran pada 2020 demi membangun kapasitas pengirimannya. Mereka melakukan pembangunan yang cepat di stasiun pengiriman lokal. Ini tentu dapat membantu mendukung peluncuran produk dan layanan baru,” tulis Post.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Yahoo! Finance



Sumber : pluang.com

Harga Bitcoin Makin Runtuh, Saatnya Serok atau Waspada?

Namun, data terbaru dari sektor Exchange-Traded Funds (ETF) menunjukkan narasi yang berbeda. Meski harga Bitcoin terkoreksi, arus keluar (outflows) dari ETF Bitcoin spot belum menunjukkan tanda-tanda kepanikan massal dari investor jangka panjang.

Beli Coin BTC di Sini!

Key Takeaways

  • Ketahanan Investor Jangka Panjang: Meskipun terjadi arus keluar (outflow) sebesar $5,8 miliar dalam 3 bulan terakhir, total arus masuk (inflow) tahunan untuk ETF Bitcoin Spot tetap positif di angka $14,2 miliar.
  • Bukan Kepanikan Massal: Penurunan harga Bitcoin (BTC) dari puncaknya sebesar $126.000 dianggap sebagai aksi profit-taking oleh spekulan dan hedge fund, bukan eksodus oleh investor institusi atau penasihat keuangan.
  • Pergeseran Karakter Aset: Bitcoin sedang bertransisi dari aset spekulatif murni menuju aset investasi jangka panjang dengan imbal hasil yang lebih stabil (mature).
  • Anomali “Digital Gold”: Saat ini Bitcoin (BTC) gagal bergerak selaras dengan emas fisik (GLD) yang justru mencetak rekor saat Bitcoin jatuh, menantang narasi Bitcoin sebagai pelindung nilai tradisional.

Quick Facts: Status ETF Bitcoin (Per Feb 2026)

Fitur

Detail

Harga Tertinggi (ATH)

$126.000+ (Oktober 2025)

Outflow IBIT (3 Bulan)

~$2,8 Miliar

Inflow IBIT (1 Tahun)

~$21 Miliar

Sentimen Pasar

Konsolidasi / Fear

Aset Pembanding Utama

Emas (GLD) & Saham Teknologi (Nasdaq)

Realitas Angka: Koreksi vs. Kapitulasi

Sejak mencapai puncaknya di atas $126.000 pada Oktober lalu, Bitcoin telah kehilangan hampir setengah nilainya. Dalam satu bulan terakhir saja, harganya merosot lebih dari 25%. Penurunan ini membawa Bitcoin kembali ke area yang mengingatkan pelaku pasar pada krisis FTX tahun 2022.

Meski demikian, pakar ETF dalam program CNBC “ETF Edge” menekankan bahwa struktur pasar saat ini jauh lebih kuat dibandingkan masa lalu:

  • iShares Bitcoin Trust (IBIT): Mencatat arus keluar bersih sekitar $2,8 miliar dalam tiga bulan terakhir. Namun, jika dilihat dalam rentang satu tahun, IBIT masih mencatatkan arus masuk bersih (inflows) raksasa mendekati $21 miliar.
  • Kategori ETF Bitcoin Spot: Secara keseluruhan, kategori ini mengalami arus keluar $5,8 miliar dalam tiga bulan terakhir, tetapi tetap surplus $14,2 miliar secara tahunan (YoY).

“Bukan investor ETF yang mendorong aksi jual ini,” ujar Matt Hougan, CIO Bitwise Asset Management. Menurutnya, tekanan jual lebih banyak berasal dari pemegang lama (OG) yang melakukan aksi ambil untung (trimming) dan para hedge fund yang menggunakan likuiditas ETF untuk perdagangan jangka pendek.

Beli Coin BTC di Sini!

Pergeseran Menuju Investasi Jangka Panjang

CEO Galaxy, Mike Novogratz, berpendapat bahwa “era spekulasi” di pasar crypto mungkin mulai berakhir. Ke depan, imbal hasil crypto akan lebih menyerupai aset investasi jangka panjang dengan volatilitas yang lebih terukur.

“Orang ritel masuk ke crypto bukan untuk mengejar imbal hasil 11% per tahun; mereka ingin 10 kali lipat atau 30 kali lipat,” kata Novogratz. Namun, dengan masuknya bank-bank besar Wall Street dan penasihat keuangan yang mengalokasikan Bitcoin ke dalam portofolio terdiversifikasi, perilaku pasar mulai berubah menjadi lebih defensif dan stabil.

Tantangan Narasi “Emas Digital” Terhadap Bitcoin

Salah satu poin paling ‘menyakitkan’ bagi investor saat ini adalah performa Bitcoin yang kontras dengan emas fisik. Saat Bitcoin anjlok 50%, emas justru sering kali mencetak rekor tertinggi baru.

Will Rhind, CEO GraniteShares, mengakui bahwa situasi ini cukup meresahkan bagi pendukung tesis BTC sebagai “Emas Digital”. Bitcoin saat ini masih berperilaku lebih mirip dengan saham teknologi pertumbuhan tinggi (high-growth tech stocks) dibandingkan aset safe haven tradisional.

Risks & Considerations (Penting)

  • Volatilitas Ekstrim: Penurunan 25% dalam sebulan adalah hal lumrah di crypto namun bisa sangat berisiko bagi profil risiko konservatif.
  • Risiko Regulasi: Perubahan kebijakan pemerintah AS terhadap aset digital dapat mempengaruhi harga secara instan.
  • Ketidakpastian Narasi: Belum ada kepastian apakah Bitcoin akan benar-benar berfungsi sebagai emas digital di masa depan.
  • Likuiditas: Meskipun ETF sangat likuid, perdagangan Bitcoin bisa mengalami slippage saat volatilitas tinggi.

Beli Coin BTC di Sini!

FAQ

  1. Apakah ini saat yang tepat untuk membeli Bitcoin di harga rendah atau Buy the Dip?
    Bergantung pada profil risiko Anda; investor jangka panjang melihat ini sebagai diskon, namun spekulan harus waspada.
  2. Mengapa harga Bitcoin turun padahal pemerintah AS pro-crypto?
    Pasar seringkali “sell the news” setelah ekspektasi besar terpenuhi atau karena tekanan teknikal dari trader besar.
  3. Apa perbedaan iShares Bitcoin Trust (IBIT) dengan membeli Bitcoin langsung? IBIT dikelola oleh BlackRock dan diperdagangkan di bursa saham, memberikan keamanan institusional dan kemudahan pajak.
  4. Apakah “Crypto Winter” pasti terjadi lagi?
    Tidak ada yang tahu pasti, namun data inflow ETF yang kuat menunjukkan pondasi pasar saat ini lebih kokoh dibanding 2022.
  5. Mengapa harga emas naik saat harga Bitcoin turun?
    Emas memiliki sejarah ribuan tahun sebagai safe haven, sementara Bitcoin masih dianggap sebagai aset berisiko oleh mayoritas manajer dana.
  6. Apakah harga Bitcoin akan kembali ke $126.000?
    Secara historis Bitcoin selalu menembus ATH baru setelah siklus koreksi, namun tidak ada jaminan waktu kapan hal itu terjadi.

Kesimpulan untuk Investor Pluang

Meskipun volatilitas saat ini sangat menantang, data aliran dana ETF memberikan sinyal positif: Mayoritas modal institusional dan investor jangka panjang tetap bertahan.

Penurunan harga ini lebih terlihat sebagai rebalancing portofolio dan pembersihan posisi spekulatif (leverage) daripada eksodus massal dari kelas aset digital. Bagi investor dengan horizon waktu panjang, fase konsolidasi ini justru menjadi ujian krusial bagi kematangan Bitcoin sebagai aset global.

Beli Coin BTC di Sini!

Sources 

  • Laporan CNBC “ETF Edge”
  • Data arus dana dari VettaFi
  • Pernyataan resmi dari Bitwise Asset Management dan Galaxy Digital



Sumber : pluang.com

Saham Amazon Akhirnya Rebound!

Kenaikan tipis sebesar 1,19% ke level $201,15 ini mengakhiri aksi jual masif yang sempat menghapus valuasi saham Amazon hingga lebih dari $450 miliar (sekitar Rp7.065 triliun). Namun, apakah ini awal dari pemulihan jangka panjang, atau sekadar technical rebound sesaat?

Beli Call Option AMZN di Sini!

Beli Saham AMZN di Sini!

Key Takeaways

  • Pemulihan Teknis: Saham Amazon ($AMZN) naik lebih dari 1% setelah anjlok sekitar 18% sejak awal Februari.
  • Belanja AI Fantastis: Pemicu utama aksi jual adalah rencana kenaikan Capital Expenditure (Capex) menjadi $200 miliar di tahun 2026 demi infrastruktur AI.
  • Pertumbuhan AWS: Meski pasar khawatir akan arus kas, pendapatan AWS tumbuh kuat sebesar 24% YoY, menandakan permintaan cloud yang tetap solid.
  • Mode “Prove It”: Analis kini menunggu bukti konkret bahwa investasi jumbo di bidang AI akan memberikan imbal hasil (return) yang sepadan bagi laba perusahaan.

Mengapa Investor “Menghukum” Amazon?

Sentimen negatif ini bermula dari laporan keuangan kuartal keempat yang dirilis awal bulan ini. Meskipun kinerja operasional Amazon tetap solid, pasar dikejutkan oleh rencana pengeluaran modal (Capital Expenditure/Capex) perusahaan yang sangat agresif.

Amazon memproyeksikan belanja modal sebesar $200 miliar untuk tahun 2026. Angka ini naik hampir 60% dibandingkan tahun lalu dan melampaui estimasi analis Wall Street sebesar $50 miliar. Sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI), mulai dari pusat data, chip kustom, hingga peralatan jaringan.

Investor mulai merasa cemas bahwa perlombaan senjata AI di antara raksasa teknologi (Amazon, Microsoft, Google, dan Meta) akan menguras arus kas bebas (free cash flow) mereka dalam jangka pendek.

‘Mode Pembuktian’ Amazon

CEO Amazon, Andy Jassy, tetap berdiri tegak membela strategi belanja jumbo ini. Menurutnya, investasi ini bukan sekadar spekulasi, melainkan respons terhadap permintaan dari pelanggan cloud mereka. Jassy memproyeksikan bahwa kapasitas pusat data perusahaan perlu dilipatgandakan pada tahun 2027 untuk menampung beban kerja AI yang terus meningkat.

Senada dengan Jassy, CEO AWS Matt Garman juga menegaskan bahwa peluang AI di sektor cloud terlalu besar untuk dilewatkan. Analis dari Wedbush bahkan menyebut bahwa Amazon kini berada dalam “mode pembuktian” (prove-it mode). Investor membutuhkan bukti konkret bahwa triliunan rupiah yang digelontorkan hari ini akan berubah menjadi pertumbuhan laba yang signifikan di masa depan.

Performa AWS Tetap Solid

Di tengah fluktuasi harga saham Amerika, satu hal yang tetap konsisten adalah pertumbuhan Amazon Web Services (AWS). Pendapatan AWS tercatat tumbuh kuat sebesar 24% (YoY). Para analis tetap optimis bahwa seiring dengan lebih banyaknya kapasitas pusat data yang online tahun depan, pertumbuhan pendapatan AWS justru akan mengalami akselerasi.

Beli Call Option AMZN di Sini!

Beli Saham AMZN di Sini!

Perbandingan Kinerja Saham Big Tech (Februari 2026)

Perusahaan

Pergerakan Harga (Daily)

Isu Utama

Saham Amazon (AMZN)

+1.19%

Rebound teknis setelah penurunan 9 hari.

Saham Microsoft (MSFT)

-1.10%

Tekanan pada sesi negatif ke-5 berturut-turut.

Saham Alphabet (GOOGL)

-1.25%

Kekhawatiran belanja capex yang serupa.

Saham Meta (META)

-0.75%

Konsolidasi setelah pengumuman kemitraan Nvidia.

Risiko & Pertimbangan Investasi

  1. Volatilitas Sektor Teknologi: Saham Amerika berbasis AI cenderung bergerak sangat volatil mengikuti berita terkait suku bunga dan laporan pengeluaran modal.
  2. Margin Operasional: Jika pertumbuhan pendapatan AWS tidak mampu mengimbangi laju belanja modal, margin keuntungan Amazon dapat tergerus dalam beberapa kuartal ke depan.
  3. Persaingan Cloud: Google Cloud dan Microsoft Azure terus membayangi pangsa pasar AWS dengan integrasi AI yang sangat agresif.

FAQ

  1. Mengapa saham Amazon turun 9 hari berturut-turut?
    Karena investor merespons negatif rencana pengeluaran $200 miliar untuk AI yang dinilai terlalu agresif.
  2. Apakah penurunan ini yang terparah?
    Secara durasi (9 hari), ini adalah rekor terburuk Amazon sejak tahun 2006.
  3. Apa itu “Prove It Mode”?
    Istilah analis untuk fase di mana perusahaan harus membuktikan bahwa belanja besar akan menghasilkan keuntungan nyata, bukan sekadar membangun infrastruktur kosong.
  4. Bagaimana kinerja AWS saat ini?
    Sangat baik. AWS tumbuh 24% dan menjadi motor utama profitabilitas Amazon.
  5. Berapa target harga saham Amazon (AMZN) menurut analis?
    Mayoritas analis Wall Street masih memberikan rating “Buy” dengan target harga rata-rata di kisaran $280 – $300.
  6. Apakah sekarang saat yang tepat untuk beli Saham Amazon?
    Secara historis, penurunan tajam pada perusahaan fundamental kuat sering dianggap peluang buy on dip, namun investor harus siap dengan volatilitas tinggi.

Beli Call Option AMZN di Sini!

Beli Saham AMZN di Sini!

Sumber

  • Laporan Keuangan Amazon Q4 2025
  • Data Pasar NASDAQ (17 Februari 2026)
  • Analisis Wedbush Securities
  • Laporan CNBC Tech.



Sumber : pluang.com

Pilih-Pilih Kartu Kredit, Mending VISA atau Mastercard?

Sebagai pengguna kartu ATM dan kredit , kamu pasti sudah sering lihat logo Visa dan Mastercard. Tapi, kamu tahu tidak perbedaan Visa dan Mastercard? Apa Visa berbeda dengan Mastercard? Atau justru keduanya memiliki kesamaan? Bagaimana dengan nomor kartu kredit dan ATM yang diterbitkan keduanya?

Kedua label ini tentu sudah lazim di kalangan pengguna kartu kredit juga. Logo ini umumnya tertera di sebelah kanan bawah kartu. Visa dan Mastercard adalah provider yang memungkinkan bank untuk menerbitkan nomor kartu kredit.

Provider ini memungkinkan kartu berlaku di berbagai merchant berlogo VISA atau Mastercard. Keduanya memberikan fasilitas dan kemudahan yang sama, yakni bisa digunakan di mana pun dan kapan pun.

Tapi, jika kamu mengalami kebingungan mau memilih Visa vs Mastercard ketika membuat kartu kredit, berikut ini perbedaan Visa dan Mastercard yang perlu kamu tahu.

Dengan bekal informasi ini, kamu bisa, deh, menjawab pertanyaan “Ingin kartu kredit Visa atau Mastercard?” dengan lebih tangkas.

Baca juga: Lebih Mudah Secara Online, Begini Lho Cara Mengajukan Kartu Kredit

1. Visa dan Mastercard adalah Perusahaan Provider Berbeda

Visa merupakan produk dari Visa International Service Association (VISA .INC) yang bermarkas di Kota Foster, California, AS. Perusahaan ini bergerak di urusan finansial sejak 1955.

Sementara itu, Mastercard adalah produk dari MasterCard Worldwide. Perusahaan ini berdiri pada 1966 dan berlokasi di Purchase, New York, AS. Sejak saat itu, Mastercard telah menjadi saingan terbesar VISA.

Terlepas dari perbedaan Visa dan Mastercard, keduanya diakui sebagai provider kartu dan nomor kartu kredit unggul di dunia.

2. Perbedaan Visa dan Mastercard soal Popularitas dan Jangkauan

Seperti yang kamu ketahui, kartu kredit VISA dan Mastercard berlaku di merchant yang bekerja sama dengan provider mereka.

Jika toko tertentu bekerja sama dengan VISA, maka kartu kredit yang dapat kamu gunakan bertransaksi di sana adalah kartu kredit VISA dan kartu kredit Mastercard tidak dapat digunakan.

Secara umum, kartu kredit VISA lebih populer di negara-negara Asia, sementara Mastercard banyak digunakan di negara-negara Amerika dan Eropa.

Baca juga: Mau Pakai Kartu Kredit untuk Modal Usaha? Simak Dulu Untung-Ruginya di Sini!

3. Perbedaan VISA dan Mastercard – Varian Kartu Kreditnya

Beberapa jenis kartu kredit ditawarkan oleh kedua provider ini. Namun, sebagai peganganmu saja, pada dasarnya ada 3 jenis kartu kredit yang sama baik di VISA maupun di Mastercard.

Ketiga kartu itu ialah Classic, Gold, dan Platinum. Di luar itu, ada pula perbedaan Visa dan Mastercard dalam urusan varian kartu. Berikut ini jenis lainnya selain tiga kartu itu:

Kartu kredit VISA

visa infinite
Sumber: PAYSPACE MAGAZINE
  • VISA Signature: jenis kartu kredit ini tergolong eksklusif. Orang dengan kartu ini tidak bisa sembarangan, umumnya pengusaha atau profesional yang sudah ternama atau terkemuka. Untuk memiliki kartu ini, pihak bank akan menilai kelayakan harta yang dimiliki, seperti deposito, investasi, rekening koran, dan rekening tabungan. Keuntungan memiliki kartu ini adalah limitnya yang mulai dari 100 jutaan rupiah hingga tak terhingga. Fasilitas yang ditawarkan seperti Airport Lounge, travel assist, keanggotaan klub golf, perjalanan spesial, dst.
  • VISA Infinite: sementara itu, kartu kredit satu ini tidak ditawarkan kepada umum. Pemiliknya terbatas bagi mereka dengan aset di atas 100 ribu USD atau Rp1 M dalam bentuk tunai. Pemiliknya khusus bagi nasabah premium, dengan rekening, deposito, atau investasi dari bank penerbit kartu. Limit kartu kredit dari 50 juta rupiah hingga tak terbatas. Fasilitas yang ditawarkan hampir sama dengan VISA Signature, kelebihannya, pemegang kartu kredit ini punya akses langsung menyewa jet pribadi.

Cek lagi perbedaan VISA dan Mastercard lewat jenis kartu kredit Mastercard berikut:

Kartu Kredit Mastercard

Wordl Elite Mastercard
Sumber: MASTERCARD
  • World Mastercard: Kartu kredit ini setara dengan kartu VISA Infinite. Penggunaannya hingga 75 juta dalam setahun. Standar yang diterapkan pun sama dengan pemegang VISA Infinite. Kelebihannya, kartu ini dapat diterima 2 kali lipat lebih banyak di berbagai negara. Ini akan membantumu melakukan reservasi untuk banyak layanan.
  • World Elite Mastercard: ini adalah jenis tertinggi kartu kredit dari Mastercard. Dengan kartu kredit ini, kamu akan memperoleh kemudahan lebih dari semua aspek, baik dalam reservasi hotel berkelas tinggi, airport, restoran mewah, dst. Kartu ini cocok bagi mereka yang suka bepergian dan sama seperti World Mastercard, juga dilindungi fitur Identity Theft Resolution Service.

4. Perlindungan Nasabah

Untuk urusan ini, perbedaan dari VISA dan Mastercard adalah bahwasanya mereka memiliki cara masing-masing dalam rangka melindungi nomor kartu kredit dan debit nasabah.

Saat melakukan transaksi daring, VISA menawarkan pengamanan berupa memasukkan nomor pin statis atau One Time Password (OTP) ke dalam jendela Verified by VISA.

Sementara, Mastercard memberikan proteksi kepada nasabah berupa Secure Code. Kode ini merupakan kode pin tambahan yang harus dimasukkan pengguna ketika bertransaksi secara daring.

5. Perbedaan VISA dan Mastercard – Biaya Transaksi

Ketika kamu bertransaksi, ada perbedaan biaya tambahan yang dikenakan oleh VISA dan Mastercard.

Biaya tambahan oleh VISA jika bertransaksi di luar negeri sebesar 1% dari total transaksi. Sedangkan, Mastercard menawarkan biaya berbeda, yaitu berkisar 0,2% hingga 1% tergantung dari merchant tempatmu berbelanja.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Cermati



Sumber : pluang.com

Meta Sepakat Bangun ‘Superintelligence’ Bersama Nvidia, Sahamnya Menghijau

Langkah ini mempertegas ambisi CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk menghadirkan “personal superintelligence” bagi seluruh user di dunia. Apa saja poin penting dari kesepakatan ini dan bagaimana dampaknya terhadap pasar saham Amerika?.

Key Takeaways

  • Dominasi Infrastruktur: Meta akan mengadopsi jutaan chip Nvidia, termasuk GPU generasi berikutnya (Vera Rubin) dan CPU Grace secara mandiri (standalone).
  • Investasi Masif: Kesepakatan ini merupakan bagian dari rencana Capital Expenditure (Capex) Meta sebesar $135 miliar untuk tahun 2026.
  • Eksklusivitas Teknologi: Meta menjadi perusahaan pertama yang menerapkan CPU Grace tanpa harus digabungkan dengan GPU dalam satu server untuk menangani beban kerja inference.
  • Dinamika Pasar: Pengumuman ini memperkuat posisi NVDA dan META, namun memberikan tekanan pada kompetitor seperti AMD yang sahamnya sempat terkoreksi 4%.

Detail Kesepakatan: Lebih dari Sekadar GPU

Selama ini, Nvidia dikenal sebagai pemimpin pasar melalui Graphics Processing Units (GPU). Namun, dalam kesepakatan terbaru ini, Meta melakukan terobosan dengan menjadi perusahaan pertama yang menerapkan CPU Grace milik Nvidia secara mandiri (standalone) dalam skala besar.

Berikut adalah poin-poin utama dari kerja sama tersebut:

  1. Jutaan Chip Baru: Meta akan mengadopsi arsitektur GPU generasi berikutnya, Vera Rubin, dan sistem rak berskala besar.
  2. CPU Standalone: Berbeda dengan server tradisional yang menggabungkan CPU dan GPU, Meta akan menggunakan CPU Grace secara terpisah untuk menangani beban kerja inference dan agentic AI (AI yang bertindak sebagai asisten mandiri).
  3. Teknologi Networking: Meta juga akan menggunakan teknologi networking Spectrum-X Ethernet dari Nvidia untuk menghubungkan ribuan GPU dalam satu ekosistem yang koheren.
  4. Keamanan WhatsApp: Fitur AI pada WhatsApp nantinya akan didukung oleh kapabilitas keamanan dari Nvidia.

Beli Call Options $META di Sini!

Beli Saham $META di Sini!

Beli Call Options $NVDA di Sini!

Beli Saham $NVDA di Sini!

Strategi Luar Biasa Meta Senilai $135 Miliar

Meta tidak main-main dalam urusan modal. Perusahaan telah mengumumkan rencana belanja modal (Capex) AI hingga $135 miliar (sekitar Rp2.100 triliun) pada tahun 2026. Analis memperkirakan sebagian besar dari dana tersebut akan mengalir langsung ke kantong Nvidia.

Secara jangka panjang, Meta berkomitmen menghabiskan $600 miliar di AS hingga tahun 2028 untuk pembangunan pusat data. Saat ini, dua proyek raksasa sedang berjalan: lokasi Prometheus di Ohio (1 gigawatt) dan lokasi Hyperion di Louisiana (5 gigawatt).

Saham Nvidia dan Saham Meta Kompak Menghijau

Pengumuman ini langsung direspon positif oleh pasar:

  • Saham Meta ($META): Saham naik sekitar +4.21% karena investor melihat kepastian suplai chip untuk ambisi AI mereka.
  • Saham Nvidia ($NVDA): Saham naik +1.46%, memperkokoh posisinya sebagai raja chip dunia dengan pesanan yang terjamin hingga beberapa tahun ke depan.
  • Saham AMD ($AMD): Di sisi lain, saham AMD sempat terkoreksi sekitar 4%. Hal ini menunjukkan kekhawatiran pasar terhadap dominasi Nvidia yang semakin sulit ditembus, meskipun Meta tetap menggunakan chip AMD sebagai sumber sekunder.

Nvidia vs Kompetitor di Ekosistem Meta

Aspek

Nvidia (NVDA)

AMD (AMD)

In-House (Meta Silicon)

Peran

Pemasok Utama & Networking

Sumber Sekunder (Backup)

Optimasi Spesifik Internal

Teknologi

Vera Rubin & Spectrum-X

MI-Series Accelerators

MTIA (Meta Training & Inference)

Status

Pilihan Utama untuk Skala Besar

Digunakan untuk diversifikasi

Masih dalam pengembangan tahap awal

Risiko & Pertimbangan Investasi (Mandatory)

Investasi di sektor semikonduktor dan teknologi AI memiliki risiko unik:

  1. Risiko Konsentrasi: Ketergantungan Meta yang sangat tinggi pada Nvidia menciptakan risiko jika terjadi gangguan rantai pasok pada pabrikan chip (seperti TSMC).
  2. Valuasi Tinggi: Lonjakan harga saham NVDA dan META pasca berita ini mencerminkan pertumbuhan masa depan (priced-in), sehingga investor perlu waspada terhadap volatilitas.
  3. Obsolescence (Usang): Teknologi AI berkembang sangat cepat. Chip yang dibeli hari ini dengan harga miliaran dolar bisa menjadi kurang kompetitif dalam 2-3 tahun ke depan.
  4. Ketidakpastian Model AI: Model terbaru Meta, Avocado, harus terbukti sukses di pasar agar belanja modal yang masif ini menghasilkan ROI (Return on Investment) yang positif.

FAQ

  1. Berapa nilai total kesepakatan ini?
    Angka pasti tidak disebutkan, namun analis memperkirakan nilainya mencapai puluhan miliar dolar.
  2. Apa itu GPU Vera Rubin?
    Arsitektur GPU generasi terbaru Nvidia yang menyusul Blackwell, dirancang untuk performa AI super cepat.
  3. Mengapa Meta juga melirik Google TPU?
    Meta mencoba melakukan diversifikasi agar tidak 100% bergantung pada satu vendor (Nvidia) guna menekan biaya di masa depan.
  4. Apa dampak kesepakatan ini bagi pengguna WhatsApp?
    Pengguna akan melihat fitur AI yang lebih cerdas, cepat, dan aman berkat dukungan sistem keamanan Nvidia.
  5. Di mana pusat data terbesar Meta dibangun?
    Di Richland Parish, Louisiana (Hyperion) dengan kapasitas daya 5 Gigawatt.
  6. Apakah Meta berhenti membuat chip sendiri?
    Tidak. Meta tetap mengembangkan silikon internal untuk optimasi khusus, namun tetap butuh Nvidia untuk skala besar.
  7. Mengapa saham AMD turun?
    Karena investor melihat Meta lebih memprioritaskan arsitektur Nvidia untuk pengembangan infrastruktur intinya tahun 2026.
  8. Kapan teknologi Vera Rubin akan mulai digunakan?
    Direncanakan mulai diimplementasikan secara luas pada tahun 2027.

Mengapa Kolaborasi Nvidia dan META ini Penting bagi Investor?

Bagi sobat Pluang yang memantau sektor teknologi, ada beberapa poin yang bisa diperhatikan:

  1. Dominasi Ekosistem Nvidia
    Dengan masuknya CPU Grace ke pusat data Meta, Nvidia membuktikan bahwa mereka bukan sekadar produsen chip, melainkan penyedia solusi infrastruktur lengkap (CPU, GPU, dan Networking).
  2. Perang AI Belum Berakhir
    Meta sedang mengembangkan model AI terbaru bernama Avocado (penerus Llama). Kesuksesan model ini sangat bergantung pada infrastruktur yang sedang dibangun sekarang.
  3. Dinamika Suplai
    Meskipun Meta mengembangkan chip in-house dan melirik TPU Google, ketergantungan pada Nvidia tetap tinggi karena performa dan ekosistem software yang matang.

Kesimpulan

Kemitraan Meta dan Nvidia adalah sinyal kuat bahwa investasi di sektor AI masih jauh dari kata jenuh. Bagi investor, pergerakan kedua saham ini (META & NVDA) akan terus menjadi barometer utama kesehatan industri teknologi global di tahun 2026.

Beli Call Options $META di Sini!

Beli Saham $META di Sini!

Beli Call Options $NVDA di Sini!

Beli Saham $NVDA di Sini!

 Sumber

  • Laporan pendapatan Meta Q4 2025
  • Pengumuman resmi kemitraan Meta-Nvidia (Februari 2026)
  • Analisis Creative Strategies (Ben Bajarin)
  • Data pasar Bloomberg/CNBC.



Sumber : pluang.com

Pilih Investasi Jangka Pendek? Ada Emas Digital dan 3 Jenis Investasi Lain yang Bisa Kamu Coba

Investasi jangka pendek belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Padahal, ada banyak keuntungannya untuk memiliki rencana investasi jangka pendek, lho! Beragam kemudahan dan pilihan investasi jangka pendek cocok untuk menyimpan dana darurat.

Investasi jangka pendek yang berupa “safe and liquid investment” pada saat pandemi virus corona ini sangat bisa diandalkan. Liquid di sini artinya kamu bisa mengaksesnya dengan mudah serta bebas dari biaya penalty penarikan. Sedangkan safe berarti kita bisa mengandalkan metode itu untuk menyimpan uang.

Investasi jangka pendek membuat penyimpanan dana darurat lebih menguntungkan dan aman. Pilihan investasi jangka pendek sangat beragam serta bisa disesuaikan dangan kondisi keuanganmu.

Perkembangan teknologi membuat instrumen investasi perkembang pesat. Termasuk investasi untuk emas.

Emas digital adalah salah satu instrumen investasi yang gencar direkomendasikan oleh beberapa jasa keuangan. Ingin tahu alasannya? Simak, yuk, penjelasan di bawah ini.

Baca juga: 4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

Emas digital, investasi jangka pendek yang safe and liquid

pilihan investasi jangka pendek

Ketangguhan nilai emas memang sudah tidak diragukan lagi.

“Semakin lama, untuk punya emas, semakin mudah,” tutur @d’goldfather, seorang praktisi emas sejak 1993. Ucapan itu didasari pada inovasi pembelian emas yang semakin mengikuti zaman.

Ia, @d’goldfather, menjelaskan bahwa keberadaan emas digital membantu orang untuk mengakses jenis liquid ini. Karena dengan uang 10 ribu kita sudah bisa mendapatkan emas dengan jumlah tertentu.

Berikut poin plus lain dari investasi jangka pendek pada emas digital:

1. Harga Emas Relatif Lebih Murah

Kenapa bisa begitu? Itu karena emas digital tidak memerlukan komponen biaya cetak. Sehingga kita hanya membeli harga emasnya saja.

2. Modal Terjangkau Sebagai Investasi Jangka Pendek

Sifatnya yang digital, membuat emas bersifat liquid. Artinya tidak ada aturan tertentu untuk membeli emas. Misalnya 1 gram atau 5 gram seperti di emas fisik. Di sini, kalian bisa mulai menabung emas mulai dari 10 ribu saja. “The power of receh” masih bekerja! Kita bisa membeli emas sedikit demi sedikit dari uang receh.

3. Mudah Mengakses Proses Jual-Beli

Tidak seperti emas fisik yang memerlukan toko atau tempat tertentu, emas digital bisa dijual kapan saja melaui platform digital tersebut. Borderless itulah keunggulan emas digital ini. Pastinya, prinsip ini sangat sesuai dengan kita-kita yang sibuk dan sudah melek teknologi.

4. Untuk Investasi Jangka Pendek, Tidak Perlu Memikirkan Penyimpanan

Umumnya, platform emas digital sudah bekerja sama dengan kliring untuk urusan penyimpanan. Aman, bukan? Jadi, kita bisa fokus untuk menabung.

5. Spread (selisih) Harga Beli dan Jual yang Tidak Terlalu Jauh

Meski bersifat digital, tapi prinsip emas yang relatif stabil masih bisa kita rasakan di sini. Jadi, ketika kita tidak punya uang, kita bisa menjual emas digital ini. Dan, kita tetap mendapatkan keuntungan yang lumayan.

GoInvestasi powered by Pluang bisa mengakomodir rasa penasaran kalian. Selain sudah mendapatkan lisensi dari Bappebti, kalian bisa menabung emas mulai dari 0,01 gram. Jadi, tunggu apa lagi?

Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

Pilihan Investasi Jangka Pendek dengan Modal Pas-Pasan

Selain emas digital, beberapa produk investasi jangka pendek yang low budget ini juga cocok untuk kamu.

1. Deposito

Mirip dengan tabungan, tetapi kalian akan mendapatkan bunga yang lebih tinggi. Deposito sangat cocok untuk menyimpan dana darurat. Adanya ketentuan batas waktu deposit membuat kalian tidak bisa mengambil dana sewaktu-waktu. Jadi, uang itu benar-benar tersimpan hanya untuk kegiatan krisis.

2. Saham

Saham menjadi salah satu primadona investasi, termasuk di Indonesia. Keuntungan besar dalam waktu singkat membuat saham semakin dilirik. Tapi ingat, saham juga memiliki risiko yang besar pula. Tetap hati-hati, ya!

3. Peer to peer lending

Peer to peer lending belum banyak diketahui oleh masyarakat. Pada dasarnya, kalian akan memiliki kesempatan investasi jangka pendek dengan cara memberikan pinjaman. Di sini, kalianlah yang menentukan siapa peminjam yang akan dibantu. Beberapa platform di Indonesia membuka nominal investasi yang berbeda. Misalanya, ada yang mulai dari Rp1.000.000, atau Rp5.000.000, bahkan Rp100.000. Presentasi keuntungan yang bisa kalian dapatkan sekitar 19 persen per tahun.

Jadi, apakah kamau sudah tertarik menabung dana emergency melalui investasi jangka pendek belum? Ingat, semakin cepat memulai, maka semakin tinggi pula imbal hasil yang akan kamu dapatkan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia, Koinworks, Pluang



Sumber : pluang.com