Tag: aset kripto

  • Tokocrypto Market Signal 6 April 2022: Pasar Kripto Belum Stabil

    Kondisi market aset kripto masih belum stabil di awal bulan April 2022. Dari pantauan situs Coinmarketcap hari Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

    Nilai Bitcoin (BTC) masih nyaman berada di harga $ 45.195 saat artikel ini ditulis dan merupakan penurunan 2,62% dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya juga bernasib tidak jauh berbeda. Nilai Ethereum (ETH) anjlok 4,74% ke $ 3.344,06 per keping di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat walaupun market kripto belum stabil, peluang altcoin yang berada di 10 besar big cap tetap berpeluang bullish pekan ini. Ia mencontohkan Solana (SOL) dan Cardano (ADA) akan berpeluang naik masing-masing sekitar 20% dan 10%.

    Overall market masih mendominasi ke altcoin. Sementara, Bitcoin sedang mengalami sideaways, kondisi ketika harga suatu aset yang diperdagangkan di pasar bergerak relatif datar, karena kurangnya sentimen positif akhir-akhir ini,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

    Lebih lanjut Afid menjelaskan secara umum, pergerakan aset kripto masih dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang kembali ragu-ragu menanamkan dananya ke pasar berisiko, termasuk kripto.

    Hal tersebut terjadi setelah The Fed kembali menyebarkan komentar mengenai kebijakan moneternya yang ketat ke publik. Pengetatan moneter The Fed akan menuntun investor untuk mencari aset yang lebih aman dan berbondong-bondong meninggalkan aset spekulatif.

    Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Maret ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Solana (SOL)

    Ilustrasi analisis teknikal Solana (SOL).

    Solana membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pada pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan nilai SOL kemunginan besar akan melonjak, pasca kabar integrasi NFT marketplace, OpenSea dengan Solana pada tanggal 12 April mendatang.

    “OpenSea akan mengintegrasikan Solana pada bulan April ini untuk memperluas ekosistem NFT di platformnya. Langkah ini telah lama ditunggu-tunggu oleh industri sehingga menimbulkan sentimen positif di market. Dari analisis teknikal, SOL berpeluang meningkat harganya sekitar 20% hingga $ 153,” kata Afid.

    Solana adalah proyek open source yang menggunakan teknologi blockchain permissionless, untuk menyediakan sebuah solusi decentralized finance (DeFi). Protokol Solana dirancang untuk memfasilitasi pembuatan decentralized app (DApp).

    Peringkat SOL di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar $ 41.606.279.924. Jumlah koin yang beredar  325.728.501 koin SOL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. PancakeSwap (CAKE)

    Ilustrasi analisis teknikal PancakeSwap (CAKE).

    CAKE masuk dalam daftar aset kripto bullish pekan ini dengan alasan adanya peningkatan smart contract MasterChef. Afid mengatakan MasterChef V2 yang baru  menjanjikan lebih banyak hadiah kepada para pemegang CAKE.

    “PancakeSwap sedang bersiap untuk rilis MasterChef V2, smart contract yang mengontrol farming dan staking di aplikasi terdesentralisasi. Upgrade ini akan membawa berbagai peningkatan fitur. Analisis teknikal melihat pergerakan CAKE bisa melonjak hingga 23% dengan harga mencapai $ 11,” tutur Afid.

    PancakeSwap adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang dibangun di atas Binance Smart Chain (BSC) dengan biaya gas fee rendah dan transaksi yang cepat. Sementara, CAKE merupakan token asli dari PancakeSwap dengan standar BEP-20. CAKE ini berfungsi sebagai token tata kelola. 

    Peringkat CAKE di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #51, dengan kapitalisasi pasar $ 2.694.502.970. Jumlah koin yang beredar  281.051.699 koin CAKE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi analisis teknikal NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR Protocol (NEAR) adalah blockchain layer-one yang dirancang sebagai platform komputasi awan yang dijalankan komunitas dan menghilangkan beberapa batasan, seperti kecepatan transaksi rendah, throughput rendah, dan interoperabilitas yang buruk. 

    NEAR juga memiliki token utilitas asli sendiri dinamai “NEAR”. Pemegang token NEAR dapat berpartisipasi dalam tata kelola on-chain dari platform NEAR, atau mereka dapat memiliki suara validator atas nama mereka. Menariknya, pekan ini NEAR masuk dalam kripto potensi bullish.

    “NEAR berpeluang mengalami bullish dengan peningkatan nilai mencapai 13 persen. harga NEAR diprediksi akan naik hingga $ 17. Penyebabnya datang dari sentimen positif yang ramai di Twitter, di mana NEAR mengumumkan peluncuran Unchainfund, kemitraan mereka dengan SialGP, dan pemenang MetaBUILD 2,” kata Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar $ 10.873.890.094. Jumlah koin yang beredar  661.739.117 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    Baca juga: Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

    4. Cardano (ADA)

    Ilustrasi analisis teknikal Cardano (ADA).

    Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 7 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 10% dengan harga mencapai $ 1,2.

    Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh perilisan NFT dari rapper legendaris, Snoop Dogg di jaringan Cardano. Tidak hanya itu, Cardano menandai tonggak baru dengan menambahkan lebih dari 450.000 wallet baru di Q1 2022.  Ekosistem Cardano juga memiliki hampir 900 proyek blockchain.

    “Pengumuman dari Snoop Dogg yang akan merilis koleksi NFT lagunya di jaringan Cardano membawa angin segar. Nilai ADA langsung melonjak dan akan berlangsung selama sepekan ke depan,” jelas Afid.

    Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar $ 39.695.511.165. Jumlah koin yang beredar 33.752.555.544 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

    5. Mines of Dalarnia (DAR)

    Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

    Afid melihat token DAR dalam waktu dekat berpotensi bullish. Peningkatan nilai DAR kemungkinan bisa mencapai lebih dari 24% dengan harga hingga $ 1,5 yang dikarenakan peluncuran Mainnet V2.0.

    “Pengumuman peluncuran Mines of Dalarnia Versi 2.0 Mainnet pada 31 Maret lalu terus membawa harga DAR melonjak. Diperkirakan nilainya akan terus meningkat hingga Mainnet tersebut berhasil dirilis pada akhir April ini,” ungkap Afid.

    Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

    Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #315, dengan kapitalisasi pasar $ 160.562.830. Jumlah koin yang beredar 123.200,000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Zcash (ZEC)

    Ilustrasi analisis teknikal Zcash (ZEC).

    Zcash akan berpeluang mengalami penurunan nilai pada pekan ini. Kondisi bearish ZEC dipengaruhi oleh sentimen negatif pada koin privasi. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat penurunan ZEC bisa sampai 15% dengan harga hingga $ 143.

    “Koin privasi tidak menemukan banyak pendukung di antara regulator dan penegak hukum. Mereka dianggap dapat membantu menghindari sanksi dan pencucian uang. Ramainya kabar ini turut membuat nilai ZEC tertekan,” kata Afid.

    Zcash adalah aset kripto terdesentralisasi yang berfokus pada privasi dan anonimitas. Ini menggunakan jaringan untuk memverifikasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif apa pun tentang transaksi tersebut.

    Peringkat ZEC di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar $ 2.346.559.236. Jumlah koin yang beredar 14.104.656 koin ZEC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin ZEC.

    2. ApeCoin (APE)

    Ilustrasi analisis teknikal ApeCoin (APE).

    Aset kripto fenomenal, ApeCoin (APE) berpotensi kembali masuk fase bearish pada pekan ini. Afid melihat ApeCoin berisiko melakukan aksi jual besar-besaran karena APE turun 70% dalam dua minggu. Dari analisis teknikal, APE akan mengalami penurunan hingga 14% dengan harga sampai $ 10.

    “Reli harga APE yang terjadi pada pertengahan Maret tampaknya sudah habis berkat penurunan 70% dalam dua minggu terakhir dan mungkin jatuh lebih jauh pada bulan April ini,” kata Afid.

    Peringkat APE di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #45, dengan kapitalisasi pasar $ 3.247.030.354. Jumlah koin yang beredar 277.500.000 koin APE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin APE.

    Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

    3. Injective (INJ)

    Ilustrasi analisis teknikal Injective (INJ).

    Injective Protocol merupakan proyek blockchain yang memiliki ide revolusioner. Ini bertujuan untuk membuat pertukaran mata uang sepenuhnya terdesentralisasi atau jaringan yang dioperasikan publik. Artinya, pertukaran hanya dioperasikan oleh orang-orang yang memegang token INJ.

    Meski memiliki fundamental yang baik, INJ pada pekan ini masuk dalam kripto berpotensi bearish. Afid melihat walaupun sempat terjadi kenaikan nilai hampir 100% pada pekan lalu, tapi pekan ini INJ mengarah ke penurunan.

    “INJ saat ini tengah mengalami koreksi setelah overbought pada pekan lalu. Akibatnya berpotensi turun hingga 7% dan hargannya sampai $ 5,8,” ungkapnya.

    Peringkat INJ di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #183, dengan kapitalisasi pasar $ 310.021.356. Jumlah koin yang beredar 48.653.971 koin INJ dan maksimal pasokan 100.000.000 koin INJ.

    4. JUST (JST)

    Ilustrasi analisis teknikal JUST (JST).

    JUST adalah ekosistem decentralized finance (DeFi) baru yang populer untuk blockchain TRON. Produk ini adalah sebagian besar berpusat di sekitar platform pinjaman stablecoin terdesentralisasi dengan nama JustStable.

    Pengelola Ekosistem koin Just (JST) adalah JUST Foundation, yang mencakup individu dari Alibaba, Tencent, IBM. Sementara tim analisis keuangan JUST berasal dari beberapa bank investasi global.

    Afid menjelaskan JST berpotensi bearish karena nilainya sedang terdepresiasi. JST sudah sempat koreksi naik, namun akan tetap turun karen jauh dari level support-nya.

    “JST berada dalam koreksi ke bawah karena nilai terdepresiasi. Kripto ini juga sudah alami fase overbought. Penurunan nilainya bisa capai 15 persen dan harganya anjlok sampai $ 0,06,” katanya.

    Peringkat JST di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #126, dengan kapitalisasi pasar $ 555.121.871. Jumlah koin yang beredar 7.300.425.000 koin JST dan maksimal pasokan 9.900.000.000 koin JST.

    5. SelfKey (KEY)

    Ilustrasi analisis teknikal SelfKey (KEY).

    SelfKey adalah platform identitas berbasis blockchain. Teknologi ini memberi individu, perusahaan, bursa, startup fintech, dan bank untuk platform mengelola data identitas atau biasa disebut KYC (Know Your Costumer).

    Afid melihat KEY berpotensi bearish dengan penurunan nilai hingga 11 persen. Dari analisis teknikalnya harga KEY bisa anjlok sampai $ 0,006.

    “KEY memang salah satu aset kripto yang kurang populer. Namun, beberapa waktu terakhir sempat mencuri perhatian sehingga pernah mengalami peningkatan harga yang tinggi. Tapi saat ini sudah overbought dan mengalami konsolidasi,” kata Afid.

    Peringkat KEY di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #579, dengan kapitalisasi pasar $ 50.014.608. Jumlah koin yang beredar 5.124.969.446 koin KEY dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin KEY.

    Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

    Pergerakan market aset kripto pada akhir Juli lalu, cukup di luar dugaan. Pasalnya, pasca The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Kamis (28/7), justru membuat pasar saham dan kripto meroket. Lalu, apa penyebabnya?

    Perlu diketahui setelah suku bunga The Fed naik, harga Bitcoin (BTC) sendiri langsung naik cepat hingga US$ 23.300 dalam waktu 8 jam saja dari posisi US$ 21.600. Kenaikan juga terjadi pada saat data ekonomi baru AS ternyata berkinerja buruk -0,9% pada kuartal II 2022.

    Perusahaan manajemen investasi raksasa, BlackRock menilai anomali pergerakan ini disebabkan investor telah menyadari bahwa The Fed mengakui kenaikan suku bunga lebih besar daripada 75 basis poin, justru akan membawa ekonomi AS ke jurang resesi lebih cepat. Sebelumnya, The Fed sempat dikabarkan akan menaikkan suku bunga 100 basis poin.

    “Menurut kami alasan ini memberikan sedikit kelegaan ke pasar modal bahwa The Fed mengakui bahwa ada dampak negatif pada pertumbuhan, ekonomi, berdasarkan kebijakan mereka. Mereka menyadari ada dua sisi dari ini, yakni meluruhnya pertumbuhan untuk melawan inflasi, sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya,” kata Head of BlackRock’s iShares Investment Strategy, Gargi Chaudhuri dikutip CNBC.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

    Banyak Spekulasi

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat penyebab pergerakan yang anomali ini masih banyak spekulasi. Sebab melihat data historis, biasanya nilai market kripto akan langsung tertekan ketika terdapat perilisan data penting makroekonomi seperti inflasi. Sehingga investor akan menangkap tingginya inflasi memicu The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya lebih tinggi.

    “Investor sudah pasti ingin kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS, The Fed, demi menekan inflasi tanpa harus menimbulkan efek samping berupa resesi ekonomi. Namun, tampaknya keputusan FOMC memberikan optimisme bahwa akhir pengetatan sudah di depan mata dan itu memicu reli yang bagus untuk aset berisiko yang membantu meningkatkan market,” kata Afid.

    Menurut data historis, beberapa pertemuan The Fed terakhir, menunjukkan bagaimana harga Bitcoin turun setidaknya 10% atau lebih setelah tiga pertemuan Fed terakhir pada bulan Maret, Mei dan Juni lalu. Sementara data historis tidak secara jelas menunjukkan bagaimana pasar akan bereaksi di masa depan, terutama di pasar kripto yang bergejolak dan tidak dapat diprediksi.

    Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.
    Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.

    Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

    Bagaimana Pertemuan The Fed Dapat Pengaruhi Market Kripto

    Kenaikan suku bunga yang agresif tidak positif untuk harga kripto, dan para ahli mengatakan ketidakstabilan kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek.

    Aset berisiko seperti saham dan kripto telah sangat berkorelasi sejak awal 2022. Keduanya telah bergerak serentak dan telah berjuang untuk mendapatkan momentum apa pun tahun ini karena investor menarik diri sebagai tanggapan atas kenaikan suku bunga, lonjakan inflasi dan potensi resesi.

    Jika pasar saham turun karena kenaikan suku bunga, pasar kripto kemungkinan juga akan mengalami penurunan dan sebaliknya.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

    Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Pasalnya, telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni lau.

    Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS The Fed.

    Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

    Setelah reli kencang yang buat hati investor senang, pergerakan market aset kripto pada awal pekan ini, Senin (1/8) sedikit tertahan. Apakah ini jadi tanda terjadi bull trap?

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masuk tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 1,36% ke US$ 23.430 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) anjlok 0,42% ke US$ 1.635 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto hari pertama di bulan Agustus 2022 ini memang sedang terjadi koreksi. Menurutnya, saat ini investor sedang mencoba mencari tahu apakah titik terbawah Bitcoin sudah tercapai, walaupun secara teknis level relative strength index (RSI) hampir menunjukan posisi overbought di mana terjadi suatu pergerakan downtrend.

    “Sebenarnya harga Bitcoin dan kripto secara keseluruhan masih dalam kondisi bearsih. Kenaikan ini terlihat meragukan karena penguatan tersebut tak diiringi kenaikan volume perdagangan yang besar, karena likuiditas yang tipis. Oleh karena itu, terjadi koreksi harga,” kata Afid.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

    Sebelumnya pada pekan lalu, market kripto terjadi reli pada saat The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dan pasca Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa Ekonomi AS menurun untuk kuartal kedua berturut-turut, yang berarti negara tersebut secara teknikal berada dalam masa resesi.

    Investor memang masih gencar melakukan aksi akumulasi dan bahkan sukses mengantar nilai market cap kripto kembali tembus US$ 1 triliun. Hal baiknya, saat ini dan beberapa pekan ke depan, sentimen makroekonomi yang tengah mereda bisa jadi faktor investor untuk meningkatkan aktivitasnya di pasar kripto.

    Sentimen Makroekonomi Mereda di Agustus?

    Pandangan soal meredanya sentimen makroekonomi pada bulan Agustus banyak diyakini oleh para analis. Menurut Afid, Agustus bisa menjadi bulan yang ‘baik’ bagi kripto dan saham. Reli naik kemungkinan akan terus berlanjut ke depan, namun dengan koreksi harga sementara di beberapa titik.

    “Agustus ditetapkan menjadi bulan yang tenang bagi sentimen makroekonomi, dengan The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bungannya pada bulan ini sampai September mendatang. Namun, risiko kenaikan inflasi tetap ada, dengan adanya pengumuman Indeks Harga Konsumen (CPI) AS berikutnya jatuh tempo 10 Agustus nanti,” jelasnya.

    ethereum
    Ilustrasi Bitcoin dan Ethereum.

    Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Menilik dari sisi analisis teknikal, BTC sudah berhasil breakout dari level krusialnya di US$ 22.582. Harga BTC berpotensi menguat sampai ke level US$ 24.70 hingga US$ 25.960. Sementara, support terdekat BTC berada di level US$ 22.530.

    “Saat ini bisa dibilang jadi kesempatan baik untuk mengambil keuntungan atau trading dengan cepat. Soanya, jika BTC berada di bawah level US$ 21.320, maka kemungkinan akan terjerumus untuk masuk kembali ke fase bearish,” ujar Afid.

    Fear & Greed Indeks yang mengukur sentimen terhadap harga Bitcoin juga pagi ini naik mencapai 33/100 bandingkan hari Minggu (31/7) lalu di 39/100, walaupun masih di level Fear.

    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 1 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB.
    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 1 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB.

    Sementara, target kenaikan harga Ethereum (ETH) masih berada pada level US$ 1.740-US$ 1.916 dan level support berada pada harga US$ 1.597 apabila terjadi penurunan. Namun, koreksi bisa saja terjadi mengingat RSI saat ini berada di area overbought.

    “Perlu diperhatikan saat ini kondisi ekonomi tidak menampakkan sinyal perbaikan dan masih ada ancaman resesi panjang di depan, sehingga tak ada bukti konkret bahwa kripto akan terus tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka pendek,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Market Kripto Kian Meroket, Apakah Terus Bull Run?

    Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir melaju tinggi drastis. Banyak analis yang tidak memprediksi kenaikan harga kripto di tengah situasi The Fed yang menaikkan suku bunga acuan dan ekonomi AS yang masuk masa resesi.

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap berhasil merangsek ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya saja, Bitcoin naik nilai 3,16% dalam sehari terakhir dan mendarat di US$ 23.819, seperti terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (29/7) pukul 12.00 WIB.

    Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) terbang 4,5% dan nyaman di US$ 1.722 di waktu yang sama. Altcoin lain tak kalah ganas, nilai Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) melesat lebih dari 7% di waktu yang sama.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan tidak hanya market kripto saja yang menampilkan performa apik. Saham pun mengalami kenaikan tertinggi beberapa hari terakhir. Ini dikarenakan market melihat pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell yang kemungkinan akan mengerem kenaikan suku bunga acuan selepas September mendatang.

    “Investor percaya bahwa The Fed akan memegang janjinya setelah melihat pertumbuhan ekonomi tahunan AS yang masih buruk -0,9% pada kuartal II 2022. Mereka yakin, The Fed tidak akan lagi mengerek bunganya dengan agresif demi mencegah ekonomi AS dari jurang resesi yang semakin dalam,” kata Afid.

    Afid melihat meski ekonomi AS tampaknya menuju resesi, tetapi sulit untuk memprediksi bagaimana kinerja market kripto dalam beberapa minggu ke depan. Menurutnya, kali ini terjadi anomali pergerakan market kripto. Biasanya market akan tertekan, ketika ada pengumuman penting seperti kenaikan suku bunga acuan The Fed dan kinerja buruk ekonomi AS.

    “Selera investor tampak meningkat setelah kabar buruk soal makroekonomi yang telah banyak diprediksi sebelumnya oleh para analis. Namun, kripto perlu menanti lebih lama lagi untuk mengalami bull run. Dengan kata lain, tunggulah kebijakan suku bunga rendah berikutnya, jikalau memang resesi terjadi atau ketika kelak inflasi di AS sesuai sasaran The Fed, yakni 2 persen,” ungkapnya.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari sisi analisis teknikal, investor sepertinya sedang rajin membawa harga Bitcoin menembus level US$ 24.000. Pasalnya, jika harga BTC menembus level tersebut, maka ada kemungkinan akan terus melaju setidaknya hingga titik US$ 25.254.

    Terlebih, sinyal-sinyal bullish juga terlihat di pasar derivatif Bitcoin. Data terakhir di pasar opsi BTC menunjukkan open interest investor di level US$ 25.000. Ini merupakan indikasi bahwa investor berharap harga BTC bisa menyentuh tingkatan tersebut atau bahkan lebih tinggi dalam waktu dekat.

    Sementara itu, angin segar sedang berhembus pada jaringan Ethereum. Pasca pengumuman peuncuran Shadow Fork pada Selasa (26/7) nilai ETH terlihat kinclong dan juga mendongkrak nilai Ethereum Classic (ETH) sebesar 21,82% dalam sehari terakhir.

    analisa teknikal
    Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin

    Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Pergerakan harga ETH kembali naik ke titik resistensi dan mencoba untuk breakout. Target kenaikannya pada level US$ 1.739-US$ 1.916 dan berdasarkan grafik day-50 EMA pada harga US$ 1.461 masih menjadi support yang solid untuk ETH.

    Rencananya pembaruan di jaringan Goerli akan berlangsung pada 10 Agustus dan digadang akan menjadi uji coba terakhir Ethereum sebelum benar-benar meluncurkan The Merge di jaringan utamanya pada September mendatang. Hal ini akan menjadi pekan yang baik untuk Ethereum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan memperketat pengawasan perdagangan aset kripto atau exchange, serta terus mengedukasi dan meningkatkan literasi masyarakat. Hal ini dilakukan guna memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang akan bertransaksi mendapatkan informasi yang jelas dan legal terkait aset kripto yang diperdagangkan dan calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) yang terdaftar di Bappebti.

    “Bappebti terus mengggencarkan edukasi tata cara bertransaksi aset kripto yang benar dan aman, mekanisme transaksi, peraturan-peraturan terkait, hingga risiko berinvestasi dan tata cara penyelesaian masalah. Terlebih saat ini, banyak beredar situs web maupun aplikasi yang menawarkan investasi kepada masyarakat, namun tidak dapat dipertanggungjawabkan”, terang Plt. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko pada hari ini, Rabu (27/7).

    Didid mengungkapkan, Bappebti terus melakukan pengawasan kepada CPFAK secara off site dan on site. Pengawasan off site dilakukan terhadap laporan rutin dan berkala yang disampaikan CPFAK melalui surat elektronik (email) atau sistem pelaporan elektronik yang terhubung ke Bappebti. Sementara itu, pengawasan on-site dilakukan secara langsung, baik rutin maupun sewaktu-waktu, berdasarkan perhitungan pemetaan risiko.

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Bank Sentral Hong Kong: Kripto Penting Buat Sistem Keuangan Masa Depan

    Jenis Aset Kripto yang Tidak Sesuai Dilarang

    Didid menambahkan, setiap CPFAK dan produk aset kripto yang diperdagangkan harus didaftarkan ke Bappebti. Setiap jenis aset kripto yang tidak sesuai dengan peraturan Bappebti, tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

    “Aset kripto baru yang akan diperdagangkan harus didaftarkan ke Bappebti. Pendaftaran dapat dilakukan melalui CPFAK yang sudah terdaftar. Selanjutnya, penilaian akan dilakukan berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan. Penetapan aset kripto sendiri dilakukan melalui metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) yang memiliki beberapa kriteria penilaian,” tegas Didid.

    Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam regulasi itu disebutkan syarat aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Aset kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    Laporan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Dok. Bappebti
    Laporan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Dok. Bappebti

    Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Menurut Didid, Bappebti telah memberikan tanda daftar kepada 25 CPFAK dan menetapkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Dengan demikian, CPFAK hanya dapat memperdagangkan jenis aset kripto yang sudah ditetapkan oleh Kepala Bappebti.

    Jumlah Investor dan Transaksi Kripto Terus Tumbuh

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK Tirta Karma Senjaya menambahkan, perdagangan fisik aset kripto merupakan salah satu komoditi yang sangat diminati masyarakat akhir-akhir ini. Bappebti mencatat, data transaksi aset kripto meningkat pesat.

    Hal itu terlihat dari nilai transaksi pada 2021 sebesar Rp 859,4 triliun atau naik 1.224 persen dibandingkan pada 2020 yang tercatat sebesar Rp 64,9 triliun. Selain itu, peningkatan terlihat dari transaksi Januari—Juni 2022 yang telah mencapai Rp 212 triliun. Hingga Juni 2022, pelanggan aset kripto di Indonesia tercatat memiliki 15,1 juta pelanggan.

    “Dengan tingginya minat masyarakat yang berinvestasi di bidang perdagangan fisik aset kripto, masyarakat diminta agar terlebih dahulu paham dengan benar produk dan mekanisme perdagangannya,” ujar Tirta.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

    Pertama, Tirta menyarankan, masyarakat harus menjadi pelanggan pada perusahaan yang memiliki tanda daftar dari Bappebti. Kedua, memastikan dana yang digunakan adalah dana lebih yang dihasilkan secara legal dan bukan dana yang digunakan kebutuhan sehari-hari.

    Selanjutnya, ketiga, menginvestasikan dana untuk jenis produk yang telah ditetapkan Bappebti. Keempat, mempelajari risiko yang mungkin timbul dan perkembangan harga komoditi yang terjadi karena harga yang fluktuatif. Keempat, pantang percaya janji-janji keuntungan tinggi atau tetap.

    “Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ketahui terlebih dahulu profil dan legalitas CPFAK dengan mengakses situs resmi Bappebti di tautan www.bappebti.go.id,” pungkas Tirta.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan berhasil mengantongi realisasi penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp 48,19 miliar. Angka itu didapat pada realisasi penerimaan pajak kripto pada bulan Juni lalu atau satu bulan sejak mulai diberlakukan pada Mei 2022.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkap penerimaan pajak tersebut berasal dari PPh 22 atas transaksi aset kripto melalui PPMSE dalam negeri dan penyetoran sendiri Rp 23,08 miliar. Kemudian, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri atas pemungutan oleh non bendaharawan Rp 25,11 miliar.

    “Kita mendapatkan Rp23,01 miliar untuk PPh Pasal 22 dan PPN dalam negerinya Rp25,11 miliar,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN pada Rabu (27/7).

    Untuk diketahui, pajak atas transaksi aset kripto sendiri mulai dipungut sejak 1 Mei 2022 seiring dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 68/2022. Pajak mulai dibayarkan serta dilaporkan oleh para exchanger pada Juni 2022.

    Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%
    Ilustrasi pajak aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

    Adapun, PPh yang dipungut atas transaksi aset kripto adalah PPh Pasal 22 yang bersifat final. Bila perdagangan aset kripto dilakukan melalui exchanger yang terdaftar Bappebti, PPh Pasal 22 final yang dikenakan adalah sebesar 0,1%. Serta, apabila penyerahan dilakukan melalui exchanger tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPN naik 2 kali lipat menjadi sebesar 0,22 persen.

    Tokocrypto Telah Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Miliaran Rupiah

    Tokocrypto pun telah menjalankan kewajiban sebagai badan/lembaga yang memungut pajak transaksi aset kripto. Selama penerapan PMK 68 yang sudah berjalan dua bulan selama periode Mei-Juni, Tokocrypto sudah menyetorkan pajak transaksi kripto para penggunanya sebesar Rp 37 miliar (US$ 2,5 juta) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

    Jika berdasarkan data Kemenkeu, pada Mei 2022 realisasi penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp 48,19 miliar, maka Tokocrypto berkontribusi hampir separuhnya atau 50%. Pada bulan Mei 2022, Tokocrypto menyetor pajak sebesar Rp 21 miliar. Sementara, pada Juni 2022 mencapai Rp 16 miliar.

    Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg
    Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg

    Baca juga: Tanya Jawab Lengkap Aturan Pajak Aset Kripto yang Wajib Dipahami

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto terus berkomitmen untuk menjalankan aturan pajak transaksi aset kripto sesuai dengan PMK 68. Adanya aturan pajak kripto bisa memberikan efek positif terhadap kepastian bagi investor dan pelaku industri kripto di Indonesia.

    “Kami sangat senang dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan pajak kepada negara. Potensi penerimaan yang besar dari aset kripto bisa dioptimalkan untuk pembangunan merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Kai.

    Kai menjelaskan dengan pemberlakuan aturan pajak kripto atau PMK 68, ini menambah legitimasi industri aset kripto yang sedang berkembang. Di samping itu, setiap pemegang aset kripto di Indonesia akan mendapatkan kepastian perpajakan yang sangat jelas dengan tarif yang bersahabat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tips Memilih Exchange Aset Kripto yang Tepat

    Kenaikan harga bitcoin berdasarkan per Desember 2020 dengan posisi harga tertinggi berada pada $28.422 atau setara dengan Rp 403,7 Juta. Hal ini didasari oleh naiknya jumlah supply dan demand. Dengan naiknya si harga bitcoin saat ini, itulah kenapa mulai banyak muncul trader-trader baru yang ingin mencoba investasi bitcoin. Lalu sebetulnya, bagaimana dan apa yang harus diperhatikan ketika memilih exchange aset kripto?

    Pertama, kita bertemu dengan Fatchurrachman Febrianto, seorang mahasiswa dari Rembang Jawa Tengah yang mengenal aset kripto dan trading  sejak tahun 2018.  Febri mengenal dunia kripto karena rajin mengikuti event – event komunitas yang diadakan oleh Tokocrypto. Dari hasil trading, Febri sudah dapat memenuhi kebutuhan  sehari – hari tanpa perlu meminta orang tua lagi, bahkan bisa membeli gadget impiannya. Untuk trader pemula, Febri menyarankan beberapa hal sebelum memulai trading; pertama, pastikan legalitas platform aset kripto, seperti Tokocrypto. Tokocrypto yang merupakan platform aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti, bersertifikasi ISO 27001:2013 dan jika melihat referensi dari website yang mendokumentasikan test keamanan dari exchange di seluruh dunia, misalnya dari Coingecko, Tokocrypto mempunyai rating cybersecurity yang sangat tinggi (9,35) jika dibandingkan dengan Indodax dan Luno yang memiliki rating 8 dan 7 dari Coingecko, dan rating cybersecurity score 7.19 untuk Indodax dan 3,95 untuk Luno. Kedua, pelajari aset kripto yang diminati, di Tokocrypto sudah ada lebih dari 40 koin dan lebih dari 100 pairing, serta koin-koin yang ditawarkan memiliki fluktuasi lebih besar sehingga kesempatan lebih untung.

    Platform exchange aset kripto lain, Indodax misalnya memang menyediakan coin/token yang paling banyak ketersediaannya, sampai 110 jenis coin dan token. Betul, memang ada ribuan koin maupun token yang bisa diperdagangkan, tapi perlu hati-hati, karena koin-koin yang belum terlalu populer, seringkali pergerakan harganya sangat agresif. 

    Beda lagi ceritanya bagi I Putu seorang karyawan swasta dari Denpasar Bali, memulai trading di tahun 2019 melalui smartphone kini sudah bisa trading melalui laptop yang dibeli dari hasil trading. Bagi seorang trader, penting mengetahui tentang biaya layanan yang dibebankan kepada user. `Dari semua bentuk biaya di exchange, biasanya user paling concern soal biaya penarikan dan juga biaya transaksi. Untuk biaya penarikan, ada yang flat dan ada yang bentuknya persentase.

    Menurut Putu, secara ekonomis, tentunya akan lebih menguntungkan bagi  memilih yang biayanya flat saja seperti Tokocrypto. Kenapa begitu? Coba saja Anda bayangkan misalnya ingin menarik uang dalam jumlah banyak, Anda ingin mencairkan penjualan 1 bitcoin senilai Rp 300 juta, kalau biaya penarikannya 0.5%, berarti akan terpotong 1,5 juta hanya untuk narik uang dari exchangenya saja. Sementara jika melihat biaya transaksi sebagai market taker, Indodax yang biayanya paling tinggi, sementara Pintu tidak ada biaya transaksi, sisanya yang lain berkisar di angka wajar yaitu 0,1%. Bagi Anda yang belum paham, biaya market taker itu adalah potongan ketika Anda bertransaksi dengan ikut antrian harga yang sudah ada, misalnya Anda mau beli bitcoin seharga 10 juta, maka potongan biayanya kalau di Indodax itu adalah 0,3% atau 30 ribu rupiah, sementara kalau di Tokocrypto  misalnya itu cuma 0,1% atau 10 ribu rupiah.

    Lalu apalagi yang perlu diperhatikan ketika untuk memilih platform aset kripto, tentu saja fitur trading yang bisa dimanfaatkan oleh para trader. Bicara soal fitur, memang masing – masing exchange punya keunikan sendiri-sendiri. Tapi dari semua fitur, coba kita pilih 3 fitur yang menurut salah satu Trader Tokocrpto, Afid sangat penting, yaitu adanya chart harga yang akan membantu melakukan analisis teknikal, adanya fitur cutloss atau pembatasan limit kerugian supaya bisa membatasi kerugian diharga tertentu. Fitur ini krusial, khususnya buat para trader, mengingat aset kripto mempunyai volatilitas harga yang tinggi dan agresif. Dan terakhir adanya fitur shortselling agar bisa tetap mendapatkan keuntungan walaupun harga aset kripto lagi mengalami penurunan atau masuk ke fase bearish. Dari ketiga kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa Tokocrypto adalah satu-satunya yang memenuhi ketiga fitur penting tersebut, sementara Pintu memang tidak memiliki fitur trading dan hanya terbatas pada fungsi jual-beli saja.

    Selanjutnya kita bahas, dari sisi spread harga beli dan jual. seorang trader yang membuat keputusan transaksi yang cepat, khususnya dengan timeframe jangka pendek, akan sangat tertolong dengan selisih harga jual dan beli yang tidak terlalu jomplang. Tujuannya agar keuntungan di setiap transaksi bisa direalisasikan dengan optimal, akan tetapi umumnya ketika kita membeli komoditas, terdapat spread atau selisih harga antara harga beli dengan harga jual, semakin besar selisihnya, akan semakin sempit ruang gerak trader, sementara semakin kecil selisihnya, maka akan semakin luas ruang gerak trader dalam membuat keputusan. Prinsipnya sama saja seperti membeli emas, selalu ada spread harga antara harga jual dengan harga beli kan? begitu juga dengan kripto. Tokocrypto memiliki spread harga yang sangat kecil selisihnya jika dibandingkan exchange lainnya, mungkin bagi kalian yang belum berpengalaman dalam trading, melihat spread harga dan likuiditas ini jadi hal yang sepele. Tapi bagi trader yang serius, selisih spread harga ini bisa menjadi game changer dalam setiap keputusan tradingnya.

    Itulah semua aspek yang harus diperhatikan dalam memilih exchange. Dengan begitu, pengalaman trading dan investasi pun menjadi lebih aman dan menyenangkan! Yuk mulai trading dan investasi bersama Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Sentral Hong Kong: Kripto Penting Buat Sistem Keuangan

    Aset kripto telah menjadi topik pembahasan penting oleh berbagai bank sentral di seluruh dunia, termasuk Hong Kong. CEO Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue, pun telah menyatakan bahwa terlepas dari kekurangan di sektor kripto, industri ini kemungkinan akan memainkan peran sentral dalam sistem keuangan masa depan.

    Berbicara selama pertemuan pejabat keuangan G20 di Bali awal Juli lalu, Yue mencatat bahwa teknologi yang menggerakkan sebagian besar proyek kripto dapat disesuaikan agar tepat dengan sistem keuangan umum.

    Namun, Yue menyerukan regulasi sektor tersebut untuk menghindari risiko terkait seperti ‘kecelakaan’ ekosistem Terra (LUNA) yang mengakibatkan kerugian yang signifikan.

    “Terlepas dari insiden Terra-Luna, saya pikir kripto dan DeFi tidak akan hilang – meskipun mereka mungkin tertahan – karena teknologi dan inovasi bisnis di balik perkembangan ini mungkin penting untuk sistem keuangan masa depan kita,” kata Yue dikutip Finbold.

    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

    Hong Kong Rangkul Manfaat Kripto

    Sentimen Yue sejalan dengan pendekatan ramah HKMA yang sudah berlangsung lama terhadap kripto. Pada Januari 2022, lembaga tersebut merilis pernyataan yang menunjukkan bahwa entitas terbuka untuk menerima manfaat inovasi keuangan sambil mengakui risiko yang terlibat.

    Institusi baru-baru ini lebih fokus pada peraturan stablecoin, terutama setelah kehancuran ekosistem Terra. Dalam makalah diskusi bank baru-baru ini tentang central bank digital currency (CBDC), e-HKD, HKMA memperingatkan bahwa stablecoin dapat merusak dolar negara itu.

    HKMA mencatat bahwa jika satu stablecoin muncul lebih populer, mata uang lokal akan melemah secara signifikan.

    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

    Hong Kong Dinobatkan Negara Paling Ramah Kripto

    Dalam laporan Forex Suggest, Hong Kong memimpin daftar sebagai negara yang siap dan ramah kripto. Untuk menilai negara-negara yang paling siap untuk kripto, data tersebut memeriksa jumlah ATM kripto, undang-undang dan perpajakan kripto, jumlah startup blockchain, dan negara-negara dengan tingkat minat tertinggi terhadap kripto.

    Hong Kon didelegasikan yang paling siap dengan kripto karena menempati posisi pertama dalam tiga utama untuk tiga kelas sesuai penelitian, termasuk jumlah startup blockchain per 100,00 individu dan jumlah ATM kripto yang sesuai dengan populasi.

    Berkat wilayah daratannya yang kecil, negara kota ini memiliki wilayah terkecil per ATM kripto. Hong Kong juga tidak mengenakan pajak capital gain pada kripto, membuatnya menarik bagi investor.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Jual Bitcoin Yang Tepat

    Harga bitcoin yang meroket di beberapa tahun kebelakang menyebabkan cryptocurrency menjadi terobosan di dunia digital, dan membuat banyak orang melirik akan manfaat dan keuntungan dari Cryptocurrency. Saat ini banyak user yang sudah bermain bitcoin di seluruh dunia, banyaknya user tersebut sebanding dengan banyaknya transaksi di mata uang kripto tersebut.

    Sebanyak-banyaknya transaksi yang dilakukan pada mata uang kripto atau bitcoin akan tercatat semua pada sistem jaringan, karena setidaknya ada tiga pencatat dalam transaksi tersebut. Penjual-pembeli dan sistem yang terdesentralisasi sehingga semua user akan bisa melihat setiap transaksi di mata uang kripto tersebut dan mencatatnya. Maka dari itu cara jual-beli bitcoin akan terekam sampai kapanpun.

    Cara untuk Jual Bitcoin

    Tujuan akhir dari berinvestasi pada mata uang kripto adalah menjualnya. Lalu, pada prinsipnya ada dua macam cara yang bisa dilakukan untuk bertransaksi bitcoin ke rupiah atau sebaliknya (jual-beli) pada mata uang kripto, yaitu:

    1. Menggunakan Exchange (Marketplace)

    Cara paling mudah untuk menjual bitcoin anda adalah dengan menggunakan exchange atau marketplace mata uang kripto. Namun sebelumnya, anda harus mencari terlebih dahulu exchange yang sudah terpercaya.

    Setelah menemukan exchange, langkah selanjutnya adalah registrasi dan buat akun anda. Dalam proses registrasi, biasanya anda akan melakukan KYC (Know Your Customer) untuk melengkapi data diri anda. Tahap ini berfungsi untuk mencegah tindakan penipuan untuk transaksi pada exchange.

    Langkah selanjutnya adalah, pastikan saldo pada wallet bitcoin exchange anda. Jika saldo bitcoin anda masih pada wallet digital pribadi, maka anda harus mengirim bitcoin anda ke alamat wallet exchange yang anda akan gunakan.

    Tahap selanjutnya untuk menjual bitcoin anda adalah memilih cara menjualnya, ada dua cara menjual bitcoin di exchange.

    Proses penjualan pada cara ini, anda akan menjual bitcoin anda dengan mengikuti harga dari market cap sebuah exchange yang anda pilih tersebut.

    Pada cara yang kedua kamu bisa memasukan harga dari total bitcoin yang kamu akan jual. Namun, anda harus menunggu hingga harga bitcoin mencapai harga yang kamu tentukan pada exchange tersebut.

    Setelah melalui proses tersebut, anda hanya tinggal menunggu order penjualan terpenuhi. Lalu setelah saldo rupiah ada pada akun anda. Langkah terakhir adalah mencairkan ke bank. Anda cukup memasukan nomor rekening tujuan dan dalam 24 jam uang anda akan terkirim pada rekening bank anda.

    2. Menggunakan Wallet Digital Pribadi

    Cara yang kedua untuk menjual bitcoin adalah dengan menggunakan wallet digital. Wallet digital atau dompet digital ini, selain berfungsi untuk menyimpan cryptocurrency anda juga bisa menggunakannya untuk mengirim dan menerima kiriman mata uang kripto. Hal tersebut mirip seperti anda memiliki suatu rekening di bank konvensional.

    Karena mirip seperti mempunyai rekening di bank konvensional, pada wallet digital ini anda tidak bisa menjual atau memperdagangkan bitcoin anda secara terbuka. Anda harus memiliki kesepakatan terlebih dahulu, berapa nilai dari bitcoin yang akan dikirim. Setelah kesepakatan diperoleh barulah anda bisa mengirimkan bitcoin tersebut. Jangan lupa untuk meminta alamat wallet digital pembeli untuk anda masukan pada wallet digital anda.

    Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan jika bertransaksi secara langsung, kami merekomendasikan anda menggunakan exchange dalam bertransaksi. Salah satu exchange yang terpercaya dan sudah memiliki izin dari pemerintah adalah Tokocyrpto.

    Saat yang Pas untuk Menjual Bitcoin

    Secara sederhana waktu yang pas untuk menjual bitcoin anda adalah saat harga bitcoin tersebut naik. Naik tersebut dalam arti ketika harga yang anda beli berada dibawah harga jual, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan dari dari selisih yang harga bitcoin tersebut.

    Namun, kenaikan harga bitcoin tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah permintaan bitcoin di pasar mata uang kripto. Faktor tersebut sejalan dengan penelitian Hanindya Febri Qadarika tentang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, total Bitcoin, jumlah transaksi, biaya per transaksi, jumlah pengguna, dompet blockchain, dan harga emas secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga Bitcoin.

    Maka dari itu, untuk menentukan saat yang pas dalam menjual bitcoin, anda memerlukan analisis yang baik terhadap grafik bitcoin. Untuk melihat grafik-nya anda bisa melihatnya di halaman dashboard www.tokocryrpto.com dan pilih mata uang bitcoin. Selain mempermudah anda menjual bitcoin, di Tokocrypto juga anda bisa mendapatkan bitcoin dengan market cap yang bersaing. Info lebih lengkap kamu bisa menghubungi melalui website www.tokocyrpto.com atau seluruh media sosial kamil @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

    Minat investasi kripto masih melonjak, meskipun market sedang alami penurunan agak dramatis dalam beberapa bulan terakhir. Investor kini lebih yakin investasi kripto untuk membayar sejumlah barang dan jasa termasuk, mobil, komputer, dan asuransi, hingga menabung untuk pendidikan perguruan tinggi.

    Survei terbaru dari media Intelligent.com menyebutkan banyak orang tua di Amerika Serikat yang menabung aset kripto sebagai investasi untuk biaya pendidikan kuliah anak mereka. Survei sendiri digelar pada 10 Juni 2022 dengan jumlah responden sebanyak 1.250 peserta.

    Semua responden adalah orang tua warga AS, yang memiliki setidaknya satu orang anak dan sudah mulai mengumpulkan uang untuk pendidikan anak atau membiayai kuliah di perguruan tinggi anak. Mereka mengandalkan investasi kripto jangka panjang untuk membayar kuliah.

    Investasi Kripto untuk Biaya Pendidikan

    Hasil survei menunjukan 87% orang tua yang menjadi koresponden telah berinvestasi dalam kripto untuk menabung biaya kuliah anak-anak mereka. Meskipun market crash baru-baru ini, 80% mengatakan mereka telah mendapatkan uang dari hasil investasi.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

    Lebih dari 50% orang tua percaya bahwa dana yang diinvestasikan akan menutupi setidaknya setengah dari biaya pendidikan perguruan tinggi anak-anak mereka. Kemudian, lebih dari empat dari sepuluh orang tua dari total 87% yang berinvestasi di kripto mengatakan bahwa mereka telah memasukkan US$ 10.000 atau lebih ke dalam investasi kripto.

    Dan untuk sebagian besar, strategi ini tampaknya membuahkan hasil, meskipun pasar kripto jatuh selama setahun terakhir. 80% dari mereka yang berinvestasi di kripto mengatakan investasi mereka telah berkembang, sementara hanya 11% mengatakan mereka telah kehilangan uang dan 9% tidak menghasilkan keuntungan atau impas.

    Kripto adalah Investasi Jangka Panjang yang Andal

    Ketika para orang tua yang disurvei ditanya mengapa mereka memilih untuk berinvestasi di kripto untuk menabung untuk pendidikan anak-anak mereka, 68% responden mengatakan percaya itu akan menjadi investasi jangka panjang yang lebih andal.

    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
    Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

    Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

    Lebih dari 59% mengatakan mereka percaya mereka dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan kripto daripada dengan investasi tradisional, dan 34% mengatakan mereka merasa tertekan untuk tidak melewatkan peluang potensial.

    Ada 24% mengatakan mereka berinvestasi di kripto sebagai eksperimen untuk melihat kinerjanya dibandingkan dengan investasi mereka yang lain. Bitcoin tetap menjadi investasi paling populer dengan 69% responden, diikuti oleh Ethereum sebesar 41% dan USD Coin sebesar 38%.

    Membayar untuk kuliah tidak lagi terjangkau, jadi masuk akal jika banyak orang tua berharap untuk memanfaatkan pasar kripto yang sedang booming untuk memberi anak-anak mereka keuntungan finansial.

    Dan meskipun sebagian besar responden melaporkan mendapatkan uang dari investasi mereka dan kepercayaan mereka yang berkelanjutan pada kripto, penurunan tajam dalam banyak nilai mata uang dalam beberapa bulan terakhir mungkin terbukti menantang.



    Sumber : news.tokocrypto.com