Tag: aset kripto

  • Tak Hanya Bitcoin, Harga BNB Mengalami Kenaikan di Awal 2021

    Seiring dengan lonjakan permintaan bitcoin di tahun 2021 ini, binance coin yang merupakan salah satu altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar juga menunjukkan peningkatan harga yang tinggi. Harga binance coin (BNB) selama Januari hingga Februari 2021 mencapai Rp 4,8 juta. Menarik kan? Nah, jika Anda tertarik untuk melakukan investasi di BNB ini, yuk simak ulasan perjalanan harga BNB dari tahun ke tahun beserta prediksi harga BNB di 2021! 

    Apa itu BNB?

    BNB atau binance coin adalah aset kripto didirikan oleh Changpeng Zhao, pada tahun 2017. Nama binance sendiri merupakan gabungan dua yaitu kata biner, dan keuangan. Koin yang memiliki simbol BNB ini diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan ethereum. Sejak peluncurannya, binance memang digunakan pada platform pertukaran mata uang kripto Binance.

    Pada dasarnya, binance memungkinkan Anda untuk mendapatkan diskon pada layanan platform pertukaran binance, yang kemudian dapat menjadi pertukaran aset-aset blockchain yang didesentralisasi. 

    BNB dari Masa ke Masa

    Dilansir dari Bitcoin Ethereum News, binance memasuki market untuk pertama kali pada 25 Juli 2017 dengan harga US$ 0. Pada akhir Agustus, barulah binance mencapai harga US$ 3. Setelah melewati fluktuasi tertentu, binance mengakhiri harganya di tahun 2017 dengan harga perdagangan US$ 8 per bnb. 

    Pada Januari 2018, binance mencapai harga tertingginya. Ia mampu mencapai US$ 23.35 per bnb dan menjadikannya sebagai fase yang paling memukau bagi para investor binance. Sayangnya hal ini tidak berlangsung lama. Pada Februari, sebagian besar aset kripto mengalami tren harga turun dan tak terkecuali binance. Binance juga mengalami penurunan dan menyentuh harga di bawah US$ 6.12 pada awal Februari.

    Tak membutuhkan waktu yang lama bagi binance untuk memperbaiki harganya. Sejak 6 Februari 2018, harga binance meningkat tajam hingga 200% dan menyentuh harga US$ 20. Pada akhir Juni 2018, harga binance menyentuh US$ 16.71. Kemudian mengalami roller coaster besar dan harga turun menjadi US$ 4.34 pada Desember 2018.

    Di tahun 2019, harga binance terus maju kedepan dan akhirnya menembus diatas angka US$ 10. Nah, di tahun inilah yang menjadi kesempatan emas bagi para investor setelah mengalami breakdown di tahun 2018. 

    Di Januari 2020, binance diperdagangkan dengan harga sekitar US$ 13 dan bertahap melonjak menjadi US$ 20 di akhir bulannya. Selanjutnya, di pertengahan Februari 2020, harga binance menyentuh US$ 25 dan terus berlari menuju harga US$ 30.   

    Menjelang awal Maret 2020, harga binance jatuh secara drastis dan menyentuh di posisi terendah di bawah US$ 10 dan akhirnya diperdagangkan di harga US$ 8.9 di akhir Maret. Di bulan ini, binance mengakhiri kuartal pertama dengan kerugian sebesar 3%. Namun, di kuartal kedua tahun ini, harga binance mencapai US$ 18 pada akhir April. Kemudian pada akhir Agustus, harga binance mampu naik secara mantap dan menyentuh angka US$ 23.  

    Harga binance turun menjadi US$ 19 pada awal September dan selanjutnya mengalami kenaikan menjadi US$ 31 pada pertengahan September 2020. Lalu seiring dengan adanya ekspansi reli harga bitcoin, binance naik menjadi US$ 32 di akhir November dan akhirnya menyentuh harga US$ 37 di akhir Desember 2020. 

    Prediksi BNB di 2021

    Nah, setelah Anda melihat harga binance dari tahun ke tahun, kini saatnya Anda untuk mengetahui harga dari binance yang sudah diprediksikan oleh beberapa pihak. 

    Dilansir dari Bitcoin Ethereum News,  jika mengikuti tren bullish maka harga binance akan mencapai angka US$ 62 pada akhir Juni dan harga mungkin akan berayun lebih jauh lagi. Dengan fluktuasi tertentu, harga binance diprediksikan akan berada pada kisaran yang antara US$ 55 dan US$  57 di sepanjang tahun. Pada akhir 2021, binance diprediksikan akan menyentuh harga US$ 61.05.    

    Sedangkan menurut Digital Coin Price, binance diprediksikan akan melonjak ke harga US$ 86.24 pada April 2021. Kemudian harga akan turun ke level terendah tahunan US$ 64.45 di bulan Juli. Namun, binance diprediksikan akan kembali lebih kuat dari bulan sebelumnya dengan mencapai harga US$ 88.35 di bulan September dan menyelesaikan tahun 2021 dengan harga US$ 79.12. 

    Itulah ulasan mengenai perjalanan harga BNB dari tahun ke tahun beserta prediksi harga BNB di tahun 2021 ini. Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi di jenis aset kripto ini? Segera daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com dan temukan kemudahan investasi Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Andil Media Massa Dalam Kemajuan Aset Kripto di RI

    Kemajuan aset kripto hingga perkembangan industrinya di Indonesia tak bisa lepas dari peran media massa atau pers. Fungsi media adalah sebagai sumber informasi dan sentimen di pasar keuangan, termasuk komoditas yang berhubungan dengan perdagangan aset kripto.

    Banyak media massa terkemuka dapat mempengaruhi pasar, karena bisa mendorong perilaku investor yang menanggapi berita yang dipublikasi. Hubungan sebab-akibat ini yang dapat menggerakan pasar dan mendorong pertumbuhan industri terutama kripto.

    Kelly Ann Coulter, seorang peneliti dari UCL Centre for Blockchain Technologies dalam riset terbaru yang bertajuk “The impact of news media on Bitcoin prices: modelling data driven discourses in the crypto-economy with natural language processing” telah mengidentifikasi bahwa interaksi antara sentimen media dan harga Bitcoin (BTC) ada korelasi. Studi telah menunjukkan bahwa aspek informasi dan afektif berita mempengaruhi pasar dengan cara yang mendalam, berdampak pada volume perdagangan, harga kripto, volatilitas dan bahkan perkembangan perusahaan pemilik project di masa depan.

    Peran Media Massa

    Ilustrasi investasi aset kripto
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

    “Wacana apa yang disajikan media kepada audiens mereka (konstruksinya), dan bagaimana media berita menyajikan aset kripto (analisisnya), sama pentingnya dan berpengaruh terhadap ekonomi kripto seperti pencarian Google dan metrik media sosial Bitcoin,” tulis Coulter.

    Coulter juga telah mengonfirmasi interaksi antara sentimen media dan harga Bitcoin, tetapi juga telah menunjukkan bahwa ada kecenderungan investor untuk bereaksi berlebihan terhadap berita dalam waktu singkat. Di bawah reaksi harga kripto terhadap berita seperti pengumuman kemitraan, dan reaksi berlebihan terhadap serangkaian berita baik atau buruk yang didokumentasikan sebagai keteraturan di antara perilaku investor dalam bagaimana keyakinan terbentuk.

    Media massa atau pers menjadi platform yang menyediakan segala informasi yang diinginkan oleh para investor, baik yang baru mau memulai atau pemain lama. Mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang bisa membentuk opini untuk mengeluarkan kepututsan investasi yang tepat.

    Apresiasi

    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Bisakah Nilai Bitcoin Capai Rp 449 Juta pada Februari 2023?

    Di awal sudah dijelaskan bagaimana peran media massa bisa mengerakan market kripto, terutama harga Bitcoin. Secara menyeluruh, perkembangan industri perdagangan atau investasi aset kripto di Indonesia juga selalu didukung oleh media massa.

    Bertepatan dengan Hari Pers Nasional yang diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari, Tokocrypto mengapresiasi peran pers yang terus mengawal dan bersama dalam menumbuhkan industri kripto di Indonesia. Pers juga menjadi bagian dalam peran edukasi dan literasi investasi kripto.

    “Di Hari Pers Nasional ini, kami mengapreasi setinggi-tingginya peran pers atau media massa dalam perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Tak lupa juga peran vital media sebagai saluran untuk edukasi dan literasi mengenai aset kripto. Sesuai fungsinya, pers wajib menyampaikan informasi yang benar, yang mendidik, dan yang mampu memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan masyarakat,” ucap Public Relations Tokocrypto, Bianda Ludwianto.

    Dengan berperan aktif mengedukasi masyarakat, pers ikut memberikan kontribusi riil kepada pertumbuhan industri kripto. Perlu diketahui pertumbuhan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor di Tanah Air bertambah 5,46 juta orang sepanjang tahun 2022 hingga total mencapai 16,7 juta. Dibandingkan pertumbuhan tahun 2021 jumlah investor kripto itu lebih rendah sebanyak 11,2 juta orang.

    Nilai transaksi perdagangan aset kripto harus diakui mengalami penurunan selama tahun 2022. Bappebti juga melaporkan, nilai transaksi kripto sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kilas Balik Pencapaian Industri Aset Kripto di Indonesia

    Industri aset kripto di Indonesia terus mengalami perkembangan. Perjalanannya tidak mudah dan terus menghadapi pasang surut yang sejalan dengan gejolak market kripto global.

    Perlu diketahui pertumbuhan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor di Tanah Air bertambah 5,46 juta orang sepanjang tahun 2022 hingga total mencapai 16,7 juta. Dibandingkan pertumbuhan tahun 2021 jumlah investor kripto itu lebih rendah sebanyak 11,2 juta orang.

    Nilai transaksi perdagangan aset kripto harus diakui mengalami penurunan selama tahun 2022. Bappebti juga melaporkan, nilai transaksi kripto sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun.

    Menurunnya nilai transaksi kripto seiring dengan anjloknya market global dan ketidakstabilan makroekonomi pada tahun lalu. Meski begitu, diproyeksikan aset kripto akan kembali bangkit pada tahun ini, meski tidak terlalu cepat atau secara bertahap. 

    Bisnis Aset Kripto

    Dari segi bisnis pun masih sangat menjanjikan. Tercatat pada akhir 2022 ada 25 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, naik dari 13 pedagang aset kripto di tahun 2021. Adopsi kripto dan blockchain pun terus mengalami perkembangan dengan banyaknya startup dan project token kripto lokal yang bermunculan.

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

    “Hal tersebut tentu positif, dengan munculnya banyak startup blockchain dan project kripto lokal ini, membukti bahwa bisnis aset kripto di Indonesia naik, bisa diakses oleh masyarakat. Developer lokal sudah melek soal pemanfaatan teknologi blockchain dengan meluncurkan project kripto,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

    Dari sisi regulasi, sejauh ini sudah cukup mengakomodir keinginan para pelaku usaha dan membuat industri aset kripto lebih legitimate. Kehadiran aturan mengenai jenis token kripto yang boleh dan resmi diperdagangkan turut membuat investor lebih aman. Kemudian, adanya pajak transaksi aset kripto juga membuat industri ini lebih diperhitungkan, karena berkontribusi untuk pendapatan negara.

    Pajak Kripto

    Ada berbagai pembaruan regulasi aset kripto yang dikeluarkan. PerBa Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, sekaligus mencabut Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020.

    PerBa tersebut dikeluarkan sebagai bentuk peningkatan keamanan investor kripto di Indonesia. Dalam aturan ini terdapat daftar baru 383 jenis aset kripto yang legal di mana 10 adalah token lokal. Nantinya, Bappebti terus melakukan peninjauan terhadap inovasi kripto yang terjadi di pasar.

    Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.
    Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Bappebti Kemendag dan ASPAKRINDO Gelar Bulan Literasi Kripto 2023

    Salah satu regulasi yang menjadi momentum bagi perdagangan aset kripto adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Regulasi tersebut telah berlaku sejak 1 Mei 2022.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengumumkan sukses mengumpulkan pajak transaksi kripto sebesar Rp 246,45 miliar per Desember 2022. Dari jumlah tersebut, Sri Mulyani merinci perolehan Pajak Penghasilan (PPh) melalui perdagangan sistem elektronik dalam negeri (PMSE DN) dan penyetoran sendiri mencapai Rp 117,44 miliar. Sementara itu, perolehan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pemungutan oleh non Bendaharawan sebesar Rp 129,01 miliiar.

    Tantangan dan Peluang

    Industri aset kripto masih bisa terus tumbuh di Indonesia. Ada pun tantangan yang harus diperhatikan untuk menjadikan industri kripto ini sehat, yaitu terkait edukasi dan literasi. Saat ini banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami investasi aset kripto, seperti cara memulai hingga strategi untuk mendapatkan profit. Di samping itu, sering terjadi penipuan investasi bodong yang berkedok aset kripto, sehingga membuat citra industri ini menjadi negatif.

    Perbandingan regulasi aset kripto  dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.
    Perbandingan regulasi aset kripto dengan negara lain. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

    “Peluang tentu masih besar, dengan total jumlah investor kripto yang mencapai 16,7 juta di akhir 2022, berarti baru 6% penduduk Indonesia dari total 274 juta yang belum investasi kripto. Artinya potensi market masih sangat besar untuk bisa dimaksimalkan,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

    Terlebih saat ini aset kripto sudah dipercaya oleh banyak investor ritel di Indonesia yang sebelumnya terlebih dahulu masuk ke instrumen saham dan reksadana. Prospek imbal hasil yang tinggi dan kemudahan untuk berinvestasi menjadi daya tarik utama kripto.

    Tingginya animo generasi muda dalam berinvestasi aset kripto didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah barrier to entry yang sangat kecil dan kemudahaan akses ke platform investasi kripto. Di sisi lain, adanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi, animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

    Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan optimis dengan berkembangan pasar aset kripto di Indonesia. Menurutnya pasar aset kripto di dalam negeri semakin meningkat setiap tahunnya dan hal tersebut membuat Indonesia bisa menjadi salah satu market leader di dunia.

    “Kondisi ini semua menunjukkan bahwa potensi pasar aset kripto di Indonesia masih sangat besar dan bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin pasar aset kripto di dunia,” jelas Zulkifli dalam keterangan resminya dikutip Senin (6/2).

    Sepanjang 2022, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 16,7 juta orang. Jumlah itu meningkat 44,64% dibandingkan pada 2021 yang sebanyak 11,2 juta orang. Jumlah tersebut didominasi kaum milenial berusia antara 18—30 tahun.

    Secara kumulatif, transaksi asest kripto di Indonesia telah mencapai sebesar Rp 306,4 triliun sepanjang 2022. Angkanya menurun 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 858,76 triliun. Tren transaksi kripto yang menurun bersamaan dengan anjloknya nilai market secara global, terutama menjelang akhir tahun 2022. Meski begitu, pemerintah masih yakin dengan potensi berkembangnya aset kripto di masa depan.

    Optimis Kehadiran Bursa Kripto

    “Meskipun pada 2022, nilai transaksi aset kripto mengalami penurunan pasar yang mengalami tren saham melemah (bearish), tapi di sisi lain semakin banyaknya perusahaan seperti Meta, Google, dan Twitter yang mulai mengintegrasikan teknologi blockchain dalam kegiatan usahanya. Hal ini membuktikan bahwa bursa asset kripto akan berkembang pesat pada tahun ini,” tutur Mendag Zulkifli Hasan.

    Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
    Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

    Baca juga: Data Ungkap Alasan kripto Litecoin (LTC) Reli 80% ke Harga US$ 100

    Kementerian Perdagangan juga menargetkan Indonesia akan memiliki kelembagaan bursa
    aset kripto yang secara khusus menjadi tempat perdagangan aset kripto setidaknya pada pertengahan tahun 2023. Bursa kripto diperlukan karena diperkirakan pada 2023 aset kripto akan mengalami perkembangan yang pesat, jika dilihat dari sudut pandang teknologi blockchain yang merupakan asal muasal dari teknologi aset kripto.

    Teknologi blockchain yang salah satu pengaplikasiannya adalah aset kripto terus mengalami
    perkembangan. Namun demikian, Indonesia telah berusaha mengikuti perkembangan tersebut
    dengan melakukan penyesuaian berbagai aturan untuk dapat mengatur ekosistem penyelenggaraan aset kripto yang wajar dan adil, serta mengutamakan perlindungan bagi masyarakat sebagai pelanggan.

    Pengawasan dan pengaturan perdagangan aset kripto saat ini masih menjadi bagian dari kewenangan Bappebti. Selain itu, untuk menghadapi berbagai tantangan teknologi blockchain ke depan, termasuk aset kripto yang dinilai dapat mempengaruhi sektor keuangan, tahun ini telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

    UU P2SK diharapkan dapat saling mengoordinasikan dan menguatkan peran kementerian/lembaga dalam mengatur penyelenggaraan perdagangan aset kripto ke depannya menjadi lebih baik.

    Bulan Literasi Kripto

    Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
    Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

    Baca juga: BPS Pakai Teknologi Blockchain Olah Data Penduduk Indonesia

    Bappebti dan Asosiasi Pedagangan Aset Kripto Indoesia (ASPAKRINDO) menggelar program “Bulan Literasi Kripto” yang diselenggarakan sepanjang Februari 2023. Program BLK 2023 dapat meningkatkan literasi perdagangan aset kripto dengan memberikan mpemahaman yang benar dan tepat di tengah masyarakat sehingga pelaksanaan perdagangan pasar fisik aset kripto sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    “Bulan Literasi Kripto menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelanggan, calon pelanggan, dan masyarakat umum mengenai penyelenggaraan, mekanisme, dan kelembagaan dalam perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjangkau semakin banyak masyarakat untuk melek aset kripto adalah salah satu alternatif perdagangan komoditas,” tutur Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda.

    Bulan Aset Kripto 2023 akan diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya seminar web maupun gelar wicara ke kampus-kampus serta masyarakat luas, fun sport, dan turnamen eSport dan lainnya. Rangkaian acara tersebut akan digelar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar, baik secara luring, daring, atau
    hibrida.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

    Penurunan harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan ini, membuat metrik Fear and Greed Index menunjukan posisi fase ketakutan ekstrem atau Extreme Fear. Faktanya, metrik tersebut berada dalam kondisi yang terburuk sejak akhir Januari lalu, ketika harga aset turun menjadi $33.000.

    Berdasarkan pantauan situs CoinMarketCap, nilai Bitcoin terus anjlok hingga hari Selasa (10/5) pukul 08.00 WIB, harga BTC berada di $ 31.027,13, turun 9,15% dalam 24 jam terakhir. Sementara, laporan data dari Coingecko, harga BTC anjlok 13,4 persen dalam dua pekan terakhir.

    Jatuhnya harga BTC yang hebat ini mengakibatkan perubahan dalam sentimen pasar secara keseluruhan, yang ditunjukkan oleh Bitcoin Fear dan Green Index. Dengan memeriksa posting media sosial komunitas, survei, volatilitas, volume perdagangan dan lainnya menentukan perasaan umum terhadap aset kripto terpopuler tersebut.

    Bitcoin Fear dan Green Index
    Bitcoin Fear dan Green Index masuk fase Extreme Fear.

    Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

    Investor Bitcoin Merasa Takut

    Metrik Bitcoin Fear dan Green Index menunjukkan hasil akhir dari 0 (ketakutan ekstrem) hingga 100 (ketamakan ekstrem). Hasilnya Bitcoin telah berada di wilayah ketakutan sejak pertengahan April, tetapi penurunan harga terbaru mendorongnya ke ketakutan yang ekstrem.

    Menurut laporan Crypto Potato, metrik menunjukan posisi BTC yang berada di posisi terendah sejak penurunan akhir Januari lalu. Performa Bitcoin di awal Mei juga tidak begitu bagus.

    Anjloknya harga BTC membuat para investor dan trader mengalami ketakutan hingga melakukan penjualan. Aksi jual ini turut memicu penurunan harga BTC. Tidak berhenti sampai di situ, anjloknya harga Bitcoin turut memicu penurunan harga altcoin.

    Tren Bitcoin Bakal Terus Turun

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di supportnya $ 34.000. Sekarang masih berada di bawah level support-nya dan menunggu konfirmasi pada candle daily.

    “Jika harga menutup di bawah garis level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000. Tapi, mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000 selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan hingga capai $ 30.000,” kata Afid.

    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

    Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

    Bulan Mei biasanya merupakan periode musiman yang kuat untuk saham dan kripto. Alasannya secara historis, Bitcoin telah mengalami kenaikan transaksi 17% di bulan Mei dalam 9 tahun terakhir.

    Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi investor untuk memasuki pasar setelah tiga bulan melakukan perdagangan sideways. Namun, melihat penurunan yang hebat dan banyaknya sentimen negatif, membuat pergerakan naik akan jauh lebih sulit.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Bitcoin, US$ 209 Ribu pada Tahun 2025

    Prediksi harga Bitcoin berdasarkan bagan “Bitcoin Cycle Repeat”, bisa mencapai US$ 209 ribu per BTC pada tahun 2025. Halving 2024 adalah salah satu komponen terpentingnya. Bagan pun harus dianggap sebagai sekadar teori. Bagan yang mirip, yakni S2F karya PlanB, sudah dikritik tajam oleh Vitalik Buterin.

    Dengan tren saat ini, harga Bitcoin diprediksi bisa menjadi US$ 209 ribu pada Oktober 2025. Harga itu ditandai sebagai harga puncak tertinggi setelah Halving (after halving top) tahun 2024.

    Angka prediksi, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai FOMO (fear of missing opportunity) itu, berdasarkan data dari bagan (chartBitcoin Cycle Repeat dari situs BuyBitcoinWorldWide.

    Ada belasan bagan lain yang cukup berfaedah membantu Anda belajar lebih banyak tentang konsep, teori dan model proyeksi. Situs itu sebelumnya berdomain Digitalik.net yang sangat popular dan diakusisi oleh BuyBitcoinWorldWide pada tahun lalu.

    Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Bermain Game Kawaii Island NFT Agar Cuan!

    Bagan itu menunjukkan bagaimana jadinya jika dari perubahan harga hari ini, atau pada hari lain di masa lalu, akan mengulangi polanya dari siklus sebelumnya. Satu siklus penuh adalah 1458 hari (4 tahun) dan data di bagan itu diperbarui setiap 5 menit.

    “Bagan Bitcoin Cycle Repeat menggunakan pergerakan rata-rata harga BTC selama 1.458 hari terakhir dan mengulangi pergerakan tersebut lagi untuk memprediksi harga setiap hari selama 1.458 hari ke depan. Bagan ini juga menampilkan harga teratas setelah halving sebelumnya serta puncak setelah setiap halving yang akan datang,” tertera di bagian penjelasan bagan itu oleh pengelola situs.

    Karena tidak diperuntukkan sebagai acuan utama dan akurat, menurut BuyBitcoinWorldWide, angka proyeksi 1.458 hari mendatang harus dianggap hanya sebagai perkiraan.

    “Keakuratan bagan ini sangat bergantung pada ‘perilaku Bitcoin’ untuk berulang dengan sempurna. Pun ada banyak alasan mengapa Bitcoin mungkin berkinerja baik ataupun sebaliknya dibandingkan tren 1.458 hari sebelumnya. Maka, bagan ini harus dilihat sebagai teori saja,” tulis BuyBitcoinWorldWide, dengan catatan harga acuan berdasarkan data dari CryptoCompare.

    Dan entah karena memang kebetulan, pada 17 Januari 2020, berdasarkan bagan itu, harga Bitcoin diprediksi akan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) baru pada Oktober 2021.

    Faktanya yang diketahui publik, ATH terkini adalah pada 8 November 2021 di kisaran US$69 ribu. Bagan Bitcoin Cycle Repeat menerakan ATH itu sebagai “after halving top” di harga US$67.549.

    Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$209 Ribu pada Tahun 2025

    Nah, ketika artikel ini ditulis, Jumat (24/6/2022) dini hari, harga BTC di bagan itu tertera US$ 20.300 per BTC dengan acuan harga Kamis (23/6/2022)-price end of day, berdasarkan data CryptoCompare.

    Dengan sandaran itu, berdasarkan prinsip dan variabel bagan, harga puncak setelah Halving ke-4 tahun 2024 diprediksi bisa mencapai US$ 209.851 pada 27 Oktober 2025.

    prediksi harga bitcoin

    Dalam rentang waktu yang pendek, dengan harga harian yang serupa, harga BTC diprediksi menjadi US$ 10.051 pada 2 Desember 2022. Harga itu “dianggap” sebagai support level terbesar yang melentingkan harga kripto itu berada di atas Moving Average (MA) 200 hari dan MA 1458 hari.

    Perlu ditegaskan kembali, bahwa bagan ini harus dianggap sebagai teori saja dan tidak boleh dijadikan acuan utama dalam mengambil keputusan, pasalnya bagan ini lebih mengarah pada teknikal dan tentu saja tidak memasukan faktor makroekonomi, sebagaimana model Stock-to-Flow (S2F) rancangan PlanB, yang dinilai oleh Vitalik Buterin “sangat berbahaya.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar

    Pendiri dan CEO MicroStrategy, Michael Saylor, mengatakan, bahwa harga Bitcoin yang sedang ambruk saat ini adalah peluang beli yang sangat besar. Sementara itu hasil survei Bloomberg menunjukkan, BTC diproyeksikan bisa jatuh ke US$ 10 ribu, akibat terus menguatnya dolar AS.

    MicroStrategy, perusahaan publik asal Amerika Serikat, memang sejak tahun 2020 melakukan pembelian Bitcoin secara besar-besaran. Mereka menilai kripto itu sebagai alat lindung nilai ketika terjadi inflasi.

    “Saat ini adalah peluang beli yang besar terhadap Bitcoin. Saat ini adalah entry point yang tepat,” ucap Saylor kepada CNBC belum lama ini.

    Pernyataan Saylor itu, sejatinya menegaskan pendapatnya sejak lama, bahwa BTC memiliki keunggulan relatif dibandingkan kelas aset lain seperti emas.

    Namun, pada kenyataannya, ketika inflasi tinggi 8,6 persen di AS, justru harga Bitcoin terkoreksi besar-besar, hampir 70 persen dari puncak tertinggi sebelumnya pada November 2021 di kisaran US$ 69 ribu.

    harga bitcoin
    Grafik harga Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin dan Kripto Lainnya Terbang saat Data Inflasi AS Meroket

    Satu risiko besar yang menghampiri perusahaan itu adalah, margin call, yang dapat memaksa perusahaan menjual sebagian dari lebih dari 130.000 BTC. BTC sebanyak itu dijadikan agunan untuk meminjam uang dari Silvergate Bank beberapa waktu lalu untuk membeli BTC tambahan. Status margin call terjadi, mana kala harga BTC jatuh di besaran tertentu, karena perusahaan harus mengembalikan dana pinjaman secara rutin setiap bulan.

    Sebenarnya Bitcoin sebagian komponen utama di pasar kripto bukanlah satu-satunya pasar yang mengalami aksi jual besar-besaran. Sepanjang Juni 2022 saja, indeks Dow Jones Industrial Average melandai di -0,62% dan Indeks S&P -0,92 persen memasuki wilayah bearish.

    Pasar saham dan pasar kripto yang melandai adalah dampak dari menguatnya dolar AS yang ditandai dengan indeks dolar (DXY) sudah mencapai 108 (tertinggi sejak Oktober 2002), akibat kebijakan kenaikan suku bunga oleh The Fed sejak Maret.

    Jika inflasi terus tinggi, diperkirakan The Fed akan terus menaikkan suku bunganya, hingga inflasi dapat ditekan hingga di kisaran 2 persen.

    Secara teknikal berdasarkan indikator RSI mingguan, harga Bitcoin saat ini berada di wilayah sangat oversold, yang menandakan tekanan jual yang besar mulai mereda.IKLAN

    harga bitcoin
    Grafik harga Bitcoin.

    Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

    RSI ini melampaui oversold 12 Januari 2015 pada time frame mingguan dan menyamai oversold 12 Januari 2012.

    Namun demikian, masih ada ruang penurunan berikutnya, setidaknya berdasarkan hasil survei oleh Blooomberg yang dirilis beberapa hari lalu. Sejumlah pelaku pasar, lewat hasil survei Bloomberg yang digelar pada awal Juli 2022 lalu, memproyeksikan harga Bitcoin bisa jatuh lagi di kisaran US$10 ribu. [ps]

    Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Harga Bitcoin Terhenti Pasca Laporan Tesla Jual BTC

    Bitcoin (BTC) mengalami minggu terbaiknya sejak Maret, dengan nilai naik 12% sejak hari Minggu (17/7), dan Ethereum (ETH) bahkan lebih baik, naik 15%. Namun pada hari Rabu (20/7) reli tampaknya agak terhenti, pasca berita buruk di industri kripto.

    Pawai BTC menuju US$ 24.000 tampaknya bakal mengambil jeda singkat setelah berita utama media mengumumkan bahwa Tesla telah menjual 75% dari posisi Bitcoin-nya. Ditelusuri dari data pendapatan Q2 Tesla, menunjukkan bahwa perusahaan mobil listrik itu telah menjual 75% kepemilikan Bitcoinnya untuk mendapatkan uang tunai sebesar US$ 963 juta ke neraca.

    Tak lama setelah berita Tesla tersiar, harga Bitcoin mundur dari tertinggi hariannya di US$ 24.280 menjadi US$ 22.900, sebelum stabil di sekitar US$ 23.500. Dan pada saat artikel ini ditulis harga Bitcoin duduk di US$ 23.186 (Rp 347 juta).

    Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.
    Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.

    Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

    Berita Buruk dari Minecraft dan Zipmex

    Kemunduran tak terduga dari pergerakan market kripto ini mungkin juga membantu membawa sedikit perspektif pasar kepada investor yang siap menyerukan diakhirinya bear market. Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan sekarang mencapai US$ 1,035 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 42,7%.

    Sementara kemunduran untuk Bitcoin sejauh ini relatif ringan, beberapa altcoin mengalami penurunan yang lebih tajam karena kenaikan harga baru-baru ini menciptakan peluang bagus bagi para investor untuk membukukan beberapa keuntungan.

    Sentimen negatif lain datang juga dari Mojang Studios, pengembang game Minecraft yang berbalik arah dengan memutuskan untuk melarang NFT di platformnya. Perusahaan juga mengkritik “harga spekulatif” dan “mentalitas investasi” di sekitar NFT yang menghilangkan pengalaman game dan mendorong pencatutan sehingga merugikan playability game jangka panjang.

    “NFT dapat membuat model kelangkaan dan pengecualian yang bertentangan dengan Guideline kami dan semangat Minecraft,” kata Mojang Studios.

    Ilustrasi Zipmex. Foto: Zipmex.
    Ilustrasi Zipmex. Foto: Zipmex.

    Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

    Di sisi lain exchange kripto, Zipmex, yang umumkan melakukan penghentian sementara untuk proses penarikan dana dan aset kripto. Saat ini terpantau Zipmex juga menghentikan berbagai kegiatan yang direncanakan sebelumnya di media sosial.

    Berdasarkan keterangan yang dipublikasi Zipmex di media sosial, keputusan ini diambil karena kondisi market yang sangat volatil, berbagai peristiwa besar tidak terduga yang mengubah kondisi pasar atau Black Swan, dan kesulitan finansial perusahaan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bisakah Nilai Bitcoin Capai Rp 449 Juta pada Februari 2023?

    Reli panjang yang terjadi pada awal tahun ini, membuat banyak investor optimisi nilai Bitcoin bisa mencapai US$ 30.000 atau sekitar Rp 449 juta di Februari 2023. Harga Bitcoin sendiri merebut kembali posisi nilai US$ 23.000 pada 1 Februari, setelah sempat alami koreksi.

    Setelah pertemuan FOMC yang digelar The Fed pada 31 Januari-1 Februari, pasar saham Amerika Serikat dan kripto tetap dalam suasana optimis menjelang perkembangan. Jika indeks saham AS melanjutkan kenaikannya menjelang pertemuan, efek riak juga bisa menjadi kabar baik untuk pasar aset kripto.

    Dengan tujuan untuk mengekang inflasi, The Fed terus menaikkan suku bunga sepanjang tahun. Oleh karena itu, sebagian besar aset berisiko termasuk kripto mengalami penurunan drastis. Namun dengan adanya kemungkinan penggunaan Quantitative easing sambil melonggarkan suku bunga ke depan akan menjadi skenario bullish yang brilian untuk Bitcoin dan altcoin.

    Penentuan The Fed

    bentuk koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

    Baca juga: Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

    Dikutip Watcher Guru, hasil pertemuan The Fed pada hari Kamis (2/2) dapat menentukan arah Bitcoin dalam indeks. Mark Gibson, seorang profesor ekonomi di Washington State University mengatakan kepada Yahoo bahwa pasar kripto dapat reli, jika Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau bps.

    “Kami telah melihat beberapa kemajuan dalam hal inflasi turun. Jadi pemikirannya adalah bahwa Fed sekarang mungkin mulai mengurangi kenaikan suku bunga. Jadi itulah mengapa pasar berpikir bahwa 25 basis poin lebih mungkin terjadi pada pertemuan ini,” katanya.

    Bergabung dengan banyak pandangan lainnya, analis aset kripto pseudonim, Altcoin Sherpa memperkirakan bahwa Bitcoin dapat mencapai US$ 30.000 dalam beberapa minggu mendatang. Analis percaya bahwa kenaikan 25 bps dapat diterima oleh pasar yang mengarah ke reli lainnya di bulan Februari.

    “BTC: Semakin lama ini bertahan di sekitar area ini, saya semakin bullish. Saya pikir sangat mungkin kita melihat celah terisi hingga 30 ribu pada akhirnya, ” dia memprediksi.

    Rawan Tekanan

    Baca juga: 5 Kripto Altcoin yang Paling Untung di Bulan Januari 2023

    Meskipun demikian, Prof Gibson memperingatkan bahwa jika Fed memberikan kejutan lebih dari 25 bps, pasar dapat bereaksi dengan kuat. “Jika pasar mengharapkan kenaikan 25 basis poin dan ternyata menjadi kenaikan 50 basis poin, itu akan menjadi kejutan. Jadi pasar akan bereaksi negatif terhadap itu, ” katanya.

    Kesimpulannya, Bitcoin mencapai angka US$ 30.000 atau kisaaran Rp 449 juta sekarang semata-mata bergantung pada bagaimana pasar bereaksi terhadap pertemuan FOMC.

    Pada saat pers, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 23.003 dan naik 1% dalam perdagangan 24 jam sehari. BTC turun 66,6% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044, yang dicapai pada November 2021.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 82% Jutawan Dunia Pertimbangkan Investasi Aset Kripto Karena Cuan

    Meskipun merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kripto, 82% klien jutawan dunia telah mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset digital seperti Bitcoin (BTC) pada tahun 2022. Data ini ditunjukan dari hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh firma penasihat keuangan deVere Group.

    Dikutip Cointelegraph, hasil jajak pendapat yang dirilis pada 30 Januari itu, menemukan bahwa delapan dari setiap 10 klien high net-worth (HNW) perusahaan yang disurvei — individu dengan aset yang dapat diinvestasikan antara US$ 1,2 juta dan US$ 6,1 juta — mencari informasi investasi tentang kripto dari penasihat keuangan di 12 bulan terakhir.

    Nigel Green, CEO dan pendiri deVere Group, mengatakan bahwa meskipun grup yang disurvei “biasanya lebih konservatif,” dia yakin minat tersebut berasal dari nilai inti Bitcoin sebagai “digital, global, tanpa batas, terdesentralisasi, dan anti rusak.”

    Tren Minat Investasi Kripto

    Baca juga: Misterius Harga Bitcoin 60% Lebih Tinggi di Nigeria, Kenapa?

    Studi tahun sebelumnya telah menunjukkan tren meningkatnya minat investasi kripto dari investor kaya. Sebuah studi tahun 2020 dari deVere menemukan bahwa 73% dari 700 individu berpenghasilan tinggi yang disurvei sudah memiliki atau ingin berinvestasi dalam aset kripto sebelum akhir tahun 2022, sementara studi perusahaan tahun 2019 menemukan bahwa 68% individu HNW global sudah berinvestasi atau berencana untuk berinvestasi dalam kripto pada akhir tahun 2022.

    Green juga mencatat minat dalam menawarkan layanan kripto kepada klien oleh lembaga keuangan lama seperti Fidelity, BlackRock, dan JPMorgan sebagai pertanda baik bagi industri.

    Laporan bulan Juni tahun 2022 lalu dari PricewaterhouseCoopers, menemukan bahwa sekitar sepertiga dari 89 dana lindung nilai tradisional yang disurvei sudah berinvestasi dalam aset digital seperti BTC.

    Momentum

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

    CEO deVere percaya momentum minat ini dapat berkembang lebih jauh karena “crypto winter” tahun 2022 telah mencair setelah perubahan kondisi dalam sistem keuangan tradisional di awal tahun ini.

    “Bitcoin berada di jalur Januari terbaiknya sejak 2013 berdasarkan harapan bahwa inflasi telah memuncak, kebijakan moneter menjadi lebih menguntungkan, dan berbagai krisis sektor kripto, termasuk kebangkrutan profil tinggi, sekarang ada di ‘kaca spion’.”

    “CAset kripto terbesar di dunia naik lebih dari 40% sejak pergantian tahun, dan ini tidak akan luput dari perhatian klien HNW dan lainnya yang ingin membangun kekayaan untuk masa depan,” tambah Green.

    Individu kaya bukan satu-satunya yang telah meningkatkan kepemilikan kripto mereka selama setahun terakhir. Menurut laporan 13 Desember oleh JPMorgan Chase, sekitar 13% populasi Amerika — kira-kira 43 juta orang — telah memegang aset kripto di beberapa titik dalam hidup mereka, naik dari hanya sekitar 3% pada tahun 2020.



    Sumber : news.tokocrypto.com