Tag Archives: aset kripto

Yuk, Ketahui Cara Memulai Investasi Bitcoin di 2021!

Saham, obligasi, dan deposito adalah beberapa instrumen investasi yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi di bidang finansial, terdapat salah satu instrumen investasi berbasis digital yang telah dilegalkan oleh BAPPEBTI. Apa lagi kalau bukan aset kripto! Yuk, kita bahas bagaimana perkembangan aset kripto khususnya bitcoin dan cara mulai investasi bitcoin di 2021!

Kondisi Bitcoin di Awal Tahun 2021

Dibalik pandemi yang belum usai dan kondisi ekonomi makro yang melemah, harga bitcoin justru merangkak naik saat memasuki tahun 2021. Pada 1 Januari 2021, bitcoin berada di level harga $29,248 atau setara dengan 426 juta rupiah.

Satu bulan berselang atau saat perusahaan mobil asal Amerika Serikat, Tesla membeli bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS, bitcoin berada di harga $46,633 pada 9 Februari 2021 atau setara dengan 679 juta rupiah. Padahal sehari sebelumnya, bitcoin masih berada di harga $38,585 atau 562 juta rupiah.

Seakan tidak puas memberi kejutan bagi para pecinta bitcoin, pada 14 Maret 2021 bitcoin naik sebesar 32% yaitu berada di level $61,215 atau setara dengan 892 juta rupiah! Tentu hal tersebut merupakan angin segar bagi para investor dan trader.

Alasan Kripto Semakin Diminati

Selain harganya yang meroket pada awal tahun 2021, beberapa alasan mengapa aset kripto semakin diminati masyarakat adalah:

  • Fiat Money Rentan Inflasi

Seperti yang kita ketahui, fiat money atau mata uang yang digunakan sehari-hari untuk bertransaksi bersifat rentan terhadap inflasi. Akhirnya, banyak masyarakat yang beralih kepada aset kripto karena tidak terpengaruh oleh inflasi seperti fiat money.

Jika sistem keuangan konvensional rawan pencurian atau pembobolan, pada aset kripto terdapat teknologi yang bisa meminimalisir kejahatan, teknologi tersebut adalah blockchain.

Dengan keamanan yang tinggi, apabila ada seseorang yang ingin membobol bitcoin, maka Ia harus membobol kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang berperan sebagai penambang atau miners

Selain itu, kegiatan transaksi akan tercatat secara otomatis dan bisa dilihat semua pengguna. Namun jangan khawatir,  identitas Anda akan tetap terjaga rahasianya dengan susunan alfabetis dan numerik yang unik bagi setiap penggunanya.

Sejak awal diciptakan, bitcoin memiliki jumlah maksimum, yaitu 21 juta koin. Dilansir dari Coinmarketcap, pada 9 April 2020 terdapat 18,677,481 koin BTC yang telah beredar. 

Sesuai dengan prinsip ekonomi, jumlah koin yang menipis tentu menjadikan koin BTC menjadi langka dan mengakibatkan harganya kian melambung dari waktu ke waktu.

Ini adalah satu dari sekian faktor mengapa bitcoin semakin dicari dan tentunya harganya pun semakin meningkat. 

  • Tidak Membutuhkan Storage Fisik

Instrumen investasi yang diminati masyarakat salah satunya adalah emas. Untuk penyimpanan emas sendiri, seseorang membutuhkan tempat penyimpanan atau storage. 

Lain halnya dengan aset kripto yang berbasis digital, dimana tidak membutuhkan storage fisik dan semua data akan tersimpan pada jaringan internet, sehingga lebih efisien.

Cara Investasi Bitcoin

Memilih exchange terpercaya dan telah mendapat izin dari BAPPEBTI dapat meminimalisir risiko kejahatan serta kerugian yang tidak dapat diprediksi. Salah satu exchange yang terdaftar di BAPPEBTI tentu saja Tokocrypto!

Setelah memilih exchange yang aman, Anda bisa langsung membuat akun dan menyelesaikan proses KYC (Know Your Customer) yang meliputi pengisian identitas serta bukti foto diri.

Sesudah akun terverifikasi, Anda dapat melakukan deposit dengan memasukan sejumlah dana yang Anda inginkan. Proses deposit ini wajib dilakukan apabila Anda ingin melakukan trading atau investasi bitcoin.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi bitcoin, Anda harus memperhatikan pergerakan pasar. Pada umumnya para investor dan trader menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal agar mendapat harga terbaik.

  • Beli Bitcoin untuk Investasi

Usai memerhatikan pergerakan pasar dan mendapat harga terbaik, Anda bisa langsung membeli bitcoin menggunakan dana yang telah didepositkan di awal.

Toko Token (TKO)

Selain berinvestasi dengan bitcoin, ada salah satu koin yang dinantikan para investor dan trader, yaitu TKO. Diluncurkan awal April 2021 kemarin, TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

TKO juga memiliki fundamental yang bagus. Selain didukung langsung oleh Binance, fitur TKO sebagai salah satu coin DeFi juga akan terus bertambah dan pastinya akan menguntungkan trader yang memiliki TKO ini, salah satunya yaitu: jika Anda menyimpan TKO di Tokocrypto maka anda dapat mendapatkan bunga dari TKO, dan masih banyak lagi fitur yang akan dirilis ke depannya.

Gimana? Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkanTKO di sini!! Salam to the Moon!





Sumber : news.tokocrypto.com

JPMorgan: Beli Bitcoin Guna Imbangi Nilai Aset Lain

Perusahaan raksasa keuangan asal AS, JP Morgan, menyarankan para nasabahnya untuk membeli Bitcoin guna melindungi nilai aset lain.

Ahli strategi di JPMorgan menyarankan alokasi portofolio sebesar 1 persen dalam Bitcoin. Bitcoin sebanyak itu dapat berlaku sebagai perlindungan terhadap fluktuasi kelas aset tradisional seperti saham, obligasi dan komoditas.

Alokasi dalam persentase rendah disarankan untuk meredam risiko penurunan besar-besaran yang sering dialami Bitcoin.

Baca Juga: Mengenal SFP, Inovasi Baru dari Safepal

Ase kripto itu memang telah longsor 20 persen sejak titik tertinggi US$58 ribu pada 21 Februari 2021 lalu, tetapi masih naik 60 persen sejak awal tahun.

Dilansir dari Bloomberg, ahli strategi JPM Joyce Chang dan Amy Ho dalam catatannya kepada klien, menyatakan bahwa dalam portofolio multi-aset, investor dapat menambahkan alokasi hingga 1 persen dalam Bitcoin, demi mencapai keuntungan efisiensi terhadap imbal hasil disesuaikan risiko portofolio tersebut.

Saran itu menyusul investasi besar-besaran Bitcoin yang dilakukan Paul Tudor Jones, Stan Druckenmiller, Tesla dan MicroStrategy.

JPMorgan menambahkan bahwa Bank of New York Mellon Corporation telah mengumumkan rencana untuk menyimpan, mentransfer dan menerbitkan aset digital tersebut bagi nasabahnya.

Ini yang menunjukkan apresiasi besar terhadap Bitcoin oleh pelaku pasar tradisional.

Baca Juga: Sosok di Balik ADA, Charles Hoskinson

Analis JPMorgan menambahkan, aset kripto harus diperlakukan sebagai instrumen investasi dan bukan alat pembayaran seperti dolar AS atau yen Jepang.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan komentar oleh ahli strategi lain pada awal bulan yang mengklaim bahwa Bitcoin merupakan alat yang buruk untuk melindungi terhadap penurunan harga saham.

Berbicara kepada CNBC pada 17 Februari 2021, Cathie Wood dari Ark Investment Management mengatakan, jika semua perusahaan menanamkan 10 persen cadangan kasnya ke Bitcoin, hal tersebut akan menambah harga BTC sebesar US$200 ribu (lebih dari Rp1 milyar).

Pembelian aset kripto, seperti Bitcoin semakin tumbuh di tahun 2021, dan bukan hanya institusi yang menimbun.

Perusahaan perdagangan Robinhood melaporkan 6 juta pengguna baru membeli aset kripto melalui platform tersebut dalam dua bulan pertama tahun ini.

Angka tersebut melampaui angka tahun lalu, mengindikasikan momentum bullish dari sektor ritel masih kuat, kendati terjadi koreksi akhir-akhir ini.

Saat ini, BTC turun 9 persen dalam kurun waktu 24 jam di harga US$45.400. Sedangkan dalam rupiah di Indonesia, berkisar 670 juta per BTC.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

Jakarta, 12 Mei 2020 – Tokocrypto, pedagang aset kripto pertama yang teregulasi dan terdepan di Indonesia, hari ini resmi mengumumkan keberhasilan mereka mendapatkan investasi dari Binance, perusahaan blockchain global dibalik pedagang aset kripto terbesar di dunia dari sisi volume transaksi dan pengguna.

Investasi ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bisnis Tokocrypto , termasuk dalam hal produk dan layanan baru, pengembangan teknologi, menghadirkan inisiatif-inisiatif baru dalam hal edukasi blockchain di Indonesia, serta ekspansi secara nasional, seperti Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Balikpapan, dan lainnya.

Pang Xue Kai, Co-Founder dan CEO Tokocrypto menyatakan. “Investasi di Tokocrypto ini menjadi penegasan akan kepercayaan dari pemimpin pasar aset kripto secara global terhadap potensi blockchain ekosistem di Indonesia yang sangat menjanjikan. Investasi dari Binance ini akan digunakan untuk menghadirkan dan meningkatkan layanan terbaik dari Tokocrypto di pasar Indonesia, serta mempercepat visi kami dalam menghadirkan ekosistem keuangan terbuka melalui teknologi blockchain.”

Didirikan pada awal 2018, Tokocrypto bertujuan untuk mendorong adopsi dan aksesibilitas berkelanjutan  dari aset kripto di Indonesia melalui transaksi perdagangan dan layanannya.

Pada awal berdirinya, Tokocrypto juga berhasil mendapat pendanaan putaran awal, dimana pada putaran ini, salah satu pemberi dana adalah QCP Capital, perusahaan perdagangan aset digital dan investasi yang berbasis di Singapura.

Tim ini mencapai tonggak sejarah penting pada tahun 2019 ketika Tokocrypto menjadi pedagang aset kripto pertama yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Changpeng Zhao (CZ), Pendiri dan CEO Binance, menyatakan bahwa “dengan adopsi teknologi yang cepat, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia akan menjadi salah satu pusat terkemuka dari ekosistem blockchain di Asia Tenggara. Investasi kami di Tokocrypto memungkinkan kami untuk mengeksplorasi bersama peluang baru yang menarik untuk pasar Indonesia bersama mitra lokal yang telah teregulasi untuk menghadirkan kebebasan dalam hal keuangan.”

Tokocrypto sendiri juga didukung oleh dewan penasihat yang sangat berpengalaman dalam dunia aset kripto, termasuk Joshua Ho dan Darius Sit dari QCP Capital, serta Shaun Djie dari Digix, yang telah menjadi penasihat tim sejak 2018.

“Tokocrypto juga akan tetap mengembangkan berbagai inisiatif baru, termasuk melanjutkan kerjasama dan kolaborasi dengan para pemangku kebijakan di Indonesia seperti BAPPEBTI dan PPATK, serta menjalin kerjasama strategis dengan para pelaku industri lainnya”, tutup Teguh Kurniawan Harmanda, COO Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Tak Akan Mati, Kata Profesor Tiongkok

Profesor Tsai Wei-Tek, guru besar di Universitas Beihang mengatakan pengetatan peraturan transaksi terkait aset kripto dan penambangan Bitcoin di Tiongkok tidak akan membuat pasar kripto mati.

“Peraturan itu memang sepenuhnya menghentikan transaksi kripto yang terkait dengan perbankan. Tetapi itu bukan berarti pasar aset kripto seluruhnya akan mati,” kata Tsai kepada CGTN, media massa milik Pemerintah Tiongkok, Selasa (1/6/2021).

Ada alasan soal itu, menurut Tsai, yakni dengan membandingkan krisis keuangan tahun 2008 di Amerika Serikat dan menjalar ke banyak negara.

Baca Juga: Bank Sentral Korsel Lirik Teknologi Won Digital

Ketika itu sejumlah bank dan lembaga keuangan kolaps. Tetapi juga tidak sedikit yang bertahan dan sukar mati.

Tsai mencontohkan JPMorgan sebagai bank terbesar di AS masih bertahan, karena kapitalisasi pasarnya yang besar.

“Lihatlah nilai pasar Bitcoin saat ini, jauh melebihi nilai pasar JPMorgan sendiri,” ujar Tsai menyepadankan bertahannya aset kripto Bitcoin berdasarkan nilai pasarnya.

Tsai, yang juga pakar blockchain itu bahkan menegaskan, bahwa aset kripto sebagai mata uang internasional jelas-jelas berdampak pada sistem ekonomi dunia.

“Masalahnya, dunia belum siap untuk itu. Akan banyak tekanan terhadap sejumlah negara,” ujarnya.

Baca Juga: Bitcoin Masih Ngambang, Cardano (ADA) Sentuh Profit Area

Aset Kripto dan Peraturan

Sejak tahun 2013, Pemerintah Tiongkok dan Bank Sentral Tiongkok semakin memperketat peraturan terkait aset kripto, termasuk Bitcoin.

Peraturan terbaru beberapa pekan lalu cukup berdampak pada pada aset kripto. Sejumlah harga kripto berfluktuasi sangat tinggi.

Pasalnya pemerintah melarang semua bank untuk melayani transaksi terkait kripto. Ini menjadi penghalang warga Tiongkok bisa menukar kripto mereka menjadi yuan dan masuk ke rekening bank mereka.

Bahkan penambang Bitcoin di negeri itu semakin terbatas dalam menggunakan sumber daya listrik.

Tiongkok beralasan tambang Bitcoin menyedot energi listrik yang sangat besar, di mana sumber dayanya tidak terbarukan, seperti batu bara.

Akibatnya, pekan lalu saja, harga Bitcoin terombang-ambing berusaha mencapai kisaran di atas US$40 ribu.

Dalam 24 jam terakhir pasar kripto memang menguat tipis, mengisi sedikit pasar merah selama sepekan terakhir.

Hanya saja, pada time-frame harian, harga Bitcoin misalnya masih berada di bawah Moving Average 200, di kisaran US$36.100 per BTC.

aset kripto
Harga Bitcoin saat ini masih berada di bawah Moving Average 200 di time-frame harian. Sumber: Tradingview.com.

Itu penanda bahwa koreksi cukup besar masih mungkin terjadi pada pekan-pekan mendatang.

Itu juga bermakna di time-frame harian, penguatan cukup baik masih akan terus terjadi hingga beberapa pekan mendatang, terpadu dengan koreksi di antaranya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Volatilitas Tinggi Aset Kripto adalah Wajar

Volatilitas pasar yang terjadi belakangan ini bukanlah hal baru bagi pasar aset kripto. Pada dasarnya, aset kripto memang dikenal karena fluktuasinya yang tinggi. Namun, beberapa hari terakhir, terjadi perubahan besar yang mungkin saja membuat sebagian orang merasa khawatir.

Tanggal 19 Mei 2021 menjadi penanda sekaligus hari pertama dalam sejarah ketika Bitcoin mengalami pergerakan hingga 10 ribu dolar AS dalam sehari.

Baca Juga: SEC AS Siap Tangani Penipuan Terkait Aset Kripto

Setelah itu, nilai Bitcoin sempat terjun sampai 30 ribu dolar AS, namun hal ini direspon baik dengan pembelian cepat oleh pasar.

Hasilnya, nilai Bitcoin di pasar mengalami peningkatan kembali (rebound) hingga 40 ribu dolar AS.

Menurut pengamatan kami, ada tiga faktor penting yang berperan membentuk kondisi ini.

Pertama, ada generasi baru trader dan investor yang memasuki pasar.

Kedua, generasi baru trader dan investor tersebut belum pernah sama sekali mengalami kejatuhan harga, yang biasa terjadi di pasar aset kripto.

Ketiga, investor ritel baru biasanya lebih mudah terpengaruh sensasi, misalnya saat terjadi peningkatan harga DOGE dan atau penurunan harga BTC secara tiba-tiba akibat cuitan Elon Musk.

Akibatnya, harga Bitcoin yang terjun bebas kemarin menyebabkan koreksi lebih besar dari biasanya.

Secara umum dapat dipahami bahwa koreksi pasar mengindikasikan pola pembalikan ke pasar bullish, yang terjadi selama periode pertumbuhan harga.

Ketika harga suatu aset naik untuk jangka waktu yang lama, nilainya dapat terapresiasi melebihi nilai aslinya.

Hal ini menyebabkan permintaan aset melemah dan tekanan untuk menjual meningkat, sehingga mengakibatkan koreksi pasar.

Baca Juga: Hanya dengan Duduk Manis Bisa Dapat TKO Gratis

Walau begitu, koreksi dan penurunan harga tidak selalu menjadi pertanda buruk.

Kedua faktor ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar yang overextended dan overbought memang membutuhkan koreksi ketika pembeli mengambil keuntungan, sehingga harga dapat turun.

Ketika pasar mengalami oversold, pasar akan mencapai tingkat harga tertentu yang menarik bagi pembeli untuk masuk dan membentuk dasar harga baru.

Koreksi ini biasanya akan diikuti oleh tahap pemulihan yang akan diikuti oleh fase uptrend dan bullish.

Selain itu, ekosistem aset kripto saat ini secara fundamental berbeda dengan tahun 2013-2014 atau 2017-2018, begitu pun dengan tahun 2009 ketika jaringan Bitcoin baru diluncurkan.

Baik dari sisi kepentingan publik dan institusional dalam aset digital itu sendiri, ekosistem pertukaran, maupun teknologi blockchain yang mendasarinya.

Data menunjukkan bahwa institusi-institusi di atas telah membeli dan memiliki Bitcoin dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Meski begitu, belum dapat diprediksi apakah dalam waktu dekat, pasar akan mengalami kelangkaan Bitcoin akibat suplai yang terbatas.

Dalam jangka panjang, pasar hampir mencapai titik di mana Bitcoin mengalami overextended dan koreksi.

Koreksi mendalam ini dibutuhkan untuk mengantisipasi pergerakan selanjutnya hingga fase bull market berikutnya.

Pada 2013, pasar bullish aset kripto mengalami fase konsolidasi lima bulan.

Selama periode itu, Bitcoin turun lebih dari 50 persen dan kemudian naik kembali hingga 1.000 persen menjelang akhir 2013.

Sementara itu, pasar bullish 2017 mengalami kemunduran sekitar 35 persen sebelum akhirnya tiba di titik All Time High (ATH) pada level 20 ribu dolar AS.

Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa koreksi dan konsolidasi merupakan hal yang lazim terjadi di setiap instrumen aset keuangan yang dapat diperjualbelikan.

Untuk itu, sangatlah bijak untuk mengambil keuntungan, berinvestasi, atau cut loss dengan menggunakan strategi Cost-Dollar Average.



Sumber : news.tokocrypto.com

Demi Rupiah, Peraturan Blockchain-Aset Kripto Harus Lebih Jelas dan Luas

Peraturan terkait blockchain-aset kripto di Indonesia sepatutnya dibuat semakin jelas dan luas. Itu penting demi mencegah lebih besarnya arus modal keluar dari Indonesia, sekaligus memperkuat nilai rupiah. Kita semakin tertinggal dengan Singapura untuk urusan seperti ini.

Selama lima dekade terakhir, negara berkembang selalu terpapar risiko keuangan, kendati industri dan teknologi tumbuh pesat. Negara berkembang masih terpapar masalah rumit, yakni ketidakstabilan mata uang dan pasar modal yang lebih lemah.

Masalah itu kian berat di negara berkembang yang penghasilan utamanya berasal dari sektor non-keuangan seperti agrikultur atau industri. Lihatlah selama 10 tahun terakhir, mayoritas mata uang negara G20 sangat melemah terhadap dolar AS (USD), kecuali yuan Tiongkok (CNY), real Arab Saudi (SAR) dan won Korea (KRW).

Dapat dilihat mata uang negara berkembang melemah terhadap USD setelah krisis keuangan AS tahun 2008, ketika Negara Adi Daya itu mulai melakukan quantitative easing (QE). QE adalah strategi bank sentral membeli sekuritas jangka panjang dari pasar modal.

Pelemahan sejumlah mata uang negara lain terhadap dolar AS (USD).

Sejak itu pula, AS telah menerbitkan uang lebih dari US$6 triliun tanpa menyebabkan inflasi, sebab status USD adalah mata uang cadangan global. Investor masih mengincar aset apapun yang dihargai dalam USD, sebab aset tersebut terkait dengan QE, sehingga memperkuat nilai USD.

Sedangkan di Indonesia, PDB per kapita bertumbuh tinggi sejak tahun 2000 dan diprediksi akan terus menguat. Tetapi di saat yang sama, rupiah malah melemah secara konsisten selama 20 tahun terakhir.

PDB per kapita Indonesia (dalam USD).

Sejak 2008, rupiah melemah 50 persen terhadap USD. Sekalipun Indonesia untung 400 persen dari hasil investasi indeks LQ45 dari 2008 hingga 2018, untung tersebut akan berkurang separuh jika diukur memakai USD. Hasilnya, individu kaya di Indonesia lebih memilih menaruh aset di luar negeri daripada di Tanah Air.

Blockchain-Aset Kripto dan Arus Modal
Alih aset dari Indonesia di luar negeri itu kiranya akan semakin kencang seiring meningkatnya popularitas teknologi blockchain, khususnya yang melibatkan aset digital (aset kripto/crypto asset) atau dikenal oleh ekosistem lain sebagai mata uang digital ataupun mata uang kripto (cryptocurrency).

Terlebih dari sebutan dan julukannya itu, faktanya di Indonesia praktik perdagangan aset kripto itu kian masif. Itu terjadi setelah Kementerian Perdagangan melalui peraturan menyebutnya layak sebagai komoditi yang bisa diperdagangkan di bursa berjangka di Indonesia.

Maka, Bappebti pun diberikan hak dan wewenang mengaturnya lebih lanjut. Itu memang angin segar.

Namiun, keunggulan blockchain yang bersifat desentralistik, membuat pertumbuhan dan dampak aset kripto nyaris melewati batas-batas negara. Akibatnya, transfer nilai akan semakin global, tanpa batas dan semakin banyak kian mudah mengaksesnya.

Menurut kami, peristiwa revolusioner ini mampu mendorong semakin cepatnya beralih modal ke luar Indonesia, sebab investor memiliki lebih banyak pilihan untuk menyimpan uang. Ini pula yang pada akhirnya berpotensi juga mendorong jurang antara nilai USD dan rupiah.

Oleh sebab itu Indonesia harus lekas merangkul aset kripto secara lebih erat lagi. Kami yakin Indonesia bisa meraih manfaat besar jika memberikan kerangka peraturan yang lebih jelas bagi bisnis aset kripto di Indonesia.

Hal ini tidak hanya baik bagi ekonomi Indonesia, tetapi juga dapat menyokong pasar modal Indonesia dengan menjadikannya lebih global dan memperkuat IDR.

Mari kita ambil contoh di Amerika Serikat (AS). Semua pemain keuangan utama seperti Fidelity, JP Morgan dan Goldman sedang menjajaki beragam inisiatif dan strategi soal blockchain dan aset kripto.

Selain itu, regulator di AS semakin mendukung, seperti dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC), yang mengawasi semua bank nasional di negara itu.

OCC menyatakan bahwa bank-bank di AS sekarang diperbolehkan menyediakan layanan penitipan mata uang kripto. Bagi kami itu adalah sebuah tonggak sangat penting, karena pasti menyangkut terbitnya peraturan baru dan sangat spesifik.

Di Asia Tenggara, Singapura saat ini paling maju terkait regulasi. Mereka dengan sigap menerbitkan kerangka kerja pada Januari 2020 yang disebut dengan Undang-Undang Layanan Pembayaran (Undang-undang PS).

Undang-undang itu dirancang khusus untuk mengatur perdagangan aset kripto. Jadi, bukan sekadar peraturan setingkat menteri, melainkan undang-undang yang tingkatnya lebih tinggi.

Jadi tidaklah heran, gara-gara undang-undang itulah sebagian besar perusahaan yang terkait blockchain-aset kripto di Singapura geraknya juga semakin lincah.

Saya yakin Indonesia memiliki kemampuan seperti negara itu. Saya yakin juga Indonesia bisa mendapatkan keuntungan besar dengan menyediakan kerangka peraturan yang lebih jelas.

Peraturan itu kiranya lebih mendukung perusahaan blockchain-aset kripto di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya.

Hal itu kelak tidak hanya berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Jika dilakukan dengan benar, ini juga akan mendukung pasar keuangan Indonesia dengan menjadikannya lebih global. Pada akhirnya itu membantu otot rupiah yang kekar.

Baca Juga: Bitcoin vs Emas, Mana yang Lebih Profit?



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Crypto Potensial Saat Pasar Turun

Beberapa hari terakhir, pasar crypto sedang menghadapi pergerakan koreksi yang cukup signifikan bersama jatuhnya Bitcoin.

Namun, pekan ini, Bitcoin terlihat kembali pulih walau relatif masih bergerak turun.

Tapi, di luar Bitcoin, terdapat lima crypto yang kemungkinan bergerak naik pekan ini bahkan melebihi Bitcoin.

1. Cardano (ADA)

ADA nampak menjadi satu crypto yang menjaga mayoritas portfolio investor crypto pada pekan lalu akibat apresiasinya yang signifikan.

Saat ini ADA terlihat mulai melemah akibat tingginya apresiasi pekan lalu.

Namun, ADA masih memiliki potensi mengingat adanya pembaharuan sistem hari ini, 1 Maret, 2021.

Hari ini, Cardano akan secara resmi mengimplementasikan pembaharuan Mary pada mainnetnya.

Baca juga: Kalahkan Litecoin di Pasar Futures, Harga Spot Cardano Ikut Naik

Sehingga, diprediksi bahwa kedepannya, kinerjanya dapat menandingi Ethereum dan Binance Smart Chain.

Dengan pembaharuan ini, Cardano menjadi terbuka terhadap poryek-proyek baru yang akan dibentuk pada blockchain barunya ini.

Sehingga, kemungkinan besar likuiditas dan volume ADA juga akan semakin meningkat akibat sentimen positif dari kabar ini.

Namun, sisi teknikal terlihat masih mengalami jeda untuk mendukung akibat tekanan jual dari pengambilan keuntungan yang masih terlihat saat ini.

prediksi cardano
Grafik 4 Jam ADAUSD

Tapi, kemungkinan jika kabar implementasi sudah disebarkan dan batas bawah masih terjaga di $1,24 ADA masih dapat naik kembali.

Jika naik, target selanjutnya berada di sekitar $1,5 hingga $1,6. Target jangka panjang berada di $2 hingga $2,4 yang berada di titik 161,8% Fibonacci.

Kemungkinan, jika naik, apresiasi akan kuat akibat naik dari daerah sekitar 78,6% dan 61,8% Fibonacci yang merupakan rasio emas.

2. Polkadot (DOT)

DOT juga nampaknya telah menjadi penjaga portfolio investor pada pekan lalu akibat pergerakannya yang tidak turun namun relatif stabil stagnan.

Pekan ini, kemungkinan DOT akan naik dengan banyaknya pembelian dari investor institusional melalui beberapa produk derivatifnya.

Baca juga: 21Shares Tambahkan ETP Polkadot Pertama di Dunia!

Grayscale juga menjadi salah satu perusahaan besar yang mulai mendalami DOT.

Hal ini disebabkan rencananya untuk menambah investasinya dan menciptakan beberapa produk investasi baru dengan aset DOT.

Selain itu, sentimen positif datang dari meningkatnya ketertarikan DOT di investor ritel akibat stabilitas harganya sebagai pengaman portfolio.

Sisi teknikal belum memperlihatkan pergerakan signifikan akibat masih awal pekan, namun ada potensi apresiasi untuk membentuk pola bullish pennant.

prediksi dot
Grafik 4 Jam DOTUSD

Selain itu, saat ini harga berusaha menembus batas atas bersama pola triple bottom pada grafik 4 Jam bersama MA Cross yang berada di bawah harga.

Sehingga, pekan ini DOT dapat mencapai $34,6 hingga $36 jika batas atas pada $33,9berhasil dilewati dan keluar dari pola symmetric triangle.

Saat ini batas pengaman DOT berada di $32,6 hingga $29,1 yang jika ditembus nampaknya dapat membuat DOT bergerak turun.

Target jangka panjang DOT kemungkinan besar berada di sekitar $67 yang berada di daearh 161,8% Fibonacci.

3. Binance Coin (BNB)

BNB menjadi salah satu crypto yang terlihat meredup pada pekan lalu setelah menjadi pusat perhatian beberapa pekan terakhir.

Namun, kemungkinan pekan ini BNB akan naik lebih tinggi karena dorongan sentimen positif di sekitar Binance Smart Chain.

Hingga saat ini Changpeng Zhao juga masih terus mendorong BNB dengan pernyataan positif terutama dengan adanya potensi adopsi NFT.

Sisi teknikal juga terlihat mendukung apresiasi kembali akibat pergerakannya yang mulai keluar dari zona depresiasi.

prediksi bnb
Grafik 4 Jam BNBUSD

Kemungkinan besar saat ini akan terjadi retest sebelum harga naik kembali dan kemudian menyentuh sekitar $247 hingga $250 pada pekan ini.

Saat ini batas pengaman berada pada $213 dan $197 yang jika ditembus kemungkinan akan melanjutkan depresiasi.

Target jangka panjang untuk BNB masih positif berada di $500 yang berada di dekat daerah 161,8% Fibonacci.

4. Stellar Lummen (XLM)

XLM menjadi salah satu koin yang layak dilirik pekan ini akibat semakin meningkatnya adopsi XLM terhadap beberapa platform smart contract.

Beberapa yang telah mengadopsi adalah Ripple dan juga Litecoin bersama Flame Network yang berencana mengadopsinya pada pekan ini.

Sentimen positif juga datang dengan meningkatnya juga ketertarikan terhadap mata uang crypto kapitalisasi kecil saat crypto kapitalisasi besar relatif jatuh.

Sehingga, XLM mendapatkan sentimen positif mengingat kapitalisasinya yang relatif kecil.

prediksi xlm
Grafik 4 Jam XLMUSD

Sisi teknikal juga terlihat mendukung dengan terbentuknya pola ascending triangleyang dibentuk dengan inverted head and shoulders.

Jia harga berhasil melewati $0,42 kemungkinan besar, pekan ini XLM dapat menuju ke sekitar $0,45. Batas pengaman saat ini berada di $0,40 dan $0,37.

Target jangka panjang XLM kemungkinan besar berada di $0,6 hingga $1 yang berdekatan dengan daerah 100% dan 161,8% Fibonacci.

5. Litentry (LIT)

Mata uang crypto kapitalisasi kecil lainnya yang dapat dilirik adalah LIT yang mulai mendapatkan ketertarikan baru dari investor dan trader.

LIT berpotensi naik akibat adanya dorongan dari beberapa influencer yang mendorong harganya seperti analis crypto, Coin Berau.

LIT juga memiliki fundamental yang baik akibat berdirinya di jaringan Polkadot.

Selain itu, LIT juga memiliki sistem yang dapat melakukan decentralized identifier (DID), verifikasi, dan perhitungan kredit.

Oleh karena itu LIT menjadi salah satu crypto yang layak dilirik saat mata uang crypto besar sedang mengalami penurunan.

Sisi teknikal juga mendukung dengan harganya yang mulai berusaha keluar dari zona depresiasi pekan lalu.

prediksi litentry
Grafik 4 Jam LITUSD

Kemungkinan besar apresiasi pekan ini akan terjadi akibat dorongan dari beberapa influencer bersama dengan semakin dikenalnya fundamental LIT yang baik.

Batas atas yang harus dilalui berada di $7,12. Jika berhasil ditembus LIT dapat menuju ke $7,62 hingga $9. Target jangka panjang berada di sekitar $23.

Batas pengaman saat ini berada di $6,32 yang jika ditembus dapat membawa LIT untuk kembali ke pergerakan depresiasinya.

Baca Juga: JPMorgan: Beli Bitcoin Guna Imbangi Nilai Aset Lain

*Disclaimer

Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ini Kemungkinan Alasan FUD Cina Membuat Koreksi Besar

Saat ini mayoritas crypto sedang mengalami koreksi yang cukup besar dengan Bitcoin yang memimpin koreksi sekitar 53% dari harga tertinggi.

Selain itu, dominasi Bitcoin juga mulai naik kembali ke sekitar 45% yang membuat tekanan signifikan untuk altcoins yang kehilangan dominasi dan apresiasinya.

Kabar Negatif dari Cina

Pergerakan depresiasi signifikan ini terjadi setelah adanya kabar negatif dari Cina yang kembali mendorong berita pelarangan perdagangan crypto.

Walau secara realita crypto sudah selalu memiliki narasi terlarang di Cina sejak 2019 bahkan sejak 2017, saat ini narasinya mulai muncul kembali.

Baca Juga: Cara-cara Menghindari Kerugian dari FUD di Pasar Crypto

Namun saat ini narasi FUD ini muncul kembali dengan pernyataan bahwa pemerintah melarang perusahaan keuangan untuk memberi jasa crypto.

Jasa yang dimaksud adalah pemberitan jasa perdagangan, penyimpanan, peminjaman dan penyelesaian, serta jasa pengelolaan dan alat pembayaran dengan crypto.

Pernyataan yang tertera pada laporan tersebut adalah,

“Anggota Institusi keuangan dan jasa pembayaran tidak diperbolehkan untuk memberikan jasa terkait mata uang virtual atau menawarkan secara langsung dan tidak langsung jasa terkait crypto. Jasa tersebut adalah seluruh hal terkait crypto untuk pelanggan termasuk, perdagangan, penitipan, penyimpanan, penyelesaian, penerimaan sebagai alat tukar, dan menukarkan crypto ke RMB (mata uang Cina Renminbi).”

Akibat kabar ini nampaknya pasar crypto menganggapnya sebagai hal yang negatif dan membuat cukup tingginya tekanan jual yang telah terjadi.

Dominasi Cina di Crypto

Kemungkinan besar besarnya dampak ini terjadi akibat besarnya peran Cina dalam keseluruhan pasar crypto.

Salah satu bukti nyatanya adalah dominasi penambangan Cina yang menurut data yang dipublikasi Tahun 2021,  dominasi Cina adalah 64,08%.

Melihat besarnya peran Cina, kabar tersebut memiliki dampak yang besar yang kemungkinan disandingkan dengan data Glassnode, tekanan jual mayoritas dapat berasal dari Cina.

Selain itu, nampaknya jika melihat dari data Glassnode tersebut, tekanan jual ini disebabkan kepanikan yang Berkelanjutan oleh investor baru.

Jika melihat pada alamat wallet investor Bitcoin dalam jumlah besar, tekanan jual relatif sedikit, bahkan saat koreksi terjadi terdapat pembelian Bitcoin.

Melihat masih besarnya dampak Bitcoin untuk investasi crypto akibat dominasinya, contoh yang terbaik untuk mencerminkan kondisi adalah data Bitcoin.

Namun kabar ini juga dapat dijadikan sebagai potensi kabar positif, dimana seperti yang diketahui saat ini juga terjadi perang dominasi antara Cina dengan beberapa Negara seperti Amerika.

Baca Juga: Bitcoin dan Sejumlah Altcoin Mulai Pullback, Akankah Segera Normal?

Dengan menurunnya dukungan, kemungkinan dominasi akan berkurang, namun hal ini dapat menjadi kabar baik.

Penurunan ini dapat membuka pemerataan sehingga tidak terjadi dominasi di satu negara yang dapat membuatnya lebih terdesentralisasi.

Terutama dengan adanya penambang dari negara-negara skandinavia yang menggunakan energi ramah lingkungan, sehingga dapat berdampak positif.

FUD Lama Diangkat Kembali, Jadi Tenang Aja!

Sayangnya kabar ini bukan sebuah kabar baru namun kabar lama yang diangkat kembali dan menciptakan kekhawatiran terutama pada investor baru.

Hal ini disebabkan kabar pelarangan bahkan sebelumnya sudah pernah dibahas di 2017 dan 2019 dimana di 2019 terdapat beberapa negara lain seperti India yang melakukan hal yang sama.

Namun kenyataannya, kondisi pasar crypto setelah FUD itu dapat terus bergerak naik, dan meninggalkan kabar negatif.

Kebetulan, kabar negatif ini terjadi bersama pergerakan siklus teknikal yang membutuhkan kabar negatif namun belum menemukan.

Saat ini akhirnya penyebab koreksi ditemukan dan kebetulan memiliki penyebab yang sama yaitu FUD dari Cina.

Sebagai contoh, dapat dilihat bahwa Bitcoin baru saja bergerak keluar dari pergerakan apresiasi atau breakout.

Sehingga, secara teori teknikal, pergerakan tersebut membutuhkan retest atau pengujian kembali sebelum naik lebih tinggi.

Grafik Mingguan BTCUSD

Dapat dilihat kemungkinan besar batas bawah atau support yang kuat masih berada di sekitar Rp443 Juta hingga Rp446 Juta.

Jika setelah itu mengalami apresiasi, kemungkinan besar tujuannya dapat melebih harga tertinggi baru terakhirnya.

Perlu diingat juga harga saat ini berada di daerah harga tertinggi Januari 2021 atau awal tahun ini. Sehingga tidak perlu khawatir yang berlebihan.

Selain itu, melihat siklus halving 2016, apresiasi signifikan terjadi pada 2017 dan depresiasi terjadi pada 2018 dengan pergerakan naik perlahan di 2019 hingga 2020.

Jika mengalami hal yang sama, pasar apresiasi atau bull market dapat terus berlangsung hingga akhir 2021. Apresiasi normal kemungkinan juga akan terjadi pada 2023 hingga 2024 setelah koreksi.

Jadi, jika niatnya untuk investasi jangka panjang maka volatilitas saat ini tidak perlu dijadikan sebuah kekhawatiran.

Hal ini terutama jika percaya dengan fundamental crypto dan telah mempelajari sebelum investasi.

Jika percaya terhadap fundamental crypto dan kegunaannya dalam dunia keuangan, kondisi saat ini seharusnya dijadikan kesempatan membeli, seperti yang dilakukan investor besar menurut data.

Disclaimer

Namun sebelum membeli jangan lupa untuk selalu menggunakan dana yang rela untuk hilang dan lakukan analisis secara pribadi dan secara dalam.

Perlu diingat kembali bahwa artikel ini merupakan analisis pribadi penulis dan bukan ajakan atau saran untuk trading.

Selalu lakukan analisis pribadi dan selalu berpegang pada rencana manajemen investasi atau trading pribadi dan jangan hanya mengikuti orang lain tanpa analisis pribadi.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mendag: Sebagian Tugas Bappebti Soal Kripto Dialihkan ke OJK

Tugas pengawasan aset kripto oleh Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) nantinya sebagian besar akan dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini berkaitan dengan adanya Undang Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

Industri perdagangan aset kripto di Indonesia akan memasuki babak baru. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan, salah satu tugas utama Bappebti pada 2023 adalah melaksanakan UU PPSK yang ditandatangani Presiden pada Kamis, 12 Januari 2023 lalu. Dengan adanya UU tersebut, sebagian kewenangan, tugas, dan fungsi Bappebti terkait pengawasan di industri keuangan telah dialihkan ke OJK.

“Pengalihan ini sebagai upaya pemerintah dan DPR dalam memfokuskan dan memperkuat fungsi pengawasan industri keuangan di Indonesia untuk melindungi konsumen atau nasabah dari pesatnya perkembangan. Sekali lagi, saya tekankan bahwa ini merupakan upaya dari Pemerintah dan DPR yang berpandangan ke depan,” kata Zulkifli dikutip dari siaran pers, Selasa (24/1).

UU PPSK

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Baca juga: Bappebti dan Aspakrindo Sinergi Pengembangan Perdagangan Kripto

UU PPSK sendiri terdiri dari 27 bab dan 341 pasal mengamanahkan pergeseran dua kewenangan Bappebti ke OJK, yaitu terkait pengelolaan aset kripto dan perdagangan derivatif. Perpindahan kewenangan merupakan keputusan pemerintah dan DPR agar pengelolaan dan pengawasan terhadap aset kripto dan perdagangan derivatif dapat terintegrasi dengan pengelolaan keuangan.

Tujuan dari peralihan ini untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya permasalahan dalam stabilisasi sektor keuangan di masa depan. Sebagai tindak lanjut UU tersebut, Bappebti bersama Kementerian Keuangan akan menyusun Peraturan Pemerintah terkait masa transisi.

“Bappebti harus mengoptimalkan peran dan bekerja lebih baik lagi dalam melakukan pembinaan, pengaturan dan pengawasan terhadap pelaku usaha serta perbaikan ekosistem usaha. Selain itu, perlu juga untuk disusun langkah strategis dan tepat agar mekanisme pengalihan kewenangan nantinya tidak menimbulkan dampak yang berarti bagi industri dan masyarakat,” jelas Mendag.

Masa Peralihan

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.

Baca juga: Siap-siap! Bappebti akan Umumkan 5 Aset Kripto Lokal Baru Awal 2023

Bappebti dengan kementerian keuangan akan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk masa transisi pengalihan aset kripto dan perdagangan derivatif ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

RPP ini akan disusun selama paling lambat 6 bulan dan masa transisi akan dilakukan selama dua tahun atau 24 bulan.

Semantara itu, Zulkifli berpesan agar Bappebti senantiasa secara terus-menerus menelurkan strategi kebijakan yang proaktif, responsif, dan antisipatif terhadap dinamika perekonomian dan perdagangan global yang penuh ketidakpastian. Peran Bappebti harus diperkuat, khususnya dalam menyongsong tantangan perdagangan 2023.

“Kemendag akan semakin proaktif, responsif, dan antisipatif terhadap dinamika perekonomian dan perdagangan global yang penuh ketidakpastian dengan mengeluarkan berbagai strategi kebijakan yang tepat sasaran. Kuncinya adalah kolaborasi serta sinergi antarkementerian lembaga dan unit yang ada di Kementerian Perdagangan,” jelasnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) kembali memberikan informasi terkait perkembangan bursa kripto di Indonesia. Lembaga penunjang ekosistem industri aset kripto itu telah direncanakan hadir sejak tahun 2021.

Plt Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, mengatakan pembentukan bursa kripto di Indonesia paling lambat pada bulan Juni 2023. Menurutnya kehadiran bursa kripto merupakan sebuah kebutuhan yang harus direalisasikan untuk berbagi risiko antara Bappebti dengan bursa itu sendiri.

“Bursa kripto harus segera terbentuk dan Pak Menteri (Zulkfli Hasan) tenggat waktunya adalah Juni 2023,” kata Didid dikutip Antara pada Selasa (24/1).

Didid menambahkan pembentukan bursa kripto juga akan mempercepat perkembangan perdagangan aset kripto yang sudah memiliki banyak pelanggan. Menurut data Bappebti hingga November 2022, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 16,55 juta. Tren kenaikan ini terus berlanjut, walau market kripto sepanjang 2022 mengalami kelesuan.

“Jadi sebetulnya yang harus kami bentuk adalah ekosistem dari perdagangan aset kripto bukan sekedar bursanya saja,” ujar Didid.

Upaya Pembinaan

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

Baca juga: Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

Didid mengatakan terkait dengan aset kripto dan perdagangan derivatif, Bappebti akan melakukan upaya-upaya pembinaan dan pengawasan untuk meningkatkan koordinasi. Hal ini juga berkaitan dengan peralihan sebagian pengawasan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saat ini, Bappebti dengan kementerian keuangan akan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk masa transisi pengalihan aset kripto dan perdagangan derivatif ke OJK.

Upaya tersebut meliputi pengawasan terhadap pedagang yang mendapat izin dari Bappebti, serta pelaku usaha yang melakukan usaha-usaha menyerupai perdagangan berjangka komoditi (PDK).

“Kami akan melakukan upaya-upaya pendekatan agar mereka masuk ke dalam ekosistem Bappebti. Artinya izinnya harus diurus, jadi ada beberapa pelaku perdagangan berjangka komoditi yang tidak berizin dan itu pelanggannya udah cukup banyak,” jelas Didid.

Anti-pencucian Uang

Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti. Sumber: TokoNews.
Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti. Sumber: TokoNews.

Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan dari PPATK

Bappebti, lanjut Didid, juga turut aktif dalam upaya mewujudkan Indonesia menjadi anggota Financial Action Task Force (FATF). FATF merupakan suatu keanggotaan negara-negara yang aktif melakukan upaya-upaya pencegahan pencucian uang. Saat ini Indonesia merupakan satu-satunya negara G20 yang belum menjadi anggota FATF.

“Keanggotaan dalam FATF ini penting untuk meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata negara-negara yang akan berinvestasi maupun bertransaksi dengan Indonesia. Bappebti secara aktif mewakili Kementerian Perdagangan bersama PPATK, Kepolisian RI, Kejaksaan, Bank Indonesia dan kementerian lainnya menjawab asesmen yang dilakukan oleh FATF,” terangnya.

Dari segi nilai transaksi, sampai akhir Desember 2022, nilai transaksi kripto di Indonesia sebesar Rp 296,66 triliun. Memang ada penurunan dari tahun 2021 yang mencapai Rp 859,4 triliun, tapi perlu ingat nilai transaksi masih tercatat lebih besar dibanding tahun 2020 sebesar Rp 64,9 triliun.



Sumber : news.tokocrypto.com