Category: Tempat makan

  • Jangan Ngaku Anak Jaksel Kalau Belum Nyobain 5 Kuliner ‘Adat Jaksel’ Ini


    Jakarta

    Dalam unggahan akun X @txtdrkuliner ramai netizen membagikan kuliner yang tergolong sebagai andalan anak jakarta selatan. Pilihannya jatuh kepada gultik hingga dimsum.

    Berbagai tempat makan enak bisa ditemui di kawasan Jakarta Selatan dengan pilihan kuliner tradisional, kuliner Asia, sampai kafe kekinian.

    Di antara banyaknya tempat makan, ada beberapa yang dianggap sebagai andalan anak-anak di Jakarta Selatan atau disebut ‘Anak Jaksel’.


    Pilihan kuliner ini tidak hanya dianggap sebagai tempat makan biasa, tetapi juga menjadi tempat hits bagi para anak jaksel untuk nongkrong dan menghabiskan waktu.

    Di forum X, akun @txtdrkuliner (24/9/2025) mengunggah cuitan, bertanya terkait kuliner apa yang dianggap sangat ‘anak Jaksel’.

    Cuitan tersebut berbunyi, “Kuliner yang menurutmu Jaksel abis apa?”

    Unggahan tersebut lantas ramai dikomentari netizen yang menyebut beberapa tempat andalan anak Jakarta Selatan.

    Berikut 5 tempat yang paling banyak disebut sebagai andalan anak Jakarta Selatan :

    1. Gulai Tikungan (Gultik)

    Malam Minggu Enaknya Makan Gulai Tikungan Murah di Blok MGultik atau gulai tikungan menjadi salah satu andalan anak Jaksel. Foto: detikFood

    Gulai Tikungan dikenal sebagai kuliner kaki lima yang dinikmati oleh warga Jakarta Selatan, baik yang muda maupun sudah berumur.

    Penjual gulai tikungan biasanya ditemukan di area depan mall Blok M Plaza. Pengunjung tinggal memilih penjual mana yang sekiranya cocok dengan mereka.

    Rasa dan harga yang ditawarkan para penjual gultik mirip-mirip. Seporsinya dibanderol sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000.

    Makanan ini identik dengan porsinya yang kecil. Sepiringnya terdiri dari nasi dengan potongan daging dan siraman kuah gulai. Pengunjung biasanya baru puas setelah menyantap 2 sampai 3 piring sekaligus.

    Penjual gultik di sekitar Blok M ini biasanya puka mulai pukul 17.00 WIB hingga larut malam.

    2. Roti Bakar Pak Eddy

    Roti Bakar EddyRoti Bakar Eddy juga menjadi tempat nongkrong banyak anak Jaksel. Foto: Roti Bakar Eddy

    Selain yang berat-berat, anak-anak Jakarta Selatan biasanya juga suka nongkrong santai sambil menikmati roti bakar di Roti Bakar Pak Eddy.

    Penjual roti bakar ini salah satu yang legendaris karena sudah berjualan sejak tahun 1971. Gerai pertamanya ada di belakang Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta. Meski sekarang sudah punya banyak cabang tetapi gerai pertama tersebut tetap menjadi andalan warga Jakarta Selatan.

    Roti bakar yang ditawarkan punya tekstur garing dan empuk. Proses pembakaranya juga menggunakan api arang. Varian isiannya ada banyak, mulai dari cokelat keju, meses cokelat, kacang cokelat, hingga kornet telur.

    Harganya juga terjangkau, dibanderol sebesar Rp 12.000 sampai Rp 23.000 an.

    3. Sate Taichan

    Food Spot Sate TaichanKenikmatan sate taichan yang enak dan murah juga jadi andalan para anak Jakarta Selatan. Foto: Google Review

    Anak-anak Jakarta Selatan juga sering menikmati hidangan sate taichan. Sate ini terbuat dari daging ayam yang dibakar dengan bumbu minimalis dan disajikan bersama sambal.

    Penjual sate taichan bisa ditemukan di beberapa kawasan Jakarta Selatan, seperti di daerah Senayan. Di Blok M hingga kawasan Jalan Sungai Sambas juga banyak ditemukan penjual sate taichan.

    Di Tebet juga ada penjual sate taichan favorit banyak anak Jaksel, namanya Sate Taichan Bang Yoyo. Saking ramainya dalam sehari mereka bisa menjual 1000 tusuk sate.

    Sate di tempat ini terkenal enak karena dagingnya tebal-tebal dengan tekstur yang masih juicy. Mereka juga punya menu sate taichan krispi yang tidak kalah enak.

    4. Haka Dimsum Blok M

    Jangan Ngaku Anak Jaksel Kalau Belum Nyobain 5 Kuliner 'Adat Jaksel' IniHaka Dimsum juga menjadi spot hits para anak Jaksel untuk nongkrong dan berkumpul. Foto: Instagram @hakadimsum

    Kawasan Blok M sudah tidak perlu diragukan lagi popularitasnya di antara anak-anak Jakarta Selatan. Salah satu gerai yang tidak pernah sepi pembeli yaitu Haka Dimsum. Sejak awal buka sampai sekarang restoran dimsum modern ini selalu diantre panjang.

    Mereka dikenal menawarkan berbagai macam pilihan dimsum, mulai dari yang dikukus sampai digoreng. Varian rasanya ada yang gurih dan manis. Mereka juga punya menu bubur, nasi, dan olahan mie.

    Selain menu yang beragam, restoran ini juga punya konsep Hongkong klasik dengan elemen retro yang nyaman. Tempat ini dianggap pas untuk kumpul bersama keluarga atau teman.

    5. Warpopski

    Tak hanya di daerah Blok M atau Senayan, daerah Tebet juga seringkali jadi andalan warga Jakarta Selatan untuk berburu kuliner.

    Salah satu tempat makan yang populer di Tebet, Warpopski yang menawarkan hidangan nasi dengan kreasi lauk unik. Pilihannya terdiri dari nasi cumi cabe hijau, nasi siram tunjang, nasi telur dadar jumbo gulai, dan masih banyak lagi.

    Pengunjung yang datang juga dituntut untuk selalu disiplin saat makan di sini. Pengunjung hanya boleh ambil sambal secukupnya dan makanan yang dipesan tidak boleh tidak habis. Kalau ketahuan, mereka akan mengunggah piring pengunjung di Instagram.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Uniknya Mie Ayam Topping Ati Ampela dan Uritan H. Batong Sejak 1978


    Jakarta

    Mie ayam di warung ini istimewa dengan topping ati ampela dan uritan. Racikan ini ternyata sudah diusung pemilik Pangsit H. Batong sejak 1978. Begini kisahnya.

    Pangsit H. Batong sempat viral di kalangan foodies dan food vlogger. Ternyata Pangsit H. Batong termasuk legendaris di Jakarta Selatan. Bertemu dengan sang pemilik, Sumardi, ia mengungkapkan jika sudah berjualan mie ayam sejak 1978.

    “Kalau jualan mie ayam sudah lama, dari 1978. Waktu itu saya jualan keliling. Terus sekarang mangkal di sini,” ungkap Sumardi kepada detikFood (8/10/2024).


    Lokasi berjualannya kini ada di Jalan H. Batong I No. 89, Cilandak, Jakarta Selatan. Nama yang digunakan oleh Sumardi ini juga merujuk pada lokasinya.

    Mie ayam khas Jawa yang manis

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Warung Pangsit H. Batong ada di kawasan Cilandak. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Sumardi berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Karena itu ia mengusung racikan mie ayam ala Jawa Tengah yang rasanya dominan manis.

    Ayam kecapnya dibumbui pekat. Sumardi tak hanya menggunakan daging ayam saja, tapi juga jeroan. Kami melihat ada campuran uritan (telur muda) dan ati ampela.

    Uritan dan ati ampela ini juga disajikan melimpah sebagai topping. Ini juga yang membuat racikan mie ayam Sumardi populer dan disukai banyak orang.

    Racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan ini juga sudah ada sejak awal Sumardi berjualan. “Iya, topping ati ampela itu sudah dari dulu. Ternyata banyak yang suka, ya saya lanjutin,” katanya.

    Mie ayam dan yamien topping jeroan melimpah

    Pangsit H. Batong, racikan mie ayam topping ati ampela dan uritan yang ada sejak 1978Mie ayam dengan topping jeroan melimpah jadi keunggulan H. Batong. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Seporsi mie ayam dan yamien masing-masing dibanderol sekitar Rp 26 ribu. Isinya ada topping ayam kecap, ati ampela, uritan, dan bakso. Sayangnya, kami kehabisan topping baksonya.

    Selain itu, Sumardi juga menawarkan tambahan ceker atau tulangan yang dapat dinikmati gratis. Pelengkap ini akan diberikan jika pelanggannya ingin saja.

    Mie ayam di sini berbumbu gurih manis dan agak pedas. Untuk tekstur mienya juga bisa dipilih sesuai selera, ingin setengah matang atau matang yang agak lembek.

    Topping ati ampela dan uritan benar-benar melimpah. Setiap suapan kami bisa merasakannya. Untuk ati ampelanya juga tak terasa amis, bumbunya juga sangat meresap. Bagi pencinta ati ampela, racikan mie ayam ini patut dicoba.

    Untuk pelengkapnya, Sumardi juga telah menyediakan pangsit goreng. Pangsit goreng itu disediakan satu mangkuk, bahkan bisa menambah jika dirasa kurang.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nikmat Banget! Di Sini 5 Tempat Makan Nasi Ayam plus Sambal Menyengat


    Jakarta

    Sepiring nasi hangat dengan ayam goreng dan sambal pedas menjadi menu makan siang nikmat. Kenikmatannya bisa dirasakan di 5 tempat ini.

    Bingung makan siang apa? Kalau mau yang sudah pasti nikmat dan memuaskan, kamu bisa menikmati nasi ayam goreng. Agar lebih nikmat, bisa pesan sambal pedas. Biasanya penjual juga menawarkan tambahan tahu, tempe, dan lalapan.

    Di Jakarta ada beberapa tempat yang menawarkan hidangan nasi lauk ayam goreng yang disajikan dengan sambal khusus. Beberapa juga tidak hanya menawarkan 1 jenis sambal karena bisa sampai 4 jenis sambal sekaligus.


    Kalau tertarik, coba mampir ke 5 tempat makan nasi ayam goreng sambal spesial ini:

    1. Mades Sambal Asap

    Mades warungMades warung menawarkan aneka lauk dengan empat macam sambal spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Di Wijaya hadir tempat makan baru yang punya menu nasi enak, lauk, dan empat pilihan sambal. Konsepnya sebenarnya prasmanan, tetapi kalau mau praktis bisa langsung pilih menu paket.

    Misalnya paket Ngasep 3 yang seporsi sudah dapat nasi, ayam goreng, tahu/tempe, tumis kangkung, sambal, dan air putih/es teh tawar. Harganya Rp 55.000 saja. Nasinya juga bisa pilih mau nasi putih, nasi gurih, nasi merah, atau nasi daun jeruk. Begitu juga dengan potongan ayam gorengnya yang bisa pilih dada atau paha.

    Sedangkan untuk sambalnya, tersedia 4 jenis sambal asap yaitu Mades asap (sambal mercon), ijo asap, hitam rempah asap (mirip sambal bumbu bebek Madura), dan terasi bakar asap. Kalau suka pedas bisa pilih Mades asap yang gurih, asin, dengan sentuhan pedas cukup kuat.

    Mades Spesial Sambal Asap beralamat di Jl. Wijaya II No.123, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160. Buka setiap hari pukul 10.00 – 22.00 WIB.

    2. Ayam Sambal Melawai

    Nikmat! Ini 5 Tempat Makan Nasi Ayam dengan Pilihan Sambal Pedas MenyengatAyam Sambal Melawai juga punya kenikmatan ayam goreng dengan 4 macam sambal berbeda. Foto: Instagram @arapaima.jpg

    Kenikmatan nasi ayam goreng dengan sambal juga bisa ditemukan di daerah Melawai, Blok M. Mereka punya menu ayam goreng dengan kremesan nikmat. Ayamnya juicy dengan potongan cukup besar.

    Kalau beli ayam goreng, sudah sekaligus dapat 4 jenis sambal yaitu sambal rempah, tempong, chili flakes, dan cabe garam. Tingkat kepedasan keempat sambal ini berbeda-beda, ada yang biasa saja sampai yang pedasnya nyelekit di tenggorokan.

    Selain ayam goreng, bisa pesan menu lain, seperti kulit goreng cabe garam hingga tulang rangu. Karbohidratnya juga bisa pilih nasi cobek atau mie goreng.

    Kalau tertarik bisa mampir ke Blok M Square, depan Pintu GF 4-2, Jaksel. Buka setiap hari pukul 11.30 – 22.00 WIB.

    3. Sambal Bejo Bangdo

    Nikmat! Ini 5 Tempat Makan Nasi Ayam dengan Pilihan Sambal Pedas MenyengatKalau suka menikmati nasi dengan ayam goreng sambal hijau, bisa mampir ke sini. Foto: Instagram @lukamangskalaskasming

    Kalau warung makan ini spesial menyajikan sambal ijo yang pedas segar. Awalnya dari Malang, lalu mereka buka cabang di Jakarta.

    Tersedia menu lauknya saja hingga paket mulai dari Rp 18.000 yang disajikan dengan telur.

    Sedangkan untuk paket nasi ayam penyet dengan es teh jumbo harganya dibanderol Rp 30.000. Ayamnya dipenyet lalu dilumuri dengan sambal ijo melimpah yang rasa pedasnya bikin ketagihan. Semakin enak karena ada tambahan jeruk limo yang bisa diperas ke atas sambalnya.

    Sambal Bejo Bangdo bisa ditemukan di Blok M Square , Lobby Mutiara. Buka setiap hari pukul 11.00 – 22.00.

    4. Ayam Kampung Sambal Teh Nani

    Kenikmatan ayam goreng kampung juga bisa dirasakan di restoran Ayam Kampung Sambal Teh Nani. Mereka menawarkan lauk ayam goreng disajikan dengan sambal dadak segar. Namun kalau mau yang lebih pedas bisa pilih sambal setannya.

    Selain ayam goreng, di sini juga tersedia lauk paru, kulit, tahu, tempe, hingga jukut goreng. Pilihan nasinya juga ada dua yaitu nasi putih dan nasi uduk.

    Harga paketannya dibanderol mulai dari Rp 30.000 an saja sudah dapat ayam, jukut, dan dua variasi sambal.

    Lokasi tepatnya di Jl. Griya Loka Niaga No.16, Rw. Buntu, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia. Buka setiap hari pukul 11.00 – 23.00 WIB.

    5. Sambal Cobek Bu Yudhi

    Nikmat! Ini 5 Tempat Makan Nasi Ayam dengan Pilihan Sambal Pedas MenyengatDi sini bisa menikmati ayam goreng dengan sambal kacang pedas. Foto: Instagram @kedaicobekbuyudhi

    Sambal Cobek Bu Yudhi juga menjadi pilihan yang tepat buat para mahasiswa karena lengkap dan harganya terjangkau.

    Harganya mulai dari Rp 22.000 dan bisa isi ulang nasi sepuasnya.

    Pilihan paketnya beragam, ada cobek 1, cobek 2, cobek, 3, dan cobek 4. Kalau memilih menu cobek 1 saja sudah memuaskan karena sepaketnya terdiri dari nasi, ayam, dan sambal. Tingkat kepedasan sambalnya bisa disesuaikan mulai dari level satu sampai level 10.

    Kalau pesan ayam original, ayam gorengnya hanya dikasih bumbu kacang, tidak ada cabainya.

    Ayam goreng ini bisa ditemukan di Jln. Raya Blvd Permata Medang, Tangerang.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Weekend di Kelapa Gading? Wajib Coba 7 Tempat Makan Populer Ini!


    Jakarta

    Kelapa Gading juga layak disebut sebagai surga kuliner Jakarta. Dari iga bakar, bubur legendaris, hingga burger kekinian, ini tujuh tempat makan paling populer di sana!

    Kelapa Gading sudah lama dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner paling ramai di Jakarta. Setiap sudutnya dipenuhi deretan tempat makan menggoda, mulai dari jajanan kaki lima legendaris hingga restoran modern dengan konsep kekinian.

    Tak heran, kawasan ini selalu jadi destinasi favorit bagi pecinta kuliner dari berbagai penjuru ibu kota. Di sini, pilihan kuliner tak ada habisnya.


    Kamu bisa menemukan menu khas Nusantara seperti sop konro dan iga bakar yang gurih, hingga cita rasa oriental seperti bubur ayam Mayong yang legendaris di pagi hari. Tak ketinggalan, deretan resto modern seperti Kibo Smash Burger juga menambah variasi rasa untuk generasi muda pencinta burger yang juicy.

    Baca juga: Penjual Bubur Aduk Makanan pakai Bor, Netizen Puji sekaligus Heran

    Berikut ini 7 tempat makan populer di Kelapa Gading yang layak dicoba:

    Kuliner Kelapa GadingAda iga bakar enak di Kelaoa Gading dari Atu Dua Iga. Foto: Google Review

    1. Satu Dua Iga (Atu Dua Iga)

    Tempat ini dikenal sebagai rumah makan spesialis iga sapi. Menu andalan mereka adalah iga kuah Thai berupa iga disiram kuah asam-pedas dengan basil dan iga bakar lengkap dengan kentang goreng ditambah corn ribs sebagai pelengkap.

    Untuk kisaran harga, satu porsi iga bisa mencapai sekitar Rp 100.000an di salah satu varian menu steak/iga yang komplet. Lokasinya berada di Jl. Raya Kelapa Hybrida No. 17 Blok RB-1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya setelah PHD Kelapa Gading.

    2. Bubur Khas Manyong (Bubur Ayam Khas Mayong)

    Bubur Khas Manyong atau Bubur Ayam Khas Mayong menjadi salah satu bubur ayam legendaris di wilayah Kelapa Gading. Menu khasnya adalah bubur ayam lengkap dengan topping seperti sate kulit, usus, ati, telur puyuh, dan sambal pedas menyengat.

    Kisaran harga seporsi buburnya mulai dari Rp 23.000an. Lokasi Bubur Mayong di Kelapa Gading ada di Jl. Boulevard Timur No. 54-55, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    3. Marannu

    Rumah Makan Marannu adalah restoran khas Makassar yang cukup dikenal di Kelapa Gading, terutama bagi penggemar masakan Sulawesi. Menu spesial yang ditawarkan antara lain konro bakar, sop konro, coto Makassar, serta ikan bakar khas Makassar.

    Harga menu yang ditawarkan mulai dari Rp 40.000an per porsi. Lokasinya berada di Jalan Boulevard Raya Blok TA2, No.27, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

    4. Warung SCI

    Warung SCI (Prikphun Manow) adalah restoran kecil dengan konsep fusion antara masakan Thai dan Peranakan. Menu unggulan mereka adalah Tom Yum utara dan berbagai olahan laut dengan citarasa Thai atau peranakan.

    Harganya dipatok mulai dari Rp 50.000an tergantung jenis menu yang ingin dipesan pelanggan. Lokasi terletak di Jl. Raya Kelapa Hybrida Blok QJ9 No. 25, Kelapa Gading, Jakarta Utara (seberang Sekolah Penabur)

    5. Kibo Smash Burger

    Kibo Smash Burger adalah restoran burger gaya smash burger. Ciri khasnya terdapat pada patty ditekan tipis dan dimasak hingga renyah di luar namun juicy di dalam. Menu unggulan mereka adalah burger dengan patty aneka saus.

    Harga burger di Kibo relatif terjangkau, dari sekitar Rp 30 ribuan untuk burger standar. Lokasi tempat makan ini berada di lantai kedua Inori Ice atau Jl. Raya Kelapa Gading Hybrida No.31, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

    Kuliner Kelapa GadingJika ingin kuliner berkuah hangat bisa datang ke Misoa Wang. Foto: Google Review

    6. Misoa Wang

    Penikmat makanan khas Chinese dengan kuah kaldu gurih cocok datang ke sini. Racikan misoa yang lembut bisa menjadi pilihan untuk asupan makanan yang gurihnya menghangatkan tubuh.

    Lokasi Misoa Wang berada di Jalan Boulevard Raya No.16A, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara. Harga per porsi misoa di sini dipatok Rp 40.000an per porsi.

    7. Kinkindon

    Gyudon yang gurih juicy dengan porsi menggunung bisa dinikmati di Kinkindon. Menu bernama Volcano Don menjadi yang diandalkan dan paling banyak dipesan pelanggannya di sini.

    Harga seporsi gyudon di Kinkindon dibanderol mulai dari Rp 60.000an tergantung menu yang dipesan. Untuk menyambanginya bisa langsung datang ke Jl. Boulevard Raya No.21-22, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nasi Liwet Ayam Goreng Rp 20 Ribu Viral di Jakbar, Ludes dalam 3 Jam!


    Jakarta

    Di Jakarta Barat ada penjual nasi liwet ayam goreng yang menunya komplet dan harganya murah meriah. Saking lakunya, mereka bisa habiskan 200 ekor ayam hanya dalam waktu 3 jam!

    Nasi liwet dengan lauk ayam goreng telah menjadi salah satu menu favorit orang Indonesia. Dijual mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran modern.

    Perpaduan rasa gurih santan yang dimasak dengan rempah ditambah aroma ayam goreng renyah menciptakan sensasi makan yang nikmat dan memuaskan. Kelezatannya bertambah ketika dimakan bersama sambal.


    Masakan khas Sunda ini mungkin mudah ditemukan di Jakarta. Namun ada salah satu warung yang belakangan ini menjadi sorotan. Namanya Nasi Liwet Pawon di daerah Jakarta Barat.

    Warungnya sederhana saja, hanya menempati bangunan kecil di pinggir jalan. Begitu sampai kamu bisa langsung melihat area dapur (pawon) yang dipakai untuk menggoreng hingga menyiapkan pesanan nasi liwet pelanggan.

    Area makannya juga terbatas. Ada meja panjang dan beberapa kursi di trotoar pinggir jalan yang bisa ditempati, tetapi kurang lebih hanya bisa menampung sekitar 4-5 orang. Oleh karena itu tidak sedikit yang lebih memilih pesan dibawa pulang.

    Meskipun belakangan ini baru ramai di media sosial, Nasi Liwet Pawon sebenarnya sudah terkenal sejak lama. Usaha tersebut dibangun tahun 2019 oleh pria asal Medan-Aceh bernama Aldi dan istrinya.

    Saat ini Nasi Liwet Pawon mungkin telah meraih kesuksesan besar, tetapi ada kisah menarik di baliknya.

    Berikut kisah menarik di balik Kesuksesan Nasi Liwet Pawon serta cita rasanya yang membuat banyak orang ketagihan :

    1. Usaha yang dibangun mantan karyawan kantoran

    Nasi Liwet PawonNasi Liwet Pawon usaha yang dimiliki Aldi, seorang mantan karyawan kantoran. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Nasi Liwet Pawon berawal dari Aldi yang ingin mencari penghasilan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

    Tahun 2019, Aldi masih menjadi seorang karyawan kantoran. Namun tiba-tiba ia jatuh sakit. Menurut Aldi, ia tidak bisa hanya mengandalkan pekerjaan sebagai karyawan kantoran.

    “Saya berpikiran anak saya ini kayak mana ke depannya ini? Kalau saya tiba-tiba sakit gitu kan? Kayaknya kalau mengandalkan kantor, gak worth it, saya pikir. Gak worth it, karena untuk sakit aja banyak protokolernya gitu lo,” ujarnya kepada detikFood (14/10).

    Atas dasar hal tersebut, Aldi memutuskan buka usaha kuliner. Aldi mengaku dirinya merupakan sosok penikmat kuliner. Sedangkan istrinya memang suka masak. Keduanya akhirnya mencari inspirasi ide jualan makanan yang mampu menarik perhatian banyak orang.

    “Nah saya cari inspirasi. Saya pergi ke Ciputat, saya lihat itu warung nasi liwet. Pembelinya banyak rame, tapi dia konsepnya udah kayak restoran lah,” cerita Aldi kepada detikFood.

    Saat Aldi mencoba datang untuk makan di restoran tersebut, menurutnya rasanya biasa saja. Namun Aldi penasaran mengapa restoran itu bisa bertahan.

    “Cuma kok dia bertahan, Apa karena tempatnya murah, sewa cost nya kecil, terus karyawan cost biayanya juga kecil kali. Coba deh,” ujar Aldi.

    Dari situ ia mencoba juga jualan nasi liwet ayam. Resepnya dikombinasikan antara resep dari Aldi dan istrinya.

    Setelah melihat warung makannya sangat ramai pembeli, akhirnya sekitar tahun 2020 Aldi keluar dari pekerjaan sebelumnya dan fokus berjualan.

    2. Berawal dari 1 ekor sampai 200 ekor ayam sehari

    Nasi Liwet PawonBerawal dari 1 ekor ayam, kini bisa habiskan 200 ekor sehari. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Nasi Liwet Pawon merangkak dari nol. Awalnya Aldi dan istri hanya mengolah 1 ekor ayam. Harga seporsi nasi liwet ayam goreng juga dulunya dibanderol hanya Rp 10.000 dengan komposisi yang sama seperti sekarang.

    Berawal dari 1 ekor ayam lama kelamaan kebutuhan akan ayam meningkat sampai saat ini mereka menyiapkan 200 ekor ayam setiap hari.

    “Dari ayam 1 ekor, 3 ekor, naik 10 ekor, naik 15 ekor, naik 17, naik 25 naik 50, naik 75, naik 100, naik 200 ekor,” ujar Aldi.

    Selain ayam goreng, Aldi juga menawarkan lauk lain, seperti ikan bawal dan ikan nila, serta kulit goreng.

    Tak hanya ayam gorengnya yang laku, tetapi lauk lainnya pun sama. Untuk kulit gorengnya, mereka bisa menghabiskan 60 kilogram sehari.

    Nasi Liwet Pawon juga biasa menyiapkan 60 kilogram nasi setiap hari. 55 kilogram khusus untuk nasi liwet dan 5 kilogram untuk nasi tutug oncom.

    Bahan-bahan makanan yang sudah disiapkan setiap harinya ini pun hanya ludes dalam waktu 3 jam saja.

    DetikFood menyaksikannya sendiri bagaimana warung tersebut sudah menutup gerainya di pukul 13.00 siang karena stok yang mereka siapkan sudah habis, padahal masih banyak pelanggan datang berharap bisa membeli nasi liwet tersebut.

    3. Nasi liwet ayam goreng dan nasi oncom ikan Rp 20 ribu

    Nasi Liwet PawonNasi Liwet ayam dan ikan goreng hanya 20.000. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kami memesan menu favorit banyak orang yaitu nasi liwet dengan lauk ayam goreng yang bisa dipilih mau bagian dada atau paha.

    Seporsi Rp 20.000 sudah komplet, ada nasi liwet, ayam goreng, tempe mendoan, ikan asin, lalapan, terong goreng, dan tiga macam sambal yaitu sambal bawang, sambal terasi, dan sambal kecap.

    Karena kami makan langsung di tempat, nasi liwetnya disajikan dalam piring rotan beralaskan daun pisang. Ukuran porsi nasi, ayam goreng, dan tempe mendoannya menurut kami cukup besar sehingga memuaskan.

    Nasi liwetnya punya aroma rempah sereh yang kuat tetapi rasanya tidak begitu gurih. Namun jadi seimbang saat dimakan bersama ayam goreng dan tempe mendoan yang cenderung lebih gurih.

    Jangan lupa dicocol ke sambal mereka. Kalau mau yang pedas, bisa cocol ke sambal bawang. Sambal bawangnya cukup berbeda karena pakai cabe ijo bukan cabe merah. Aroma dan rasa bawang putihnya pas, tidak terlalu mendominasi sehingga rasa pedas cabainya tetap tercecap kuat di lidah.

    Karena pedasnya cukup menyengat, sepertinya sambal bawang ini kurang cocok dinikmati mereka yang tidak bisa makan pedas.

    Nasi Liwet Pawon3 macam sambal yang disajikan oleh Nasi Liwet Pawon. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sambal terasinya juga tak kalah enak. Terasinya punya aroma dan rasa yang tipis tetapi tetap memberikan sentuhan khas. Rasa pedasnya juga lebih ringan. Kalau sambal kecapnya punya cita rasa pedas manis yang pas. Sangat nikmat menjadi cocolan tempe mendoan.

    DetikFood juga pesan menu paket ikan bawal goreng dengan nasi tutug oncom.

    Ukuran ikan bawal tawarnya sedang, digoreng dengan tingkat kematangan pas. Bagian luarnya agak renyah, tetapi dagingnya tetap lembut. Tidak tercium atau terasa aroma tanah sama sekali pada ikannya.

    Ikan bawal ini cocok juga dinikmati dengan nasi tutug oncom yang pakai oncom kacang. Rasa oncomnya tidak begitu kuat dan nasinya juga tidak gurih, sehingga terasa pas dinikmati bersama ikan gorengnya.

    4. Kulit goreng krispi yang jadi andalan

    Nasi Liwet PawonMenu kulit yang tak kalah jadi juara. Seporsi hanya Rp 15 ribu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu yang ditawarkan Nasi Liwet Pawon awalnya tidak sekomplet sekarang. Dulunya hanya nasi liwet dengan ayam goreng. Karena tempat sewa di lokasi saat ini mahal, Aldi mencari keuntungan lebih dengan menjual lauk lainnya.

    Satu per satu mereka mencoba menjual lauk baru dan ternyata mendapat antusias besar dari pelanggan.

    Aldi mengungkap, “Karena di sini lebih mahal sewanya daripada itu saya tambah menu. Oncom coba. Lalu oncom pake ikan, tambah ikan. Nah dihantam ikan naik lagi saya kak.”

    Menu kulit goreng awalnya juga tidak ada. Sampai istrinya berinisiatif menghadirkan menu tersebut.

    Aldi lanjut menjelaskan, “Selanjutnya istri saya coba tambah kulit. Awalnya kata dia kulit diapain ya di tusuk-tusuk tapi repot lah karena saya orang kantoran dulu jadi cari yang praktis aja.”

    Nasi Liwet PawonTekstur kulitnya pas dengan rasa bumbu gurih menyerap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Aldi dan istri akhirnya hanya menggoreng kulit yang sudah dibumbui sampai teksturnya pas.

    Berawal dari hanya 3 kilogram sehari, ternyata pelanggan Nasi Liwet Pawon suka. Bahkan menurut Aldi kulit menjadi menu nomor satu di Nasi Liwet Pawon. Lama kelamaan naik, sampai akhirnya mereka stock 50-60 kg kulit sehari.

    Kulit yang dipakai oleh Aldi juga terjamin bersih dan berkualitas. Diberi bumbu yang kurang lebih sama seperti ayam lalu digoreng dalam minyak panas.

    Untuk paket nasi liwet kulit, harganya lebih murah yaitu Rp 15.000 saja. Namun komposisinya tetap sama dengan paket lain. Kami juga pesan seporsi kulit goreng lagi dengan tambahan tahu goreng.

    Irisan kulit-nya tebal, teksturnya pas, tidak terlalu kering maupun basah. Jadi saat digigit pertama kali masih ada sensasi kriuk lalu disusul dengan tekstur kulit yang kenyal.

    Menurut kami menu ini paling spesial karena rasa gurih bumbunya terasa kuat tetapi tidak berlebihan. Bumbunya juga lebih menyerap ke dalam dibandingkan ayam goreng atau ikan.

    Dimakan begitu saja sebagai camilan sudah enak, tetapi supaya lebih puas bisa dinikmati bersama nasi liwet dan tahu gorengnya.

    Nasi Liwet Pawon menjadi salah satu kuliner yang tidak pernah sepi pembeli. Mereka juga menerima banyak pesanan online via WhatsApp (WA).

    Oleh karena itu, kalau mau makan di sini sebaiknya pesan via WA terlebih dahulu atau datang langsung ke tempat sekitar pukul 10.00 WIB supaya tidak kehabisan.

    Bukanya juga tidak menentu. Jika mereka punya pesanan dalam jumlah besar, warungnya ditutup terlebih dahulu. Lokasi tepatnya ada di Gg. P1 No.Depan, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530. Kontak lebih lanjut bisa hubungi 0813-1580-4440.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Roti Bakar Enak dan Populer di Jakarta, Cocok Jadi Tempat Nongkrong!


    Jakarta

    Di Jakarta ada beberapa tempat makan roti bakar legendaris yang menggugah selera. Tempatnya juga pas buat pilihan nongkrong akhir pekan.

    Dari racikan klasik hingga yang kekinian dengan isian melimpah, roti bakar selalu punya tempat istimewa di hati pencinta kuliner. Tekstur rotinya yang lembut berpadu dengan isian manis atau gurih membuatnya cocok disantap kapan pun, dari sore maupun tengah malam.


    Berikut 7 rekomendasi roti bakar enak dan populer di Jakarta yang cocok untuk tempat nongkrong di akhir pekan.

    1. Roti Bakar 88

    Sudah eksis lebih dari dua dekade, Roti Bakar 88 menjadi salah satu destinasi wajib bagi pencinta kuliner malam di Jakarta.

    Roti Bakar Enak dan Populer di JakartaRoti Bakar Enak dan Populer di Jakarta Foto: Site Culinary

    Berlokasi di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, tempat makan dua lantai ini selalu ramai pengunjung yang datang untuk menikmati roti lembut buatan sendiri. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari roti asin berisi kornet, telur, dan keju mozzarella hingga varian manis seperti cokelat, pisang, dan Nutella.

    Roti bakar gula mentega menjadi menu nostalgia yang jarang ditemukan di tempat lain, sementara pilihan roti dengan tambahan es krim menawarkan sensasi baru. Semua menu dibanderol mulai Rp 25.000 dengan porsi yang besar dan mengenyangkan.

    2. Roti Bakar Kemang

    Roti Bakar Enak dan Populer di JakartaRoti Bakar Enak dan Populer di Jakarta Foto: Site Culinary

    Roti Bakar Kemang terkenal sebagai salah satu tempat nongkrong 24 jam di Jakarta Selatan. Dengan area luas dan rooftop modern yang nyaman, tempat ini jadi favorit anak muda untuk bersantai atau bekerja sambil menikmati kopi.

    Roti bakarnya disajikan dalam berbagai varian, mulai dari roti keju telur kornet yang gurih hingga roti cokelat kacang klasik yang manisnya pas. Untuk pencinta rasa kekinian, ada roti bakar Biscoff dengan isian melimpah.

    Menu roti bakar dengan topping es krim juga menjadi andalan karena menawarkan perpaduan sensasi panas dan dingin yang memanjakan lidah. Harganya mulai Rp 30.000, sepadan dengan suasana dan cita rasa yang ditawarkan.

    3. Roti Bakar Wiwied

    Berdiri sejak 1992 di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Roti Bakar Wiwied merupakan salah satu kedai roti bakar legendaris di Jakarta. Didirikan oleh Pak Widodo atau akrab disapa Wiwied, tempat ini menjadi saksi perjalanan kuliner malam anak Jakarta Selatan sejak era 90-an.

    Roti Bakar Wiwied : Roti Bakar Legendaris Tongkrongan Anak JakselRoti Bakar Wiwied : Roti Bakar Legendaris Tongkrongan Anak Jaksel Foto: detikFood

    Suasana kedainya sederhana, namun selalu ramai oleh pelanggan yang datang untuk menikmati roti bakar klasik buatan tangan dengan harga terjangkau. Roti bakar di sini terkenal karena teksturnya yang lembut dan isian yang pas di lidah.

    Selain roti, kedai ini juga menawarkan berbagai makanan ringan hingga berat dengan harga mulai Rp 12.000 saja dan buka hingga dini hari.

    4. Roti Bakar Eddy

    Menyebut kedai roti bakar populer di Jakarta, tak lengkap rasanya tanpa membahas Roti Bakar Eddy. Didirikan sejak 1971 oleh mendiang Bapak Eddy Supardi, kedai ini menjadi ikon kuliner malam yang tak lekang oleh waktu.

    5 Roti Bakar Kaki Lima Jadul di Jakarta yang Berusia Puluhan Tahun!rotbak Eddy Foto: Site Culinary/Visual

    Ciri khasnya terletak pada roti bakar buatan sendiri dengan tekstur empuk dan aroma khas. Varian rasa yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari cokelat, keju, pisang, hingga kornet telur yang gurih.

    Tak hanya roti bakar, kedai ini juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng dan siomay yang sama populernya. Dengan harga mulai Rp 20.000, Roti Bakar Eddy tetap menjadi pilihan utama bagi pencinta roti bakar jadul di Jakarta.

    5. Roti Bakar Cikajang

    Berlokasi di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Roti Bakar Cikajang sudah berdiri lebih dari 18 tahun dan dikenal dengan cita rasa klasiknya.

    Meski hanya berupa warung sederhana, pengunjungnya tak pernah sepi. Menu andalannya adalah roti bakar susu pisang serta roti cokelat keju kacang yang bikin kangen. Tak ketinggalan, ada juga varian rasa jadul seperti stroberi, srikaya, dan nanas.

    Selain varian manis, roti gurih seperti kornet telur keju juga banyak diminati. Kisaran harganya mulai Rp 20.000, menjadikannya tempat ideal untuk menikmati camilan malam dengan rasa autentik dan harga bersahabat.

    6. Wafa 99

    5 Roti Bakar Kaki Lima Jadul di Jakarta yang Berusia Puluhan Tahun!Wafa 99! Foto: Site Culinary/Visual

    Sudah beroperasi sejak 1982, Wafa 99 di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan, termasuk salah satu penjual roti bakar legendaris yang tetap eksis hingga kini. Dikenal dengan cita rasa khas dan harga terjangkau, tempat ini menjadi favorit pelajar dan warga sekitar.

    Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari roti srikaya, cokelat kacang keju, nanas, hingga stroberi. Tersedia pula varian gurih seperti roti kornet keju yang padat dan lezat.

    Selain itu, Wafa 99 juga menyajikan menu lain seperti Indomie racikan hingga pecel lele. Semua menu dapat dipesan melalui ojek online dengan harga makanan dari Rp 15.000 saja.

    7. Roti Bakar Japar 48

    Bagi warga Jakarta Timur, Roti Bakar Japar 48 di kawasan Pinang Ranti jadi pilihan andalan untuk nongkrong malam hari.

    Sudah berdiri selama belasan tahun, tempat ini terkenal dengan menu roti bakar beraneka rasa. Ada cokelat keju, pisang cokelat, blueberry keju, hingga srikaya yang lembut dan manis. Selain roti bakar, kedai ini juga menyajikan kebab panggang serta mie instan dengan topping kornet dan keju.

    Minuman seperti kopi, teh, hingga susu segar juga tersedia untuk melengkapi suasana santai. Dengan harga mulai Rp 17.000, Roti Bakar Japar 48 jadi tempat yang pas untuk nongkrong di Jakarta Timur.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Nasi Kulit Enak Murah di Jakarta, Mulai Rp 15 Ribuan Saja!


    Jakarta

    Buat yang sedang mencari makan siang enak, gurih, dan tetap ramah di kantong, deretan nasi kulit di Jakarta ini bisa jadi pilihan. Cek rekomendasinya yuk!


    Hidangan sederhana berbasis nasi dengan lauk kulit ayam goreng renyah memang selalu berhasil menggugah selera. Kini, banyak tempat makan yang menyajikan varian nasi kulit dengan beragam pilihan topping, mulai dari sambal pedas khas Indonesia, saus mentai yang creamy, hingga kol goreng dan serundeng gurih. Harganya pun terjangkau, rata-rata mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 40.000 per porsi, tergantung lauk dan porsi yang dipilih.

    Cabang beberapa resto nasi kulit ini juga tersebar di berbagai kawasan seperti Tebet, Pasar Minggu, hingga Bekasi. Kamu juga bisa menemukannya di aplikasi pesan antar.

    Simak 5 rekomendasi nasi kulit enak dan murah di Jakarta berikut:

    1. Nasi Kulit Mak Igun

    Nasi Kulit Mak Igun, nasi rames dengan topping kulit goreng crispy dan 15 lauk pendampingNasi Kulit Mak Igun, nasi rames dengan topping kulit goreng crispy dan 15 lauk pendamping Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ingin makan siang hemat tapi tetap puas? Coba Nasi Kulit Mak Igun di Jalan Pahlawan Revolusi No. 51, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Tempat makan milik Ivan Gunawan ini menyajikan nasi rames dengan topping kulit ayam goreng crispy yang gurih dan berbumbu ketumbar kuat.

    Satu porsi nasi rames lengkap dibanderol mulai Rp 15.400, berisi nasi putih, kulit goreng, oseng sayur, kuah gulai, dan sambal. Ada juga 15 pilihan lauk pendamping seperti oseng tempe, oseng ceker, ayam goreng bawang (Rp 11.900), oseng cumi (Rp 14.400), dan oseng daging kisi (Rp 17.900).

    Harga makanan lainnya mulai Rp 6.900 – Rp 15.400. Rasanya gurih, porsinya pas, dan cocok untuk makan siang yang ramah di kantong.

    2. Nasi Kulit Mak Judes

    Nasi Kulit Enak yang Murah Meriah di JakartaNasi Kulit Enak yang Murah Meriah di Jakarta Foto: Instagram Restaurant

    Bagi pencinta nasi kulit, Nasi Kulit Mak Judes bisa jadi pilihan makan siang hemat dan mengenyangkan.

    Tempat makan ini menawarkan berbagai menu lezat seperti Nasi Kulit Ayam Fillet (Rp 33.065), Nasi Kulit Jamur (Rp 25.195), Nasi Kulit Cumi Asin (Rp 36.000), hingga Paket Komplit (Rp 34.640).

    Cita rasanya gurih dengan kulit ayam renyah yang cocok disantap kapan saja. Cabangnya tersebar di Tebet, Kuningan, Kebagusan, Pejaten Barat, hingga Bekasi, dan mudah ditemukan melalui GoFood atau GrabFood.

    3. Nasi Kulit Gokskin

    Nasi Kulit Enak yang Murah Meriah di JakartaNasi Kulit Enak yang Murah Meriah di Jakarta Foto: Instagram Restaurant

    Nasi Kulit Gokskin dikenal sebagai pelopor nasi kulit ayam mentai di Indonesia. Menu andalannya nasi dengan kulit ayam goreng renyah dan ayam tanpa tulang yang disajikan dengan berbagai pilihan saus dan topping.

    Beberapa menu favoritnya antara lain Nasi Kulit Ayam Mentai (Rp 36.990), Nasi Kulit Ayam Mozza (Rp 40.990), Nasi Kulit Ayam Sambal (Rp 36.990), dan PaPa Spesial Ayam Crispy (Rp 37.990) lengkap dengan es teh manis. Ada juga tambahan seperti Kremesan Gokskin (Rp 6.990) dan Sambal Original (Rp 8.990).

    Cabangnya tersebar luas di kawasan Jabodetabek dan mudah ditemukan melalui GoFood atau GrabFood, cocok untuk menu makan siang yang praktis.

    4. Nasi Kulit Dewa

    Nasi Kulit Enak yang Murah Meriah di JakartaNasi Kulit Enak yang Murah Meriah di Jakarta Foto: Instagram Restaurant

    Nasi Kulit Dewa jadi favorit banyak food vlogger karena rasanya yang gurih dan porsinya mengenyangkan. Menu utamanya berupa nasi putih hangat dengan kulit ayam crispy, serundeng, kol goreng, dan pilihan sambal bawang atau terasi.

    Tersedia beberapa varian menu seperti Nasi Kulit Basic (Rp 21.000), Nasi Kulit + Telur (Rp 26.000) dengan tambahan telur ceplok, dan Nasi Kulit Double (Rp 26.000) untuk porsi kulit lebih banyak. Semua menu disajikan lengkap dengan cita rasa pedas gurih khas Indonesia.

    Harganya terjangkau, di bawah Rp 50.000 per porsi. Cabangnya tersebar di Pasar Minggu, Tebet, Ciracas, Kuningan, hingga Duren Sawit, dan bisa dipesan dengan mudah melalui aplikasi GoFood atau GrabFood.

    5. Nasi Kulit PPK

    Nasi Kulit Enak yang Murah Meriah di JakartaNasi Kulit Enak yang Murah Meriah di Jakarta Foto: Instagram Restaurant

    Nasi Kulit PPK populer dengan konsep ‘terenak, termurah, dan ternagih’. Menu andalannya berupa nasi putih, nasi kuning, atau nasi daun jeruk yang disajikan dengan kulit ayam goreng renyah, kol goreng, timun, serundeng, dan sambal bawang khas PPK.

    Tersedia dua varian lauk, yaitu ayam geprek ori dengan kulit tanpa tepung dan ayam pentung crispy dengan balutan tepung kriuk. Rasanya pedas gurih dengan aroma daun jeruk yang menggugah selera. Harga menu paketnya terjangkau, berkisar Rp 24.000 – Rp 27.000, tergantung pilihan lauk.

    Cabangnya tersebar di berbagai kawasan Jakarta seperti Syahdan, Kasablanka, Rasuna, hingga Ciledug, dan bisa dipesan mudah melalui aplikasi makanan online.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hanya Ada 30 Burger Rumahan Setiap Hari Buatan Cancer Survivor


    Jakarta

    Di Pasar Baru, Jakarta Pusat, ada burger rumahan yang terbilang ‘hidden gem’. Setiap harinya hanya menawarkan 30 porsi burger saja dan cepat habis!

    Burger merupakan sajian sandwich yang populer di berbagai negara. Terdiri atas roti bun dengan isian daging patty. Untuk pelengkapnya bisa disajikan dengan acar (pickle), bawang bombay, dan lainnya.

    Jenis burger juga terbilang beragam. Paling populer memang burger ala Amerika yang patty-nya juicy dengan bumbu hanya garam dan merica. Namun, ada juga burger ala Timur Tengah yang bumbu daging patty-nya lebih berempah.


    Burger dengan Cita Rasa Timur Tengah

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Barubeef patty ala Jungen Joint Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Salah satu yang menawarkan kreasi burger dengan cita rasa Timur Tengah adalah Jungen Joint. Sebenarnya kreasinya juga terdiri atas roti bun, pickle, saus mayones, bawang bombay, keju, dan patty.

    Cita rasa Timur Tengah dihadirkan pada pada patty-nya. Dewi, sang pemilik Jungen Joint mengatakan kalau ia meracik patty itu menggunakan 5 bumbu rempah khas Timur Tengah.

    “Kita pakai 5 bumbu ala Timur Tengah, jadi rasa rempahnya memang dominan. Bumbunya rahasia, tapi tidak ada kunyit. Jadi rasanya bukan arah ke kari,” ungkap Dewi kepada detikFood (21/10/2025).

    Lokasi Tersembunyi di Kawasan Pasar Baru

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruJungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Lokasi Jungen Joint tak jauh dari area Pasar Baru dan Gereja Ayam. Tepatnya menempati area teras sebuah rumah di Jalan Kelinci Raya No.30, Swah Besar, Jakarta Pusat.

    Tempat makan burger satu ini sering disebut ‘Jungen Joint’ karena memang tak banyak yang tahu. Jungen Joint mulai dikenal karena banyak yang mengulasnya di media sosial dan berhasil membuat penasaran.

    Selain karena rasa burgernya, banyak orang penasaran karena porsi yang ditawarkan sangat sedikit. Jadi banyak orang sering kehabisan saat sampai ke sana.

    Detail Informasi (Jungen Joint)
    Nama Tempat Makan Jungen Joint
    Alamat Jalan Kelinci Raya No.30, Ps. Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat
    No Telp
    Jam Operasional 11.00 – 17.00 WIB (sehabisnya)
    Estimasi Harga Rp 60.000 – Rp 90.000
    Tipe Kuliner Burger
    Fasilitas
    • Cash/QRIS
    • Dine in / Takeway

    Hanya Jual 30 Porsi Burger

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruDewi, pemilik Jungen Joint di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Jumlah burger yang ditawarkan per harinya adalah 30 porsi saja. Dewi mengaku tak akan menambahkan kuotanya karena berkomitmen pada dirinya sendiri.

    “Capek kalau banyak-banyak porsinya. Karena aku cancer survivor (penyintas kanker) ya, jadi enggak boleh capek-capek. Harus work life balance (kerja dan hidup yang seimbang). Saya mencoba mendengarkan tubuh saya saja,” cerita Dewi.

    “Tiga puluh porsi itu cukup untuk saya. Hal terpenting bisa merasa bahagia saja, jadi tidak akan menambah porsi,” lanjutnya.

    Untuk diketahui, Dewi adalah seorang penyintas kanker selama 8 tahun. Kini ia mengisi harinya dengan berjualan burger di rumah bersama seorang putra.

    Menu burger yang ditawarkan hanya ada 3, yaitu Jungen Signature, Jungen +, dan The Franck. Perbedaannya ada pada kondimen yang ditambahkan ke sajian burger masing-masing.

    Nama Jungen sendiri juga diambil dari marga keluarga suaminya. Ia juga mengaku tidak memiliki pengalaman di bidang F&B, karena dulunya ia adalah seorang produser di industri periklanan.

    “Jungen itu berasal dari nama marga almarhum suami saya,” kata Dewi.

    “Karena ini usaha rumahan, jadi saya gunakan nama itu,” lanjutnya.

    Cita Rasa Burger Jungen Joint

    Jungen Joint: burger tersembunyi di Pasar BaruJungen Joint: burger tersembunyi di Pasar Baru Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    detikFood mencoba dua menu burger yang ditawarkan oleh Jungen Joint. Keduanya adalah Jungen Signature (Rp 60.000) dan The Franck (Rp 72.000).

    Perbedaan dua menu ini ada pada isian kondimen burger. Pada Jungen Joint hanya terdiri atas roti brioche bun, single beef patty, keju cheddar, pickle, dan caramelized onion.

    Sementara untuk The Franck lebih komplet, karena ada tambahan telur mata sapi, beef bacon, dan onion ring. Cita rasa The Franck ini lebih kompleks karena ada tambahan sensasi gurih dari beef bacon dan telur mata sapi, juga tekstur renyah dari onion ring.

    Untuk Jungen Signature rasanya lebih sederhana, tapi beef patty mereka tetap dominan. Sensasi rempah yang membuatnya berbeda, tercecap jejak rasa rempah jinten. Apalagi patty mereka juga sangat lembut.

    Dewi mengungkapkan, “Di sini 100 persen pakai daging sapi, kita nggak ada campuran tepung. Ada tambahan rempahnya yang bikin rasa dominan.”

    “Pickle juga kita buat sendiri, rasa asamnya kita minimalisir jadi ada sentuhan manisnya. Caramelized onion juga kita masak slow cooked selama 12 jam, terus mayonesnya juga handmade,” pungkasnya.

    Buat yang penasaran ingin mencoba Jungen Joint, harus datang pukul 11.00 WIB agar masih bisa mencicipinya. Kalau akhir pekan, antrenya cukup panjang dan setiap Senin libur.

    Jungen Joint

    Jalan Kelinci Raya No.30, Ps. Baru,
    Sawah Besar, Jakarta Pusat
    Jam operasional: 11.00 – 17.00 WIB (sehabisnya)
    Instagram @jungen.joint

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Wow! Ada Sate Jumbo yang Disajikan Pakai Pedang Sepanjang 1 Meter


    Banyumas

    Penyajian sate di rumah makan ini unik karena pakai pedang sepanjang 1 meter! Saking jumbonya, sate ini bisa disantap oleh 3-4 orang sekaligus.

    Sate pada umumnya disajikan dengan tusuk kayu atau bambu dengan ukuran panjang 20-30 cm. Namun berbeda dengan menu sate jumbo di Sate KMC (Kambing Masih Cempe) Purwokerto.

    Sate di sini disajikan dengan ‘tusukan pedang’ yang panjangnya mencapai 1 meter! “Inspirasi awalnya itu dari masukan konsumen. Akhirnya saya kepikiran buat bikin sate seperti ini. Jadi saya pikir ya sudah sekalian buat varian baru,” kata Maryoso, pemilik outlet Sate KMC, kepada detikJateng (20/10).


    Maryoso menjelaskan, varian sate panjang ini hanya tersedia di outlet Jalan Jatisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Menu ini belum ada di cabang lain karena ia ingin menjadikannya sebagai ciri khas outlet pusat.

    Sate Bawor, namanya, hadir dalam 4 varian panjang 35 cm, 50 cm, 75 cm, dan yang paling baru 1 meter. Untuk varian terpanjang, berat daging mencapai hampir setengah kilogram dengan harga Rp 100 ribu per tusuk.

    Penampakan sate kambing tusuk pedang sepanjang 1 meter di outlet sate KMC, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Senin (20/10/2025).Sate KMC (Kambing Masih Cempe) Purwokerto yang menyajikan menu sate unik super panjang dengan tusukan pedang. Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

    “Kalau yang 35 cm itu kita sediakan ada 30 tusuk pedang. Nah kalau yang 1 meter ini kita sediakan 6 ‘tusuk pedang’ khusus yang memang kita pesan sendiri,” terangnya.

    Nama ‘Bawor’ terinspirasi dari tokoh punakawan khas Banyumas. Maryoso berharap menu ini dapat menjadi ikon kuliner Banyumas, seperti halnya sate klatak dari Yogyakarta.

    “Kenapa namanya Bawor, saya inginnya sate bawor ini jadi ikon Banyumas. Kalau Jogja kan punya sate klatak,” jelasnya.

    Soal kualitas, Maryoso mengaku sempat khawatir soal tekstur daging dengan ukuran sebesar itu. Namun, setelah uji coba, hasilnya tetap empuk dan tidak berbau prengus. Ia menggunakan kambing muda berumur 5 bulan untuk menjaga keempukan dan cita rasa.

    “Saya awalnya khawatir apakah kalau dengan ukuran besar bisa empuk. Tapi setelah saya coba ternyata bisa juga dan tidak prengus,” ungkap Maryoso.

    Tak hanya unik dari segi bentuk, menu ini juga telah ia daftarkan ke HAKI. Ia mengklaim sate kambing ini terpanjang se-Indonesia.

    “Ini sate kambing panjang se-Indonesia. Sudah saya daftarkan di HAKI, tinggal beberapa tahap lagi,” ujarnya.

    Salah satu penikmat olahan kambing, Putra, mengaku terkejut saat pertama kali melihat penampilan sate 1 meter tersebut.

    Penampakan sate kambing tusuk pedang sepanjang 1 meter di outlet sate KMC, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Senin (20/10/2025).Penampakan sate kambing tusuk pedang sepanjang 1 meter di outlet sate KMC, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Senin (20/10/2025). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

    “Unik banget. Tadi pertama lihat agak takut, soalnya ditusuk pakai pedang. Tapi ini baru pertama kali makan sate sepanjang ini,” kata dia.

    Putra mengatakan rasa sate ini sangat lezat. Dagingnya besar-besar, empuk, dan tidak bau prengus. Namun, perlu hati-hati saat melepas daging dari tusuknya.

    “Rasa bumbunya meresap sampai ke dalam. Nyopotnya memang agak effort, tapi sesuai banget sama rasanya. Pas dimakan dagingnya ternyata empuk,” jelasnya.

    Selain itu, Putra menilai harga sate ini cukup terjangkau untuk porsi besar.

    “Kalau beli sate biasa bertiga bisa habis sampai Rp 200 ribu. Tapi ini satu tusuk cuma Rp 100 ribu bisa buat bertiga atau empat orang. Cocok kalau datang sama teman-teman,” pungkasnya.

    Artikel ini sudah tayang di detikjateng dengan judul, “Porsi Jumbo! Warung Sate di Purwokerto Ini Pakai Pedang 1 Meter buat Tusuk

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Bakso Terkenal Enak di Jakarta, Ada Langganan para Artis!


    Jakarta

    Di Jakarta banyak penjual bakso yang menunya bisa dicoba. Beberapa di antaranya sangat populer dan terkenal lezat, bahkan jadi langganan para artis. Berikut daftarnya!

    Bakso menjadi salah satu makanan Indonesia yang punya banyak penggemar. Makanan ini disukai karena rasanya gurih, berpadu dengan tekstur bakso kenyal, dan kuah kaldu yang hangat menyegarkan.

    Bakso juga hidangan yang ‘tidak kenal waktu’. Artinya, bakso cocok dinikmati kapan saja, mulai dari sarapan, makan siang, atau makan malam.


    Penjual bakso bisa ditemukan dengan mudah di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Dijual dari skala gerobakan, warung, hingga restoran.

    Di antara banyak pilihan, ada beberapa tempat makan bakso yang paling populer dan terkenal menawarkan racikan lezat. Beberapa juga legendaris, sudah berjualan sejak tahun 1970-an hingga menjadi langganan para artis.

    Berikut 5 tempat makan bakso yang terkenal enak di Jakarta!

    1. Bakso Akiaw 99

    bakso akiaw 99Bakso Akiaw 99 yang disajikan unik karena ada tambahan topping beragam. Foto: Devi S. Lestari/detikfood

    Kelezatan tempat makan bakso ini sudah dikenal sejak tahun 1970-an. Mereka menawarkan bakso gurih yang berbeda dari bakso pada umumnya karena baksonya disajikan bersama aneka topping.

    Tersedia 3 pilihan mie yakni bihun, kwetiau, dan mie kuning. Baksonya juga bisa pilih mau polos, urat, atau bakso ikan. Untuk toppingnya ada pilihan irisan daging sapi, sengkel, urat, hingga babat.

    Pilihan bakso, mie, dan topping tersebut lalu disiram dengan kuah kaldu bening dari tulang sapi. Rasanya semakin lezat karena ada taburan bawang goreng putih di atasnya.

    Harga semangkuknya dibanderol mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 80.000.

    Kini Bakso Akiaw 99 bisa ditemukan di banyak cabang, seperti Serpong hingga Pantai Indah Kapuk. Namun cabang pertamanya ada di kawasan Mangga Besar.

    2. Bakso Mas Kumis Djarum

    Warung Bakso Mas Kumis di Slipi favorit Nagita SlavinaWarung Bakso Mas Kumis di Slipi ini ternyata favoritnya Nagita Slavina. Foto: YouTube RANS Entertainment

    Tempat makan bakso ini juga tidak kalah populer. Sudah ada sejak 1972 dan menjadi salah satu ikon kuliner di Jakarta Barat. Bahkan warung bakso ini pernah didatangi artis, salah satunya Nagita Slavina.

    Di sini hanya terdapat satu jenis bakso, yaitu bakso polos. Tekstur baksonya kenyal dan padat tetapi tetap empuk. Rasa daging sapinya juga tercecap kuat.

    Seporsi bakso biasa dilengkapi dengan bihun putih dan juga tetelan sapi. Lalu disiram kuah kaldu yang gurihnya pas. Uniknya mereka menyediakan nasi hingga beberapa jenis kerupuk.

    Harga seporsi bakso dibanderol sekitar Rp 20.000 sampai Rp 38.000.

    Kalau tertarik bisa mampir ke lokasi Jalan Aip II Karel Satsuit Tubun, Slipi, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat. Letaknya di kawasan perkantoran dan perumahan Djarum.

    3. Bakso Nikki Daging Sapi

    Di Tebet ada warung bakso yang juga menjadi favorit banyak orang. Sudah berjualan sejak tahun 1985, terkenal dengan bakso uratnya yang besar dan padat.

    Selain bakso urat, ada juga pilihan lain, seperti bakso polos, bakso telur puyuh, bakso goreng, dan bakso isi keju. Jangan lupa tambah tetelan supaya rasanya semakin sedap.

    Kuahnya juga unik karena warnanya bening dengan bercak minyak kekuningan. Tambahan daging dan tulang sapi memberikan aroma dan cita rasa gurih khas pada kuah bakso ini.

    Harga semangkuk bakso lengkap dibanderol sekitar Rp 50.000.

    Lokasinya di Jl. KH Abdullah Syafei No.11, RT.4/RW.1, Manggarai Sel., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan 12860.

    4. Bakso Taman Solo

    Laris Manis! Bakso Legendaris Ini Sehari Jual 50 Kg BaksoBakso Taman Solo legendaris yang tidak pernah sepi pembeli. Foto: detikFood

    Sejak 1980-an, penjual bakso ini sudah menarik perhatian banyak orang, padahal mereka hanya menjual bakso pakai gerobak sederhana. Sampai sekarang pun warungnya masih ramai pembeli, terutama saat jam makan siang.

    Menu bakso yang ditawarkan hanya ada dua, yaitu bakso urat dan bakso polos. Harganya dibanderol Rp 24.000, sudah termasuk pilihan mie kuning atau bihun.

    Bakso yang berdaging kenyal ini semakin nikmat dimakan bersama kuah kaldu sapi bening yang gurih.

    Kalau tertarik bisa mampir ke Jl Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat.

    5. Bakso Titoti Wonogiri

    bakso titotiBakso Titoti juga dikenal enak dan selalu ramai pembeli. Foto: bakso titoti

    Warung bakso satu ini tidak perlu diragukan lagi kenikmatannya. Terkenal sebagai bakso legendaris yang juga tidak pernah sepi pembeli.

    Terdapat beberapa macam menu bakso yang bisa dipilih yaitu bakso telur, bakso urat, dan bakso spesial. Baksonya punya tekstur kenyal lembut, disajikan bersama kuah kaldu gurih.

    Harga semangkuk bakso dibanderol mulai dari Rp 30.000 saja. Selain bakso, mereka juga punya menu lain, seperti mie ayam dan siomay.

    Lokasi Bakso Titoti berada di Jl. Raya Pasar Minggu No.1, RT.13/RW.5, Pejaten Timur, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan 12510.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com