Tag Archives: aset kripto

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

Investor aset kripto tampak tersenyum riang pada Kamis (287) pagi ini, setelah lihat pergerakan market menguat ke zona hijau. Investor kripto kini terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah sejak awal pekan lalu menahan diri dan wait and see.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 7,60% ke US$ 22.748 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) meroket tajam 12,59% ke US$ 1.612 di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto Kamis pagi ini memang cukup menggembirakan. Investor semakin bergairah masuk ke market setelah mendengar hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed Kamis (28/7) dini hari tadi. Dalam rapat tersebut, The Fed menepati janjinya untuk mengerek suku bunga acuan 75 basis poin.

“Di samping itu, ada hal yang tampaknya membuat investor tenang adalah sikap Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengatakan kemungkinan besar kembali menaikan suku bunga pada September mendatang. Namun, setelah bulan selanjutnya, ada sinyal The Fed kemungkinan bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga untuk mengevaluasi dampak kebijakan moneternya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS,” jelas Afid.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Elon Musk Jual Bitcoin, CEO Binance: Tidak Pengaruh ke Market

Aksi Investor Akumulasi Kripto

Tingginya aksi akumulasi di market kripto juga didorong oleh sentimen kinerja dari indeks pasar saham AS, setelah nilai saham perusahaan raksasa teknologi, seperti Microsoft dan Alphabet membukukan pertumbuhan tinggi. Investor kripto kerap menggunakan indeks saham AS, utamanya saham-saham teknologi, sebagai tolok ukur untuk melakukan akumulasi.

“Kini korelasi pergerakan harga aset kripto, utamanya Bitcoin dengan indeks saham AS sudah berada mendekati level paritas sempurna. Sementara, dengan kinerja indeks dolar AS dan kripto sangat berlawanan,” jelas Afid.

Kabar positif lainnya, datang dari jaringan Ethereum yang akhirnya merilis Shadow Fork menjelang pembaruan di jaringan uji cobanya bernama Goerli. Proyek ini membawa selangkah lebih dekat sebelum Ethereum benar-benar melakukan pembaruan jaringan utama The Merge pada September nanti.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

Kabar kesuksesan proyek Shadow Fork membuat harga Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC) mampu mengalahkan kinerja Bitcoin dalam sehari terakhir. Kemungkinan harga ETH bisa terus menembus level resistensinya dengan target kenaikan pada harga US$ 1.697.

Sementara, investor makin percaya diri untuk akumulasi Bitcoin. Indeks Fear & Greed Index Bitcoin pagi ini naik dari 28 ke 32, walaupun masih di level “Fear”. Harga BTC kini ditargetkan naik hingga pada level resistensinya di US$ di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.
Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

Sementara, kenaikan harga kripto kemungkinan besar akan berlangsung beberapa hari ke depan. Meski begitu, secara umum market kripto masih sideways, belum bull run signifikan.

“Sejauh ini belum ada sentimen negatif yang bisa memberikan pukul terhadap market. Hal yang harus diwaspadai adalah nanti ada banyak trader yang akan mulai akumulasi keuntungan atau taking profit, sehingga aksi jual akan lebih banyak dan membuat harga kripto sedikit turun,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

Pajak transaksi aset kripto telah berlaku di Indonesia sejak tanggal 1 Mei 2022 lalu. Menariknya penerapan kebijakan tersebut dianggap oleh sebuah riset terbaru menjadi tarif pajak yang terendah di dunia.

Riset terbaru yang dilakukan Forex Suggest menyebut Indonesia masuk daftar negara yang memiliki tarif pajak kripto terendah di dunia. Meski begitu, Indonesia masih kalah di bandingkan tujuh negara lainnya yang membebaskan transaksi aset kripto dari pajak.

Negara-negara yang belum menerapkan pajak aset kripto dalam riset berjudul “Worldwide Crypto Readiness Report” adalah Hong Kong, Swiss, Panama, Portugal, Jerman, Malaysia dan Turki.

“Tujuh negara berbagi tempat teratas untuk pajak kripto terendah karena keuntungan yang diperoleh dari perdagangan aset kripto dibebaskan dari pajak capital gain untuk individu,” kata laporan tersebut.

Negara-negara yang kenakan pajak kripto terendah di dunia menurut laporan Forex Suggest. Foto: Forex Suggest.
Negara-negara yang kenakan pajak kripto terendah di dunia menurut laporan Forex Suggest. Foto: Forex Suggest.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

Negara-negara Bebas Pajak Kripto

Hong Kong menganggap kripto sebagai komoditas digital, bukan mata uang, jadi capital gain tidak berlaku. Ini juga mirip dengan sikap Swiss tentang kripto yang menganggapnya sebagai aset kekayaan pribadi, yang tidak dikenakan pajak capital gain.

Sementara, Portugal dan Panama juga tidak menganggap aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah oleh karena itu pajak capital gain tidak berlaku untuk keuntungan. Malaysia tidak menganggap kripto sebagai alat pembayaran yang sah atau aset modal, membiarkannya bebas pajak bagi investor retail, meskipun jika itu merupakan sumber pendapatan reguler, itu dikenakan pajak penghasilan.

Investor retail di Turki juga tidak perlu khawatir tentang pajak capital gain, karena pemerintah tidak memiliki peraturan untuk individu yang memegang kripto, meskipun bisnis yang berurusan dengan kripto harus membayar pajak perusahaan 20% atas keuntungan mereka.

Ilustrasi pajak aset kripto.
Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

Jerman mengambil pendekatan yang berbeda, dengan beberapa ketentuan untuk investor swasta. Pajak capital gain tidak berlaku jika aset kripto ditahan lebih dari satu tahun.

Indonesia Terapkan Tarif Pajak Terendah

Dalam laporan Forex Suggest, disebut Indonesia mengambil tempat kedua sebagai negara yang membebankan investor retail hanya 0,1% pajak capital gain atas keuntungan kripto mereka. Transaksi kripto juga dikenakan pajak pertambahan nilai di Indonesia berdasarkan undang-undang baru ini.

Kemudian tempat berikutnya adalah negara Amerika Selatan, Chili. Negara ini membebankan biaya kepada investor swasta minimal 4% untuk investasi kripto mereka. Tidak seperti banyak negara lain, Chili tidak memiliki klasifikasi terpisah untuk capital gain, jadi setiap keuntungan yang diperoleh dianggap sebagai pendapatan dan dikenakan pajak yang sesuai.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Kripto Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT)

Aset kripto Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT) memiliki project yang unik. Misalnya saja, Perl.eco dibuat dengan desain menjadi project kripto yang bisa tokenisasi jejak karbon dan aset bioekologis dunia nyata ke blockchain.

Sementara, UniLend membuat protokol DeFi yang bisa menggabungkan layanan perdagangan spot dan fungsi pinjam-meminjam dalam platform yang sama. Platform ini menjembatani kesenjangan aspek desentralisasi yang memungkinkan token ERC20 digunakan sebagai jaminan untuk pinjam-meminjam.

So, penasaran dengan keunggulan dan keunikan project Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT)? Simak selengkapnya artikel di bawah ini.

Perl.eco (PERL)

Apa Itu Perl.eco (PERL)?

PERL.eco merupakan proyek terbaru Perlin yang memiliki nama lengkap Planetary Ecosystem Registration Ledger. PERL.eco fokus pada tokenisasi dan mencapai adopsi yang lebih luas dari aset terkait ekologi, termasuk kredit karbon, genom keanekaragaman, NFT dan banyak lagi.

Kredit karbon adalah sertifikat digital yang mewakili hak untuk mengeluarkan satu ton karbon dioksida atau jumlah yang setara dengan gas rumah kaca (tCO2e). Tujuan penerbitan dan perdagangan kredit karbon adalah untuk memungkinkan mekanisme pasar untuk mendorong proses industri dan komersial ke arah pendekatan emisi rendah.

Ilustrasi aset kripto Perl.eco (PERL).
Ilustrasi aset kripto Perl.eco (PERL).

Baca juga: Apa Itu Kripto Vite (VITE) dan New BitShares (NBS)?

PERL adalah token tata kelola untuk PERL.eco. Dengan berpartisipasi dalam tata keola, pengguna dapat memperoleh imbalan berupa airdrop kredit karbon yang mereka gunakan untuk mengimbangi emisi.

PERL akan beroperasi sebagai token tata kelola DAO yang memainkan peran penting dalam menentukan sistem insentif, membangun basis pemangku kepentingan yang luas dan memfasilitasi aliran nilai ekonomi dalam jaringan. Pemegang PERL dapat memberikan suara pada model dan distribusi biaya serta keputusan penting lainnya.

Apa yang Membuat Perl.eco (PERL) Unik?

PERL.eco berfokus pada tokenisasi dan mencapai adopsi yang lebih luas dari aset terkait ekologi seperti aset karbon tokenized, keanekaragaman hayati genom dan banyak lagi.

PERL memungkinkan pemegang token untuk memainkan peran penting dalam menentukan sistem insentif, membangun basis pemangku kepentingan yang luas, dan memfasilitasi aliran nilai ekonomi dalam jaringan. Pemegang PERL dapat memberikan suara pada model dan distribusi biaya ini, serta keputusan penting lainnya.

Ilustrasi aset kripto Perl.eco (PERL).
Ilustrasi aset kripto Perl.eco (PERL).

Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

PERL.eco berfokus pada bidang-bidang utama ini:

  • Carbon We memberikan kredit karbon dan pengguna mungkin dapat mengimbangi emisi mereka dan berpartisipasi dalam pertumbuhan karbon di masa depan.
  • Biodiversity We yang sedang mencari cara untuk menciptakan pasar yang menghubungkan penawaran dan permintaan nilai keanekaragaman hayati. Hal ini akan mendorong konservasi keanekaragaman hayati, sesuatu yang sangat dibutuhkan seiring dengan memburuknya perubahan iklim.
  • NFT We bekerja sama dengan badan amal satwa liar, laut, dan lingkungan yang diakui secara global untuk mengembangkan NFT guna mendanai konservasi spesies dan habitat yang terancam punah.
  • DeFi We akan mengizinkan pemegang token PERL untuk menghasilkan pertanian untuk selamanya dan mendapatkan insentif gratis.
  • Blockchain infrastructure We berencana untuk memiliki blockchain proof-of-stake kami sendiri.
  • Education and evolution We percaya pada pemberdayaan masyarakat untuk bergabung dengan kami dalam melindungi planet ini.

Peringkat PERL di situs CoinMarketCap pada Rabu (27/7) jam 08.00 WIB adalah #715, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 11.835.381. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 490.938.908 koin PERL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

UniLend (UFT)

Apa Itu UniLend (UFT)?

UniLend adalah protokol DeFi dengan konsep permission-less yang menggabungkan layanan perdagangan spot dan fungsi pinjam-meminjam dalam platform yang sama. Sementara protokol DeFi lainnya hanya mendukung kurang dari 30 aset, siapa pun dapat mendaftarkan aset ERC20 apa pun di UniLend untuk perdagangan dan peminjaman/peminjaman yang terdesentralisasi.

Misi UniLend adalah membuka ruang DeFi hingga US$ 29 miliar token ERC20 yang saat ini dikeluarkan dari DeFi, oleh karena itu moto mereka “unlocking the true potential of decentralised finance“.

Ilustrasi aset kripto UniLend (UFT).
Ilustrasi aset kripto UniLend (UFT).

Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

Solusi DeFi yang ada telah meninggalkan sebagian besar aset digital di luar ekosistem DeFi. Ada lebih dari 6000 token yang terdaftar di CoinMarketCap. Namun, protokol DeFi lainnya mendukung kurang dari 30 aset.

Beberapa protokol menawarkan pinjam-meminjam dengan seperangkat token terbatas sementara yang lain menawarkan kebebasan untuk memperdagangkan aset ERC20 apa pun, tetapi mengabaikan aspek pinjam-meminjam.

UniLend menjembatani kesenjangan itu dengan menggabungkan aspek desentralisasi yang memungkinkan ERC20 digunakan sebagai jaminan untuk pinjam-meminjam sambil memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk juga memperdagangkan aset mereka dalam platform. Pada akhirnya, UniLend bertujuan untuk membuka potensi penuh aset digital bagi pemiliknya.

Apa yang Membuat UniLend (UFT) Unik?

Token UFT digunakan untuk memfasilitasi tata kelola protokol UniLend. Sejumlah faktor yang berkaitan dengan berfungsinya protokol, akan diputuskan oleh pemegang UFT melalui proposal yang membutuhkan konsensus mayoritas untuk dilaksanakan.

Penyedia likuiditas adalah komponen kunci dalam memastikan keberlanjutan protokol keuangan terdesentralisasi dengan memfasilitasi likuiditas dalam protokol. Oleh karena itu, mereka akan diberi token UFT melalui penambangan likuiditas, di samping persentase biaya perdagangan dan pinjaman.

Ilustrasi aset kripto UniLend (UFT).
Ilustrasi aset kripto UniLend (UFT).

Baca juga: Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

Pengguna platform yang menggunakan UniLend untuk meminjamkan, meminjam atau berdagang akan diberi kekuatan tata kelola dalam bentuk token UFT untuk mendorong tidak hanya penggunaan layanan platform, tetapi juga untuk memfasilitasi tata kelola terdistribusi.

Peringkat UFT di situs CoinMarketCap pada Rabu (27/7) jam 08.00 WIB adalah #877, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 6.132.470. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 31.052.564 koin UFT dan maksimal pasokan 100.000.000 koin UFT.

Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT).

Trading PERL/USDT, PERL/BTC, UFT/BTC dan UFT/ETH dapat dilakukan mulai tanggal 26 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran PERL dan UFT di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

Sejak tahun 2020, pasar kripto telah mengalami pertumbuhan signifikan dengan Bitcoin yang naik hingga lebih dari 1.000% dari Maret 2020 hingga November 2021. 

Menurut laporan dari Crypto.com, adopsi kripto di seluruh dunia meningkat sekitar 178% di tahun 2021 mencapai 300 Juta pengguna dan investor kripto. 

Sebagian besar pertumbuhan ini terlihat di Asia Tenggara dimana adopsi kripto meningkat sebesar 3,5% di 2021 menurut laporan dari perusahaan modal ventura bernama Star Capital.

Potensi Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

Menurut laporan tersebut, lebih dari 600 perusahaan berbasis kripto dan blockchain memilih Asia Tenggara sebagai kantor pusatnya. 

Perusahaan-perusahaan ini berhasil mendapatkan lebih dari US$ 1 Miliar dalam pendanaan hanya di 2021 dan diprediksi melebihi US$ 1,45 Miliar di 2022. 

Pertumbuhan ini juga didukung oleh populasi Asia Tenggara yang terus bertumbuh pesat dimana 68,6% populasinya adalah pengguna internet secara aktif. 

Selain itu beberapa masyarakat menengah ke bawah Asia Tenggara juga memiliki akses terbatas untuk menggunakan jasa perbankan. 

Menurut laporan dari Bain & Company, sekitar 70% populasi Asia Tenggara masih berada di kondisi kesulitan untuk mendapatkan jasa perbankan dengan 27% hidup tanpa memiliki rekening bank. 

Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara 
Data Populasi Asia Tenggara Kesulitan Jasa Perbankan dan Memilih Jasa Alternatif Perbankan

Baca juga: Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

Kurangnya akses ini dapat membuka jalan untuk adopsi kripto terutama jasa di sektor Decentralized Finance atau DeFi yang merupakan alternatif lain dari sistem perbankan. 

Kedua alasan ini dapat membawa potensi signifikan untuk adopsi kripto di Asia Tenggara dan hal tersebut telah terbukti bersama peningkatan adopsi sebesar 3,56% di 2021. 

Singapura adalah pemimpin dari adopsi ini dengan 10% populasinya yang memiliki kripto, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang berada di 8,3%. 

Adopsi DeFi dipimpin oleh Vietnam dan Thailand yang memiliki adopsi terbesar kedua dan ketiga setelah Amerika di 2021 menurut data dari Chainalysis.

Indonesia juga terlihat memiliki potensi tinggi akibat ekosistem perusahaan berbasis kripto yang terlihat terus menarik perhatian dunia dari sisi tenaga kerja dan potensi keuntungannya. 

Salah satu contohnya adalah PINTU yang merupakan salah satu platform investasi kripto terbesar di Indonesia yang menarik perhatian global sehingga berhasil mendapatkan pendanaan sebesar  US$ 113 Juta dari beberapa investor ternama. 

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia juga membawa potensi signifikan untuk adopsi kripto. 

Diperkirakan bahwa valuasi ekonomi digital Indonesia telah mencapai US$ 40 Miliar di 2019, naik empat kali lipat sejak 2015. Angka ini telah mencapai US$ 70 Miliar di 2021 dan saat ini merupakan perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara. 

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

Potensi Pertumbuhan Kripto di Indonesia

World Bank juga memberikan data perkiraan bahwa akan terjadi peningkatan sebesar 5,1% di 2022 dari 2021 karena transisi ke ekonomi digital.

Menurut laporan tersebut, saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasa lebih nyaman dalam menggunakan uang digital mulai dari dompet digital hingga kripto. 

Kenyamanan ini datang dari sulitnya mendapat akses perbankan bagi beberapa golongan masyarakat, dimana 51% dari populasi Indonesia masih tidak memiliki akses ke jasa perbankan dan 26% memiliki rekening bank tapi lebih sering menggunakan jasa keuangan di luar perbankan. 

Dilaporkan juga bahwa 9 dari 10 pengguna internet di Indonesia lebih memilih menggunakan e-wallet atau dompet digital untuk belanja dan transaksi. 

Kondisi ini menunjukkan data di mana total transaksi Rupiah melalui dompet digital telah naik signifikan terutama di 2022 mencapai sekitar US$ 30,8 Miliar dan diprediksi naik hingga US$ 70,1 Miliar di 2025. 

Besarnya penggunaan dompet digital ini juga mempermudah transisi ke adopsi kripto.

Coinvestasi melaporkan bahwa pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia telah naik signifikan dari 2020 hingga 2021 yaitu lebih dari 100%. 

Pada 2020, investor kripto hanya berada di angka 4 Juta investor, namun di 2021, angka tersebut telah naik menjadi 11,4 Juta investor. 

Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara 
Data Investor Kripto Indonesia Januari 2020 – Mei 2022

Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

Laporan tersebut juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan transaksi kripto telah meningkat dengan rata-rata 16,2% per bulan di 2021 dengan rata-rata transaksi harian mencapai US$ 156,9 Juta. 

Hingga Mei 2022, angka ini terus meningkat bahkan telah mencapai sekitar 14,1 Juta investor menurut data yang diambil dari Bappebti. 

Pertumbuhan ini tidak hanya ditunjukkan oleh investor ritel namun juga institusional yang mulai investasi pada proyek terkait kripto dan blockchain di Indonesia. 

Contohnya adalah Sinar Mas, salah satu perusahaan konglomerat terbesar di Indonesia yang membuka platform perdagangan kripto baru bernama Nanovest dan kripto baru bernama NanoByte (NBT). 

BRI Ventures, perusahaan modal ventura di bawah bank milik negara Indonesia juga meluncurkan kerja sama dengan Tokocrypto, salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia. 

Regulator juga terlihat terus mendukung dengan adanya regulasi baru terkait pajak dan keamanan perdagangan kripto di Indonesia.  

Untuk saat ini regulator juga telah mempermudah transaksi kripto dengan melegalkan lebih banyak platform investasi kripto di Indonesia. 

Saat ini terdapat 25 platform perdagangan kripto legal yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi kripto. 

Diprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan mencapai valuasi sebesar US$ 146 Miliar di 2025, dan kemungkinan besar kripto akan menjadi bagian besar dari pertumbuhan ini. 

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Gerak Kripto Mulai Kendor, Apa Sebabnya?

Pergerakan market aset kripto pada pekan ini mulai kendor, setelah minggu lalu sempat meroket. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menekan laju market.

Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 1,99% ke US$ 21.875 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) anjlok 2,64% ke US$ 1.514 di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pergerakan market kripto awal pekan ini memang cukup mengecewakan. Sepanjang akhir pekan lalu, Bitcoin diperdagangkan sideways dan bahkan sempat di bawah $ 22.500. Padahal, hari Rabu (20/7) BTC telah mencapai level tertinggi sejak sebulan terakhir menembus US$ 24.000.

“Dari sisi teknikal, kinerja buruk kripto awal pekan ini disebabkan oleh ketidakmampuan BTC untuk mempertahankan kinerja di atas level Simple Moving Average dalam kurun 200 pekan terakhir di angka US$ 22.800. Investor mencerna kondisi itu sebagai sinyal bahwa harga BTC kemungkinan tak dapat menguat lebih jauh lagi,” kata Nathan.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Apa Itu Kripto Vite (VITE) dan New BitShares (NBS)?

Penurunan kripto juga mengikuti indeks saham AS yang pada hari Jumat (22/7) ditutup melemah hampir 2%. Saham, seperti kripto, mengalami minggu terbaiknya pada pekan lalu, setelah beberapa bulan mengalami kerugian.

Menanti Keputusan The Fed

Di samping itu, Nathan menambahkan penurunan ini disebabkan oleh investor yang tampaknya meninjau kembali kecemasan mereka atas inflasi dan ekonomi global, sehingga memutuskan mengakhiri aksi beli untuk mundur dari aset berisiko. Investor tengah mengantisipasi kebijakan moneter teranyar The Fed.

“Investor pun terlihat sudah melakukan priced in terhadap peristiwa-peristiwa makroekonomi di depan mata, utamanya kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dijadwalkan terjadi pada 28 Juli mendatang,” ujarnya.

Sejauh ini, pelaku pasar meyakini bahwa The Fed akan menjaga komitmennya untuk mengerek suku bunga acuan paling tinggi 75 basis poin. Melihat hal ini investor masih menanti gerak pasar indeks saham AS ke depannya.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

Secara umum gerak market pekan ini mungkin akan tertekan hingga cenderung sideways. Jika nilai BTC terus berada di bawah level US$ 22.500, maka berpotensi melakukan retest ke level US$ 20.800 hingga US$ 21.300.

“Target kenaikan harga Bitcoin apabila mampu breakout area resistensi berada pada harga US$ 24.776, dan 20-day EMA pada harga US$ 21.735 menjadi titik support-nya apabila harga Bitcoin mengalami koreksi,” jelas Nathan.

Sementara, Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin dengan recovery tercepat setelah mengalami penurunan. Saat ini harga ETH sudah berada kembali pada area resistance, namun berpotensi menurun melihat dinamika market secara keseluruhan.

Jika aksi beli masih kuat, maka harga ETH bisa terdorong hingga mencapai harga US$ 1.745. Kemudian, 50-day EMA pada harga US$ 1.432 menjadi support pertama apabila harga ETH mengalami koreksi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

Tokocrypto telah menjalankan kewajiban sebagai badan/lembaga yang memungut pajak transaksi aset kripto. Hal ini dilakukan sesuai dengan keputusan pemerintah dengan berlakunya aturan terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas transaksi Perdagangan Aset Kripto melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022.

Aturan PMK 68 sendiri sudah berlaku sejak 1 Mei 2022. Selama penerapan PMK 68 yang sudah berjalan dua bulan selama periode Mei-Juni, Tokocrypto sudah menyetorkan pajak transaksi kripto para penggunanya sebesar Rp 37 miliar (US$ 2,5 juta) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Rinciannya bulan Mei 2022: Rp 21 miliar dan Juni 2022: Rp 16 miliar.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto terus berkomitmen untuk menjalankan aturan pajak transaksi aset kripto sesuai dengan PMK 68. Adanya aturan pajak kripto bisa memberikan efek positif terhadap kepastian bagi investor dan pelaku industri kripto di Indonesia.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

“Kami sangat senang dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan pajak kepada negara. Potensi penerimaan yang besar dari aset kripto bisa dioptimalkan untuk pembangunan merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Kai.

Kai menjelaskan dengan pemberlakuan aturan pajak kripto atau PMK 68, ini menambah legitimasi industri aset kripto yang sedang berkembang. Di samping itu, setiap pemegang aset kripto di Indonesia akan mendapatkan kepastian perpajakan yang sangat jelas dengan tarif yang bersahabat. 

Sebelum PMK 68 ini diterapkan, belum ada perlakuan khusus kepada aset kripto yang dimiliki oleh para investor sehingga akan dikategorikan sebagai bagian pendapatan lain-lain dengan tarif berjenjang sampai 35%. Pemberlakuan PMK 68 dengan tarif PPN dan PPh final senilai total 0,21% dapat disimpulkan lebih menguntungkan dibandingkan tarif berjenjang pendapatan lain-lain. 

Utamakan Perlindungan Investor

T-Hub by Tokocrypto
Ilustrasi T-Hub by Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Sebagai Calon Pedagang Aset Kripto yang terdaftar di Bappebti dan diawasi oleh Kominfo, Tokocrypto terus berkomitmen menjalankan aktivitas bisnis dan operasional sesuai dengan regulasi yang berlaku. Perihal keamanan data dan transaksi menjadi hal utama dan prioritas Tokocrypto ke depan.

“Keamanan aset nasabah merupakan prioritas bisnis kami. Dalam menjalankan operasional bisnis, kami menjamin tidak ada aktivitas yang berisiko pada dana milik nasabah. Semua aset kripto miliki nasabah dikelola penuh oleh Tokocrypto dan selalu dilakukan audit secara menyeluruh. Kemudian, kami selalu memberikan laporan terbuka rutin ke Bappebti,” jelas Kai.

Kai menjelaskan sejak awal berdiri pada tahun 2018, Tokocrypto terus berkomitmen menciptakan industri aset kripto lebih legitimate dan mainstream di Indonesia, melalui pengembangan inovasi teknologi dan upaya-upaya edukasi dengan membawa manfaat yang lebih besar bagi perekonomian di Tanah Air.

Tokocrypto Terus Berkembang

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

Operasional bisnis Tokocrypto terus mengalami pertumbuhan. Data Bappebti mencatat selama periode Januari-Mei 2022, Tokocrypto membukukan nilai transaksi perdagangan hingga Rp 95 triliun dan menduduki Calon Pedagang Aset Kripto nomor satu di Indonesia. Saat ini sudah ada lebih dari 2,7 juta investor di Tokocrypto.

Pengembangan bisnis Tokocrypto tidak hanya berhenti hanya sebagai exchange atau perdagangan aset kripto saja. Dalam perjalanannya, Tokocrypto memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di Indonesia, dengan menghadirkan TokoVerse untuk membangun ekosistem blockchain yang berkelanjutan di Indonesia. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Masih Tampil Cetar Buat Investor Senang

Sepanjang pekan ini, situasi market kripto membuat hati investor senang, karena bisa sedikit ambil untung, meski di bawah tekanan inflasi. Pasalnya secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan seminggu ini.

Data terbaru melansir CoinMarketCap pada Jumat (22/7) pukull 12.00 WIB nilai Bitcoin berada di harga US$ 22.954 atau melonjak 11,21% dalam tujuh hari terakhir. Nilai Ethereum (ETH) bahkan lebih perkasa naik 30,36% ke US$ 1.567 di waktu yang sama. Lalu apa yang menyebabkan market kripto bergejolak positif?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor yang kembali menyerbu aset kripto, lantaran mereka tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS. Hal serupa juga terjadi di pasar aset berisiko lainnya yakni pasar saham AS.

“Di samping itu, investor juga ramai-ramai melakukan transaksi perdagangan di altcoin setelah memantau apiknya kinerja indeks saham AS. Pelemahan kinerja nilai dolar AS juga menambah gairah investor, meski tentu masih dibayangi oleh sikap The Fed dengan suku bunga acuannya yang diumumkan pekan depan,” kata Afid.

Harga Bitcoin Bergerak Agresif
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

Menanti Aksi The Fed

Sejauh ini, Afid melihat banyak investor yakin The Fed tidak bakal terlampau agresif dalam mengerek suku bunga acuannya yang diumumkan pada hasil rapat yang berlangsung 27 hingga 28 Juli mendatang. Alhasil, investor optimistis The Fed maksimal hanya menaikkan suku bunga 75 basis poin saja dan tidak memukul market kripto.

Di samping itu, secara umum sentimen market diliputi kecemasan soal rentetan kabar buruk yang menghinggapi ekosistem kripto selama sehari belakangan. Salah satu kabar tak sedap itu muncul dari Tesla yang mengaku telah menjual Bitcoin senilai US$ 963 juta sepanjang triwulan lalu demi meningkatkan posisi kas perusahaan.

Kemudian, kabar mengenai platform pinjam-meminjam aset kripto, Vauld, yang sudah mengajukan proteksi dari krediturnya yang berasal Singapura. Kabar ini muncul setelah perusahaan mengumumkan penghentian sementara proses withdrawals-nya beberapa hari lalu.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

Anaisa Bitcoin dan Ethreum ke Depan

Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah US$ 23.000 dan turun hampir 1 persen dalam sehari dan naik 11 persen dalam seminggu. Pergerakan BTC meski mengalami kenaikan, tapi sejauh ini masih datar atau sideways.

Sentimen bearish masih aktif di dekat US$ 24.200 dan mendorong harga di bawah US$ 23.000. Pada sisi negatifnya, titik support awal ini berada di dekat U$ 22.500. Support utama berikutnya berada di US$ 22.250, jika sebaliknya berada di di bawahnya, harga Bitcoin bisa turun ke US$ 21.200. Sementara, level resistensi berada di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

Sedangkan, harga Ethereum (ETH) masih berjuang untuk tetap di atas resistensi US$ 1.600. ETH memangkas beberapa kenaikan dan turun di bawah US$ 1.500. 

Level support utama berikutnya adalah di dekat US$ 1.450, di bawahnya harga bisa memulai koreksi turun yang lebih kuat. Pada sisi atas, harga bisa menghadapi berada di dekat US$ 1.550. Resistensi utama berikutnya adalah di US$ 1.600, jika tembus harga bisa memulai kenaikan lagi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

Nilai Bitcoin melonjak menembus level resistennya di US$ 23.000, setelah turun di bawah US$ 19.000 baru-baru ini, banyak yang berharap bahwa pergerakan tersebut menandakan reli bantuan jangka pendek. Pola gerak seperti ini diindikasikan baik, menandakan bear market mungkin segera berakhir.

Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin membentuk harga terendahnya atau titik bottom di sekitar level kritis US$ 20.000. Hal itu menandakan akhir bearish kripto sudah dekat.

Laporan mingguan Glassnode memprediksi bahwa mata uang kripto utama sedang membentuk “dasar asli” karena nilai realisasinya saat ini adalah sekitar US$ 22.000. Glassnode menyatakan, data on-chain menunjukkan unrealized loss mencapai level yang mengindikasikan bearish kripto akan berakhir.

Data Bitcoin: Realized, Balances dan Delta Prices. Sumber: Glassnode.
Data Bitcoin: Realized, Balances dan Delta Prices. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

Bitcoin Jadi Indikasi Bear Market

Menurut laporan tersebut, menemukan BTC selalu berada di bear market setiap kali diperdagangkan di bawah harga realisasinya. Waktu yang dihabiskan di bawah level tersebut berkisar antara 157 hari, seperti yang terjadi pada tahun 2011 hingga 2012 dan 301 hari dari tahun 2014–2015 hingga 301 hari pada tahun 2018.

Sejauh ini di tahun 2022, Bitcoin hanya menghabiskan 35 hari berada di bawah harga realisasi, saat metrik yang menunjukkan dasar biaya on-chain dari pasokan Bitcoin. Selama kemunduran pasar antara Mei dan Juli, kerugian BTC yang belum direalisasi berkisar antara US$ 165 miliar dan US$ 198 miliar, terhitung 55% dari kapitalisasi pasar yang setara.

Persentase gerak BTC berada di atas level yang tercatat dalam crash 2020 tetapi masih di bawah besaran di posisi terendah pasar bearish 2018, karena ini menandakan dasar pasar mungkin sedang terbentuk.

Data Bitcoin: Days Below Realized Price. Sumber: Glassnode.
Data Bitcoin: Days Below Realized Price. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

Sinyal Pemulihan Bear Market

Selama siklus Bitcoin sebelumnya, sinyal pemulihan pasar selalu datang dengan peningkatan tajam dalam jumlah pemegang jangka pendek yang memiliki posisi untung, kata Glassnode.

Mirip dengan masa lalu, ketika harga Bitcoin berada di dasar siklus, tidak ada holders jangka pendek yang saat ini mendapat untung karena harga aset telah turun di bawah sebagian besar harga akuisisi mereka. Ini mengindikasikan saat ini market berada di zona akumulasi dari mana pasar bisa bangkit kembali dengan cepat.

Sebuah laporan yang baru dirilis oleh Grayscale Investments, yang juga membandingkan bear market saat ini dengan yang lain dalam siklus sebelumnya, menyimpulkan bahwa crypto winter dapat berlangsung selama delapan bulan lagi, jika mengikuti pola yang sama seperti yang ditunjukkan di masa lalu.

Manajer aset percaya waktu saat ini mewakili peluang pembelian terbaik dan menambahkan bahwa terlepas dari tingkat keparahan setiap bear market dalam sejarah, industri selalu pulih lebih kuat dari sebelumnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

NanoByte Token: Aset Kripto Lokal Yang Didukung Sinar Mas & Tokocrypto

Awal tahun 2022 tampaknya menjadi momen terbaik untuk peluncuran berbagai aset kripto yang menarik perhatian, salah satunya adalah NanoByte (NBT), token kripto lokal yang berasal dari Indonesia.

Kripto lokal yang didukung oleh Sinar Mas Group dan Tokocrypto ini, menyediakan model token hybrid unik yang mengkombinasikan Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

Apa Itu Nanobyte (NBT)?

NanoByte adalah aset kripto berbasis token yang dibangun diatas ekosistem Binance Smart Chain (BSC) dan menggunakan standar BEP-20 dengan total suplai maksimal token beredar sebanyak 10 miliar token.

Insiprasi nama NanoByte berasal dari kata “Nano” yang merujuk kepada satuan sangat kecil, sepersemiliyar yang mencerminkan visi NBT, memungkinkan semua orang untuk memulai sesuatu yang besar dengan langkah kecil.

Ilustrasi token kripto NanoByte (NBT). Foto: NanoByte.
Ilustrasi token kripto NanoByte (NBT). Foto: NanoByte.

Visi lahirnya NBT bertujuan untuk menjadikannya perantara yang menghubungkan aset kripto ke produk financial services tradisional/konvensional. Kemudian, sebagai dompet kripto yang dapat diaktivasi untuk mengakses produk seperti kartu kredit, asuransi dan produk financial services lainnya.

Baca juga: Belajar dari Joe Biden Soal Kripto: Langkah Besar ke Arah yang Benar

Sukses Listing di Pancakeswap

Sesuai dengan regulasi aset kripto di Indonesia, NBT hadir terlebih dahulu melalui platform Decentralized Exchanges (DEX), PancakeSwap pada tanggal 25 Februari 2022 dengan harga yang tetap terjangkau dan dapat diikuti oleh seluruh partisipan yang belum mengikuti private sale dan IDO sebelumnya.

Kesuksesan listing ini ditandai dengan volume perdagangan lebih dari 7 juta dolar AS. Tidak hanya itu, NanoByte juga sukses IDO di KrystalGo pada 23 Februari 2022, dengan 100% NBT berhasil terjual ke seluruh partisipan yang mengikuti IDO.

Selain melakukan public sale, NBT juga melakukan pencairan airdrop dengan membagikan token gratis ke lebih dari 20.000 orang yang berpartisipasi pada program airdrop, yang diselenggarakan sejak bulan Oktober 2021 pada platform Telegram dengan jumlah terbesar sebanyak 100.000 NBT yang diterima oleh 10 orang terpilih.

Ilustrasi token kripto NanoByte (NBT). Foto: NanoByte.
Ilustrasi token kripto NanoByte (NBT). Foto: NanoByte.

Dalam perjalanan peluncuran NBT, kegiatan community building sudah berlangsung sejak Oktober 2021 dengan jumlah partisipan private sale 5 kali lipat melebihi ekspektasi.

Lalu, di bulan November 2021, saat aplikasi investasi Nanovest versi Beta diluncurkan, juga mendapatkan apresiasi sangat tinggi, lebih dari 2 juta unduhan dalam waktu kurang dari satu bulan sejak peluncuran pertama.

Baca juga: Mengenal Secret Network, Kripto Diklaim Pesaing Ethereum & Polkadot

NanoByte Token Listing di Tokocrypto

Setelah sukses melakukan public sale dan IDO, token NBT melakukan listing di platform Centralized Exchange (CEX), Tokocrypto mulai 11 Maret 2022. Hutama Pastika, CEO Nanobyte Token, mengatakan NanoByte punya visi yang besar untuk mendorong adopsi aset kripto dan menjadikannya mainstream di Indonesia.

“Kami sangat senang mengumumkan kemitraan dengan Tokocrypto untuk membawa lebih banyak orang untuk bergabung dengan NanoByte Squad. Kami berharap NanoByte bisa memberikan akses keuangan ke seluruh lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun global,” kata Hutama.

Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto, menyambut hangat kehadiran NanoByte di platform exchange, Tokocrypto. Menurutnya NanoByte bisa menjadi salah satu motor penggerak untuk kemajuan industri aset kripto lokal di Indonesia. Terlebih saat ini, aset kripto sedang menjadi perhatian publik sebagai instrumen investasi yang memberikan peluang keuntungan jangka panjang.

“Investasi aset kripto kini dalam pertumbuhan yang cepat. Proyek aset kripto lokal berbasis teknologi blockchain yang bisa memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat sedang dinanti. NanoByte diharapkan menjadi salah satu role model untuk menggerakan industri kripto di Indonesia ke arah lebih baik,” kata Kai.

Baca juga: Efek Kebijakan Kripto Presiden Joe Biden, Market Bisa Bull Run?

Kompetisi Trading NanoByte Token

Dalam rangka listing Nanobyte, Tokocrypto menggelar kompetisi trading dengan total hadiah Rp 1 miliar. Selain itu, ada trading cashback yang berlaku untuk pembelian NanoByte dan TKO di platform Tokocrypto.

Adapun syarat mengikuti kompetisi trading ini adalah pengguna Tokocrypto yang sudah lolos verifikasi KYC (Know Your Costumer) level 1. Trading berlaku untk pairing TKO dan NanoByte. Periode kompetisi berlangsung mulai 11-24 Maret 2022. Untuk informasi lengkap bisa buka link di sini.

Ilustrasi trading competition TKO x NBT.
Ilustrasi trading competition TKO x NBT.

Proyek NBT akan terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. NBT yang didukung penuh oleh Sinarmas Financial Services Group ini berkomitmen menjadikan NBT sebagai token multi-fungsi serta membuat aset kripto menjadi lebih dikenal di Indonesia.

Dilansir dari CoinMarketCap, saat ini NBT berhasil menempati peringkat 2921 dari semua aset kripto di seluruh dunia. Jumlah fully diluted market cap sekitar US$  308 juta.

Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Startup Kripto di Asia Berpotensi Jadi Unicorn, meski Bear Market

Sebuah laporan bersama oleh dua lembaga keuangan terkemuka, KPMG dan HSBC, mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat dari 6472 startup yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik memiliki bisnis inti mereka dalam industri kripto.

Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, lima muncul dalam daftar 100 startup teratas dengan potensi untuk menjadi unicorn, sebuah gelar startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Potensi ini juga bisa terjadi di dalam ekosistem industri startup kripto di Indonesia.

Laporan ini telah memasukan daftar startup kripto unicorn yang berbasis di China, Conflux Network; Memsonics, platform DeFi yang berbasis di Singapura Stader Labs; Catheon Gaming, platform game blockchain Hong Kong; Dan Maicoin, pedagang kripto asal Taiwan.

Menurut laporan itu, ruang kripto masih memiliki potensi untuk menghasilkan startup unicorn yang dominan. Beberapa perusahaan unicorn saat ini di ruang kripto termasuk Ripples, OpenSea, Dapper Labs, Chainalysis, dan lainnya.

Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.

Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

Head of tech, media, and telecoms (TMT) for KPMG Asia-Pacific, Darren Yong, memberi pendapat bahwa metaverse menjadi faktor penentu dalam perusahaan Web3 mencapai potensi mereka. Para pakar memperkirakan bahwa metaverse dapat tumbuh menjadi pasar bernilai US$ 13 triliun pada tahun 2030.

“Akan ada kebangkitan aplikasi,” kata Yong. “Kami percaya bahwa perusahaan blockchain dan aset kripto secara lebih luas akan pulih di beberapa titik. Mereka akan muncul sebagai Amazon berikutnya.”

Terlepas dari fungsionalitas di metaverse, faktor kunci yang dapat menentukan perkembangan industri adalah perkembangan dalam transaksi lintas batas. Transaksi lintas batas yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien akan menempatkan perusahaan DeFi di jalur menuju status unicorn.

Ilustrasi metaverse.
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia

Meski market tengah dalam fase bearish, industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Bappepti mencatat hingga Juni 2022, transaksi untuk aset kripto sudah mencapai Rp 212 triliun. Meski, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.

Sementara, jumlah investor aset kripto kini sudah mencapai 15,1 juta investor, masih jauh lebih besar dibandingkan investor saham. Sementara, jumlah pedagang aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti sudah mencapai 25 perusahaan, tumbuh dari 11 perusahaan di penghujung tahun 2021 lalu.

“Kami menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia. Jika dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, namun kami melihat ini sebagai bukti bahwa industri kripto di Indonesia terus tumbuh dan sehat, serta punya potensi untuk berkembang, karena menarik banyak pemain untuk masuk ke industri ini,” jelas VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto.

Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

Prospek ke depan, industri kripto masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas. Kripto nantinya tidak akan dilihat lagi sebagai instrumen investasi, namun sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor.

Oleh karena itu, Tokocrypto tidak hanya fokus mengembangkan bisnis exchange yang sudah dimulai sejak 2017. Kami melebarkan lini bisnis dengan menciptakan ekosistem blockchain, TokoVerse, yang meliputi project kripto (TKO), NFT marketplace (TokoMall), program akselerator startup (TokoLabs), crypto hub (T-Hub), aplikasi edukasi (Kriptoversity) dan lainnya.

“Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor. Kami terus menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat di segala golongan usia. Diharapkan fokus utama kami ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan ciptakan trust kepada masyarakat,” pungkas Cenmi.



Sumber : news.tokocrypto.com