Tag: bercinta

  • Pasutri Bingung Sesuaikan Waktu Bercinta saat Puasa? Begini Saran Dokter


    Jakarta

    Selama bulan puasa, pasangan suami istri harus menyesuaikan momen ketika ingin berhubungan intim. Sebab berbeda dengan hari-hari lainnya, ada waktu tertentu selama Ramadan yang membuat pasutri tidak boleh bercinta.

    Ketika Ramadan, pasutri harus menyesuaikan frekuensi bercinta agar tidak membatalkan puasa. Lantas, kapan waktu yang tepat bercinta selama bulan puasa?

    “Paling ideal tuh habis buka ya, misalnya nunggu 1-2 jam, habis salat Magrib perutnya udah mulai enaknya, nggak terlalu kenyang. Setelah salat tarawih juga mungkin lebih baik supaya tidak terburu-buru,” kata spesialis urologi dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan saat berbincang dengan detikcom, Jumat (15/3/2024).


    Dia mengingatkan agar pasutri tak langsung ‘tancap gas’ melakukan hubungan seksual selepas berbuka. Ada baiknya menunggu beberapa saat terlebih dahulu sebelum bercinta.

    Selain itu, dr Akbari juga mengingatkan agar pasutri tidak melewatkan bersih-bersih setelah sesi bercinta usai. Pasalnya, melewatkan aktivitas membersihkan organ intim bisa memicu masalah kesehatan seperti infeksi kandung kemih khususnya pada wanita.

    “Saya kurang rekomen kalo di skip bersih-bersihnya soalnya kurang baik buat wanita sendiri. Buat laki-laki juga sama sebenernya, ya kalo gak cepet-cepet dibersihin kan lengket juga,” tandasnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Masih Sulit Curi-curi Waktu Bercinta saat Ramadan? Seksolog Spill Tipsnya


    Jakarta

    Walaupun sudah memasuki bulan Ramadan, hal ini bukan menjadi penghalang untuk pasangan suami istri bercinta. Selain bermanfaat untuk mengurangi stres, bercinta dengan pasangan juga dapat meningkatkan keharmonisan pasangan suami istri alias pasutri.

    Namun, kini yang menjadi pertanyaan adalah kapan waktu untuk bercinta bagi pasangan suami istri di saat bulan puasa? Tak jarang, banyak pasutri yang masih sulit menentukan waktu yang tepat.

    Seksolog Zoya Amirin, MPsi, FIAS menuturkan bahwa frekuensi berhubungan seks saat puasa memang tidak akan sebanyak seperti bulan-bulan sebelumnya dan memerlukan penyesuaian.


    “Jangan lupa kalian tetap saling mendukung, terutama dalam urusan seks. Kalau berpikir ‘nggak penting lah’, seks itu penting lho, meskipun memang bukan segalanya,” ucap Zoya ketika dihubungi detikcom, Kamis (14/3/2024).

    “Kalau itu sampai tidak ada itu malah nanti bisa kita kelelahan, malah stres malah tidak terkelola dengan baik. Tapi dengan adanya seks yang berkualitas dan bagus, itu akan membantu setiap pasangan justru untuk bisa menjalani kesulitan-kesulitan yang biasanya dihadapi saat bulan Ramadan,” sambungnya.

    Terkait jadwal terbaik, Zoya menuturkan bahwa pada dasarnya semua itu kembali pada kebutuhan pasangan masing-masing. Secara umum, menurutnya berhubungan intim paling ideal dilakukan pagi hari karena dalam kondisi yang sudah fit. Namun, karena bercinta tidak dapat dilakukan di pagi hari selama bulan puasa, pasutri harus bisa mencari akal.

    “Saya tidak mau membebani pasangan dengan waktu tertentu karena ini akan mempersulit. Kalau dikasih waktu nanti seolah-olah di luar waktu itu nggak benar. Jadi cari waktu yang paling oke saja untuk berdua,” kata Zoya.

    Ia menambahkan ada baiknya juga hubungan seksual selama bulan Ramadan dilakukan dengan perencanaan dan tidak dilakukan dengan spontan. Hal tersebut dapat membuat kualitas hubungan intim lebih rendah.

    “Kalau menurut saya, dibandingkan harus melakukan seks yang spontan di antara perubahan-perubahan jadwal Ramadan yang segini padatnya, saya sangat menyarankan pasutri untuk membuat rencana bercinta. Jadi yang enak buat Anda kapan?” ujarnya.

    Perencanaan menurutnya merupakan hal yang penting untuk dilakukan terlebih dalam budaya patriarki yang mayoritas masih diterapkan, wanita memiliki peran yang besar selama bulan puasa. Misalnya seperti menyiapkan makanan buka dan sahur, hingga mengatur urusan rumah tangga.

    Hal tersebut membuat banyak wanita sudah sangat lelah untuk bercinta. Jika dipaksakan, kondisi itu tentu tidak baik untuk kualitas bercinta hingga hubungan suami dan istri. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang baik dalam urusan seks, hingga pembagian peran dalam urusan rumah tangga.

    “Boleh kan ditanya, direncanakan, sehingga dia bisa mengatur keinginannya untuk melakukan hubungan seksual. Kalau enggak, bisa jadi berantem. Terus nanti ditolak jadi sensi. Akhirnya bulan Ramadan malah jadi lebih berpotensi konflik tinggi gitu, ibadahnya nggak jadi lancar kan gitu,” tandasnya.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kata Zoya Amirin soal Libido Turun Saat Puasa, Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Bercinta menjadi momen yang penting untuk pasangan suami istri dalam menjalin hubungan. Tidak hanya baik untuk kesehatan, bercinta nyatanya juga penting untuk meningkatkan keharmonisan pasangan.

    Namun, selama bulan puasa tak jarang pasangan kesulitan menemukan momen yang tepat untuk bercinta. Hal ini dipengaruhi perubahan jadwal dan pola hidup selama bulan puasa dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

    Seksolog Zoya Amirin, MPsi, FIAS menuturkan bahwa pada minggu awal-awal bulan Ramadan, perubahan libido cenderung mengalami penurunan yang tinggi.


    “Kalau pada saat minggu-minggu pertama dengan banyaknya perubahan sih kemungkinan drop-nya relatif tinggi ya. Kalau nanti sudah mulai menyesuaikan, mulai masuk minggu-minggu depan, menurut saya sudah lebih oke sih,” kata Zoya ketika berbincang dengan detikcom.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Zoya menuturkan perencanaan hubungan intim perlu dilakukan. Bukan sebagai beban, menurutnya hal ini krusial agar pasangan bisa mencurahkan seluruh energi dan perhatian untuk mempersiapkan seks yang berkualitas.

    Cara ini diharapkan dapat membuat rasa senang ketika berhubungan intim dapat dirasakan oleh dua belah pihak, tidak hanya pada satu pihak saja.

    “Nah, kenapa harus direncanakan? Supaya dua-duanya secara aktif, itu terkoneksi secara seksual. ‘Saya mau nyiapin ini ah, saya mau pakai lilin wangi untuk bikin suasana romantis, saya mau pakai pakaian tertentu,’ dan sebagainya,” jelasnya.

    Walaupun selama bulan puasa waktu untuk bercinta menjadi terbatas, Zoya sangat menyarankan pasangan suami istri untuk tetap berusaha menyempatkan waktu melakukan hubungan intim.

    Penyesuaian pola hidup selama bulan puasa menurutnya dapat memberi tekanan psikologis tersendiri, sehingga bercinta dapat menjadi ‘obat’ stres yang baik untuk pasangan.

    “Disarankan menyempatkan waktu sebisa mungkin, kalau bisa dalam sebulan ini empat kali ya bagus. Kalau misalnya dua kali saja, minimal itu sudah oke kok,” ucapnya.

    “Yang penting lakukanlah dengan mencari kualitas, bukan hanya, ‘kita harus berapa kali’. Cari gimana caranya berdua bisa mengatasi stres sama-sama, bisa menikmati hubungan seksual ini, akhirnya kan dua-duanya happy,” tandas Zoya.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Seksolog Tak Sarankan Pasutri ‘Seks Kilat’ di Bulan Ramadan, Ini Alasannya


    Jakarta

    Bercinta bersama pasangan bisa menjadi hal yang ‘tricky’ untuk dilakukan selama bulan puasa. Terkadang pasutri masih bingung bagaimana menentukan waktu terbaik untuk bercinta selama bulan puasa.

    Bagaimana sih cara agar hubungan pasangan suami istri tetap intim walaupun sudah memasuki bulan puasa? Seksolog Zoya Amirin, MPsi, FIAS membagikan beberapa hal yang mungkin bisa diterapkan pasutri selama bulan puasa.

    “Disarankan menyempatkan waktu sebisa mungkin, kalau bisa dalam sebulan ini empat kali ya bagus. Kalau misalnya dua kali saja, minimal itu sudah oke kok,” ucap Zoya ketika dihubungi detikcom.


    “Yang penting lakukanlah dengan mencari kualitas, bukan hanya, ‘kita harus berapa kali’. Cari gimana caranya berdua bisa mengatasi stres sama-sama, bisa menikmati hubungan seksual ini, akhirnya kan dua-duanya happy,” sambungnya.

    Walaupun menentukan jadwal berhubungan intim lebih sulit, Zoya tidak menyarankan pasutri untuk melakukan seks kilat atau quickie sex. Ia berkata bahwa seks secara spontan dapat mengurangi kualitas dari hubungan bercinta itu sendiri.

    Padahal dengan tingkat stres yang dialami pasangan selama bulan Ramadan, kualitas seks sangat berpengaruh pada kondisi psikologis setiap pasangan. Oleh karena itu, ia menyarankan pasangan suami istri untuk bisa menjadwalkan hubungan intim saat bulan puasa.

    Bukan untuk menjadi beban, perencanaan bercinta yang dibuat dilakukan agar suami dan istri bisa mempersiapkan diri masing-masing secara fokus sebelum akhirnya bercinta. Dengan begitu, kualitas seks yang baik bisa dirasakan oleh kedua belah pihak.

    Keintiman antara pasangan suami istri pun bisa dijaga walaupun dalam bulan puasa.

    “Kalau saya sih sangat-sangat mengusulkan untuk dua-duanya itu membuat waktu ya. Ketika direncanakan, itu berarti sampai hari H-nya nanti kita mengatur suasana hati, apa ya yang dibutuhkan untuk bisa supaya bercinta dengan nikmat saat bulan puasa,” pungkasnya.

    (avk/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Tips Seks Kilat, Solusi Penuhi Hasrat Seksual dan Tetap Memuaskan di Bulan Puasa

    Jakarta

    Terbatasnya waktu di bulan Ramadan dapat mempersulit pasangan suami istri untuk bermesraan. Bahkan mungkin hanya memiliki waktu sebelum sahur atau setelah sholat isya.

    Selain itu, keduanya juga membutuhkan waktu ekstra untuk mandi besar atau mandi junub untuk membersihkan diri setelah bercinta.

    Jika biasanya pasutri menghabiskan waktu 1-2 jam untuk bercinta, di bulan Ramadan ini rasanya hanya dengan 30 menit sudah cukup lama. Meski waktunya terbatas, pasutri masih tetap bisa saling terpuaskan hanya dengan seks kilat.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa tips seks kilat yang tetap bisa memuaskan buat pasutri selama bulan Ramadan:

    1. Coba gunakan pakaian yang mudah ‘diakses’

    Dikutip dari Women’s Health Magazine, pakaian sangat berpengaruh pada waktu yang dibutuhkan untuk bercinta. Agar lebih mudah, coba gunakan pakaian seperti gaun atau rok yang mudah untuk dilepas.

    2. Jangan fokus pada orgasme

    Selama berhubungan seks, coba untuk berfokus pada kesenangan pasangan dan diri sendiri. Sebab, hanya rasa senang yang bisa membuat seks kilat terasa lebih menyenangkan.

    Manfaatkan waktu yang ada untuk merangsang zona sensitif seksual favorit pasangan. Lakukan dengan perlahan dan lembut, hingga orgasme.

    3. Coba tempat baru

    Dikutip dari laman Glamour, tidak ada salahnya untuk mencoba tempat baru untuk bercinta, seperti di kamar mandi. Ini juga menguntungkan karena setelah selesai bercinta, pasutri bisa langsung membersihkan diri.

    4. Jangan lupa posisi yang tepat

    Selain tempat, posisi yang tepat juga sangat berpengaruh pada quicky sex. Bisa coba bersandar pada kursi, meja, atau dinding dan biarkan pasangan melakukan penetrasi. Ini bisa membantu meningkatkan peluang untuk orgasme dan seks terasa lebih memuaskan.

    5. Beri sentuhan yang menggairahkan

    Hal yang mungkin sering dilupakan adalah memberikan rangsangan, baik melalui ekspresi genit maupun sentuhan yang menggairahkan. Dikutip dari Elite Daily, godaan ini bisa berupa ciuman atau sentuhan yang sensual.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Posisi Bercinta Pemilik Mr P Kecil, Tetap Bisa Bikin Istri Terpuaskan

    Jakarta

    Bagi beberapa orang, ukuran penis dianggap sebagai faktor yang memengaruhi kepuasan bercinta. Konon, semakin besar ukuran penis maka semakin besar pula kenikmatan yang dirasakan saat bercinta.

    Terlepas betul atau tidaknya pernyataan itu, faktanya memang banyak pria yang sensitif soal ukuran penis. Apalagi bagi mereka yang memiliki ukuran penis yang terbilang kecil atau di bawah rata-rata. Hal tersebut kerap memengaruhi kepercayaan diri dalam memuaskan pasangan di ranjang.

    Namun, ukuran penis tidak harus menjadi penghalang saat memadu kasih dengan pasangan. Dengan melakukan hubungan intim pada posisi tertentu, pria dengan Mr P yang kecil juga masih bisa memberikan kepuasan kepada pasangan. Dikutip dari Men’s Health, berikut posisi bercinta untuk pria dengan penis kecil yang dapat memberi kenikmatan maksimal.


    1. Doggy Style

    Sebuah survei mengungkapkan bahwa doggy style merupakan gaya bercinta yang paling disukai banyak pasangan. Selain tidak sulit untuk dilakukan, doggy style diklaim dapat memberikan penetrasi yang lebih dalam, sehingga kenikmatan bercinta jadi makin maksimal.

    Untuk melakukan doggy style, istri hanya perlu berlutut sambil menopang tubuh dengan telapak tangan atau siku, sementara suami melakukan penetrasi dari belakang. Suami bisa memegang pinggul, pinggang, atau bahkan meremas payudara istri dari belakang untuk menambah rangsangan. Jika istri mengizinkan, suami juga bisa sedikit menjambak rambut istri untuk semakin menambah intensitas.

    2. Face-Off

    Face-off adalah posisi bercinta yang cocok untuk pria dengan penis berukuran kecil. Alih-alih penetrasi, posisi ini lebih mengutamakan gerakan saat penis berada di dalam vagina. Selain itu, posisi ini juga memungkinkan pasangan untuk berciuman dan merangsang titik sensitif, sehingga semakin menambah gairah.

    Untuk melakukan posisi ini, suami hanya perlu duduk di kursi, sofa, atau pinggir kasus. Kemudian, istri ‘menduduki’ suami untuk melakukan penetrasi. Suami kemudian bisa mengontrol tempo dengan memegang dan menggerakkan pinggul istri.

    3. Little Dipper

    Posisi ini memungkinkan penetrasi yang lebih dalam serta akses untuk merangsang klitoris. Pakar terapi seks, Ian Kerner, PhD, mengungkapkan klitoris memiliki ujung saraf yang lebih banyak dibanding vagina, namun jarang mendapat rangsangan lewat posisi bercinta yang standar.

    “Karena itu posisi yang memungkinkan rangsangan klitoris dan penetrasi vagina yang dalam (seperti Little Dipper) idea bagi orang-orang dengan penis yang kecil,” ujarnya.

    Untuk melakukan posisi ini, istri perlu duduk di atas suami untuk bisa melakukan penetrasi. Kemudian, suami mengangkat tubuhnya sambil bertumpu pada kasur, sofa, atau kursi tempat sandaran. Jika dilakukan dengan benar, maka pasutri yang melakukan posisi ini sekilas terlihat seperti huruf T.

    4. Cowgirl

    Ada banyak alasan mengapa posisi cowgirl kerap dianggap sebagai salah satu yang terbaik. Mulai dari memberikan rangsangan terhadap klitoris, hingga memungkinkan istri untuk mengetahui dan menemukan titik rangsangan pada tubuhnya sendiri. Belum lagi beragam variasi yang bisa memberikan sudut penetrasi yang berbeda, membuat cowgirl selamanya menjadi salah satu posisi favorit bagi banyak pasutri.

    Untuk melakukan posisi ini, suami hanya tinggal berbaring telentang di kasur atau lantai. Istri kemudian bisa ‘menaiki’ tubuh suami untuk melakukan penetrasi. Jika posisi ini dirasa kurang pas, coba lakukan variasi, seperti squatting cowgirl, untuk memungkinkan penetrasi yang lebih dalam serta akses rangsangan klitoris yang lebih banyak.

    5. G-Whiz

    Ada dua alasan mengapa posisi G-Whiz memuaskan untuk dilakukan. Pertama, pinggang istri sedikit terangkat pada posisi ini, sehingga memungkinkan suami untuk mengendalikan intensitas penetrasi. Kedua, posisi ini memungkinkan suami maupun istri mengeksplor sisi dominan dan submisifnya, sehingga membuat aktivitas seksual menjadi lebih erotis.

    Untuk melakukan posisi ini, istri perlu berbaring di tempat tidur atau lantai. Lalu, naikkan kedua lutut hingga sejajar dengan dada, sehingga pinggul menjadi sedikit terangkat. Saat melakukan penetrasi, suami juga bisa menyandarkan kedua kaki istri ke dadanya untuk menambah kedalaman sudut penetrasi.

    6. Flatiron

    Flatiron bisa dibilang sebagai salah satu variasi doggy style. Jika doggy style lebih menekankan pada kedalaman penetrasi, flatiron lebih fokus pada gesekan antara penis dan dinding vagina saat penetrasi.

    “Karena pinggang wanita berada dalam posisi yang lebih tertutup ketimbang terbuka, maka gesekan pada dinding vagina menjadi lebih besar,” tutur pakar terapi seks dan keluarga, Holly Richmond, PhD.

    Untuk melakukan posisi ini, istri terlebih dulu berbaring tengkurap di atas kasur atau permukaan yang datar. Kemudian, sambil sedikit mengangkat pinggul istri, suami melakukan penetrasi dari belakang. Pada posisi ini, istri bisa merapatkan kedua kakinya, sehingga menciptakan sensasi dinding vagina yang lebih sempit. Agar lebih nyaman, istri juga bisa menempatkan bantal di bawah perut sebagai penyangga.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Nggak Sama, Begini Perbedaan Orgasme pada Pria Vs Wanita


    Jakarta

    Bercinta merupakan sebuah momen menyenangkan yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri. Titik orgasme yang didapatkan oleh pasangan menjadi salah satu tujuan ketika berhubungan intim.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, orgasme merupakan puncak gairah seksual ketika tubuh melepaskan ketegangan dan tekanan seksual. Kondisi ini biasanya ditandai dengan perasaan kenikmatan yang sangat intens di organ intim dan seluruh tubuh.

    Biasanya orgasme hanya berlangsung selama beberapa detik dan terasa sangat menyenangkan. Kondisi ini terjadi selama rangsangan seksual pada organ intim atau zona seksual seperti penis, testis, vagina, ataupun payudara.


    Mengapa perasaan puas atau senang muncul ketika seseorang mengalami orgasme? Ketika orgasme, tubuh akan melepaskan dopamin yang dikenal sebagai hormon perasaan senang. Tubuh juga mengeluarkan oksitosin yang disebut sebagai ‘hormon cinta’.

    Hormon-hormon tersebut meningkatkan perasaan bahagia dan emosi positif lainnya sehingga melawan hormon stres kortisol yang ada di dalam tubuh.

    Beda Orgasme Pria Vs Wanita

    1. Durasi

    Dalam penelitian yang dilakukan, orgasme wanita berlangsung dalam waktu yang cenderung lebih lama bila dibandingkan dengan pria. Orgasme wanita dapat berlangsung selama 20 detik atau bahkan lebih lama untuk beberapa orang. Sedangkan ejakulasi penis berlangsung antara tiga hingga 10 detik.

    “Orgasme dapat bervariasi dalam panjang dan intensitasnya. Tidak ada orgasme tertentu yang ‘lebih baik’ dibandingkan dengan orgasme lainnya,” kata seksolog Chanel Jaali Marshall dikutip dari Romper, Minggu (10/3/2024).

    2. Tujuan Biologis

    Dalam hal tujuan biologis, orgasme pada pria memiliki tujuan yang ‘lebih jelas’. Orgasme pada pria membantu cairan berisi sperma yang dikeluarkan dapat mencapai rahim dan membuahi sel telur dalam rahim.

    Ahli biologi terkemuka Elisabeth Anne Lloyd, penulis The Case of the Female Orgasm, berpendapat bahwa tidak ada cukup bukti kuat untuk membuktikan bahwa orgasme vagina atau klitoris memiliki tujuan biologis. Lloyd mengklaim bahwa klimaks pada wanita mungkin mirip dengan puting pria.

    “Ini memiliki fungsi yang jelas pada satu jenis kelamin, tetapi tidak pada jenis kelamin yang lain,” ucap Lloyd.

    Sedangkan Marshall berpendapat bahwa orgasme pada wanita bertujuan untuk mendorong wanita melakukan lebih banyak hubungan seks dan meningkatkan keberhasilan reproduksi.

    3. Reaksi Otak

    Para peneliti dari Universitas Groningen di Belanda mempelajari respons otak seorang pria dibandingkan wanita saat melakukan foreplay dan hubungan intim. Mereka menemukan area otak yang berbeda pada setiap tipe orang menunjukkan aktivitas selama rangsangan genital.

    Namun pada fase orgasme, semuanya menunjukkan aktivasi di area otak kecil atau bagian bawah otak yang bertanggung jawab untuk kontrol motorik.

    4. Ejakulasi

    Meskipun klimaks umum yang terjadi pada seorang pria adalah ejakulasi cairan mani, hal yang sama belum tentu berlaku untuk para wanita.

    Laporan dalam Journal of Sexual Medicine meneliti berbagai penelitian tentang ejakulasi pada wanita dan menemukan hanya sekitar 10-55 persen yang mengeluarkan cairan berwarna keputihan saat berhubungan seks.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Posisi Bercinta untuk Pemula, Cocok buat Pasutri yang Masih Malu-malu

    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri yang baru menikah, berhubungan intim untuk yang pertama kali bisa menakutkan. Ada banyak hal yang mungkin menjadi pikiran, salah satunya posisi bercinta yang ‘ramah’ untuk pemula.

    Biasanya, pasutri yang baru menikah cenderung ‘malu-malu’ mengungkapkan keinginan soal urusan seks, termasuk posisi bercinta yang diinginkan. Alhasil, tidak sedikit pasutri baru yang bercinta untuk pertama kali dengan posisi yang biasa-biasa saja.

    Kendati demikian, bukan berarti gaya bercinta yang umum tidak bisa memberikan kepuasan loh. Dikutip dari Men’s Health, berikut rekomendasi posisi bercinta untuk pasutri baru yang bisa memberikan kepuasan dan kenikmatan maksimal.


    1. Missionary

    Missionary adalah salah satu posisi bercinta yang paling mudah untuk dilakukan. Meski mudah, bukan berarti gaya ini membosankan.

    Ada banyak variasi dan teknik stimulasi yang bisa dilakukan pasutri dalam posisi ini. Misalnya, suami bisa memberikan rangsangan dengan mencium bibir atau payudara istri. Untuk meningkatkan sensasi penetrasi, pasutri juga bisa melakukan ‘Elevated missionary’, yakni dengan sedikit mengangkat pinggang istri agar penetrasi bisa semakin dalam.

    “Missionary adalah posisi bercinta terbaik bagi mereka yang baru pertama kali mencoba seks penetrasi,” ujar pakar seks dan hubungan, Gigi Engle.

    2. Spooning

    Ingin posisi bercinta yang lebih intim? Coba posisi spooning.

    Pasutri bisa melakukan posisi ini di tempat tidur atau di lantai. Pada posisi ini, istri berbaring menghadap ke samping sambil membelakangi suami, sementara suami melakukan penetrasi dari belakang.

    Keuntungan dari posisi ini adalah suami bisa merangsang berbagai titik sensitif pada tubuh istri, mulai dari tengkuk, punggung, pinggang, payudara, hingga klitoris. Pasutri juga bisa melakukan posisi ini sambil berpelukan dengan mesra, sehingga menambah rasa keintiman.

    “Posisi ini juga sangat intim, karena memungkinkan Anda memeluk (atau dipeluk) pasangan. Ditambah lagi, Anda juga memiliki akses yang mudah untuk memberikan rangsangan eksternal,” ucap Engle.

    3. Cowgirl

    Kontras dengan kelihatannya, cowgirl sebenarnya bukanlah posisi yang sulit untuk dilakukan. Pada posisi ini, pria hanya perlu berbaring telentang sembari istri mengatur gerakan penetrasi dari atas.

    Posisi ini memberikan kendali penuh kepada istri saat melakukan penetrasi. Melalui gaya ini, istri bisa mengetahui lebih banyak tentang tubuhnya sendiri, seperti titik atau sudut penetrasi seperti apa yang membuatnya lebih terangsang.

    4. Lotus

    Buat pasutri yang sangat suka bermesraan, berpelukan, atau berciuman, maka Lotus jadi posisi bercinta yang bisa dijajal. Pada posisi ini, istri duduk di atas paha suami sambil melingkarkan kedua kakinya ke pinggang suami. Pasutri bisa saling memeluk, berciuman, dan merangsang titik sensitif satu sama lain, sehingga membuat posisi ini cukup ‘hot’ dan menggairahkan untuk dilakukan.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Hal yang Bikin Gairah Seks Melonjak, Sesi Bercinta Jadi Makin ‘Membara’

    Jakarta

    Libido atau gairah seks adalah faktor penting yang memengaruhi kenikmatan dan kepuasan dalam bercinta. Semakin tinggi gairah seks, semakin besar pula kenikmatan seksual yang dirasakan saat berhubungan intim dengan pasangan.

    Namun terkadang, gairah seks sewaktu-waktu bisa meningkat lebih tinggi dibanding biasanya. Lantas, apa sih yang menyebabkan gairah seks bisa tetap ‘membara’? Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasannya.

    1. Sering berolahraga

    Jika belakangan detikers sering berolahraga, maka hal ini juga bisa menjadi salah satu pemicu gairah seks tinggi. Sebuah studi menemukan bahwa kebugaran fisik dapat memengaruhi gairah seks. Tak hanya itu, para peneliti menemukan gairah seks pada wanita sangat dipengaruhi oleh ketahanan kardiovaskular.


    “Olahraga membuat tubuh melepaskan hormon bahagia yang meningkatkan tingkat energi,” ujar seksolog Shamyra Howard, L.C.S.W., dikutip dari Prevention.

    2. Hubungan yang sehat dengan pasangan

    Terkadang, gairah seks yang tinggi juga bisa disebabkan oleh hubungan percintaan yang sehat dengan pasangan.

    “Jika semua berjalan baik, itu (hubungan) dapat mendongkrak gairah seks Anda. Tapi jika Anda mengalami banyak konflik dan masalah dalam hubungan, hal tersebut dapat menurunkan hasrat seksual,” terang psikolog dari Kinsey Institute di Indiana University, Justin Lehmiller, PhD.

    Bagi beberapa orang, gairah seks juga bisa meningkat ketika mereka baru menjalin hubungan dengan pasangan yang baru, sehingga selalu ingin selalu bersama dan tidak mau berpisah. Fase ini dikenal juga dengan istilah ‘fase bulan madu’.

    3. Jarang stres

    Orang yang jarang stres juga bisa mengalami peningkatan gairah seks. Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Selain membantu tubuh mengantisipasi ‘ancaman’ yang memicu stres, hormon ini juga dapat memengaruhi gairah seksual.

    Sebuah studi pada 2008 menganalisa kaitan antara hormon kortisol dan gairah seks. Penelitian tersebut mengukur kadar kortisol dan gairah seks 30 orang wanita sebelum dan setelah menonton film porno. Hasilnya, wanita yang mengalami penurunan kortisol cenderung memiliki gairah seks yang lebih tinggi.

    “Meskipun seks merupakan aktivitas fisik, dia juga sangat berhubungan dengan mental dan psikologi,” ucap pakar obstetri dan ginekologi, dr Tamika Cross, FACOG dari Serenity Women’s Health & Med Spa di Texas.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Cara Mudah Bikin Suami Lebih ‘Panas’ di Ranjang

    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri, seks adalah sesuatu yang dapat sangat memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Bahkan, tak jarang kebahagian pasutri diukur dari kehidupan seks yang mereka miliki.

    Memang, pria dikenal sebagai kaum yang ‘simpel’ untuk urusan bercinta. Kendati demikian, bukan berarti wanita tidak perlu effort. Terkadang, wanita justru harus lebih berinisiatif agar kehidupan percintaan tetap ‘panas’ dan menggairahkan.

    Lantas, apa saja yang bisa dilakukan para istri untuk memuaskan suami di ranjang? Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet tips yang bisa diterapkan.


    1. Jangan malu untuk menggoda suami

    Mungkin tidak sedikit istri yang malu untuk melontarkan kata ‘nakal’ saat bercinta. Nah, kebiasaan ini harus diubah sesegera mungkin.

    Pasalnya, untaian kalimat nakal tersebut dapat meningkatkan gairah suami saat di ranjang. Selain kata-kata yang menggoda, bisikkan pula fantasi liar untuk membuat suami makin ‘menggebu-gebu’.

    2. Jadi yang pertama melepas pakaian

    Seringkali, pria menjadi yang pertama menginisiasi seks. Jadi, tidak heran jika pria juga menjadi yang pertama melepas pakaian.

    Namun jika istri berani mengambil inisiatif tersebut, justru dapat membuat suami menjadi semakin bergairah untuk bercinta. Bahkan, ‘seni’ melepas pakaian sering disebut sebagai salah satu aktivitas foreplay yang efektif mendongkrak keinginan para pria untuk melakukan hubungan intim.

    3. Jajal posisi bercinta baru

    Posisi bercinta yang itu itu saja tentu akan membosankan bila dilakukan secara terus-menerus. Karenanya, jangan pernah malu mengajak suami untuk menjajal gaya bercinta yang baru dan lebih menantang.

    Seiring waktu, preferensi seksual seseorang dapat berubah. Karena itu, butuh beberapa kali eksperimen sampai bisa menemukan posisi bercinta yang benar-benar pas dan membangkitkan gairah. Bila perlu, gunakan atribut seperti penutup mata atau borgol untuk membuat sesi bercinta menjadi semakin ‘panas’.

    4. Rangsang titik sensitifnya

    Tak hanya wanita, pria juga memiliki titik-titik yang sensitif terhadap rangsangan. Cobalah berbagai teknik atau posisi bercinta yang memudahkan akses terhadap titik-titik sensitif di tubuh suami. Kombinasi rangsangan pada titik sensitif tersebut dapat membuat orgasme suami menjadi lebih intens, sehingga meningkatkan kenikmatan dari aktivitas seksual.

    5. Mendesah

    Mendesah saat bercinta bisa dibilang merupakan salah satu bentuk pujian untuk suami. Artinya, teknik atau apapun yang dilakukan suami dapat membuat istri merasa nikmat sehingga tidak bisa menahan suara-suara desahan. Selain meningkatkan rasa percaya diri, mendesah juga dapat membuat suami semakin bersemangat saat sesi bercinta.

    6. Puji performa suami

    Terkadang, suami juga membutuhkan konfirmasi dalam bentuk verbal. Karena itu, jangan pernah sungkan untuk memuji performa suami saat atau sesudah bercinta.

    Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan dirinya. Jika suami percaya diri di ranjang, maka dia akan semakin bergairah sehingga meningkatkan kenikmatan dan kepuasan seksual saat berhubungan intim.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy