Tag: aset kripto

  • Tokocrypto Kampanyekan Edukasi Keamanan untuk Jaga Data Pengguna

    Jakarta – Seiring perkembangan teknologi dan digital yang semakin cepat, ancaman peretasan hingga penipuan tetap tak bisa dihindarkan. Laporan terbaru dari firma riset, Chainalysis, mengungkapkan bahwa penipuan di dunia cryptocurrency telah menghasilkan lebih dari US$ 7,7 miliar atau setara Rp 109 triliun sepanjang tahun 2021, naik 81 persen dibanding tahun 2020. 

    Tokocrypto, sebagai penyedia layanan trading aset digital, tak hanya menawarkan kenyamanan dan kemudahan, tetapi aspek keamanan juga menjadi fokus utama yang terus dikembangkan dengan penerapan teknologi keamanan berlapis.

    VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani, mengatakan demi mewujudkan ekosistem yang lebih baik, Tokocrypto mengkampanyekan edukasi keamanan #SiapLebih aman. Upaya ini sebagai bentuk kolaboratif antara penyedia layanan dan para penggunanya yang sama-sama memiliki visi untuk tetap aman bertransaksi di Tokocrypto.

    “Penyedia layanan bertanggung jawab untuk mengembangkan keamanan yang berkelanjutan. Sementara itu, pengguna juga perlu waspada dan aware untuk ikut membantu melindungi data dan akun mereka. Untuk mewujudkan hal ini maka dibutuhkan edukasi keamanan yang berkelanjutan.”

    Ilustrasi kampanye keamanan Tokocrypto.

    Baca Juga: Tips Mengenali dan Menghindari Penipuan Online

    Tokocrypto Imbau Aktifkan 2FA Google Authenticator untuk Keamanan Akun

    Tokocrypto menunjukkan komitmennya berperan aktif menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna dengan mengantongi sertifikat ISO 27017. Ini merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi resiko terkait masalah keamanan. Sebelumnya, Tokocrypto juga telah berhasil meraih ISO 27001.

    Selain itu, Tokocrypto mulai mewajibkan para penggunanya mengaktifkan 2FA (Two-Factor Authentication), sebuah fitur keamanan untuk melakukan verifikasi identitas. Kegunaan fitur keamanan 2FA ini agar akun, data, asset, serta history transaksi tidak mudah diketahui oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

    Pengguna Tokocrypto dapat mengaktifkan 2FA SMS dan Google Authenticator sebagai pelapis keamanan ganda. Selain itu, diimbau agar mengaktifkan keduanya, karena 2FA SMS saja tidak cukup untuk menghindari peretasan akun. Hacker masih bisa menebak kode OTP atau membajak kartu SIM untuk mendapatkan akses.

    Ilustrasi security digital account.

    Sementara, Google Authenticator punya banyak kelebihan, karena lebih aman dari peretasan. Sistem keamanannya terenkripsi, tidak tergantung jaringan pihak ketiga, praktis dan kompatibel untuk seluruh sistem operasi smartphone.

    “Verifikasi dua langkah yang dilengkapi dengan Google Authenticator akan jauh lebih aman. Selain lebih aman daripada SMS, aplikasi autentikasi lebih cepat tanpa bergantung dengan sinyal dan operator seluler,” tutur Rieka.

    Baca Juga: Gairahkan Pasar Aset Kripto, Tokocrypto Beri Kejutan Akhir Tahun untuk Para Investor

    Tips Jaga Transaksi yang Aman dari Tokocrypto

    Tak bisa pungkiri, saat ini masih banyak orang yang belum paham pentingnya perlindungan data pribadi. Oleh karenanya, mengupayakan edukasi keamanan secara luas harus terus dilakukan, guna melindungi informasi rahasia dan pribadi milik pengguna. Berikut ini adalah tips bertransaksi digital yang aman:

    1. Buat password yang rumit dan sulit ditebak.
    2. Jangan asal klik link yang diberikan dan menanggapi pesan mencurigakan.
    3. Jangan memberikan data pribadi akun kepada siapa pun.
    4. Amankan kode rahasia (password, PIN, OTP) .
    5. Update keamanan di pihak ketiga, seperti email dan smartphone.
    6. Gunakan perlindungan keamanan tambahan seperti, Google Authenticator.

    “Harapannya, edukasi keamanan ini bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi, sehingga akan semakin banyak paham akan perlindungan informasi rahasia dan pribadi miliknya,” tutup Rieka.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token TKO Terdaftar Bappebti, Dorong Ekosistem Blockchain Lebih Masif 

    Bappebti (Badan Pengawas Perdagagan Berjangka Komoditi) resmi memasukkan Toko Token (TKO) sebagai aset kripto yang legal diperdagangkan di pasar fisik aset kripto di Indonesia. TKO masuk ke dalam daftar baru dari 383 aset kripto yang dapat diperdagangkan saat ini. 

    Keputusan tersebut merupakan bagian dari terbitnya Peraturan Bappebti (PerBa) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto Yang Diperdagangkan Di Pasar Fisik Aset Kripto. Dalam PerBa itu terjadi peningkatan signifikan jumlah daftar legal dari 229 aset kripto yang sebelumnya boleh diperdagangkan.

    Masuknya TKO ke dalam daftar aset kripto legal Bappebti membuktikan bahwa token kripto tersebut, sudah memenuhi aspek legalitas di Indonesia melalui proses due diligence yang ketat berdasarkan metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP).

    TKO sendiri merupakan project aset kripto dari Tokocrypto yang telah genap memasuki usia satu tahun pada bulan April lalu. TKO mengusung desain project kripto pertama di Indonesia yang menyediakan model token hybrid unik, Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Bintang Crystal Luncurkan Koleksi NFT Eksklusif Gandeng Irukandji

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan pencapaian ini tentunya merupakan kabar baik untuk seluruh pihak yang terlibat dalam development TKO dan semua holders token. Selain itu, momentum ini juga baik untuk mengenalkan utilitas TKO yang ingin mendorong adopsi ekosistem blockchain di Indonesia.

    “Telah banyak hal yang dilalui oleh TKO dalam menghadirkan utilitas yang bermanfaat bagi kemajuan adopsi ekosistem blockchain di indonesia. Kami akan terus memperkokoh fundamental dari TKO. Di samping itu,  TKO ini telah menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem blockchain dari Tokocrypto bernama TokoVerse,” kata Kai.

    Lebih lanjut Kai, menjelaskan saat ini TKO telah berfungsi sebagai utilitas benang pemersatu yang menjalin berbagai komponen ekosistem blockchain di TokoVerse. Mulai dari TokoMall (NFT marketplace), TKO sebagai alat redeem NFT. Aplikasi learn & earn, Kriptoversity, belajar blockchain dan aset kripto bisa dapet TKO yang didapatkan bisa di klaim ke wallet kripto Tokocrypto atau bisa didonasikan via TokoCare. 

    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

    Fitur dan Utilitas Lain TKO

    Tokocrypto selalu mengembangkan fitur untuk membuat TKO terus berkembang. Salah satunya adalah TKO Lock yang menguntungkan bagi para holders TKO. Dengan “mengunci” TKO selama pilihan periode waktu tertentu, investor bisa mendapatkan rewards sampai dengan 0,065 TKO per hari. Ini bisa jadi salah satu cara mendapatkan passive income dari investasi aset kripto.

    Ada pula TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Diskon trading fee ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

    Ilustrasi TKO Token yang terdaftar resmi Bappebti.
    Ilustrasi TKO Token yang terdaftar resmi Bappebti.

    Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

    Tidak hanya itu, untuk menjaga nilai kelangkaan token, Tokocrypto melakukan TKO burn setiap kuartal. Tokocrypto menyisihkan 10% dari revenue generated berdasarkan trading volume crypto-to-crypto platform untuk burn token TKO sebanyak 10% dari total token suplai. Untuk kuartal 2 2022, ada 778.164 TKO yang akan di-burn secara bertahap.

    “Fase TKO burn dapat dijadikan kesempatan bagi para user untuk mengakumulasi kepemilikan TKO-nya. Token burn akan kami lakukan rutin setiap kuartal demi mempertahankan tingkat inflasi TKO sebagai kelanjutan dari kebijakan kami dalam rangka mengoptimalkan nilai dan potensi token TKO,” pungkas Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulasi Baru Bappebti Dorong Tingkat Keamanan Investor Kripto

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) baru saja mengeluarkan regulasi terbaru terkait perdagangan pasar fisik aset kripto. Regulasi tersebut adalah Peraturan Bappebti (PerBa) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengapresiasi dan menyambut baik dikeluarkannya PerBa No. 11 Tahun 2022. Menurutnya regulasi tersebut dibentuk untuk meningkatkan keamanan investor aset kripto dan memajukan industrinya secara keseluruhan di Indonesia.

    “Kami melihat regulasi ini sebagai bentuk peningkatan keamanan investor aset kripto di Indonesia. Selain itu, dengan pendekatan positive list, regulasi ini dapat mengakomodasi kebutuhan dari para pelaku industri mengenai peraturan yang ramah inovasi dan tidak menghambat laju pertumbuhan bisnis,” kata Pria yang akrab disapa Manda.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

    Publik Wajib Tahu Regulasi Baru Bappebti

    Lebih lanjut, Manda menjelaskan ada beberapa hal penting yang perlu diketahui publik terkait regulasi aset kripto yang baru ini. Menurutnya dengan pemahaman yang cukup, investor bisa mendalami industri yang baru ini.

    Inti dari regulasi PerBa No. 11 Tahun 2022 yang merupakan langkah yang tepat untuk memberikan keamanan lebih tinggi kepada investor kripto di Indonesia, terutama dalam hal penentuan listing dan delisting aset kripto. Berikut di antaranya:

    • Larangan kepada exchange untuk melakukan perdagangan kripto yang berada di luar daftar aset kripto legal miliki Bappebti. 
    • Pedoman teknis baru tentang penilaian aset kripto yang layak dianggap legal di Indonesia.
    • Teknis waktu pelaksanaan peninjauan kembali status legalitas minimal setiap satu tahun sekali dan pencabutan aset kripto yang berada di exchange kripto di Indonesia saat ini. 
    • Sanksi bagi exchange yang melanggar peraturan baru ini dan pihak mana saja yang bisa menjadi tim penilaian status legalitas aset kripto di Indonesia. 

    “Aturan ini memberikan ruang juga bagi pelaku industri untuk menjadi bagian dalam penilaian aset kripto. ASPAKRINDO mendukung langkah ini dan meminta Bappebti segera membentuk tim kajian aset kripto sebagaimana dimaksud dalam PerBa secepatnya untuk mengisi ruang kosong sebelum terbentuknya bursa,” tutur Manda.

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

    Daftar Baru Aset Kripto Legal Tingkatkan Transaksi

    Manda juga mengatakan dengan adanya aturan tersebut, pelaku usaha di industri kripto memiliki guideline yang jelas dalam menjalankan bisnisnya untuk menentukan token kripto mana yang bisa diperdagangkan dan mana yang tidak. Langkah ini juga jadi cara agar melindungi investor dari token atau koin yang berisiko terlalu tinggi hingga membahayakan dana investasi mereka. 

    “Penambahan daftar aset kripto ini akan berpengaruh pada kenaikan transaksi kripto dan minat investor. Alasannya pertama, investor kripto di Indonesia kini memiliki daftar aset legal yang lebih banyak. Mereka akan lebih trust dan confidence untuk memulai atau melakukan transaksi. Sejumlah project aset kripto lokal pun sudah masuk daftar legal Bappebti,” ungkapnya.

    Kemudian selanjutnya, Manda berpendapat langkah ini nampaknya akan menjadi cara regulator menjaga pertumbuhan industri kripto di Indonesia dapat terjadi secara baik, sehat dan aman. 

    “Namun, di sisi lain kita harus melihat aturan ini secara seimbang. Melihat regulasi ini masih baru, butuh waktu untuk mengetahui apakah penerapannya akan berdampak luas untuk kemajuan industri kripto di Indonesia,” pungkas Manda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Reli Market Kripto Sedikit Tertahan, Apa Sebabnya?

    Menjelang akhir pekan, market kripto malah melaju lesu, walaupun Ethereum masih terpantau kuat memasuki zona hijau. Secara keseluruhan investor dibuat bingung oleh sikap market kripto pekan ini. Apa faktornya?

    Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap terpantau menurun dan masuk ke zona merah pada perdagangan Jumat (12/8) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin bertengger di harga US$ 23.990 atau turun 2,50% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih kuat naik 1,12% ke US$ 1.901. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP anjlok lebih dari 1%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto mulai kehabisan bensin, walaupun masih dihujani segudang sentimen positif. Sejatinya, sentimen makroekonomi masih bisa menjadi angin segar bagi market kripto, setelah Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. 

    “Market tampak mulai goyah pada Jumat (12/8) pagi ini. Padahal jika dilihat dari sisi sentimen positif masih banyak yang bisa mendorong laju market ke reli selanjutnya. Terlebih indeks inflasi AS turun, data itu mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

    Ethereum Masih Kuat Reli?

    Melihat data tersebut, investor bisa optimis bahwa siklus inflasi tinggi AS sudah mencapai puncaknya. Sehingga, berharap bank sentral AS, The Fed, mulai bersikap lunak dalam melakukan kebijakan suku bunganya. Namun, rupanya hal tersebut belum mampu membuat gerak laju market kuat naik.

    Sementara dari sisi ekosistem, sentimen positif datang dari Ethereum yang Kamis (11/8) kemarin mengumumkan telah sukses menginstalasi pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya bernama Goerli. Uji coba ini merupakan testnet paling akhir, sebelum jaringan utama Ethereum mengalami pembaruan bernama The Merge pada September mendatang.

    “Suksesnya Goerli sedikit membantu harga ETH tidak terpengaruh market yang lesu. Walau alami sedikit kenaikan, ETH mampu bertahan dan sentimen positif ke depan bisa mendorong harganya,” ucap Afid.

    Sentimen Negatif Bikin Market Lesu Pekan Ini

    Afid menganalisa faktor utama yang membuat market lesu menjelang akhir pekan ke-2 Agustus ini adalah trader yang memulai masif melakukan aksi profit taking atau ambil untung, sehingga membuat investor lain menghentikan akumulasinya.

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Bos Apple: Investasi Kripto adalah Keputusan Masuk Akal dan Menarik

    “Sayang banyak sentimen positif gagal menjadi berkah bagi market kripto. Banyak trader yang sepertinya bergerak cepat melakukan aksi profit taking, karena penguatan yang membuat harga aset kripto tinggi kemarin. Kuat diguaan, mereka melakukan aksi itu karena yakin harga aset kripto benar-benar telah mencapai titik bottom-nya,” terangnya.

    Di sisi lain, market saham AS juga memiliki kinerja bervariasi, namun cenderung menurun. Hal ini terjadi karena kinerja saham-saham teknologi, seperti Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft alami penurunan. Ini juga yang membuat investor kurang berselera masuk ke market kripto.

    Selain itu, ada sedikit penguatan nilai indeks dolar AS Jumat pagi ini yang menambah hantaman laju nilai aset kripto. Pergerakan nilai dolar AS dan aset kripto memang punya korelasi negatif yang kuat sejak Juli tahun lalu.

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari analisis teknikalnya, gerak level support Bitcoin berada pada resistance sebelumnya di level US$ 23.362 sebagai tahanan jika harga BTC meneruskan penurunannya. Namun, apabila harga Bitcoin pullback dan kembali naik, target kenaikan masih berada di level US$ 25.232.

    Sementara, Ethereum masih mampu mempertahankan laju bullish-nya. Pergerakan harga ETH masih mencoba untuk breakout dari area supply yang menjadi kunci dan konfirmasi untuk kenaikan lebih lanjut. Jika harga ETH berhasil breakout, target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support kuat masih di US$1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi koreksi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

    Dalam dunia investasi kripto ada suatu indikator yang selalu dipantau oleh investor dan trader sebelum melakukan akumulasi. Indikator tersebut adalah Fear and Greed Index Crypto.

    Fear and Greed Index Crypto dibuat untuk mengukur keserakahan dan ketakutan investor di pasar kripto. Ini digunakan untuk menganalisis perilaku investor.

    Ketika peristiwa penting terjadi di pasar, baik positif maupun negatif, investor segera menerima berita dan dapat segera mengambil keputusan. Ketika ada arus permintaan untuk membeli atau menjual dalam pasar 24/7 ini, Fear and Greed Index Crypto digunakan untuk menganalisis perilaku investor untuk membantu meningkatkan proses pengambilan keputusan.

    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.

    Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

    Digunakan untuk Rencana Investasi

    Investor yang tidak terikat dan dipengaruhi oleh suasana pasar yang mungkin lebih baik mengikuti rencana investasi mereka. Fear and Greed Index Crypto bisa digunakan untuk membuat strategi yang terrencana.

    Investor bisa melakukan pengecekan Fear and Greed Index Crypto yang berasal dari situs web, alternative.me. Indeks akan memberikan skor 0 hingga 100, mengkategorikan sentimen Bitcoin dari ketakutan hingga keserakahan ekstrem.

    Banyak investor kripto menggunakan indeks untuk membantu mereka menemukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari pasar.

    Kategori Skor Fear and Greed Index Crypto

    Skor Fear and Greed Index Crypto ini dibagi menjadi empat kategori berikut:

    • 0-24: Extreme fear (orange)
    • 25-49: Fear (amber/yellow)
    • 50-74: Greed (light green)
    • 75-100: Extreme greed (green)
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.

    Baca juga: Unik! NFT CryptoPunk Akan Dipecah Kepemilikannya Jadi Ribuan, Siapa Mau?

    Bagaimana cara menggunakan Fear and Greed Index Crypto?

    Market kripto kadang-kadang bisa berubah-ubah. Ini sebagian karena investor emosional bereaksi terhadap pasar. Orang bisa merasakan FOMO (Fear Of Missing Out) dan menjadi serakah ketika pasar sedang naik. Mereka juga bisa menjadi takut ketika pasar jatuh dan menjual koin mereka.

    Banyak investor menggunakan indeks sebagai indikator pasar, alat yang memberi mereka informasi tentang market untuk membantu mereka berdagang dengan lebih cerdas. Menganalisis sentimen keseluruhan dan emosi yang mendorong pasar telah membantu banyak pedagang mengungguli pasar.

    Inilah cara pembuat indeks menyarankan agar dapat digunakan untuk membantu investor

    • Extreme fear: Bisa menjadi peluang beli karena investor terlalu khawatir.
    • Extreme Greed: Bisa berarti bahwa investor terlalu serakah dan pasar akan mengalami koreksi.

    Bagaimana Fear and Greed Index Crypto Dihitung?

    Indeks dihitung oleh Alternate.me menggunakan berbagai sumber: Volatilitas, momentum/volume pasar, media sosial, dominasi, dan tren. Survei juga telah digunakan di masa lalu, tetapi saat ini dijeda. Juga, sinyal didasarkan pada Bitcoin, tetapi kripto besar lainnya dapat segera dimasukkan ke dalam indeks.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

    Berikut adalah melihat lebih dekat pada masing-masing dari lima sinyal utama:

    • Volatilitas – Kenaikan volatilitas digunakan sebagai tanda pasar yang menakutkan.
    • Momentum/volume pasar – Momentum pasar saat ini dibandingkan dengan volume saat ini. Ketika volume pembelian melampaui momentum jangka panjang, ini menandakan pasar menjadi terlalu serakah.
    • Media sosial – Menggunakan alat analisis sentimen Twitter, tingkat interaksi yang sangat tinggi digunakan untuk mengidentifikasi perilaku pasar yang serakah.
    • Dominansi – Peningkatan dominasi bitcoin dianggap sebagai tanda pasar yang takut pindah ke aset yang lebih aman, sementara penurunan dominasi bitcoin dilihat sebagai tanda pasar menjadi terlalu serakah dan beralih ke altcoin yang lebih spekulatif.
    • Trends – Data dari Google Trends digunakan untuk melihat berapa banyak orang yang mencari informasi tentang Bitcoin. Peningkatan pencarian tertentu seperti ‘manipulasi harga bitcoin’ dianggap sebagai sinyal yang menakutkan, sementara ‘prediksi harga BTC’ akan dianggap lebih bullish.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

    Pergerakan market aset kripto pada Kamis (11/8) pagi berhasil membuat investor tersenyum lebar. Akhirnya setelah sempat tertekan, market lepas reli kencang masuk ke zona hijau.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (11/8) pukul 09.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami peningkatan yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik 6,69% ke US$ 24.336 per keping dalam sehari terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) melonjak lebih dahsyat 12,42% ke US$ 1.878 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga bergerak naik masing-masing 5,82%, 7,13%, 9% dan 5,68%.

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, mengatakan harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya melanjutkan reli disebabkan oleh berita data inflasi AS terbaru yang menguntungkan.

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

    Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. Data ini mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi.

    “Peristiwa tersebut akhirnya memicu investor untuk kembali mengakumulasi aset kripto. Mereka optimis akan adanya pull back dari dampak data inflasi AS yang turun,” kata Nathan.

    Optimis The Fed Bergerak Tak Agresif

    Nathan melanjutkan data terbaru inflasi AS bisa menimbulkan keyakinan bahwa The Fed tampaknya akan meredam agresivitas kebijakan moneternya. Jika The Fed mengambil sikap devoish, maka daya tarik aset kripto, akan terus berkilau. Selain itu, aksi The Fed yang menahan suku bunga acuannya diharapkan tidak akan menyurutkan likuiditas di pasar kripto.

    “Pastinya, mereka bisa beranggapan berhasil dalam upaya menjinakkan inflasi tanpa memasukkan ekonomi ke dalam resesi, dan dapat meningkatkan suku bunga pada tingkat yang lebih moderat pada pertemuan berikutnya di bulan September mendatang,” ucapnya.

    Selain sentimen dari inflasi, reli kencang market kripto juga didorong antisipasi investor terhadap pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge yang sedianya meluncur pada September mendatang.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

    Terlebih, pada pekan bisa jadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari sisi teknikal, Nathan mengungkap pergerakan harga Bitcoin sejauh ini berhasil breakout resistance pada level US$ 23.362. Jika harga BTC kembali melanjutkan reli, target kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 25.232. Posisi US$ 22.930 masih menjadi level support yang solid untuk menahan laju penurunan Bitcoin apabila harga koreksi.

    Sementara, nilai Ethereum memiliki target kenaikan terdekat berada pada level US$ 1.916. “Jika berhasil breakout, maka kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 2.009. ETH memiliki level support solid di US$ 1.622 untuk menahan laju penurunan ETH jika mengalami koreksi,” pungkas Nathan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Tertekan, Menanti Data Baru Inflasi AS

    Badai kembali menghantam market aset kripto. Pergerakan market pada Rabu (10/8) siang terpantau terkoreksi, dan ini mengakhiri reli kencang yang sudah berlangsung sejak awal pekan lalu. Apa penyebab market lesu ini?

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (10/8) pukul 12.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami penurunan cukup dalam ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 3,82% ke US$ 22.963 per keping dalam sehari terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam 5,53% ke US$ 1.680 di waktu yang sama. XRP, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) punya nasib yang lebih buruk karena anjlok masing-masing 4,03%, 7,29% dan 3,71%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sejauh ini mulai kehabisan bensin untuk melaju sejak Selasa (9/8) sore. Ada beberapa penyebab market berbalik arah, seperti volume perdagangaan yang belum menunjukan peningkatan yang signifikan hingga antisipasi perilisan data inflasi AS untuk bulan Juli.

    “Sepertinya keyakinan investor sudah mulai goyah setelah melihat bahwa penguatan aset kripto sejatinya tak dibarengi dengan kenaikan volume perdagangan. Kemudian, dari sisi teknikal investor gagal mempertahankan nilai BTC di level psikoogisnya US$ 23.000. Lalu, yang utama adalah siap-siap perilisan CPI atau data inflasi AS,” kata Afid.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: BlackRock Mantap Masuk ke Market Kripto Incar Investor Kaya

    Afid menambahkan pelemahan aset kripto pagi ini sejalan dengan volume perdagangan harian yang cukup rendah dibanding hari-hari sebelumnya. Hal tersebut jadi indikasi investor tengah memasang sikap bertahan atau wait and see.

    Investor sedang galau atau memang kurang yakin dengan arah pergerakan harga aset kripto saat ini, sehingga susah bersikap terlalu bullish dalam price actions. Terlebih perilisan data inflasi Juli AS akan dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus.

    “Jika data inflasi AS melebihi proyeksi 8,7%, maka ada kemungkinan The Fed akan semangat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di rapat FOMC berikutnya. Dampaknya, situasi pemulihan ekonomi akan melambat dan pasar investasi berisiko, seperti kripto akan terus tertekan,” jelasnya.

    ethereum
    Ilustrasi Bitcoin dan Ethereum.

    Baca juga: Industri Kripto dan Blockchain Tetap Jadi Incaran Venture Capital

    Analisis Pergerakan Bitcon dan Ethereum

    Dari perspektif teknikalnya, perdagangan Bitcoin turun di bawah garis trennya, bisa dinyatakan sebuah sinyal bahwa ada keyakinan terbatas dalam pergerakan harga lebih rendah.

    Jika bitcoin gagal merebut kembali tren di level US$ 22.930, tampaknya akan diposisikan mengalami penurunan yang signifikan. Level support terdekat kini berada dikisaran US$ 22.000.

    Sementara, Ethereum sangat penting bagi untuk mempertahankan zona dukungan US$ 1.690-US$ 1.700 untuk terus bull. Namun, tekanan market saat ini dapat mendorong ETH ke level US$ 1.580.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Galau meski Naik, Kenapa?

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (8/8) pagi sedikit reli tipis. Hal ini membuat para investor tersenyum menyambut awal pekan dengan segudang aktivitas di hadapannya.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 1,31% ke US$ 23.253 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) melonjak 1,59% ke US$ 1.705 di waktu yang sama.

    Altcoin lainnya juga bernasib sama. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak tumbuh di atas 4% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang menjadi pendorong reli tipis ini?

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan penguatan market kripto pagi ini sejatinya masih memanfaatkan momentum pelemahan indeks Dolar AS sejak akhir pekan lalu. Selera investor untuk masuk ke market meningkat jika dolar AS terlihat tidak menguntungkan.

    “Dampak positif juga datang dari perilisan data ketenagakerjaan AS yang disambut baik, karena tingkat pengangguran adalah 3,5% di bawah perkiraan yang bakal semakin meningkat. Data ini jauh lebih baik dari yang diharapkan sebagai tanda kekuatan untuk pasar kerja. Alhasil juga meningkatkan selera investor kripto untuk akumulasi,” kata Nathan.

    Harga Bitcoin Bergerak Agresif
    Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

    Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

    Market Kripto Masih Sideways

    Secara keseluruhan, market kripto masih dalam fase sideways atau datar. Pergerakan aset kripto yang tak beraturan menandakan tengah berada di fase sideways.

    Pangkal kegalauan market kripto kali ini adalah didorong situasi makroekonomi dan kabar negatif terkait peretasan yang banyak muncul akhir-akhir ini, seperti di jaringan Solana dan Nomad. Data ketenagakerjaan AS ternyata juga bisa bisa menekan laju market kripto.

    “Data menunjukan beban gaji perusahaan di AS semakin meningkat dan bisa membuat inflasi terus meningkat. Jika ini terjadi, The Fed bisa saja kembali meneruskan pengetatan kebijakan moneternya dengan agresif. Namun, di saat bersamaan, investor juga merasa data tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi AS bisa terhindar dari resesi ekonomi di kuartal ini,” jelas Nathan.

    Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

    Dari segi analisis teknikal, investor telah melakukan price actions setelah nilai BTC sukses bertahan di atas level psikologis US$ 23.000. BTC akhirnya berhasil rebound menandakan bahwa pergerakannya terbilang positif untuk sementara. Namun, penguatan harga tersebut ternyata tidak diiringi dengan aksi akumulasi yang masif dan volume perdagangan yang tinggi.

    Apa itu altcoin seasons
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

    “Level resistance BTC sekarang berada di US$ 24.700. Jika, BTC berhasil tembus level tersebut dengan volume meyakinkan, maka potensi melanjutkan penguatan sampai ke level US$ 25.960. Tapi kalo gagal, bisa turun ke level US$ 22.530 hingga US$ 21.840,” tutur Nathan.

    Pekan ini menjadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang, dan bisa menggerakan harga ETH, Ethereum Classic (ETC) dan market kripto secara keseluruhan.

    “Apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH selanjutnya,” pungkas Nathan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto?

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah membuka sementara platform layanan keuangan digital, Paypal. Sebelumnya platform raksasa pembayaran global itu sempat diblokir karena belum melakukan pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

    Pembukaan blokir ini bertujuan agar masyarakat yang dananya masih tertahan di Paypal bisa melakukan migrasi ke platform lain selama lima hari kerja ke depan. Kemkominfo pun meminta masyarakat memanfaatkan pembukaan sementara ini dengan memindahkan dananya sebelum kembali diblokir jika tidak juga mendaftar.

    Salah satu pertanyaan yang muncul dibenak masyarakat, apakah bisa melakukan transfer dana Paypal ke aset kripto di Indonesia?

    Sayangnya hal itu belum bisa dilakukan. Sebagai informasi, PayPal memang telah mengumumkan pada 7 Juni 2022 pengguna kripto bisa dapat memindahkan atau melakukan transfer kripto termasuk Bitcoin dan Ethereum dari platformnya ke dompet digital eksternal.

    Ilustrasi PayPal.
    Ilustrasi PayPal. Sumber: Reuters.

    Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

    Baru Tersedia di Amerika Serikat

    Dalam penjelasannya, Paypal mengatakan fitur transfer dana ke walllet kripto baru tersedia khusus untuk penggunanya yang berada di Amerika Serikat dan itu pun yang terpilih. Dalam waktu beberapa bulan ke depan akan diluncurkan ke semua pelanggan AS yang memenuhi syarat.

    Menurut laporan Reuters, PayPal sudah lama memasuki industri aset kripto sejak dua tahun lalu, namun ini merupakan pertama kalinya perusahaan itu mengizinkan pengguna memindahkan dana kripto mereka ke wallet eksternal.

    Langkah PayPal tersebut bisa menjadi momentum untuk mengembangkan layanan lainnya yang memanfaatkan kripto ataupun blockchain. Masuknya PayPal ke industri yang baru seumur jagung ini juga menguatkan potensinya di masa depan.

    PayPal mulai mengizinkan pelanggan untuk membeli, menjual dan menyimpan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH), dan Litecoin (LTC) pada Oktober 2020 lalu. Tetapi, pengguna tidak diizinkan untuk memindahkan kepemilikan kripto dari platform tersebut sebelumnya.

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Telkom Kembangkan Metanesia, Dunia Metaverse Serba Bisa

    Integrasi Paypal ke Industri Kripto dan Blockchain

    SVP blockchain dan kripto PayPal, Jose Fernandez da Ponte, dalam sebuah wawancara mengatakan perusahaan mengambil sudut pandang jangka panjang dalam hal mengejar strategi untuk mengintegrasikan kripto dan blockchain pada platformnya.

    “Seluruh alasan kami menggunakan kripto adalah karena kami yakin sebagian besar perdagangan akan beralih ke mata uang digital,” ujar Ponte.

    Ponte menambahkan ini adalah alasan besar PayPal tidak mengenakan fee atau biaya untuk transaksi kripto yaitu, karena dalam rencananya aset kripto hanya akan ada dikisaran pada perdagangan, bukan operasi bisnis pertukaran untuk masa depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur

    Pergerakan aset kripto pada Rabu (27/7) pagi terlihat sedikit maju teratur. Ada reli singkat yang terjadi pada beberapa aset kripto yang masuk ke zona hijau.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, ada delapan yang bergerak optimis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 0,10% ke US$ 21.136 per keping dalam sehari terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) naik 0,53% ke US$ 1.431 di waktu yang sama. Cardano (ADA) dan Solana (SOL) punya nasib yang berbeda karena anjlok masing-masing 1,37% dan 0,83%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto Rabu pagi ini menjadi bukti bahwa harga aset kripto masih diselimuti oleh bayang-bayang sentimen makroekonomi yang kuat. Dibandingkan dengan harga awal pekan lalu, pergerakan ini merupakan kenaikan harga tipis.

    “Investor secara umum masih menahan diri untuk terjun lebih jauh ke market kripto. Hal ini untuk mengantisipasi dua pengumuman penting untuk mengambarkan situasi makroekonomi lebih jauh. Ada pengumuman kenaikan suku bunga acuan, The Fed dan laporan data Produk Domestik Bruto (PDB) AS,” kata Afid.

    Sentimen di market kripto sebenarnya semakin mencekam. Pelemahan market dengan aksi wait and see membuat investor lebih memilih melepaskan aset kripto untuk sementara waktu dan masuk ke instrumen yang lebih aman, seperti uang fiat.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Investor juga tampaknya masih melakukan price actions menyusul akan ada perilisan laporan keuangan dari perusahaan raksasa teknologi AS. Rencananya, Microsoft, Meta Platforms Inc, Google dan Apple akan mengumumkan kinerja kuartalannya pada pekan ini.

    Di samping itu, International Monetary Fund (IMF) merilis World Economic Outlook July 2022 yang memperkirakan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi global jadi rata-rata 3,2% tahun ini dan 2,9% pada 2023. Ini bisa berdampak pada market kripto yang saat ini memiliki korelasi yang tinggi dengan situasi makroekonomi.

    Baca juga: Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

    Waspada Harga Kripto Bisa Tersungkur

    Investor perlu memperhatikan hasil rapat The Fed pada akhir bulan ini. Investor tampaknya sudah priced in dengan kondisi makroekonomi dan memprediksi The Fed mungkin akan mengerek suku bunga 75 basis poin. Tapi, data historis menunjukkan harga kripto bisa tersungkur atas respons kenaikan tersebut.

    Lebih lanjut, jika ditengok dari sisi analisis teknikal, Bitcoin mengalami penolakan pada titik resistensi US$ 23.300, yang menyebabkan harganya turun. Namun, pergerakan selama tiga hari terakhir malah mengindikasikan sinyal pelemahan BTC.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    BTC saat ini masih tertahan di level support krusialnya di US$ 20.500. Titik support tersebut menjadi penentu dari ketahanan harga Bitcoin. Jika level tersebut breakdown, maka harga Bitcoin kemungkinan akan kembali di bawah US$ 20.000, dan support selanjutnya berada pada harga US$ 18.900.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Lido DAO (LDO)

    Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

    Lido DAO (LDO), membuka deretan aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Setelah awal bulan Juli lalu, LDO sempat alami masa sulit, kini mulai unjuk gigi dengan peluang kenaikan harga.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kenaikan nilai LDO didorong oleh sentimen positif dari kabar Lido treasury yang tumbuh sebesar 66% antara 15-21 Juli lalu, karena kenaikan harga token dan pendapatan protokol. Namun, menurutnya kenaikan harga akan berlangsung bertahap.

    “Harga token LDO melonjak lebih dari 113% selama 30 hari terakhir. Kenaikan harga kemungkinan besar akan bertahap dan masih akan koreksi terlebih dahulu. Pasalnya, LDO masih dibayangi oleh sentimen penolakan proposal oleh komunitas LDO untuk kesepakatan tata kelola jaringan,” kata Afid.

    Dari analisis teknikalnya, nilai LDO kemungkinan akan terkoreksi atau turun terlebih dahulu hingga harga US$ 1,2. Kemudian, naik secara bertahap ke harga 1,78 atau tumbuh sekitar 41%. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 1,9.

    Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #78, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 453.282.945. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

    2. Polygon (MATIC)

    Analisis teknikal Polygon (MATIC).

    Polygon (MATIC) memiliki peluang untuk bullish pada pekan terakhir Juli 2022 ini. Afid mengatakan sentimen positif yang menggerakan harga MATIC datang dari kabar bahwa Polygon telah mengumumkan terobosan signifikan dalam usahanya untuk menskalakan Ethereum.

    “Ethereum selalu bergulat dengan masalah penskalaan sejak diluncurkan, yang mengarah pada munculnya solusi Layer-2 (L2). Polygon tampaknya telah memecahkan teka-teki untuk menskalakan Ethereum. Tim Polygon telah mengumumkan peluncuran zkEVM yang akan datang sebagai solusi cerdik melihat pengurangan biaya secara dramatis dan peningkatan kecepatan transaksi,” ujar Afid.

    Lebih lanjut, dari segi analisis teknikalnya pergerakan MATIC kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,68 masih terjaga, dapat naik hingga US$ 0,8083 atau naik 17% dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #13, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.212.222.109. Jumlah koin yang beredar 8.031.803.943 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.

    Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

    3. Aave (AAVE)

    Analisis teknikal Aave (AAVE).

    AAVE kembali masuk ke deretan aset kripto bullish pekan ini. Sentimen positif untuk AAVE berasal dari Aave DAO, bagian tata kelola dari protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Aave, telah menukar token AAVE senilai US$ 1,6 juta dengan token Balancer (BAL) senilai US$ 1,13 juta dalam pertukaran untuk setiap koin project’s treasury.

    Aave sendiri adalah protokol keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan orang untuk melakukan transaksi pinjam dan meminjam aset kripto.

    “Pertukaran token, ditambah akuisisi tambahan, cukup signifikan bagi Aave untuk menjadi pemegang 30 besar token BAL. Ini akan, pada gilirannya, meningkatkan likuiditas dan pendapatan untuk Aave,” jelas Afid.

    Analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkoreksi dahulu turun hingga batas harga US$ 70. Kemudian dapat bergerak naik menuju US$ 90 atau naik 24% dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.123.223.727. Jumlah koin yang beredar 13.968.130 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.

    4. Cardano (ADA)

    Analisis teknikal Cardano (ADA).

    Selanjutnya ada Cardano (ADA) yang kemungkinan punya potensi bullish pada pekan ini. Kripto Cardano ada kemungkinan akan bersinar dengan hard fork Vasil yang dijadwalkan rilis sekitar akhir bulan Juli 2022.

    Afid mengatakan hard fork Vasil pada jaringan Cardano awalnya dijadwalkan untuk ditayangkan pada bulan Juni, tetapi ditunda hingga akhir Juli karena beberapa masalah. Kemungkinan besar masih sesuai jadwal untuk perilisannya, namun Input Output Hong Kong (IOHK), perusahaan di balik pengembangan blockchain Cardano, belum mengumumkan tanggal peluncuran yang tepat.

    “Vasil diharapkan membawa peningkatan kinerja dan kemampuan yang signifikan ke blockchain Cardano, termasuk pembuatan blok yang lebih cepat dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi. Dari perspektif fundamental, upgrade dapat meningkatkan adopsi ADA karena peningkatan efisiensi jaringan,” jelas Afid.

    Lebih lanjut, Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus terkoreksi terlebih dahulu menuju harga US$ 0,43. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,4655 hingga US$ 0,5158 atau naik 15% dalam beberapa hari ke depan.

    Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 15.767.098.555. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

    5. THORChain (RUNE)

    Analisis teknikal THORChain (RUNE).

    Menutup daftar aset kripto potensi bullish adalah THORChain (RUNE). Perlu diketahui RUNE sudah lama ‘nyaman’ dalam fase bullish sejak beberapa pekan lalu. 

    THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya.

    Kali ini, token RUNE dipengaruhi oleh sentimen positif dari tim THORChain yang akhirnya akan melepaskan pengelolaan Planned Obsolescene pada akhir bulan Juli ini. Dan selanjutnya jaringan akan diambil alih oleh komunitas.

    Treasury akan diberikan kepada 5-10 tim komunitas untuk pengembangan protokol, pengembangan middleware, antarmuka, dan pendidikan/promosi. Selain itu, sekitar 10 tim komunitas saat ini menerima sekitar US$ 100.000 per bulan dalam bentuk hibah pengembang.

    “Berdasarkan analisis teknikalnya, harga RUNE akan sedikit alami penurunan dahulu menuju US$ 2,1. Kemudian bisa bounce ke harga US$ 2,5 atau naik 17%,” jelas Afid.

    Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar US$ 763.800.207. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Voyager Token (VGX)

    Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

    Voyager Token masih betah dalam daftar kripto potensi bearish sejak pekan lalu. Afid mengungkap sentimen negatif dari perusahaan MetaFormLabs yang memulai kampanye untuk penyelamatan Voyager masih terasa.

    VGX, token asli dari broker kripto yang bangkrut, Voyager Digital, masih kesuitan untuk menstabilkan harga. Pada dua pekan lalu hari token VGX Voyager sempat melonjak 178% mencapai tertinggi intraday US$ 0,891 sebelum jatuh kembali ke sekitar US$ 0,559.

    “VGX memang sempat meroket meskipun akan kesulitan untuk menstabilkan harga. Dalam hal prediksi harga VGX dapat melihat harganya turun menjadi US$ 0,300 selama beberapa hari mendatang, karena ada penarikan yang kuat, meski bakal terjadi kenaikan harga,” kata Afid.

    Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #163, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 111.886.762. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

    Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

    2. Terra Classic (LUNC)

    Analisis teknikal Terra Classic (LUNC).

    Tren harga Terra Classic (LUNC) telah mengungkapkan potensi bearish berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas ekosistem Terra. Afid melihat prospek LUNC tetap bearish dalam jangka waktu panjang.

    Hal tersebut terlihat setelah aksi jual besar-besaran yang mengikuti runtuhnya token LUNA-UST dan ada tekanan jual yang luar biasa pada Terra Classic. Di samping itu, Terraform Labs dan Do Kwon telah ditampar dengan gugatan baru di Amerika Serikat.  

    “Beberapa analis menawarkan prediksi bearish untuk LUNC dengan munculnya LUNA 2.0. Dari segi analisis teknikal, LUNC kemungkinan besar dapat turun hingga US$ 0,00007452 atau anjlok 19% dari harga US$ 0,00009028,” jelas Afid.

    Peringkat LUNC di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #213, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 625.876.939. Jumlah koin yang beredar 6.568.976.396.414 koin LUNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. Marlin (POND)

    Analisis teknikal Marlin (POND).

    Marlin (POND) adalah protokol terbuka yang menyediakan infrastruktur jaringan berperforma tinggi yang dapat diprogram untuk Web 3.0. Afid melihat potensi penurunan harga dari POND dalam waktu ke depan.

    POND sebelumnya mendapat peringkat bullish pada pekan lalu dengan naik 13,25% menjadi US$ 0,01581 sementara pasar kripto yang lebih luas turun 4,03%. Namun, Marlin berpotensi berada dalam posisi volatil, jika reli habis.

    “Kemungkinan besar reli dari POND akan habis dalam waktu dekat. Marlin telah diperdagangkan pada volume rendah baru-baru ini. Penurunan harga besar terjadi sekitar 10% dari harga US$ 0,01573 ke US$ 0,01400,” ungkap Afid.

    Peringkat POND di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #325, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 61.801.036. Jumlah koin yang beredar 3.906.753.055 koin POND dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin POND.

    Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    4. Audius (AUDIO)

    Analisis teknikal Audius (AUDIO).

    Audius (AUDIO) adalah project blockchain yang fokus pada sektor layanan streaming musik dan memberikan kekuatan moneter, serta kepemilikan hak cipta kepada pembuat karya. Menariknya, Audius dilaporkan telah melakukan kerja sama dengan TikTok.

    Token AUDIO kini sedang dalam tekanan pasca peristiwa peretasan jaringan. Hacker berhasil menjarah lebih dari 18 juta token AUDIO pada nilai tukar bernilai sekitar US$ 6,2 juta. Semua smart contract di Audius sempat ditangguhkani.

    “Peristiwa itu membuat harga AUDIO jatuh dan investor mulai kehilangan kepercayaan. Penurunan harga token ini bisa mencapai US$ 0,260 atau sekitar 14% dari US$ 0,309,” ungkap Afid.

    Peringkat AUDIO di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #121, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 229.039.441. Jumlah koin yang beredar 725.865.017 koin AUDIO dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    5. DeXe (DEXE)

    Analisis teknikal DeXe (DEXE).

    DeXe (Decentralized Social Trading Platform) adalah platform perdagangan sosial terdesentralisasi yang dirancang untuk menyalin strategi trading terbaik kepada pengguna. Ini menawarkan platform yield farming hasil yang menggunakan DEXE sebagai token staking. Token DeXe (DEXE) mengeklaim untuk mengaktifkan sistem terbuka.

    Token DEXE pada Selasa (26/7) menyaksikan reli 9,63% di US$ 4,10 bersama dengan kenaikan volume 465%, menurut CoinMarketCap. Kripto ini juga telah mengalami kenaikan selama sekitar 30 hari terakhir. 

    “Namun, kemungkinan fase bearish akan menarik harga DEXE dalam beberapa waktu ke depan. Harga DEXE bisa terus turun hingga US$ 3,500 atau sekitar 11% dari US$ 3,975,” tutur Afid.

    Peringkat DEXE di CoinMarketCap pada Rabu (27/7) pukul 10.00 WIB adalah #586, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.439.714. Jumlah koin yang beredar 5.555.413 koin DEXE dan maksimal pasokan 98.942.301 koin DEXE.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com