Category Archives: Pluang

Menkeu AS Tolak Bailout Bitcoin, Investor Crypto Harus Apa?

Berikut adalah rangkuman analisis mengenai fenomena “Bessent Shock” dan dampaknya terhadap portofolio crypto kamu.

Beli Coin BTC di Sini!

 Key Takeaways

  • Sikap Defensif Pemerintah AS: Menkeu Scott Bessent secara resmi menolak ide bailout Bitcoin dan rencana pembelian tambahan oleh pemerintah, mematahkan ekspektasi kebijakan pro-crypto yang agresif.
  • Tekanan Sektor AI: Skeptis terhadap model profitabilitas AI memicu aksi jual di saham teknologi (Nasdaq) yang merembet ke aset crypto.
  • Level Psikologis $60.000: Bitcoin sedang menguji level dukungan kritikal. Kegagalan di level ini dapat memicu sentimen bearish jangka panjang.
  • Divergensi Whale vs Ritel: Institusi (Whales) terpantau melakukan aksi jual masif, sementara investor ritel cenderung melakukan akumulasi di harga bawah (buy the dip).

Scott Bessent: “Tidak Ada Karpet Merah untuk Bitcoin”

Harapan pasar akan dukungan penuh pemerintah AS terhadap aset digital perlahan memudar. Dalam sesi dengar pendapat di Kongres baru-baru ini, Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk melakukan intervensi atau memberikan bantuan finansial (bailout) kepada pasar Bitcoin.

“Pemerintah AS tidak memiliki otoritas maupun kemauan untuk menyokong harga Bitcoin melalui bailout,” tegas Bessent.

Pernyataan ini mendinginkan spekulasi mengenai implementasi strategis Bitcoin sebagai cadangan devisa (Strategic Bitcoin Reserve) yang sempat digaungkan dalam beberapa RUU sebelumnya. Pasar merespons negatif, melihat ini sebagai sinyal bahwa “pelindung kebijakan” yang diharapkan investor institusi mungkin tidak akan datang dalam waktu dekat.

AI Shock & Risiko Makro terhadap Bitcoin

Bukan hanya kebijakan pemerintah, sektor teknologi juga sedang mengalami “reset struktural”. Kejenuhan terhadap model bisnis AI dan kekhawatiran atas pengeluaran modal (capex) perusahaan teknologi raksasa telah memicu aksi jual masif di pasar saham Nasdaq.

Karena Bitcoin sering bergerak selaras dengan saham teknologi sebagai aset berisiko (risk-on asset), koreksi di sektor AI langsung merembet ke pasar crypto. Kondisi ini diperparah dengan:

  • Outflow Masif ETF: Bitcoin Spot ETF mencatat arus keluar bersih mencapai $1,48 miliar, menandakan institusi mulai mengambil langkah defensif.
  • Aksi Jual Whales: Data on-chain menunjukkan dompet besar (whales) mulai melepas kepemilikan mereka, sementara investor ritel cenderung melakukan buy the dip di tengah ketidakpastian.

Beli Coin BTC di Sini!

Apakah Bitcoin Akan Lebih Rendah dari $60.000?

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $64.000, turun hampir 50% dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) yang dicapai Oktober lalu. Para analis memperingatkan beberapa level kunci:

Level Harga

Status

Dampak

$74.000

Resistansi Kuat

Harus ditembus untuk memicu pemulihan tren naik.

$67.200

Titik Pivot

Area konsolidasi jangka pendek.

$60.000

Support Psikologis

Jika jebol, Bitcoin berisiko masuk ke fase bear market yang lebih dalam menuju $56.000.

Step-by-Step: Menghadapi Volatilitas Tinggi

  1. Evaluasi Harga Rata-Rata (DCA): Periksa harga rata-rata pembelian Anda. Jika harga saat ini jauh di bawah, pertimbangkan apakah tesis investasi Anda masih berlaku.
  2. Pasang Stop-Loss: Untuk trader jangka pendek, amankan posisi dengan stop-loss di bawah level $60.000.
  3. Rebalancing Portofolio: Alokasikan sebagian keuntungan (jika ada) ke aset stabil seperti Emas atau Dolar untuk mengurangi risiko sistemik.
  4. Pantau Berita Makro: Fokus pada rilis data inflasi AS dan hasil pemilu Jepang yang dapat mempengaruhi arus modal global.

Beli Coin BTC di Sini!

Sentimen Institusi vs Ritel

Fitur

Investor Institusi (Whale)

Investor Ritel (Small Wallet)

Aksi Terkini

Distribusi / Jual masif

Akumulasi / Beli bertahap

Motivasi

Manajemen risiko & Likuiditas

Buy the dip (Spekulasi pemulihan)

Arus ETF

Arus keluar (Outflow) tinggi

Pembelian unit kecil

Pandangan

Waspada terhadap makro/politik

Optimis jangka panjang

Risiko & Pertimbangan

  • Risiko Likuidasi: Penurunan di bawah $60.000 dapat memicu “death spiral” akibat likuidasi otomatis pada pasar berjangka.
  • Risiko Kebijakan: Ketidakpastian anggaran AS (Hingga 13 Februari) dapat menciptakan volatilitas dadakan.
  • Yen Carry Trade: Kenaikan suku bunga di Jepang dapat memaksa investor menarik dana dari pasar kripto global untuk menutupi pinjaman dalam Yen.

FAQ (Tanya Jawab)

  1. Apa itu “Bessent Shock”? Reaksi negatif pasar terhadap pernyataan Menkeu AS Scott Bessent yang menolak dukungan fiskal untuk Bitcoin.
  2. Kenapa Bitcoin turun saat AI bermasalah? Keduanya dianggap aset berisiko tinggi. Saat investor takut pada sektor teknologi, mereka cenderung menjual Bitcoin juga.
  3. Apa yang terjadi jika $60.000 jebol? Secara teknikal, Bitcoin bisa masuk ke tren penurunan lebih lanjut menuju area $50.000-an.
  4. Apakah ini waktu yang tepat untuk membeli? Bergantung pada profil risiko Anda. Membeli saat “Fear” tinggi sering dilakukan penganut DCA, namun risiko penurunan tetap ada.
  5. Siapa Scott Bessent? Menteri Keuangan AS yang baru diangkat pada tahun 2026.
  6. Apa itu Kimchi Premium? Selisih harga kripto di bursa Korea Selatan vs global; saat ini stabil di 0,96%.
  7. Apakah ETF Bitcoin masih aman? Secara struktur aman, namun nilainya mengikuti harga pasar yang saat ini sedang terkoreksi.
  8. Mengapa Whale menjual Bitcoin mereka? Biasanya untuk memindahkan modal ke aset yang lebih stabil di tengah ketidakpastian politik AS.

Apa Artinya bagi Investor Crypto di Pluang?

Koreksi ini merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar setelah kenaikan ekstrem. Bagi Anda yang berinvestasi di Pluang, penting untuk tetap berkepala dingin:

  1. Diversifikasi: Pastikan portofolio Anda tidak hanya terpaku pada satu aset. Manfaatkan pilihan Saham Amerika (AS) atau Emas di Pluang untuk menyeimbangkan volatilitas crypto.
  2. Pantau Level Kunci: Perhatikan apakah Bitcoin mampu bertahan di atas $60.000 dalam beberapa hari ke depan.
  3. Lakukan Riset: Gunakan fitur analisis di aplikasi Pluang untuk melihat sentimen pasar secara real-time.

Sumber

  • Data On-chain: Disadur dari Santiment dan Swissblock (Analisis kepemilikan dompet BTC).
  • Data Pasar: Binance USDT Market, Upbit KRW, dan CME FedWatch (Probabilitas suku bunga).
  • Referensi Berita: Trade Now oleh Kang Min-seung, NewsBTC (Analisis teknikal Ayush Jindal), dan Farside Investors (Arus ETF).



Sumber : pluang.com

Kenali Jenis Reksadana, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

Selama ini, reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal. Nah, mereka yang keinginan untuk berinvestasi tapi punya waktu dan pengetahuan terbatas umumnya memilih jenis investasi ini.

Hal ini sesuai dengan pasal 1 UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal bahwa reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal demi diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Hanya saja, jenis reksadana cukup beragam di luar sana.

Investor bermodal besar kadang bisa menempatkan dananya di instrumen reksadana yang mereka mau. Namun, bagi investor kecil dan mereka yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka, memilih jenis reksadana yang cocok bisa bikin kepala mumet!

Makanya, yuk kenali jenis-jenis reksadana. Kira-kira jenis reksadana apa sih yang cocok buat kamu?

Baca juga: Apa Itu Reksadana Indeks (Index Fund)?

Risiko Investasi Reksadana

Tapi sebelum melangkah ke sana, ada baiknya kamu juga mengetahui tentang keuntungan dan risiko berinvestasi di reksadana.

Terdapat tiga jenis risiko yang umum terkait reksadana. Yang pertama, nilai penyertaan unit aset reksadana punya risiko untuk menurun. Hal ini dipengaruhi oleh pergerakan harga aset underlying reksadana, seperti harga saham, obligasi, dan surat berharga lainnya.

Risiko kedua adalah risiko likuiditas, di mana kamu harus siap secara mental menghadapi kesulitan yang mungkin timbul dalam melakukan pencairan (redemption) aset penyertaan reksadana.

Risiko ketiga adalah risiko yang paling buruk, yakni wanprestasi. Ini bisa terjadi jika perusahaan asuransi tidak segera membayar ganti rugi atau membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan.

Pada umumnya, portofolio dan risiko reksadana investor akan dikelola oleh manajer investasi profesional. Sehingga, investor tidak perlu repot memantau kinerja investasinya antar waktu.

Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

Mengenal Berbagai Jenis Reksadana Secara Umum

Setelah mengenal jenis risiko reksadana, kalian bisa memilih jenis-jenis investasi di bawah ini. Pastikan, kalian memilih reksadana sesuai selera dan profil risiko masing-masing ya!

1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Funds)

Jenis reksadana ini menempatkan 100% pada instrumen pasar uang dan/atau efek bersifat utang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)

Reksadana ini menempatkan minimal 80% pada efek bersifat utang seperti obligasi atau surat utang. Jenis ini cocok untuk investasi jangka pendek dengan waktu antara 1-3 tahun.

3. Reksadana Saham (Equity Funds)

Jenis reksadana ini menempatkan minimal 80% pada efek saham. Reksadana ini cocok untuk investasi jangka panjang dengan waktu lima tahun atau lebih.

4. Reksadana Campuran (Discretionary Funds)

Pada jenis ini, manajer investasi menempatkan maksimal 79% pada efek saham, obligasi, dan instrumen pasar uang seperti deposito. Investasi jenis ini cocok untuk jangka menengah antara 3-5 tahun.

Baca juga: Investasi Akhir Tahun Baiknya Pilih Emas, Saham, atau Reksadana?

Jenis Reksadana dengan Acuan Aset Terstruktur

Selain reksadana yang langsung menempatkan investasi pada surat berharga, ada pula jenis reksadana yang diracik dengan struktur tertentu, di antaranya:

1. Reksadana Terproteksi (Capital Protected Fund)

Jenis reksadana ini adalah yang berusaha memproteksi nilai investasi awal investasi investor. Mekanisme proteksi umumnya dilakukan dengan membeli instrumen surat utang (obligasi) dan memegangnya hingga jatuh tempo (buy and hold). Karenanya, kecuali obligasi yang bersangkutan mengalami gagal bayar, maka nilai investasi awal akan terjaga seutuhnya.

2. Reksadana dengan Penjaminan (Capital Guaranteed Fund)

Ini adalah reksadana yang menggaransi nilai investasi awal investor. Mekanisme garansi dilakukan dengan melakukan perjanjian dengan guarantor. Pada umumnya, yang bertindak sebagai guarantor adalah perusahaan asuransi.

3. Reksadana Indeks (Index Fund)

Jenis reksadana ini memiliki portofolio investasi yang pada indeks tertentu. Indeks yang dijadikan acuan bisa berupa indeks saham ataupun indeks obligasi.

Perbedaan antara reksadana indeks dengan reksadana konvensional adalah reksadana indeks mengambil strategi investasi pasif dengan menghasilkan tingkat pengembalian yang setara dengan pengembalian indeks yang ditirunya. Sementara itu, reksadana konvensional mencoba mengalahkan indeks yang menjadi acuan dengan menerapkan strategi investasi aktif.

Dari ketiga macam structured fund tersebut, hanya Reksadana Indeks yang bisa ditawarkan terus-menerus seperti layaknya jenis reksadana konvensional. Sementara itu, dua jenis lainnya memiliki penawaran yang terbatas.

Baca juga: Tujuh Tips Keuangan untuk Milenial

Banner Blog Pluang

Jenis Reksadana Aset Sektor Rill

Selain menempatkan dana investasi pada paper asset, reksadana juga ditempatkan pada sektor riil dan infrastruktur ini. Namun, investasi ini kadang dilakukan bagi mereka-mereka yang tergolong investor kelas kakap!

1. Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT)

Jenis reksadana ini menghimpun dana dari investor profesional dan selanjutnya diinvestasikan pada portofolio efek.

Dalam hal ini, portofolio efek yang dimaksud tidak terbatas pada instrumen pasar modal. Ini bisa juga berupa pembiayaan terhadap sektor riil dan infrastruktur. Sedangkan yang dimaksud investor profesional adalah investor dengan kemampuan menganalisis risiko reksadana dan mampu investasi minimum sebesar Rp1 miliar

Biasanya, jumlah investor di reksadana ini dibatasi paling banyak 50 pihak. Penilaian terhadap harga pasar dari aset yang bersangkutan pun tidak menggunakan nilai pasar wajar seperti reksadana konvensional. Sementara itu, penilaian Nilai Aktiva Bersih (NAB) umumnya dilakukan tiga bulan sekali.

2. Dana Investasi Real Estat (DIRE)

Di luar negeri, produk ini dikenal sebagai Real Estate Investment Trust (REIT). DIRE merupakan himpunan dana investor yang diinvestasikan pada aset real estat. Jadi, manajer investasi pengelola reksadana ini dapat membeli properti seperti bangunan, gedung, tanah, atau saham dan obligasi perusahaan terbuka yang berkaitan dengan properti.

Adapun, perhitungan NAB bersih jenis reksadana ini dilakukan oleh pihak penilai.

3. Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA)

Jenis reksadana ini dikenal pula sebagai Asset-Backed Securities. Reksadana ini berbasis aset keuangan, seperti tagihan kredit kepemilikan rumah, tagihan kartu kredit, surat berharga komersial, tagihan kredit kepemilikan kendaraan bermotor, dan lainnya.

KIK-EBA dapat menjadi alternatif pendanaan bagi perbankan, sehingga perbankan tidak hanya mengandalkan dana simpanan nasabahnya saja.

Baca juga: Hadapi IHSG yang Melemah, Ini 4 Pilihan Reksadana Terbaik

Jenis Reksadana Berdasarkan Kriteria Lain-Lain

Selain dibagi berdasarkan kebijakan investasi, jenis reksadana juga dibagi ke dua kelompok besar, yaitu reksadana konvensional dan reksadana syariah.

Reksadana syariah adalah reksadana yang dikelola dengan prinsip syariah. Contoh penerapannya dalam pengelolaan reksadana antara lain: investasi masuk dalam Daftar Efek Syariah, ada prinsip cleansing yakni kegiatan menyumbangkan porsi pendapatan untuk kegiatan amal, dan adanya Dewan Pengawas Syariah.

Ada pula jenis reksadana yang dapat diperjualbelikan seperti saham, yakni Exchange Traded Fund (ETF).

Jenis ini merupakan pengembangan dari jenis Reksadana Indeks. ETF berbentuk kontrak kolektif dan unit penyertaannya dicatat sekaligus diperdagangkan di bursa. Portofolio ETF adalah saham-saham yang menjadi anggota pada sebuah indeks. Jika seorang investor membeli EDF misalnya LQ45, ia memiliki 45 saham yang termasuk dalam daftar indeks tersebut.

Lantaran likuiditas menjadi salah satu kendala produk ETF, maka dalam ETF dikenal satu pihak yang disebut dealer partisipan. Ia adalah Anggota Bursa Efek yang menandatangani perjanjian dengan Manajer Investasi penerbit ETF untuk menjadi market maker, yakni pihak yang membeli atau menjual ETF pada harga yang telah ditentukan sehingga menjadikan instrumen tersebut mudah diperdagangkan (likuid).

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bursa Efek Indonesia, Bahana Link, Reksadana Community



Sumber : pluang.com

Meme Coin Melejit Saat Harga Bitcoin Sulit Naik, Apa Penyebabnya?

Laporan market terbaru menunjukkan bahwa sementara token dengan kapitalisasi pasar terbesar (large-cap) cenderung stagnan atau bahkan terkoreksi, indeks meme coin justru melesat. Fenomena ini memicu pertanyaan besar bagi para investor crypto; Apakah kita sedang melihat awal dari altcoin season yang didorong oleh narasi AI, ataukah ini sekadar volatilitas jangka pendek di tengah ketakutan pasar yang mendalam?

Beli Coin BTC di Sini!

Key Takeaways

  • Bitcoin Stagnan: BTC tertahan di bawah $70.000 dengan sentimen Extreme Fear yang masih membayangi pasar.
  • Era Agentic AI: Koin crypto seperti PIPPIN melonjak 46% berkat narasi AI otonom (Agentic AI) yang bisa mengeksekusi tugas di blockchain tanpa campur tangan manusia.
  • Tekanan Derivatif: Funding rate negatif yang agresif (-7% hingga -8%) menunjukkan dominasi short sellers, namun pasar options mulai menunjukkan aksi bottom-fishing.
  • Faktor Makro Jepang: Kemenangan Sanae Takaichi di Jepang memberikan stabilitas likuiditas global yang krusial bagi aset berisiko tinggi.

Bitcoin Berjuang Keras ke Level $70.000

Bitcoin sering kali dianggap sebagai kompas bagi seluruh ekosistem kripto. Namun, dalam 24 jam terakhir, kompas tersebut tampak kehilangan arah. BTC bergerak mendatar (flat), berjuang keras untuk mendapatkan kembali pijakan di atas $70.000.

Kelesuan ini juga diikuti oleh Ethereum (ETH) yang mencatatkan penurunan tipis. Ketika dua aset terbesar ini kehilangan momentum, biasanya likuiditas akan mencari “celah” di aset-aset dengan kapitalisasi lebih kecil yang menawarkan volatilitas lebih tinggi. Inilah yang menjelaskan mengapa Indeks CoinDesk 20 (CD20) masih mampu naik 0,40% meskipun ETH memerah.

Beli Coin ETH di Sini!

Ledakan Meme Coin dan Narasi “Agentic AI”

Fenomena yang paling mencolok dalam laporan pekan ini adalah lonjakan PIPPIN yang mencapai 46%. PIPPIN bukanlah sekadar meme coin biasa yang mengandalkan gambar lucu; ia adalah bagian dari gelombang baru yang disebut “Agentic AI”.

Apa itu Agentic AI?

Jika tahun 2024 dan 2025 adalah era di mana AI hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan (seperti ChatGPT), maka tahun 2026 adalah era Agentic AI. Ini adalah sistem kecerdasan buatan yang memiliki otonomi untuk mengeksekusi tugas secara mandiri di blockchain—mulai dari melakukan transaksi, mengelola likuiditas, hingga berinteraksi dengan kontrak pintar tanpa campur tangan manusia.

Koin seperti Worldcoin (WLD), yang digagas oleh Sam Altman, dan VIRTUAL ikut terkerek naik karena narasi ini. Investor saat ini tidak lagi hanya mencari koin yang “lucu”, tetapi koin yang terintegrasi dengan ekosistem asisten AI otonom. Lonjakan 1,5% pada CoinDesk Memecoin Index (CDMEME) membuktikan bahwa selera risiko (risk appetite) trader untuk aset spekulatif masih sangat tinggi, meskipun pasar utama sedang lesu.

Beli Coin WLD di Sini!

Mengapa Harga Bitcoin Sulit Naik?

Untuk memahami mengapa Bitcoin tertahan, kita harus melihat ke “bawah kap mesin”, yaitu pasar derivatif. Data menunjukkan bahwa tekanan jual masih sangat dominan secara struktural.

Deleveraging dan Open Interest

Open Interest (OI) Bitcoin telah turun ke level $15,9 miliar. Penurunan OI biasanya menandakan fase deleveraging—di mana para trader menutup posisi mereka, baik karena terlikuidasi maupun karena ketidakpastian arah harga. Ini adalah tanda bahwa pasar sedang “mencuci” posisi-posisi yang terlalu berisiko.

Dominasi Short Sellers

Hal yang paling mengkhawatirkan bagi para bulls (pembeli) adalah funding rate di bursa besar seperti Binance dan Bybit yang jatuh ke angka negatif agresif (-7% hingga -8%).

Catatan untuk Investor: Funding rate negatif berarti trader yang memegang posisi short (bertaruh harga turun) bersedia membayar biaya besar kepada trader long demi mempertahankan posisi mereka. Ini menunjukkan keyakinan yang kuat dari para spekulan bahwa harga akan terkoreksi lebih lanjut.

Sinyal Harapan dari Pasar Options

Meskipun pasar berjangka tampak bearish, pasar opsi (options) mulai menunjukkan tanda-tanda “bottom-fishing”. Dominasi call option (taruhan harga naik) kembali naik ke 56%. Selain itu, struktur volatilitas yang mulai stabil menunjukkan bahwa para pemain institusional mulai merasa bahwa harga saat ini sudah cukup murah untuk mulai diakumulasi secara perlahan.

Faktor Makro: Stabilitas dari Negeri Sakura

Crypto tidak bergerak di ruang hampa. Salah satu pemicu stabilitas pasar tradisional minggu ini adalah kemenangan telak Sanae Takaichi dalam pemilihan perdana menteri di Jepang.

Mengapa ini penting bagi trader crypto di Pluang?
Jepang adalah salah satu penyedia likuiditas global terbesar. Jika suku bunga di Jepang naik drastis, ada risiko triliunan dolar akan ditarik dari aset berisiko (seperti saham teknologi dan kripto) kembali ke yen. Namun, setelah kemenangan Takaichi, imbal hasil obligasi Jepang justru melandai. Hal ini mengurangi risiko penarikan likuiditas global secara mendadak, memberikan sedikit ruang napas bagi aset kripto untuk tidak jatuh lebih dalam.

Pelajaran dari Penutupan Merkle Trade

Di sisi lain, kabar mengejutkan datang dari ekosistem Aptos. Merkle Trade, bursa derivatif terdesentralisasi (DEX) terbesar di jaringan tersebut, resmi mengumumkan penutupan. Padahal, platform ini telah memproses volume perdagangan sebesar $30 miliar sejak debutnya pada 2023.

Beli Coin APT di Sini!

Meskipun Merkle didukung oleh nama besar seperti Aptos Labs dan Hashed, mereka memilih untuk menghentikan operasional. Menariknya, token aslinya (MKL) justru naik 9% setelah pengumuman tersebut.

  • Mengapa naik? Karena transparansi tim dalam memberikan jadwal penebusan (redemption) dan pembagian hadiah staking terakhir.
  • Pelajaran bagi investor: Fundamental sebuah proyek bisa berubah kapan saja. Selalu perhatikan transparansi tim pengembang saat terjadi krisis. Penurunan harga MKL sebesar 77% dalam satu tahun terakhir menjadi pengingat pahit bahwa volume perdagangan yang besar tidak selalu menjamin keberlangsungan jangka panjang.

Manajemen Risiko: Level yang Harus Dipantau

Berdasarkan data liquidation heatmap dari Coinglass, ada sekitar $290 juta likuidasi dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, Bitcoin menyumbang porsi terbesar senilai $114 juta.

Titik krusial yang perlu diperhatikan saat ini adalah $68.160. Ini adalah area di mana banyak posisi long (beli) akan terlikuidasi jika harga menyentuhnya. Jika Bitcoin gagal bertahan di atas level ini, kita mungkin akan melihat efek domino yang bisa membawa BTC kembali ke area $65.000 atau lebih rendah.

Di sisi lain, indeks “Fear and Greed” yang berada di level “Extreme Fear” sering kali dianggap oleh para trader profesional sebagai indikator kontrarian. Secara historis, saat ketakutan berada di puncaknya, itulah saat di mana peluang beli terbaik muncul—asalkan investor memiliki manajemen risiko yang ketat.

Meme Coin Tradisional vs. AI Agent Coins

Fitur

Meme Coin Tradisional (DOGE, PEPE)

AI Agent Coins (PIPPIN, VIRTUAL)

Pendorong Utama

Hype Media Sosial / Komunitas

Utilitas Teknologi / Otonomi AI

Kegunaan (Utility)

Terbatas (sebagai alat tukar)

Eksekusi tugas blockchain otonom

Volatilitas

Sangat Tinggi

Tinggi (mengikuti tren teknologi)

Analisis

Berdasarkan Sentimen

Berdasarkan Adopsi Ekosistem AI

Risks & Considerations (Penting!)

  • Volatilitas Ekstrem: Harga meme coin bisa turun lebih dari 50% dalam hitungan jam.
  • Risiko Likuidasi: Pergerakan BTC ke level $68.160 dapat memicu penutupan paksa posisi trading di seluruh pasar altcoin.
  • Narasi Cepat Berubah: Sektor AI sangat kompetitif; koin yang hari ini populer bisa digantikan oleh proyek baru dalam waktu singkat.
  • Regulasi: Perubahan kebijakan di Jepang atau AS tetap menjadi risiko makro yang bisa menarik likuiditas dari pasar kripto secara mendadak.

FAQ 

  1. Mengapa Bitcoin turun padahal Meme Coin naik?
    Terjadi rotasi modal di mana investor mencari keuntungan cepat di aset yang lebih kecil karena BTC sedang konsolidasi.
  2. Apa itu level likuidasi $68.160?
    Itu adalah titik harga di mana banyak trader dipaksa menjual Bitcoin mereka, yang bisa menyebabkan harga jatuh lebih dalam jika tersentuh.
  3. Apakah PIPPIN aman untuk investasi jangka panjang?
    PIPPIN lebih bersifat momentum. Selalu cek perkembangan teknologi agentic-nya sebelum memutuskan simpan jangka panjang.
  4. Apa dampak kemenangan Sanae Takaichi bagi crypto?
    Ia cenderung mendukung stabilitas ekonomi, yang berarti tidak ada kenaikan suku bunga mendadak di Jepang, sehingga likuiditas global tetap terjaga.
  5. Mengapa Fear & Greed Index menunjukkan “Extreme Fear”?
    Karena koreksi tajam minggu lalu masih membekas di psikologi trader ritel, meskipun beberapa koin sedang naik.
  6. Bagaimana cara membaca funding rate -7%?
    Ini sinyal bahwa pasar sedang sangat “pesimis”. Namun secara historis, jika terlalu ekstrem, harga seringkali justru berbalik naik mendadak.

Apa Strategi Terbaik Sekarang?

Kenaikan meme coin di tengah stagnasi Bitcoin adalah pengingat bahwa pasar kripto selalu memiliki narasi baru untuk menarik likuiditas. Saat ini, narasi tersebut adalah AI otonom. Namun, investor harus tetap melihat realita.

  • Untuk Trader Jangka Pendek: Meme coin seperti PIPPIN menawarkan potensi keuntungan besar, namun dengan risiko likuidasi yang sama besarnya. Gunakan stop-loss yang ketat.
  • Untuk Investor Jangka Panjang: Stagnasi Bitcoin di tengah extreme fear bisa menjadi kesempatan untuk melakukan Dollar Cost Averaging (DCA), terutama melihat data opsi yang mulai menunjukkan akumulasi di harga bawah.

Market mungkin terlihat suram dengan dominasi penjual di pasar derivatif, namun stabilitas makro dari Jepang dan munculnya narasi teknologi baru memberikan harapan bahwa fase deleveraging ini akan segera mencapai titik jenuh.

Sources

  • CoinDesk 20 Index
  • CoinDesk Memecoin Index (CDMEME)
  • Coinglass Liquidation Data
  • Binance/Bybit Funding Rate per 10 Februari 2026.



Sumber : pluang.com

Apakah Reksadana Halal? Simak Hukum Islam Soal Reksadana!

Reksadana adalah jenis investasi yang bisa dilakukan oleh investor kacangan hingga investor kelas kakap. Namun, bagi masyarakat yang menganut agama dan syariah Islam, kadang masih enggan untuk berinvestasi lantaran belum yakin apakah reksadana sudah sesuai dengan hukum-hukum Islam.

Selama ini, kita mengetahui bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi sikap dan asas adil di dalam berbisnis, cara berinvestasi, dan menjalankan bisnis keuangan. Selain itu, syariah Islam juga menganjurkan umatnya untuk melakukan bisnis dan investasi dengan berpegang prinsip kejujuran, tanpa penipuan, serta dilakukan secara sukarela.

Namun, apakah reksa dana sudah sesuai dengan unsur-unsur tersebut? Apakah berbisnis dalam reksadana atau pasar uang didasarkan pada kejujuran dan rida?

Jika mengacu pada pernyataan di atas, maka umat Islam dapat melakukan investasi apapun asal didasarkan atas unsur kejujuran, tidak ada penipuan, dan tidak ada spekulasi. Namun, itu juga berarti bahwa reksadana yang memiliki penyertaan aset berupa saham tidak dapat dilakukan oleh umat Islam.

Nah, bagi umat Islam, kini sudah ada solusi untuk mengakomodir investasi reksadana sesuai hukum Islam, yakni reksadana syariah. Tapi bagi masih yang penasaran tentang hukum Islam soal reksadana syariah, yuk simak saja tulisan di bawah ini!

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan dalam Ajaran Agama Islam

Pandangan Mengenai Hukum Reksadana dalam Syariat Islam

Pada prinsipnya, setiap sesuatu yang tidak bertentangan dengan syariah diperbolehkan dalam Islam. Lalu apa dasar hukum utama dari kegiatan tersebut? Para ahli agama beranggapan, bahwa umat Islam harus melakukan investasi sesuai ayat suci Al-Quran di bawah ini:

“Hai, orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisaa’:29)

Ayat tersebut kemudian dipelajari lebih dalam oleh para fuqaha dan mereka mengatakan bahwa:

“Prinsip dasar dalam transaksi dan syarat-syarat yang berkenaan dengannya ialah boleh diadakan, selama tidak dilarang oleh syariah atau bertentangan dengan nash syariah.” (Al Fiqh Al Islamy wa Adillatuh, Juz IV hal. 199)

Konsep tersebut kemudian diperkuat dengan hadis hadis yang berbunyi sebagai berikut:

“Perdamaian itu boleh antara orang-orang Islam kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. Orang-orang Islam wajib memenuhi syarat-syarat yang mereka disepakati kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmizy dari Amru bin Auf)

Maka dari itu, jika reksadana mengikuti asas syariah, tidak merugikan satu sama lain, dan memiliki perjanjian yang tidak mengharamkan yang halal di dalamnya, maka hal itu diperbolehkan secara hukum Islam.

Secara kebermanfaatan, hukum Islam juga mendukung investasi reksa dana lantaran ada banyak maslahat yang ditimbulkan dari kegiatan itu. Contohnya, adalah memajukan perekonomian, saling memberi keuntungan di antara para pelakunya, dan meminimalkan risiko dalam pasar modal.

Kini, keinginan umat Islam tersebut sudah bisa diakomodasi melalui hadirnya reksadana syariah.

Baca juga: Pilih Menabung atau Investasi?

Banner Blog Pluang

Urgensi Hukum Reksadana Syariah

Reksadana syariah adalah reksadana yang dikelola dengan prinsip syariah. Contoh penerapannya dalam pengelolaan reksadana antara lain: investasinya masuk dalam Daftar Efek Syariah, ada prinsip cleansing yakni kegiatan menyumbangkan porsi pendapatan untuk kegiatan amal, dan adanya Dewan Pengawas Syariah.

Adanya reksadana syariah merupakan upaya untuk memberi jalan bagi umat Islam agar bermuamalah dan tidak memakan harta dengan cara yang bathil seperti yang disebutkan dalam Alquran surat al-Nisaa’ ayat 29.

Di samping itu, hukum reksadana berdasarkan syariah menyediakan sarana bagi umat Islam untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional melalui investasi yang sesuai dengan syariat Islam.

Namun, tentu ada masalah-masalah pokok lain terkait reksadana yang krusial di mata syariah Islam, yaitu:

1. Kelembagaan

Reksadana syariah dapat ditangani oleh lembaga keuangan yang berbentuk badan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Namun, badan hukum tersebut tidak bebas dari hukum taklifi, karena pada hakikatnya badan hukum tersebut merupakan gabungan dari para pemegang saham yang masing-masing terkena taklif.

Karena itu, lembaga tersebut dapat dinyatakan sebagai Syakhsiyyah Hukmiyyah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan reksadana syariah. Sedangkan pengurus lembaga tersebut berdasarkan hukum reksadana syariah merupakan para wakil.

2. Akad Antara Investor dengan Lembaga

Hendaknya akad dilakukan dengan sistem mudharabah/qiradh, di mana Sistem ini disepakati bolehnya dalam syariah oleh empat mazhab fiqih Islam. Sementara itu, saham reksadana syariah dapat diperjualbelikan, sebagaimana ayat Al-Quran menyatakan bahwa praktik jual beli dihalalkan oleh Allah SWT.

Ini lantaran saham merupakan harta (mal) milik investor yang bisa dimanfaatkan dan diperjualbelikan. Jual beli saham sudah menjadi kelaziman (Urf) para pengusaha (al-Tujjar). Begitu pula, dalam hukum reksadana syariah, tidak ada unsur penipuan (Gharar) karena nilai saham jelas. Semua saham yang dikeluarkan reksadana tercatat dalam administrasi yang rapi dan penyebutan harga harus dilakukan dengan jelas.

3. Kegiatan Investasi Reksadana

Dalam melakukan kegiatan, hukum reksadana syariah menetapkan bahwa investor dapat melakukan apa saja sepanjang tidak bertentangan dengan syariah. Di antara investasi tidak halal yang tidak boleh dilakukan adalah dalam bidang perjudian, pelacuran, pornografi, makanan dan minuman haram, lembaga keuangan ribawi, dst yang ditentukan oleh Dewan Pengawas Syariah.

Akad yang dilakukan Reksadana Syariah dengan emiten dapat dilakukan melalui mudharabah/qiradh/musyarakh. Reksadana syariah yang dalam hal ini bertindak selaku Mudharib dalam kaitannya dengan investor dapat melakukan akad Mudharabah. Hukum reksadana syariah menentukan bahwa Reksadana Syariah selaku mudharib juga dibolehkan melakukan jual beli saham.

4. Mekanisme Transaksi

Dalam hukum reksadana syariah, mekanisme transaksi tidak diperbolehkan melakukan tindakan spekulasi. Yakni, jika di dalamnya mengandung gharar seperti najsy (penawaran palsu), ihtikar, dan tindakan spekulasi lainnya.

Produk-produk transaksi pada umumnya seperti Spot, Forward, Swap, dan Option serta produk-produk lain hendaknya menjadi bahan penelitian dan pengkajian dari reksadana syariah.

Untuk membahas persoalan-persoalan yang memerlukan penelitian dan pengkajian, seperti menyeleksi perusahaan-perusahaan investasi, hendaknya dibentuk Dewan Pengawas Syariah yang ditunjuk oleh MUI.

Nah, oleh karenanya, pastikan untuk selalu memperhatikan rambu-rambu hukum Islam itu sebelum memilih produk reksadana syariah ya! Perhatikan dengan jeli agar investasi kamu tetap suci!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNN Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, NU Online



Sumber : pluang.com

Pre Earnings NVIDIA Corp (NVDA): Bagaimana Prospek nya?

Key Highlight

  • Diproyeksikan pada 4Q25, NVDA memiliki pendapatan sebesar US$65.55 miliar (+71.11% YoY), dan EPS di level US$1.52 (+70.78% YoY) 
  • Perlambatan atau penundaan AI CapEx hyperscaler, karena >60% pendapatan kini bergantung pada belanja data center sehingga sedikit perubahan siklus dapat langsung menekan pertumbuhan revenue, EPS, dan memicu kompresi valuasi. 
  • Secara teknikal, NVDA menunjukkan konsolidasi bullish sehat di atas support MA 50 ($184), dengan potensi upside menuju Fibonacci Extension $290 jika sukses breakout dari resisten kunci $212.
Rating Wall Street : BUY
Target Price (1Y) :  $275 (Bernstein)
Upside : 50.4% dari harga closing price 13 Februari 2026 di level US$182.78

$NVDA di Pluang

Investasi saham $NVDA di Pluang! Bisa beli mulai dari $1 atau maksimalkan trading dengan [Call Options/Short Put Options]

💸Nikmati 0% biaya transaksi* untuk Saham AS & Options!💸

Beli Call Options $NVDA di Sini!

Beli Saham $NVDA di Sini!

*S&K berlaku

Leverage

Mau punya saham $NVDA? Di Pluang, kamu bisa mulai dari $1 aja! 

Ingin peluang profit lebih besar? Upgrade strategimu dengan Leverage 4x atau untuk memaksimalkan cuan.

💸Nikmati 0% biaya transaksi* untuk Saham AS & dan 0% bunga leverage*💸

Beli Saham $NVDA di Sini!

*S&K berlaku

Investment Thesis: 

1) AI Infrastructure Spending Supercycle, ~$660 miliar di 2026

Nvidia CEO Jensen Huang mengonfirmasi bahwa total capital expenditures (CapEx) untuk AI infrastructure oleh hyperscaler diperkirakan mencapai ~$660 miliar pada 2026, ini mencakup investasi data center, jaringan, dan perangkat keras AI seperti GPU. Huang menyebut ini sebagai “largest infrastructure buildout in history”, dan menyatakan keyakinannya bahwa belanja ini akan berkelanjutan selama 7–8 tahun ke depan. 

Market Opportunity : Jika pasar AI infra benar-benar membelanjakan ~$660 miliar, dan Nvidia menangkap 40–45 % dari spend GPU/AI compute silicon (perkiraan dari community equity threads), TAM yang dimiliki NVDA bisa mencapai ~$264 – $297 miliar hanya dari compute silicon.

Meski demikian, terdapat volatilitas dengan beberapa hari harga turun moderat di tengah kekhawatiran investor terkait AI bubble dan margin industri.

 2) AI Ecosystem & Order Backlog, Sinyal Permintaan Jangka Panjang

Laporan industri menunjukkan backlog pesanan Nvidia yang mencapai ~$500 miliar untuk 2025-2026, mencakup GPU Blackwell, Rubin, dan komponen jaringan. Order ini berasal dari cloud providers besar seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Meta, yang menjadi pembeli kunci NVDA. Backlog yang besar memberikan revenue visibility ke depan, meningkatkan confidence pada pertumbuhan Data Center revenue, yang saat ini menyumbang sebagian besar pendapatan NVDA. Margin tetap kuat dengan lapisan gross margin di atas ~70 %, meskipun volume produksi meningkat. 

3) Fokus Strategis NVDA ke Networking & Integrated Systems, Pertumbuhan Double Digit Terhadap Pendapatan Non-GPU

Selain permintaan GPU untuk AI, NVIDIA telah berhasil mengembangkan lini produk networking dan integrated systems (mis. NVLink, DPU, Rubin platform) yang menjadi mesin pertumbuhan kedua setelah GPU — dengan peningkatan revenue yang sangat cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berarti NVDA tidak lagi hanya bergantung pada GPU saja, tetapi juga value-added system components yang bernilai tinggi dan recurring.

Segmen ini bukan bisnis sampingan, melainkan bagian inti dari arsitektur AI factory NVIDIA, yang mencakup:

  • Networking silicon: InfiniBand, Ethernet switch (Spectrum-X), NVLink
  • DPU / SmartNIC: BlueField
  • Rack-scale & integrated systems: DGX, HGX, NVL72, hingga full AI cluster
  • Software attach: NVIDIA AI Enterprise, networking OS (Cumulus), orchestration

Strateginya jelas bahwa NVDA tidak lagi menjual “chip”, tetapi “AI infrastructure per rack / per data center

Valuasi: NVDA memiliki forward P/E sebesar 24.69x dan P/S sebesar 24.96x

Risiko:

Ketergantungan Tinggi pada Siklus AI CapEx Hyperscaler

Pertumbuhan NVIDIA saat ini sangat bergantung pada belanja modal AI dari hyperscaler global seperti Microsoft, Amazon, Google, dan Meta. Lebih dari 60–70% pendapatan NVDA kini berasal dari data center dan AI, sehingga setiap normalisasi atau penundaan AI CapEx berpotensi langsung menekan pertumbuhan pendapatan dan laba. Penundaan belanja selama 6–12 bulan saja dapat menyebabkan pertumbuhan pendapatan tahunan meleset 10–20% dari ekspektasi pasar, yang pada gilirannya memicu koreksi valuasi melalui penurunan multiple karena pasar sangat sensitif terhadap sinyal perlambatan siklus AI.

Risiko Kompetisi dari Custom Silicon (ASIC) Hyperscaler

Hyperscaler semakin agresif mengembangkan chip internal seperti Google TPU, AWS Trainium/Inferentia, dan Microsoft Maia untuk mengurangi ketergantungan pada GPU NVIDIA. Walaupun ASIC belum mampu menggantikan NVIDIA sepenuhnya, terutama untuk training model besar, adopsi parsial pada inferensi berpotensi menggerus volume penjualan NVDA. Jika custom silicon mengambil 10–15% workload AI dalam beberapa tahun ke depan, dampak jangka panjangnya bisa berarti kehilangan potensi pendapatan puluhan miliar dolar dan menurunkan asumsi pertumbuhan terminal dalam model valuasi.

Tekanan Margin akibat Kompetisi dan Skala Produksi

Margin kotor NVIDIA yang berada di atas 70% mencerminkan posisi pasar yang sangat kuat, namun level ini rentan terhadap tekanan kompetitif dan negosiasi harga dari pelanggan besar. Masuknya produk GPU pesaing, peningkatan kapasitas produksi, serta kenaikan biaya advanced packaging berisiko menekan margin. Penurunan margin hanya 200 basis poin dapat berdampak signifikan terhadap EPS, mengingat tingginya operating leverage, dan secara langsung menurunkan nilai wajar saham dalam pendekatan DCF.

Risiko Rantai Pasok dan Konsentrasi Produksi

NVIDIA sangat bergantung pada TSMC untuk proses manufaktur canggih dan advanced packaging seperti CoWoS. Ketergantungan ini menciptakan risiko bottleneck produksi, di mana keterlambatan pasokan dapat menunda pengiriman meskipun permintaan tetap kuat. Dampaknya lebih bersifat timing risk terhadap pendapatan dan laba, namun volatilitas earnings yang meningkat dapat memperburuk sentimen pasar dan meningkatkan fluktuasi harga saham.

Technical Outlook

NVDA saat ini menunjukkan fase konsolidasi yang sehat (bullish consolidation) setelah berhasil memantul dari area Dynamic Support MA 50 ($184.38) dan bertahan di atas MA 20 ($185.52). Penutupan candle terakhir di level $186.94 mengonfirmasi bahwa tren jangka pendek masih terjaga positif, meskipun indikator Stochastic RSI berada di area jenuh beli (level 75-76) yang mengisyaratkan tingginya volatilitas.

Secara struktur teknikal, NVDA membentuk pola Higher Lows yang solid. Area pertahanan krusial (Major Support) jika terjadi koreksi lanjutan adalah level Fibonacci Retracement 0.618 (Golden Ratio) di harga $164.30. Level ini menjadi benteng terakhir yang menjaga tren bullish jangka panjang, mengingat posisinya yang berdekatan dengan MA 200 ($171.31).

Untuk skenario upside, tantangan terberat saat ini adalah menembus resisten klasik di level $212.31 (Fibonacci Level 1 / Swing High sebelumnya). Apabila NVDA mampu breakout valid di atas level tersebut, target kenaikan selanjutnya mengarah ke Fibonacci Extension 1.618 di level $289.99. Target teknikal ini selaras dengan optimisme target harga analis (Bernstein) di kisaran $275.

Investasi dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto FuturesEmas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



Sumber : pluang.com

Dijamin Halal, Ini Jenis-Jenis Investasi Syariah Buat Sobat Cuan

Investasi merupakan salah satu hal yang penting dilakukan untuk masa depan. Namun, bagi umat Islam, memilih sebuah instrumen investasi kadang membutuhkan waktu yang lama. Sebab, investasi itu harus berlandaskan nilai-nilai syariah agar tetap suci dan halal.

Saat ini pun telah tersedia pasar modal syariah yang menawarkan instrumen berbasis syariah dan bisa menjadi pilihan menarik untuk masyarakat, khususnya yang beragama Islam.

Nah, bagaimana? Tertarik investasi syariah? Yuk lihat macam-macamnya berikut ini:

1. Investasi Deposito Bagi Hasil

Jenis investasi deposito bagi hasil ini bisa menjadi solusi untukmu yang menginginkan investasi halal. Biasanya jenis investasi ini sering ditawarkan oleh pihak bank syariah dengan menerapkan sistem bagi hasil.

Pada umumnya, proses investasi deposito ini mirip dengan deposito di bank konvensional, di mana kamu menyimpan uang ke bank-bank syariah di Indonesia yang memiliki produk tersebut.

Investasi deposito syariah ini tidak mematok keuntungan yang bisa kamu dapatkan, di mana hal itu berbeda dengan deposito konvensional. Tetapi keuntungan tersebut didapatkan berdasarkan kesepakatanmu dengan pihak bank.

Karena itu,prinsip yang digunakan dalam deposito syariah ini adalah mudharabah muthlaqah, yang berarti pihak bank akan mengelola keuanganmu secara produktif dan yang pasti menguntungkan bagi investor dan tetap tidak melupakan prinsip-prinsip dalam hukum islam.

Uang yang diinvestasikan bisa diambil dalam jangka waktu 5-10 tahun tergantung kesepakatan dan juga program yang ditawarkan.

Deposito Syariah tersebut telah diatur dalam fatwa DSN Dewan Syariah Nasional) MUI (Majelis Ulama Indonesia) No: 03/DSN-MUI/IV/2000, yang berbunyi bahwa hasil dari pendapatan akan diterima oleh nasabah bersifat tidak tetap sesuai dengan pendapatan bank Syariah itu sendiri.

Adapun kelebihan dari deposito Syariah itu meliputi;

  • Dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan, sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk mengikuti program deposito di bank Syariah tersebut.
  • Nisbah Bagi Hasil Lebih Besar dari Tabungan Syariah.
  • Investasi Aman untuk Menyimpan Dana dalam Jangka Waktu Pendek
  • Sangat Cocok untukmu yang Tidak Menyukai Resiko Tinggi serta Mudah dalam Transaksinya.

Baca juga: Apa Itu Sukuk Syariah?

2. Investasi Reksadana Syariah

Investasi reksadana yyariah ini pada umumnya mirip dengan pengertian reksadana konvensional.

Yaitu, sebuah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemilik modal atau investor yang kemudian diinvestasikan pada perusahaan tertentu sebagai portofolio investasi. Modal yang dimaksud seperi saham, obligasi, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan deposito syariah, yang membedakan investasi reksadana syariah ini terletak pada prinsip dan ketentuan syariat islam dalam menjalan investasi tersebut.

Jika kamu memilih reksadana syariah ini, maka pihak pengelola akan mengelola uangmu dengan transparan, seperti pelaporan data keuangan yang digunakan untuk modal apapun.

Pengelolaan investasi tersebut dilakukan oleh manajer investasi dan prosesnya tidak berkaitan dengan riba, ghahar, dan juga masyir.

Baca juga: Rugi Hingga Puluhan Miliar, OJK Labeli Kampoeng Kurma Sebagai Investasi Bodong

3. Investasi Asuransi Syariah

Asuransi syariah kini sudah menjadi salah satu jenis investasi yang disukai banyak orang terutama umat Islam.

Produk ini disukai karena memang sesuai dengan syariat agama Islam dan juga banyak memberikan keuntungan lain kepada setiap nasabahnya.

Secara umum, investasi ini memang memiliki risiko, tetapi prinsip yang dijalankan berbeda dengan asuransi konvensional.

Asuransi syariah ini mengedepankan prinsip saling membantu antar sesama nasabah asuransi dan bukan di tanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi seperti konvensional. Sistem itu pun disusun sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.

Menurut fatwa tersebut, asuransi syariah diartikan sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah.

Baca juga: Yuk, Hitung Penghasilan Pasif dari Bunga Depositomu dengan Rumus Ini!

4. Investasi Properti Syariah

Dewasa ini, banyak orang yang sudah melirik dan juga mulai beralih pada investasi properti Syariah.

Prinsip syariah yang digunakan di dunia investasi properti yaitu investasi yang mampu menarik perhatian para investor, terutama investor muslim.

Investasi properti syariah mjuga emiliki kemungkinan kecil untuk mengalami kerugian karena berlandaskan atas syariat Islam. Jadi, semua kesepakatan pasti sudah memenuhi atas persetujuan kedua belah pihak.

Baca juga: Bunga Deposito Tertinggi 6.3%, Pluang Saver Unggul di 6.5% Tanpa Tenor

5. Investasi Emas

Investasi Syariah berikutnya adalah investasi produk emas. Sama halnya dengan properti, berinvestasi emas ini pasti mengalami kenaikan setiap tahunnya sehingga kamu tidak akan mengalami kerugian.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!



Sumber : pluang.com

Michael Saylor Borong Bitcoin $5 Miliar, Akankah Berpotensi Rebound?

Berikut adalah poin-poin utama yang perlu Anda ketahui mengenai pergerakan raksasa institusional ini:

Beli Coin BTC di Sini!

Key Takeaways

  • Komitmen Agresif: Michael Saylor memberikan sinyal pembelian Bitcoin ke-99, yang akan membuat total kepemilikan Strategy menjadi 714.644 BTC.
  • Krisis Aset Tradisional: Emas dan perak kehilangan kapitalisasi pasar sebesar $3,6 triliun dalam 90 menit akibat ketidakpastian fiskal AS.
  • Level Kritis Bitcoin: Harga Bitcoin berada di zona konsolidasi dengan dukungan (support) kuat di $65.000 dan resistensi kunci di $72.000.
  • Korelasi Saham MSTR: Saham Strategy melonjak 9% setelah jam kerja, menunjukkan kepercayaan investor terhadap korelasi MSTR sebagai proxy Bitcoin.

Quick Facts

Kategori

Detail Informasi

Total Kepemilikan BTC

714.644 BTC

Harga Rata-rata Beli Terakhir

$78.815 per koin

Unrealized Loss (Kerugian Kertas)

± $5,1 Miliar

Penurunan Kapitalisasi Emas

$1,34 Triliun (Turun 3,76%)

Level Support Kritis BTC

$65.000

Indikator RSI (4-Hour)

44 (Netral)

Beli Coin BTC di Sini!

Komitmen “Membeli Selamanya”

Michael Saylor baru-baru ini mengunggah pesan singkat di platform X dengan teks “99 > 98”. Kode ini diinterpretasikan oleh pasar sebagai persiapan perusahaan untuk melakukan transaksi Bitcoin ke-99 mereka. Hingga saat ini, Strategy telah mengumpulkan total 714.644 BTC.

  • Pembelian Terakhir: 1.142 BTC senilai $90 juta.
  • Harga Rata-rata: Strategi tetap agresif meski harga akuisisi terbaru berada di kisaran $78.815 per koin.
  • Total Nilai Portofolio: Sekitar $49,36 miliar pada harga pasar saat ini.

Mengapa Saylor Tidak Gentar dengan Kerugian di Bitcoin Senilai $5,1 Miliar?

Secara teknis, posisi Strategy saat ini sedang “underwater” atau merugi secara pembukuan karena harga pasar berada di bawah harga beli rata-rata mereka ($76.056). Namun, Saylor menegaskan bahwa volatilitas bukanlah risiko, melainkan fitur.

“Kami tidak punya niat untuk menjual. Kami memiliki cadangan kas yang cukup untuk menutup utang dan dividen hingga 2,5 tahun ke depan. Bahkan jika Bitcoin turun 90%, kami hanya akan melakukan pembiayaan kembali (refinancing) utang tersebut,” ujar Saylor dalam wawancara terbaru.

Analisis Teknikal: Level Harga yang Harus Diperhatikan

Para analis pasar kini memantau dengan ketat pergerakan harga Bitcoin yang berada di kisaran $69.000. Berikut adalah peta jalannya:

  • Resistensi Kunci ($72.000): Analis “Ted” menyebutkan jika BTC mampu menembus level ini, target selanjutnya adalah $76.000 hingga $80.000.
  • Potensi Short Squeeze: Jika harga naik 10%, sekitar $4,34 miliar posisi short terancam dilikuidasi, yang bisa memicu lonjakan harga lebih tinggi secara cepat.
  • Zona Akumulasi: Analis Altcoin Sherpa melihat rentang $60.000 – $70.000 sebagai zona akumulasi yang sangat kuat untuk jangka panjang.

Meskipun ada arus keluar (outflow) dari ETF Bitcoin sebesar $410 juta, pasar derivatif menunjukkan akumulasi posisi short (taruhan harga turun) yang besar. Jika Bitcoin mampu menembus $72.000, akan terjadi short squeeze yang memaksa likuidasi senilai $4,34 miliar, yang justru bisa mendorong harga melonjak ke $80.000.

Beli Coin BTC di Sini!

Bitcoin vs. Emas (Feb 2026)

Metrik

Bitcoin (BTC)

Emas (Gold)

Pergerakan Harga

Turun tipis (±1,41%)

Turun tajam (3,76%)

Sentimen Investor

Akumulasi Institusi (Saylor)

Aksi Jual Masif (Panic Sell)

Dampak Makro

Dipandang sebagai “Digital Gold”

Tertekan likuiditas global

Status ETF

Outflow $410 Juta

Penurunan Market Cap $1,34T

Risks & Considerations 

  • Volatilitas Ekstrem: Bitcoin tetap merupakan aset berisiko tinggi. Penurunan di bawah $60.000 dapat memicu sentimen bearish berkepanjangan.
  • Risiko Regulasi & Fiskal: Kebijakan suku bunga The Fed dan hasil dari government shutdown AS dapat menyebabkan perubahan arah pasar secara mendadak.
  • Leverage Strategy: Model bisnis Michael Saylor sangat bergantung pada kemampuan perusahaan membayar utang. Jika Bitcoin jatuh ke level ekstrem ($39.000) untuk waktu lama, risiko likuiditas perusahaan meningkat.

FAQ 

  1. Mengapa Michael Saylor terus membeli BTC saat rugi?
    Ia percaya pada fundamental jangka panjang Bitcoin dan menganggap harga saat ini masih “diskon” dibandingkan nilai masa depan.
  2. Apa itu unrealized loss?
    Kerugian yang tercatat di pembukuan tetapi belum menjadi kerugian nyata karena asetnya belum dijual.
  3. Mengapa harga emas turun sangat drastis?
    Kepanikan terkait kegagalan pendanaan pemerintah AS memaksa investor besar melikuidasi posisi emas mereka untuk mendapatkan uang tunai (likuiditas).
  4. Apa dampak government shutdown pada crypto?
    Biasanya menyebabkan ketidakpastian data ekonomi dan volatilitas tinggi karena investor tidak memiliki panduan kebijakan fiskal yang jelas.
  5. Apa itu level $72.000 bagi Bitcoin?
    Ini adalah level resistensi psikologis dan teknis. Menembus level ini bisa memicu kenaikan harga yang sangat cepat.
  6. Haruskah saya mengikuti strategi Saylor?
    Strategi ini membutuhkan profil risiko tinggi dan modal jangka panjang. Investor ritel disarankan tetap melakukan diversifikasi.
  7. Berapa target harga Bitcoin jika berhasil rebound?
    Analis memproyeksikan target antara $76.000 hingga $80.000 dalam jangka pendek.
  8. Apakah Bitcoin masih berkorelasi dengan saham AS?
    Ya, Bitcoin masih menunjukkan korelasi dengan S&P 500, namun mulai menunjukkan kemandirian saat aset komoditas lain jatuh.

Visi Jangka Panjang vs. Ketakutan Pasar Terhadap Bitcoin

Meskipun data dari CryptoQuant mengingatkan adanya risiko penurunan ke level $39.000 jika pola siklus sejarah berulang, Strategy tetap berpegang pada rencana mereka: membeli setiap kuartal selamanya.

Bagi investor ritel, langkah Saylor adalah pengingat bahwa institusi besar melihat Bitcoin sebagai aset modal digital jangka panjang, bukan sekadar alat spekulasi harian.

Beli Coin BTC di Sini!

Sources 

  • Laporan harian CoinGape
  • Data on-chain dari CryptoQuant
  • Analisis teknal dari Ali & Ted (X Analysts)
  • Aliran dana ETF dari Wu Blockchain.



Sumber : pluang.com

Kamu Bakal Auto Cuan Kalau Koleksi 4 Saham Terbaik SP 500 Ini!

Tahun lalu, para investor jangka panjang mengernyitkan dahi sepanjang tahun melihat indeks saham yang memerah. Pandemi COVID-19 yang tidak diprediksi sebelumnya membuat para investor lebih berhati-hati mengamankan saham terbaik mereka. Kepanikan pengamat saham ini memuncak pada nilai S&P 500 yang kehilangan hingga 34% dari nilainya hanya dalam 33 hari selama kuartal pertama tahun lalu.

Namun, tentunya investor jangka panjang telah mempelajari pergerakan saham setahun terakhir ini. Mereka tetap menaruh kepercayaan pada indeks yang melacak 500 perusahaan AS dan multinasional terbesar secara historis ini. Apalagi, indeks S&P 500 menunjukkan sejumlah pertumbuhan luar biasa dan memiliki saham yang bernilai oke.

Lantas, saham-saham S&P 500 apa saja yang bernilai baik dan bisa dipertimbangkan untuk dibeli awal tahun ini?

Baca juga: Loncat 93% di Dua Tahun Terakhir, Saham Facebook Diramal Ngegas Tahun Ini

1. DexCom

Saham perusahaan di bidang kesehatan adalah tempat yang sangat baik untuk dana investor di saat pandemi ini. Lagipula, terlepas dari situasi saat ini, orang-orang juga tidak tahu kapan atau bagaimana mereka akan sakit. Karenanya, saham perusahaan DexCom (NASDAQ: DXCM) dapat memperoleh permintaan tetap dalam situasi ekonomi apa pun. Alasan yang baik menjadikannya saham terbaik untuk ada dalam daftar pembelian, kan?

DexCom adalah pengembang (developer) sistem pemantauan glukosa berkelanjutan (CGM) untuk penderita diabetes. Sensor subkutan DexCom dapat berkomunikasi lancar dengan perangkat nirkabel pilihan pasien, sehingga memberikan pembacaan kadar glukosa darah secara real-time. Berbagai generasi perangkat DexCom juga dapat berkomunikasi dengan pompa insulin tertentu untuk memberikan keseimbangan glikemik yang optimal.

Sekitar 10,5% dari populasi AS menderita diabetes (34,2 juta orang), sementara sebanyak 88 juta orang dewasa AS menunjukkan gejala pradiabetes. Memang sangat disayangkan melihat kedua angka ini bertumbuh. Namun, pertumbuhan ini mewakili gambaran peluang yang semakin luas untuk DexCom.

Investor dapat mengharapkan tingkat pertumbuhan 20% berkelanjutan di masa depan untuk saham perusahaan ini.

2. Facebook

Perusahaan-perusahaan terbesar Wall Street biasanya memiliki valuasi yang besar karena peluang pertumbuhan mereka yang signifikan. Ini salah satu alasan yang menjadikan saham Facebook (NASDAQ: FB) sebagai saham terbaik dan salah satu saham terbesar di indeks S&P 500.

Sebagai perusahaan media sosial terbesar di dunia, Facebook menghadapi kritik dari waktu ke waktu. Namun, pikirkan sejenak: Dari mana lagi pengiklan dapat memperoleh publisitas ke 2,74 miliar pengguna aktif bulanan? Belum lagi jika memperhitungkan aset milik Facebook lainnya, seperti Instagram dan WhatsApp, dengan pengguna aktif hingga 3,2 miliar orang per bulannya.

Facebook diperkirakan telah menghasilkan US$84 miliar dalam penjualan pada 2020. Meskl sulit untuk dipercaya, nyatanya angka ini baru mencerminkan babak awal pertumbuhan Facebook. Perusahaan ini juga terlibat dalam proyek inovatif yang dirancang untuk diversifikasi aliran pendapatannya di luar periklanan. Ini menawarkan potensi pertumbuhan jangka pendek dan jangka panjang yang gila-gilaan bagi investor.

Baca juga: Cara Investasi Emas yang Menguntungkan, Bagaimana Caranya?

Banner Blog Pluang

3. MasterCard

Salah satu cara termudah bagi investor untuk jadi kaya di tahun baru ini adalah menaruh dana mereka untuk perusahaan raksasa fasilitasi pembayaran seperti Mastercard (NYSE: MA).

Logikanya di sini cukup sederhana. Fasilitator pembayaran seperti Mastercard menghasilkan biaya merchant berdasarkan volume pembayaran yang melintasi jaringan mereka.

Saat ekonomi berkembang, bisnis dan konsumen cenderung membelanjakan uangnya lebih banyak. Dan saat resesi melanda, pengeluaran biasanya turun. Yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa periode ekspansi cenderung berlangsung lebih lama secara signifikan daripada periode kontraksi.

MasterCard sendiri sebagai salah satu saham terbaik dalam indeks S&P 500 yang agak terlindung dari aspek negatif resesi. Meski tidak mengantongi pendapatan bunga selama periode ekspansi, perusahaan ini tidak terpapar dampak negatif dari tunggakan pinjaman selama resesi. Itulah mengapa, margin keuntungan MasterCard termasuk yang paling menarik di industri jasa keuangan.

4. Broadcom

Saham S&P 500 yang kuat lainnya adalah pembuat chip Broadcom (NASDAQ: AVGO). Eits, tapi jangan khawatir dengan harga saham Broadcom yang memang relatif tinggi.

Broadcom memang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari perpindahan ke 5G.  Ini diharapkan dapat mengarah pada siklus peningkatan perusahaan tersebut selama beberapa tahun ke depan.

Sekitar tiga perempat dari penjualan Broadcom berasal dari chip nirkabel dan aksesori yang digunakan di telepon pintar. Perusahaan ini juga merupakan penerima manfaat dari para konsumen ini. Semakin banyak bisnis yang berbasis online dan memanfaatkan teknologi cloud, maka penyimpanan data menjadi semakin penting. Nah, di sini, Broadcom bertanggung jawab untuk menyediakan bermacam jenis konektivitas dan chip akses yang digunakan.

Investor yang antusias dengan konektivitas 5G ini tentunya melihat peluang yang besar dari salah satu saham terbaik yang ditawarkan S&P 500 ini. Tahun 2021 dan seterusnya menunjukkan kemungkinan peningkatan pesat perihal konsumsi dan penyimpanan data.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: The Motley Fool



Sumber : pluang.com

Ekonomi Logam Mulia: Apa Saja yang Memengaruhi Harga Emas dan Perak?

Walaupun emas dan perak sering dikelompokkan sebagai “logam mulia”, keduanya berperilaku seperti saudara dengan kepribadian yang berbeda. Emas adalah pelindung kekayaan yang tenang, sementara perak adalah pekerja keras yang punya peran besar di dunia industri teknologi.

Memahami pergerakan harganya memerlukan pengamatan terhadap psikologi investor, kebijakan bank sentral, dan permintaan industri. Berikut adalah metrik utama yang memengaruhi kedua logam ini:

  1. “Opportunity Cost”: Suku Bunga

    Logam mulia tidak memberikan dividen atau bunga. Jika kamu memiliki aset emas, nilainya tidak bertambah secara otomatis seperti tabungan. Karena itu, “pesaing” terbesar logam mulia adalah suku bunga yang ditetapkan bank sentral (seperti BI atau The Fed).

    • Saat suku bunga tinggi: Investor lebih suka menyimpan uang di deposito atau obligasi yang memberikan imbal hasil pasti (misalnya 5-6%). Ini membuat emas dan perak kurang menarik, sehingga harga logam mulia cenderung turun.
    • Saat suku bunga rendah: “Opportunity Cost” memegang emas menghilang. Jika bunga bank mendekati 0%, aset fisik yang nilainya bisa naik di masa depan jadi jauh lebih menarik. Ini biasanya mendorong harga logam mulia naik.
  2. Pelindung Nilai: Inflasi (CPI)

    Investor memantau Consumer Price Index (CPI)/Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan sangat teliti. Secara historis, emas dan perak dipandang sebagai “aset keras” yang mempertahankan nilainya saat uang kertas kehilangan daya belinya.

    • Logikanya: Jika inflasi mencapai 7%, tapi tabungan-mu hanya tumbuh 2%, kamu sebenarnya kehilangan uang. Investor akan beralih ke emas dan perak untuk melindungi nilai kekayaan mereka, yang kemudian memicu kenaikan permintaan dan harga.
  3. Skala Global: Indeks Dolar AS (DXY)

    Emas dan perak dipatok dalam satuan Dolar AS di pasar global. Hal ini menciptakan hubungan terbalik:

    • Dolar Kuat: Jika nilai Dolar naik, dibutuhkan lebih sedikit Dolar untuk membeli satu ons emas. Ini membuat harga logam mulia terlihat “lebih murah”.
    • Dolar Lemah: Saat nilai Dolar turun, dibutuhkan lebih banyak Dolar untuk membeli jumlah logam yang sama, sehingga “label harga” logam mulia naik.
  4. Faktor “Safe Haven”: Geopolitik

    Emas adalah “asuransi krisis” yang utama. Di masa perang, ketidakstabilan politik, atau jatuhnya pasar saham, membuat investor memindahkan uang mereka dari aset berisiko (seperti saham) ke aset yang aman.

    Sobat Cuan bisa memperhatikan Indeks Volatilitas (VIX). Saat rasa takut di pasar meningkat, harga emas biasanya ikut melonjak.

  5. Spesialisasi Perak: Permintaan Industri

    Di sinilah perak berbeda dari emas. Jika sekitar 90% emas digunakan untuk perhiasan atau investasi, lebih dari 50% perak digunakan untuk kebutuhan industri.

    • Panel Surya & Teknologi: Perak adalah logam dengan konduktivitas listrik tertinggi di bumi. Ia sangat penting untuk panel surya, kendaraan listrik (EV), dan komponen 5G.
    • Kesehatan Ekonomi: Jika ekonomi global sedang tumbuh pesat dan manufaktur meningkat, perak sering kali mengungguli emas karena pabrik-pabrik membutuhkannya. Sebaliknya, jika resesi datang, harga perak bisa jatuh meski emas tetap stabil karena permintaan pabrik yang mengering.

Dampak Faktor Ekonomi Terhadap Harga Emas dan Perak

Faktor Dampak pada Emas Dampak pada Perak
Suku Bunga Naik Negatif (Cost of Opportunity tinggi) Negatif
Inflasi Tinggi Positif (Pelindung nilai) Positif
Konflik Geopolitik Sangat Positif (Safe haven) Positif Moderat
Pertumbuhan Industri Minimal Sangat Positif
Volatilitas (Gejolak) Moderat Tinggi (Pasar lebih kecil)

 



Sumber : pluang.com

Generasi Sandwich Merapat! Ikuti Tips Keuangan Ini Agar Tidak Tekor

Tahukah kamu, generasi sandwich sebagai generasi orang dewasa saat ini yang harus menanggung hidup orang tua dan juga anak mereka? Yup! Studi demografis menyatakan bahwa ada sekitar 47% orang dewasa berusia 40-50 tahun yang terjebak generasi sandwich.

Di satu sisi, ia berkewajiban memberi nafkah bagi generasi di bawahnya (anak), tapi di sisi lain ia juga harus membantu generasi di atasnya (orang tua) karena mereka sudah tidak berada di usia produktf lagi. Jadi, ia ada di tengah-tengah terhimpit beban tanggungan di atas dan di bawah, layaknya sandwich.

Tekanan psikologis yang dialami oleh generasi ini bisa terjadi karena orang tua atau generasi tua tidak menyiapkan masa tuanya dengan baik. Dalam hal ini, bukan hanya kehidupan finansial yang perlu dipersiapkan, tetapi juga menjaga kehidupan kesehatan.

Fakta kemudian membuktikan bahwa kebiasaan ini sebenarnya juga sudah menjadi turunan di Indonesia. Seperti apa contoh tersebut terjadi di Indonesia? Contoh klasik yang sering terjadi adalah sebagai berikut: Orang tua akan mengikuti anaknya untuk “nebeng” biaya hidup. Kemungkinan besar, lantaran uang pensiunannya sudah habis atau bahkan tidak mempersiapkan uang pensiun sama sekali.

Sementara itu sebaliknya, alasan anak menanggung orang tua adalah karena anak ingin berbakti kepada orang tua dan memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Hanya yang jadi permasalahan adalah ketika anak tidak mempunyai kemampuan finansial untuk membiayai kehidupan orang tua dan juga keluarganya sendiri.

Well, dalam memenuhi kebutuhan orangtua dan keluarga bukanlah perkara yang mudah bagi para generasi sandwich, apalagi jika penghasilan kamu terbatas.

Makanya simak tips berikut ini yuk, sobat generasi sandwich! Sebelum keuangan kamu tekor!

Baca juga: 5 Cara Memutus Mata Rantai Sandwich Generation

1. Kelola Cash Flow

Untuk mencari solusi atas keadaan sandwich generation seharusnya kita berpijak dari sebab-sebabnya terlebih dahulu. Nah, menurut beberapa praktisi keuangan salah satu sebab munculnya fenomena generasi sandwich ini adalah karena generasi sebelumnya kurang memiliki persiapan untuk dirinya sendiri di masa pensiun.

Ada yang kelupaan memikirkan masa pensiun karena tidak melek finansial. Atau mungkin, mereka tidak menyangka bahwa kondisi kesehatan dan ekonominya menurun drastis.

Kadang pula, para orang tua zaman dulu terlalu fokus memenuhi kebutuhan anak, yakni generasi kita dengan membiayai pendidikan kita, mendaftarkan kita ke kursus, dan lain sebagainya. Niatnya sih mulia, yakni memberikan terbaik untuk anaknya, harapannya agar kelak memiliki kondisi yang lebih baik dari mereka. Tapi, pada akhirnya, mereka malah tidak memikirkan diri sendiri dan anak mau tak mau harus mendukung kehidupan tua mereka.

Untuk itu, kita perlu belajar tentang prioritas dan kadar pengeluaran supaya keuangan keluarga kita tetap lancar, tapi juga tetap bisa membantu orangtua.

Tips pertama adalah dengan mengetahui tujuan keuangan kita terlebih dahulu. Sebaiknya, kita membuat anggaran untuk kebutuhan bulanan yang sifatnya wajib seperti makan, membayar listrik, air, susu, popok anak (bagi yang memiliki bayi) dan lainnya dengan porsi maksimal 50% dari pendapatan.

Setelah itu, kita bisa menyisihkan anggaran lainnya untuk memenuhi gaya hidup, berdonasi, berinvestas dan menabung untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, untuk dana darurat, dana pensiun, membeli rumah, pendidikan anak, dan lain sebagainya.

Bantuan untuk orang tua bisa masuk pos donasi jika sifatnya tidak rutin. Tetapi, jika dibutuhkan secara rutin, maka bantuan kepada orang tua dimasukan pada kebutuhan pokok yang wajib.

Baca juga: S.O.S Tanggal Tua? Ini 7 Trik Hemat yang Menyelamatkanmu dari Sikap Boros

2. Mengatur Jumlah Bantuan yang Realistis Untuk Orangtua

Tidak ada salahnya untuk membuat anggaran yang realistis dalam membantu orangtua kita. Hal ini bukan karena kita terlalu perhitungan dalam arti yang negatif, tapi justru sebaliknya. Kita mencoba proporsional dalam mengelola keuangan dengan memberikan bantuan sesuai kemampuan yang kita miliki untuk mencegah sandwich generation ini menular ke anak cucu kita nantinya.

Ingatlah, bahwa salah satu penyebab fenomena sandwich generation ini adalah pembagian proporsi keuangan yang tidak seimbang dimasa produktif.

Selain itu, kurangnya melek finansial juga akhirnya menyebabkan pengelolaan keuangan generasi sebelumnya dilakukan secara alamiah saja. Mungkin, saat itu akses informasi juga tidak semudah saat ini. Saat in, kita diuntungkan dengan kemudahan akses berbagai literasi keuangan untuk mengusahakan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Mengenai besarannya sendiri, tentu tergantung pada kemampuan masing-masing individu, karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda.

Tapi, sebagai tips utama, jangan sampai pengeluaran tersebut mengganggu kebutuhan primer kita, terutama kewajiban kepada anak. Karena saat kita memutuskan untuk memiliki anak, kita bertanggung jawab atas kesehatan jiwa dan raga mereka. Sementara kepada orangtua, sifatnya adalah berbakti dengan membantu semampu kita.

Perlu diketahui bahwa membalas jasa-jasa orang tua kita bukan hanya dengan cara membantu dari sisi materil, tapi juga dukungan psikologis seperti perhatian dan kasih sayang jangan sampai dilupakan.

Baca juga: Gaya Hidup Mempengaruhi Rencana Keuangan, Pelajaran dari Generasi Z

Banner Blog Pluang

3. Mendaftarkan Orangtua Dalam Asuransi Kesehatan

Tips selanjutnya yang perlu diperhatikan sandwich generation adalah soal kesehatan orangtua. Nah, karena faktor usia menjadi salah satu aspek yang cukup berpengaruh bagi kesehatan seseorang, maka cobalah mendaftarkan mereka di program asuransi kesehatan.

Pilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan juga kemampuanmu dalam membayar premi tiap bulannya. Salah satu asuransi yang bisa kamu manfaatkan adalah BPJS Kesehatan.

Dengan begitu, kekhawatiranmu bisa sedikit berkurang jika sewaktu-waktu orangtua memerlukan biaya pengobatan yang besar dan kamu tidak memiliki dana. Tips ini wajib kamu lakukan sebagai sobat generasi sandwich!

4. Mulai Cicil Dana Pensiun

Masih ingat dengan salah satu penyebab fenomena generasi sandwich ini? Ya, betul, karena  generasi sebelumnya tidak sempat menyiapkan diri untuk masa pensiunnya dan tidak menyangka usia harapan hidupnya akan lama.

Walaupun kita tidak pernah tahu usia setiap orang, namun kita patut bersiap untuk tidak mengestafetkan generasi sandwich ini pada generasi berikutnya. Sehingga, kamu perlu melakukan tips keempat, yakni menyiapkan dana pensiun kita sendiri sejak dini.

Dana pensiun itu persiapannya jangka panjang. Tujuannya, agar bisa digunakan saat pensiun dan kita tidak perlu lagi mencari uang untuk memenuhi kebutuhan pokok. Makanya, yuk siapkan dana pensiun dari sekarang!

Baca juga: 4 Target Finansial para Millennial, Apa Saja?

Generasi sandwich memang hal yang sebaiknya kita hindari. Tetapi bagi kita yang sudah terlanjur masuk menjadi bagian darinya, kondisi ini tak boleh membuat kita stagnan dan patah arang.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!



Sumber : pluang.com