Tag: bercinta

  • Beda Orgasme Pria vs Wanita, Nggak Cuma Soal Durasi ‘Klimaks’


    Jakarta

    Orgasme adalah titik puncak kenikmatan saat melakukan aktivitas seksual. Baik pria maupun wanita dapat mencapai orgasme saat bercinta. Kendati demikian, orgasme pada pria dan wanita memiliki sejumlah perbedaan yang jarang diketahui orang-orang.

    Berbicara soal perbedaan, mungkin hal pertama yang terlintas adalah ejakulasi. Ejakulasi adalah kondisi ketika penis mengeluarkan air mani (semen) yang mengandung sperma. Biasanya, ejakulasi terjadi ketika pria merasakan orgasme saat bercinta. Karena melibatkan penis, ejakulasi adalah hal yang hanya terjadi pada pria saja.

    Namun, perbedaan orgasme antara pria dan wanita tak hanya sebatas ejakulasi. Faktanya, perbedaan orgasme pria dan wanita mencakup banyak hal, termasuk kemampuan untuk orgasme berkali-kali dalam satu sesi bercinta.


    Dikutip dari Romper, berikut perbedaan orgasme antara pria dan wanita.

    1. Fase refraktori

    Biasanya, pria akan merasa lemas setelah mencapai orgasme. Kondisi ini ditandai dengan penis yang ‘loyo’ dan tidak bisa ereksi selama beberapa waktu. Ini disebut dengan fase refraktori (refractory period). Pada fase ini, mustahil bagi pria untuk bisa kembali mencapai orgasme.

    Di sisi lain, wanita umumnya tidak mengalami fase refraktori sehingga siap kembali melakukan hubungan intim dengan pasangan dan mencapai orgasme selanjutnya.

    Meski begitu, pada beberapa kasus wanita bisa mengalami fase refraktori yang ditandai dengan klitoris yang membengkak dan terlalu sensitif untuk bisa melanjutkan aktivitas seksual.

    2. Durasi

    Seksolog Chanel Jaali Marshall mengungkapkan soal durasi, orgasme wanita bisa lebih lama dibanding pria. Sejumlah penelitian sepakat bahwa orgasme wanita dapat berlangsung hingga 20 detik. Bahkan, sebagian wanita bisa mengalami durasi orgasme yang lebih lama.

    Sedangkan, orgasme pria hanya berlangsung sekitar 3 sampai 10 detik.

    “Orgasme dapat bervariasi dalam durasi dan intensitasnya, dan dapat tergantung pada orang maupun situasinya (bersama pasangan atau solo). Tidak ada orgasme yang ‘lebih baik’ dibandingkan yang lain, dan secara ideal memang seharusnya tidak dibandingkan,” ujarnya.

    3. Tujuan biologis

    Orgasme pria memiliki tujuan yang jelas, yakni mendorong terjadinya ejakulasi agar sperma dapat masuk ke dalam vagina dan membuahi sel telur. Namun pada wanita, orgasme tidak memiliki tujuan biologis yang jelas.

    Meski begitu, Marshall mengatakan orgasme secara tidak langsung dapat mendukung reproduksi dengan cara mendorong wanita untuk lebih sering berhubungan seks sehingga meningkatkan peluang kehamilan.

    “Beberapa peneliti berpendapat orgasme dapat mendorong wanita untuk lebih sering melakukan hubungan intim (orgasme dapat menghilangkan stres dan meningkatkan keintiman) dan meningkatkan keberhasilan reproduksi,” tuturnya.

    4. Otot yang berkontraksi

    Sensasi yang dirasakan ketika orgasme ternyata berasal dari kontraksi otot-otot tertentu pada tubuh. Pada pria dan wanita, otot yang berkontraksi saat orgasme pun berbeda.

    Ketika orgasme, otot anus, kelenjar prostat, dan penis pada pria akan berkontraksi sehingga menghasilkan sensasi kenikmatan yang intens. Sedangkan pada wanita, otot yang berkontraksi saat orgasme adalah vagina, rahim, dan pelvis.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Tips Atasi Ejakulasi Dini, Bikin Sesi Bercinta Makin Tahan Lama

    Jakarta

    Ejakulasi dini merupakan kondisi ketika pria tidak bisa menahan ejakulasi lebih dari satu menit setelah penetrasi. Keluhan ini tak jarang dialami pria ketika sedang berhubungan Intim. Kondisi ini sering kali membuat pria merasa tidak percaya diri serta tidak dapat merasa puas saat berhubungan intim.

    Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi saat bercinta dengan pasangan, tanpa bantuan obat-obatan, kondom, ataupun tisu magic.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.


    1. Metode ‘Squeeze’

    ‘Squeeze’ adalah salah satu trik yang kerap dianjurkan untuk mengatasi masalah ejakulasi. Teknik ini bertujuan menunda ejakulasi dengan cara meremas bagian antara kepala dan batang penis untuk menghentikan mencegah pria ejakulasi.

    Teknik ‘squeeze’ dapat dilakukan sendiri maupun oleh pasangan. Ketika keinginan untuk ejakulasi berkurang, maka pasutri bisa kembali melanjutkan aktivitas seksual. Ulangi teknik ini sampai mendapat timing ejakulasi yang diinginkan.

    2. ‘Start and Stop’

    Teknik lain yang bisa dilakukan untuk menunda ejakulasi saat bercinta adalah ‘start and stop’. Teknik ini mengontrol ejakulasi dengan cara menghentikan penetrasi vaginal ketika hendak ejakulasi. Setelah keinginan untuk ejakulasi berkurang, pria bisa kembali melanjutkan penetrasi atau aktivitas seksual lain hingga mencapai timing ejakulasi yang diinginkan.

    3. Mengalihkan perhatian

    Salah satu cara mengontrol ejakulasi paling simpel yang dapat dilakukan adalah dengan mengalihkan pikiran dari hal-hal yang berbau seksual. Dikutip dari Cleveland Clinic, salah satu teknik mengalihkan perhatian yang paling efektif adalah dengan membayangkan nama benda atau tempat yang dilihat. Misalnya, memikirkan nama tempat yang dilewati dalam perjalanan menuju gym, nama pemain di tim olahraga favorit, atau nama produk yang terpajang di etalase supermarket.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Hal Sepele yang Bisa ‘Bunuh’ Gairah Bercinta

    Jakarta

    Libido atau gairah untuk bercinta adalah salah satu faktor penting dalam aktivitas seksual. Banyak yang percaya bahwa semakin tinggi gairah seks, maka semakin panas pula sesi di ranjang.

    Sebaliknya, gairah bercinta yang rendah dapat menghilangkan kenikmatan saat berhubungan intim. Menurunnya gairah bercinta dapat disebabkan oleh beberapa faktor, bahkan beberapa di antaranya sering kita anggap sepele.

    Penurunan gairah bercinta tidak hanya disebabkan oleh kondisi medis tertentu saja. Sejumlah kebiasaan atau hal yang kita anggap sepele ternyata diam-diam juga bisa ‘membunuh’ gairah untuk berhubungan seks.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang perlu dihindari agar tidak mengganggu mood untuk melakukan aktivitas seksual dengan pasangan.

    1. Sering masturbasi

    Masturbasi sebenarnya dapat memberikan sejumlah manfaat, seperti membangkitkan gairah dan mengendalikan ejakulasi. Namun, jika terlalu sering dilakukan, masturbasi justru dapat menurunkan gairah untuk bercinta dengan pasangan.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, terlalu sering masturbasi dapat mengurangi sensitivitas terhadap rangsangan seksual. Begitu pula dengan masturbasi yang terlalu agresif. Tak hanya itu, terlalu sering masturbasi juga berpotensi memengaruhi keharmonisan hubungan dengan pasangan.

    2. Konflik dengan pasangan

    Konflik dalam sebuah hubungan adalah hal yang wajar. Namun, jika pertengkaran terlalu sering terjadi, bisa mengurangi keinginan untuk bercinta dengan pasangan.

    “Berdebat, komunikasi yang buruk, tidak meluangkan waktu satu sama lain, pengkhianatan, atau kritik yang terlalu sering dapat menciptakan hambatan dalam keintiman serta mengurangi kedekatan,” ujar penulis ‘How To Do You: The Life-Changing Art of Mastering Your Thoughts and Taking Control of Your Life‘, Jacqueline Hurst.

    3. Postur tubuh yang buruk

    Postur berdiri atau duduk yang buruk ternyata juga bisa memengaruhi gairah seks. Sebuah studi di Selandia Baru mengungkapkan postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan penurunan libido, perasaan marah, hingga depresi. Studi tersebut juga menemukan orang dengan postur tubuh bungkuk cenderung menggunakan bahasa yang negatif dan kerap merasa canggung.

    Sementara itu, postur tubuh yang tegap diasosiasikan dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan mood yang lebih positif.

    4. Ngemil makanan manis

    Terlalu sering mengonsumsi makanan yang tinggi gula juga dapat memengaruhi gairah seks. Dikutip dari Lybrate, peningkatan kadar gula dalam darah dapat membuat tubuh merasa kelelahan, sehingga mengurangi gairah untuk bercinta.

    Tak hanya itu, kadar gula darah yang terlalu tinggi juga dapat menurunkan jumlah hormon testosteron, merusak saraf dan pembuluh darah dalam tubuh, serta menyebabkan disfungsi ereksi.

    5. Sering begadang

    Kebiasaan begadang juga dapat memengaruhi keinginan untuk bercinta. Dikutip dari laman Sleep Foundation, kurang tidur dapat memicu sejumlah gangguan terhadap kehidupan seksual, seperti meningkatkan risiko disfungsi seksual. Kurang tidur juga dapat memperparah kondisi mental seperti ansietas dan depresi, yang mana juga dapat memengaruhi kesehatan seksual.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Mitos soal Seks Paling Banyak Beredar di Masyarakat, Sering Bikin Salah Kaprah!

    Jakarta

    Perkembangan teknologi membuat informasi tentang kesehatan seksual dapat diakses oleh banyak orang dengan mudah dan cepat. Meski begitu, masih saja ada informasi meleset tentang seks yang beredar di masyarakat.

    Selain memberikan informasi yang tidak benar, mitos-mitos tersebut dapat memunculkan kekhawatiran dan kesalahpahaman orang-orang akan kesehatan seksual. Agar tidak salah kaprah, penting untuk mengetahui fakta sebenarnya dari mitos-mitos tersebut.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah mitos tentang seks yang beredar di masyarakat.


    1. Wanita yang terangsang tidak butuh ‘pelumas’ tambahan

    Banyak orang yang mengira, wanita hanya membutuhkan rangsangan berupa sentuhan fisik agar vaginanya menjadi basah sebelum penetrasi. Faktanya, rangsangan seksual tidak selalu sejalan dengan basahnya vagina.

    Direktur Center for Sexual Health Promotion di Indiana University School of Public Health, Debby Herbenick mengatakan sekitar 17 persen dari wanita berusia 18 hingga 50 tahun mengalami vagina kering saat bercinta. Meski kondisi ini kerap dialami oleh wanita yang menopause atau menyusui, ada beragam faktor lain yang bisa memengaruhi. Misalnya, karena pengaruh obat-obatan tertentu.

    “Seperti yang selalu saya sampaikan kepada murid-murid saya, vagina bukanlah hutan hujan. Kita bisa saja merasa terangsang atau jatuh cinta tapi tetap tidak terlubrikasi seperti yang diharapkan,” ujar Herbenick, dikutip dari New York Times.

    2. Sakit saat berhubungan intim itu normal

    Mungkin masih ada yang menyangka sakit saat berhubungan seks itu normal. Tapi Shemeka Thorpe, peneliti yang mempelajari tentang seksualitas, mengungkapkan fakta yang berbeda.

    “Kita sering mengetahui kalau orang yang mengalami kelainan nyeri seksual di kemudian hari sebenarnya merasakan nyeri seksual saat pertama kali melakukan hubungan intim, dan terus merasakan nyeri seksual atau di vulva. Mereka tidak sadar kalau itu adalah sebuah masalah,” ucapnya.

    Tak hanya wanita, pria juga bisa merasakan nyeri saat berhubungan intim. Karenanya, para pakar menekankan pentingnya untuk memeriksakan diri ketika mengalami nyeri saat berhubungan seks.

    3. Pria punya keinginan bercinta lebih tinggi dibanding wanita

    Ini adalah salah satu mitos tentang seks yang bisa membebani kaum pria. Pakar terapi seks Ian Kerner mengungkapkan pria tidak selalu menjadi pihak dengan hasrat seks yang lebih tinggi.

    “Perbedaan hasrat adalah masalah nomor satu yang saya tangani dalam praktik saya, dan pasangan dengan hasrat yang lebih tinggi tidak selalu laki-laki,” tuturnya.

    Kerner menambahkan mitos ini sering kali membuat pria malu jika memiliki hasrat seksual yang rendah, dan merasakan tekanan untuk selalu memulai aktivitas seksual.

    4. Seks saat menstruasi tidak membuat hamil

    Mitos satu ini sering membuat orang salah paham. Faktanya, wanita tetap bisa hamil selama melakukan hubungan intim tanpa pengaman, meski sedang menstruasi.

    Dikutip dari The Source, kebanyakan wanita memiliki siklus menstruasi yang berlangsung sekitar 28 hari. Selama siklus tersebut, pendarahan biasanya hanya terjadi sekitar 5 hari.

    Dalam masa yang singkat itu, sel telur yang tidak dibuahi akan dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi sebelum memasuki siklus menstruasi, wanita akan mengalami ovulasi, yaitu rentang waktu selama 12-16 hari ketika sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium.

    Beberapa wanita memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek. Artinya, tahap ovulasi bisa terjadi lebih awal. Mengingat sperma bisa hidup dalam tubuh manusia hingga selama 5 hari. Jadi jika waktunya tepat, sperma bisa bertahan cukup lama untuk membuahi sel telur.

    5. Seks dalam posisi berdiri tidak membuat hamil

    Mitos aneh lainnya mengatakan seks dalam posisi berdiri tidak menyebabkan kehamilan lantaran gravitasi akan mencegah sperma mencapai sel telur. Padahal, hal posisi seks dan potensi kehamilan tidak ada hubungannya sama sekali.

    Saat pria ejakulasi, jutaan sperma akan dilepaskan ke dalam vagina dan ‘berenang’ menuju sel telur. Bercinta sambil berdiri tidak akan mencegah terjadinya pembuahan, begitu juga dengan melompat atau mencuci vagina setelah ejakulasi.

    Terlepas apapun posisi bercinta yang dilakukan, wanita tetap berpotensi hamil jika bercinta tanpa pengaman atau alat kontrasepsi lainnya.

    6. Mencabut Mr P sebelum ejakulasi mencegah kehamilan

    Ini adalah mitos yang sejak lama diyakini banyak orang. Tapi faktanya, mencabut penis sebelum ejakulasi tetap bisa menyebabkan kehamilan.

    Dikutip dari Mayo Clinic, mencabut penis sebelum ejakulasi membutuhkan kontrol diri. Bahkan jika pria bisa melakukannya, mencabut penis dari vagina sebelum ejakulasi belum tentu efektif mencegah kehamilan. Pasalnya, sperma bisa saja masuk ke dalam vagina jika timing-nya tidak tepat. Cairan pre-cum juga bisa mengandung sperma, sehingga kehamilan masih mungkin untuk terjadi.

    7. Menonton film porno bisa bikin pria kena disfungsi ereksi

    Banyak orang yang percaya, kebanyakan menonton film porno dapat membuat pria mengalami disfungsi ereksi. Namun, Kerner mengatakan belum ada penelitian absah terkait klaim tersebut.

    “Belum ada penelitian sah yang bisa benar-benar menunjukkan kalau film porno bisa mengacaukan neurokimia sehingga menyebabkan disfungsi ereksi,” terangnya.

    Kerner menjelaskan disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh faktor fisik maupun psikologi. Umumnya, hal yang paling sering membuat pria mengalami disfungsi ereksi adalah faktor kecemasan.

    “Kecemasan adalah musuh ereksi bagi setiap pria, dan ada banyak hal yang bisa memunculkan rasa cemas: kurangnya pengalaman, seks pertama dengan seseorang, kurang percaya diri dengan organ vital, pengalaman traumatis karena sebelumnya pernah mengalami disfungsi ereksi, tekanan, dan terkadang, karena membandingkan diri dengan aktor di film porno,” papar Kerner.

    (ath/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Tips Bercinta agar Tetap Mesra dan ‘Hot’ Buat Pasangan yang Sudah Lama Menikah

    Jakarta

    Bagi pasutri yang sudah lama menikah, aktivitas seksual terkadang bisa menjadi membosankan. Akibatnya, frekuensi bercinta tak lagi sesering saat masih awal-awal menikah.

    Saat baru menikah, seks mungkin menjadi aktivitas yang sangat menggairahkan dan sering dilakukan. Tapi seiring waktu, kemesraan di ranjang bisa berkurang sehingga membuat pasutri menjadi semakin jarang bercinta.

    Hal ini bisa disebabkan sejumlah faktor, misalnya usia, faktor kesehatan, bosan, hingga berkurangnya ketertarikan seksual terhadap pasangan. Meski begitu, bukan berarti pasutri yang sudah lama menikah tidak lagi bisa membangkitkan percikan dan gairah yang mereka rasakan di awal bahtera pernikahan.


    Cara Bercinta agar Tetap ‘Hot’ Meski Sudah Lama Menikah

    Faktanya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan pasutri untuk membangkitkan gairah seksual seperti di masa muda. Dikutip dari berbagai sumber, berikut tips yang bisa dicoba.

    1. Variasikan Gaya Bercinta

    Dikutip dari Women’s Health, pasangan yang puas secara seksual memiliki kebiasaan untuk bereskperimen dengan gaya bercinta baru.

    Hal yang perlu diingat adalah jangan gonta-ganti posisi seks secara berlebihan. Pasutri hanya perlu menemukan posisi yang benar-benar cocok dan bisa membangkitkan gairah.

    2. Kenakan Pakaian yang Menggoda

    Kebanyakan suami menyukai ketika istrinya benar-benar berusaha dan tampil mempesona saat hendak berhubungan intim. Hal tersebut menandakan kalau istri juga antusias dan menantikan aktivitas seksual bersama suami.

    Misalnya, dengan mengenakan pakaian atau lingerie yang menggoda. Melepas pakaian tersebut sebelum bercinta juga bisa menjadi foreplay untuk membangkitkan gairah suami.

    3. Ubah Waktu

    Bercinta biasanya dilakukan di malam hari. Meski begitu, pasutri perlu ingat bahwa tidak ada aturan yang mendikte seks hanya bisa dilakukan saat malam hari saja.

    Pakar terapi pasangan dan keluarga, dr Jane Greer mengungkapkan mengganti waktu untuk bercinta bisa memberikan kesenangan baru bagi pasutri.

    “Jika Anda terbiasa melakukannya (seks) di hari yang sama karena jadwal yang sibuk, cobalah untuk melakukan quickie di hari yang berbeda ketika Anda memang tidak memiliki banyak waktu. Jika Anda selalu bercinta di malam hari, cobalah untuk melakukannya di pagi hari,” ungkapnya, dikutip dari Refinery29.

    4. Kurangi ‘Quickie’

    Quickie alias seks kilat memang bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga percikan kemesraan dalam hubungan suami istri. Tapi menurut psikolog klinis Sarah Schewitz, terlalu sering melakukan quickie justru bisa mengurangi kesenangan dari aktivitas seksual itu sendiri.

    “Seks adalah tentang perasaan terhubung dengan pasangan dan menjadi intim. Meski quickie dan seks kilat bisa sesekali bisa menyenangkan, seks dengan durasi yang lebih panjang bisa memberikan hasil lebih besar dalam hal keintiman dan kenikmatan,” tuturnya.

    5. Bangun Mood Sebelum Bercinta

    Bercinta tidak hanya soal penetrasi saja. Bagaimana cara pasutri membangun jalan menuju hal tersebut juga sangat memengaruhi kenikmatan saat melakukan aktivitas seksual.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun mood bercinta, mulai dari merencanakan kencan atau makan malam romantis, memutar musik, menyalakan lilin, memberikan pijatan, hingga menonton film porno bersama pasangan.

    6. Saling Bertukar Fantasi Seksual

    Alih-alih bermain smartphone, cobalah untuk memanfaatkan waktu sebelum tidur untuk saling bertukar fantasi seksual dengan pasangan. Ahli terapi seks dr Dawn Michael mengatakan hal ini penting mengingat apa yang diinginkan pasangan bisa berubah-ubah seiring waktu.

    “Dalam hubungan jangka panjang, Anda bisa saja tidak sadar dengan keinginan pasangan yang terus berubah seiring berjalannya waktu. Menanyakan tentang hal tersebut dapat membuat Anda dan pasangan menjadi semakin dekat,” jelasnya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Posisi Seks yang Cocok untuk Pasutri saat Gairah Bercinta ‘Meledak-ledak’

    Jakarta

    Bercinta menjadi salah satu cara untuk membuat hubungan pasangan suami istri semakin hangat. Namun, terkadang hasrat untuk berhubungan seksual bagi sejumlah pasangan bisa saja menurun.

    Jika itu terjadi, salah satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan bereksperimen di ranjang. Salah satunya dengan mencoba posisi seks yang bervariasi.

    Mencoba berbagai posisi saat berhubungan seks membuatnya menjadi jauh lebih baik. Dikutip dari Daily Star, berikut 3 posisi seks yang bisa membuat pasangan tetap puas selama bercinta:


    Yab-Yum

    Posisi seks satu ini bisa membuat pasangan lebih saling dekat dan fokus pada keintiman. Mulailah dengan duduk di pangkuan pasangan dengan saling berhadapan. Hal itu bisa membuat keduanya lebih fokus untuk memuaskan satu sama lain.

    Coital Alignment Technique (CAT)

    Misionaris menjadi salah satu posisi yang paling disukai banyak pasangan saat berhubungan seks. Untuk mendapatkan sensasi yang baru, bisa mencoba teknik coitalalignment atau CAT.

    Posisi seks ini memungkinkan pasangan melakukan penetrasi di atas masuk sedikit jauh lebih ke depan, sehingga akan lebih merangsang klitoris.

    Posisi ini bisa membantu kedua pasangan mencapai puncak klimaks lebih cepat dibandingkan dengan posisi misionaris biasa.

    Butter Churner

    Mungkin masih banyak yang asing dengan posisi butter churner. Ini merupakan posisi seks yang ditujukan bagi pasangan dengan energi lebih saat bercinta.

    Di posisi ini, si wanita berbaring telentang di ranjang, dengan tubuhnya menekuk sampai posisi kaki berada di kepala dan pinggul terangkat. Kemudian, mintalah pasangan melakukan penetrasi dengan posisi itu.

    Saat wanita berada di posisi tersebut, darah akan mengalir deras ke kepala hingga dapat meningkatkan pengalaman bercinta keduanya. Namun, jika pertama kali melakukan posisi butter churner ini, lakukan secara perlahan, agar tidak terjadi cedera yang berbahaya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Catat, 5 Hal Ini Bisa Terjadi Jika Terlalu Sering Berhubungan Intim

    Jakarta

    Seks adalah elemen yang penting dalam hubungan suami istri. Selain untuk memuaskan hasrat seksual, bercinta juga dipercaya dapat meningkatkan keharmonisan hubungan dengan pasangan serta menjaga kesehatan mental.

    Kendati demikian, bukan berarti sering melakukan seks bisa memberikan manfaat yang positif pula. Faktanya, terlalu sering berhubungan intim justru bisa menimbulkan sejumlah efek negatif bagi kesehatan, terutama bagi wanita.

    Efek Samping Terlalu Sering Bercinta

    Ada sejumlah hal yang bisa terjadi pada tubuh wanita jika terlalu sering bercinta. Tak hanya frekuensi, durasi bercinta yang terlalu lama juga memicu kondisi-kondisi berikut.


    Dikutip dari berbagai sumber, ini yang bisa terjadi pada tubuh wanita jika terlalu sering berhubungan intim.

    1. Vagina kering

    Vagina kering merupakan salah satu tanda awal yang bisa muncul akibat terlalu sering bercinta. Normalnya, vagina dapat menghasilkan pelumas alami saat terangsang. Tapi jika terlalu sering bercinta, maka produksi pelumas alami itu akan terganggu.

    Akibatnya, vagina menjadi kering sehingga bisa menimbulkan rasa sakit saat bercinta.

    2. Peradangan

    Terlalu sering berhubungan seks juga bisa menyebabkan peradangan pada vagina. Akibatnya, vagina menjadi membesar atau bengkak, dan menimbulkan rasa nyeri.

    Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi vagina kering, atau kurangnya lubrikasi saat melakukan gerakan penetrasi.

    3. Nyeri saat bercinta

    Meski bercinta sejatinya adalah aktivitas yang menyenangkan, terlalu sering bercinta justru dapat menimbulkan rasa nyeri pada organ vital. Hal ini sebenarnya normal jika terjadi sesekali. Tapi jika nyeri tak kunjung hilang, maka bisa menjadi indikasi adanya gangguan. Jika hal ini terjadi, segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah risiko yang lebih serius.

    4. Sensasi terbakar

    Sensasi terbakar merupakan salah satu kondisi lain yang bisa disebabkan oleh vagina kering. Kondisi ini bisa saja dirasakan ketika ataupun setelah berhubungan intim. Jika sudah merasakan sensasi panas dan terbakar saat bercinta, itu artinya istri harus berhenti dan beristirahat.

    5. Infeksi saluran kemih

    Salah satu dampak paling parah akibat terlalu sering bercinta adalah infeksi saluran kemih. Sperma memiliki kadar pH yang dapat mendukung perkembangan bakteri tidak baik di dalam vagina. Jika dikombinasikan dengan gesekan yang terus menerus dari penetrasi maka dapat meningkatkan risiko bakteri dari dalam vagina berpindah ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Rahasia Bercinta Tahan Lama, Suami Dijamin Nggak Keluar Duluan


    Jakarta

    Sebuah studi di 2005 yang dimuat Journal of Sexual Medicine menunjukkan rata-rata waktu yang dibutuhkan pasangan untuk mencapai klimaks adalah 5,4 menit.

    Namun, faktanya, banyak orang yang sudah lebih dulu mengakhiri sesi bercinta sebelum rentang waktu tersebut. Dalam catatan The New Naked: The Ultimate Sex Education for Grown-Ups di 2014, ada sejumlah pria yang hanya berhasil mempertahankan sesi bercinta sampai dua menit.

    Kondisi ini dinilai termasuk ejakulasi dini, terlebih jika masih sering terjadi saat pria sudah bersikeras menahannya. Demi memperbaiki hubungan dengan pasangan semakin intim, sebetulnya ada sejumlah cara yang disarankan menurut laporan Mens Health:


    1. Perkuat Otot Dasar Panggul

    Seseorang mungkin pernah mendengar soal senam kegel, di mana melatih otot pubococcygeal (PC) di dasar panggul melalui serangkaian latihan kontraksi dan pelepasan.

    Untuk memahami bagaimana rasanya otot-otot ini ketika bekerja, coba hentikan aliran urine saat kamu buang air kecil atau gunakan otot tersebut untuk mengangkat testis tanpa bantuan tangan dan menahannya dalam 10 hitungan, lalu lepaskan.

    Menurut dokter terapi fisik di Entropy Physiotherapy and Wellness di Chicago, Illinois, jika hal ini lancar dilakukan, otomatis tidak ada kendala untuk menahan ejakulasi saat bercinta.

    Hal semacam ini bisa dilatih saat di mana saja. Perlu diketahui, kegel bisa membantu seseorang mempertahankan durasi seks lebih lama.

    “Sebuah penelitian pada tahun 2005 menemukan bahwa 75 persen pria mengalami peningkatan fungsi ereksi setelah melakukan latihan kegel.”

    2. Tidak Terburu-buru saat Penetrasi

    Ada banyak cara untuk menikmati hubungan intim tanpa melakukan penetrasi terlalu cepat di sesi awal bercinta. Pria bisa memijat ujung penis terlebih dulu, sambil mendekatkan dan melakukan foreplay di bagian klitoris pasangan. Fokus pada ujung saraf di pintu masuk vagina, alih-alih memikirkan seberapa dalam bisa melakukan penetrasi.

    Mulai dari menekan penis ke G-spot pasangan, dengan memberi sedikit dorongan, tetapi gerakan selama bercinta bisa diperlambat.

    3. Jangan Lupa Foreplay

    Sering tidak bisa menahan diri untuk langsung penetrasi juga menjadi salah satu penyebab bercinta tidak bertahan lama. Ada banyak aktivitas seksual lain yang bisa dilakukan terlebih dahulu termasuk memijat pasangan, bereksperimen dengan zona sensitif pasangan, dan melihat titik rangsangan pasangan.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ingin Bercinta Sambil Membakar Kalori? Bisa Banget, Ini Triknya

    Jakarta

    Berhubungan intim umumnya dikenal sebagai aktivitas yang dilakukan untuk memuaskan hasrat seksual. Namun, ‘pertempuran’ suami istri ini ternyata juga bisa dijadikan sebagai olahraga untuk membakar kalori loh.

    Tentu saja, jumlah kalori yang dibakar lewat seks tidak bisa menandingi olahraga intens di gym. Dikutip dari laman Harvard Health, bercinta dapat membakar hingga lima kalori per menit.

    Pakar kesehatan jantung dari Cleveland Clinic dr Steve Nissen, mengatakan jumlah tersebut sama dengan apa yang dibakar tubuh ketika berjalan 1,5 km selama 20 menit.


    Meski begitu, seks bisa menjadi salah satu opsi ‘menyenangkan’ bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.

    Cara Membakar Kalori dengan Berhubungan Intim

    Lantas, apa ada kiat tertentu yang harus dilakukan agar seks bisa menjadi olahraga untuk membakar kalori? Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa tips yang dianjurkan oleh para pakar.

    Pilih posisi di atas saat bercinta

    Seksolog sekaligus penulis buku ‘Smart Sex’, Emily Morse, mengungkapkan orang berada di posisi atas saat bercinta cenderung akan membakar lebih banyak kalori.

    Orang yang berada di posisi atas juga menggunakan lebih banyak otot dibanding pasangan yang berada di posisi bawah.

    “Orang yang berada di atas pastinya akan lebih banyak melakukan latihan lengan dan otot core,” ucapnya.

    Contohnya, wanita pada posisi cowgirl akan mencondongkan tubuh ke depan dengan kedua tangan bersandar pada tubuh pasangan, sehingga melatih otot bicep dan tricepnya.

    Jika wanita menyandarkan tubuhnya ke belakang, dia akan mengencangkan otot core untuk menjaga keseimbangan tubuh.

    Uji ketahanan tubuh dengan posisi yang menantang

    Jika ada posisi bercinta yang mudah, tentunya ada pula posisi yang sulit dan menantang untuk dilakukan. Namun, Morse mengatakan gaya bercinta tersebut dapat mendorong pasangan keluar dari zona nyamannya.

    Misalnya, posisi wheelbarrow. Pada posisi ini, pria berdiri menahan pinggang dan kaki wanita sambil melakukan penetrasi. Sementara, wanita berada dalam posisi plank sambil menahan tubuhnya.

    Posisi lain yang tak kalah menantang adalah raise doggy style. Pada posisi ini, pria berbaring di pinggir kasur sementara wanita melakukan penetrasi sambil membungkukkan badan ke depan. Pada posisi ini, wanitalah yang lebih mengatur ritme dan irama gerakan.

    Tunda orgasme agar durasi semakin lama

    Menunda orgasme dapat meningkatkan durasi seks, sehingga membakar lebih banyak kalori. Pakar terapi seks Aida Manduley mengungkapkan salah satu trik untuk menunda orgasme adalah dengan melakukan edging, yaitu memperlambat atau menghentikan rangsangan untuk menunda terjadinya orgasme.

    “Bayangkan saja seperti berkendara mengelilingi sebuah rumah sebelum memarkirkannya. Anda dapat memilih untuk terus mengitari rumah, berhenti sebentar di jalan masuk, keluar, dan kembali memutari rumah. Atau Anda bisa ‘mengemudi’ sepenuhnya dan tidak menepi sama sekali,” tuturnya.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Plis, Jangan Mager! 6 Hal Ini Wajib Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

    Jakarta

    Seks adalah aktivitas yang bisa menguras banyak tenaga. Sehingga, tak jarang pasutri yang kelelahan memilih untuk langsung tidur usai ‘bertempur’ di ranjang.

    Padahal, ada banyak hal yang sebenarnya perlu dilakukan setelah berhubungan intim. Terlebih, jika ingin menjaga kesehatan dan terhindar dari risiko infeksi penyakit. Karenanya, pasutri harus menyempatkan diri untuk melakukan sejumlah hal berikut usai berhubungan intim.

    Hal yang Harus Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

    Lalu, apa saja sih hal yang harus pasutri setelah sesi bercinta yang panas? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.


    1. Membersihkan vagina

    Khusus wanita, penting untuk selalu membersihkan vagina setelah berhubungan intim, apalagi jika tidak menggunakan kondom. Dikutip dari WebMD, membersihkan vagina dapat mencegah risiko infeksi, seperti infeksi kandung kemih dan lain sebagainya.

    Namun perlu diingat, cukup bersihkan area luar atau vulva vagina saja. Jangan pernah membersihkan bagian dalam vagina dengan air atau sabun karena justru dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri.

    2. Mencuci tangan

    Selain alat vital, jangan lupa pula untuk mencuci tangan setelah berhubungan intim. Terlebih, jika pasutri saling menyentuh organ intim pasangan saat bercinta.

    Pasalnya, bakteri yang mungkin ada di penis atau vagina bisa berpindah ke tangan. Cucilah kedua tangan dengan air mengalir dan sabun setelah bercinta untuk mencegah penyebaran bakteri.

    3. Buang air kecil

    Saat berhubungan intim, terutama ketika melakukan penetrasi vaginal, bakteri yang menempel di bagian luar organ intim bisa masuk ke uretra, yakni saluran yang mengeluarkan urine dari dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatan risiko infeksi bakteri.

    Salah satu cara mengeluarkan bakteri dari saluran tersebut adalah dengan buang air kecil. Karenanya, jangan sampai rasa lelah dan kantuk menunda keinginan untuk ke kamar mandi.

    4. Minum air putih

    Jangan lupa juga untuk minum air putih setelah bercinta. Selain membantu tubuh kembali terhidrasi, minum air putih juga dapat mendorong keinginan untuk buang air kecil. Sehingga, tubuh dapat mengeluarkan lebih banyak bakteri yang bisa menyebabkan infeksi dan peradangan.

    5. Mengganti pakaian

    Aktivitas seksual yang intens akan membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Untuk itu, kenakanlah pakaian yang memungkinkan sirkulasi udara, seperti pakaian yang longgar atau berbahan katun.

    Selain itu, hindari mengenakan pakaian berbahan nilon karena dapat memerangkap panas sehingga memungkinkan bakteri untuk berkembang biak.

    6. Mengonsumsi camilan bergizi

    Dikutip dari Allo Health, mengonsumsi camilan ringan yang bergizi, seperti yoghurt, kimchi, pisang, dan coklat hitam dapat membantu memulihkan tenaga setelah aktivitas bercinta yang intens. Khusus wanita, mengonsumsi makanan fermentasi tertentu juga dapat menunjang fungsi bakteri baik yang ada di vagina untuk membersihkan dan menjaga kesehatan organ kewanitaan.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy