Tag: bercinta

  • 10 Rahasia Dongkrak Stamina Seks, Biar Mr P Nggak Gampang Loyo di Ranjang


    Jakarta

    Berhubungan seksual tidak lepas dari keinginan untuk memuaskan pasangan. Umumnya, pria melakukan berbagai cara agar bisa ‘tahan’ lebih lama di sesi bercinta, hal ini dikarenakan wanita umumnya memakan waktu lebih lama untuk mencapai klimaks atau orgasme.

    Tidak perlu dengan obat-obatan yang belum dipastikan keamanannya, sebetulnya ada cara tertentu yang juga bisa membantu seseorang memiliki stamina lebih kuat saat bercinta. Berikut tipsnya:

    Jelqing

    Latihan peregangan ini dapat membantu meningkatkan aliran darah ke area genital. Melakukan jelqing secara teratur dapat membantu memperpanjang waktu ereksi dan meningkatkan kekerasan penis selama berhubungan seksual. Namun, ingatlah untuk tidak melakukan latihan ini saat genital tengah ereksi sepenuhnya, karena hal itu dapat menyebabkan cedera.


    Kegel

    Latihan kegel membantu memperkuat otot dasar panggul yang dikenal sebagai otot pubococcygeus (PC). Dikutip dari Mayo Clinic, cara kegel pada pria yaitu mengencangkan otot panggul dengan menahan kontraksi selama tiga detik. Lalu kendorkan atau relaksasi otot selama tiga detik dan lakukan 3 set latihan kegel sehari dengan 50-100 repetisi per set.

    Cardio

    Melakukan latihan cardio secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung dan aliran darah, yang juga bisa berkontribusi pada ereksi yang lebih baik. Sebisa mungkin meluangkan waktu untuk melakukan cardio setiap minggu, seperti berlari, bersepeda, atau berenang.

    Paparan Matahari

    Paparan sinar matahari secara teratur dapat membantu meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh, yang berhubungan dengan performa seksual yang lebih baik. Luangkan waktu 60 menit setiap hari untuk berada di bawah sinar matahari atau berjemur.

    Hindari Alkohol

    Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk menurunkan kadar testosteron. Batasi konsumsi alkohol untuk meningkatkan kesehatan seksual.

    Menjaga Berat Badan Ideal

    Sel-sel lemak dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron. Pertahankan persentase lemak tubuh antara 10-15 persen untuk meningkatkan kualitas ereksi dan performa seksual secara keseluruhan.

    Hindari Pornografi

    Menghindari menonton pornografi dan masturbasi selama 7-14 hari dapat membantu meningkatkan kadar testosteron dan dorongan seksual.

    Tidur Berkualitas

    Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga keseimbangan hormonal dalam tubuh. Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam untuk meningkatkan kadar testosteron dan kualitas ereksi.

    Suplemen

    Beberapa suplemen seperti vitamin D, L-arginin, L-citrulline, dan BCAA (asam amino rantai bercabang) telah terbukti membantu meningkatkan kesehatan seksual. Konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter sebelum mengonsumsinya.

    Makanan Pendukung

    Makan makanan seperti rucola, semangka, jus bit, dark chocolate, dan jus delima dapat membantu meningkatkan aliran darah dan meningkatkan kualitas ereksi pria. Pastikan untuk mengonsumsinya secara teratur sebagai bagian dari pola makan sehat. Jangan lupa untuk mengimbangi dengan olahraga.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Tanda Wanita Mulai Orgasme dan Mencapai Klimaks saat Bercinta

    Jakarta

    Orgasme kerap digambarkan sebagai puncak kenikmatan yang ‘perlu’ dicapai saat bercinta. Tak hanya pria, kebanyakan wanita juga mendambakan bisa mencapai orgasme saat berhubungan intim dengan pasangan.

    Kendati demikian, orgasme masih menjadi sebuah fenomena yang penuh misteri. Bahkan, masih ada beberapa orang yang belum mengetahui tanda-tanda tubuh mengalami orgasme. Hal ini tidak mengherankan, terlebih mengingat setiap orang dapat merasakan sensasi orgasme yang berbeda-beda.

    “Bagi sebagian orang, orgasme terasa seperti cegukan kecil, sementara bagi yang lain, orgasme terasa seperti ledakan gunung berapi,” ujar seksolog dr Patti Britton, PhD.


    Lantas, seperti apa saja tanda-tanda orgasme yang bisa dialami seorang wanita? Dikutip dari Refinery29, berikut ulasannya.

    1. Kulit memerah

    Salah satu tanda paling umum yang dirasakan oleh wanita yang orgasme adalah kulit yang memerah. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah sex flush.

    Biasanya, kemerahan akan tampak pada kulit wajah, leher, dan dada. Terkadang, area yang merah juga terasa lebih panas saat disentuh.

    2. Detak jantung dan napas lebih cepat

    Orgasme juga dapat membuat napas dan detak jantung menjadi lebih cepat. Sebuah studi yang dilakukan pada 2008 menemukan bahwa rata-rata detak jantung paling tinggi adalah saat awal orgasme, dan perlahan akan kembali seperti semula sekitar 10-20 menit setelahnya.

    “Saat kita semakin terangsang, kulit kita mungkin memerah, kita mungkin mengalami peningkatan pernapasan dengan kecepatan yang lebih cepat. Kita mungkin memiliki pernapasan yang lebih pendek,” ujar Britton.

    3. Tubuh menjadi tegang

    Saat akan mengalami orgasme, tubuh biasanya akan menegang, dan kemudian diikuti oleh pelepasan secara tiba-tiba. Britton pun mengibaratkan orgasme sama seperti bersin.

    “Orgasme sering kali terasa seperti ‘ahhhh’, perasaan melepaskan, perasaan menghembuskan napas penuh semangat ke seluruh tubuh kita. Ini adalah momen untuk melepaskan,” ucapnya.

    4. Muncul perasaan bahagia dan santai

    Saat orgasme terjadi, otak akan dibanjiri hormon yang memicu perasaan bahagia, seperti oksitosin dan dopamin. Hormon-hormon itu pula yang memunculkan perasaan puas, rileks, kasih sayang, serta kedekatan dengan pasangan.

    5. Lelah dan kantuk

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, tubuh dapat lebih rileks setelah orgasme. Hal ini disebabkan oleh aktivitas hormon oksitosin, vasopressin, dan melatonin.

    Oksitosin dapat menurunkan tingkat stres sehingga membuat tubuh menjadi lebih rileks. Sedangkan, vasopressin adalah hormon yang berperan dalam mengatur ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah proses internal alami tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun selama 24 jam.

    Pelepasan kedua hormon tersebut kerap disertai dengan melatonin, yakni hormon yang memberi sinyal kapan waktu untuk tidur dan waktu untuk bangun.

    6. Kontraksi otot

    Banyak wanita mengalami kontraksi otot saat atau bahkan setelah orgasme. Ini adalah kontraksi ritmis yang terjadi di vagina dan anus. Beberapa orang juga menggambarkan sensasi ini seperti ‘menggigil’.

    Selain terjadi pada dinding vagina, kontraksi otot juga bisa terjadi pada kaki, tungkai, paha, bokong, dan perut.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ssstt… Ini 5 Rahasia Agar Wanita Lebih Cepat Mengalami Orgasme

    Jakarta

    Membuat wanita orgasme saat bercinta bisa dibilang gampang-gampang susah. Wanita membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk mencapai orgasme apabila dibandingkan pria.

    Dikutip dari Men’s Health, sebuah penelitian yang dilakukan pada 2020 dan diterbitkan di Journal of Sexual Medicine menyebutkan, butuh waktu sekitar antara 12,76 dan 14,06 menit untuk mencapai klimaks selama hubungan seks penetrasi, dibandingkan pria yang hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 menit.

    Selain itu, wanita juga tidak bisa orgasme hanya dari rangsangan penetrasi saja. Perlu rangsangan lain agar mereka bisa orgasme lebih mudah. Apa saja? Berikut penjelasannya.


    1. Perbanyak Foreplay

    Foreplay merupakan salah satu elemen yang kerap diabaikan oleh banyak pasangan. Padahal, foreplay dapat membantu lebih cepat orgasme saat bercinta loh.

    Beberapa penelitian menyebutkan seseorang lebih mungkin mengalami orgasme saat berhubungan seks jika terlebih dahulu terangsang melalui foreplay.

    Misalnya, sebuah studi yang dilakukan terhadap pasangan heteroseksual menemukan bahwa mereka yang melakukan foreplay hingga 10 menit, 40 persen wanitanya mengalami orgasme. Sedangkan, pasangan yang melakukan foreplay 20 menit, 60 persen wanitanya mengalami orgasme.

    2. Fokus pada Klitoris

    Klitoris adalah salah satu bagian yang paling sensitif pada tubuh wanita. Karenanya, memberikan rangsangan pada area tersebut dapat mempercepat orgasme pada wanita.

    Sebuah studi menemukan bahwa 80 persen wanita membutuhkan rangsangan klitoris untuk bisa orgasme. Jadi jika ingin cepat orgasme, jangan sampai mengabaikan penting ini ya.

    3. Lakukan Seks Oral

    Percaya atau tidak, melakukan seks oral dapat membuat wanita orgasme lebih cepat loh. Sebuah studi pada 2016 menemukan semakin sering wanita menerima seks oral dari pasangannya, maka semakin sering pula mereka mengalami orgasme saat berhubungan intim.

    4. Gunakan Pelumas

    Menggunakan pelumas atau lube dapat membuat seks menjadi lebih nikmat dan menyenangkan. Menurut studi yang dilakukan pada 2009, 70 persen wanita mengaku pelumas seks membuat sesi bercinta menjadi lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga memudahkan mereka mencapai orgasme lebih cepat.

    5. Jajal Posisi Baru

    Selalu bercinta di posisi yang sama dapat menimbulkan rasa bosan dan mengurangi kenikmatan. Hal ini tentu dapat membuat wanita semakin sulit orgasme saat berhubungan intim dengan pasangan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2006 menemukan wanita bisa lebih mudah orgasme saat saat bercinta dengan beberapa posisi dalam satu sesi. Tak hanya itu, wanita juga lebih mudah mencapai orgasme saat bercinta dengan posisi yang lebih aktif, seperti cowgirl. Jadi jika gaya bercinta yang sekarang dirasa kurang memuaskan, jangan takut untuk kreatif dan menjajal posisi yang baru.

    BACA JUGA

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Efek yang Bisa Dirasakan saat Lama Tak Bercinta Bagi Pasutri

    Jakarta

    Ada beragam alasan pasangan suami istri berhenti melakukan hubungan intim. Mulai dari karena rutinitas yang terlalu sibuk, kelelahan, faktor anak, dan lain sebagainya.

    Jika hanya terjadi sesekali, hal tersebut memang tidak menimbulkan masalah. Tapi jika pasutri berhenti bercinta untuk waktu yang terlalu lama, maka dampaknya bisa ke kesehatan fisik serta mental.

    Dikutip dari WebMD, berikut gangguan kesehatan yang bisa dialami pasutri yang lama tidak berhubungan intim.


    1. Ansietas dan Stres

    Pasangan yang jarang berhubungan intim bisa merasa kurang terhubung satu sama lain. Sebab, mereka kehilangan salah satu momen untuk bisa membicarakan tentang perasaan dan masalah masing-masing. Sesi ‘curhat’ seperti ini penting untuk membantu mengelola stres yang dirasakan sehari-hari.

    Seks juga membuat tubuh melepaskan hormon, seperti oksitosin dan endorfin, yang dapat memicu rasa bahagia dan menurunkan stres. Tak hanya itu, oksitosin juga meningkatkan kualitas tidur, yang mana secara tidak langsung membantu memelihara kesehatan mental.

    2. Kedekatan dengan Pasangan

    Berhubungan seks secara teratur juga membantu meningkatkan kedekatan emosional antara suami dan istri. Pasangan yang lebih sering bercinta cenderung mengaku mereka lebih bahagia dibandingkan pasangan yang jarang melakukan hubungan intim.

    Meski begitu, pasutri tidak perlu memaksakan untuk bercinta setiap hari. Kuncinya adalah menemukan waktu dan frekuensi yang tepat. Jadi, apa yang berlaku untuk orang lain belum tentu cocok untuk Anda dan pasangan.

    3. Dinding Vagina dan Pelumasan

    Bagi wanita, terutama yang sudah mengalami menopause, rutin berhubungan seks memiliki manfaat yang besar terhadap kesehatan organ reproduksinya. Tanpa hubungan seks yang teratur, vagina dapat mengencang dan jaringan yang ada pada dinding vagina dapat menjadi lebih tipis. Akibatnya, dinding vagina menjadi lebih mudah terluka, robek, atau berdarah saat berhubungan intim.

    Hal ini tentunya dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan membuat istri semakin ogah untuk bercinta.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Para Suami Wajib Tahu, Ini 5 Cara Bikin Mr P Kuat dan Makin Tahan Lama di Ranjang

    Jakarta

    Stamina menjadi salah satu elemen penting selama bercinta, terutama bagi para suami. Berkat stamina yang baik, hubungan pasangan suami istri akan terasa semakin memuaskan.

    Stamina selama berhubungan seks didefinisikan sebagai kemampuan mempertahankan seks sebelum perlu istirahat. Dikutip dari For Hims, beberapa faktor yang bisa mempengaruhi stamina seksual seperti orgasme dan ejakulasi, kelelahan fisik, disfungsi ereksi, hingga faktor psikologis misalnya cemas dan stres.

    Untuk meningkatkan stamina para suami, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut cara meningkatkan stamina pria selama bercinta:


    1. Latihan kekuatan

    Olahraga sangat diperlukan untuk bisa memiliki stamina yang kuat. Itu bisa didapatkan dengan melakukan latihan kekuatan dan pengkondisian (strength and conditioning) sebanyak dua sesi dalam seminggu.

    Latihan ini akan membuat otot dan persendian lebih kuat, sehingga memungkinkan pria lebih mudah melakukan berbagai hal di ranjang. Menu latihan sederhana yang bisa dilakukan misalnya, latihan beban di gym, push up, squat, atau latihan beban di rumah.

    2. Latihan kardiovaskular

    Ternyata seks menjadi salah satu bentuk latihan kardiovaskular ringan hingga sedang. Bisa diartikan bahwa apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan jantung akan bermanfaat bagi stamina dan performa seksual.

    Untuk mendapatkan stamina yang baik, cobalah melakukan 150 menit latihan per minggu untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang. Bisa dengan jalan cepat, bersepeda, lari di treadmill, atau sekedar jogging.

    3. Cukup tidur

    Saat stamina seksual pria memburuk, perlu dilihat lagi waktu tidur yang diterapkan selama ini. Ternyata, kurang tidur bisa mempengaruhi performa seksual.

    Jika tidur kurang dari tujuh jam setiap malam, sebaiknya segera ubah kebiasaan agar kualitas dan kuantitas tidur bertambah.

    4. Perhatikan pola makan

    Salah satu faktor yang bisa memperbaiki stamina seksual terdapat pada makanan yang dikonsumsi. Pilihlah makanan yang mampu membantu meningkatkan aliran darah dan stamina, seperti:

    • Karbohidrat kompleks, seperti beras merah, roti gandum, umbi-umbian, dan biji-bijian
    • Sayur dan buah
    • Asam lemak omega 3, seperti mengkonsumsi ikan berlemak, salmon, telur omega 3, hingga ikan kembung
    • Vitamin D yang bisa didapat dari tuna, telur, jamur, hingga susu dan sereal

    5. Jangan lupa kopi

    Disfungsi ereksi merupakan kondisi yang membuat stamina seksual terbatas. Jika itu yang menjadi masalah, mungkin bisa pertimbangkan untuk minum kopi sebanyak 2-3 cangkir.

    Berdasarkan riset National Health and Nutrition Examination Survey, pria yang meminum 2-3 cangkir kopi per hari lebih kecil kemungkinannya mengalami disfungsi ereksi dibandingkan yang lain.

    Meski begitu, tetap perlu memperhatikan porsi kafein harian. Jangan sampai konsumsi kafeinnya berlebihan dan menimbulkan efek kecemasan, bahkan bikin stamina anjlok.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 8 Manfaat Berhubungan Intim untuk Kesehatan, Tak Cuma Puaskan Hasrat Seksual


    Jakarta

    Berbicara soal manfaat berhubungan intim, mungkin yang pertama terlintas adalah untuk reproduksi atau memuaskan hasrat seksual. Namun, bercinta dengan pasangan ternyata juga memiliki sejumlah manfaat dahsyat untuk kesehatan loh.

    Manfaat berhubungan intim untuk kesehatan juga tak hanya sebatas fisik saja, tapi juga mental dan intelektual. Seks disebut-sebut dapat meningkatkan kesehatan mental serta menunjang daya ingat.

    Dikutip dari The Sun, berikut sejumlah manfaat berhubungan intim untuk kesehatan menurut studi dan para ahli.


    1. Meningkatkan daya tahan tubuh

    Seks dapat meningkatkan immunoglobulin A (IgA) dalam tubuh. Immunoglobulin A adalah antibodi yang paling banyak ditemukan pada lapisan mukosa (selaput lendir) yang melapisi saluran pernapasan dan pencernaan. Immunoglobulin A kerap berperan sebagai lapisan pertama pertahanan dalam melawan infeksi. Biasanya, antibodi ini banyak ditemukan di air liur, dahak, air mata, cairan vagina, dan ASI.

    Peneliti di Amerika Serikat melakukan sebuah studi untuk mengetahui kadar Imunoglobulin A pada remaja. Studi tersebut menemukan remaja yang melakukan hubungan intim sekali hingga dua kali dalam seminggu memiliki kadar Imunoglobulin A 30 persen lebih tinggi dibanding remaja yang jarang berhubungan intim.

    Selain itu, remaja dengan hubungan jangka panjang yang memuaskan juga memiliki kadar Imunoglobulin A lebih tinggi.

    2. Menjaga kesehatan jantung

    Sebuah studi yang dilakukan New England Research Institute menemukan pria yang berhubungan intim dua kali dalam seminggu memiliki risiko 45 persen lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan pria yang hanya berhubungan intim sekali dalam sebulan atau lebih jarang.

    Sementara pada studi yang terpisah, wanita yang sering berhubungan intim diketahui memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah, sehingga berkontribusi terhadap kesehatan jantungnya.

    “Terkait dengan jantung, seks bisa dianggap sebagai salah satu bentuk olahraga. Jika dibandingkan dengan latihan kebugaran, seks setara dengan berjalan kaki sejauh satu mil atau naik turun tangga sebanyak dua kali,” ujar konsultan kardiologi dr Graham Jackson.

    3. Meningkatkan kesehatan mental

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, manfaat berhubungan intim juga dapat meningkatkan kesehatan mental. Ini karena seks dapat mencegah berbagai kondisi mental, seperti ansietas, stres, dan depresi.

    “Saat berhubungan intim otak melepaskan senyawa kimia seperti endorfin dan oksitosin, yang menciptakan perasaan positif, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan mental,” tutur dokter umum dr Rachel Ward.

    4. Mengurangi kerutan di wajah

    Percaya atau tidak, orang yang sering berhubungan intim ternyata lebih awet muda loh.

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pakar neuropsikologi dr David Weeks, ditemukan bahwa orang yang melakukan hubungan intim dua hingga tiga kali dalam seminggu tampak lebih mudah tujuh tahun dibanding orang yang jarang melakukannya.

    dr Weeks menduga hal tersebut disebabkan oleh pelepasan endorfin yang dapat meningkatkan sirkulasi dan mengurangi stres, serta hormon pertumbuhan yang mendukung elastisitas kulit.

    5. Menghilangkan nyeri

    Kontraksi pada otot organ intim dapat mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh sakit kepala, radang sendi, hingga kram menstruasi.

    Peneliti dari Harvard juga menemukan hormon endorfin yang dilepaskan saat berhubungan intim dapat meredakan nyeri.

    6. Meningkatkan kualitas tidur

    Sebuah survei terbaru yang dilakukan terhadap orang dewasa yang mengidap insomnia menemukan 75 persen dari mereka dapat tidur dengan nyenyak setelah berhubungan intim.

    Lebih lanjut, 64 persen melaporkan berhubungan intim lebih efektif untuk membantu tidur dibandingkan obat-obatan lain.

    “Seks sangat membantu tidur karena dia melepaskan berbagai hormon yang membuat tubuh merasa nyaman, seperti oksitosin, sehingga membuat Anda merasa aman secara emosional,” ungkap spesialis tidur James Wilson.

    7. Menunjang fungsi otak

    Peneliti dari Inggris menemukan kehidupan seks yang aktif dapat meningkatkan fungsi otak dan daya ingat.

    Para peneliti menemukan pria berusia 50-89 tahun dengan kehidupan seks yang aktif memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengingat kata dan urutan angka.

    Selain itu, wanita yang rutin melakukan hubungan intim juga dilaporkan memiliki daya ingat yang lebih baik.

    8. Membakar kalori dan membentuk otot

    Berhubungan intim juga dapat membantu membakar kalori. Rata-rata, sejumlah posisi bercinta dapat membakar hingga 200 kalori per jam.

    “Banyak posisi (bercinta) yang juga melatih otot-otot, menjaganya tetap kencang, sehingga dapat membantu mengurangi risiko terjatuh seiring bertambahnya usia,” ucap dr Ward.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Mager Mandi Wajib usai Bercinta di Bulan Puasa? Awas, Bisa Begini Dampaknya


    Jakarta

    Berhubungan intim saat bulan puasa terkadang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan suami istri. Pasalnya, waktu yang terbatas membuat pasutri tidak bisa leluasa ‘melampiaskan’ gairah.

    Jika dilakukan setelah berbuka, terkadang perut merasa kenyang atau begah sehingga niat bercinta pun urung. Jika bercinta dilakukan setelah Magrib, ini tentu terlalu mepet dengan salat Tarawih.

    Karenanya, banyak pasutri yang akhirnya bercinta setelah waktu salat Isya dan Tarawih. Tapi biasanya, usai bercinta mereka memilih untuk tidak mandi dan segera tidur karena takut terlambat bangun sahur.


    Praktisi kesehatan seksual, dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU, mewanti-wanti kebiasaan tersebut. Dia mengatakan setergesa apapun kondisinya, pasutri tetap harus menyempatkan diri untuk bersih-bersih setelah bercinta.

    Karena jika tidak, sperma dan cairan yang menempel pada tubuh dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, khususnya pada wanita.

    “Spermanya itu nanti kan bikin gatel. Dan sperma juga, jujur bau sih sebenarnya. Jadi rasanya tidak nyaman,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Sementara itu, cairan vagina yang tidak segera dibersihkan juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Karena itu, dr Akbari sangat menyarankan agar pasutri tidak menunda untuk bersih-bersih usai melakukan hubungan seks.

    “Buat laki-laki juga sama sebenernya, ya kalau nggak cepet-cepet dibersihin kan lengket juga,” tandasnya.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • dr Boyke Bagikan Tips agar Cepat Hamil Meski Frekuensi Bercinta Minim


    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri yang sedang mencoba untuk hamil, bulan Ramadan memberikan tantangan tersendiri. Pasalnya, selama bulan puasa pasutri tidak memiliki waktu yang terbatas sehingga tidak bisa leluasa bercinta.

    Alhasil, frekuensi bercinta semakin berkurang. Hal ini tentu akan memengaruhi peluang untuk bisa hamil. Lantas, apakah Ramadan memang menyulitkan pasutri yang merencanakan kehamilan?

    Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha mengatakan selama Ramadan memang terjadi penurunan aktivitas seksual. Berdasarkan penelitian yang ada, rutinitas seks selama bulan puasa menurun sekitar 40 hingga 60 persen.


    Kendati demikian, penurunan frekuensi seks tidak harus selalu memengaruhi rencana kehamilan. dr Boyke mengungkapkan ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Misalnya, melakukan hubungan intim di hari-hari subur istri.

    “Pilih betul-betul hari ke-11 sampai hari ke-17 di hari haid pertama, itu adalah posisi masa suburnya. Kita anggap aja siklus umum lah 28 hari, nah pada saat itu 2 hari sekali dia melakukan hubungan seksual,” ujar dr Boyke saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    dr Boyke menambahkan mengetahui posisi rahim juga dapat meningkatkan peluang untuk bisa hamil. Sebab, setiap wanita memiliki posisi rahim yang berbeda-beda.

    “Secara umum kan 65 persen wanita posisi rahimnya itu di depan, tapi ada 35 persen yang ke belakang atau retrofleksi, yang ke depan antefleksi,” jelasnya.

    Karena itu, istri yang ingin cepat hamil dan mendapatkan anak harus mengetahui posisi bercinta yang tepat sesuai dengan posisi rahimnya.

    “Tetap aja posisi Missionary yang pertama, yang rahim ke depan kan posisi Missionary akan sangat membantu. Setelah itu nungging (doggy style), itu membantu posisi rahim yang mulutnya ke belakang,” pungkasnya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Waktu Terbaik Bercinta Menurut dr Boyke, Setelah Buka Puasa atau Sebelum Sahur?


    Jakarta

    Saat menjalani puasa, semua hawa nafsu harus dikendalikan, termasuk berhubungan intim bagi pasangan suami istri.

    Tak sedikit pula pasutri yang kebingungan terkait kapan sih waktu berhubungan seks terbaik selama bulan Ramadan?

    Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha menyebut saat bulan Ramadan, aktivitas seks pasangan suami istri mengalami penurunan bahkan melampaui 50 persen.


    “Pokoknya penelitian kita juga menunjukkan bahwa di saat memasuki bulan Ramadan, rutinitas seks menurun 40 hingga 60 persen itu dapat datanya, kecuali pada pengantin baru ya, pengantin baru mungkin masih menggebu-menggebu, silakan saja,” tuturnya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Lebih baik setelah berbuka puasa atau sebelum sahur?

    Terkait waktu yang ideal, tidak masalah memilih berhubungan seks setelah berbuka puasa atau sebelum sahur. Namun, sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru.

    Misalnya, pasutri bisa menyelesaikan ibadahnya seperti salah Tarawih. Malamnya, bisa tetap berhubungan seks tanpa terburu-buru.

    “Atau mau serangan fajar sebelum sahur boleh-boleh saja, itu waktu yang terbaik juga untuk para pria kan, pada saat itu hormonnya masih tinggi-tinggi-nya, jadi itu yang penting adalah kita melakukan hubungan seksya itu dengan tujuan untuk punya anak, dan yang lain tetap aktivitas seks itu merupakan aktivitas duniawi di samping bulan puasa melakukan aktivitas-aktivitas yang sifatnya spiritual,” pungkasnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Kali Berhubungan Intim yang Ideal di Bulan Puasa? Begini Saran Seksolog


    Jakarta

    Bercinta saat bulan Ramadan terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk pasangan suami istri. Hal ini dikarenakan perubahan pola tidur dan aktivitas selama bulan puasa, membuat tak sedikit pasangan bingung menentukan waktu yang tepat untuk bercinta.

    Seksolog Zoya Amirin, MPsi, FIAS menuturkan seharusnya bulan Ramadan tidak menjadi penghalang pasangan suami istri untuk bercinta. Menurutnya, perubahan pola hidup selama puasa dapat memberikan tekanan stres tersendiri, sehingga bercinta yang berkualitas dapat menjadi salah satu ‘penawar’ hal tersebut.

    Oleh karena itu, sebaiknya pasangan suami istri bisa menjadwalkan diri untuk melakukan hubungan intim selama bulan Ramadan.


    “Disarankan menyempatkan waktu sebisa mungkin, kalau bisa dalam sebulan ini empat kali ya bagus. Kalau misalnya dua kali aja minimal itu sudah oke kok. Yang penting lakukanlah dengan mencari kualitas, bukan hanya, ‘kita harus berapa kali’,” ucap Zoya ketika berbincang dengan detikcom.

    Terkait kapan waktu terbaik untuk bercinta selama Ramadan, Zoya menuturkan hal tersebut kembali pada pasangan. Setiap pasangan memiliki keinginannya masing-masing.

    Menurut Zoya, sebaiknya pasangan bisa melakukan ‘kesepakatan’ untuk menentukan kapan waktu bercinta selama bulan Ramadan.

    “Sebaiknya dilakukannya sesuai dengan kesepakatan berdua. ‘Saya nggak mau melakukan ini hanya karena kita pasutri atau ini kewajiban. Tapi saya ingin mengekspresikan cinta’,” ujarnya.

    Zoya mengingatkan pada pasangan suami istri agar tidak menjadikan ‘kesepakatan’ yang sudah dilakukan sebagai aturan saklek yang membebani. Menurutnya, menyiapkan jadwal bercinta dapat membuat pasangan mempersiapkan diri lebih baik sebelum akhirnya berhubungan intim.

    Langkah tersebut bermanfaat untuk meningkatkan kualitas bercinta yang baik sehingga kedua belah pihak bisa sama-sama menikmati.

    “Cari gimana caranya berdua bisa mengatasi stres sama-sama, bisa menikmati hubungan seksual ini, akhirnya kan dua-duanya bisa happy,” tandasnya.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy