Tag: bercinta

  • 6 Makanan Ini Bikin Gairah Bercinta Pasutri Makin ‘On Fire’, Penasaran?


    Jakarta

    Sudah banyak yang tahu, asupan makanan memiliki kaitan erat dengan kualitas seks. Makanan seperti tiram, cokelat, stroberi, hingga buah ara misalnya, dipahami sebagai makanan afrodisiak yang konon dapat meningkatkan gairah seks.

    Namun siapa sangka, makanan-makanan tersebut tidak terlalu membantu jika seseorang sedang mengalami penurunan gairah seksual.

    “Meskipun makanan seperti tiram, asparagus, atau cokelat umumnya diyakini sebagai afrodisiak, efeknya terhadap pengalaman seksual sering kali tidak didukung oleh ilmu pengetahuan atau penelitian yang kredibel,” kata dokter dan ahli diet Dr Michael Mosley, dikutip dari The Sun.


    Sebagai gantinya, ahli diet ini ahli diet ini membuat daftar enam makanan yang menurutnya dapat membantu. Banyak di antaranya merupakan komponen penting dari diet Mediterania. Pasalnya, diet ini telah terbukti meningkatkan fungsi seksual baik pada pria maupun wanita.

    Mulai dari meningkatkan aliran darah ke area-area penting tubuh, hingga mengurangi kelelahan otot, dan meniru hormon-hormon bahagia, inilah 6 makanan yang jarang diketahui dapat meningkatkan kehidupan seks pasutri.

    1. Chickpeas dan biji-bijian

    Dr Mosley mengatakan bahwa fitoestrogen yang ditemukan dalam makanan seperti flaxseeds (biji rami), biji wijen, dan chickpeas (kacang arab) yang bekerja dengan cara yang mirip dengan estrogen, yakni hormon seks wanita yang penting.

    Makanan-makanan ini bisa sangat berguna bagi wanita yang mengalami menopause, yang mengalami penurunan estrogen dan nafsu seksual.

    2. Ikan berlemak

    Ikan berlemak, seperti tuna dan salmon, dapat membantu meningkatkan testosteron, yakni hormon yang sangat penting untuk gairah seks dan performa pria.

    Hal ini karena ikan-ikan tersebut kaya akan asam lemak tak jenuh ganda omega-3 yang juga dapat mencegah penumpukan plak di arteri. Menuru Dr Mosley, hal ini meningkatkan aliran darah ke semua area penting di tubuh ketika berhubungan seks.

    3. Kacang pistachio

    Karena kacang pistachio kaya akan protein, serat dan lemak sehat. Kacang ini membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung, yang dapat menyebabkan efek samping seperti ketidakpuasan seksual.

    Dr Mosley berkata bahwa kacang pistachio juga dapat membantu mengurangi gejala disfungsi ereksi. Ia mengacu pada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi 100 gram kacang pistachio setiap hari selama tiga minggu mengalami ereksi yang lebih kuat.

    4. Sayuran Hijau

    Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan lobak Swiss kaya akan magnesium, yang dapat meningkatkan kadar testosteron.

    5. Buah bit

    Buah bit kaya akan vitamin dan antioksidan. Selain itu, kandungan nitrat yang tinggi dapat menyokong kehirupan seks seseorang.

    Dr Mosley menjelaskan bahwa nitrat melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi jus bit dalam jumlah sedikit pun dapat meningkatkan performa seks dan mengurangi kelelahan otot.

    6. Kimchi

    Makanan fermentasi dari Korea ini bisa menjadi kunci untuk mengurangi kecemasan akan performa seks. Makanan ini mengandung probiotik, vitamin dan mineral, yang terbukti membantu mengurangi stres dan kecemasan karena pengaruhnya terhadap mikrobioma usus Anda, kata Dr Mosley.

    “Berkurangnya stres dan kecemasan sama dengan kehidupan seks yang lebih memuaskan,” tambah sang dokter.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Jangan Langsung Tidur! Ini 6 Hal yang Wajib Dilakukan Wanita Sehabis Bercinta


    Jakarta

    Beberapa wanita terbiasa langsung tidur sehabis bercinta, misalnya gegara kelelahan atau terbawa suasana saat berpelukan dengan pasangan selepas berhubungan intim. Padahal demi kesehatan organ intim, ada hal-hal yang wajib banget dilakukan setelah bercinta lho.

    Pasalnya, ketika bergairah secara seksual, tubuh akan menghasilkan cairan yang mengandung bakteri. Cairan ini dapat berpindah ke individu lain melalui darah, sperma, cairan Miss V, dan cairan tubuh lainnya. Hal ini adalah sumber penularan penyakit menular seksual yang paling umum.

    Oleh sebab itu, penting sekali untuk menjaga kebersihan Miss V setelah berhubungan seks. Dikutip dari Healthshots, berikut adalah 6 hal yang harus dilakukan setelah seks untuk menjaga kebersihan Miss V.

    1. Buang air kecil

    Langkah paling simpel namun penting setelah berhubungan intim adalah buang air kecil. Pasalnya, buang air kecil membantu membersihkan kuman-kuman yang nantinya dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.


    2. Cebok atau membasuh vagina

    Basuhlah Miss V secara lembut dengan air hangat. Hindari penggunaan air panas, sabun yang keras atau beraroma, dan produk berbahan kimia untuk membersihkan Miss V.

    Cukup bersihkan area luar (vulva) dan tidak perlu melakukan douche (membersihkan bagian dalam Miss V) dengan kuat karena Miss V memiliki mekanisme untuk membersihkan dirinya sendiri. Selain itu, douching hanya akan meningkatkan risiko infeksi.

    3. Ganti pakaian dalam

    Gantilah dengan pakaian dalam yang baru karena pakaian dalam dapat ternoda oleh cairan tubuh yang dapat menimbulkan infeksi. Selain itu, kenakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik.

    4. Perhatikan ruam

    Segera konsultasikan dengan dokter jika mendapati lesi atau ruam, rasa terbakar saat buang air kecil, atau rasa sakit apa pun pada genital. Pasalnya, hal-hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa kulit mengalami kerusakan.

    5. Waspadai gejala-gejala infeksi

    Jika menemukan gejala-gejala, seperti adanya cairan, rasa sakit, lecet, dan bintik-bintik di dekat area genital, segera periksakan diri. Jangan takut untuk mencari tahu melalui internet, tetapi berkonsultasilah dengan ahlinya.

    6. Bersihkan bagian tubuh lainnya

    Untuk mencegah infeksi, cucilah wajah, mulut, dan gigi dengan benar jika melakukan seks oral.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Manfaat Foreplay untuk Panaskan Sesi Bercinta Malam Ini


    Jakarta

    Melewatkan foreplay dan terburu-buru melakukan penetrasi bisa saja menjadi kesalahan terbesar yang dilakukan pasutri. Pasalnya pemanasan sebelum bercinta ini turut menjadi salah satu bagian terpenting dari hubungan seks.

    Bahkan di luar dugaan, foreplay memiliki lebih banyak manfaat yang tidak bisa dibayangkan oleh pasangan. Dikutip dari Entertainment Times, inilah berbagai manfaat dari berpelukan hingga ciuman sebelum melakukan hubungan seks.

    1. Menghilangkan stres


    Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa foreplay menjadi penghilang stres yang lebih baik daripada hubungan seks itu sendiri. Pemanasan ini meningkatkan detak jantung dan memungkinkan sirkulasi darah mengalir lebih baik di dalam tubuh.

    Semakin lama durasi pemanasan sebelum bercinta, kedua pasangan akan semakin rileks.

    2. Meningkatkan aliran darah ke alat kelamin

    Pemanasan seperti berciuman atau berpelukan meningkatkan aliran darah ke alat kelamin, yang membangkitkan hasrat seksual keduanya.

    Bukan hanya itu, foreplay juga menyebabkan pelepasan hormon seperti oksitosin, serotonin, dan dopamin. Pelepasan hormon ini berguna menurunkan hormon stres kortisol dan menghilangkan penghalang hubungan seksual.

    3. Meningkatkan sperma pada pria

    Durasi pemanasan yang lebih lama dipercaya dapat memberikan manfaat pada sperma. Foreplay sebelum bercinta tidak hanya memberikan kesenangan yang luar biasa, namun juga berdampak positif pada jumlah sperma pria.

    4. Menjaga kesehatan emosional

    Sejumlah hormon baik yang dilepaskan selama pemanasan memberikan ketenangan serta membuat kedua pasangan sehat secara emosional. Hubungan seksual menyatukan pasangan, sedangkan pemanasan sebelum bercinta menguatkan ikatan emosional di antara keduanya.

    5. Mengurangi risiko penyakit

    Aktivitas seksual secara keseluruhan dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit serius, seperti permasalahan jantung. Para peneliti di Queens University di Belfast menemukan bahwa, orang yang berhubungan seks lebih dari dua atau tiga kali seminggu, memiliki kemungkinan lebih kecil terkena serangan jantung.

    Pemanasan yang dilakukan sebelum berhubungan seks ini juga meningkatkan kualitas tidur dan membuat kulit lebih bersinar karena melibatkan peningkatan sirkulasi darah.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Rempah Ini Ampuh Bikin Performa Bercinta Makin Hot, Gampang Dicari di Rumah!

    Jakarta

    Banyak orang mencari-cari cara untuk meningkatkan performa bercinta, demi meningkatkan kepuasan pasangan. Sebab tak bisa dipungkiri, kerekatan hubungan pasutri kerap kali dipengaruhi oleh kualitas hubungan seksual.

    Untuk meningkatkan kehidupan bercinta, beberapa jenis bahan herbal bisa dikonsumsi. Tak hanya minim efek samping, rempah-rempah ini mudah didapat dan menawarkan energi afrodisiak. Dikutip dari New York Post, inilah rempah-rempah yang bisa meningkatkan performa saat bercinta.

    1. Kayu Manis

    Rempah ini telah lama dipercaya sebagai afrodisiak alami karena dengan aromanya saja sudah bisa merangsang gairah. Bahkan menurut penelitian, kayu manis dapat meningkatkan jumlah sperma.


    Selain itu, tanaman herbal bisa merangsang reseptor otak dan meningkatkan kadar dopamin yang terkait dengan hasrat dan gairah seksual.

    2. Jahe

    Kandungan gingerol dan zingiberene pada jahe dapat menciptakan gairah bercinta. Awal tahun ini, sebuah studi menemukan bahwa jahe bisa meningkatkan gairah terhadap rangsangan erotis baik pada pria maupun wanita. Efeknya yang menambah gairah bercinta dapat meningkatkan fungsi seksual masing-masing orang.

    3. Vanila

    Dipercaya khasiat afrodisiak vanila berasal dari aroma dan rasa bijinya. Bagi pria, aroma vanila dikaitkan dengan peningkatan gairah seksual yang lebih tinggi daripada aroma lainnya. Sementara pada wanita, vanila memberikan perasaan nyaman dan damai, serta mendorong rasa aman.

    4. Bawang Putih

    Selama berabad-abad, bawang putih banyak digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan stamina dan hasrat seksual. Pasalnya, bawang putih mengandung senyawa allicin dalam kadar tinggi sehingga dapat meningkatkan aliran darah ke organ seks.

    Kandungan antioksidan pada bawang putih juga mengurangi tingkat stres. Mengingat pada banyak kasus, libido seseorang anjlok akibat stres yang mengganggu sehari-hari.

    5. Ginseng

    Menurut salah satu studi, ginseng telah lama diandalkan sebagai afrodisiak sekaligus obat alamai untuk disfungsi seksual.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Ini Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Intim, Pasutri Perlu Tahu!

    Jakarta

    Hubungan intim atau bercinta merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan pasutri untuk menjaga keharmonisan hubungan. Biasanya, bercinta kerap dilakukan di malam hari, setelah selesai menunaikan segala rutinitas.

    Tapi, malam hari tak melulu menjadi waktu terbaik untuk melakukan aktivitas seksual. Faktanya, ada waktu yang tepat untuk berhubungan intim sehingga memberikan kepuasan yang lebih maksimal.

    Bahkan, waktu yang tepat untuk berhubungan intim tersebut sudah dibuktikan oleh sejumlah studi dan survei. Lantas, kapan sih waktu bercinta terbaik yang dapat memberikan kepuasan maksimal?


    Pagi Hari adalah Waktu yang Tepat untuk Berhubungan Intim

    Dikutip dari laman Daily Mail UK, perusahaan suplemen asal Inggris, Forza Industries, melakukan studi untuk mengetahui waktu terbaik melakukan hubungan seksual. Hasil studi tersebut mendapati kalau pukul 07.30 pagi hari adalah waktu yang paling ideal untuk berhubungan intim.

    Hal ini dikarenakan tingkat energi tubuh berada di puncaknya pada pagi hari, yakni sekitar 45 menit setelah bangun tidur. Sehingga, pasutri memiliki stamina yang cukup untuk berhubungan seks hingga mencapai titik kepuasan maksimal.

    “Tingkat energi berada di puncaknya setelah kita beristirahat, artinya baik pria maupun wanita memiliki lebih banyak stamina,” ungkap penulis studi tersebut, dikutip dari Daily Mail UK, Selasa (21/11/2023).

    Lebih lanjut, studi tersebut mengungkapkan tingkat stres mencapai puncaknya pada pukul 10.45. Sehingga jika menunggu hingga jam tersebut, pasutri akan kehilangan kesempatan terbaik untuk bercinta. Itulah alasan mengapa pagi hari setelah bangun tidur menjadi waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

    Hal senada disampaikan oleh pakar seksualitas manusia, Emily Morse, PhD. Dikutip dari situs Women’s Health, melakukan hubungan seks di pagi hari bisa membuat pasutri merasa lebih terkoneksi satu sama lain.

    “Ketika Anda melakukan aktivitas seksual apapun, tubuh akan melepaskan oksitosin, hormon yang menumbuhkan rasa cinta dan keterikatan. Artinya ketika Anda berhubungan intim di pagi hari, Anda akan merasa lebih terikat dengan pasangan sepanjang hari,” ucapnya.

    Seks di pagi hari juga membuat tubuh melepaskan hormon endorfin. Hormon ini dapat memicu perasaan bahagia, menurunkan tekanan darah, hingga mengurangi tingkat stres. Tak heran jika banyak yang menyebut seks sebagai cara terbaik untuk memulai hari.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Lama Sih Durasi Berhubungan Intim yang Ideal?

    Jakarta

    Setiap pasangan ingin mendapatkan kepuasan yang maksimal saat berhubungan intim. Banyak yang mengira, semakin lama durasi bercinta maka semakin tinggi pula tingkat kepuasannya. Tapi sebenarnya berapa lama durasi berhubungan intim yang ideal?

    Banyak penelitian dan studi yang mencoba mencari tahu durasi berhubungan intim yang ideal. Dikutip dari Healthline, setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda tentang durasi seks yang ideal. Umumnya, preferensi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor seperti usia, bentuk atau ukuran alat vital, hingga gangguan fungsi seksual yang mungkin dimiliki.

    Perlu diketahui, studi tentang berapa lama durasi berhubungan intim yang ideal umunya berfokus pada seks vaginal. Lebih tepatnya, aktivitas seksual yang melibatkan penetrasi penis pria ke vagina.


    Jadi, berapa lama sih durasi berhubungan intim yang ideal?

    Dikutip dari Medical News Today, studi yang dilakukan pada 2008 mengumpulkan informasi tentang durasi berhubungan intim yang ideal dari berbagai pakar terapi seks di Amerika Serikat dan Kanada. Dari hasil penelitian tersebut, berikut kategori hubungan seksual berdasarkan durasinya:

    • Di bawah 3 menit: perlu mendapat perhatian klinis
    • 3 sampai 7 menit: cukup
    • 7 sampai 13 menit: ideal
    • 10 sampai 30 menit: terlalu lama

    Sementara survei yang dilakukan oleh anggota Society for Sex Therapy and Research tahun 2005 menyatakan, seks vagina biasanya berlangsung tiga hingga tujuh menit.

    Menurut survei, hubungan seks vagina yang berlangsung satu hingga dua menit dianggap terlalu singkat. Sedangkan seks vagina yang berlangsung 10 hingga 30 menit dianggap terlalu lama.

    Tips Mencapai Durasi Seks yang Ideal

    Beberapa pasangan mungkin memiliki durasi berhubungan intim yang terlalu singkat atau terlalu lama. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencapai durasi seks yang ideal:

    Cara Meningkatkan Durasi Seks

    • Menerapkan metode tertentu untuk mencegah ejakulasi dan memperlama durasi seks, seperti teknik stop-start atau squeezing
    • Masturbasi 1 atau 2 jam sebelum berhubungan intim untuk mencegah ejakulasi lebih awal
    • Mengalihkan perhatian dari hal-hal yang merangsang untuk memperlambat terjadinya orgasme
    • Mengambil jeda saat berhubungan intim untuk menunda orgasme
    • Mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter untuk meningkatkan performa seks

    Cara Mempersingkat Durasi Seks

    • Meningkatkan foreplay sebelum berhubungan seks
    • Menggunakan minyak pelumas atau mainan bantu seks untuk membantu pasangan mencapai orgasme lebih cepat
    • Bercinta dengan posisi tertentu yang dapat meningkatkan penetrasi dan rangsangan seksual
    • Menyentuh titik-titik rangsang pada tubuh pasangan untuk mempercepat terjadinya orgasme

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Khusus Bapak-bapak! Ini 9 Efek Terlalu Lama Tak Bercinta Bagi Pria


    Jakarta

    Seks merupakan kebutuhan penting bagi kaum adam. Pasalnya, aktivitas ini memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan emosional dan fisik seseorang. Sebagai contoh, seks dapat meningkatkan mood, meredakan gejala kecemasan, hingga meningkatkan kesehatan jantung.

    Namun, jika berhubungan seks memiliki berbagai manfaat, apakah tidak melakukannya dapat berdampak buruk bagi pria? Lalu, apa sih yang akan terjadi pada tubuh jika tidak berhubungan seks dalam waktu yang lama?

    Dikutip dari Men’s Health dan WebMD, berikut adalah 9 efek samping dari lama tidak berhubungan intim bagi pria.


    1. Rentan terhadap stres

    Bercinta dapat membuat segala sesuatu di dunia terasa lebih baik. Ternyata, ada alasan ilmiah untuk itu.

    Ternyata, terdapat alasan ilmiah untuk itu. Ahli saraf Dr Debra W Soh dalam suatu interview dengan Men’s Health menjelaskan bahwa during orgasme, tubuh melepaskan hormon endorfin yang dapat membantu meningkatkan mood.

    “Jadi, jika Anda cenderung menggunakan seks sebagai cara untuk mengatasi stres, masa-masa kering (tidak berhubungan seks) dapat membuat Anda frustasi,” jelasnya.

    2. Kualitas tidur memburuk

    Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa tidur berhubungan langsung dengan stres. Ketika stres, seseorang cenderung tidak mendapatkan tidur yang berkualitas. Hal ini menciptakan siklus buruk di mana ketika seseorang tidak tidur, sirinya akan semakin stres.

    Seks membantu dalam menghilangkan stres dengan melepaskan banyak hormon dan neurotransmiter. Oleh sebab itu, jika tidak berhubungan seks, seseorang rentan akan stres, dan cenderung tidur dengan tidak nyenyak.

    3. Tekanan darah dapat meningkat

    Tanpa seks, seseorang mungkin mengalami peningkatan tekanan darah. Faktanya, sebuah studi tahun 2006 dalam jurnal medis Biological Psychology menemukan bahwa orang yang melakukan hubungan seks secara teratur memiliki tingkat tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang tidak.

    Hal ini juga terkait dengan hubungan antara seks dan stres. Para peneliti mengontrol berbagai variabel dalam penelitian ini dan menyimpulkan bahwa berhubungan seks lebih sering sebenarnya meningkatkan respons fisiologis tubuh terhadap stres. Hal ini, pada gilirannya, menjaga tekanan darah seseorang pada tingkat dasar yang lebih rendah.

    4. Risiko mengalami penyakit jantung meningkat

    Sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan bahwa pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu hampir mengurangi separuh risiko penyakit jantung.

    Namun, para peneliti mencatat bahwa temuan mereka mungkin hanya bersifat korelasional, bukan kausal.

    “Pria yang sering berhubungan seks mungkin lebih mungkin berada dalam hubungan intim yang saling mendukung,” kata mereka. “Hal ini dapat meningkatkan kesehatan melalui pengurangan stres dan dukungan sosial.”

    5. Sistem kekebalan tubuh melemah

    Orgasme sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh, seperti yang ditemukan oleh psikolog Carl Charnetski dan Francis Brennan Jr. Mereka melakukan sebuah penelitian di mana mereka meminta pasien yang berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu untuk memberikan sampel air liur.

    Sampel-sampel tersebut ditemukan mengandung konsentrasi antibodi imunoglobulin A yang sangat tinggi. Adapun antibodi ini baik dalam hal mencegah penyakit.

    6. Kesehatan prostat menurun

    Prostat seseorang mungkin akan menjadi kurang sehat. Alasan untuk hal ini belum terlalu jelas. Namun, setidaknya dalam satu penelitian, pria yang ejakulasi kurang dari tujuh kali sebulan lebih mungkin terkena kanker prostat dibandingkan mereka yang melakukannya setidaknya 21 kali sebulan.

    NEXT: Disfungsi ereksi hingga penurunan fungsi kognitif

    7. Risiko disfungsi ereksi meningkat

    Beberapa penelitian mengatakan bahwa pria yang berhubungan seks kurang dari sekali seminggu dua kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi (DE) dibandingkan mereka yang berhubungan seks setiap minggu.

    8. Performa kerja menurun

    Performa kerja seseorang di kantor mungkin akan menurun. Faktanya, sebuah penelitian dari Oregon State University menemukan bahwa pasangan dengan kehidupan seks yang aktif jauh lebih bahagia di tempat kerja.

    “Mempertahankan hubungan yang sehat yang mencakup kehidupan seks yang sehat akan membantu karyawan tetap bahagia dan terlibat dalam pekerjaan mereka, yang bermanfaat bagi karyawan dan organisasi tempat mereka bekerja,” kata Keith Leavitt, seorang profesor di perguruan tinggi tersebut.

    9. Fungsi kognitif yang mungkin menurun

    Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan oleh para peneliti di Maryland menemukan bahwa aktivitas seksual pada tikus meningkatkan fungsi kognitif dan fungsi hipokampus, yakni bagian dari otak yang sebagian besar bertanggung jawab untuk memori.

    Pada tahun yang sama, sebuah penelitian dari Universitas Konkuk di Seoul menyimpulkan bahwa aktivitas seksual sebenarnya dapat membantu memerangi efek negatif yang mengurangi daya ingat yang disebabkan oleh stres kronis.

    “Interaksi seksual dapat membantu untuk memperkuat neurogenesis hipokampus orang dewasa dan fungsi memori pengenalan terhadap efek stres kronis yang menekan,” tulis mereka.

    (Syifaa F. Izzati/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paksu Wajib Tahu! Rata-rata Segini Waktu yang Dibutuhkan Istri untuk Capai Klimaks


    Jakarta

    Saat bercinta, orgasme seringkali dianggap sebagai tolak ukur kepuasan kedua pasangan. Namun perbedaan waktu klimaks seringkali mengakibatkan salah satu pasangan kurang puas saat bercinta, terutama wanita.

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa pria cenderung lebih mudah mencapai titik kepuasan dibandingkan para wanita. Bahkan waktu rata-rata yang dibutuhkan wanita untuk mencapai orgasme lebih lama dari perkiraan. Lantas, berapa lama sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk membuat wanita mencapai kepuasan?

    Dikutip dari New York Post, rata-rata wanita membutuhkan waktu selama 13,46 menit untuk mencapai puncak kenikmatannya. Hal ini dibuktikan oleh salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, dengan melibatkan 645 wanita dari 20 negara, melakukan survey rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai klimaks.


    Penelitian berlangsung selama delapan minggu. Wanita yang dianalisis rata-rata berusia 30 tahun. Salah satu kesimpulan penting yang didapat yakni, hanya 31,4 persen peserta yang mencapai klimaks hanya dengan penetrasi.

    Tentunya hal ini menunjukkan 68,6 persen wanita membutuhkan beberapa bentuk tindakan lain, termasuk foreplay seperti berciuman atau menyentuh bagian tubuh lain. Bukan hanya itu posisi bercinta pun turut berkontribusi untuk membantu wanita mencapai titik kepuasannya.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Isyarat Pasangan Ternyata Tak Lagi Nikmati Momen Bercinta


    Jakarta

    Seiring waktu, sejumlah pasangan bisa jadi tidak lagi menikmati momen bercinta. Meski kebanyakan tidak diungkapkan, sebetulnya ada pertanda di balik kemungkinan pasangan mengalami hal tersebut.

    Dikutip dari Entertainment Times, berikut beberapa tanda yang menunjukkan gairah pasangan tidak lagi ‘semembara’ biasanya.

    1. Terburu-buru saat Seks


    Ketika pasangan menikmati seks, mereka pasti akan memberikan kode untuk meningkatkan tempo seks. Namun, jika pasangan tidak tertarik melakukan hal yang sama, berarti mereka tidak siap bercinta dalam waktu dekat.

    2. Tidur Lebih Dulu

    Jika pasangan merasa lelah akhir akhir-akhir ini atau tidur lebih dulu, kemungkinan ada masalah. Bisa jadi pasangan berusaha menghindar dari segala bentuk keintiman seksual.

    3. Bikin Banyak Alasan

    Sesekali menolak untuk bercinta adalah hal yang wajar, tetapi membuat berbagai alasan setiap kali akan berhubungan seks jelas menjadi tanda pasangan sudah tak lagi menikmati seks. Bahkan, jika hal ini sering dilakukan, pasangan pasti bisa melihat perbedaan antara alasan yang nyata dan dibuat-buat.

    4. Mendadak Berubah

    Jika biasanya pasangan selalu menjadi orang pertama yang ingin memulai hubungan seksual dan kini tidak melakukannya lagi, hal itu juga bisa menjadi pertanda.

    5. Mengalihkan Topik Pembicaraan

    Ini menjadi salah satu ciri paling umum, tetapi sangat jelas terlihat saat pasangan tidak lagi menikmati seks. Pasangan selalu mengubah topik pembicaraan setiap kali kamu mencoba mengobrol terkait topik seks.

    (naf/sao)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Sering Berhubungan Intim Bikin Miss V Kendur, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Sering menjadi pertanyaan, sebenarnya betul nggak sih wanita yang sering berhubungan intim lebih rentan memiliki miss V yang mengendur? Sebelum menjawab itu, perlu diketahui bahwa otot-otot pada vagina sangatlah elastis. Meskipun organ intim tersebut dapat meregang, pada dasarnya Miss V akan kembali ke bentuk semula.

    Penuaan dan persalinan dapat mengubah bentuk dan ukuran vagina. Namun, perubahan ini akan membuat Miss V kendur secara permanen. Seperti organ-organ tubuh lainnya, keelastisan vagina pun dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

    Lantas, apakah terlalu banyak berhubungan seks dapat membuat vagina kendur?


    Dikutip dari Health, berhubungan seks penetrasi tidak dapat membuat vagina longgar secara permanen.

    Pasalnya, saat berhubungan seks, vagina secara alami akan menghasilkan pelumas dan otot-ototnya mengembang untuk siap dengan penetrasi. Setelah itu, vagina akan kembali ke bentuk sebelum seks.

    Penetrasi tidak meregangkan ukuran vagina secara permanen. Jadi, meskipun seseorang melakukan hubungan intim secara teratur, vagina akan kembali ke bentuk semula.

    Apakah Melahirkan Dapat Menyebabkan Vagina Kendur?

    Persalinan secara normal dan kehamilan dapat meregangkan otot-otot vagina dan melemahkan dasar panggul. Hal ini dapat membuat Miss V terasa longgar dan meregang, tetapi biasanya tidak berkelanjutan. Vagina akan kembali normal atau hampir normal beberapa hari setelah melahirkan.

    Adapun dasar panggul terdiri dari otot-otot di sekitar kandung kemih, usus, Miss V, dan rahim. Otot-otot ini membantu mengontrol kontrol kandung kemih dan mengencangkan pembukaan vagina.

    Selama kehamilan, otot-otot ini membantu menopang rahim yang sedang tumbuh untuk menampung bayi. Walhasil, bagian tubuh ini dapat melemah dan meregang selama kehamilan atau selama persalinan.

    Meskipun demikian, cedera lahir pada vagina akibat penggunaan alat seperti ekstraksi vakum dapat menyebabkan robeknya otot dan jaringan Miss V sehingga dapat membuat vagina mengendur.

    Apakah Penuaan Dapat Menyebabkan Miss V Kendur?

    Penuaan secara alami mengubah seluruh tubuh, tidak terkecuali pada Miss V. Faktanya, seseorang mungkin mulai merasakan perubahan elastisitas Miss V-nya sejak usia 40-an.

    Saat wanita memasuki masa perimenopause, jaringan Miss V dapat menjadi kering dan tipis. Selain itu otot-otot dasar panggul juga menjadi lebih rileks. Hal ini karena penurunan kadar estrogen akan menurunkan suplai darah ke otot-otot Miss V sehingga mempengaruhi elastisitas jaringan Miss V seseorang.

    Penuaan juga disertai dengan penurunan kolagen. Kolagen adalah protein yang ditemukan di dalam semua struktur yang berbeda di dalam tubuh, seperti kulit, tulang, dan otot. Kadar kolagen yang lebih rendah dapat menyebabkan dasar panggul yang lebih lemah.

    Maka itu, perubahan hormonal dan seluler ini membuat Miss V terasa lebih longgar seiring bertambahnya usia.

    Cara Mengencangkan Miss V

    Senam kegel dapat membantu memperkuat otot-otot di sekitar rahim, kandung kemih, dan usus. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin melakukan senam kegel setelah melahirkan dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengencangkan otot-otot di sekitar Miss V.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy