Tag: aset kripto

  • Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

    Ketua dari Securities and Exchange Commission (SEC) baru saja memberikan pandangannya terhadap pasar crypto secara menyeluruh.

    Dari beberapa pandangannya, salah satu hal yang dijadikan sorotan utama oleh publik adalah pandangannya mengenai regulasi.

    Ketua SEC Buka Suara Tentang Regulasi Crypto

    Gary Gensler, Ketua SEC terbaru, baru saja memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar crypto dan kebutuhan regulasi di Amerika Serikat.

    Ia menyatakan bahwa saat ini crypto merupakan sebuah hal yang baru dan masih sangat rentan terhadap adanya perilaku kecurangan.

    Pernyataan tersebut ia sampaikan akibat banyaknya transaksi yang tidak legal dan juga penipuan yang bergerak di pasar crypto.

    Oleh karena itu setelah mendapatkan tuntutan dari pemerintah dan publik untuk memberi pandangannya, ia akhirnya menyampaikan suara.

    Gensler menyatakan bahwa pasar crypto merupakan sebuah hal yang perlu diregulasi dengan ketat terutama oleh SEC.

    Ia merasa dengan adanya regulasi yang lebih ketat dan juga adanya pengawasan dari SEC crypto di Amerika dapat tumbuh lebih baik.

    Pandangan yang ia berikan bertujuan untuk melindungi investor di Amerika untuk mengadopsi crypto dengan cara yang lebih aman.

    Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa nantinya regulasi akan lebih ketat terhadap crypto namun tidak akan membatasinya.

    Gary Gensler juga memperingatkan bahwa nantinya SEC akan lebih ketat mengawasi bursa crypto dan juga perusahaan terkait crypto.

    Ia bahkan mengajak pihak-pihak tersebut untuk kerja sama agar dapat dibantu dan dipandu pertumbuhannya juga oleh SEC.

    Intinya melalui beberapa pernyataan resminya terkait regulasi, saat ini Gary Gensler memperingatkan bahwa regulasi terhadap crypto akan lebih ketat.

    Baca Juga: Cara Bijak Atur Keuangan Awal Bulan, Check!

    Masih Mendukung Crypto

    Untuk diperjelas, Gary Gensler tidak menentang pertumbuhan crypto, bahkan ia menjadi salah satu pihak di pemerintah yang mengakui baiknya inovasi ini.

    Ia mengakui bahwa Satoshi Nakamoto telah menciptakan suatu hal yang penting terutama dalam mendorong teknologi blockchain dan kriptografi.

    Pandangan terhadap Satoshi Nakamoto dari Gary Gensler adalah sebuah pandangan yang positif sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dukungan.

    Gensler menyatakan bahwa apa yang dibawa oleh Satoshi Nakamoto dalam inovasinya di 2008 adalah sebuah hal yang mendorong adopsi internet lebih tinggi.

    Ia juga menambahkan bahwa apa yang terjadi saat ini bukan sebuah hal yang akan pudar dengan cepat namun dapat bertahan.

    Berikutnya ia juga menyatakan bahwa walau banyak pihak di pemerintah yang ingin crypto hilang, ia percaya teknologi ini dapat membawa hal positif.

    Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa nampaknya Gensler hanya terfokus pada Bitcoin akibat ia juga menyatakan bahwa,

    “Saya sudah mempelajari bidang ini secara menyeluruh. Saya bisa menyatakan bahwa Bitcoin adalah satu-satunya inovasi nyata.”

    Pernyataan tersebut diartikan banyak hal oleh pasar, namun sebagian besar menganggap hal tersebut sebagai dukungan untuk Bitcoin namun tidak untuk crypto.

    Pandangan tersebut diperkuat dengan Gary Gensler yang menyatakan bahwa crypto adalah sebuah aset spekulatif dengan risiko tinggi untuk menyimpan kekayaan.

    Kemungkinan Menyetujui ETF Bitcoin

    Dengan banyaknya pernyataan yang terlihat mendukung teknologi Bitcoin dan inovasinya di pasar keuangan, muncul narasi baru.

    Narasi tersebut adalah kemungkinan persetujuan terhadap perizinan Reksadana ETF Bitcoin yang selama ini belum disetujui SEC.

    Dari pernyataan Gensler, nampaknya investor menganggap bahwa SEC dalam langkah untuk menyetujui Bitcoin ETF.

    Pernyataan yang diambil dari Gary Gensler dalam potensi persetujuan ini adalah saat ia menyatakan bahwa ETF Bitcoin yang teregulasi akan aman untuk investor.

    Ia juga menyinggung adanya kemungkinan untuk menciptakan ETF berbasis Kontrak Berjangka Bitcoin yang diterbitkan oleh CME atau Chicago Merchantile Exchange.

    Namun satu hal yang membuat pasar bimbang adalah pernyataannya yaitu ETF akan berada di bawah regulasi Mutual Fund.

    Mutual Fund berada di bawah regulasi yang sama dengan saham di Amerika, sehingga dapat membuat kerancuan antara crypto sebagai saham atau komoditas.

    Baca Juga: Alasan Kepala SEC Baru Berdampak Positif untuk Pasar Crypto

    Tapi untuk saat ini nampaknya SEC masih dalam tahap pendalaman mengenai permasalahan tersebut agar regulasi terbentuk dengan baik.

    Satu hal yang pasti adalah Gary Gensler menganggap saat ini perlindungan terhadap investor melalui regulasi masih sangat kurang.

    Sehingga ke depannya akan ada beberapa regulasi dan syarat ketat sebelum ETF Bitcoin atau ETF crypto lainnya tercipta.

    Jadi, terciptanya dan disetujuinya Bitcoin ETF masih menjadi sebuah hal yang mungkin, namun masih belum diketahui kapan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 2) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto.

    Tidak lama setelah dikeluarkannya Peraturan Bappebti No.5/2019, dikeluarkan lagi Peraturan Bappebti Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.9/2019).

    Perubahan yang signifikan dari keluarnya peraturan ini adalah mengenai batas minimum modal dari pelaku usaha aset kripto. Berikut adalah perbandingan batas minimum modal antara Peraturan Bappebti No.5/2019 dengan apa yang diatur dalam Peraturan Bappeti No.9/2019.

    Image for post
    Perbedaan Peraturan Bappebti No.5/2019 dan No.9/2019

    Selain perubahan modal seperti yang sudah dicantumkan di atas, terdapat berbagai perubahan lainnya, seperti:

    • Semua jenis Lembaga harus memiliki sistem pelaporan transaksi perdagangan yang diaudit oleh Certified Information System Auditor (CISA),
    • Untuk Pedagang Fisik Aset Kripto (Pedagang) harus memiliki 1 (satu) orang yang lulus uji kepatutan dan kelayakan Bappebti, baik itu Direksi, Komisaris, Pemegang Saham, atau pemilik manfaat,
    • Pedagang wajib untuk mempertahankan rasio hutang terhadap rasio ekuitas dengan perbandingan 2:1,
    • Pedagang hanya dapat menyimpan aset kripto sebanyak 50% dari total aset kripto yang dimiliki pelanggan, sisanya wajib disimpan oleh Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto, dan
    • Kriteria dari Pengendali dan/atau Pemilik Manfaat dari Pedagang dan Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto.

    Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto

    Selanjutnya, Bappebti mengeluarkan Peraturan No.2 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.2/2020).

    Terdapat perubahan mengenai batas minimal modal yang akan dijelaskan melalui tabel di bawah ini:

    Image for post
    Perbedaan Peraturan Bappebti No.9/2019 dan No.2/2020

    Pada Peraturan Bappebti No.2/2020 ini juga diatur 30 (tiga puluh) hari sejak Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, dan Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto disetujui oleh Bappebti, maka Calon Pedagang yang sudah memiliki Tanda Daftar wajib memperoleh Persetujuan sebagai Pedagang dari Bappebti. Diatur juga mengenai perpanjangan periode Pendaftaran sebagai calon Pedagang hingga 31 Maret 2020. Hal ini mengubah periode Pendaftaran yang sebelumnya diatur 1 (satu) tahun sejak ditetapkannya Peraturan Bappebti No.5/2019.

    Peraturan terakhir adalah Peraturan Bappebti No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti №3/2020). Peraturan ini hanya mengubah periode Pendaftaran sebagai calon Pedagang hingga 29 Mei 2020. Hal ini dilakukan berdasarkan dengan terjadinya pandemi akibat virus Corona di Indonesia.

    Hingga saat ini, Bappebti belum mengeluarkan peraturan terbaru untuk mengubah Peraturan Bappebti No.5/2019.

    Selengkapnya baca disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto. 

    Baru-baru ini, COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda atau yang akrab disapa Manda, menulis tentang “Peraturan-peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia”. 

    Seperti yang diketahui bersama, pemahaman terkait aset kripto di Indonesia tergolong masih sangat minim. Belum banyak yang tahu mengenai apa itu aset kripto, bagaimana regulasinya di Indonesia serta berbagai macam hal-hal lainnya terkait aset kripto. 

    Di dalam tulisannya, Manda menyatakan bahwa aset kripto mulai diatur oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan dan secara spesifik dirumuskan oleh badan khusus di bawahnya, yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini ditandai dengan keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset).

    “Pertimbangan dari pembuatan peraturan ini karena Bitcoin, dan produk lainnya yang saat itu lebih dikenal dengan istilah cryptocurrency, penggunaannya sudah meluas di masyarakat dan dipergunakan dengan berbagai tujuan hingga menuai beberapa kontroversi. Dari hal tersebut kemudian Bappebti mengaturnya sebagai komoditi yang dinamai Aset Kripto, sehingga layak dijadikan subjek kontrak berjangka yang dapat diperdagangkan di Bursa Berjangka.”

    Indonesia adalah salah satu negara yang mengakui aset kripto sebagai komoditi. Hal ini membuat kripto di Indonesia tidak berlaku sebagai mata uang namun sebagai komoditas, dimana aset kripto relatif mudah untuk diperdagangkan, dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka. 

    Tentu saja, pengguna memerlukan perlindungan hukum dan pemerintah juga harus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dalam melakukan transaksi aset kripto di Indonesia. Peraturan Bappebti No.3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif Lainnya yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka adalah jawabannya. 

    Dalam peraturan tersebut sangat jelas bahwa aset kripto diakui sebagai komoditi yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka yang termasuk dalam komoditi di bidang aset digital.

    Selain itu, peraturan penting bagi pengguna dan penyelenggara perdagangan aset kripto juga tertuang pada Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.5/2019). Dalam peraturan ini juga dibahas mengenai hal-hal teknis yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha aset kripto, yaitu:

    1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perdagangan aset kripto

      1. Prinsip tata Kelola perusahaan yang baik,
      2. Tujuan dari Pasar Fisik Aset Kripto adalah sebagai pembentuk harga yang transparan,
      3. Kepastian hukum,
      4. Perlindungan pelanggan aset kripto,
      5. Memfasilitasi inovasi, pertumbuhan, dan perkembangan dari kegiatan usaha perdagangan aset kripto.
    2. Persyaratan dari aset kripto agar dapat diperdagangkan:

      1. Berbasis distributed ledger technology,
      2. Aset kripto utilitas atau aset kripto beragun aset,
      3. Nilai kapitalisasi masuk dalam 500 besar coinmarketcap,
      4. Memiliki manfaat ekonomi,
      5. Telah dilakukan penilaian risikonya.
    3. Persyaratan untuk mendapatkan Persetujuan dari Bappebti sebagai Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, Pedagang Fisik Aset Kripto, Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto.

    4. Mekanisme perdagangan.

    5. Transaksi Aset Kripto.

    6. Penarikan Aset Kripto dan Penarikan Dana.

    7. Sanksi bagi pihak yang melanggar peraturan, dapat berupa pembatalan persetujuan.

    8. Penyelesaian Perselisihan.

     

    *bersambung*

    selengkapnya, dapat dibaca disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pernyataan dari COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda terkait Perlindungan Pelanggan Aset Kripto di Indonesia

    Salam!

    Saat ini, Indonesia adalah salah satu dari sekian negara yang meregulasi digital asset/ cryptocurrency sebagai komoditi atau yang lebih dikenal dengan jual beli aset kripto. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto:

    Aset kripto resmi legal di Indonesia sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka, bukan sebagai mata uang atau alat pembayaran. Untuk pembinaan, pengawasan dan pengembangan dari aset kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI)

    Secara lebih khusus, pengaturan mengenai pelaksanaan bisnis aset kripto di Indonesia juga diatur didalam Peraturan BAPPEBTI No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

    Tidak hanya mengatur tentang perdagangan aset kripto, terdapat juga beberapa pasal terkait Perlindungan Pelanggan Aset Kripto: <baca disini>

    Peraturan ini menjadi salah satu dasar kepastian hukum dan perlindungan hukum baik bagi pedagang (exchange) maupun pelanggan (nasabah) aset kripto di Indonesia.

    Dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) no 11 Tahun 2018 juga diatur mengenai kewajiban dalam menyertakan informasi yang lengkap dan benar terkait syarat kontrak, produsen dan produk yang ditawarkan. Hal ini demi menjamin agar tidak ada pelanggan fisik aset kripto yang dirugikan akibat minimnya pengetahuan akan resiko dari aset kripto.

    Dengan perkembangan industri aset kripto yang pesat menunjukkan pentingnya edukasi mengenai aset kripto baik untuk pelanggan aset kripto maupun masyarakat yang belum mengenal aset kripto. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya penipuan atau tindak kejahatan dunia maya (cybercrime).

    Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Indonesia sudah sangat aktif dalam melindungi Pelanggan Aset Kripto melalui peraturan dan undang-undang yang telah berlaku di Indonesia. Untuk mencegah kerugian yang dialami oleh pelanggan fisik aset kripto, sebaiknya pilihlah pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di BAPPEBTI untuk menjamin perlindungan terhadap pedagang fisik aset kripto. hal ini membantu nasabah untuk lebih memahami mengenai aset kripto dan mencegah terjadinya kerugian di masa yang akan datang. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP dan BNB Koin Paling Moncer Pekan ini

    Pekan pertama April 2021 menjadi tonggak bagi sejumlah mata uang kripto untuk menstabilkan kembali harganya.

    Setelah sebelumnya di pekan terakhir Maret 2021, pasar cryptocurrency tengah berusaha keluar dari zona sideways yang hampir menyentuh tren bearish.

    Pekan pertama ini ditandai dengan tembusnya rekor kapitalisasi pasar seluruh mata uang kripto ke angka US$2 triliun atau setara dengan Rp 28 triliun. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, nilai kapitalisasi pasar cryptocurrency hanya sebesar Rp 14 ribu triliun.

    Menurut sejumlah analis, peningkatan nilai kapitalisasi pasar ini didorong oleh rally besar-besaran sejumlah Alts coin (sebutan koin selain BItcoin).

    Meski, di awal pekan ini harga Bitcoin cenderung melambat, namun tidak dengan Alts Coin. Sebut saja Binance Coin (BNB), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Polkadot (DOT).

    Baca Juga: Pasar Bitcoin Mulai Jenuh, Siap-siap ALTs Season!

    Koin-koin tersebut mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Bahkan, ETH mampu menembus all time high nya pada awal April ini.

    BNB Berlari Kencang Menuju Bulan

    coinmarketcap tren harga 3 bulan terakhir
    coinmarketcap tren harga 3 bulan terakhir

    Apabila ditanya koin apa yang paling meyakinkan di tahun 2021 ini, jawabannya adalah Binance Coin (BNB).  BNB menjadi koin dengan laju peningkatan harga yang sangat meyakinkan di kuartal pertama tahun ini.

    Di awal tahun, berdasarkan data coinmarketcap, harga BNB berada di angka Rp 550 ribu. Bulan-bulan berikutnya tren BNB sangat mengejutkan. Pada saat ini saja, BNB sudah mencapai harga Rp 7,1 juta.

    Kebayang kan kalau kalian menahan BNB sejak Januari dan ditarik pada hari ini sudah cuan berapa?

    Secara fundamental, BNB memang menjadi koin yang cukup potensial tahun ini. BNB yang dimiliki oleh exchange atau bursa terbesar di dunia BInance, memiliki teknologi blockchain yang diprediksi bakal menyaingi chain Ethereum.

    Baca Juga: Tiga Faktor yang Bikin Bitcoin Akan Kembali Injak All Time High

    XRP Si Kuda HItam yang Mulai Ngacir

    XRP meroket lampaui USD$1 setara dengan Rp 14 ribu untuk pertama kalinya sejak 2018. Rally tersebut membuat XRP berhasil naik 75% dalam sepekan terakhir. Dan, saat ini, XRP menjadi koin rangking nomor 4 berdasarkan volume terbesar versi Coinmarketcap.

    Sinyal kenaikan harga XRP ini tak bisa dilepaskan dari keputusan U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menuntut Ripple atas penjualan XRP melalui penawaran sekuritas yang tidak terdaftar.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mastercard Meningkatkan Fitur Dompet Crypto dan Bisnis Pertukaran

    Industri crypto telah menarik banyak minat, termasuk para pemain besar dan utama disektor ini, dan Mastercard adalah salah satunya.

    Mastercard belum lama ini mengumumkan akan meningkatkan fungsi dan eksperimennya untuk dompet dan pertukaran cryptocurrency ke klien mereka. Penerbit kartu bekerja sama dengan beberapa perusahaan crypto untuk mempermudah konversi crypto dan uang fiat tradisional.

    Dalam sebuah pernyataan , Mastercard mengungkapkan ambisinya untuk meningkatkan program kartu crypto yang ada dengan banyak mitra.

    Sementara itu, Paxos dan Circle akan menggunakan platform mereka untuk mengubah crypto menjadi fiat melalui stablecoin yang didukung fiat, kelas cryptocurrency yang menawarkan stabilitas harga dan didukung oleh aset cadangan.

    Raj Dhamodharan, wakil presiden eksekutif aset digital dan produk & kemitraan blockchain di Mastercard, menyambut baik kemitraan tersebut dan berkata:

    “Tidak semua perusahaan crypto memiliki infrastruktur dasar untuk mengubah cryptocurrency menjadi mata uang fiat tradisional dan kami membuatnya lebih mudah… Mastercard berharap dapat memenuhi janji pilihan konsumen kami untuk memberikan opsi kepada orang-orang di seluruh dunia tentang bagaimana dan kapan harus membayar.”

    Baca Juga: Analisa Teknikal 22 Juli: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

    Mastercard memahami meningkatnya permintaan pembayaran digital dari pelanggannya. Lebih dari 93% klien mempertimbangkan untuk mengadopsi metode pembayaran inovatif, seperti biometrik, mata uang digital, dan kode QR.

    Oleh karena itu, platform pembayaran telah mengumumkan pada bulan Februari untuk mendukung pembayaran crypto langsung dengan memungkinkan pemegang kartu untuk bertransaksi crypto di jaringannya tahun ini secara langsung.

    Sementara itu, Visa, salah satu pesaing utama Mastercard, pemegang kartu visa mereka telah menghabiskan lebih dari $1 miliar crypto dalam enam bulan pertama tahun ini oleh konsumen secara global.

    Baca Juga: Mengenal NFT: Peluang Besar Industri Kreatif di Indonesia Merambah Pasar Global

    Baru-baru ini, Visa memperluas bisnisnya di Australia dengan menyetujui CryptoSpend startup Australia untuk mengeluarkan kartu debit bagi pelanggannya untuk dikonsumsi melalui cryptocurrency.

    Dengan banyak perusahaan besar masuk ke dunia crypto, bisa dinyatakan bahwa pasar crypto tidak akan mati (BTC=0) dan sebuah koreksi adalah hal yang wajar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Crypto dengan Kabar Wajib Diperhatikan Pekan Ini Saat Market Masih Labil

    Pasar crypto saat ini terlihat bergerak dengan fluktuasi yang tinggi dengan beberapa crypto yang bergerak naik dan turun secara cepat dan signifikan.

    Fluktuasi ini terjadi akibat Bitcoin (BTC) yang nampaknya masih belum memiliki pergerakan yang jelas akibat masih banyaknya sentimen negatif dan positif bersamaan.

    Untuk saat ini nampaknya banyak investor yang menunggu pergerakan signifikan dari Bitcoin pada tanggal 21 Juli akibat adanya acara “The B Word”.

    Tapi dalam volatilitas ini ada lima crypto yang kemungkinan akan bergerak signifikan akibat adanya kabar dari sisi internalnya.

    Berikut adalah lima crypto yang berpotensi tergerak akibat adanya kabar dari berita internal adopsi atau pembaruan sistem proyek.

    Baca Juga: Inilah Kesalahpahaman Terhadap Seni Crypto yang Sering Terjadi

    1. Ethereum Classic (ETC)

    Kabar pertama datang dari Ethereum Classic yang dikabarkan akan resmi meluncurkan pembaruan pada jaringan blockchainnya.

    Sebelumnya, ETC telah berhasil melakukan uji coba jaringan barunya di awal Juli 2021, dan nampaknya pada tanggal 21 Juli 2021, pembaruan akan resmi terjadi.

    Pembaruan tersebut adalah Hard Fork Magneto yang tidak seperti induknya Ethereum, Hard Fork terlihat akan berjalan sesuai rencana dan tidak diundur.

    Pembaruan ini akan membuat jaringan Ethereum Classic lebih efisien dan juga lebih rendah dalam biaya, sehingga kemungkinan dapat menjadi sentimen positif.

    Namun nampaknya sentimen ini akan berpengaruh secara perlahan bersamaan dengan proses migrasinya para validator ke jaringan baru.

    Dari sisi teknikal, saat ini Ethereum Classic masih terlihat bergerak bersama mayoritas pasar, dan kemungkinan akan berubah setelah pembaruan ini.

    Grafik Harian ETCUSD

    Saat ini ETC masih terlihat bergerak di daerah batas bawahnya pada sekitar $40.2 yang jika terus menurun kemungkinan akan menuju $24.6.

    Tapi jika berhasil naik kemungkinan besar target berikutnya berada pada $58 yang jika terus naik dapat menuju $72.8 hingga $94 kembali.

    Namun pergerakan tersebut kemungkinan akan butuh waktu yang panjang mengingat kondisinya yang masih turun saat ini.

    2. Origin Protocol (OGN)

    Kedua adalah Origin Protoccol yang dikabarkan akan menerima peluncuran Non-Fungible Token atau NFT baru di Launchpad atau platform penerbitannya.

    NFT ini adalah salah satu NFT yang nampaknya ditunggu oleh pasar akibat temanya yang berkaitan dengan kesejahteraan lingkungan.

    NFT ini dikabarkan adalah milik seorang fotografer utama di National Geographic, sehingga akan mengundang banyak perhatian terhadap Origin Protoccol.

    Kabar ini juga ditunggu oleh mayoritas pasar akibat NFT ini menjadi salah satu jenis NFT yang sedang diperbincangkan pasar.

    Sehingga, kemungkinan besar banyak pihak yang akan merespon positif terhadap pergerakan OGN dari kabar ini.

    Grafik Harian OGNUSD

    Kemungkinan besar melihat harganya yang telah mulai bergerak naik dari batas bawahnya di sekitar $0.613, harganya dapat bergerak naik.

    Tapi jika harga kembali turun dan batas tersebut dilewati, kemungkinan besar OGN akan kembali turun bahkan hingga mencapai $0.46.

    Namun jika terus bergerak naik, kemungkinan besar OGN akan terus naik hingga menuju $1.19 hingga $1.42 jika batas atas pada $0.79 dan $0.95 berhasil dilewati.

    Baca Juga: Crust Network Kenalkan Driver Berbasis Blockchain

    3. Hedera Hashgraph (HBAR)

    Kabar ketiga berasal dari HBAR yang dikabarkan akan resmi meluncurkan jaringan uji coba untuk pembaruan keseluruhan ekosistem.

    Jaringan uji coba ini akan mengalami peluncuran pembaruan untuk membawa HBAR menuju versi jaringan yang lebih efisien.

    Mayoritas pasar terlihat menunggu pembaruan tersebut akibat kemungkinan dapat menonjolkan potensi asli dari HBAR.

    Saat ini Hedera Hashgraph menjadi salah satu jaringan utama yang memiliki biaya transaksi dan kebutuhan energi terendah.

    Sehingga pembaruan ini kemungkinan dapat terus menyadarkan banyak developer terhadap hal tersebut dan membawa perkembangan terhadap ekosistem HBAR.

    Dari sisi teknikal, saat ini HBAR terlihat sedang terlihat masih bergerak naik dari daerah batas bawahnya di sekitar $0.16.

    Grafik Harian HBARUSD

    Jika terus bergerak naik kemungkinan besar HBAR dapat naik hingga menuju $0.25 jika batas tatas pada $0.19 dan $0.21 berhasil dilewati.

    Namun apresiasi ini harus menjaga batas bawah pada $0.16 hingga $13 yang jika ditembus dapat membawa koreksi turun lebih jauh.

    4. Nervos Network (CKB)

    Keempat adalah Nervos Network yang dimana salah satu proyeknya yang berfungsi sebagai DAS atau Decentralized Account System akan meluncurkan pembaruan.

    Pembaruan tersebut adalah peluncuran jaringan Alpha yang kemungkinan besar dapat menarik ketertarikan lebih tinggi terhadap CKB.

    Peluncuran ini akan terjadi pada 21 Juli 2021, yang kemungkinan akan menjadi sentimen positif untuk CKB akibat akan menambah volume pada jaringan Nervos Network.

    DAS sendiri saat ini sedang mengalami ketertarikan yang tinggi akibat kegunaannya yang bertujuan untuk mengganti sistem Centralized Account System (CAS).

    CAS sendiri dapat dicontohkan sebagai alamat email, nomor telepon, dan domain alamat internet, dimana semua identitas tersebut tersimpan oleh satu pihak.

    Dengan adanya DAS, nantinya semua hal tersebut tidak diperlukan dan satu identitas bisa digunakan untuk semua dan tersimpan secara terdesentralisasi.

    Inovasi ini adalah bagian dari Web 3.0 yang ke depannya akan merevolusikan cara masyarakat menggunakan internet ke depannya.

    Dari sisi teknikal, saat ini CKB sedang bergerak turun dan dapat mulai naik jika berhasil keluar dari daerah batas bawahnya pada sekitar $0099 hingga $0.0077.

    Grafik Harian CKBUSD

    Jika kabar tersebut berhasil mengangkat harga CKB naik, kemungkinan besar target berikutnya berada pada $0.013 hingga $0.017.

    5. IoTeX (IOTX)

    Terakhir adalah IoTeX yang dikabarkan akan meluncurkan jaringan utama barunya pada 22 Juli 2021 yaitu Mainnet v.1.3.

    Nantinya dalam pembaruan tersebut, jaringan IoTeX akan lebih efisien dan juga akan lebih sanggup menampung beberapa proyek berteknologi lebih tinggi.

    Salah satu teknologi yang akan masuk ke dalam pembaruan tersebut adalah sistem komputasi zk-SNARKs.

    Sistem ini nantinya akan mempermudah proyek baru berbasis Web 3.0 dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) lainnya yang termasuk dalam generasi baru untuk bergerak pada jaringan IoTeX.

    Oleh karena itu, kemungkinan besar pembaruan ini akan menarik banyak perhatian terhadap IoTeX tidak hanya koinnya namun juga jaringannya.

    Dari sisi teknikal saat ini IOTX terlihat sedang berusaha untuk bergerak naik keluar dari batas bawah harganya namun masih terlihat kesulitan.

    Grafik IOTXUSD

    Saat ini IOTX berada pada sekitar $0.19 yang kemungkinan besar akan terus naik hingga $0.3 hingga $0.4 jika kabar baik tersebut berhasil memberi pengaruh.

    Namun apresiasi ini harus menjaga batas bawah pada $0.19 hingga $0.14 yang jika ditembus dapat membawa koreksi lebih dalam.

    *Disclaimer

    Seluruh analisis dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Of America Membentuk Tim Riset Crypto, Apa Yang Terjadi?

    Beberapa crypto utama seperti Bitcoin, Ethereum dan XRP telah mengalami tekanan jual yang cukup mengejutkan seiring adanya langkah baru dari bank raksasa asal Amerika Serikat yang memasuki ranah crypto.

    Bank of America (BoA), bank terbesar kedua di AS, sedang menggali lebih jauh ke dalam industri crypto. Bank ini telah membentuk tim riset sendiri dalam upaya untuk memanfaatkan minat investor yang tumbuh dalam mata uang digital, ungkap laporan dari Bloomberg.

    Baca Juga: Jack Dorsey: Square Sedang Membangun Dompet Keras Bitcoin

    Harga BTC turun dari $35.000-an menjadi $32.000-an. Pada saat pers, harga BTC membaik menjadi $32.900-an menurut Coingecko. Namun, Crypto utama ini sudah menembus $33.000-an dimana ini adalah support utama.

    Disamping itu, semua altcoin juga mengalami pendarahan karena BTC turun. Walaupun coin DeFi seperti Uniswap, PERP, EGLD mengalami kenaikan beberapa hari yang lalu, semua turun 5%-10%-an karena pergerakan BTC.

    Memo internal yang secara eksklusif dilihat oleh Bloomberg menunjukkan bahwa BoA telah membuat tim riset cryptocurrency yang dipimpin oleh Alkesh Shah, anggota pendiri grup strategi data dan inovasi bank.

    Tim juga akan meneliti teknologi yang terkait dengan cryptocurrency dan melaporkan kembali ke Michael Maras, kepala tim penelitian pendapatan tetap, mata uang, dan komoditas global bank.

    Kepala penelitian global Bank of America, Candace Browning, mengatakan dalam memo itu bahwa cryptocurrency sekarang menjadi “salah satu ekosistem teknologi baru yang tumbuh paling cepat.”

    Ia pun mengatakan:

    “Kami diposisikan secara unik untuk memberikan kepemimpinan pemikiran karena analisis penelitian industri kami yang kuat, platform pembayaran global terdepan di pasar, dan keahlian blockchain kami.”

    Bank of America telah bermain-main dengan blockchain selama bertahun-tahun sekarang. Bank telah mengajukan beberapa paten terkait blockchain serta mempekerjakan semakin banyak posisi blockchain.

    Meski begitu, BoA terus mengabaikan cryptocurrency. Pada bulan Maret, bank menerbitkan sebuah makalah yang menggambarkan Bitcoin sebagai “aset yang terlalu fluktuatif dan tidak praktis”, menambahkan bahwa cryptocurrency utama ini telah sepenuhnya gagal sebagai penyimpan nilai.

    Baca Juga: Popularitas Smart Contract Ethereum Bisa Salip Posisi Bitcoin Saat Ini

    Selain itu, CEO BoA, Brian Moynihan menegaskan kembali selama kongres pada bulan Mei bahwa larangan transaksi cryptocurrency masih ada. Ia mengatakan:

    “Saat ini, kami tidak meminjamkan terhadap cryptocurrency dan tidak perusahaan perbankan yang bisnis utamanya adalah cryptocurrency atau fasilitasi perdagangan cryptocurrency dan investasi.”

    Ini adalah masa tekanan pada pasar crypto, dimana hal yang hampir serupa juga pernah terjadi dimasa lalu yang berujung pada kenaikan kuat. Apakah ini akan terjadi lagi? Bisa saja.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hal Yang Perlu Dihindari Investor Aset Kripto

    Walaupun baru berusia satu dekade, aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang banyak diminati oleh masyarakat. Banyak juga orang yang mengira bawa nasib aset kripto akan berakhir dalam beberapa tahun, nyatanya investasi ini makin kuat setiap harinya. 

    Berdasarkan data kementerian perdagangan pada bulan Mei 2021 terdapat lebih dari 6 juta investor aset kripto di Indonesia. Jumlah ini melebihi jumlah investor pasar modal di bursa. 

    Beberapa dari kalian yang membaca artikel ini mungkin penasaran dan ingin coba berinvestasi kripto namun terbayang dengan berbagai pengalaman-pengalaman buruk yang pernah terjadi sebelumnya dan dialami oleh sebagian investor kripto. Padahal dalam kenyataannya, tiap instrumen investasi tentunya memiliki resiko masing-masing dan hal ini dapat dihindari dengan mempelajari lebih lanjut terkait instrumen investasi tersebut terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun didalamnya. 

    Baca Juga: London Hard Fork Kemungkinan Ditunda, Ini Pernyataan Developer Ethereum

    Berikut adalah hal-hal yang perlu dihindari, belajar dari pengalaman yang pernah dialami sebagian besar investor dan bagaimana cara untuk menghindari situasi tersebut:

     

    • Saya lebih pintar dari orang lain, saya tidak mungkin melakukan kesalahan seperti mereka. 

     

    Banyak orang yang merasa bahwa dirinya tidak akan jatuh dalam pemikiran seperti ini. Sebelum memulai investasi di aset kripto para investor cenderung memahami terlebih dahulu sehingga mereka memiliki hampir semua pengetahuan dasar tentang aset kripto. Terkadang dengan memahami pengetahuan dasar aset kripto, bagaimana cara membaca grafik, teknikal analisis dan mengetahui fundamentalnya, para investor merasa bahwa mereka sudah ahli dalam aset kripto. Kenyataannya, trading bukan hanya tentang itu, melainkan trading adalah hal psikologis. Para investor harus melangkah lebih jauh untuk memahami konsepnya. Para investor harus menerima berbagai bentuk strategi pasar apapun. Aset kripto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Jangan lupa untuk selalu melakukan penelitian terlebih dahulu terkait grafik dan teori market. 

     

    • Kehilangan banyak harta tabungan, tanah, rumah, mobil, dan sebagainya

     

    Semua orang memiliki potensi untuk mengalami kerugian dan kehilangan dananya dalam investasi. Akan ada saat dimana hal-hal terjadi diluar keinginan sehingga sangat penting selalu teliti dalam mengambil tindakan dalam dunia kripto. 

    Tentunya untuk menghindari hal ini, pastikan anda berinvestasi aset kripto dengan menggunakan dana dingin. Jangan pernah menggunakan dana tabungan hidup, dana darurat bahkan utang atau pinjaman. Pastikan anda dapat menutupi semua tagihan sebelum menginvestasikan dana anda dalam instrumen investasi manapun, termasuk aset kripto. Dalam investasi, semakin banyak keuntungannya, semakin tinggi pula potensi kerugian. Pastikan untuk selalu mempertimbangkan dan mempersiapkan rencana investasi sesuai dengan kondisi masing-masing. 

     

     

    Kunci kesuksesan dalam melakukan trading adalah disiplin dalam mengatur emosi. Mempertahankan sikap yang tenang dan penuh perhitungan adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam trading. 

    Ketakutan dan keserakahan adalah dua emosi paling umum yang dialami trader, dan ini menyebabkan sebagian besar keputusan buruk yang membuat mereka kehilangan dana. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kabar Bitcoin dan Industri Crypto di Paruh Tahun 2021

    Bitcoin dan pasar crypto memasuki tengah tahun dengan harga yang masih stagnan dan turun jauh dari all time highnya yg sempat mendekati $65.000. Walau begitu dalam enam bulan pertama tahun hal yang dicapai Bitcoin dan industri crypto lainnya.

    Berikut hal-hal menarik yang terjadi di industri crypto di paruh tahun yang terdiri dari Januari hingga Juni 2021. Selengkapnya..

    Bitcoin Koreksi dan Naik Kembali Hingga $40.000

    Sebelumnya di Januari Bitcoin sempat alami koreksi hingga angka $27.700 dengan harga sebelumnya ada di $34.000 salah satu dugaan kuat penyebab turunnya harga aset ini karena investor ritel yang menjual kepemilikan mereka.

    Walau koreksi, pada akhirnya di bulan ini Bitcoin pun berhasil naik kembali menyentuh $40.000, penyebabnya diduga karena Grayscale membuka kembali jasanya kepada investor baru di tanggal 13 Januari 2021.

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Karya Seni NFT yang Populer!

    Tesla Beli Bitcoin

    Kabar yang cukup mengejutkan di bulan Febaruari adalah Tesla membeli Bitcoin yang bernilai 1,5 Miliar yang membuat harganya naik hingga sekitar $47.500 atau setara dengan Rp665.095.000.

    Keputusan Tesla membeli raja aset crypto ini membuat sentimen di sekitar industri positif, hal ini turut berimbas dengan pergerakan harga termasuk pada altcoin. Selain itu ini menunjukan jika institusi mulai memiliki kepercayaan lebih terhadap Bitcoin.

    NFT Jadi Perhatian

    Bulan Maret adalah waktunya NFT, di bulan ini Non Funtagible Token atau token yang tidak dapat ditukarkan kian populer. Contohnya adalah lukisan Bepple yang memperoleh harga fantastis hingga $6,6 juta dollar.

    Beberapa penyebab yang membuat NFT terkenal adalah keaslian karena hampir tidak mungkin dipalsukan, eksklusifitas yang menjadi nilai lebih bagi para kolektor dan selebritas yang mempublikasikan karya mereka dalam bentuk NFT.

    Baca Juga: 3 Alasan Ini Sebabkan NFT Semakin Populer

    Bitcoin Jatuh Karena Rumor

    Di bulan April salah satu yang menjadi perhatian adalah jatuhnya harga Bitcoin dari $59.000 menuju ke $51.000. Jatuhnya Bitcoin disebabkan oleh berbagai rumor yang beredar salah satunya adalah Menteri Keuangan Amerika Serikat, akan segera menuntut beberapa institusi keuangan besar akibat menggunakan crypto sebagai alat pencucian uang.

    Kemudian ada pula kabar yang menyatakan jika hash rate yang berhubungan dengan mining Bitcoin turun hingga 40% karena ada pemadaman listrik masal di Xinjiang, China. Turunnya harga Bitcoin ini pun diikuti oleh altcoins lain seperti Ethereum dan Binance Coin.

    Meski Turun, Bitcoin Telah Naik 400%

    Ketika sentimen pasar menyatakan Bitcoin sedang mengalami penurunan, namun analis dari ARK Investment menyatakan bahwa kenyataannya Bitcoin masih terlihat naik. Hal tersebut dinyatakan dengan data bahwa dalam satu tahun Bitcoin telah naik lebih dari 400% jika melihat dalam jangka waktu tahunan.

    Ia melihat bahwa apresiasi ini cukup signifikan melihat sebelumnya Bitcoin berada di $9.500 atau Rp136,49 Juta hanya satu tahun yang lalu. Ia menekankan, walau jatuh 40%, Bitcoin sudah naik 400% sejak tahun lalu.

    El Salvador Terima Bitcoin untuk Alat Tukar Sah

    Bulan Juni El Salvador mengumumkan akan menjadikan Bitcoin sebagai alat tukar yang sah, keputusan negara tersebut pun sempat membuat IMF meradang. Namun El Salvador tidak gentar dan terus menjadikan rencana ini jadi kenyataan, negara yang berada di benua Amerika ini diketahui akan membagikan airdrop Bitcoin gratis pada warganya yang memenuhi syarat.

    Keputusan El Salvador ini adalah keputusan yang sangat berani dan bisa menjadi batu loncatan bagi crypto utamanya Bitcoin untuk diadopsi lebih luas di sebuah negara.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com