Category Archives: Pluang

Minyak & Gas di Titik Kritis: Bagaimana Menjaga Portofolio dari Gejolak Energi Global?

Key Takeaways

  • Krisis Energi Eropa Berlanjut: Stok gas Uni Eropa di bawah 30% dan ketergantungan 12% pada Rusia menciptakan kerentanan harga yang ekstrem (kontrak TTF).
  • Defisit Logam Industri: Gangguan operasional di Timur Tengah (Alba & Qatalum) memicu lonjakan harga Aluminium ke level tertinggi sejak 2022 ($3.446/ton).
  • Emas & Perak sebagai Benteng: Risiko geopolitik memberikan premi risiko kuat pada logam mulia; instrumen digital seperti PAXG dan ETF (GLD/SLV) menjadi pilihan utama.
  • Efek Domino Agrikultur: Kelangkaan LNG menghambat produksi pupuk, mengancam ketahanan pangan dan meningkatkan valuasi emiten seperti CF Industries.

Quick Facts Table

Indikator

Data Terkini (Maret 2026)

Dampak Pasar

Cadangan Gas UE

< 30% (Terendah sejak 2022)

Harga Gas Alam & Listrik Bullish

Harga Aluminium

US$ 3.446 / ton

Biaya Manufaktur & Otomotif Naik

Produksi Aluminium Teluk

8% dari Output Global Terganggu

Defisit Pasokan Global

Dana Kelolaan Blackrock

US$ 14 Triliun

Likuiditas Tinggi pada SLV & ETF

Impor Gas UE dr Rusia

38 bcm (12% dari total impor)

Risiko Sanksi/Gangguan Pasokan

1. Energi: Gas Alam Eropa dalam Posisi Rentan

Secara historis, Uni Eropa telah mencoba melepaskan ketergantungan dari gas Rusia. Namun, data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, UE masih mengimpor sekitar 38 miliar meter kubik (bcm) gas alam dan LNG dari Rusia. Itu setara dengan 12% dari total kebutuhan impor mereka. Hal ini menjadi kabar buruk bagi Eropa karena:

  • Stok Gas Menipis: Cadangan gas UE saat ini berada di bawah 30%, level terendah sejak krisis energi 2022. 
  • Ketergantungan Masih Tinggi: Meski telah dikurangi, UE masih mengimpor sekitar 38 miliar meter kubik (bcm) gas dan LNG dari Rusia pada tahun 2025 (sekitar 12% dari total impor).
  • Efek Domino: Gangguan pasokan LNG dari Teluk Persia akibat konflik Timur Tengah membuat pasar global semakin ketat. Jika terjadi eskalasi pembatasan ekspor gas dari wilayah Eropa Timur, harga gas alam (seperti kontrak berjangka TTF) diprediksi akan terus merangkak naik. Selain itu, crude oil juga diprediksi naik seiring dengan konflik di Selat Hormuz yang tidak kunjung reda. 

Opsi Diversifikasi Saham AS:

2. Logam Industri: Aluminium Mencapai Level Tertinggi sejak 2022

Aluminium adalah logam yang sangat krusial bagi industri otomotif, konstruksi, hingga kemasan makanan. Ketika Alba, salah satu produsen terbesar dunia dengan output 1,6 juta ton menghentikan pengiriman, pasokan global langsung defisit.

Tidak hanya Bahrain, Qatalum di Qatar juga mengalami gangguan operasional akibat serangan drone yang memutus pasokan energi ke smelter mereka. Wilayah Teluk menyumbang sekitar 8% dari total produksi aluminium dunia. Hasilnya? Harga aluminium di LME melonjak ke level tertinggi sejak 2022 di angka US$3.446 per ton.

Emiten Terkait:

  1. Vale (VALE): Meskipun lebih dikenal karena bijih besi, perusahaan tambang besar ini memiliki diversifikasi logam industri yang luas. Mereka menjadi alternatif investasi saat produsen di wilayah konflik lumpuh.
  2. Freeport-McMoRan (FCX): Fokus pada tembaga dan emas. Tembaga sering bergerak searah dengan aluminium sebagai indikator kekuatan industri logam.

3. Logam Mulia: Emas Tetap Menjadi Benteng Pertahanan

Di tengah ketidakpastian, Emas kembali menunjukkan taringnya sebagai aset safe haven.

  • Rebound Harga: Setelah sempat turun di bawah US$5.000/oz, aksi beli saat harga turun (buy the dip) langsung mendorong harga kembali naik.
  • Sentimen Ganda: Di satu sisi, kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi (yang biasanya mendorong suku bunga tetap tinggi, sentimen negatif bagi emas). Namun di sisi lain, risiko geopolitik yang ekstrem memberikan premi risiko yang kuat bagi harga emas dan perak.

Di aplikasi Pluang, Anda dapat mengakses berbagai instrumen ini dengan mudah:

  1. PAX Gold (PAXG): Ini adalah token digital yang setiap kepingnya dijamin oleh satu troy ounce emas fisik London Good Delivery yang disimpan di brankas Brink’s. PAXG menawarkan keunggulan unik: ia menggabungkan keamanan emas fisik dengan kecepatan dan likuiditas teknologi blockchain. Anda bisa memindahkan atau memperdagangkan emas Anda 24/7 tanpa hari libur.
  2. Tether Gold (XAUT): Mirip dengan PAXG, XAUT memberikan kepemilikan atas emas fisik spesifik di brankas Swiss. Ini adalah pilihan populer bagi pengguna ekosistem Tether yang ingin memiliki aset lindung nilai yang stabil. Selain itu, di Pluang, kamu juga bisa membeli future XAUT yaitu XAUTUSDT-PERP
  3. SPDR Gold Shares (GLD): Bagi Anda yang lebih nyaman bermain di pasar saham, GLD adalah ETF emas terbesar di dunia. GLD melacak harga emas spot dan merupakan cara paling efisien bagi investor institusi maupun ritel untuk mendapatkan eksposur harga emas tanpa repot mengurus penyimpanan fisik. Di Pluang, kamu juga bisa membeli GLD call option apabila bullish terhadap emas dan put option untuk mendapatkan keuntungkan ketika harga emas mengalami penurunan. 
  4. Emas Digital (Antam/UBS): Investasi emas fisik mulai dari nominal kecil dengan opsi Tarik Fisik ke logam mulia asli.

Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, selain emas terdapat Silver : Perak sering disebut sebagai “emas bagi orang kecil,” namun pergerakannya kali ini sangat dipengaruhi oleh dua sisi. Sebagai aset investasi, perak mengikuti kenaikan emas. Sebagai logam industri, perak diuntungkan oleh kelangkaan logam lain. Di Pluang, kamu bisa membeli iShares Silver Trust (SLV) yang dikelola oleh Blackrock sejak tahun 2006. Blackrock merupakan salah satu fund manager terbesar di dunia dengan total dana kelolaan US$14 triliun per Januari 2026.

4. Sektor Pertanian: Ancaman Terhadap Ketahanan Pangan

Krisis energi ini juga mulai merembet ke sektor agrikultur. Produsen pupuk di India dan Pakistan mulai mengurangi produksi karena kurangnya pasokan LNG.

  • Kenaikan biaya bahan baku pupuk (amonia dan sulfur) berpotensi menaikkan harga komoditas pangan menjelang musim tanam. Ini adalah faktor yang perlu diwaspadai bagi investor yang memiliki eksposur di ETF agrikultur atau saham-saham terkait pangan.

Saham AS yang Relevan:

  • CF Industries (CF): Produsen pupuk utama di Amerika Utara yang bisa diuntungkan dari kenaikan harga pupuk global akibat terbatasnya pasokan dari kompetitor di wilayah Asia/Timur Tengah.
  • Deere & Co (DE): Emiten alat berat pertanian yang sering mendapat sentimen positif saat harga komoditas pangan naik.

Risks & Considerations (Mandatory for Finance)

  • Risiko Geopolitik: De-eskalasi mendadak di Timur Tengah dapat menyebabkan harga minyak dan aluminium jatuh (crash) dalam waktu singkat.
  • Kebijakan Suku Bunga: Jika inflasi energi memaksa Bank Sentral menaikkan suku bunga lebih tinggi, daya tarik emas (yang tidak berbunga) bisa tertekan dalam jangka menengah.
  • Risiko Likuiditas: Instrumen seperti emas fisik memerlukan waktu lebih lama untuk dicairkan dibandingkan token digital seperti PAXG.
  • Volatilitas Tinggi: Komoditas adalah aset berisiko tinggi; pergerakan harga harian bisa melebihi 5-10%.

Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

Melihat kondisi pasar yang volatil, berikut beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan:

  1. Diversifikasi ke Komoditas: Dalam kondisi inflasi tinggi akibat kenaikan harga energi, aset berbasis komoditas seringkali menjadi pelindung nilai (hedge) yang efektif.
  2. Pantau Aset Safe Haven: Emas tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai portofolio dari guncangan geopolitik.
  3. Waspadai Volatilitas Sektor Logam: Kenaikan tajam pada Aluminium memberikan peluang trading, namun tetap perhatikan risiko jika jalur logistik di Selat Hormuz kembali dibuka.

Kesimpulan: Dunia saat ini sedang menghadapi kombinasi langka antara hambatan pasokan energi di Eropa dan gangguan logistik di Timur Tengah. Tetap pantau perkembangan berita global di aplikasi Pluang agar Anda tidak ketinggalan momentum pasar!

FAQ (Pertanyaan Umum)

  1. Mengapa harga Aluminium berpengaruh pada saham otomotif? Karena aluminium adalah komponen utama rangka dan mesin; kenaikan harganya menekan margin keuntungan produsen mobil.
  2. Apa perbedaan PAXG dan XAUT? Keduanya dijamin emas fisik, namun PAXG menggunakan brankas Brink’s (London) sementara XAUT menggunakan brankas di Swiss.
  3. Apakah sekarang saat yang tepat membeli Emas? Secara historis, emas menguat saat terjadi ketidakpastian geopolitik dan penipisan stok energi.
  4. Mengapa gas alam Eropa (TTF) melonjak padahal AS punya banyak gas? Karena kendala logistik dan kapasitas terminal LNG di Eropa terbatas untuk menggantikan pipa gas secara instan.
  5. Apa itu ‘Silver sebagai emas orang kecil’? Istilah ini merujuk pada harga perak yang lebih terjangkau namun memiliki persentase kenaikan yang seringkali lebih besar dari emas saat pasar bullish.
  6. Bagaimana cara membeli saham Exxon Mobil di Indonesia? Anda dapat menggunakan aplikasi investasi yang memiliki akses ke pasar saham AS (seperti Pluang).
  7. Apakah konflik di Selat Hormuz mempengaruhi harga pupuk? Ya, karena mengganggu distribusi LNG yang merupakan bahan baku utama pembuatan pupuk nitrogen.
  8. Apa risiko menyimpan Emas Digital? Risiko utamanya adalah ketergantungan pada platform penyedia; pastikan platform tersebut berizin OJK/Bappebti.

 Sources & Methodology

Note: Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Pluang berkomitmen untuk menyajikan analisis pasar yang objektif berdasarkan pergerakan harga komoditas dan rantai pasok global. Kami memandang dinamika geopolitik sebagai variabel risiko ekonomi dan tetap menjaga netralitas sepenuhnya terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik



Sumber : pluang.com

AI Dongkrak Saham Oracle Melesat 9%

Oracle baru saja membalikkan sentimen negatif pasar. Setelah sahamnya sempat merosot lebih dari 50% dari titik tertingginya pada September lalu, perusahaan besutan Larry Ellison ini memberikan kejutan pada laporan kuartal ketiga tahun fiskal (berakhir 28 Februari 2026).

Beli Call Option ORCL di Sini!

Transaksi Saham ORCL di Sini!

 Key Takeaways

  • Kinerja Cloud Meledak: Pendapatan infrastruktur cloud (OCI) melonjak 84%, jauh melampaui pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 68%.
  • Kontrak Masa Depan (RPO): Remaining Performance Obligations (RPO) meroket lebih dari empat kali lipat menjadi $553 miliar, menandakan permintaan AI yang masif.
  • Efisiensi Berbasis AI: Oracle menggunakan alat pengodean AI untuk membangun perangkat lunak lebih cepat dengan tim yang lebih ramping, mengoptimalkan margin di tengah restrukturisasi.
  • Target 2027 Naik: Manajemen menaikkan panduan pendapatan tahun fiskal 2027 menjadi $90 miliar, naik $1 miliar dari estimasi sebelumnya.

Quick Facts Table

Indikator

Hasil Q3 FY2026

Estimasi Analis (LSEG)

Status

Pendapatan (Revenue)

$17,19 Miliar

$16,91 Miliar

🟢 Beat

EPS (Adjusted)

$1,79

$1,70

🟢 Beat

Cloud Revenue (Total)

$8,9 Miliar

$8,85 Miliar

🟢 Beat

Pertumbuhan OCI

84% (YoY)

🟢 Strong

Dividen / Saham

$0,40

Tetap

Berikut adalah poin-poin penting yang membuat investor kembali melirik sang raksasa database ini:

1. Kinerja Finansial Oracle Lampaui Estimasi

Oracle mencatatkan pendapatan sebesar $17,19 miliar, lebih tinggi dari ekspektasi analis LSEG sebesar $16,91 miliar. Keuntungan per saham (EPS) yang disesuaikan juga mencapai $1,79, mengalahkan prediksi di angka $1,70.

Pertumbuhan pendapatan total secara tahunan (YoY) mencapai 22%, didorong kuat oleh unit bisnis cloud yang tumbuh agresif.

2. Cloud Infrastructure: Pertumbuhan 84% yang Fantastis

Salah satu kejutan terbesar datang dari pendapatan Cloud Infrastructure (OCI) yang mencapai $4,9 miliar, melonjak 84%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya (68%).

Layanan cloud Oracle kini menjadi pilihan bagi nama-nama besar seperti Air France-KLM, Lockheed Martin, hingga anak usaha Microsoft, Activision Blizzard. Keberhasilan ini mempertegas posisi Oracle sebagai pesaing serius bagi dominasi Amazon (AWS) dan Microsoft (Azure).

Comparison Table: Cloud Infrastructure Growth

Perusahaan

Pertumbuhan Cloud Terbaru

Fokus Utama

Oracle (OCI)

84%

AI Model Training, Database, Enterprise SaaS

Microsoft (Azure)

~30% – 35%

Integrasi Copilot, AI Services, Office 365

Amazon (AWS)

~17% – 19%

Skalabilitas Umum, E-commerce, Machine Learning

3. “The SaaS Apocalypse”: Strategi Berbasis AI

Pendiri Oracle, Larry Ellison, menanggapi kekhawatiran pasar mengenai efisiensi tenaga kerja dengan optimisme tinggi. Oracle mengakui adanya restrukturisasi tim pengembangan produk menjadi kelompok yang lebih kecil berkat bantuan AI untuk pengodean (AI code generation).

“Teknologi AI ini memungkinkan kami membangun lebih banyak software dalam waktu lebih singkat dengan lebih sedikit orang,” ungkap manajemen Oracle.

Hal ini sekaligus menjawab isu mengenai PHK yang sempat beredar, dengan menegaskan bahwa Oracle sedang bertransformasi menjadi lebih efisien dan kompetitif.

4. Komitmen Ekspansi Kapasitas Data Center

Oracle tidak main-main dalam mendukung permintaan AI yang meledak. Perusahaan berencana mengumpulkan dana sekitar $45 miliar hingga $50 miliar tahun ini untuk memperluas kapasitas infrastruktur cloud.

Salah satu proyek ambisinya adalah pusat data Stargate di Abilene, Texas, yang dikembangkan bersama Crusoe untuk kebutuhan OpenAI. Oracle menargetkan daya komputasi hingga 10 gigawatt akan aktif dalam tiga tahun ke depan.

5. Backlog Jumbo: Masa Depan yang Cerah?

Indikator masa depan Oracle terlihat sangat solid lewat Remaining Performance Obligations (RPO) atau kontrak tertunda yang belum diakui sebagai pendapatan. Angka RPO Oracle melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi $553 miliar dibandingkan tahun lalu.

Meskipun Oracle memiliki cadangan kas yang lebih sedikit dibandingkan raksasa teknologi lainnya, manajemen menyatakan bahwa sebagian besar kontrak AI skala besar didanai di muka oleh pelanggan atau melalui penyediaan GPU langsung dari pelanggan, sehingga Oracle tidak perlu menambah beban utang baru untuk mendukung kontrak tersebut.

Risks & Considerations (Mandatory for Finance)

  • Beban Utang: Oracle memiliki beban utang yang tinggi untuk mendanai pembangunan pusat data (AI buildout).
  • Margin Keuntungan: Menyewakan chip Nvidia (GPU) memiliki margin laba yang lebih tipis dibandingkan menjual lisensi perangkat lunak tradisional.
  • Arus Kas Bebas (Free Cash Flow): Oracle mencatatkan arus kas bebas negatif sebesar $13,18 miliar selama 12 bulan terakhir karena belanja modal (Capex) yang sangat besar.
  • Persaingan Ketat: Meskipun tumbuh cepat, Oracle masih tertinggal dalam total pangsa pasar dibandingkan raksasa seperti AWS dan Azure.

Analisis untuk Investor

Lonjakan 9% ini menjadi angin segar bagi pemegang saham ORCL setelah tahun 2026 yang cukup berat (turun 23% year-to-date hingga penutupan Selasa). Keberhasilan Oracle meningkatkan panduan pendapatan (revenue guidance) tahun fiskal 2027 menjadi $90 miliar menunjukkan kepercayaan diri manajemen bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI bukan sekadar tren sesaat.

Bagi investor Pluang, Oracle kini bukan lagi sekadar perusahaan database konvensional, melainkan pemain kunci dalam rantai pasok infrastruktur AI global.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Mengapa saham Oracle naik meski pasar umum sedang stagnan? Karena hasil kinerja dan panduan masa depan Oracle membuktikan bahwa mereka berhasil menangkap peluang dari permintaan infrastruktur AI yang sangat tinggi.
  2. Apa itu RPO dan mengapa penting bagi investor? Remaining Performance Obligations adalah nilai total kontrak yang sudah ditandatangani namun belum diakui sebagai pendapatan. RPO yang tinggi ($553 miliar) menjamin pendapatan masa depan.
  3. Apakah Oracle sedang melakukan PHK? Laporan menyebutkan adanya restrukturisasi. Oracle menyatakan bahwa AI membuat tim pengembangan mereka lebih produktif, sehingga mereka bisa membangun lebih banyak aplikasi dengan tim yang lebih kecil.
  4. Siapa saja pelanggan utama cloud Oracle? Termasuk OpenAI, Microsoft (Activision Blizzard), Lockheed Martin, dan SoftBank.
  5. Bagaimana prospek Oracle di tahun 2027? Oracle optimis mencapai pendapatan $90 miliar pada tahun fiskal 2027, didukung oleh kapasitas pusat data yang mencapai 10 gigawatt.
  6. Apakah investasi Oracle di AI berisiko bagi arus kas? Ya, belanja modal yang besar membuat arus kas bebas menjadi negatif, namun Oracle menyatakan model pembayaran di muka dari pelanggan membantu memitigasi risiko ini.

Sources & Methodology



Sumber : pluang.com

Mending Beli HP Cash Atau Kredit? Yuk Simak di Sini!

Ponsel sudah mulai rusak? Nah, mungkin sekarang saat yang tepat untuk mengganti handphone kesayangan kamu! Tapi, setelah puas memilih-milih model ponsel, pasti ada satu pertanyaan yang terbesit di benak kamu: Mending beli HP baru tersebut secara cash atau kredit?

Di satu sisi, kamu mungkin sudah menabung dan menyiapkan uang untuk beli HP impianmu secara cash dan bukan kredit. Namun, keteguhan hatimu mungkin bimbang ketika mau membayar ponsel tersebut. Apalagi, kalau harga ponselnya mahal. Pasti kamu langsung bertanya-tanya: Apakah kamu akan bangkrut mendadak kalau beli HP secara cash?

Sementara di sisi lain, kamu juga tak mau membayarnya secara kredit karena malas berurusan dengan bunga pinjamannya. Tak hanya itu, beli HP secara kredit juga bikin ganjalan baru di dompet kamu. Yakni, keharusan untuk bayar cicilannya setiap bulan.

Kalau sudah seperti ini, lantas apa yang harus kamu pilih? Lebih baik beli HP secara cash atau kredit?

Baca juga: Mudah Transaksi Cashless, Pakai HP Berfitur NFC untuk Top Up E-Money

Pertimbangan Beli HP Cash Atau Kredit

Nah, sebelum memutuskan pilihanmu, mungkin ada baiknya kita mempertimbangkan beberapa aspek dalam membeli ponsel secara cash atau kredit. Berikut penjelasannya.

Beli Ponsel Secara Cash

Membeli ponsel secara tunai mungkin akan terlihat bikin kamu bangkrut di awal. Misalnya, anggap saja kamu baru beli iPhone 12 seharga Rp15 juta. Tentu berkurangnya jumlah uang tersebut di rekening bisa bikin kamu menangis.

Tapi, sisi baiknya adalah kamu tidak punya beban finansial baru setiap bulannya, yakni melunasi cicilan ponsel kamu. Sehingga, kamu pun bisa fokus menggunakan gaji bulananmu untuk menuju tujuan finansial selanjutnya.

Selain itu, dengan membayar ponsel secara tunai, kamu juga mendapat dorongan untuk mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah kamu canangkan. Kondisi psikologis ini tercipta karena kamu merasa menjadi orang bokek setelah mengeluarkan duit yang banyak untuk membeli HP. Tak hanya itu, kondisi psikologis ini juga bikin kamu tergerak untuk mencari sumber pemasukan lain, misalnya dari imbal hasil investasi.

Jadi, jangan khawatir kalau kamu merasa jatuh miskin karena beli apa-apa secara cash. Sebab, itu artinya kamu sudah berhasil menuju tujuan finansial kamu dengan cara menabung.

Baca juga: Cara Mengumpulkan Dana Darurat dengan Cepat dan Tepat

Beli Ponsel Secara Kredit

Meski demikian, bukan berarti membeli HP secara tunai adalah pilihan terbaik bagi kamu. Nyatanya, membeli ponsel dengan skema kredit pun memberikan manfaat tersendiri.

Seperti yang sudah dibahas di atas, tentu kamu akan merasa kekurangan uang setelah tabunganmu terkuras untuk membeli ponsel baru. Bagi sebagian orang, langkah tersebut bisa diambil lantaran mereka sudah mencadangkan dana darurat. Namun, bayangkan kalau kamu tak punya tabungan sebagai pegangan hidup. Rasa senang habis beli HP anyar bisa-bisa berubah menjadi petaka.

Misalnya seperti ini: Kamu telah membeli handphone mahal secara tunai di bulan Maret yang bikin uang di rekening kamu terkuras. Namun tiba-tiba, kamu ternyata harus mengeluarkan uang banyak pada bulan April karena tembok rumahmu tiba-tiba ambrol tanpa sebab. Lantas, bagaimana kamu bisa memperbaiki rumah kalau uangmu sudah habis digunakan untuk beli handphone baru?

Nah, jika kamu punya sifat berjaga-jaga yang tinggi, maka membeli ponsel secara kredit akan berguna untukmu. Sebab, anggaran kamu untuk membeli ponsel baru akan disebar ke beberapa bulan berikutnya sesuai dengan tenor cicilan yang kamu ambil. Artinya, kamu masih memiliki dana yang cukup kalau hal-hal tak terduga muncul di kemudian hari.

Tak hanya itu, beli handphone secara kredit juga bisa membantumu menaikkan skor kredit. Apa sih, artinya skor kredit?

Skor kredit adalah sistem yang digunakan bank atau lembaga lainnya untuk menentukan apakah kamu layak atau tidak untuk mendapatkan pinjaman lain ke depan. Skor ini dilihat dari ketepatan waktu membayar tagihan dan kredit yang kamu miliki saat ini. Sehingga, kalau skor kredit kamu mumpuni, artinya bank juga akan percaya jika kamu meminjam uang di kemudian hari.

Hanya saja, membeli HP secara kredit pun ada rambu-rambunya. Berbagai perencana keuangan mengatakan, kamu baru boleh mengajukan kredit kalau aset yang bakal kamu beli terbilang produktif. Tujuannya, agar kamu tak terbebani secara finansial ketika membayar cicilan kredit aset tersebut, karena beban kredit kamu bisa dibayar menggunakan hasil produktivitas aset tersebut.

Dengan demikian, maka kondisi idealnya adalah kamu bisa membayar cicilan dan bunga kredit HP baru menggunakan cuan yang kamu peroleh lewat ponselmu. Nah lho, bagaimana caranya?

Di zaman sekarang, mencari cuan lewat handphone sudah sangat mudah. Ini lantaran terdapat beberapa aplikasi investasi yang bisa membantu kamu mendulang untung secara praktis dan terjangkau. Nah, salah satunya adalah aplikasi Pluang. Cuan yang kamu peroleh dari Pluang bisa banget kamu gunakan untuk membayar cicilan HP kamu.

Nah, jadi bagaimana, Sobat Cuan? Kamu tim apa, nih? Tim beli HP cash atau kredit?

Baca juga: Mau Raih Keuntungan Investasi Emas? Begini Caranya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



Sumber : pluang.com

Tetap Cuan! Ini Dia Strategi Investasi Bitcoin Saat Harga Turun!

2020 telah menjadi tahun yang luar biasa untuk cryptocurrency. Bahkan sejak Januari lalu, kapitalisasi pasar aset kripto telah meningkat empat kali lipat. Namun, ada kalanya harga Bitcoin anjlok mendadak yang dimotori beberapa faktor. Di dalam kondisi ini, tentu muncul pertanyaan: Bagaimana strategi investasi Bitcoin ketika harganya turun?

Harga Bitcoin boleh saja melejit bak roket sepanjang tahun ini. Meskipun demikian, langit tidak selalu cerah. Ada kalanya pasar Bitcoin hancur dan terjerembab, seperti yang terjadi pada 2018 silam, di mana harga raja aset kripto ini anjlok 65% dalam kurun sebulan saja.

Oleh karenanya, reli harga saat ini pasti akan berbalik di beberapa titik. Hanya saja, banyak investor yang belum tahu kapan itu terjadi. Mereka mungkin berpikir bahwa saat pelemahan terjadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mundur selangkah dan menunggu.

Namun, ini adalah asumsi yang salah. Situasi bearish malahan adalah waktu yang tepat untuk mulai menyimpan Bitcoin sebelum kembali ke tren naik. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa cara terbaik untuk menghasilkan keuntungan ketika pasar sedang turun.

Kita akan membahas beberapa metode dan strategi untuk menjaga portofolio kamu tetap hijau. Di sisi lain juga mempersiapkan kamu untuk cuan lebih besar ketika momentum pasar meningkat.

Baca juga: Analisis: Siap Cuan? Harga Bitcoin Pekan Ini Bersiap Unjuk Gigi

1. Strategi Investasi Bitcoin: Swing Trading

Di kondisi bullish, strategi investasi terbaik adalah membeli dan menyimpan aset kripto yang menurut kamu dapat menghasilkan cuan paling banyak.

Namun ketika harga turun, kamu harus memanfaatkan tren. Investor berpengalaman biasanya meningkatkan portofolio Bitcoin mereka selama periode ini. Caranya adalah dengan membeli lebih banyak koin ketika harganya rendah, dan menjualnya begitu mereka mencapai puncak tren.

Meskipun metode ini dapat memberikan hasil yang konsisten, hal ini menjadi bukti bahwa trading bukan untuk semua orang. Untuk menjadi sukses dalam swing trading, kamu harus mulai memahami dasar-dasar analisis teknis. Hal itu akan memberi kamu titik masuk dan keluar terbaik di pasar.

2. Strategi Shorting

Shorting atau short selling dapat dianggap sebagai kebalikan dari membeli cryptocurrency dan berharap harganya meningkat. Strategi investasi Bitcoin ini adalah salah satu metode paling umum untuk mengambil untung di pasar yang sedang loyo.

Begini cara kerjanya: Saat melakukan shorting, kamu meminjam dana dari bursa crypto dan menjual aset dengan harga pasar saat ini.

Misalnya, jika harga Bitcoin tetap dalam momentum penurunan, kamu dapat menutup posisi di kemudian hari. Kemudian kamu membeli kembali dengan harga yang lebih murah, dan menguangkan selisihnya sebagai keuntungan.

Namun, jika asumsimu salah dan harga naik, kamu perlu membeli kembali koin tersebut pada harga pasar yang lebih tinggi. Bukan untung yang diraih, namun hal itu bisa mengakibatkan rugi bersih.

Mengingat aset kripto adalah aset yang sangat tidak stabil, metode ini dapat menghasilkan keuntungan besar, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian besar.

Baca juga: Ethereum vs Bitcoin: Katanya Sekarang Ethereum Lebih Unggul, Kamu Pilih Mana?

3. Berinvestasi di Aset yang “Lawan Arus”

Terkadang, ada beberapa aset kripto di pasaran yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Di sisi lain, ketika semuanya turun, aset kripto ini tampaknya melawan tren. Nah, sehingga untuk sementara, kamu bisa mengalihkan fokusmu dari Bitcoin dan mencari cuan di aset tersebut.

Namun, bagaimana caranya mendeteksi aset kripto yang melawan arus? Dalam hal ini, kamu harus mampu mengikuti pasar secara cermat dan membandingkan pola harganya. Ada dua contoh penting dari aset kripto semacam itu, dan telah mengumpulkan banyak pengikut berkat pola yang tak terduga.

Yang pertama adalah Binance Coin (BNB), yang merupakan satu-satunya koin yang benar-benar menghasilkan keuntungan signifikan selama situasi bearish 2019. Itu menghasilkan lebih dari 1000% keuntungan ketika seluruh pasar sedang berjuang.

Koin lain yang disebutkan adalah Chainlink (LINK) yang memimpin kenaikan saat ini. Aset kripto mengungguli koin populer seperti Bitcoin dan Ethereum sebesar 300%.

Setelah harga Bitcoin kembali pulih, nantinya kamu bisa kembali masuk ke pasar dengan semangat yang lebih pede.

4. Beralih ke Penghasilan Pasif

Jika kamu merasa tidak cukup nyaman untuk berinvestasi atau berdagang dengan aksi harga jangka pendek, ada opsi lainnya. Misalnya, kamu dapat berinvestasi dalam koin yang dapat memberikan pendapatan pasif dan menutup kerugian dari penurunan harga Bitcoin. Untuk hal ini, biasanya aset kripto melakukan kegiatan pinjaman kripto.

Kamu bisa meminjam aset kripto di bursa populer atau melalui aplikasi decentralized finance. Kemudian kamu dapat meminjamkan aset kripto itu kepada pengguna lain dan menerima bunga secara teratur.

Kesimpulan Strategi Investasi Bitcoin saat Harga Turun

Banyak yang berasumsi bahwa kamu harus menjauh dari perdagangan cryptocurrency ketika pasar sedang turun. Ini tidak benar, karena situasi bearish sering kali merupakan waktu terbaik untuk meningkatkan portofolio dan mendapatkan lebih banyak Bitcoin untuk siklus pasar berikutnya.

Penjelasan di atas hanyalah beberapa metode yang dapat kamu gunakan untuk mulai menghasilkan keuntungan di pasar yang lesu. Setelah tren penurunan yang tidak dapat dihindari datang, kamu harus siap. Pengetahuan yang baik tentang analisis teknis akan membantu kamu mengubah peluang menjadi cuan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bitrates



Sumber : pluang.com

Stok Minyak Amerika Menyusut, Ancaman atau Peluang?

Key Takeaways

  • Kejutan Bullish: Penurunan sebesar 1,7 juta barel sangat kontras dengan prediksi analis yang memperkirakan kenaikan (surplus).
  • Permintaan BBM Kuat: Penurunan stok bensin dan distilat menunjukkan konsumsi bahan bakar di Amerika Serikat tetap solid.
  • Sentimen Harga: Data ini memberikan dukungan teknis bagi harga minyak WTI untuk bertahan di level psikologis $83/barel setelah sebelumnya naik drastis seharga $120/barel
  • Fokus pada EIA: Investor kini menunggu konfirmasi dari data resmi pemerintah (EIA) yang biasanya dirilis sehari setelah API.

Quick Facts Table

Indikator

Hasil Aktual (API)

Prediksi Analis

Pekan Sebelumnya

Minyak Mentah (Crude)

-1,7 Juta Barel

+1,1 Juta Barel

+5,6 Juta Barel

Bensin (Gasoline)

-1,8 Juta Barel

-0,9 Juta Barel

-1,1 Juta Barel

Distilat (Solar/Pemanas)

-2,3 Juta Barel

-0,6 Juta Barel

-2,8 Juta Barel

Harga WTI (Sesaat Setelah Data)

$83,45/bbl

N/A

$82,10/bbl

Fakta Lapangan Stok Minyak Amerika

Berdasarkan laporan API untuk pekan yang berakhir pada 6 Maret 2026, stok minyak mentah komersial Amerika Serikat secara mengejutkan turun sekitar 1,7 juta barel.

Ini adalah pembalikan yang cukup tajam, mengingat pada pekan sebelumnya stok sempat melonjak hingga 5,6 juta barel. Mengapa ini mengejutkan? Karena konsensus analis sebelumnya memperkirakan stok justru akan naik sekitar 1,1 juta barel.

Berikut adalah rincian penurunan di sektor lainnya:

  • Bensin (Gasoline): Turun 1,8 juta barel.
  • Distilat (Minyak Solar/Pemanas): Turun 2,3 juta barel.
  • Cushing (Pusat Penyimpanan Utama): Turun 370.000 barel.

Mengapa Penurunan Stok Minyak Menjadi “Peluang”?

Dalam dunia komoditas, hukum permintaan dan penawaran adalah raja. Penurunan stok yang tidak terduga ini sering kali diartikan sebagai tanda bahwa permintaan domestik lebih kuat dari yang diperkirakan atau pasokan mulai mengetat.

  1. Harga WTI yang Stabil di Tengah Gejolak: Sesaat setelah data ini keluar, harga minyak WTI (West Texas Intermediate) diperdagangkan di kisaran $83,45/bbl. Meskipun pasar masih dibayangi oleh volatilitas geopolitik di Timur Tengah, data stok yang rendah memberikan “lantai” bagi harga minyak untuk tidak jatuh terlalu dalam.
  2. Sinyal Permintaan Bensin: Penurunan stok bensin sebesar 1,8 juta barel menunjukkan bahwa aktivitas transportasi masih sangat bergairah, yang merupakan indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi secara makro.
  3. Menanti Konfirmasi EIA: Data API sering dianggap sebagai “pendahulu” sebelum data resmi dari pemerintah (EIA) dirilis. Jika EIA mengonfirmasi penurunan serupa, kita bisa melihat dorongan harga (rally) jangka pendek pada saham-saham sektor energi seperti ExxonMobil, Chevron, atau ETF berbasis energi seperti XLE.

1. Perusahaan Minyak Terintegrasi (Giant Caps)

Emiten ini memiliki ekosistem lengkap dari pengeboran (upstream) hingga penjualan bensin (downstream).

  • Exxon Mobil (XOM): Produsen minyak terbesar di AS yang sangat sensitif terhadap harga WTI.
  • Chevron (CVX): Memiliki efisiensi biaya yang baik, seringkali menjadi pilihan aman saat harga minyak naik.
  • BP (BP) & Shell (SHEL): Raksasa energi Eropa yang juga terdaftar di bursa AS (ADR) dan terdampak oleh dinamika pasokan global.

Beli Saham Exxon (XOM) di Sini!

Beli Saham CVX di Sini!

Beli Saham Shell Di Sini!

2. Perusahaan Eksplorasi & Produksi (Upstream)

Kelompok ini mendapatkan keuntungan paling langsung karena margin keuntungan mereka melebar saat harga minyak mentah naik.

  • ConocoPhillips (COP): Pemain murni di bidang eksplorasi dan produksi.
  • Occidental Petroleum (OXY): Saham favorit Warren Buffett yang kinerjanya sangat bergantung pada harga minyak domestik AS.
  • EOG Resources (EOG): Salah satu produsen minyak serpih (shale oil) dengan biaya operasional rendah.

Beli Saham COP di Sini!

Transaksi Saham EOG di Sini!

Beli Saham OXY di Sini!

3. Sektor Kilang (Downstream)

Karena laporan API menunjukkan stok bensin dan distilat turun lebih dalam dari minyak mentah, sektor kilang berpotensi mendapatkan margin keuntungan (crack spread) yang lebih besar.

  • Valero Energy (VLO): Pengolah minyak independen terbesar di dunia.
  • Marathon Petroleum (MPC): Sangat diuntungkan jika permintaan bensin domestik meningkat sementara stok menipis.

Beli Saham VLO di Sini!

Beli Saham MPC di Sini!

4. ETF Sektor Energi (Diversifikasi)

Bagi investor yang ingin menghindari risiko pada satu saham saja, ETF adalah pilihan yang tepat:

  • Energy Select Sector SPDR Fund (XLE): Berisi kumpulan saham energi terbesar dalam indeks S&P 500.

Beli ETF Energy (XLE) di Sini!

Apa Langkah Selanjutnya Bagi Investor Saham?

Meskipun data ini bersifat bullish (positif untuk harga), investor tetap harus waspada. Pasar minyak saat ini sedang berada dalam kondisi “Bimodal Risk”. Artinya, harga bisa melonjak drastis jika ketegangan geopolitik meningkat, namun bisa terkoreksi jika ada tanda-tanda perdamaian atau perlambatan ekonomi global.

Risks & Considerations

  • Volatilitas Geopolitik: Konflik di Timur Tengah dapat menutupi dampak data stok. Meski stok turun, harga bisa jatuh jika ada kabar gencatan senjata.
  • Resesi Global: Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di China atau Eropa dapat menekan permintaan minyak secara keseluruhan, mengabaikan data stok domestik AS.
  • OPEC+ Policy: Keputusan mendadak dari aliansi OPEC untuk meningkatkan produksi dapat membanjiri pasar dengan pasokan baru.

FAQ 

  1. Mengapa harga minyak naik saat stok turun? Karena stok yang rendah menandakan pasokan berkurang atau permintaan naik, sehingga nilai komoditas tersebut menjadi lebih mahal.
  2. Apa itu minyak WTI? West Texas Intermediate, standar harga (benchmark) utama untuk minyak mentah di Amerika Serikat.
  3. Apakah data API selalu akurat? Tidak selalu. Karena bersifat sukarela, terkadang ada perbedaan signifikan dengan data resmi EIA.
  4. Apa pengaruh stok bensin terhadap harga minyak mentah? Jika stok bensin turun, kilang harus mengolah lebih banyak minyak mentah, yang pada gilirannya akan menaikkan permintaan minyak mentah.
  5. Bagaimana pengaruhnya terhadap inflasi? Kenaikan harga minyak biasanya memicu kenaikan biaya transportasi dan energi, yang bisa mendorong inflasi naik.
  6. Kapan waktu terbaik memantau data ini? Setiap hari Rabu dini hari WIB untuk API, dan Rabu malam WIB untuk EIA.
  7. Apa itu ‘Cushing’ dalam laporan? Cushing, Oklahoma adalah titik pengiriman utama untuk kontrak berjangka WTI. Stok di sini sangat diawasi sebagai indikator likuiditas fisik.
  8. Apakah suku bunga Fed mempengaruhi harga minyak? Ya, suku bunga tinggi biasanya menguatkan Dolar, yang bisa menekan harga minyak (karena minyak menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain).

Sources 



Sumber : pluang.com

Krisis Minyak $100 & Risiko Stagflasi Maret 2026

Pasar keuangan global sedang menghadapi “Ujian Tekanan” (stress test) terbesar dekade ini. Perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat bukan lagi sekadar risiko geopolitik, melainkan gangguan suplai energi dengan kondisi yang mengkhawatirkan.

Key Takeaways

  • Risiko Stagflasi Nyata: Kombinasi pengangguran AS yang naik (4,4%) dan harga minyak di atas $100 menciptakan kondisi ekonomi paling menantang sejak 1970-an.
  • Dilema The Fed: Bank sentral AS terjepit antara memangkas bunga untuk menolong pasar tenaga kerja atau mempertahankan bunga tinggi untuk melawan inflasi energi.
  • Manuver Trump & G7: Upaya rilis cadangan minyak (SPR) secara masif adalah kartu as terakhir untuk menekan harga ke level $85/barel.
  • Rebalancing Portofolio: Emas dan sektor energi menjadi safe haven utama, sementara aset risiko tinggi (saham teknologi/kripto) menghadapi volatilitas ekstrem.

Quick Facts Table

Indikator Ekonomi

Data Faktual (Maret 2026)

Status

Harga Minyak (WTI)

$100.80 / barel

🟢 Bullish (Tinggi)

Pengangguran AS

4,4% (Februari)

🔴 Bearish (Naik)

Non-Farm Payroll

-92.000 (Defisit)

🔴 Bearish (Lumpuh)

Core Inflation

3,0% (Target 2,0%)

⚠️ Warning (Tinggi)

Suku Bunga Fed

3,64% (Implied Year-End)

🔄 Pivot Tertunda

Yield 10-Year Treasury

4,12%

⚠️ Volatile

Explanation: Definisi & Driver Utama

Apa itu Stagflasi?

Stagflasi adalah anomali ekonomi di mana pertumbuhan melambat dan pengangguran tinggi terjadi bersamaan dengan inflasi yang meningkat. Biasanya, inflasi turun saat ekonomi melambat, namun guncangan harga minyak (sisi penawaran) merusak siklus ini.

Driver Utama Krisis 2026:

  1. Konflik Kinetik: Serangan langsung AS-Israel ke Iran memicu premi risiko perang pada harga komoditas.
  2. Blokade Logistik: Ancaman penutupan Selat Hormuz mengganggu 20% logistik minyak dunia, memicu kenaikan biaya angkut kontainer hingga 40%.
  3. Kekakuan Pasar Kerja: Sektor jasa dan manufaktur mulai melakukan PHK karena biaya energi yang mencekik margin keuntungan.

Comparison Table: Skenario Harga Minyak

Fitur

Skenario $85 (Intervensi G7)

Skenario $100+ (Perang Berlanjut)

Dampak Inflasi

Melandai menuju 2,5%

Melompat menuju 4% – 5%

Keputusan Fed

Potong bunga di Juli/September

Bunga tetap tinggi (High for Longer)

Pasar Saham

Relief Rally (Naik)

Correction/Bear Market (Turun)

Sektor Pemenang

Konsumer, Teknologi, Transportasi

Energi, Emas, Komoditas Pangan

Risiko Utama

Deflasi mendadak jika resesi

Stagflasi permanen gaya 1970-an

Risks & Considerations (Penting bagi Investor)

  • Risiko Likuiditas: Dalam krisis besar, terkadang semua aset (termasuk emas) bisa turun sementara karena investor butuh uang tunai (dash for cash).
  • Risiko Kebijakan: Intervensi Trump melalui SPR bisa gagal jika Iran melakukan sabotase infrastruktur minyak tambahan, yang justru membuat harga melambung lebih tinggi.
  • Risiko Mata Uang: Pelemahan Rupiah terhadap Dolar bisa menggerus keuntungan investasi saham lokal Anda.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Kenapa minyak $100 berbahaya buat ekonomi? Karena minyak adalah biaya dasar hampir semua barang. Jika minyak naik, harga makanan, transportasi, dan listrik ikut naik, mengurangi uang belanja masyarakat.
  2. Apa hubungan pengangguran dengan harga minyak? Saat biaya energi terlalu tinggi, perusahaan merugi dan mulai memangkas biaya dengan cara memberhentikan karyawan (PHK).
  3. Mengapa Trump ingin menjual cadangan minyak (SPR)? Untuk menambah pasokan di pasar secara instan agar harga turun tanpa harus menunggu produksi baru dari sumur minyak.
  4. Apakah emas masih bagus dibeli sekarang? Secara historis, emas adalah aset terbaik selama stagflasi karena nilainya tidak bisa dicetak seperti uang kertas.
  5. Bagaimana nasib Bitcoin saat perang? Bitcoin saat ini masih dianggap aset berisiko. Biasanya turun saat awal konflik, namun bisa naik jika kepercayaan pada mata uang negara (seperti USD/Rial) runtuh.
  6. Kapan The Fed akan memotong bunga? Berdasarkan data saat ini, kemungkinan besar diundur ke September 2026 atau bahkan tidak sama sekali tahun ini jika inflasi tetap di atas 3%.
  7. Apa itu Yield Curve Inversion? Kondisi di mana bunga jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang, yang sering kali menjadi sinyal bahwa resesi akan segera datang.
  8. Apakah Indonesia aman dari stagflasi? Indonesia punya bantalan komoditas (batu bara/CPO), namun tetap rentan karena kita adalah pengimpor minyak mentah.
  9. Apa dampak bensin naik terhadap saham ritel? Saham ritel biasanya turun karena daya beli masyarakat dialihkan untuk membeli bensin dan kebutuhan pokok.
  10. Apa aset paling aman saat ini? Reksa dana pasar uang USD atau emas digital sering dianggap paling defensif dalam kondisi ini.

Sources & Methodology



Sumber : pluang.com

Dari LBMA Hingga COMEX, Apa Saja Acuan Harga Emas Dunia?

Mengapa Harga Emas Memiliki Banyak Harga Acuan?

Emas menjadi barang buruan bagi investor dalam situasi ekonomi yang tidak menentu. Stabillnya imbal hasil dan sifatnya yang bisa dijadikan lindung nilai terhadap pergerakan inflasi menjadi salah satu alasan investor untuk terus mengoleksinya.

Namun ternyata, harga emas dunia memiliki harga acuan yang berbeda-beda, tergantung bursa emas yang digunakan sebagai tolok ukurnya.

Nah, penerapan harga emas di masing-masing bursa pun berbeda. Hal itu dikarenakan perbedaan metode yang diterapkan masing-masing bursa.

Beberapa bursa emas dunia mengacu pada bursa utama di London, Inggris, seperti London Bullion Market Association (LBMA) dan London Metal Exchange (LME). Selain itu, beberapa bursa juga menggunakan harga acuan milik Commodity Exchange (Comex), yang merupakan divisi di bawah Chicago Merchantile Exchange (CME).

Lantas, bagaimana para bursa utama dunia tersebut membentuk harga emasnya?

Baca juga: Apa Itu Gold Standard?

Mengenal Ragam Harga Emas Acuan

1. LBMA

Salah satu bursa emas yang dijadikan acuan adalah LBMA. Harga emas dan perak yang ada pada LBMA adalah harga emas yang tidak dialokasikan di London, Inggris.

Penetapan harganya menggunakan tolok ukur harga lelang emas pada pasar spot yang dilakukan oleh ICE Benchmark Administration (IBA).

Prosesnya adalah IBA menyediakan platform yang menyajikan referensi harga dan juga perangkat untuk bertransaksi emas, baik itu di pasar spot ataupun di transaksi derivatif lainnya. Jadi, investor ataupun produsen emas bisa bertransaksi secara langsung dalam lelang elektronik tersebut.

Proses lelang emas dilakukan pada pukul 10:30 GMT atau yang dikenal sebagai London Gold AM FIX dan pukul 15:00 GMT atau London Gold PM FIX. Sementara untuk lelang perak dilakukan pada 12:00 GMT.

Nah, waktu tersebut juga sekaligus menjadi penetapan harga emas yang akhirnya dipublikasikan ke pasar sebagai harga emas LBMA AM, harga emas LBMA PM, dan benchmark harga perak LBMA.

Pembentukan harga untuk setiap lelang menggunakan mata uang dolar AS (USD). Meski begitu, IBA juga menyiapkan tolak ukur harga emas dalam bentuk Poundsterling Inggris (GBP) dan juga Euro (EUR), meski investor tidak bisa memperdagangkannya secara langsung melalui mekanisme lelang.

Sebelum lelang dimulai, setiap peserta lelang memilki waktu 30 menit untuk antre dan memasukkan harga yang diinginkan, hal itu dikenal sebagai putaran nol (round zero). Kemudian, proses lelang akan berjalan setiap 30 detik sekali.

Dalam setiap tahapan lelang, IBA akan menerbitkan harga awal emas tersebut. Kemudian, para peserta lelang memiliki waktu selama 30 detik untuk memasukkan harga emas yang ingin dibeli atau dijual.

Namun, tidak semua hasil proses lelang akhirnya bisa dijadikan harga acuan.

Jika terdapat ketidakseimbangan dalam proses lelang, maka IBA akan membuat harga penyesuaian dan lelang dimulai kembali. Sedangkan, jika keseimbangan sudah terjadi di volume jual beli lelang, maka baru bisa tercipta harga acuan yang dipublikasikan.

Batasan toleransinya berbeda-beda untuk setiap instrumen, di mana emas punya batas toleransi di 10.000 ons dan perak di 500.000 ons. 

2. LME Gold

Bursa emas lainnya yang dijadikan acuan adalah London Metal Exchange (LME Gold). Meski sama-sama berbasis di London, Inggris, harga emas LME ternyata diturunkan dari mekanisme yang berbeda.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, harga emas LBMA diturunkan dari putaran akhir lelang emas. Namun, harga acuan emas LME merujuk pada harga emas secara harian (yang juga dibobotkan dengan volume transaksinya) yang ditransaksikan di platform perdagangan LME.

Kemudian, hasil dari formulasi tersebut digabungkan dengan harga spot sampai 25 hari ke depan, harga bulanan, juga harga emas per triwulan dalam jangka waktu lima tahun.

Melalui mekanisme tersebut, maka skema penetapan harga emas LME terbilang memadukan harga emas di pasar over the counter (OTC) serta harga emas berjangka secara bulanan dari harga penawaran bursa yang ada.

Harga yang ditransaksikan adalah harga kontrak perdagangan yang dimulai sejak pukul 01:00 sampai 20:00 GMT. Investor bisa membelinya melalui LME Select atau telepon layanan antar kantor selama 24 jam.

Baca juga: Aturan dan Tips Beli Barang Lelang di Pegadaian

3. Comex

Acuan harga emas dunia lainnya adalah Comex.

Berbeda dengan LBMA dan CME yang menggunakan proses lelang sebagai basis penetapan harga emas, Comex menetapkan harganya berdasarkan kontrak derivatifnya. Artinya, harga ditetapkan berdasarkan nilai kontrak emas di masa depan berdasarkan perjanjian antara pemesan dan penjual.

Kemudian, harga emas yang dihasilkan pun bukan berasal dari nilai “asli” komoditas itu sendiri, melainkan diturunkan dari fluktuasi harga emas tersebut di masa depan. Makanya, harga emas berjangka di Comex bisa sama, atau bahkan berbeda sama sekali, dengan nilai emas “sesungguhnya” di hari ini.

Sebagai contoh, investor A sepakat membeli 100 ons emas dari investor B dengan masa pengiriman tiga bulan mendatang dengan nilai US$100 per ons. Jika harga emas tiga bulan kemudian lebih besar dari US$100, maka investor A masih bisa mendulang untung karena ia bisa membelinya dengan harga yang lebih murah. Begitu pun sebaliknya.

Nah, kumpulan harga-harga dalam kontrak tersebutlah yang membentuk harga acuan di pasar Comex.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: LBMA, LME, Bullion Star



Sumber : pluang.com

Trump Luncurkan Investigasi Section 301, Indonesia Bisa Kena Tarif Baru

Langkah ini menyasar raksasa ekonomi dunia, mulai dari Tiongkok, Meksiko, Uni Eropa, hingga negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

 Key Takeaways

  • Target Luas: Investigasi menyasar 16 ekonomi negara, termasuk Tiongkok, Meksiko, Uni Eropa, hingga Indonesia.
  • Fokus Industri: Penyelidikan berfokus pada “kelebihan kapasitas produksi” di sektor manufaktur yang dianggap merusak harga global.
  • Legalitas Kuat: Berbeda dengan tarif sebelumnya, Section 301 adalah instrumen hukum yang sangat sulit digugat di pengadilan.
  • Timeline: Tarif baru diperkirakan akan efektif kembali sepenuhnya pada Agustus 2026.
  • Dampak Pasar: Potensi volatilitas tinggi pada sektor teknologi (semikonduktor) dan saham-saham Emerging Markets.

Apa artinya bagi portofolio investasi Anda? Mari kita bedah poin-poin pentingnya.

Mengapa Penyelidikan Ini Terjadi Sekarang?

Keputusan ini merupakan respons langsung terhadap putusan Mahkamah Agung AS pada 20 Februari 2026 yang menyatakan bahwa tarif sebelumnya ilegal karena melampaui wewenang presiden.

Untuk mengisi celah tersebut, Kepala Perwakilan Perdagangan AS (USTR), Jamieson Greer, menggunakan Section 301. Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, Section 301 adalah instrumen hukum yang lebih kuat dan telah teruji dalam ribuan tantangan hukum. Fokus utamanya kali ini adalah menyelidiki “kelebihan kapasitas produksi” (excess capacity) di sektor manufaktur yang dianggap merusak harga pasar global.

Siapa Saja yang Masuk Radar?

Investigasi ini tidak hanya menyasar musuh bebuyutan perdagangan AS, tetapi juga mitra strategis. Daftar negara yang diselidiki meliputi:

  • Raksasa Ekonomi: Tiongkok, Meksiko, Uni Eropa, Jepang, dan India.
  • Macan Asia & Tetangga: Taiwan, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Bangladesh, dan Indonesia.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memprediksi bahwa pada Agustus 2026, tingkat tarif AS akan kembali ke level tinggi seperti sebelum dibatalkan oleh pengadilan.

Apa Dampaknya bagi Investor?

Langkah proteksionisme ini memicu volatilitas di pasar ekuitas global. Berikut adalah beberapa sektor yang perlu Anda perhatikan di aplikasi Pluang:

A. Sektor Teknologi dan Semikonduktor

Taiwan (TSMC) dan Korea Selatan masuk dalam daftar investigasi. Ketegangan baru ini dapat mengganggu rantai pasok chip global yang berdampak langsung pada saham-saham Big Tech di Nasdaq seperti Nvidia (NVDA), Apple (AAPL), dan AMD

B. Pasar Emerging Markets (Termasuk IHSG)

Masuknya Indonesia, Vietnam, dan Malaysia dalam daftar ini memberikan tekanan pada mata uang lokal terhadap Dollar AS. Investor di aset crypto atau saham AS mungkin melihat penguatan USD (Dollar Strength) sebagai pedang bermata dua: keuntungan kurs saat menjual, namun risiko inflasi global yang lebih tinggi. Sehingga, apabila investor ingin mendapatkan keuntungan short term, bisa membeli USD. Di Pluang, selain bisa menikmati capital gain, kamu juga bisa mendapatkan USD yield hingga 3.38%. 

C. Sektor Komoditas dan Manufaktur

Investigasi terhadap “kelebihan kapasitas” manufaktur Tiongkok kemungkinan akan menyasar produk baja, aluminium, dan kendaraan listrik (EV). Hal ini bisa menjadi sentimen negatif bagi emiten manufaktur global, namun berpotensi menguntungkan produsen domestik AS.

Insight Pluang: “Section 301 ini merupakan proses formal yang melibatkan dengar pendapat publik dan analisis mendalam. Investor harus bersiap menghadapi periode ketidakpastian (uncertainty) hingga keputusan final tarif diumumkan yang diprediksi terjadi dalam lima bulan ke depan.”

Strategi Menghadapi Volatilitas Dagang

Dalam situasi geopolitik yang memanas, diversifikasi tetap menjadi kunci. Anda dapat mempertimbangkan:

  1. Aset Safe Haven: Emas biasanya menjadi pilihan utama saat ketidakpastian dagang meningkat.
  2. Indeks Saham AS (S&P 500): Pantau bagaimana perusahaan dengan eksposur domestik AS yang kuat bereaksi terhadap perlindungan tarif ini.
  3. Sektor Defensif: Pertimbangkan sektor kesehatan atau utilitas yang kurang terpapar pada rantai pasok manufaktur global.

Comparison: Kebijakan Lama vs. Baru

Fitur

Reciprocal Tariffs (Lama)

Section 301 Probes (Baru)

Dasar Hukum

IEEPA (Darurat Ekonomi)

Trade Act 1974 (Praktik Tidak Adil)

Status Hukum

Dinyatakan Ilegal oleh MA

Sangat Kuat/Sering Berhasil

Proses

Eksekutif Langsung

Investigasi, Audit, & Dengar Pendapat

Fleksibilitas

Kaku (Satu tarif untuk semua)

Spesifik per negara atau per produk

Risks & Considerations 

  • Risiko Inflasi: Tarif tambahan dapat meningkatkan biaya impor di AS, yang berpotensi memicu kembali kenaikan inflasi dan mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.
  • Volatilitas Mata Uang: Mata uang negara-negara dalam daftar (termasuk Rupiah) berisiko melemah terhadap USD jika tensi dagang meningkat.
  • Gangguan Rantai Pasok: Sektor otomotif dan elektronik sangat rentan terhadap hambatan perdagangan di Meksiko dan Taiwan.
  • Aksi Balasan (Retaliasi): Negara seperti Tiongkok atau Uni Eropa mungkin akan membalas dengan tarif pada produk ekspor AS (misal: kedelai, pesawat Boeing), yang dapat memukul saham terkait.

 FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Mengapa Indonesia ikut diselidiki? Indonesia dianggap memiliki surplus dagang yang signifikan dan menjadi bagian dari rantai pasok manufaktur yang sedang diawasi ketat oleh AS.
  2. Apakah tarif ini langsung berlaku hari ini? Tidak. Harus melalui proses investigasi, komentar tertulis, dan dengar pendapat publik terlebih dahulu.
  3. Apa dampaknya bagi saham teknologi (Nasdaq)? Sangat sensitif. Masuknya Taiwan dan Korea Selatan dalam daftar dapat mengganggu suplai chip global.
  4. Kapan tarif ini akan benar-benar terasa? Pemerintah AS menargetkan bulan Agustus 2026 sebagai titik di mana tarif akan kembali ke level semula.
  5. Apakah emas aman dikoleksi saat ini? Secara historis, emas cenderung menguat saat terjadi ketidakpastian geopolitik dan perang dagang.
  6. Bagaimana dengan aset crypto? crypto sering dianggap aset berisiko. Jika dolar menguat tajam akibat ketidakpastian global, aset berisiko mungkin mengalami tekanan jangka pendek.
  7. Apakah investigasi ini bisa dibatalkan? Bisa, jika negara mitra setuju untuk mengubah kebijakan perdagangan mereka atau jika negosiasi mencapai kesepakatan baru.
  8. Siapa pejabat kunci di balik kebijakan ini? Jamieson Greer (USTR) dan Scott Bessent (Menteri Keuangan).

Sources 

  • https://www.cnbc.com/2026/03/11/trump-trade-investigations-ieepa-tariffs.html

Tetap update dengan berita pasar terbaru di Pluang agar Anda tidak tertinggal momentum!



Sumber : pluang.com

Siapa Saja Sih Pihak yang Terlibat dalam Pengelolaan Reksadana Kamu? Simak di Sini!  

Investasi reksadana belakangan menjadi buah bibir bagi kalangan muda. Betapa tidak, dengan imbal hasil yang rata-rata lebih baik dari bunga deposito namun proses yang tidak serumit trading saham, menjadi salah satu alasan investor kekinian untuk mulai masuk dan mencicip instrumen reksa dana. Meski mudah, namun ternyata banyak pihak yang terlibat dalam pengelolaan reksadana.

Nah dalam reksa dana, ada beberapa pihak yang terlibat. Mulai dari proses pembelian unit penyertaan (UP) reksa dana, sampai ketika investor menjual UP yang dimilki untuk kemudian di kirim ke rekening pribadi miliknya.

Memang, pihak-pihak ini memang tidak terlihat secara kasat mata saking mudahnya investasi reksadana. Sebab, dalam berinvestasi aset ini, investor memang hanya perlu duduk manis sambil menunggu imbal hasil yang diberikan.

Tidak seperti trading saham, dimana investor harus jeli dan memantau pergerakannya secara harian seorang diri. Ketika menjadi trader saham, investor hanya berhubungan dengan perusahaan sekuritas untuk bisa melakukan transaksi jual atau beli.

Nah, berikut ini merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan investasi reksadana. Mulai dari pembeli reksadana hingga lembaga keuangan tempat penyimpanan dana investor reksa dana.

Baca juga: Apakah Reksadana Itu Dan Bagaimanakah Cara Kerjanya?

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Investasi Reksadana

1. Investor Reksadana

Seperti layaknya investasi lainnya, dunia reksadana pun mengenal investor sebagai faktor utama permintaan aset tersebut. Investor reksadana merupakan pihak yang membeli produk reksa dana yang menjualnya adalah lembaga keuangan yang memilki lisensi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Nah. produk ini berisi portofolio efek yang nantinya akan dikelola oleh seorang Manajer Investasi. Jadi reksa dana sendiri merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat ke dalam satu produk.

Nantinya investor akan bisa melihat harga Unit Penyertaan (UP) dari masing-masing produk reksadana. Harga dari UP itulah yang menjadi dasar pembeliannya. Harganya bisa bergerak secara dinamis seiring dengan pergerakan pasar saham dan juga pasar keuangan.

Misalnya, seorang investor membeli produk reksa dana A sebesar Rp1.000.000 dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) /UP Rp2.000 per unit. Berarti investor tersebut akan memiliki 500 UP reksa dana.

2. Manajer Investasi

Setelah investor memutuskan untuk membeli UP di produk reksa dana tertentu, maka pihak yang terlibat berikutnya adalah Manajer Investasi (MI). Di sini, tugas seorang MI adalah mengelola portofolio efek yang ada di dalam reksa dana.

Misalnya, seorang investor sudah memutuskan untuk membeli reksadana saham. Maka MI akan mengelola dana yang ada di reksadana tersebut ke saham-saham yang sudah disepakati sebelumnya.

Informasi portofolio efek yang dikelola biasanya sudah tersaji dalam produk reksadana yang ditawarkan. Jadi investor bisa memilih mana jenis reksa dana yang paling sesuai dengan profil risikonya.

Begitu juga jika investor sudah memutuskan untuk membeli reksadana pasar uang, MI yang akan mengelola dana nasabah ke dalam instrumen investasi yang ada di pasar uang, mulai dari Surat Berharga Negara, Obligasi jangka pendek dan jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

Nantinya investor akan mendapatkan laporan dari transaksi setiap bulannya dari lembaga keuangan tempat membeli produk reksa dana.

3 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)

Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) adalah institusi keuangan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa mengelola dana investasi yang masuk sekaligus memasarkannya. APERD terdiri dari bank, perusahaan sekuritas ataupun perusahaan yang berbasis teknologi finansial (tekfin).

Selain itu, juga ada Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), yang berarti orang yang telah mendapatkan sertifikasi dari OJK untuk memasarkan produk reksadana. Izin ini biasanya hanya berlaku selama dua tahun dan bisa diperpanjang kembali.

Investor bisa membeli produk reksa dana lewat APERD ataupun WAPERD, karena WAPERD sendiri juga disyaratkan untuk bekerja di perusahaan yang sudah mendapatkan izian APERD.

4. Bank Kustodian

Pihak berikutnya yang terlibat dalam reksadana adalah Bank Kustodian. Lembaga keuangan ini bertugas menyimpan investor reksa dana sekaligus mengadministrasikannya.

Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 24/POJK.04/2017 tentang Laporan Bank Umum sebagai Kustodian disebutkan bahwa bank kustodian sebagai bank umum yang sudah memiliki persetujuan OJK dalem kegiatan kustodian atau penitipan efek maupun harta rekening investasi nasabahnya.

Tugas dari bank Kustodian adalah menghitung berapa NAB dari reksa dana yang dimiilki investor dan juga melaporkan kegiatan transaksinya dalam periode tertentu ke nasabah.

Baca juga: Investor Pemula Wajib Tahu! Simak Istilah Umum Reksa Dana Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



Sumber : pluang.com

Mastercard Gandeng 85 Raksasa Crypto dalam “Crypto Partner Program”

Langkah ini menandai pergeseran besar dimana aset digital bukan lagi sekadar instrumen spekulasi, melainkan solusi praktis untuk infrastruktur keuangan dunia.

Beli Saham MA di Sini!

Beli Coin XRP di Sini!

Transaksi AVAX di Sini!

Beli Coin SOL di Sini!

Key Takeaways

  • Adopsi Institusional Skala Masif: Mastercard merangkul lebih dari 85 mitra crypto-natif (Binance, Ripple, Solana) untuk mengintegrasikan blockchain ke dalam sistem pembayaran global.
  • Pergeseran Fokus ke Utilitas: Industri kini berpindah dari spekulasi harga ke penggunaan praktis seperti remitansi lintas batas, penyelesaian (settlement) B2B, dan aset terprogram.
  • Sinergi Perbankan & Web3: Kolaborasi dengan Ava Labs (Avalanche) menunjukkan minat besar lembaga keuangan (seperti SMBC Jepang) untuk membangun infrastruktur di atas blockchain yang skalabel.
  • Aksesibilitas crypto: Program ini bertujuan agar aset digital dapat digunakan semudah menggesek kartu kredit di merchant seluruh dunia.

Siapa Saja Raksasa Crypto yang Terlibat?

Mastercard tidak tanggung-tanggung dalam memilih mitra. Program ini menyatukan pemain kunci dari berbagai lini industri crypto, antara lain:

  • Bursa Crypto Terbesar: Binance, Crypto.com, Bybit, dan Gemini.
  • Protokol Pembayaran & Stablecoin: Ripple (XRP), PayPal, MoonPay, dan Circle (penerbit USDC).
  • Jaringan Blockchain Utama: Solana, Avalanche (Ava Labs), Aptos, dan Polygon.
  • Layanan Institusional: Anchorage Digital, Nexo, Paxos, serta firma intelijen crypto seperti Elliptic dan TRM Labs.

Mastercard Mulai Jembatani “On-Chain” dengan Ekonomi Global

Tujuan utama dari program ini adalah mengintegrasikan kecepatan dan programabilitas teknologi blockchain ke dalam jaringan kartu Mastercard yang sudah mapan.

Dalam pernyataan resminya, Mastercard menekankan bahwa fokus utama kolaborasi ini adalah pada aplikasi praktis seperti:

  1. Remitansi Lintas Batas: Pengiriman uang antarnegara yang lebih murah dan cepat.
  2. Transfer B2B: Efisiensi pembayaran antar perusahaan.
  3. Penyelesaian (Settlement) Instan: Mengurangi ketergantungan pada sistem koresponden bank yang lambat.

“Melalui program ini, para partisipan akan bekerja sama dengan tim Mastercard untuk merancang masa depan produk keuangan yang menggabungkan inovasi on-chain dengan arus perdagangan global yang terpercaya,” tulis Mastercard dalam blog resminya.

Sorotan Khusus: Peran Avalanche (Ava Labs)

Salah satu mitra strategis yang menonjol adalah Ava Labs, pengembang blockchain Avalanche (AVAX). Bergabungnya Ava Labs menegaskan posisi Avalanche sebagai infrastruktur pilihan bagi institusi.

Teknologi Avalanche yang memungkinkan pembuatan custom blockchain (Subnets) dinilai sangat cocok untuk kebutuhan perbankan. Sebelumnya, bank raksasa Jepang, SMBC, juga telah menjajaki kerja sama dengan Ava Labs untuk pengembangan stablecoin guna memangkas biaya transaksi internasional.

Comparison Table: TradFi vs. Mastercard Crypto Program

Fitur

Perbankan Tradisional (TradFi)

Mastercard Crypto Program

Kecepatan

1–3 Hari Kerja (Internasional)

Hampir Instan (Real-time)

Biaya

Tinggi (Biaya admin + Kurs)

Jauh lebih rendah (Gas fee + Minimal spread)

Transparansi

Tertutup (Ledger Bank)

Terbuka (Public/Private Blockchain)

Ketersediaan

Jam Kerja Bank

24/7/365

Apa Dampaknya Bagi Investor Crypto di Pluang?

Inisiatif Mastercard ini memberikan sinyal positif bagi adopsi massal (mass adoption) crypto. Bagi pemilik aset seperti XRP, AVAX, SOL, atau MATIC (Polygon), integrasi ini memperkuat fundamental aset-aset tersebut sebagai bagian dari sistem keuangan masa depan, bukan sekadar komoditas digital.

Dengan dukungan infrastruktur pembayaran sebesar Mastercard, hambatan antara saldo crypto dan belanja sehari-hari akan semakin tipis.

Risks & Considerations 

  • Risiko Regulasi: Perubahan kebijakan pemerintah terhadap bursa seperti Binance atau aset seperti XRP dapat memengaruhi jalannya program ini.
  • Volatilitas Aset: Meskipun menggunakan infrastruktur Mastercard, nilai aset crypto (kecuali stablecoin) tetap fluktuatif.
  • Keamanan Siber: Walaupun bermitra dengan firma intelijen (Elliptic), risiko hacking pada dompet digital atau smart contract tetap ada.
  • Ketergantungan Teknologi: Gangguan pada jaringan blockchain (misalnya network outage) dapat menghentikan arus transaksi.

 FAQ

  1. Apakah saya bisa langsung belanja pakai crypto dengan kartu Mastercard? Ya, melalui mitra seperti Binance atau Crypto.com yang terhubung ke program ini, crypto Anda akan dikonversi otomatis ke mata uang lokal saat transaksi.
  2. Apa peran Ripple (XRP) dalam program ini? Ripple fokus pada infrastruktur pembayaran antar bank untuk pengiriman uang lintas batas yang lebih efisien.
  3. Kenapa Avalanche (AVAX) dianggap penting? Karena arsitekturnya memungkinkan institusi membuat “Subnet” atau blockchain privat yang tetap terhubung ke ekosistem global.
  4. Apakah biaya transaksinya akan lebih murah? Tujuannya adalah mengurangi biaya perantara, sehingga biaya total bagi pengguna akhir seharusnya lebih kompetitif dibanding transfer bank konvensional.
  5. Apakah program ini tersedia di Indonesia? Mastercard beroperasi secara global, namun implementasi spesifik bergantung pada regulasi lokal (Bappebti/BI).
  6. Aset apa saja yang didukung? Utamanya stablecoin (USDC, PYUSD) dan aset besar seperti BTC, ETH, SOL, AVAX, dan XRP.
  7. Apakah aman menggunakan layanan ini? Mastercard menerapkan standar keamanan ketat dan bekerja sama dengan firma analitik untuk mencegah pencucian uang (AML).
  8. Apakah ini berarti harga XRP atau AVAX akan naik? Berita ini adalah fundamental positif, namun harga tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar makro dan dinamika supply-demand.

Sources 

Anda bisa memantau pergerakan harga AVAX, XRP, SOL, dan aset lainnya secara real-time melalui aplikasi Pluang.

Disclaimer: Investasi aset crypto memiliki risiko tinggi. Pastikan Anda melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.



Sumber : pluang.com