Tag: aset kripto

  • Inilah 10 coin yang bagus untuk investasi 2021

    Semakin banyaknya investor dunia yang memiliki dan investasi aset coin kripto di 2021 terutama masyarakat Indonesia mungkin membuat Anda tertarik juga untuk berinvestasi. Tapi, satu hal yang harus diperhatikan sebelum memulainya adalah Anda harus paham terlebih dahulu aset kripto mana yang akan dipilih. Nah inilah rekomendasi aset kripto di 2021!!

    Yuk, simak selengkapnya.

    Tren Aset Coin Kripto di 2021

    Tahun 2020 merupakan tahun yang bersejarah pada aset kripto, popularitasnya melonjak jauh. Bagaimana tidak? Di saat instrumen investasi lainnya mengalami penurunan karena Pandemi Covid-19, bitcoin sebagai salah satu dari aset kripto mampu memiliki tren harga yang positif. Akhirnya banyak orang yang percaya jika aset kripto merupakan aset safe haven.

    Tahun 2021 pun dimulai dengan tren harga yang positif, seperti contoh bitcoin ataupun ethereum. Kedua aset ini bahkan mampu mencapai ATH nya terbaru di angka US$ 57.000 per btc pada 20 Februari 2021 dan US$ 1.899 per etc pada 18 Februari 2021.

    Tidak hanya kedua koin tersebut saja lho yang diprediksikan akan diminati serta memiliki tren harga yang baik. Namun masih banyak lagi lainnya.

    Rekomendasi Coin yang Bagus Untuk Investasi 2021

    1. Bitcoin (BTC)

    BitcoinMata uang digital yang masih bertengger di posisi pertama tentunya adalah Bitcoin. Bitcoin ini pun sudah menyandang gelar mata uang digital paling populer sejak kemunculannya, lho! Bahkan para pakar aset kripto pun menjulukinya sebagai King of Cryptocurrency. Bukan tanpa sebab, jumlah bitcoin yang sangat terbatas sementara permintaannya yang tinggi menyebabkan harganya melambung tinggi.

    2. Ethereum (ETH)

    Eth coin

    Ethereum menduduki posisi kedua sebagai aset kripto yang punya tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan mata uang yang beredar cukup banyak. Sehingga pencairannya lebih mudah dilakukan dibandingkan mata uang digital lainnya.

    Ethereum pun bernasib sama seperti bitcoin. Nilai tukar atau harganya sempat mengalami penurunan pada tahun 2018. Namun, kini ethereum telah bangkit kembali pada 2020.

    3. Doge

    Doge coin

    Dogecoin diluncurkan pertama kali tahun 2013 dan menggunakan teknologi yang berasal dari Litecoin. Pada awalnya doge dijadikan sebagai mata uang lelucon saja.

    Awal tahun 2021, penggemar doge semakin meningkat. Apalagi ditambahnya cuitan twItter dari CEO Tesla, Elon Musk yang membahas doge. Pada awal Januari 2021, harga doge masihlah berkisar puluhan perak. Hanya dalam waktu satu bulan, per 29 Januari 2021 doge berhasil menembus harga Rp 1000.

    4. Binance Coin (BNB)

    BnB coinBNB Coin diluncurkan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao. Binance coin ini diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan ethereum. Nah sejak peluncurannya, binance memang digunakan pada platform pertukaran mata uang kripto Binance.

    Dengan begitu, Anda dapat menggunakan binance untuk membayar biaya trading di Binance Exchange dan alat pembayaran lainnya yang digunakan beberapa vektor tertentu. Saat ini harga binance sudah mencapai lebih US$ 588, lho!

    5. Toko Token (TKO)

    TKO token

    Token yang baru diluncurkan pada awal April 2021 ini mendapatkan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat, Token besutan Tokocrypto yang memiliki model token hybrid antara token DeFi dan CeFi ini merupakan proyek aset kripto lokal pertama yang diluncurkan. 

    TKO yang didukung langsung oleh Tokocrypto, Binance, serta ahli finansial dan blockchain percaya bahwa TKO akan meroket nantinya. Hal ini didukung juga dengan fundamental TKO sebagai token DeFi yang mumpuni dengan fitur-fitur yang terus bertambah.

    6. Ripple (XRP)

    XRP coinRipple memiliki jaringan layangan pembayaran seperti bank maupun bisnis layanan keuangan lainnya yang dikembangkan bernama RippleNet. Nah, ripple ini memang dirancang sebagai sistem pembayaran sehari-hari.

    Ripple sendiri memiliki perbedaan dengan bitcoin dan ethereum. Ripple tidak menggunakan blockchain, sedangkan kedua koin tersebut menggunakannya.

    7. Litecoin (LTC)

    LTC coin

    Karena memiliki tingkat likuiditas tinggi serta pangsa pasar yang besar, litecoin kerap disebut sebagai mata uang digital terbaik. Mata uang digital ini bisa disejajarkan dengan BTC dan ETH. Untuk saat ini, litecoin yang berada bebas di market berjumlah 84 juta ltc.

    Litecoin ini sangat layak dimiliki karena memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah proses mining yang cepat dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit. Tak heran jika para investor lebih melirik LTC dibandingkan mata uang digital yang lain.

    8. Tron (TRX)

    TRX coin

    Tron merupakan platform terdesentralisasi berbasis blockchain, tron sendiri menggunakan jaringan aset kripto nya sendiri yang disebut Tron (TRX). Nah tron sendiri memiliki tujuan untuk membangun sistem hiburan konten digital global gratis dengan teknologi penyimpanan yang terdistribusi, dan memberikan biaya untuk berbagi konten digital. 

    Tron yang digadang-gadangkan sebagai alat bayar akses premium ini diprediksi akan semakin banyak digunakan di masa mendatang. Itu semua karena sudah banyak orang yang mau membayar akses konten-konten premium.

    9. Basic Attention Token (BAT)

    BAT coinBAT dikembangkan oleh perusahaan bernama Brave Browser. Cara kerjanya adalah dengan memberikan bonus atau tip yang diberikan kepada content creator.

    Nah, tip yang akan didapatkan oleh content creator ini bergantung kepada sedikit atau banyaknya informasi yang mereka berikan.

    Nah, itulah rekomendasi coin yang bagus untuk investasi di tahun 2021 ini. Jika Anda tertarik untuk berinvestasi setelah melihat rekomendasi aset kripto tersebut, yuk daftarkan diri Anda sekarang di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Pahami Pengertian Bursa Kripto dan Kegunaannya

    Dalam berkecimpung di dunia aset kripto, tentunya dibutuhkan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli melalui bursa kripto. Selain sebagai tempat pertemuan saat melakukan transaksi, ternyata bursa dalam aset kripto memiliki peran lain yang tak kalah penting bagi para pegiat aset kripto, termasuk di Indonesia. Yuk, simak informasi selengkapnya!

    Kenalan dengan Bursa Kripto dan Pengertiannya

    Jika membahas mengenai bursa kripto, sebenarnya sudah banyak bursa kripto besar di dunia. Bursa kripto dapat dikatakan sebagai tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli aset kripto. Nah, beberapa bursa kripto ternama di dunia di antaranya adalah CoinBase yang berasal dari Amerika Serikat dan Binance yang dibentuk di Kepulauan Cayman dan berpusat di Singapura.

    Baik CoinBase maupun Binance sendiri merupakan bursa kripto yang digolongkan sebagai yang terbesar di dunia dengan keunikan masing-masing. CoinBase menawarkan dompet custodian yang diasuransikan pada pengguna. Sementara, Binance memungkinkan investor untuk membeli sejumlah aset kripto, khususnya altcoin, dengan kartu debit atau kredit. Keduanya sukses mendominasi dalam mewadahi transaksi aset kripto hingga menghasilkan volume perdagangan yang besar setiap harinya.

    Kini, demam aset kripto terus berkembang pesat melihat semakin banyak masyarakat yang terjun berinvestasi. Tak terkecuali masyarakat Indonesia, lho. Berdasarkan data Bappebti, per Juli 2021 terdapat 7,4 juta orang yang sudah menjadi investor aset kripto di Indonesia. Jumlah transaksi aset kripto di Indonesia sejak Januari hingga Juli 2021 adalah sebanyak 478,5 Triliun Rupiah. Walaupun begitu, hingga kini Indonesia masih belum mempunyai bursa kripto sendiri sehingga pemerintah menyusun rencana untuk pembentukannya.

    Jadi, sebenarnya apa itu bursa kripto dan bagaimana peranannya dalam dunia aset kripto? 

    Berdasarkan definisinya, bursa kripto adalah suatu badan usaha yang dibentuk sebagai wadah dalam mengawasi aktivitas jual-beli aset kripto serta pergerakan masing-masing proyek kripto yang tersedia di pasar. 

    Selain sebagai pengawas, bursa kripto berperan dalam menciptakan sebuah ekosistem aset kripto menjadi satu-kesatuan. Lewat bursa kripto, baik investor maupun trader bisa lebih mudah mengetahui pergerakan harga aset kripto yang sedang di-hold maupun diincar. Bursa kripto juga berperan dalam melindungi investor retail dari hal-hal yang tidak diinginkan dalam aktivitas investasi.

    Kegunaan Bursa Kripto

    Nah, bursa kripto sendiri memiliki beberapa kegunaan yang tentunya bisa membantu para pegiat aset kripto dalam bertransaksi, di antaranya:

    • Wadah bagi Pegiat Aset Kripto

    Seperti yang sudah secara singkat dijelaskan, bursa kripto ini berguna untuk mewadahi aktivitas para pegiat aset kripto termasuk investor, trader, hingga lembaga lain yang berkaitan dengan transaksi aset kripto ini. Masing-masing dapat mengetahui apakah aset kripto tertentu sedang untung atau rugi, hingga prediksi harganya di masa depan.

    Dikarenakan trading atau berdagang aset kripto berbeda dengan hanya sekadar investasi, maka diperlukan regulator dalam mengatur tata cara perdagangan yang dalam hal ini juga menjadi kegunaan dari bursa kripto. Hal ini agar sistem trading yang ditentukan bursa sesuai dengan aturan negara dan tetap selaras dengan prinsip trader. Bursa kripto juga mencatat transaksi perdagangan dalam blockchain.

    • Memberi Perlindungan dalam Transaksi

    Dalam bursa, terdapat sebuah lembaga kliring dan depository yang dapat menjamin keamanan setiap transaksi yang terjadi di blockchain dan menghindari perselisihan. Selain itu, dilakukan juga perlindungan agar tidak terjadi penyalahgunaan aset kripto, seperti misalnya money laundering, token scam, atau kepentingan negatif lainnya.

    Wacana Pembentukan Bursa Kripto di Indonesia

    Melihat perkembangan aset kripto yang sangat pesat di kalangan masyarakat, mengakibatkan munculnya wacana mengenai pembentukan bursa kripto oleh pemerintah dalam waktu dekat. Namun, pembentukan bursa khusus aset kripto ini dilakukan dengan optimalisasi bursa atau digital exchanger yang sudah ada di Indonesia sehingga tidak membangun dari nol.

    Dilansir dari Kompas.com, terdapat 13 perusahaan digital exchanger aset kripto yang tersedia di Indonesia dan secara resmi sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), salah satunya adalah Tokocrypto. Selain itu, terdapat 229 aset kripto yang telah terdaftar dan dapat diperjualbelikan di Indonesia.

    Oleh karena itu, urgensi pembuatan bursa kripto di Indonesia oleh pemerintah ini semakin meningkat. Saat ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui BAPPEBTI masih dalam proses pengkajian dan penyusunan bursa kripto. Rencananya, bursa kripto di Indonesia akan diluncurkan pada Desember 2021.

    Dikutip dari Kompas.com, Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga menyatakan bahwa terdapat tiga alasan diperlukannya pembentukan bursa kripto di Indonesia oleh Kemendag melalui BAPPEBTI. Pertama, kehadiran bursa kripto dapat memberikan perlindungan konsumen, di mana selaras dengan undang-undang yang berlaku mengenai perdagangan komoditas pada bursa.

    Kedua, bursa kripto dapat menjadi wadah yang menyatukan seluruh pegiat aset kripto dan membuat pencatatan transaksi menjadi lebih terbuka dan terintegrasi. Ketiga, pemerintah melihat pesatnya perkembangan aset kripto di Indonesia dan masih berpotensi hingga beberapa tahun ke depan, sehingga mencoba untuk mengoptimalkan perdagangan aset kripto di dalam negeri, tanpa harus jual-beli di bursa luar negeri.

    Itulah pengertian bursa kripto beserta kegunaan dan wacana pembentukannya di Indonesia. Sambil menunggu waktunya tiba, Anda bisa coba investasi aset kripto lebih dulu di Tokocrypto. Hanya tinggal mendaftarkan diri, melengkapi KYC, dan mengisi dana pada wallet, Anda sudah bisa membeli aset kripto yang Anda inginkan lho. Mudah, kan? Yuk, kunjungi www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Jadi Aset Wajib Dimiliki oleh Investor di 2025

    Sebagai aset digital yang digadang-gadang akan menggantikan emas fisik, Bitcoin diprediksi akan menjadi salah satu aset yang menjadi bagian dari portofolio investasi setiap investor pada 2025 mendatang. Apakah kamu percaya akan hal itu?

    Mungkin saat ini Bitcoin memang mendapatkan perlakukan khusus dari investor di luar sana, lantaran menjadi salah satu aset investasi paling cuan sepanjang tahun 2020. Namun, potensi Bitcoin hanya sebatas sebagai jenis instrumen investasi alternatif saja. Ketika instrumen investasi lainnya sedang mengalami tekanan gegara adanya faktor pasar.

    Di sisi lain, indikator bahwa Bitcoin bisa menjadi emas digital di masa depan bisa dilihat dari volatilitas Bitcoin yang menurun beberapa waktu lalu. Di mana, volatilitas yang cukup rendah memang menjadi makanan empuk bagi paus “Bitcoin” yang lebih menyukai kondisi pasar seperti itu. Karena tidak terlalu fluktuatif sehingga berpotensi untuk menahan aset digital dalam jumlah besar dalam waktu yang cukup lama.

    Baca juga: 4 Persamaan Emas dan Bitcoin

    Jika benar-benar akan menjadi aset safe haven di masa depan tentunya Bitcoin akan menggantikan emas fisik sebagai aset investasi yang kebal inflasi, dimana hal ini sudah dibuktikan di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang, banyak investor yang mengalihkan dananya ke dalam Bitcoin karena dianggap lebih aman dibanding hanya menyimpan uang dalam bentuk uang tunai saja.

    Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas dalam 10 Tahun?

    Menurut CEO Bitpanda, Eric Demuth, dalam waktu 5 tahun mendatang Bitcoin akan bertransformasi menjadi suatu hal yang mainstream atau umum. Karena akses langsung kepada Bitcoin akan lebih mudah, lantaran adanya perkembangan regulasi yang semakin jelas tentang keberadaan mata uang virtual Bitcoin dkk. Sehingga, baik itu investor kecil maupun investor besar akan menempatkan dananya di Bitcoin dalam portofolio investasi mereka pada 2025. Hal ini didorong oleh regulasi yang meningkatkan kredibilitas Bitcoin dkk di mata investor.

    Selain itu, pandemi menjadi momen kebangkitan dari  Bitcoin. Di mana, di saat pandemi permintaan akan cryptocurrency satu ini meningkat gegara banyak bisnis yang tutup akibat Covid-19, yang membuat pekerja harus bekerja dari rumah namun tidak melupakan pentingnya investasi dan Bitcoin menjadi salah satu opsinya.

    Baca Juga: Hal yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Bitcoin atau Aset Kripto Pertamamu!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Venezuela Uji Coba Bursa Efek Bertenaga Blockchain

    Venezuela mulai mengujicoba platform perdagangan efek (saham dan obligasi/sekuritas) bertenaga blockchain. Setiap unit saham ditokenisasi selayaknya aset kripto agar lebih mudah ditransaksikan dan berdayajangkau global.

    Baca Juga: Mengenal Toko Token (TKO): Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

    “Kami memberikan wewenang kepada platform Bursa Efek Desentralistik Venezuela (BDVE) untuk mengujicoba selama 90 hari. Jikalau berhasil, maka izin penuh akan diberikan,” sebut Pengawas Sekuritas Nasional Venezuela beberapa hari lalu.

    Bagi Venezuela, cara ini memungkinkan negara itu mengakses modal masuk ke pasar sahamnya dari luar negeri tanpa menggunakan dolar AS dari sejumlah negara.

    Maklumlah, negara pimpinan Nicolas Maduro itu terkena sanksi ekonomi oleh AS, yang tidak memungkinkan transaksi keuangan menggunakan keluar-masuk dari negaranya.

    Berdasarkan keterangan di platform itu, bahwa efek (sekuritas) yang diperdagangkan di berupa token berjenis ERC-223 atau ERC-721.

    Kendati tidak disebutkan secara eksplisit berjalan di blockchain Ethereum, penggunaan standar token seperti itu adalah indikasi kuat, bahwa platform memang memanfaatkan blockchain sejuta umat itu. Struktur platform itu sendiri sepertinya berjalan di blockchain, selayaknya decentralized exchange.

    Namun demikian, mereka tidak menyebutkan apakah aset kripto nasional Venezuela yang didukung minyak, yakni Petro, akan digunakan bursa itu.

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari yang sama mengumumkan rancangan undang-undang (RUU) sanksi yang baru untuk mengurangi dampak sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS.

    RUU tersebut, yang saat ini sedang ditinjau oleh Majelis Konstituante Nasional Venezuela, mencatat bahwa aset kripto yang didukung oleh swasta dan negara dapat digunakan untuk melakukan perdagangan di luar jangkauan sanksi AS.

    Penerapan
    Penerapan blockchain di bursa efek memang bukanlah isapan jempol. Sejumlah studi serius telah mengemuka sejak beberapa tahun terakhir.

    Sejumlah negara yang mengujicoba bursa efek berbasis blockchain, Sumber: OECD (20218).

    Pada tahun 2018, misalnya, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (EOCD) menyebutkan bahwa blockchain sangat unggul dan tepat guna dimanfaatkan untuk platform perdagangan efek (pasar modal).

    “Bursa saham secara global termasuk di Asia mulai bereksperimen dengan teknologi blockchain untuk kliring dan penyelesaian, pasca perdagangan, serta dalam penerbitan sekuritas (sebagian besar adalah surat utang perusahaan),” sebut EOCD.

    Ketika laporan itu diterbitkan sejumlah negara telah mengujicoba pasar efek bertenaga blockchain, di antaranya Hong Kong, India, Jepang, Myanmar dan Korea Selatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peluncuran Iklan Crypto di Tiongkok, Langsung Bikin Investor Bitcoin Ngegas!

    Bitcoin baru-baru ini mendapatkan angin segar dengan adanya sentimen positif yang berasal dari peluncuran iklan crypto di Tiongkok. Tercatat terdapat sekitar 22.000 entitas Bitcoin baru yang muncul setelah peluncuran iklan crypto tersebut.

    Data ini diungkapkan oleh analis pasar, Cole Garner di Tweet-nya pada 5 Oktober lalu, menggunakan data dari sumber pemantauan on-chain Glassnode. Hal ini tentunya di luar dugaan karena biasanya penambahan entitas Bitcoin baru normalnya antara 5.000 hingga 10.000 per hari.

    Baca Juga: Mengenal Toko Token (TKO): Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

    “Alamat #Bitcoin baru benar-benar terlihat dari grafik minggu lalu, Garner meringkasnya dalam komentarnya.

    Garner saat ini sedang mengembangkan insight baru lainnya dari ahli statistik Willy Woo. “Akhir bulan lalu, Woo menjelaskan apa yang dia katakan sebagai lonjakan aktivitas oleh pemegang cryptocurrency baru ke dalam bentuk BTC namun belum terlihat dari pergerakan harga dari data Glassnode.”

    “Alamat baru adalah indikator volume yang penting, dan price action  harus  mengikuti di mana volume, mendahului harga,” pungkas Garner, dalam komentar Tweet-nya.

    Grafik pertumbuhan harian entitas Bitcoin. Sumber: Glassnode

    Media Tiongkok Memuji Kinerja Cryptocurrency

    Sumber alamat baru Bitcoin baru yang diungkapkan Garner belum bisa dipastikan, tetapi kampanye iklan crypto di Tiongkok yang diberitakan pada minggu akhir September memang memuji kinerja cryptocurrency sepanjang 2020 sebagai aset terbaik.

    Baca juga: Mengenal Mata Uang Digital Nasional Cina (DCEP)

    “Minggu lalu pemerintah Tiongkok memulai kampanye pemasaran bertarget untuk memfokuskan kepada investor ritel Tiongkok pada crypto. Dan, hal tersebut benar-benar terjadi,” ungkap Garner di Tweet-ya.

    Hal ini juga menarik perhatian pendiri Primitive, Dovey Wan, yang menggambarkan kampanye media pemerintah Tiongkok sebagai “penasaran”.  Lantaran jarang terjadi hal seperti ini.

    Hal ini disebabkan Tiongkok tidak bersahabat dengan kemampuan masyarakat untuk terlibat dengan cryptocurrency. Larangan cryptocurrency masih berlaku dari 2017 lalu, dengan transaksi terbatas pada over-the-counter, atau perdagangan OTC. Walaupun aktivitas penambangan tetap berlangsung di sana.

    Berdasarkan Cointelegraph, metrik bullish on-chain untuk Bitcoin terus berlipat ganda, di mana Woo salah satu orang yang menyerukan pelarian investor dari aset investasi tradisional seperti emas dalam waktu dekat ke aset digital.

    Alamat baru adalah indikator volume yang penting, lanjut Garner, dan tindakan harga harus mengikuti. “Volume, mendahului harga,” tulisnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bisakah Bitcoin Tumbuh di Negara Berkembang?

    Bagi warga di negara maju, Bitcoin adalah rencana cadangan jika sistem keuangan konvensional saat ini runtuh atau jika perlu sebagai alat untuk menghindari pantauan pihak berwenang. Bagaiman dengan di negara di berkembang, apakah Bitcoin bisa tumbuh?

    Salah satu negara yang rusak parah adalah Turki. Mata uangnya, lira melemah sebesar 85 persen terhadap dolar AS sejak awal 2008.

    Bank sentral Turki melakukan intervensi, tetapi tidak berhasil menenangkan situasi. Laju depresiasi lira dapat dilawan dengan menaikkan tingkat suku bunga, tetapi dampaknya buruk bagi ekonomi.

    Libanon, yang berada dekat Turki malah bangkrut. Sebelum ledakan besar baru-baru ini yang terjadi di ibukota Beirut, negara tersebut sudah terjerat hutang besar.

    Pound Libanon telah kehilangan lebih dari separuh nilainya terhadap dolar AS, kendati dipatok satu banding satu terhadap mata uang itu.

    Lalu Nigeria yang disebut sebagai Silicon Valley-nya di benua Afrika, tetapi permasalahan inflasi melanda, di mana rakyat tidak pernah merasakan inflasi kurang dari 5 persen sejak 1972.

    Hal serupa dialami warga Kenya, dimana inflasi kurang dari 5 persen hanya terjadi empat kali sejak kurun waktu yang sama.

    Permasalahan ini nyata dihadapi warga negara-negara tersebut. Jika mereka membeli barang yang dijual dalam mata uang asing, sementara mata uang lokal melemah, maka pembelian menjadi serba mahal.

    Akses Kecil
    Bagaimana dengan Bitcoin? Jika seseorang yang membeli di harga puncak sekitar US$20 ribu per BTC tidak akan banyak terganggu oleh penurunan hingga sekitar US$10 ribu saat ini.

    Kendati warga AS merasakan penurunan aset sebesar 50 persen, warga Turki justru memiliki lira 15 persen lebih banyak. Hal ini tidak cukup untuk mempertahankan nilai tabungan warga Turki, tetapi jauh lebih baik dibanding jika tidak menyimpan Bitcoin.

    Bagi warga di negara-negara ini, membeli dolar AS lebih stabil, tetapi tidak semua orang punya akses untuk membelinya.

    Jika pun ada, harga dolar AS lebih mahal dibanding harga tukar resmi. Seperti di Suriah, melalui gabungan sanksi, virus corona, krisis Libanon dan perang, negara itu memasuki resesi parah, sampai-sampai warga Suriah rela menukar uang mereka untuk lira Turki.

    Jarang ada yang bersedia menjual Bitcoin untuk pound Suriah atau lira Turki, sebab itu sedikit sekali modal yang diubah ke Bitcoin atau logam mulia di negara di mana mata uangnya runtuh.

    Selain itu, warga yang semakin miskin tidak akan membeli Bitcoin dan juga masih sedikit yang sadar akan adanya aset kripto itu.

    Permasalahan sebaliknya terjadi di negara maju. Bank sentral gagal mencetak angka inflasi tinggi, seperti di benua Eropa yang mencapai inflasi rata-rata 1,26 persen dalam dua tahun bahkan setelah melakukan pencetakan uang dan suku bunga negatif. Mata uang negara maju relatif lebih stabil dibanding negara berkembang.

    Bagi warga negara maju, Bitcoin adalah eksperimen ekonomi yang inovatif dan membuka akses terhadap pasar modal yang sebelumnya hanya diakses segolongan tertentu.

    Kripto ini menjadi rencana cadangan bila sistem keuangan runtuh, sementara di negara lain hal itu sudah terjadi.

    Mata uang lemah pun mengalami masa-masa stabil. Kendati demikian, rencana cadangan menjadi penting saat kondisi mulai genting. Sebelumnya, rakyat mencari aman dalam bentuk logam mulia, tetapi hal itu kini berubah dimana dunia menjadi lebih digital, otomatis dan cepat.

    Bitcoin cocok sebagai aset masa kekinian, sebab dapat disimpan secara digital. Sebagian besar warga negara berkembang memiliki ponsel yang bisa dipakai untuk bertransaksi Bitcoin.

    Perubahan ini sudah mulai terjadi, dimana Nigeria menjadi negara yang paling banyak menelusuri istilah Bitcoin, disusul oleh Afrika Selatan dan Venezuela.

    Bukan hanya soal transaksi keuangan, Bitcoin membantu menyimpan tabungan yang sulit disita dan juga menjadi komoditas untuk diperdagangkan.

    Bitcoin juga demokratis dan siapapun bisa berpartisipasi. Kendati penipuan aset kripto masih marak terjadi, hanya soal waktu sebelum revolusi Bitcoin mulai merebak di negara berkembang yang membutuhkannya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ikuti 3 Tips Ini untuk Dapatkan Manfaat Investasi Kripto!

    Dewasa ini investasi tak hanya familiar di kalangan orang tua saja. Kalangan milenial pun sudah banyak yang melek investasi. Bukan tanpa alasan, akhirnya banyak milenial yang sadar jika memiliki investasi sedari dini sangatlah penting. Apalagi manfaat investasi dapat membantu mereka di tengah ketidakpastian situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga kini. 

    Dilansir dari Antara News, Donald Crestofel Lantu ST MBA Ph D menuturkan jumlah investor milenial yang ada di Indonesia meningkat selama pandemi COVID-19 berlangsung. Ia pun merinci berdasarkan data terakhir yang dihimpun saat ini jumlah investor di Indonesia mencapai 2,4 juta orang dan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 20-30% sejak tahun 2015. Kenaikan ini banyak disumbang dari kalangan milenial yang lahir di antara tahun 1980-2000.  

    3 Jenis Investasi Populer di 2021 

    Adapun jenis instrumen investasi yang populer di Indonesia khususnya di tahun 2021 ini antara lain: 

    Instrumen investasi satu ini memang sudah tak asing didengar oleh Anda. Mengacu pada situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), saham memang merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Bentuk dari instrumen investasi saham ialah berupa kepemilikan pada perusahaan tertentu, dan nantinya Anda akan mendapatkan dividen ketika perusahaan tersebut memperoleh keuntungan

    Selanjutnya adalah reksa dana. Instrumen investasi ini kian populer di kalangan anak muda. Hal ini disebabkan karena banyaknya produk reksadana yang bisa dipilih. Saat ini setidaknya terdapat 4 jenis reksa dana yang populer, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. 

    Aset kripto berhasil menarik perhatian para pelaku investor lama maupun investor baru dari kaum milenial. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 5 Tahun 2019, aset kripto adalah komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain.

    Investasi aset kripto ini dilakukan sepenuhnya secara digital. Anda dapat menyimpan aset kripto dalam bentuk token di dompet digital dan kemudian melakukan transaksi jual-beli melalui pertukaran online.

    Manfaat Investasi dengan Aset Kripto

    Berbicara manfaat atau keuntungan dari berinvestasi menggunakan aset kripto sangatlah beragam. Salah satunya adalah Anda bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi. Seperti yang sudah pernah terjadi pada bitcoin, ia mampu meningkat cukup drastis. Hanya perlu waktu yang singkat, bahkan dalam hitungan bulan saja nilainya dapat menembus all time high yang baru. Tercatat pada tahun 2020, harga bitcoin pernah naik hingga ratusan kali lipat.

    Kunci Raih Manfaat Investasi Aset Kripto

    Kendati demikian, berinvestasi di semua instrumen investasi tentunya tidak bisa asal-asalan dan hal ini pun berlaku ketika Anda berinvestasi di aset kripto. Yuk, simak tipsnya!

    Ketika Anda ingin memulai investasi, pastikan Anda sudah punya dana tabungan maupun dana darurat terlebih dahulu. Selanjutnya yang tak kalah penting adalah pastikan Anda melakukan investasi kripto dengan uang dingin.

    Istilah uang dingin ini adalah dana menganggur yang pastinya tidak dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya uang untuk keperluan hiburan atau sebagainya. 

    Dengan menggunakan uang dingin, kebutuhan sehari-hari Anda pun tidak terganggu dan  Anda akan siap dengan berbagai hal yang mungkin terjadi, karena investasi di aset mana pun selain memiliki potensi keuntungan, tentu ada pula risiko kerugian yang dihadapi.

    • Sesuaikan dengan Kebutuhan 

    Hal lain yang tak kalah penting untuk berinvestasi adalah tentukan terlebih dahulu apa tujuan dari investasi yang Anda lakukan. Apakah investasi dilakukan untuk jangka panjang? Atau jangka pendek? Dengan begini Anda bisa menghitung berapa jumlah dana yang dikeluarkan untuk membeli aset kripto tersebut dan tentunya hal tersebut akan kembali sesuai dengan kebutuhan Anda masing-masing.

    • Selalu Upgrade Informasi Terkait Aset Kripto yang Diinvestasikan

    Harga aset kripto dikenal memiliki karakteristik yang volatil atau cepat berubah. Untuk itu, penting untuk Anda selalu mencari tahu dan selalu menambah informasi-informasi mengenai aset kripto yang telah Anda beli. Kini sudah banyak sumber yang dapat Anda baca dan pelajari. Mulai dari buku, artikel yang ada di internet dan Tokonews, webinar yang diisi oleh pakarnya, video di Youtube, atau bahkan media sosial dapat Anda temukan berbagai informasi terbaru tentang aset kripto.   

    Sudah siap untuk berinvestasi aset kripto? Daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC Anda segera di exchange terpercaya di Indonesia yakni Tokocrypto! Yuk, kunjungi www.tokocrypto.com dan rasakan manfaat investasi aset kripto ini segera!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengintip Kripto Audius (AUDIO) yang Sudah Digandeng TikTok

    Aplikasi berbagi video terpopular saat ini, TikTok, telah melakukan kemitraan dengan layanan streaming musik terdersentralisasi Audius. Ini adalah langkah yang hebat karena perusahaan sekelas TikTok pun melirik inovasi terbaru dari blockchain.

    Audius dan TikTok 

    Berawal dari pandangan kritikus menyoal tidak adilnya kompensasi dari TikTok untuk para musisi dan pencipta lagu.

    Dengan ratusan juta pengguna dan pendapatan tahunan yang mencapai puluhan milyar Dolar AS, kompensasi yang didapat terlihat sangat mengecewakan.

    Menggandeng Audius, TikTok tampaknya akan dapat segera menyelesaikan polemik ini dan memberikan keuntungan yang memuaskan bagi semua pihak yang terkait.

    Audius akan memungkinkan para musisi menyediakan karya mereka ke TikTok dalam sekali klik. Selain itu, para pengikut musisi di TikTok juga dapat terhubung dengan mereka di Audius.

    Dengan kemampuan kripto dan blockchain, Audius bertujuan untuk memberikan para musisi dan pencipta lagu kemampuan untuk lebih memaksimalkan monetisasi.

    “Setiap artis dapat mengambil lagu yang sudah mereka miliki di Audius dan mengekspornya ke TikTok dalam satu klik,” kata Forrest Browning, salah satu Pendiri dan Kepala Produk Audius, dilansir dari Rolling Stone, Senin (16/8/2021).

    Sekadar informasi, Audius adalah layanan streaming musik terdesentralisasi dengan komponen media sosial. Ini memungkinkan artis mengunggah lagu mereka ke aplikasi dan menghubungkan penggemar secara langsung dengan artis dan musik baru yang eksklusif.

    Baca Juga: Berikut Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Dalam Satu Hari

    Mendapatkan Kripto AUDIO 

    Selain mendapatkan kemampuan untuk meningkatkan monetisasi di TikTok, Audius juga memiliki program untuk berbagi hadiah kepada para pengguna di platform-nya. Berdasarkan informasi di situs resmi, hadiah akan berupa kripto asli Audius, AUDIO.

    Untuk mendapatkan hadiah tersebut, pengguna hanya perlu mengunggah akun terverifikasi pertama mereka di Audius.

    Jika ingin lebih, karya pengguna harus masuk ke daftar “5 Lagu Tren Mingguan Teratas”, “5 Daftar Putar Tren Teratas” dan “Aplikasi API 10 Bulanan Teratas.”

    Baca Juga: Proyek Peer-to-Peer Utopia Luncurkan Stablecoin USD yang Didukung DAI

    Detail untuk syarat dan cara klaim juga dapat ditemui di situs resmi Audius.

    Selain itu, sebelumnya, Audius juga telah mengawali bulan ini dengan menggandeng Solana NFT.

    Dengan dipadukannya Solana NFT, ini akan memungkinkan pengguna platform untuk menampilkan berbagai NFT dari ekosistem Solana. Audius sebelumnya juga sudah menampilkan NFT dari ekosistem Ethereum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laporan KPMG: Investasi Blockchain dan Kripto Mengganda Sejak 2020

    Perusahaan akuntansi KPMG melaporkan, investasi kripto dan blockchain terus bertumbuh berkat minat investor yang semakin tinggi. Investor disebut memiliki pemahaman lebih baik soal aset kripto serta sisi operasional dan proseduralnya.

    Investasi Kripto dan Blockchain Bertumbuh

    Berjudul “Denyut Fintech H1 2021”, studi itu mencakup aktivitas investasi global di beragam area teknologi keuangan pada semester pertama tahun ini. Laporan tersebut merinci 2.456 investasi bernilai US$98 milyar yang terjadi antara Januari dan Juni.

    Salah satu tren terbesar di bidang fintech pada tahun 2021 adalah meledaknya pertumbuhan di investasi kripto dan blockchain.

    Pada enam bulan pertama tahun 2021, ada 548 aktivitas investasi di sektor blockchain dan aset kripto, termasuk modal ventura, ekuitas swasta serta merger dan akuisisi. Total nilai investasi selama kurun waktu tersebut mencapai US$8,7 milyar atau Rp125 triliun, dua kali lipat nilai investasi selama 2020 yaitu sebesar US$4,3 milyar.

    Perusahaan yang menggalang dana lebih dari US$100 juta dalam putaran pendanaan termasuk BlockFi, Paxos, Blockchain.com serta Bitso. Perusahaan-perusahaan ini memimpin pertumbuhan volume investasi.

    Baca Juga: Institusi Ini Ajukan Perizinan Reksadana ETF Ethereum

    Kepala fintech global KPGM Anton Ruddenklau berkata kripto dan blockchain sedang meledak secara global. Ia menambahkan, ada banyak aktivitas di sektor blockchain saat ini.

    “Ada proyek eCNY di Tiongkok, Diem oleh Facebook, sejumlah gerakan ekosistem dan juga berbagai platform perdagangan yang menerima pendanaan. Uang digital dan aset virtual adalah topik diskusi yang sangat besar. Saya pikir untun tahun ini kripto akan menjadi tiket yang panas bagi investor,” tambah Ruddenklau.

    Studi KPGM merujuk wawasan investor sebagai pendorong kunci bagi pertumbuhan investasi di bidang blockchain. Investor memiliki pengertian lebih baik soal aset kripto beserta operasional, termasuk kustodian dan penyimpanan serta persaingan dan kematangan penyedia layanan.

    KPMG memrediksi sektor kripto akan terus semakin matang, sementara perbedaan antara aset kripto dan teknologi blockchain akan semakin jelas. NFT, salah satu topik inti di enam bulan pertama tahun 2021, akan menyumbang terhadap evolusi bursa kripto dalam bentuk platform perdagangan khusus NFT.

    Baca Juga: Pasar Kripto Bergairah Lagi, Nilai Pasar Hampir US$2 Triliun

    Laporan tersebut memperkirakan, akan ada peningkatan kerangka regulasi selama semester kedua tahun 2021. Satu kasus spesifik, yakni India, akan berdampak terhadap keseluruhan ekosistem kripto bila negara tersebut mengatur kripto sebagai kelas aset.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bappebti: Peraturan Aset Kripto adalah Jaminan Kepercayaan

    Sahudi, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) mengatakan, bahwa peraturan aset kripto yang diterbitkan dan telah berlaku di Indonesia adalah jaminan kepercayaan dalam berinvestasi dan bertransaksi aset kripto.

    “Peraturan tentang aset kripto yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Bappebti, Kementerian Perdagangan, bertujuan memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha terhadap para pelaku usaha perdagangan aset kripto di Indonesia,” kata Sahudi terkait konferensi yang akan digelar secara daring oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) pada 26 Juli 2020 mendatang.

    Selain itu, katanya, peraturan itu untuk menumbuhkan kepercayaan dan keamanan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dan bertransaksi aset kripto.

    Sementara itu, Oham Dunggio Ketua ABI, berharap konferensi itu bermanfaat bagi masyarakat Indonesia agar bisa mengerti tentang potensi teknologi blockchain dan aset kripto sebagai produk utama-nya.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama memberikan pemahaman dasar agar dapat membedakan scam project dan real project terkait blockchain dan aset kripto. Ini adalah persembahan kami dari ABI untuk mendorong perkembangan teknologi Blockchain di Indonesia,” kata Oham.

    Menurut Oham, keberadaan aset kripto di Indonesia kerap dicap negatif oleh masyarakat, sebab marak oknum yang menggunakan teknologi blockchain-aset kripto untuk menjalankan tindak kejahatan yang meresahkan dan merugikan banyak pihak.

    Dalam mencegah itu Bank Indonesia sempat mengeluarkan Surat Pernyataan No 16/6/Dkom yang berisi “Bank Indonesia menyatakan Bitcoin dan Virtual Currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia” pada Februari 2014 silam.

    Namun lain halnya sekarang, memperjualbelikan aset kripto seperti Bitcoin, Litecoin dan Ether, telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2018, Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset). Hal ini menjadi kabar baik untuk seluruh pegiat aset kripto di Indonesia.

    Mekanisme perdagangan aset kripto ini kemudian lebih lanjut dilegalkan dalam Peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

    Di dalamnya termasuk mengatur mekanisme “perizinan” bagi para exchange (bursa aset kripto fisik/spot) yang memperjualbelikan aset kripto seperti Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Hingga 29 Mei 2020, terdapat 13 perusahaan yang telah mendapatkan tanda daftar dari Bappebti sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto, yaitu:

    • PT Crypto Indonesia Berkat (tokocrypto.com)
    • PT Upbit Exchange Indonesia (id.upbit.com)
    • PT Tiga Inti Utama (triv.co.id/tpro.co.id)
    • PT Indodax Nasional Indonesia (indodax.com)
    • PT Pintu Kemana Saja (pintu.co.id)
    • PT Zipmex Exchange Indonesia (zipmex.co.id)
    • PT Bursa Cripto Prima
    • PT Luno Indonesia LTD (luno.com/id)
    • PT Rekeningku Dotcom Indonesia (rekeningku.com)
    • PT Indonesia Digital Exchange (digitalexchange.id)
    • PT Cipta Koin Digital (koinku.id)
    • PT Triniti Investama Berkat (Bitocto.com)
    • PT Plutonext Digital Aset



    Sumber : news.tokocrypto.com