Tag: bercinta

  • Tips Mengatasi Seks yang Membosankan Biar ‘On Fire’ Lagi Malam Ini


    Jakarta

    Bercinta memang menjadi momen menyenangkan bagi pasangan suami istri. Namun, dalam beberapa kasus rasa bosan juga dapat menerpa pasangan hingga kenikmatan bercinta menjadi terkurang.

    Apa yang bisa dilakukan pasangan suami istri untuk melakukan tersebut? Dikutip dari Healthline, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan momen ‘panas’ di atas ranjang:

    1. Diskusikan Perasaan

    Mendiskusikan perasaan diri dengan pasangan bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk mengembalikan kenikmatan bercinta bersama pasangan. Coba berbicara terbuka dan jujur dengan pasangan, khususnya mengenai soal hubungan seks yang baik dan menyenangkan.


    Penting untuk melakukan pendekatan percakapan dari sudut pandang yang tidak menghakimi. Jika permasalahan ini disebabkan oleh isu medis, menunjukkan dukungan pada pasangan dapat memberikan perbedaan besar.

    Jika merasa sakit hati dengan perubahan dalam kehidupan seks, sangat penting bagi pasangan mengetahui hal tersebut. Mengekspresikan perasaan secara terbuka dapat memberikan kesempatan pada pasangan untuk melakukan perubahan positif.

    2. Mendatangi Profesional

    Mencari pengobatan atau pendapat profesional bisa sangat membantu untuk mengembalikan kenikmatan bercinta yang mulai membosankan. Satu penelitian mengungkapkan bahwa terapi perilaku kognitif dapat meningkatkan fungsi seksual, depresi, dan gejala kecemasan pada pengidap vaginismus.

    3. Luangkan Waktu

    Membuat jadwal untuk berhubungan intim bisa menjadi salah satu cara yang dilakukan. Dalam beberapa kasus, pasangan sudah terlalu lelah beraktivitas sehingga tidak sepenuhnya menikmati waktu berdua.

    Menyisihkan waktu untuk menikmati seks lagi dapat membantu diri untuk merasakan seks yang menyenangkan dan memuaskan.

    4. Mencoba Role-Playing

    Mencoba bermain peran ketika berhubungan intim bersama pasangan bisa menjadi salah satu ‘senjata’ ampuh untuk membuat hubungan seks semakin membara. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2022 mengungkapkan sebanyak 22 persen orang bermain peran ketika berhubungan intim.

    Bermain peran saat bercinta dengan pasangan dapat membuat skenario yang menarik saat berhubungan di lingkungan yang terpercaya. Jika mencoba terbuka dengan pasangan untuk mencobanya, permainan peran dapat membantu meningkatkan komunikasi dan gairah seksual.

    5. Menggunakan Mainan Seks

    Mainan seks atau sex toys dapat menjadi alat bantu yang menyenangkan ketika bercinta bersama pasangan. Ada banyak jenis mainan yang beredar di pasaran.

    Menemukan mainan yang tepat dapat membantu merangsang kedua belah pihak hingga menciptakan performa seks yang lebih baik.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Kesalahan Wanita saat di Ranjang, Bisa Bikin Suami ‘Turn Off’

    Jakarta

    Seks adalah aktivitas yang dapat memberikan kenikmatan tiada tara, baik bagi pria maupun wanita. Tapi terkadang, kualitas aktivitas seksual dapat terganggu oleh sejumlah faktor, termasuk kesalahan yang secara sengaja maupun tidak sengaja dilakukan wanita di ranjang.

    Memang, tidak ada aturan yang mendikte cara melakukan aktivitas seksual. Namun, beberapa kesalahan yang terkesan sepele dapat membuat aktivitas bercinta menjadi hambar dan tak lagi memuaskan. Dampaknya bukan hanya ke pasangan pria saja, tapi wanita juga bisa merasakan hal yang serupa.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut kesalahan fatal yang harus dihindari wanita di ranjang.


    1. Terlalu malu-malu

    Malu-malu saat berhubungan intim adalah hal yang lumrah dirasakan wanita. Tapi jika hal ini terjadi berlarut-larut, justru dapat memengaruhi kualitas seks bersama pasangan loh.

    Sebab, wanita yang terlalu malu-malu soal urusan ranjang akan kesulitan menyampaikan apa yang dia inginkan kepada pasangan. Misalnya, foreplay yang diinginkan, atau posisi bercinta yang membuatnya lebih bergairah. Kebanyakan pria tidak peka terhadap hal-hal seperti itu kecuali mereka diberitahu secara langsung.

    Wanita yang terlalu malu-malu juga cenderung menahan ekspresi atau desahan saat bercinta. Akibatnya, si pria bisa berpikir kalau dia tidak mampu memuaskan pasangannya sehingga memengaruhi kepercayaan diri di ranjang.

    2. Overthinking

    Tak hanya dalam hubungan percintaan, overthinking juga menjadi salah satu kesalahan yang kerap dilakukan wanita saat berhubungan intim. Misalnya, terlalu memikirkan soal teknik dan gaya bercinta yang disukai pasangan, atau khawatir bentuk anggota tubuh tertentu membuat pasangan kurang bergairah untuk bercinta.

    Pikiran-pikiran tersebut justru dapat menghilangkan kenikmatan dari aktivitas seksual itu sendiri. Overthinking juga dapat membuat wanita menjadi tidak fokus di ranjang, sehingga menimbulkan kesan seolah tidak menikmati hubungan intim dengan pasangan.

    Memang, tidak ada salahnya menuruti keinginan pasangan di ranjang untuk membuatnya bahagia. Namun, seks adalah aktivitas yang seharusnya menyenangkan baik bagi pria maupun wanita. Karena itu, wanita juga harus mengutarakan apa yang dia mau dan harapkan dari aktivitas seksual bersama pasangannya.

    Akibatnya, wanita bisa saja terpaksa melakukan hal yang tidak disukai. Lama kelamaan, hal ini dapat membuat bercinta menjadi tak lagi menyenangkan dan bahkan menimbulkan keretakan dalam hubungan.

    4. Pura-pura orgasme

    Salah satu kesalahan paling fatal yang tidak boleh dilakukan wanita saat bercinta adalah pura-pura orgasme. Ada bermacam-macam alasan mengapa wanita pura-pura orgasme, misalnya karena ingin menyenangkan atau mendongkrak kepercayaan diri pasangan, ingin cepat selesai bercinta, dan masih banyak lagi.

    Tak hanya berisiko merusak hubungan dengan pasangan, hal ini juga dapat membuat wanita tak lagi merasakan kenikmatan seksual saat bercinta.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Setelah Bercinta, Apa Saja?


    Jakarta

    Bercinta bersama pasangan bisa menjadi momen yang indah di atas ranjang. Namun, tak banyak yang menyadari ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan setelah berhubungan intim bersama pasangan.

    Jika tetap dilakukan, beberapa hal ini dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan hingga keintiman bersama pasangan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya dikutip dari Healthshots:

    1. Memakai Pakaian Ketat

    Hal yang jangan dilakukan setelah melakukan hubungan intim adalah mengenakan pakaian ketat. Temperatur tubuh setelah berhubungan intim akan meningkat dan cenderung berkeringat.


    Jika mengenakan pakaian dari bahan nilon atau sintetis, hal tersebut dapat membuat kulit menjadi lecet. Belum lagi jika celana berbahan nilon tersebut dapat menimbulkan rasa gatal setelah bersentuhan dengan cairan vagina. Oleh karena itu, kenakan pakaian tidur berbahan katun agar tetap sehat.

    2. Mencuci Vagina dengan Sabun

    Konsultan senior di departemen kebidanan dan ginekologi RS Fortis Shalimar Bagh Dr Uma Vaidyanathan menuturkan sebaiknya istri membersihkan vagina dengan air hangat setelah berhubungan intim.

    Ia menyarankan sebaiknya menghindari sabun organ intim setelah bercinta karena vagina menjadi sangat sensitif pasca melakukan hubungan seks. Dr Uma juga tidak menyarankan douching dalam keadaan apapun setelah berhubungan intim.

    3. Menggunakan Tisu Vagina

    Dokter kandungan dan ginekologi di Motherhood Hospital Pune Dr Pratima Thamke menuturkan sebagian besar tisu basah mengandung pewangi dan pengawet buatan. Menggunakan tisu itu dapat meningkatkan risiko infeksi dan ruam.

    4. Membiarkan Tangan Kotor

    Penting untuk menjaga kebersihan tangan setelah melakukan hubungan intim. Ketika menyentuh organ intim pasangan, bakteri akan tetap bertahan di tangan.

    Untuk mencegah adanya infeksi bakteri yang selanjutnya, lebih baik cuci tangan dengan segera.

    5. Berendam Air Panas Bersama di Bathtub

    Berendam air panas bersama pasangan setelah melakukan hubungan intim mungkin terdengar seperti ide yang bagus. Namun, rupanya hal ini justru dapat meningkatkan risiko infeksi.

    Mandi air panas dapat memberikan suhu yang kondusif untuk bakteri untuk berkembang biak. Selain itu, berada di ruangan yang berisi air panas dalam jangka waktu lama berarti juga bakteri memiliki akses yang lebih lama ke bagian tubuh. Hal ini tentu bisa berbahaya untuk organ intim.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Makanan yang Bikin ‘Keperkasaan’ di Atas Ranjang Nge-drop, Suami Wajib Tahu


    Jakarta

    Gairah seksual atau disebut libido merupakan kunci suksesnya hubungan intim pada pasangan yang sudah menikah. Namun, tidak sedikit pria yang kesulitan untuk memiliki gairah seksual optimal. Faktanya, terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi gairah seksual pria. Salah satu faktor tersebut adalah pola makan sehari-hari.

    Pada dasarnya, apa yang dikonsumsi dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Akibat salah makan, sirkulasi darah di dalam tubuh pun bisa tidak optimal, bahkan gairah seksual juga dapat menurun. Beberapa jenis makanan dapat menurunkan dorongan seksual dan performa di atas ranjang menjadi loyo, di antaranya:

    1. Alkohol

    Ahli gizi Frida Harju menuturkan alkohol menjadi salah satu jenis zat yang buruk bagi tubuh untuk mendapat dorongan seks. Dalam banyak kasus, Harju menuturkan banyak orang yang sulit mencapai orgasme karena mengonsumsi alkohol.


    Oleh karena itu, Harju sangat menyarankan tiap orang untuk memperhatikan jumlah konsumsi alkohol.

    “Alkohol dalam jumlah sedang tidak menyebabkan kerusakan libido. Namun, minum alkohol berlebihan dapat menyebabkan kesulitan ereksi pada pria atau kesulitan mencapai orgasme pada pria maupun wanita,” kata Harju.

    2. Daging Merah

    Harju menuturkan sebagian daging merah yang didapatkan mengandung hormon dan antibiotik tambahan. Jika dikonsumsi, makanan tersebut bisa saja menyebabkan ketidakseimbangan hormon alami pria terlebih bila dikonsumsi dengan jumlah yang banyak.

    “Jika ingin mengonsumsi daging merah pilihlah potongan daging yang lebih rendah lemak seperti filet mignon klasik untuk diet sehat dan seimbang yang tidak akan merusak libido Anda,” ujarnya.

    3. Keju

    Harju menuturkan keju juga menjadi salah satu jenis makanan yang dapat mengganggu hasrat seksual. Tidak hanya pada pria, makanan ini juga bisa memberi efek kurang baik pada seksualitas wanita.

    “Meskipun keju benar-benar nikmat, keju dapat mengacaukan hormon Anda. Sekali lagi, baik bagi pria maupun wanita, memengaruhi testosteron dan estrogen yang pada nantinya menurunkan libido,” kata Harju.

    Oleh karena itu, perhatikan porsi konsumsi keju agar libido tidak menjadi drop terlebih jika sedang dalam program kehamilan.

    4. Gorengan

    Gorengan merupakan salah satu jenis makanan yang kerap dikaitkan dengan berbagai macam masalah kesehatan. Salah satu di antaranya ternyata dapat mempengaruhi performa seksual di atas ranjang.

    “Makanan berminyak tidak hanya buruk untuk pola makan sehat, tapi juga dapat memengaruhi gairah seksual kita,” ujar Frida.

    Lemak trans dapat banyak ditemukan dari makanan yang diolah dengan cara digoreng. Selain menurunkan libido, makanan yang digoreng juga dapat meningkatkan produksi sperma abnormal pada pria dan mengganggu kehamilan pada wanita.

    5. Cokelat

    Cokelat yang punya rasa nikmat juga bisa menjadi ‘bumerang’ untuk libido. Oleh karena itu, Harju mengimbau untuk menjaga konsumsi cokelat pada porsi yang moderat agar efek yang ditimbulkan tidak mempengaruhi libido di atas ranjang.

    “Meskipun benar-benar nikmat, coklat penuh dengan methylxantine, yang dapat membuat kita lesu dan mengantuk, sehingga secara alami menurunkan gairah seks Anda,” ujarnya.

    Ia mengingatkan, tidur ketika bercinta bersama pasangan bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Aman Nggak Sih Telan Sperma Pasangan saat Bercinta?


    Jakarta

    Ketika pasutri sedang bercinta, terkadang pasangan secara sengaja atau tidak menelan sperma. Banyak yang bertanya-tanya apakah kebiasaan ini sebenarnya aman atau tidak?

    Dikutip dari Healthline, sperma merupakan cairan kental berwarna putih-krem yang mengandung spermatozoa. Secara umum sebenarnya menelan cairan sperma relatif aman untuk pencernaan.

    Komponen penyusun sperma juga dapat dikatakan aman jika masuk ke dalam tubuh. Namun perlu diketahui, dalam beberapa kasus kebiasaan ini bisa saja berdampak buruk pada kesehatan.


    Sebagian orang dapat menunjukkan reaksi alergi setelah menelan sperma. Kondisi ini juga dikenal sebagai human seminal plasma hypersensitivity (HSP). Meskipun kasus ini sangat jarang, kepekaan terkait masalah kesehatan ini tetap harus diwaspadai.

    Gejala alergi dapat muncul 20-30 menit setelah kontak atau kontak. Tanda gejala alergi yang dapat muncul meliputi:

    • Nyeri
    • Gatal
    • Kemerahan
    • Pembengkakan
    • Sarang lebah
    • Sulit bernapas

    Segera dapatkan pertolongan medis jika gejala alergi yang muncul semakin parah. Terlebih jika gejala sesak napas sudah mulai muncul.

    Sama seperti hubungan seks tanpa menggunakan pengaman kondom, menelan sperma juga meningkatkan risiko infeksi menular seks. Tanpa pelindung kontrasepsi, infeksi bakteri seperti gonore dan klamidia mungkin saja mempengaruhi tenggorokan. Infeksi kulit ke kulit seperti herpes juga dapat terjadi akibat kontak.

    Sebelum melakukan seks tanpa pengaman, ada baiknya tiap pasangan memastikan kesehatan dan kebersihan dari organ intim. Pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin juga sangat disarankan.

    Dikutip dari Medical News Today, berikut ini adalah beberapa jenis infeksi menular seksual yang dapat ditransmisikan melalui seks oral tanpa alat kontrasepsi pengaman:

    • Klamidia
    • Gonorea
    • Sipilis
    • Herpes
    • HIV
    • HPV

    Faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko tertular infeksi menular seksual melalui seks oral dapat lebih buruk terjadi apabila mengalami luka terbuka di sekitar kelamin atau mulut, kebersihan mulut buruk, atau terkena paparan sperma pengidap infeksi menular seksual.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menambahkan risiko penularan infeksi menular seksual seperti HIV melalui seks oral tergolong sangat rendah.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bukan karena Nggak Sayang, Ini 4 Alasan Istri Malas Bercinta

    Jakarta

    Bercinta adalah aktivitas yang identik dengan hubungan suami istri. Selain memberikan kenikmatan secara seksual, berhubungan intim juga diyakini dapat meningkatkan keharmonisan hubungan dengan pasangan.

    Namun, kaum wanita dikenal lebih ‘rumit’ untuk urusan ranjang. Selain tidak mudah dipuaskan begitu saja, wanita juga mengalami sejumlah hal yang dapat menurunkan keinginan dan gairah untuk berhubungan seks dengan pasangan.

    Pertanyaannya, apa saja sih faktor-faktor yang bisa membuat wanita malas bercinta? Biar para paksu nggak pusing, simak pembahasan berikut ini.


    1. Kelelahan

    Kelelahan merupakan faktor penyebab istri malas bercinta yang paling sederhana, namun sering diabaikan. Ada banyak hal yang dapat memicu istri merasa lelah, seperti pekerjaan di kantor, kecapaian mengurus pekerjaan rumah dan anak-anak, dan lain sebagainya.

    Karenanya, tidak heran jika istri jadi ogah untuk bercinta. Bukan karena berkurangnya rasa sayang, tapi karena istri tak lagi memiliki energi yang cukup untuk ‘meladeni’ suami di ranjang.

    2. Perubahan hormon

    Perubahan hormon, seperti yang terjadi saat menopause, dapat membuat wanita mengalami penurunan libido atau gairah seks. Misalnya, hormon estrogen. Dikutip dari Medical News Today, estrogen berperan dalam merangsang lubrikasi pada vagina dan meningkatkan gairah seks.

    Jika jumlah hormon ini menurun, maka wanita berisiko pula mengalami penurunan gairah untuk bercinta.

    3. Pengaruh menyusui

    Fase menyusui juga dapat memicu terjadinya perubahan hormon pada tubuh seorang wanita. Dikutip dari situs What to Expect, wanita yang sedang menyusui akan mengalami penurunan hormon estrogen dan progesteron, yakni dua hormon yang memengaruhi libido.

    Hal tersebut bertujuan agar prolaktin, hormon yang memengaruhi kadar ASI, dapat meningkat sehingga si ibu dapat menyusui anaknya. Jadi, jangan heran jika istri yang sedang menyusui jadi ogah bercinta.

    4. Stres dan ansietas

    Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Hormon ini dapat menekan libido dan membuat seseorang menjadi enggan untuk melakukan aktivitas seksual.

    Stres juga menjadi salah satu pemicu ansietas dan depresi, dua hal yang dapat memengaruhi gairah seks. Pada wanita, ada banyak faktor yang bisa memicu munculnya stres, mulai dari urusan pekerjaan di kantor, kelelahan mengurus rumah, hingga kewalahan menghadapi tingkah laku anak-anak.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Sprei Bisa Bikin Sesi Bercinta Pasutri Makin ‘Hot’, Apa Kaitannya?

    Jakarta

    Banyak faktor yang bisa membantu menaikkan gairah pasutri saat bercinta. Misalnya seperti mengganti posisi hingga makanan atau minuman yang mampu mendorong gairah seks.

    Tetapi, ternyata salah satu faktor yang bisa mengembalikan suasana ranjang kembali ‘segar’ adalah sprei baru. Kok bisa?

    Meski terdengar aneh, ini ternyata cukup berpengaruh. Menurut terapis pasangan Genesis Games, orang yang lebih sensitif terhadap rangsangan sentuhan juga menyukai selimut atau sprei yang nyaman.


    “Bagi orang yang menganggap sentuhan sebagai sumber relaksasi, koneksi dengan tubuhnya, dan erotisme, mencoba sprei dengan bahan dan tekstur berbeda bisa berdampak positif pada gairah seks mereka,” jelas Games yang dikutip dari Well and Good.

    Kenapa sih sprei bisa mempengaruhi gairah seks?

    Kamar menjadi surga bagi pasutri untuk menikmati sesi bercinta. Terapis seks Christina Eller mengatakan kamar yang estetis bisa berperan besar untuk keintiman keduanya.

    Eller menjelaskan otak secara insting menyerap informasi dari lingkungan sekitar dari indera yang dimiliki. Nantinya, informasi ini akan disampaikan ke otak dan bisa mempengaruhi mood.

    “Secara desain, jika kita menata kamar tidur untuk menarik perhatian indera kita, khususnya indera peraba. Kamar tidur yang dilengkapi sprei yang lembut dan mawar yang segar pasti bisa berperan dalam gairah pasangan,” jelasnya.

    Bagaimana caranya meningkatkan gairah seks dengan sprei? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

    1. Pilih sprei yang berkualitas

    Sangat penting memilih sprei yang berkualitas. Hindari menggunakan sprei yang sudah robek, kainnya kasar, dan bernoda agar tidak merusak mood pasangan sebelum bercinta.

    2. Hindari warna merah

    Ternyata warna merah tidak selalu bisa meningkatkan gairah seks. Dikutip dari laman Glamour, sisihkan sprei berwarna merah atau burgundy dan pilih warna yang mampu memperindah suasana kamar.

    3. Pilih bahan yang nyaman

    Tidak hanya tidur, bercinta juga membutuhkan ranjang yang sejuk. Pilihan bahan sprei yang kurang tepat bisa membuat badan kepanasan. Untuk mendapat kenyamanan, pilih sprei dengan bahan katun yang bisa menyerap keringat dan membuat kulit bisa bernapas bebas.

    4. Sprei bersih dan rapi

    Selain dari bahan, penting sekali mengganti sprei secara berkala. Ranjang yang bersih dan rapi bisa membuat mood lebih baik dan meningkatkan gairah pasutri yang akan bercinta.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Suami Harus Tahu, Ini 6 Tips Naikkan Mood Pasangan Sebelum Bercinta


    Jakarta

    Mood atau suasana hati adalah elemen yang tak kalah penting sebelum pasangan mulai bercinta. Tanpa mood yang baik, sesi intim yang penuh gairah tidak akan terjadi.

    Seksolog Laura Deitsch berkata, menciptakan mood bisa berbeda dari generasi ke generasi. Dulu, mood bisa naik kalau ada bunga-bunga di kasur, ruangan dengan pencahayaan lilin, dan musik. Versi seperti itu kini lebih banyak dilakukan di malam pertama atau saat honeymoon.

    “Organ seksual terbesar kita masih di otak, dan kita perlu momen tenang, rileks untuk menikmati diri dan pasangan,” kata Deitsch yang dikutip dari Bustle.


    Sementara wanita berbeda dengan pria yang mood-nya lebih gampang naik. Suami pun perlu lebih telaten dan memperhatikan cara menaikkan mood pasangan berikut.

    1. Pegangan tangan

    Telapak tangan memiliki lebih dari 40 ribu ujung saraf. Jadi, jangan ragu untuk memegang tangan pasangan saat sedang berdua. Selain itu, memegang tangan juga merupakan bentuk public display of affection (PDA) yang halus untuk menunjukkan rasa cinta.

    2. Coba tatap matanya

    Menatap mata adalah cara bagus untuk meningkatkan gairah. Cobalah memulai sesi bercinta dengan lebih santai, ngobrol berdua, dan menatap matanya. Hal ini bisa membuat pasangan perlahan luluh dan merasa rileks untuk melanjutkan malam yang panjang.

    3. Kencan

    Untuk pasangan yang sudah bersama dalam waktu yang lama mungkin tidak bisa langsung memulai sesi bercinta. Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai seks, seperti pekerjaan hingga anak.

    Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk coba mengajaknya kencan seperti masa-masa muda, seperti menonton film atau ‘check in’ di hotel.

    4. Mulai menggoda

    Bisa juga meningkatkan mood pasangan dengan menggodanya. Berikan dia sentuhan lembut, ciuman sebentar lalu berhenti. Tahap selanjutnya, tatap matanya dan perlahan membawanya untuk mulai bercinta.

    5. Beri pelukan

    Tidak ada salahnya memberikan pelukan pada pasangan. Selain menaikkan mood, pelukan sebentar untuk meredakan stres dan pikiran sebelum memulai sesi bercinta.

    6. Pijatan

    Selain pelukan, pijatan juga bisa membuat pasangan lebih rileks setelah seharian beraktivitas. Berikan pijatan lembut dan tidak meninggalkan rasa sakit. Hal ini bisa secara perlahan meningkatkan gairahnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 8 Cara Agar Mr P Kuat Ereksi, Bikin Tahan Lama di Ranjang


    Jakarta

    Kebanyakan pria akan merasa kurang percaya diri jika tidak bisa memuaskan pasangan saat bercinta. Rasanya frustasi dan memalukan jika merasa tidak punya kendali atas tubuh Anda sendiri, terutama dalam hal seks.

    Terutama saat penis susah ereksi yang kuat, keras, dan bisa tahan lama. Tidak heran jika masalah ereksi kerap dikaitkan dengan stres dan kecemasan.

    “Secara umum, ereksi yang buruk disebabkan oleh salah satu dari lima hal: penurunan aliran darah, kadar hormon yang tidak normal, pengobatan, fungsi saraf yang tidak normal, dan yang terakhir adalah komponen mental,” jelas ahli urologi sekaligus spesialis kesehatan seksual dan reproduksi pria, Dr Justin Houman, MD.


    Tetapi, masih ada banyak cara untuk mengatasinya. Berikut beberapa tips yang bisa membantu ereksi penis tahan lama:

    1. Kurangi Stres

    Dikutip dari Men’s Health, tingkat stres mungkin berkontribusi pada performa suami di ranjang. Hingga akhirnya itu bisa menyebabkan stres.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang memiliki tingkat stres tinggi lebih sering mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, kinerja seksual terlihat meningkat setelah protokol manajemen stres diterapkan pada para partisipan.

    Ini tidak pernah semudah kedengarannya, namun mengambil langkah untuk menghilangkan stres dapat membuat ereksi bisa lebih tahan lama.

    2. Senam Kegel

    Ahli urologi dan penasihat medis Promescent, Robert Valenzuela, MD, mengatakan otot dasar panggul berperan dalam aktivitas seksual. Kontraksi otot dasar panggul (disebut Kegel) membantu meningkatkan tekanan penis dan kekakuan penis.

    Sederhananya, senam Kegel yaitu kontraksi dan pelepasan otot dasar panggul dapat membantu memperkuat ereksi.

    3. Perhatikan Pola Makan

    Makanan yang buruk bagi jantung ternyata juga buruk bagi penis. Ini masuk akal, karena karena jantung dan penis bergantung pada aliran darah agar dapat berfungsi dengan baik.

    Menurut sebuah penelitian pada tahun 2020, pola makan Mediterania yang mencakup buah-buahan, biji-bijian, lemak yang menyehatkan jantung seperti kacang-kacangan dan minyak zaitun, anggur merah, dan sayuran adalah awal yang baik.

    “Hubungan antara pola makan Mediterania dan peningkatan fungsi seksual telah terbukti secara ilmiah,” Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual di Rumah Sakit Alvarado di San Diego.

    4. Jangan Lupa Olahraga

    Menurut ahli urologi di Klinik Cleveland, Ryan Berglund, MD, aliran darah adalah kunci ereksi yang sehat, dan tidak ada yang mendorong aliran darah seperti olahraga aerobik. Tidak hanya membuat tetap bugar, tetapi juga membangun oksida nitrat tubuh, yang membantu mempertahankan ereksi.

    5. Berhenti Merokok

    Berdasarkan literatur tahun 2015 menemukan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena disfungsi ereksi dibandingkan populasi pemilik penis lainnya. Ada juga beberapa bukti bahwa merokok mempengaruhi kekuatan dan ukuran ereksi.

    “Selain merusak pembuluh darah, merokok juga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan penis itu sendiri, sehingga kurang elastis dan mencegah peregangan,” kata direktur pengobatan seksual di RS Alvarrado, San Diego.

    6. Minum Kopi

    Kopi ternyata bisa membantu ereksi bisa semakin tahan lama. Sebuah studi yang dilakukan oleh Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston menemukan, pria yang mengonsumsi kafein setara dengan 2-3 cangkir kopi per hari lebih kecil kemungkinannya untuk menderita disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang lebih suka bangun dengan minuman bebas kafein.

    7. Sering Jalan Kaki

    Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan pria yang berjalan kaki hanya 3 km sehari memiliki tingkat masalah ereksi yang lebih rendah. Endapan yang menyumbat atau mengeraskan arteri penis juga dapat melemahkan ereksi.

    “Pria cenderung menganggap arteri mereka sebagai pipa sederhana yang bisa tersumbat, padahal sebenarnya ada lebih dari itu,” kata Laurence Levine, MD, ahli urologi di Rush-Presbyterian Medical Center di Chicago.

    Lapisan pembuluh darah tersebut merupakan area yang sangat aktif secara biologis di mana bahan kimia dibuat dan dilepaskan ke dalam aliran darah. Semakin banyak berolahraga, semakin sehat, bersih, dan fleksibel lapisan tersebut.

    8. Tidur yang Cukup

    Setiap malam saat tidur, pria mengalami ereksi selama tiga hingga lima jam. Seseorang mungkin memperhatikan fenomena ini saat terakhir kali buang air kecil pada jam 4 pagi.

    Tidak hanya untuk meningkatkan tenaga, tidur yang cukup juga bisa menjaga agar penis tetap ternutrisi dengan darah yang mengandung oksigen.

    “Secara teori, semakin banyak ereksi di malam hari, jaringan ereksi Anda akan semakin fleksibel. Dan itu dapat membantu menjaga ereksi tetap kuat seiring berjalannya waktu,” jelas Goldstein.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Manfaat Orgasme untuk Kesehatan, Bikin Glowing hingga Cegah Sakit Jantung

    Jakarta

    Orgasme kerap digambarkan sebagai titik puncak yang memberikan kenikmatan luar biasa saat melakukan aktivitas seksual. Selain memberi kepuasan, orgasme ternyata juga punya sederet manfaat untuk kesehatan loh.

    Saat orgasme, tubuh akan melepaskan sejumlah hormon. Nah, hormon inilah yang dapat meningkatkan kesehatan baik mental maupun fisik. Misalnya, beberapa hormon yang dilepaskan saat orgasme bisa bikin makin lengket dengan pasangan.

    Apa saja sih manfaat yang bisa diberikan orgasme bagi kesehatan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.


    1. Tidur Makin Lelap

    Saat orgasme, tubuh akan melepaskan hormon bernama prolaktin. Hormon ini berfungsi untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks, sehingga mudah mudah tertidur.

    Orgasme juga dapat menurunkan hormon kortisol yang menyebabkan stres. Kombinasi keduanya dapat membuat seseorang bisa tidur lebih nyenyak setelah orgasme.

    2. Jauh dari Risiko Serangan Jantung

    Siapa sangka, orgasme ternyata juga punya manfaat yang besar bagi kesehatan jantung. Salah satunya, orgasme dapat melindungi seseorang dari risiko serangan jantung.

    Dikutip dari laman Johns Hopkins Medicine, wanita dengan kehidupan seks yang memuaskan memiliki risiko lebih kecil mengalami serangan jantung. Hal ini dikaitkan dengan bagaimana seks dapat memperkuat otot jantung dan membantu menurunkan tekanan darah.

    NEXT: Menyehatkan kulit dan mengurangi stres

    3. Kulit Makin Glowing dan Awet Muda

    Ini adalah khasiat yang mungkin diinginkan oleh kaum wanita. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan pada 2009 mengungkapkan orgasme dapat meningkatkan jumlah hormon estrogen dalam tubuh. Hormon ini dapat membantu mencegah tanda-tanda penuaan di kulit.

    Tak hanya itu, estrogen juga mendorong sel fibroblas untuk memproduksi kolagen dan elastin, dua protein yang membantu fleksibilitas, kekencangan, dan kesehatan kulit.

    4. Stres Berkurang

    Orgasme akan membuat tubuh melepaskan hormon oksitosin, endorfin, serotonin, dan dopamine. Keempatnya dikenal juga dengan sebutan ‘happy hormone’ yang bisa meningkatkan mood dan membuat seseorang merasa bahagia. Pada saat yang bersamaan, empat hormon itu juga membantu mengurangi perasaan stres.

    (ath/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy