Menjelang akhir pekan awal September 2022, market aset kripto mulai mengalami pullback. Namun, secara keseluruhan pergerakan market dalam sepekan terakhir masih tergolong sideways.
Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (2/9) pukul 12.00, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 0,67% dengan harga US$ 20.170 selama 24 jam terakhir, tapi tetap anjlok 6,44% dalam sepekan. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) yang digadang-gadang akan memasuki fase bullish jelang The Merge, mulai naik lebih tinggi dari BTC, 2,95% di harga US$ 1.597 selama 24 jam terakhir. Namun, dalam sepekan ETH turun 5,32%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market yang melaju tipis pada Jumat (2/9) pagi ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Melihat harga kripto yang anjlok sejak pekan lalu, membuat investor mulai bersemangat mengoleksi aset tersebut.
“Saat ini tampaknya para investor menganggap waktu yang tepat untuk melakukan aksi akumulasi. Terlebih, prospek kripto terbilang cemerlang dalam jangka pendek di awal bulan September ini,” kata Afid.
Afid menambahkan dalam waktu dekat akan ada dua peristiwa yang mungkin memberikan sentimen positif ke market kripto. Pertama, ekosistem Ethereum akan segera melakukan pembaruan jaringan, alias The Merge, yang dilakukan pada tanggal 10-20 September 2022.
Kedua, ekosistem Cardano pun digadang-gadang akan melakukan upgrade jaringan lebih cepat dari jadwal. Implementasi Vasil Hard Fork atau pembaruan jaringan Cardano sebenarnya bisa menjadi sentimen positif bagi laju harga kripto.
Namun Afid mengingatkan, bahwa masih ada sentimen negatif yang bisa menghadang laju market kripto. iklim makroekonomi dipandang sedang tidak kondusif, apalagi perilisan data-data ekonomi, seperti inflasi zona Euro, yang melingkupi 19 negara, naik selama sembilan bulan berturut-turut. Pada Agustus ini, angkanya mencapai 9,1% atau naik dari 8,9% dari Juli lalu.
Kemudian, sinyal kenaikan suku bunga acuan The Fed semakin kuat, sehingga bisa saja investor akan buru-buru melepas aset kriptonya demi mengambil untung, ketika market sedang reli singkat.
Di samping itu, nilai indeks Dolar AS (DXY) yang menyentuh level tertingginya dalam 20 tahun kemarin juga masih menekan kinerja aset kripto. Sekadar informasi, laju harga aset kripto punya korelasi negatif dengan pergerakan DXY.
Sementara itu, banyak analis masih meyakini bulan September memiliki rekam jejak yang tidak bersahabat dengan harga kripto, khususnya Bitcoin (BTC). Melihat grafik Bitcoin Monthly Returns, Bitcoin rata-rata turun hampir 6% di bulan September dalam lima tahun terakhir.
Pada saat penulisan, Bitcoin sudah mengalami penurunan 14% pada Agustus lalu yang ditutup pada candle bulanan di level US$ 20.055. Sementara, Bitcoin masih dalam fase bearish dalam jangka pendek.
“Gerak Bitcoin sekarang siap untuk diperdagangkan dalam kisaran level antara US$ 18.000 dan US$ 21.000. Awal September, indeks Fear and Greed Index Bitcoin kembali turun dan retest support di kategori Extreme Fear. Bitcoin Dominance kembali Agustus juga ditutup merah dengan penurunan sebesar 4,46%. Kenaikan dominance dibutuhkan untuk mendongkrak harga dan sentimen pasar pada Bitcoin. Kondisi terbaik terjadi apabila pergerakan harga dan dominasi selaras mengalami kenaikan,” jelas Afid.
Afid menjelaskan menarik untuk melihat perkembang market ke depan, karena bulan September tahun 2022 ini, berbeda dengan adanya peristiwa The Merge dan Vasil Hard fork Cardano. Namun, disisi lain, The Fed pasti akan menaikan suku bunga acuan di rapat FOMC bulan ini.
“Banyak sisi baik dan buruk yang terjadi di September tahun ini. Analis sulit memprediksi gerak kripto menjelang akhir tahun. Kemungkinan besar The Merge Ethereum dan kenaikan suku bunga The Fed akan memainkan peran penting di laju market,” pungkasnya.
Investasi adalah salah satu kegiatan yang menjadi momok sebagian besar orang, tak peduli gendernya. Banyak orang yang ragu memulai investasi, padahal hal ini adalah jalan utama untuk mewujudkan manajemen keuangan yang sehat atau financial wellness.
Certified Financial Planner, Aliyah Natasya, mengakui saat ini banyak orang yang masih ragu-ragu untuk memulai investasi, baik itu saham, reksa dana hingga aset kripto. Kebanyakan dari mereka takut untuk memulai dan belum berani keluar dari zona nyaman guna mengambil risiko.
Aliyah bahkan mengeluarkan konsep memulai investasi seperti layaknya orang berpacaran dan menikah. Persamaan konsep antara investasi, pacaran dan pernikahan adalah pasti melakukan riset terlebih dahulu dan memulai untuk menjalin komitmen dengan rasa aman.
“Investment is like in marriage. Kamu ada risiko, but you just to put some faith. Kamu harus percaya saja. Kalo things will get better, jika dilakukan bersama-sama. Thats marriage, sama aja dengan investment, kadang naik, kadang turun, kadang apes, kadang happy banget. Sama seperti memulai pernikahan, ketika lo merasa ada yang enggak nyaman ya jangan dipaksakan,” kata Aliyah dalam IG Live bersama Tokocrypto, Jumat (5/3).
Menurut Aliyah, ketika mau memulai investasi apa pun harus dibarengi dengan rasa percaya. Kemudian, lakukan riset atau (Do Your Own Research) dari sumber-sumber yang tepercaya juga, seperti artikel berita, sharing dengan orang yang lebih ahli atau ikut bergabung di komunitas.
“Start small, mulailah dengan rasa aman. Belajar berani mengambil risiko, jadikanlah investasi sebagai ‘sahabat’, bisa kompromi dan saling support. Life is about taking risk, kalo kamu tidak taking risk, enggak akan ke mana-mana dan hanya berada di comfort zone. The more take risk, the more you know, the more you gain, the more you live,” tutur Perempuan yang juga menjabat sebagai Vice CEO Value Emagz.
Aset Kripto Bisa Jadi Salah Satu Pilihan Produk Investasi
Untuk memulai investasi, bisa melirik instrumen aset kripto. Alasannnya instrumen ini menjadi pilihan investasi dengan anggaran yang tidak terlalu besar serta mudah di akses. Investasi aset kripto memiliki tingkat risiko yang rendah sampai yang paling tinggi, investor tinggal menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Aliyah mengakui pertama kali masuk ke dunia aset kripto dibayangi dengan rasa takut dan keragu-raguan. Dia bercerita pertama kali berkenalan dengan blockchain, kripto, NFT, Web3 dan lain-lainnya berkat dorongan dari suami.
“Awalnya bingung banget, menurut saya salah satu product financial yang sangat sulit dipelajari itu adalah blockchain dan turunan, seperti kripto, NFT, Web3 dan lain-lain. Kenapa? Definisinya semua masih baru. Tapi, kalo enggak mencoba, enggak pernah tahu apa yang kamu lakukan. Kita eksplor bareng, sampai akhirnya yakin this is really make money dan masuk ke rekening kita,” ujarnya.
Berbeda dengan investasi saham, menurut Aliyah, aset kripto bisa dimulai dengan nominal yang kecil dan banyak pilihan produknya. Meski begitu, kembali lagi untuk memulai harus dilandasi rasa percaya dan masuk dengan nominal yang kecil terlebih dahulu untuk melihat market dan prospek ke depannya.
“Punya teman dan partner itu penting yang sudah duluan masuk ke kripto sebagai part penting investasi. Ingat trusted source. Mereka bisa kasih advice dengan kompetensi yang dimiliki, sehingga bisa menimbulkan gain confidence dan ilmu baru. Setelah itu mulailah top up untuk meningkatkan nilai investasi,” tutur ibu dua anak ini.
Ilustrasi aset kripto.
Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, Aliyah yakin aset kripto memiliki prospek yang baik. Namun, kripto juga jangan dilihat sebagai instrumen investasi atau komiditi saja, tetapi ada teknologi dan ekosistem yang harus dibangun.
“Prospek (aset kripto) baik, cuma untuk perkembangan yang naik secara signifikan we need times. Pasar modal aja yang udah ada hampir 30 tahun, untuk bisa mencapai jutaan investor. Smartphone, akses informasi teknologi dan knowledge yang membuat kripto naik cepat. Kalo ada ekosistem yang mendukung, dan tak sebatas komoditi yang di-trading-kan, kripto akan bagus banget ekosistemnya,” terang Aliyah.
Pergerakan aset kripto pada Rabu (31/8) sore tampak kembali kritis di zona merah. Padahal pada Rabu pagi, market sempat naik tipis ke zona hijau menyusul indeks dolar AS yang melemah.
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB, dari 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak turun ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun tipis 1,07% ke US$ 20.211 per keping dan turun 5,27% selama seminggu terakhir.
Sementara, Ethereum (ETH) juga anjlok 1,17% ke US$ 1.573 di waktu yang sama dan anjlok 3,95% sepekan terakhir. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan BBNB juga alami penurunan harga masing-masing 2,08%, 2,20% dan 1,78%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto yang sempat naik dan turun dengan cepat membuktikan bahwa market belum stabil. Investor tampak belum percaya diri melakukan akumulasi di tengah sentimen ekonomi yang masih negatif.
“Investor masih diliputi kecemasan The Fed yang kemungkinan besar akan mengerek suku bunga acuan dengan agresif setelah data pekerja AS melemah,” kata Afid.
Investor melihat situasi ekonomi AS masih dalam laju yang lambat. mengontrol inflasi. Oleh karenanya, mereka pun takut bahwa data ekonomi terkini yang belum memuaskan akan mendorong The Fed untuk terus mengetatkan kebijakan moneternya.
Selain itu, investor dihantam berita bahwa Eropa akan mengikuti jejak The Fed setelah inflasi Jerman menyentuh 8,8% pada bulan Agustus. Tingkat inflasi Jerman menyentuh puncak tertingginya dalam 50 tahun terakhir.
“kenaikan suku bunga acuan akan melemahkan gairah investor untuk masuk ke market kripto. Akibatnya, nilai aset kripto pun terpuruk,” ungkap Afid.
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih ada harapan untuk menguat. BTC masih sukses berada di kisaran US$ 20.200 per keping, yaitu level psikologisnya. Jika ia berhasil menembus level resistance di level US$ 20.764, maka ada kemungkinan bisa terus melesat ke level US$ 21.000.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Ethereum
Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Ethereum (ETH) menjadi salah satu dari aset kripto big cap yang kembali masuk ke dalam daftar potensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan nilai ETH bisa mengalami peningkatan menjelang diselesaikannya proses migrasi The Merge.
“The Merge akan semakin dekat memasuk bulan September. Investor mulai tampak melakukan akumulasi. Jadi mereka melakukan buy the rumor, sell the news. Peningkatan harga akan terjadi menjelang proses migrasi selesai,” kata Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH bisa meningkat mencapai harga US$ 1.606. Level resistance terdekat ETH pada level US$ 1.722 masih menjadi target untuk laju naik. Sementara, nilai US$ 1.424 menjadi support terdekat.
Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 194.038.627.696. Jumlah koin yang beredar 122.180.456 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Uniswap (UNI)
Analisis teknikal Uniswap (UNI).
Uniswap (UNI) potensi masuk zona bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang, dari volume perdagangan di Decentralized Exchange (DEX), Uniswap telah menunjukkan pertumbuhan besar-besaran di pada pekan lalu.
UNI menunjukkan aktivitas bullish dalam beberapa hari terakhir, meskipun aksi jual masih terjadi beberapa hari terakhir ini. Menurut Afid, investor sudah posisi price in dalam potensi kenaikan jangka pendek, karena beberapa faktor bullish selaras pada volume transaksi DEX.
“Analisis teknikal melihat harga UNI bisa naik dari harga US$ 7,1 atau naik 16%. Di samping itu, investor menunggu tentang bagaimana Uniswap akan menanggapi The Merge Ethereum yang akan datang.” ungkap Afid.
Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.663.340.650. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 745.586.015 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.
Chromia (CHR) adalah token kripto yang beroperasi pada platform Ethereum. CHR sempat melonjak lebih dari 4.900% pada tahun 2021, didukung oleh melonjaknya popularitas aplikasi terdesentralisasi (DApps), Non-Fungible Token (NFT), dan game play-to-earn berbasis blockchain.
Afid melihat CHR pekan ini akan berpotensi bullish disebabkan oleh proses EIF (Ethereum Interoperability Framework) yang akan selesai pada awal September mendatang. EIF adalah serangkaian fungsi yang memungkinkan Chromia bertindak sebagai Layer-2 untuk Ethereum dan semua rantai EVM lainnya (BNB Chain, Polygon, Fantom, AVAX C-Chain, dll.). Fungsi-fungsi ini termasuk menjembatani aset ke dan dari rantai ini ke Jaringan Chromia.
“Dari analisis teknikalnya pergerakan CHR kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,1866 masih terjaga, dapat naik hingga US$ 0,2189 atau naik 23% dalam beberapa hari ke depan,” jelas Afid.
Peringkat CHR di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #180, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 105.866.580. Pasokan yang beredar 567.369.439 koin CHR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CHR.
4. FTX Token (FTT)
Analisis teknikal FTX Token (FTT).
FTT adalah native token kripto dari platform exchange FTX yang diluncurkan pada 8 Mei 2019. FTT merupakan token ERC-20 yang dapat digunakan untuk mendukung transaksi jual-beli aset pada ekosistem FTX. FTT juga dapat di-stake di FTX untuk mendapatkan berbagai macam keuntungan seperti potongan fee jual-beli, gratis kirim aset, dan lain lain.
Afid melihat FTT memiliki potensi untuk bergerak bullish dampak dari berita FTX yang setuju untuk membantu kota Busan, Korea Selatan yang akan membangun exchange kripto sendiri. FTX akan memberikan bantuan teknis dan infrastruktur kepada kota Busan dalam membangun pertukaran aset digital.
“Kemungkinan besar dari analisis teknikalnya FTT akan mengalami peningkatan menuju harga US$ 28,46 atau naik 20% secara bertahap. Namun dalam jangka pendek, harga FTT akan terkoreksi terlebih dahulu,” ucap Afid.
Peringkat FTT di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #180, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 3.685.674.464. Pasokan yang beredar 134,214,017 koin FTT dan maksimal pasokan 352.170.015 koin FTT.
5. Lido DAO (LDO)
Analisis teknikal Lido DAO (LDO).
Lido DAO (LDO) kembali masuk dalam deretan aset kripto berpotensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan kenaikan nilai LDO didorong oleh sentimen positif dari semakin dekatnya The Merge Ethereum.
Lido DAO adalah salah satu solusi staking untuk Ethereum, dengan kata lain, ini memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam menjalankan rantai proof-of-stake (PoS) Ethereum yang akan datang dengan imbalan hadiah harian.
“Teknikal LDO tampak condong ke atas karena bull flag-nya. Pola teknis ini biasanya muncul selama tren naik, ketika harga berkonsolidasi lebih rendah di dalam grafik, maka ada kemungkinan akan bergerak naik yang kuat.,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, nilai LDO kemungkinan akan naik secara bertahap ke harga 2,78 atau tumbuh sekitar 41%. Sementara, level resistance-nya berada di angka US$ 3,1.
Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #67, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 630.357.011. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. S.S. Lazio Fan Token (LAZIO)
Analisis teknikal S.S. Lazio Fan Token (LAZIO).
LAZIO adalah Fan Token yang dikeluarkan oleh klub sepak bola, SS Lazio asal Italia bermitra dengan Socios. LAZIO mengikuti model Fan Token klub sepak bola lainnya.
Holder LAZIO bisa mewakili kepemilikan hak suara dan memberikan akses kepada penggemar untuk mendapatkan hadiah dan pengalaman khusus klub yang unik. Salah satu contohnya penggemar juga mendapatkan kesempatan untuk memenangkan akses eksklusif ke klub.
Afid melihat LAZIO berpotensi bearish pada pekan ini karena sudah membentuk overbought atau jenuh beli yang menunjukkan periode waktu dimana terjadi suatu pergerakan uptrend yang signifikan dan konsisten.
“Sudah ada sinyal bearish. Token naik 31,53% menjadi US$ 7,68. Harga LAZIO saat ini berada di atas resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 6,45, LAZIO berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis,” kata Afid.
Peringkat LAZIO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #311, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 67.730.461. Pasokan yang beredar 8.600.000 koin LAZIO dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin LAZIO.
2. FC Porto Fan Token (PORTO)
Analisis teknikal FC Porto Fan Token (PORTO).
PORTO memiliki nasib yang sama dengan LAZIO. Afid melihat Fan Token PORTO sudah membentuk pola overbought di mana situasi ini secara teknikal ada kemungkinan investor melakukan profit taking sehingga harga saham berpeluang turun.
“Dari segi analisis teknikalnya pergerakan PORTO kemungkinan besar akan menarik turun. Kemungkinan besar akan ada penurunan dikisaran US$ 5. Level support PORTO yang ditetapkan di sekitar US$ 4,71,” ucap Afid.
Peringkat LAZIO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #368, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 52.939.453. Pasokan yang beredar 7.800.000 koin LAZIO dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin LAZIO.
3. Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE)
Analisis teknikal Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE).
Afid menjelaskan selain LAZIO dan PORTO, Fan Token lainnya yang kemungkinan besar memasuki fase bearish adalah ALPINE. “Token ALPINE juga sudah membentuk overbought, investor perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi,” jelasnya.
Selama lima hari terakhir, ALPINE telah mendapatkan peringkat Bullish. Alpine saat ini berada di atas resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 3,11, ALPINE berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis.
Peringkat ALPINE di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #368, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 48.078.066. Pasokan yang beredar 11.360.000 koin ALPINE dan maksimal pasokan yang tersedia 40.000.000 koin ALPINE.
4. Vulcan Forged PYR (PYR)
Analisis teknikal Vulcan Forged Utility (PYR).
Vulcan Forged Utility (PYR) adalah token kripto yang juga kompatibel dengan ERC20 dan dapat digunakan pada berbagai platform yang mendukung ekosistem Vulcan Forged. Token PYR dapat digunakan dalam di market Vulcan Forged dan VulcanVerse.
Afid melihat PYR juga sudah overbought dan membentuk candlestick reverse cup and handle pattern di mana pola grafik yang menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Penurunan kemungkinan besar akan menuju harga US$ 3.16 atau turun 14%.
“Pola yang terbentuk dalam chart harga akan membantu kita untuk menentukan kapan saatnya untuk entry sell dan kapan saatnya entry buy. Karena itu, munculnya reverse cup and handle bisa menjadi acuan trader dalam menentukan arah harga di masa mendatang, termasuk bearish,” jelas Afid.
Peringkat PYR di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #269, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.620.249. Pasokan yang beredar 23.897.700 koin PYR dan maksimal pasokan yang tersedia 50.000.000 koin PYR.
5. Nexo (NEXO)
Analisis teknikal Nexo (NEXO).
Nexo adalah platform pinjaman berbasis blockchain yang didukung aset kripto kepada pengguna. Nexo didirikan oleh tim profesional keuangan dan penggemar kripto, yang beralih ke blockchain untuk menciptakan aset kripto yang setara dengan layanan yang mapan dalam keuangan tradisional.
Nexo memiliki token asli, NEXO, yang ketika dikunci atau staking di platform memberikan manfaat kepada pengguna, seperti diskon bunga yang terakumulasi pada pinjaman dan kesempatan untuk menerima pembayaran bunga atas dana yang disimpan. Pemegang token juga menerima dividen dari keuntungan Nexo.
Afid mengatakan NEXO ada kemungkinan bearish pekan ini. “Ada sentimen negatif dari Nexo yang mengambil tindakan hukum terhadap mantan direkturnya, Georgi Shulev yang mengakibatkan kerugian US$ 7,9 juta.”
Peringkat NEXO di CoinMarketCap pada Rabu (31/8) pukul 15.00 WIB adalah #69, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 597.006.100. Pasokan yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin NEXO.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah terbuka terhadap perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk bergabung ke dalam pasar aset kripto yang tengah berkembang. Diharapkan perusahaan tersebut tidak mengabaikan aspek keterlacakan dan keamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pasar aset kripto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan keterbukaan pemerintah ini menjadi momentum baik untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Menurutnya, Indonesia menjadi negara yang memiliki regulasi cukup baik untuk mewadahi transaksi perdagangan kripto.
“Keterbukaan pemerintah ini sangat baik untuk pertumbuhan industri kripto. Terlebih saat ini sudah ada regulasi yang tegas terkait perdagangan kripto sebagai komoditi. Kemendag juga tengah dalam proses mendirikan bursa aset kripto, lembaga kliring dan kustodian untuk mendukung ekosistem aset kripto Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Manda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juni 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai 14,6 juta, naik dari akhir tahun 2021 hanya 11,2 juta.
“Secara angka investor kripto dalam negeri masih bisa terus tumbuh. Saat ini angkanya masih sekitar lebih dari 4% dari jumlah populasi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Penetrasi kripto bisa dioptimalkan ke seluruh wilayah Indonesia,” tutur Manda.
Sementara, total transaksi perdagangan untuk kripto periode Januari-Juni 2022 tembus Rp 212 triliun. Angka transaksi tersebut memang jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, dengan periode yang sama Januari-Juni 2021 mencapai Rp 428 triliun. Hal ini terjadi lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.
Industri aset kripto juga bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Kemudian, sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbantu dengan investasi aset kripto, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, driver ojek online dan lainnya.
Regulasi Bisnis Perusahaan Kripto Dalam Negeri
Akhir-akhir ini runtuhnya ekosistem kripto membuat masyarakat dan investor khawatir. Banyak perusahaan kripto yang memasuki masa ‘gelap’ dalam menjalankan bisnis. Bagaimana dengan di Indonesia?
Menurut Manda, investor kripto di Indonesia tidak perlu khawatir. Melihat market kripto yang memiliki volatil tinggi, regulator di Indonesia dalam hal ini Bappebti Kemendag sudah memperhitungkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Bappebti membuat aturan yang ketat untuk memberikan persetujuan kepada perusahaan atau pedagang aset kripto yang bisa menyelenggarakan transaksi.
“Peraturan tersebut menjadi landasan bagi pelaku pasar industri kripto untuk melakukan bisnis yang mencakup mekanisme perdagangan fisik aset kripto. Terlebih potensi bisnis di dalam negeri masih menjanjikan,” jelasnya.
Kuatkan Aturan Bisnis Kripto
Untuk dapat memperoleh persetujuan dalam memfasilitasi transaksi perdagangan, pedagang kripto di Indonesia harus memenuhi persyaratan yang dijelaskan dalam Peraturan Bappebti No. 8 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.
Dalam aturan tersebut, Pedagang Fisik Aset Kripto wajib memenuhi persyaratan memiliki modal disetor paling sedikit Rp 80 miliar dan mempertahankan ekuitas paling sedikit sebesar 80% dari modal yang disetor. Mereka harus membentuk Badan usaha Berbadan Hukum (PT) dan menempatkan dana transaksi pada rekening terpisah dengan modal.
Calon Pedagang Fisik Aset Kripto juga wajib menyediakan dan/atau membuka akses terhadap seluruh sistem yang dipergunakan kepada Bappebti dalam rangka pengawasan. Selain itu, pedagang juga wajib menyerahkan Laporan Posisi Keuangan; Laporan Laba Rugi Komprehensif; Laporan Perubahan Ekuitas; Laporan Arus Kas; dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).
Bappebti berharap peraturan itu tentu dapat memberikan manfaat, seperti memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian usaha, meningkatkan penanaman modal dalam negeri atau mencegah arus keluar modal, mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi negara melalui penerimaan perpajakan.
Investor aset kripto kini tampak mulai khawatir dengan pergerakan market pada pekan ini. Salah satu penyebab kuatnya adalah proyeksi kebijakan moneter The Fed di tengah kondisi makroekonomi yang tidak pasti.
Dikutip CoinMarketCap, pada hari Selasa (23/8) pukul 10.00 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar kompak masuk zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 0,43% ke US$ 21.339. Tetapi, nilai Ethereum (ETH) justru malah naik 1,39% ke US$ 1.626 di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan sejumlah aset kripto big cap tampak tak berdaya, padahal Senin (22/8) pagi lalu sempat naik tipis. Melihat gerak market aset kripto ternyata tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau.
“Runtuhnya market kripto ini sebenarnya sudah diprediksi. Penguatan harga hanyalah technical rebound sementara dan sudah lelah melakukan aksi beli. Namun, di saat yang sama, penguatan harga kripto terbatas dan terkepung dengan sentimen ketidakpastian makroekonomi yang kurang kondusif bagi investor kripto,” kata Nathan.
Antisipasi Pertemuan Simposium Jackson Hole
Nathan menjelaskan Investor sedang mengantisipasi pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), pejabat Fed, bersama dengan tokoh perbankan dari seluruh dunia akan bertemu lagi dalam simposium Jackson Hole tahunan pada 25-27 Agustus 2022.
Simposium ini digelar pada saat yang pasar di AS sedang kritis dan bakal menegaskan kembali sikap The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter demi meredam inflasi AS yang masih tinggi.
“Investor bakal menanti hasil rapat Jackson Hole untuk mencari kepastian pengetatan atau pelonggaran kebijakan moneter AS ke depan,” ungkap Nathan.
Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum
Selain itu dari sisi teknikal, menurut Nathan gerak Bitcoin menunjukkan pola reversal bearish. Sehingga, ada kemungkinan reli kencang kripto dua pekan lalu merupakan penguatan yang tak maksimal karena dominasi terhadap altcoin yang terus turun.
“Tak ketinggalan, penguatan nilai Dolar AS pun jadi hamabtan bagi laju harga aset kripto. Dari Fear and Greed Index Bitcoin pada hari Senin tanggal 22 Agustus yang menyentuh salah satu level terendah di bulan Agustus yaitu ditutup pada level 29. Kondisi tersebut merubah sentimen pasar yang sudah membaik menjadi negatif kembali,” tuturnya.
Level support Bitcoin kini berada di level US$ 20.802. Jika support tersebut tidak mampu menahan laju penurunan, maka kemungkinan harga akan terus anjlok bisa kembali dibawah US$ 20.000.
Sementara, harga Ethereum (ETH) masih mampu bertahan dan Selasa pagi ini terpantau masuk zona hijau. “Ini disebabkan oleh investor yang mulai kembali merangsek ke pasar berjangka ETH setelah harganya sempat menyentuh di bawah US$ 1.600.”
Kuat dugaan, investor semakin bergairah jelang pembaruan jaringan utama Ethereum, atau kerap dikenal dengan The Merge, yang dijadwalkan pada 15 September mendatang. Level support ETH ada pada level US$ 1.386. Jika laju peningkatan terus berlanjut masih bisa menargetkan kenaikan ke US$ 1.912.
Tokocrypto menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk membangun sebuah ekosistem inovasi dan literasi dalam mendukung transformasi teknologi blockchain dan aset kripto. Melalui ekosistem ini, para akademisi diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap perkembangan industri aset kripto di Indonesia.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui TokoScholar, sebuah platform dari salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto. TokoScholar bersama UKI akan mendirikan Pojok Kripto, dedicated space pertama di kota Jakarta yang dikhususkan untuk pengembangan riset dan inovasi soal blockchain.
Kehadiran Pojok Kripto di UKI merupakan innovation center ketiga yang didirikan oleh Tokocrypto berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sebelumnya, Pojok Kripto telah berdiri di Telkom University dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan pendirian Pojok Kripto di lingkungan kampus merupakan bentuk upaya Tokocrypto untuk meningkatkan literasi dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Pendirian pusat penelitian dan pengembangan tersebut diharapkan dapat memberi akses kepada seluruh Sivitas Akademika di UKI.
COO Tokocrypto, Teguh K. Harmanda (kanan) dan Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis (kiri) melakukan penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.
“Sebagai perusahaan teknologi yang bertujuan mengubah kehidupan melalui teknologi blockchain dan aset kripto, Tokocrypto berkomitmen untuk terus tumbuh dan mengembangkan layanan inovatifnya melalui peningkatan literasi yang tinggi di masyarakat. Kami bangga menyambut kolaborasi dengan UKI sebagai kelanjutan komitmen kami untuk meningkatkan literasi dan inovasi teknologi blockchain dan kripto di Indonesia,” kata Manda.
Manda berharap Pojok Kripto di UKI bisa menjadi one-stop place agar para akademisi dan masyarakat umum bisa lebih memahami dan merasakan manfaat dari adopsi teknologi blockchain secara optimal. Dengan edukasi bisa melahirkan inovasi penerapan teknologi yang memberikan solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat secara luas.
COO Tokocrypto, Teguh K. Harmanda (kiri) dan Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis (kanan) melakukan penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.
Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis, menilai kerja sama dengan Tokocrypto dalam meningkatkan literasi dan inovasi blockchain menjadi langkah yang baik dan penting. Melalui kerja sama ini pula, diharapkan Sivitas Akademika UKI bisa mengembangkan pengetahuannya dan dapat mereka aplikasikan secara langsung dalam dunia nyata.
“Kerja sama ini adalah wujud dari komitmen bersama kedua institusi untuk terus mengembangkan inovasi dari teknologi blockchain dan aset kripto. Berharap mahasiswa, dosen, ataupun peneliti bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk melakukan penelitian. Selain itu diharapkan dapat menghasilkan talenta terbaik dalam membangun dan mengembangkan industri aset kripto di masa depan,” kata Maksimus.
Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.
Kolaborasi Tokocrypto bersama UKI ini akan memudahkan mahasiswa, dosen dan kalangan peneliti untuk mempelajari lebih jauh memahami teknologi blockchain, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya dengan tepat. Selain menghadirkan Pojok Kripto, Tokocrypto juga akan menyediakan kurikulum dan mengadakan seminar, workshop serta program magang untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa di dunia kerja, khususnya terkait sektor blockchain.
Tokocrypto juga akan mendukung penuh segala bentuk penelitian berkaitan dengan blockchain dan aset kripto untuk dosen dan mahasiswa UKI. Melalui program Tokocrypto Research Grants bisa meningkatkan sumber penelitian blockchain dan aset kripto di Indonesia, serta memfasilitasi para akademisi untuk dapat membuat penelitian dari sektor tersebut.
Tokocrypto meluncurkan program pendanaan riset aset kripto dan blockchain di Indonesia. Program yang dinamakan “Tokocrypto Researcher Grants” ini merupakan inisiatif dari TokoScholar, salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain.
Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap perkembangan industri aset kripto. Tercatat menurut data Bappebti, jumlah investor kripto per Februari 2022 telah tembus 12,4 juta investor. Sejak Januari hingga Februari 2022, total nilai transaksi aset kripto telah capai Rp 83,88 triliun.
Di samping itu, Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada tahun 2030.
Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan.
Lead of TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan teknologi blockchain telah digunakan di Indonesia sejak generasi awal perkembangannya. Namun, penggunannya masih terfokus pada aplikasi transaksi finansial.
“Padahal, potensinya bisa untuk membantu sektor lain di Indonesia yang masih tertinggal, seperti pertanian dan kesehatan. Butuh riset yang mendalam untuk mengembangkan blockchain dan aset kripto di Indonesia,” kata Dimas.
Dimas menambahkan, salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia.
“Kami sangat berharap sekali riset kripto dan blockchain yang hadir nanti, bisa dimanfaatkan oleh semua pihak yang mau mengembangkan inovasi untuk kebaikan bersama,” sambungnya.
Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
Syarat Pendaftaran dan Ketentuan Tokocrypto Researcher Grants
Program pendanaan riset ini terbuka untuk masyarakat Indonesia dengan minimal pendidikan sedang menjalankan program magister S2. Riset dapat dibuat secara individu ataupun kelompok. Kemudian, telah mempublikasikan hasil riset minimal terindeks SINTA 2 atau jurnal internasional yang diakui DIKTI.
Proposal riset yang didaftarkan harus memberi benefit untuk ekosistem kripto di Indonesia dan Tokocrypto. Topik riset harus meliputi beberapa topik di antara ini:
Strength and weakness of Indonesian crypto exchanges: a comparison study of Indonesian crypto exchanges.
What kind of crypto products that Indonesians need from Tokocrypto.
Tax and Regulation study of crypto assets in Indonesia: The impact of new tax law and strengthened regulation on the crypto market in Tokocrypto exchanges.
Pendaftaran proposal riset sudah dibuka mulai 25 Mei hingga 17 Juni 2022. Untuk informasi selengkapnya bisa simak di linkini. 2 pemenang proposal riset terbaik akan diumumkan pada 24 Juni 2022.
Dana penelitian yang dapat diberikan sebesar maksimal Rp 50 juta per proposal terpilih. Riset bisa dilakukan segera setelah dana diterima dan wajib diselesaikan dengan durasi maksimal 3 bulan hingga November 2022.
Selain mengadakan pendanaan riset, untuk tujuan meningkatkan pertumbuhan market dan literasi kripto di Indonesia, TokoScholar juga telah bekerja sama dengan program Kampus Merdeka untuk mengakomodasi inisiatif peningkatan kapasitas dan pelatihan di tempat kerja bagi mahasiswa Indonesia.
TokoScholar juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Telkom University dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendirikan pusat inovasi blockchain dan aset kripto.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengeluarkan surat edaran baru tentang penghentian penerbitan perizinan pendaftaran calon pedagang fisik aset kripto. Keputusan ini diambil setelah Bappebti mengeluarkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.
Dalam surat itu, Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan penghentian penerbitan izin ini bertujuan untuk mewujudkan kegiatan perdagangan pasar fisik Aset Kripto yang transparan, efisien dan efektif. Selain itu, juga membuat suasana persaingan yang sehat guna melindungi kepentingan semua pihak.
“Untuk meningkatkan efektifitas pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kepada calon Pedagang Fisik Aset Kripto dalam melakukan kegiatan perdagangan pasar fisik Aset Kripto maka perlu melakukan penghentian penerbitan tanda daftar sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto,” tulis surat tersebut.
Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
Dijelaskan Bappebti berwenang untuk melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku, antara lain mencegah pengaruh negatif kegiatan Perdagangan Berjangka bagi perekonomian nasional dan masyarakat.
“Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Indonesia menjadi salah satu sarana perdagangan ekonomi digital yang handal, serta mencegah dampak negatif kegiatan Perdagangan Aset Kripto bagi perekonomian nasional dan masyarakat, dengan memprioritaskan pembentukan kelembagaan utama penyelenggaraan perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto,” jelas Didik.
Penghentian penerbitan tanda daftar bagi pelaku usaha di bidang perdagangan fisik Aset Kripto terkait perizinan hanya berupa tanda daftar sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto. Penghentian ini belum diketahui akan berlangsung berapa lama atau bahkan bisa tidak dibuka kembali.
“Penerbitan perizinan pendaftaran sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto dihentikan dan Bappebti tidak menerima pengajuan permohonan sebagai calon Pedagang Fisik Aset Kripto.”
Jumlah calon Pedagang Fisik Aset Kripto di Indonesia sendiri terus mengalami pertumbuhan. Hal ini terjadi meski market sedang lesu atau yang dikenal sebagai crypto winter.
Terhitung pada pertengahan Agustus 2022, jumlah calon Pedagang Fisik Aset Kripto di Indonesia yang telah memiliki tanda daftar Bappebti tercatat sebanyak 25 perusahaan pedagang aset kripto. Padahal pada Maret 2022 baru ada 18 dari akhir tahun 2021 yang hanya ada 11 pedagang.
Berikut daftar Calon Pedagang Fisik Aset Kripto resmi Bappebti di Indonesia:
Pergerakan aset kripto pada Rabu (17/8) atau bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia terpantau perkasa di zona hijau. Ada reli singkat terjadi pada Rabu siang yang mendorong beberapa aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap melonjak harganya.
Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB, dari 10 aset kripto big cap kompak bergerak optimis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 0,92% ke US$ 24.122 per keping dalam sehari terakhir.
Sementara, Ethereum (ETH) naik 2,37% ke US$ 1.911 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA) dan Solana (SOL) punya nasib yang sama melonjak harganya masing-masing 4,88%, 4,67% dan 2,55%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono,melihat pola pergerakan kripto bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI ini terpantau mulai pulih setelah terbaring lemas sejak awal pekan. Investor juga sepertinya sedang memiliki selera risiko pasar yang tinggi.
“Hal ini terbukti dari performa altcoin yang lebih baik dari aset kripto yang lebih aman, sebut saja seperti BTC dan ETH. SHIB, DOGE, XTZ dan CHZ tumbuh sangat baik pada pekan ini. Tingginya selera risiko investor juga tercermin dari nilai indeks BTC Dominance yang saat ini berada di 39,9%, jauh lebih rendah dari 48% dua bulan sebelumnya,” kata Afid.
Afid menjelaskan rendahnya indeks dominasi BTC menjadi indikator yang mengukur kekuatan kapitalisasi pasar BTC terhadap keseluruhan pasar kripto. Semakin rendah akan menjadi lebih baik untuk pertumbuhan altcoin. Artinya investor kini lebih memilih untuk akumulasi altcoin dibanding BTC.
Market kripto akan diproyeksikan jauh lebih baik menjelang akhir tahun, ada beberapa faktor penyebabnya, seperti:
Departemen Ketenagakerjaan AS mengumumkan tingkat inflasi tahunan sebesar 8,5% di Juli. Inflasi yang melandai bisa membuat The Fed, mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneternya. Hal itu, tentu saja, akan meningkatkan selera risiko investor di pasar aset kripto.
Ethereum mengumumkan jadwal upgrade jaringan dari proof-of-work ke proof-of-stake, yang dikenal sebagai The Merge, dari jadwal semula 19 September menjadi 15 September mendatang.
Banyak institusi yang masuk ke industri kripto dan blockchain, seperti BlackRock yang menyediakan jasa konsultasi untuk klien mereka di investasi kripto.
Menanti Risalah The Fed
Sentimen yang diantisipasi oleh investor kripto saat ini adalah menanti hasil risalah rapat (minutes of meeting) bank sentral AS, The Fed yang dirilis Kamis (18/8) dini hari waktu Indonesia. Dokumen tersebut diharapkan dapat memberi gambaran terkait kebijakan moneter yang bakal ditempuh otoritas moneter AS itu ke depannya.
“Jadi, jika tidak ada perubahan dari keputusan sebelumnya, di mana The Fed akan bersikap tenang menekan laju inflasi AS, prospek market kripto masih tetap terlihat menjanjikan di jangka menengah,” jelas Afid.
Dari gerak harga Bitcoin, investor sejatinya masih sangsi untuk mengakumulasi BTC, setelah kripto itu gagal mempertahankan posisinya di atas US$ 25.000. Terlebih, trading volume yang menipis sejak awal pekan ikut membuat investor ragu-ragu melakukan aksi akumulasi.
Pergerakan harga Bitcoin masih berada diatas day-20 exponential moving average (EMA) yang menandakan masih uptrend. Target kenaikan masih berada di level US$ 25.343 dan apabila breakout target selanjutnya berada di level US$ 26.526. Sementara, level support terdekat masih berada di level US$ 23.536, sebagai pertahanan jika harga Bitcoin kembali turun.
Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Daftar 5 Aset Kripto Bullish
1. Unifi Protocol DAO (UNFI)
Analisis teknikal Unifi Protocol DAO (UNFI).
Membuka daftar aset kripto potensi bullish pekan ini adalah Unifi Protocol DAO (UNFI). Unifi Protocol merupakan platform decentralized finance (DeFi) yang bertujuan untuk membawa teknologi modern ke dunia keuangan.
Platform ini juga memiliki rewardsprogram, yang memungkinkan investor dan trader untuk mendapatkanstaking value untuk memegang token UNFI. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan token UNFI memiliki potensi untuk naik harga pada pekan ini.
“Sentimen positif yang mendorong token UNFI akan reli adalah Unifi Protocol menciptakan jaringan blockchain baru yang memecahkan masalah volatilitas dan spekulasi yang mengganggu industri kripto. Peluncuran blockchain Unifi ini dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2022,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan UNFI dalam reli bullish yang singkat. Fase bullish dapat mencoba mendorong harga token tembus ke level resistensinya di US$ 14. Prediksi harga UNFI bisa mencapai US$ 14,75 atau naik 25% dari US$ 13,31.
Peringkat UNFI di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #370, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 59.844.730. Pasokan yang beredar 4.515.405 koin UNFI dan maksimal pasokan 10.000.000 koin UNFI.
2. Cardano (ADA)
Analisis teknikal Cardano (ADA).
Cardano (ADA) berada di posisi sleanjutnya dalam daftar kripto potensi bullish pekan ini. Afid melihat ADA masih besar untuk melanjutkan relinya, setelah kemarin sempat naik akibat isu Vasil hard fork, namun akhirnya harus ditunda karena masalah teknis
Afid mengatakan sentimen positif yang mendorong reli ADA masih dikuatkan oleh isu Vasil hard fork. Itu adalah salah satu hard fork yang paling dinanti, dan dirancang untuk meningkatkan skalabilitas dan kegunaan Cardano secara keseluruhan.
“Dengan banyak investor yang menantikan Vasil hard fork Vasil, ada baiknya melihat bagaimana hal ini dapat berdampak pada ADA. Sentimen Vasil mengenai ADA melaporkan angka positif karena harga melonjak lebih dari 22% dalam tiga minggu terakhir,” jelas Afid.
Lebih lanjut, Afid mengungkapkan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar harga ADA akan terus melaju menuju harga US$ 0,66. ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,58 hingga US$ 0,66 atau naik 15-20% dalam beberapa hari ke depan.
Namun, investor ADA perlu melihat rasio transaksi profit taking yang tinggi memiliki kemungkinan retracement harga jangka pendek yang lebih tinggi, yang berarti harus berhati-hati.
Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 19.028.771.024. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.
3. Ethereum (ETH)
Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid menjelaskan nilai ETH telah meroket setelah peluncuran Goerli pada minggu lalu.
Di samping itu, menurut data wallet Ethereum, whales di jaringan ETH telah meningkat nilainya hampir satu miliar dolar AS selama 30 hari terakhir di belakang reli ETH yang kuat.
“Dengan waktu The Merge yang semakin dekat, investor kaya atau whales semakin ingin mengakumulasi ETH. Keberhasilan investor berkantong tebal yang memegang ETH selama reli altcoin berpotensi membuat harga Ethereum kembali melonjak,” ucap Afid.
Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ETH pagi ini ditutup pada harga US$ 1.899, saat ini level tertinggi berada di harga US$ 2.012 dan level terendah berada pada harga US$ 1.872.
Jika berhasil breakout, maka target naik ETH selanjutnya berada di day-200 EMA pada level US$ 2.257. Sedangkan, level support masih solid di US$ 1.768 untuk menahan laju penurunan jika harga ETH koreksi.
Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 231.229.056.113. Jumlah koin yang beredar 121.994.077 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.
XRP menjadi salah satu aset kripto big cap yang potensi bullish pekan ini. Afid melihat XRP punya sentimen positif datang dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengabulkan banding Ripple untuk melayani panggilan pengadilan dan mengotentikasi video pernyataan publik yang dibuat oleh pejabat badan pengatur.
“Selain keputusan SEC, sentimen XRP juga datang dari laporan yang menyatakan XRP diklasifikasikan sebagai mata uang digital oleh Goldman Sachs, Wells Fargo dan HSBC. Ripple juga diidentifikasi sebagai peluang dalam metode pembayaran,” tutur Afid.
Dari analisis teknikalnya, fase bull mencoba untuk mendorong XRP bergerak ke atas level resistance overhead di US$ 0,39. Jika tembus, maka kenaikan akan kembali mencoba untuk melewati rintangan overhead dan mendorong XRP ini ke US$ 0,48 dan kemudian ke US$ 0,54.
Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 18.968.716.408. Jumlah koin yang beredar 49.377.587.823 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.
5. Optimism (OP)
Analisis teknikal Optimism (OP).
Optimism (OP) adalah blockchain layer-dua di atas Ethereum. Optimisme mendapat manfaat dari keamanan mainnet Ethereum dan membantu menskalakan ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups. Afid memproyeksikan OP memiliki kesempatan untuk bullish pada pekan ini.
“Protokol Optimism telah berkembang pesat selama sebulan terakhir ini. Ini semakin meningkatkan value-nya secara keseluruhan pada tahun 2022, meskipun ada hambatan bearish. Pertumbuhan Optimism terlihat dalam perluasan protokol peringkat teratasnya. Faktanya, protokol ini menarik akumulasi whales dalam beberapa hari terakhir,” jelas Afid.
Dari analisis teknikalnya, saat ini Optimism (OP) berada di $1,47. Jika polanya berlanjut, harga OP mungkin akan mencapai level resistance US$ 2,235. Jika tren berbalik, maka harga OP bisa turun ke US$ 1,766 dan US$ 1,412.
Peringkat OP di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #109, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 345.045.620. Jumlah koin yang beredar 234.748.364 koin OP dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Acala Token (ACA)
Analisis teknikal Acala Token (ACA).
Acala adalah jaringan decentralized finance (DeFi) all-in-one yang menawarkan platform blockchain yang diamankan oleh Polkadot, serta rangkaian aplikasi keuangan lintas-rantai lainnya. Acala Token (ACA) digunakan sebagai token utilitas untuk mengoperasikan jaringan.
Afid memperkirakan ACA akan memasuki fase bearish pada pekan ini yang disebabkan oleh sentimen negatif dari stablecoin asli Acala Network, aUSD, yang jatuh ke nol pada hari Minggu (14/8) lalu, setelah peretas mengeksploitasi bug yang digunakan untuk mencetak lebih dari 1,28 miliar token.
“Akibat peristiwa itu, hampir 24 jam setelah kejadian, sebagian besar fungsi jaringan Acala dibekukan, dengan sedikit pembaruan dari proyek mengenai langkah selanjutnya. Mengikuti berita tersebut, token asli jaringan, ACA, turun sekitar 7%, dari sekitar US$ 0,29 menjadi US$ 0,26,” ungkapnya.
Menurut Afid, nilai ACA kini sulit untuk tembus harga US$ 0,29 lagi. Ada kemungkinan harga akan ditarik turun hingga US$ 0,24 dalam beberapa hari ke depan, karena penyebab peretasan tersebut belum terselesaikan.
Peringkat ACA di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #179, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 131.282.038. Jumlah koin yang beredar 487.394.605 koin ACA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ACA.
2. Tornado Cash (TORN)
Analisis teknikal Tornado Cash (TORN).
Tornado Cash adalah platform yang menyediakan solusi privasi non-kustodian terdesentralisasi yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum. Afid menerkan nilai TORN akan masuk ke fase bearish pada pekan ini.
Menurut Afid, penyebab penurunan harga bisa berdampak dari pengembang TORN ditangkap di Belanda. Penangkapan itu berawal dari Departemen Keuangan AS yang memasukkan Tornado Cash ke dalam daftar hitam, karena diklaim telah digunakan untuk mencuci aset yang diperoleh secara ilegal senilai US$ 7 miliar.
“Bersama dengan sanksi yang diberikan, harga token TORN kian anjlok, tanda investor mulai khawatir layanan menjadi benar-benar tidak dapat digunakan di masa depan. Bahkan, sejak mencetak ATH di tanggal 13 Februari 2021, harga token telah merosot lebih dari 95%,” ungkap Afid.
Harga token TORN kini berada di kisaran US$ 11,98-US$ 12,61. Peristiwa penangkapan akan membuat TORN bisa jauh terdepresiasi hingga turun harga menjadi US$ 11,54 dalam beberapa waktu ke depan.
Peringkat TORN di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #715, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 13.844.526. Jumlah koin yang beredar 1.099.795 koin TORN dan maksimal pasokan 10.000.000 koin TORN.
Voyager Token masih kuat untuk potensi bearish pada pekan ini. Afid menjelaskan sentimen negatif dari VGX terjadi karena lebih banyak token yang meninggalkan bursa daripada masuk, satu-satunya kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa investor sudah mulai keluar dari posisi akumulasi mereka.
Mengikuti perintah yang diberikan pengadilan AS, Voyager Digital mendapatkan persetujuan untuk mengembalikan US$ 270 juta kepada pelanggannya, yang menyumbang sebagian kecil dari aset investor yang telah dikunci sejak pengajuan kebangkrutannya bulan lalu.
“Dengan pembayaran yang akan segera dimulai, minat pada token VGX telah hilang. Ini terjadi setelah harga altcoin naik 100% dalam waktu tujuh hari sejak pengajuan kebangkrutan. Pada grafik harian, tekanan jual untuk VGX mulai meningkat. Hasilnya, Relative Strength Index-nya berada di 46,31,” ucap Afid.
Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #293, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.297.065. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.
4. Spell Token (SPELL)
Analisis teknikal Spell Token (SPELL).
Spell Token (SPELL) adalah aset kripto dan beroperasi pada platform Ethereum. SPELL kini sudah dikenal luas di dunia kripto dengan status sebagai aset yang sangat menjanjikan. Namun, dalam beberapa waktu status sedang merana.
“Dalam beberapa waktu terakhir nilai SPELL terus turun tajam. Penurunannya di pekan ini bahkan diperkirakan akan mencapai -26%. Dari harga saat ini dikisaran US$ 0,001614, bisa turun kembali hingga level US$ 0,001489,” ungkap Afid.
Di sisi lain, banyak analis percaya bahwa harga token Spell akan naik tajam di masa depan. Namun, kembali lagi pasar kripto sangat fluktuatif. Kenaikan harga yang besar dan penurunan harga dapat terjadi dalam jangka pendek.
Peringkat SPELL di CoinMarketCap pada Rabu (17/3) pukul 12.00 WIB adalah #165, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 157.529.078. Pasokan yang beredar 97.605.590.467 koin SPELL dan maksimal pasokan 196.008.739.620 koin SPELL.
Dogecoin (DOGE) jadi aset kripto big cap yang masuk ke dalam daftar bearish pekan ini, alasannya karena ada kemungkinan segera membentuk pola overbought yang bisa membuat investor jenuh mengakumulasi. Pasalnya, DOGE telah naik 15% dan mungkin bisa menembus level penting.
Afid melihat kenaikan DOGE banyak dikaitkan dengan peluncuran solusi blockchain Layer-2 dari komunitas penggemar Dogecoin. Namun, seseorang harus sangat berhati-hati, karena inisiatif semacam itu tidak seperti yang mereka gambarkan.
“Banyak proyek penipuan yang mengasosiasikan diri dengan Dogecoin asli mulai muncul secara online. Pada saat itu, pengembang dan komunitas Dogecoin mendistribusikan peringatan yang memberi tahu semua orang untuk menjauh. Jika pertumbuhan DOGE saat ini dipicu oleh pengumuman seperti itu oleh proyek palsu, maka mungkin itu bersifat buatan dan harga bisa langsung turun,” kata Afid.
Dari analisis teknikalnya, saat ini DOGE berada di US$ 0,08775. Jika polanya berlanjut, harga DOGE mungkin akan turun ke US$ 0,07500 atau anjlok sekitar 10%.
Peringkat DOGE di CoinMarketCap pada Rabu (17/8) pukul 12.00 WIB adalah #10, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 11.499.529.056. Pasokan yang beredar 132.670.764.300 koin DOGE dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Bappebti resmi merilis daftar baru 383 jenis aset kripto yang boleh diperdagangankan di Indonesia. Di antara ratusan aset kripto yang masuk daftar tersebut ada beberapa merupakan project kripto lokal.
Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, mengatakan dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto, memuat daftar aset kripto legal yang terbaru.
Perba tersebut ditetapkan sebanyak 383 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Sebelumnya, sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020, jenis aset kripto yang diperdagangkan berjumlah 229 jenis.
Namun, karena adanya usulan dari pelaku pasar dan berdasarkan evaluasi Bappebti, serta meningkatnya pertumbuhan transaksi aset kripto, maka daftar aset kripto yang diperdagangkan diusulkan untuk disesuaikan. Baik sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan blockchain secara global atau dengan melakukan delisting jenis aset kripto berdasarkan metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP).
“Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang akan berinvestasi mendapatkan informasi dan panduan yang jelas atas setiap jenis aset kripto yang diperdagangkan,” kata Didid dalam siaran persnya.
Daftar Project Kripto Lokal Masuk Daftar Bappebti
Perba terbaru ini mengadopsi pendekatan positive list yang bertujuan untuk memperkecil risiko diperdagangkannya jenis aset kripto tidak memiliki kejelasan whitepaper atau yang memiliki tujuan ilegal, seperti pencucian uang dan sebagainya.
Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Oatawa/Getty Images.
Untuk membeli atau melakukan transaksi aset kripto bisa melalui platform atau Centralized Exchange (CEX) resmi yang terdaftar di Bappebti, seperti Tokocrypto, Indodax, PINTU, digitalexchange dan lainnya.
DISCLAIMER: Bukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.