Category Archives: Pluang

Simak Cara Daftar Akun KSEI Untuk Cek Investasi Kamu!

Sebagai investor pasar modal yang masih awam, mungkin kamu masih buta arah terkait mendapatkan laporan transaksi investasi kamu. Nah, kamu tak perlu khawatir, sebab semuanya sudah terdapat di sistem AKSes milik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sekarang, kamu tinggal memahami fungsi KSEI dan bagaimana cara daftar akun KSEI yang benar.

Dalam berinvestasi, semua aset investasi yang dimiliki investor tercatat di sistem Kustodian Sentral Efek Indonesia bernama AKSes. Aset-aset investasi di pasar modal yang berupa saham (ekuitas), reksadana, obligasi, dan kas tercatat dalam sistem ini.

Punya akun KSEI bersifat wajib bagi kamu yang baru meniti langkah di dunia investasi. Sebab, mulai 18 Februari 2021, seluruh laporan transaksi investor akan didapatkan melalui akun tersebut.

Tak perlu takut membayangkan persyaratan yang ribet untuk mendaftarnya. Sebab, mendaftar akun KSEI cukup mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan informasi seperti email, nomor ponsel, dan nomor KTP/NIK.

Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami

Cara Daftar KSEI: Menilik Ketentuan Baru KSEI per 18 Februari 2021

Pemberlakuan aturan terkait penyampaian laporan berkala investasi sudah dimulai sejak 18 Februari 2021. Hal ini diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/SEOJK.04/2020 tanggal 17 Februari 2020 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Bukti Konfirmasi dan Pelaporan Berkala Reksadana secara Elektronik melalui Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu.

Kebijakan  baru ini diharapkan menjadikan pelaporan transaksi investor reksadana lebih transparan dan menambah perlindungan bagi investor.

Laporan transaksi yang dimaksud akan berupa surat konfirmasi subscription, redemption, dan switching serta laporan bulanan. Manajer investasi juga akan mengarahkan investor untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu pada AKSes KSEI. Jadi, bagaimana cara daftar KSEI?

Cara Daftar KSEI

Registrasi akun AKSes dapat dilakukan oleh:

  1. Investor, yakni investor pasar modal Indonesia yang telah memiliki single investor identification (SID), baik yang bersifat individu lokal (WNI), individu asing(WNA), institusi lokal, maupun institusi asing.
  2. Non-investor (Registered User), yakni individu lokal yang belum terdaftar sebagai Investor pasar modal Indonesia.

Terkait layanan AKSes KSEI, setiap investor reksadana memiliki nomor SID. Investor tinggal melakukan registrasi akun AKSes secara mandiri lewat langkah-langkah berikut:

  1. Masuk ke situs web AKSes KSEI (http://akses.ksei.co.id)
  2. Telusuri menu Daftar, pilih Tipe Investor (individu lokal/individu asing/institusi)
  3. Masukkan data-data pribadi, seperti nama, nomor induk kependudukan, alamat email dan nomor ponsel yang masih aktif dan terdaftar pada partisipasi KSEI tempat investor membuka rekening efek
  4. Lakukan aktivasi, ikuti petunjuk berikutnya untuk melakukan aktivasi username dan password
  5. Buka email pribadi untuk melakukan aktivasi. Klik tautan yang ada di dalam email tersebut.
  6. Buat kata sandi sesuai login ke AKSes KSEI. Kata sandi yang harus dibuat perpaduan antara 8 karakter yang terdiri dari huruf kapital, huruf kecil, angka dan karakter khusus (!@#^*)
  7. Bila kata sandi sudah sesuai dengan persyaratan, klik Aktifkan akun saya.
  8. Pendaftaran telah selesai

Setelahnya, investor dapat login dan melihat portofolio investasinya di pasar modal.

Baca juga: Yakin Gak Mau Investasi Reksa Dana? Ini Lho 8 Manfaatnya!

Cek Portofolio Reksadana di AKSes KSEI

Jika sudah punya akun AKSes KSEI dan melengkapi cara daftar KSEI di atas, investor tinggal masuk (login) menggunakan kata sandinya. Ke depannya, investor hanya tinggal login untuk mengecek portofolio atau kepemilikan reksadana dan investasi lainnya. Bagaimana caranya? Berikut ini panduannya:

  1. Masuk ke AKSes, buka https://akses.ksei.co.id/ dan klik tombol MASUK di kanan atas.
  2. Masukkan email dan kata sandi
  3. Buka Portofolioku, pada bagian ini kita bisa lihat nama kita di sebelah kiri atas halaman. Lalu, di sebelah kiri juga kita bisa lihat berbagai tab. Pilih Portofolioku.
  4. Pilih Saldo, menu ini menunjukkan total nilai investasi dari seluruh produk yang kita miliki saat ini, mulai dari saham (ekuitas), reksadana, obligasi, kas dan lainnya. Terlihat juga grafik yang menunjukkan komposisi kepemilikan investasi investor di produk-produk investasi tersebut.
  5. Ada pula Menu Mutasi, menu ini memperlihatkan transaksi yang kita lakukan, baik pembelian atau penjualan. Kita dapat memasukkan kisaran (range) periode tanggal yang ingin kita lihat. Akan tampil transaksi baik pembelian maupun penjualan reksadana selama periode yang kita tentukan tersebut dengan informasi termasuk tipe transaksi, kode efek (reksadana), kustodian, jumlah unit, dan nilai investasi.
  6. Setelah melakukan cara daftar KSEI dengan benar, kamu bisa juga mengakses laporanmu secara langsung. Pada bagian Menu Laporan, akan ditampilkan investasi kita, baik berdasarkan mutasi reksadana atau laporan bulanan reksadana. Lalu kita bisa pilih periodenya dan klik download. Kita akan menerima laporan dalam bentuk PDF yang berisikan informasi nama reksadana, manajer investasi, agen penjual, jumlah unit penyertaan, NAB per unit, dan nilai investasi per akhir bulan yang kita pilih.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Kompas, Bareksa, Bareksa, KSEI



Sumber : pluang.com

Minyak Tembus $100: Hantu Ekonomi “Stagflasi” Datang Lagi, Apa Dampaknya Buat Kita?

Tapi, seberapa besar ancaman ini bagi aset investasi Anda di Pluang? Mari kita bedah situasinya.

Key Takeaways

  • Minyak Mentah Melonjak: Harga minyak AS (WTI) menembus $100 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah, memicu kenaikan biaya energi global.
  • Ancaman Stagflasi: Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat (PHK meningkat) dan inflasi yang tetap tinggi di atas target 2% The Fed.
  • Dilema Suku Bunga: Investor kini memprediksi pemotongan suku bunga akan ditunda hingga September 2026 karena prioritas melawan inflasi.
  • Peluang Investasi: Aset seperti Emas, saham sektor Energi, dan Komoditas cenderung menjadi pelindung nilai (hedge) yang kuat dalam situasi ini.

Apa Itu Stagflasi dan Mengapa Berbahaya?

Normalnya, kalau ekonomi lagi lesu, harga barang ikut turun. Tapi dalam Stagflasi, yang terjadi adalah kombinasi “maut”:

  1. Stagnasi: Ekonomi macet, banyak PHK (pengangguran naik ke 4,4%).
  2. Inflasi: Harga-harga malah naik (gara-gara minyak mahal).

Ibarat kena macet di tanjakan: mobil nggak jalan, tapi bensin habis terus. Kondisi ini bikin Bank Sentral bingung. Mau turunin bunga biar ekonomi jalan? Nanti harga barang makin mahal. Mau naikin bunga biar harga turun? Nanti ekonomi makin macet.

3 Indikator Merah yang Perlu Anda Pantau

Berdasarkan data terbaru dari AS, ada tiga faktor utama yang memicu kekhawatiran ini:

  1. Minyak di Level $100: Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah menjadi katalis utama. Harga energi yang tinggi tidak hanya membebani biaya transportasi, tapi juga merembet ke harga pangan (melalui biaya pupuk).
  2. Pasar Tenaga Kerja “Lumpuh”: AS kehilangan 92.000 pekerjaan pada Februari 2026, dengan tingkat pengangguran merangkak naik ke 4,4%. Ini menunjukkan mesin pertumbuhan ekonomi mulai kehabisan bensin.
  3. Inflasi Masih Membandel: Inflasi inti saat ini berada di level 3%, masih jauh di atas target ideal The Fed sebesar 2%.

Quick Facts Table

Indikator

Data Terbaru (Maret 2026)

Status

Harga Minyak (WTI)

$100+ per barel

📈 Sangat Tinggi

Angka Pengangguran AS

4,4% (Kehilangan 92rb pekerjaan)

⚠️ Mengkhawatirkan

Inflasi Inti (Core CPI)

3,0% (Target: 2%)

❌ Di Atas Target

Prediksi Pertumbuhan PDB

2,1% (Turun dari tahun sebelumnya)

📉 Melambat

Pandangan Pakar: 1970-an vs Sekarang

Ed Yardeni, veteran pasar dari Yardeni Research, menaikkan peluang terjadinya stagflasi gaya 1970-an menjadi 35%. Namun, tidak semua ekonom pesimis.

Banyak analis berpendapat bahwa ekonomi saat ini jauh lebih tangguh dibandingkan tahun 2022 (saat invasi Rusia ke Ukraina) atau era 70-an. Pertumbuhan PDB kuartal kedua AS masih diproyeksikan di angka 2,1%, yang menunjukkan bahwa ekonomi belum sepenuhnya berhenti bergerak.

“Kuncinya adalah durasi. Semakin singkat lonjakan harga minyak ini bertahan, semakin besar peluang ekonomi kita untuk tetap resilien.”Carol Schleif, BMO Private Wealth.

Perbandingan: Krisis 2022 vs. Krisis 2026

Fitur

Krisis 2022 (Invasi Rusia)

Krisis 2026 (Ketegangan Iran)

Pemicu Utama

Perang Ukraina & Pasca Pandemi

Konflik Timur Tengah & Tarif Perdagangan

Kondisi Kerja

Sangat Kuat (Banyak Lowongan)

Melemah (PHK mulai muncul)

Suku Bunga

Baru mulai naik dari 0%

Sudah di level tinggi (Sekitar 3,6%)

Resiko Stagflasi

Moderat

Tinggi (Peluang naik ke 35%)

Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian

Bagaimana investor di Pluang harus bersikap? Dalam kondisi stagflasi atau ancaman kenaikan harga energi, beberapa kelas aset biasanya menunjukkan karakter berbeda:

  • Emas: Secara historis sering menjadi safe haven saat inflasi tinggi dan ketidakpastian ekonomi meningkat.
  • Saham Sektor Energi: Perusahaan minyak seperti ExxonMobil (XOM) atau Chevron (CVX) sering kali mendapat durian runtuh saat harga komoditas naik, meski pasar saham secara umum mungkin volatil.
  • Aset Crypto: Sebagai aset alternatif, Bitcoin sering dipantau sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang fiat, meski risikonya tetap tinggi di tengah ketidakpastian makro.
  • Reksa Dana Pasar Uang: Kalau kamu tipe yang nggak mau ambil risiko besar saat pasar saham lagi “kebakaran”, Reksa Dana Pasar Uang adalah tempat parkir dana yang aman. Bunganya cenderung lebih stabil dibandingkan tabungan biasa, dan risikonya rendah.

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Beli Coin BTC di Sini!

 Risks & Considerations

  • Volatilitas Ekstrim: Harga minyak sangat bergantung pada berita politik. Jika konflik mereda besok, harga bisa anjlok seketika.
  • Risiko Suku Bunga: Jika The Fed tetap menaikkan bunga di tengah ekonomi lesu, resiko resesi dalam (Hard Landing) meningkat.
  • Diversifikasi: Jangan menaruh seluruh modal hanya di satu aset (misal: hanya minyak). Tetap jaga porsi kas untuk antisipasi.

Kesimpulan: Jangan Panik, Tapi Waspada

Stagflasi memang terdengar menyeramkan, tapi sejarah membuktikan bahwa ekonomi selalu punya cara untuk pulih. Kuncinya adalah jangan taruh semua telur dalam satu keranjang.

Jika harga minyak tetap tinggi dalam waktu lama, ekonomi mungkin akan melambat. Tapi kalau konflik segera reda, pasar bisa langsung rebound (naik lagi) dengan cepat.

FAQ

  1. Apakah Stagflasi pasti terjadi? Belum pasti. Ekonom memberi peluang 35%. Semua tergantung durasi konflik Iran.
  2. Mengapa harga minyak berpengaruh ke saham saya? Biaya transportasi dan produksi naik, sehingga laba perusahaan (terutama manufaktur) menurun.
  3. Apakah sekarang saat yang tepat beli Emas? Emas cenderung naik saat ketidakpastian tinggi, namun perhatikan harga beli agar tidak di pucuk.
  4. Apa dampak stagflasi ke kripto? Kripto cenderung volatil. Jika Dollar melemah, Bitcoin bisa naik, tapi jika likuiditas pasar kering, kripto bisa ikut turun.
  5. Kapan suku bunga akan turun? Prediksi terbaru bergeser ke September 2026 atau bahkan akhir tahun.
  6. Bagaimana cara investasi sektor energi di Pluang? Anda bisa membeli saham global sektor energi atau indeks yang relevan langsung di aplikasi.

Sources & Methodology



Sumber : pluang.com

Selain Berisiko Rendah, Ini Lho 3 Manfaat Reksa Dana Pasar Uang Buat Kamu!

Pertumbuhan jumlah investor reksadana selama pandemi COVID-19 mencapai angka yang mengesankan. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksa dana mencapai 3,16 juta orang per akhir 2020. Kemudian, angkanya naik menjadi 3,5 juta orang di Januari 2021. Artinya, semakin banyak orang merasakan manfaat investasi reksadana.

Nah, salah satu produk reksadana yang laris diburu adalah reksadana pasar uang. Jenis reksadana ini diburu lantaran memberikan manfaat yang hanya bisa dirasakan oleh investor. Padahal, mereka hanya membenamkan aset keuangannya saja di sana.

Reksadana pasar uang sendiri adalah salah satu instrumen investasi reksadana. Di mana, portofolio aset investasinya dialokasikan di instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, dan obligasi yang jatuh tempo di bawah satu tahun.

Tetapi, obligasi atau surat utang yang menjadi portofolio aset reksadana pasar uang juga tidak sembarang dipilih. Kebanyakan, underlying asset yang dipilih adalah obligasi pemerintah yang sangat kecil kemungkinannya mengalami default atau gagal bayar.

Investor bisa memantau masing-masing portofolio aset reksadana pasar uang yang dikelola oleh manajer investasi pada saat akan membelinya. Dalam informasi tersebut, akan terlihat berapa persen porsi investasi di surat utang, berapa persen investasi di SBI, dan berapa persen investasi di deposito.

Jenis reksadana ini dinilai lebih aman dibanding jenis reksadana lainnya. Selain itu, imbal hasil yang diberikan bisa dirasakan betul dalam jangka waktu 397 hari atau sekitar 1 tahun.

Namun, karena risiko yang ditanggung investor tidak sebesar jenis reksadana lainnya, maka imbal hasil yang didapatkan juga tidak sebesar jenis reksadana lain, seperti reksadana saham. Sebab, nilai imbal hasil reksadana pasti akan sejalan dengan besaran risiko aset tersebut.

Meskipun begitu, imbal hasil yang diberikan reksadana pasar uang masih lebih baik dibanding bunga yang diberikan dalam produk tabungan, seperti deposito misalnya.

Baca juga: Apa Itu Reksadana?

Manfaat Reksa Dana Pasar Uang

Sama seperti produk reksadana lainnya, investor juga hanya perlu memberi unit reksadana yang diinginkan untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi. Namun, selain faktor kemudahan, reksadana pasar uang juga memberikan manfaat lainnya.

1. Likuiditas Lebih Baik

Dalam portofolio aset reksadana pasar uang, instrumen yang dipilih oleh manajer investasi adalah produk yang memiilki likuiditas tinggi atau memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun. Sehingga, investor bisa memanfaatkannya untuk salah satu opsi investasi jangka pendek.

Proses pencairan reksa dana biasanya berjalan dalam T+1 atau T+2 jika mengacu pada aturan di Indonesia. Nah, istilah apakah itu?

T+1 dan T+2 mengacu kepada jangka waktu masuknya dana ke rekening setelah reksadana dicairkan. T+1 artinya dana akan masuk ke rekening sehari setelah penjualan reksadana. Sementara itu, T+2 berarti dana akan masuk ke rekening dua hari setelah reksadana tersebut dijual.

2. Manajemen Risiko yang Terukur

Manfaat reksadana pasar uang lainnya adalah tingkat manajemen risiko yang lebih terukur lantaran alokasi dana ditujukan ke instrumen yang memiliki tingkat risiko rendah. Sehingga, banyak investor yang menggunakan reksadana pasar uang selayaknya uang tunai biasa.

Investor bisa dengan mudah menanam dananya di produk tersebut, namun mudah juga untuk menarik dananya jika sedang membutuhkannya. Selain itu, investor tidak perlu khawatir jika terjadi penurunan nilai reksadana mengingat risikonya yang sudah terukur.

3. Keamanan

Investor yang memiliki profil investasi risiko rendah, yakni yang menginginkan jenis investasi dengan tingkat risiko yang mini bisa menggunakan produk reksa dana pasar uang. Pasalnya, selain dari portofolio aset reksadananya, perusahaan sekuritas yang bisa menjualnya pun tidak bisa sembarangan.

Di Amerika Serikat, misalnya, hanya perusahaan sekuritas yang punya peringkat kredit tertinggi yang bisa menyediakan produk reksadana pasar uang. Hal tu diatur oleh United States Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam membuat keputusan investasi. Sebab, hal tersebut dapat menjadi cerminan ihwal tingkat keamanan dana dan volatilitas instrumen aset tersebut nantinya.

Baca juga: Investasi “100 Dikurangi Umur”, Rumus Investasi yang Pas untuk Gen Milenial

4. Imbal Hasil Stabil

Meskipun tidak bisa dikatakan memberikan imbal hasil yang tinggi, reksadana pasar uang mampu memberikan imbal hasil yang stabil kepada investor. Hal itu dikarenakan setiap manajer investasi terus berupaya mempertahankan nilai aset bersih (NAB) yang dimiliki.

Namun, jika dibandingkan dengan produk lainnya seperti deposito, imbal hasil yang diberikan reksadana pasar uang bisa lebih baik. Sebagai catatan, rata-rata bunga deposito untuk jangka waktu 1 bulan sampai 12 bulan berada di rentang 5% sampai 3%

Tak Hanya Manfaat, Reksadana Pasar Uang Menyimpan Risiko

Ibarat dua sisi mata uang, apapun jenis investasinya tentu memiliki risiko yang juga melekat. Dalam investasi reksadana pasar uang, risiko yang harus dihadapi oleh investor adalah risiko inflasi, risiko kredit ataupun risiko suku bunga.

Investor masih harus menghadapi risiko inflasi karena hal itu akan menyebabkan arus kas dari pasar uang mengalami perlambatan. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan menganggu kinerja reksa dana pasar uang

Untuk risiko kredit, reksadana pasar uang tidak diasuransikan seperti layaknya tabungan. Jadi, tidak ada jaminan investor tidak kehilangan uangnya.

Terakhir, adalah risiko suku bunga yang bersifat fluktuatif. Tentu saja, imbal hasil yang diberikan akan sejalan dengan suku bunga pasar. Jika suku bunga naik. maka imbal hasil meningkat dan begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Yakin Gak Mau Investasi Reksa Dana? Ini Lho 8 Manfaatnya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia, The Balance



Sumber : pluang.com

Deep Dive Palantir (PLTR): Kekuatan Fundamental di Tengah Tantangan Makro

Terlepas dari koreksi 26% yang dipicu oleh sentimen sektor perangkat lunak (SaaS), Palantir tetap menunjukkan keunggulan kompetitif. Relevansi teknologi mereka dalam merespons dinamika global saat ini memvalidasi posisi perusahaan sebagai pemain kunci di industri analitik data.

Key Takeaways

  • Validasi Perang AI: Operasi Epic Fury di Iran membuktikan bahwa sistem Ontology Palantir adalah “otak” yang tak tergantikan bagi militer AS, mengintegrasikan LLM seperti Claude ke dalam aksi nyata.
  • Kinerja Keuangan Eksplosif: Pendapatan Q4 2025 tumbuh 70% YoY dengan Rule of 40 mencapai angka fantastis 127, membuktikan efisiensi operasional yang ekstrem.
  • Dominasi Komersial: Meski dikenal sebagai saham pertahanan, sektor komersial tumbuh 137% YoY berkat adopsi masif platform AIP di berbagai industri.
  • Valuasi Pasca-Koreksi: Penurunan harga saham sebesar 26% sejak akhir 2025 menciptakan peluang entry yang menarik dengan potensi upside sebesar 49% dalam 12 bulan ke depan.

Kinerja Q4 2025: Profitabilitas yang Melampaui Ekspektasi

Palantir menutup tahun 2025 dengan angka yang fenomenal. Di tengah ekspektasi analis yang sudah sangat tinggi, PLTR tetap berhasil mencatatkan double beat:

  • Pendapatan: US$1,41 miliar (Naik 70% YoY).
  • Laba per Saham (EPS) Disesuaikan: US$0,25 (Naik 78,57% YoY).
  • Rule of 40 Score: Mencapai angka 127. Sebagai konteks, angka di atas 40 dianggap sangat sehat untuk perusahaan pertumbuhan. Palantir membuktikan bahwa pertumbuhan hiper (hyper-growth) dan profitabilitas masif bisa berjalan beriringan.

Transformasi Komersial: Mesin Pertumbuhan Utama

Meski dikenal sebagai kontraktor pertahanan, mesin pertumbuhan utama saat ini justru datang dari sektor komersial yang melonjak 137% YoY. Melalui AIP (Artificial Intelligence Platform), Palantir berhasil mengubah perusahaan tradisional menjadi entitas berbasis AI dalam hitungan minggu.

Contoh Nyata: Sebuah perusahaan utilitas meningkatkan nilai kontrak tahunan (ACV) dari US$7 juta di awal 2025 menjadi US$31 juta pada akhir tahun. Ini adalah bukti nyata dari strategi land-and-expand Palantir.

Dinamika Geopolitik Terbaru

Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, Dinamika geopolitik yang terjadi di awal 2026, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, telah mengubah cara negara-negara memandang keamanan nasional. Fokus dunia kini beralih dari pengerahan kekuatan fisik besar-besaran menuju presisi informasi dan minimalisir risiko.

Mengapa Palantir Menjadi Standar Global?

Banyak laporan menyebutkan penggunaan model Claude dari Anthropic. Namun, LLM (Large Language Model) seperti Claude tidak bisa bekerja sendirian di medan perang yang penuh data rahasia. Di sinilah peran Ontology milik Palantir menjadi krusial:

  1. Data Integration: Palantir Gotham 5 menyatukan citra satelit, SIGINT (sinyal intelijen), dan data sensor secara real-time.
  2. Digital Twin: Menciptakan replika digital dari medan tempur Iran untuk mensimulasikan strategi.
  3. Speed: Memangkas waktu identifikasi target dari hitungan jam menjadi hitungan detik.

Data operasional mengenai penggunaan sistem dalam identifikasi target strategis di bawah gangguan jamming elektronik (seperti sistem “Kalinka” Rusia) menunjukkan tingkat integrasi sistem Palantir yang mendalam dalam infrastruktur pertahanan bagi pertahanan modern.

Dari Sentimen Geopolitik ke Katalis Fundamental

Konflik Timur Tengah pada awal Maret 2026 bukan sekadar berita utama di media, melainkan variabel penentu (game-changer) bagi valuasi Palantir. Berikut adalah dampak spesifiknya:

1. Re-rating Valuasi: Menghapus Keraguan “AI Wrapper”

Sebelum konflik ini, banyak kritikus menganggap Palantir hanya sekadar “pembungkus” (wrapper) bagi model AI pihak ketiga seperti OpenAI atau Anthropic. Namun, fakta lapangan membuktikan bahwa model LLM (seperti Claude) tidak berdaya di medan perang tanpa sistem operasi data yang aman dan terintegrasi milik Palantir.

  • Dampak Saham: Analis Rosenblatt baru-baru ini menaikkan target harga ke US$200 (naik dari US$150), menegaskan bahwa perang ini membuktikan leverage Palantir jauh melampaui penyedia AI generatif biasa.

2. Dominasi Mutlak di Anggaran Pentagon

  • Anggaran Tanpa Batas: Ketegangan geopolitik membuat pengeluaran pertahanan menjadi kurang kontroversial di kongres. Hal ini memperkuat posisi Palantir untuk memenangkan lebih banyak kontrak seperti kesepakatan US$10 miliar selama 10 tahun dengan US Army yang baru-baru ini dikonsolidasikan.
  • Hambatan bagi Pesaing: Masalah etika dan kebijakan internal yang dialami perusahaan AI lain (seperti pelarangan sementara Anthropic oleh pemerintah federal baru-baru ini) memberikan “karpet merah” bagi Palantir sebagai satu-satunya mitra yang sepenuhnya patuh dan siap tempur.

3. Mitigasi Risiko Sektor SaaS

Saat sektor perangkat lunak (SaaS) lainnya tertekan oleh sentimen ekonomi makro, Palantir bergerak sebagai “Defensive Growth Stock”. Sifat kontrak pemerintah yang jangka panjang (long-term) dan krusial bagi keamanan nasional memberikan perlindungan arus kas (cash flow) yang tidak dimiliki oleh perusahaan software retail biasa.

Kesimpulan Singkat: Konflik Timur Tengah telah mengubah narasi Palantir dari sekadar “saham teknologi spekulatif” menjadi “infrastruktur pertahanan digital wajib”. Bagi investor, ini menunjukkan bahwa kapabilitas teknis Palantir telah teruji dalam skenario penggunaan dunia nyata (real-world use cases).

Comparison Table: PLTR vs Saham Pertahanan Tradisional

Fitur

Palantir (PLTR)

Kontraktor Tradisional (LMT/RTX)

Fokus Utama

Software & AI Decision Making

Perangkat Keras (Pesawat, Rudal)

Margin Laba

Sangat Tinggi (Skala Software)

Moderat (Biaya Manufaktur)

Pertumbuhan Rev.

Hiper-pertumbuhan (>50%)

Pertumbuhan Stabil (<10%)

Moat (Keunggulan)

Ekosistem Data Terpadu

Kontrak Infrastruktur Fisik

Deep Dive Valuasi: Peluang di Tengah Koreksi

Pasca koreksi harga saham sebesar 26%, valuasi PLTR justru terlihat jauh lebih menarik bagi investor jangka panjang.

Metrik

Akhir 2025

Maret 2026 (Sekarang)

Forward P/E Ratio

240x

~103x

2-Year Forward P/E

>150x

~52x

Implied PEG FY2028

1.2x

Dengan kompresi multiple ini, Palantir bukan lagi sekadar saham “hype”. Analis Wall Street bahkan telah menaikkan estimasi konsensus EPS untuk 2026-2030 sebesar 30-90%.

Risks & Considerations 

  • Volatilitas Tinggi: PLTR memiliki beta yang tinggi; harga saham bisa bergerak sangat liar dibandingkan indeks S&P 500.
  • Ketergantungan Kontrak Pemerintah: Perubahan kebijakan politik AS dapat memengaruhi kontrak-kontrak besar di masa depan.
  • Risiko Etika: Peran AI dalam peperangan sering menjadi sasaran kritik publik yang dapat memengaruhi sentimen investor institusi (ESG).
  • Valuasi Premium: Meski sudah terkoreksi, P/E ratio PLTR masih jauh di atas rata-rata saham teknologi tradisional.

Dapat Diperhatikan

Palantir melampaui standar aplikasi AI biasa dengan menyediakan sistem operasi yang mengintegrasikan data dunia nyata secara kompleks. Dengan keberhasilan memenangkan kontrak besar di sektor logistik dan pertahanan global, Palantir tetap menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam industri analitik data saat ini

Dinamika geopolitik global saat ini mempertegas peran Palantir sebagai infrastruktur data krusial. Dengan potensi upside hingga 49% serta valuasi yang kini lebih atraktif pasca-koreksi, PLTR menjadi aset strategis yang patut dipertimbangkan dalam portofolio saham AS Anda

Bagi investor dengan cakrawala waktu 4-5 tahun, level harga saat ini menawarkan titik masuk yang lebih sehat untuk mengantisipasi Palantir menjadi perusahaan bernilai US$1 triliun pada tahun 2031.

Geopolitik bisa membuat pasar bergerak liar dalam jangka pendek. Dengan fitur Investasi Rutin di Pluang, Anda bisa melakukan DCA pada saham PLTR. Strategi ini membantu Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah saat pasar sedang terkoreksi, seperti yang terjadi pasca-November 2025, tanpa harus menebak-nebak kapan “bottom” pasar akan tercapai.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Mengapa saham PLTR sempat turun 26% meski kinerjanya bagus? Terjadi fenomena “SaaSpocalypse” di mana pasar menghukum saham software dengan valuasi tinggi karena penyesuaian suku bunga dan rotasi sektor.
  2. Apakah Palantir aman untuk investasi jangka panjang? Melihat dominasi mereka di sektor pertahanan dan akselerasi komersial, PLTR dianggap memiliki fundamental kuat untuk jangka panjang.
  3. Apa peran Anthropic (Claude) dalam sistem Palantir? Palantir bertindak sebagai sistem operasi yang “menampung” model AI seperti Claude agar dapat bekerja dengan data rahasia pemerintah secara aman.
  4. Apa itu “Rule of 40”? Metrik kesehatan perusahaan SaaS (Pertumbuhan Pendapatan + Margin Profit). Skor PLTR sebesar 127 jauh melampaui standar industri (40).
  5. Berapa modal minimum investasi PLTR di Pluang? Anda bisa mulai berinvestasi saham AS di Pluang mulai dari US$0,3 (sekitar Rp5.000).
  6. Apakah perang Iran akan terus menaikkan harga PLTR? Secara sentimen ya, karena membuktikan efektivitas produk. Namun secara fundamental, dampaknya terlihat pada laporan keuangan kuartal mendatang.

Sources & Methodology

Note: Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.

Analisis ini disusun murni dari perspektif data keuangan dan fundamental perusahaan. Pluang berfokus pada penyediaan informasi bagi investor untuk memahami dinamika pasar global dan tidak berpihak pada posisi politik atau ideologi tertentu dalam konflik yang terjadi



Sumber : pluang.com

Perlu Uang Berapa Sih Buat Naikin 1% Harga Bitcoin? Simak di Sini!

Arus investasi yang besar ke pasar Bitcoin mungkin menjadi faktor utama kenaikan harga Bitcoin secara signifikan belakangan ini. Salah satu buktinya, harga Bitcoin melejit bak roket setelah Tesla mengumumkan akan membeli Bitcoin sebesar US$1,5 miliar pada Februari lalu.

Namun, apakah benar bahwa jumlah aliran dana masuk (inflow) ke pasar Bitcoin selalu berdampak ke pergerakan harga Bitcoin?

Hal tersebut baru-baru ini dijawab oleh tim pakar strategi Bank of America, termasuk Francisco Blanch dan Savita Subramanian, dalam laporan terbarunya. Laporan itu menerangkan bahwa harga Bitcoin akan bereaksi sangat cepat terhadap besaran dana yang mengalir ke pasar Bitcoin. Bahkan, reaksi tersebut lebih cepat dibanding derasnya inflow ke aset lain, seperti emas dan obligasi pemerintah AS.

Namun, kondisi ini tentu memunculkan pertanyaan berikutnya: Berapa jumlah inflow yang perlu masuk ke pasar Bitcoin demi menggerakkan harganya sebesar 1% saja?

Dalam hal ini, Bank of America mengatakan bahwa dibutuhkan aliran dana masuk ke pasar Bitcoin sebesar US$93 juta, atau Rp1,3 triliun, hanya untuk mengerek 1% harga raja aset kripto tersebut.

“Bitcoin sangat sensitif terhadap peningkatan permintaan dolar AS. Kami memperkirakan arus dana bersih ke Bitcoin sebesar US$93 juta akan menghasilkan apresiasi harga sebesar 1%. Sedangkan angka serupa bisa terjadi terhadap emas jika terdapat inflow mendekati US$2 miliar atau 20 kali lipat dari Bitcoin,” kata ahli strategi BofA.

Baca juga: Membuat Rencana Investasi, Apa Saja Strategi yang Perlu Diketahui?

Memahami Inflow Sebagai Penggerak Harga Bitcoin

Belakangan, aset kripto telah mendapatkan kredibilitas sebagai kelas aset karena produk yang kuat dan pasar turunan yang berkembang. Akibatnya, investor institusi pun berebut menggenggam Bitcoin. Sesuai hukum permintaan dan penawaran, maka harga Bitcoin tentu akan naik kalau terdapat pihak-pihak yang memborong aset kripto tersebut.

Saat ini, Bitcoin dipandang oleh sebagian orang sebagai alternatif menarik dari investasi emas, atau aset pelindung kekayaan dari inflasi, karena pasokannya yang terbatas. Pernyataan itu didukung oleh analisis JPMorgan terbaru yang menyatakan bahwa investor ritel dan institusi akan semakin berebut mencari ceruk cuan di pasar Bitcoin tahun ini.

Laporan itu menyebut bahwa aliran dana investor institusi ke pasar Bitcoin diprediksi meningkat 20% pada kuartal I 2021 dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, aliran dana investor ritel akan meningkat 90% pada periode yang sama.

Hanya saja, sebagian besar investor masih melihat kemungkinan bubble harga Bitcoin dan khawatir bahwa investasi Bitcoin akan merusak lingkungan mengingat besarnya kebutuhan energi untuk menambangnya.

Selain itu, meski inflow memang menjadi penentu penggerak harga Bitcoin, namun kehadiran investor Bitcoin kelas kakap, atau akrab disapa whales, bisa menghambat pengaruh inflow tersebut.

BofA mencatat, sekitar 95% dari total Bitcoin dimiliki oleh 2,4% akun dengan saldo Bitcoin jumbo. Hal ini, menurut mereka, adalah salah satu penyebab mengapa harga Bitcoin sangat volatil.

Sebagai contoh, anggap saja pasar Bitcoin “kedatangan” inflow sebesar US$93 juta. Menurut analisis Bank of America, kondisi ini harusnya bisa menaikkan harga Bitcoin 1%. Namun, kalau para whales melakukan aksi jual dengan jumlah lebih besar dari jumlah inflow tersebut, tentu harga Bitcoin akan gagal naik.

“Meskipun banyak dari pergerakan harga Bitcoin ditentukan oleh sentimen spekulatif, pergerakan naik atau turun yang cepat dapat dilihat dari kurangnya likuiditas dua arah pada waktu tertentu,” kata Jeffrey Halley, Senior Asia-Pacific Market Strategist di Oanda.

Baca juga: Setelah Sentuh All-Time High, Ke Mana Arah Bitcoin Berikutnya?

Investor Bitcoin Jumbo Akan Selalu Jadi Penggerak Harga

Kondisi di atas mungkin ada benarnya. Faktanya, harga Bitcoin dalam dua pekan ini memang terbilang jungkat-jungkit akibat aksi para whales.

Sebagai contoh, harga Bitcoin yang hampir menukik ke US$60.000 awal bulan ini terjadi karena para whales melakukan aksi borong di harga rendah (buy the dip). Sementara itu, aksi jual yang dilakukan pekan kemarin membuat harga Bitcoin terjerembab.

Hal tersebut membuat para skeptis berpendapat bahwa Bitcoin masih terlalu fluktuatif bagi investor untuk mulai membeli dalam jumlah yang berarti. Bitcoin juga dinilai hampir tidak memiliki nilai guna, menempatkannya dalam daftar aset yang terbilang “rapuh”.

Tetapi semakin banyak perusahaan yang membeli Bitcoin. Penggemar Bitcoin berpendapat bahwa situasi kali ini berbeda untuk cryptocurrency terbesar di dunia ini. Pasalnya, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang mulai mengadopsi Bitcoin, seolah-olah melegitimasi raja aset kripto ini sebagai instrumen investasi “beneran”.

Terakhir, Morgan Stanley telah menjadi pemain besar terbaru yang melakukan langkah serius ke aset kripto. Mereka diketahui akan menawarkan akses ke dana Bitcoin kepada klien wealth management.

Baca juga: Seberapa Kuat Bitcoin Whales dalam Mengendalikan Harga? Simak di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bloomberg, MarketInsider



Sumber : pluang.com

Banyak Uang Bukan Berarti Kamu Kaya! Cek Kesalahan Konsep Menimbun Harta di Sini!

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kemakmuran harus diasosiasikan dengan mengumpulkan harta yang banyak. Semakin tinggi nilai harta yang digenggam, maka cara seseorang untuk menjadi kaya akan terbuka lebar.

Namun, hati-hati, Sobat Cuan! Sebab, kadang kita pun salah dalam memaknai konsep menimbun harta kekayaan. Kesalahan konsep ini dampaknya tidak main-main, lho, karena akan menentukan sikap kita berinvestasi nantinya.

Dalam hal ini, seorang analis investasi dan kontributor Forbes William Baldwin menerangkan bahwa terdapat tiga kesalahan konsep mengenai menimbun kekayaan yang kerap dipraktikkan masyarakat. Nah, kalau kamu bisa lepas dari miskonsepsi mengenai menimbun kekayaan di bawah ini, cara kamu menjadi kaya bakal lebih efektif dan efisien.

Apa saja kesalahan konsep mengenai cara mengumpulkan harta kekayaan tersebut?

1. Kekeliruan Pertama: Peningkatan Harga Aset = Peningkatan Kekayaan

Katakanlah kamu membeli rumah di pinggiran kota seharga Rp700 juta 10 tahun lalu dan sekarang harganya menjadi Rp1,4 miliar dan kamu tidak punya rencana untuk pindah. Apakah itu artinya kekayaanmu sudah naik Rp700 juta?

Jawabannya, tidak juga. Menaikkan kekayaan bukan hanya dengan melihat kenaikan harga dalam suatu aset, namun juga terkait dengan perbaikan kualitas hidupmu ketika tinggal di rumah tersebut.

Sebagai contoh: Jika kondisi ruang tamu, dapur, hingga kamar mandimu tidak berubah sedikit pun dibanding 10 tahun lalu, artinya tidak ada perbaikan kualitas apapun terhadap hidupmu maupun rumah yang kamu tempati. Dengan kata lain, harga rumah itu boleh jadi memang meningkat, tetapi standar hidupmu tidak.

Adapun, kenaikan harga asetmu bisa berubah menjadi kekayaan kalau kamu menjualnya. Namun, dengan menjualnya, bukan berarti kamu bisa sudah menempuh cara menjadi kaya yang maksimal. Perlu diingat bahwa tingkat inflasi selalu terjadi setiap tahun, sehingga “daya beli” kamu pun tak akan maksimal dengan menggunakan uang hasil jualan rumah itu.

Hal sama juga terjadi ketika kamu berniat menabung saham tertentu. Misalkan, kamu membeli saham perusahaan A dengan nilai Rp20.000 per lembarnya. Lima tahun kemudian, harganya naik ke Rp50.000 per lembar. Apakah artinya kamu sudah auto kaya Rp30.000?

Jawabannya adalah tidak. Memang, secara nilai, portofolio saham kamu bertambah Rp30.000. Tapi, kalau kualitas hidup kamu tidak meningkat dari menggenggam saham tersebut, ya sama aja boong. Misalnya, harga saham kamu boleh saja naik, tapi kalau pertumbuhan dividennya menurun terus, artinya kamu tidak ada perbaikan kualitas hidup dengan memiliki efek yang dimaksud.

Intinya, perubahan-perubahan harga itu hanyalah abstraksi ekonomi. Dalam kertas, kekayaanmu memang meningkat. Tapi jika kekayaanmu diukur dari seberapa baik kamu menjalani hidup, parameter ini bisa saja tidak berlaku.

Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

2. Kekeliruan Kedua: Trading Adalah Cara Menjadi Kaya

Ilusi kolosal ini berawal setidaknya satu abad lalu. Dan miskonsepsi ini menghambat banyak orang untuk mengakses cara menjadi kaya lebih efisien lagi.

Saat itu, pemberitaan tentang kesuksesan trading disiarkan pada Radio Corp of America. Pesona trading mencapai titik puncak pada 1999, dengan pemberitaan tentang seorang trader yang pensiun muda tajir melintir. Hal-hal ini membuat ekonomi kota New York makin bergairah.

Kini, demam trading seolah-olah bangkit di perdagangan aset kripto setelah harga Bitcoin dan Ethereum melejit bak roket. Namun, jika kamu terus melakukan trading tak henti-hentinya, justru itu akan menghalangi kamu untuk mencapai cuan yang maksimal.

Misalnya, kamu saat ini tengah menggenggam Bitcoin, di mana harga Bitcoin yang kamu beli saat itu sebesar US$55.000. Ternyata, keesokan harinya kamu menjual lagi Bitcoin tersebut lantaran harganya tahu-tahu melompat ke US$56.000. Dengan kata lain, kamu sudah untung sekitar US$1.000.

Namun, ternyata harga Bitcoin itu sudah menanjak lagi ke US$62.000 dua bulan kemudian. Ini artinya kamu sudah merelakan potensi cuan Bitcoin sebesar US$7.000 hanya untuk mendapat keuntungan US$1.000 dalam waktu singkat. Alhasil, cara menjadi kaya kamu jadi tak maksimal.

Padahal, sudah banyak begawan pasar modal yang memperingatkan bahwa trading adalah permainan zero-sum alias tidak membantu meningkatkan nilai asetmu dalam jangka panjang. Makanya, untuk menjadi kaya, kamu perlu berinvestasi, bukan trading.

Bahkan, raja saham dunia Warren Buffet kerap kali mengingatkan bahwa cara menjadi kaya di jangka panjang sangatlah gampang: Berinvestasi di reksa dana indeks saham.

Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

3. Kekeliruan Ketiga: Uang Merepresentasikan Kekayaan

Uang memanglah fondasi kekayaan. Tanpa alat tukar ini, kita tidak akan melihat adanya pabrik dan gudang yang memungkinkan produksi dan berputarnya modal. Namun, uang bukanlah kekayaan per se. Jika ya, tentunya Zimbabwe dan Venezuela hari ini termasuk negara kaya.

Kita umpamakan saja seperti begini: Kalau bank sentral mau semua warga menjadi kaya, tentu mereka bisa saja mencetak lebih banyak uang dan dibagikan ke warganya, bukan? Namun, hal itu tidak mereka lakukan. Sebab, kenaikan suplai uang akan meningkatkan permintaan barang dan jasa, yang ujung-ujungnya akan menciptakan inflasi yang tinggi.

Kenaikan inflasi kemudian akan menggerus nilai mata uang yang digenggam. Uang tersebut kemudian tak akan ada artinya lagi.

Makanya, kamu jangan terlampau bangga dulu kalau punya dompet tebal. Soalnya, untuk apa punya uang banyak tapi nilainya akan terkikis seiring waktu?

Mereka yang cerdas dalam mengatur keuangan pasti akan menempatkan uangnya di aset-aset pelindung nilai agar nilai kekayaannya tak tergerus inflasi. Tapi, apakah hal ini akan efektif sebagai cara menjadi kaya? Bisa jadi ya, bisa juga tidak, tergantung pada seberapa banyak dana yang kamu investasikan.

Salah satu investasi lindung nilai yang bisa kamu manfaatkan adalah emas. Memang, ia tak memberikan cuan secara periodik. Tapi, nilai kekayaanmu di dalamnya akan terjaga dengan baik hingga masa depan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes



Sumber : pluang.com

Lupakan Konflik Timur Tengah, “Bom Waktu” Utang Global Ini Alasan Asli Emas Terus Dihimpun

Ringkasan Eksekutif 

  • Efek Geopolitik Jangka Pendek: Emas melonjak tajam saat berita konflik pertama kali pecah. Namun, lonjakan ini sering kali diikuti oleh penurunan cepat (slip) karena investor besar langsung melakukan aksi ambil untung (profit-taking).
  • Misteri Real Yield: Secara historis, harga emas akan turun jika suku bunga tinggi. Namun saat ini emas bertahan kuat karena aksi borong oleh bank sentral global, mengabaikan hukum Real Yield (imbal hasil riil) tradisional.
  • Valuasi Lintas Aset: Untuk mengukur “nilai sejati” emas, investor tidak bisa hanya melihat grafiknya sendiri, melainkan membandingkannya dengan rasio 4 aset utama: Saham AS, Perak, Minyak Mentah, dan Bitcoin.
  • Bom Waktu Utang: Ancaman terbesar bagi nilai uang Anda bukanlah perang, melainkan penyusutan nilai mata uang (fiat debasement) akibat utang global yang menggunung, membuat Emas menjadi tameng pelindung utama.
  • Strategi Taktis bersama Pluang: Investor cerdas memarkir dana di fasilitas berimbal hasil harian, menggunakan Crypto Futures (Emas) untuk lindung nilai, dan memanfaatkan fitur pro di Pluang untuk mendominasi pasar.

Benarkah Harga Emas Selalu Naik Saat Perang Pecah?

Ketika ketegangan geopolitik pecah di Timur Tengah pada awal Maret 2026, mesin pencari dibanjiri oleh satu pertanyaan dari investor ritel: “Mengapa harga emas saya justru turun setelah sempat naik tajam di hari pertama perang?”

Sangat wajar jika Anda merasa bingung. Teori klasik mengatakan bahwa emas adalah safe haven (aset pelindung nilai) utama saat krisis. Faktanya, pasar finansial modern bergerak jauh lebih kompleks. Fenomena yang sedang terjadi saat ini disebut sebagai “Geopolitical Whiplash” (Efek Cambuk Geopolitik).

Ketika berita rudal atau serangan pertama kali muncul, algoritma trading dan massa yang panik akan memborong emas secara instan, menyebabkan harga melonjak. Namun, bagi institusi dan pengelola dana raksasa, lonjakan panik ini adalah “exit liquidity” (kesempatan keluar). Mereka menjual sebagian emas mereka di harga pucuk untuk merealisasikan keuntungan, yang pada akhirnya menyebabkan harga emas kembali merosot (slip) di hari-hari berikutnya.

Misteri Real Yield: Mengapa Pergerakan Emas Saat Ini Membingungkan Analis?

Jika efek geopolitik hanya bersifat sementara, lalu apa yang sebenarnya menggerakkan harga emas dalam jangka panjang? Jawabannya ada pada indikator yang disebut Real Yield (Imbal Hasil Riil).

Real Yield adalah suku bunga riil yang Anda dapatkan setelah dikurangi inflasi (Suku Bunga Nominal – Inflasi). Aturan emasnya sederhana: Jika Real Yield tinggi, harga emas biasanya turun. Mengapa? Karena emas tidak memberikan bunga atau dividen. Investor cenderung memindahkan uang mereka ke obligasi atau instrumen berbunga tetap.

Namun, emas saat ini sedang melawan gravitasi. Meskipun Real Yield di Amerika Serikat sedang tinggi, harga emas tetap kokoh. Mengapa anomali ini terjadi?

  • Aksi Borong Bank Sentral: Negara-negara di luar blok Barat sedang melakukan de-dolarisasi dan memborong emas fisik secara masif.
  • Antisipasi Pasar: Pasar sedang mencoba “mencuri start“. Mereka meyakini bahwa inflasi akan kembali membandel, yang pada akhirnya akan memaksa nilai Real Yield turun di masa depan.

Mengukur Nilai Sejati: Valuasi Emas vs. 4 Aset Utama

Untuk benar-benar memahami apakah harga emas saat ini “mahal” atau “murah”, investor cerdas tidak hanya melihat harga dalam Dolar AS, tetapi membandingkan valuasi emas secara relatif terhadap aset keras (hard assets) dan aset pertumbuhan (growth assets) lainnya.

Mengacu pada data pasar terkini, mari kita bedah kelima perbandingannya ke dalam matriks taktis berikut:

Komparasi Aset

Rasio & Kondisi
(per 9 Mar 2026)

Sinyal Pasar

Langkah Eksekusi Strategis

Emas vs. Saham AS (S&P 500)

0,75
(Menembus tren penurunan dekade terakhir)

Arus modal institusional mulai berotasi dari ekuitas berisiko tinggi menuju aset keras (emas) yang lebih aman.

Lindungi profit saham Anda dengan mendiversifikasi sebagian modal ke Emas ETF (GLD) atau Emas Digital.

Emas vs. Perak 

66:1
(1 ons emas setara 66 ons perak)

Siklus bull market logam mulia semakin matang, perak mulai bergerak jauh lebih agresif (outperform).

Pertimbangkan eksposur taktis pada Perak ETF (SLV) untuk menangkap lonjakan beta yang lebih tinggi dari emas.

Emas vs. Minyak Mentah

45:1
(Naik hampir 3x lipat dari rata-rata historis 16:1)

Mencerminkan pesimisme pasar yang kuat terhadap perlambatan industri global dan ketidakpastian.

Gunakan kas menganggur Anda di USD Yield sambil memantau stabilitas rantai pasok energi global.

Emas vs. Bitcoin

1:13
(Butuh 13 ons emas untuk membeli 1 BTC)

Valuasi total Bitcoin masih jauh di bawah emas fisik, menyisakan ruang pertumbuhan (upside) masif.

Terapkan Barbell Strategy: Gunakan Emas sebagai jangkar stabilitas, dan akumulasi Bitcoin (BTC) untuk potensi profit eksponensial.

“Bom Waktu” Utang Global: Mengapa Emas Akan Terus Berkilau?

Pertanyaan besar yang sering diajukan oleh investor adalah: “Jika perang di Timur Tengah selesai besok, apakah harga emas akan langsung hancur?” Jawabannya adalah tidak. Ada masalah fundamental yang jauh lebih besar daripada sekadar geopolitik: “Bom Waktu” Utang Global.

Saat ini, utang nasional Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya berada di level rekor tertinggi. Untuk membayar bunga utang raksasa tersebut, pemerintah pada akhirnya tidak memiliki pilihan lain selain mencetak lebih banyak uang.

Proses ini secara pasti akan merusak daya beli mata uang fiat yang Anda pegang (fiat debasement). Inilah alasan utama mengapa institusi besar dan miliarder dunia terus memborong Emas. Emas adalah bentuk “Hard Money” (uang keras) sejati. Pasokannya terbatas oleh alam dan tidak bisa dicetak sembarangan oleh politisi, menjadikannya pelindung nilai absolut terhadap inflasi sistemik jangka panjang.

Ambil Kendali Portofolio Anda Bersama Ekosistem Pro Pluang

Melihat kontradiksi antara teori, realitas Real Yield, dan ancaman penyusutan mata uang (fiat debasement), berdiam diri dan memegang uang tunai murni adalah risiko terbesar saat ini. Anda memerlukan infrastruktur finansial tingkat lanjut untuk mengeksekusi strategi secara lincah.

Pluang bukan sekadar aplikasi investasi biasa; ini adalah pusat komando manajemen kekayaan Anda. Berikut adalah cara investor strategis memonopoli pasar dengan fitur-fitur mutakhir Pluang:

  • Ekosistem Emas Komprehensif: Jangan batasi strategi Anda. Sesuaikan portofolio dengan kondisi pasar melalui Emas Digital (Pluang Emas) untuk tabungan fisik yang stabil, Emas ETF (GLD) untuk eksposur likuiditas bursa AS, hingga Crypto Emas (PAXG, XAUT) untuk transaksi aset blockchain 24/7. Ingin profit yang lebih agresif? Lipat gandakan potensi keuntungan (operating leverage) melalui Saham Proxy Emas (NEM, B, AEM).
  • Produktivitas Kas Tanpa Henti: Jangan biarkan uang Anda tidur saat pasar sedang fluktuatif. Parkir dana cadangan Anda di fasilitas USD Yield untuk mencetak imbal hasil pasif hingga 3,38% p.a. yang dibayarkan harian. Kas Anda terus bertumbuh sambil menunggu momen entry emas yang sempurna.
  • Strategi Hedging Dua Arah: Saat harga emas spot turun akibat Geopolitical Whiplash, jangan panik. Buka posisi Short melalui instrumen Crypto Futures (XAUTUSDT-PERP) dengan Dynamic Leverage hingga 25x. Anda bisa mencetak profit murni dari penurunan harga untuk melindungi nilai portofolio fisik Anda.
  • Akses Eksklusif Pluang Plus: Bagi investor berskala besar, biaya gesekan (friction cost) adalah musuh utama. Layanan Pluang Plus menyediakan OTC FX dengan rate konversi IDR ke USD yang jauh melampaui kurs bank konvensional, ditambah fitur USD Direct Deposit yang memungkinkan modal besar Anda bermanuver tanpa hambatan biaya admin yang menguras margin saat membeli aset.
  • Analisis Kelas Institusi: Tinggalkan layar kecil saat melakukan analisis mendalam. Gunakan Pluang Web Trading untuk memantau korelasi harga aset global di berbagai layar secara real-time, lengkap dengan indikator teknikal canggih.

Di era volatilitas ekstrem ini, pemenangnya bukanlah mereka yang panik, melainkan mereka yang memiliki alat paling tajam. Jangan tunda lagi. Buka aplikasi Pluang Anda sekarang, optimalkan fitur Yield, lindungi kekayaan Anda melalui instrumen Emas terlengkap, dan bertransaksilah layaknya seorang profesional di Wall Street!

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Referensi



Sumber : pluang.com

Apakah Konflik Timur Tengah Akan Menghancurkan Bitcoin?

Ringkasan Eksekutif

  • Netralitas Protokol: Bitcoin beroperasi tanpa entitas pusat, menjadikannya aset yang tidak dapat disensor (uncensorable) oleh pihak mana pun, yang seringkali dimanfaatkan oleh negara dengan akses finansial terbatas untuk mempertahankan roda ekonomi mereka.
  • Keamanan Maksimal via Hashrate: Total daya komputasi (hashrate) jaringan Bitcoin saat ini menjadikannya jaringan komputasi paling aman di dunia, melindunginya dari serangan siber berskala nasional.
  • Ketahanan Jaringan Global: Meskipun wilayah Timur Tengah memiliki pangsa pasar mining crypto, eskalasi konflik di wilayah tersebut tidak akan memberikan ancaman sistemik terhadap operasional jaringan Bitcoin secara global.
  • Keamanan Ekosistem Berizin: Di tengah sifat borderless (tanpa batas) dari teknologi blockchain, investor disarankan untuk menggunakan platform yang teregulasi penuh seperti Pluang guna memastikan transaksi mereka aman dan mematuhi regulasi domestik.

Mengapa Bitcoin Sering Berada di Tengah Pusaran Geopolitik?

Dalam lanskap berita finansial global belakangan ini, muncul laporan mengenai bagaimana ekosistem crypto digunakan di negara-negara yang terisolasi dari sistem perbankan tradisional. Untuk memahami hal ini, investor harus melihat Bitcoin bukan sebagai entitas politik, melainkan sebagai sebuah mahakarya matematika dan perangkat lunak yang sepenuhnya netral.

Karakteristik utama Bitcoin adalah desentralisasi dan resistensi terhadap penyensoran (censorship resistance). Tidak ada bank sentral, pemerintah, atau CEO yang dapat mematikan jaringannya atau membekukan dompet (wallet) di level protokol. Karena sifatnya yang tidak memihak (seperti halnya internet), teknologi ini pada akhirnya digunakan oleh berbagai pihak, yakni mulai dari institusi raksasa Wall Street hingga negara-negara yang mencari alternatif sistem pembayaran lintas batas untuk mempertahankan ekonomi mereka di tengah sanksi finansial.

Memahami Hashrate: Barikade Keamanan Utama Bitcoin

Untuk mengerti mengapa Bitcoin sangat sulit dihancurkan, kita harus memahami konsep Hashrate. Sederhananya, hashrate adalah metrik yang mengukur total daya komputasi yang digunakan oleh para penambang (miners) untuk memvalidasi transaksi dan mengamankan jaringan Bitcoin setiap detiknya. Satuan ukurannya berkisar dari Terahashes (TH/s) hingga Exahashes (EH/s) per detik.

Agar lebih jelas, mari kita kaitkan dengan konsep Blockchain. Secara sederhana, blockchain adalah buku besar digital publik yang terdesentralisasi, di mana seluruh riwayat transaksi dicatat secara permanen dan transparan. Transaksi-transaksi pengguna dari seluruh dunia ini dikumpulkan ke dalam sebuah “blok” data.

Nah, setiap kali sebuah mesin penambang mencoba memecahkan teka-teki kriptografi rumit untuk memvalidasi dan menyambungkan blok transaksi baru ini ke rantai blok (chain) yang sudah ada sebelumnya, mesin tersebut melakukan proses tebakan acak berkecepatan tinggi yang disebut hash.

Semakin tinggi total hashrate sebuah jaringan, semakin aman blockchain tersebut dari upaya peretasan atau manipulasi (seperti serangan 51%). Mengapa? Karena untuk membajak jaringan dengan hashrate setinggi Bitcoin saat ini, akan membutuhkan biaya energi, fasilitas, dan perangkat keras yang sangat tidak masuk akal, bahkan bagi sebuah negara besar sekalipun. Inilah yang membuat Bitcoin menjadi benteng digital yang hampir tidak bisa ditembus.

Apakah Konflik Geopolitik Akan Menghancurkan Hashrate Bitcoin?

Kekhawatiran terbesar bagi sebagian investor saat melihat berita konflik adalah: “Apakah jaringan Bitcoin akan ikut hancur jika fasilitas pertambangan (mining) di suatu negara diserang?”

Jawabannya adalah tidak. Arsitektur Bitcoin dirancang untuk bertahan dari kegagalan sistemik berskala regional. Meskipun wilayah Timur Tengah menguasai sebagian porsi infrastruktur mining global bernilai miliaran dolar, dampaknya terhadap hashrate (daya komputasi total) secara keseluruhan tidaklah signifikan jika terjadi pemadaman.

Jika terjadi gangguan fasilitas fisik di suatu wilayah yang menyebabkan hashrate turun tiba-tiba, protokol Bitcoin memiliki mekanisme bawaan yang disebut Difficulty Adjustment (Penyesuaian Tingkat Kesulitan). Protokol akan secara otomatis menurunkan tingkat kesulitan teka-teki kriptografi agar jaringan tetap berjalan lancar dan blok baru tetap diproduksi setiap 10 menit. Kekosongan daya komputasi tersebut akan langsung diambil alih oleh jutaan mesin penambang lain yang terus menyala di Amerika Utara, Eropa, dan belahan bumi lainnya.

Matriks Fakta: Geopolitik vs. Ketahanan Jaringan Bitcoin

Parameter

Mitos di Kalangan Ritel

Fakta Fundamental Jaringan (On-Chain)

Sistem Kontrol

Pemerintah bisa mematikan Bitcoin saat terjadi perang.

Bitcoin adalah jaringan Peer-to-Peer (P2P) global tanpa titik kegagalan tunggal (no single point of failure).

Keamanan Hashrate

Gangguan di satu negara penghasil crypto besar akan merusak jaringan.

Jaringan memiliki Difficulty Adjustment otomatis; hashrate global akan segera menyerap dampak gangguan lokal.

Status Aset

Bitcoin murni alat spekulasi berisiko tinggi saat krisis.

Bitcoin semakin diuji sebagai aset lindung nilai tak berdaulat (Sovereign-neutral Safe Haven).

Apakah Adopsi Negara Bersanksi Akan Memicu “Blokir Global”?

Ketika tajuk berita menyoroti bagaimana negara-negara yang terkena sanksi (seperti di Timur Tengah) memanfaatkan jaringan crypto untuk transaksi senilai miliaran dolar, sebuah ketakutan (FUD – Fear, Uncertainty, Doubt) seringkali muncul di kalangan investor ritel: “Jika Bitcoin dipakai untuk menghindari sanksi, apakah negara-negara Barat seperti Amerika Serikat akan memblokir atau mematikan Bitcoin sepenuhnya?”

Di sinilah investor cerdas harus bisa membedakan antara tajuk berita yang sensasional dan realitas arus modal global. Jawabannya adalah tidak, dan alasannya terletak pada paradoks adopsi institusional:

  1. Jaringan Terlalu Besar untuk Diisolasi: Bitcoin telah bertransisi dari aset niche menjadi kelas aset makro global. Karena sifatnya yang terdesentralisasi, memblokir jaringan Bitcoin sama mustahilnya dengan memblokir internet itu sendiri.
  2. Efek “Senjata Makan Tuan” (Game Theory): Negara-negara besar menyadari bahwa melarang Bitcoin di negara mereka tidak akan menghentikan negara lain untuk menggunakannya. Sebaliknya, pelarangan hanya akan membuat mereka tertinggal dalam inovasi finansial. Inilah alasan mengapa alih-alih melarangnya, raksasa finansial di Wall Street (melalui Spot ETF) justru berlomba-lomba mengakumulasi Bitcoin secara legal.

Paradoks Adopsi Bitcoin di Panggung Geopolitik

Sebuah jaringan yang benar-benar netral akan selalu digunakan oleh pihak-pihak yang berseberangan.

  • Di satu sisi panggung, negara-negara yang terisolasi menambang Bitcoin untuk mengubah surplus energi mereka menjadi mata uang digital yang tidak bisa dibekukan.
  • Di sisi lain panggung, institusi finansial paling teregulasi di dunia mengakumulasi Bitcoin sebagai aset cadangan strategis (Strategic Reserve Asset) untuk melindungi portofolio klien mereka dari inflasi mata uang fiat.

Fakta bahwa Bitcoin digunakan oleh berbagai kutub geopolitik yang saling berlawanan justru merupakan bukti tertinggi atas utilitas, keamanan, dan netralitas jaringannya. Bagi investor strategis, ini bukanlah sinyal untuk panik dan menjual aset, melainkan konfirmasi bahwa Bitcoin telah diakui sebagai lapisan fundamental baru dalam sistem keuangan global.

Strategi Investasi Cerdas: Memisahkan Protokol dan Platform

Bagi investor Indonesia, memahami narasi geopolitik, hashrate, dan game theory ini adalah kunci untuk tidak mudah panik saat membaca tajuk berita internasional. Keunggulan Bitcoin terletak pada sifatnya yang tangguh dan tanpa batas negara (borderless). Namun, untuk memastikan investasi Anda aman dan mematuhi standar hukum, titik masuk (gateway) Anda menuju dunia crypto haruslah sangat transparan.

Di sinilah peran platform teregulasi seperti Pluang menjadi sangat krusial. Meskipun protokol Bitcoin di jaringan aslinya tidak dapat disensor, platform Pluang menerapkan standar Anti-Money Laundering (AML) global dan diawasi ketat oleh otoritas terkait di Indonesia. Ini memberikan Anda “jalan tengah” yang sempurna: Anda mendapatkan akses ke salah satu aset paling tangguh dan aman di dunia, namun tetap berlindung di bawah payung regulasi finansial domestik yang ketat.

Insight Ahli: Menghadapi Volatilitas Ekstrem

Menyikapi sentimen geopolitik yang memanas di awal tahun 2026 ini, Jason Gozali, Head of Investment Research Pluang, memberikan perspektifnya mengenai cara investor strategis bersikap:

“Banyak investor ritel terjebak dalam kepanikan saat tajuk berita makroekonomi memanas. Namun, bagi investor cerdas, fundamental jaringan Bitcoin yang terbukti tangguh justru menjadi fondasi kepercayaan untuk melakukan akumulasi strategis.”

Ambil Kendali Portofolio Anda Bersama Pluang

Kepanikan pasar akibat geopolitik seringkali menjadi momen di mana kekayaan berpindah dari investor yang emosional ke tangan investor yang rasional. Jangan biarkan tajuk berita mendikte masa depan finansial Anda. Gunakan volatilitas sebagai peluang dengan infrastruktur canggih dari Pluang.

  • Pantau dan Eksekusi: Gunakan Pluang Web Trading untuk menganalisis grafik Bitcoin dan merespons pergerakan pasar secara presisi di layar yang lebih komprehensif.
  • Lindung Nilai (Hedging) Aktif: Manfaatkan Crypto Futures di Pluang untuk membuka posisi Short dan mencetak profit saat pasar terkoreksi sementara akibat kepanikan global.

Siap mengubah ketidakpastian menjadi peluang profit? Buka aplikasi Pluang Anda sekarang dan eksekusi strategi investasi layaknya seorang investor strategis!

Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).



Sumber : pluang.com

Pakai DeFi Bisa Datangkan Cuan, Lho! Gak Percaya? Yuk, Simak 4 Caranya!

Teknologi decentralized finance, atau biasa disingkat DeFi, adalah tren yang sedang menjamur di kalangan pecinta aset kripto sebulan belakangan. Alasannya gampang. Sebab, teknologi DeFi bisa bikin penggunanya mendapatkan penghasilan pasif — dan bahkan digaji!

Baik terkoneksi lewat aplikasi DeFi, dApps, lewat gateway Web3.0 yang terdesentralisasi, atau hanya lewat antarmuka web biasa, banyak pihak saat ini bisa dapat manfaat dari aksesnya ke produk dan layanan keuangan alternatif ini.

Sifat DeFi yang terdesentralisasi memungkinkan pengguna untuk memilih berbagai cara terkoneksi pada berbagai protokol dalam jaringan ini. Hebatnya lagi, dalam ekosistem DeFi, protokol baru tumbuh setiap harinya.

Penggunaan teknologi dalam bisnis saat ini memanfaatkan berbagai fungsi yang ditawarkan infrastruktur kontrak pintar (smart contract) untuk mengotomatiskan interaksi dalam jejaring bisnis mereka. Hasil maksimal pun bisa diperoleh untuk soal asuransi ataupun investasi obligasi. Penggunaan DeFi juga memungkinkan hub sintetis terdesentralisasi semacam Shadows Network.

Penggunaan token atau NFT juga tumbuh dengan cepat, melampaui transaksi terkait barang-barang yang bisa dikoleksi. Bahkan penyediaan konten, yang kini jadi struktur utama internet, meningkat drastis lewat jaringan seperti AIOZ.

Potensi Decentralized Finance Datangkan Cuan

Aspek yang mungkin paling menarik bagi pengguna DeFi adalah kemampuan ekosistem ini dalam menghasilkan keuntungan. Karena salah satu fondasi decentralized finance adalah kripto, dan aset kripto memungkinkan pengguna DeFi untuk meraup cuan darinya.

Pengguna protokol DeFi yang berinvestasi pada aset kripto dimungkinkan memperoleh profit yang lazimnya disebut sebagai “yield”. Investor dalam ekosistem DeFi dapat menumbuhkan aset kriptonya tanpa mengambil risiko melalui perdagangan atau aktivitas ekonomi lainnya. Protokol yang menawarkan investasi aset kripto pun menawarkan cara yang cukup aman bagi investor untuk menghasilkan keuntungan.

Lewat strategi yield, staking, dan lending, kamu bisa memperoleh pendapatan residual yang cenderung akan terus bertambah. Kamu hanya membutuhkan sedikit modal awal dan banyak kesabaran. Tentu tidak ada jaminan untuk kaya dalam semalam, tapi setidaknya seiring waktu, modalmu akan terus bertambah.

Strategi ini juga membantu untuk tidak terlalu merisaukan penurunan pasar yang merupakan bagian tak terpisahkan dari aset kripto. Bahkan saat harga turun, pengguna DeFi dimungkinkan akan terus menghasilkan uang dari investasi itu.

Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

Decentralized Finance adalah Ekosistem Keuangan dengan Potensi Cuan, Ini 4 Caranya!

Panduan dalam tulisan ini membantumu untuk mempertimbangkan empat cara paling populer untuk menghasilkan passive income alias pendapatan pasif dari DeFi. Tentunya, dengan mengasumsikan kamu sudah paham, nih, tentang dasar-dasar tentang interaksi dalam jaringan blockchain, dan terbiasa menggunakan dompet web berbasis Ethereum seperti MetaMask.

Kamu juga diuntungkan kalau sudah punya sekelumit wawasan dasar seputar pertukaran terdesentralisasi (decentralized exchanges, DEXs) yang populer seperti Uniswap.

1. Metode 1: Staking alias Mempertaruhkan Aset Kripto

Staking adalah proses dalam ekosistem decentralized finance yang fungsinya adalah mengunci (atau “mempertaruhkan”) token ke dalam kontrak pintar dan mendapatkan lebih banyak token yang sama sebagai imbalannya. Token yang dimaksud biasanya adalah aset asli dari blockchain, seperti ETH dalam kasus Ethereum.

Persyaratan umum untuk melakukan pertaruhan Ethereum 2.0 adalah dengan menaruh taruhan minimal sebanyak 32 ETH. Beberapa platform menggunakan mekanisme penyatuan (pooling mechanism) yang memungkinkan stakers untuk menyetor jumlah lebih sedikit. Tapi, kok bisa ada, sih, orang yang memberimu token gratis saat yang kamu lakukan hanyalah mengunci tokenmu yang ada?

Nah, ada alasan di balik insentif token yang kamu terima ini. Tindakan ini semacam penghargaan yang diberikan orang tersebut kepadamu sebagai sesama pengguna jaringan. Blockchain yang diamankan melalui sistem algoritma proof-of-stake menaruh kepercayaan pada pengguna yang mengunci aset mereka ke dalam kontrak pintar khusus.

Sistem ini dikendalikan oleh validator jaringan, yang ditugaskan untuk menegakkan aturan konsensus Blockchain dan memastikan bahwa tidak ada yang mencoba menipu sistem itu. Validator yang bertindak tidak jujur dapat dihukum dan kehilangan sebagian dari pertaruhan (stake) mereka.

Para stakers ini diberi insentif untuk mengunci aset mereka dalam jangka waktu yang lama dan mendapatkan imbalan karena berkontribusi pada keamanan dan desentralisasi jaringan. Dengan Ethereum, pengguna yang mengunci ETH mereka ke dalam kontrak pintar Ethereum 2.0 akan mendapatkan ETH tambahan karena memainkan peran mereka dalam menegakkan aturan konsensusnya. Proses decentralized finance adalah proses yang dilakukan secara otomatis dalam tahapan ini. Karenanya, tidak diperlukan pengawasan manual.

Setelah stakers menyerahkan dana ke dalam kontrak pintar, maka ia dapat menggantungkan proses selanjutnya pada mekanisme proof-of-stake, sembari mengklaim rewards secara berkala.

Dalam kasus Ethereum 2.0, kamu diharuskan mempertahankan danamu untuk jangka waktu yang lama. Jadi, pendekatan ini cocok bagi pengguna yang tidak punya banyak waktu untuk mengamati investasi mereka.

2. Metode 2: Menjadi Liquidity Providers (LP) alias Menyediakan Likuiditas

Pertukaran terdesentralisasi alias decentralized exchanges seperti Uniswap dan SushiSwap mendukung pertukaran yang dilakukan antara pasangan token, seperti ETH dan USDT.

Likuiditas ini berasal dari pool atau kumpulan token milik penyedia likuiditas (liquidity providers, LPs), yaitu pengguna DeFi biasa yang menempatkan token mereka ke dalam kontrak pintar. Dalam sistem ini, proses decentralized finance memungkinkan pertukaran dilakukan antara sesama aset kripto.

Dengan menempatkan token ke dalam kontrak pintar, kamu akan mendapatkan biaya 0,3% dari semua swap yang dilakukan secara proporsional di Uniswap dalam jaringan DEX. Semakin banyak perdagangan yang dilakukan lewat pool ini, semakin banyak cuan yang bakal kamu dapatkan.

Meski begitu, menjadi LP bukan jaminan memperoleh keuntungan. Saat harga salah satu token yang dikumpulkan berfluktuasi secara signifikan, kamu bisa saja kehilangan uangmu, alias mengalami impermanent loss (IL) atau kerugian tidak permanen.

Untungnya, ada cara untuk mengatasi hal ini. Kamu bisa memilih pool yang sangat likuid berisi aset yang tidak terlalu mudah menguap, seperti aset WBTC/ETH.

Untuk memaksimalkan keuntungan metode ini, pastikan kamu menganalisis data dari agregator LP yang menarik data realtime untuk membantumu memproyeksikan potensi pengembalian dari berbagai pool.

Baca juga: Terlihat Serupa, Ternyata Ada 4 Jenis Aset Kripto di Dunia Ini, Lho! Apa Saja?

3. Metode 3: Yield Farming alias Menyimpan dan Meminjamkan Aset Kripto

Praktik yield farming adalah praktik menyimpan dan meminjamkan aset kripto untuk menghasilkan imbal hasil tinggi. Saat kamu melakukan LP di DEX semacam Uniswap, kamu akan menerima token yang menunjukkan bagian pool yang kamu kelola. Token ini lantas dapat dikunci ke dalam yield farm. Protokol DeFi ini memberimu lebih banyak token, baik token yang sama maupun token berbeda.

Tapi, perlu diingat, jika kamu melakukan metode ini, kamu perlu memastikan telah melakukan uji tuntas alias due diligence. Uji tuntas ini diperlukan untuk memastikan platform yang menyediakan pool bagimu tidak berniat untuk curang dengan mencuri token para LP dan menggunakannya untuk menarik likuiditas dari pool DEX.

Penting dicatat, decentralized finance adalah jaringan yang mensyaratkan kecerdasan dari penggunanya untuk bertindak lebih teliti. Sebelum memilih metode yield farming, pastikan kamu memilih platform mapan dengan reputasi positif dan kontrak pintar yang telah diaudit secara eksternal.

4. Metode 4: Lending alias Meminjamkan Aset Kripto

Platform peminjaman membayar APY alias annual percentage yield kepada pengguna aset kripto saat pengguna mengunci aset mereka dalam kontrak pintar. Token yang dihasilkan dari proses ini kemudian digunakan oleh peminjam, yang membayar bunga, dan sebagian bunganya dikembalikan kepada pemberi pinjaman aset kripto.

Compound Finance, misalnya, saat ini menawarkan APY 8,19% untuk meminjamkan DAI, stablecoin dari MakerDAO. Karena seluruh proses pinjam-meminjam diatur oleh kontrak pintar, tidak ada risiko peminjam untuk gagal melunasi utangnya. Jadi, si pemberi pinjaman pun tidak akan khawatir kehilangan dana kripto yang dipinjamkannya. Yah, transaksi ini kira-kira mirip dengan sistem pinjaman online menggunakan mata uang biasa.

Dengan kehadiran empat jenis metode ini, decentralized finance adalah ekosistem yang terbilang menyiapkan infrastruktur bagi berbagai kebutuhan ekonomi tradisional yang ditransformasikan ke dalam sistem keuangan kripto.

Selain metode yang bisa mendatangkan cuan bagi penggunanya, keempat metode ini bisa dibilang mendukung berjalannya bisnis kecil dalam sistem DeFi sembari meningkatkan likuiditas dan nilai seluruh ekosistemnya. Kapan lagi menghasilkan cuan bisa semudah ini?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Entrepreneur



Sumber : pluang.com

Beli 3 Saham SP 500 Ini Akan Bikin Kamu Tenang di Masa Pensiun. Apa Saja?

Bursa saham Amerika Serikat (AS), termasuk indeks S&P 500, masih memperlihatkan volatilitasnya. Ragam sentimen mewarnai pergerakan saham di negeri Paman Sam itu pada pekan ini, mulai dari kebijakan The Fed yang ancang-ancang menaikkan suku bunga acuan hingga imbas dari paket stimulus AS sebesar US$1,9 triliun.

Meski terombang-ambing, sekarang sebenarnya adalah saat yang tepat untuk mendulang keuntungan dari S&P 500. Pasalnya, setiap kali pasar mengalami kejatuhan, pergerakannya kemudian akan mencetak rekor keuntungan yang lebih tinggi.

The Motley Fool, perusahaan konsultan investasi asal AS membeberkan tentang potensi tiga saham yang tercatat di S&P 500 dan bisa dijadikan sumber kekayaan untuk masa pensiun nanti.

Namun, perlu diingat, tidak sembarang saham Amerika Serikat bisa dijadikan pegangan secara jangka panjang. Investor bisa mencermati kondisi fundamental yang tangguh dan ruang pertumbuhan yang sangat panjang, seperti saham-saham Amerika Serikat berikut.

Investasi di 3 Perusahaan S&P 500 Ini Bikin Pensiun Tenang!

1. Paypal Holding

Perusahaan dengan kode saham PYPL itu layak untuk dikoleksi secara jangka panjang. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di sektor financial technology (fintech), termasuk PayPal, mendapatkan berkah transaksi yang luar biasa selama pandemi COVID-19 berlangsung setahun belakangan.

Saat itu, perusahaan yang mengandalkan penjualan secara offline harus tutup karena pembatasan aktivitas masyarakat. Akhirnya, banyak orang yang kemudian memilih menggunakan sistem pembayaran digital. Ahasil, volume transaksi pembayaran digital mencapai angka pertumbuhan 31%, jauh diatas ekspektasi pertumbuhan selama ini.

Sejalan dengan hal itu, total volume pembayaran juga ikut terdongkrak 21% seiring maraknya aktivitas penjualan.

Kinerja yang cemerlang dalam sistem pembayaran digital terefleksi pada laporan keuangan PayPal. Pada tahun lalu, perseroan S&P 500 ini sukses meraup pendapatan US$21 miliar. Tidak puas hanya disitu, perusahaan yang memperdagangkan sahamnya di Bursa Nasdaq itu juga berniat meluncurkan fitur Buy Now Pay Later dan perdagangan aset kripto bagi untuk segme ritel di triwulan IV nanti demi meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap produknya.

Untuk memuluskan aksinya, PayPal baru saja mengakuisisi Curv, perusahaan penyedia infrastruktur keamanan bagi aset digital. Hal itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendorong sayap bisnis aset kripto yang akan digenjot tidak lama lagi.

Ruang pertumbuhan di bisnis keuangan digital memang masih sangat besar. Hal itu terlihat dari total nilai pasar potensial yang bisa digarap oleh berbagai lini bisnis perusahaan yang mencapai kisaran US$110 miliar.

Kedepannya, terdapat potensi transaksi sebesar US$8 triliun di 2025 mendatang dari aktivitas pembayaran di segmen ritel. Dari nilai tersebut, perusahaan optimistis dapat meraup US$50 miliar diantaranya sebagai pendapatan perusahaan.

Dengan kata lain, kinerja perusahaan diproyeksi mampu meningkat 133% dalam lima tahun ke depan setelah membukukan pendapatan US$21,5 miliar tahun lalu. Menyoal pergerakan saham, selama tiga tahun terakhir, saham PayPal sukses juga sukses meningkat tiga kali lipat dan masih memiliki ruang pergerakan yang lebih tinggi lagi jika melihat rencana bisnisnya.

Baca juga: Hingga Lebih dari Rp1 T, Kerugian Banjir Bisnis Ritel Diprediksi Paling Besar

2. Costco Wholesale

Pilihan saham Amerika Serikat berikutnya yang bisa dikoleksi untuk keuntungan saat pensiun adalah Costco. Perusahaan dengan kode saham COST di S&P 500 itu berhasil mempertahankan eksistensinya di tengah pandemi setelah sukses mencetak pertumbuhan penjualan 13% di kuartal Itahun ini.

Sementara, jika dilihat secara keseluruhan, penjualan Costco meningkat 15% yang didorong melesatnya pertumbuhan penjualan e-commerce sebesar 76%. Sistem keanggotaan yang diterapkan oleh Costco ternyata secara konsisten mampu meningkatkan loyalitas pelanggannya.

Hal itu terlihat dari tingkat retensi pelanggan yang mencapai 90% dan menambah jutaan pelanggan baru setiap tahunnya. Dengan menggunakan keanggotaan, pelanggan Costco bisa mendapatkan harga yang lebih rendah.

Alhasil, meskipun terhimpit oleh pembatasan aktivitas masyarakat yang menyebabkan tertundanya pengiriman barang dan ditutupnya beberapa kategori penjualan, kinerja perusahaan masih mengkilap.

Costco masih sanggup membayar dividen 0,87% dan membayarkan dividen khusus di beberapa tahun terakhir. Seperti pada November 2020, dimana Costco membayar dividen pada pemegang saham senilai US$10 per saham.

Harga saham perusahaan telah meningkat sebanyak 75% selama 3 tahun terakhir, meskipun nilainya menurun sekitar 13% tahun ini. Momentum ini bisa dijadikan kesempatan bagi investor s&p 500 untuk masuk dan menikmai imbal hasil yang cukup untuk pensiun nanti.

Baca juga: Beli Saham Starbucks Bikin Kamu Kaya? Yuk, Simak di Sini!

3. Starbucks

Segmen ritel memang terkena imbas yang sangat besar dari Pandemi COVID-19. Hasilnya, beberapa gerai ritel terpaksa gulung ritel lantaran sepinya pelanggan dan adanya aktivitas pembatasan kegiatan masyarakat.

Namun untuk ritel yang mampu berinovasi seperti Starbucks misalnya, perusahaan tetap berhasil menyecap pertumbuhan pendapatan.

Perusahaan dengan kode saham SBUX itu akhirnya meluncurkan fitur dan metode penjualan baru. Yakni, dengan meluncurkan layanan pengambilan pesanan di pinggir jalan dan peningkatan penjualan lewat jalur digital.

Kerja kerasnya berbuah manis. Melalui program digital, penjualan Starbucks di China pada triwulan I tahun fiskal 2020 naik 26% dibanding kuartal sebelumnya. Capaian tersebut bahkan memiliki pertumbuhan ganda jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumya.

Cina merupakan pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat dengan penetrasi gerai yang mencapai 4.800 dari total 32 ribu gerai Starbucks di seluruh dunia.

Namun memang, Starbucks masih harus menghadapi kenyataan bahwa penjualannya menyusut 5%. Untuk mendukung akselerasi bisnis kedepannya, perusahaan yang bergabung di S&P 500 ini siap mengubah strategi penjualannya demi pendapatan yang lebih baik.

CFO Starbukcks, Pat Grismer mengatakan, perusahaan bakal mengoperasikan 55 ribu gerai di 2030 dan akan menyalip jumlah kepemilikan gerai salah satu restoran waralaba, Mc Donald’s yang saat ini memiliki 39 ribu gerai di 100 negara.

Starbucks menargetkan dapat menambah jumlah gerainya sebanyak 6% setiap tahun, termasuk 1.300 toko internasional dan 600 gerai baru di Cina di tahun ini.

Pembayaran dividen SBUX meningkat dan memiliki imbal hasil sekitar 1,7%. Selain itu, dalam 3 tahun terakhir pergerakan saham perusahaan meningkat 80%.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Motley Fool



Sumber : pluang.com