Keberuntungan bisa terjadi di manapun dan kapanpun, termasuk saat kripto masuk bear market. Awal kuartal IV 2022 memang membawa harapan bagi investor kripto. Namun, dengan sebelas hari ke depan, tidak banyak aksi yang terlihat aksi harga bergerak naik.
Bitcoin, kripto terbesar, diperdagangkan di ambang US$ 19.000, sementara Ethereum telah turun di bawah US$ 1.300 pada artikel ini ditulis. Sebagian besar altcoin mengikuti dan sebagai hasilnya, kapitalisasi pasar kripto global secara kasar turun 2,28% pada hari Senin (10/10).
Berpendapat tentang keadaan pasar kripto saat ini, CEO Bitwise, Hunter Horsley, mengatakan kondisi bear market kripto memiliki hikmah yang bisa diambil untuk para investor. Apabila bisa memahaminya, diharapkan akan ada keberuntungan.
“Ini merupakan tahun yang penuh gejolak di pasar secara luas, dan tentu saja, di kripto. Kisah tahun ini jelas merupakan bear market. Meskipun ada peluang untuk menghasilkan uang di banyak momen. Bear market adalah momen di mana kekayaan dapat dihasilkan,” kata Horsley dikutip Watcher.Guru.
Ke depan, kata horsley, bagaimanapun, tabel mungkin berubah. Pasar kripto selalu beroperasi dalam siklus dan setelah setiap fase lamban atau penurunan, pemulihan telah terjadi. Menguraikan apa yang mungkin diharapkan berdasarkan preseden siklus 4 tahun terakhir
“2014, pasar turun hampir 60%. 2018, pasar turun hingga 70%. Dan tahun ini, pasarnya jelas turun, pada 2022, sekitar 60%. Harapannya jika pasar melanjutkan tren historisnya, kami akan memulai siklus baru tahun depan,” ujarnya.
Di samping kripto, ruang Web3 yang lebih luas juga telah berkembang. Untuk memanfaatkan tren tersebut dan memberi investor akses ke perusahaan yang fokus dalam pengembangan Web3, Bitwise meluncurkan ETF Web3 pada awal Oktober.
Meskipun berada dalam resesi, peluncuran produk secara tidak langsung mendukung fakta bahwa investor kemungkinan besar akan bergabung.
“Kami bekerja dengan lebih dari seribu penasihat keuangan, cabang, dan institusi. Dan apa yang kami lihat dengan Web3 adalah kategori peluang yang muncul di sekitar inovator mapan, perusahaan mapan untuk posisi mengambil manfaat dari kebangkitan web3, dari lingkungan yang diciptakan oleh kripto,” terangnya.
Secara geografis, Uni Emirat Arab telah menjadi salah satu tujuan paling populer di dunia untuk bisnis terkait kripto dan Web3. Pendekatan ramah-kripto pemerintah telah melihat banyak keberhasilan dalam menarik bisnis dan pengusaha zaman baru. Faktanya, seperti yang disorot dalam sebuah artikel kemarin, UEA menampung lebih dari 1.450 organisasi Web3 yang aktif
Pergerakan market aset kripto pada pekan ini mulai kendor, setelah minggu lalu sempat meroket. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menekan laju market.
Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 1,99% ke US$ 21.875 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) anjlok 2,64% ke US$ 1.514 di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pergerakan market kripto awal pekan ini memang cukup mengecewakan. Sepanjang akhir pekan lalu, Bitcoin diperdagangkan sideways dan bahkan sempat di bawah $ 22.500. Padahal, hari Rabu (20/7) BTC telah mencapai level tertinggi sejak sebulan terakhir menembus US$ 24.000.
“Dari sisi teknikal, kinerja buruk kripto awal pekan ini disebabkan oleh ketidakmampuan BTC untuk mempertahankan kinerja di atas level Simple Moving Average dalam kurun 200 pekan terakhir di angka US$ 22.800. Investor mencerna kondisi itu sebagai sinyal bahwa harga BTC kemungkinan tak dapat menguat lebih jauh lagi,” kata Nathan.
Penurunan kripto juga mengikuti indeks saham AS yang pada hari Jumat (22/7) ditutup melemah hampir 2%. Saham, seperti kripto, mengalami minggu terbaiknya pada pekan lalu, setelah beberapa bulan mengalami kerugian.
Menanti Keputusan The Fed
Di samping itu, Nathan menambahkan penurunan ini disebabkan oleh investor yang tampaknya meninjau kembali kecemasan mereka atas inflasi dan ekonomi global, sehingga memutuskan mengakhiri aksi beli untuk mundur dari aset berisiko. Investor tengah mengantisipasi kebijakan moneter teranyar The Fed.
“Investor pun terlihat sudah melakukan priced in terhadap peristiwa-peristiwa makroekonomi di depan mata, utamanya kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dijadwalkan terjadi pada 28 Juli mendatang,” ujarnya.
Sejauh ini, pelaku pasar meyakini bahwa The Fed akan menjaga komitmennya untuk mengerek suku bunga acuan paling tinggi 75 basis poin. Melihat hal ini investor masih menanti gerak pasar indeks saham AS ke depannya.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.
Secara umum gerak market pekan ini mungkin akan tertekan hingga cenderung sideways. Jika nilai BTC terus berada di bawah level US$ 22.500, maka berpotensi melakukan retest ke level US$ 20.800 hingga US$ 21.300.
“Target kenaikan harga Bitcoin apabila mampu breakout area resistensi berada pada harga US$ 24.776, dan 20-day EMA pada harga US$ 21.735 menjadi titik support-nya apabila harga Bitcoin mengalami koreksi,” jelas Nathan.
Sementara, Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoindengan recovery tercepat setelah mengalami penurunan. Saat ini harga ETH sudah berada kembali pada area resistance, namun berpotensi menurun melihat dinamika market secara keseluruhan.
Jika aksi beli masih kuat, maka harga ETH bisa terdorong hingga mencapai harga US$ 1.745. Kemudian, 50-day EMA pada harga US$ 1.432 menjadi support pertama apabila harga ETH mengalami koreksi.
Nilai Bitcoin melonjak menembus level resistennya di US$ 23.000, setelah turun di bawah US$ 19.000 baru-baru ini, banyak yang berharap bahwa pergerakan tersebut menandakan reli bantuan jangka pendek. Pola gerak seperti ini diindikasikan baik, menandakan bear market mungkin segera berakhir.
Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin membentuk harga terendahnya atau titik bottom di sekitar level kritis US$ 20.000. Hal itu menandakan akhir bearish kripto sudah dekat.
Laporan mingguan Glassnode memprediksi bahwa mata uang kripto utama sedang membentuk “dasar asli” karena nilai realisasinya saat ini adalah sekitar US$ 22.000. Glassnode menyatakan, data on-chain menunjukkan unrealized loss mencapai level yang mengindikasikan bearish kripto akan berakhir.
Data Bitcoin: Realized, Balances dan Delta Prices. Sumber: Glassnode.
Menurut laporan tersebut, menemukan BTC selalu berada di bear market setiap kali diperdagangkan di bawah harga realisasinya. Waktu yang dihabiskan di bawah level tersebut berkisar antara 157 hari, seperti yang terjadi pada tahun 2011 hingga 2012 dan 301 hari dari tahun 2014–2015 hingga 301 hari pada tahun 2018.
Sejauh ini di tahun 2022, Bitcoin hanya menghabiskan 35 hari berada di bawah harga realisasi, saat metrik yang menunjukkan dasar biaya on-chain dari pasokan Bitcoin. Selama kemunduran pasar antara Mei dan Juli, kerugian BTC yang belum direalisasi berkisar antara US$ 165 miliar dan US$ 198 miliar, terhitung 55% dari kapitalisasi pasar yang setara.
Persentase gerak BTC berada di atas level yang tercatat dalam crash 2020 tetapi masih di bawah besaran di posisi terendah pasar bearish 2018, karena ini menandakan dasar pasar mungkin sedang terbentuk.
Data Bitcoin: Days Below Realized Price. Sumber: Glassnode.
Selama siklus Bitcoin sebelumnya, sinyal pemulihan pasar selalu datang dengan peningkatan tajam dalam jumlah pemegang jangka pendek yang memiliki posisi untung, kata Glassnode.
Mirip dengan masa lalu, ketika harga Bitcoin berada di dasar siklus, tidak ada holders jangka pendek yang saat ini mendapat untung karena harga aset telah turun di bawah sebagian besar harga akuisisi mereka. Ini mengindikasikan saat ini market berada di zona akumulasi dari mana pasar bisa bangkit kembali dengan cepat.
Sebuah laporan yang baru dirilis oleh Grayscale Investments, yang juga membandingkan bear market saat ini dengan yang lain dalam siklus sebelumnya, menyimpulkan bahwa crypto winter dapat berlangsung selama delapan bulan lagi, jika mengikuti pola yang sama seperti yang ditunjukkan di masa lalu.
Manajer aset percaya waktu saat ini mewakili peluang pembelian terbaik dan menambahkan bahwa terlepas dari tingkat keparahan setiap bear market dalam sejarah, industri selalu pulih lebih kuat dari sebelumnya.
Sebuah laporan bersama oleh dua lembaga keuangan terkemuka, KPMG dan HSBC, mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat dari 6472 startup yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik memiliki bisnis inti mereka dalam industri kripto.
Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, lima muncul dalam daftar 100 startup teratas dengan potensi untuk menjadi unicorn, sebuah gelar startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Potensi ini juga bisa terjadi di dalam ekosistem industri startup kripto di Indonesia.
Laporan ini telah memasukan daftar startup kripto unicorn yang berbasis di China, Conflux Network; Memsonics, platform DeFi yang berbasis di Singapura Stader Labs; Catheon Gaming, platform game blockchain Hong Kong; Dan Maicoin, pedagang kripto asal Taiwan.
Menurut laporan itu, ruang kripto masih memiliki potensi untuk menghasilkan startupunicorn yang dominan. Beberapa perusahaan unicorn saat ini di ruang kripto termasuk Ripples, OpenSea, Dapper Labs, Chainalysis, dan lainnya.
Head of tech, media, and telecoms (TMT) for KPMG Asia-Pacific, Darren Yong, memberi pendapat bahwa metaverse menjadi faktor penentu dalam perusahaan Web3 mencapai potensi mereka. Para pakar memperkirakan bahwa metaverse dapat tumbuh menjadi pasar bernilai US$ 13 triliun pada tahun 2030.
“Akan ada kebangkitan aplikasi,” kata Yong. “Kami percaya bahwa perusahaan blockchain dan aset kripto secara lebih luas akan pulih di beberapa titik. Mereka akan muncul sebagai Amazon berikutnya.”
Terlepas dari fungsionalitas di metaverse, faktor kunci yang dapat menentukan perkembangan industri adalah perkembangan dalam transaksi lintas batas. Transaksi lintas batas yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien akan menempatkan perusahaan DeFi di jalur menuju status unicorn.
Meski market tengah dalam fase bearish, industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Bappepti mencatat hingga Juni 2022, transaksi untuk aset kripto sudah mencapai Rp 212 triliun. Meski, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.
Sementara, jumlah investor aset kripto kini sudah mencapai 15,1 juta investor, masih jauh lebih besar dibandingkan investor saham. Sementara, jumlah pedagang aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti sudah mencapai 25 perusahaan, tumbuh dari 11 perusahaan di penghujung tahun 2021 lalu.
“Kami menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia. Jika dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, namun kami melihat ini sebagai bukti bahwa industri kripto di Indonesia terus tumbuh dan sehat, serta punya potensi untuk berkembang, karena menarik banyak pemain untuk masuk ke industri ini,” jelas VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto.
Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
Prospek ke depan, industri kripto masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas. Kripto nantinya tidak akan dilihat lagi sebagai instrumen investasi, namun sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor.
Oleh karena itu, Tokocrypto tidak hanya fokus mengembangkan bisnis exchange yang sudah dimulai sejak 2017. Kami melebarkan lini bisnis dengan menciptakan ekosistem blockchain, TokoVerse, yang meliputi project kripto (TKO), NFT marketplace (TokoMall), program akselerator startup (TokoLabs), crypto hub (T-Hub), aplikasi edukasi (Kriptoversity) dan lainnya.
“Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor. Kami terus menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat di segala golongan usia. Diharapkan fokus utama kami ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan ciptakan trust kepada masyarakat,” pungkas Cenmi.
Situasi kritis sedang membayangi market kripto dalam beberapa bulan terakhir. Banyak faktor yang menyebabkan sejumlah aset kripto turun harga, mulai dari inflasi tinggi, suku bunga acuan meroket diperburuk isu resesi dan depresi ekonomi yang berpotensi menerjang sejumlah negara, seperti Amerika Serikat.
Kondisi tersebut menjadikan pergerakan market kripto lesu. Beberapa investor terlihat mengambil langkah “main aman” dalam menghadapi situasi terkini. Alhasil volume perdagangan kripto stagnan dan pergerakan market sideways.
VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, melihat hal tersebut tentu sangat berpengaruh pada investor retail dan pemula. Sebab dengan pergerakan nilai aset yang tidak terlalu signifikan, tentu pengambilan keputusan investasi di momen saat ini menjadi sangat krusial.
Adytia memberikan beberapa merekomendasikan langkah strategis bagi investor pemula yang baru memasuki dunia investasi agar siap menghadapi gejolak kritis di market kripto yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
“Bagi investor retail dan pemula, hal utama yang harus dilakukan tentu adalah jangan berinvestasi dalam kripto, jika tidak dapat menerima perubahan pasar yang tajam, yang terkadang bisa naik-turun lebih dari 15% dalam periode 24 jam. Selain itu, investor harus mengambil keputusan berdasarkan apa yang diyakini dengan hasil riset,” katanya.
Adytia merekomendasikan untuk berinvestasi tidak lebih dari 5% dari portofolio di kripto. Ia juga menghimbau bagi para investor agar memastikan diri telah memiliki cukup uang tunai. Hal tersebut merujuk pada upaya pemenuhan kebutuhan diri dan rutinitas kehidupan.
Situasi terkini dan beberapa waktu ke depan merupakan momen strategis untuk berinvestasi. Jika investor dapat menerima risikonya, bear market sekarang bisa menjadi saat yang tepat untuk masuk ke pasar kripto, karena harga lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada yang namanya waktu yang “sempurna” untuk memasuki pasar, jadi ingatlah bahwa fluktuasi harga akan terus terjadi dan bersiaplah untuk harga kripto yang turun lebih jauh.
Ilustrasi investasi aset kripto.
“Hal penting lainnya adalah apabila investor memiliki dana lebih, saat ini merupakan waktu yang tidak terlalu buruk untuk berinvestasi. Mereka memilih cepat-cepat melakukan buy the dip mumpung mendapatkan harga ‘diskon’. Setelah market kembali bergerak naik sedikit, mereka merealisasikan cuannya mumpung kripto menghijau,” jelasnya.
Bagi investor retail dan pemula rekomendasi utamanya tentu perlu fokus pada beberapa project kripto dan aset big cap yang diketahui dengan jelas memiliki potensi jangka panjang, agar dapat bertahan di situasi tren penurunan berikutnya.
Secara keseluruhan pertumbuhan market masih menunggu kelonggaran suku bunga acuan The Fed dan inflasi yang menurun serta faktor makroekonomi lainnya. Selain itu, peran investor institusi yang tetap percaya dan mengakumulasi kripto sebagai dana cadang bisa membuat market kripto bergerak tumbuh.
Menjelang akhir pekan, situasi market kripto membuat hati investor riang gembira. Pasalnya secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (15/7) pukul 12.00 WIB.
Melansir CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.526 atau melonjak 1,31% dalam sehari terakhir. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 7,31% ke US$ 1.195 di waktu yang sama.
Sementara altcoin lainnya juga tidak meroket, seperti XRP, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) harga melonjak masing-masing 6,59%, 6,89%, 1,23% dan 1,30% dalam 24 jam terakhir. Lalu, apa yang menyebabkan market kripto bergejolak positif?
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari komentar terbaru pejabat bank sentral AS, The Fed. Sejumlah pejabat The Fed menyebutkan lembaga otoritas moneter tersebut kemungkinan besar tidak akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin gara-gara inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir.
“Kemarin sejumlah pejabat The Fed menyangkal akan menaikan suku bunga acuan hingga 100 bps, tetapi condong ke 75 bps pada pertemuan mendatang. Kabar ini tampak disambut positif oleh investor sehingga nilai aset kripto masih sukses mempertahankan kinerjanya,” kata Afid.
Banyak investor yang menjadi bergairah untuk kembali melakukan transaksi di market kripto, walaupun situasi di pasar saham saat ini sedang lesu. Meski demikian, reli singkat ini hanya bertahan sementara lantaran belum didukung aksi akumulasi yang kuat dari pelaku pasar.
Berdasarkan data CoinMarketCap, nilai market cap aset kripto belum tembus US$ 1 triliun dan volume trading harian di bursa kripto turun 5,14% dalam sehari terakhir. Tampaknya investor masih khawatir inflasi tinggi dan ancaman resesi dalam jangka waktu pendek.
Sementara itu, pergerakan Bitcoin sekarang mengharapkan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi akhir bulan ini, yang selanjutnya dapat berdampak pada harga. Pergerakan harga Bitcoin akan berada dikisaran harga US$ 20.317 dan masih berpotensi naik hingga ke level harga US$ 21.127. Tetapi apabila harga Bitcoin kembali koreksi, kemungkinan akan turun dan retest support pada harga US$ 19,772.
Tiga Sentimen Negatif Bisa Tekan Market Kripto
Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Pasalnya, telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni.
Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS, The Fed.
Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.
Selanjutnya, datang dari kabar platform pinjam meminjam kripto, Celsius yang tengah menyiapkan dokumen kebangkrutan. Menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan tata usaha New York, Celsius ternyata memiliki aset US$ 4,3 miliar dan kewajiban US$ 5,5 miliar, sehingga perseroan punya defisit neraca sebesar US$ 1,2 miliar.
Selain itu, faktor lainnya adalah berkembangan dari kasus Mt Gox yang saat ini memiliki 142.000 Bitcoin siap untuk dijual dalam rangka ganti rugi korban. Walau terdengar seperti kabar positif, ganti rugi ini dapat membuat tekanan jual yang besar di pasar kripto, terutama untuk Bitcoin.
Ingin tahu cara sederhana memanfaatkan AI untuk meningkatkan strategi trading kamu? Artikel ini membahas langkah-langkah praktis menggunakan ChatGPT dan Incite AI—contoh kombinasi AI yang cocok untuk pemula maupun trader yang ingin mencoba AI trading.
Apakah AI Bisa Digunakan untuk Trading?
Ya, AI bisa digunakan untuk membantu proses screening, analisis, penyusunan strategi, hingga identifikasi peluang dalam trading. Bagi pemula, pendekatan terbaik dalam memanfaatkan AI untuk trading adalah menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai eksekutor otomatis seperti robot trading.
Perlu diingat meskipun AI dapat membantu kamu saat melakukan trading, skill dasar investasi dan trading juga sangat dibutuhkan, karena AI hanya akan menjadi leverage selayaknya alat.
Misal, jika kamu memiliki skill di angka 3, maka dengan AI kamu bisa membuat skill 3 tersebut berkali lipat contoh: 3 (skill kamu) x 2 (AI) = 6.
Tapi jika kamu tidak memiliki skill sama sekali alias 0, maka AI tidak akan mengubah apa pun: 0 (skill kamu) x 2 (AI) = 0.
Tools yang Akan Digunakan: Mengenal ChatGPT dan Incite AI
Kedua tools yang dibahas dalam artikel ini: ChatGPT dan Incite AI—hanyalah salah satu contoh kombinasi yang dapat kamu gunakan untuk menerapkan strategi AI trading.
Meskipun begitu, pemilihan tools bersifat fleksibel dan tidak terbatas pada dua platform ini saja. Kamu bisa gunakan Grok AI, Gemini, atau beragam tools lain yang tersedia.
Apa itu ChatGPT?
ChatGPT adalah model bahasa berbasis AI yang dirancang untuk memahami dan menghasilkan teks secara kontekstual.
Dalam dunia trading, ChatGPT bisa dimanfaatkan untuk:
Menjelaskan konsep strategi teknikal dengan bahasa yang mudah dipahami
Membantu membuat skrip dasar seperti Pine Script untuk TradingView
Merancang alur berpikir atau logika analisis, mulai dari support/resistance hingga volume-based strategies.
Apa Itu Incite AI?
Incite AI adalah platform berbasis data real-time yang mengandalkan kecerdasan buatan untuk menyajikan insight dan sinyal trading dari berbagai aset, mulai dari saham hingga kripto.
Tool ini sangat berguna untuk:
Menyaring aset potensial berdasarkan indikator teknikal seperti RSI, MA, hingga breakout volume
Mengidentifikasi pergerakan harga signifikan secara real-time
Memberi rekomendasi berbasis data dengan visualisasi yang mudah dipahami.
Langkah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI
Sebelum kamu melangkah lebih jauh dalam memahami langkah-langkah trading berbasis AI, pastikan kamu menggunakan exchange yang legal dan terpercaya. Seperti Tokocrypto, yang telah terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan Tokocrypto, kamu bisa mulai perjalanan trading dan investasi hanya dengan deposit minimal Rp20.000—cocok untuk trading dan investor pemula. Daftar di sini 👉 mulai trading dan investasi di Tokocrypto!
Langkah 1: Identifikasi Peluang dengan Incite AI
Gunakan Incite AI untuk melakukan screening aset potensial, caranya dengan:
Masuk ke laman https://www.inciteai.com/
Setelah itu kamu bisa daftar atau langsung memberikan prompt sesuai dengan apa yang ingin kamu ketahui seputar pasar. Contoh:
“Aset kripto untuk dibeli di time frame 4 jam”
Jawabannya akan seperti pada gambar di bawah ini:
Contoh prompt dan tampilan Incite AI saat menanyakan aset kripto untuk dibeli.
AI langsung memberikan analisis teknikal lengkap dan ringkas, misalnya merekomendasikan Bitcoin (BTC) dan Solana (SOL) sebagai aset terbaik untuk dibeli di time frame 4 jam saat ini.
Dijelaskan juga indikator teknikal seperti MACD, RSI, dan Moving Average, lengkap dengan level support dan resistance, serta potensi risiko pasar.
Jika kamu belum menemukan aset yang pas untuk kamu trading, kamu bisa berikan prompt lebih lanjut.
Setelah menemukan aset potensial dari Incite AI, buka grafik harga aset tersebut di Tokocrypto atau seperti TradingView.
Gambar grafik harga yang akan diberikan ke ChatGPT untuk dianalisis.
Amati pola pergerakan harga, volume, dan indikator teknikal lain yang relevan. Setelah itu, ambil tangkapan layar (screenshot) chart tersebut sebagai bahan untuk dianalisis lebih lanjut dengan AI ChatGPT.
Langkah 3: Merancang Strategi Trading dengan ChatGPT
Unggah screenshot chart yang telah kamu ambil ke ChatGPT atau jelaskan kondisinya secara deskriptif. Minta bantuan dengan prompt yang spesifik kamu tulis untuk trading, seperti membaca pola teknikal, memahami sinyal volume, atau merancang strategi entry dan exit berdasarkan kondisi grafik.
Berikut contoh prompt yang bisa kamu coba:
“Sebagai seorang trader profesional, analisis pergerakan harga Solana saat ini berdasarkan grafik (time frame) di atas. (Harga saat ini di $0.000) Dengan mempertimbangkan level kunci kotak panjang untuk support dan resistance, tren RSI (saat ini sekitar -isi angka RSI-), serta Moving Average (isi detail MA), bagaimana kemungkinan arah pergerakan selanjutnya? Apakah ada potensi kelanjutan tren, retracement, atau sinyal breakout? Jelaskan analisisnya dengan dukungan konfluensi indikator teknikal atau pola candlestick.”
Contoh prompt ke ChatGPT.
Setelah itu, ChatGPT akan memberikan jawaban seperti gambar di bawah bawah ini:
Contoh hasil jawaban ChatGPT dari prompt yang diberikan.
Langkah 4: Evaluasi dan Pengambilan Keputusan
Langkah terakhir, kamu hanya perlu menggabungkan analisis interpretatif dari ChatGPT dan sinyal teknikal dari Incite AI sebagai dasar pengambilan keputusan trading yang lebih terukur.
Sebelum mengeksekusi entry atau exit posisi, pastikan kamu mempertimbangkan beberapa faktor penting, seperti:
Risiko dan volatilitas pasar
Momentum harga dan tren saat ini
Indikator teknikal yang relevan dengan strategi kamu
Untuk meningkatkan akurasi dan meminimalkan potensi kerugian, sangat disarankan untuk melakukan backtest terlebih dahulu terhadap strategi yang kamu gunakan. Dengan begitu, kamu bisa memahami performa strategi di kondisi pasar yang berbeda—baik saat sideways, bullish, maupun bearish.
Menggunakan ChatGPT dan Incite AI bisa menjadi salah satu cara bagi pemula untuk menerapkan pendekatan berbasis data dalam trading.
Incite AI memberikan screening dan insight real-time, sementara ChatGPT membantu memahami dan menyusun strategi. Dengan kombinasi ini, kamu bisa melakukan trading dengan bantuan AI untuk membantu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses analisis, dan meminimalkan kesalahan karena emosi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.